ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL TERHADAP BAYI NY.

“R” DI RB SAYANG IBU DI 38B BANJAREJO LAMPUNG TIMUR TAHUN 2007

Disusun Oleh : NETY HERAWATI NIM : 06242075

POLITEKNIK KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN TANJUNG KARANG PROGRAM STUDI KEBIDANAN METRO TAHUN 2007

BAB II LANDASAN TEORI

Definisi (Menurut Sarwono, 2005 ”Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal”) Asuhan segera pada bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selama bayi pertamanya setelah kelahiran. Sebagian besar bayi yang baru lahir akan menunjukkan usaha pernafasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan. Aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir : 1. Jagalah agar bayi tetap kering dan hangat. a. b. Pastikan bayi tersebut tetap hangat dan kontak Ganti handuk / kain yang basah dan bungkus antara kulit bayi dengan kulit ibu. bayi dengan selimut dan memastikan bahwa kepala telah terlindungi dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh. c. telapak bayi setiap 15 menit. 1) Bila telapak bayi terasa dingin, periksa suhu aksilah bayi. 2) Bila suhu bayi < 36,5oC, segera hangatkan bayi tersebut. 2. Kontak dini dengan bayi a. 1) yang benar pada bayi baru lahir. 2) b. menyusu. Perubahan-perubahan yang segera terjadi sesudah kelahiran (Menurut Stright, 2004 ”Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir”) 1. Perubahan metabolisme karbohidrat Ikatan batin dan pemberian ASI. Dorong ibu untuk menyusui bayinya apabila Kontak dini antara ibu dan bayi penting untuk : Kehangatan mempertahankan panas Pastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa

bayi telah siap (dengan menunjukkan refleks rooting) jangan paksa bayi untuk

keadaan ini menyebabkan penurunan suhu bayi sebanyak 20C dalam waktu 15 menit. Menurun kadar pH O2 dan meningkat kadar pH CO2 merangsang Rangsangan dingin di daerah muka dapat merangsang. Paru-paru mengembang menyebabkan rongga dada troboli pada bentuk semula. Perubahan suhu tubuh Ketika bayi baru lahir. Setelah bayi lahir pertukaran gas melalui paru-paru bayi. Bila ada gangguan metabolisme akan lemah. c. Sehingga cairan yang hilang tersebut diganti dengan udara. Rangsangan gas melalui paru-paru untuk gerakan pernafasan pertama. Akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan O2 pun meningkat. Dimana tekanan rongga dada bayi pada melalui jalan lahir mengakibatkan cairan paru-paru kehilangan 1/3 dari jumlah cairan tersebut. b. jumlah cairan paru-paru pada bayi normal 80 museum Lampung – 100 museum Lampung. 4. d. Perubahan struktur . Evaporasi sebanyak 200 kal/kg/BB/menit. Sedangkan produksi yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/100 nya. Sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan neonatus maka kemungkinan besar bayi akan menderita hipoglikemia. 3. permukaan Pernafasan pertama pada BBL normal dalam waktu 30 detik setelah kemoreseptor karohd. Perubahan pernafasan Selama dalam rahim ibu janin mendapat O2 dari pertukaran gas mill plasenta. bayi berasa pada suhu lingkungan yang > rendah dari suhu di dalam rahim. gerakan pinafasa. a.Dalam waktu 2 jam setelah lahir kadar gula darah tali pusat akan menurun. 2. persalinan. energi tambahan yang diperlukan neonatus pada jam-jam pertama sesudah lahir diambil dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula darah dapat mencapai 120 Mg/100 museum Lampung. Tekanan mekanik dari toraks pada saat melewati janin lahir. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar maka akan kehilangan panas mil konveksi.

Gerak refleks sudah baik bila tangan diletakkan benda bayi akan menggenggam. Genetalia jika perempuan labia mayora telah menutupi labia minora. i. Eliminasi baik. Hal ini menyebabkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. m. l. Refleks moro bila dikagetkan akan kelihatan seperti memeluk. Hal ini mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah paruparu sebagian sehingga aliran darah ke pembuluh darah tersebut meningkat. Pernafasan dada : 40 – 60x/menit g. Berat badan b. Kulit kemerahan dan licin karena jaringan dan diikuti vernik caseosa. Rambut lanugo terlihat. 5. Bunyi jantung : 2500 – 4000 gr : 48 – 52 cn : 33 – 5 cm : 30 – 38 cm : 120 – 160 x/menit f. rambut kepala biasanya sudah sempurna. Panjang badan c. . Dan menciutnya arteri dan vena umbilikasis kemudian tali pusat dipotong sehingga aliran darah dari plasenta melalui vena cava inverior dan foramen oval atrium kiri terhenti sirkulasi darah bayi sekarang berubah menjadi seperti semula. ginjal dan alat-alat lain mulai berfungsi. Refleks hisab dan menelan telah terbentuk dengan baik. Lingkar dada e. Perubahaan lain Alat-alat pencernaan. Kuku telah agak panjang dan lepas. jika lakilaki testis telah turun. n. Lingkar kepala d. Tanda-tanda bayi baru lahir normal : a. k.Dengan berkembangnya paru-paru mengakibatkan tekanan O2 meningkat tekanan CO2 menurun. urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam. j. h. hati.

Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan bayi. Pencegahan infeksi Tindakan pencegahan infeksi saat melakukan penanganan bayi baru lahir : a. Penilaian Awal Segera lakukan penilaian awal pada bayi baru lahir secara cepat dan tepat. d. Jika Pastikan bahwa benda-benda lain yang akan bersentuhan dengan bayi menggunakan bola karena penghisap. Cara mencegah kehilangan panas . atau terjadi setelah bayi dimandikan. Pencegahan Kehilangan Panas Bayi baru lahir dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai. Kondiksi adalah kehilangan panas melalui kontrak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. b. c. penilaian secara APGAR ditentukan setelah 1 menit dan 5 menit.Penatalaksanaan awal bayi baru lahir (Menurut buku Asuhan persalinan Normal Revisi 2007) 1. d. 3. c. Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi ditempatkan dekat benda yang mempunyai temperatur tubuh lebih rendah dari temperatur tubuh bayi. Konveksi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapak dengan udara di sekitar yang lebih dingin. b. Evaporasi adalah cara kehilangan panas yang utama pada tubuh bayi terjadi karena menguapkan air ketuban yang tidak cepat dikeringkan. 2. Mekanisme kehilangan panas tubuh pada bayi baru lahir a. dalam keadaan bersih. Pastikan semua peralatan telah desinfektan tingkat tinggi / steril. pakai yang bersih dan baru. dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Pakai sarung tangan bersih saat menangani bayi yang belum dimandikan.

Keringkan tangan tersebut dengan handuk / kain bersih dan kering. Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam Bilas tangan dengan air matang / desinfeksi tingkat tinggi. Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering. g. b. d.5%. 0. d. b. menggunakan benang diinfeksi tingkat tinggi / klem plastik tali pusat. Jika bayi tidak memberikan respon terhadap pengeringan dan rangsangan dan menunjukkan tanda-tanda kegawatan. lingkarkan benang di sekeliling larutan klorin 0. c. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir. Lepaskan menjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klorin . mengoleskan bahan atau ramuan apapun ke puntung tali pusat dan nasihati keluarga agar tidak memberikan apapun pada pusat bayi.5% untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih. Untuk bayi yang sehat. Merawat tali pusat a. Pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dengan baik. puntung tali pusat dan lakukan pengikatan ke 2 dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada hasil yang berlawanan. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. f. Rangsangan Taktil Mengeringkan tubuh bayi juga merupakan tindakan stimulasi. hal ini biasanya cukup untuk merangsang terjadinya pernafasan spontan. c. 6. f. 4. e. Tutup bagian kepala bayi.a. Jangan membungkus. Keringkan bayi secara seksama. Ikat puntung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan Jika menggunakan benang tali pusat. 5. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya. segera lakukan tindakan untuk membantu pernafasan. Rawatan tali pusat a. e. kering dan hangat.

Merangsang produksi air susu ibu Memperkuat reflek menghisab bayi Mempromosikan keterikatan antara ibu dan bayinya Memberikan kekebalan pasif segera kepada bayi melalui kolostrum Merangsang kontraksi uterus Posisi untuk menyusui a. Keuntungan peberian ASI a. cuci dengan lembut menggunakan air matang. . anjurkan ibu untuk memeluk dan mencoba untuk menyusukan bayinya segera setlah tali pusat diklem dan dipotong berdukungan dan bantu ibu untuk menyusukan bayinya. Mulai Pemberian ASI Pastikan bahwa pemberian ASI dimulai dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. 2) Jika putung tali pusat kotor.b. c. Ibu memeluk kepala dan tubuh bayi secara urus agar muka bayi menghadapi ke payudara ibu dengan hidung di depan puting susu ibu. 7. Jika mungkin. tidak menyebabkan tali pusat basah / lembab. Perut bayi menghadap ke perut ibu dan ibu harus menopang seluruh tubuh bayi tidak hanya leher dan bahunya. 3) Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencapai bantuan perawatan jika pusat menjadi merah atau mengeluarkan nanah / darah dan segera rujuk bayi kefasilitas yang lebih memadai. d. bayi : Pemakaian alkohol ataupun beladin masih diperkenankan sepanjang Beri nasihat kepada ibu / keluarga sebelum penolong meninggalkan 1) Lipat popok di bawah putung tali pusat. b. b. Dekatkan bayi ke payudara jika ia tampak siap untuk menghisap puting susu. e. c. dan sabun keringkan dengan kain bersih.

Tetes mata / salep antibiotik tersebut harus diberikan dalam waktu 1 jam pertama setelah kelahiran. c. e.c. memar. Kehangatan  terlalu panas (>38oC atau terlalu dingin <36oC) c. Jangan biarkan ujung mulut tabung / salep atau tabung penetes menyentuh mata bayi. 4) Bibir bayi bagian bawah melengkung keluar. mengantuk berlebihan. b. Upaya profilaksis untuk gangguan pada mata tidak akan efektif jika tidak diberikan dalam 1 jam pertama kehidupannya. Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir a. Jelaskan pada keluarganya tentang apa yang anda lakukan. 2) Mulut terbuka lebar. Pemberian makan  hisapah lemah. mulai dari bagian mata yang paling dekat dengan hidung bayi menuju ke bagian luar mata. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Biru/pucat. d. 5) Bayi menghisap dengan perlahan dan dalam. banyak muntah. Upaya profilaksis terhadap gangguan mata. serta kadang-kadang berhenti. Jangan menghapus salep / tetes mata bayi dan minta agar keluarganya tidak menghapus obat tersebut. d. Berikan salep / teki mata dalam satu garis lurus. Warna  kuning (terutama pada 24 jam pertama). Membantu bayinya untuk menempelkan mulut bayi pada puting susu di payudaranya. yakinkan mereka bahwa obat tersebut akan sangat menguntungkan bayi. 8. 1) Dagu menyentuh payudara ibu. b. 3) Mulut bayi menutupi sampai ke areola. Pernafasan  sulit / > 60x/menit. Tehnik pemberian profilaksis mata : a. .

bau busuk. pernafasan sulit. g. Tinja / kemih  tidak berkemih dalam 24 jam. keluar cairan. kejang. ada lendir atau darah pada tinja. keluar cairan nanah. merah. h. tinja lembek. sering. Infeksi  suhu meningkat. bengkak. kejang halus. . atau tangis tidak bisa. tidak bisa tenang. Aktivitas  menggigil. lunglai. menangis terus menerus.berdarah.e. hijau tua. bengkak. Tali pusat  merah. sangat mudah tersinggung lemas. terlalu mengantuk.bau busuk. f.

DAFTAR PUSTAKA Prawirohardjo. Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir : Jakarta : EGC. . Buku Asuhan Persalinan Normal Revisi 2007.Barbara. R. POGI. Sarwono. Pelayanan Kesehatan Material dan Neonatal. Stright. 2005. 2004. Jakarta : JNPKKR.

R DI RB. Ny. Riwayat Kesehatan a. SAYANG IBU DI 38B BANJAREJO LAMPUNG TIMUR TAHUN 2007 I.ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL TERHADAP By. 2. R : 30 tahan : D. lemak.III : Islam : PNS : 38B Banjarejo Lam-Tim Pengumpulan Data Dasar Pada tanggal 13 November 2007. Ny. Pukul 1. persalinan yang lalu Hamil Ke : I Tahun Lahir 2003 Jenis Persalinan Spontan Penyulit komplikasi Tidak ada Penolong Bidan BBL 2.45 WIB : II (dua) : 38B Banjarejo Lampung Timur : Ny. Bayi kotor oleh lendir bercampur darah. R Jenis kelamin : Perempuan Tanggal lahir : 13 November 2007 Jam Anak ke Alamat Nama Ibu Umur Pendidikan Agama Pekerjaan Alamat Keluhan utama : By. Ny. Identitas Nama bayi : By. 1. “R” lahir spontan pervaginam. Riwayat kehamilan. R : 26 tahun : SMA : Islam : IRT : 38B Banjarejo Lam-Tim Nama Ayah Umur Pendidikan Agama Pekerjaan Alamat : Tn.45 WIB .900 Keadaan Anak Sehat : 16.

7oC : 100x/menit BB PB : 3000 gr : 50 cm UUN Sucudenum : datar : tidak ada RR : 38x/menit Aspek yang dinilai Menit pertama 2 2 2 2 1 9 Usia kehamilan Lama persalinan : 5 jam : 45 menit : 15 menit : 2 jam setelah persalinan : jernih : 15.30 WIB : spontan : tidak ada : tidak ada : oxytosin : Bidan : 40 minggu a. Riwayat Persalinan Sekarang Kala I Kala II Kala III Kala IV Keadaan air ketuban Waktu pecah Jenis persalinan Lilitan tali pusat Episiotomi Obat-obatan dipergunakan Ditolong oleh c. Kepala : datar :O : simetris Keadaan tubuh : tidak ada kelainan . Nilai APGAR Sore No 1 2 3 4 5 Apperance Polse Gramace Activity Respirasi Jumlah 3.b. Pemeriksaan Fisik Tanda – tanda vital Temp Pols UUB Moulage Bentuk kepala : 36.

Mata Bentuk mata Pupil mata Keadaan c. Mulut Bentuk Refleks hisap Gusi e. Ekstremitas Atas : Jari tangan Posisi dan bentuk : lengkap : simetris kanan – kiri : simetris : basah : simetris : ada Denyut jantung : 100x/menit Pernafasan : 38x/menit : tidak ada : dapat bergerak kanan kiri : simetris kanan kiri. Dada Posisi Mamae h. Leher Pembesaran vena / kelenjar Pergerakan leher g. Perut Posisi Tali pusat i. Hidung Bentuk Keadaan Lubang hidung d. Telinga Posisi Keadaan f. dan telinga teraba lunak : bersih tidak ada sumbatan : simetris : baik : normal Palatum Bibir : normal : lengkap atas bawah : simetris : bersih : lengkap Pernafasan cuping hidung : tidak ada : simetris : normal : bersih Strabismus Sklera : tidak ada : tidak ikterik Tidak ada pembesaran dan benjolan .b.

Ukuran antopometri BB TB Lingkar Kepala Lingkar Dada Lila 4. anus : (positif) tidak ada sumbatan. Refleks Mengisap (suckling) Refleks kaki (stapping) Menggenggam (graping) Refleks moro l. Genetalia Lengkap terdapat labia mayora dan minora (positif). Data Psikososial Respons ibu terhadap anak Respons keluarga terhadap anak : ibu senang dengan senang kelahiran dengan anaknya : keluargapun kelahiran anak ini 5. urema (positif) klitoris (positif) jenis kelamin : perempuan. Nutrisi ASI belum diberikan : 300 gr : 55 cm : 50 cm : 32 cm : 11 cm : baik : baik : baik : baik : lengkap : aktif : babinsky negatif . BAK pertama : (negatif) BAB pertama : (negatif) k.Bawah : Jari kaki Pergerakan Refleks j.

Dasar 1) 2) Bayi baru lahir Bayi belum diberi ASI Pemberian ASI eksklusif Tali pusat masih basah Bayi lahir tanggal 13 November 2007 Perawatan tali pusat Tubuh bayi masih basah oleh ketuban Bayi lahir tanggal 13 November 2007. R dengan lahir normal Ds Do : anak lahir tanggal 13 Nopember 2007. Mempertahankan suhu tubuh bayi agar tidak terjadi hipotermi III.45 WIB persalinan spontan : Tanda – tanda vital BB PB RR : 300 gr : 50 cm : 38x/menit Temp Pols : 36. Dasar : 1) pukul 16.7oC : 100x/menit APGAR Score : 9 Masalah : Bayi Ny. R dengan lahir normal pervaginam tubuh bayi kotor oleh lendir bercampur darah dan lemak.45 WIB 2) b. Dasar : 1) pukul 16. pukul 16. Kebutuhan : a. Bayi Ny.II.45 WIB 2) c. Pengumpulan Data Dasar 1. Antisipasi Diagnosa dan Masalah Potensial .

Potensial terjadi hipotermi Potensial perpindahan micro organisme Dasar : tubuh bayi masih basah oleh air ketuban Dasar : tali pusat masih basah IV. pusat V. membungkus dengan kain hangat. denyut jantung. Anjurkan pada ibu untuk segera menyusui bayinya. 9. VI. Dengan cara tali pusat dibungkus dengan kapas alkohol. Perawatan bayi baru lahir. Implementasi Langsung 1. 8. 2. Observasi pernafasan. Lakukan tindakan teknik aseptik dan anti septik. Jelaskan pada ibu tentang keadaan bayinya saat ini. 4. 3. bayi Melakukan slip zuiger Membersihkan badan bayi dengan waslap bersih dan Merawat tali pusat Mengobservasi pernafasan. 3. Melakukan slip zuiger. Mandikan bayi minimal 6 jam kemudian. 2. Bersihkan badan bayi dengan waslap bersih dan bungkus dengan kain hangat. 6. 5. suhu. Tindakan segera : melakukan slip zuiger pada bayi Kolaborasi : dilakukan bila terjadi asfeksia berat dan infeksi tali .1. 7. Kebutuhan Intervensi Segera dan Kolaborasi 1. 2. 2. suhu dan denyut jantung Membersihkan saluran hidung kemudian mulut bayi. Potong tali pusat dan perawatannya. Rencana Management 1. 10. 4. Letakkan bayi di atas ibu untuk menjalin hubungan batin dan disusui.

3. VII. Ibu mengatakan sudah melakukan yang dianjurkan. Ibu mengatakan belum dapat menyusui bayinya Catatan Perkembangan Hari ke-2 Tanggal 15 November 2007 S : 1. Menjelaskan pada ibu tentang keadaan bayinya saat ini bahwa bayinya dalam keadaan sehat tanpa kelainan. Evaluasi Bayi baru lahir normal umur 2 jam 1. Ibu mengatakan anaknya BAB 3x. Ibu mengatakan sudah memberi ASI pada bayinya. Anak sudah BAB 1x dan BAK 2x 5. . Tali pusat terawat baik 3. 6. 8.5oC : 100x/menit Menganjurkan ibu untuk segera menyusui bayinya. : 38x/menit : 36. Anak menangis keras kemudian tertidur pulas 6.RR Temp Pols 5. Keadaan umum bayi baik. 7. Ibu mengatakan anaknya tampak sehat dan akan segera pulang. Memandikan bayi minimal 6 jam kemudian. 2.5oC : 38x/menit : 100x/menit 4. 4. kesadaran baik 2. Tidak terjadi perubahan suhu Temp RR Pols : 36. Melakukan tindakan aseptik dan antiseptik merawat bayi baru lahir dengan menggunakan haid scone membungkus tali pusat dengan kasa alkohol.

5. Ajarkan pada ibu perawatan tali pusat. Tanda vital . Suhu 5. Jelaskan pada ibu pentingnya kebersihan tubuh bayi setelah BAB dan BAK 2. Moro b. Anak tidur pulas 8. 1. Roating c. 4. Pols 7. Keadaan umum bayi baik 3. Ajarkan pada ibu segera ke tenaga kesehatan bila ada kelainan pada bayinya. Keadaan umum bayi baik 2. Catatan perkembangan Hari ke-6 Tanggal 19 November 2007 S O : : Ibu mengatakan bayi minum ASI kuat. BB 4. RR 6. 5. BAB 2 x/hari : 3000 gr : 36. bayi baru lahir hari ke 6 2. Refleks a. Eliminasi A P : : : ada : ada : ada : BAK 5-6 x/hari. Isap 9. Anjurkan kepada ibu agar hanya memberi asi sampai usia 4 bulan 3. Anjurkan kepada ibu tentang perawatan bayi sehari-hari.7oC : 30x/menit : 90x/menit Bayi umur 1 hari keadaan baik 1. Tali pusat terawat baik 3. O : 1. Ibu mengatakan anaknya sudah dimandikan dan dibedong.

BAB 2 x/hari ada : ada 6. Lakukan perawatan bayi sehari-hari b. c. Diagnosa Bayi baru lahir hari ke 6 Dasar 2. Tali pusat terawat baik dan mulai mengering A : 1. 5. Perhatikan keadaan umum bayi d. Masalah a. b. Bayi lahir tanggal 13 November 2007 b. Eliminasi : 300 gr : 36. Bayi minum ASI kuat . Refleks a.70C : 127x/menit : 35x/menit Moro : Roating Isap : ada : BAK 7 x/hari. Observasi tanda vital e. Perawatan umbilikus setelah tali pusat lepas Catatan perkembangan hari ke 14 Tanggal 27 November 2007 : a.BB Suhu Nadi RR 4. Potensial Hipotermi Dasar : Bayi baru lahir hari ke 6 P : a. Potensial infeksi pada tali pusat Dasar : Bayi baru lahir hari ke 6 b. Lakukan perawatan tali pusat yang hampir lepas c.

.S : Ibu mengatakan bayi minum ASI kuat dan tali pusat sudah lepas.

Bayi lahir tanggal 13 November 2007 b. Lakukan perawatan bayi sehari-hari di rumah 2. Observasi tanda vital sign bayi 4.O : 1. Jaga kebersihan bayi sehari-hari 5. Diagnosa Bayi baru lahir hari ke 14 Dasar : a. c. Refleks a. Bayi baru lahir hari ke 14 2. Tanda-Tanda Vital BB Suhu Nadi RR 3.80C : 130x/menit : 36x/menit : BAK 6-7 x/hari. 2. b. Dasar : a. Perhatikan keadaan umum bayi 3. Kebutuhan penyuluhan Perawatan bayi baru lahir sehari-hari. Bayi minum ASI kuat. Anjurkan pada ibu agar tetap terus memberikan ASI eksklusif . Bayi baru lahir hari ke 14 b. BAB 2 x/hari 5. Tali pusat sudah lepas A : 1. Tali pusat sudah lepas P : 1. Masalah : tidak ada 3. Eliminasi Moro Roating Isap : : : ada ada ada : 3000 gr : 36. Tali pusat sudah lepas c. 4.