Hukum Kontrak dan Sumber-Sumbernya

Oleh: Ali Mustaqim Ah. Dalhar Mu’arif Aini Shofwatil Lama’ah Siti Ruqoiyah A. PENDAHULUAN Indonesia ditinjau dari aspek historis berada pada rumpun sistem hukum Civil Law yang dibawa oleh Belanda pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Hukum kolonial pemerintahan Hindia Belanda berlaku sebagai hukum nasional berdasarkan asas konkordansi melalui Pasal II Aturan Peralihan yang telah diamandemen menjadi Pasa lI Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Namun seiring dengan perkembangan situasi kondisi, dan kebutuhan yang nyata dalam kehidupan bernegara dewasa ini, kaidah-kaidah system hokum Civil Law dirasakan sudah tidak diterapkan secara utuh. Kaidah hokum Common Law dan kaidah hokum Islam saat ini sudah banyak mempengaruhi pembangunan hokum di Indonesia. Namun demikian, aturan umum mengenai hokum kontrak masih berpedoman pada aturan yang merupakan warisan dari pemerintahan colonial Hindia Belanda, yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerd) atau Burgerlijk Wetboek (BW) khususnya Buku III tentang Perikatan. Belanda sendiri, sebagai Negara yang membawa BW ke Indonesia sudah mengganti dengan yang baru, yaitu Nieuw Burgerlijk Wetboek (NBW) yang muatannya sudah sangat berbeda dengan BW. NBW yang saat ini berlaku di belanda sebagai The Dutch Civil Code sudah jauh lebih maju baik dari segi substansi maupun sistematika sebagai koreksi atas kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam BW. Dari uraian latar belakang permasalahan ini, tentunya kajian pembaruan hokum kontrak/ persetujun di Indonesia sebagai upaya peningkatan perdagangan dan transaksi bisnis merupakan hal yang menarik untuk dibahas. Selanjutnya makalah ini hanya akan membahas seputar sumber hokum kontrak yang menjadi unsure utama dalam pembentukan kaidah-kaidah hokum kontrak. B. PEMBAHASAN a. Gambaran Umum Hukum Kontrak Sistem hukum adalah kesatuan utuh dari tatanan-tatanan yang terdiri dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang satu sama lain saling berhubungan dan berkaitan secara erat. Untuk mencapai suatu tujuan kesatuan tersebut perlu kerja sama antara bagian-bagian atau unsur-unsur tersebut menurut rencana dan pola tertentu. Dalam sistem hukum yang baik tidak boleh terjadi pertentangan-pertentangan atau tumpang tindih di antara bagian-bagian yang ada. Jika pertentangan atau kontradiksi tersebut terjadi, sistem itu sendiri yang menyelesaikan hingga tidak berlarut. Hukum yang merupakan sistem tersusun atas sejumlah bagian yang masing-masing juga merupakan sistem yang dinamakan subsistem. Kesemuanya itu bersama-sama merupakan satu kesatuan yang utuh. Marilah kita mengambil contoh sistem hukum positif Indonesia. Dalam sistem hukum positif Indonesia

pemborongan. Hukum memberikan sanksi terhadap pelaku pelanggaran kontrak atau ingkar janji (wanprestasi). Misalnya : Undang-undang Perbankan dan Keputusan Presiden tentang Lembaga Pembiayaan. yaitu tidak boleh bertentangan dengan undang-undang. dan sumber hukum lainnya. 1983:1). Dalam hal ini fungsi kontrak sama dengan perundangundangan. berlaku sebagai Undang-Undang bagi pihak-pihak yang melakukan perjanjian tersebut. 2) Tentang akibat perjanjian Bahwa perjanjian mempunyai kekuatan yang mengikat antara pihak-pihak itu sendiri. artinya menurut BW perjanijan hanya terjadi apabila telah adanya persetujuan kehendak antara para pihak (consensus. di samping mengatur mengenai perikatan yang timbul dari perjanjian. yang menyiratkan adanya 3 (tiga asas) yang seyogyanya dalam perjanjian : 1) Mengenai terjadinya perjanjian Asas yang disebut konsensualisme. Dengan kata lain. subsistem hukum pidana. Namun. Di samping itu. baik yang sudah ada pengaturannya maupun yang belum ada pengaturannya dan bebas menentukan sendiri isi kontrak. dan kesusilaan. consensualisme). Asas ini ditegaskan dalam Pasal 1338 ayat (1) BW yang menegaskan bahwa perjanjian dibuat secara sah diantara para pihak. para pihak terikat untuk mematuhi kontrak yang telah mereka buat tersebut. tukar-menukar. 3) Tentang isi perjanjian Sepenuhnya diserahkan kepada para pihak (contractsvrijheid atau . yang satu dengan lainnya saling berbeda. Artinya pihak-pihak bebas untuk membuat kontrak apa saja. Kontrak (perjanjian) adalah suatu "peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal ". pemberian kuasa dan perburuhan. juga mengatur perikatan yang timbul dari undang-undang misalnya tentang perbuatan melawan hukum. tepatnya dalam Buku III. subsistem hukum tata negara. masih ada sumber hukum kontrak lainnya di dalam berbagai produk hukum. pinjam-meminjam.Selain KUH Perdata. sewa menyewa. juga dalam jurisprudensi misalnya tentang sewa beli. Sistem hukum di dunia ini ada bermacam-macam. Aspek-aspek kebebasan berkontrak dalam Pasal 1338 KUH Perdata (BW). (Subekti.tersebut terdapat subsistem hukum perdata. dan lain-lain yang satu sama lain saling berbeda. Dalam KUH Perdata terdapat aturan umum yang berlaku untuk semua perjanjian dan aturan khusus yang berlaku hanya untuk perjanjian tertentu saja (perjanjian khusus) yang namanya sudah diberikan undang-undang. kebebasan tersebut tidak mutlak karena terdapat pembatasannya. ketertiban umum. Suatu asas hukum penting berkaitan dengan berlakunya kontrak adalah asas kebebasan berkontrak. Secara hukum. Contoh perjanjian khusus : jual beli. tetapi hanya berlaku khusus terhadap para pembuatnya saja. Melalui kontrak terciptalah perikatan atau hubungan hukum yang menimbulkan hak dan kewajiban pada masing-masing pihak yang membuat kontrak. kontrak dapat dipaksakan berlaku melalui pengadilan. Pengaturan tentang kontrak diatur terutama di dalam KUH Perdata (BW).

Dikatakan hukum Romawi karena sistem hukum ini berasal dari kodifikasi hukum yang berlaku di kekaisaran Romawi pada masa Pemerintahan Kaisar Yustinianus abad 5 (527-565 M). Artinya adalah menurut sistem ini setiap hukum harus dikodifikasikan sebagai daar berlakunya hukum dalam suatu negara. Corpus Juris Civilis dijadikan prinsip dasar dalam perumusan dan kodifikasi hukum di negara-negara Eropa daratan seperti Jerman. namun dalam sejarah dan perkembangannya ada 4 macam sistem hukum yang sangat mempengaruhi sistem hukum yang diberlakukan di berbagai negara tersebut. karena hakim hanya berperan menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya. Adapun sistem hukum yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. dll). Kepastian hukumlah yang menjadi tujuan hukum. Sistem Hukum Eropa Kontinental Berkembang di negara-negara Eropa (istilah lain Civil Law = hukum Romawi). Belanda. Peran Hakim Hakim dalam hal ini tidak bebas dalam menciptakan hukum baru. Prancis. Sumber Hukum Sumber hukum sistem ini adalah : 1) Undang-undang dibentuk oleh legislatif (Statutes). 3) Kebiasaan-kebiasaan (custom) yang hidup dan diterima sebagai hukum oleh masyarakat selama tidak bertentangan dengan undang-undang. misalnya UU. Kepastian hukum dapat terwujud apabila segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup diatur dengan peraturan tertulis. Amerika Latin. e. a. Prinsip utama Prinsip utama atau prinsip dasar sistem hukum Eropa Kontinental ialah bahwa hukum itu memperoleh kekuasaan mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk undang-undang yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi. Penggolongannya . Dengan kata lain hukum selalu diidentifikasikan dengan undang-undang (hukum adalah undang-undang). b. Dalam sistem hukum ini. Kodifikasi hukum itu merupakan kumpulan dari berbagai kaidah hukum yang ada sebelum masa Yustinianus yang disebut Corpus Juris Civilis (hukum yg terkodifikasi). Macam-Macam Sistem Hukum Dunia Pada dasarnya banyak sistem hukum yang dianut oleh berbagai negaranegara didunia. 2) Peraturan-peraturan hukum’ (Regulation = administrasi negara= PP. Asia (termasuk Indonesia pada masa penjajahan Belanda). Italia. Putusan Hakim Putusan hakim tidak mengikat umum tetapi hanya mengikat para pihak yang berperkara saja (doktrins res ajudicata) sbgmana yurisprudensi sebagai sistem hukum Anglo Saxon (Mazhab / Aliran Freie Rechtsbegung) d. terkenal suatu adagium yang berbunyi ”tidak ada hukum selain undang-undang”. c. b.partijautonomie) yang bersangkutan.

misalnya saja bidang hukum perburuhan dan hukum agraria. kebiasaan dan peraturan hukum tertulis tersebut tidak tersusun secara sistematis dalam kodifikasi sebagaimana pada sistem hukum Eropa Kontinental. b.Kanada. Hukum Pidana Hukum privat mencakup peraturan-peraturan hukum yang mengatur tentang hubungan antara individu-individu dalam memenuhi kebutuhan hidup demi hidupnya. Sumber Hukum Putusan–putusan hakim/putusan pengadilan atau yurisprudensi (judicial decisions). Hukum Tata Negara b. Hal itu disebabkan faktor-faktor berikut: 1) Terjadinya sosialisasi di dalam hukum sebagai akibat dari makin banyaknya bidang-bidang kehidupan masyarakat. Amerika Serikat. 2. misalnya saja bidang perdagangan. bidang perjanjian dan sebagainya. Hukum Administrasi Negara c. kerena pada dasarnya terbentuknya kebiasaan dan peraturan tertulis tersebut bersumber dari putusan pengadilan. Hal itu pada dasarnya memperlihatkan adanya unsur ”kepentingan umum/masyarakat” yang perlu dilindungi dan dijamin. a.Berdasarkan sumber hukum diatas maka sistem hukum Eropa Kontinental penggolongannya ada dua yaitu: 1) Bidang hukum publik 2) Bidang hukum privat. Kebiasaan-kebiasaan dan peraturan hukum tertulis yang berupa undangundang dan peraturan administrasi negara diakui juga. dan dikenal dgn istilah Common Law atau Unwriten Law (hukum tidak tertulis). Peran Hakim . Putusan-putusan hakim mewujudkan kepastian hukum. Sistem Hukum Anglo Saxon Mula-mula berkembang di negara Inggris. Yang termasuk dalam hukum privat adalah : 1) Hukum Sipil 2) Hukum Dagang Sejalan dengan perkembangan peradaban manusia sekarang. Sistem hukum ini dianut di negara-negara anggota persemakmuran Inggris. batas-batas yang jelas antara hukum publik dan hukum privat itu semakin sulit ditentukan. Hukum publik mencakup peraturan-peraturan hukum yang mengatur kekuasaan dan wewenang penguasa/negara serta hubungan-hubungan antara masyarakat dan negara. 2) Makin banyaknya ikut campur negara di dalam bidang kehidupan yang sebelumnya hanya menyangkut hubungan perorangan. Amerika Utara. Putusan pengadilan. Termasuk dalam hukum publik ini ialah : a. maka melalui putusan-putusan hakim itu prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum dibentuk dan mengikat umum.

Hakim mempunyai wewenang yang luas untuk menafsirkan peraturanperaturan hukum dan menciptakan prinsip-prinsip hukum baru yang berguna sebagai pegangan bagi hakim–hakim lain dalam memutuskan perkara sejenis. sistem hukum Anglo Amerika itu mengenal pula pembagian ”hukum publik dan hukum privat”. Hakim juga berperan besar dalam menciptakan kaidah-kaidah hukum yang mengatur tata kehidupan masyarakat. dan negara lain. hakim berdasarkan prinsip kebenaran dan akal sehat dapat memutuskan perkara dengan menggunakan metode penafsiran hukum. hukum adat tidak kaku dan mudah menyesuaikan diri. hukum tentang orang (law of persons.Hakim berfungsi tidak hanya sebagai pihak yang bertugas menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan hukum saja. • Sumber Hukum Sistem hukum adat umumnya bersumber dari peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan berdasarkan kesadaran hukum masyarakatnya. Seluruhnya tersebar di dalam peraturan-peraturan tertulis. putusan-putusan hakim dan kebiasaan. bila dalam putusan pengadilan terdahulu tidak ditemukan prinsip hukum yang dicari. c. yaitu tatanan yang mengatur susunan dan ketertiban dalam persekutuan-persekutuan hukum. Dalam sistem hukum Eropa kontonental ”hukum privat lebih dimaksudkan sebagai kaidah-kaidah hukum perdata dan hukum dagang yang dicantumkan dalam kodifikasi kedua hukum itu”. Sementara bagi hukum privat pengertian yang diberikan oleh sistem hukum Anglo Amerika (Saxon) agak berbeda dengan pengertian yang diberikan oleh sistem Eropa kontinental. hukum adat elastis sifatnya. Namun. serta susunan dan . Sistem hukum adat di Indonesia dibagi dalam tiga kelompok. Berbeda dengan itu bagi sistem hukum Anglo Amerika pengertian ”hukum privat lebih ditujukan kepada kaidah-kaidah hukum tentang hak milik (law of property). Karena sifatnya yang mudah berubah dan mudah menyesuaikan dengan perkembangan situasi sosial. Sifat hukum adat adalah tradisional dengan berpangkal pada kehendak nenek moyangnya. Jepang. Sistem hukum Anglo-Amerika sering disebut juga dengan istilah Case Law. Sistem Hukum Adat Berkembang dilingkungan kehidupan sosial di Indonesia. Di Indonesia asal mula istilah hukum adat adalah dari istilah ”Adatrecht” yang dikemukakan oleh Snouck Hugronje. hukum perjanjian (law of contract) dan hukum tentang perbuatan melawan hukum (law of tort). India. Oleh karena itu. Karena sumbernya tidak tertulis. Penggolongannya Dalam perkembangannya. Pengertian yang diberikan kepada hukum publik hampir sama dengan pengertian yang diberikan oleh sistem hukum eropa kontinental. hakim terikat pada prinsip hukum dalam putusan pengadilan yang sudah ada dari perkara-perkara sejenis (asas doctrine of precedent). Hukum adat berubah-ubah karena pengaruh kejadian dan keadaan sosial yang silih berganti. yaitu : Hukum adat mengenai tata negara. 3. Cina.

. hukum tanah. puasa.Hukum tanah . karena ia adalah pimpinan yang disegani oleh masyarakat.Nikah (Munakahah). . Ijma. perburuhan. hak milik. 2) Hukum duniawi. ialah cara-cara menjalankan upacara tentang kebaktian fakultas hukum. yaitu cara hidup dari nabi Muhammad SAW atau cerita tentang Nabi Muhammad SAW. menunaikan ibadah haji). yaitu kitab suci kaum muslimin yang diwahyukan dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Hukum adat mengenai warga (hukum warga) terdiri dari : .Sunnah Nabi (hadist). kemudian berkembang ke negaranegara lain seperti negara-negara Asia. hak kebendaan dan hubungan ekonomi pada umumnya. jabatan-jabatan. yaitu perkawinan dalam arti membetuk sebuah keluarga yang tediri dari syaratsyarat dan rukun-rukunnya. yang pada dasarnya tidak dipelajari di Hukum rohaniah (ibadat). Sistem hukum Islam menganut suatu keyakinan dan ajaran islam dengan keimanan lahir batin secara individual. yaitu pidana yang meliputi ancaman hukuman terhadap hukum Allah dan tindak pidana kejahatan. sewa menyewa. zakat. Tetapi di UNISI diatur dlm mata kuliah fiqh Ibadah. perikatan.lingkungan kerja alat-alat perlengkapan. yaitu tata tertib hukum dan peraturan mengenai hubungan antara manusia dalam bidang jual-bei.Jinayat.Hukum perutangan Hukum adat mengenai delik (hukum pidana). yaitu analogi dalam mencari sebanyak mungkin persamaan antara dua kejadian. yaitu : 1) terhadap Allah (sholat. dan penjabatnya. . Negara-negara yang menganut sistem .Hukum pertalian sanak (kekerabatan) .Qur’an. yaitu kesepakatan para ulama besar tentang suatu hak dalam cara hidup. • Sumber Hukum . hak dan kewajiban. Qiyas. dasar-dasar perkawinan monogami dan akibatakibat hukum perkawinan. Sistem Hukum Islam Sistem hukum Islam berasal dari Arab. Afrika.Muamalat. • Sistem hukum Islam dalam ”Hukum Fikh” terdiri dari dua bidang hukum. 4. terdiri dari : . Eropa. yang berperan dalam menjalankan sistem hukum adat adalah pemuka adat (pengetua-pengetua adat). Amerika secara individual maupun secara kelompok.

Aliran ini berkeyakinan bahwa semua persoalan sosial akan segera terselesaikan apabila telah dikeluarkan UU yang mengaturnya. sekalipun terang dirasakan tidak adil. Menurut aliran ini tidak ada norma hukum diluar hukum positif.hukum Islam dalam bernegara melaksanakan peraturan-peraturan hukumnya sesuai dengan rasa keadilan berdasarkan peraturan perundangan yang bersumber dari Qur’an. Madzhab Hukum Berdasarkan sistem hukum dunia diatas. Mazhab legisme adalah Mazhab/aliran ini menganggap bahwa semua hukum terdapat dalam UU. Karena itu . Sedangkan sumber-sumber lain hanyalah sebagai sumber yang lebih rendah. Namun dalam pembentukan peraturan perundangan yang berlaku sistem hukum Indonesia dipengaruhi oleh sistem hukum adat dan juga sistem hukum Islam. Inggris) menyatakan bahwa satu-satunya hukum adalah kekuasaan yang tertinggi dalam suatu negara. sistem. Sehingga terkesan hakikat dari aliran ini adalah penghargaan yang berlebihan terhadap kekuasaan yang menciptakan hukum tertulis ini sehingga dianggap kekuasaan itu adalah sumber hukum dan kekuasaan adalah hukum. Atau berarti hukum identik dengan UU. Aliran ini sangat mengagungkan hukum tertulis. agama Islam berpengaruh sangat besar terhadap cara pembentukan negara maupun cara bernegara dan bermasyarakat bagi warga negara dan penguasanya. Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda. khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan. c. sumber-sumber hukumnya maupun dalam sistem penegakan hukumnya. Dari uraian diatas tampak jelas bahwa di negara-negara penganut asas hukum Islam. BW diberlakukan mulai 1859. Bahkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer. Sumber hukum itu adalah pembuatnya langsung yaitu pihak yang berdaulat atau badan perundang-undangan yang tertinggi dan semua hukum dialirkan dari sumber yang sama itu. sehingga pekerjaannya hanya melakukan pelaksanaan UU belaka (wetstoepassing) . termasuk dalam penyelesaian berbagai permasalahan sosial. Hukum perdata Belanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian. negara Indonesia termasuk negara yang menganut sistem hukum Eropa kontinental. Hal ini dapat dilihat dari sejarah dan politik hukumnya. Sedangkan Mazhab/ Aliran Positivisme Hukum (Rechtspositivisme) sering juga disebut dengan aliran legitimisme. Dapat digunakan sebagai contoh bahwa hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda. Semua persoalan masyarakat diatur dalam hukum tertulis. Aliran ini dianut oleh John Austin (1790 – 1861. Sistem hukum eropa Kontinental menganut mazhab legisme dan positivisme. Menurut Austin hukum terlepas dari soal keadilan dan dari soal buruk-baik. Aliran legisme demikian besarnya menganggap kemampuan UU sebagai hukum. Hukum yang bersumber dari situ harus ditaati tanpa syarat. Menurut aliran ini UU adalah obat segala-galanya sekalipun dalam kenyataannya tidak demikian. Hakim dalam melakukan tugasnya terikat pada UU.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan yang kurang tepat dari Burgerlijk Wetboek (atau dikenal dengan BW)yang berlaku di kerajaan Belanda dan diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan azas konkordansi.

Dengan terkodifikasi tersebut tujuannya supaya ketentuan yang berlaku dengan mudah dapat diketahui dan digunakan untuk menyelesaikan setiap terjadi peristiwa hukum (kepastian hukum yang lebih ditonjolkan). Sedangkan kelemahannya adalah sistemnya terlalu kaku. Ilmu hukum hanya berurusan dengan hukum positif yaitu hukum yang diterima tanpa memperhatikan kebaikan dan keburukannya. Selanjutnya sistem anglo saxon berorientasi pada Mazhab / Aliran Freie Rechtsbegung. Hal ini disebabkan karena pekerjaan hakim adalah melakukan penciptaan hukum. Aliran positivisme hukum ini memperkuat aliran legisme yaitu suatu aliran tidak ada hukum diluar undang-undang. Kelemahannya adalah tidak ada jaminan kepastian hukumnya. . Kelebihan sistem hukum Anglo Saxon adalah hakim diberi wewenang untuk melakukan penciptaan hukum melalui yurisprudensi (judge made law). Aliran ini beranggapan bahwa di dalam melaksanakan tugasnya seorang hakim bebas untuk melakukan menurut UU atau tidak. Undang-undang menjadi sumber hukum satu-satunya. adat istiadat yang baik dan pendapat masyarakat. Pada aliran ini hakim benar-benar sebagai pencipta hukum (judge made law) karena keputusan yang berdasar keyakinannya merupakan hukum dan keputusannya ini lebih dinamis dan up to date karena senantiasa memperlihatkan keadaan dan perkembangan masyarakat. Contoh tata hukum pidana yang sudah dikodifikasikan (KUHP). Kelebihan sistem eropa kontinental. Padahal untuk mencapai keadilan masyarakat hukum harus dinamis. Kecuali hakim tersebut sudah dibekali dengan integritas dan rasa keadilan yang tinggi. KESIMPULAN Berdasarkan hal diatas nampak antara sistem hukum Eropa Kontinental dengan anglo saxon mempunyai kelebihan dan kelemahan. Aliran ini berpandangan secara bertolak belakang dengan aliran legisme. jika terjadi pelanggaran tehadap hukum pidana maka dapat dilihat dalam KUHPidana yang sudah dikodifikasikan tersebut. sedangkan UU merupakan hal yang sekunder. Jika hakim diberi kebebasan untuk melakukan penciptaan hukum dikhawatirkan ada unsur subjektifnya. Perbedaannya terletak pada bahwa menurut aliran legisme hanya menganggap undang-undang sebagai sumber hukum. Akibatnya adalah memahami yurisprudensi merupakan hal yang primer di dalam mempelajari hukum. C. sistem hukumnya tertulis dan terkodifikasi. Hukum adalah perintah dari kekuasaan politik yang berdaulat dalam suatu negara. Namun demikian aliran positivisme bukanlah aliran legisme. Berdasarkan keyakinan hati nurani dan akal sehatnya keputusannya lebih dinamis dan up to date karena senantiasa memperlihatkan keadaan dan perkembangan masyarakat.ilmu hukum tugasnya adalah menganalisis unsur-unsur yang secara nyata ada dalam sistem hukum modern. Para ahli positivisme hukum berpendapat bahwa karya-karya ilmiah para hukum tidak hanya mengenai hukum positif (hukum yang berlaku) tetapi boleh berorientasi pada hukum kodrat atau hukum yang lebih tinggi seperti yang dilakukan penganut hukum alam. tidak bisa mengikuti perkembangan zaman karena hakim harus tunduk terhadap perundang-undang yang sudah berlaku (hukum positif). Sedangkan aliran positivisme bukan undang-undang saja sumber hukum tetapi juga kebiasaan.

Untuk negara-negara berkembang yang tingkat korupsinya tinggi tentunya sistem hukum anglo saxon kurang tepat dianut. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful