KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN (KUP

)
KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN (KUP)

Dasar Hukum: Undang-Undang No. 6 Tahun 1983 diubah dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 2000 dan Undang-Undang No. 28 Tahun 2007

KUP memuat: 1. Pengertian Baku a. Wajib Pajak - Subjek Pajak : Orang pribadi atau badan yang dapat dikenai pajak. - Objek Pajak : Sesuatu yang dapat dikenakan pajak, timbal karena keadaan, perbuatan, dan peristiwa yang secara hukum dapat dikenakan pajak. *contoh: 1. Timbulnya Objek Pajak karena perbuatan. Seseorang melakukan kegiatan kerja dan mendapatkan upah (penghasilan). -´penghasilan´: merupakan Objek Pajak untuk Pajak Penghasilan (PPh). 2. Timbulnya objek Pajak karena keadaan. -Objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). - Objek Pajak untuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 3. Timbulnya Objek Pajak akibat peristiwa. - Kelahiran dan Kematian Surat Keterangan yang bermaterai.

(´materai´: merupakan pajak atas Dokumen) -Wajib Pajak : Orang atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan diwajibkan untuk menyelesaikan kewajiban perpajakan.

SP + OP = WP WP = SP SP  WP b. Badan : Sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang berbadan hukum. c. Masa Pajak : Jangka waktu yang lamanya sama dengan 1 bulan takwim / bulan kalender.

d. Tahun Pajak : Jangka waktu yang lamanya sama dengan 1 tahun takwim / 12 bulan masa pajak. e. Bagian tahun Pajak : Jangka waktu yang lamanya merupakan bagian dari satu tahun pajak. f. Pajak Terutang : Pajak yang harus dilunasi oleh Wajib Pajak untuk jangka waktu tertentu. ( 1 masa pajak / bagian tahun pajak). g. Penanggung Pajak : Orang / badan yang diwajibkan untuk melunasi pajak terutang. h. Surat Paksa : Surat yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada orang / badan yang memiliki tunggakan pajak agar segera melunasinya.

2. Penetapan Tahun Pajak - Tahun Pajak sama dengan tahun takwim atau tahun kalender. - Dapat tidak sama asalkan konsisten selama 12 bulan, dan melaporkan kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat. *Cara menentukan suatu tahun pajak sbb: 1. Tahun Pajak Sama Dengan Tahun Takwim. 1 Januari 2005 31 Desember 2005

Pembukuan dimulai 1 Januari 2005 dan berakhir 31 Desember 2005, disebut tahun pajak 2005. 2. Tahun Pajak Tidak Sama Dengan Tahun Takwim. a. 1 Juli 2005 30 Juni 2006

Pembukuan dimulai 1 Juli 2005 dan berkhir 30 Juni 2006. Disebut tahun ´pajak 2005´ karena 6 bulan pertama jatuh pada tahun 2005. b. 1 April 2005 31 Maret 2006

Pembukuan dimulai 1 April 2005 dan berakhir 31 Maret 2006. Disebut ´Tahun Pajak 2005´ karena lebih dari 6 bulan jatuh pada tahun 2005. c. 1 Oktober 2005 30 September 2006

Pembukuan dimulai 1 Oktober 2005 dan berakhir 30 September 2006. Disebut¶Tahun Pajak 2006³ karena lebih dari 6 bulan jatuh pada tahun 2006.

3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

PIUD). Setiap WP hanya diberikan satu NPWP. 3. Misal : Dokumen Impor (PPUD. selain wajib mendaftarkan diri ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggalnya. antara lain: a. ‡ Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu yang mempunyai tempat usaha berbeda dengan tempat tinggal. untuk diberikan NPWP. b. Untuk mengetahui identitas Wajib pajak. Dalam hubungan dengan instansi tertentu yang mewajibkan mengisi NPWP. karena hidup terpisah berdasarkan keputusan hakim atau dikehendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta. Untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan. 5. 2. c. Formulir pajak yang dipergunakan Wajib Pajak. Surat menyurat dalam hubungan dengan perpajakan. Fungsi NPWP:š 1. Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan. ‡ Kewajiban mendaftarkan diri berlaku pula terhadap wanita kawin yang dikenakan pajak secara terpisah.Deff: Suatu sarana administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak. Pendaftaran Untuk Mendapatkan NPWPš ‡ Berdasarkan sistem self assessment setiap WP wajib mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau melalui Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan (KP4) yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan WP. 4. Untuk memenuhi kewajiban perpajakan. Untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan. misalnya dalam pengisian SSP. bila sampai dengan suatu bulan memperoleh penghasilan yang jumlahnya telah melebihi Penghasilan Tidak . ‡ Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. juga diwajibkan mendaftarkan diri ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha dilakukan. Pencantuman NPWPš NPWP harus dituliskan dalam setiap dokumen perpajakan.

Untuk Joint Operation sebagai wajib pajak Pemotong/pemungut: 1. 3. Fotokopi NPWP masing-masing anggota joint operation. Untuk Bendaharawan sebagai Pemungut/ Pemotong: 1. wajib mendaftarkan diri paling lambat pada akhir bulan berikutnya. Surat Keterangan tempat kegiatan usaha dari instansi yang berwenang minimal Lurah atau Kepala Desa. . 2. Untuk WP Badan : 1. 2. Fotokopi KTP bendaharawan. dari salah seorang pengurus aktif. Tatacara Pendaftaran NPWPš Untuk mendapatkan NPWP Wajib Pajak (WP) mengisi formulir pendaftaran dan menyampaikan secara langsung atau melalui pos ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan (KP4) setempat dengan melampirkan: 1. Fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia atau fotokopi paspor ditambah surat keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang minimal Lurah atau Kepala Desa bagi orang asing. ‡ WP Orang Pribadi lainnya yang memerlukan NPWP dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh NPWP. 5. Fotokopi perjanjian kerja sama sebagai joint operation. 4. 2.Kena Pajak (PTKP) setahun. 3. 2. 3. Untuk WP Orang Pribadi Non-Usahawan: Fotokopi Kartu Tanda Penduduk bagi penduduk Indonesia atau foto kopi paspor ditambah surat keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang minimal Lurah atau Kepala Desa bagi orang asing. Fotokopi akte pendirian dan perubahan terakhir atau surat keterangan penunjukkan dari kantor pusat bagi BUT. 2. Fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia atau fotokopi paspor ditambah surat keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang minimal Lurah atau Kepala Desa bagi orang asing. Untuk WP Orang Pribadi Usahawan : 1. Fotokopi surat penunjukkan sebagai bendaharawan. Fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia atau fotokopi paspor ditambah surat keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang minimal Lurah atau Kepala Desa bagi orang asing. Surat Keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari instansi yang berwenang minimal Lurah atau Kepala Desa.

WP melaporkan diri ke KPP lama maupun KPP baru dengan ketentuan: 1. 2. 2. WP Orang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai WP. disyaratkan adanya keterangan tentang selesainya warisan tersebut dibagi oleh para ahli waris. apabila WP tidak mendaftarkan diri untuk diberikan NPWP.dari salah seorang pengurus joint operation. Penghapusan NPWP dan Persyaratannyaš 1. Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan Pindah tempat tinggal atau tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas adalah surat keterangan tempat tinggal baru atau tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang baru dari instansi yang berwenang (Lurah atau Kepala Desa) 2. Apabila permohonan ditandatangani orang lain harus dilengkapi dengan surat kuasa khusus. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan. 3. disyaratkan adanya surat nikah/akte perkawinan dari catatan sipil. atau surat keterangan dari pimpinan instansi perusahaannya. disyaratkan adanya akte pembubaran yang dikukuhkan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang. 6. 1. Wajib Pajak Pindahš Dalam hal WP pindah domisili atau pindah tempat kegiatan usaha. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subjek Pajak. Wajib Pajak Orang Pribadi Non Usaha. Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai BUT. 5. 3. Apabila sudah selesai dibagi. orang pribadi pengusaha tertentu atau wanita kawin tidak pisah harta harus melampirkan foto kopi surat keterangan terdaftar. disyaratkan adanya permohonan WP yang dilampiri dokumen yang mendukung bahwa BUT tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk dapat digolongkan sebagai WP. Wajib Pajak Badan. WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan. disyaratkan adanya fotokopi akte kematian atau laporan kematian dari instansi yang berwenang. Wajib Pajak dengan status cabang. Surat keterangan tempat tinggal baru dari Lurah atau Kepala Desa. 4. Bila berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Jenderal Pajak ternyata WP . Pindah tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha adalah surat keterangan tempat kedudukan atau tempat kegiatan yang baru dari Lurah atau Kepala Desa. Penerbitan NPWP Secara Jabatanš KPP dapat menerbitkan NPWP secara jabatan. WP Badan yang telah dibubarkan secara resmi.

Setiap WP hanya mempunyai satu NPWP untuk demua jenis pajak. . WP yang tidak diwajibkan mendaftarkan diri apabila memerlukan NPWP. objek pajak dan/atau bukan objek pajak. Sanksi Yang Berhubungan Dengan NPWPš Setiap orang yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri atau menyalahgunakan atau menggunakan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang bayar. c. X ± XXX . yaitu 9 digit pertama merpakan Kode Wajib Pajak dan 6 digit berikutnya merupakan Kode Administrasi Perpajakan.memenuhi syarat untuk memperoleh NPWP maka terhadap wajib pajak yang bersangkutan dapat diterbitkan NPWP secara sepihak oleh Direktorat Jenderal Pajak. XXX . SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) 1. dapat mendaftarkan diri dan kepadanya akan diberikan NPWP. XXX .undangan perpajakan. d. 4. b. Untuk Badan (misalnya PT) yang beru berdiri sebaiknya tetap memunyai NPWP karena apabila rugi dapat dikompensasi dengan tahun berikutnya. b. Sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang. dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang . Fungsi a. Pengertian SPT Adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan perhitungan dan/atau pembayaran pajak. Untuk perusahaan perseoraangan. 2. Melaporkan pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan/atau . NPWP atas nama pemiliknya.Formatnya adalah sbb: XX . XXX Catatan: a. Format NPWPš NPWP terdiri dari 15 digit.

undangan perpajakan. yaitu: a. b. Prosedur Penyelesaian SPT a. Bagi Pengusaha Kena Pajak. Surat Pemberitahuan Tahunan adalah surat Pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak. Penghasilan yang merupakan objek pajak dan/atau bukan objek pajak. b. Dalam hal Pembetulan Surat Pemberitahuan harus disampaikan paling lama 2 tahun sebelum daluwarsa penetapan. Pembetulan SPT Wajib pajak dengan kemauan sendiri dapat membetulkan Surat Pemberitahuan yang telah disampaikan dengan menyampaikan pernyataan tertulis dengan syarat Direktur Jenderal Pajak belum melakukan tindakan pemeriksaan. Surat Pemberitahuan Masa adalah Surat pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak. c. fungsi Surat Pemberitahuan adalah sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah Pajak Pertambahan Nilai dan pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang: a. b. . Wajib Pajak mengambil sendiri Surat Pemberitahuan di tempat yang telah ditetapkan Direktur Jenderal Pajak atau dengan cara lain dengan ketentuan Menteri Keuangan. SPT Tahunan Pajak Penghasilan. Harta dan kewajiban. SPT meliputi: a. e. Pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan atau pemungutan pajak orang pribadi atau badan lain dalam satu Masa Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan perpajakan.melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam satu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak. 5. Pengkreditan Pajak masukan terhadap Pajak Keluaran. 3. Jenis SPT Secara garis besar SPT dibedakan menjadi dua. 4. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri oleh Pengusaha Kena Pajak dan/atau melalui pihak lain dalam satu masa Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang . d. Wajib Pajak wajib mengisi dengan benar dengan tanda tangan.

Perpanjangan Jangka Waktu Penyampaian SPT Wajib Pajak dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian SPT Tahunan sebagaimana dimaksud untuk paling lama 2 bulan sejak batas waktu penyampaian SPT Tahunan dengan cara menyampaikan Pemberitahuan Perpanjangan SPT Tahunan. Untuk Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan wajib Pajak orang pribadi paling lama 3 bulan setelah akhir Tahun Pajak. b...000. Rp. Batas Waktu Penyampaian SPT a.. b.000. 7. paling lama 20 hari setelah akhir Masa Pajak. Untuk Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib pajak badan paling lama 4 bulan setelah akhir Tahun Pajak.untuk Surat Pemberitahuan Masa lainnya. 8. .untuk Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak badan..000. Apabila melakukan kealpaan maka didenda paling sedikit satu kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak dua kali jumlah pajak terutang yang tidak atu kurang dibayar atau dipidana kurungan paling singkat tiga bulan atau paling lama satu tahun.000. Sanksi Terlambat atau Tidak Menyampaikan SPT Apabila Surat Pemberitahuan tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan atau batas waktu perpanjangan penyampaian Surat Pemberitahuan. Rp 100. SPT Masa yang terdiri dari: 1) SPT Masa Pajak Penghasilan 2) SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai 3) SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai bagi Pemungut Pajak Pertambahan Nilai 6.untuk Surat Pemberitahuan Masa pajak Pertambahan Nilai. c. Rp 100. Untuk Surat Pemberitahuan Masa.b. dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar: a. Dan bila melakukan kesengajaan maka dipidana dengan penjara paling sedikit enam bulan dan paling lama enam tahun dan denda paling sedikit dua kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak empat kali jumlah pajak yang terutang yang tidak atau kurang dibayar. Rp 500.000.untuk Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak orang pribadi. c. d.

jumlah kredit pajak. SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR (SKPKB) 1. Surat Ketetapan Pajak kurang Bayar Tambahan. Kantor Pos. Surat Ketetapan Pajak Nihil. b. 6. Batas Waktu Pembayaran atau Penyetoran Pajak 5. Pengertian SKPKB Adalah surat ketetapan pajak yang menentukan besarnya jumlah pokok pokok pajak. 3. Surat keputusan diterbitkan paling lama tujuh hari kerja setelah tanggal diterimanya permohonan.5. Tempat Pembayaran dan Penyetoran Pajak a. 4. SURAT SETORAN PAJAK (SSP) DAN PEMBAYARAN PAJAK 1. atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar. dan jumlah pajak yang masih harus dibayar. . jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak. Tata Cara Menunda atau Mengangsur Pembayaran Atas Ketetapan Pajak Wajib Pajak mengajukan permohonan tertulisuntuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak yang masih harus dibayar kepada Direktur Jenderal Pajak. Permohonan harus diajukan paling lama sembilan hari kerja sebelum saat jatuh tempo pembayaran utang pajak berakhir. Pengertian SSP Adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. SURAT KETETAPAN PAJAK (SKP) Adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar. Bank ditunjuk oleh Menteri Keuangan. besarnya sanksi administrasi. 7. 2. Fungsi Berfungsi sebagai bukti pembayaran pajak apabila telah disahkan oleh pejabat kantor penerima pembayaran yang berwenang atau apabila telah mendapatkan validasi.

3) 100% dari PPN dan PPn BM yang tidak atau kurang dibayar. b. Sarana untuk mengenakan sanksi. Koreksi atas jumlah yang terutang menurut SPT-nya. tetap dapat diterbitkan ditambah sanksi administrasi berupa bunga sebesar 48%. 3. 2c. disetor. Apabila SKPKB dikeluarkan karena alas an 2a dan 2e maka jumlah kekurangan ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% per bulan dan paling lama 24 bulan. d. Sanksi Administrasi a. dan 2d maka dikenakan sanksi administrasi: 1) 50% dari PPh yang tidak atau kurang dibayar dalam satu Tahun Pajak. dan dipotong atu dipungut tetapi tidak atau kurang disetorkan. Kewajiban menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan tidak dipenuhi sehingga tidak dapat diketahui besarnya pajak yang terutang. b. c. Penerbitan SKPKB a. c. b. e. dipungut. Apabila SKPKB dikeluarkan karena alasan 2b. Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain mengenai Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah ternyata tidak seharusnya dikompensasikan selisih lebih pajak atau tidak seharusnya dikenai tariff 0%. Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar. Walau jangka waktu telah lewat. Jangka Waktu Penerbitan SKPKB Dalam jangka waktu lima tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. Kepada Wajib Pajak diterbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak secara jabatan. 2) 100% dari PPh yang tidak atau kurang dipotong. bagian TAhun Pajak. Fungsi a. Setelah jangka waktu itu maka dikenakan sanksi pidana. Alat untuk menagih pajak. Surat Pemberitahuan tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan dalam Surat Teguran. atau Tahun Pajak.2. 4. 5. .

Pengertian SKPLB Adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar daripada pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang. b. Sanksi Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam SKPKBT. 5. Sanksi administrasi berupa kenaikan tidak dikenakan apabila SKPKBT diterbitkan berdasarkan keterangan tertulis dari Wajib Pajak atas kehendak sendiri. Penerbitan SKPLB Diterbitkan setelah dilakukan pemeriksaan. jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar . 9. SURAT KETETAPAN PAJAK LEBIH BAYAR (SKPLB) 1. c. Setelah jangka waktu itu maka dikenakan sanksi pidana. bagian TAhun Pajak. tetap dapat diterbitkan ditambah sanksi administrasi berupa bunga sebesar 48%. 2. SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR TAMBAH (SKPKBT) 1. Jangka Waktu penerbitan SKPKBT Dalam jangka waktu lima tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. Fungsi a. Alat untuk menagih pajak. Pengertian SKPKBT Surat ketetapan pajak yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan. dengan syarat Direktur Jenderal Pajak belum mulai melakukan tindakan pemeriksaan dalam rangka penerbitan Surat ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. 3. Penerbitan Diterbitkan apabila ditemukan data baru yang mengakibatkan penambahan jumlah pajak yang terutang setelah dilakukan tindakan pemeriksaan dalam rangka penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% dari jumlah kekurangan pajak tersebut. Walau jangka waktu telah lewat. 4. Koreksi atas jumlah yang terutang menurut SPT-nya. Sarana untuk mengenakan sanksi. atau Tahun Pajak.8. 2.

jumlah pajak yang terutang dihitung dengan cara jumlah Pajak Keluaran dikurangi dengan pajak yang dipungut oleh Pemungut Pajak Pertambahan Nilai tersebut. Fungsi Sebagai alat atau sarana untuk mengembalikan kelebihan pembayaran pajak. Pajak Penghasilan apabila jumlah kredit pajak lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang. 2. Penerbitan SKPN Diterbitkan apabila setelah dilakukan pemeriksaan jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar sama dengan jumlah pajak yang terutang atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak atau tidak ada pembayaran pajak. Pengertian STP Adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda. b. Penerbitan STP Dikeluarkan apabila: . c. SURAT TAGIHAN PAJAK (STP) 1. Pajak Penjualan atas Barang Mewah apabila jumlah pajak yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang.lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang. 10. 3. SURAT KETETAPAN PAJAK NIHIL (SKPN) 1. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar diterbitkan untuk: a. 2. jika terdapat pajak yang dipungut oleh Pemungut Pajak Pertambahan Nilai. 11. Pajak Pertambahan Nilai apabila jumlah kredit pajak lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang. Pengertian SKPN Adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah pokok pajak sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak.

4. Terhadap Pengusaha Kena Pajak selain wajib menyetor pajak yang terutang dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar 2% dari Dasar Pengenaan Pajak. c. Sarana mengenakan sanksi administrasi berupa bunga atau denda. dihitung dari tanggal penerbitan SKPKPP sampai dengan tanggal penerbitan STP dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 bulan. d. b. Wajib Pajak dikenai sanksi administrasi berupa denda dan/atau bunga. Pajak penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. Pengusaha Kena Pajak melaporkan faktur pajak tidak sesuai dengan masa penerbitan faktur pajak. tetapi tidak tepat waktu. g. f. sehingga dalam hal penagihannyadapat juga dilakukan dengan Surat Paksa. Terhadap Pengusaha Kena Pajak dikenai sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% per bulan dari jumlah pajak yang ditagih kembali. atau Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya Surat Tagihan Pajak.a. b. Kekuatan Hukum STP Mempunyai kekuatan hokum yang sama dengan surat ketetapan pajak. 5. Alat untuk menagih pajak. Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak yang tidak mengisi faktur pajak secara lengkap. c. 3. Fungsi a. Sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT Wajib Pajak. Jumlah kekurangan pajak yang terutang ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% per bulan paling lama 24 bulan dihitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. . Sanksi Administrasi STP a. c. tetapi tidak membuat faktur pajak atau membuat faktur pajak. b. Pengusaha Kena Pajak yang gagal berproduksi dan telah diberikan pengembalian Pajak Masukan. Dari hasil penelitian terdapat kekurangan pembayaran pajak sebagai akibat salah tulis dan/atau salah hitung. Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. bagian Tahun Pajak. e.

g. f. e.12. Keputusan Direktorat Jenderal Pajak dapat berupa: ‡ Mengabulkan seluruhnya. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu 3 (bulan) sejak tanggal surat. 3. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB). Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar pajak dan pelaksaan penagihan . sehingga tidak dipertimbangkan. Tata cara Penyelesaian Keberatan a. 5. keberatan yang diajukan dianggap dikabulkan. 2. h. harus memberi keputusan. c. Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan. Apabila dalam jangka waktu 12 bulan telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberi suatu keputusan. ‡ Menambah besarbya jumlah pajak yang terutang. Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan hanya kepada Direktur Jenderal Pajak atas suatu: 1. kecuali apabila Wajib Pajak dapat menunjukan bahwa jangka waktu ini tidak dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). KEBERATAN DAN BANDING 1. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat melalui bukti penerimaan Surat Keberatan. Keberatan yang tidak memenuhi prsyaratan sebagaiman dimaksud pada poin b dan c tidak dianggap sebagai Surat Keberatan. Direktorat Jenderal Pajak dalam jangka waktu 12 (bulan) sejak tanggal Surat Keberatan diterima. d. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN). tanggal pemotongan atau pemungutan. ‡ Menolak. b. Keberatan diajukan secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dengan mengemukakan jumlah pajak terutang atau jumlah pajak yang dipotong atau dipungut atau jumlah rugi menurut perhitungan Wajib Pajak dengan disertai alasan-alasan yang jelas. ‡ Mengabulkan sebagian. 4.

Sebelum surat keputusan keberatan diterbitkan Wajib Pajak dapat menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis. Mengemukakan alasan-alasan yang jelas dan bukti yang diperlukan. 2. b. Tata cara Penyelesaian Banding a. Catatan: a. kelebihan pembayaran pajak dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2 % sebualn (maksimal 24 bulan) dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak sampai dengan diterbitkannya Keputusan Kebetratan. 3. Diterbitkan Surat Paksa. Tertulis dalam Bahasa Indonesia. 13.pajak. i. e. Ada pengakuan utang pajak dari Wajib pajak baik langsung maupun tidak langsung. 2. perhitungan rugi. Melampirkan salinan Surat Keputuan Keberetan. . b. Putusan badan peradilan pajak merupakan putusan akhir dan bersifat tetap. Wajib Pajak dapat mengjukan permohonan banding hanya kepada Pengadilan Pajak terhadap keputusan mengenai kebertannya yang ditetapkan Direktur Jenderal Pajak. 2. Apabila pengajuan banding diterima sebagian atau seluruhnya. DALUWARSA PENAGIHAN PAJAK Hak untuk melakukan penagihan pajak. termasuk bunga. Daluwarsa penagihan pajak tertangguh apabila: 1. c. Dalam mengajukan keberatan Wajib Pajak dapat meminta Direktur Jenderal Pajak untuk memberikan secara tertulis hal-hal mengenai dasar pengenaan pajak. kenaikan dan biaya penagihan pajak daluwarsa setelah melampaui waktu 5 tahun terhitung sejak penerbitan. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah bunga sebesar 2% sbulan (maksimal 24 bulan) dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkam kelebihan pembayara pajak sampai dengan diterbitkannya Putusan Banding. dengan cara: 1. Apabila pengajuan keberatan dikabulkan sebagian atau seluruhnya. pemotongan atau pemungutan pajak. d. Banding diajukan dalam 3 bulan sejak tanggal keberatan dikeluarka. denda. Permohonan banding tidak menunda kewajiban pembayaran pajak yang bersangkutan.

Pemotongan dan pengurangan tidak sesungguhnya. d. b. Interpretasi UU yang tidak benar. b. yang dilakukan Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. 2.3.undangan perpajakan. Wewenang Memeriksa Direktur Jenderal Pajak berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan kewajiban perpajakan dan tujuan lain dalam rangka meaksanakan ketentuan peraturan perundang undangan perpajakan. PEMERIKSAAN 1. 3. b. Petugas pemeriksa harus dilengkapi dengan Surat Perintah Pemeriksaan dan harus memperlihatkan kepada Wajib Pajak yang diperiksa. Kesalahan hitung. dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh. 5. dan pembinaan kepada Wajib Pajak.undangan perpajakan. kegiatan usaha. 4. Dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang . 4. mengumpulkan. Penggelapan secara khusus dari penghasilan. Diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. c. . Dilakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. mengolah data dan atau keterangan lainnya untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang . Pengertian Serangkaian kegiatan untuk mencari. Sasaran Pemeriksaan Yang menjadi sasaran pemeriksaan maupun penyelidikan adalah untuk mencari adanya: a. Wajib Pajak yang diperiksa harus: 1) Memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan. 14. keadilan. pekerjaan bebas Wajib Pajak atau objek yang terutang pajak. Prosedur Pemeriksaan a. Tujuan Pemeriksaan a. Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakn dalam rangka memberikan kepastian hokum.

dan dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. Kewajiban Wajib Pajak . 3) Memberi keterangan yang diperlukan. PENYIDIKAN 1. b. e. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. Wewenang Penyidik a. c. Penyidik Penyidik adalah pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak yang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakn sesuai dengan ketentuan peraturan perundang . 4.undangan. Bila Wajib Pajak terikat oleh suatu kewajiban untuk merahasikan. Pengertian Serangkaian tindakan yang dilakukan oleh penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang perpajakan yang terjadi serta menemukan tersangkanya. maka pada saat diperiksa kewajiban itu harus ditiadakan. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. 3. Direktur Jenderal Pajak berwenang melakukan penyegelan tempat atau ruangan tertentu. HAK DAN KEWAJIBAN WAJIB PAJAK 1. c. Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. 15. Memeriksa buku. 2.2) Memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan yang dipandang perlu dan memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan. catatan. d. d. Kewajiban Penyidik Penyidik sebagaimana memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada penuntut umum melalui penyidik pejabat Polisi Negara RI sesuai dengan ketentuan yang diatur UU Hukum Acara Pidana. Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. 16.

h. b. kewajiban. j. pekerjaan bebas Wajib Pajak atau objek yang terutang pajak. k. c. g. e. Meminta pengembalian kelebihan pembayaran pajak. f. Hak . Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta.Hak Wajib Pajak a. Mengajukan permohonan penundaan atau pengangsuran pembayaran pajak. kegiatan usaha. 17.a. Melakukan pembetulan SPT yang telah dimasukkan. dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh. Melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP. b. Apabila dalam waktu mengungkapkan pembukuan. modal. Mengajukan permohonan penghapusan dan pengurangan sanksi. e. Mengajukan surat keberatan dan surat banding. mengajukan permohonan perhitungan pajak yang dikenakan dalam surat ketetapan pajak. Mengisi dengan benar SPT (diambil sendiri) dan memasukkan ke Kantor Pelayanan Pajak dalam batas waktu yang ditentukan. Wajib Pajak terikat oleh suatu kewajiban untuk merahasiakan itu ditiadakan oleh permintaan untuk keperluan pemeriksaan. KEWAJIBAN PEMBUKUAN 1. c. serta pembetulan surat ketetapan pajak yang salah. 2. Memberi kuasa kepada orang untuk melaksanakan kewajiban pajaknya. i. serta sejumlah harga perolehan dan penyerahan barang dan jasa. Menghitung dan membayar sendiri pajak dengan benar. Mengajukan permohonan penundaan penyampaian SPT. yang . d. penghasilan. d. Serta memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan yang dipandang perlu dan memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan. Jika diperiksa wajib memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan. Meminta bukti pemotongan atau pemungutan pajak. Mengajukan keberatan dan banding. pencatatan atau dokumen serta keterangan yang diminta. f. dan biaya. Menerima tanda bukti pemasukan SPT. Mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP.

Sanksi Tidak Memenuhi Kewajiban Pembukuan a. Pembukuan dan pencatatan harus: a. . Memperhatiklan pembukuan. pajak yang terutang ditetapkan dengan SKP ditambah sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100%. wajib menyelengarakan pembukuan. Dengan sengaja: 1. c. e. b. Menggunakan satuan mata uang rupiah dan uang asing yang diizinkan oleh Menteri Keuangan. Perubahan atas metode pembukuan dan pencatatan harus mendapatkan persetujuan dari Direktur Jenderal Pajak. Tidak mengadakan pembukuan/pencatatan. Diselenggarakan dengan prinsip taat asas dan dengan accrual basis atau cash basis. Menggunakan huruf latin dan angka arab. Yang dimaksud pencatatan terdiri dari data yang dikumpulkan secara teratur tentang peredaran bruto dan atau penerimaan penghasilan sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang. Dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing yang diizinkan oleh Menteri Keuangan. dan khusus untuk PPh pasal 29 ditambah kenaikan sebesar 50%. di tempat kegiatan atau tempat tinggal dan untuk Wajib Pajak badan. d. Wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan menurut ketentuan peraturan perundang-undangan diperbolehkan menghitung penghasilan netto dengan menggunakan Norma Perhitungan Penghasilan Netto dan Wajib Pajak orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi pada setiap Tahun Pajak berakhir. f. b. Wajib pajak orang pribadi ang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan Wajib Pajak Badan di Indonesia. Diselenggarakan di Indonesia. atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. dikecualikan dari kewajiban menyelenggarakan pembukuan tetapi wajib melakukan pencatatan. 3. 4. Diselenggarakan dengan itikad baik dan mencerminkan keadaan usaha sebenarnya. Tempat penyimpanan dokumen tersebut untuk Wajib Pajak orang pribadi. 5. pencatatan. 2. di tempat kedudukan. Pencatatan/pembukuan serta dokumen-dokumen lain harus disimpan selama 10 tahun.

merupakan suatu alat terakhir atau benteng hokum yang digunakan fiskus agar norma perpajakan dipatuhi. 18. khususnya yang berupa bunga dan kenaikan. Atau dengan kata lain merupakan alat pencegah agar Wajib Pajak tidak melanggar norma perpajakan. catatan. Tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku.undangan perpajakan (norma perpajakan) akan dituruti/ditaati/dipatuhi. Sanksi administrasi yang merupakan pembayaran kerugian kepada negara. Tidak melakukan pembukuan/pencatatan. SANKSI PERPAJAKAN Merupakan jaminan bahwa ketentuan peraturan perundang . Dan sanksi pidana yang merupakan siksaan atau penderitaan. atau dokumen lainnya. Dalam undang .2.undang perpajakan dikenal dua macam sanksi. Dipidana dengan penjara selam-selamanya 6 tahun dan denda setinggi-tingginya 4 kali dari jumlah pajak yang kurang atau tidak dibayar. . 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful