ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL TERHADAP BAYI NY.

“R” DI RB SAYANG IBU DI 38B BANJAREJO LAMPUNG TIMUR TAHUN 2007

Disusun Oleh : NETY HERAWATI NIM : 06242075

POLITEKNIK KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN TANJUNG KARANG PROGRAM STUDI KEBIDANAN METRO TAHUN 2007

BAB II LANDASAN TEORI

Definisi (Menurut Sarwono, 2005 ”Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal”) Asuhan segera pada bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selama bayi pertamanya setelah kelahiran. Sebagian besar bayi yang baru lahir akan menunjukkan usaha pernafasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan. Aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir : 1. Jagalah agar bayi tetap kering dan hangat. a. b. Pastikan bayi tersebut tetap hangat dan kontak Ganti handuk / kain yang basah dan bungkus antara kulit bayi dengan kulit ibu. bayi dengan selimut dan memastikan bahwa kepala telah terlindungi dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh. c. telapak bayi setiap 15 menit. 1) Bila telapak bayi terasa dingin, periksa suhu aksilah bayi. 2) Bila suhu bayi < 36,5oC, segera hangatkan bayi tersebut. 2. Kontak dini dengan bayi a. 1) yang benar pada bayi baru lahir. 2) b. menyusu. Perubahan-perubahan yang segera terjadi sesudah kelahiran (Menurut Stright, 2004 ”Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir”) 1. Perubahan metabolisme karbohidrat Ikatan batin dan pemberian ASI. Dorong ibu untuk menyusui bayinya apabila Kontak dini antara ibu dan bayi penting untuk : Kehangatan mempertahankan panas Pastikan bayi tetap hangat dengan memeriksa

bayi telah siap (dengan menunjukkan refleks rooting) jangan paksa bayi untuk

Bila ada gangguan metabolisme akan lemah. Paru-paru mengembang menyebabkan rongga dada troboli pada bentuk semula. Perubahan suhu tubuh Ketika bayi baru lahir. Tekanan mekanik dari toraks pada saat melewati janin lahir. b. 2. Sedangkan produksi yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/100 nya. Sehingga cairan yang hilang tersebut diganti dengan udara. c. gerakan pinafasa. Menurun kadar pH O2 dan meningkat kadar pH CO2 merangsang Rangsangan dingin di daerah muka dapat merangsang. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar maka akan kehilangan panas mil konveksi. Evaporasi sebanyak 200 kal/kg/BB/menit. Akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan O2 pun meningkat. 3. Perubahan struktur . permukaan Pernafasan pertama pada BBL normal dalam waktu 30 detik setelah kemoreseptor karohd.Dalam waktu 2 jam setelah lahir kadar gula darah tali pusat akan menurun. d. Rangsangan gas melalui paru-paru untuk gerakan pernafasan pertama. a. Dimana tekanan rongga dada bayi pada melalui jalan lahir mengakibatkan cairan paru-paru kehilangan 1/3 dari jumlah cairan tersebut. 4. Setelah bayi lahir pertukaran gas melalui paru-paru bayi. Perubahan pernafasan Selama dalam rahim ibu janin mendapat O2 dari pertukaran gas mill plasenta. keadaan ini menyebabkan penurunan suhu bayi sebanyak 20C dalam waktu 15 menit. bayi berasa pada suhu lingkungan yang > rendah dari suhu di dalam rahim. energi tambahan yang diperlukan neonatus pada jam-jam pertama sesudah lahir diambil dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula darah dapat mencapai 120 Mg/100 museum Lampung. persalinan. Sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan neonatus maka kemungkinan besar bayi akan menderita hipoglikemia. jumlah cairan paru-paru pada bayi normal 80 museum Lampung – 100 museum Lampung.

jika lakilaki testis telah turun. Gerak refleks sudah baik bila tangan diletakkan benda bayi akan menggenggam. rambut kepala biasanya sudah sempurna. Perubahaan lain Alat-alat pencernaan. Hal ini mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah paruparu sebagian sehingga aliran darah ke pembuluh darah tersebut meningkat. Panjang badan c. 5. Rambut lanugo terlihat. Tanda-tanda bayi baru lahir normal : a. Hal ini menyebabkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. j. Lingkar dada e. l. Bunyi jantung : 2500 – 4000 gr : 48 – 52 cn : 33 – 5 cm : 30 – 38 cm : 120 – 160 x/menit f. hati. k. ginjal dan alat-alat lain mulai berfungsi. .Dengan berkembangnya paru-paru mengakibatkan tekanan O2 meningkat tekanan CO2 menurun. urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam. Berat badan b. Refleks moro bila dikagetkan akan kelihatan seperti memeluk. Refleks hisab dan menelan telah terbentuk dengan baik. n. Kuku telah agak panjang dan lepas. Genetalia jika perempuan labia mayora telah menutupi labia minora. Kulit kemerahan dan licin karena jaringan dan diikuti vernik caseosa. Eliminasi baik. Lingkar kepala d. Dan menciutnya arteri dan vena umbilikasis kemudian tali pusat dipotong sehingga aliran darah dari plasenta melalui vena cava inverior dan foramen oval atrium kiri terhenti sirkulasi darah bayi sekarang berubah menjadi seperti semula. Pernafasan dada : 40 – 60x/menit g. h. i. m.

2. Cara mencegah kehilangan panas . dalam keadaan bersih. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan bayi. 3. Pencegahan infeksi Tindakan pencegahan infeksi saat melakukan penanganan bayi baru lahir : a. Pencegahan Kehilangan Panas Bayi baru lahir dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai. Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi ditempatkan dekat benda yang mempunyai temperatur tubuh lebih rendah dari temperatur tubuh bayi. penilaian secara APGAR ditentukan setelah 1 menit dan 5 menit. Mekanisme kehilangan panas tubuh pada bayi baru lahir a. b. d. dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Pastikan semua peralatan telah desinfektan tingkat tinggi / steril. atau terjadi setelah bayi dimandikan. c. d. Konveksi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapak dengan udara di sekitar yang lebih dingin. c. pakai yang bersih dan baru.Penatalaksanaan awal bayi baru lahir (Menurut buku Asuhan persalinan Normal Revisi 2007) 1. Evaporasi adalah cara kehilangan panas yang utama pada tubuh bayi terjadi karena menguapkan air ketuban yang tidak cepat dikeringkan. Penilaian Awal Segera lakukan penilaian awal pada bayi baru lahir secara cepat dan tepat. Pakai sarung tangan bersih saat menangani bayi yang belum dimandikan. Kondiksi adalah kehilangan panas melalui kontrak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. b. Jika Pastikan bahwa benda-benda lain yang akan bersentuhan dengan bayi menggunakan bola karena penghisap.

kering dan hangat. Tutup bagian kepala bayi. lingkarkan benang di sekeliling larutan klorin 0. Merawat tali pusat a. Lepaskan menjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klorin . Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih. f. Jangan membungkus. f. Jika bayi tidak memberikan respon terhadap pengeringan dan rangsangan dan menunjukkan tanda-tanda kegawatan. Pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dengan baik. menggunakan benang diinfeksi tingkat tinggi / klem plastik tali pusat. b. c. Rawatan tali pusat a. hal ini biasanya cukup untuk merangsang terjadinya pernafasan spontan. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat.5% untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya. d. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya. Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering. 4. Rangsangan Taktil Mengeringkan tubuh bayi juga merupakan tindakan stimulasi. c. g. Keringkan tangan tersebut dengan handuk / kain bersih dan kering. Untuk bayi yang sehat. segera lakukan tindakan untuk membantu pernafasan. mengoleskan bahan atau ramuan apapun ke puntung tali pusat dan nasihati keluarga agar tidak memberikan apapun pada pusat bayi.a. e. Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam Bilas tangan dengan air matang / desinfeksi tingkat tinggi.5%. Keringkan bayi secara seksama. 5. 6. Ikat puntung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan Jika menggunakan benang tali pusat. 0. e. d. puntung tali pusat dan lakukan pengikatan ke 2 dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada hasil yang berlawanan. b. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir.

7. c. Keuntungan peberian ASI a. Perut bayi menghadap ke perut ibu dan ibu harus menopang seluruh tubuh bayi tidak hanya leher dan bahunya. cuci dengan lembut menggunakan air matang. dan sabun keringkan dengan kain bersih.b. Mulai Pemberian ASI Pastikan bahwa pemberian ASI dimulai dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. Dekatkan bayi ke payudara jika ia tampak siap untuk menghisap puting susu. . 3) Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencapai bantuan perawatan jika pusat menjadi merah atau mengeluarkan nanah / darah dan segera rujuk bayi kefasilitas yang lebih memadai. Jika mungkin. 2) Jika putung tali pusat kotor. bayi : Pemakaian alkohol ataupun beladin masih diperkenankan sepanjang Beri nasihat kepada ibu / keluarga sebelum penolong meninggalkan 1) Lipat popok di bawah putung tali pusat. e. d. b. tidak menyebabkan tali pusat basah / lembab. c. b. Merangsang produksi air susu ibu Memperkuat reflek menghisab bayi Mempromosikan keterikatan antara ibu dan bayinya Memberikan kekebalan pasif segera kepada bayi melalui kolostrum Merangsang kontraksi uterus Posisi untuk menyusui a. anjurkan ibu untuk memeluk dan mencoba untuk menyusukan bayinya segera setlah tali pusat diklem dan dipotong berdukungan dan bantu ibu untuk menyusukan bayinya. Ibu memeluk kepala dan tubuh bayi secara urus agar muka bayi menghadapi ke payudara ibu dengan hidung di depan puting susu ibu.

Kehangatan  terlalu panas (>38oC atau terlalu dingin <36oC) c. Pemberian makan  hisapah lemah. Tehnik pemberian profilaksis mata : a. Jangan menghapus salep / tetes mata bayi dan minta agar keluarganya tidak menghapus obat tersebut. Jelaskan pada keluarganya tentang apa yang anda lakukan. Pernafasan  sulit / > 60x/menit. Biru/pucat. 2) Mulut terbuka lebar. Warna  kuning (terutama pada 24 jam pertama). Tetes mata / salep antibiotik tersebut harus diberikan dalam waktu 1 jam pertama setelah kelahiran. mulai dari bagian mata yang paling dekat dengan hidung bayi menuju ke bagian luar mata. 3) Mulut bayi menutupi sampai ke areola. Membantu bayinya untuk menempelkan mulut bayi pada puting susu di payudaranya. 4) Bibir bayi bagian bawah melengkung keluar. b. serta kadang-kadang berhenti. Jangan biarkan ujung mulut tabung / salep atau tabung penetes menyentuh mata bayi. mengantuk berlebihan. 8. d. e. d. . b. yakinkan mereka bahwa obat tersebut akan sangat menguntungkan bayi. c. Upaya profilaksis terhadap gangguan mata. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Berikan salep / teki mata dalam satu garis lurus. Upaya profilaksis untuk gangguan pada mata tidak akan efektif jika tidak diberikan dalam 1 jam pertama kehidupannya. memar.c. Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir a. 1) Dagu menyentuh payudara ibu. banyak muntah. 5) Bayi menghisap dengan perlahan dan dalam.

tinja lembek. . Tinja / kemih  tidak berkemih dalam 24 jam. kejang halus. menangis terus menerus. bau busuk.e. bengkak. h. kejang.berdarah. f. g. keluar cairan nanah. terlalu mengantuk. sangat mudah tersinggung lemas.bau busuk. merah. sering. Infeksi  suhu meningkat. Aktivitas  menggigil. tidak bisa tenang. pernafasan sulit. atau tangis tidak bisa. keluar cairan. Tali pusat  merah. hijau tua. bengkak. lunglai. ada lendir atau darah pada tinja.

POGI. Jakarta : JNPKKR.Barbara. R. Stright. 2005. Pelayanan Kesehatan Material dan Neonatal. . Sarwono. 2004. Buku Asuhan Persalinan Normal Revisi 2007. Keperawatan Ibu-Bayi Baru Lahir : Jakarta : EGC.DAFTAR PUSTAKA Prawirohardjo.

Riwayat Kesehatan a. R DI RB. Ny.45 WIB . SAYANG IBU DI 38B BANJAREJO LAMPUNG TIMUR TAHUN 2007 I. 2. R : 30 tahan : D.ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL TERHADAP By.45 WIB : II (dua) : 38B Banjarejo Lampung Timur : Ny. Bayi kotor oleh lendir bercampur darah. Ny.900 Keadaan Anak Sehat : 16.III : Islam : PNS : 38B Banjarejo Lam-Tim Pengumpulan Data Dasar Pada tanggal 13 November 2007. persalinan yang lalu Hamil Ke : I Tahun Lahir 2003 Jenis Persalinan Spontan Penyulit komplikasi Tidak ada Penolong Bidan BBL 2. Riwayat kehamilan. 1. Identitas Nama bayi : By. lemak. R Jenis kelamin : Perempuan Tanggal lahir : 13 November 2007 Jam Anak ke Alamat Nama Ibu Umur Pendidikan Agama Pekerjaan Alamat Keluhan utama : By. Ny. “R” lahir spontan pervaginam. R : 26 tahun : SMA : Islam : IRT : 38B Banjarejo Lam-Tim Nama Ayah Umur Pendidikan Agama Pekerjaan Alamat : Tn. Pukul 1.

Nilai APGAR Sore No 1 2 3 4 5 Apperance Polse Gramace Activity Respirasi Jumlah 3. Kepala : datar :O : simetris Keadaan tubuh : tidak ada kelainan .b.7oC : 100x/menit BB PB : 3000 gr : 50 cm UUN Sucudenum : datar : tidak ada RR : 38x/menit Aspek yang dinilai Menit pertama 2 2 2 2 1 9 Usia kehamilan Lama persalinan : 5 jam : 45 menit : 15 menit : 2 jam setelah persalinan : jernih : 15.30 WIB : spontan : tidak ada : tidak ada : oxytosin : Bidan : 40 minggu a. Riwayat Persalinan Sekarang Kala I Kala II Kala III Kala IV Keadaan air ketuban Waktu pecah Jenis persalinan Lilitan tali pusat Episiotomi Obat-obatan dipergunakan Ditolong oleh c. Pemeriksaan Fisik Tanda – tanda vital Temp Pols UUB Moulage Bentuk kepala : 36.

Perut Posisi Tali pusat i. Hidung Bentuk Keadaan Lubang hidung d. Ekstremitas Atas : Jari tangan Posisi dan bentuk : lengkap : simetris kanan – kiri : simetris : basah : simetris : ada Denyut jantung : 100x/menit Pernafasan : 38x/menit : tidak ada : dapat bergerak kanan kiri : simetris kanan kiri. Leher Pembesaran vena / kelenjar Pergerakan leher g. Mata Bentuk mata Pupil mata Keadaan c. dan telinga teraba lunak : bersih tidak ada sumbatan : simetris : baik : normal Palatum Bibir : normal : lengkap atas bawah : simetris : bersih : lengkap Pernafasan cuping hidung : tidak ada : simetris : normal : bersih Strabismus Sklera : tidak ada : tidak ikterik Tidak ada pembesaran dan benjolan .b. Dada Posisi Mamae h. Telinga Posisi Keadaan f. Mulut Bentuk Refleks hisap Gusi e.

Ukuran antopometri BB TB Lingkar Kepala Lingkar Dada Lila 4. Genetalia Lengkap terdapat labia mayora dan minora (positif). urema (positif) klitoris (positif) jenis kelamin : perempuan. Refleks Mengisap (suckling) Refleks kaki (stapping) Menggenggam (graping) Refleks moro l. Data Psikososial Respons ibu terhadap anak Respons keluarga terhadap anak : ibu senang dengan senang kelahiran dengan anaknya : keluargapun kelahiran anak ini 5. Nutrisi ASI belum diberikan : 300 gr : 55 cm : 50 cm : 32 cm : 11 cm : baik : baik : baik : baik : lengkap : aktif : babinsky negatif .Bawah : Jari kaki Pergerakan Refleks j. BAK pertama : (negatif) BAB pertama : (negatif) k. anus : (positif) tidak ada sumbatan.

Dasar : 1) pukul 16. Dasar 1) 2) Bayi baru lahir Bayi belum diberi ASI Pemberian ASI eksklusif Tali pusat masih basah Bayi lahir tanggal 13 November 2007 Perawatan tali pusat Tubuh bayi masih basah oleh ketuban Bayi lahir tanggal 13 November 2007. Dasar : 1) pukul 16. Kebutuhan : a. Pengumpulan Data Dasar 1. R dengan lahir normal pervaginam tubuh bayi kotor oleh lendir bercampur darah dan lemak. Antisipasi Diagnosa dan Masalah Potensial . Mempertahankan suhu tubuh bayi agar tidak terjadi hipotermi III.45 WIB 2) c.7oC : 100x/menit APGAR Score : 9 Masalah : Bayi Ny.45 WIB persalinan spontan : Tanda – tanda vital BB PB RR : 300 gr : 50 cm : 38x/menit Temp Pols : 36.45 WIB 2) b. Bayi Ny.II. pukul 16. R dengan lahir normal Ds Do : anak lahir tanggal 13 Nopember 2007.

suhu. Bersihkan badan bayi dengan waslap bersih dan bungkus dengan kain hangat. 9. denyut jantung. bayi Melakukan slip zuiger Membersihkan badan bayi dengan waslap bersih dan Merawat tali pusat Mengobservasi pernafasan. Tindakan segera : melakukan slip zuiger pada bayi Kolaborasi : dilakukan bila terjadi asfeksia berat dan infeksi tali . Anjurkan pada ibu untuk segera menyusui bayinya. Implementasi Langsung 1. Lakukan tindakan teknik aseptik dan anti septik. 5.1. 2. membungkus dengan kain hangat. VI. Letakkan bayi di atas ibu untuk menjalin hubungan batin dan disusui. suhu dan denyut jantung Membersihkan saluran hidung kemudian mulut bayi. pusat V. 2. Mandikan bayi minimal 6 jam kemudian. Rencana Management 1. 8. Potong tali pusat dan perawatannya. 3. 7. 4. Melakukan slip zuiger. 3. 10. Perawatan bayi baru lahir. 6. Dengan cara tali pusat dibungkus dengan kapas alkohol. 2. 4. 2. Jelaskan pada ibu tentang keadaan bayinya saat ini. Potensial terjadi hipotermi Potensial perpindahan micro organisme Dasar : tubuh bayi masih basah oleh air ketuban Dasar : tali pusat masih basah IV. Kebutuhan Intervensi Segera dan Kolaborasi 1. Observasi pernafasan.

Anak menangis keras kemudian tertidur pulas 6. Memandikan bayi minimal 6 jam kemudian. Ibu mengatakan sudah memberi ASI pada bayinya. Ibu mengatakan anaknya BAB 3x.5oC : 38x/menit : 100x/menit 4. 4. 6. 2. Tidak terjadi perubahan suhu Temp RR Pols : 36. Melakukan tindakan aseptik dan antiseptik merawat bayi baru lahir dengan menggunakan haid scone membungkus tali pusat dengan kasa alkohol. : 38x/menit : 36. Keadaan umum bayi baik.5oC : 100x/menit Menganjurkan ibu untuk segera menyusui bayinya. Tali pusat terawat baik 3. kesadaran baik 2. Menjelaskan pada ibu tentang keadaan bayinya saat ini bahwa bayinya dalam keadaan sehat tanpa kelainan. .RR Temp Pols 5. Evaluasi Bayi baru lahir normal umur 2 jam 1. 8. Ibu mengatakan sudah melakukan yang dianjurkan. Anak sudah BAB 1x dan BAK 2x 5. 7. 3. Ibu mengatakan belum dapat menyusui bayinya Catatan Perkembangan Hari ke-2 Tanggal 15 November 2007 S : 1. Ibu mengatakan anaknya tampak sehat dan akan segera pulang. VII.

Anjurkan kepada ibu tentang perawatan bayi sehari-hari. Keadaan umum bayi baik 2. BB 4. BAB 2 x/hari : 3000 gr : 36. Keadaan umum bayi baik 3. RR 6. 4. O : 1. Anjurkan kepada ibu agar hanya memberi asi sampai usia 4 bulan 3. Ajarkan pada ibu perawatan tali pusat. bayi baru lahir hari ke 6 2. Tali pusat terawat baik 3. 1. Pols 7.7oC : 30x/menit : 90x/menit Bayi umur 1 hari keadaan baik 1. Ibu mengatakan anaknya sudah dimandikan dan dibedong. Jelaskan pada ibu pentingnya kebersihan tubuh bayi setelah BAB dan BAK 2.5. Anak tidur pulas 8. Moro b. Suhu 5. Eliminasi A P : : : ada : ada : ada : BAK 5-6 x/hari. Catatan perkembangan Hari ke-6 Tanggal 19 November 2007 S O : : Ibu mengatakan bayi minum ASI kuat. Tanda vital . Ajarkan pada ibu segera ke tenaga kesehatan bila ada kelainan pada bayinya. Refleks a. Roating c. 5. Isap 9.

Potensial Hipotermi Dasar : Bayi baru lahir hari ke 6 P : a. BAB 2 x/hari ada : ada 6. b. Bayi lahir tanggal 13 November 2007 b. Observasi tanda vital e. 5. Diagnosa Bayi baru lahir hari ke 6 Dasar 2. Lakukan perawatan bayi sehari-hari b. Potensial infeksi pada tali pusat Dasar : Bayi baru lahir hari ke 6 b. Tali pusat terawat baik dan mulai mengering A : 1.BB Suhu Nadi RR 4. Perawatan umbilikus setelah tali pusat lepas Catatan perkembangan hari ke 14 Tanggal 27 November 2007 : a. Masalah a. Bayi minum ASI kuat . Refleks a. Eliminasi : 300 gr : 36.70C : 127x/menit : 35x/menit Moro : Roating Isap : ada : BAK 7 x/hari. c. Perhatikan keadaan umum bayi d. Lakukan perawatan tali pusat yang hampir lepas c.

.S : Ibu mengatakan bayi minum ASI kuat dan tali pusat sudah lepas.

Perhatikan keadaan umum bayi 3. b. Kebutuhan penyuluhan Perawatan bayi baru lahir sehari-hari. Eliminasi Moro Roating Isap : : : ada ada ada : 3000 gr : 36. Anjurkan pada ibu agar tetap terus memberikan ASI eksklusif . Jaga kebersihan bayi sehari-hari 5.O : 1. Diagnosa Bayi baru lahir hari ke 14 Dasar : a. Bayi baru lahir hari ke 14 2. Tali pusat sudah lepas A : 1. Masalah : tidak ada 3. 4. Bayi minum ASI kuat. BAB 2 x/hari 5. Bayi baru lahir hari ke 14 b. Observasi tanda vital sign bayi 4. Bayi lahir tanggal 13 November 2007 b.80C : 130x/menit : 36x/menit : BAK 6-7 x/hari. Tali pusat sudah lepas P : 1. Tanda-Tanda Vital BB Suhu Nadi RR 3. Tali pusat sudah lepas c. Refleks a. c. 2. Dasar : a. Lakukan perawatan bayi sehari-hari di rumah 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful