Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 1

PERSYARATAN TEKNIS
A. PENJELASAN UMUM

BAB I
1.1.

URAIAN UMUM

PEKERJAAN a. b. Pekerjaan ini adalah pembangunan Gudang Obat dan Vaksin Kabupaten Bogor Istilah “Pekerjaan” mencakup penyediaan semua tenaga kerja (tenaga ahli, tukang, buruh dan lainnya), bahan bangunan dan peralatan/perlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan termaksud. Pekerjaan harus diselesaikan seperti yang dimaksud dalam RKS, Gambar-gambar Rencana, Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan serta Addenda yang disampaikan selama pelaksanaan.

c.

1.2.

BATASAN/PERATURAN Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor harus tunduk kepada : a. Undang – Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi b. Undang – Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung c. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung d. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 468/KPTS/1998 tentang Persyaratan Teknis Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan e. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan f. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan g. Keputusan Direktur Jenderal Perumahan dan Permukiman Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 58/KPTS/DM/2002 tentang Petunjuk Teknis Rencana Tindakan Darurat Kebakaran pada Bangunan Gedung. h. Peraturan umum Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan (PUPB NI-3/56) i. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (PBI 1971) j. Peraturan Umum Bahan Nasional (PUBI 982) k. Peraturan Perburuhan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja) l. Peraturan-peraturan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga Kerja) m. SKSNI T-15-1991-03 n. Peraturan Umum Instalasi Air (AVWI) o. Algemenee Voorwarden (AV)

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 2

1.3.

DOKUMEN KONTRAK a. Dokumen Kontrak yang harus dipatuhi oleh Kontraktor terdiri atas :  Surat Perjanjian Pekerjaan  Surat Penawaran Harga dan Perincian Penawaran  Gambar-gambar Kerja/Pelaksanaan  Rencana Kerja dan Syarat-syarat  Addenda yang disampaikan oleh Pengawas Lapangan selama masa pelaksanaan Kontraktor wajib untuk meneliti gambar-gambar, RKS dan dokumen kontrak lainnya yang berhubungan. Apabila terdapat perbedaan/ketidak-sesuaian antara RKS dan gambar-gambar pelaksanaan, atau antara gambar satu dengan lainnya, Kontraktor wajib untuk memberitahukan/melaporkannya kepada Pengawas Lapangan. Persyaratan teknik pada gambar dan RKS yang harus diikuti adalah : 1. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dengan gambar detail, maka gambar detail yang diikuti. 2. Bila skala gamabr tidak sesuai dengan angka ukuran, maka ukuran dengan angka yang diikuti, kecuali bila terjadi kesalahan penulisan angka tersebut yang jelas akan menyebabkan ketidaksempurnaan/ketidaksesuaian konstruksi, harus mendapatkan keputusan Konsultan Pengawas lebih dahulu. 3. Bila tedapat perbedaan antara RKS dan gambar, maka RKS yang diikuti kecuali bila hal tersebut terjadi karena kesalahan penulisan, yang jelas mengakibatkan kerusakan/kelemahan konstruksi, harus mendapatkan keputusan Konsultan Pengawas. 4. RKS dan gambar saling melengkapi bila di dalam gambar menyebutkan lengkap sedang RKS tidak, maka gambar yang harus diikuti demikian juga sebaliknya. 5. Yang dimaksud dengan RKS dan gambar di atas adalah RKS dan gambar setelah mendapatkan perubahan/penyempurnaan di dalam berita acara penjelasan pekerjaan. c. Bila akibat kekurangtelitian Kontraktor Pelaksana dalam melakukan pelaksanan pekerjaan, terjadi ketidaksempurnaan konstruksi atau kegagalan struktur bangunan, maka Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pembongkaran terhadap konstruksi yang sudah dilaksanakan tersebut dan memperbaiki/melaksanakannya kembali setelah memperoleh keputusan Konsultan Pengawas tanpa ganti rugi apapun dari pihak-pihak lain.

b.

BAB II
2.1

LINGKUP PEKERJAAN

KETERANGAN UMUM 1. Pembangunan Gedung Kegawatdaruratan Ibu dan Anak RSUD Kab. Sumedang tersebut secara umum meliputi pekerjaan standar maupun non standar. Bangunan tersebut juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang masuk dalam sekop pekerjaan non standar antara lain :  Sistem Gas Medis  Sistem Tata Suara  Hydrant  Air Conditioning (AC)  Telepon dan PABX  Fasilitas Penyandang Cacat  Dan lain - lain

2.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 3

Uraian pekerjaan lebih detail seperti di uraikan pada perencanaan dan Bill of Quantity (BoQ). 3. Secara teknis konstruksi, pekerjaan mencakup keseluruhan proses pembangunan dari persiapan sampai dengan pembersihan/pemberesan halaman, dan dilanjutkan dengan masa pemeliharaan seperti yang ditentukan, mencakup :  Pekerjaan Persiapan  Pekerjaan Sipil / Struktur  Pekerjaan Arsitektur  Pekerjaan Mekanikal  Pekerjaan Elektrikal  Pekerjaan lain-lain

2.2.

URAIAN PEKERJAAN a. Pekerjaan Persiapan, meliputi :  Penyediaan air dan daya kerja  Pembersihan lokasi kerja  Dll. Pekerjaan Struktur, meliputi :  Pekerjaan tanah  Pekerjaan pondasi  Pekerjaan beton  Pekerjaan Water Profing  Pekerjaan Atap  Dll. Pekerjaan Arsitektur, meliputi :  Pekerjaan dinding  Pekerjaan kusen, pintu dan jendela  Pekerjaan lantai  Pekerjaan plafond  Pekerjaan pengecatan  Pekerjaan sanitasi  dll Pekerjaan Mekanikal, meliputi :  Pekerjaan instalasi air bersih  Pekerjaan instalasi air kotor  Pekerjaan instalasi air hujan  Pekerjaan instalasi air limbah  Pekerjaan instalasi gas medis  Pekerjaan instalasi hydrant  Pekerjaan instalasi air conditioning  dll Pekerjaan Elektrikal, meliputi :  Pekerjaan instalasi listrik  Pekerjaan penangkal petir  Pekerjaan tata suara dan nurse call  Pekerjaan telepon  dll Pekerjaan lain-lain Pekerjaan yang jelas terkait langsung maupun tidak langsung yang tidak bisa dipisahkan dengan pekerjaan utama sesuai dengan gambar dan RKS

b.

c.

d.

e.

f.

k. 2. serta pengaturan semua bagian pekerjaan yang tercantum dalam Kontrak. teknik. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja serta tenaga ahli yang cakap dan memadai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan.4 2. Kontraktor wajib mengawasi dan mengatur pekerjaan dengan perhatian penuh dan menggunakan kemampuan terbaiknya. Sebelum penyerahan pekerjaan kesatu. waterpas. Penyelesaian yang dimaksud pada ayat g harus diartikan telah memperoleh persetujuan Konsultan Pengawas setelah dilakukan pemeriksaan secara teliti.Spesifikasi Umum. pompa air. kecuali akan dipergunakan kembali pada tahap selanjutnya. Pembenahan/perbaikan kembali yang harus dilaksanakan Kontraktor. g. timbris. h. kekurangan dalam hal ini berakibat penyerahan pekerjaan kesatu tidak dapat dilakukan.3. metode. e. melakukan pengukuran-pengukuran dan mempertimbangkan seluruh lingkup pekerjaan yang dibutuhkan untuk penyelesaian dan kelengkapan dari proyek.  Shop drawing sebagai penjelasan detail maupun yang berupa gambar-gambar perubahan. d.4. i. SARANA DAN CARA KERJA a. urut-urutan dan prosedur. c. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas seluruh cara pelaksanaan. j. Pembuatan rencana jadual pelaksanaan ini harus diselesaikan oleh Kontraktor Pelaksana selambat-lambatnya 10 hari setelah dimulainya pelaksanaan di lapangan pekerjaan. Penyelesaian yang dimaksud ini sudah harus dalam arti telah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. Shop Drawing harus sudah mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana sebelum elemen konstruksi yang bersangkutan dilaksanakan. Kontraktor harus selalu menjaga disiplin dan aturan yang baik diantara pekerja/karyawannya. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pembenahan lapangan yang berupa pembersihan lokasi dari bahan-bahan sisa-sisa pelaksanaan termasuk bowkeet dan direksikeet harus dilaksanakan sebelum masa kontrak berakhir. Kontraktor wajib memeriksa kebenaran dari kondisi pekerjaan meninjau tempat pekerjaan. alat-alat pengangkut dan peralatan lain yang diperlukan untuk pekerjaan ini. b. Kontraktor harus menyediakan alat-alat kerja dan perlengkapan seperti beton molen. Gambar sesuai pelaksanaan dan buku penggunaan dan pemeliharaan bangunan merupakan bagian pekerjaan yang harus diserahkan pada saat penyerahan kesatu. b. Shop Drawing (gambar kerja) harus dibuat oleh Kontraktor sebelum suatu komponen konstruksi dilaksanakan. halaman. bila :  Komponen-komponen pekerjaan pokok/konstruksi yang pada masa pemeliharaan mengalami kerusakan atau dijumpai kekurangsempurnaan pelaksanaan. Kontraktor Pelaksana sudah harus menyelesaikan gambar sesuai pelaksanaan yang terdiri atas :  Gambar rancangan pelaksanaan yang tidak mengalami perubahan dalam pelaksanaannya. Kontraktor Pelaksana berkewajiban menyusun dan membuat jadual pelaksanaan dalam bentuk barchart yang dilengkapi dengan grafik prestasi yang direncanakan berdasarkan butir-butir komponen pekerjaan sesuai dengan penawaran. PEMBUATAN RENCANA JADUAL PELAKSANAAN a.  Komponen-komponen konstruksi lainnya atau keadaan lingkungan diluar pekerjaan pokoknya yang mengalami kerusakan akibat pelaksanaan konstruksi (misalnya jalan. f. serta tidak akan mempekerjakan orangorang yang tidak tepat atau tidak terampil untuk jenis-jenis pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Peralatan dan perlengkapan itu harus dlaam kondisi baik. . dan lain sebagaunya).

f. garam.5. d. Bila selama 10 hari setelah pelaksanaan pekerjaan dimulai. sedangkan bahan-bahan bangunan yang belum disebutkan disini akan diisyaratkan langsung di dalam pasal-pasal mengenai persyaratan pelaksanaan komponen konstruksi di belakang. Pemborong harus mengajukan contoh bahan yang akan digunakan kepada Pengawas Lapangan yang akan diajukan User dan Konsultan Perencana untuk mendapatkan persetujuan. tidak mengandung minyak. Sepanjang tidak ada ketentuan lain dalam RKS ini dan Berita Acara Rapat Penjelasan. Kontraktor harus menyediakan bahan-bahan bangunan dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dilaksanakan. Apabila bahan-bahan yang ditolak oleh Pengawas Lapangan ternyata masih dipergunakan oleh Kontraktor. maka Pengawas Lapangan memerintahkan untuk membongkar kembali bagian pekerjaan yang menggunakan bahan tersebut. belum mengeras sebagai atau keseluruhannya. Persyaratan mutu bahan bangunan secara umum adalah seperti di bawah ini. e. d. beton dan penyiraman guna pemeliharaan harus air tawar. Sebelum memulai pekerjaan atau bagian pekerjaan. Selama waktu sebelum rencana jadual pelaksanaan disusun. sebagai air untuk keperluan pelaksanaan konstruksi oleh laboratorium tidak lagi diperlukan rekomendasi laboratorium.Spesifikasi Umum. Semen Portland (PC) Semen Portland yang digunakan adalah jenis satu harus satu merek untuk penggunaan dalam pelaksanaan satu satuan komponen bengunan. Kontraktor tidak diizinkan untuk melanjutkan bagian-bagian pekerjaan yang menggunakan bahan tersebut. Jadual pelaksanaan 2 mingguan ini harus disetujui oleh Konsultan Pengawas. Semua kerugian akibat pembongkaran tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor.5 c. Jika terdapat perselisihan mengenai kualitas bahan yang dipakai. Kontraktor Pelaksana belum menyelesaikan pembuatan jadual pelaksanaan. Bahan-bahan yang tidak memenuhi ketentuan seperti disyaratkan atau yang dinyatakan ditolak oleh Pengawas Lapangan tidak boleh digunakan dan harus segera dikeluarkan dari halaman pekerjaan selambat-lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam.   . KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT BAHAN a. Penyimpanannya harus dilakukan dengan cara dan didalam tempat yang memenuhi syarat sebagai air untuk menjamin kebutuhan kondisi sesuai persyaratan di atas. Pengawas Lapangan berhak meminta kepada Kontraktor untuk memeriksakan bahan itu ke Laboratorium Balai Penelitian Bahan yang resmi dengan biaya Kontraktor. Penyimpanan bahan-bahan harus diatur dan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan dan terhindarnya bahan-bahan dari kerusakan. Sebelum ada kepastian hasil pemeriksaan dari Laboratorium. Kontraktor Pelaksana harus melaksanakan pekerjaannya dengan berpedoman pada rencana pelaksanaan mingguan yang harus dibuat pada saat dimulai pelaksanaan. maka bahan-bahan yang dipergunakan maupun syarat-syarat pelaksanaan harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dalam AV-41 dan PUBI-1982 serta ketentuan lainnya yang berlaku di Indonesia. Pasir (Ps) b. Administrasi dan Teknis Halaman : . asam dan zat organik lainnya yang telah dikatakan memenuhi syarat. c.  Air Air yang digunakan sebagai media untuk adukan pasangan plesteran. maka Kontraktor Pelaksana harus dapat menyajikan jadual pelaksanaan sementara minimal untuk 2 minggu pertama dan 2 minggu kedua dari pelaksanaan pekerjaan. 2.

bersih dan bermutu baik. Kualitas air yang disediakan untuk keperluan tersebut harus cukup terjamin.1. Kontraktor harus mengatur dan menjaga agar jaringan dan peralatan listrik tidak membahayakan para pekerja di lapangan. garam. b. yang terdiri atas. SALURAN PEMBUANGAN Kontraktor harus membuat saluran pembuangan sementara untuk menjaga agar daerah bangunan selalu dalam keadaan kering/tidak basah tergenang air hujan atau air buangan. serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam PBI 1971. lumpur. bebas dari segala macam kotoran dan zat-zat seperti minyak. 2. Kontraktor harus pula menyediakan penangkal petir sementara untuk keselamatan. Saluran dihubungkan ke parit/selokan yang terdekat atau menurut petunjuk Pengawas. Kontraktor hendaknya mengadakan penelitian dengan seksama mengenai keadaan tanah halaman proyek tersebut. bersih dari kotoran.6 Pasir yang digunakan adalah pasir sungai. Kontraktor harus menyediakan air atas tanggungan/biaya sendiri yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Sumedang. sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dapat dijadikan alasan untuk mengajukan klaim/tuntutan. Pemasangan sistem listrik sementara ini harus memenuhi persyaratan yang berlaku. SITUASI DAN PERSIAPAN PEKERJAAN SITUASI/LOKASI a. 3. Halaman proyek akan diserahkan kepada Kontraktor sebagaimana keadaannya waktu Rapat Penjelasan. dan sebagainya yang dapat merusak atau mengurangi kekuatan konstruksi. Kontraktor harus menyediakan daya listrik atas tanggungan/biaya sendiri sementara yang dibutuhkan untuk peralatan dan penerangan serta keperluan lainnya dalam melaksanakan pekerjaan ini.  Batu Pecah (Split) Split untuk beton harus menggunakan split dari batu kali hitam pecah.Spesifikasi Umum. yaitu :  Air kerja untuk pencampur atau keperluan lainnya yang memenuhi persyaratan sesuai jenis pekerjaan. yang lazim disebut pasir urug. 3.25 mm yang lazim dipasarkan disebut pasi pasang 3. garam. mandi/buang air dan kebutuhan lain para pekerja. Lokasi proyek adalah pada lahan RSUD Kab. AIR DAN DAYA a. BAB III 3.  Air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum. Pasir untuk urugan adalah pasir dengan butiran halus. 1.3. Pasir untuk pekerjaan beton adalah pasir cor yang gradasinya mendapat rekomendasi dari laboratorium. . asam.2. Kekurang-telitian atau kelalaian dalam mengevaluasi keadaan lapangan. cukup bersih.075 sampai 1. dan bahan organik lainnya. Pasir untuk pasangan adalah pasir dengan ukuran butiran sebagian terbesar adalah terletak antara 0. berbutir keras. Administrasi dan Teknis Halaman : . asam. b.

5. d.6.4. 3. c.1 m. Konstruksi : rangka kayu ex borneo. dan 5 kursi 1 unit meja gambar beserta peralatannya 1 whiteboard ukuran 120 x 80 cm 1 rak arsip gambar plywood 12 mm ukr. Ruang gerak selama pelaksanaan dalam lokasi berpagar harus cukup leluasa untuk lancarnya pekerjaan. Tinggi pagar minimum 2.7 3. yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai Kontrak. Ukuran dan redaksi papan nama tersebut 90 x 150 cm . dinding double plywood tidak usah dicat. Kontraktor harus juga menyediakan untuk pekerja/buruhnya fasilitas sementara (tempat mandi dan peturasan) yang memadai untuk mandi dan buang air. Kontraktor harus membuat tata letak/denah halaman proyek dan rencana konstruksi fasilitasfasilitas tersebut. Fasilitas : air dan penerangan listrik d. Furnitur : 2 meja kerja 1/2 biro dan 5 kursi 1 meja rapat bahan plywood 18 mm ukuran 80 x 160 cm. PAGAR SEMENTARA Kontraktor harus membuat pagar sementara yang sifatnya melindungi dan menutupi lokasi yang akan dibangun dengan persyaratan kualitas sebagai berikut : a. PAPAN NAMA PROYEK Kontraktor wajib membuat dan memasang papan nama proyek di bagian depan halaman proyek sehingga mudah dilihat umum. Pada tahap selanjutnya Kontraktor harus menyediakan/memasang pengaman secukupnya disekeliling konstruksi bangunan untuk mencegah jatuhnya bahan-bahan bangunan dari atas yang membahayakan baik pekerja maupun aktivitas lain disekitar bangunan. los kerja. meja dan lemari. GUDANG DAN FASILITAS LAIN Kontraktor harus membangun kantor dan perlengkapannya.Spesifikasi Umum. 3. Kontraktor dapat menggunakan kembali kantor. Dengan seijin Pimpinan Pelaksana Kegiatan. Dengan seijin Pemimpin Pelaksana Kegiatan. 3.7. KANTOR KONTRAKTOR. Administrasi dan Teknis Halaman : . KANTOR PENGAWAS (DIREKSI KEET) Kontraktor harus menyediakan untuk Direksi di tempat pekerjaan ruang kantor sementara beserta seperangkat furniture termasuk kursi-kursi. Ruang : ukuran 20 m2 b. b. LOS DAN HALAMAN KERJA. Kontraktor bisa menggunakan kembali pagar yang sudah ada dengan melakukan perbaikanperbaikan terlebih dahulu bila diperlukan. 120 x 100 x 30 cm Kontraktor harus selalu membersihkan dan menjaga keamanan kantor tersebut beserta peralatannya. Kontraktor harus menjamin agar seluruh fasilitas itu tetap bersih dan terhindar dari kerusakan. gudang dan halaman kerja yang sudah ada. Kontraktor dapat menggunakan Direksi Keet yang sudah ada dengan diadakan penyempurnaan dan perlengkapan peralatan. atap asbes gelombang c. gudang dan halaman kerja (work yard) di dalam halaman pekerjaan. los kerja. Kualitas dan peralatan yang harus disediakan adalah sebagai berikut : a. Bahan dari BWG 32 dengan rangka kayu dicat sementara. lantai plesteran.

3. sloof. Administrasi dan Teknis Halaman : .00 Bangunan diambil dari + 0. 3. Bouwplank dipasang dengan tiang-tiang dari kayu sejenis ukuran 5/7 cm dan dipasang pada setiap jarak satu meter. b. PEMBERSIHAN HALAMAN a. Pelaksanaan pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghindarkan bangunan yang berdekatan dari kerusakan. b. dan lain-lain harus mengambil patokan dari peil  0.00 tersebut. Letak dan ketinggian permukaan bouwplank harus dijaga dan dipelihara agar tidak berubah selama pekerjaan berlangsung. PAPAN BANGUNAN (BOUWPLANK) a. Peil  0.Spesifikasi Umum. Semua ukuran ketinggian galian. Kontraktor tidak diijinkan menempatkan atau memasang reklame dalam bentuk apapun di halaman dan di sekitar proyek tanpa ijin dari Pemberi Tugas. Pengukuran harus memakai alat ukur yang disetujui Pengawas Lapangan. Bouwplank harus benar-benar datar (waterpas) dan tegak lurus. PERMUKAAN ATAS LANTAI (PEIL) a. kusen. pondasi. b. Papan harus lurus dan diketam halus pada bagian atasnya. Bouwplank dibuat dari kayu terentang (kayu hutan kelas IV) ukuran minimum 3/20 cm yang utuh dan kering. Bahan-bahan bekas bongkaran tidak diperkenankan untuk dipergunakan kembali dan harus diangkut keluar dari halaman proyek.8. c.10. Semua penghalang di dalam batas tanah yang menghalangi jalannya pekerjaan seperti adanya pepohonan. Bouwplank harus menunjukkan ketinggian  0.00 dan as kolom/dinding.8 dipotong dengan tiang setinggi 250 cm atau sesuai dengan petunjuk Pemerintah Daerah setempat.60 dari Jalan lingkungan. langit-langit. .9. batu-batuan atau puing-puing bekas bangunan harus dibongkar dan dibersihkan serta dipindahkan dari tanah bangunan kecuali barang-barang yang ditentukan harus dilindungi agar tetap utuh. 3.

alat penyiku.1. PEKERJAAN STRUKTUR/SIPIL BAB I URAIAN PEKERJAAN DAN SITUASI 1. PEKERJAAN PONDASI PEKERJAAN PONDASI BATU KALI 1.1.  Tenaga-tenaga pekerja harus tenaga-tenaga ahli yang cukup memadai sesuai dengan jenis pekerjaan. slang plastik. Situasi   Pembangunan akan dilaksanakan di dalam kompleks RSJ Prof. sifat. ketetapan dan kerapihan pekerjaan. BAB III 3. balok. 1. Lingkup pekerjaan ini meliputi :  Pekerjaan persiapan  Pekerjaan Pondasi Foot Plat  Pekerjaan sloof  Pekerjaan kolom.  BAB II UKURAN TINGGI DAN UKURAN POKOK Mengukur letak bangunan : Kontraktor harus menyediakan pekerja yang ahli dalam cara-cara pengukuran alat penyipat datar. Dalam rapat penjelasan akan ditunjuk tempat dimana pembangunan akan dilaksanakan tertera pada gambar. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan pondasi ialah : . Untuk pelaksanaan Kontraktoran hendaknya menyediakan :  Tenaga pelaksana yang terampil dalam bidang pekerjaannya.4.  Alat-alat pengukur seperti water pass dan alat-alat bantu lain yang dipergunakan untuk ketelitian.Spesifikasi Umum. segitiga siku-siku dan alat-alat penyipat tegak lurus dan peralatan lain yang diperlukan guna ketetapan pengukuran. luas pekerjaan dan lainlain yang dapat mempengaruhi harga penawaran.3. Yani No. Halaman pembangunan akan diserahkan kepada pelaksana sebagaimana keadaan pada waktu rapat penjelasan untuk ini hendaknya para Kontraktor mengadakan penelitian yang seksama terutama mengenai tanah bangunan yang ada. Soeroyo Magelang Jl. pelat lantai  Pekerjaan struktur atap dack beton  Dan pekerjaan lainnya yang jelas-jelas terkait dengan pekerjaan struktur 1. Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam uraian pekerjaan dan syarat-syarat gambar bestek dan detail gambar konstruksi serta keputusan Direksi. prisma silang. 1. Administrasi dan Teknis Halaman : .2. 169 Magelang.9 B. Dr. A.

PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN  Persyaratan Umum Semua pekerjaan pondasi baru boleh dikerjakan apabila galian tanah telah diperiksa ukuran dan kedalamannya dan disetujui Konsultan Manajemen Konstruksi.10    Pembuatan urugan pasir dan lantai kerja setebal 10 cm dan dipadatkan. Pemasangan semua stek dan angker yang diperlukan sesuai Gambar Kerja. Bila pada lubang-lubang galian terdapat banyak air tergenang karena air tanah dan air hujan. Di dalam pondasi sama sekali tidak boleh terdapat rongga-rongga udara/celah-celah. 2. Pondasi telapak beton diletakkan pada tanah keras dengan kedalaman seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana. - - . - - 3. Pembuatan semua pondasi batu kali sesuai Gambar Kerja. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pemasangan semua stek dan angker yang diperlukan sesuai Gambar Kerja. maka sebelum pasangan dimulai terlebih dahulu air harus dipompa dan dibuang di daerah lain yang tidak mengganggu pekerjaan dan dasar lubang dikeringkan. Adukan 1 pc : 3 ps dipergunakan untuk semua pekerjaan pondasi batu kali setinggi 20 cm dari permukaan atas pondasi. PEKERJAAN PONDASI TELAPAK BETON 1. 2. PONDASI PASANGAN BATU KALI    Adukan yang dipergunakan 1 pc : 5 ps. Pembuatan semua pondasi telapak (foot plat) sesuai Gambar Kerja. Untuk mendapatkan elevasi/kedalaman tanah keras. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN  Persyaratan Umum Semua pekerjaan pondasi baru boleh dikerjakan apabila galian tanah telah diperiksa ukuran dan kedalamannya dan disetujui Pengawas. 3. Penampang batu maksimum 30 cm dengan minimum tiga muka pecahan. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan pondasi telapak beton ialah :    Pembuatan urugan pasir setebal 10 cm dan dipadatkan dan lantai kerja dari beton tumbuk dengan komposisi adukan 1 : 3 : 5 setebal 5 cm. maka ujung penghentian pondasi harus bergigi agar penyambungan berikutnya terjadi ikatan yang kokoh dan sempurna. perlu dilakukan penggalian tanah dengan menggunakan alat yang memadai.2.Spesifikasi Umum. Jika pemasangan pondasi terpaksa dihentikan.

Campuran beton selalu dibuat untuk memenuhi syarat-syarat minimum compressive strength dari beton K-250 untuk pondasi mesin. BAJA TULANGAN Semua baja tulangan yang didisain sebagai „tulangan praktis‟ dan tidak termasuk pada gambar. - - 4. PC-Portland Cement. Pemotongan dan pengikatan sesuai dengan kondisi yang ada pada gambar kerja. maka jumlah batang-batang harus ditambah sehingga jumlah luas yang ditentukan terpenuhi. termasuk spesifikasi-spesifikasinya. bahan-bahan atau material yang dapat memberi akibat pengurangan ikatan antara beton dan baja.1 sampai pasal 8. PBI 1971. Pemborong harus membuat detail „shop drawing‟ dengan skala dan rencana untuk seluruh pekerjaan untuk disetujui Pengawas Lapangan dalam pelaksanaan. sesuai dengan yang tercantum pada gambar kerja. tidak diselesaikan pada saat pengecoran beton berlangsung. Campuran beton. S-Pasir (Sand) yang dimaksud pasir alam yang masuk dalam daerah gradasi 2 atau 3 dari pembagian daerah gradasi 1 sampai 4. pasal 5.7 dan pasal 8. ST-Crushed (kerikil) tergantung dari fungsi dan bentuk beton yang dikehendaki. Pemotongan dan Pemasangan Tulangan. Dalam hal ini harus dimintakan persetujuan tertulis dari Pengawas Lapangan terlebih dahulu. Semua agregat beton mengikuti syarat-syarat PBI 1971. dari pabrik Gresik/Cibinong atau lainnya yang setaraf. Jumlah luas dari baja tulangan harus sesuai dengan gambar dan perhitungan jika dipergunakan „besi beton kurus‟. Agregat beton. selanjutnya berlaku ketentuan dalam PBI 1971. MUTU BETON Kualitas bahan yang dipersyaratkan. Pemborong diwajibkan membuat dan mengajukan daftar dan gambar pemasangan tulangan (buigstaad) untuk mendapatkan persetujuan Pengawas Lapangan sebelum dilaksanakan. tetapi diperlukan/dibutuhkan untuk melengkapi pekerjaan ini harus diadakan pelaksanaannya. - - - - - - - .17. maka sebelum pasangan dimuai terlebih dahulu air harus dipompa dan dibuang di daerah lain yang tidak mengganggu pekerjaan dan dasar lubang dikeringkan. Semua baja pada pekerjaan beton ini permukaannya harus bersih dari larutan-larutan. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pemasangan dengan pengikatan dari pekerjaan baja yang tertanam dalam beton harus dilakukan dalam keadaan normal. pondasi sumuan dan pendukungnya. Semua baja tulangan harus dipasang sedemikian rupa sehingga selama dan sebelum pengecoran tulangan tidak berubah tempat.11 - Bila pada lubang-lubang galian terdapat banyak air tergenang karena air tanah dan air hujan. Penahan-penahan jarak (spacer) berbentuk balok-balok persegi atau gelang-gelang untuk menjaga ketebalan tebal penutup (selimut) beton. NI-2.Spesifikasi Umum. Kualitas campuran beton minimum harus memenuhi syarat-syarat K-225. syarat-syarat bahannya dan lain-lain.3 sampai dengan pasal 5. 3.

12 - Kualitas baja tulangan harus sesuai dengan yang tercantum pada gambar kerja. Jenis timbangan atau takaran semen agar agregat serta banyaknya putaran mesin pengaduk harus disetujui terlebih dahulu oleh Pengawas Lapangan. Kayu untuk perancah harus memakai ukuran 6/10.      . pengecoran. Pengadukan. Benda uji Selama pengecoran harus dibuat benda-benda uji setiap 5 m3 beton dengan minimum satu buah benda uji setiap harinya sesuai pasal 4. Campuran beton untuk lantai kerja mempunyai perbandingan volume 1 pc : 3 ps : 5 kr. Pekerjaan Bekisting dan Perancah Pemborong diwajibkan membuat rencana bekisting dan perancah yang sebelum dilaksanakan perlu mendapatkan persetuan Pengawas Lapangan. pemeriksaan mutu beton maupun mutu pelaksanaan beton selama masa pelaksanaan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PBI 1971 bab 4 pasal 4. bilamana dianggap perlu oleh Pengawas Lapangan. Alat-alat pengangkutan beton harus mendapat persetujuan dari Pengawas Lapangan. maka gambar tersebut harus disertai dengan perhitungan-perhitungan kekuatannya. Pengangkutan campuran beton Pengangkutan campuran beton dari tempat pengadukan ke tempat pengecoran harus dilakukan dengan cara-cara dimana dapat dicegah pengesahan dan kehilangan bahanbahan. Lantai Kerja Lantai kerja semua pekerjaan beton bertulang yang berhubungan dengan tanah harus mempunyai lantai kerja beton tumbuk dengan ketebalan minimum 5 cm. 5. Disyaratkan menggunakan ready-mix concrete pada pekerjaan pondasi ini.3 sampai dengan pasal 4. Pemeliharaan (Curing) Selama struktur beton harus dilakukan pemeliharaan (curing) dengan air selama minimal 14 hari. Administrasi dan Teknis Halaman : .Spesifikasi Umum. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN BETON  Pembuatan Adukan (campuran) beton Dalam melaksanakan beton dengan campuran yang direncanakan untuk mendapatkan mutu yang disyaratkan K-250 untuk pondasi mesin. sedangkan papan bekisting digunakan bhan multiplex minimal tebal 12 mm. sumuran. Lantai kerja ini harus kering dan bersih dari segala kotoran sebelum pengecoran beton bertulang dilaksanakan. Arah pengangkutan harus lancar. berlaku ketentuan dalam PBI 1971 bab 6 pasal 6.2. sehingga tidak terjadi perbedaan waktu yang mencolok antara beton yang sudah dicor dan beton yang akan dicor.9. 6/12 dan 5/7. Pemborong diwajibkan mengajukan perbandingan campuran menurut hasil pemeriksaan di laboratorium.7 PBI 1971 dan diberi tanggal dan nomor urut. Dalam hal pengadukan beton. Pembuatan adukan beton harus dilaksanakan dengan mesin pengaduk (beton mollen) dan harus dilengkapi dengan alatalat pengukur yang dapat mengukur dengan tepat jumlah air pencampur yang dimasukkan ke dalam beton mollen.

Pengecoran dan Pemadatan Pelaksanaan pengecoran baru boleh dilaksanakan setelah pekerjaan bekisting. Selama proses pengerasan beton. pemasangan. Adukan beton tersebut harus dicorkan sedekat-dekatnya ke tujuan secara kontinyu sampai mencapai syarat-syarat pelaksanaan yang disetujui Pengawas Lapangan. tidak boleh lebih dari 30 detik setiap penanaman untuk tebal lapisan 8 cm dan tidak boleh kena langsung baik pada baja tulangan maupun cetakan. kuat dan harus mendapatkan persetujuan Pengawas Lapangan terlebih dahulu. hasil pengukuran harus disetujui oleh Pengawas Lapangan sebelum melanjutkan pekerjaan berikutnya.13  Tenaga Ahli Pengawas Lapangan Pemborong harus mengajukan daftar nama tenaga ahli yang akan ditempatkan di lapangan. Penggalian lubang pondasi harus dikerjakan secara terus menerus sampai mencapai elevasi yang dipersyaratkan dan harus mendapat persetujuan tertulis yang ditanda tangani oleh Pengawas Lapangan. maka pekerjaan yang bersangkutan harus dibongkar dan merupakan tanggung jawab Pemborong.        . Lubang harus bersih setiap saat. Selanjutnya berlaku PBI 1971 bab 6 pasal 6. Jika dari hasil pengujian ternyata tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.1 – 6.7 PBI 1971 dan diberi tanggal dan nomor urut yang menerus. Supaya dalam beton tidak terjadi rongga kosong/udara masuk selama pengecoran harus digunakan concrete vibrator. Tenaga ahli tersebut harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Pengawas Lapangan dan tenaga ahli tersebut harus kontinyu berada di lapangan untuk pengawasan. Alat penakar harus dibuat dengan baik. Concrete vibrator harus ditanam tegak lurus. maka bidang permukaan beton harus selalu dibahasi dengan air selama satu minggu. Perbandingan adukan harus sesuai dengan hasil percobaan dan persyaratan yang diminta dan angka perbandingan tersebut harus menyatakan takaran dalam satuan isis yang dilaksanakan dalam keadaan kering tanpa digetarkan. Material lepas dan lumpur harus dibersihkan dari dalam lubang pondasi. Bila digerakkan kontinyu secara mekanik. jangka waktu tersebut bisa diperpanjang. Sela-sela bekisting harus dibersihkan dengan memakai pompa-pompa udara (air compressor) atau semburan air.Spesifikasi Umum. Selama pekerjaan pengecoran beton bertulang harus selalu dibuat benda uji minimal 1 buah setiap 5 m3 beton setiap hari sesuai dengan pasal 4. Pelaksanaan pengecoran harus memakai alat penggetar dan sejak pengecoran dimulai. maka pekerjaan ini tidak boleh berhenti sampai mencapai siar-siar pelaksanaan yang ditetapkan sesuai dengan PBI 1971 atau atas petunjuk Pengawas Lapangan. Pengecoran harus dilakukan secara teliti dan harus selalu diperiksa sehingga dapat menghasilkan bentuk permukaan dan ketinggian yang dibutuhkan sesuai dengan gambar kerja.6. Pengadukan beton tersebut harus sudah terpakai dalam waktu 1 jam setelah pengadukan dengan air dimulai. pembersihan dan campuran beton disetujui secara tertulis dari Pengawas Lapangan.  Penggalian Pemborong harus melakukan pengukuran untuk menetapkan lokasi dan elevasi lubanglubang pondasi sesuai dengan gambar kerja. Administrasi dan Teknis Halaman : .

2. Semua akibat dari tidak terpenuhinya hal-hal tersebut diatas adalah menjadi tanggung jawab Pemborong.  Pekerjaan arsitektur. PENYELESAIAN  Pemborong harus membersihkan kembali daerah yang telah selesai dikerjakan terhadap segala kotoran-kotoran.  Peraturan Semen Portland Indonesia 1972. logam dan lain-lain sebagainya yang ada kaitannya dengan pekerjaan beton. . datar dan tegak lurus.Pemborong harus membuat shop drawing . tidak bocor. tembokan. Pemborong harus tetap menjamin susunan tanah pada daerah di sekitar pondasi terhadap kepadatannya maupun terhadap peil semula. equipment. Pada pelaksanaan pembersihan.14  Persiapan Pengecoran .  Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat.1. sampah-sampah berkas adukan-adukan. LINGKUP PEKERJAAN 1.     BAB IV PEKERJAAN BETON 4. beton bertulang. Hal ini akan mendapat konfirmasi dari Pengawas Lapangan.Pembuatan cetakan harus teliti. Pemborong harus berhati-hati untuk tidak mengganggu setiap pekerjaan baja yang tertanam di dalam beton. Administrasi dan Teknis Halaman : . Mengadakan koordinasi sebaik-baiknya dengan disiplin lain yang menyangkut pekerjaan pembetonan yaitu seperti :  Pekerjaan tanah untuk struktur. bobokan-bobokan. 4. Meliputi pengadaan dan pengerjaan semua tenaga kerja. peralatan dan bahan untuk semua pekerjaan beton biasa. Sebelum pengecoran dilaksanakan. Jika diperlukan cetakan harus dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu.Spesifikasi Umum. yaitu Pemborong harus menanggung semua biaya-biaya re-design dan biaya tambahan volume pekerjaan.  Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971. semua cetakan beton harus bersih dari segala yang dapat mengurangi mutu dan kekuatan beton. sehingga kedudukannya tidak bergetar atau bergeser pada waktunya.  Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pengawas. beton telanjang berikut pembuatan dan pemasangan cetakan bekisting/mould penyelesaian dan lain-lain pekerjaan pembetonan sesuai dengan gambar-gambar rencana dan persyaratannya.2.  Pekerjaan kayu. Pemborong harus menjamin kepadatan beton sehingga tidak terjadi keropos. drainase/sistem saluran plumbing. PERSYARATAN Semua pekerjaan beton harus dilaksanakan sesuai dengan persyaratan-persyaratan :  Peraturan-peraturan/standar setempat yang biasa dipakai. NI-8. 6. NI-2. tulangan-tulangan dan lain-lain.

PENGAWASAN CAMPURAN ADUKAN 1. lantai dan atap beton. semen. textured finishing dan kualitas secara keseluruhan. Jika pengujian tekanan gagal. 2. balok. Administrasi dan Teknis Halaman : .15   American Society for Testing and Material (ASTM). Untuk pekerjaan beton lantai kerja dipakai beton rabat dengan campuran 1pc : 3ps : 5kr. 4. Semua pekerjaan beton yang tidak sesuai standar akan ditolak. Pengadukan. reservoir dan lain-lain harus menggunakan adukan dengan campuran 1 PC : 3Ps dan harus dicor segera setelah lapisan water proofing selesai dipasang.3. 4.7. Pengujian (testing). cara pengecoran. dan mutu baja yang dipakai adalah BJTD-39 dan BJTP-24. Kecuali ready mix concrete semua pengadukan jenis beton harus dilakukan dengan mesin pengaduk berkapasitas tidak kurang dari 350 liter. Semen yang dipakai harus semen portland dari merk yang disetujui dan yang dalam segala hal memenuhi syarat seperti yang dikehendaki oleh "Peraturan Beton Bertulang Indonesia” untuk . Semua bahan harus ditakar menurut perbandingan berat. American Concrete Institute (ACI). kepadatan. Pada umumnya pengujian dilakukan sesuai dengan PBI 1971 Bab 4. 4.4. Bilamana dianggap perlu tambahan untuk beton dapat dipergunakan concrete admixture. 1. 4. kontraktor dianjurkan menggunakan readymix concrete dari perusahaan terkenal yang khusus membuat readymix. maka perbaikan harus dilakukan sesuai dengan prosedurprosedur dalam PBI 1971. Campuran tambahan untuk beton (concrete admixture). Sebagai pedoman. 3. Untuk menjamin kesamaan mutu beton. BAHAN-BAHAN. Setiap kali membuat adukan.5. Pemborong harus tetap mengusahakan mutu/kekuatan beton sesuai dengan yang disyaratkan dalam Pasal 5. Jika beton tidak memenuhi syarat-syarat slump. Persyaratan di atas adalah standar minimum dan harus disesuaikan dengan gambar-gambar dan persyaratannya. air. Semua agregat.Spesifikasi Umum. pengadukan harus rata hingga warna dan kekentalannya sama. kecuali bila dilaksanakan dengan standar yang lebih tinggi mengenai kekuatan mutu bahan. Proporsi semen yang ditentukan adalah minimal. maka bagian/kelompok adukan tersebut tidak boleh dipakai.3. terutama untuk pekerjaan struktur dinding beton. cara pengerjaan cetakan. bukan perbandingan isi. beratnya harus ditakar dengan seksama. Mutu karakteristik merupakan syarat mengikat. Takaran Perbandingan Campuran. MUTUBETON Mutu beton struktur adalah K-225 dan dianjurkan memakai ready mix concrete. termasuk pengujianpengujian susut (slump) dan pengujian-pengujian tekanan. kolom. 2. Komposisi. Penggunaan tersebut harus dengan persetujuan Ahli/Pengawas. Lapisan penutup (protective concrete fill) di atas lapisan kedap air seperti pada lantai toilet (screed).

Kantong semen tersebut tidak boleh ditumpuk sampai tingginya melampau1 2 m. hingga dapat dijamin kedua bahan tersebut tidak tercampur untuk mendapatkan adukan beton yang tepat. 4. maka kelompok yang tidak memenuhi . semen harus terlindung dari hujan. Baja Tulangan. a. standar Jepang kelas SR 24 atau British Standard Nomor 785 . A i r. kotoran. nomor : 12-1965. Penyimpanan/penimbunan pasir dan koral beton harus dipisahkan satu dengan yang lain.Spesifikasi Umum. termasuk daya tahannya terhadap karat dari tulangan besi beton. Tulangan besi beton harus disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan diudara terbuka untuk jangka waktu yang panjang. BJTP 24 yang sesuai dengan tabeì 3.  Pasir Beton. karat. c. Pada umumnya pengujian untuk tulangan besi beton dilakukan sesuai dengan PBI 1971 yaitu yang mempunyai kekuatan leleh minimaì 370° kg/cm2. Tulangan besi beton dan penutup beton tingginya harus tepat.1. Agregat harus keras. Penyimpanan.16 beton kelas I .7. 3.Z 475 atau British Standard. Agregate. lumpur dan sebagainya dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1971.1938. Koral Beton/Split. Administrasi dan Teknis Halaman : . Bahan tambahan disetujui secara khusus dengan persetujuan Ahli/Pengawas. bebas dari bahan-bahan yang merusak. Batang tulangan besi beton terdiri dari BJTD-39 dan BJTP-24. PBI 1971. Jika besi beton tersebut tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tercantum di dalam Uraian dan Syarat-syarat yang tercantum dalam pengujian. Dalam pengangkutan. bebas dari bahan-bahan yang merusak atau campuran-campuran yang mempengaruhi daya lekat semen dan dilakukan pengujian air/laboratorium test. umpamanya yang bentuk atau kwalitasnya bertentangan dan mempengaruhi kekuatan atau kekalnya konstruksi beton pada setiap umur. b. lepas. Pengujian (testing). Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organik.  2. Jenis penulangan. d. Sebelum beton dicor. ditaruh pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lantai. Digunakan koral yang bersih. bahan tersebut dalam segala hal harus memenuhi ketentuan-ketentuan PBI 1971. bermutu baik tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1971. bersifat kekal dan bersih. zak (kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat dan harus disimpan di gudang yang cukup ventilasinya dan tidak kena air. Semua tulangan harus dipasang dengan posisi yang tepat sehingga tidak dapat berubah atau begeser pada waktu adukan ditumbuk-tumbuk atau dipadatkan. tulangan besi beton harus bebas dari minyak. Grade yang dipergunakan adalah ST-37 dengan kategori. dan tiap pengiriman baru harus dipisahkan dan ditandai dengan maksud agar pemakaian semen dilakukan menurut urutan pengirimannya. Bagian 3 dilakukan pengujian butiran. dengan penahan-penahan jarak beton (tahu beton) yang telah disetujui Ahli/Pengawas. cat. Pemasangan. 1. Bahan Tambahan. kulit giling atau bahan-bahan lain yang merusak. Agregat (butiran) dalam segala hal harus memenuhi yang dikehendaki (ketentuan-ketentuan) PBI 1971. Air untuk adukan dan perawatan beton harus bersih.

garis ketinggian dan dimensi dari beton sebagaimana diperlihatkan dalam gambar arsitektur. d.  Untuk beton exposed dipakai plywood.17 syarat-syarat itu tidak boleh dipakai dan pemborong harus menyingkirkannya dari tempat pekerjaan. c. Tiang-tiang acuan harus diatas papan atau baja untuk memudahkan pemindahan perletakan. Cetakan harus dibuat dan disangga sedemikian rupa hingga dapat menahan getaran yang merusak atau lengkung akibat tekanan adukan beton yang cair atau sudah padat. e. a. Pada pencetakan untuk kolom atau dinding harus diadakan perlengkapanperlengkapan untuk menyingkirkan kotoran-kotoran. potonganpotongan kawat pengikat dan lain-lain. B a h a n. Tiang acuan satu dengan yang lain harus diikat dengan palang papan/balok secara silang. Untuk mempermudah pembongkaran cetakan dan menyingkirkan penutup-penutup. dengan diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. baik yang sudah maupun yang belum dipakai. Konstruksi. Slab/plat beton diatas tanah = 2.Spesifikasi Umum. . Bekisting harus cukup untuk menahan getaran vibrator atau kejutan-kejutan lain yang diterima. fibre glass atau bahan lain yang tidak reaktif terhadap beton. Semua ukuran cetakan harus tepat sesuai dengan gambar arsitektur dan sama disemua tempat untuk bentuk dan ukuran tiang yang dikehendaki sama. Administrasi dan Teknis Halaman : . 3. tanpa berubah bentuk. Pelapis Cetakan. Kolom dan balok-balok beton = 2. Cetakan (bekisting). 5. Ukuran minimal selimut beton sesuai dengan penggunaannya (tidak termasuk plesteran). Bekisting harus dipakai kayu klas II yang cukup kering dan sesuai dengan finishing yang diminta menurut bentuk. tanah dan sebagainya sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. Minyak pelumas. pelapis cetakan dari merk yang telah disetujui dapat dipergunakan. Alat untuk Membersihkan. adalah sebagai berikut : 1. e. U k u r a n. Kawat Pengikat. Acuan harus rapat tidak bocor. Tebalnya tergantung dari kwalitas dan jarak rangka penguat cetakan tersebut. Cetakan harus dibuat sedemikian rupa hingga mempermudah penumbukanpenumbukan untuk memadatkan pengecoran tanpa merusak konstruksi.0 cm. bebas dari kotoran-kotoran seperti tahi gergaji. Selimut Beton. b. 2.40 mm. f. Pondasi atau pekerjaan lainnya yang berhubungan langsung dengan tanah = 3 cm. Kawat pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1971).5 cm. Tiang-tiang dari dolken ukuran 8/10 cm atau kaso 5/7 cm.5 cm. permukaannya licin. Cetakan harus dibuat dari papan-papan yang bermutu baik atau plywood :  Untuk beton tidak diexposed dipakai kayu terentang tebal minimum 2. Tiang-tiang tidak boleh disambung lebih dari satu. serbuk gergaji. potongan-potongan kayu. tidak boleh digunakan untuk ini. Kawat pengikat besi beton/rangka dibuat dari baja lunak dan tidak disepuh seng.

jendela. Pengecoran harus dilakukan dengan 2. Ukuran keseluruhan untuk kusen-kusen pintu dan jendela. semua kotoran dan benda-benda lepas harus dibuang dari cetakan. Permukaan cetakan dan pasangan-pasangan dinding yang akan berhubungan dengan beton. Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atau persetujuan Direksi/Pengawas. maka Pemborong dapat diperintahkan untuk menyingkirkan beton yang dicor atas biaya sendiri. Toleransi. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. . pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak. LINGKUP DAN MACAM PEKERJAAN 1. pelat. Pekerjaan meliputi pekerjaan struktur.5 .Spesifikasi Umum.4. kolom.5 cm. beton pelat lantai basement. 5. Semua sudut terbuka yang runcing dari kolom atau balok harus dibulatkan (dihaluskan 1. toleransi ini tidak boleh bertambah-tambah (kumulatif). d. Syarat-syarat Cetakan untuk Beton. harus dibasahi dengan air sebelum dicor. Pembersihan Cetakan dan Alat-alat. pemeriksaan ukuran-ukuran.18 4. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pemborong harus memberi tahu Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. 6. pondasi tiang pancang. Segala cacat pada permukaan beton yang telah dicor. atau persiapan pengecoran tidak disetujui oleh Pemberi Tugas/Pengawas. a. Pemberitahuan Tentang Pelaksanaan Pengecoran. 2.6. Pengecoran. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian-bagian utama dari pekerjaan. 3. ketinggian. pile cap (poer). sehingga dapat dihindarkan adanya pemisahan dari bagian-bagian bahan. c. Jika tidak ada pemberitahuan yang semestinya. Posisi masing-masing bagian konstruksi harus tepat dalam batas toleransi 1 cm. b.4. Cetakan (bekisting) untuk beton telanjang (bila ada) dari plywood dengan tebal minimum 12 mm. Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh. Pengangkutan Adukan Adukan beton harus diangkut sedemikian rupa. harus diambil dari pekerjaan untuk menjamin ketepatan antara pekerjaan konstruksi beton dan ukuran pintu. Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja.7. Sebelum beton dicor.5 cm). PBI. Fibre glass atau bahan lain yang tidak reaktif terhadap beton sedangkan untuk beton biasa bisa dipakai cetakan dari papan klas II tebaì 2. sloof. bermutu baik yang telah disetujui oleh Pengawas. harus diplester dengan campuran perekat sedemikian rupa sehingga sesuai warna tekstur dan bentuknya dengan permukaan yang berdekatan. bahan dan peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini.3 cm lebar 20 cm. Toleransi-toleransi memenuhi ketentuan ayat 8. e. balok. Ukuran-ukuran masing-masing bagian harus seksama dalam -0. Untuk beton exposed harus dihindari adanya cacat permukaan.3 dan +0. Adukan tidak boleh dijatuhkan dari ketinggian lebih dari 2 m. dan tangga beton. 4. 4.

a. sampai beton itu mengeras dengan baik dan untuk mencegah pengeringan terlalu cepat. tapi tidak boleh menyentuhnya sehingga dihasilkan suatu permukaan beton yang baik. Adukan harus dipadatkan dengan baik dengan memakai alat penggetar (vibrator) yang berfrekwensi dalam adukan paling sedikit 3000 getaran dalaím 1 menit. Untuk mencapai mutu beton K-250 sesuai dengan PBI 1971. Beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor. atau rata seperti yang direncanakan. maka cetakan tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut tetap berlangsung. Semua cetakan yang sudah diisi adukan beton harus dibasahi terus menerus sampai cetakan itu dibongkar. Tidak boleh menggetarkan suatu bagian adukan. Bilamana akibat pembongkaran cetakan. 8. Penggetaran tidak boleh dilakukan langsung menembus tulangan kebagian-bagian adukan yang sudah mengeras. pada bagian konstruksi akan bekerja beban-beban yang lebih tinggi daripada beban rencana. tapi dengan adanya persetujuan itu tidak berarti Pemborong lepas dari tanggung jawab. harus diambil tindakan-tindakan sebagai berikut : a. Dalam cetakan yang vertikal. Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh pengawas. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pengecoran ke dalam cetakan harus selesai sebelum adukan mulai mengental. Pemborong harus melakukan percobaan-percobaan membuat design mix campuran-campuran . Bila terjadi kerusakan. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atau keamanan konstruksi beton seluruhnya terletak pada Kontraktor dan perhatian pemborong mengenai pembongkaran cetakan ditujukan ke PBI 1971 dalam pasal yang bersangkutan.19 sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti kropos dan sarang-sarang koral/split yang dapat memperlemah konstruksi. Meskipun hasil pengujian kubus-kubus beton memuaskan.  Konstruksi beton yang tidak tegak lurus. Pemadatan beton.  Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lainnya. Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilanjutkan tanpa berhenti dan tidak boleh terputus tanpa persetujuan Pengawas. lebih dari 24 detik. Perawatan. 11. vibrator harus dekat dengan cetakan. Setelah pengecoran. Pembongkaran Cetakan. b. Pemborong harus memberi tahu Pemberi Tugas/Konsultasi Perancang bilamana ia bermaksud akal membongkar cetakan pada bagian-bagian konstruksi yang utama minta persetujuan. 10. Kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. 9. Untuk melindungi beton yang baru dicor dari cahaya matahari angin dan hujan. Perubahan Konstruksi Beton. beton harus terus menerus dibasahi selama 14 hari berturut-turut. Pemberi Tugas/Pengawas mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat seperti berikut :  Konstruksi beton yang sangat keropos. Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai satu kekuatan khusus yang cukup untuk memikul 2 kali beban sendiri.Spesifikasi Umum. Penggetar harus dimulai pada waktu adukan ditaruh dan dilanjutkan dengan adukan berikutnya.  Konstruksi beton yang tidak sesuai dengan bentuk atau profil yang direncanakan atau posisinya tidak seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Campuran dan Pengambilan Contoh (sampling). yang dalam keadaan normal biasanya dalam waktu 30 menit. 7.

Administrasi dan Teknis Halaman : .6. b. PBI 1971. Analisá kekuatan berdasarkan pada rumus-rumus statistik sebagaimana tertera dalam PBI 1971. ayat 1 s/d 5.20 sedemikian rupa sehingga untuk kubus beton berukuran 15 x 15 x 15 cm. yang terdiri dari : a. harus mempunyai kekuatan hancur karakteristik minimal 250 kg/cm2. Beton balok portal  Mutu beton K 225 b. bahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini.2. dan dibuat paling sedikit dalam 3 proses pengadukan yang tidak bersamaan waktunya. Jenis dan Mutu Bahan Beton kolom portal  Mutu beton K 225  Mutu baja U 39 (tulangan utama)  Mutu baja U 24 (tulangan sengkang) BAB VI PEKERJAAN BETON BALOK DAN SLOOF 6. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Beton balok portal c. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Jenis dan Mutu Bahan a. Setiap hari pengecoran harus diambil contoh uji (sampling) paling sedikit tiga buah kubus percobaan yang waktu pengambilannya sepenuhnya ditentukan oleh Pengawas. bahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Kubus percobaan harus dibuat minimal 1 buah dalam 5 m3 beton. 5. Beton Sloof b. bahanbahan yang dipergunakan adalah bahan-bahan yang nantinya akan dipergunakan sebagai bahan beton struktur. Biaya pengetesan termasuk dalam penawaran Pemborong atau tanggung jawab Kontraktor. pasaì 46. Pengetesan kubus percobaan tersebut hanya boleh dilakukan dilembaga-lembaga Penelitian Bahan Bangunan Resmi yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Beton balok pengikat (ringbalk) d. Beton balok praktis 6. pada umur 28 hari.2. BAB V PEKERJAAN BETON KOLOM 5.1.1.Spesifikasi Umum. yaitu beton kolom portal. Beton balok pengikat (ringbalk)  Mutu beton K 225 c. Reference pasaì 4. Beton balok praktis  Mutu beton K 175 Balok praktis yang diperlukan harus dilaksanakan oleh Kontraktor meskipun tidak tercantum dalam gambar rencana .

Jenis dan Mutu Bahan a. merk Isobone. e. Kemiringan screeding beton sekurang-kurangnya 2%. jika tidak ditentukan lain harus pula menutupi kaki-kaki bidang-bidang tegak sampai ketinggian permukaan air (minimal 30 cm). BAB IX PEKERJAAN RANGKA DAN PENUTUP ATAP . selanjutnya Kontraktor melapor Pengawas Lapangan untuk mendapat persetujuan. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk pekerjaan waterproofing adalah : a. bercak-bercak cat. Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan a. beton ruang basah dipergunakan waterproofing jenis bithuthene sheet 3000 dengan ketebalan 3 mm.1. oli. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. maka bagian atas ditutup dengan screeding campuran 1:3 dan kawat kasa setebal 3 cm dengan memperhatikan kemiringan untuk drainage air hujan. atau setara. Disekeliling pipa-pipa pembuang harus dibobok untuk kemudian diisi dengan semen non shrink. Pekerjaan waterproofing harus mendapat sertifikat pemeliharaan cuma-cuma selama 10 (sepuluh) tahun. pelat beton ini digunakan baik untuk lantai maupun sebagai pelat beton untuk atap termasuk beton yang memerlukan kedap air seperti KM dan WC 7. c. d. b. Penyediaan bahan Waterproofing pada plat beton atap. Setelah lapisan waterproofing dipasang dengan benar. bahan dan semua peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. lemak dan lain-lain.1.5 kg/m2 dengan semen slurry bonding agent lain yang setara. Lapisan dasar primer untuk meratakan permukaan lantai beton dan membuat kemiringan dengan screeding beton campuran 1 : 2 ditambahkan 0.21 BAB VII PEKERJAAN BETON PELAT LANTAI DAN PELAT ATAP 7. Pertemuan bidang horizontal dan vertikal harus dipasang polyster mesh. 8. Administrasi dan Teknis Halaman : .Spesifikasi Umum. Beton pelat lantai  Mutu beton K 225  Mutu tulangan BTJTD 40 untuk diameter  16 mm dan BJTP 24 untuk yang lebih kecil BAB VIII PEKERJAAN WATERPROOFING 8. Persiapan permukaan yang dilapis waterproofing lantai beton harus bebas dari kotoran yang melekat seperti bitumen.2.2. Seluruh lapisan waterproofing. Fosrock.

fabrikasi dan pemasangan rangka harus dilakukan sedemikian rupa agar rangka baja ringan mampu menerima beban rencana yang telah ditentukan oleh Konsultan Perencana. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini adalah pemasangan dan perakitan rangka atap dengan baja ringan yang meliputi perhitungan struktur. Spesifikasi Teknis dan desain oleh pabrikan yang ditunjuk. untuk memudahkan dan mempercepat perakitan.22 9. kegagalan sambungan. b.Spesifikasi Umum. atau akibat lainnya yang merusak ketika mengalami perubahan temperatur sekitar yang maksimal sekitar 200 C. 2. STANDAR / RUJUKAN 1.1. PROSEDUR UMUM 1.  Sistem rangka atap harus didesain untuk mengakomodasi pengiriman dan penanganan.  Desain sistem rangka atap harus dibuat sedemikian rupa agar dapat mengakomodasi gerakan bagian rangka tanpa kerusakan atau tekanan berlebih. Desain. ketegangan yang tak semestinya pada alat pengencang dan angkur.  AS 4600 – Cold Formed Code for Structural Steel. kegagalan pelapis. a. Australian Standard :  AS 1163 – Structural Steel Hollow Sections  AS 1170 – Loading Code. sambungan. Japanese Industrial Standard (JIS):  JIS G 3302 – Hot Dipped Zinc Coated Steel Sheets and Coils.  Desain sistem rangka untuk rangka atap dan balok atap harus mampu menahan beban mati rencana tanpa lendutan yang lebih besar dari 1/300 bentangan untuk lendutan vertikal. ikatan angin harus dilaksanakan oleh perusahaan/Aplikator terdaftar dan direkomendasi pabrik penghasil yang berpengalaman dalam perancangan sistem rangka baja ringan. berikut pengadaan aplikator yang direkomendasi oleh pabrik penghasil :  Sistem rangka atap  Reng dan Kasau  Ikatan angin  Dan aksesori pelengkap lainnya untuk melengkapi pemasangan.  Desain. 3. American Welding Society (AWS) :  AWS D1. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Desain sistem rangka atap yang terdiri dari rangka.1 – Structural Welding Code Steel. .  Part 1 : Dead and Live Loads and Load Combinations  Part 2 : Wind Loads  AS 1538 – Cold Formed Structures Code  AS 1554 – Structural Steel Welding Code  AS 4100 – Steel Structures Code  AS 1397 – Steel Sheet and Strip – Hot Dipped Zinc Coated and Aluminium / Zinc Coated  AS 3566 – Self Drilling Screws for The Building and Construction Industries  AS 1650 – Hot Dipped Galvanized Coatings on Ferrous Articles.

listplang dan balok tembok) adalah baja high tensile strength hot dipped galvanized steel G550 sebagai berikut :  Reng memakai hot – dipped Galvanized Steel 45 x 27 B 50  Murplat / top plate memakai hot – dipped Galvanized Steel 75 x 40 W 10 Alat sambung utama untuk kuda – kuda baja ringan adalah sekrup khusus yaitu self drilling screw STEELFIX berdasarkan ketentuan “Screws – Self b.  Pekerjakan fabrikator dan pemasang yang telah berpengalaman dengan bahan. tegangan tarik. dengan mutu baja 5500 kg/cm2. 2. sekur overhang.5 BMT seperti Zincalume buatan Blue Scope Steel Indonesia atau yang setara.Spesifikasi Umum.  Sertifikat pabrik yang ditanda tangani oleh pabrik pembuat rangka baja ringan yang menyatakan bahwa produk mereka memenuhi persyaratan. c.  Rangka baja ringan harus dilindungi terhadap kerusakan. elongasi total dan ketebalan lapisan pelapis metal. Sarana atau yang setara yang disetujui. c.  Rangka baja ringan harus disimpan di ruang yang memiliki ventilasi cukup untuk mencegah kondensasi dan dilindungi dengan penutup tahan air.  Lembaran metal lapis seng / galvanized harus memenuhi ketentuan SNI 070132-1987 dengan tebal lapisan seng minimal 220 g/m2 sesuai JIS G 33021994. termasuk ketebalan baja tanpa lapisan. Kontraktor harus menyerahkan data – data berikut :  Data produk untuk setiap tipe rangka baja ringan dan aksesori. tegangan leleh.  Sebagai pengganti sertifikat pabrik.23 2. ikatan angin. desain rangka baja ringan yang sejenis.  Data analisa struktur yang tertutup dan ditanda tangani enjinir profesional yang dipilih yang bertanggung jawab untuk mempersiapkannya. Spesifikasi Material sbb : a. dan kerusakan lainnya selama pengiriman. Bahan baja yang dipakai untuk kuda – kuda adalah baja high tensile strength hot dipped galvanized steel G550 sebagai berikut :  Batang utama (chord) memakai hot – dipped Galvanized Steel 95 x 33 Z 08 dan atau Z 10. Profil rangka yang akan digunakan harus sesuai dengan standar profil rangka yang dibuat oleh pabrik pembuatan sistem rangka baja ringan. Penyerahan. Lembaran Metal. Jaminan Mutu. dan dengan catatan pengalaman proyek yang berhasil. Penyimpanan dan Penanganan. Pengiriman. 3. Profil Rangka. 4. deformasi. serahkan laporan pengujian dari agensi pengujian yang terdaftar yang membuktikan kesesuaiannya dengan persyaratan – persyaratan.  Web memakai hot – dipped Galvanized Steel 65 x 26 C 08 Bahan baja selain kuda – kuda (reng. dengan ketebalan 7. Administrasi dan Teknis Halaman : .BAHAN 1.  Standar pengelasan harus memenuhi ketentuan AWS D1.1 atau AS 1554 edisi terakhir.  Sertifikat tukang las yang ditanda tangani Kontraktor yang menyatakan bahwa tukang las memenuhi persyaratan – persyaratan yang ditetapkan dalam butir Jaminan Mutu.  Lembaran metal lapis campuran seng dan alumunium harus memenuhi ketentuan AS 1397. penyimpanan dan penanganan. seperti Lokfom. . BAHAN .

Cat untuk perbaikan lapisan seng harus memenuhi ketentuan SSPC-paint20 atau DOD-P-21035. 5. Aksesori rangka baja ringan harus dibuat dari bahan dan penyelesaian yang sama dengan yang digunakan untuk bagian – bagian rangka baja ringan dan sesuai dengan persyaratan engineer dari pabrik pembuat rangka baja ringan.  Kawat las harus memenuhi ketentuan AWS A5. Manufaktur / Fabrikator. Sesuai dengan ketentuan – ketentuan. Dengan produk Steelfast  PT Blue Scope Lysaght Indonesia dengan produk Smartruss  PT Jaindo Metal Industries dengan produk Uni-Frame Aksesori Rangka. self threading steel drill yang memiliki lapisan anti karat.  Potong bagian rangka dengan gergaji atau gunting besar. Pelapisan (coating) anti karat menggunakan hot – dipped Galvanized coating 2 Z 22 (220 g/m ). Drilling – for The Building and Construction Industries” (Australian Standard 3566).  Alat pengencang mekanikal harus berupa sekrup tipe self drilling. sebuah beban yang besarnya 10 kali lipat beban rencana. 3. dengan kemampuan menumpu. manufaktur / fabrikator sistem rangka baja ringan yang dapat memenuhi.Spesifikasi Umum. bahan yang dipakai untuk rangka atap baja ringan dapat diperiksa di Laboratorium Penelitian Bahan Bangunan.1-E70xx atau AS 1554. bukan dengan api. yang memiliki kemampuan menumpu.24 d. sebuah beban yang besarnya 5 kali lipat beban rencana. d. Ltd. Angkur. tegak lurus empat sisi. tanpa kegagalan. Fabrikasi. termasuk : 4. 1. antara lain. PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Angkur tipe powder actuated harus merupakan sistem alat pengencang yang sesuai untuk aplikasi yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja. difabrikasi dari bahan anti karat. mur berbahan baja karbon. Klip dan Alat Pengecang  Baja profil dan klip harus dilapisi seng dengan proses celup panas  Baut angkur pasang di tempat dan tiang harus dari baut kepala segi enam dan tiang berbahan baja karbon. Bahan – bahan lainnya 1. Fabrikasi rangka baja ringan dan aksesori agar vertikal.  Angkur ekspansi harus difabrikasi dari bahan tahan karat. Maksimalkan fabrikasi di pabrik pembuat dan penyusunan / perakitan bagian sistem rangka baja ringan. Jika dipandang perlu. tetapi tidak terbatas pada yang tersebut berikut :  Pryda Indonesia Pty. dan cincin pelat. a. dan dengan sambungan yang aman dan kuat dan seperti diuraikan berikut :  Fabrikasi rangka rakitan dalam cetakan / pola. e. Semuanya harus berlapis seng dengan proses celup panas. Semua kuda – kuda harus ditambatkan ke struktur pendukung untuk menahan beban vertikal dan horisontal dengan Baja Ringan Multigrip (MGN) dengan bahan Galvabond G2 – Z275 dengan Yield Strength 250 Mpa dan Design Tensile Strength 150 MPa. f. tanpa kegagalan. . sesuai dengan garis yang telah ditentukan.

elevasi. . Umum. siku – siku penulangan. Bila ada penggunaan panel dinding prefab. Pemasangan.  Lengkapi dengan ikatan angin. dan dengan sambungan yang kencang. b.  Sambungan muai harus dibuat terpisah dari rangka baja ringan dengan cara sesuai persyaratan. Independently frame both sides of joints.Spesifikasi Umum. 2. c. b. Beri penulangan. a. balok di atas bidang bukaan dinding. dan garis yang telah ditentukan. Do not bridge building expansion and control joints with cold-formed metal framing. pengiriman dan tekanan pada saat pemasangan. Perbaikan Perlindungan.  Harus memenuhi persyaratan fabrikasi seperti disebutkan di atas. 3 mm dalam 300 cmm (1 : 1000). pengaku dan ikatan angin untuk menahan penanganan. Kesalahan kumulatif tidak boleh dari persyaratan pengencangan minimal pelapis. panel dinding tersebut harus diangkur dan ditumpu dengan kuat dan aman. Administrasi dan Teknis Halaman : .25  Kencangkan bagian rangka baja ringan dengan baut. aksesori dan alat pengencang yang sesuai dengan persyaratan engineer pabrik pembuat. 3. rivet atau sekrup sesuai rekomendasi enjinir dari pabrik pembuat. penutup atau bahan penyelesaian lainnya. Persiapkan dan perbaiki lapisan seng yang rusak pada rangka baja ringan yang telah difabrikasi dan dipasang dengan cat perbaikan lapisan seng yang sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat. sesuai dengan garis yang telah ditentukan. pengaku. tegak lurus empat sisi.  Bagian rangka baja individual harus ditempatkan maksimal  3 mm dari lokasi rencana.  Pasang bagian rangka dalam satu bagian panjang utuh bila memungkinkan.  Pasang rangka baja ringan dan aksesori agar vertikal.  Lengkapi dengan ikatan angin sementara yang dibiarkan pada tempatnya sampai rangka baja ringan menjadi stabil secara permanen. Pemasangan Panel Dinding Prefab. Tidak diijinkan melakukan pengencangan dengan kawat.  Pasang rangka baja ringan dalam batas variasi toleransi maksimal yang diijinkan dari vertikal. Fabrikasi setiap rakitan rangka metal dengan toleransi kesikuan maksimal 3 mm.

1.00 tersebut.1. tenaga dan peralatan untuk pekerjaan ini. Peil  0.2.1. meliputi penyediaan bahan. PEKERJAAN ARSITEKTUR BAB 1. pondasi.2. Batu bata (bata merah) . kusen. BAHAN a. langit-langit. I PEMBERSIHAN/PEMBONGKARAN DAN PENGUKURAN PEMBERSIHAN HALAMAN a. b. II PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATU BATA DAN BATA RINGAN KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup seluruh pekerjaan dinding yang terbuat dari batu bata dan bata ringan disusun ½ bata. Administrasi dan Teknis Halaman : . Bahan-bahan bekas bongkaran tidak diperkenankan untuk dipergunakan kembali dan harus diangkut keluar dari halaman proyek. batu-batuan atau puing-puing bekas bangunan harus dibongkar dan dibersihkan serta dipindahkan dari lokasi bangunan kecuali barang-barang yang ditentukan harus dilindungi agar tetap utuh.Spesifikasi Umum.26 C. Semua ukuran ketinggian galian. 2. d. sloof. dan lain-lain harus mengambil patokan dari peil  0. BAB 2. Semua penghalang di dalam batas tanah yang menghalangi jalannya pekerjaan seperti adanya pepohonan. Pelaksanaan pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghindarkan bangunan yang berdekatan dari kerusakan. PERMUKAAN ATAS LANTAI (PEIL) c.00 Bangunan diambil dari Lantai Dasar Gedung Rawat Darurat.

Semen PC yang dipakai adalah produk dalam negeri yang terbaik (satu merek untuk seluruh pekerjaan). Gresik.27 Batu bata merah (dari tanah liat) yang dipakai adalah produksi dalam negeri eks daerah setempat dari kualitas yang baik dengan ukuran 5 x 10. Komposisi adukan sesuai dengan yang disyaratkan oleh Fabrikan. Baja tulangan menurut ketentuan PBI 1971. ringbalk) adalah 1 pc : 2 pasir : 3 kerikil. Bahan-bahan yang ditolak harus segera diangkut keluar dari tempat pekerjaan. .5 x 22 cm yang dibakar dengan baik. bebas dari kotoran.Spesifikasi Umum. Administrasi dan Teknis Halaman : . d. 2. Tiga Roda atau produk daerah setempat yang mempunyai kualitas standar konstruksi). Bekas adukan yang sudah mulai mengeras tidak boleh digunakan kembali. bukan langsung diatas tanah. bebas dari tanah/lumpur dan zat-zat organik lainnya. harus diusahakan supaya ukuran bata yang akan dipakai tidak terlalu menyimpang. Adukan Adukan terdiri dari semen. bersudut runcing dan rata. diatas permukaan yang keras.8 buah per m2. Kontraktor harus menunjukkan contoh terlebih dahulu kepada Pengawas Lapangan. Bekisting terbuat dari kayu terentang/kayu hutan lainnya dengan tebal minimum 2 cm yang rata dan berkualitas papan baik. e.V. Kolom praktis dan ringbalk Ukuran rangka penguat dinding bata (non struktural) : kolom praktis 12 x 12 cm dan 10 x 10 untuk dinding bata ringan. Mortar/Plester Adukan terdiri dari bahan Dry-Mix dan air dipakai untuk pemasangan dinding batu bata ringan.2 cm.3. Bahan Dry-Mix yang dipakai adalah produk LEMKRA. kolom praktis. ringbalk dan balok latai 12 x 12 cm dan 10 x 10 untuk dinding bata ringan Kolom praktis dan ringbalk diplester sekaligus dengan dinding bata sehingga mencapai tebal 15 cm dan 10 cm untuk dinding bata ringan. a. Pasir beton harus bersih. Adukan harus dibuat dalam alat tempat mencampur. Komposisi adukan adalah 1 pc : 5 pasir untuk dinding biasa. b. 1 Pc : 3 pasir untuk tasram Semen PC yang dipakai adalah produk dalam negeri yang terbaik (Nusantara. tanpa cacat atau mengandung kotoran. 8. keras dan tidak mudah patah. Kerikil/split dari pecahan batu keras dengan ukuran 1 . Pengawas Lapangan berhak menolak bata ringan yang tidak memenuhi syarat. 1941 Kontraktor harus menunjukkan contoh terlebih dahulu kepada Pengawas Lapangan. PELAKSANAAN Dinding harus dipasang (uitzet dengan peralatan yang memadai) dan didirikan menurut masing-masing ukuran ketebalan dan ketinggian yang disyaratkan seperti yang ditunjukkan dalam gambar. warna merah merata. yaitu : sloof. Beton Bertulang Beton bertulang dibuat untuk rangka penguat dinding bata. kolom praktis dan ringbalk. c. Meskipun ukuran bata yang bisa diperoleh di suatu daerah mungkin tidak sama dengan ukuran tersebut diatas. pasir dan air dipakai untuk pemasangan dinding batu bata. Bata Ringan Batu bata ringan yang dipakai adalah produksi setara Hebel atau Jaya Celcon ukuran tebal 10 cm. Bahanbahan yang ditolak harus segera diangkut keluar dari tempat pekerjaan. Pengawas Lapangan berhak menolak bata dan menyuruh bongkar pasangan bata yang tidak memenuhi syarat. Kualitas bata harus sesuai dengan pasal 81 dari A. Komposisi bahan beton rangka penguat dinding (sloof. Cipta Mortar atau setara.

Bekisting baru boleh dibongkar setelah beton mengalami proses pengerasan. Lebih dari 1 (satu) meter tingginya setiap hari di satu bagian pemasangan 4. Pemasangan harus dijaga kerapihannya. b. Yang ukurannya kurang dari setengahnya 3. Pemasangan bata ringan diatas kusen harus dibuat balok latei 10/10. Pasangan dinding bata Bata yang akan dipasang harus direndam dalam air terlebih dahulu sampai jenuh. Permukaan beton harus dibuat kasar. Setiap luas pasangan dinding bata ringan mencapai 12 m2 harus dipasang beton praktis (kolom. Pemasangan bata diatas kusen harus dibuat balok lantai 12/12 atau dilengkapi dengan pasangan rollaag. dan ring balk) Bata ringan dipasang tegak lurus dan berada pada garis-garis yang seharusnya dengan bentang benang yang sipat datar. Pada waktu hujan di tempat yang tidak terlindung atap 3. yaitu : . Tidak diperkenankan memasang batu bata : 1. Dinding yang menempel pada kolom beton harus diberi angker besi setiap jarak 40 cm. Dinding yang menempel pada kolom beton harus diberi angker besi setiap jarak 40 cm. c. Administrasi dan Teknis Halaman : . Yang ukurannya kurang dari setengahnya 2. meliputi penyediaan bahan. Setiap luas pasangan dinding bata mencapai 12 m2 harus dipasang beton praktis (kolom.Spesifikasi Umum. Kayu penolong harus cukup kuat dan benar-benar dipasang tegak lurus. Permukaan beton harus dibuat kasar. tenaga kerja dan peralatannya. 2. Pemasangan harus dijaga kerapihannya. mandi/buang air dan kebutuhan lain para pekerja. III PEKERJAAN PLESTERAN DAN DRY MORTAR KETERANGAN Kecuali disebutkan lain.2. baik dalam arah vertikal maupun horizontal. Pada waktu hujan di tempat yang tidak terlindung atap 5. Semua permukaan plesteran dicat dengan cat tembok. Kualitas air yang disediakan untuk keperluan tersebut harus cukup terjamin.1. Air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum. Celah-celah papan harus rapat sehingga tidak ada air adukan yang keluar. dan ring balk) Bata dipasang tegak lurus dan berada pada garis-garis yang seharusnya dengan bentang benang yang sipat datar. kecuali disebutkan lain. BAHAN Komposisi bahan adukan sesuai dengan persyaratan. Sela-sela disekitar kusen-kusen harus diisi dengan aduk BAB 3. Tidak diperkenankan memasang batu bata ringan: 1. 3.28 Pemasangan bekisting harus rapi dan cukup kuat. Pekerjaan plesteran mencakup pembuatan dan pemasangan plesteran pada dinding-dinding tembok bata dan bidang-bidang beton. bahan penyelesaian atau penutup permukaan dinding/tembok bata dan adalah plesteran. baik dalam arah vertikal maupun horizontal. Sela-sela disekitar kusenkusen harus diisi dengan aduk. Pasangan Bata Ringan Bata ringan yang akan dipasang harus direndam dalam air terlebih dahulu sampai jenuh. Kayu penolong harus cukup kuat dan benar-benar dipasang tegak lurus.

Sudut-sudut dibuat serapi-rapinya dan menyiku. atau Cipta Mortar 3. dengan d.5 cm dan maksimum 2 cm. permukaan dinding bata harus dibersihkan dan dibasahi dengan air. Administrasi dan Teknis Halaman : . plesteran harus disiram dengan air selama 7 (tujuh) hari terus menerus. Tuangkan air kedalam ember yang bersih 2. halus. Bila pelaksanaan pekerjaan beton tidak dapat menghasilkan permukaan yang halus dan rata. d. Tebal plesteran minimum 1. Plesteran Beton Seluruh permukaan beton yang tampak harus menghasilkan permukaan yang halus dan rata. khususnya apabila permukaan dinding rata dengan permukaan beton. Permukaan beton yang akan diplester harus disiapkan dulu dengan pekerjaan pendahuluan dengan urutan sebagai berikut :  Permukaan dibuat kasar dengan betel/pahat beton  Dibasahi dengan air  Disapu air semen (Pc) atau bonding egent Mortar untuk plesteran adalah campuran 1 Pc : 2 Ps yang diaduk secara benar-benar homogen. Plesteran Dry Mortar 1. ketebalan 2 mm. Tebarkan adukan tersebut pada media dinding yang sudah diplester 5.29 a. BAB IV PEKERJAAN KUSEN. Ketebalan plesteran adalah rata-rata 15 mm – 25 mm Plesteran harus diakhiri dengan acian halus dari adukan air semen (Pc) Untuk beton bertemu dengan dinding. 1 pc : 3 pasir untuk permukaan beton. Dalam mendirikan dinding yang tidak berada dibawah atap. c.Spesifikasi Umum. plesteran harus dilapisi kawat wiremesh minimal 30 cm sepanjang pertemuan. Rapikan / haluskan dengan gosokan (roskam) c. Selama proses pengeringan. 1 : 2 dan sudut dinding 1 pc : 5 pasir untuk dinding bata bagian dalam gedung Semen PC yang dipakai adalah produk lokal yang terbaik (satu merek untuk seluruh pekerjaan). Aduk hingga rata dengan menggunakan mixer 4. selama waktu hujan harus diberi perlindungan dengan menutup bagian atas dari tembok dengan bahan pelindung yang cukup sesuai. sedang. PELAKSANAAN a. dinding trasram atau daerah basah dan dinding luar yang tidak tertutup atap.3. siarnya dikorek sedalam 1 cm. Masukkan serbuk Dry-Mortar secara bertahap kedalam ember perbandingan campuran (1 kg Plester Mutiara : 250 cc air) 3. Plesteran diselesaikan dengan papan plesteran dan kayu perata atau sekop baja. PINTU DAN JENDELA ALUMUNIUM . Plesteran untuk penutup dinding bata ringan menggunakan Dry-Mortar : 3 kg/m2. Produk setara : LEMKRA – Plester Mutiara. b. Plesteran dinding bata Sebelum diplester. maka permukaan tersebut harus diplester hingga menghasilkan permukaan seperti yang dimaksud di dalam gambar rancangan pelaksanaan. Sambungan dari plesteran-plesteran harus mulus dan lurus. Ketebalan dapat diatur sesuai dengan grade : kasar. Semua pasangan dinding bata harus diplester dan diaci kecuali pasangan dinding bata yang tertanam didalam tanah atau dibawah lantai dasar cukup diplester dengan campuran 1 : 3 tanpa acian. b.

British Standard (BS) BS 5368 (Part 1) – Air Inflitration BS 5368 (Part 2) – Water Inflitration BS 5368 (Part 3) – Structural Performance American Society for Testing and Materials (ASTM). Pergerakan Karena Temperatur . Faktor Pengaman Kecuali disebutkan lain. 2. 3.000 pci  Shear strength : 17. kekuatan atau ketahanan dari material dan harus tetap memenuhi kriteria perencanaan. bagian – bagian alumunium termasuk ketahanan kaca.000 pci  Yield strength : 22. Rods.20 mm  Ultimate strength : 28. 4. AAMA – 101 – Spesifikasi untuk Jendela dan Pintu Alumunium Japanese Industrial Standard (JIS) JIS H – 4100 – Spesifikasi Komposisi Alumunium Extrusi JIS H – 8602 – Spesifikasi Pelapisan Anodise untuk Alumunium b. pembuatan dan pemasangan kusen pintu dan jendela. Spesifikasi Teknis  Dimensi : 3” x 1 ¾”2  Tebal profil alumunium : 1. c. d. memenuhi faktor keamanan tidak kurang dari 1. Administrasi dan Teknis Halaman : . 4.1.000 pci  Anodizing ketebalan lapisan di seluruh permukaan alumunium adalah 18 mikron dengan warna yang akan ditentukan kemudian.5 x maksimum tekanan angin yang disyaratkan. STANDAR / RUJUKAN a. Modifikasi Dapat dimungkinkan tanpa merubah profil atau merubah penampilan. e. Wire Shapes and Tubes.Spesifikasi Umum.2.3. ASTM E-283 – Metode Pengujian Kebocoran Udara untuk Jendela dan Curtain Wall ASTM E-330 – Metode Pengujian Struktural untuk Jendela dan Curtain Wall ASTM E-331 – Metode Pengujian Kebocoran Air untuk Jendela dan Curtain Wall American Architectural Manufactures Association (AAMA). Kriteria Perencanaan 1. ASTM B221M-91 – Specification for Alumunium-Alloy Extruded Bars. DESKRIPSI SISTEM a. f. Standar Nasional Indonesia (SNI) SNI 07-0603-1989 – Produk Alumunium Ekstrusi untuk Arsitektur.30 4. sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini. LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan ini meliputi pengadaan. daun pintu dan daun jendela serta pekerjaan lainnya yang menggunakan bahan profil alumunium.

4. Gambar Detail Pelaksanaan.06 m3/hari pada setiap m‟ unit panjang penampang bidang bukaan pada tekanan 75 Pa. dengan jumlah air minimum 3.  Karat. harus disiapkan oleh Kontraktor dan diserahkan kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui sebelum pelaksanaan pekerjaan. b.  Keseragaman warna. kaca pecah. Contoh profil dan penyelesaian permukaan yang harus meliputi tipe alumunium ekstrusi. Gambar detail pelaksanaan yang harus meliputi detail-detail. 3. Kebocoran Air ASTM E – 331 – Tidak terlihat kebocoran air masuk ke dalam interior bangunan sampai tekanan 137 Pa dalam jangka waktu 15 menit. . 1. Beban Hidup : Pada bagian – bagian yang menerima hidup terutama pada waktu perawatan. sehingga sesuai dengan ketentuan Gambar Kerja. pemasangan rangka dan bingkai.Spesifikasi Umum. 2. pengencangan dan sistem pengukuran seluruh pekerjaan. warna dan penyelesaian. Contoh bahan produk alumunium harus diuji di laboratorium yang ditunjuk Konsultan MK atau harus dilengkapi dengan data-data pengujian. harus diserahkan kepada Konsultan MK untuk disetujui sebelum pengadaan bahan kelokasi pekerjaan. Sambungan kedap air harus mampu menampung pergerakan ini. 2. pelapisan. 2  Ketahanan terhadap air dan angin minimal 100kg/m untuk masingmasing tipe. Kontraktor bertanggung jawab atas setiap perbedaan dimensi dan akhir penyetelan semua pekerjaan lain yang diperlukan untuk menyempurnakan pekerjaan yang tercakup dalam Spesifikasi Teknis ini.4. Biaya pengadaan contoh bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor.31 Akibat pemuaian dari material yang berhubungan tidak boleh menimbulkan suara maupun terjadi patahan atau sambungan yang terbuka. Contoh Bahan dan Data Teknis 1. 6.4 L/m2/minimal.  Berat. seperti : meja (stool) dan cladding diharuskan disediakan penguat dan angkur dengan kemampuan menahan beban terpusat sebesar 62 kg tanpa terjadi kerusakan. 5. Data-data ini harus meliputi pengujian untuk :  Ketebalan lapisan.  Ketahanan terhadap udara minimal 15m3/jam. Kebocoran Udara ASTM E – 283 – Kebocoran udara tidak melebihi 2. sealant yang tidak merekat dan hal – hal lain.  Ketahanan terhadap tekanan air minimal 15kg/m2. 4. Semua dimensi harus diukur dilokasi pekerjaan dan di tunjukkan dalam Gambar Detail Pelaksanaan. Persyaratan Struktur Defleksi : AAMA = Defleksi yang diijinkan maksimum L / 175 atau 2 cm. Administrasi dan Teknis Halaman : . 3. PROSEDUR UMUM a.

4. Alat Pengencang dan Aksesori. 4. Garansi Kontraktor harus memberikan kepada Pemilik Proyek. BAHAN . cat dan lainnya. garansi tertulis yang meliputi kesempurnaan pemasangan. Alat pengencang harus terdiri dari sekrup baja anti karat ISIA seri 300 dengan pemasangan kepala tertanam untuyk mencegah reaaksi elektronik antara alat pengencang dsan komponen yang dikencangkan. 9K-20219 Bahan : EPDM Sifat Material : Tahan terhadap perubahan cuaca Sealant Dinding (Tembok) Bahan : Single komponen Type : Silicone Sealant Screw Nomor Produk : K-6612A. Pengiriman dan Penyimpanan 1. Pekerjaan alumunium dan kelengkapan harus diadakan sesuai ketentuan Gambar Kerja. 2. Penahan udara dari bahan vinyl. bebas dari bentuk puntiran. e. sebelum dan setelah pemasangan. setara merek YKK type YS-1C. Alumunium 1.5.BAHAN a. 3.Spesifikasi Umum. Angkur harus dari baja anti karat AISI seri 300 dengan tebal minimal 2mm. dan lain – lain Bahan : Stainless Steel (SUS) Joint Sealer c. lekukan dan cacat. pengoperasian dan kondisi semua pintu. semua kusen pintu dan jendela harus dilengkapi dengan arsitrave dan perlengkapan standar dari pabrik pembuatan. . d. Bahan penutup sekrup agar tidak terlihat Gasket Nomor Produk : 9K-20216. 2. dengan lapisan clear anodized minimal 18 mikron yang diberi lapisan warna akhir polish snolok di pabrik dalam warna sesuai Skema warna yang ditentukan kemudian. plesteran. Semua bagian harus dijaga tetap bersih dan bebas dari ceceran adukan. b. 1.2 mm.32 c. pekerjaan alumunium dan kelengkapan harus ditumpuk dengan baik ditempat yang bersih dan kering dan dilindungi terhadap kerusakan dan gesekan. Administrasi dan Teknis Halaman : . dalam bentuk profil jadi yang dikerjakan di pabrik. 2. f. jendela dan lainnya seperti ditunjukkan dalam spesifikasi ini untuk periode selama 1 tahun setelah pekerjaan yang rusak dengan biaya Kontraktor. Alumunium untuk kusen pintu/jendela dan untuk daun pintu/jendela adalah dari jenis alumunium alloy yang memenuhi ketentuan SNI 07-0603-1989 dan ATSM B221 M. Dimensi profil dapat berubah tergantung jenis profil yang nanti disetujui. Tebal profil minimal 1. dengan ukuran 3” x 1 ¾”2 dan bentuk sesuai Gambar Kerja. Kecuali ditentukan lain. d. CP-4008. Segera seteklah didatangkan.

. Fabrikasi 1. 2. Semua sambungan harus rata pemotongan dan pengeboran yang dikerjakan sebelum pelaksanaan anokdisasi. Nomor Produk : 9K-20284. Semua detail pertemuan daun pintu dan jendela harus runcing (adu manis) halus dan rata. Semua komponen harus difabrikasi dan dirakit secara tepat sesuai bentuk dan ukuran aktual dilokasi serta dipasang pada lokasi yang telah ditentukan. Semua bagian alumunium yang berhubungan dengan elemen baja harus dilapisi dengan cat khusus yang direkomendasikan pabrik pembuat. 10. kecuali ditentukan lain. neoprene dan lainnya. Administrasi dan Teknis Halaman : . swambungan-sambungan tersebut harus ditempatkan dan dibuat sedemikian rupa sehingga sambungan-sambungan tersebut dappat meneruskan beban dan menahan tekanan yang harus diterimanya.Spesifikasi Umum. seperti baja anti karat. serta bersih dari goresan-goresan serta cacat-cacat yang mempengaruhi permukaan. Bagian pertama yang terpasang harus disetujui Pengawas Lapangan sebagai acuan dan contoh untuk pemasangan berikutnya. 3. sehingga mencegah kebocoran udara. kusen atau bingkai harus dilengkapi dengan angkur pada jarak setiap 500 mm. Semua komponen harus sesuai dengan pola yang ditentukan. 7. Setiap sambungan atau pertemuan dengan dinding atau benda yang berlainan sifatnya harus diberi “sealant”. PELAKSANAAN PEKERJAAN a. pintu dan jendela Aluminium harus dilakukan oleh pabrik penghasil dari bahan yang dipergunakan dengan memperoleh persetujuan pengawas lapangan.6. Semua pekerjaan pembuatan dan pemasangan kusen. 14. 16. Semua bahan kusen. Pemasangan 1. Pemasangan harus sesuai dengan gambar rancangan pelaksanaan dan brosur serta persyaratan teknis yang benar. 6. b. 12. Semua bagian alumunium yang berhubungan dengan semen atau adukan harus dilindungi dengan cat transparan atau lembaran plastik. 8. 5. pintu dan jendela. 4. Pemasangan sambungan harus tepat tanpa celah sedikitpun. 9. Pekerjaan febrikasi atau pemasangan tidak boleh dilaksanakan sebelum Gambar Detail Pelaksanaan yang diserahkan Kontraktor disetujui Pengawas Lapangan. 2. Detail Pertemuan Kusen Pintu dan Jendela harus lurus dan rata serta bersih dari goresan-goresan serta cacat yang mempengaruhi permukaan. Semua pengencangan harus tidak terlihat. daun pintu dan jendela aluminium. 11. nilon. 15. Bila suatu sambungan tidak digambarkan dalam Gambar Kerja. air dan suara. boleh dibawa kelapangan/ halaman pekerjaan jikalau pekerjaan konstruksi benar-benar mencapai tahap pemasangan kusen.33 Sambungan antara profile horisontal dengan vertikal diberi sealer yang berserat guna menutup celah sambungan profile tersebut. 9K-20212 Bahan : Butyl Rubber 4. 13. Kontraktor bertanggung jawab atas kualitas konstruksi komponen-komponen. untuk mencegah kerusakan komposisi alumunium. Bila di pasang langsung ke dinding atau beton. Berbagai perlengkapan bukan alumunium yang akan dipasang pada bagian alumunium harus terdiri dari bahan yang tidak menimbulkan reaksi elektronik.

19. Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja sedang warna kaca harus sesuai ketentuan dalam Skema Warna.2. seperti tipe Panasap buatan Asahimas atau yang setara.34 17. 5.1. tanpa cacat dan dari kualitas yang baik yang memenuhi ketentuan SNI 15-0047 – 1987 dan SNI 15-0130 – 1987. tanpa cacat dan dari kualitas yang baik yang memenuhi ketentuan SII. BAB V PEKERJAAN KACA 5.2.2. Kaca Es. daun pintu dan jendela. KETERANGAN Pekerjaan kaca meliputi pengisian bidang-bidang kusen (kaca mati).4 . pengecatan dinding dan bila kosen.  Handle Anti Panic 20. Kaca polos harus merupakan lembaran kaca bening jenis clear float glass yang datar dan ketebalannya merata. seperti buatan Asahimas atau yang setara.3 5. seperti tipe Indoflot buatan Asahimas atau yang setara.2 5. Kaca es harus merupakan kaca jenis figured glass polos yang datar dan ketebalannya merata.2. Semua alumunium yang akan dikerjakan maupun selama pengerjaan harus tetap dilindungi dengan “Lacquer Film”. Cermin. dengan teknik pemasangan yang sesuai prosedur pabrik dan gambar rancangan pelaksanaan.2. Daun pintu yang digunakan pada tangga darurat adalah menggunakan daun pintu tahan api (fire doors) minimal 120 menit produk BOSTINCO atau yang setara. Kaca Berwarna. 5. Untuk pemasangan fire doors tersebut dilengkapi :  Door Closer  Hinge (engsel)  Handle and back plate  Kunci cylinder. Ketika pelaksanaan pekerjaan plesteran. BAHAN 5. jendela bovenlicht. Ukuran dan ketebalan kaca sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.1 Kaca Polos. 18.Spesifikasi Umum. Kaca berwarna harus merupakan lembaran kaca polos yang diberi warna dengan menambahkan sedikit logam pewarna pada bahan baku kaca. Administrasi dan Teknis Halaman : . alumunium telah terpasang maka kosen tersebut harus tetap terlindungi oleh Lacquer Film atau plastic tape agar kosen tetap terjamin kebersihannya. Penyekrupan harus tidak terlihat dari luar dengan skrup kepala tanam galvanized sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan harus kedap air. Contoh kaca yang akan dipakai harus diperlihatkan kepada Pengawas paling lambat 2 (dua) minggu sebelum dipasang.

daun pintu.1. Administrasi dan Teknis Halaman : . Neoprene/Gasket atau bahan sintetis lainnya yang setara untuk perlengkapan pemasangan kaca pada rangka alumunium.3. .3.3.2 Ukuran-ukuran kaca dan cermin yang tertera dalam Gambar Kerja adalah ukuran yang mendekati sesungguhnya. Sela untuk Gasket harus ditambahkan sesuai dengan jenis gasket yang digunakan.1.1 Umum.3.Spesifikasi Umum. 5.1 Sela dan Toleransi Pemotongan. Merek-merek tersebut baru boleh dilepas setelah mendapatkan persetujuan dari Pengawas Lapangan. bingkai partisi dan bagian-bagian lain yang akan diberikan kaca harus diperiksa bahwa mereka dapat bergerak dengan baik. tanpa cacat dan dari kualitas baik seperti Miralux dari adari Asahimas atau yang setara.3. 5. 5.35 Cermin harus merupakan jenis clear mirror dengan ketebalan merata. 5.2 Persiapan Permukaan. Kedalaman celah minimal 16 mm. Sela dan toleransi pemotongan sesuai ketentuan berikut : Sela bagian muka antara kaca dan rangka nominal 3mm.2.3 Semua bahan harus dipasang dengan rekomendasi dari pabrik. Dimensi Neoprene/Gasket yang dibutuhkan disesuaikan dengan ketebalan kaca dan jenis profil alumunium yang digunakan. Setiap kaca harus tetap ditempeli merek pabrik yang menyatakan tipe kaca. Ukuran dan ketebalan cermin sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. daun jendela. 5.2. PELAKSANAAN 5. atau menurut petunjuk dari Pengawas Lapangan. Sela bagian tepi antara kaca dan rangka nominal 6mm.  Sebelum kaca-kaca dipasang.1. Pemasangan harus dilakukan oleh tukang-tukang yang ahli dalam bidang pekerjaannya. Toleransi pemotongan maksimal untuk seluruh kaca adalah + 3 mm atau -1.5 mm.5 Neoprene/Gasket.3. 5.3. ketebalan kaca dan kualitas kaca. Ukuran kaca yang sebenarnya dan besarnya toleransi harus diukur ditempat oleh Kontraktor berdasarkan ukuran di tempat kaca atau cermin tersebut akan dipasang. bila dikehendaki lain.1 5.2. 5.  Daun pintu dan daun jendela harus diamankan atau dalam keadaan terkunci atau tertutup sampai pekerjaan pemolesan dan pemasangan kaca selesai.2 Pemasangan Kaca.3.

tenaga dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini. permukaan kaca harus bebas dari debu.2. 6.3.2. Semua alat harus disimpan dalam tempat yang kering dan terlindung dari kerusakan.  Neoprene/Gasket dipasang pada bilang antar kusen dengan daun pintu dan jendela. Contoh Contoh bahan beserta data teknis/brosur bahan alat penggantung dan pengunci yang akan dipakai harus diserahkan kepada Konsultan MKuntuk disetujui. tidak ada lagi merek perusahaan.3. VI PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI KETERANGAN Semua daun pintu dan jendela dipasangi alat penggantung dan kunci yang sesuai. BAB 6.  Pada waktu penyerahan pekerjaan.  Setiap pemasangan kaca pada daun pintu dan jendela harus dilengkapi dengan Neoprene/Gasket yang sesuai. PROSEDUR UMUM a. kotoran-kotoran dalam bentuk apapun. Pekerjaan alat penggantung dan pengunci ini mencakup semua kegiatan pemasangan kunci dan alat-alat penggantung pada daun pintu dan jendela.1.2.3 Neoprene/Gasket dan Seal.4 Pemasangan Cermin.  Cermin harus dipasang lengkap dengan sekrup-sekrup kaca yang memiliki dop penutup stainless steel.Spesifikasi Umum. Konsultan MK berhak menolak bahan maupun pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan dan Kontraktor harus menggantinya dengan yang sesuai. pecah atau kurang baik harus diganti oleh Kontraktor tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek.  Semua kaca yang retak. sebelum dibawa kelokasi proyek.36   Permukaan semua celah harus bersih dan kering dan dikerjakan sesuai petunjuk pabrik. Administrasi dan Teknis Halaman : . semua kaca harus sudah dalam keadaan bersih. 5. Segala hal yang diakibatkan karena hal di atas menjadi tanggung jawab Kontraktor. meliputi pengadaan bahan. tiap alat harus dibungkus rapi dan masing-masing dikemas dalam kotak yang masih utuh lengkap dengan nama pabrik dan mereknya.3. Sebelum pelaksanaan. 5.2. b. c. kusen dengan dinding yang berfungsi sebagai seal pada ruang yang dikondisikan. Ketidaksesuaian. lembab dan lapisan bahan kimia yang berasal dari pabrik. Pengiriman dan Penyimpanan Alat penggantung dan pengunci harus dikirimkan ke lokasi proyek dalam kemasan asli dari pabrik pembuatannya. BAHAN . 5.5 Penggantian dan Pembersihan.  Penempatan sekrup-sekrup harus sedemikian rupa sehingga cermin terpasang rata dan kokoh pada tempatnya seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

6. Pengunci jendela untuk jendela dengan engsel atau tipe friction stay seperti tipe Gracia 119 Wilka atau yang setara. kayu atau alumunium).Badan kunci tipe tanam (mortice lock) yang terbuat dari bahan baja lapis seng stainless steel hair line dengan jenis dan ukuran yang disesuaikan dengan jenis bahan daun pintu (besi. 7. Pengunci Jendela. 3. Hak Angin.Kecuali ditentukan lain. face plate. Semua bahan harus anti karat untuk semua tempat yang memiliki nilai kelembapan lebih dari 70%. 8. . seperti tipe 2301 buatan Wilka atau setara. . type Rioby 456/240 atau 6800/1150/300. Penahan Pintu (Door Stop).Ketentuan Bahan dan finishing engsel adalah dari bahan Nikel Stainless steel dengan finish stainless steel hair line.Engsel tipe kupu-kupu untuk jendela harus berukuran 76mm x 64mm x 2mm. Kecuali ditentukan lain. . dengan 3 (tiga) buah anak kunci. Semua kunci harus terdiri dari : . yang dilengkapi dengan lidah siang (latch bolt). . engsel untuk semua jendela harus dari tipe friction stay 20”. 4. 2. semua alat penggantung dan pengunci yang didatangkan harus sesuai dengan tipe-tipe tersebut dibawah. Rangka Bagian Dalam. Engsel. kualitas baik. seperti tipe 2302 buatan Wilka atau setara. Umum Semua bahan/alat yang tertulis dibawah ini harus seluruhnya baru. CISA atau setara (type akan detentukan kemudian) dengan sistem Master Key.Kunci tipe silinder dengan dua kali putar yang terbuat dari bahan kuningan atau Nikel stainless steel. lubang silinder. harus dari tipe kupu-kupu berukuran 102mm x 76mm x 2mm dengan ball bearings. dari ukuran yang sesuai dengan ukuran dan berat jendela. 5. Semua pintu ganda harus dilengkapi dengan grendel tanam atas bawah yang sesuai atau setara dengan produk Wilka atau setara.Kecuali ditentukan adanya penggunaan engsel kupu-kupu.37 a. lubang untuk pegangan pintu dan dilengkapi strike plate. Kunci untuk semua pintu luar dan dalam harus sama atau setara dengan merek Wilka. Grendel Tanam/Flush bolt. buatan pabrik yang dikenal dan disetujui. Hak angin untuk jendela yang menggunakan engsel tipe kupu-kupu seperti dari tipe Gracia 401 Wilka atau setara. . Alat Penggantung dan Pengunci. Pull Handle b. . .Handle/pegangan bentuk gagang atau kenop diatas plat yang terbuat dari bahan Nikel stainless steel dan finishing stainless steel hair line. Administrasi dan Teknis Halaman : . umum. 1. engsel untuk pintu alumunium tipe ayun dengan bukaan satu arah. Kend. lidah malam (dead bolt). seperti Wilka atau IHS atau setara.Spesifikasi Umum. atau setara. Penahan pintu untuk mencegah benturan daun pintu dengan dinding seperti tipe Wilka Art 728.

kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar Kerja. dengan cara pemasangan sesuai petunjuk dari pabrik pembuatnya dalam Gambar Kerja. pelat penutup muka dan pelat kunci.  Semua pintu memakai kunci pintu lengkap dengan badan kunci. Pemasangan Jendela.  Lubang untuk pemasangan kunci dan engsel harus dibuat persis dan tidak boleh longgar. Umum.  Semua peralatan tersebut harus terpasang dengan kokoh dan rapih pada tempatnya. untuk menjamin kekuatan serta kesempurnaan fungsinya. handle/pelat.PEMKO S88 b.  Semua pintu dipasangkan ke kusen dengan menggunakan 3 (tiga) buah engsel. Administrasi dan Teknis Halaman : . Perlengkapan lain 1.3. salah satunya harus dipasang slot tanam sebagaimana mestinya. . PELAKSANAAN PEKERJAAN a.  Engsel bagian atas untuk pintu kaca menggunakan pin yang bersatu dengan bingkai bawah pemegang pintu kaca. Warna/Lapisan.PEMKO S2/S3  Fireproof . dengan cara pemasangan sesuai petunjuk dari pabrik pembuatnya. 6. Untuk pemasangan engsel ke kusen Alumunium harus diberi closer dari kayu tebal min 3 cm x panjang kusen yang kuat dan dari kayu bermutu baik (Kamper atau Jati) yang dipasang di balik atau di dalam kusen Alumunium.  Pemasangan semua alat penggantung dan pengunci harus sesuai dengan persyaratan serta sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya.Spesifikasi Umum. dan setiap jendela harus dilengkapi dengan sebuah pengunci. Door closer : eks Dorma atau GEZE 2.  Daun jendela dengan engsel tipe kupu-kupu dipasangkan ke kusen dengan menggunakan engsel dan dilengkapi hak angin.38 Pegangan pintu yang memakai floor hing atau semi frame less menggunakan handle buka setara produk Wilka type Art TG 9335 SS atau setara.  Semua pintu memakai kunci tanam lengkap dengan pegangan (handle). 9.  Penempatan engsel harus sesuai dengan arah buakaan jendela yang diinginkan seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Gasket Ketentuan pemasangan gasket pada pintu adalah sebagai berikut :  Airtight .  Daun jendela tidak berengsel dipasangkan ke kusen dengan menggunakan friction stay yang merangkap sebagai hak angin. Semua alat penggantung dan pengunci harus berwarna stainless steel hair line.  Pemasangan engsel atas berjarak maksimal 120mm dari tepi atas daun pintu dan engsel bawah berjarak maksimal 250mm dari tepi bawah daun pintu. c. d. Semua alat kunci harus dipasang dengan sekrup secara lengkap Pemasangan Pintu.  Kunci pintu dipasang pada ketinggalan 1000mm dari lantai. sedang engsel tengah dipasang diantar kedua engsel tersebut. kecuali bila ditentukan lain.  Setiap daun jendela dipasangkan ke kusen dengan menggunakan 2 (dua) buah engsel type friction stay dan harus dilengkapi dengan 1 (satu) buah alat pengunci/window lock yang memiliki pegangan.  Pada pintu yang terdiri dari dua daun pintu. silinder.

b. PELAKSANAAN a. fasilitas penyandang cacat menggunakan pipa stainles steel  2” produk Bakeri atau yang setara.Glynn Johnson DP2  Untuk lantai marmer . Pipa railing untuk tangga darurat menggunakan pipa BSP  2” di cat duco.PEMKO 320 AN  Weatherproof . Railing : fasilitas penyandang cacat (Ramp) dan tangga darurat. 7. tenaga kerja dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini.1. harus memakai las listrik. Semua kelengkapan yang perlu demi kesempurnaan pemasangan harus diadakan. tekukan dan hubungan terbuka. meliputi pengadaan bahan. Railing tangga entrance. Semua bagian yang dilas harus diratakan dan difinish sehingga sama dengan permukaan sekitarnya.Modrtz 7053 Semua perlengkapan yang akan dipakai harus diberikan contohnya terlebih dahulu kepada Konsultan MKuntuk disetujui bersama dengan Konsultan Perencana. Contoh itu harus memperlihatkan kualitas pengelasan dan penghalusan untuk standar dalam pekerjaan ini. Pengerjaan di bengkel ataupun di lapangan harus mendapat persetujuan Pengawas. Dust Strike Tipe Dust Strike yang digunakan adalah :  Type lantai/threshold . d. BAB 7. BAHAN a. b.PEMKO S2/S3 3. Pengerjaan harus yang sebaik-baiknya. kecuali ditunjukkan lain. Bila memakai pengikat-pengikat lain seperti clip keling dan lainlain yang tampak harus sama dalam finish dan warna dengan bahan yang diikatnya.39  Smokeproof . c. Administrasi dan Teknis Halaman : .Spesifikasi Umum. . Contoh bahan-bahan yang akan dipakai harus diperlihatkan kepada Pengawas untuk disetujui. Tenaga kerja yang melakukan hal ini harus benar-benar ahli dan berpengalaman. seperti yang tercantum dalam gambar dan RKS.2. c. Semua pengerjaan harus diselesaikan bebas dari puntiran. Semua pengelasan. Standar / Rujukan: o American Society for Testing and Materials (ASTM) o American Welding Society (AWS) o American Institute of Steel Construction (AISC) o American National Standard Institute (ANSI) o Standar Nasional Indonesia (SNI) : SNI 03-1729-2002 – Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung 7. Mutu pipa yang digunakan adalah mild steel yang memenuhi persyaratan ASTM A-36 Bahan-bahan pelengkap harus dari jenis yang sama dengan barang yang dipasangkan dan yang paling cocok untuk maksud yang bersangkutan. Pekerjaan ini mencakup antara lain : a.PEMKO S88  Soundproof . walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar atau RKS ini. VII PEKERJAAN BESI / BAJA KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup semua pembuatan dan pemasangan pipa besi dan baja.3.

d. Administrasi dan Teknis Halaman : . Rangka plafond menggunakan sistem metal furing dan cross tee main tee terbuat dari bahan galvalume tebal 0.Spesifikasi Umum. Pemasangan penutup langit-langit harus ditimbang rata air agar mendapatkan permukaan yang benar rata. tebal minimal 9 mm produksi Jaya Board atau setara. PELAKSANAAN a. f. c. Untuk mendapatkan hasil permukaan yang benar-benar rata pada setiap sambungan harus dilapisi dengan base bond dan paper tape dari produk yang sama dengan papan penutup langit-langit dengan lubang dan garis tengah pelaksanaan sesuai brosur petunjuk. Rangka penggantung dipasang berjarak maksimum 120 cm sedangkan untuk rangka pembagi berjarak maksimum 60 cm atau sesuai prosedur pabrik dan gambar rancangan pelaksanaan Pemasangan paku atau sekrup harus diberi jarak 10 mm (minimal) dan maksimal 16 mm dari pinggir bahan penutup. Sambungan pada pemasangan penutup langit-langit antara satu dengan lainnya adalah serapat mungkin tanpa jarak yang pemasangannya dilakukan zig zag. 8. BAB 8. g. BS 1230 atau ASTM C 36. Bahan yang digunakan untuk list plafond adalah terbuat dari gypsum ukuran 50 x 50 mm atau sesuai pada gambar rancangan pelaksanaan. produk Jabasemen atau Harflex. BAHAN a.1. Semua untuk pekerjaan ini harus mengacu pada gambar rencana. List langit-langit dipasang pada setiap permukaan antara dinding dan plafond dengan cara pemasangan menggunakan paku atau sekrup sedemikian rupa sehingga pangkal paku atau sekrup dapat masuk ke dalam bahan penutup langit-langit. d. meliputi penyediaan alat. Bahan terpasang harus dalam keadaan utuh. b. Jarak antara paku sekrup pada bagian tepi gypsum berjarak 20 cm sedangkan pada bagian tengah penutup langit-langit jarak antara paku sekrup adalah 30 cm.2. Untuk pekerjaan plafond dengan menggunakan gypsum datar tanpa nat. g. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini. .40 e. c. f. Pemasangan (penyambungan dan pemasangan accesorise) harus dilakukan oleh tukang yang ahli dan berpengalaman. kuat.3. 8.55 mm sesuai gambar rancangan pelaksanaan produk Janindo atau setara. Bahan yang dipakai pada pekerjaan ini adalah gyp-board dan gyp-tile dengan ukuran sesuai pada gambar perencanaan. Semua railling tangga utama harus terbungkus crome/stainles steel kecuali disebutkan lain. Lubang-lubang untuk baut harus dibor dan dipunch. Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya termasuk perlengkapannya. produk Jaya Board. permukaan rata dan tanpa cacat lainnya. e. Papan gipsum harus dari tipe standar yang memenuhi ketentuan AS 2588. kecuali ditentukan lain. Lubang bekas b. Knauf atau Elephant. GRC 6 mm untuk plafon teritisan atap bagian luar. VIII PEKERJAAN LANGIT-LANGIT DAN DINDING PARTISI KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup pembuatan dan pemasangan langit-langit dengan berbagai bahan penutup langit-langit sesuai dengan gambar dan RKS.

b. i. pengadaan bahan.Spesifikasi Umum. Administrasi dan Teknis Halaman : . Gambar Detail Pelaksanaan harus memperlihatkan dimensi. Sebelum pelaksanaan. Kontraktor wajib membuat dan menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan kepada Pengawas Lapangan untuk diperiksa dan disetujui. tenaga kerja dan alat kerja serta pemasangan partisi dan perlengkapannya. baik sebelum dan selama pemasangan. dan detail penyelesaian lainnya. DINDING PARTISI a. cara pengencangan dan penyelesaian. .  Bahan yang didatangkan harus dilengkapi dengan label. Langit-langit tanpa penutup/exposed beton di ruang-ruang yang tidak tertutup harus dirapikan. Prosedur Umum  Contoh Bahan dan Data Teknis. Kontrktor harus menyerahkan contoh dan data teknis/brosur bahan yang akan digunakan. dat teknis dari pabrik pembuat untuk menjamin bahwa bahan yang didatangkan tersebut sesuai dengan yang telah disetujui. menggunakan paku baut eternit yang cukup jumlahnya.41 paku atau sekrup harus ditutup dengan plamir/compound dari bahan gypsum sampai tak terlihat bekas lubang. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini. meliputi penyediaan alat. Sebelum pengadaan bahan. detail-etail pertemuan. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup pngangkutan.  Gambar Detail Pelaksanaan. Letak paku – paku tersebut harus diatur dan beraturan jaraknya.  Rangka Metal. Langit – langit GRC dicat tembok dengan warna yang ditetapkan oleh Konsultan Perencana. untuk disetujui Pengawas Lapangan. Pekerjaan ini mencakup pembuatan dan pemasangan langit-langit dengan berbagai bahan penutup langit-langit sesuai dengan gambar dan RKS.  Pengiriman dan Penyimpanan  Semua bahan yang didatangkan harus disimpan ditempat yang terlindung sehingga terhindar dari kerusakan.4. Pemasangan GRC Langit – langit GRC (teritisan) dipaku pada rangka plafond dengan hati – hati. 8. sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini. Bahan-bahan  Umum Semua bahan yang akan digunakan untuk pekerjaan partisi harus berasal dari produk yang dikenal seperti disebutkan dalam Spesifikasi ini dan sesuai dengan persetujuan Pengawas Lapangan. c. Permukaan seluruh bidang langit – langit GRC harus datar air / waterpass tanpa nat. Pertemuan langit – langit dengan dinding tidak bercelah. tata letak. h.

. Administrasi dan Teknis Halaman : . Panel partisi harus dipasang dengan cara sedemikian rupa untuk mengurangi jumlah sambungan sebanyak mungkin. 12. Pemasangan. Belokan/lekukan pada dinding harus dipasang lipatan sudut yang sesuai pada bidang sisi papan Gypsum sehingga didapat hasil belokan/lekukan yang benarbenar lurus dan siku. Jenis papan Gypsum yang digunakan mempunyai bagian tepi melandai. d. Rangka vertikal terpasang dengan jarak maksimal 60 cm (AS). pekerjaan-pekerjaan yang lain yang tertanam didalamnya harus sudah selesai dikerjakan dan diuji sehingga tidak menimbulkan adanya pembongkaran dan pemasangan papan Gypsum kembali.Spesifikasi Umum. 2. 10. 1. Papan gipsum untuk panel partisi harus dari tipe standar yang memiliki ketebalan minimal sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja dan memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis 09250. Rangka terbuat dari bahan metal galvalume tebal 0. Jaindo atau yang setara. atau Krauf sesuai dengan rekomendasi produsen Gypsum yang dipakai. Pemasangan paku skrup harus diberi jarak minimal 10 cm dari tepi Gypsum untuk setiap sambungan. 9. Pemasangan Gypsum pada rangka dilaksanakan dengan menggunakan paku skrup stainless steel setiap jarak 20 cm untuk bagian tepi Gypsum dan 30 cm untuk pemasangan bagian tengah lembar Gypsum yang dipasang secara tegak lurus bidang muka Gypsum dan rangkanya.75 mm dan lebar 92 (CS) produk PT. Apabila diperlukan maka untuk produk Gypsum yang digunakan setidaknya produsen produk yang bersangkutan harus dapat memberikan supervisi terhadap pelaksanaan pemasangan produknya. 3. Sebelum pemasangan panel Gypsum. Setiap pertemuan sudut partisi harus dapat menghasilkan hasil akhir yang lurus dan siku (runcing) dan dipasang wall engle. 11. Sambungan antar panel Gypsum harus ditutup dengan pita perekat dan ditutup dengan compound serta dihaluskan/diratakan hingga membentuk permukaan yang rata. Bahan yang dipakai untuk dinding partisi adalah panel Gypsum tebal 10 mm jenis standar. 4.42 Rangka metal untuk pemasangan dan penumpu panel partisi harus dibuat dari bahan baja ringan lapis seng dan alumunium seperti Zincalume atau Galvalum.55-0. Rangka dinding partisi yang digunakan adalah „Metal Stud System‟ sesuai rekomendasi produsen Gypsum yang dipakai. Dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk suatu rangkaian yang kokoh dan kuat dengan sambungan pada posisi yang tepat serta kelurusan permukaan benarbenar lurus. Pelaksana pemasangan harus dapat menunjukkan sertifikat/surat rekomendasi pemasangan dari produsen Gypsum yang dipakai. 7.  Papan Gipsum. 6. 5. 8.

Keramik yang didatangkan harus disetujui oleh Pengawas Lapangan. Bagi area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint. dengan ketebalan rata – rata 2. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh. Bahan yang didatangkan harus dalam keadaan baik. 9. Lokal. Ubin Keramik Keramik untuk pelapis dinding yang dipakai buatan dalam negeri. keramik dinding agar direndam dalam air terlebih dahulu. sisinya tidak lurus. Pemasangan keramik Pemasangan keramik dinding sebaiknya pada tahap akhir. Batu Palimanan dengan finishing permukaan rata dan flamed. Perbandingan adukan dan ketebalan rata – rata yang dianjurkan adalah Semen : Pasir = 1 : 4. Pengiriman bahan ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label/merek dagang yang utuh dan jelas. Keramik yang tidak rata permukaan dan warnanya.Spesifikasi Umum. b. retak atau cacat lainnya. Karena sifat alamiah dari produk keramik. asal batu yang dimaksud adalah ex. yang . setelah itu segera bersihkan dengan air bersih. cukup kering dan rata air. Sebelum dipasang. meliputi penyediaan alat.1. Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air. 9.43 BAB 9. Bersihkan segera bekas adukan dari permukaan keramik. kondisi baik dan kuat tanpa ada cacat. dapat digunakan bahan pembersih yang ada di pasar dengan kadar asam tidak lebih dari 5 %. Administrasi dan Teknis Halaman : . Warna akan ditentukan kemudian oleh konsultan perencana dan owner.0 cm. sudut-sudutnya tidak siku. Khusus untuk dinding luar diberi tali air per jarak tertentu dengan mempertimbangkan desainnya. baik permukaan dasar maupun di badan belakang keramik dinding yang terpasang. Ukuran batu yang akan dipasang disesuaikan dengan gambar perencanaan. Keramik harus dari kualitas yang baik atau KW 1 dan dari merek yang dikenal yang memenuhi ketentuan SNI seperti (Roman atau Asia Tile). untuk menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai. Permukaan dinding yang akan dipasang keramik harus bersih. tanpa cacat. agar tidak menerima beban terlalu berat. Pemasangan keramik dinding dimulai dari tulangan ini. Batu yang ditempel harus dalam keadaan utuh. Barang yang didatangkan harus disetujui oleh Pengawas Lapangan. BAHAN a. utuh kuat. berukuran 20x25 ditempat-tempat sesuai dengan gambar perencanaan dan scedule finishing. Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2. bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini.5% dari keseluruhan bahan terpasang untuk diserahkan kepada Pemilik Proyek. Bahan yang didatangkan harus dalam keadaan baik.3. Lebar nat yang dianjurkan untuk dinding adalah 2 mm. IX PEKERJAAN PELAPISAN DINDING KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup pemasangan pelapis dinding ruangan-ruangan dalam bangunan dan luar bangunan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan RKS ini. Stone Cladding Batu tempel yang dipakai adalah jenis batu Andesit. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga / dinding yang ada. dengan campuran pengisi nat (Grout) bahan khusus AM 50. PELAKSANAAN a. tidak boleh dipasang. utuh kuat.2. tanpa cacat rongga atau porous.

Ubin penutup lantai yang dipakai ukuran 30 x 30 cm dari jenis Homogeneous Tile. produk setara Granito dan Esenza serta keramik 10 x 20 cm. dapat terjadi perbedaan warna dan ukuran. b. Pemasangan border keramik Bahan yang terpasang harus dalam keadaan baik. sesuai dengan petunjuk Pengawas Lapangan. batu tempel dipasang dengan spasi 1 : 3 dipasang sesuai gambar perencanaan rapat tanpa spasi atau sesuai gambar perencanaan. Administrasi dan Teknis Halaman : . BAHAN a. Ubin-ubin keramik yang akan dipasang harus mulus dan bebas cacat. Semua keramik dan granit tile yang akan diipakai harus berada dalam kotak aslinya.1. Kontraktor wajib menyediakan cadangan sebanyak 2. BAB 10. Setelah terpasang permukaan harus segera dibersihkan dari segala kotoran dan noda atau bekas semen yang menempel. Dinding keramik maupun granit yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda/kotoran yang melekat sehingga benar-benar bersih. Setelah terpasang segera dibersihkan dari segala kotoran atau noda yang menempel. 10. warnanya tidak kusam. Untuk border keramik dipasang sesuai lebar keramik atau tepat di atas keramik dinding terpasang. Semua bahan buatan dalam negeri (produk Asia Tile atau Roman atau Impero). Kontraktor harus menyerahkan contoh dan katalog/persyaratan teknis operatif dari pabrik pembuat kepada Pengawas untuk memperoleh persetujuan. Sebelum keramik dan homogeneus tile dibawa ke tempat pekerjaan. Keramik dipasang secara teliti dan rapi. Corak dan warna ubin kramik akan ditetapkan kemudian oleh Konsultan Perencana. meliputi penyediaan bahan. X PEKERJAAN PENUTUP LANTAI KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan penutup lantai dalam bangunan dan teras-teras termasuk plin dan tangga. Pemasangan batu tempel / granit Seperti Halnya keramik. b. Lebar dan kedalaman siar-siar harus sama (maksimal 3 mm untuk dinding keramik dan 1 mm untuk dinding granit) dan siar harus membentuk garis-garis lurus. Plesteran dinding dan pasangan keramik harus benar-benar rata/lurus dalam satu bidang. Siar-siar itu diisi dengan bahan pengisi warna (grout semen berwarna). stairnose ukuran 5 x 20. 10.Spesifikasi Umum. 20 x 20.5% dari keseluruhan bahan terpasang untuk diserahkan kepada Pemilik Proyek. Nat/siar harus lurus vertikal atau horisontal dengan keramik ukuran 20 x 25. PELAKSANAAN . untuk ini periksa dan pastikan keramik dinding yang akan dipasang mempunyai seri dan golongan ukuran yang sama. tenaga dan peralatan untuk pekerjaan ini. c.44 disebabkan proses pembakaran pada temperatur tinggi. Pengiriman ubin ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label/merek dagang yang utuh dan jelas.3. Pekerjaan ini harus dikerjakan oleh tukang yang bebenar terampil dan berpengalaman. seperti yang tercantum dalam gambar dan RKS. Pemotongan ubin keramik harus menggunakan alat pemotong khusus. utuh dan rapi.2.

untuk menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai. .5 – 10 cm. dapat digunakan bahan pembersih yang ada di pasar dengan kadar asam tidak lebih dari 5 %. pendempulan. FLOOR HARDENER 1. dapat terjadi perbedaan warna dan ukuran. XI PEKERJAAN PENGECATAN KETERANGAN Pekerjaan ini mencakup semua pekerjaan yang berhubungan dan seharusnya dilaksanakan dalam pengecatan dengan bahan-bahan emulsi. untuk ini periksa dan pastikan keramik lantai yang akan dipasang mempunyai seri dan golongan ukuran yang sama. cukup kering dan rata air. STANDAR / RUJUKAN  PUBB 1973 NI-3. kayu. tenaga dan semua peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini. 4. plesteran tembok dan beton. Sebelum dipasang. yang disebabkan proses pembakaran pada temperatur tinggi. sesuai dengan petunjuk pabrik bahan yang bersangkutan. Floor hardener dilaksanakan khusus pada lantai ramp menggunakan produk fosroc atau setara. Tambahan semen yang disebarkan baris demi baris selebar 10 – 15 cm dan difinish ratakan dengan trowel besi. Karena sifat alamiah dari produk keramik. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga / lantai yang ada. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh.55  Slump test 7. dan permukaan-permukaan lain yang disebut dalam gambar dan RKS. cat dasar. baik permukaan dasar maupun di badan belakang keramik lantai yang terpasang. enamel.45 a. dengan ketebalan rata – rata 2 . 2. Pemasangan keramik lantai dimulai dari tulangan ini. Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air. Perbandingan adukan dan ketebalan rata – rata yang dianjurkan adalah Semen : Pasir = 1 : 6. Penyebaran bahan floor hardener dilakukan dalam 2 tahap hingga total mencapai kepadatan 5 kg/m2 atau sesuai petunjuk dari produsen pembuatnya. 5. Bagi area yang luas dianjurkan untuk diberi expansion joint. 10. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan. Bersihkan segera bekas adukan dari permukaan keramik. baik yang dilaksanakan sebagai pekerjaan permulaan. Sebelum penerapan floor hardener plat dasar beton harus disiapkan sedemikian rupa hingga memenuhi kondisi sebagai berikut :  Mempunyai kandungan semen 300 kg/m  Rasio kandungan air maksimum 0. Pemasangan Pekerjaan ini harus dilakukan dengan serapi-rapinya oleh tukang yang benar-benar ahli dan berpengalaman.1. Administrasi dan Teknis Halaman : . BAB 11.Spesifikasi Umum. politur/teak oil. Permukaan lantai yang akan dipasang keramik harus bersih.  Steel Structures Painting Council (SSPC).4.4 cm. Lebar nat yang dianjurkan untuk lantai adalah 4 . Yang dicat adalah semua permukaan baja/besi. b.5 mm kecuali untuk keramik type cuting dan homogeneus tile. Pemasangan ubin keramik dan homogeneus tile Pemasangan keramik lantai sebaiknya pada tahap akhir. ditengahtengah dan akhir. setelah itu segera bersihkan dengan air bersih. 3. keramik lantai agar direndam dalam air terlebih dahulu. dengan campuran pengisi nat (Grout) bahan khusus AM 50. Pemolesan dilaksanakan dengan trowel sebanyak 3 kali yaitu untuk menghilangkan perbedaan warna dan setelah permukaan mulai mengeras untuk meratakan permukaan floor hardener.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 46

  

Swedish Standard Institution (SIS). British Standard (BS). Petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat.

11.2.

BAHAN a. Umum. 1. Cat harus dalam kaleng/kemasan yang masih tertutup patri/segel, dan masih jelas menunjukkan nama/merek dagang, nomor formula atau Spesifikasi cat, nomor takaran pabrik, warna, tanggal pembuatan pabrikpetunjuk dari pabrik dan nama pabrik pembuat, yang semuanya harus masih absah pada saat pemakaiannya. Semua bahan harus sesuai dengan Spesifikasi yang disyaratkan pada daftar cat. Pemakaian bahan-bahan pengering atau bahan-bahan lainnya tanpa persetujuan Pengawas tidak diperbolehkan. Selambat-lambatnya sebulan sebelum pekerjaan pengecatan dimulai, Kontraktor harus mengajukan daftar tertulis dari semua bahan yang akan dipakai untuk disetujui oleh Pengawas Lapangan. Konsultan MK berhak menguji contoh-contoh sebelum memberikan persetujuan. Untuk menetapkan suatu standar kualitas, disyaratkan bahwa semua cat yang dipakai harus berdasarkan/mengambil acuan pada cat-cat hasil produksi Mowilex, Dulux atau Levis – Akzo Nobel. b. Cat Dasar. Cat dasar yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut atau setara : Water-based sealer untuk permukaan pelesteran, beton, papan gipsum dan panel kalsium silikat. Masonry sealer untuk permukaan pelesteran yang akan menerima cat akhir berbahan dasar minyak. Wood primer sealer untuk permukaan kayu yang akan menerima cat akhir berbahan dasar minyak. Solvent-based anti-corrosive zinc chomate untuk permukaan besi/baja. Undercoat. Undercoat digunakan untuk permukaan bidang baru yang belum pernah dicat sebelumnya. Cat Akhir. Cat akhir yang digunakan harus sesuai dengan daftar berikut, atau yang setar : Emulsion untuk permukaan interior pelesteran, beton, papan gipsum dan panel kalsium silikat. Emulsion khusus untuk permukaan eksterior pelesteran, beton, papan gipsum dan panel kalsium silikat. High quality solvet-based high quality gloss finish untuk permukaan interior pelesteran dengan cat dasar masonry sealer, kayu dan besi/baja. Khusus untuk bagian luar yang tidak terlindung atap dipakai jenis Weathershield

c.

d.

11.3.

PELAKSANAAN a. Pelaksanaan Pekerjaan Pembersihan, Persiapan dan Perawatan Awal Permukaan. Umum. Semua peralatan gantung dan kunci serta perlengkapan lainnya, permukaan polesan mesin, pelat, instalasi lampu dan benda-benda sejenisnya yang

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 47

-

-

berhubungan langsung dengan permukaan yang akan dicat, harus dilepas, ditutupi atau dilindungi, sebelum persiapan permukaan dan pengecatan dimulai. Pekerjaan harus dilakukan oleh orang-orang yang memang ahli dalam bidang tersebut. Permukaan yang akan dicat harus bersih sebelum dilakukan persiapan permukaan atau pelaksanaan pengecatan. Minyak dan lemak harus dihilangkan dengan memakai kain bersih dan zat pelarut/pembersih yang berkadar racun rendah dan mempunyai titik nyala diatas 38oC. Pekerjaan pembersihan dan pengecatan harus diatur sedemikian rupa sehingga debu dan pecemar lain yang berasal dari proses pembersihan tersebut tidak jauh diatas permukaan cat yang baru dan basah.

1. Permukaan Pelesteran dan Beton. Permukaan pelesteran umumnya hanya boleh dicat sesudah sedikitnya selang waktu 4 (empat) minggu untuk mengering di udara terbuka. Semua pekerjaan pelesteran atau semen yang cacat harus dipotong dengan tepi-tepinya dan ditambal dengan pelesteran baru hingga tepi-tepinya bersambung menjadi rata dengan pelesteran sekelilingnya. Permukaan pelesteran yang akan dicat harus dipersiapkan dengan menghilangkan bunga garam kering, bubuk besi, kapur, debu, lumpur, lemak, minyak, aspal, adukan yang berlebihan dan tetesan-tetesan adukan. Sesaat sebelum pelapisan cat dasar dilakukan, permukaan pelesteran dibasahi secara menyeluruh dan seragam dengan tidak meninggalkan genangan air. Hal ini dapat dicapai dengan menyemprotkan air dalam bentuk kabut dengan memberikan selang waktu dari saat penyemprotan hingga air dapat diserap. 2. Permukaan Gipsum. Permukaan gipsum harus kering, bebas dari debu, oli atau gemuk dan permukaan yang cacat telah diperbaiki sebelum pengecatan dimulai. Kemudian permukaan gipsum tersebut harus dilapisi dengan cat dasar khusus untuk gipsum, untuk menutup permukaan yang berpori. Setelah cat dasar ini mengering dilanjutkan dengan pengecatan sesuai ketentuan Spesifikasi ini. 3. Permukaan Kayu. Permukaan kayu harus bersih dari minyak, lemak dan serbuk kayu gergajian, sisa pengamplasan serta kotoran lainnya, sebelum pelapisan cat dimulai. 4. Permukaan Barang Besi /Baja.  Besi/Baja Baru. Permukaan besi/baja yang terkena karat lepas dan benda-benda asing lainnya harus dibersihkan secara mekanis dengan sikat kawat atau penyemprtan pasir/sand blasting sesuai standar Sa21/2. Semua debu, kotoran, minyak, gemuk dan sebagainya harus dibersihkan dengan zat pelarut yang sesuai dan kemudian dilap dengan kain bersih. Sesudah pembersihan selesai, pelapisan cat dasar pada semua permukaan barang besi/baja dapat dilakukan sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan.  Besi/Baja Dilapis Dasar di Pabrik/Bengkel. Bahan dasar yang diaplikasikan di pabrik/bengkel harus dari merek yang sama dengan cat akhir yang akan diaplikasikan dilokasi proyek dan memenuhi ketentuan dalam butir 4.2. dari Spesifikasi Teknis ini.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 48

Barang besi/baja yang telah dilapis dasar di pabrik/bengkel harus dilindungi terhadap karat, baik sebelum atau sesudah pemasangan dengan cara segera merawat permukaan karat yang terdeteksi. Permukaan harus dibersihkan dengan zat pelarut untuk menghilangkan debu, kotoran, minyak, gemuk. Bagian-bagian yang tergores atau berkarat harus dibersihkan dengan sikat kawat sampai bersih, sesuai standar St 2/SP-2, dan kemudian dicat kembali (touch-up) dengan bahan cat yang sama dengan yang telah disetujui, sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan.  Besi/Baja Lapis Seng/Galvanized. Permukaan besi/baja berlapis seng/galvanized yang akan dilapisi cat warna harus dikasarkan terlebih dahulu dengan bahan kimia khsus yang diproduksi untuk maksud tersebut, atau disikat dengan sikat kawat. Bersihkan permukaan dari kotoran-kotoran, debu dan sisa-sisa pengasaran, sebelum pengaplikasian cat dasar.

b. Selang Waktu Antara Persiapan Permukaan dan Pengecatan. Permukaan yang sudah dibersihkan, dirawat dan/atau disiapkan untuk dicat harus mendapatkan lapisan pertama atau cat dasar seperti yang disayaratkan, secepat mungkin setelah persiapan-persiapan di atas selesai. Harus diperhatikan bahwa hal ini harus dilakukan sebelum terjadi kerusakan pada permukaan yang sudah disiapkan di atas. c. Pelaksanaan Pengecatan. Umum. Permukaan yang sudah dirapikan harus bebas dari aliran punggung cat, tetesan cat, penonjolan, pelombang, bekas olesan kuas, perbedaan warna dan tekstur. Usaha untuk menutupi semua kekurangan tersebut harus sudah sempurna dan semua lapisan harus diusahakan membentuk lapisan dengan ketebalan yang sama. Perhatian khusus harus diberikan pada keseluruhan permukaan, termasuk bagian tepi, sudut dan ceruk/lekukan, agar bisa memperoleh ketebalan lapisan yang sama dengan permukaan-permukaan di sekitarnya. Permukaan besi/baja atau kayu yang terletak bersebelahan dengan permukaan yang akan menerima cat dengan bahan dasar air, harus telah diberi lapisan cat dasar terlebih dahulu. Proses Pengecatan. Harus diberi selang waktu yang cukup di antara pengecatan berikutnya untuk memberikan kesempatan pengeringan yang sempurna, disesuaikan dengan kedaan cuaca dan ketentuan dari pabrik pembuat cat dimaksud. Penecatan harus dilakukan dengan ketebalan minimal (dalam keadaan cat kering), sesuai ketentuan berikut. a. Permukaan Interior Pelesteran, Beton, Gipsum. Cat Dasar : 1 (satu) lapis water-based sealer. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan emulsion. b. Permukaan Eksterior Pelesteran, Beton. Cat Dasar : 1 (satu) lapis water-based sealer. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan emulsion khusus eksterior.

e. Pemakaian zat pengencer tidak berarti lepasnya tanggung jawab kontraktor untuk memperoleh daya tahan cat yang tinggi (mampu menutup warna lapis di bawahnya). disaring secara menyeluruh dan juga agar seragam konsistensinya selama pengecatan. BAB 12. Pemasangan Kembali Barang-barang yang dilepas. Pada saat pengerjaan. cuaca dan metoda pengecatan. Cat dasar untuk permuakaan beton. Cat harus diaduk. gypsum board diberikan dengan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol. Permukaan Interior dan Eksterior Pelesteran dengan Cat Akhir Berbahan Dasar Minyak. d. Clading Panel.1. Penyimpanan. meja counter. Administrasi dan Teknis Halaman : . Cat dasar untuk permukaan papan gipsum deberikan dengan kuas dan dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol. Permukaan Kayu Cat Dasar : 1 (satu) lapis wood primer sealer. d. cat tidak boleh menunjukkan tanda-tanda mengeras. maka barang-barang yang dilepas harus dipasang kembali oleh pekerja yang ahli dalam bidangnya. . bahan dan tenaga untuk keperluan. Sesudah selesainya pekerjaan pengecatan. membentuk selaput yang berlebihan dan tanda-tanda kerusakan lainnya. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. meliputi penyediaan alat. plesteran. Pencampuran dan Pengenceran. suhu. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. dll sesuai gambar rencana. Cat dasar untuk permukaan besi/baja diberikan dengan kuas atau disemprotkan dan lapisan berikutnya boleh menggunakan semprotan. Metode Pengecatan.Spesifikasi Umum. Cat dasar untuk permukaan kayu harus diaplikasikan dengan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas. Permukaan Besi/Baja. Bila disyaratkan oleh kedaan permukaan. rol atau semprotan. Cat Dasar : 1 (satu) lapis masonry sealer. maka cat boleh diencerkan sesaat sebelum dilakukan pengecatan dengan mentaati petunjuk yang diberikan pembuat cat dan tidak melebihi jumlah 0.5 liter zat pengencer yang baik untuk 4 liter cat.49 c. Pekerjaan ini. Cat Akhir : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality gloss finish. XII PEKERJAAN PERABOT TETAP KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan fixed seperti furniture ditunjukkan dalam gambar. Undercoat : 1 (satu) lapis undercoat. Cat Dasar : 1 (satu) lapis solvent-based anti-corrosive zinc chromate primer.

Kayu yang akan diberi cat bukan transparan harus memiliki permukaan yang sesuai untuk penyelesaian cat berkualitas. Kayu. Kayu Lapis. retakan melingkar dan kantung kulit kayu. Kayu lapis harus memiliki venir muka dan belakang berkualitas sama. Semua kayu dan kayu lapis dan papan harus berasal dari pemasok yang dikenal yang dapat menjamin kualitas dan kadar air yang diminta. pemasangan. 12. 1. dari mutu IBB atau IAA standar SNI 01-2704-1999. Harus diperhatikan agar kadar air dimaksud tidak berubah selama pengangkutan.1987 – Spesifikasi Kayu Awet untuk Perumbahan dan Gedung. BAHAN a. d. memenuhi ketentukan PKKI (NI-5. celah. getah. STANDAR / RUJUKAN a.50 12. Standar Nasional Indonesia (SNI)  SNI 03-3233-1998 – Tata Cara Pengawetan Kayu untuk Bangunan Rumah dan Gedung. Mutu kayu dan jenis kayu yang ditentukan dalam Spesifikasi Teknis ini harus dari kualitas terbaik dan kelas awet II dan kelas kuat II.  SNI 01-2704-1999 – Kayu Lapis Penggunaan Umum.4. Bahan – bahan yang mengandung mata kayu / buhul mati yang besar dan lepas. dan berasal dari merek dagang yang dikenal baik serta terdiri dari jenis berikut : . Kadar Air. 12. Kayu lapis yang telah diawetkan di pabrik.Spesifikasi Umum.2. Contoh bahan harus diserahkan kepada Konsultan MKuntuk disetujui terlebih dahulu sebelum pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan.3. PROSEDUR UMUM Contoh Bahan. semua kayu untuk pekerjaan kayu halus harus dalam keadaan kering. 1. Kecuali ditentukan lain dalam Spesifikasi Teknis ini. Mutu dan Jenis Kayu. dan ketika didatangkan ke lokasi kadar air dalam batas – batas 6 – 11%. penyimpangan. 2. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (NI-5. dan yang membusuk atau diserang serangga tidak boleh digunakan.3. Mutu keawetan kayu lapis tidak boleh kurang dari yang telah ditetapkan.1961) dan untuk semua jenis pekerjaan kayu halus seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. mata kayu besar yang lepas atau mati. 1. b. e. retakan dan noda – noda dan kedua permukaannya teramplas rata. di-oven di pabrik. bebas dari goresan. Administrasi dan Teknis Halaman : . dan terdiri dari kayu Meranti Merah untuk lis langit – langit dan dinding. Semua kayu lapis interior untuk penyelesaian transparan harus mempunyai warna dan serat kayu yang seragam. Kayu yang akan menerima lapisan transparan harus bersih dan berkualitas terbai. c. Mutu. 1961) Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI-1982) Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (SK SNI S-04-1989-F) Standar Konstruksi Bangunan Indonesia (SKBI)  SKBI-4. 2. Kayu harus bebas dari susu. 2. harus memiliki kekuatan rekat yang tahan terhadap air dan cuaca.53. b.

sekrup. d. Perekat. Penyelesaian untuk semua permukaan kayu harus menggunakan cat duko atau melamic sesuai ketentuan gambar perencanaan. Kayu harus diselesaikan / diratakan pada empat sisinya. . Semua lem dan perekat yang digunakan harus dari jenis kedap air.Spesifikasi Umum. Pengawetan. Supreme Decoluxe atau yang setara. PELAKSANAAN a. atau kelihatan ada cacat – cacat lainnya pada pekerjaan kayu halus sebelum masa b. 4. Ukuran dan Pola. seperti paku. d. Semua jenis kayu dan kayu lapis yang dipasang tetap dalam bangunan atau struktur harus sudah diberi bahan pengawet. sesuai ketentuan SNI 01-2704-1999. Alat Pengencang. Kayu harus dikerjakan sesuai dengan pola / desain yang ditentukan dalam Gambar Kerja. e. c. serta kayu yang timbul atau cacat lain di permukaan yang terlihat. Sambungan harus rapat sedemikian rupa untuk mencegah penyusutan. angkur dan lainnya harus dari baja lapis galban / seng dalam ukuran sesuai petunjuk Gambar Kerja atau sesuai kebutuhan standar yang berlaku. bebas dari bekas mesin dan alat. Pekerjaan kayu yang telah selesai harus diamplas. Administrasi dan Teknis Halaman : . Laminasi dengan tebal minimum 0. Pengerjaan. c. 4 lapis untuk tebal 9 sampai dengan 15 mm dan 7 lapis untuk tebal 18 sampai dengan 25 mm. kikisan. Lapisan Pelindung. Sambungan pasak harus disetel dengan lem dan diberi baji dan untuk pekerjaan interior harus disemat. Kayu lapis yang akan digunakan harus memiliki ketebalan sesuai petunjuk Gambar Kerja dan digunakan pada tempat – tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Lapisan pelindung untuk meja (top Table/counter top) menggunakan pelapisan dengan HPL (High Pressure Laminated) Perbaikan Pekerjaan yang Tidak Sempurna.5. seperti buatan Formica.51 3. Laminasi. Ukuran kayu harus sesuai persyaratan PKKI (NI-5.8 mm dengan proses HPL (High Pressure Laminated) harus tahap terhadap panas dan memiliki warna serta corak yang akan ditentukan kemudian. Resopal. e. Jumlah minimal lapisan untuk kayu lapis harus terdiri 3 lapis untuk tebal 4 sampai dengan 6 mm. Kayu lapis biasa Kayu lapis dari jati (teakwood) Kayu lapis yang terdiri dari pecahan – pecahan atau bahan – bahan sisa pada bagian tengahnya tidak boleh digunakan. Bila diketahui pekerjaan – pekerjaan kayu tersebut menjadi mengkerut atau bengkok. Semua alat pengencang yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini. maka bagian permukaan yang dipotong tersebut harus diulas dengan bahan pengawet yang sama. 5. 1996). baut. Decoform. 12. Bila kayu yang telah diawetkan dipotong. seperti produk neoprene based / synthetic resin based seperti Fox atau yang setara.

XIII PEKERJAAN ALAT-ALAT SANITAIR KETERANGAN Bagian ini mencakup semua pekerjaan sanitair dan yang berhubungan seperti ditunjukkan dalam gambar. g. Semua bekas yang sudah tidak dapat digunakan lagi dan sampah – sampah harus disingkirkan dan dimusnahkan. Pembersihan.Spesifikasi Umum. siphon dan perlengkapan lainnya yang diperlukan. siphon dan perlengkapan lainnya. Administrasi dan Teknis Halaman : . 2. Persiapan. lengkap dengan keran.2. Dll 1. 4. BAHAN a.  Westafel Gantung Bahan porselen. Keran air (TOTO type T-23B13V7N dan T30ARQ13N untuk Pantry atau yang setara) Floor Drain (TOTO type square flange TX 1B) Towel Ring (TOTO Tipe TX 702AES atau setara) . puntung kayu dan kayu bekas harus dibersihkan secara teratur dan pada waktu penyelesaian pekerjaan. Wastafel  Wastafel Meja Bahan porselen. 5. Juga tidak menyebabkan rusaknya bahan – bahan yang bersentuhan. lengkap dengan keran. produk dalam negeri (setara TOTO tipe L 237 V1B atau American Standard). meliputi penyediaan bahan.52 pemeliharaan berakhir maka pekerjaan yang cacat tersebut harus dibongkar dan diganti hingga Konsultan MKmerasa puas dan pekerjaan – pekerjaan lainnya yang terganggung akibat pembongkaran tersebut harus dibetulkan atas biaya Kontraktor. L 830 V3 atau American Standard). Keran. 2. Semua tatal. produk dalam negeri (setara TOTO tipe L 521 V1A. siphon dan perlengkapan lainnya.1. produk dalam negeri (setara TOTO type CW 702J/SW784JP atau American Standard). hingga susut di bagian mana saja dan ke arah manapun tidak akan mengurangi / mempengaruhi kekuatan dan bentuk dari pekerjaan kayu yang sudah jadi. Water Closet Jongkok Bahan porselen. Floor Drain. f. lengkap dengan stop kran dan peralatan lain. b. Urinoir setara TOTO Type Moeslem U57M Sekat Urinoir Toto type A 100 Semua wastafel dan Sanitary yang lainnya sudah lengkap dengan keran. 4. lengkap dengan stop kran dan peralatan lain. 3. Water Closet Duduk Bahan porselen. produk dalam negeri (setara TOTO type CE 9/TV 150 NWV12 atau American Standard). 13. tenaga dan alat yang diperlukan. BAB 13. Susut (Mengkerut). penyambungan dan pemasangan semua pekerjaan kayu halus sedemikian rupa. Water Closet dan Wastafel Barang-barang yang akan dipakai adalah sebagai berikut : 1.

a. Floor drain harus dipasang dengan saringannya. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pemasangan alat-alat sanitair lain Kaca cermin dan tempat alat-alat pada wastafel harus dipasang sipat datar dan diskrupkan pada dinding. h. PELAKSANAAN Pemasangan semua peralatan/perlengkapan saniter harus dilakukan oleh ahli pemasangan barang sanitair yang berpengalaman. Tempat sabun hanya dipasang pada toilet yang ada bak airnya saja. dempul dan lainnya tidak diijinkan dipasang pada bidang-bidang pertemuan sambungan sampai semua sambungan dipasang kuat dan diuji. Pemipaan dari perlengkapan sanitasi ke pipa distribusi utama harus dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis 15100. vernis. Cat. Pasangan harus sedemikian sehingga bidang atas floor drain rata dan sebidang dengan bidang lantai. 6. Semua sela-sela antara floor drain dengan lantai. d. Semua saluran ekspos ke perlengkapan sanitasi harus diselesaikan sedemikian rupa sehingga tampak bersih dan rapih dan sesuai ketentuan Gambar Kerja dan petunjuk pemasangan dari pabrik pembuat.3. Bak cuci tangan tipe dinding ahrus dipasang sedemikian rupa sehingga puncak bagian luar alat-alat tersebut berada 800mm di atas lantai. 13. harus diisi dengan adukan 1 Pc : 2 Ps. Semua sambungan harus kedap air dan udara. Bak cuci tangan tipe pemasangan di meja harus dipasang pada ketinggian sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Bak cuci dari bahan stainless steel harus dipasang sedemikian rupa pada meja/kabinter seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. f. dan pekerjaan elektrikal harus dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis 16400. Urinoir harus dipasang sedemikian rupa sehingga puncak tepi bagian depan alat ini berada 530mm diatas lantai untuk orang dewasa dan 330mm untuk anak-anak. Paper holder hanya dipasang pada toilet yang closetnya duduk. . c. e.Spesifikasi Umum. b. Pengerjaan harus dilakukan dengan hati-hati dan sangat rapi. Kontraktor harus mengajukan contoh-contoh untuk disetujui oleh Pengawas bersama dengan Konsultan Perencana. kecuali bila ditunjukkan lain dalam Gambar Kerja. Tinggi pemasangan pada dinding  100 cm di atas lantai. Pemanas air dengan tenaga listrik harus dipasang sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatnya. Paper Holder (TOTO type A850) Shower Spray (TOTO type TB 19 CS V9N5 atau yang setara) Shop Holder (TOTO type TS 125R atau yang setara) Barang-barang yang akan dipasang harus benar-benar mulus dan tidak cacat sedikitpun. Barang-barang yang akan dipakai harus tidak bercacat sedikitpun. Bahan penutup sambungan tidak diijinkan. pada tempat-empat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. c. atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.53 5. dan dipasang rapih. 8. g. Sistem penumpu dan penopang harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat perlengkaan sanitasi atau sesuai persetujuan Pengawasan Lapangan.

Warna penutup atap metal harus sesuai ketentuan Skema Warna yang diterbitkan terpisah atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK.2. Asesoris pelengkap harus terdiri dari ahan yang disyaratkn oleh pabrikan yang terdiri dari bahan ekstrusi alumunium (concealed extruded). clips. serta memiliki karakteristik minimal sebagai berikut :  Panjang maksimum 1. AS 3566 Standar Nasional Indonesia (SNI)  SNI 03-1588-1989 PROSEDUR UMUM Contoh Bahan. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan kepada Konsultan MK. semua rangka baja. meliputi pemasangan penutup atap berikut inner lanernya. gording. sebelum pengadaan bahan – bahan ke lokasi proyek. harus sudah terpasang dengan baik . PELAKSANAAN PEKERJAAN Umum.000 mm. Si CU dan masing – masing terintegrasi satu dengan lainnya. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini.47 mm 0  Konduktivitas termal k = 0. Gambar Detail Pelaksanaan yang mencakup ukuran – ukuran.000 n/mm Produk Kalzip tipe tapered seri 65/400 produk Corus atau yang setara serta disetujui Pengawas Lapangan/MK. sesuai yang tertera dalam gambar.  Ketebalan 0. harus terlebih dulu disesuaikan bentuk serta ukurannya sesuai dengan yang tertera dalam gambar kerja. BAHAN . untuk diperiksa dan disetujui.1. 14. STANDAR / RUJUKAN Australian Standard AS 1397 – G550 –AZ 150. cara pemasangan dan detail lain yang diperlukan.BAHAN Umum. Square Ribbed Roof Penutup atap metal harus terbuat dari bahan alumunium berkualitas tinggi. Sebelum pemasangan penutup atap dimulai. Penutup atap alumunium sebelum dibawa ke lapangan. Meliputi pengadaan bahan. Rangka atap dari baja (space frame) harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis. XIV PEKERJAAN PENUTUP ATAP DAN INSULASI ATAP 14. Contoh dan brosur bahan – bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini harus diserahkan lebih dahulu kepada Konsultan MK untuk diperiksa dan disetujui. Pekerjaan ini mencakup seluruh pekerjaan penutup atap.3. BS 476 2  Ultimate tensile strenght min. sesuai dengan kelas pengecatan AZ 150 (rata-rata minimum 150 g / m2)  Fire clasification sesuai standar AS 1530.54 BAB 14. Bahan – bahan harus disimpan dalam tempat yang kering dan terlindung dari segala kerusakan. seperti kuda – kuda. Semua bahan – bahan yang tercantum dalam Spesifikasi Teknis ini harus seluruhnya dalam keadaan baru berkualitas baik secara telah disetujui Konsultan MK. Gambar Detail Pelaksanaan. baru dan tidak rusak serta dilengkapi tanda pengenal yang jelas. . 14. 14. Pengiriman dan Penyimpanan.5. A 6061.032 W/MK pada suhu 20 C  Berwarna. Bahan – bahan harus dikirimkan ke lokasi proyek dalam keadaan utuh. A1 M91. Rangka Atap. Administrasi dan Teknis Halaman : .4. Jarak antar penutup atap alumunium harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat genteng metal yang digunakan. Sebelum memulai pelaksanaan. 225 N/mm 2  Modulus of elasticity 70.Spesifikasi Umum. KETERANGAN 1. 2.

55 Pemasangan. Bahan flashing harus memenuhi ketentuan spesifikasi teknis. Semua bahan isolasi harus baru. Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan.2. Pengiriman dan Penyimpanan.BAHAN Umum. 14. antara lain sebagai berikut : . sampai penutup atap dipasang. Semua biaya tambahan yang diakibatkan karena perbaikan atau penolakan pekerjaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. atau pemasangan yang tidak sesuai Gambar Kerja atau Spesifikasi Teknis.3. dimulai dari bagian tepi bawah menuju ke atas sesuai kemiringan atap yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja.Spesifikasi Umum. Alumunium foil harus memiliki karakteristik sesuai standar pabrik pembuatnya.6. Isolasi peredam suara harus dibuat dari bahan rockwool yang diikat dengan phenolic resin. bebas dari kerusakan dan dari kualitas terbaik. Bahan isolasi harus dilindungi terhadap pengaruh cuaca selama pelaksanaan dengan lembaran plastik atau yang setara. tetapi tidak terbatas pada kegagalan Kontraktor memasang ketebalan minimal yang disyaratkan. Administrasi dan Teknis Halaman : . BAHAN . Pemasangan penutup atap metal dan kelengkapannya harus dilaksanakan sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatnya dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam Gambar Kerja. Seperti MG Felt Tombo atau yang setara. data teknis dan detail pemasangan pekerjaan isolasi kepada Konsultan MK untuk disetujui. dan memiliki karakteristik minimal sebagai berikut :  Ringan 3  Kepadatan minimal 80 kg/m  Ketebalan 50 mm atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.6. Alumunium Foil.1. STANDAR / RUJUKAN American Society for Testing and Materials (ASTM) British Standard (BS) 14.033 W/mK pada 10 C 3  Kepadatan minimal 24 kg/m  Ketebalan 50 mm atau sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Glasswool.6. Sebab penolakan dapat termasuk.  Sebelum memulai pekerjaan. Konsultan MK berhak menolak setiap pekerjaan yang tidak dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis ini atau standar pemasangan lain yang berlaku. Isolasi Peredam Suara. PROSEDUR UMUM Contoh Bahan dan Data Teknis. Glasswool harus terdiri dari serat – serat kaca dan thermosetting resin yang antara dan harus memiliki karakteristik sebagai berikut :  Ringan 0  Nilai penghantar panas maksimal 0. Bahan talang harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis. dari pabrik pembuat atau pemasok yang dikenal. bahan lain yang setara dan dikenal dapat digunakan asal produk – produk tersebut memiliki ketebalan yang sesuai untuk memastikan efisiensi dibandingkan dengan produk yang ditentukan dalam Spesifikasi Teknis ini. INS-2450 merek Insfoil atau yang setara.  Bila bahan – bahan ditentukan dari suatu produk. Penutup atap metal berikut talang – talang (bila ditunjukkan dalam Gambar Kerja) harus dipasang dengan baik. Ketidaksesuaian. Seperti tipe PW5024 merek Polyfoil. ISOLASI ATAP 14.6. 14.

 Kawat lapis seng / galbani diameter 2 mm harus dikaitkan dan ditempatkan secara diagonal di atas isolasi pada langit – langit dalam modul yang memadai untuk menjaga isolasi tetap pada tempatnya. Seperti Paratape eks Australia atau PPC No.56 Jenis double sided terdiiri dari 5 (lima) lapis laminasi yang terdiri dari 2 (dua) lapis alumunium foil. 1 (satu) lapis bitumen adhesive.  Ketahanan terhadap bocor sesuai ASTM D781 2  Berat nomila 200 gr/m  Ketebalan nominal 0.  . Semua tepi dan sambungan akhir harus diberi lewatan minimal sesuai rekomendasi dari pabrik pembuatnya.  Semua isolasi bangunan harus dipasang sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuat dan / atau sesuai Gambar Kerja. Pita Perekat.Spesifikasi Umum.4. 14. dan sambungan tersebut kemudian ditutup dengan pita perekat.  Di bawah penutup atap seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.  Isolasi bangunan di bawah penutup atap berupa lembaran alumunium foil yang ditempatkan di atas roofmesh atau sesuai petunjuk Gambar Kerja. 403F eks Selandia Baru atau yang setara.5 mm yang diproduksi dengan sistem las titik pada setiap titik pertemuannya sehingga membentuk spasi 75 mm x 75 mm.  Isolasi bangunan.  Isolasi peredam suara untuk ruang diesel / unit pembangkit listrik harus dipasang sesuai Gambar Detail Pelaksanaan yang telah disetujui dengan tetap mengacu pada Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini.  Di ruang diesel / unit pembangkit listrik seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. 1 (satu) lapis kertas kraft dan 1 (satu) lapis bitumen adhesive yang diperkuat dengan pintalan serat kaca.  Daya pantul permukaan aluminium 95%. Roofmesh. Pita perekat untuk alumunium foil harus memiliki karakteristik sesuai standar dari pabrik pembuatnya. antara lain sebagai berikut :  Tebal tanpa pelapis 80 mikron  Tebal dengan pelapis 135 mikron  Tingkat ketahanan terhadap api memenuhi ketentuan BS 476 part 7 class 1.21 mm Seperti Insfoil 920 atau Harvi Foil 314. PELAKSANAAN PEKERJAAN Umum. antara lain harus dipasang pada tempat – tempat berikut :  Semua ruang yang dikondisikan dan / atau ruang lain seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan/MK.  Isolasi di atas langit – langit harus ditempatkan dalam posisi menyilang rangka langit – langit dengan bagian tepi – tepinya bertumpuk untuk mencegah masuknya panas. Administrasi dan Teknis Halaman : .6. Pemasangan. Roofmest untuk menopan alumunium foil pada bagian bawah atap bangunan harus dari jaring kawat baja las lapis seng / galbani celup panas dengan diameter minimal 1.  Isolasi bangunan harus dipasang lengkap dengan semua penyambung untuk mencegah ruang – ruang kosong.

Dalam Daftar Material ini harus disebut pabrik. ketidak cocokan baik dari segi besar-besaran listrik. dalam pekerjaan ini harus memenuhi ketentuan-ketentuan pokok yang disebutkan pada : 1. Administrasi dan Teknis Halaman : . Gambar-gambar 1. PUIL 2000. Gambar-gambar disiplin lain tersebut diatas adalah untuk membantu Kontraktor dalam mendapatkan gambar-gambar yang lebih jelas dari setiap jenis bahan dan pemasangannya.1. Sebelum pekerjaan selesai seluruhnya ataupun secara bertahap. b. SPLN 2. Daftar Material Waktu mengajukan penawaran. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari isian uraian pekerjaan dan persyaratan pelaksanaan ini. Spesifikasi teknik ini menjelaskan tentang uraian dan syarat-syarat dalam hal penyediaan dan pemasangan semua peralatan serta bekerjanya semua instalasi dan system. dan IEC juga menjadi pegangan sesuai persyaratan instalasi dan kondisi ruangan. a. Aturan-aturan lain seperti : NFPA/NEC. Standard/aturan Material ataupun pengerjaan instalasi listrik. Gambar-gambar atau informasi-informasi lain yang diperlukan namun tidak disertakan dalam dokumen ini. Gambar-gambar yang termasuk lingkup pekerjaan instalasi listrik (penerangan dan stop kontak) untuk bangunan ini adalah gambar-gambar dengan nomor kode EE serta disiplin lain yang disertakan ataupun sebagai gambar informasi. dan lain-lain dalam dokumen tender ini. terutama untuk koordinasi pemasangan serta relasi antar pekerjaan. 2. c.Spesifikasi Umum. Peraturan Keselamatan Kerja 3. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL BAB 1. lengkap dengan brosur/ katalog. Gambar-gambar dari disiplin lain yang relevan dengan pekerjaan ini seperti gambar-gambar arsitektur dan struktur. termasuk instruksi kepada peserta pelelangan. Daftar Material yang diajukan pada waktu penawaran ini adalah mengikat . 3. manufacturer. merk. fisik maupun pemasangan dan lainlain.57 D. Pemborong wajib menyerahkan kepada Direksi Pengawas 6 (enam) set gambar yang disebut “As Built Drawing” yaitu gambar dari semua material dan instalasi dalam scope ini yang terpasang. VDE/DIN. Kontraktor wajib memeriksa design terhadap kemungkinan kesalahan. Kontraktor harus menyertakan/melampirkan “Daftar Material” yang lebih terperinci dari semua bahan yang akan dipasang pada proyek ini dan yang sesuai dengan spesifikasi. I INSTALASI LISTRIK PERSYARATAN UMUM Persyaratan umum dan persyaratan khusus. type. 4. maka menjadi kewajiban Kontraktor untuk menanyakan ataupun mencari informasi tersebut untuk kelengkapan dan kesempurnaan instalasi yang akan dipasangnya. Hal diatas harus diajukan dalam bentuk tertulis atau gambar pada waktu penjelasan tender/Aanwijzing. dan disesuaikan dengan plafond bangunan.

Kontraktor wajib memperlihatkan contoh bahannya sebelum pemasangan kepada Direksi Lapangan untuk disetujui. maka terlebih dahulu harus memintakan izin secara khusus sebagai tanda lapor ke PLN Sumedang mengenai keinginannya untuk ikut melaksanakan instalasi listrik Pemilik/Penanggung jawab pas intalatir haruslah atas nama perusahaan/Kontraktor tersebut serta orang yang disebut pada Pas Intalatir ini adalah betul-betul nantinya orang yang bertanggung jawab pada instalasi yang dipasang. saklar. fixtures. contoh bahan harus diserahkan kepada Direksi Lapangan tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender setelah penunjukan.Spesifikasi Umum. ELCB  Kabel-kabel. maka Kontraktor wajib menawarkan dan memasang sesuai dengan yang ditentukan. maka Direksi Lapangan selalu bebas terhadap hal tersebut dan ini menjadi tanggung jawab Kontraktor. doos. 3. maka Kontraktor wajib memperlihatkan contoh material yang lain apabila diminta. cable gland. Contoh Bahan  Untuk bahan yang disebutkan di bawah ini. Nama Pabrik/Merk yang ditentukan Apabila pada spesfikasi teknis ini disebutkan nama pabrik/merek dari suatu jenis bahan. maka Direksi Lapangan akan menentukan merek lain dengan spesifikasi teknik minimal yang sama. Pembebasan terhadap Tuntutan Untuk segala tuntutan terhadap penggunaan bahan.  Pengadaan contoh material adalah menjadi tanggungan dan biaya kontraktor. Pas instalatir ini serta surat-surat ijin PLN lainnya yang ada harus disertakan pada waktu penawaran. merk/pabrik. Apabila pada saat pemasangan bahan/merek tersebut tidak/sukar diperoleh.  Apabila Kontraktor sudah menentukan suatu merek dan type dan sudah mengajukan pada waktu penawaran lelang maka berarti material tersebut dalam kurun waktu selama proyek ini berjalan sudah pasti dapat diperoleh. Khusus untuk Kontraktor yang mempunyai Pas Instalatir PLN dari luar Sumedang.  Penolakan atas contoh-contoh tersebut diatas Kontraktor harus mengganti dan memperlihatkan yang sesuai spesifikasi dan disetujui. 1. sistem dan lain-lain yang menyangkut pekerjaan ini seperti hak patent dan lain-lain. .58 Apabila tidak menyerahkan daftar material tersebut atau mengajukan yang tidak lengkap maka hal ini selain mempengaruhi penilaian. MINI CB.  Contoh bahan-bahan yang harus diserahkan adalah :  Untuk instalasi semua panel dan isian panel seperti MCCB. 4. maka Direksi Lapangan berhak untuk memeriksa/ mengecek pemesanan material dengan demikian dapat dicegah keterlambatan karena belum dipesannya material-material tertentu. Pas Instalatir Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh Kontraktor yang mempunyai Pas Instalatir PLN Kelas B. Administrasi dan Teknis Halaman : . conduit dan lain-lain.  Apabila dianggap perlu oleh Direksi Lapangan dan hal ini memungkinkan. Pemasangan Material dan Schedule Untuk menjamin material sesuai dengan apa yang ditawarkan dan terhadap schedulle proyek. lampu. besar fisik dan kualitas estetika. juga tidak lepas dari kewajiban untuk menyesuaikan dengan spesifikasi teknis serta untuk itu Direksi Lapangan dapat dan akan menentukan sendiri kemudian atas resiko Kontraktor. dari contoh material/bahan maupun instalasi yang telah disetujui adalah mengikat.  Kualitas listrik/teknis. 5. Untuk itu perlu pengecekan terlebih dahulu ke pasar/agen oleh Kontraktor. 2. stop kontak.

Spesifikasi Umum. Konflik Pelaksanaan Apabila terhadap konflik teknis pengadaan dan pengerjaan dari pada masingmasing instalasi. seluruh sistem instalasi yang tertulis didalam spesifikasi teknis dan gambar dokumen lelang. rating dari pada bahan tersebut. namun merupakan komponen dari instalasi ini sebagai sesuatu sistem. 7. „Shop drawing‟ adalah merupakan penggambaran yang lebih teliti daripada setiap komponen dan disampaikan sebanyak 3 (tiga) set. Brosur/Katalog Untuk semua material yang digunakan maka Kontraktor harus melampirkan brosur/katalog pada waktu penawaran lelang dan hal ini adalah mengikat. pemasangan. percobaan dan pemeliharaan. tetapi malah untuk lebih menegaskan masalahnya. Perbaikan Semua akibat dari pekerjaan instalasi listrik. berupa kerusakan atau sisa-sisa harus dirapihkan kembali. . maka ini harus diartikan bukan untuk menghilangkan satu terhadap yang lain. Pengujian Untuk pekerjaan instalasi ini maka Kontraktor harus melaksanakan :  Pengetesan terhadap instalasi „Keur‟ (instalasi penerangan dan daya) Keur ini harus dilakukan sesuai aturan dan prosedur PLN atas biaya Kontraktor dan hasilnya harus diserahkan ke Direksi Lapangan  Trial Run dari seluruh instalasi yang terpasang dimana pelaksanaannya menjadi tanggungan Kontraktor termasuk penyediaan daya listrik dan sarana peralatan untuk pengujian. Klausal yang Disebutkan Kembali Apabila ada hal-hal yang disebutkan kembali pada bagian/bab/gambar yang lain. Shop drawing Untuk semua macam pekerjaan baik material / komponen maupun pekerjaannya. Masuk pula dalam lingkup pekerjaan ini adalah. Untuk hal inilah maka sebelum penjelasan Tender semua gambar. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kalau terjadi hal yang saling bertentangan antara gambar atau terhadap spesifikasi teknis.2. pengujian. maka kewajiban Kontraktor untuk mengajukan jalan keluarnya ataupun mengerjakan jalan keluar yang disarankan oleh Direksi Lapangan. 9. spesifikasi teknis dengan segala kaitan serta konsekuensinya harus dipelajari dengan teliti. kepada maka Kontraktor wajib memasukkan „shop drawing‟ sebelum pemasangan kepada Direksi Lapangan untukdiperiksa bersama Perencana. maka yang diambil sebagai patokan adalah yang mempunyai bobot teknis dan/atau yang mempunyai bobot biaya yang paling tinggi. kecuali disebutkan lain oleh Direksi Lapangan. pengadaan dan pemasangan seluruh peralatan. untuk bekerja/ beroperasinya dengan sempurna dan baik. 10. 1. Pengujian ini dilakukan dengan jalan dibebani (kalau hal ini dimungkinkan) atau dioperasikan.59 6. 11. Lingkup Pekerjaan Yang diartikan dalam lingkup pekerjaan ini adalah dalam arti yang luas dari pengadaan. Sisa-sisa bahan atau bekas bongkaran harus dibuang ketempat yang ditentukan oleh Direksi Lapangan. 8. PEKERJAAN INSTALASI a. Dalam brosur itu harus dijelaskan type. serta accessories yang mungkin secara detail tidak tergambarkan/tidak terspesifikasikan dengan sempurna. ataupun dengan macam instalasi lain yang tidak digambarkan/diinformasikan pada gambar Tender dan baru muncul pada waktu pelaksanaan.

Dinding penutup harus dikerjakan dengan baik dan setiap sudut/siku harus benar-benar 90 derajat. Hal ini untuk menjaga barang-barang asing masuk atau ditusukkan ke lubang ventilasi dan langsung menyentuh bagian-bagian yang bertegangan dari peralatan panel. dan lain-lain. sehingga dalam keadaan tertutup ataupun terbuka tetap dapat dipertahankan bentuk yang kokoh dari pintu tersebut. 6. SDP-UPS. b. 2. asal disesuaikan dengan ukuran pintu. Pengadaan dan pemasangan instalasi listrik Ac dan exhaus fan lengkap accessories terpasang lantai dasar sayap kiri dan kanan 5. SDP-0.  Ventilasi Pada dinding bagian depan/samping kiri kanan harus dilengkapi lubanglubang untuk ventilasi Pada bagian dalam dinding yang diberi lubang ventilasi ini harus diberi lagi tambahan dinding yan gdiberi lubang punch pada daerah lubang ventilasi. panel daya. maka pada pinggiran pintu dilakukan penekukan yang memadai. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Panel harus memenuhi standard IP. 2. 8. untuk bekerjanya/beroperasinya sistem instalasi penerangan dan daya dengan sempurna dan baik. Panel board 1. KEUR PLN / Pengesahan dari PLN. kecuali lampu indikator pilot lamp harus dapat dibaca sekalipun pintu dalam keadaan tertutup. Konstruksi  Semua panel dibuat dalam ukuran modul dari bahan plat besi. conduit. harus ditutup dengan pintu yang rapi. trial run dan masa pemeliharaan. Pengadaan dan pemasangan panel penerangan. 7. yang disesuaikan dengan kebutuhan jumlah peralatan yang akan dipasang. 3.  Semua peralatan diikat/dipasang pada rail di dalam modul panel. Pengadaan dan pemasangan sarana penunjang. PP-AC. Pengadaan dan pemasangan fixtures lampu lengkap berikut accessories (sesuai gambar) lantai dasar. Pintu Pada bagian depan dari panel disesuaikan dengan gambar. seperti saklar. Pintu tersebut harus dari pelat besi dengan diberi rangka penguat sedemikian rupa. Melakukan pengujian. Tutup/Cover  Dinding Seluruh panel dalam bentuk modul dilengkapi dengan dinding penutup dari bahan plat besi. Rangka khusus untuk pintu tidak mutlak diharuskan. Engsel dan Kunci   . 4. Pengadaan dan pemasangan saklar dan stop kontak lengkap (kabel-kabel) accessories terpasang (sesuai gambar) lantai dasar sayap kiri. Kalau panel menggunakan pintu maka semua komponen/aparatus harus terletak didalam dan ditutup dengan cover plat yang diberi lubang untuk segel. Bagian dalam panel disesuaikan kebutuhan masing-masing seperti tertera pada gambar. dan alat bantu accessories lain-lain.Spesifikasi Umum.31/IP. Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan dan stop kontak lengkap accessories terpasang (sesuai gambar) lantai dasar sayap kiri. dan sistem grounding lengkap accessories terpasang MDP-IRJ.60 Paket pekerjaan ini diperinci secara umum meliputi antara lain : 1.40 type Plus Mounting atau Wall Mounting.

Rel/Busbar 1. dengan skala linier dan ketelitian 1. dilengkapi dengan magnetic dan terminal tripping device.  Peralatan meter dipasang pada panel cabang seperti yang tertera pada gambar. Ring tersebut haruslah dari jenis yang bergigi arah dalamnya.  Moulded Case Circuit Breaker Rated Voltage 500 volt/AC. flush/semi flush. Administrasi dan Teknis Halaman : . T). Semua rel harus dicat dan dipegang oleh bahan isolator/busbar support di dalam distribution box. dengan ukuran 96 x 96 mm. Jalan kabel Untuk panel-panel arah kabel incoming dari bawah dan outgoing arahnya dari atas.  Penggunaan Miniature Circuit Breaker (MCB). c. Posisi selector switch harus ditandai dengan jelas. dari type yang mempunyai „instantaneous tripping value‟ sebesar 12 (dua belas) kali arus In (model G breakers). 50 Hz dan rated coil 220 volt AC.  Cat Panel seluruhnya harus diberi car dasar/primer coat dan diberi pelapis cat akhir disesuaikan dengan warna box panel dan finish cat bakar.61 Engsel harus kuat dan tidak menonjol dan harus diusahakan tersembunyi serta rapi.  Setiap panel harus dipasang lampu indikator (untuk setiap phasa R.  Untuk setiap panel harus disediakan MCB/MCCB/ELCB cadangan sebanyak yang tertera pada gambar dan diberi tanda pengenal. S. Kunci dan handle pintu adalah dari bahan yang diberi lapis „vernikel‟ dan dilengkapi dengan kunci merek YALE atau setaraf.5 %.    . 2. rated breaking capacity minimal 10 KA.Spesifikasi Umum. Rangka pemegang Panel harus dilengkapi dengan dudukan baik itu berupa rangka besi atau dudukan lainnya yang sesuai dan disetujui. 50 KA. Kabel dari panel langsung naik ke arah plafond/ceiling. Semua panjang busbar panel minimal sesuai dengan lebar panel  Terminal dan mur baut Semua terminal harus diberi lapis tembaga (vertin) dan disekrup dengan menggunakan mur-baut ring dari bahan tembaga atau mur-baut yang vernikel (atau stainless) dengan ring tembaga. Rel harus dari bahan tembaga dengan ukuran sesuai dengan kemampuan arus 150 % dari arus bahan terpasang yang ukurannya disesuaikan dengan dengan aturan PUIL. Peralatan listrik Semua peralatan listrik di panel harus dari kelas tegangan rendah (rated voltage) minimal 600 volt. dalam kotak tahan getaran. Rated voltage 380 volt AC.  Pengetanahan/Grounding Panel harus dilengkapi dengan busbar atau terminal pengetanahan (grounding) dari bahan tembaga dan diberi cat „kuning-hijau‟ kecuali untuk tempat-tempat terminal seperti tersebut pada butir diatas. 50 Hz kecuali disebutkan khusus tertentu. Bagian panel dari metal harus dihubung secara elektris dengan rel pentanahan dan ditanahkan melalui elektroda pengetanahan atau cara pengetanahan lainnya. Untuk keluarnya kabel-kabel ini dimana kabel-kabel ini akan langsung masuk disiapkan lubang serta „compressinable gland‟ untuk setiap kabel/konduitnya. Meter-meter adalah dari type “Moving Iron Vane Type” khusus untuk panel dengan scale sircular.

Ballast harus dilengkapi dengan Connection Terminal. rated voltage 220 volt. Armatur set harus lengkap dengan rangka dudukan/gantungan. dengan atau tanpa starter socket yang disesuaikan dengan rumahan yang digunakan.85.complice with IEC598  Lampu/fluorescent Tube “TL” standard type fluorescent lamp. Tanda label ini terbuat dari bahan ebonit hitam ukuran 60 x 30 x 40 mm atau ukuran lain yang memadai dengan tulisan berwarna putih yang tertulis secara Punch.Opal (IP40) dipasang diatas wastafel  Down Light PLC 18 watt.5 mikro farad. 4. lengkap box dan accessories 3. Lamp Holder dan Sockets Rating lock lamp holder type. Flourescent Lamp. tujuan keluar atau masuk kabel yang dilayani oleh CB/switch tersebut. Fixture 1. menjadi kewajiban Kontraktor/Supplier untuk menambah kapasitas kapasitor apabila tidak tercapai power factor sebesar 0.  Ballast Leak proof. 6 A.Revlektor (IP20 claas 1 complise IEC598 end F mark)  TL 1 x 36 watt. Cara-cara Power Factor Improvement ataupun dengan penggunaan kapasitor. lengkap box dan accessories  Saklar hotel.class 1. Kapasitor Untuk semua lampu-lampu fluorescent disyaratkan bahwa „power factor‟ harus mencapai paling kurang 0. 220 v.62 Jalan incoming feeder/kabel seluruhnya melalui dinding/dibawah lantai dan dimasukkan kedalam pipa. satu phasa. temperature kerja rendah.  Armature Dari bahan pelat baja ketebalan minimal 0.  Tanda-tanda / label-label Untuk setiap CB/switch maka didekatnya secara jelas harus dipasang tanda/label dimana tertera arah. Zinc-coated white paint sheet steel. 11 watt. 1 x 18 watt loses max. Type Stop Kontak & Saklar  Stop kontak inbow. 6 watt dan TL 1 x 10 watt loses max.7 mm. d.Spesifikasi Umum. 50 Hz. saklar tunggal dan ganda inbow. ballast dengan rumahan dari bahan polyster. Fluorescent Tube dengan type warna „white‟ atau No. noiseless. losses max. 16 A. Rated voltage 220 volt rugi-rugi/losses ballast tidak lebih besar dari 1 x 36 watt.Opal (IP40) dipasang diatas wastafel  TL 1 x 18 watt. M6 dilengkapi dengan Louvred miroro reflector of floresant lighting .dipasang rata plafon  TL 1 x 36 watt. untuk lampu-lampu seluruh bangunan. . Harus diproduksi oleh satu pabrikan (Complite Set Armatur) dan diyatakan dengan Surat Keaslian Matrial dan Bergaransi.  Type armature  TL 2 x 36 watt. 2. 84 PHILIPS.Semua komponen listrik berada di dalam (built in) Armatur. kapasitor 3.85.Armatur /luminare yang dapat mengontrol cahaya yang dating dari sumber cahaya dengan bentuk deminsional atau Omni Directional Luminance Control (3D OLC).(IP20.komponen dan lampunya. kapasitor 5 mikro farad dan 1 x 18 watt. Administrasi dan Teknis Halaman : . Sebagai pegangan dapat disebutkan disini secara kasar sebagai berikut : 1 x 36 watt. 3 watt.

Sistem Pengetanahan  Instalasi sistem pengetanahan dalam paket ini adalah untuk sistem pengetanahan pengaman yang dihubungkan ke panel  Elektroda konduktor pengetanahan  Pipa galvanized diameter 1 inchi dengan copper BSC seperti tertera pada gambar dan tahanan pengetanahan tidak boleh lebih dari 3 (tiga) ohm. 7. Instalasi penerangan. kecuali disebutkan lain pada spesifikasi ini. 3. 5.  Supply listrik untuk penerangan dan stop kontak dilayani secara terpisah dari sistem daya melalui panel listrik yang segi pelayanannya terbagi dua panel. Untuk suatu instalasi tiga phasa maka didalam cara instalasinya warna-warna fasa dari kabel haruslah konsisten dari awal. klem  Kecuali disebutkan lain. tidak akan melar (is not likely to stretch) setelah diberi „cast bronce‟.  Aturan-aturan .‟plain‟ atau melable iron. Setiap pencabangan atau sambungan instalasi haruslah dipergunakan lasdop atau cara tutup lainnya. lengkap box dan accessories Seluruh stop kontak dilengkapi safety plug.  Untuk pencabangan kabel-kabel harus menggunakan Duodoos atau Teedoos dari bahan metal. khusus untuk daerah lembab harus dari jenis Water Dicht (WD).  Stop kontak dinding dipasang pada ketinggian 30 cm – 90 cm dari permukaan lantai. stop kontak dan saklar  Didalam bangunan pada umumnya adalah general lighting berupa lampulampu atau armature dipasang recessed mounted pada plafond / ceiling dan dak beton. 10 A. 9. Setiap pipa/konduit dan jalan masuk kabel ke panel/terminal box/doos/fixture dan lain-lain harus dilengkapi dengan „pengakhiran‟ berupa : „cable gland‟ atau semacamnya untuk mencegah luka pada isolasi kabel sewaktu-waktu tertarik/ditarik.  Stop kontak dan saklar yang akan dipasang adalah type pemasangan masuk (inbow) kecuali disebut lain. NYY. 6.  Stop kontak di ruang pasien dipasang sesuai dengan tempat tidur pasien. seperti „connection cap‟ sedemikian rupa sehingga aman cara instalasinya. Semua kabel yang masuk / keluar panel mulai dari lantai sampai pada ketinggian fixtures harus dimasukkan kedalam conduit yang sesuai. Bahan-bahan jepitan / klem / mur-baut harus dari bahan yang mempunyai konduktivitas arus yang baik dan telah diproses untuk tahan korosi/oksidasi. NYFGBY. 2.Spesifikasi Umum. Saklar grup/grid saklar inbow lengkap isian saklar tunggal. Instalasi Umum 1. Pendukung fixture Semua fixture disini telah diartikan lengkap dengan penggantung/pengikat lubang lampu pada plafond yang harus disupply oleh Kontraktor. semua sambungan harus dengan cara jepitan dengan baut. Instalasi umum menggunakan kabel NYM. brase. 4. e. Ukuran terkecil kabel listrik adalah penampang tembaga 2.63   5. 8.  Saklar/on-off pada lampu-lampu penerangan dilakukan pada tempat tersendiri dan dipasang pada ketinggian 120 cm – 150 cm dari permukaan lantai. Administrasi dan Teknis Halaman : .5 mm2.  Sambungan sekrup/baut. Konduit/kabel harus diklem dengan rapih pada plafond setiap jarak 1 (satu) meter kecuali disebutkan lain pada spesifikasi/gambar.

Persyaratan Bahan / Material 1. namun perlu diketahui bahwa pengisian tabel ini ikut menjadi bahan peninjauan. Bola Lampu : PHILIPS. FUSE. ELCB. Daftar material ini wajib diisi dan disertakan dalam penawaran.1987. maka dapat difikirkan penggantian merek/type dengan suatu sanksi tertentu kepada Kontraktor. Ballast. 3 M. MCB. ELCB. Umum  Persyaratan Bahan Semua material yang disupply dan dipasang oleh Pemborong harus baru dan material tersebut harus cocok untuk dipasang di daerah tropis dan tahan korosif. Material-material harus dari produk dengan kualitas baik dan merupakan produksi terbaru. AEG Plug. Apabila nanti selama proyek berjalan. KABEL METAL. bola lampu. LEGRAND 4. INDICATOR KLOCKNER. Tabel daftar material ini diutamakan untuk komponen-komponen yang berupa barang-barang produk pabrik atau assembling. Stop Kontak. terminal. DIAN WAHYU) 5. SIEMENS . KABELINDO. Kapasitor. Produk pabrik yang disarankan untuk digunakan 1. ABB. Contactor : MERLIN GERIN (MG). Fixture Lampu : ARTHOLITE. apabila ada pokok dalam tabel ini yang tak dapat atau sulit diisi dapat saja tidak diisi. LUCOLITE 6. LABEL kabel : LEGRAND. Terminal Box : LOKAL (INDUSTIRA. MCB. GE. Sistem pengetanahan untuk arus kuat dan lemah harus dipisah. CABLE dan lain-lain GLAND 3. MULLER. Kabel : SUPREME. Box Panel. Direksi Lapangan dan Perencana. BERKER 7. Saklar.  Komponen panel : MCCB. terjadi bahwa material yang disebutkan pada tabel material tidak dapat diadakan oleh Kontraktor. yang diakibatkan oleh suatu alasan tertentu yang sangat kuat dan dapat diterima pemilik. MCCB. CLIPSAL. atau komponen tertentu terutama untuk material-material listrik utama. Untuk material-material yang disebut di bawah ini. INTERLITE. ballast. : MERTEN. fuse. Sepatu kabel. Administrasi dan Teknis Halaman : . type dan kelas lengkap dengan brosur / katalog yang dilampirkan pada waktu lelang. Contactor. Semua pokok-pokok harus diisi terutama merek dan type.  Kabel  Daftar Material Untuk semua material yang ditawarkan maka Kontraktor wajib mengisi Daftar Material yang menyebutkan merk. disebutkan beberapa merek tertentu atau suatu kelas mutu (quantity performance) dari material.64   f.  g. indikator  Peralatan lampu : armature. starter.Spesifikasi Umum. TRANKA 2. maka Pemborong wajib mengajukan didalam penawarannya material yang dalam taraf mutu/pabrik yang disebutkan itu. reflector dan lain-lain. kapasitor. maka Pemborong harus menjamin bahwa barang tersebut adalah baik dan baru dengan jalan menunjukkan Surat Order Pengiriman Barang tersebut dari Dealer/Agen/Pabrik apabila dimungkinkan. EGA. NEC atau NFPA. Bila tidak disebutkan lain pada spesifikasi teknik ini ataupun pada gambar maka hal-hal khusus lainnya mengenai sistem dan cara pengetanahan harus dilakukan mengikuti aturan PUIL . GE. Penyebutan merek/produk pabrik Apabila pada spesifikasi teknik ini atau pada gambar.

Gambar Arsitektural. National Fire Protection Association (NFPA) National Electrical Manufactures Association (NEMA) Spesifikasi Teknis 16400 – Distribusi Tegangan Rendah Lingkup Pekerjaan : 1. jalur kabel dan sambungan. Semua Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap dan harus berisi semua informasi yang mendetail dan dibutuhkan. Gambar Kerja Elektrikal hanya menunjukkan lokasi bahan dan peralatan. Pekerjaan System : System deteksi kebakaran dan system alarm pada ruangan-ruangan dikontrol oleh FACP. Administrasi dan Teknis Halaman : .Spesifikasi Umum. PEKERJAAN INSTALASI FIRE PROTECTION a. Elbow Klem dan lain-lain Accessories dan lain-lain : : : : CLIPSAL.65 8. Bila terdapat perbedaan antara Gambar Kerja yang satu dengan lainnya atau Gambar Kerja dengan Spesifikasi Teknis. b. dan seluruh peralatan penunjang/aksesoris untuk seluruh peralatan. Pengadaan dan pemasangan : o Cable Terminal Box (CTB) serta instalasi pengabelan dari CTB ke detektor.1. Struktural dan gambar lain yang berhubungan. Honey Well. INSTALASI PENGABELAN a. Gambar Kerja ini harus diikuti se-seksama mungkin. 10. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan untuk disetujui Pengawas Lapangan. Cubb. Dalam menyiapkan Gambar Detail Pelaksanaan. 9. Semua Gambar Detail Pelaksanaan harus segera diserahkan sebelum pengadaan bahan agar diperoleh waktu yang cukup untuk memeriksa. EGA EGA. 2. c.2. 2. Kontraktor harus menyampaikan hal ini kepada Pengawas Lapangan untuk pemecahannya. 3. Merek yang dipakai : Simplex. LEGRAND LOKAL LOKAL BAB II INSTALASI FIRE PROTECTION 2. Konduit Doos. Notifire atau yang setara. . Standar / Rujukan □ □ □ c. 11. Kontraktor wajib melampirkan brosur dari setiap material yang akan dipasang dan memberikan contoh material untuk disetujui oleh pihak Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi dan atau oleh Konsultan Perencana. yang pada prinsipnya apabila terjadi kebakaran akan dideteksi oleh detektordetektor dimana dalam hal ini menggunakan „heat detector‟ Ret of Rice Detector dan Smoke Detector yang terdiri dari zone-zone dan dikontrol oleh FACP. b. serta semua elemen harus diperiksa dimensi dan ruang bebasnya.

b. Dimana diperlukan pemasangan flexible conduit. CTB harus terbuat dari bahan besi plat dengan tebal minimum 1.4.Spesifikasi Umum. Lampu uji di bagian dalam Suplai AC atau DC tambahan Tanda peringatan dan tanda bahaya tambahan e. modul masukan dan keluaran. 2. Setiap alat pendeteksi harus berisi indikator visual integral yang menunjukkan kondisi siap siaga. Kepekaan alat pendeteksi harus dapat diatur.  Alat Pendeteksi Panas. tetapi tidak terbatas pada peralatan berikut :    d.20C sampai 450C. modul sumber daya dan peralatan penting lainnya untuk melengkapi sistem tanda kebakaran dengan jumlah zona sesuai ketentuan Gambar Kerja. PERSYARATAN BAHAN INSTALASI FIRE PROTECTION a. Panel kontrol pusat harus terdiri dari modul – modul komponen sepraktis mungkin. kelembaban dan faktor lainnya.  Umum. lampu sinyal dan bel peringatan. Alat pendeteksi panas untuk bangunan akan beroperasi pada temperatur 4. Tidak diperkenankan adanya sambungan kabel kalau tidak dilakukan pada terminal box atau panel. Buatan Gent. e. Notifire. penyetelan dan kalibrasi harus disediakan oleh Kontraktor. Sebagai pemberitahuan. bel peringatan akan berhenti. Kontraktor harus dengan teliti memeriksa kebutuhan ruangan dengan Kontraktor lain yang mungkin bekerja pada lokasi yang sama untuk memastikan bahwa semua peralatan dapat dipasang pada tempat yang telah ditentukan. Panel Kontrol. 2. Nohmi. Simplex.5 mm yang dilengkapi dengan pintu dan kunci. Alat pendeteksi harus dari tipe dua ruangan yang dapat beradaptasi pada berbagai temperatur. Alat atau peralatan yang dibutuhkan untuk pengujian. Alat pendeteksi panas harus terdiri dari tipe – tipe tersebut : .66 d. Sistem akan meliputi. Panel.5 mm2. Modul panel harus dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut :   2 (dua) buah kawat rangkaian penggerak sinyal Panel pengamat / annunciator panel. g. CABLE TERMINAL BOX (CTB) a. Kabel dari CTB ke sirkuit detektor menggunakan kabel PVC dengan inti penampang tembaga 1. Semua hubungan dibuat dengan sistem screw connection. Panel harus memiliki kapasitas untuk mengakomodasikan modul panel kontrol. Administrasi dan Teknis Halaman : . f. maka haruslah dipasang sekalipun tidak disebutkan dalam gambar.3. bila lampu sinyal tidak berkedip. c. Sistem. Alat Pendeteksi.

Spesifikasi Umum. Yang dimaksud dengan bahan dalam hal ini adalah semua bahan/material yang tertera dalam uraian pekerjaan. c. g. Sistem tanda kebakaran harus memberikan pendeteksian api secara otomatis pada setiap bagian bangunan. c. b.5. Kontraktor/sub memberikan pelatian/training kepada pihak rumah sakit mengenai system operasional dan maintenen dari alat yang dipasang. 2. a. Semua bahan harus tetap berada dalam kemasan masing – masing dan harus dibebaskan dari kerusakan dan kelembaban. bebas dari segala cacat. Bel Peringatan Alarm Bell. c. persyaratan.6. 2. Alat ini didesain untuk mendeteksi kenaikan temperatur yang cepat atau tidak normal. Manual Alarm Station. b. Sumber daya dan / atau tegangan kerja ke panel kontrol adalah 220V/50Hz/1fase. Panel kontrol harus dapat diperluas / ditambah sehingga mampu menampung perlengkapan sinyal pendeteksi api pada tempat – tempat yang ditentukan. Bel harus dari baja berkualitas dan dengan lapisan cat warna merah. Semua bahan yang didatangkan harus dalam kondisi baik. persyaratan pelaksanaan/gambar. Bel peringatan harus diadakan untuk menghasilkan tanda bahaya yang dapat didengar. Tipe fixed temperature Alat ini akan bekerja bila temperatur udara dalam ruang mencapai angka tertinggi yang telah ditentukan. b. Manual alarm station harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :    Manual alarm station harus memiliki 2 (dua) jenis pengoperasian yang terdiri dari tombol tekan dan tangkai penarik. Persyaratan ini harus dikoordinasikan dengan Konsultan MKsebelum pengadaan peralatan. untuk mengaktifkan arus tanda bahaya. dilengkapi lampu indikator yang akan menyala berkedip pada saat normal dan menyala terus pada saat kondisi peringatan. baru. . Semua bahan harus baru. Alat pendeteksi asap harus terdiri dari tipe photoelectric yang dapat bekerja pada temperatur operasional dari 00C sampai dengan 500C. e.  Alat Pendeteksi Asap. d. f. Semua system harus mendapat pengesahan dari DEPNAKER. Administrasi dan Teknis Halaman : . data teknis dan data lainnya yang diperlukan. PEMASANGAN. Rangkaian penggerak sinyal terdiri dari 2 (dua) buah kawat yang dihubungkan dengan akhir jalur resistor. Alat pendeteksi panas pada umumnya harus dari jenis pemasangan di langit – langit dengan sinyal berkedip yang dihubungkan ke panel kontrol yang ditempatkan pada tempat sesuai petunjuk Gambar Kerja. PERSYARATAN BAHAN INSTALASI FIRE PROTECTION a. Pengujian perlengkapan harus termasuk pengujian arus tiap zona.67 Tipe rate of rise. Tombol tekan akan dioperasikan lebih dahulu untuk dapat menuju tangkai penarik yang dikunci pada posisinya ketika saklar dibebaskan. Semua bahan harus factory product Semua bahan harus dijamin oleh agen/pabrik dari segi kualitasnya. dan harus dilengkapi dengan label.

Spesifikasi teknis Sistem Elektrikal. dan peralatan yang akan digunakan. peralatan. III INSTALASI TATA SUARA (SOUND SYSTEM) PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini termasuk pengadaan semua material.Spesifikasi Umum. Dalam pekerjaan ini harus termasuk juga pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini yang tidak mungkin disebutkan secara terinci didalam buku ini tetapi dianggap perlu untuk kesempurnaan fungsi dan operasional sistem tata suara. o Semua barang dan peralatan yang diadakan oleh Kontraktor harus disertai dengan Surat Keterangan Keaslian Barang (Letter of Origin) dari pabrik pembuatnya (Manufacturer) atau agen utamanya (Authorized Dealer/Agent). . commisioning dan pemeliharaan yang sempurna untuk seluruh sistem tata suara seperti dipersyaratkan didalam buku ini dan seperti ditunjukkan didalam Gambar Perencanaan kecuali peralatan utama tidak masuk lingkup pekerjaan.1.68 d. dan menyerahkannya kepada Konsultan MK/ Menejemen Kontruksi untuk mendapat persetujuan dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan data teknis serta performance dari peralatan. Standar Industri Indonesia (SII). Data Teknis dan Daftar Bahan. barang. ITEM-ITEM PEKERJAAN YANG HARUS DILAKSANAKAN a. tenaga kerja dan lainlain untuk pemasangan. o Gambar Detail Pelaksanaan harus diserahkan sebelum pengadaan bahan agar diperoleh cukup waktu untuk pemeriksaan dan tidak ada tambahan waktu bagi Kontraktor bila mengabaikan hal ini.2. o Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap dan berisi detail-detail yang diperlukan. BAB 3. Mencakup data berikut :  Nama komponen perangkat tata suara  Jumlah unit  Tata letak / susunan peralatan tata suara  Dimensi  Detail pemasangan dan Detail lain yang diperlukan o Bila ada perbedaan antara Gambar Kerja yang satu dengan Gambar Kerja yang lain atau antara Gambar Kerja dengan Spesifikasi Teknis. o Sebelum diadakan/didatangkan ke lokasi. Contoh Bahan. Tanda peringatan untuk mengosongkan ruangan / bangunan harus tanda peringatan yang dapat didengar yang disetujui Konsultan MKdan dipasang pada tempat – tempat sesuai petunjuk Gambar Kerja. STANDAR / RUJUKAN o o o Japanase Industrial Standard (JIS). pengetesan. Kontraktor 2. 3. o Kontraktor harus membuat dan menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan sistem elektrikal kepada Konsultan MKuntuk disetujui.3. o Kontraktor harus membuat daftar yang lengkap untuk bahan. Administrasi dan Teknis Halaman : . contoh dan/atau brosur/data teknis bahan/barang/peralatan untuk pekerjaan ini harus diajukan terlebih dahulu kepada Konsultan MK/ Menejemen Kontruksi untuk disetujui. PROSEDUR UMUM 1. Gambar Detail Pelaksanaan. 3.

b. 3. jalur kabel dan sambungan-sambungan. o Semua bahan dan peralatan harus disimpan dalam kemasannya pada tempat yang aman dan terlindung dari kerusakan. 4.69 o o harus melaporkannya kepada Konsultan MKuntuk dicarikan jalan keluarnya. o Pengawas Lapangan berhak menolak semua bahan yang didatangkan atau dipasang yang tidak memenuhi ketentuan dalam Gambar Kerja dan / atau Spesifikasi Teknis. o Kontraktor harus segera memperbaiki dan/atau mengganti setiap pekerjaan yang tidak sesuai. o Bila bahan-bahan yang akan didatangkan ternyata menyimpang atau berbeda dengan yang ditentukan. tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek. o Semua perangkat sistem tata suara harus dalam keadaan baru. baru. Gambar Kerja Elektrikal hanya menunjukan tata letak bahan dan peralatan. dilengkapi sertifikat lulus uji pabrik dan petunjuk pemasangan serta penggunaan dari pabrik pembuatnya. o Semua perangkat sistem tatasuara harus dilengkapi dengan data-data berikut :       Merek dan nama pabrik Tipe Tegangan kerja dan frekuensi Konsumsi daya Impedansi Tanggapan Frekuensi .  Gambar Kerja ini harus diikuti dengan seksama. harus diperiksa. Kontraktor harus terlebih dahulu membuat pernyataan tertulis yang menjelaskan usulan penggantian.Spesifikasi Umum. dimensi dan ruang gerak yang digambarkan dalam Gambar Kerja Arsitektur. Kontraktor bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan sesuai Gambar Kerja. Kontraktor harus dengan teliti memeriksa kebutuhan ruangan dengan Kontraktor lain yang mungkin bekerja pada lokasi yang sama untuk memastikan bahwa semua peralatan dapat dipasang pada tempat yang telah ditentukan. Bila Kontraktor mengabaikan hal di atas. Administrasi dan Teknis Halaman : . dengan maksud bila diterima. o Semua perangkat sistem tata suara adalah dari merek TOA. Ketidaksesuaian. data teknis dan data lain yang diperlukan. bebas dari segala cacat dan dilengkapi dengan label. o Semua barang dan peralatan yang diadakan oleh Kontraktor harus disertai dengan surat jaminan keaslian barang (Letter of Origin) dan mempunyai jaminan serta garansi (Warranty).  Dalam mempersiapkan Gambar Detail Pelaksanaan.BAHAN 1. Umum. o Semua bahan dan peralatan yang didatangkan harus dalam keadaan baik. Struktur dan Gambar Kerja lainnya yang berkaitan. o Semua barang dan peralatan yang diadakan oleh Kontraktor harus disertai dengan surat keterangan keaslian barang (Letter of Origin) dari pabrik pembuat atau agen utamanya. Pengiriman dan Penyimpanan. akan segera diadakan penyesuaian. PHILIPS atau yang setara. BAHAN .

 Pengaturan tingkat kuat suara dilakukan secara bertingkat dengan menggunakan variable resistance device. Kontraktor/sub berkewajiban memberikan pelatian/training kepada pihak rumah sakit mengenai system operasional dan maintenen dari alat yang dipasang.70   Dimensi Dan data lainnya yang diperlukan. Philips.    3. KEMAMPUAN OPERASI a. Public Address System Pemasangan/pengaturan sistem tata suara public address system sedemikian rupa sehingga mampu dioperasikan sebagai berikut :  Untuk keperluan paging dan messaging dan untuk keperluan tertentu lainnya harus dapat dilakukan secara remote dari bagian penerangan/information.   Sistem tata suara „Public Address System‟ yaitu untuk tata suara publik. . 2. sehingga mempunyai urutan prioritas seperti tersebut di bawah ini :  Paging and Messaging  Emergency Call  Back Ground Music  Dalam kondisi biasa.  Untuk ruang-ruang yang dilengkapi dengan speaker untuk tujuan emergency call. wiring tata suara lengkap dengan konduitnya. Instalasi Yang termasuk ke dalam pekerjaan instalasi meliputi pekerjaan terminal box tata suara. Merek yang dipakai : National. yaitu :  menghidupkan sistem tata suara jika saat itu sedang di‟mati‟-kan  menghentian back ground music yang sedang berlangsung  meng‟hidup‟-kan speaker yang di‟mati‟-kan dari pengatur tingkat kuat suara di setiap ruangan yang dilengkapi dengan sistem tata suara  mengambil alih fungsi seluruh speaker yang terpasang di dalam bangunan untuk keperluan paging dan messaging difungsikan sebagai sarana back ground music 3. Ada speaker hanya untuk tujuan back ground musik dan ada speaker untuk tujuan ketiga-tiganya. TOA. area sistem tata suara ini terdiri dari : Horn Speaker harus memiliki kapasitas 15 watt seperti merk TOA atau yang setara.  Tidak semuanya speaker digunakan untuk sarana penunjang ketiga tujuan seperti tersebut diatas.Spesifikasi Umum.4. sistem tata suara digunakan sebagai back ground musik yang dilayani dari ruang kontrol. Sistem Tata Suara “Public Addres System”  Sistem tata suara ini digunakan untuk semua area yaitu :  Back Ground Music  Paging and Messaging  Emergency Call  Pemasangan sistem tata suara untuk area ini diatur sedemikian rupa. TUJUAN PENGGUNAAN Main equipment dari sistem tata suara ini adalah menggunakan main equipment eksisting a. attenuator serta kelengkapan lainnya yang dibutuhkan untuk kesempurnaan kerja sistem tata suara.5. Ceiling speaker Yang termasuk ke dalam pekerjaan ini meliputi speaker lengkap dengan matching transformer grille dan kelengkapan-kelengkapan lainnya sesuai merek terpilih. Administrasi dan Teknis Halaman : .

6 beban speaker dilayani (minimum)  Ketinggian pemasangan 1. 3. Back ground music dapat diprogram untuk cassete deck. flush mounting mempunyai On-Off plate berbentuk segi empat yang warnanya ditentukan kemudian oleh Perencana Interior. Kabel yang digunakan untuk attentuator dimasukkan dalam conduit atau sparing dan setiap pipa hanya boleh diisi dengan satu pasang kabel. maka harus mempunyai jarak minimum 30 cm.    3. compact disc atau radio tuner.000 Hz  SPL minimum (1m.3 k ohm  Frequency response : 100 . PERSYARATAN TEKNIS SPEAKER a.6. 70 dan 50 volt.71   mengembalikan fungsi sistem tata suara ke keadaan semula.70 m dari lantai disesuaikan dengan keadaan dimana attentuator tersebut akan ditempatkan. . PERSYARATAN TEKNIS ATTENTUATOR (PENGATUR PENGUAT SUARA) a.25 m dari lantai.Spesifikasi Umum. INSTALASI     Spesifikasi seluruh instalasi sistem tata suara untuk bangunan ini menggunakan kabel yang mempunyai tegangan kerja 500 volt. maka ketinggian 0. Kabel instalasi untuk ke speaker dipergunakan kabel jenis „PVC insulated‟ dengan jumlah inti dan luas penampang kabel seperti tercantum dalam Gambar Perencanaan.8. tetapi jika pada ketinggian tersebut ada jendela. 3.1W) : 90 dB  Sisi primer matching transformer mempunyai 3 (tiga) buah tap untuk 100. Bentuk dan warna ditentukan kemudian oleh Perencana interior. Attentuator dengan transformer. Hal-hal tersebut diatas berlaku pula untuk keperluan emergency call yang dilakukan dari Sentral Sistem Pengindera Kebakaran. Jika pemasangan kabel ini pararel dengan kabel daya listrik. Data Teknis  Rated Voltage : 100 volt (minimum)  Rated power : 1. Untuk paging dan messaging tingkat kuat suara disetiap speaker sama dan tidak dipengaruhi oleh posisi pengatur tingkat kuat suara yang dipasang disetiap ruangan.16.  Data Teknis  Rated power : 3/6 watt dan 90 watt  Impedansi input : 3.7. yaitu sebelum dioperasikan untuk paging dan messaging atau emergency call. Tingkat kuat suara untuk paging dan messaging dapat diset secara terpusat dari sentral sistem tata suara. Ceiling Speaker  Ceilling speaker dan matching transformer ditempatkan didalam suatu box speaker dipasang recessed ceilling pada plafond dan difinish dengan speaker grille. b. Administrasi dan Teknis Halaman : . Nada-nada yang mengawali paging dan messaging serta emergency call harus mempunyai nada-nada yang cukup spesifik (berbeda dengan sumber audio lainnya).

Spesifikasi Umum. KABEL INSTALASI            Kabel yang digunakan harus sesuai dengan standard SII dan SPLN atau standardstandard lain yang dilakukan di negara RI serta mendapat rekomendasi dari konsultan pengawas. kunci dan handle  Penyambungan kabel instalasi sistem tata suara didalam terminal box dilakukan dengan menggunakan terminal penyambungan dari jenis „screw type‟. Kabel instalasi sistem tata suara dipasang didalam pipa sparing/conduit yang diklem pada rak kabel atau ditanam didalam dinding.  Terminal box dipasang flush mounting pada dinding  Terminal box dilengkapi dengan pintu. 3. sehingga pengoperasian dari sistem tata suara tersebut tetap berada pada kemampuan puncak. Terminal box sistem tata suara :  Terminal box terbuat dari plat baja dengan ketebalan minimum 2 mm. Pipa-pipa pelindung kabel instalasi sistem tata suara harus dibedakan dari pipa-pipa pelindung kabel untuk keperluan instalasi yang lain dengan cara menandai dengan cat finish berwarna abu-abu. sparing.9. sparing. Pada kabel instalasi harus dapat dibaca mengenai merek. Persyaratan teknis mengenai instalasi penunjang seperti conduit. Sistem tata suara di dalam Gambar Perencanaan tidak mengikat dan penambahan alat diperbolehkan. Persyaratan teknis mengenai instalasi penunjang seperti conduit. Penambahan alat harus disesuaikan dengan kemampuan peralatan yang ada pada setiap produk yang dipilih. Pengkabelan untuk mikrofon. Administrasi dan Teknis Halaman : . jenis. Kabel instalasi sistem tata suara menggunakan kabel PVC jenis NYMHY (500 volt). 3. pengeras suara dan kabel daya harus dipisahkan satu sama lain dengan isolasi dan pelindung metal. Konstruksi las. dicat dengan meni tahan karat dan cat finish dengan warna yang akan ditentukan oleh Perencana Interior.  Kapasitas terminal box disesuaikan dengan Gambar Perencanaan. Pipa instalasi tata suara harus dibedakan dengan pipa-pipa untuk keperluan utilitas lainnya.72        Pada dasarnya pipa untuk kabel sistem tata suara dipasang pada rak kabel atau ditanam di dalam dinding.10. pembumian. rating tegangan kerja dan standard yang digunakan. rak kabel dan lain-lain sama dengan persyaratan penunjang untuk instalasi sistem distribusi listrik dan penerangan. PENGUJIAN DAN UJI PENAMPILAN . ukuran luas penampang. Kabel harus dipasang dalam konduit atau rak kabel sesuai ketentuan dalam Spesifikasi Teknis. Pelindung harus diterminasi hanya pada salah satu ujungnya. Pada ujung setiap kabel harus diberi kabel/sling-plate yang terbuat dari plat alumunium mengenai nama kelompok speaker yang dilayaninya. Ukuran luas penampang dan jumlah inti kabel yang digunakan minimal harus sesuai dengan Gambar Perencanaan. Kontraktor tata suara berkewajiban mencek dan menyesuaikan kabel instalasi agar berfungsi dan bekerja dengan baik dan sesuai dengan persyaratan teknis dan rekomendasi dari produk sistem tata suara yang terpilih. rak kabel dan lain-lain sama dengan persyaratan penunjang untuk instalasi sistem daya listrik dan penerangan.

UJI PENERIMAAN Setelah pemasangan selesai. PEMELIHARAAN DAN PENGOPERASIAN PERALATAN Masa pemeliharaan pekerjaan sistem tata suara sesuai persyaratan dalam kontrak diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan serta kekurangan-kekurangan. Kontraktor harus mengadakan uji penerimaan / acceptance test. Kontraktor harus menyerahkan kepada pemilik Proyek melalui Pengawas Lapangan. commissioning dan pemeliharaan yang sempurna untuk seluruh sistem telepon seperti disyaratkan dalam buku ini dan seperti ditunjukkan didalam Gambar Perencanaan. o Kotak distribusi utama dan kotak terminal. IV INSTALASI TELEPON PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan ini. Kontraktor harus menyerahkan kepada pemilik Proyek melalui Pengawas Lapangan. Uji penerimaan akan meliputi memperoleh dan menerima berita pada stasiun tertentu. Administrasi dan Teknis Halaman : . Waktu pelaksanaan pengujian dan uji penampilan akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi. pada tingkat volume yang baik.1. buku asli pengoperasian / pemeliharaan peralatan berikut salinannya dalam jumlah tertentu. BAB 4. Dalam pekerjaan ini harus termasuk juga pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini yang tidak mungkin disebutkan secara terinci didalam buku ini tapi dianggap perlu untuk kesempurnaan fungsi dan operasional sistem telepon. 3. sesuai persyaratan kontrak. Lingkup pekerjaan tersebut al : o Penarikan kabel dari PABX sentral. Kontraktor harus menyediakan peralatan dan fasilitas untuk pengukuran. meliputi pengadaan dan penginstalasian sistem telepon dan MDF utama sampai dengan MDF pada bangunan Gedung IRJ dan semua material. dengan jangka waktu masa garansi sesuai standar dari pabrik pembuat. o Kabel telepon termasuk konduit.11. pengetesan. 3. peralatan. dan lain-lain untuk pemasangan. tanpa campuran suara dari sumber lain atau unit lain. dengan prosedur pengujian yang disetujui. o Pesawat telepon.Spesifikasi Umum. pengujian dan uji penampilan. Kabel-kabel feeder sebelum dan sesudah diinstalasikan harus lulus uji kesinambungan.73       Kontraktor harus melakukan semua pengujian dan pengukuran yang dianggap perlu oleh Konsultan MKuntuk memeriksa bahwa seluruh instalasi dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi semua persyaratan dan seluruh peralatan harus lulus uji fungsional. TRAINING (PELATIHAN) Kontraktor diwajibkan mengadakan Training atau Pelatihan kepada bagian operasional Gedung atau yang ditunjuk Pemilik sampai mampu mengoperasikan peralatan Tata Suara. 3. . tenaga kerja. Surat Jaminan (Warranty) atas produk sistem tata suara.12. o Stop kontak telepon. o Pengujian seluruh sistem komunikasi. untuk menunjukkan bahwa semua perangkat bekerja dan beroperasi dengan baik sesuai ketentuan.13.

3.Spesifikasi Umum. Kabel instalasi dipasang didalam sparing / conduit yang diklam pada rak kabel atau ditanam didalam dinding. Kapasitas terminal box disesuaikan dengan Gambar Perencanaan.2. Pesawat-pesawat yang digunakan adalah :  Pesawat untuk operator 4.6.74 4. rak kabel dan lain-lain sama dengan persyaratan penunjang untuk instalasi sistem catu daya listrik dan penerangan.5. KABEL INSTALASI      Kabel instalasi telepon menggunakan kabel PVC berukuran 3x0. Terminal box telepon dilengkapi dengan pintu. Standar Industri Indonesia (SII)/Standar Nasional Indonesia (SNI). Pipa-pipa pelindung kabel instalasi telepon harus dibedakan dari pipa-pipa pelindung kabel untuk keperluan instalasi yang lain dengan cara menandai dengan cat finish berwarna hijau. OUTLET TELEPON  Outlet telepon dipasang pada :  dinding dengan ketinggian pemasangan 90 cm dari permukaan lantai  Outlet telepon harus dibedakan dari outlet daya dan outlet data komputer. Terminal box telepon dipasang flush mounting pada dinding.  Outlet telepon dipasang pada dinding dengan menggunakan square metal box. STANDAR / RUJUKAN    Standar PT Telkom. 4.6 mm2 (STEEL-K-008 dan STEEL-K-002). Dari Hibrid Key Telephone ke MDF (tiap lantai) untuk kemmudian dihubunngkan langsung ke Terminal Box. sparing. Penyambungan kabel instalasi telepon didalam terminal box dilakukan dengan menggunakan penyambungan jenis „sambungan jepit‟. . Persyaratan teknis mengenai instalasi penunjang seperti conduit. kunci dan handle. dicat dengan meni tahan karat dan dicat finish dengan warna yang akan ditentukan kemudian oleh Perencana Interior.7. 4. Administrasi dan Teknis Halaman : . Konduktor kabel instalasi telepon mempunyai inti solid yang terbuat dari bahan tembaga.4. SISTEM INSTALASI DAN PERALATAN    Dari PABX dihubungkan ke Hibrid Key Telephone (eksisting). Konstruksi las. Kabel telphone langsung dihubungkan ke Outlet Socket pada Terminal Box. Verband Deutscheur Electrochniker (VDE). PESAWAT TELEPON   Pesawat telepon cabang berupa telepon meja dengan tipe „push button dialler‟. TERMINAL BOX TELEPON      Terminal box telepon terbuat dari plat baja dengan ketebalan minimal 2 mm. Sedangkan cara pemasangan disesuaikan dengan rekomendasi dari produk yang terpilih.  Pemasangan outlet telepon harus diperkuat sehingga tidak mudah lepas oleh gangguangangguan mekanis. 4. 4.

 Tahan terhadap UV dengan proteksi indeks IP 53/54. Diameter pipa conduit harus sesuai dengan ketentuan dalam Gambar Kerja atau disesuaikan dengan jumlah kabel yang akan ditempatkan didalamnya. Kotak terminal dengan tipe dan kapasitas sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Pipa conduit untuk kabel telepon harus sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis 16400.  Bagian metal dibuat dari bahan baja anti karat AISI 304.  Merek yang dipakai : setara SIEMENS atau Panasonok atau sesuai dengan merk PABX yang dipakai. Umum.Spesifikasi Umum.  Ringan dan Kuat. Kotak distribusi utama harus dari tipe pemasangan di luar atau dalam gedung dengan kapasitas sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja. Konduit. Administrasi dan Teknis Halaman : . harus memiliki karakteristik minimal sebagai berikut:  Dapat dipasang di dinding.    . Overvoltage Arresters Kecuali ditentukan lain.  Dilengkapi dengan ventilasi pada bagian atas dan bawah untuk sirkulasi udara dan mencegah kelembaban. Pelaksanaan Pekerjaan A.  Dapat dikunsi.  KOTAK DISTRIBUSI UTAMA (Main Distribution Frame – MDF). dan harus memiliki karakteristik minimal sebagai berikut :  Rumah dibuat dari reinforced polyester.  Disetujui oleh Telkom.  Mudah di pasang.  Kotak Terminal.  Kotak dibuat dari resin daur ulang. overvoltage arrester untuk system komunikasi harus diadakan sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja.75  push button dialler  dilengkapi display  kelengkapan-kelengkapannya sesuai merek PABX terpilih  feature yang dimiliki sesuai dengan rekomendasi merek terpilih  dipasang di operator telepon  Pesawat telepon lainnya mengikuti ketentuan Tipe push button dialler diletakkan di meja untuk ruangan dengan kelengkapan :  push button dialler  hand-set  display indikator pesawat pemanggil  feature yang dimiliki sesuai dengan rekomendasi merk terpilih  dipasang di meja atau sesuai gambar perencanaan  Pesawat ini mempunyai fasilitas untuk berhubungan dengan pesawat cabang lain secara langsung. sedangkan keluar harus dengan operator (beberapa pesawat tertentu dapat diprogram untuk berhubungan keluar)sesuai permintaan pemberi tugas.  Dilengkapi dengan pintu yang dapat dilepas untuk terminasi kabel.  Dapat dibuka sampai 90°.

Kontraktor harus menyiapkan diagram pemasangan kotak terminal. pipa vent. grease trap dan bak penampungan / sump pit sampai ke setiap fixtures pengeluaran. 10.1. putih/merah. Administrasi dan Teknis Halaman : . sistem drain. air bekas. putih/hijau. putih/hitam. . 9. Soket telepon dan data harus ditempatkan pada lokasi yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk dari Pengawas Lapangan. kabel harus ditempatkan di dalam konduit atau rak kabel dan diklem ke beton pelat pada setiap jarak 100cm. d. Kontraktor harus memeriksa kebutuhan ruang dengan Kontraktor lain untuk memastikan semua peralatan dan perlengkapannya dapat dipasang pada tempat yang telah ditentukan.76 1. 3. 8. UTP Category 5 harus digunakan dan dipasang pada tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam gambar Kerja. 2. 4. Kabel dengan 5 (lima) warna yang berbeda (misalnya kuning/putih. 5. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM a. floor drain. 5. Semua kabel komunikasi harus ditempatkan di dalam konduit jenis high impact. V INSTALASI PLUMBING. Kontraktor secara teratus harus membuang kotoran dan bahan tak terpakai agar dapat bekerja dengan aman. pemasangan dan pemeliharaan disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan/mengikuti jadwal bangunan. 7.Spesifikasi Umum. Setiap kotak terminal harus memiliki cadangan sekurang-kurangnya 20%. dengan tetap memperhatikan batasan jarak yang diisyaratkan. B. Tinggi maksimal pemasangan kotak terminal sambung ± 160 cm dan tinggi minimal ± 40 cm. 4. 3. 6. 11. Kontraktor harus segera memperbaiki setiap pekerjaan yang dinilai tidak sesuai oleh Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi. Untuk ruangan tanpa langit-langit. peralatan pengujian dan melaksanakan pengujian serta mencatatnya. putih/biru) harus digunakan untuk kode warna pekerjaan marshalling. Pemasangan 1. 2. Unit kotak distribusi utam a(MDF) unit dipasang pada ruang panel listrik arus lemah seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. AIR BERSIH DAN AIR KOTOR PENJELASAN LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk lingkup pekerjaan pada paket ini adalah sebagai berikut : a. Pengadaan dan pemasangan instalasi sistem air bersih berikut pemipaan sampai ke setiap fixture pengeluaran dan faucet. BAB 5. peralatan pemasangan. pengadaan. Seluruh kabel harus diberi tanda dengan tanda kabel. b. Total panjang satu segmen dibatasi sampai 90meter.2. Kabel yang akan ditanam di dalam bagian bangunan (di lantai atau di dinding) harus ditempatkan di dalam konduit jenis High Impact. Pengadaan dan pemasangan pemipaan air kotor. Kontraktor harus menyediakan semua alat kerja. Mengadakan testing commissioning untuk seluruh pekerjaan hingga dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi standard/persyaratan yang telah ditentukan dalam spesifikasi teknis. Waktu pelaksanaan Lamanya waktu pelaksanaan.

c. maka kewajiban Kontraktor untuk memasang hal tersebut agar sistem beroperasi dengan baik dan sempurna. Maka Kontraktor harus tetap melaksanakannya tanpa ada biaya tambahan. kepada Direksi Lapangan termasuk brosur-brosur dari alat-alat tersebut untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Lapangan. elektrikal. dan harus menyerahkan Gambar Pelaksanaan (as built drawing) yang meliputi denah. instalasi yang terpasang. fitting-fitting. Kontraktor wajib mempunyai PAS INSTALATUR yang dikeluarkan oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) setempat dan surat Rekomendasi lainnya apabila diperlukan dalam pekerjaan ini.Spesifikasi Umum. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material/peralatan menjadi tanggungan Kontraktor. Gambar Perencanaan Walaupun didalam gambar perencanaan atau spesifikasi tidak tercantum semua pipapipa. Izin Semua izin-izin dan persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan instalasi ini harus dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana termasuk biayanya. j. Contoh-contoh Barang Kontraktor waijb mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan. maka Kontraktor harus mengganti bahan-bahan tersebut sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam spesifikasi. Pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia tahun 1979. termasuk perubahan-perubahan atau usulan-usulan dan lain sebagainya. g. Koordinasi Dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Gambar-gambar Kerja Gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di lapangan (site). interior dan sebagainya. sebelum alat-alat tersebut dipasang. h. improver material dan menjamin terhadap kualitas atau mutu barang sesuai dengan tujuan spesifikasi. Apabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi ini dapat bekerja dengan baik. dan tidak dinyatakan dalam gambar perencanaan atau spesifikasi. detail pemasangan. Administrasi dan Teknis Halaman : . detail peralatan dari seluruh instalasi diatas/sebanyak 5 rangkap cetakan dan 1 kalkir. agar dapat memberikan hasil kerja yang baik dan rapi. . Bila ternyata terdapat bahan-bahan yang telah dinyatakan tidak baik/tidak bisa dipakai oleh Direksi Lapangan. e.77 b. katup-katup dan fixtures secara terperinci. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti. d. Kontraktor diwajibkan mengadakan koordinasi dengan Kontraktor lain yang mengerjakan pekerjaan struktur. i. tetapi bagian-bagian tersebut merupakan suatu kelengkapan sistem. sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pemasangan dapat diperkecil/dihilangkan. f. Gambar-gambar dan Spesifikasi Gambar-gambar dan spesifikasi ini harus merupakan suatu kesatuan. Gambar Pelaksanaan Kontraktor harus membuat gambar instalasi (Shop Drawing) sebanyak 3 (tiga) rangkap untuk disetujui oleh Direksi Lapangan. Kesalahan pemasangan akibat tiadanya kerjasama menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Material Kontraktor harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari cacat defective material. Tenaga Pelaksanaan Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (skilled labour).

Pada saat penyerahan pertama harus diserahkan antara lain : Instruction Manual. Petunjuk Operasional Pada saat penyerahan untuk pertama kalinya Kontraktor harus menyerahkan gambargambar.3. Kontraktor harus memberikan surat garansi atas peralatan-peralatan utama kepada Pemberi Tugas. Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada pemilik sebanyak 3 (tiga) set copy dan 1 (satu) set kalkir. Semua penarikan pemipaan yang dilakukan oleh pihak lain dan tidak tercantum dalam gambar dan spesifikasi. n. PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS KHUSUS a. 3. Penolakan Instalasi Kontraktor harus memberikan contoh-contoh semua bahan-bahan yang akan dipergunakannya kepada Direksi Lapangan atau pihak yang ditunjuk untuk dimintakan persetujuan tertulis.78 Semua pemeriksaan. Semua pekerjaan pembuatan dudukan untuk mesin dilakukan oleh Kontraktor. Kontraktor harus membuat jadwal/schedulle waktu yang terperinci untuk setiap pekerjaannya dan diserahkan kepada Direksi Lapangan. ukuran-ukuran dan gambar-gambar kepada pihak lain yang mengerjakan. maka Kontraktor harus berkoordinasi dan memberikan data-data. 2. kecuali dinyatakan lain secara tersendiri. Kontraktor wajib mengganti setiap kelompok barang-barang atau sistem yang tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi akibat dari kesalahan pabrik atau pengerjaan yang salah selama masa pemeliharaan setelah proyek ini diserahterimakan untuk pertama kali. ukuran-ukuran gambar-gambar dan peralatan yang diperlukan kepada pihak lain yang memerlukannya. spesifikasi dari semua contoh bahan yang akan diajukan. atau pihak yang ditunjuk untuk mendapatkan persetujuannya. pengujian dan lain-lain beserta keterangan-keterangan resminya yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini harus dilakukan oleh Kontraktor atas tanggungan dan biaya Kontraktor. Operating Instruction. Kontraktor wajib memberikan data-data dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain yang mengerjakannya. Apabila semua penarikan kabel-kabel listrik sampai ke panel peralatan dilakukan oleh pihak lain. l. . Administrasi dan Teknis Halaman : . Trouble Shooting Instruction dan BrosurBrosur. Semua pekerjaan galian dan penimbunan yang dilakukan oleh pihak lain maka Kontraktor Pelaksana harus memberikan data-data. m. 5. Kontraktor wajib mengganti setiap bagian pekerjaannya yang ternyata cacat atau rusak selama jangka waktu pemeliharaan setelah proyek ini diserahterimakan untuk pertama kalinya. kecuali dinyatakan lain secara tersendiri. ukuran-ukuran dan gambargambar pekerjaan ini bilamana ada pihak yang melaksanakannya. Peraturan-peraturan / Persyaratan Tata cara pelaksanaan dan lain-lain petunjuk yang berhubungan dengan peraturanperaturan pembangunan yang sah berlaku di Republik Indonesia.Spesifikasi Umum. Jaminan dan Pemeliharaan Kontraktor harus memberikan pemeliharaan selama setahun untuk peralatan dan 6 (enam) bulan untuk instalasi semenjak serah terima pekerjaan yang pertama. 4. Dengan mencantumkan secara lengkap merek. data-data peralatan petunjuk operasi dan cara-cara perawatan dari peralatanperalatan yang terpasang. type. Koordinasi 1. k. Kontraktor harus memberikan data-data. Maintenance Guide.

peraturan-peraturan berikut berkenaan dengan pasal-pasal : 1. Jen. seperti instaflex dari George Fischer. harus terbuat dari bahan PN yang sesuai untuk pipa PN. Kontraktor dianggap telah cukup mengerti dan mengetahui akan isi dan maksud dari peraturan dan syarat-syarat tersebut diatas. harus terbuat dari bahan PP yang sesuai untuk pipa PP kelas 10kg/cm2. 4. tee dan sebagainya. Pada umumnya. 10. Sambungan-sambungan pipa seperti socket. electrifusion atau sesuai petunjuk dari pabrik pembuat pipa PN. mingguan. American Water Works Associantion (AWWA) b. tee untuk air bersih dan sebagainya. Sistem sambungan terdiri dari compression fitting. bulanan dan borongan. reducer.   Pemipaan Air Panas. sedangkan diatas  50 mm menggunakan Rubber Ring dan Spiqot. serta berasal dari merek yang sama dengan merek pipa. Sistem sambungan yang dipilih harus disetujui Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi. PUBB 1969.Spesifikasi Umum.5) sambungan menggunakan Solvani Councui. Pemeriksaan Umum untuk pemeriksaan bahan-bahan bangunan NI-3 (PUBB) 1956 NI-3 1963. yang disetujui oleh Direksi Lapangan/Manajemen Konstruksi. British Standar (BS) 7. butt-fussion welding. tentang Instalasi Air. Peraturan Perburuhan Indonesia. 5.  . Japanese Industrial Standar (JIS) 9. ISO 4427 dan atau DIN 8075  Untuk pipa jaringan air kotor dan air bekas.  Sambungan Pipa. 3. Untuk distribusi air bersih harus dari pipa Poly Propeline (PN 10) yang memenuhi standar ISO 4065.  Sistem Sambungan. Pipa. serta berasal dari merek yang sama dengan merek pipa. persyaratan ini harus betul-betul ditaati. electrofunction atau sesuai petunjuk dari pabrik pembuat pipa PP. Sistem sambungan yang dipilih harus disetujui Pengawas Lapangan. Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan Dit. 12. Standar Nasional Indonesia (SNI) 8. 2. knee.  Diameter dan panjang pipa yang dibutuhkan harus sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja.  Sambungan Pipa. nipple. Sambungan-sambungan pipa seperti socket. Administrasi dan Teknis Halaman : . American Society fot testing and Materials (ASTM) 6. Sistem Sambungan Sistem sambungan terdiri dari compressioan fitting. dibawah  50 mm menggunakan jenis pipa PVC Kelas AW (S. but-fussion welding. Peraturan Perusahaan Air Minum Negara. Untuk distribusi aire panas digunakan pipa PP yang memenuhi ketentuan BS 6920 dan BS 7291 Part 1 & 2 dengan tekanan nominal PN 20. nipple. Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. elbow.79 Selama pelaksanaan. Pemipaan  Untuk pipa-pipa jaringan pekerjaan sistem air bersih menggunakan pipa-pipa jenis polypropelyn PN 10. reducer. knee. tentang penggunaan tenaga kerja harian. elbow. Material / Bahan-bahan yang Dipakai 1.

knee. Katup dengan diameter sampai dengan 65mm harus memiliki ulir untuk enyambungan dengan pipa.Spesifikasi Umum. Katup harus memiliki tanda tekanan kerja. sedang katup dengan diamter lebih besar dari 65mm harus memiliki flens yang bersatu dengan badan katup. digunakan untuk pemasangan flens. Pipa air buangan harus dari pipa PVC standar SNI 06-0084-1987 dengan kelas tekanan kerja 8kg/cm2. dari merek yang sama dengan merek pipa yang disetujui digunakan.   merek yang 2. tee dan sebagainya.. Mur untuk Flensa. Diameter dan panjang baut harus sesuai dengan dimensi flens. Diamter dan panjang pipa yang dibutuhkan harus sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja. Jumlah pengadaan paking harus dilebihkan 10% dari jumlah yang seharusnya diadakan. Paking harus dari ANSI kelas 150. Toyo atau setara. Pipa harus dari jenis sambungan solvent cement. Perekat. harus terbuat dari bahan dan kelas yang sama dengan pipa pVC dan memenuhi standar SNI 060135-1989. Flens tipe slip-on harus memiliki diameter yang sesuai dengan pipa atau peralatan yang akan disambung. harus dibuat dari bahan kuningan dan harus berasal dari merek yang dikenal seperti Kitz. mur lengkap dengan cincin per dan cincin pelat. Sambungan-sambungan pipa dengan jenis sambungan solven cement seperti elbow. Sambungan Pipa. Baut. diameter dan arah aliran yang diterakan pada badan katup.   c. Perekat untuk penyambungan pipa PVC harus dari direkomendasikan oleh pabrik pembuat pipa PVC. harus terbuat dari baja hitam kelas 8. reducer. Diameter paking harus sesuai dengan diameter dan jenis flens yang akan digunakan. Paking. Jumlah pengadaan baut dan mur dilebihkan 10% dari jumlah yang seharusnya diadakan. Sisa ulir setelah pemasangan minimal 3 (tiga) ulir.8. dengan jenis katup dan diameter sesuai Gambar Kerja. Sistem Penyambungan Pipa . Katup bertekanan kerja 125psi. terbuat dari karet gulungan spiral tebal minimal 3mm.80   Pipa PVC dan Sambungan Pipa. Administrasi dan Teknis Halaman : . Valve-valve  Katup/Valve. Flens harus memenuhi standar ANSI B 16.5 kelas 150 jenis raised face.  Flensa. Baut. Instalasi Pemipaan 1. dengan system ulir metric.

dipasang balok-balok dari beton dengan campuran yang kuat dan dipasang setiap ada sambungan pipa.  Semua fixtures. elbow. penyambungan pipa dengan ulir harus terlebih dahulu diberi lapisan red lead cement atau pintalan khusus dari asbes. . fitting dan sebagainya. tee. Pipa-pipa Dalam Tanah  Galian pipa dalam tanah harus dibuat dengan kedalaman 60 cm untuk pipa diameter 4” kebawah. pipa-pipa air bersih dilaksanakan harus rapi tidak mengganggu waktu pemasangan-pemasangan/dinding porselen atau pekerjaan sipil serta mekanikal dan elektrikal lainnya. Sambungan flanged dilakukan pada setiap belokan dan pada setiap dua batang pipa pada pipa lurus.5 m. Dengan pemasangan fixtures yang baik dan serasi serta kuat dalam kedudukannya untuk komponen. Fitting dan Sebagainya  Semua fixtures harus dipasang dengan baik dan didalamnya bebas dari kotoran yang akan mengganggu aliran atau kebersihan air. valve dan sebagainya. dan harus terpasang dengan kokoh ditempatnya dengan tumpuan yang mantap.  Untuk mencegah getaran pada penggantung harus dipakai dudukan dari karet. Untuk memperkuat terhadap kebocoran.  Untuk pipa-pipa yang tekanan airnya tinggi/pipa induk.  Setelah pipa dipasang pada lubang galian dan setelah diperiksa oleh pengawas yang ditunjuk. semua kotoran dibuang dari lubang galian dan ditimbun kembali dengan baik dengan pasir urug atau tanah bekas galian atau bahan yang ditentukan Direksi Lapangan dan disetujui.81  Pipa Air Bersih Digunakan las untuk semua pipa pada belokan dari bahan yang sesuai dengan jenis bahan pipanya.  Pemasangan pipa harus rata dan rapi. Pipa Air Kotor dan Ventilasi Digunakan sistem lem/solvent cement rubber ring and spiqot untuk pengikatnya terutama untuk pipa-pipa cabang atau pipa yang berdiameter kecil. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga seluruh panjang pipa terletak bertumpu dengan baik. Untuk penyambungan pipa induk. Pemasangan Fixture. misalnya fixtures.  Penggantung atau penumpu pipa adalah produk pabrik dan harus disekrup/terikat pada konstruksi bangunan dengan insert/anker yang dipasang pada waktu pengecoran beton atau dengan ramset. Penggantung / Penumpu Pipa  Semua pipa harus diikat/ditetapkan dengan kuat dengan pengantung atau angker yang kokoh (rigid). sedangkan untuk sambungan flanged harus dilengkapi ring karet secara homogen. 3. bisa digunakan sistem pengelasan apabila diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu. untuk mencegah timbulnya getaran.5 m. 4. Kontraktor bertanggungjawab untuk melengkapi komponen tersebut didalam kelengkapan instalasi jaringan tersebut. agar inklinasinya tetap.  Pipa horizontal harus digantung dengan penggantung yang dapat diatur dengan jarak antara lebih dari 2.Spesifikasi Umum.  Pipa-pipa yang menembus dinding haus diberi sleeve dengan rongga  1 mm. fitting. Administrasi dan Teknis Halaman : .  2.  Pipa-pipa vertikal harus ditumpu dengan clem/clam dan dibuat dengan jarak tidak lebih dari 1. Untuk pipapipa air bersih dan pipa-pipa air buangan tidak boleh diletakkan pada lubang-lubang yang sama.

Instalasi harus rapi.2”. f. Biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan adalah menjadi tanggung jawa Pemborong/Kontraktor. 4. Sedangkan untuk pipa air kotor/air buangan harus diuji dengan tes rendam tanpa mengalami kebocoran dalam waktu minimum 24 jam tekanan tersebut tidak turun/berubah. 5. Pada akhir pipa ventilasi utama dalam shaft dipasang filter vent pada lokasi paling atas (ceiling lantai atas atau diatas bangunan).  Seluruh box dan pintu dicat merah dengan cat duco ex Dana Paint dan diberi tulisan Hydrant dengan warna putih. Buangan dari closet (WC) dan urinoir dibuang ke septic tank. 1. Untuk pipa air kotor dipakai warna hijau 3. 2. resapan airnya diteruskan ke saluran yang menuju STP beserta air buangan dari wastafel dan floor drain. Pengujian Instalasi Pemipaan. 6. Sedangkan untuk pipa-pipa terlihat (exposed) harus diberi tanda dengan warna atau cat yang warnanya akan ditentukan kemudian oleh Direksi Lapangan. Penjelasan Spesifikasi Teknis Peralatan Utama. Pekerjaan Hydrant  Fire Hydrant Box Indoor Box terbuat dari plat dengan tebal  2 mm. Sebelum dipasang fixtures-fixtures seluruh sistem distribusi air harus diuji dengan tekanan 8 . d. Untuk pipa air buangan atau drain dipakai warna abu-abu. Pengetesan pipa harus disaksikan oleh pengawas atau Direksi Lapangan.Spesifikasi Umum. Untuk pipa-pipa yang exposed tanda-tanda berupa arah panah dengan warna disebut diatas. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pengecatan Semua pipa dari besi/baja dalam tanah harus dililit dengan karung goni dan dilapisi dengan ter (torcoated) untuk penahan korosi. Pipa-pipa non exposed diberi tanda di tempat-tempat control/ pemeriksaan. 1.  Pipa Ventilasi Untuk pipa ventilasi dipasang pada dinding-dinding dengan diameter pipa 1” . . arah panah menunjukkan arah aliran di dalam pipa. Perletakan engsel disesuaikan dengan keadaan setempat sehingga mudah untuk dibuka. Untuk jaringan pipa air bersih dipakai warna biru tua. Untuk jaringan pipa hydrant dipakai warna merah.10 kg/cm2 untuk pipa air bersih. Harus dibuat tanda-tanda dari balok beton diatas tanah untuk memudahkan identifikasi didalam tanah. Dimensi box : lihat gambar perencanaan Tinggi pemasangan dari lantai  20 cm. 2. Pekerjaan Air Kotor  Air Kotor / Air Buangan Diadakan pemisahan antara air kotor buangan dari closet/WC dan air buangan dari urinoir dengan air buangan dari wastafel atau floor drain.5” dan pipa ventilasi utama pada shaft dengan diameter 1.82   Patokan/pedoman yang dipakai untuk dalamnya galian adalah diukur dari garis tengah pipa (as pipa) sampai ke permukaan jalan/tanah asli atau bila tidak akan digunakan ketentuan-ketentuan persyaratan minimal menurut buku petunjuk untuk dalamnya galian. tidak bocor dan untuk sistem maupun lay out dapat dilihat pada detail Gambar Rencana.1.5” . e.

Daftar Material. g. Nozzle variable (zet spray) 1 1/2” semua dalam keadaan baru dan fabricated. 3. Spindo : ATP.83  Panjang fire hose tidak kurang dari 30 m. b. Bakrie. maka hal-hal yang . Apabila ada beberapa hal dari persyaratan umum dituliskan kembali dalam bab-bab spesifikasi ini. Untuk gedung ini digunakan instalasi air conditioning dengan sistem lengkap : Split Wall Type Lingkup pekerjaan instalasi sistem air conditioning ini dapat dilihat pada :  Buku pedoman Pelelangan. Unilon. 2. penyetelan. mudah dilipat. Bakrie. Pekerjaan instalasi sistem ini meliputi seluruh pengangkutan dan pengadaan bahan-bahan serta peralatan utama. 4. Administrasi dan Teknis Halaman : .  Gambar-gambar rencana. GAE. Rucika.1 UMUM a. Western : Ebara.  Lampiran-lampiran atau petunjuk-petunjuk yang dikeluarkan untuk pelaksanaan proyek ini. Spindo : PPI. disahkan oleh PLN dan Departemen Tenaga Kerja RI ITEM Valve Pipa PVC Pipa GIP Pipa Black Steel Pipa Polipropilene Pompa Air Bersih MEREK : Toyo. maka Pemborong wajib bertanggung jawab penuh atas kerugian-kerugian yang mungkin terjadi. Bila ada hal-hal yang dinyatakan lain tersendiri dalam spesifikasi ini. gambar-gambar pelaksanaan dan gambargambar detail. Hitachi : Wavin. Pemborong dapat menanyakan lebih lanjut kepada Pemberi Tugas atau pihak yang ditunjuk untuk ini. Apabila sampai terjadi kelalaian dan kekurangan. tahan terhadap tekanan dan penyambungannya dengan sistem coupling. GRUNFOS BAB VI PERSYARATAN PELAKSANAAN DAN URAIAN PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN INSTALASI PENGKONDISI-AN UDARA (AIR CONDITIONING/AC) 6. Persyaratan Umum Semua persyaratan umum dan supplementer yang ada merupakan pula bagian dari persyaratan sistem instalasi air conditioning ini sejauh yang berlaku bagi pekerjaannya. Secara umum jenis peralatan utama dan tambahan yang dicakup oleh instalasi ini diataranya ialah :  Out Door Unit  Ducting  Kontrol temperatur Segala sesuatu mengenai lingkup pekerjaan ini yang kurang jelas. Lingkup Pekerjaan 1. berarti meminta perhatian khusus dan hal tersebut tidaklah berarti menghilangkan hal lainnya dari persyaratan umum dan supplementer yang ada. Pralon. Kitz. Spindo : PPI. 5. Toto.Spesifikasi Umum. peralatan untuk instalasi. penyelesian akhir (finishing) seluruh sistem agar lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan persyaratan dokumen dan gambargambar yang ada. peralatan pembantu.

kualitas pekerjaan dan lain-lain untuk sistem instalasi ini harus sesuai dengan standard ASHRAE. Semua syarat-syarat untuk bahan. Fire Protection. lantai dan langit-langit serta finishingnya untuk jalan pipa. Pemborong wajib membuat shop drawing (gambar kerja) dari seluruh macam pekerjaan baik secara detail maupun umum dan disahkan Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi/Perencana. Terutama koordinasi dengan pihak Pemborong Sipil Elektrikal. Bila sampai terjadi gangguan. Semua Pemeriksaan. Koordinasi dengan Pihak Lain 1. Pemborong wajib berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek ini. Semua izin-izin dan persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan instalasi ini harus dilakukan oleh Pemborong atas tanggungan dan biaya Pemborong. c. 3. Pemborong harus bertanggung jawab atas penggunaan alat-alat yang dipatentkan dari kemungkinan tuntutan ganti rugi/biaya-biaya yang diperlukan untuk ini. Penarikan kabel. Pemborong bertanggung jawab atas segala peralatan dan pekerjaan ini. ASTM. 4. 3. . meneliti dan memeriksa juga pekerjaan pelaksanaan Pemborong lain yang berkaitan dengan proyek ini apabila pekerjaan pihak-pihak lain dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaannya. Plumbing. pengujian dan lain-lain beserta keterangan-keterangan resminya yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini haruslah dilakukan Pemborong atas tanggungan dan biaya Pemborong. Administrasi dan Teknis Halaman : . cara-cara pemasangan. 4. Untuk semua peralatan dan mesin yang disediakan atau diselesaikan oleh pihak yang lain atau yang dibeli dari pihak lain yang termasuk dalam lingkup instalasi sistem ini. Dalam gambar ini telah tercakup koordinasi dengan pekerjaan-pekerjaan lain. Pembuatan peletakan untuk mesin-mesin pembuatan hanger. maka Pemborong wajib memberikan saran-saran perbaikan segenap pihak. 6. Pemborong wajib mempelajari. Instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku saat ini dan tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan dan Badan Keselamatan Kerja. Persyaratan Pelaksanaan 1. 2. d. Tidak boleh terjadi adanya penyimpangan-penyimpangan dari spesifikasi dan gambar-gambar yang ada tanpa adanya persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas/ Manajemen Konstruksi /Perencana. Izin 1. 2. NEC dan ASME. Pekerjaan-pekerjan seperti di bawah ini harus dilakukan Pemborong kecuali yang dinyatakan sendiri : Pembuatan lubang-lubang biasa dan lubang-lubang khusus pada dinding. Semua pelaksanaan instalasi yang berbeda dengan spesifikasi dan gambar. tanpa persetujuan di atas harus diperbaiki dan diubah sesuai dengan spesifikasi dan gambar yang ada. NFPA.Spesifikasi Umum. e.84 tertulis dalam persyaratan umum maupun supplemneter tidak berlaku lagi untuk instalasi ini. f. Pemborong harus memberikan data-data. peralatan. SMACNA. 5. ukuran-ukran gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain yang mengerjakannya. Pemborong wajib menyerahkan suatu garansi/referensi mengenai hal ini. 2. Sebelum memulai pekerjaan. atas biaya dan tanggung jawab Pemborong. Korelasi Pekerjaan 1. Pemborong wajib menyerahkan semua izin atau keterangan resmi dari pihak yang berwajib yang diperolehnya mengenai instlasi proyek ini kepada Pemberi Tugas/ Manajemen Konstruksi. dilakukan pihak lain.

tidak bercacat sesuai dengan spesifikasi dan gambar. Pemborong wajib menyerahkan data-data teknis dan mengisi daftar schedule seluruh mesin-mesin dan peralatan beserta penjelasan jenis. Dalam memilih mesin atau unit-unit Pemborong harus memperhatikan benar-benar gambar dan spesifikasi terutama untuk bentuk dan ukuran nyata dari unit-unit mesin guna menghindari kerancuan koordinasi terhadap struktur. Apabila ada data-data serta bahan yang diajukan menyimpang daripada yang disebutkan alam gambar-gambar dan spesifikasinya. Pemborong harus memberikan service secara cuma-cuma untuk seluruh sistem ini dari lingkup pekerjaan selama masa pemeliharaan setelah proyek ini diserah terimakan untuk pertama kali. Penolakan Instalasi Bila instalasi dari sistem ini seluruhnya atau ada bagiannya yang tercacat. Bahan 1. ciriciri. 2. setiap kelompok barang-barang atau sistem yang tidak sesuai dengan persyaratan spesifikasi akibat dari kesalahan pabrik atau pengerjaan yang salah selama jangka waktu 1 (satu) tahun proyek ini diserah terimakan untuk pertama kalinya dinyatakan lain secara tersendiri. Administrasi dan Teknis Halaman : . Kebersihan Lapangan 1.Spesifikasi Umum. bekas dipergunakan. maka Pemborong harus menyatakan dengan tegas perbedaanya mengajukan permohonan penggantian disertai dengan alasan yang cukup kuat dan lengkap untuk diteliti Pemberi Tugas/CM/ Perencana. dan lain-lain. lengkap kepada Pemberi Tugas/ Manajemen Konstruksi /Perencana untuk diperiksa dan dimintakan persetujuannya. maka keseluruhan atau sebagian dari instalasi ini sebagai mana kenyataannya dapat ditolak dan diganti oleh Pemberi Tugas atas tanggungan Pemborong.85 2. gagal atau tidak memenuhi persyaratan spesifikasi dan gambar serta ternyata Pemborong gagal untuk melaksanakan perbaikan ini dalam waktu yang ditentukan CM. i. arsitektur. 5. k. Service dan Garansi 1. kecuali dinyatakan lain secara khusus dalam kontraknya. 2. bercacat atau rusak sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi dan gambar maka Pemborong harus mengganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan spesifikasi dan gambar atas tanggungan sendiri. Pemborong hendaknya menghubungi pihak lain untuk koordinasi pembersihan lapangan ini. 2. dalam keadaan baik. kualitas dan kuantitas finishing. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan h. 4. Pemborong wajib mengganti atas biaya sendiri. maka Pemborong harus memindahkan semua sisa-sisa bahan pekerjaannya dan peralatannya kecuali masih diperlukan selama masa pemeliharaan. j. Pemborong harus bertanggung jawab. Bila ternyata bahan yang dipakai bahan lama. Lapangan yang digunakan setiap hari setelah selesai bekerja harus dibersihkan oleh Pemborong. keluar lapangan sesuai petunjuk CM. Semua bahan yang dipergunakan dalam instalasi ini harus baru. melindungi dan menjaga bersih semua bahan-bahan yang dipergunakan dalam instalasi ini atau sampai pada waktu penyerahan pertama instalasi ini. nomor. model. . 3. Segera setelah kontrak pelaksanaan pemasangan sistem air conditioning ini selesai. g. Pemborong wajib bertanggung jawab penuh atas segala lingkup pekerjaannya. accessories dan sebagainya.

86 1. 4. “Shop Drawing” adalah merupakan penggambaran yang lebih detail daripada setiap pemasangan serta spesifikasi yang lebih detail daripada setiap komponen. tekanan tinggi atau rendah dari beban pendingin. Pemborong harus mengajukan contoh-contoh material yang akan dipasang kepada Pemberi Tugas/CM/Perencana untuk disetujui. Data Teknis. Sebelum pelaksanaan.Spesifikasi Umum. maka Pemborong wajib memasukkan “shop drawing” sebelum pemasangan kepada CM untuk diperiksa bersama Perencana. Mesin Pendingin (Outdoor Unit) 1. perlindungan terhadap suhu terlalu tinggi ataupun rendah. peralatan untuk loading dan unloading silinder kompresor dan dirakit. 4. Unit harus 100 % tahan cuaca di luar dan difinish dengan bahan baja galvanis dilapis dengan lapisan anti korosi. Semua mesin-mesin dan perlengkapan unit harus buatan pabrik. l. Dua minggu sebelum penyerahan untuk pertama kalinya sistem ini. Fan Coil Unit. Pemborong wajib memberikan 2 (dua) set singkatan petunjuk operasi dan perawatan kepada Pemberi Tugas dan sebuah hendaknya ditempelkan dalam ruang yang ditunjuk olah CM. 2. 2. data-data peralatan.  Casing Unit hendaknya dibuat dari bonderized steel atau mild galvanized steel dan direncanakan untuk menahan tekanan kerja tertentu. petunjuk operasi dan cara-cara perawatan yang terpasang di bawah kontrak ini berikut as built drawing. Jenis unit kompresor adalah screw dan dilengkapi dengan pengaturan kapasitas. maupun tahan terhadap udara bergaram. 6. Pemborong harus menyerahkan gambar-gambar.2 PEKERJAAN INSTALASI AIR CONDITIONING a. b. Data-data tersebut haruslah diserahkan kepada Pemberi Tugas/CM masingmasing sebanyak 6 (enam) set. sehingga dapat berfungsi dengan sempurna. Pemborong harus menyediakan dan memasang unit-unit “Split Wall Type” beserta peralatan-peralatan lain sesuai dengan gambar dan spesifikasi serta persyaratanpersyaratan pabrik. 3. diisi. isolasi vibrasi luar dalam automatically reversible oil pump. Pemborong harus menyediakan dan memasang unit-unit FCU beserta peralatanperalatan sesuai dengan gambar-gambar spesifikasi dan persyaratan-persyaratan pabrik. terdiri dari jenis direct expantion circulation. dibalancing dan diuji secara statis maupun dinamis oleh pabrik. 5. Kompresor. Fan Coil Unit (FCU) / Indoor 1. alat timer untuk menjaga kompresor bila terjadi gangguan daya. C a s i n g. Shop Drawing Untuk semua macam pekerjaan baik material/komponen maupun pekerjaannya. dilengkapi dengan katup ekspansi termostatik. Pada unit harus terdapat kontrol pelindung terhadap kelebihan muatan motor (motor overload protection). Pemborong wajib memberikan pendidikan praktek mengenai operasi dan perawatanya kepada petugas-petugas teknis yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas sampai cakap menjalankan tugasnya. 3. . K o n t r o l. Semua panel hendaknya minimum dari 20 gauge. Administrasi dan Teknis Halaman : . 2. 3.

 Coil Cooling coils hendaknya dipasang sedemikian rupa sehingga dapat dilepas. Isolasi Geteran Jenis isolasi rubber in shear type. Drain pan hendaknya terletak di bawah cooling coil dan harus masih cukup besar untuk menampung segenap pengembunan air dari coil pada kondisi maksimumnya. Wrought Grass atau Tinned Cast Grass memnuhi ANSI 400 lb. Casing unit hendaknya diisolasi dengan neoprane coated fibreglass tebal 5”. 4. 3. 5. sesuai dengan gambar dan spesifikasi. Pekerjaan Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar semua pemipaan yang ada. Fan hendaknya dilengkapi dengan pulley yang diatur picthnya untuk memungkinkan merubah kecepatan fan. Sambungan Untuk seluruh sambungan pipa menggunakan sistem “soldered”. Coil hendaknya dilengkapi dengan sambungan gravity oil drainage. . Pipa Refrigerant 1. isolasi hendaknya tahan api memenuhi persyaratan NFPA standard 90 A. kecuali ditentukan lain oleh pabriknya. atap. Semua unit harusnya mempunyai fan bearing dengan pelumas grease yang settingnya dapat dicapai dari luar pelumasan. Belokan Semua belokan harus dari jenis “long radius elbow”. lantai dan untuk pipa yang menembus lantai. Bahan Untuk semua pipa refrigerant. Performansi hendaknya menurut API Sandard 430-1966.87 Casing dan rangka hendaknya dilapisi dengan titik-titik penyangga yang telah diperkuat secukupnya untuk kedudukan unit dan dilapisi dengan pelindung pada kedua sisinya. Administrasi dan Teknis Halaman : . Tubing type K memenuhi spesifikasi B. Pemasangan Pipa hendaknya dipasang minimum sejauh 2” dari tepi dinding. Kekuatan Pipa Semua pipa dan persyaratannya harus dapat menahan tekanan 20 kg/cm 2 tanpa terjadi kebocoran.   c.88 ASTM. fan hendaknya ditest dan dibalancing secara dinamis dan statis. Setelah dipasang dalam kedudukan yang benar. Coil hendaknya memenuhi standard konstruksi dan testing yang berlaku dari ASAB T-1971.Spesifikasi Umum. langit-langit dan dinding hendaknya diberi pelindung dari penyekat/karet dan galvanized steel gauge 16. Fan Fan hendaknya dari type centrifugal forward curve. 6. Rating dari coil hendaknya copper tubing (permukaan utama) yang direkatkan erat-erat pada pipa tadi dengan metoda yang ditentukan pabrik.  Pipa : Hard Copper. 2.  Fitting : Wrought Copper. kecuali ruangan tidak memungkinkan.

1 atau yang sejenis dari bahan tahan api (fire resistance). 3. Isolasi Pipa Semua pipa refrigerant harus diberi lapisan isolasi sesuai dengan gambar dan spesifikasi. 2. Isolasi hendaknya dari rubber (armaflex) atau sejenis yang dirapatkan dengan adhesive tape sampai tidak terjadi pengembunan. maka bahan-bahan tersebut harus dicat akhir dengan warna yang disetujui oleh Pemberi Tugas/CM/ Perencana. Pekerjaan Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin-mesin air conditioning sampai ke tempat pembuangan yang terdekat dalam saluran yang tersembunyi atau tidak. Peralatan Pipa kondensasi harus dilengkapi dengan alat pembersih. Pemborong harus mengecat semua pipa.Spesifikasi Umum. 4. Sebelumnya Pemborong wajib memberitahukan mengenai tandatanda yang hendaknya dipasang pada peralatan-peralatan itu. Pengecatan 1. Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi/Perencana serta pihakpihak lain yang diperlukan kehadirannya. Pemborong harus berkoordinasi. rangka penggantung. Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian “test” dan “balancing” peralatan instalasi sistem Air Conditioning dengan disaksikan oleh Pengawas yang berkepentingan. 2. Jenis Pekerjaan Jenis pekerjaan “balancing” dan “adjusting” instalasi ini. Administrasi dan Teknis Halaman : . Pengecatan tidak diperlukan bila alat-alat sudah dicat dari pabriknya atau dinyatakan lain dalam spesifikasinya. Pipa Pengembunan 1. rangka penyangga. 2. d. Pemborong harus memberikan tanda-tanda huruf atau nomor identifikasi bagi peralatannya. e. langit-langit dan lain-lain pipa ini harus diberi lapisan isolasi getaran dan dilindungi dengan pipa yang lebih besar ukurannya. lantai. leher angsa serta peralatan lain yang perlu. secara garis besar mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : . semua unit-unit yang dirakit di lapangan dan bahan-bahan yang mudah berkarat dengan lapisan cat dasar (prime coating) dan cat akhir sesuai dengan persyaratan pengecatan yang sesuai untuk bahan masing-masing dan disetujui oleh Pemberi Tugas/CM/Perencana atau pihak lain yang ditunjuk untuk ini. dan tidak mengganggu. 5. f. Pemborong wajib mencat kembali khusus ditempat yang cacat tadi dengan warna yang sesuai dengan aslinya. Harus diberikan lapisan isolasi sampai sepanjang kirakira 2 (dua) meter atau sampai daerah dimana terjadi pengembunan pada bagian luar pipa. Penembusan Dinding Bila menembus dinding.88 7. Pengujian 1. Bagian luarnya hendaknya dilapisi dengan “vapour barrier jacket” seperti “sisalation 450” atau yang sejenis yang direkatkan dengan “adhisive tape 2” serta “surface finish” sampai tidak terjadi pengembunan pada permukaan luar pipa. 3. memberikan data. polyurethane atau styrofoam type D. Bahan Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Polyvinyl Chlorida) jenis kelas D bilamana tidak dinyatakan lain. ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain terutama dengan Pemborong Sipil. Isolasi harus dari bahan fibreglass. Untuk peralatan-peralatan yang tampak. Segala bahan yang diperlukan guna pengujian tersebut menjadi tanggungan dan beban biaya Pemborong. tetapi bila cacat akibat pemasangan.

3. Sekering Cadangan Untuk setiap panel harus disediakan sekering cadangan sebanyak yang ada dan disimpan dalam tempat khusus dan diberi tanda pengenal.Spesifikasi Umum. aliran udara.  Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat.  Semua panel. damper-damper. . indikator. aliran air. 2. Administrasi dan Teknis Halaman : . hendaknya dipilih mana yang lebih besar.  Kontrol untuk sistem pengaturan otomatis suhu. alat-alat ukur serta peralatan-peralatan lainnya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC yang tercakup dalam proyek ini. diantaranya ialah : 3. swicth. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud disini ialah semua pelaksanaan instalasi. transformator. Hendaknya semua izin. Bahan Semua bahan yang dipergunakan harus dari kualitas terbaik. pemeriksaan dan pengujian beserta keterangan resmi yang mungkin diperlukan dilaksanakan oleh Pemborong. Bahan terbuat dari alumunium atau partinax dengan huruf yang dipunch. Penyambungan Kabel Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan persyaratan yang ada.  Semua alat-alat ukuran yang terpasang harus dari daerah kerja yang paling sesuai dan dengan ketelitian 2 %. 4.89  Pipa Pengujian terhadap kebocoran pada pipa “chiller” dengan alat-alat “helidetorch” atau lainnya yang sejenis. Bila ada perbedaaan. Syarat-syarat Semua pekerjaan listrik yang harus dilaksanakan sesuai dengan peraturanperaturan Pemerintah setempat dan dari Jawatan Keselamatan Kerja. Selain daripada itu harus pula memenuhi persyaratan standard negara dan pabrik pembuatannya. alat-alat ukur dan yang lain-lain yang ada harus diberi papan nama yang jelas dan tidak mudah rusak. kelembaban. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain secara tersendiri. sekering.  Untuk setiap phasa pada panel hendaknya diberi lampu indikator penunjukan atau alat-alat ukur. switch. indicator yang ada beserta seluruh peralatan yang diperlukan pada sistem AC agar sistem peraturan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasinya harus disediakan dan dipasang oleh Pemborong. Pekerjaan Listrik 1. Peralatan Pada masing-masing unit harus dipasang sistem pengaman yang terpisah. 4. g.  Panel kontrol daya mesin-mesin AC dan mesin-mesin ventilasi yang meliputi wiring starter. Pemborong menyediakan dan memasang peralatan-peralatan dari panel distribusi ke panel kontrol AC dan dari panel kontrol AC sampai ke mesin-mesin. Lain-lain sistem dengan “pressure gauge” dan alat-alat lainnya yang diperlukan. Pemborong harus berkoordinasi dengan pihak-pihak lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dan dari merk yang sama untuk seluruh proyek ini.

25 kW Star delta. contactor. rotor resistance 6. Rucika. maka jenis starter yang dipergunakan adalah : Power Input Motor Jenis Starter Sampai dengan 3. dll Keterangan Accson.1 VII UMUM PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS POMPA AIR BERSIH Penawar harus menyediakan dan mensuplai “pumping station” dalam keadaan berjalan sempurna sesuai dengan gambar dan perlengkapannya. auto transformer.90     h. 2. 4. suku cadang dan daftar material. rotor resistance 25 kW . Gambar secara keseluruhanlengkap. Legrand. Produksi pabrik yang harus digunakan : No. Banlon. penawar harus menyertakan paling sedikit hal-hal berikut ini : a.5 kW Star delta 7. 1. Eqa BAB 7. Spindo Kabelindo.ke atas Star delta. buatan mana dan jenis-jenisnya. CB MCB.Spesifikasi Umum. Item Unit AC Pipa drain PVC Kabel NYY. Starter Kecuali ditentukan lain oleh pabriknya atau dinyatakan lain. auto transformer. Fuji Electric Mavin. Dian Wahyu. Karakteristik motor listrik yaitu :  Diagram Torsi – putaran  Diagram daya – putaran  Diagram arus listrik – putaran  Efisiensi motor – power factor (Cos Phi) . Diagram yang menunjukkan operasi paralel pompa e. pandangan. Supreme Lokal.7. GE. Administrasi dan Teknis Halaman : . AEG. Di dalam penawaran.3 PERSYARATAN BAHAN a. 3. Karakteristik pompa selengkapnya. clipasal.5 kW On/off switch 3. 5. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. fuse/frame Conduit klem.5 kW . GAE Lokal. b. Fuji Aire. NYM Cubicle panel & assembling Komponen panel. Westinghouse Klockner Muller. ABB. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambungan tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. 6. Eqa Siemens. Kabel Metal. meliputi :  Kurva Q – H  Kurva efisiensi  Kurva NPSH yang diminta/diperlukan  Kurva NPSH yang tersedia  Kedalaman benam minimal dan maksimal (untuk sumbersible pump) c. Penjelasan mengenai patokan penawar untuk menentukan NPSH yang diperlukan d. switch. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. Kabel-kabel yang disambung harus “color coded” atau diberi nama.7 kW . Merylin Gerin.

Volute atau bentuk khusus dan bentuk impeller sentrifugal.3 : Besi cor mutu tinggi (GG 25) .2 POMPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DAN PERLENGKAPANNYA (DOMESTIC WATER PUMP) Pompa Air Bersih a. Rumah impeller (pump-casing) 7. Tingkat isolasi : B atau H (IEC pulb 85). Effisiensi : Harus tinggi (lebih besar dari 60%) dan luas.1 7.8 f.5 KW x 3 phase – 380/660 volt Seal : Mechanical seal Type : Centrifugal in line c. Konstruksi : Sistem pendinginan udara dan pada rotor harus balans dinamis. i.2. Daftar suku cadang yang dianjurkan.5/144. e. Penggunaan : Air Bersih pada temperatur air maksimum 45 derajat Celsius dan dapat dipakai didalam atau diluar ruangan. i. c. GD2 terperinci untuk impeller. Situasi : Vertical and suction d. Rencana pelumasan dan perawatan h. f.Spesifikasi Umum. termasuk daftar alat-alat kerja khusus berikut perlengkapan pembantunya. Power Factor : Lebih dari 0. Jenis : Motor listrik AC. Uraian prosedur untuk penanganan dan instalasi termasuk daftar alat kerja khusus dan perlengkapan pembantunya. Daftar sertifikat pengujian jenis barang-barang utama yang diberikan oleh badan penguji di negeri asal. l. 50 Hz e. j.9 g. Sedangkan temperatur udara maksimum 40 0 C dan kelembaban udara relatif dapat mencapai 100% (RH 100%). kopling dan rotor motor listrik g. 7. Batas kecepatan putar : Tidak lebih dari 1500 rpm dan semua benda yang diputar harus balans dinamis dan balans hidrolik. k. Kondisi kerja : Terhenti-henti (intermitent S2) j. d. Suatu uraian tentang prosedur bongkar pasang. pada kondisi kerja yang diminta. Material a.91 f. Putaran poros/rotor : Tidak lebih dari 1500 rpm h. nama dan alamat lengkap suplier suku cadang yang terdekat. Administrasi dan Teknis Halaman : . b. Efisiensi : Lebih dari 0.2 7.2.2. Motor a. Sistem start : Star Delta (Y) atau menggunakan Auto Transformer. Tegangan : 220/380 Volt. tiga phasa squiral cage motor dan dapat berfungsi dengan baik didalam maupun diluar ruangan. Jenis pompa : Bentuk rumah impeller (pump casing). Semua mesin-mesin yang disuplai harus dalam bentuk kesatuan dan tidak terpisahkan. b. Kapasitas dan head : Capasitas : 225 liter/menit Total Heat : 80 meter Speed : 500 – 1500 rpm Power : 5. Tingkat proteksi : IP 55 (tropicalized) /IEC 34.

dan eksentrik reduser harus sesuai dengan standar ASTM-A 234 Grade WPB code 74. b. 7. Di dalam rumah perpompaan pada bagian isap yaitu. i. Sedangkan mekanisme manometer pada bagian dalam harus terbuat dari: bahan baja tahan karat AISI 316. dan kontraktor harus mensuplai dan memasang manometer berikut perlengkapannya (katup dan lain-lain sesuai dengan gambar). Diameter manometer (dial indicator) harus sama atau lebih besar dari 160 mm dan mempunyai ketelitian kurang dari 1% terhadap skala penuh. harus lebih besar 10% atau lebih dari daya maksimum yang diperlukan oleh pompa pada setiap kondisi kerja. Semua flens yang dipakai harus sesuai dengan standar ASTM-A 105 Grade 1 code 5. pada bagian isap atau Discharge harus sesuai dengan standar API-5L Grade B code 17. Stator winding b.B.b. c. Semua bantalan gelinding (roller bearing) harus dapat dilumasi dengan gemuk k. h. f. d. Semua pipa baja. Upper bearing dan botem bearing assembly 7. Pompa Benam (Submersible) a. Pompa Sentrifugal Air Bersih a. Semua motor listrik yang disuplai harus sesuai dengan standar IEC j. . e.1. d. Administrasi dan Teknis Halaman : .200 atau ASTM-A 106 Grade B-A 520 atau DIN 50041-3.singkat. Semua pompa tidak boleh rusak. impeller dan bagian-bagian lain harus bebas dari efek kavitasi. 7.1. reducer. g.2.C (XS ShHed 80).1.1.131 atau DIN 50049-3.Spesifikasi Umum.2. b.201 atau DIN 50044-3. Daya motor. Impeller Poros pompa Seal poros Motor Casing : : : : Ni-AL-Bronze Baja tahan karat (AISI 316 atau AISI 324) Gland packing (grafite asbestos) atau mekanikal seal (karbon keramik) Besi cor mutu tinggi atau paduan alumunium.1. e. jika putaran poros pompa terbalik untuk jangka waktu yang relatif pendek. katup. e. d.3 SUKU CADANG Minimal suku cadang yang harus disuplai untuk pompa adalah sebagai berikut : 7. Semua rumah impeller (pump casing) harus dapat berfungsi baik pada tekanan nominal 2 diatas/lebih besar dari 10 kg/cm . pada bagian discharge harus dilengkapi tempat untuk memasang manometer.92 b. Semua pompa yang disuplai. c. Long radius elbow.321 dan code 76.1. Satu unit impeller Gland packing yang menggunakan konstruksi stuffing box atau mechanical seal Bantalan berikut wearing rings Poros berikut penguncinya Gasket. c. saringan. Semua pompa dan unit motor penggeraknya harus disuplai secara integral berikut landasan (base plate) dan baut-baut angkernya.4 Perlengkapan Teknik Lain yang Diperlukan pada Sistem Perpompaan Sentrifugal dan Motor Penggeraknya a.

peralatan tes dan kalibrasi peralatan/alat ukur yang dipakai pada pegnetesan (di pabrik/di lokasi) maupun biaya pengetesan merupakan tanggung jawab atau disediakan oleh Kontraktor. arah rotasi.4. Semua pompa digerakkan oleh motor listrik b.Spesifikasi Umum. Tes Pabrik. Kontraktor harus menyerahkan hasil tes di pabrik maupun di lokasi (4 copy) pada direksi/tenaga ahli. Direksi/tenaga ahli harus diperbolehkan untuk memeriksa semua peralatan/mesin-mesin pada saat dites.1. 7. Kontraktor harus mengetes ulang di lapangan/di lokasi. Setelah pemasangan mesin-mesin selesai. . PEMERIKSAAN DAN TES Umum Semua mesin-mesin berikut perlengkapannya harus diperiksa dan dites di pabrik sebelum dikirim. Tes tahanan isolasi pada masing-masing motor listrik antara phase dengan arde (IEC 34). terdapat cacat maka Kontraktor harus mengganti komponen yang cacat tersebut dan mengetes ulang. Semua motor listrik yang bekerja atas dasar otomatis harus dites kefungsiannya. Jika selama tes di pabrik dan di lokasi. sedangkan prosedur tes motor listrik di pabrik. karakteristik yang sama pada kondisi kerja yang sama pada saat dites di pabrik harus dites kembali di lokasi. Sertifikat tes pabrik tentang performance dan manual motor listrik harus diserahkan pad direksi/tenaga ahli. jika harga tahanan isolasi motor listrik jauh di bawah harga tahanan isolasi pada saat dites di pabrik maka Kontraktor harus memperbaiki motor tersebut dengan cara pengeringan yang biasa dipakai. c. Karakteristik masing-masing pompa yang harus meliputi :  Kapasitas aliran air  Head  Efisiensi  Daya listrik yang diserap  NPSH e.4.3. Administrasi dan Teknis Halaman : .2. dan harus dapat memperlihatkan kefungsian masing-masing peralatan pada direksi/tenaga ahli. Semua tenaga kerja. Tes Pompa dan Motor Listrik di Lokasi a. b. Setelah pompa berikut perlengkapannya dipasang. Semua tes harus mendapat persetujuan direksi/tenaga ahli Kontraktor harus bertanggung jawab tentang tes di pabrik atau dilokasi. yaitu:  Kapasitas nol  Kapasitas nominal  Kapasitas maksimal yang diperbolehkan  Kapasitas minimal yang diperbolehkan d. meliputi kondisi berikut ini: a. Prosedur tes harus mendapat persetujuan dari Direksi/tenaga ahli c.4 7. Pengetesan lain meliputi.93 7. dan pemanasan lokal pada motor winding.4. 7. dan setelah pompa bekerja selama 4 jam perlu diperiksa suara maupun getaran dan juga temperatur yang timbul pada sistem bantalan. kelurusan sumber poros pompa dengan sumbu poros motor. Pompa dan Motor Listrik Semua pompa harus dites sesuai dengan ISO 3555 (pompa sentrifugal. sesuai dengan standar yang berlaku di negara asal (pembuat motor listrik). Sertifikat kalibrasi instrumen/alat-alat ukur yang dipakai dalam pengetesan ini harus mendapat persetujuan dari direksi/tenaga ahli. Semua pompa harus dites pada 4 atau lebih kondisi kerja. aksial dan semi aksial – tes penerimaan class B). Kontraktor harus melakukan tes tentang tahanan isolasi motor pada masing-masing phasanya dengan arde (IEC 34). Semua motor listrik harus dites sebelum dikirim.

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 94

BAB

VIII

URAIAN PEKERJAAN DAN SPESIFIKASI MATERIAL/PERALATAN

8.1

PERPIPAAN a. Umum Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi: - Pipa - Sambungan - Katup - Stariner - Penggantungan dan penumpu - Sliv - Bak kontrol - Blok beton - Galian - Pengecatan - Pengakhiran - Pengujian - Peralatan bantu Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter nominal dari pipa dan letak serta arah dari masing-masing sistem pipa. Seluruh pekerjaan, terlihat pada gambar dan/atau spesifikasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran, air karat dan stress sebelum, selama dan sesudah pemasangan. Semua orang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat. b. Ringkasan Spesifikasi Bahan Perpipaan Sistem Tekanan Spesifikasi Hidrant 10 bar BSP 1 Spesifikasi BSP 1 Penggunaan : Pemadam kebakaran Uraian Keterangan Pipa Black Steel pipe 1387 Skejul 40 Sambungan/fitting Dia 40 mm ke bawah malleable iron ANSI B 16.3 class 150 lb, W.O.G. screwed end. Dia 50 mm keatas, wrought steel butt weld fitting ANSI B 16.9, sch 40. Flange Dia 40 mm kebawah black maleable cas iron RF class 150 lb, screwed dia 50 mm keatas cast iron RF class 300 lb, welding joint. Valves Dia 40 mm kebawah black melleable cast iron RF class 150 lb dengan ulir, BS 21/ANSI B.2.1. dia 50 mm keatas, cast iron body class 150 lb dengan sambungan flange. c. Persyaratan Jenis Peralatan Jenis peralatan yang boleh dipergunakan disini adalah sebagai berikut : Fungsi Peralatan Ukuran & Joint Jenis

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 95

Ball Butter Fly Gate Diafragma 50 mm keatas flanged Butterfly Gate Katup Pengatur s/d 40 mm screwed Globe (regulating valve) Butter Fly Diafragma 50 mm keatas flanged Butterfly Gate Fungsi Peralatan Ukuran & Joint Jenis Non return valve s/d 40 mm screwed Swing check Globe check 50 mm keatas flanged Double Swing Check Dick Check Pressure Reducer Die and flow type Pressure Indicator Dial dia 100 m Dial Type

Katup-katup (stop valve)

s/d 40 mm screwed

d. Persyaratan Pemasang 1. Umum 1.1. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan, kerapihan, ketinggian yang benar, serta memperkecil banyaknya penyilangan. 1.2. Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar, tidak kurang dari 50 mm diantara pipa-pipa atau dengan bangunan dan peralatan. 1.3. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang, membersihkan semua kotoran, benda-benda tajam atau runcing, serta penghalan lainnya. 1.4. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup, pengatur, katup balik dan sebagainya, sesuai dengan fungsi system dan yang diperlukan digambar. Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan, harus dilengkapi dengan UNION atau FLANGE. Sambungan lengkung, reducer dan expander dan sambungan-sambungan pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun kearah titik buangan. Drains dan vents harus disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan. Katup/valve harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. Pegangan katup/valve handled tidak boleh menukik. Kecuali jika tidak terdapat dalam spesifikasi, pipe sleeves harus disediakan dimana pipa-pipa menembus dinding-dinding, lantai, balok, kolom atau langit-langit. Dimana pipa-pipa melalui dinding tahan api, ruang-ruang kosong diantara sleeves dan pipa-pipa harus dipakai dengan bahan rockwool. Selama pemasangan bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan harus ditutup dengan menggunakan caps/plugs untuk mencegah masuknya benda-benda lain. Semua galian, harus juga termasuk penutupan kembali serta pemadatan. Pekerjaan galian, harus juga termasuk penutupan kembali serta pemadatan.

1.5. 1.6. 1.7.

1.8. 1.9.

1.10.

1.11. 1.12.

2. Penggantung dan Penunjang Pipa

Spesifikasi Umum, Administrasi dan Teknis

Halaman :

- 96

2.1.

Perpipaan harus ditunjang atau digantung dengan hanger, brackets atau sadle dengan tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini: Ukuran pipa Sampai 20 25 s/d 40 50 s/d 80 100 s/d 150 200 s/d lebih Batas max Interval mendatar (m) 1.8 2.0 3.0 4.0 5.0 Ruang (mm) Interval tegak (m) 2 3 4 4 4

Jenis pipa BSP 1

2.2.

Penunjang atau penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini: - Perubahan-perubahan arah - Titik percabangan - Beban-beban terpusat karena katup, saringan dan hal-hal lain yang sejenis. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut : - Diameter Batang

2.3.

Ukuran pipa Sampai 20 mm 25 mm s/d 50 mm 65 mm s/d 150 mm 200 mm s/d 300 mm 300 mm atau lebih besar Gantungan ganda Penunjang pipa lebih dari 2 -

Batang 6 mm 9 mm 13 mm 15 mm dihitung dengan faktor keamanan 5 1 ukuran lebih kecil dari tabel diatas. Dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap kekuatan puncak Bentuk gantungan Split ring type atau clevis type

2.4. 2.5.

Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak. Semua gantungan dan penumpu harus dicat dengan cat dasar zinchromat sebelum dipasang.

3. Pemasangan Katup-Katup Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar, spesifikasi dan untuk bagian-bagian berikut ini: 3.1. Sambungan masuk dan keluar peralatan 3.2. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik-titik rendah. Di ruang mesin: Ukuran pipa Sampai 75 mm 100 mm s/d 200 mm 250 mm atau lebih besar Lain-lain ukuran katup 20 mm 4. Pemasangan strainer

Ukuran katup 20 mm 40 mm 50 mm

pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama. Katup-katup pengaman harus disediakan di tempat-tempat yang dekat dengan sumber tekanan. spesifikasi dan untuk alat-alat berikut ini : a. Penyambungan pipa-pipa Sambungan Ulir .Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm . menggunakan cara/metoda yang disetujui sampai semua benda-benda asing disingkirkan. Pengecatan 1.97 Strainer harus disediakan sesuai dengan gambar. 8. .Rongga antara pipa dan sleeve harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau Caulk. Katup-katup pengontrol b. 7. 6.Sebelum pekerjaan las dimulai Kontraktor harus mengajukan kepada direksi contoh hasil las untuk mendapatkan persetujuan tertulis . Pemasangan Vent Otomatis Vent udara otomatis harus disediakan ditempat-tempat tertinggi dan kantong udara. Umum Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut : Pipa service Support pipa dan peralatan Konstruksi besi Flange Peralatan yang belum dicat dari pabrik Peralatan yang catnya harus diperbaharui .Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zinkwite dengan campuran minyak .Semua sambungan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda.Kawat las atau elektroda yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas .Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulit .Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk ini Sleeves . .Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fitting las.Sleeves untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik . Katup-katup pengurang tekanan 5.Spesifikasi Umum. Sambungan Las . Katup-katup pengurangan tekanan harus disediakan ditempat-tempat dimana tekanan pemakai lebih rendah dari tekanan suplai.Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai ijin tertulis dari Konsultan Pengawas. Pemasangan Katup-katup Katup-katup pelepasan tekanan harus disediakan ditempat-tempat yang mungkin timbul kelebihan tekanan. e. Pembersihan Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan. Administrasi dan Teknis Halaman : .

Merk Product c. Ariston Pemasangan.Tags untuk katup harus disediakan ditempat-tempat penting guna operasi dan pemeliharaan . Specifikasi Alat : .Tags untuk katup harus terbuat dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat. Pada gedung Instalasi Rawat Jalan ini pekerjaan Water Heater meliputi pemasangan mesin Water Heater.Kapasitas . : : : 30 ltr Wall Mounted Daalderop. Apabila terdapat jenis pekerjaan yang semula diestimasi oleh Konsultan Perencana perlu dikerjakan dan sudah termuat dalam Daftar Rencana Anggaran Biaya. maka atas perintah tertulis dari Pemberi Tugas pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan dan akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurangan. LAIN-LAIN 1. b. spesifikasi teknis. Uraian pekerjaan yang belum termuat dalam ketentuan dan syarat-syarat ini tetapi didalam pelaksanaannya harus ada. Pengecatan Pengecatan harus dilakukan seperti berikut : Lokasi pengecatan Pipa dan peralatan Pipa dan peralatan expose Pipa dalam tanah Pengecatan Zinchromate primer 2 lapis dan dicat warna merah Zinchromate primer 2 lapis dan dicat akhir 2 lapis warna merah Bitumin 2 lapis 3. Pemasangan harus dilakukan oleh tenaga yang terampil dam berpengalaman serta mengacu pada petunjuk yang telah ditetapkan prabrik pembuatnya. BAB IX PEKERJAAN WATER HEATER a. 2.Type . maka sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan harus diadakan rapat terlebih dahulu untuk mendapatkan kepastian. Water Heater dipasang pada ruang dokter jaga dan atau ruang-ruang yang telah ditentukan dalam gambar perencanaan. penarikan kabel daya dan pemasangan MCB dan penyambungan pipanya ke mesin. dan testing sampai bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Apabila terdapat perbedaan antara gambar. 3. Label Katup (valve tag) . E.Fungsi-fungsi seperti Normally Open atau Normally Closed harus ditunjukkan di tags katup. Lingkup pekerjaan Water Heater meliputi penyediaan bahan/material tenaga/teknisi. . Untuk pemasangan instalasi pipa air panas dan air dingin serta krannya. tetapi menurut pertimbangan Pemberi Tugas yang dapat dipertanggungjawabkan tidak perlu lagi dilaksanakan. .Spesifikasi Umum. Water Heater yang terpasang harus dalam kondisi baru dan utuh serta mempunyai garansi product. dan pemasangan instalasi. Administrasi dan Teknis Halaman : .98 2. maka pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan setelah ada perintah tertulis dari Pemimpin Proyek dan akan diperhitungkan dalam pekerjaan tambahan. dan Rencana Anggaran Biaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful