BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Tumbuhan Uraian tumbuhan meliputi habitat dan daerah tumbuh, sistematika tumbuhan, nama asing, morfologi tumbuhan, kandungan senyawa kimia, serta penggunaan tumbuhan. 2.1.1. Habitat Tumbuh dan Daerah Tumbuh Lengkuas (Languas galanga (L.) Stuntz) ditemukan menyebar di seluruh dunia. Penyebarannya termasuk di seluruh Indonesia, Asia Tenggara, di bawah kaki pegunungan Himalaya sebelah timur hingga laut Cina dan India barat daya di antara Chats dan Lautan Indonesia. Di Jawa tumbuh liar di hutan, semak belukar, umumnya ditanam di tempat yang terbuka sampai di tempat yang kenaungan. Tumbuh pada ketinggian tempat hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (DepKes RI, 1978). Untuk tumbuh, lengkuas menyukai tanah gembur, sinar matahari banyak, sedikit lembab, tetapi tidak tergenang air. Untuk

mengembangbiakkan tanaman ini dapat dilakukan dengan potongan rimpang yang sudah memiliki mata tunas. Selain itu dapat pula dengan memisahkan sebagian rumpun anakan. Pemeliharaannya mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan. Terutama pupuk dasar (Anonimd, 2009). Sebenarnya lengkuas ada dua macam, yaitu lengkuas merah dan putih. Lengkuas putih banyak digunakan sebagai rempah atau bumbu dapur, sedangkan yang banyak digunakan sebagai obat adalah lengkuas merah. Pohon lengkuas

Universitas Sumatera Utara

Oleh karena itu.. pras (Kamboja). 2. yang dibedakan berdasarkan ukuran dan warna rimpang. Pohon lengkuas putih dapat mencapai tinggi 3 meter. greater galangal. siamese Universitas Sumatera Utara . Langkuweh (Minang). sedangkan pohon lengkuas merah umumnya hanya sampai 1-1.5 meter. 2. dan lengkuas putih kecil (Sinaga. padagoji (Burma). Lakuwe (Nias). yaitu yang berimpang besar dan kecil.. hong dou ku (Cina).) Stuntz (Sinaga. 2009). Thailand). Nama Daerah Nama daerah dari Lengkuas merah adalah Lengkueus (Gayo). Lawas(Lampung). Langkueueh (Aceh) Kelawas(Karo). 2. Nama Asing Nama asing dari lengkuas merah adalah lengkuas. puar (Malaysia). Laos (Jawa. galangal.1. Laja (Sunda).1.putih umumnya lebih tinggi dari pada lengkuas merah. lengkuas putih besar. 2009).1. Madura) (Sinaga. Berdasarkan ukuran rimpangnya. yaitu lengkuas merah.4. lengkuas juga dibedakan menjadi dua varitas.3. Halawas(Simalungun). paling tidak ada tiga kultivar lengkuas yang sudah dikenal. E. kha (Laos. E. Lengkuas (Melayu). palia (Filipina). 2009). langkauas.2. E. kom deng. java galangal. Sistematika Tumbuhan Divisi Subdivisi Kelas Bangsa Suku Marga Spesies : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Zingiberales : Zingiberaceae : Languas : Languas galanga (L..

Sewaktu masih muda berwarna hijau-kuning. Pelepah daun ini saling menutup membentuk batang semu berwarna hijau. warnanya hijau. pangkal tumpul. sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. diameter sekitar 2-4 cm. galanga de I'Inde (Belanda). 2. berdaging. berwarna hitam. Batangnya tegak. keras. beralur. dan lebarnya 4 . bertangkai pendek. berbentuk silindris.30 cm. E. Pelepah daun lebih kurang 15 . berbentuk lonjong.1 5 cm. grosser galgant (Jerman) (Sinaga.1. berdiameter lebih kurang 1 cm. Bijinya kecil-kecil. keras mengkilap. yang terletak tegak di ujung batang. Panjang daun sekitar 20 . terdapat dalam tandan bergagang panjang dan ramping. setelah tua berubah menjadi hitam kecoklatan. tersusun oleh pelepah-pelepah daun yang bersatu membentuk batang semu. tinggi sekitar 1 sampai 2 meter. Daun tunggal.60 cm. tersusun berseling. Daging rimpang Universitas Sumatera Utara . Biasanya tumbuh dalam rumpun yang rapat. Pertulangan daun menyirip. Rimpang kecil dan tebal.putihan. Bunga lengkuas merupakan bunga majemuk berbentuk lonceng. galanga (Perancis). Ada juga yang buahnya berwarna merah. Bagian luar berwarna coklat agak kemerahan atau kuning kehijauan pucat. mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan. berwarna hijau.ginger (Inggeris). 2009). berbentuk bulat.. dan bercabang-cabang. berwarna hijau agak keputih. Daun di sebelah bawah dan atas biasanya lebih kecil dari pada yang di tengah. ujung runcing. Batang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. grote galanga.5 Morfologi Tumbuhan Merupakan terna berumur panjang. Buahnya buah buni. Bentuk daun lanset memanjang. dengan tepi daun rata. Bunga agak berbau harum. berbau harum. berwarna putih kehijauan atau putih kekuningan.

langkan rasa sakit (analgetikum). Rimpang lengkuas yang dikunyah kemudian diborehkan ke dahi dan seluruh tubuh diyakini dapat meng. dan seratnya menjadi keras dan liat. sineol 20% . galangin dan lain-lain. batuk berdahak.yang sudah tua berserat kasar. Untuk mendapatkan rimpang yang masih berserat halus. radang paru-paru. melancarkan buang air kecil (diuretikum). seskuiterpen. 2.30%. menetralkan keracunan makanan. Disamping itu rimpang lengkuas juga dianggap memiliki khasiat sebagai anti Universitas Sumatera Utara . dan berbau harum karena kandungan minyak atsirinya. menghi. mengatasi gangguan ginjal. disentri. Apabila dikeringkan. menggigit. menambah nafsu makan. sakit tenggorokan. eugenol.6 Kandungan Kimia Rimpang tanaman ini mengandung 1% minyak atsiri berwarna kuning kehijauan yang terdiri dari metil-sinamat 48%. dan mengobati penyakit herpes. kamfer 1%.obati kejang-kejang pada bayi dan anak-anak. misalnya kolik dan untuk mengeluarkan angin dari perut (stomachikum). 1’-acetoxyeugenol acetat. 2008). panen harus dilakukan sebelum tanaman berumur lebih kurang 3 bulan. caryophyllenol I dan 5-epimer caryophyllenol II. Juga digunakan untuk mengobati diare. pembesaran limpa. 2. kejang karena demam.1. rimpang berubah menjadi agak kehijauan. dan untuk menghilangkan bau mulut.1. heptadec-7-enemethyl ester (Anonimb. demam. pentadecane.7 Penggunaan Tumbuhan Rimpang lengkuas sering digunakan untuk mengatasi gangguan lambung.∂ -pinen. Rasanya tajam pedas. Minyak atsiri pada bijinya adalah 1”-acetoxychaviol acetate. sariawan.

tumor atau anti kanker terutama tumor di bagian mulut dan lambung. minyak atsiri bukan merupakan senyawa tunggal tetapi tersusun dari berbagai macam komponen yang tergolong kelompok terpenoid dan fenilpropanoid (Tyler. ditutup rapat serta disimpan di tempat yang kering dan sejuk (Gunawan & Mulyani.. Minyak atsiri disebut juga minyak menguap. Secara kimia. Universitas Sumatera Utara . Di India dan Malaysia. et al.. Dalam keadaan murni tanpa pencemar. rimpang lengkuas digunakan sebagai bumbu masak. Titik didih monoterpen berkisar 140-180oC sedangkan titik didih seskuiterpen lebih besar dari 200oC (Harborne. minyak eteris atau minyak esensial karena mudah menguap pada suhu kamar. Di banyak negara di Asia. Istilah esensial dipakai karena minyak atsiri mewakili bau tanaman asalnya. Demikian pula buahnya sering digunakan sebagai bumbu masak atau rempah pengganti kapulaga. 1976). E. minyak atsiri tidak berwarna. Untuk mencegah supaya tidak berubah warna. 2004). minyak atsiri harus terlindungi dari pengaruh cahaya. Bejana tersebut juga diisi sepenuh mungkin sehingga tidak memungkinkan hubungan langsung dengan oksigen udara. Namun pada penyimpanan yang lama. 2009). 1987). rebusan rimpang lengkuas atau rimpang yang dimasak bersama nasi diberikan kepada para ibu sehabis melahirkan (Sinaga.2 Minyak Atsiri Minyak atsiri adalah zat berbau yang terkandung dalam tanaman. 2. misalnya disimpan dalam bejana gelas yang berwarna gelap. Terpen minyak atsiri terdiri dari monoterpen dan seskuiterpen. minyak atsiri dapat teroksidasi dan membentuk resin serta warnanya berubah menjadi lebih tua (gelap).

DepKes RI. Monoterpen dapat dibagi menjadi tiga Universitas Sumatera Utara . dan terkandung di dalam semua jaringan (pada suku Coniferae) (Tyler. di dalam sel-sel parenkim (pada suku Zingiberaceae dan Piperaceae). 1985).1 Keberadaan Minyak Atsiri dalam Tumbuhan Dalam tumbuhan minyak atsiri terkandung dalam berbagai jaringan.2.2 Komposisi Kimia Minyak Atsiri Umumnya perbedaan komposisi minyak atsiri disebabkan perbedaan jenis tanaman penghasil. sebagai cadangan makanan. 1978). metode ekstraksi yang digunakan dan cara penyimpanannya (Ketaren. Terpen minyak atsiri terdiri dari monoterpen (C5) dan seskuiterpen (C15). Minyak atsiri bukan merupakan senyawa tunggal tetapi tersusun dari berbagai macam komponen. di dalam rongga-rongga skizogen dan lisigen (pada suku Myrtaceae. 2004.. 1985). kondisi iklim. Terpenoid berasal dari suatu unit senyawa sederhana yang disebut isoprene (Tyler. Menurut asal-usul biosintetik minyak atsiri dapat dibedakan atas : a. di dalam saluran minyak (pada suku Umbelliferae).2. 2. Minyak atsiri pada tanaman berperan sebagai pengusir serangga pemakan daun dan sebagai penarik serangga guna membantu proses penyerbukan. et al. 1976. et al. tanah tempat tumbuh. Pinaceae dan Rutaceae). seperti di dalam rambut kelenjar pada suku Labiatae.. Monoterpen tersebar luas dan cenderung merupakan bagian dari kebanyakan minyak atsiri.2. Turunan Terpenoid Turunan terpenoid terbentuk melalui jalur biosintetis asam asetatmevalonat. umur panenan. Ketaren. 1976). mencegah kerusakan tanaman oleh serangga atau hewan (Gunawan & Mulyani.

atau bisiklik (misalnya karotol) (Harborne. (6) eter. atau keton (misalnya menton). Contoh komponen minyak atsiri turunan femil propanoid adalah eugenol yang merupakan kandungan utama minyak cengkeh dan anetol yang terdapat dalam minyak adas (Harborne. Contoh alkohol asiklik adalah geraniol. miyak atsiri dapat digolongkan menjadi: (1) hodrokarbon. 1987). 1987). b. Dalam setiap golongan. linalool dan Universitas Sumatera Utara . tergantung apakah struktur kimianya asiklik (misalnya geraniol).. Yang umum ialah asiklik (misalnya farnesol). 1976). Berdasarkan struktur kimia komponen. (5) fenol. Secara kimia seperti monoterpen. senyawa ini dibentuk dari suatu asam amino aromatikm fenilalanin dan tirosin yang akhirnya disintesis lewat jalur asam sikimat (Tyler et al. atau bisiklik (misalnya α. (4) keton. seskuiterpen juga dapat dibagi berdasarkan kerangka karbon dasarnya. (7) oksida.golongan. monoterpen alkohol dan seskuiterpen alkohol. Minyak atsiri karbon terdiri atas terpen tidak teroksigenasi dan seskuiterpen. Contohnya limonene pada minyak jeruk. (8) ester. monoterpen dapat berupa hidrokarbon tak jenuh (misalnya limonene) atau dapat mempunyai gugus fungsi seperti alcohol (misalnya linalool). Dalam tanaman. (3) aldehid. (2) alkohol. felandren (terpen monosiklik) pada minyak kayu putih dan zingiberin (seskuiterpen) pada minyak jahe. Turunan Fenil Propanoid Turunan fenil propanoid merupakan senyawa aromatic yang terbentuk melalui jalur biosintesis asam sikimat. Fenil propanoid berasal dari suatu unit senyawa sederhana yang terdiri gabungan inti benzene (fenil) dan propane. monosiklik (misalnya bisabolen). aldehid (misalnya sitral). Minyak atsiri alcohol terdiri atas alcohol alisiklik.dan β-pinen). monosiklik (misalnya limonene).

Parameter yang dapat digunakan untuk tetapan fisik minyak atsiri antara lain : a. Minyak atsiri aldehid terdiri atas asiklik dan aromatic. Sifat-sifat fisika minyak atsiri. volatile oil) yang dihasilkan oleh tanaman. dan 4) mempunyai sudut putar yang spesifik dan bersifat optis aktif. Minyak atsiri yang baru diekstraksi (masih segar) umumnya tidak berwarna atau berwarna kekuning-kuningan. Berbau Karakteristik Minyak atsiri dengan juga dengan nama minyak eteris atau minyak terbang (essential oil. 2) mempunyai indeks bias yang tinggi. 3) mempunyai bobot jenis. Contoh asiklik adalah sitral dan sitronelal. contoh bisiklik keton adalah kamfor. Contoh seskuiterpen alcohol adalah gingerol.1 Sifat Fisika Minyak atsiri Minyak atsiri mempunyai konstituen kimia yang berbeda. Minyak tersebut berbau wangi sesuai dengan bau tanaman penghasilnya (Ketaren.. Contoh monoterpen alkohol adalah mentol (dari peppermint). tetapi dari segi fisiknya banyak yang sama. Contoh minyak atsiri eter fenol adalah anetol pada minyak adas.3. Universitas Sumatera Utara . Contoh aromatik adalah sinamaldehid dan vanillin.sitronelol. Contoh terpen monosiklik keton adalah menton (peppermint) dan piperton (kayu putih). 1976). Contoh minyak atsiri ester adalah metal salisilat pada minyak gandapura (Tyler et al. bisiklik keton dan non terpen keton.3 Sifat Fisikokimia Minyak Atsiri 2. Contoh minyak atsiri fenol adalah eugenol pada minyak cengkeh. Minyak atsiri keton terdiri atas terpen monosiklik keton. 1985). Contoh minyak atsiri oksida adalah eucalyptol (sineol) pada minyak kayu putih. 2. yaitu 1) bau yang karakteristik.

Indeks bias berguna untuk identifikasi suatu zat dan deteksi ketidakmurnian (Guenther. Jika cahaya melewati media kurang padat ke medialebih padat. 1987). 1987). 1985). suhu dan panjang gelombang cahaya yang digunakan. hidrolisa. Peroksida yang bersifat labil akan berisomerisasi dengan adanya air. Penentuan putaran optic menggunakan alat Polarimeter (Ketaren. a. Universitas Sumatera Utara . Indeks Bias Indeks bias suatu zat adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam udara dan kecepatan cahaya dalam zat tersebut. Besarnya pemutaran bidang polarisasi ditentukan oleh jenis minyak atsiri. Bobot Jenis Bobot jenis adalah perbandingan bobot zat di udara pada suhu 250C terhadap bobot air dengan volume dan suhu yang sama.2 Sifat Kimia Minyak Atsiri Perubahan sifat kimia minyak atsiri merupakan cirri dari kerusakan minyak yang mengakibatkan perubahan sifat kimia minyak adalah proses oksidasi. polimerisasi (resinifikasi) dan penyabunan. Putaran Optik Setiap jenis minyak atsiri mempunyai kemampuan memutar bidang polarisasi cahay ke arah kiri atau kanan. Penentuan indks bias menggunkan alat Refraktometer. c. 2. Penetuan bobot jenis menggunkan alat Piknometer.b. Oksidasi Reaksi oksidasi pada minyak atsiri terutama terjadi pada ikatan rangkap dalam terpen. Bobot jenis merupakan salah satu kriteria penting dalam menentukan mutu dan kemurnian minyak atsiri (Guenther. d. maka sinar akan membelok atau membias dari garis normal.3.

Ada tiga jenis penyulingan yang digunakan industri: Universitas Sumatera Utara . 1985). 2. Metode enfleurage. 2). Ekstraksi (Tyler. 1976).sehingga membentuk senyawa aldehid. 2. b. Resin ini dapat terbentuk selama proses pengolahan (ekstraksi) minyak yang mempergunakan tekanan dan suhu tinggi serta selama penyimpanan (Ketaren. Metode ecuelle. Penyulingan (distillation). c. 1985).. Ester akan terhidrolisis secara sempurna dengan adanya air dan asam sebagai katalisator (Ketaren. 4). d. Resinifikasi Beberapa fraksi dalam minyak atsiri dapat membentuk resin. 3). 1985). Pengempresan (pressing). 5). et al. Penyabunan Minyak atsiri yang mengandung fraksi monoester dan asam-asam organik dapat bereaksi dengan basa sehingga membentuk sabun (Ketaren. yang merupakan senyawa polimer. asam organic dan keton yang menyebabkan perubahan bau yang tidak dikehendaki (Ketaren. Proses hidrolisis ester merupakan proses pemisahan gugus –OR dalam molekul ester sehingga terbentuk asam bebas dan alcohol. 1985).1 Metode Penyulingan Minyak atsiri biasanya diisolasi dengan penyulingan dari bagian tanaman yang mengandung minyak atsiri. Hidrolisis Proses hidrolisis terjadi dalam minyak atsiri yang mengandung ester.4 Cara Isolasi Minyak Atsiri Isolasi minyak atsiri dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: 1).4.

b. Penyulingan dengan air dan uap (water and steam distillation) Digunakan untuk bahan tanaman yang rusak oleh pendidihan. 1976). air sebagai sumber uap panas terdapat dalam “boiler” yang letaknya terpisah dari ketel penyulingan. et al. 1976). Minyak terpentin didapatkan dengan metode ini. Jika disuling dengan metode uap langsung. bahan yang akan disuling kontak langsung dengan air mendidih. Penyulingan dengan uap langsung (steam distillation) Bahan tanaman yang menggunakan metode ini adalah peppermint. et al. 1987). Uap menembus bahan tanaman membawa tetes minyak ke kondensor. Minyak terpentin terdiri atas terpen yang tidak dipengaruhi oleh pemanasan (Tyler. Pada sistem ini. Ketel suling diisi dengan air sampai permukaan air berada tidak jauh di bawah saringan (Guenther. 1987. Bahan tanaman yang menggunakan metode ini adalah kayu manis dan cengkeh (Tyler et al. Destilasi uap yang baik memiliki kecepatan difusi uap menembus bahan tanaman yang tinggi sehingga meminimalkan hidrolisis dan dekomposisi (Tyler. Pada metode penyulingan ini. kayu dan sebagainya) harus disuling dengan metode ini bahan tercelup dan bergerak bebas dalam air. kulit. bahan olahan diletakkan di atas rak-rak atau saringan berlubang. bahan ini akan merekat dan membentuk gumpalan besar yang kompak sehingga uap tidak dapat berpenetrasi ke dalam bahan (Guenther.a. Penyulingan dengan air (water distillation) Digunakan bahan yang tidak rusak oleh pendidihan. Uap yang dihasilkan mempunyai tekanan lebih tinggi dari tekanan udara luar. Pada metode ini. 1976).... Ketaren. Bahan yang berbentuk bubuk (akar. 1985). Universitas Sumatera Utara . c.

1976). Mahkota bunga diletakkan di atas lemak selama bebeerapa jam... Akibat tekanan pengepresan.2 Metode Pengepresan Minyak atsiri yang diperoleh dengan cara pengepresan umumnya dilakukan terhadap bahan berupa biji. atau kulit buah yang memiliki kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi.2. Tonjolan tersebut cukup panjang untuk menembus epidermis.5 Metode Ekstraksi Menggunakan pelarut yang dapat melarutkan minyak atsiri seperti petroleum eter dan benzene.4. Tetes minyak yang jatuh pada wadah kemudian dikumpulkan (Tyler et al. 1976). 1976). 2.4. maka sel-sel yang mengandung minyak atsiri akan pecah dan minyak atsiri akan mengalir ke permukaan bahan (Ketaren. Lemak yang tidak berbau dan tidak menguap dilapiskan tipis pada pelat kaca. Setelah lemak mengabsorbsi aroma.3 Metode Ecuelle Metode mengeluarkan minyak jeruk dengan menusuk kelenjar minyak dan menggelindingkan buah pada wadah yang memiliki tonjolan tajam yang berjejer. Minyak lemon diperoleh dengan cara pengepresan (Tyler et al. minyak atsiri diekstraksi dari lemak dengan ekstraksi alkohol.4. buah. Kekurangan metode ini dibandingkan dengan destilasi adalah proses ekstraksi dilakukan pada temperature 50oC sehingga Universitas Sumatera Utara .4. Proses tersebut disebut enfleurage yang sejak dulu digunakan secara luas untuk menghasilkan parfum dan pomade (Tyler et al. 2.4 Metode Enfleurage Minyak atsiri yang diperoleh dari mahkota bunga sangat sedikit maka digunakan metode enfleurage. 1985). 2..

Perkembangan teknologi instrumentasi yang pesat akhirnya dapat menghasilkan suatu alat yang merupakan gabungan dua sistem dengan prinsip dasar yang berbeda satu sama lain tetapi saling melengkapi.5. Pada penggunaan GC. efek penguapan dapat dihindari bahkan dihilangkan sama sekali. yaitu gabungan antara kromatografi gas dan spectrometer massa. kendala dalam analisis komponen minyak atsiri mulai dapat diatasi.1 Kromatografi Gas Kromatografi gas merupakan metode untuk pemisahan dan deteksi senyawa-senyawa organik yang mudah menguap dalam suatu campuran. Pemisahan pada kromatografi gas didasarkan pada titik didih suatu komponen dan semua interaksi yang mungkin terjadi antara komponen dengan fase diam. Fase Universitas Sumatera Utara . 1976).minyak atsiri yang dihasilkan memiliki aroma yang lebih alami dibandingkan minyak atsiri hasil penyulingan yang dapat mengalami kerusakan pada temperatur yang tinggi. Metode ini memerlukan biaya produksi yang tinggi dibandingkan metode penyulingan sehingga metode ekstraksi tidak akan diterima di industri penghasil minyak atsiri (Tyler et al. 2000). Metode ini penting bagi industri parfum. Kromatografi gas berfungsi sebagai alat pemisah berbagai campuran komponen dalam sample sedangkan spectrometer massa berfungsi untuk mendeteksi masing-masing komponen yang telah dipisahkan oleh kromatografi gas (Agusta.. 2. 2.5 Analisis Komponen Minyak Atsiri dengan GC-MS Analisa komponen minyak atsiri merupakan masalah yang cukup rumit karena minyak atsiri mengandung campuran senyawa dan sifatnya yang mudah menguap pada suhu kamar. Setelah ditemukannya kromatografi gas (GC).

semakin rendah temperature maka senyawa semakin lama tertahan dan sebaliknya. menunjukkan beberapa lama suatu senyawa tertahan dalam kolom yang diukur mulai saat penyuntikan sampel sampai saat elusi terjadi (dihasilkan puncak) (Gritter.. Aliran gas pembawa. Willet. Pavia. 1987). 3. dkk. murni dan dapat disimpan dalam tangki bertekanan tinggi (Sudjadi. semakin sama kepolaran molekul senyawa dengan kolom fase diam dan semakin kurang keatsiriannya maka akan tertahan lebih lama di kolom dan sebaliknya (Pavia. 2. 2007).1. et al. 4. sistem injeksi. semakin lemah aliran gas maka senyawa semakin lama tertahan dan sebaliknya. 2. Rt).1 Gas Pembawa Fase gerak pada kromatografi gas disebut dengan gas pembawa. Gas pembawa harus memenuhi persyaratan antara lain tidak reaktif. semakin panjang kolom akan menahan senyawa lebih lama dan sebaliknya..5. 1987). Komponen-komponen dibedakan dengan perbedaan waktu ketika melewati kolom yang disebut waktu retensi (waktu tambat) (Willet.bergerak berupa gas akan mengelusi campuran dari ujung kolom lalu menghantarkannya ke detektor (Sudjadi. suhu dan detektor. Panjang kolom.. Komponen dipisahkan secara elusi kemudian dideteksi. 2001). 1991. Waktu tambat (Retention Time. fase diam. et al. Bagian utama dari kromatografi gas adalah gas pembawa. Temperatur kolom. Hal-hal yang mempengaruhi waktu retensi: 1. 2007). Gas pembawa yang Universitas Sumatera Utara . 2001. kolom. Sifat senyawa sampel.

1991.2 Sistem Injeksi Sampel yang akan dikromatografi. Kolom kapiler jauh lebih kecil (0. dkk. Hidrogen dan Karbon dioksida (Willet.dipakai adalah Helium. Fase diam hanya dapat dilapiskan saja pada penyangga atau terikat secara kovalen pada penyangga yang menghasilkan fase terikat. Sudjadi. tembaga atau aluminium. Nitrogen. Ada dua jenis kolom dalam kromatografi gas yaitu kolom kemas (packing column) dan kolom kapiler (capillary column) (Sudjadi. 1991).5.. dkk.. Kolom kemas terdiri atas fase cair yang tersebar pada permukaan penyangga yang lembam (inert) yang terdapat dalam tabung yang relatif besar (diameter 1-3 mm). Universitas Sumatera Utara . 2. Fase diam ini dilapiskan pada dinding kolom atau bahkan bercampur dengan sedikit penyangga lembam yang sangat halus (Gritter.2 mm) dan dinding kapiler bertindak sebagai penyangga lembam untuk fase diam cair. dimasukkan ke dalam ruang suntik melalui gerbang suntik yang biasanya berupa lubang yang ditutupi dengan septum atau pemisah karet.1. Panjang kolom jenis ini adalah 1-5 m.3 Kolom Kolom merupakan tempat terjadinya proses pemisahan karena di dalamnya terdapat fase diam.1. Kolom kemas terbuat dari gelas.5. Jadi seluruh sampel akan menguap segera setelah sampel disuntikkan (Gritter. 2. Panjang kolom kapiler 5-60 m. logam tahan karat. Ruang suntik harus dipanaskan tersendiri (terpisah dari kolom) dan biasanya 10-15oC lebih tinggi daripada suhu kolom maksimum. 1987). Argon. 2007).02-0. Kolom kapiler dibuat dari silica yang dilelehkan atau kaca. 2007).

polar dan sangat polar (Willet. 2.5.5 Suhu Pada gas kromatografi terdapat tiga pengendali suhu yang berbeda yaitu suhu injektor. semi polar. Pada GC suhu diprogram. GC isotermal paling banyak dilakukan pada analisis rutin atau jika kita mengetahui agak banyak mengenai sifat sampel yang akan dipisahkan. 1991). 1987). Pilihan awal yang baik adalah suhu beberapa derajat dibawah titik didih komponen utama sampel.. Suhu injektor Suhu pada injektor harus cukup panas untuk menguapkan cuplikan sedemikian cepat sehingga dihasilkan puncak yang sempit dan baik (Willet. atau pada suhu yang berubah secara terkendali (suhu diprogram.. 1991). 2007).2. dkk.1. suhu dinaikkan mulai dari suhu tertentu sampai suhu tertentu lainnya dengan laju yang diketahui dan terkendali pada waktu tertentu (Gritter.5. Tetapi penguraian dapat terjadi jika suhu ruang suntik terlalu tinggi (Gritter.4 Fase Diam Fase diam dibedakan berdasarkan kepolarannya yaitu nonpolar. Suhu kolom Pemisahan dapat dilakukan pada suhu tetap (isotermal). temperature programming). 1987). suhu kolom dan suhu detektor.1. dkk. maka untuk keperluan analisis sebaiknya digunakan fase diam pada kolom yang bersifat sedikit polar seperti fenil metal polisiloksan (Sudjadi. Universitas Sumatera Utara . Berdasarkan kepolaran minyak atsiri yang nonpolar sampai sedikit polar. sedikit polar.

hantaran naik dan arus yang mengalir dapat diperkuat ke perekam (Sudjadi. Detektor hantar panas (Thermal Conductivity Detector) Kecepatan penghantaran panas ini tergantung susunan gas yang mengelilinginya.5. 2. hantaran sangat rendah. Spectrum massa merupakan gambaran antara limpahan relative lawan perbandingan massa/muatan (Sastrohamidjojo. Pada suhu tertentu merupakan fungsi dari berat molekul gas.1. 2007). Gas yang mempunyai berat molekul rendah mempunyai daya hantar lebih tinggi. Detektor ionisasi nyala (Flame Ionization Detector) Hidrogen dan udara digunakan untuk menghasilkan nyala. Suatu elektroda pengumpul yang bertegangan arus searah ditempatkan di atas nyala dan mengukur hantaran nyala.Suhu detektor Detektor harus cukup panas sehingga cuplikan dan air atu hasil samping yang terbentuk pada proses pengionan tidak mengembun (Sudjadi.2 Spektrometer Massa Molekul senyawa organik pada spectrometer massa. 2007). Jadi setiap gas mempunyai daya hantar panas yang kecepatannya merupakan fungsi dari laju pergerakan molekul gas..5. ditembak dengan berkas electron dan menghasilkan ion bermuatan positif yang mempunyai energy yang tinggi karena lepasnya electron dari molekul yang dapat pecah menjadi ion yang lebih kecil.6 Detektor Ada dua detektor yang popular yaitu detektor hantar panas dan detektor ionisasi nyala (Gritter. 2. Universitas Sumatera Utara . 2001). Pavia. tetapi ketika senyawa organik dibakar. Dengan hydrogen murni. et al. 1991.. 1985). dkk.

2 Ruang Pengion dan Percepatan Arus uap dari pembocor molekul masuk ke dalam kamar pengion (tekanan 10-6-10-5 mmHg) ditembak pada kedudukan tegak lurus oleh seberkas elektron dipancarkan dari filament panas.4 Pengumpul Ion dan Penguat Pengumpul terdiri satu atau lebih celah serta silinder Faraday. sebuah makromanometer untuk mengetahui jumlah cuplikan yang dimasukkan.5.5. Cuplikan berupa cairan dimasukkan dengan menginjeksikan melalui karet silicon kemudian dipanaskan untuk menguapkan cuplikan ke dalam sistem masukan. karena molekul senyawa organik mempunyai elektron berjumlah genap maka proses pelepasan satu electron menghasilkan ion radikal (Silverstein. 1986). 2. 2. 2.3 Tabung Analisis Tabung yang digunakan adalah tabung yang dihampakan (10 -8-10-7 Torr) berbentuk lengkung tempat melayangnya berkas ion dari sumber ion ke pengumpul (Silverstein. 1986).5.2. 1986).2. (Silverstein.1 Sistem Pemasukan Cuplikan Bagian ini terdiri dari suatu alat untuk memasukkan cuplikan. Universitas Sumatera Utara . sebuah alat pembocor molekul untuk mengatur cuplikan ke dalam kamar pengion dan sebuah sistem.2.2.5. Berkas ion membentur tegak lurus pada plat pengumpul dan isyarat yang timbul diperkuat dengan pelipat ganda elektron (Silverstein. 1986).2. Satu dari proses yang disebabkan oleh tekanan tersebut adalah ionisasi dari molekul yang berupa uap dengan kehilangan satu electron dan terbentuk ion molekul positif.

Cara penyajian yang lebih jelas dari puncak-puncak utama dapat diperoleh dengan membuat harga m/z terhadap kelimpahan relatif (Silverstein. Hal ini disebabkan adanya pola fragmentasi yang khas sehingga dapat memberikan informasi mengenai bobot molekul dan rumus molekul.5. Puncak paling kuat (tertinggi) pada spektrum. 1986). 1986).5 Pencatat Spektrum massa biasanya dibuat dati massa rendah ke massa yang tinggi. Pencatat yang banyak digunakan mempunyai 3-6 galvanometer yang mencatat secara bersama-sama.2. Keuntungan utama spektrometri massa sebagai metode analisis yaitu metode ini lebih sensitif untuk identifikasi senyawa yang tidak diketahui atau untuk menetapkan keberadaan senyawa tertentu.2. dinyatakan dengan nilai 100% dan kekuatan puncak lain. Universitas Sumatera Utara . Puncak ion molekul penting dikenali karena memberikan bobot molekul senyawa yang diperiksa. termasuk puncak ion molekulnya dinyatakan sebagai persentase puncak dasar tersebut (Silverstein. disebut puncak dasar (base peak).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful