PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG INSTALASI RAWAT INAP RSI SURAKARTA

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : 1. Aditya Yudha S 2. Aji Widiatmoko NIM: 5150304008 NIM: 5150304017

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

LEMBAR PENGESAHAN
Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

Hanggoro Tri Cahyo S.T., M.T. NIP. 132308049

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

ii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO:

1. Sukses datang dengan kemauan yang keras dan kesabaran. 2. Usaha dan doa adalah kunci keberhasilan hidup. 3. Hidup itu harus memilih. (Hanggoro Tri Cahyo)

PERSEMBAHAN: Kupersembahkan proyek akhir ini pada :

1. Ayah,Ibu dan adikku tercinta yang terus mendukung dalam penyelesain proyek akhir ini. 2. Bapak Hanggoro Tri Cahyo, ST,.M.T yang telah mengarahkan serta membimbing sampai selesainya
proyek akhir ini.

3. Teman-teman Teknik Sipil ‘04 yang terus memberikan semangat dalam menyelesaikan proyek akhir ini. 4. Vay yang selalu mendukungku, u are my soul.

iii

S. 3. dan 6. Lashari.ibu dan keluarga yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Proyek Akhir ini dapat diselesaikan. Penyusun menyadari bahwa laporan Proyek Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak akhirnya Proyek Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Bapak Drs. M. kritik dan saran kearah perbaikan laporan Proyek Akhir ini akan kami pertimbangkan Semoga laporan Proyek Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.T. Bapak Prof. Agustus 2007 Penyusun iv .T. Semarang. 5. penulis menyadari banyak hambatan yang dihadapi. Tugino. Oleh kerena itu. 4. Bapak Hanggoro Tri Cahyo. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Selama proses penyusunan. Bapak. M. Bapak Drs. selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini.T sebagai Ketua Program Studi Diploma III Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. 2. M. sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.KATA PENGANTAR Penyusunan Proyek Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Program Studi Diploma III Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Dr.. Soesanto sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.T.

.................................................. C................................... 12 11 v ........................................................................................... Perencanaan Proyek ....................................................................................................................................... 1.... 2........................... LEMBAR PENGESAHAN ....................... Perencanaan Pondasi............. Maksud dan Tujuan................... Prosedur Perencanaan ............................................................................................................................... v DAFTAR GAMBAR ......................... BAB II DASAR PERENCANAAN A.................................. 2................................................................................................... 3.......... 1.. i ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............................................................................................................................................................................................ B............................................ iv DAFTAR ISI . 4............... iii KATA PENGANTAR ............................ viii BAB I PENDAHULUAN A............ Nama Proyek......... Perencanaan Kolom ... 5 6 7 8 8 8 9 10 1 1 1 2 4 4 4................. Perencanaan Plat Lantai ............. 3.............................................................................. Data Perencanaan Struktur... B............................................................................................................... Sistem Struktur Atas ............. Diskripsi Proyek........ Peraturan Yang Digunakan ......................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......... Pengumpulan data ........ 1................ vii DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................................................. Sistematika Penulisan Proyek Akhir.................................................. Kriteria Perencanaan ................................................... 12 1.......................................... Perencanaan Balok .................... 2.................................................................................................................. 10 D............... BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR A............................................................... Data Proyek Pembangunan ................................ Perhitungan Struktur Atap................ Latar Belakang Proyek..................................

.......... Perhitungan Volume Pekerjaan ........ 42 B.... Saran ..................................... Arah Pembebanan Gempa...................................................... Simpulan . 31 2..... Kurva S ............................................... 36 E.......................................................... Perhitungan Beban Gempa. Penutup ................................................................ Pekerjaan Struktur ...................................... 28 B..................... Sistem Pondasi .................................................................. 36 4........2....... 89 BAB V RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT A.............................................. Sistem Penahan Beban Lateral ........................................................................................................................... Perhitungan Struktur Tangga . 71 C........... 29 C.................................................... 18 5.................................. Rencana Anggaran Biaya .......... 88 D... 16 4.... 152 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN vi .......................................... 31 D....................... Kombinasi Pembebanan.......... 115 C.............................. Persyaratan Kekakuan Struktur............................ Sofware Analisis Dan Desain Struktur .................... 27 6..................................................................................................................................................................... Perhitungan Gempa....................................................... 31 1................................... Perhitungan Struktur Plat ...................................... Pekerjaan Arsitektur .............................................................. Perhitungan Struktur Kolom ................. 35 3...................................................... Justifikasi Rencana Anggaran Biaya ...... 38 BAB IV RENCANA ANGGARAN BIAYA A.................................................................. 151 B...... 14 3...................................................... 150 BAB VI PENUTUP A............................. 90 B....................................................... Perhitungan Struktur Balok.................. pembebanan Pada Frame Tiap Lantai ......

Peta situasi Proyek Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta Gambar 2. Potongan Tangga vii . Skema Tangga Type K Gambar 3 Denah Tangga Gambar 4.DAFTAR GAMBAR Gambar 1.

Perhitungan Analisys SANSPRO 3.DAFTAR LAMPIRAN 1. Perhitungan Penulangan Struktur SANSPRO (dalam CD) 4. Data Input SANSPRO (dalam CD) 2. Perhitungan Beban Gempa SANSPRO 5. Gambar Kerja viii .

RSI Surakarta memiliki berbagai fasilitas pelayanan yang memadai baik pelayanan umum maupun khusus.4. . Pabelan Surakarta. RSI Surakarta beralamat di Jl. Diskripsi Proyek 1. Instalasi rawat inap tersebut terdiri dari rawat inap untuk kelas Very Important Person (VIP). 1 .Hal itulah yang melatarbelakangi dibangunnya gedung rawat inap ini. maka dari itu dilaksanakanlah pembangunan gedung rawat inap RSI Surakarta. lantai 3. Ahmad Yani. Saat ini terdapat 5 gedung utama yang telah digunakan. kelas I dan keluarga miskin.BAB I PENDAHULUAN A. Rumah Sakit Islam Surakarta dalam perkembangannya masih memerlukan ruangan untuk instalasi rawat inap khususnya kelas VIP sehingga diperlukan penambahan jumlah instalasi rawat inap. 3 diantaranya adalah gedung yang digunakan untuk instalasi rawat inap. Latar Belakang Proyek Rumah Sakit Islam Surakarta adalah salah satu Rumah Sakit Islam swasta yang berada dibawah naungan Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (YARSIS). Judul Proyek Akhir “PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG INSTALASI RAWAT INAP RSI SURAKARTA” B.5 untuk ruang rawat inap kelas 1 dan lantai 6 untuk ruang mesin. lantai 2 untuk ruang rawat inap kelas VIP. Dalam perencanaannya gedung ini dibuat 6 tingkat. Pembangunan instalasi rawat inap yang baru diharapkan mampu meningkatkan pelayanan rumah sakit kepada pasiennya dan menjadikan Rumah Sakit Islam Surakarta sebagai salah satu Rumah Sakit Islam yang bonafid serta mengutamakan pelayanan. Lantai 1 direncanakan untuk ruang administrasi dan manajemen.

POLA DWIPA : PT. KETERANGAN : A : Lokasi Proyek. E : Kompleks UMS. POLA DWIPA : Jl. C : Masjid RSI Surakarta.1 Sketsa Lokasi Proyek. B : Gedung Rawat Inap Lama. Surakarta. Ahmad Yani. . E B D B A B F C SUNGAI JALAN RAYA SOLO Gambar 1.2 2. D : Kompleks UMS. Pemilik / Owner Pelakasana Konsultan Perencana Konsultan Pengawas Lokasi Proyek : Yayasan RSI Surakarta : Swakelola RSI Surakarta : PT. Pabelan. F : Kompleks UMS. Data Proyek Pembangunan Adapun data proyek dari Pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta. adalah sebagai berikut : Nama Proyek : Proyek Pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta.

Perhitungan Gempa dan Software Analisys dan Desain Struktur. Menerapkan dan mengembangkan ilmu yang sudah didapatkan selama perkuliahan. . Latar Belakang Proyek. Membandingkan anggaran biaya antara perencanaan ulang dengan bangunan sebenarnya. Merencanakan ulang struktur Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta yang sudah dibangun. Membandingkan hasil antara perencanaan ulang dengan bangunan sebenarnya yang sudah jadi. Data Perencanaan dan Peraturan Yang Digunakan. b. Rencanan Anggaran Biaya. Maksud dan Tujuan. Prosedur Perencanaan. e. BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi tentang Sistem Struktur Atas. BAB IV PERHITUNGAN RAB Berisi tentang Uraian Perhitungan Volume Pekerjaan.3 3. c. 4. BAB II DASAR PERENCANAAN Berisi tentang Kriteria Perencanaan. Sistem Pondasi. f. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Perencanaan Struktur Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta ini adalah: a. d. Diskripsi Proyek. adapun sistematika dari penyusunan Proyek Akhir ini antara lain terdiri dari : BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang Nama Proyek. Sistem Penahan Beban Lateral. Sistematika Penulisan Proyek Akhir Tugas Akhir ini pada garis besarnya disusun dalam tujuh bab. Untuk persyaratan mata kuliah Proyek Akhir. dan Sistematika Penulisan Proyek Akhir. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam bidang Teknik Sipil pada khususnya.

referensi yang dipakai.4 BAB VI RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) Berisi tentang Syarat Umum. LAMPIRAN-LAMPIRAN . Syarat Administrasi. Syarat Teknis dan lainnya. buku. DAFTAR PUSTAKA Berisi tentang Pustaka.

dengan pertimbangan kemudahan pelaksanaan di lapangan karena kerumitan penulangan tidak serumit struktur yang direncanakan memiliki daktalitas penuh (K=1). Kriteria Perencanaan Penjelasan Umum : Berikut ini adalah penjelasan dari sistem struktur dari Gedung Rawat Inap RSI Surakarta yang diperuntukkan untuk perawatan inap pasien beserta ruang kerja RSI Surakarta. Untuk perhitungan struktur bawah. pondasi diharapkan tetap berperilaku elastis (K=4) dan tidak boleh gagal terlebih dahulu dari struktur atasnya. Struktur beton bertulang direncanakan memiliki tingkat daktalitas terbatas (K=2). 5 . Pertimbangan lainya adalah tidaklah ekonomis untuk merencanakan struktur gedung rumah sakit sedemikian kuatnya sehingga tetap berperilaku elastis saat dilanda gempa kuat.BAB II DASAR PERENCANAAN A. Struktur Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta direncanakan dengan permodelan sebagai struktur frame 3 dimensi. Dalam pemilihan sistem struktur yakni struktur bawah (pondasi) dan struktur atas (struktur portal 6 lantai dan rangka kuda-kuda) mempertimbangkan beberapa aspek yakni : • • • • • • persyaratan kondisi lapangan persyaratan terhadap peraturan yang ada persyaratan fungsi bangunan kemudahan pelaksanaan penampilan struktur yang baik pertimbangan efisiensi berdasarkan pada pertimbangan terhadap kemudahan Material beton bertulang pada gedung ini merupakan material utama yang penggunaannya pelaksanaan dan mudah didapatnya material tersebut.

00 meter = 4.00 meter • Tinggi lantai 7 ke ringbalk = 3. Pabelan. yang didapat melalui wawancara. Pengumpulan Data Data yang akan digunakan sebagai bahan perhitungan dalam penyusunan Proyek Akhir ini terdiri dari : a. B.00 meter • Tinggi lantai 1 ke lantai 2 = 5. Lokasi proyek 2. semua titik pada bidang lantai tidak dapat bergeser relatif terhadap titik yang lain pada bidang x-y. kekakuan lantai beton bertulang dapat diasumsikan sebagai lantai diaphragma kaku arah horisontal yang sejajar dengan bidang x-y atau yang biasa disebut dengan model bangunan geser dengan sistem massa terpusat (lumpedmass model).6 Beban gempa dihitung dengan menggunakan analisis dinamik ragam spektrum respon. Untuk keperluan analisis dinamis.00 meter . dan mengetahui perilaku struktur akibat pengaruh gempa yang sifatnya berulang. Elevasi bangunan : Jl. Topografi 3. A. Model tersebut bertujuan mengurangi jumlah derajat kebebasan yang ada pada struktur. dokumen foto.00 meter = 4. Data primer dimaksud terdiri dari : 1. Data Primer Data Primer adalah data utama dalam penyusunan Proyek Akhir. Untuk setiap lantainya.00 meter • Tinggi total bangunan = 28.00 meter • Tinggi lantai 2 ke lantai3 • Tinggi lantai 3 ke lantai4 • Tinggi lantai 4 ke lantai5 • Tinggi lantai 5 ke lantai 6 = 4. Prosedur Perencanaan 1. Analisis dinamik ini diperlukan untuk mengevaluasi gaya-gaya gempa yang bekerja pada struktur secara lebih akurat.00 meter • Tinggi lantai 6 ke lantai 7 = 4. Surakarta : Tanah datar dan rata : = 4. Yani. pengamatan langsung dan pengukuran di lapangan.

Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : a) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan. b.7 b. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan institusi dan instansi – instansi pemerintah terkait. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung dalam penyusunan Proyek Akhir ini. Beberapa literatur yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. d) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan landasan teori dan data sekunder dengan mengambil dari beberapa literatur maupun standar yang relevan dalam perencanaan bangunan. 2) Hasil – hasil perencanaan arsitektur a. c) Dokumentasi Dokumentasi yaitu metode pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data bergambar dari buku panduan manual dan mendokumentasikan foto. Gambar rencana atap. Data tersebut diperoleh melalui dokumentasi pustaka dari perpustakaan dan penelitian terdahulu. beserta gambar detail terkait. Gambar denah bangunan. Gambar rencana pintu dan jendela. hal–hal penting di lapangan dalam bentuk . Gambar potongan memanjang dan melintang. meliputi : 1) Literatur penunjang. d. beserta gambar detail terkait. c. b) Wawancara Wawancara yaitu metode pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab kepada responden dan narasumber.

8

2. Perencanaan Proyek Perencanaan proyek Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta adalah sebagai berikut: a. Penggambaran rencana dan detil. Gambar rencana yang digambar yaitu denah bangunan, potongan memanjang dan melintang, rencana pintu dan jendela, beserta gambar detail terkait. b. Perhitungan harga satuan pekerjaan Harga satuan pekerjaan diacu dari harga satuan pekerjaan bahan dan upah yang dikeluarkan oleh Balai Pengujian dan Informasi Konstruksi Provinsi Jawa Tengah. c. Rekapitulasi RAB Rekapitulasi RAB dilakukan terhadap hasil-hasil perhitungan volume pekerjaan dan anggaran biaya. d. Penyusunan Kurva S Dari kurva S dapat diketahui prosentase bobot pekerjaan yang harus dicapai pada waktu tertentu. e. Penyusunan RKS Membahas tentang syarat – syarat teknis saja. f. Simpulan dan Saran Simpulan dan saran ditarik dari hasil perhitungan dan kajian untuk disampaikan sebagai hasil perencanaan dan rekomendasi kepada pihakpihak yang berkepentingan. C. Data Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia, antara lain: 1. Perencanaan plat lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, SNI-03-2847-2002. Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan.

9 Beban tipikal rumah sakit : Biasa Flat Slab : tp = L/35 : tp = L/25 tp = 400/35 = 11cm, diasumsikam 12cm.

2. Perencanaan Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, SNI-03-2847-2002 yaitu: a. Ukuran balok Dalam pra desain, tinggi balok menurut Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, SNI-03-2847-2002 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan. Bentang balok maksimal adalah 6 meter. Berdasarkan aturan didapat : • Balok Induk H = L/14 – L/12 (tanpa prestress), L/24 (prestress atau joist). B = H/2 Hmaks = 600/24 = 25cm, diambil H = 60cm (mengingat banyaknya tingkatan lantai) B = 60/2 = 30cm, diambil B = 25cm (mengingat H balok sudah cukup besar). • Balok Anak H = L/14 – L/12 (tanpa prestress), L/24 (prestress atau joist). B = H/2. Hmaks = 400/24 = 17cm, diambil H = 40cm (mengingat banyaknya tingkatan lantai) B = 40/2 = 20cm, diambil B = 20cm (mengingat H balok sudah cukup besar). Balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta ini adalah sebagai berikut : • B1-25x60 dengan asumsi tulangan ulir D22 • B2-25x40 dengan asumsi tulangan ulir D22 • BA1-20x60 dengan asumsi tulangan ulir D22 • BA2-20x40 dengan asumsi tulangan ulir D22

10

3. Perencanaan Kolom Menurut Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, SNI-03-2847-2002 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0,65. Pada proyek pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta ini, ukuran kolom diasumsikan sebagai berikut : Ac Ac Ptot Ac • • • • • • = Ptot /0,33 fc = Luas penampang kolom beton. = Luas Tributari Area x jumlah Lantai x faktor load. =913.75 x 7 x 0,65 = 3837,75 m2 = 3837,75 / (0,33 x 225) = 51,68 cm diasumsikan 60 cm K1-60x60 K2-50x50 K3-30x30 K4A-25x40 K4C-40x25 K5-20x40 Macam ukuran kolom adalah :

4. Perencanaan Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi konstruksi sarang laba-laba. Sebelum perhitungan mekanika, dilakukan terlebih dahulu harus dihitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur, antara lain: a. Beban Gempa Statik Beban gempa sendiri. b. Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. c. Beban Mati Beban mati adalah beban dari elemen struktur beserta beban lain yang ada di atasnya. yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu

Beban Hidup Beban hidup adalah beban yang dapat bergerak atau berpindah dalam suatu gedung diambil dari Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung. 10) koefesien reduksi bahan untuk perhitungan kuat lentur dan gaya aksial (Ф) = 0. Besarnya muatan–muatan untuk perhitungan beban rencana adalah sebagai berikut : 1) Massa jenis beton bertulang (ρ) 2) Berat plafon dan penggantung (gpf) 3) Tembok batu bata (1/2) batu 4) Beban hidup untuk tangga 5) Beban hidup untuk gedung Rumah Sakit 6) Adukan dari semen.6 11) harga satuan pekerjaan di acu pada Harga Satuan Pekerjaan Standar Kota Semarang. SNI. SNI.1727.1989-F Pembebanan rencana diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. SNI03-2847-2002 • Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung. D.031726-2003 : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m : 21 kg/m2 : 24 kg/m2 : 12 cm 2 : 250 kg/m 2 9) dimensi balok dan kolom diasumsi sebagaimana dimuat dalam table 1 . PERATURAN YANG DIGUNAKAN • Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung.1727. SNI.1989-F • Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung. per cm tebal 7) Penutup lantai.11 d. per cm tebal 8) tebal plat di asumsi (d) dan table 2.

75 kg/m = 0.91 = qu .00 m = 0.kuda (L) • Kemiringan atap ( α ) • Penutup atap • Jenis kuda-kuda • Koefisien angin Atap Type 2 • Bentang kuda.91 m = 3. cos α = 12.Perencanaan Gording 1) Pembebanan gording • Berat penutup atap metal roof = 8 kg/m2 • Jarak gording (Jgd) • Jarak kuda-kuda ( Jk) • Berat gording ditaksir qu qx = 14 . SISTEM STRUKTUR 1.kuda (L) • Kemiringan atap ( α ) • Penutup atap • Jenis kayu • Koefisien angin b. 0.74 . Data Teknis Atap Type 1 • Bentang kuda.74 kg/m : 14 m : 40° : genteng (11kg/m²) : baja ringan : 25 kg/m² : 16 m : 40° : genteng (11kg/m²) : baja ringan : 25 kg/m² • Beban gording+ atap asbes = 11+3 = 14 kg/m2 12 . cos 40° = 9.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR A.71 kg/m = 12. Perhitungan Struktur Atap a.

27 kg Mx2= 1/4 .00 . w . 1 = 21.84 kg/m . P .4 = 0.74. 0. 25. 3. sin α . cos 40º .sin 40° = 64. 0.6 kg Py = 100 . sin 40º .1 kg/m 4) Perhitungan pembebanan atap • Berat penutup atap metal = g .45 kg m My2= 1/4 .91.91 = 9. Ju = 0. cos α .1 kg/m 2) Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg Px = 100 .4 kg/m W tekan = angin tekan . Jk = 1/4 . α) – 0. 40) – 0. cos 40° = 100 . Jk = 1/4 . Jk . Jgd.4 = (0. 3 = 48. cos 40° = 76. sin 40° = 8.02 .4. 100 .13 qy = qu .1 = 8 . P . sin α = 12. 3 = 57. 100 .18 kg m 3) Beban Angin Koefisien angin pegunungan (w) = 25 kg/m2 Angin Tekan = (0.02 . sin 40° = 100 .

Ptot 2. Perhitungan secara automatis denga komputer. Perhitungan Struktur Plat a.00 = 2. 1 = 24 kg Beban hidup Berat Branching 10 %.Mlx : momen lapangan arah x : panjang plat efektif arah y .3.79 kg = 162. 3.Mtx : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y .00 .9 kg = 14.69 kg = 18. .6 MPa = 390 MPa = 250 kg/m2 = 300 kg/m2 = 20 mm = 0.Mty : momen tumpuan arah y b.02 m = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 = 11 kg/m2 = 7 kg/m2 = 2400 kg/m3 : panjang plat efektif arah x .Lx1 .Ly1 . Data teknis : • Mutu beton (fc) • Mutu baja (fy) • Beban lantai (qLL) • Beban tangga (qt) • Selimut beton (p) • Berat satuan spesi/ adukan • Berat keramik • Berat satuan eternit asbes • Berat satuan penggantung • Berat satuan beton bertulang . 3. Perencanaan Plat Lantai Panjang plat arah x (Ly) = 3 m Panjang plat arah y (Lx) = 4 m Plat dihitung dengan program DSLABS32 . Jp = 8 .13 kg/m = gp .Beton Praktis! R 1.14 • Berat sendiri gording • Berat sendiri plafond = 0.71 . Jk .Mly = 100 kg Σ P = 147.

6 * LL Mlx = 0. qDL = 534 kg/m.62) : 10-250 (0. Wu = 925.001 * Wu * (Lx / 100) ^ 2 * 72 * 100 Mty = 0.91) : 10-250 (0. qLL = 250 kg/m.6 kg/m2 Beban merata sisi Lx.3) : 10-225 (0. qu = 1128 kg/m f'c (kg/cm2) fy (kg/cm2) Aslx Asly Astx Asty Asbx Asby Total Tulangan (kg/m3) : 186 : 2400 : 10-250 (0.001 * Wu * (Lx / 100) ^ 2 * 42 * 100 Mly = 0. qLL = 305 kg/m.91) : 8-250 : 8-250 : 63 . qDL = 438 kg/m.2 * (2400 * Tebal_plat / 100 + FL) + 1.001 * Wu * (Lx / 100) ^ 2 * 55 * 100 Tebal plat =12 cm.33 Selimut beton = 2 cm Luas Plat Lantai = 12 m2 Beban hidup (LL) = 250 kg/m2 Beban Finishing (FL) = 150 kg/m2 Wu = 1. qu = 926 kg/m Beban merata sisi Ly.001 * Wu * (Lx / 100) ^ 2 * 18 * 100 Mtx = 0.15 PROYEK Kode_Slab : S-12 Proyek : YARSIS Engineer : vay Tanggal : 8/18/2007 INPUT Lx = 300 cm Ly = 400 cm Ly/Lx = 1.

Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 200 cm 200 cm 278 cm 122 cm Gambar 1. Perhitungan Struktur Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya. Data teknis tangga .Selisih/ elevasi lantai (Tl) .Lebar pijakan (a. Denah Tangga = 22.Tinggi pijakan (o.16 3. optrede) .Mutu beton (fc) .Mutu baja (fy) .5 MPa = 400 MPa = 500 cm = 18 cm = 22 cm = Tl 500 = 27 buah = 18 optrede . antrede) . Skema Tangga Type K 150 cm 150 cm 278 cm a.Jumlah anak tangga 122 cm Gambar 2.

17

- Lebar bordes - Kemiringan tangga ( α )

= 122 cm = arc. tg = 39 0 18 22

- Tebal selimut beton Direncanakan

(p)

= 2 cm - Tebal keramik maks (hk) - Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm

Berdasarkan Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung, SNI.1727.1989-F diperoleh: - Berat sendiri beton - Berat sendiri keramik - Berat sendiri spesi - Beban hidup untuk tangga b. Pembebanan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 200 cm = 2400 kg/m3 = 24 kg/cm2 = 21 kg/cm2 = 300 kg/cm2

a = 178 cm Gambar 3. Potongan Tangga L = =
a 2 + b2

(178) 2 + (200) 2

= 267,7 cm = 2,67 m Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm

18

4. Perhitungan Struktur Balok

Penulangan Balok As A a. Lantai 2 frame 531 B1 25x60 Tutorial Menghitung Beton Bertulang - Ir. Udiyanto PENAMPANG PERSEGI TULANGAN DOUBLE - Menghitung Luas Penampang Tulangan Metode trial and error (looping) Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Selimut beton [cv] = 3 cm Cara b [cm] = 25 h [cm] = 60 dia. SK [mm] = 10

Untuk mencari B1, jika f'c <= 300, maka B1 = 0.85

Jika f'c <= 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 Jika f'c > 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 - 0.0008 * (f'c - 300) Jika nilai B1 < 0.65, maka nilai B1 diambil 0.65 Sehingga untuk f'c = 186.75 kg/cm2, didapatkan B1 = 0.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.85 * f'c / fy = 0.0157 pmin = 14 / fy = 0.0036 Tul As_terpasang = 3 D 19 ( 8.51 cm2 ) Jml_baris Tul As_terpasang = 1 Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d = h - cv - dia.SK/10 - [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 55.05 cm Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d' = cv + dia.SK/10 + [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 Ratio As'/As = 0.66 p = As_terpasang /(b*d) = 0.006 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.004 p > pmin, berarti penampang mencukupi, sehingga p - p'= 0.0019 B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy) = 0.0088 Jika (p - p')< (B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy)) dan p < pmax maka F = p * fy / (0.85 * f'c) = 0.147413179737178 4.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1

19

K = F * (1 - F / 2) = 0.136547856957065 Mn = K * b * d^2 * 0.85 * f'c = 1642173 kg.cm Maka besarnya Mu = 0.8 * Mn = 1313738 kg.cm .Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=1300000 kg.cm) ... OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 7600 Vu*d/Mu < 1 Mu [kg.cm] = 1300000 b [cm] = 25 d [cm] = 55.05 Vu * d / Mu = 0.321

JmlKaki rencana = 2 dia.sk = 10 mm

Vc = 1* 0.17 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 / 10 = 10117.3 kg. VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.6) / 10 = 29875.9 kg. Vu < VuMak, maka penampang cukup Vu > 0.6*Vc, maka perlu tulangan geser, Dicoba dengan jarak Sengkang (s) = 250 mm. VuPenampang = (0.6 * (0.25 * 22 / 7 * (dia.sk)^ 2 * JmlKaki) * fy * d / s + Vc) = 14167 kg. b. Frame 532 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Selimut beton [cv] = 3 cm Cara b [cm] = 25 h [cm] = 60 dia. SK [mm] = 10 VuPenampang > Vu .... OK *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 - 200 *** 0.6*vc/2 = 3035.19 kg. 0.6*Vc = 6070 kg Vu > (0.6*Vc/2), maka penampang perlu tulangan geser,

Untuk mencari B1, jika f'c <= 300, maka B1 = 0.85

Jika f'c <= 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 Jika f'c > 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 - 0.0008 * (f'c - 300) Jika nilai B1 < 0.65, maka nilai B1 diambil 0.65 Sehingga untuk f'c = 186.75 kg/cm2, didapatkan B1 = 0.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.85 * f'c / fy = 0.0157 pmin = 14 / fy = 0.0036 Tul As_terpasang = 3 D 19 ( 8.51 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jml_baris Tul As_terpasang = 1

Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d = h - cv - dia.SK/10 - [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 55.05 cm

maka penampang cukup.6*Vc = 6070 kg Vu > (0.cm] = 1300000 b [cm] = 25 d [cm] = 55.3 kg. maka perlu tulangan geser.cm) .0088 Jika (p .. Vu < VuMak.sk)^ 2 * JmlKaki) * fy * d / s + Vc) = 14167 kg.cm Maka besarnya Mu = 0.fy) = 0.6 * (0.17 * (f'c/10)^0. maka penampang perlu tulangan geser. VuPenampang = (0.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 11000 Vu*d/Mu < 1 Mu [kg. OK *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 . c.5 * b * d * 100 / 10 = 10117. 0.6*Vc/2).85 * f'c = 1642173 kg.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.20 Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5.75 fy [kg/cm2] = 3900 Selimut beton [cv] = 3 cm b [cm] = 25 h [cm] = 60 dia. Vu > 0.tul/10*jml_baris + 2. VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.5*(jml_baris . F = p * fy / (0.p')< (B1 * 0.Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=1300000 kg..SK/10 + [dia.5 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1 Jarak antar tulangan dalam satu baris min. OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186. 2.sk = 10 mm Vc = 1* 0.004 p > pmin.0019 B1 * 0..85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 .200 *** 0.cm .147413179737178 K = F * (1 .5 cm d' = cv + dia.006 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.6*Vc.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 .1)]/2 Ratio As'/As = 0.25 * 22 / 7 * (dia..95 cm JmlKaki rencana = 2 dia.fy)) pmax maka.66 p = As_terpasang /(b*d) = 0..F / 2) = 0. Dicoba dengan jarak Sengkang (s) = 250 mm.85 * f'c) = 0.136547856957065 Mn = K * b * d^2 * 0.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.19 kg.p'= 0.9 kg.6*vc/2 = 3035. Frame 385 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186.6) / 10 = 29875.8 * Mn = 1313738 kg. sehingga p .05 Vu * d / Mu = 0. berarti penampang mencukupi. .465 dan p < 4. SK [mm] = 10 VuPenampang > Vu .

maka B1 = 0.cm] = 1350000 b [cm] = 25 d [cm] = 55.85 * f'c = 2131489 kg.05 Vu * d / Mu = 0.tul/10*jml_baris + 2.cm Maka besarnya Mu = 0..F / 2) = 0.0088 Jika (p .75 p = As_terpasang /(b*d) = 0.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min.8 * Mn = 1705191 kg.5 * b * d * 100 / 10 = 10117.. berarti penampang mencukupi.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 .5 cm d' = cv + dia.sk = 10 mm Vc = 1* 0.Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=1350000 kg.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 .SK/10 + [dia.85 * f'c) = 0.0036 Tul As_terpasang = 4 D 19 ( 11. OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0. .0.75 kg/cm2.21 Cara Untuk mencari B1. maka B1 = 0.cv .cm .tul/10*jml_baris + 2.1)]/2 55. maka B1 = 0.05 cm Tul As'_terpasang = 3 D 19 ( 8.85 Jika f'c > 300 kg/cm2.5*(jml_baris .5*(jml_baris . maka nilai B1 diambil 0.65.[dia.0008 * (f'c .85 * f'c / fy = 0.1)]/2 Ratio As'/As = 0.006 p > pmin.338 4.fy))dan p < pmax F = p * fy / (0. didapatkan B1 = 0.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.300) Jika nilai B1 < 0.cm) .p')< (B1 * 0.fy) = 0.51 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.65 Sehingga untuk f'c = 186.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1 Jml_baris Tul As_terpasang = 1 JmlKaki rencana = 2 dia.196550914326731 K = F * (1 . sehingga p .3 kg.177234783365394 Mn = K * b * d^2 * 0.35 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.p'= 0.5 cm d = h .dia.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 8300 Vu*d/Mu < 1 Mu [kg.002 B1 * 0.85 Jika f'c <= 300 kg/cm2.85 . jika f'c <= 300.0157 pmin = 14 / fy = 0. 2.008 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.SK/10 .17 * (f'c/10)^0.

22

VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.6) / 10 = 29875.9 kg. Vu < VuMak, maka penampang cukup. kgVu > 0.6*Vc, maka perlu tulangan geser, Dicoba dengan jarak Sengkang (s) = 250 mm. VuPenampang = (0.6 * (0.25 * 22 / 7 * (dia.sk)^ 2 * JmlKaki) * fy * d / s + Vc) = 14167 kg. Frame 386 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Selimut beton [cv] = 3 c Cara b [cm] = 25 h [cm] = 60 dia. SK [mm] = 10 VuPenampang > Vu .... OK d. *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 - 250 *** 0.6*vc/2 = 3035.19 kg. 0.6*Vc = 6070 Vu > (0.6*Vc/2), maka penampang perlu tulangan geser,

Untuk mencari B1, jika f'c <= 300, maka B1 = 0.85

Jika f'c <= 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 Jika f'c > 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 - 0.0008 * (f'c - 300) Jika nilai B1 < 0.65, maka nilai B1 diambil 0.65 Sehingga untuk f'c = 186.75 kg/cm2, didapatkan B1 = 0.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.85 * f'c / fy = 0.0157 pmin = 14 / fy = 0.0036 Tul As_terpasang = 2 D 19 ( 5.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d = h - cv - dia.SK/10 - [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 55.05 cm Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d' = cv + dia.SK/10 + [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 Ratio As'/As = 1 p = As_terpasang /(b*d) = 0.004 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.004 p > pmin, berarti penampang mencukupi, sehingga p - p'= 0 B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy) = 0.0088 4.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1 Jml_baris Tul As_terpasang = 1

23

Jika (p - p')< (B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy))dan p < pmax F = p * fy / (0.85 * f'c) = 9.82754571633655E-02 K = F * (1 - F / 2) = 9.34464244230312E-02 Mn = K * b * d^2 * 0.85 * f'c = 1123820 kg.cm Maka besarnya Mu = 0.8 * Mn = 899056 kg.cm .Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=360000 kg.cm) ... OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 5040 Vu*d/Mu < 1 b [cm] = 25 d [cm] = 55.05 Mu [kg.cm] = 360000 Vu * d / Mu = 0.77 JmlKaki rencana = 2 dia.sk = 10 mm

Vc = 1* 0.17 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 / 10 = 10117.3 kg. VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.6) / 10 = 29875.9 kg. Vu < VuMak, maka penampang cukup. 0.6*vc/2 = 3035.19 kg. 0.6*Vc = 6070 kg Vu > (0.6*Vc/2), maka penampang perlu tulangan geser, Vu < 0.6*Vc, maka perlu tulangan geser minimum,3035 kg av = (d / 2 * b) / (3 * fy) = 5.88 mm2 dia.sengkang = ((aV / 2) / (0.25 * 22 / 7))^0.5 = 1.93 mm. *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 - 200 *** e. Frame 387 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Selimut beton [cv] = 3 cm Cara b [cm] = 25 h [cm] = 60 dia. SK [mm] = 10

Untuk mencari B1, jika f'c <= 300, maka B1 = 0.85

Jika f'c <= 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 Jika f'c > 300 kg/cm2, maka B1 = 0.85 - 0.0008 * (f'c - 300) Jika nilai B1 < 0.65, maka nilai B1 diambil 0.65 Sehingga untuk f'c = 186.75 kg/cm2, didapatkan B1 = 0.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.85 * f'c / fy = 0.0157 pmin = 14 / fy = 0.0036 Tul As_terpasang = 2 D 19 ( 5.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jml_baris Tul As_terpasang = 1

24

Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d = h - cv - dia.SK/10 - [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 55.05 cm Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2.5 cm d' = cv + dia.SK/10 + [dia.tul/10*jml_baris + 2.5*(jml_baris - 1)]/2 Ratio As'/As = 1 p = As_terpasang /(b*d) = 0.004 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.004 p > pmin, berarti penampang mencukupi, sehingga p - p'= 0 B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy) = 0.0088 Jika (p - p')< (B1 * 0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 - fy))dan p < pmax F = p * fy / (0.85 * f'c) = 9.82754571633655E-02 K = F * (1 - F / 2) = 9.34464244230312E-02 Mn = K * b * d^2 * 0.85 * f'c = 1123820 kg.cm Maka besarnya Mu = 0.8 * Mn = 899056 kg.cm .Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=560000 kg.cm) ... OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 3800 Vu*d/Mu < 1 b [cm] = 25d [cm] = 55.05 Mu [kg.cm] = 560000 Vu * d / Mu = 0.373 JmlKaki rencana = 2 dia.sk = 10 mm 4.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1

Vc = 1* 0.17 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 / 10 = 10117.3 kg. VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.5 * b * d * 100 + Vc) * 0.6) / 10 = 29875.9 kg. Vu < VuMak, maka penampang cukup. 0.6*vc/2 = 3035.19 kg. 0.6*Vc = 6070 kg Vu > (0.6*Vc/2), maka penampang perlu tulangan geser, Vu < 0.6*Vc, maka perlu tulangan geser minimum,3035 kg av = (d / 2 * b) / (3 * fy) = 5.88 mm2 dia.sengkang = ((aV / 2) / (0.25 * 22 / 7))^0.5 = 1.93 mm. *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 - 200 *** f. Frame 388 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186.75 fy [kg/cm2] = 3900 b [cm] = 25

5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min.cm .5 cm d' = cv + dia. maka B1 = 0.0157 pmin = 14 / fy = 0.tul/10*jml_baris + 2.65.1)]/2 Ratio As'/As = 1 p = As_terpasang /(b*d) = 0.05 Mu [kg. 2.25 h [cm] = 60 Cara Selimut beton [cv] = 3 cm dia.0036 Tul As_terpasang = 2 D 19 ( 5. jika f'c <= 300.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.cm Maka besarnya Mu = 0.5*(jml_baris .5*(jml_baris ..fy) = 0.85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.75 kg/cm2.65 Sehingga untuk f'c = 186.cm] = 800000 Vu * d / Mu = 0.5 cm d = h .85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 . 2. sehingga p .85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 . OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186. maka B1 = 0.85 .Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=800000 kg.dia.8 * Mn = 899056 kg.tul/10*jml_baris + 2.85 * f'c) = 9.34464244230312E-02 Mn = K * b * d^2 * 0.fy)) dan p < pmax maka.82754571633655E-02 K = F * (1 .85 * f'c / fy = 0.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. maka nilai B1 diambil 0.0008 * (f'c .300) Jika nilai B1 < 0.[dia.85 Jika f'c <= 300 kg/cm2. maka B1 = 0.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1 Jml_baris Tul As_terpasang = 1 .cv .004 p > pmin.. SK [mm] = 10 Untuk mencari B1.0088 Jika (p .67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2. F = p * fy / (0.004 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.0.SK/10 . berarti penampang mencukupi.05 cm Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5.85 * f'c = 1123820 kg.85 Jika f'c > 300 kg/cm2.SK/10 + [dia.522 4. didapatkan B1 = 0.F / 2) = 9.1)]/2 55.p'= 0 B1 * 0.p')< (B1 * 0.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 7600 b [cm] = 25 d [cm] = 55.cm) .

.5 cm d = h . Dicoba dengan jarak Sengkang (s) = 250 mm.5*(jml_baris .65 Sehingga untuk f'c = 186.95 cm Jml_baris Tul As'_terpasang = 1 Jml_baris Tul As_terpasang = 1 .[dia.004 4.SK/10 . Vu < VuMak.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min.0.0036 Tul As_terpasang = 2 D 19 ( 5. 0. Untuk mencari B1.sk = 10 mm Vc = 1* 0.dia.004 p' = As'_terpasang/(b*d) = 0.6 * (0.85 * f'c / fy = 0.85 Jika f'c <= 300 kg/cm2.1)]/2 Ratio As'/As = 1 p = As_terpasang /(b*d) = 0. g. SK [mm] = 10 VuPenampang > Vu . maka nilai B1 diambil 0.05 cm Tul As'_terpasang = 2 D 19 ( 5. maka B1 = 0.6) / 10 = 29875..17 * (f'c/10)^0.300) Jika nilai B1 < 0.200 *** 0.75 fy [kg/cm2] = 3900 h [cm] = 60 Cara Selimut beton [cv] = 3 cm b [cm] = 25 dia.9 kg.sk)^ 2 * JmlKaki) * fy * d / s + Vc) = 14167 kg.6*Vc = 6070 kg Vu > (0.SK/10 + [dia.cv .5 cm d' = cv + dia..5 * b * d * 100 / 10 = 10117.19 kg.85 Jika f'c > 300 kg/cm2. maka B1 = 0. 2.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.67 cm2 ) Jarak antar baris tulangan = 2.25 * 22 / 7 * (dia. Frame 389 B1 25x60 Input f'c [kg/cm2] = 186. maka penampang cukup Vu > 0.26 Vu*d/Mu < 1 JmlKaki rencana = 2 dia.85 .85 pmax = b1 * 4500 / (6000 + fy) * 0.6*Vc/2).5 * b * d * 100 + Vc) * 0.tul/10*jml_baris + 2.0157 pmin = 14 / fy = 0.65.0008 * (f'c .6*vc/2 = 3035.3 kg. OK *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 .75 kg/cm2. didapatkan B1 = 0.1)]/2 55.tul/10*jml_baris + 2. maka perlu tulangan geser. maka B1 = 0.6*Vc.5*(jml_baris . maka penampang perlu tulangan geser.5 cm Jarak antar tulangan dalam satu baris min. 2. VuPenampang = (0. VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0. jika f'c <= 300.

0.34464244230312E-02 Mn = K * b * d^2 * 0..446 JmlKaki rencana = 2 dia. maka penampang perlu tulangan geser. Gambar penulangan kolom didapat langsung dari SANSPRO.75 fy [kg/cm2] = 3900 Vu [kg] = 5600 Vu*d/Mu < 1 b [cm] = 25 d [cm] = 55.fy) = 0. berarti penampang mencukupi. 0. maka penampang cukup. OK Menghitung tulangan geser tanpa gaya normal Input f'c [kg/cm2] = 186.85 * f'c) = 9.17 * (f'c/10)^0. *** Sehingga digunakan sengkang 2 kaki D 10 . Kolom aman bila tanda + berada didalam grafik.82754571633655E-02 K = F * (1 .19 kg. Vu < VuMak. .8 * Mn = 899056 kg.6) / 10 = 29875.0088 Jika (p .05 Mu [kg.6*vc/2 = 3035.5 * b * d * 100 / 10 = 10117.93 mm.3035 kg av = (d / 2 * b) / (3 * fy) = 5. Vu < 0.27 p > pmin.cm Maka besarnya Mu = 0.85 * f'c = 1123820 kg. Yang terlampir berikut ini adalah lembar pengecekan kekuatan tulangan kolom lantai 1 pada as I dengan ukuran kolom K 25X40 dan K 60x60..6 Mpa Kolom dihitung dengan program PCA-COL dengan memasukan data-data diatas.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 .p')< (B1 * 0.3 kg.25 * 22 / 7))^0.5 = 1.6*Vc.6*Vc/2).Mu penampang > Mu hasil analisis struktur (=690000 kg. Perhitungan Struktur Kolom Data-data kolom Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 390 MPa : 18.fy))dan p < pmax F = p * fy / (0.cm) .5 * b * d * 100 + Vc) * 0.F / 2) = 9.sengkang = ((aV / 2) / (0.sk = 10 mm Vc = 1* 0.cm .6*Vc = 6070 kg Vu > (0. maka perlu tulangan geser minimum.200 *** 5. sehingga p .88 dia.cm] = 690000 Vu * d / Mu = 0.9 kg.p'= 0 B1 * 0. VuMak = ((2 / 3 * (f'c/10)^0.85 * f'c / fy * d1 / d * 6000 / (6000 .

Pembebanan Pada Frame Tiap Lantai a. Beban Lantai 6 1) Beban Mati Berat Plat ME Berat Plat t-10 Dinding Atap Tangga 2) Beban Hidup Tangga Berat Plat ME Berat Plat t-10 b.28 6. Beban Lantai 4 1) Beban Mati Berat Plat Dinding Atap = 150 kg/cm2 = 250 kg/cm2 * 4 = 7500 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 1000 kg/cm2 = 7500 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm 2 = 100 kg/cm2 = 100 kg/cm2 = 250 kg/cm2 * 4 = 6150 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 500 kg/cm 2 = 150 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 1000 kg/cm2 = 6150 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/c = 500 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 500 kg/cm2 Berat Plat Gondola = 150 kg/cm2 = 150 kg/cm2 Berat Plat Gondola = 500 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 250 kg/cm2 * 4 = 7500 kg/cm2 = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 1000 kg/cm2 = 7500 kg/cm2 = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm = 250 kg/cm2 . Beban Lantai 5 1) Beban Mati Berat Plat Dinding Atap Partisi Tangga 2) Beban Hidup Tangga Berat Plat c.

pondasi didirikan . Guna meminimalkan resiko beda penurunan pondasi.29 Partisi Tangga 2) Beban Hidup Tangga Berat Plat d. Beban Lantai 2 1) Beban Mati Berat Plat Dinding Atap Partisi Tangga 2) Beban Hidup Tangga Berat Plat B. Semarang merekomendasikan pondasi berupa Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL). Beban Lantai 3 1) Beban Mati Berat Plat Dinding Atap Partisi Tangga 2) Beban Hidup Tangga Berat Plat e. SISTEM PONDASI = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 250 kg/cm2 * 4 = 7500 kg/cm2 = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 1000 kg/cm = 7500 kg/cm = 4800 kg/cm = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 250 kg/cm2 * 4 = 7500 kg/cm2 = 4800 kg/cm2 = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 = 150 kg/cm2 = 1000 kg/cm = 7500 kg/cm = 4800 kg/cm = 20000 kg/cm2 = 36000 kg/cm2 = 250 kg/cm2 Berdasarkan hasil penyelidikan tanah yang dilaksanakan oleh PT Selimut Bumi.

Pada struktur ini digunakan dilatasi untuk mengantisipasi beda penurunan antara bangunan.30 pada lapisan pendukung yang relatif aman dan memberikan kemudahan pelaksanaan yakni -2. Pada lapisan diatas tanah urug diberi material pasir urug kemudian dicor dengan beton dalam bentuk plat dengan kedalaman 12 cm. Menentukan joint-joint yang akan diberi beban reaksi tumpuan kolom. Konstruksi ini mempunyai rongga-rongga berbentuk segitiga yang nantinya diisi dengan tanah urug yang memiliki kualitas daya dukung tanah yang baik.25 meter dengan tegangan ijin tanah = 3 kg/cm2 dan conus resistant qc = 120 kg/cm2. KSLL merupakan sistem pondasi yang berlisensi. Langkah perhitungannya adalah sebagai berikut: a. c. dapat dilakukan perencanaan sistem pondasi KSLL dengan permodelan sendiri. Membentuk permodelan konstruksi KSLL dengan kombinasi elemen frame dan shell. Namun untuk kepentingan proyek akhir ini. Pemilihan struktur pondasi KSLL juga didasarkan pada lokasi proyek yang berada di area rumah sakit yang memerlukan tingkat kebisingan penggerjaan rendah. Penggunaan sistem pondasi KSLL ini harus mendapat ijin dari penemu. b. sehingga dalam perhitunganya tidak boleh dijabarkan secara umum. Pengecekan penulangan balok dan plat serta tegangan ijin tanah dibawah pondasi digunakan program SAP 2000. spring untuk menahan moment yang besar. KSLL dimodelkan sebagai sebuah konstruksi menerus berupa balok rib yang memiliki kedalam (H) 115 cm dan 225 cm dengan lebar 11 cm. 2. Tumpuan pondasi KSLL berupa spring dengan nilai ks (modulus subgrade rection) diambil clay d. Sistem pondasi KSLL ini dadpat demodelkan dengan Sturktur Analysis Program (SAP) dengan versi 8.5 kg/cm2/cm untuk jenis tanah medium sistem pondasi KSLL dalam SAP dimodelkan sebagai sebuah plat dengan sistem joint .

SISTEM PENAHAN BEBAN LATERAL Surakarta terletak pada wilayah gempa 2. ditentukan menurut persamaan : V = C . oleh tingkat daktilitas yang dimiliki struktur. Cerobong. tangki di atas menara Faktor Keutamaan (I) 1. fasilitas radio dan televisi Gedung untuk menyimpan bahan berbahaya seperti gas.5 C adalah nilai Faktor Respon Gempa yang didapat dari Respon Spektrum Gempa Rencana menurut peta wilayah gempa (Gambar 2).I Wt R Dimana.4 1. Sistem struktur dengan kolom dan balok dipilih untuk menahan beban lateral yang ada akibat gempa maupun akibat beban gravitasi. Berdasarkan pedoman gempa yang berlaku di Indonesia yaitu Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Rumah dan Gedung (SNI 03-1726-2002).0 1. besarnya beban gempa horisontal V yang bekerja pada struktur bangunan. instalasi air bersih. PERHITUNGAN GEMPA 1. perniagaan dan perkantoran. produk minyak bumi.6 1. Tabel 1. I adalah Faktor Keutamaan Struktur menurut Tabel 1. Untuk menentukan pengaruh . asam. sehingga desain gaya-gaya yang terjadi diperhitungkan terhadap gempa. pembangkit tenaga listrik. Faktor Keutamaan untuk berbagai kategori gedung dan bangunan Kategori gedung/bangunan Gedung umum seperti untuk penghunian. yaitu oleh besarnya Gempa Rencana. pusat penyelamatan dalam keadaan darurat. D. Perhitungan Beban Gempa Besarnya beban Gempa Nominal yang digunakan untuk perencanaan struktur ditentukan oleh tiga hal.31 C. Monumen dan bangunan monumental Gedung penting pasca gempa seperti rumah sakit.6 1. dan oleh nilai faktor tahanan lebih yang terkandung di dalam struktur. bahan beracun.

yaitu berupa beban geser dasar nominal statik ekuivalen pada struktur bangunan gedung beraturan. dan T adalah waktu getar alami struktur gedung yang dinyatakan dalam detik. untuk masing-masing Wilayah Gempa ditetapkan Spektrum Respons Gempa Rencana C-T seperti ditunjukkan dalam Gambar 3. Peta Wilayah Gempa Indonesia . dan gaya geser dasar nominal sebagai respons dinamik ragam pertama pada struktur bangunan gedung tidak beraturan.32 Gempa Rencana pada struktur gedung. Dalam gambar tersebut C adalah Faktor Respons Gempa yang dinyatakan dalam percepatan gravitasi. Gambar 2.

Spektrum Respon Gempa Rencana berdasarkan Zona Peta Wilayah Gempa .33 Gambar 3.

6 ≤ R ≤ Rm R = 1. faktor reduksi gempa maksimum (Rm ). sedangkan Rm adalah faktor reduksi gempa maksimum yang dapat dikerahkan oleh sistem struktur yang bersangkutan seperti pada Tabel 3. Beton bertulang 2.6 adalah faktor reduksi gempa untuk struktur gedung yang berperilaku elastik penuh. Faktor daktilitas maksimum (μm).5 8. Baja b. Baja b.5 4.5 kPa Pada gudang-gudang dan tempat penyimpanan barang.5 5. sedangkan untuk sistem pemikul beban gempa digunakan sistem SRPMM dengan faktor reduksi gempa (R) =5. Rangka pemikul momen menengah beton (SRPMM) 3. Rangka pemikul momen khusus (SRPMK) a. Beban lateral dipikul rangka pemikul momen terutama melalui mekanisme lentur) Uraian sistem pemikul beban gempa 1. maka sekurangkurangnya 25% dari beban hidup rencana harus diperhitungkan Beban tetap total dari seluruh peralatan dalam struktur bangunan gedung harus diperhitungkan R disebut faktor reduksi gempa yang nilainya dapat ditentukan menurut persamaan : 1. Rangka batang baja pemikul momen khusus (SRBPMK) Rm 8. Sistem rangka pemikul momen (Sistem struktur yang pada dasarnya memiliki rangka ruang pemikul beban gravitasi secara lengkap. Kota Surakarta termasuk zona 2 menurut peta wilayah gempa Indonesia seperti pada .5 (daktalitas terbatas).5 6. Rangka pemikul momen biasa (SRPMB) a.5 3.34 Wt ditetapkan sebagai jumlah dari beban-beban berikut : Beban mati total dari struktur bangunan gedung Jika digunakan dinding partisi pada perencanaan lantai.5 Berdasarkan fungsi gedung adalah sebagai hunian maka diambil nilai keutamaan (I)=1. Tabel 3. Beton bertulang 4. maka harus diperhitungkan tambahan beban sebesar 0. faktor kuat lebih struktur (f1) Sistem dan subsistem struktur gedung 3.

Persyaratan Kekakuan Struktur Dalam perencanaan struktur bangunan gedung terhadap pengaruh Gempa Rencana. Semua mode yang dominan dipertimbangkan sehingga paling sedikit 90% dari massa yang berpartisipasi ikut diperhitungkan pada waktu menentukan respons dari setiap arah utama gempa. bergantung pada koefisien ξ untuk Wilayah Gempa dan jenis struktur bangunan gedung. Perhitungan gaya gempa yang bekerja dilakukan dengan analisis dinamik Ragam Spektrum Respons tiga dimensi dengan menggunakan Respons Dinamik terbesar dari seluruh mode yang memiliki konstribusi berarti terhadap respon total struktur (Effective Mass Modal mencapaui sekurang-kurangnya dari 90%). Untuk itu. beton pratekan dan baja komposit harus diperhitungkan terhadap kekakuannya. pengaruh keretakan beton pada unsur-unsur struktur dari beton bertulang. momen inersia penampang unsur struktur dapat ditentukan sebesar momen inersia penampang utuh dikalikan dengan suatu persentase efektifitas penampang sebagai berikut : • • • untuk kolom dan balok rangka beton bertulang terbuka untuk dinding geser beton bertulang kantilever untuk dinding geser beton bertulang berangkai : komponen dinding yang mengalami tarikan aksial komponen dinding yang mengalami tekanan aksial komponen balok perangkai dengan tulangan diagonal komponen balok perangkai dengan tulangan memanjang : 50% : 80% : 40% : 20% : 75% : 60% Untuk mencegah penggunaan struktur bangunan gedung yang terlalu fleksibel. menurut persamaan : . nilai waktu getar alami fundamental T1 dari struktur bangunan gedung harus dibatasi. 2. Respons Modal dari setiap mode dihitung dengan menggunakan koordinat Spektrum Respons Rencana (C) dari Peraturan Indonesia yang nilainya tergantung dari periode getar.35 Gambar 2 sehingga digunakan spektrum respon gempa rencana wilayah 2 seperti pada Gambar 3 untuk mencari nilai faktor respon gempa (C).

Kuat perlu U untuk menahan beban mati D. rangka beton dan RBE Berat. Arah Pembebanan Gempa Struktur dianalisis dan dirancang terhadap gempa yang bekerja pada setiap arah utama gedung.119 0. bangunan lainnya Berat. rangka beton dan RBE Sedang & ringan. 3. bangunan lainnya 0.102.111 0.102 0.00 meter. Kombinasi Pembebanan Desain beton bertulang didasarkan pada metode kekuatan batas.063 Untuk perencanaan struktur Gedung Rawat Inap RSI Surakarta dengan ketinggian H=28.283/4 < 1. maka getar alami fundamental (T1) < ξH3/4< 0. beban hidup L dan juga beban atap A atau beban ujuan R paling tidak harus sama dengan : . namun persyaratan efek orthogonal harus dipenuhi dengan cara merencanakan semua elemen terhadap 100% gaya gempa dalam satu arah dengan 30% arah gempa yang tegak lurusnya. rangka baja Sedang & ringan.36 T1 < ξH3/4 Dimana H adalah tinggi total struktur dalam meter dan koefisien ξ ditetapkan menurut Tabel 4. 4. Kombinasi pembebanan dan faktor reduksi beban hidup didasarkan pada peraturan Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI-032847-2002) Disain penulangan dari seluruh elemen struktur didasarkan pada 9 kombinasi pembebanan sebagai berikut : A.095 0.068 0. rangka baja Berat.24 detik. Tabel 4. Koefisien ξ yang membatasi waktu getar alami struktur bangunan gedung Wilayah Gempa dan Jenis Struktur ξ Sedang & ringan.

yaitu : U = 0. Kombinasi beban juga harus memperhitungkan kemungkinan beban hidup L yang penuh dan kosong untuk mendapatkan kondisi yang paling berbahaya.0 L ± 1.37 U = 1. D.0 E (4) atau U = 0.2 D + 1. yaitu : U = 1.9 D ± 1.6H kecuali bahwa pada keadaan dimana aksi struktur akibat H mengurangi pengaruh W atau E.0 L ± 1. .3 dan 5 ditambahkan 1.0 E (5) dalam hal ini nilai E ditetapkan berdasarkan ketentuan SNI 03-1726-1989-F.2 D + 1.6 W (3) Perlu dicatat bahwa untuk setiap kombinasi beban D.9 D ± 1. L dan W. kuat perlu U tidak boleh kurang dari persamaan 2. Bila ketahanan struktur terhadap beban angin W harus diperhitungkan dalam perencanaan.6 L + 0. Bila ketahanan struktur terhadap beban gempa E harus diperhitungkan dalam perencanaan. Bila ketahanan terhadap tekanan tanah H diperhitungkan dalam perencanaan.5 (A atau R) (1) B. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung atau penggantinya. dan W berikut harus ditinjau untuk menentukan nilai U yang terbesar. maka pada persamaan 2. L.6 W + 0. maka pengaruh kombinasi beban D. E.2 D + 1. maka beban H tidak perlu ditambahkan pada persamaan 3 dan 5. maka nilai kuat perlu U harus diambil sebagai : U = 1.5 (A atau R) (2) C.

Sanspro membedakan tinggi antar tingkat menjadi 3 bagian: a. Pada tombol tersebut akan tampil Drawing Axis Name and Location yang berupa sumbu X dan Y yang harus diisi dengan koordinat kartesian lokasi titik-titik node. of Column layout) Jumlah layout balok ( no. of beam layout) =7 =7 =7 . Langkah-langkah dalam perencanaan Struktur Gedung Rawat Inap RSI Surakarta dengan software sanspro: 1. of storey/floor) Jumlah layout kolom ( no. Langkah awalnya adalah membuka program sanspro. c. Tinggi tingkat paling bawah (lowest floor) b. Untuk menambah jumlah node sesuai dengan yang dikehendaki maka klik tombol XY kemudian klik tombol add dan tempatkan sesuai dengan koordinat yang diinginkan. SOFTWARE ANALISIS DAN DESAIN STRUKTUR Untuk mendesain struktur gedung beton bertulang ini akan digunakan software SANSPRO Versi 4. Tinggi tingkat tipikal (floor to floor height) c.7. 2. Tinggi tingkat paling atas. dengan mengaktifkan tombol working coordinate range. Pada layar akan tampak panel tombol yang harus di klik untuk mengaktifkannya.6 – ESRC Nathan Madutujuh Bandung Indonesia. Untuk menmbuat permodelan Strutur Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta adalah sebagai berikut: a. Menentukan batas-batas area.38 E. Membuat permodelan struktur gedung. Cara mengisikan tinggi tingkat adalah dengan mengaktifkan tombol Building Parameter dengan mengisi : • • • Jumlah tingkat/lantai (no. Aktifkan tombol Show Gridlines untuk menampilkan node-node yang telah dibuat. b. Memasukkan jumlah tingkatan/lantai yang dikehendaki.

pilih Girder Sloof kemudian masukkan jenis balok. Kombinasi Beban.39 • Jenis plat (no.2 1.2 1.3 0 Earthq-Y 0 0.2 1. 3.3 -0.3 -0.EQZ Load.2 1. .2 1.6.2 Dead Load 1.2 1. Pilih pembebanan Self+Dead+Live+EQX.2 1. Menentukan jenis penampang untuk balok dengan mengaktifkan Property>Section>Add.2 1. of slab data) =2 Kemudian klik Building>Storey Data. Kemudian menentukan jenis penampang untuk kolom dengan mengaktifkan Property>Section>Add.2 1.2 1.6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Earthq-X 0 1 1 -1 -1 0. pilih Biaxial Column kemudian masukkan jenis kolom. Untuk Kombinasi Pembebanan aktifkan tombol Parameter>Load Cases and Combination Parameters.2 1.2 Live Load 1.2 1.2 1.2 1.2 1. b. Pada tiap lantai diisikan jarak ketinggian antar lantai. c.3 0.2 1.3 1 1 -1 -1 0 4.2 1. Kombinasi pembebanannya adalah: Self Weight 1.3 -0. Memasukkan data reduksi beban hidup yaitu 0. Terlebih dahulu menentukan mutu beton dengan cara klik Property>Material klik generate pilih mutu beton K-225.3 0. a. Menentukan jumlah dan jenis penampang (section property data).3 -0.2 1.

Setelah analisys selesei dilakukan pembentukan bentuk bangunan (building) dengan cara : building> start design> concret. Ukuran plat yang dipakai adalah 12 cm. Beban tersebut antara lain : a. kolom. • • • • Data tersebut antara lain: Data reaksi tumpuan (support reaction) Data nomer joint dan frame. Beban lisplank sebesar A x 2400 kg/m² didapat beban sebesar 192 kg/m² dikalikan dengan tinggi. Dari hasil analysis akan tampil beberapa data yang telah diproses. Menetukan jenis dan ukuran plat dengan mengaktifkan Property >Section>Add>Thickness. c. Beban tangga. Setelah semua data dimasukkan maka dilakukan perhitungan secara otomatis dengan cara : File>ExportsSans>Analisys Menu>Start Analisys. Dari proses tersebut dapat dilihat struktur penulangan dari kolom dan balok. Untuk Lift dengan kapasitas 9 penumpang pada tiap joint diberi pembebanan sebesar 12400 kg. Beban atap diambil 1000 kg/m’. . Pembebanan Beban Frame : Pada frame akan memikul beban bekerja pada balok dan ringbalk. 5. Data material balok. b. plat yang digunakan. Beban partisi sebesar 100 kg/m² dikalikan dengan tinggi partisi. Beban setengah bata sebesar 250 kg/m² dikalikan dengan tinggi bata. d. e.40 d. Beban Joint : Pada joint akan memikul beban ME berupa Lift.lisplank. DL sebesar 4200 kg/m’ dan LL sebesar 12280 kg/m’. y-y. Untuk lebih mengetahui secara detail bentuk penulangan dari balok dan kolom dapat dilihat dengan mengaktifkan view rebar x-x. dan untuk Bed Lift diberi pembebanan 24000 kg.

Pilihan ini ditampilkan pada awal saat akan melakukan input data. jarak dan jumlah serta ukuran tulanganya. program SANSPRO juga dapat melakukan perhitungan biaya struktur secara automatis. diantaranya : • • • • • • • • Langkah-langkah dalam memasukkan dta input dapat dilakukan secara acak atau tidak urut. Penulangan balok maupun kolom lagsung dapat dilihat bentuknya.41 Gambar penulangan balok dan kolom dapat dilihat semua dan dapat dipindah (transfer) ke dalam format CAD. Dapat menghitung secara tepat volume dan biaya struktur. yaitu sesuai dengan urutan yang berlaku ataupun secara acak. . sehingga mudah untuk digambar ulang. Selain dapat dipindah dalam format CAD. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan program SANSPRO memiliki sejumlah keunggulan. Permodelan strukturnya lebih mudah karena dimodelkan dengan sumbu kartesian. Hasil dari perhitungan langsung dapat diketahui. Hasil-hasil dari output langsung dapat di print. Proses memasukkan data-data pada program SANSPRO ada dua pilihan. Dari gambar SANSPRO nantinya dapat di jadikan acuan untuk menggambar lebih lanjut pada format CAD.. Perlu kesabaran dalam penggunaan progran ini. Gambar penulangnya bisa di transfer dalam format CAD. yaitu: • • Perlu kejelian dan kecermatan dalam memasukkan data permodelan. Panel-panel pada layar jelas dan mudah dimengerti bagi pemula. Ada bebarapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan SANSPRO.

Beton balok induk c.39 m3 = 106. Direksi keet c. Pondasi struktur bawah KSLL b. Beton kolom struktur b. Beton balok dak canopy h. PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 1. Pembersihan Lahan b. Beton plat lantai e. Beton tangga i.66 m3 = 4 m3 = 1 ls = 89 m3 = 4 m3 = 1 ls = 1ls = 1 ls = 1 ls 42 .85 m3 = 8.68 m3 = 54 m3 = 18. Water profing dak = 2. Pekerjaan Bangunan Utama Pekerjaan beton bertulang lantai 1 a. Bata 1 : 5 • Plesteran 1 : 5 j.52 m3 = 0. Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas. Beton plat dak canopy g.9 m3 = 396.7 m3 = 3.6 m3 = 2. Beton tangga Pekerjaan beton bertulang lantai 2 a.BAB IV RENCANA ANGGARAN BIAYA A. Beton kolom struktur c. Beton parapet f.5 m3 = 53. Pekerjaan Persiapan a. IMB 2. Penyediaan air kerja d.49 m3 =84. Beton balok anak d.8 m3 = 12.

e.85 m3 = 8.05 m3 = 14. Beton kolom struktur Beton balok induk Beton balok anak Beton plat lantai Beton parapet Beton tangga Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas.9 m3 = 38. Beton kolom struktur Beton balok induk Beton balok anak Beton plat lantai Beton parapet Beton tangga = 38.49 m3 =84. f. d. Bata 1 : 5 • Plesteran 1 : 5 Pekerjaan beton bertulang lantai 4 a. c.05 m3 = 14. c. f.52 m3 = 0. b.05 m3 = 14.84 m3 = 41. b.9 m3 = 38.44 m3 = 12.44 m3 = 12.26 m3 = 4 m3 = 2.84 m3 = 64. e.44 m3 = 12. c.84 m3 = 64. Beton kolom struktur Beton balok induk Beton balok anak Beton plat lantai Beton parapet Beton tangga Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas.84 m3 = 41.85 m3 = 8. d.52 m3 = 0. Bata 1 : 5 • Plesteran 1 : 5 Pekerjaan beton bertulang lantai 5 a. g.26 m3 = 4 m3 = 2.84 m3 = 41. d.84 m3 = 64.26 m3 = 4 m3 . e. g.49 m3 =84. f.43 Pekerjaan beton bertulang lantai 3 a. b.

44 g. Beton tangga g.05 m3 = 13. Beton balok anak d.9 m3 = 16. Beton plat lantai e. Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas.52 m3 = 0.85 m3 = 8.9 m3 = 41.13 m3 = 6.49 m3 =84.63 m3 = 10 m3 = 41.44 m3 = 27. Bata 1 : 5 • Plesteran 1 : 5 Pekerjaan beton bertulang lantai ruang mesin a.49 m3 =84.85 m3 = 8. Beton plat lantai c.54 m3 = 8.4 m3 =25. Water profing dak i.1 m3 = 14. Beton balok anak e.49 m3 Pekerjaan beton bertulang lantai 6 a. Beton ring balk h.93 m3 = 13. Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas.6m3 = 4 m3 = 2.2 m2 = 2. Bata 1 : 5 . Beton balok dak g. Beton plat dak f. Beton kolom struktur b. Beton balok induk c. Bata 1 : 5 • Plesteran 1 : 5 = 2.28 m3 = 16.52 m3 = 0.52 m3 = 0. Beton lift • Beton kolom • Beton balok • Pas. Beton kolom struktur b.85 m3 = 8. Beton parapet f. Beton balok induk d.5 m3 = 3.

9 m2 = 768.1 m3 1635 m2 780. bata 1:3 3 Plesteran 1:3 4 Pas. Finshing arsitektur a.73 m3 27. Corong talang 3’’ PVC e. Pas.6 m3 243.333 m2 98. kolom. bt.22 m3 102. Lisplank = 768.45 • Plesteran 1 : 5 Pekerjaan Atap a. bata 1:5 5 Plesteran 1:5 6 Plesteran beton 7 Sponengan sudut 8 Beton sloof. Lantai i 1) Pek.47 m3 380 m3 .9 = 92 m’ = 560 m’ = 20 buah = 214 m2 =84.8 m3 46. Bata/plesteran. kusen 1 J1 = 32 buah Kusen aluminium 4" 656 m' 12. Pondasi batu belah 1 Galian tanah 2 Urugan kembali 3 Pondasi batu belah 1:5 4 Aanstamping 5 Urug pasir + rolag 6 Urug peninggian tanah bangunan 2) Pek.37 m3 334.33 m3 14. Bubungan genteng metal d.9 m3 III. Saringan talang f.11 m3 161. bt. Pek.7 m' 7. Atap genteng metal dek c. balok latei praktis 3) Pek. 1 Rolag batu bata 1 : 3 2 Pas. Kuda-kuda baja ringan b.78 m2 2075.

1 m' 19.46 Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant Karet kaca 2 P1 = 1 buah Kusen aluminium 4" Pintu swing (T250 x L187) Handle stainless steel Kunci 5132 Engsel 4" Acrilic Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 3 P2 = 2 buah Kusen aluminium 4" Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 4 P3 = 4 buah Kusen aluminium 4" Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 5 P4 = 6 buah Kusen aluminium 4" 252.4 m' 2 bh 2 bh 2 bh 8 bh 8 bh 11.2 m' 2 unit 2 bh 11.8 bh 2.63 m2 54.8 m' 20.16 m2 800 m' 1824 m' 14.14 m2 22.5 bh 2.95 m2 40 m' 65 m' 26 m' .2 m' 37 m' 4 unit 4 bh 25.4 m' 29.

09 m3 21.6 m' 2 unit 2 bh 5.47 Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 6 P5 = 2 buah Kusen aluminium 4" Daun pintu metal Kunci tanam Casement (T50 x L90) Engsel jungkit Rambuncis Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 4. plafond 1 Plafond kalsiboard 2 List tepi gypsum 5. 6 7 Lt.6 bh 2 bh 2 bh 10.64 m2 252. Pek.24 m' 76.28 m2 .6 m2 50.5 bh 7.8 m2 55 m' 52 m' 12. Pasang lantai dinding 1 Urug pasir bawah lantai 2 Lantai kerja 1:3:5 bwh lantai 3 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 4 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 5 Dinding granit 6 Dinding clading Lt. 2 s/d Lt.6 m' 851.18 m3 38.4 m' 35. Granit tile 40/40 cm 6 bh 6 bh 6 bh 15 bh 15 bh 10. Pek.2 m2 0.81 m2 236 m2 65 m2 740.94 m2 10.

cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond c. Pas. balok latei praktis 2. bata 1:5 4 Plesteran 1:5 5 Plesteran beton 6 Sponengan sudut 7 Beton. bata 1:3 2 Plesteran 1:3 3 Pas. Pek. bt. Bata/plesteran 1 Pas. kolom.58 m2 1363. Pek. Pek.36 m3 14. bt.39 m2 4 bh 6 bh 6 bh 2 bh 2 bh 2 bh 1 bh 1 m' 850 m2 4428 m2 851.54 m' 5.15 m3 752 m2 511. kusen 1 Type P1 = 1 buah Kusen aluminium 4" Pintu sliding (T220 x L200) Handle stainless steel Kunci 4123 Engsel 4" Kaca rayband Tebal 5 mm 12.64 m2 11. Pek.63 m2 .48 8 Lantai keramik tangga 30/30 cm 6.4 m3 190 m2 45.4 m' 2 bh 2 bh 2 bh 8 bh 11. sanitair 1 Closet duduk 2 Saringan air st.st. Lantai 2 1. 3 Kran air 4 Urinoir 5 Wastafel 6 Sekat urinoir 7 Kaca cermin 8 Meja beton wastafel 7.

1 m2 254 m' 381.49 Karet kaca Sealant Arcilic 2 Type J3 = 18 buah Frame curtain wall Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant tebal 3 Type J4 = 2 buah Frame curtain wall Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant tebal 4 Type J5 = 1 buah Frame curtain wall Kaca stopsol green Tebal 8 mm Sealant 5 Type P2 = 3 buah Kusen aluminium 4" Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 6 P3 = 6 buah Kusen aluminium 4" Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 54.8 m' 44.1 m' 176.98 m' 327.42 m2 2100.96 m' 87.4 m' 6 unit 6 bh 30.8 m' 3 unit 3 bh 17.6 bh 3.8 m' 20.21 m2 33.18 m2 988 m' 28.54 m2 48 m' 78 m' .6 m' 43.1 m' 8 bh 748.8 m' 30.7 bh 3.

1 m2 21.6 m' 13 m' 7.2 m' .23 m' 12.6 m' 8 bh 8 bh 8 bh 24 bh 24 bh 16.55 m2 5.6 m' 41.4 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0.50 7 P4 = 8 buah Kusen aluminium 4" Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 8 Type PT1 = 2 buah Partisi double kalsiboard List partisi bawah 9 Type PT2 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 10 Type PT3 = 1 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5 mm Karet kaca Sealant Kusen aluminium 4" 11 Type PT4 = 3 buah Kusen aluminium 4" Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 24 m' 22.8 bh 12.2 m2 18.6 m2 17.6 m' 30.31 m' 10.2 m' 35.48 m2 88 m' 83.

81 m2 491.34 m2 12.51 Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu 12 Type PT5 = 3 buah Kusen aluminium 4" Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 13 Type PT6 = 4 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 3.2 m2 519.4 m' 31.2 m' 19.5 m' 34.6 m2 3 unit 3 bh 16.14 m2 10 bh 12 bh 12 bh 2 bh 1 bh .2 m2 24 m' 22. 3 Kran air 4 Wastafel 5 Kaca cermin 3 unit 3 bh 16.43 m2 21. Pek plafond 1 Plafond kalsiboard 2 List tepi gypsum 4. Lantai dinding 1 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 2 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 3 Lantai granit tile 40x40 cm 4 Lantai keramik tangga 30/30 cm 5 Water proofing km/wc 5. Pek.4 m2 34.st. sanitair 1 Closet duduk 2 Saringan air st.17 m2 296.6 m' 41. Pek.2 m2 2.14 m2 98.23 m' 12.

Bata/plesteran 1 Pas.18 m2 988 m' 11. 1. balok latei praktis 2. Lantai 3 Pek.4 bh 8.52 6 Meja beton wastafel 6. bt. bata 1:3 2 Plesteran 1:3 3 Pas.84 m' 6. Pek.83 m2 41.8 m' 14. Pas.8 m' 22.24 m2 1259. Pek cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond d. bt.53 m3 692. kolom.2 m' .1 m' 5.8 m3 246. bata 1:5 4 Plesteran 1:5 5 Plesteran beton 6 Sponengan sudut 7 Beton. Pas. kusen : 1 Type J5 = 1 buah Frame curtain wall Kaca stopsol green Tebal 8 mm Sealant 2 Type J7 = 1 buah Kusen aluminium 4" Casement (T50 x L85) Casement (T120 x L85) Engsel 20" Engsel 10" Rambuncis Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 3 Type P3 = 3 buah Kusen aluminium 4" 1 m' 505.12 m3 381.16 m2 511.43 m2 758.17 m2 14.1 m' 176.2 bh 2 bh 2 bh 4 bh 3.24 m2 28.15 m2 519.

6 m' .2 m' 63 m' 10 unit 10 bh 28 bh 10 bh 10 bh 51 m2 4.8 bh 12.53 Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 4 Type P4 = 8 buah Kusen aluminium 4" Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 5 Type P5 = 10 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Daun pintu metal Kunci tanam Casement (T50 x L90) Engsel jungkit Rambuncis Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 6 Type PT1 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 3 unit 3 bh 15.77 m2 24 m' 39 m' 41.3 bh 1.48 m2 88 m' 83.7 m2 52 m' 178 m' 30.2 m2 18.6 m' 8 bh 8 bh 8 bh 24 bh 24 bh 16.

24 m2 28.54 7 Type PT7 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 8 Type PT7' = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 9 Type PT8 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 10 Type PT8' = 1 buah 32 m' 9.8 m' 32 m' 9.48 m' 4.6 m2 3.2 m' .48 m' 4.8 m' 55.4 m2 4 unit 4 bh 21.24 m2 28.81 m2 7.1 m2 1 unit 1 bh 5.2 m' 8 m' 2.8 m' 55.4 m2 0.4 m2 4 unit 4 bh 21.37 m' 1.6 m2 3.2 m' 13.

2 m' 7.4 m2 0.38 m2 7 m' 7.55 Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 11 Type PT9 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 12 Type PT10 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 13 Type PT11 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 14 Type PT12 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 15 Type PT13 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm 8 m' 1.8 m' 36.1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0.4 m' 11.2 m' 7.72 m' 0.2 m' 13.07 m' 4.07 m' .81 m2 7.6 m' 13 m' 7.66 m2 8.4 m2 22.55 m2 5.4 m' 13.7 m2 1 unit 1 bh 5.

4 m2 47.54 m2 14 bh 16 bh 16 bh 4 bh 2 bh 4 bh 1 bh 1 m' 481.04 m2 .st. sanitair 1 Closet duduk porselin 2 Saringan air st. 3 Kran air 4 Urinoir 5 Wastafel 6 Sekat urinoir 7 Kaca cermin 8 Meja beton wastafel 6.2 m' 525. cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 4.54 m2 147. Dinding/lantai 1 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 2 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 3 Lantai granit tile 40x40 cm 4 Lantai keramik tangga 30/30 cm 5 Water proofing km/wc 5. Pek.25 m2 408 m' 47.3 m2 456 m2 12.56 List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 16 Type PT14 = 4 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 3.55 m2 5. plafond 1 Plafond kalsiboard 2 List tepi gypsum 4.6 m' 13 m' 70.2 m2 43. Pek. Pas.36 m2 722. Pek.1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0. Pek.

5 m2 14. Pek.8 bh 12. bata 1:3 2 Plesteran 1:3 3 Pas. Lantai 4 Pek. bt.83 m2 41.12 m3 22.6 m' 8 bh 8 bh 8 bh 24 bh 24 bh 16. balok latei praktis 2.77 m2 24 m' 39 m' 41.3 bh 1. Bata/plester 1 Pas.24 m2 1259.2 m' 3 unit 3 bh 15.84 m' 6. kusen 1 Type P3 = 3 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 2 Type P4 = 8 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 3 Type P5 = 10 buah 525.48 m2 88 m' 83. Pas.57 3 Cat plafond e.8 m3 246. 1. kolom.2 m' . bt.53 m3 692.16 m2 511. Pas. bata 1:5 4 Plesteran 1:5 5 Plesteran beton 6 Sponengan sudut 7 Beton.

48 m' 4.58 Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Casement (T50 x L90) Engsel jungkit Rambuncis Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 4 Type PT1 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 5 Type PT7 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 6 Type PT7' = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 63 m' 28 bh 10 bh 10 bh 51 m2 4.6 m' 32 m' 9.4 m2 4 unit 4 bh 21.1 m2 1 unit 1 bh 5.81 m2 7.8 m' 55.2 m' 13.37 m' 1.2 m' 8 m' 2.8 m' .24 m2 28.6 m2 3.7 m2 52 m' 178 m' 30.4 m2 0.2 m2 18.

2 m' .4 m2 4 unit 4 bh 21.24 m2 28.48 m' 4.59 7 Type PT8 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 8 Type PT8' = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 9 Type PT9 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 10 Type PT10 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 11 Type PT11 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 12 Type PT12 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 7.4 m' 8 m' 1.4 m' 36.38 m2 7 m' 13.7 m2 1 unit 1 bh 5.66 m2 8.2 m' 11.4 m2 22.8 m' 32 m' 9.2 m' 13.6 m2 3.72 m' 0.4 m2 0.81 m2 7.8 m' 55.

55 m2 5.1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0. Pek sanitair 7.07 m' 4.54 m2 .54 m2 147.6 m' 13 m' 7. Pasang lantai/dinding 1 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 2 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 3 Lantai granit tile 40x40 cm 4 Lantai keramik tangga 30/30 cm 5 Water proofing km/wc 5.1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0.07 m' 4.4 m2 47.2 m' 7.25 m2 408 m' 47. Pek.2 m2 43.6 m' 13 m' 70.2 m' 525.3 m2 456 m2 12. plafond 1 Plafond gypsum board rangka hollow 2 List tepi gypsum 4.55 m2 5.60 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 13 Type PT13 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 14 Type PT14 = 4 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 3. Pek.

bt. Pek. 1.77 m2 24 m' 39 m' .53 m3 692. Pas.8 m3 246.12 m3 22. kusen 1 Type P3 = 3 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 2 Type P4 = 8 buah 14 bh 16 bh 16 bh 4 bh 2 bh 4 bh 1 bh 1 m' 481. Bata/plester 1 Pas. kolom. bata 1:5 4 Plesteran 1:5 5 Plesteran beton 6 Sponengan sudut 7 Beton.24 m2 1259. bt.04 m2 525.5 m2 14. balok latei praktis 2.83 m2 41. 3 Kran air 4 Urinoir 5 Wastafel 6 Sekat urinoir 7 Kaca cermin 8 Meja beton wastafel 6.st. Pek pas. cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond f. bata 1:3 2 Plesteran 1:3 3 Pas.2 m' 3 unit 3 bh 15.3 bh 1.61 1 Closet duduk porselin 2 Saringan air st.16 m2 511. Lantai 5 Pek.36 m2 722.84 m' 6.

6 m2 3.62 Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 3 Type P5 = 10 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Casement (T50 x L90) Engsel jungkit Rambuncis Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 4 Type PT1 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 5 Type PT7 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca 41.6 m' 32 m' 9.2 m' 63 m' 28 bh 10 bh 10 bh 51 m2 4.6 m' 8 bh 8 bh 8 bh 24 bh 24 bh 16.24 m2 28.8 bh 12.48 m2 88 m' 83.7 m2 52 m' 178 m' 30.4 m2 4 unit 4 bh 21.2 m2 18.8 m' .48 m' 4.

2 m' 8 m' 2.1 m2 1 unit 1 bh 5.2 m' 8 m' 1.2 m' 13.63 Sealant 6 Type PT7' = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 7 Type PT8 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 8 Type PT8' = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 55.48 m' 4.8 m' 32 m' 9.81 m2 7.8 m' .7 m2 1 unit 1 bh 5.6 m2 3.72 m' 0.4 m2 4 unit 4 bh 21.37 m' 1.4 m2 0.8 m' 55.2 m' 13.4 m2 0.24 m2 28.81 m2 7.

6 m' 13 m' 11.66 m2 8.2 m' 7.55 m2 5.6 m' 13 m' 7.4 m' .1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0.4 m' 36.1 m2 1 unit 1 bh 5 m2 0.64 9 Type PT9 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 10 Type PT10 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 11 Type PT11 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 12 Type PT12 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 13 Type PT13 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 14 Type PT14 = 4 buah Partisi double kalsiboard 6 mm 70.2 m' 7.07 m' 4.38 m2 7 m' 13.07 m' 4.4 m2 22.2 m2 7.55 m2 5.

st. Pek.83 m2 28. Pek. Pek.18 m3 96.4 m2 47.3 m2 456 m2 12. cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond g. bata 1:3 2 Plesteran 1:3 3 Pas.02 m' .9 m3 481. Bata/plester 1 Pas.65 List partisi bawah 3.2 m' 525. 3 Kran air 4 Urinoir 5 Wastafel 6 Sekat urinoir 7 Kaca cermin 8 Meja beton wastafel 6. Pas lantai/ dinding 1 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 2 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 3 Lantai granito 60x60 cm 4 Lantai keramik tangga 30/30 cm 5 Water proofing km/wc 5. sanitair 1 Closet duduk porselin 2 Saringan air st. bata 1:5 4 Plesteran 1:5 5 Plesteran beton 6 Sponengan sudut 43.5 m2 5.04 m2 525.3 m2 452.54 m2 14 bh 16 bh 16 bh 4 bh 2 bh 4 bh 1 bh 1 m' 481.36 m2 722. Pek.84 m2 922. bt.54 m2 147.25 m2 408 m' 47. Pas. plafond 1 Plafond kalsiboard 2 List tepi gypsum 4. 1. Lantai 6 Pek. bt.

32 m' 4.6 bh 9.36 m2 66 m' 62. Pek kusen 1 Type P4 = 6 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Pintu swing (T210 x L90) Handle swing Kunci 51234 Engsel 4" Acrilic Mohair Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 2 Type PT4 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu 3 Type PT14 = 2 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 4 Type PT15 = 2 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm 1.2 m2 1 unit 1 bh 5.1 m2 21.66 7 Beton.65 m3 31. balok latei praktis 2.4 m2 1 unit 1 bh 10.4 m2 35.6 m' 16 m' 8.8 m2 1. kolom.4 m' 8 m' 7.2 m' 6 bh 6 bh 6 bh 18 bh 18 bh 12.62 m2 .41 m' 4.

8 m' 4.4 m' .3 m' 16.2 bh 24.1 m' 176.4 m' 27.67 Karet kaca Sealant 5 Type PT16 = 1 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 6 Type PT17 = 1 buah Partisi double kalsiboard 6 mm List partisi bawah 7 Type J4 = 2 buah Frame curtain wall Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant tebal 8 Type J5 = 1 buah Frame curtain wall Kaca stopsol green Tebal 8 mm Sealant 9 J6 = 32 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant Karet kaca 10 Type J7 = 3 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Casement (T50 x L85) Casement (T120 x L85) Engsel 20" Engsel 10" Rambuncis Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 14.72 m2 86.55 m2 10.18 m2 988 m' 512 m' 168 m2 627 m' 1440 m' 33.1 m2 254 m' 381.8 m' 30.6 bh 6 bh 6 bh 12 bh 9.6 m' 17.4 m' 44.88 m2 3 m' 87.

3 m2 515. Pek. bata 1:5 2 Plesteran 1:5 3 Plesteran beton 4 Sponengan sudut 5 Beton. cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond 373.64 m2 67. kusen 1 P3 = 1 buah .8 m' 0.4 m' 4. kolom.5 m2 532.dinding/lantai 1 Lantai keramik 20x20 cm lavatory 2 Dinding keramik 20x25 cm Lavatory 3 Lantai granito 60x60 cm 4 Lantai keramik tangga 30/30 cm 5 Water proofing km/wc 26.64 m2 5.68 3.st. plafond 1 Plafond gypsum board rangka hollow 2 List tepi gypsum 532. Pek.4 m2 26. 1. Pas. Pek. bt.67 m2 560.5 m2 13. Pek. 3 Kran air 4 Urinoir 5 Wastafel 6 Sekat urinoir 7 Kaca cermin 8 Meja beton wastafel 4 bh 6 bh 6 bh 4 bh 2 bh 4 bh 1 bh 1 m' 6. sanitair 1 Closet duduk porselin 2 Saringan air st.64 m2 h. Pek.pas.84 m3 2. Pas. Bata/plester 1 Pas. balok latei praktis 34 m3 566 m2 141 m2 184.64 m2 183. Ruang mesin Pek.

8 m' 12 m' 4.2 bh 2 bh 2 bh 4 bh 3.8 m' 15.8 m' 14.6 m' 33.1 m' 5.4 bh 8.1 bh 0.6 m2 300.8 m' 332.3 m2 33 m' .4 m' 1 unit 1 bh 5.8 m' 3.24 m2 28.69 Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Daun pintu metal Kunci tanam Tatapan pintu Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 2 Type J7 = 1 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Casement (T50 x L85) Casement (T120 x L85) Engsel 20" Engsel 10" Rambuncis Kaca rayband T 5mm Karet kaca Sealant 3 J2 = 2 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant Karet kaca 4 BV1 = 32 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant Karet kaca 5 BV2 = 2 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Karet kaca 7.5 m2 12 m' 12 m' 169.59 m2 8 m' 13 m' 11.

cat 1 Cat tembok exterior 2 Cat tembok interior 3 Cat plafond IV. 1 ke Lt. 2 2 Railing tangga stainless steel Lt. Pek. 5 ke Lt. 4 4 Railing tangga stainless steel Lt. ijin dll Penyambungan pipa tinja ke pipa IPAL ( PVC 4" 8 + accesoris ) 4 unit 2 unit 1 unit 1 ls 10 m' 10 m' 10 m' 10 m' 10 m' 10 m' 280 m2 420 m2 306 m2 5. 2 ke Lt. Pek.6 m' 21. R. 3 3 Railing tangga stainless steel Lt. 6 mesin 7 Pekerjaan Lift a b c Lift 630 kg/ 9 org ( pengunjung ) Lift bed 1800 kg ( pasien ) Pemesanan. Pek. Lain-lain 1 Railing tangga stainless steel Lt. 5 5 Railing tangga stainless steel Lt. 3 ke Lt.70 6 BV1 = 4 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Sealant Karet kaca 7 BV2 = 8 buah Kusen aluminium 4" YKK YS 1 Kaca rayband Tebal 5 mm Karet kaca 3. Pek.6 m' . testing comissioning. plafond 1 Plafond exspose 4. Dinding/lantai 1 Lantai rabat beton 6.6 m' 41.2 m2 129. Pas.6 m3 306 m2 63. 6 ke Lt. 6 Railing tangga stainless steel Lt.2 m' 4.2 m' 13. 4 ke Lt.2 m2 37.

71 .

90 . ii. vii. 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. iv. v. Peraturan-Peraturan Pemerintah setempat. 120 tahun 2003 tentang Pedoman Penatausahaan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Jawa Tengah. Keputusan Presiden No. viii. Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi. Peraturan Pemerintah No. ix.BAB V RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PASAL 1 : PENJELASAN UMUM (1) Peraturan Umum Tata cara dalam pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut: i. Pabelan. Peraturan Pemerintah No. 332/KPTS/M/2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Serta Masyarakat Jasa Konstruksi. Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah No. 29 tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Undang-Undang No. vi. iii. (2) Kegiatan Kegiatan yang dimaksud dalam dokumen lelang ini adalah kegiatan Pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta yang berlokasi di jalan Ahmad Yani. 9 tahun 1999 tentang Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 18 tahun 2000 tentang Jasa Konstruksi. Surakarta. Undang-Undang No.

Lampiran-lampiran Penawaran adalah penjelasan-penjelasan secara tertulis mengenai keterangan-keterangan tambahan.1 Contoh Surat Penawaran. 1. (4) Panitia Pengadaan Barang/Jasa Yang dimaksud dengan Panitia Pengadaan Barang/Jasa adalah sebuah Panitia yang dibentuk dan ditugasi oleh Pengguna Anggaran untuk melaksanakan proses pengadaan jasa Pemborongan. jalan Ahmad Yani. (5) Peserta Lelang Yang dimaksud dengan peserta lelang adalah pemborong yang telah mendaftar pada Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk ikut serta dalam pelelangan Pengadaan Barang/Jasa dan memenuhi persyaratan pelelangan. (2).4 Spesifikasi Teknik dan Gambar. 1. 1.8 Formulir Isian Kualifikasi. 1. gambar-gambar.7 Daftar Uraian Pekerjaan (Bill of Quantity). Satu set dokumen Lelang yang terdiri dari: 1.5 Lampiran-Lampiran.2 Syarat-Syarat Administrasi Pelelangan. Surakarta. spesifikasi dan Risalah Rapat Penjelasan (Aanwijzing) serta jawaban-jawaban yang tertulis yang dikeluarkan selama Masa Pelelangan Pekerjaan.91 (3) Pemilik/Pemberi Tugas/Pengguna Anggaran Yang dimaksud dengan pemberi tugas/pengguna jasa adalah Direktur Utama RSI Surakarta Selaku Pengguna Anggaran Kegiatan Pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap RSI Surakarta bertindak untuk atas nama Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (YARSIS) dengan alamat domisili Jl.6 Catatan Harga.3 Syarat-Syarat Administrasi Pelaksanaan. PASAL 2 : DOKUMEN LELANG (1). 1. 1. Pabelan. pembatalan. . 1. selanjutnya disebut Pengguna Anggaran. perbaikan dan penjelasan dari dokumen lelang.

Jawaban Pertanyaan tersebut yang merupakan lampiran berita acara penjelasan (BA Aanwijzing) dapat diambil sesuai dengan jadual dan tempat yang ditetapkan pada saat Aanwijzing. (4) Seluruh Peserta Lelang akan menerima Jawaban Pertanyaan dari Peserta Lelang lainnya. Peserta lelang harus menghitung Quantity dan setiap Uraian Pekerjaan dari Bill of Item berdasarkan Gambar. PASAL 3 : PENJELASAN LELANG (AANWIJZING) (1) Penjelasan lelang (Aanwijzing) diadakan pada waktu dan tempat seperti yang tercantum didalam surat undangan. Peserta lelang berkewajiban untuk mempelajari dan memahami dengan seksama seluruh Dokumen Lelang ini.92 Lampiran-lampiran yang telah disahkan oleh Panitia Pengadaan barang/Jasa itu akan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Dokumen lelang/Kontrak. Peserta Lelang diharuskan mempelajari dengan seksama isi Dokumen Lelang dan bila ada pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tertulis pada saat acara penjelasan lelang. Peserta lelang dapat mengambil Dokumen Lelang pada alamat dan waktu seperti tercantum dalam Undangan lelang. Spesifikasi Teknis dan Catatan Harga yang dilampirkan dalam Dokumen Lelang. Jika Peserta Lelang tidak memberikan pemberitahuan mengenai kekurangan-kekurangannya tersebut kepada Panitia Pengadaan. PASAL 4 : PENINJAUAN TEMPAT PEKERJAAN (1). . maka segala akibatnya menjadi tanggung jawab Peserta Lelang. (3) Berita Acara Penjelasan dan perubahan-perubahan yang harus dilaksanakan merupakan lampiran mengikat. peserta lelang harus sudah membaca dan mempelajari seluruh isi Dokumen Lelang. (2) Sebelum memasukkan penawaran. Jika ditemukan adanya kekurangan dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Teknis (spesifikasi Teknis) dan Gambar-gambar Lelang yang akan memberitahukan ke Panitia Pengadaan pada saat Aanwijzing. (3). (4).

Spesifikasi Teknis dan diuraikan pada setiap pokok-pokok (item) yang tercantum dalam Daftar Uraian Pekerjaan (Bill of Quantities/BQ) yang kemudian nilai/jumlahnya dipindahkan dalam Jumlah Total (Rekapitulasi). Dokumen kontrak. Penyimpangan . Addendum. Total harga Penawaran mengikat sebagai Harga kontrak untuk pelaksanaan Pekerjaan ini. (6). maka dianggap bahwa semua Nilai Pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Lelang termasuk hal tersebut diatas telah tercantum didalam Perincian Penawaran. Volume dan Pokok (item) Pekerjaan yang tercantum didalam BQ adalah lump sum kecuali untuk bagian pekerjaan yang diberi tanda “Provosional” termasuk pekerjaan tambah/kurang atas instruksi tertulis dari MK yang disahkan Pemberi Tugas/Pengguna Jasa atau Wakilnya. tetapi untuk kesempurnaan pekerjaan dan untuk pemenuhan terhadap standar kemanan serta dapat berfungsinya/beroperasinya sistem. Peserta Lelang diharuskan memerikas dan meneliti seluruh isi Dokumen Lelang termasuk Bill of Item. Spesifikasi Teknis. maka dianggap kualitas dari material yang paling tinggi adalah yang menentukan untuk digunakan atau dipakai dalam pekerjaan tanpa ada penambahan biaya di dalam Kontrak. BQ sebagai dasar/pedoman dalam pengajuan penawaran dan merupakan dasar/pedoman di dalam pembayaran sesuai prosentase prestasi kemajuan pekerjaan. Klarifikasi dan Negosiasi adalah merupakan Pedoman yang mengikat di dalam Pelaksanaan Pekerjaan ini. Jika terdapat Pokok Pekerjaan yang tidak tercantum di dalam Spesifikasi Teknis. BQ dan Gambar Kontrak. Jawaban Pertanyaan Tertulis. Gambar Pelaksanaan. (5). (7). atau bagian pekerjaan sebagaimana mestinya dimana hal ini harus dilaksanakan. (3). Harga Penawaran yang diajukan Peserta Lelang berdasarkan Gambar Lelang. Harga satuan dalam BQ Merupakan bagian yang tidak mengikat dari dokumen lelang. BQ dan Gambar Kontrak. Jika didalam waktu Pelaksanaan terdapat perbedaan Spesifikasi Material. Risalah Rapat Aanwijzing.93 (2). Spesifikasi Teknis. (4).

PASAL 5 : TATA CARA PEMASUKAN SURAT PENAWARAN HARGA (1) Contoh Formulir Surat Penawaran Harga dan lampirannya disediakan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa dalam Dokumen Lelang. (10). Overhead dan diluar PPN 10%. PPh. Peserta Lelang diwajibkan menggunakan bentuk Contoh Formulir tersebut. menghapus. Jika Peserta Lelang tidak mengisi harga pada salah satu pokok (item) atau terdapat pokok (item) pekerjaan yang tidak tercantum dalam BQ tersebut.94 Volume terlaksana terhadap Volume dalam Kontrak tidak menyebabkan penambahan biaya dalam kontrak. atau sudah tercantum/dimasukkan kedalam harga dan pokok item lain. pengangkutan. biaya perlengkapan. (9). Harga satuan akan dipergunakan sebagai dasar dalam menghitung pekerjaan tambah dan kurang sekiranya ada instruksi perubahan (variation order/VO). biaya-biaya kewajiban umum kepada Pemerintah yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut (bila ada). resiko. mencoret. (8). Setiap Harga Satuan Pekerjaan sudah termasuk harga bahan. Peserta Lelang juga harus mengisi formulir kualifikasi dan melampirkan dalam penawaran dilengkapi surat pernyataan di atas materai bahwa informasi dalam isian formulir tersebut benar. Apabila ditemukan penipuan atau pemalsuan dalam informasi tersebut perserta lelang akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. (2) Surat Penawaran terdiri dari : 1 asli lengkap dengan Dokumen yang bertandatangan asli dan 4 copy Surat Penawaran dengan dilampiri seperti butir 3 dibawah ini dengan ketentuan sebagai nerikut: . upah. Peserta Lelang tidak diperkenankan menambah. biaya-biaya umum. hak patent. bea materai. maka dianggap bahwa pokok item tersebut oleh Peserta Lelang telah dihitung. mengganti sebagian atau semua kata-kata yang terdapat dalam kalimatkalimat dalam Daftar Urutan Pekerjaan (BQ) maupun Dokumen Lelang.

Lampiran C Analisa Harga Satuan. . f. Surat Penawaran Asli harus memakai kertas dengan kepala/kop Surat Perusahaan. g. asli diserahkan panitia. Jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam dokumen lelang. Mesin-mesin yang akan digunakan). Lampiran A Daftar Harga Satuan. Jadwal Pelaksanaan dan Network Planning). c. ditandatangani dan bermaterai Rp 6000. atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama adalah yang berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. e. Lampiran F (Struktur Organisasi Kegiatan dan Personil yang akan ditugaskan lengkap dengan CV.95 a. diutamakan berpengalaman bangunanbangunan besar. c. Lampiran B Daftar Upah Tenaga dan sewa Peralatan. b. i. atau kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik. Daftar Uraian dan Volume Pekerjaan (Bill of Quantity). (3) 1 set berkas penawaran asli dan 4 set copy yang dimasukkan dalam amplop terdiri dari: a. bermaterai dan bertanggal. e. d. dilengkapi surat pernyataan Tenaga Ahli yang bersangkutan). Ditandatangani oleh pimpinan/direktur utama atau penerima kuasa dari direktur utama yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya. Lampiran E (Metode Pelaksanaan. Surat jaminan Penawaran (copy). Lampiran G (daftar Peralatan.. h. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam dokumen lelang. d.dan diberi tanggal serta diberi cap Perusahaan. j. Surat Penawaran Harga & Lampiran Surat Penawaran. b. Lampiran D (Daftar Rencana Sub Kontraktor/Supplier berikut Surat Dukungan dari Subkon atau Suplier tersebut).

Lampiran H (foto copy brosur). surat pernyataan dan daftar RAB serta surat-surat lainnya khusus halaman pertama tidak dibuat diatas kertas kop pemborong yang bersangkutan. pada alamat dan pada waktu yang telah ditentukan didalam Undangan lelang. m. (5) Semua surat Penawaran. f). 6..1 Surat-surat yang tidak menggunakan kertas kop perusahaan sesuai dengan pasal 7 ayat 2.5 surat penawaran tidak diberi materai Rp 6000. 6. Formulir isian kualifikasi disertai surat pernyataan seperti didalam pasal 7 ayat 1.3 Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup. dan lampirannya yang dimasukkan dalam sampul penawaran. diserahkan kepada Panitia Pengadaan Barang/Jasa.2 6. d. untuk Jaminan Penawaran asli tidak ikut dimasukkan dalam sampul penawaran. tidak ada cap perusahaan. amplop tersebut harus tertutup dan dilak pada lima tempat. Pada amplop penawaran tidak diperkenankan memakai tanda apapun. 1 (satu) Disket berisi RAB penawaran (point c. (6) Suatu penawaran dinyatakan tidak sah apabila: 6. (4) Semua surat Penawaran dan lampirannya seperti tercantum pada pasal 7 ayat 2 dan 3 harus dimasukkan kedalam sampul penawaran (warna putih tidak tembus kaca). l.4 tidak ditandatangani oleh pemimpin/direktur utama atau penerima kuasa dari pemimpin/direktur utama yang namanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya yang diangkat oleh kantor pusat atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama (associatioan agreement) adalah yang berhak mewakili asosiasi (pejabat dari perusahaan utama /lead firm).96 k.tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar. 6. (lihat contoh surat penawaran).6 Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf (buram/sama sekali tidak dapat dibaca). e. . 6. Surat Penawaran.

8 6. 6. CONTOH SURAT PENAWARAN : KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada …………………….11 Jaminan penawaran tidak dikeluarkan oleh bank Pemerintah atau Lembaga Keuangan. dengan mengambil tempat di……. .12 Besaran jaminan kurang dari nominal yang dipersyaratkan dalam dokumen.. 6. : ……………….9 Surat penawaran dari pemborong yang tidak diundang.14 tidak ada daftar kuantitas dan harga (BQ). …………………. : ……………….yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ……………….97 6.tahun…. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari….tanggal…… bulan…. 6. Surat penawaran yang tidak lengkap lampirannya. 6. Jl. atau mencantumkan kurun waktu kurang dari yang diminta dalam dokumen lelang.10 Tidak mencantumkan masa berlakunya penawaran.13 Masa berlakunaya kurang dari yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang. 6. 6.7 Terdapat salah satu lampiran surat penawaran yang tidak ditandatangani oleh penawar dan dan tidak diberi cap dari pemborong yang tidak diundang. di Berkedudukan : ……………….

5. Sanggup dan bersedia melaksanakan. Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing.Cap perusahaan Nama Terang Direktur . Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek.. 7.98 Dengan ini menyatakan : 1. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara. Lokasi c. Denagn harga borongan d. CV/ PT. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak. 2. 2004 Materai Rp. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. Pekerjaan b. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a. 4. 3. Hormat Kami. pada tanggal ……. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. 6000.

jika dianggap bahwa Penawaran Harga diajukan diluar batas-batas yang wajar. panitia membuka rapat pembukaan dokumen penawaran. Berita Acara Aanwijzimg. HPS semen.99 PASAL 6 : HARGA PENAWARAN (1) Harga penawaran harus dicantumkan dalam surat Penawaran Asli dalam Rupiah dan jumlahnya dibulatkan ke bawah dalam ribuan. Kebijakan pemerintah dalam bidang moneter. (2) Harga Penawaran bersifat Lump Sum (fixed Price) yang meliputi Nilai semua pekerjaan yang tercantum dalam Gambar. Addendum dan semua isi Dokumen Lelang. (5) Harga Penawaran tetap sesuai dengan yang dimaksud dalam dokumen lelang ini meskipun Peserta lelang telah (ada) menambah. (6) Peserta Lelang diharuskan untuk memberikan harga Penawaran dalam batasbatas yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan Panitia Pengadaan barang/jasa mempunyai hak untuk mendiskualifikasi Peserta Lelang. Kesalahan Aritmatik tidak akan mengubah peringkat dan akan diperhitungkan dalam klarifikasi. (4) Harga penawaran dan segala biaya dan harga lainnya yang dicantumkan adalah lump sum/jumlah tetap dan tidak berubah. Pajak-pajak. peralatan. Pada item pekerjaan tertentu atau perubahan atau tambahan pekerjaan berdasarkan instruksi tertulis dari MK yang akan dihitung sebagai Pekerjaan Tambah atau kurang berdasarkan harga satuan dalam Bill of Quantity (BQ). PASAL 8 : PEMBUKAAN SURAT PENAWARAN (1) Pada akhir batas penyampaian dokumen penawaran . material. BBM. (3) Harga penawaran bersifat Lump Sum Fixed Price dan tidak akan berubah karena kenaikan /fluktuasi harga bahan. Spesifikasi Teknis. mencoret. atau mengganti sebagian atau seluruhnya dari kalimat-kalimat yang tertera dalam Dokumen lelang ini (keterangan tambahan dapat dilihat pada pasal 5 butir (9). menyatakan dihadapan para peserta . jasa. tarif listrik. jawaban-jawaban Pertanyaan Tertulis. fluktuasi nilai kurs mata uang Rupiah terhadap mata uang asing. (7) Bilamana terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan huruf maka nilai penawaran yang diakui adalah nilai dalam tulisan huruf. upah.

(2) Bagi penawaran yang disampaikan melalui pos dan diterima terlambat. PASAL 10 : KEPUTUSAN HASIL PELELANGAN (1) Penetapan Pemenang oleh Pemberi Tugas/Pengguna Jasa .1 2. (4) Panitia membuka kotak dan sampul dokumen penawaran dihadapan para peserta lelang. Pengembalian dokumen penawaran disertai dengan serah terima.100 pelelangan bahwa saat pemasukan dokumen penawaran telah ditutup sesuai waktu yang disepakati. (2) Penetapan Pemenang didasarkan atas: 2. Hasil evaluasi dokumen penawaran akan dilaporakan kepada pemberi Tugas/Pengguna Jasa. Panitia akan memeriksa. PASAL 9 : PENILAIAN PENAWARAN (1) Semua penawaran yang masuk akan dievaluasi dan diteliti oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa. Pemberi Tugas/Pengguna Jasa mempertimbangkan usulan Panitia Pelelangan untuk ditetapkan pemenangnya. menunjukkan dan membacakan dihadapan para peserta pelelangan mengenai dokumen penawaran. kemudian membuka dokumen penawaran yang masuk. (3) Panitia akan menunjuk 2 (dua) wakil dari peserta pelelangan yang hadir sebagai saksi. Panitia segera memberitahukan kepada calon pemborong (penyedia jasa) yang bersangkutan untuk mengambil kembali seluruh dokumen penawaran. panitia membuka sampul luar dokumen penawaran untuk mengetahui alamat peserta lelang.3 Penawaran memenuhi Syarat-syarat Administrasi dan dinyatakan sah.2 2. Harga penawaran dapat dipertanggungjawabkan setelah diadakan proses penilaian dengan ketentuan bahwa penunjukan Pemenang Lelang terikat pada Penawaran yang terendah. serta menolak dokumen penawaran yang terlambat dan atau tambahan dokumen penawaran. Penawaran secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Setelah sampul dokumen penawaran dibuka.

1. dan berhak untuk tidak mengikutsertakan Peserta Lelang yang telah diundang dalam Pelelangan sebelumnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan. Nilai penawaran yang masuk kesemuanya melebihi dana yang tersedia. Pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri dan calon pemenang berikutnya tidak bersedia melaksanakan pekerjaan tersebut.7 Sehubungan dengan butir-butir tersebut diatas pada pasal ini disebabkan oleh sesuatu hal Pemberi Tugas/Pengguna jasa terpaksa membatalkan Pelelangan.5 Kesalahan prosedur pelelangan yang menyebabkan pelelangan harus diulang. 1. 1.1 1.3 1. (2) Surat keputusan ini berikut penetapan Pemenang Pelelangan.2 1.101 Atas penetapan tersebut kepada peserta diberi waktu 5 (lima) hari untuk mengajukan sanggahan dalam hal prosedur pelelangan menyimpang dari ketentuan. PASAL 11 : PELELANGAN ULANG/PEMBATALAN LELANG (1) Pelelangan dinyatakan gagal atau pelelangan diulang apabila: 1. maka Peserta Lelang tidak dapat menuntut ganti rugi kepada Pemberi Tugas/Pengguna Jasa atas biaya/kerugian yang telah dikeluarkan oleh peserta lelang. PASAL 12 : SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) (1) Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah Surat Keputusan Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ditandatangani maka Perjanjian Pemborongan (kontrak) harus sudah ditandatangani.4 Penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga). Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) serta Dokumen Pelelangan lainnya merupakan dasar dari Perjanjian Kontrak. . Pemberi Tugas/Pengguna Jasa berhak untuk mengadakan Pelelangan Ulang dengan mengikutsertakan Peserta Lelang yang baru.6 Sanggahan peserta lelang atas kesalahan prosedur atau pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang ternyata benar.

SPESIFIKASI STRUKTUR PASAL 1 : PENJELASAN UMUM 1. Pemborong wajib mempunyai Bagian/ Team Quality Control tersendiri yang khusus mengawasi pekerja-pekerja dan produknya agar sesuai dengan Spesifikasi dan gambar Struktur serta Berita Acara Rapat Penjelasan.102 (2) Selambat-lambatnya 14 hari sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Pemborongan (kontrak). 2. (3) Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) Pemborong harus sudah mulai pekerjaan lapangan. PASAL 2 1. . semak-semak belukar dan tanaman-tanaman kecuali apabila ada beberapa tanaman yang dipertahankan sesuai gambar dan atau petunjuk Direksi/MK. Pemborong berkewajiban memeriksa kesesuaian gambar-gambar struktur. Rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan struktur (Spesifikasi Struktur) ini. : PEKERJAAN PENDAHULUAN Pekerjaan Stripping Seluruh Tapak Bangunan ditambah 3 M dari sisi-sisi Tapak Bangunan harus dibersihkan dari humus dan Lumpur dengan cara stripping. a. 4. puing-puing. Arsitektur. Stripping/Penebasan/Pembabatan tersebut harus dilakukan terhadap semua sampah-sampah. Pemborong berkewajiban untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan struktur sesuai dengan spesifikasi struktur ini dan gambar-gambar struktur terlampir serta Berita Acara Rapat Penjelasan. maka Pemberi Tugas/Pengguna Jasa akan menerbitkan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja). Mechanical dan Electrical beserta spesifikasinya masing-masing dan melaporkan kepada Direksi/MK apabila terdapat ketidaksesuaian. Walaupun ada Direksi/MK dengan tugas pengawasannya. dibuat dengan maksud agar Konstruksi Struktur yang akan dikerjakan memenuhi kualitas/Persyaratan-persyaratan yang tertuang dalam gambar danspesifikasi struktur ini serta Berita Acara. 3.

Segala pekerjaan pengukuran tapak menjadi tanggungan Pemborong. Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang sekurangkurangnya 20 x 20 cm. Pemborong diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keteranganketerangan mengenai peil ketinggian tanah. 3. c. Pengukuran Tapak Kembali a. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) a.103 b. 4. Tugu patokan dasar harus dibuat permanen. Ketidakcocokkan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya. d. tertancap kuat kedalam tanah dengan bagian yang menonjol diatas muka tanah secukupnya untuk memudahkan pengukuran selanjutnya. Semua sisa tanaman seperti akar-akar harus dihilangkan sampai kedalaman minimum 50 cm dibawah permukaan tanah setelah Stripping. Letak dan jumlah tugu patokan dasar ditentukan oleh Direksi/MK. 2. letak pohon. letak batasbatas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya. Pada waktu pematokan (penentuan) peil dan setiap sudut-sudut tapak (perpindahan) Pemborong wajib membuat Shop Drawing dahulu sesuai keadaan lapangan.yang tertancap dalam . Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patokan kayu semutu Meranti Merah dengan ukuran kaso (5/7 cm). Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya boleh dilakukan dengan alat-alat waterpas/theodolit yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan. d. b. c. Tugu Patokan Dasar (Reference Bench Mark) a. b. Segala pekerjaan pembuatan/pemasangan tugu patokan dasar menjadi tanggungan Pemborong. harus segera dilaporkan kepada Direksi/MK untuk dimintakan keputusannya. e.

d.00 atau peil reference lainnya dengan cat berwarna jelas dan tidak boleh hilang apabila terkena air/air hujan. bahan-bahan/peralatanperalatan dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. c. : PEKERJAAN GALIAN PONDASI Lingkup Pekerjaan a. Juga termasuk pengamanan galian dan cara-cara pelaksanaannya (jika ada) terutama untuk galian yang membahayakan bangunan eksesting dan pekerja. 2. saluran-saluran dan pekerjaanpekerjaan lain sesuai gambar yang memerlukan galian. pit. seperti yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk direksi/MK. Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan galian pondasi/ basement untuk pekerjaan sub struktur. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 100 cm dari sisi luar galian tanah pondasi atau sejauh jarak tertentu sehingga tidak terganggu oleh pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan. c.peil ±0.104 tanah sehingga tidak bisa digerak-gerakkan atau dirubah-rubah. Pemborong harus melapor kepada Direksi/MK. e. berjarak maksimum 1. dengan ukuran tebal 3 cm. Pembangunan sisa galian yang disetujui Direksi/MK atas biaya pemborong. PASAL 3 1. termasuk didalamnya adalah pada pekerjaan resevoir. b. Pada papan dasar pelaksanaan harus dibuat tanda-tanda yang menyatakan semua asas bangunan dan peil ±0. Papan dasar pelaksanaan/Bouwplank dibuat dengan kayu meranti.5 meter satu sama lain. lebar 20 cm. Setelah selesai pemasangan papan pelaksanaan. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpas). d. b.00 adalah peil lantai dasar bangunan. Syarat-syarat Pelaksanaan .

105 a. saluran air. Dasar dari semua galian harus waterpas. e. dan di tumbuk sampai padat sesuai dengan yang disyaratkan pada pasal 04 mengenai “Pekerjaan Urugan dan Pemadatan”. baik pada waktu penggalian maupun pada waktu pekerjaan struktur harus disediakan pompa air dengan kapasitas yang memadai atau pompa lumpur yang diperlukan dapat bekerja terus menerus untuk menghindari tergenangnya air lumpur pada dasar galian. Apabila penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur. Persyaratan Bahan Bahan untuk urugan tersebut menggunakan material bekas galian atau dengan mendatangkan dari lokasi lain dan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. PASAL 4 1. Jenis tanah adalah Sandy Clay atau pasir urug. : PEKERJAAN URUGAN DAN PEMADATAN Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. maka harus digali keluar sedang lubang-lubang diisi kembali dengan pasir. bahan-bahan. maka pemborong harus mengisi/mengurug kembali daerah tersebut dengan bahan pondasi yang sama untuk daerah yang bersangkutan. pondasi dan galian-galian lainnya harus sesuai dengan peil-peil yang tercantum dalam gambar. Pemadatan dilakukan secara berlapis-lapis dengan tebal setiap lapisan 15 cm lepas. Apabila terdapat air didasar galian. Galian tanah untuk Resevoir. 2. . c. disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpas. dengan cara pemadatan dan pengujian sesuai dengan spesifikasi struktur pada pasal 04. d. b. Pengurugan/pengisian kembali bekas galian harus dilakukan selapis demi selapis.

Tidak mengandung batuan yang lebih besar dari 10 cm. Semua hasil-hasil pekerjaan harus diperiksa kembali terhadap patokpatok referensi untuk mengetahui sampai dimana kedudukan permukaan tanaga tersebut. e. harus diurug kembali sehingga mencapai kerataan yang ditetapkan dengan bahan urugan yang dipadatkan. Jika tidak ada persetujuan tertulis sebelumnya dari Direksi/MK maka pemadatan pada material urug dari atau Sandy Clay tidak boleh dengan dibasahi air. Toleransi pelaksanaan yang dapat diterima untuk penggalian dan pengurugan adalah ± 50 mm terhadap kerataan yang ditentukan. 3. Hasil test dilapangan harus tertulis dan diketahui oleh Direksi/MK. Pemborong harus membuat saluran-saluran sementara untuk mengeringkan lokasi-lokasi tersebut misalnya dengan bantuan pompa air. d. Penggalian yang melebihi batas yang ditentukan. Pada daerah yang basah/ada genangan air. Pemadatan urugan dilakukan dengan memakai alat pemadat/compactor. d.D-1557-70. c. Terlabih dahulu diadakan test Kepadatan Maksimum pada kadar air. f.106 b. b. Tanah harus tidak mengandung akar. sampah dan sebagainya. . tiap-tiap lapisan 20 cm tanah lepas dan dipadatkan sampai mencapai Kepadatan Maksimum pada kadar Air Optimum. beton dan bahan organis lainnya. Lokasi yang akan diurug harus bebas dari lumpur atau kotoran. c. g. Pelaksanaan pengurugan harus dilakukan lapis demi lapis dengan tebal max. kecuali untuk daerah galian pondasi harus mengikuti pasal 03 mengenai “Pekerjaan Galian Pondasi”. dan mencapai peil permukaan tanah yang direncanakan test kepadatan optimum harus mengikuti ASTM. Syarat-syarat Pelaksanaan a. bekas dinding bata. kotoran seperti puing bekas bongkaran.

bahan-bahan. lantai basement. PASAL 5 : PEKERJAAN URUGAN PASIR URUG / SIRTU PADAT 1. Lapisan sirtu padat dilakukan lapis demi lapis maksimum tiap lapis 5 cm. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan di atas dan harus dengan persetujuan tertulis dari Direksi/MK. dan lain sebagainya. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. bebas dari lupur. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. hingga mencapai tebal padat yang diisyaratkan dalam gambar. tanah lempung. Setiap lapisan sirtu harus diratakan. peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini untuk memperoleh hasil pekerjaan yang baik. b. b. PASAL 6 : PEKERJAAN URUGAN KEMBALI BEKAS GALIAN PONDASI 1. sisa urugan tanah harus dipindahkan ketempat tertentu yang disetujui secara tertulis oleh Direksi/MK atas biaya Pemborong. Setelah pemadatan selesai. pile cap dll. Syarat-syarat Pelaksanaan a. sebelum dimulai dengan lapisan berikutnya. Setiap lapisan harus dikerjakan sesuai dengan kapadatan yang dibutuhkan dan diperiksa melalui pengujian lapangan yang memadai. peralatan. dan keras. 3. Pekerjaan urugan pasir urug/sirtu dilakukan diatas dasar galian tanah. bahan-bahan. dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini . 2. Persyaratan Bahan a. i. Sirtu kelas A yang digunakan harus terdiri dari butir-butir yang bersih. tajam. disiram air dan atau dipadatkan dengan alat pemadat yang disetujui Direksi/MK. b. dibawah lapisan lantai kerja dan digunakan untuk semua struktur beton yang berhubungan dengan tanah seperti pondasi. Lingkup Pekerjaan a.107 h.

: PEKERJAAN ACUAN/BEKISTING Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.108 dengan baik. Semua ukuran-ukuran penampang Struktur Beton yang tercantum dalam gambar stuktur adalah ukuran bersih penampang beton. baja. tanah dan sebagainya. yang diplester atau kayu. 3. Syarat-syarat lain yang harus sesuai dengan yang diuraikan dalam pasal 04 butir 3 ayat a s/d n. kerataan/kelurusan. Perencanaan acuan dan konstruksinya harus direncanakan untuk dapat menahan beban-beban. pengangkutan dan pelaksanaan untuk menyelesaikan semua pekerjaan beton. Cetakan beton harus dibersihkan dari segala kotoran-kotoran yang melekat seperti potongan-potongan kawat. b. Syarat-syarat Pelaksanaan a. peralatan. yaitu bekas galian pile Cap. b. . tahi gergaji. f. Kayu-kayu bekas bekisting atau lain-lain tidak boleh dibiarkan tertinggal pada waktu pengurugan dilaksanakan kecuali jika ada persetujuan tertulis dari Direksi/MK. Tie Beam. Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan urugan kembali bekas galian. tekanan lateral dan tekanan yang diizinkan dan peninjauan terhadap beban angin dan lain-lain. PASAL 7 1. 2. Persyaratan Bahan Bahan dalam bentuk: Beton. tidak termasuk plesteran/finishing. 2. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Septictank dan semua pekerjaan ynag ditujukkan dalam gambar struktur atau sesuai petunjuk Direksi/MK. pasangan bata. g. paku. Acuan harus dapat menghasilkan bagian konstruksi yang ukuran. bahan. elevasi dan posisinya sesuai dengan gambar-gambar konstruksi.

Acuan harus dibongkar secara cermat dan hati-hati sehingga tidak menimbulkan kerusakan akibat benturan pada saat pemindahan. f. Konstruksi beton yang tidak sesuai dengan bentuk/ukuran yang direncanakan atau posisi-posisinya tidak seperti yang ditunjuk oleh gambar. Meskipun hasil pengujian kubus-kubus beton memuaskan. l. Permukaan beton harus terlihat baik pada saat acuan dibuka. tetap lurus (tidak berubah bentuk) dan tidak bergoyang. Pada bagian terendah (dari setiap phase pengecoran) dari bekisting kolom atau dinding harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. k.109 i. Pada prinsipnya semua penunjang bekisting harus menggunakan steger besi (scalfolding).Sisi-sisi balok dan kolom yang tidak terbebani 7 hari. 4. Pembongkaran a. .Sisi-sisi balok dan kolom yang terbebani 21 hari. atau retak-retak dan tidak menunjukkan gejala keropos/tidak sempurna. . b. berlubang. Cetakan beton harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kebocoran atau hilangnya air semen selama pengecoran. tidak bergelombang. c. Direksi/Mk mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat sebagai berikut : Konstruksi beton yang keropos yang dapat mengurangi kekuatan konstruksi. d. Seluruh bahan-bahan bekas acuan yang tidak terpakai harus dibersihkan dari lokasi proyek dan dibuang pada tempat-tempat yang ditentukan oleh Direksi/MK sehingga tidak mengganggu lahan kerja. e. Cetakan-cetakan bagian konstruksi dibawah ini boleh dilepas dalam waktu sebagai berikut : . Pembongkaran dilakukan bila cetakannya dapat memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaannya.

PASAL 8 1. c. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. c. Material lain yang tidak ditentukan dalam persyaratan diatas. maka lapisan batu pecah dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan). Pekerjaan sub lantai ini dilakukan dibawah lapisan finishing/struktur pada seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar. Pasir Beton yang digunakan harus memenuhi PUBI 82 dan PB 1989. b. pasir beton dan krikil atau split dengan perbandingan 1:2:3 atau dapat menggunakan beton mutu B0 (Tanpa Tulangan). b. : PEKERJAAN LANTAI KERJA Lingkup Pekerjaan a. Semen Portland harus memenuhi Pedoman beton 1989. harus baru.tetapi dibutuhkan untuk menyelesaikan penggantian dalam pekerjaan ini. rata permukaannya dan telah mempunyai daya dukung maksimal. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 3. . kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui secara tertulis oleh Direksi/MK. b. Untuk lantai kerja yang langsung diatas tanah. Krikil/split harus memenuhi PUBI 82 dan Pb 1989. d. Pekerjaan lantai kerja merupakan campuran antara PC. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Air kerja harus memenuhi persyaratan yang memenuhi PB 1989. bahan-bahan.110 - Konstruksi beton yang tegak lurus atau rata seperti yang telah direncanakan. Persyaratan Bahan a. 2. - Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lainnya yang memperlemah kekuatan konstruksi.

SNI.03-1726-2003. b. : PEKERJAAN BETON BERTULANG Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 4. Khusus untuk pekerjaan beton bertulang yang terletak langsung di atas tanah. Persyaratan Bahan a. Semen Semua semen yang digunakan adalah semen portland setara semen Holcim. Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung.111 PASAL 9 1. maka sebagai dasar pelaksanaan digunakan peraturan sebagai berikut: • • • Standar Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. 2. Agregat (Aggregates). tolerensi dan penyelesaian. .1727. harus dibuatkan lantai kerja dari beton tak bertulang dengan beton mutu B0 (tanpa tulangan) setebal minimum 5 cm atau seperti tercantum pada gambar pelaksanaan. Keahlian dan Pertukangan Pemborong harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan. baik untuk pekerjaan Struktur Bawah/Pondasi maupun Struktur Atas. bahan-bahan. termasuk ketentuan. Peraturan-peraturan Kecuali ditentukan lain dalam persyaratan selanjutnya.1989-F 3. SNI-03-2847-2002 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung. peralatan dan alat-alat bantu lainnya serta pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan beton berikut pembersihannya sesuai yang tercantum dalam gambar. SNI.

kontinuitas penyediaannya dan mempunyai/mengambil material-material dari tempat tertentu ynag tetap dan bermutu baik. Besi Beton (Steel Bar) Semua besi beton yang digunakan bebas dari kotoran-kotoran. lapisan minyak/karat dan tidak cacat (retak-retak. luka dan sebagainya). minyak atau lemak. Syarat-syarat Pelaksanaan a. tulangan. Kerikil dan batu pecah (agregat kasar) yang mempunyai ukuran lebih besar dari 38 mm c. 2) Pemborong harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh direksi/MK dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan perhitungan tekanan beton karakteristiknya. kualitas beton adalah beton Ready Mix K-225 (tegangan tekan hancur karakteristik untuk silinder beton ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm pada usia 28 hari). Disyaratkan agar pemesanan Beton Ready mix dilakukan pada Supplier Beton Ready Mix yang stabilitas mutunya. 5. 2. mengelupas.112 Semua pemakaian batu pecah (agregat kasar) dan pasir beton bebas dari tanah/tanah liat (tidak bercampur dengan tanah/tanah liat atau kotorankotoran lainnya). Jenis baja dengan mutu sesuai yang tercantum dalam gambar dan bahan. mempunyai penampang yang sama rata. tidak berwarna. Air Air yang digunakan untuk semua pekerjaan-pekerjaan dilapangan adalah air bersih. tidak mengandung bahan-bahan kimia (asam alkali). Syarat Khusus untuk Beton Ready Mix : 1. . e. d. Kualitas Beton 1) Kecuali bila ditentukan lain dalam gambar. Direksi/MK akan menolak setiap Beton Ready Mix yang sudah mengeras untuk tidak digunakan dalam pengecoran.

Test Beton (Pengujian Mutu Beton) 1) Untuk benda uji kubus. tanah dan lain-lain) dan dibasahi dengan air semen. batu. adukan yang tidak dicor (ditinggalkan) dalam waktu lebih dari 15 menit selam pengangkutan. Pengecoran Beton 1) Pemborong harus mengajukan permohonan tertuliskepada Direksi/MK minimal 3 (tiga) izin pengecoran hari sebelum tanggal/hari pengecoran. sedangkan untuk benda uji berbentuk silinder. Adukan Beton Yang Dibuat di tempat (Site Miking) Adukan beton harus memenuhi syarat-syarat : Semen diukur menurut berat. tetap merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari Pemborong.113 3. walaupun disupply oleh Perusahaan Beton Ready Mix. Adukan beton dibuat dengan menggunakan alat pengaduk mesin (concrete batching plant). Agregat diukur menurut berat. tidak diperkenankan untuk dipakai lagi. Beton Ready Mix yang tidak memenuhi mutu yang diisyaratkan. b. maka tempat-tempat yang akan dicor terlebih dahulu dibersihkan dari segala kotoran-kotoran (potongan kayu. c. 2) Sebelum pengecoran dimulai. . cetakan harus berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm. 3) Benda uji kubus harus ditandai dengan suatu kode yang menunjukkan tanggal pengecoran. bagian struktur yang bersangkutan dan lain-lain data yang perlu dicatat. 4) Pengecoran harus dilakukan secara terus menerus (continue/tanpa berhenti). d. percetakan benda uji kubus dan juringnya harus dibawah pengawasan Direksi/MK. 2) Pengambilan adukan beton. Pasir diukur menurut berat. 3) Pengecoran dilakukan selapis demi selapis.

114 e. . i. Selama penggetaran. 4) Saat pengecoran pemborong harus menyediakan paling sedikit 2 (dua) vibrator cadangan. f. Pembengkokan dan Penyetelan Besi Beton 1) Pembengkokan besi harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti/tepat pada posisi pembengkokan sesuai gambar. 2) Pekerjaan beton yang telah selesai harus bebas kropos (honey comb). jarum tidak boleh digerakkan kearah horisontal karena hal ini akan menyebabkan pemisahan bahan-bahan. h. Kotoran-kotoran disingkirkan dengan air dan menyikat sampai agregat kasar tampak. 2) Pemasangan dan penyetelan berdasarkan peil-peil. Pemadatan Beton 1) Beton yang dipadatkan dengan menggunakan vibrator dengan ukuran yang sesuai selama pengecoran berlangsung. Siar Pelaksanaan dan Urutan/Pola Pelaksanaan Permukaan dari beton lama supaya dibersihkan dangan seksama dan dikasarkan. yaitu memperlihatkan permukaan yang halus bila cetakan dibuka. 2) Semua permukaan beton harus dijaga tetap basah terus menerus selama 14 hari. hujan atau aliran air dan perusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. 3) Pemborong harus menyiapkan vibrator-vibrator dalam jumlah yang cukup untuk masing-masing ukuran yang diperlukan untuk menjamin pemadatan yang baik. pengeringan oleh angin. Curing Dan Perlindungan Atas Beton 1) Beton harus dilindungi sejauh mungkin terhadap matahari selama berlangsungnya proses pengerasan. 3) Konstruksi beton secara natural harus diusahakan sekedap mungkin. sesuai dengan gambar dan harus sudah diperhitungkan mengenai toleransi penurunannya. Beton yang keropos/bocor harus diperbaiki.

Tidak dibenarkan menyiram Air Semen ke permukaannya. Persyaratan Pelaksanaan Adukan yang dipakai 1 PC : 4 Pasir. harus dicuci dan disaring. PEKERJAAN ARSITEKTUR PEKERJAAN UBIN KERAMIK 1. Pasir yang dipakai mempunyai gradasi 2 mm. lemak. Pola pemasangan Ubin Keramik harus sesuai dengan Gambar Kerja / Shop Drawing atau sesuai dengan petunjuk pabrik. Lebar siar harus sama yaitu maximum 3 mm dengan kedalaman 2 mm. Garis-garis tepi Ubin Keramik yang terbentuk maupun siar-siar harus lurus. 5) Ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam pemanpang beton.5 mm untuk setiap 2 m2. kotoran serta bahan-bahan lain ynag dapat mengurangi daya lekat. PEKERJAAN DINDING BATU BATA 1.115 3) Pemasangan selimut beton (beton deking) harus sesuai dengan gambar detail standard penulangan. Persyaratan pelaksanaan aduk & pengisi aduk perekat harus sesuai dengan spesifikasi pabrik agar didapatkan hasil yang baik. sehingga tidak menonjol kepermukaan beton. 6) Sengkang-sengkang harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. Toleransi kecekungan adalali 2. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang dimaksud meliputi pemasangan Ubin Keramik/Ceramik Tile untuk pekerjaan Finishing Lantai. 2. 4) Sebelum besi beton dipasang. besi beton harus bebas dari kulit besi karat. tebal 2 cm diberi campuran additive calbond. 7) Sebelum pengecoran semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. Dinding dan/atau seperti tercantum dalam Gambar Kerja. Lingkup Pekerjaan .

kamar mandi.116 Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi / MK. 2. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. Seluruh dinding dari pasangan batu bata dengan aduk campuran 1 PC : 3 PSR : 10 KPR. g. c. setiap tahap maximum 24 lapis per harinya. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10 mm jarak 75 cm. kecuali pasangan batu bata semen trasram b. yang . sedangkan jarak antar kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter. naad/siar-siar harus dikeruk sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan pasangan disiram air. f. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof/balok/pondasi sampai minimum 200 cm di atas permukaan lantai setempat untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah (toilet. Untuk dinding trasram/rapat air dengan aduk campuran 1 PC : 4 pasir pasang. serta diikuti dengan cor kolom praktis. d. h. WC) serta pasangan batu bata di bawah permukaan tanah.-syarat Pelaksanaan a. e. Dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan. Setelah batang terpasang dengan aduk. Sebelum digunakan batu bata harus direndam air dalam atau drum hingga jernih. Bidang dinding batu bata tebal 1/2 batu yang luasnya maksimal 9" harus ditambahkan kolom dan balok penguat praktis dengan kolom ukuran 15 x 15 cm dengan tulangan pokok 4 diameter minimal 10 mm beugel diameter : 6 mm jarak 10 cm. Pelubangan akibat pemasangan perancah pada pasangan batu bata sama sekali tidak diperkenankan. Syarat.

2. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang dimaksud meliputi : • Berapen • • • Plesteran Plesteran kedap air Plesteran halus/aci halus • Dan/atau seperti ketentuan dalam Gambar Kerja Pekerjaan plesteran ini. lantai k.117 terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm. Campuran plesteran yang dimaksud adalah yang cara pembuatannya menggunakan mixer selama 3 menit b. e. Tidak diperkenankan memasang batu bata yang patah lebih dari dua. j. kecuali bila satu dan hal lain hal ditentukan lain oleh Direksi / MK. Plesteran adalah campuran 1 Pc: 3 Psr : 10 Kpr. c. d. PEKERJAAN PLESTERAN DINDING 1. i. Pasangan batu bata trasram bawah permukaan tanah/lantai harus diisi dengan adukan 1PC : 4 pasir. untuk semua permukaan pasangan batu bata baru serta permukaan beton yang terlihat dinyatakan tampak ataupun yang diperlukan untuk difinish. Aduk plesteran ini untuk menutup semua permukaan dinding pasangan batu bata bagian dalam bangunan terkecuali yang dinyatakan kedap air seperti tercantum dalam Gambar Kerja. . Plesteran kedap air adalah campuran 1 Pc : 4 Psr. Persyaratan Bahan a. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya. Berapen adalah plesteran kasar dengan campuran aduk kedap air yaitu 1 Pc : 4 Psr dipakai untuk menutup permukaan dinding pasangan batu bata yang tertanam dalam tanah hingga ke permukaan tanah dan/atau lantai.

l. Semua jenis aduk plesteran di atas harus disiapkan sedemikian rupa sehingga selalu segar. g. semua bagian dan keseluruhan permukaan dinding pasangan batu bata seperti tercantum dalam Gambar Kerja. Semua lubang-lubang bekas pengikat existing atau formite harus tertutup aduk plesteran. i. n. j. Permukaan semua aduk plesteran harus diratakan. Aduk plesteran ini untuk menutup semua permukaan dinding pasangan batu bata bagian luar/tepi luar bangunan. Pekerjaan plesteran halus adalah semua permukaan pasangan batu bata dan beton yang akan difinish dengan cat. k. tidak berongga serta berlubang. penuh dan padat. Plesteran ini adalah pekerjaan finishing yang dilaksanakan setelah aduk plesteran sebagai lapisan dasar beruinur 7 hari (sudah kering benar) h. misalnya ubin keramik dan lainnya. Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom/lantai yang dinyatakan dalam Gambar Kerja dan/atau sesuai peil-peil yang diminta dalam Gambar Kerja. belum mengering pada waktu pelaksanaan pemasangan. tidak bergelombang. Pekerjaan ini tidak berlaku apabila bahan finishing tersebut cacat.118 f. . maka permukaan plesteran harus diberi alur-alur garis horisontal untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan/material finishing tersebut. permukaan beton harus dibersilikan dari sisa-sisa bekisting kemudian di ketrek/scratched. Sebelum pelaksanaan pekerjaan plesteran pada permukaan pasangan batu bata dan beton. tidak mengandung kerikil ataupun benda-benda lain yang membuat cacat. Semua permukaan yang akan menerima bahan finishing. Permukaann plesteran tersebut khususnya plesteran halus harus rata. Plesteran halus/aci halus adalah campuran PC dengan air yang dibuat sedemikian rupa sehingga mendapat campuran yang homogen. m.

Lingkup Pekerjaan Pekerjaan dinding keramik meliputi seluruh detail yang memperbaiki sampai hasilnya dinyatakan diterima oleh Direksi / disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Direksi/MK. 2. Pengendalian seluruh pekerjaan ini hams sesuai dengan peraturan peraturan ASTM. t. Sponengan harus rapi dan lurus. Peraturan keramik Indonesia (Nl-19) dan dari distributor . Jenis : Ceramic tile b. tidak secara tiba-tiba. untuk setiap jarak 2 M. Jika terjadi keretakan. Kontraktor harus selalu mcnyiram dengan air sekurang-kurangnya dua kali sehari sampai jenuh.119 o.5 cm. maksimal 2. Hal ini dilaksanakan dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik matahari langsung dengan bahan penutup yang dapat mencegah penguapan air secara cepat. batas toleransi perlengkungan atau pencembungan bidang tidak boleh melebihi 5 mm . Jika ketebalan melebihi 3 cm. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung dengan wajar. Lingkup Pekerjaan a. r. s. Untuk perbaikan bekas bobokan instalasi ME sebelum diplester kembali harus menggunakan kawat ayam yang dikaitkan ke permukaan pasangan bata/beton. maka diharuskan menggunakan kawat ayam yang diikatkan ke permukaan pasangan batu bata atau beton yang bersangkutan untuk memperkuat daya lekat plesteran. Pembasahan tersebut adalah selama 7 hari setelah pengacian selesai. Tidak dibenarkan pekerjaan finishing pernuikaan plesteran dilakukan sebelum plesteran beruinur lebih dari 2 minggu. PEKERJAAN DINDING KERAMIK 1. Untuk permukaan yang datar. Kontraktor harus membongkar dan MK. q. Tebal plesteran minimal 1 cm. p.

Pemasangan harus diiakukan oleh seorang ahli yang berpengalaman dalam pemasangan keramik.120 Laticrete harus memberikan supervisi dan garansi pemasangan selama 5 tahun c. Syarat-syarat Pelaksanaan a. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Direksi/MK. d. 3. c. e. dengan menggunakan perekatan seperti contoh di atas. b. Siar-siar keramik diisi dengan am atau yang setara. Bidang dinding keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus diadakan. d. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh-contohnya (minimum 3 contoh bahan dari jenis produk yang berlainan) kepada Direksi/MK dan Perencana untuk memperoleh persetujuan. g. sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera pada gambar. yang warnanya akan ditentukan kemudian. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi / MK. Sebelum pekerjaan dimulai Kontraktor diwajibkan membuat shop drawing dari pola pemasangan bahan yang disetujui oleh Direksi/MK dan Perencana e. Bahan-bahan yang dipakai. sesuai petunjuk pabrik. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan dan persyaratan teknis operatif dari pabrik sebagai informasi bagi Direksi/MK. keramik dapat langsung diletakkan. Pemotongan keramik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu . f. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Direksi Pengawas sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. Material lain yang tidak terdapat pada daftar di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekejaan dalam bagian ini harus baru. .

f. Bahan rangka dari kayu Jati yang telah dikeringkan dengan oven. k. lurus. Lingkup Pekerjaan a. peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. PUBI 82 pasal 37 dan memenuhi persyaratan dalam SII 0458-81. harus yang disetujui Direksi/MK sesuai dengan contoh yang diajukan Kontraktor. b. Syarat-syarat Pelaksanaan . Sebelum keramik dipasang. dianti rayap. bahan-bahan. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Direksi/MK sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. PEKERJAAN DAUN PINTU KAYU 1. Pekerjaan pembuatan daun pintu kayu dipasang pada seluruh detail sesuai yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar. d. Mutu dan kualitas kayu dipakai sesuai persyaratan dalam NI-5 (PKKI tahun 1961). c. Bahan finishing daun pintu : . Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus diadakan. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jernih. mata kayu dan cacat lainnya. Kayu yang dipakai harus cukup tua. Keramik yang sudah terpasang. harus dibersihkan dari segala macam nodanoda yang melekat. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. i. Setiap sambungan rangka daun pintu dan penempelan /pelekatan lembaran panil dan rangka. j. kering dengan permukaan rata. mutu A.cat kayu melamic. kelas kuat I-II dan kelas awet I. 2. Persyaratan Bahan a. e. bebas dari cacat seperti retak-retak. Kelembaban yang disyaratkan maksimum 17 %. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. 3. apabila diperlukan digunakan lem kayu produk dalam negeri yang bermutu baik.121 h. b.

Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka kayu dan penguat lain. d. agar tetap terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan. lurus dan siku sisi-sisinya satu sama lain. e. mutu kelas A. PEKERJAAN KUSEN KAYU 1. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan pembuatan kasen kayu meliputi seluruh detail yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar. c. tidak melintir dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik dan sempurna. Sebelum melaksanakan pekerjaan. Persyaratan pengawetan bahan kayu harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam Standard Kehutanan Indonesia (SKI) No. b. Daun pintu setelah dipasang halus rata. Bahan kayu yang dipakai harus memenuhi syarat dan peraturan kayu bangunan untuk perumahan dan gedung yang ditentukan dalam PKKI. C-M-001 : 1987. kelas kuat I-II dan kelas awet 1. . tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. 2.122 a. c. tidak bergelombang. PUBI 82 pasal 37 dan SII 0458-Sl. rata. penimbunan bahan-bahan pintu di tempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. b. Sebelum pelaksanaan Kontraktor wajib menyerahkan contoh-contoh bahan/material yang digunakan kepada Direksi/MK untuk mendapatkan persetujuannya. Persyaratan Bahan a. Semua permukaan kayu harus diserut halus. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-ganibar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubanglubang). Bahan kosen dari kayu Jati yang telah dikeringkan/oven. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. Sebelum pelaksanaan dimulai. f.

e. Kelembaban yang disyaratkan maksimum 17 %. untuk plat baja dipakai ketebalan 2 mm. d. Sebelum pemasangan. mekanisme dan detail-detail sesuai garnbar. (PKKI tahun 1961). bebas dari cacat seperti retak-retak. h. lurus. PUBI 82 pasal 37 dan memenuhi persyaratan SII 0458-81. Sebelum melaksanakan pekerjaan. f. sekrup. lay out/penempatan. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos. angker-angker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. baut. . Angker. tidak terkena cuaca langsung dari kerusakan dan kelembaban. Ukuran finish kosen sesuai detail gambar. untuk seluruh bahan kayu kosen yang digunakan. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Pengawet kayu Seluruh bahan kayu harus diawetkan dengan "Tanalith CT 116/Diffusol CB concetrate" atau cara-cara lain dari pengawetan kayu yang diusulkan oleh Kontraktor dan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi / MK. c. . cara pemasangan. Untuk angker dipakai besi baja beton diameter 10 mm. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang- lubang) termasuk mempelajari bentuk pola. g. Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai persyaratan dan NI-5. penimbunan kayu di tempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik.123 Bahan pengawet yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang diuraikan dalam tabel I dan 2. mata kayu dan cacat lainnya. i. kering dengan permukaan rata. b. plat dan baut harus dari bahan yang digalvanis. Kayu yang dipakai harus cukup tua. Accessories.

Detail kosen dan sanibungan dengan material lain harus disesuaikan dengan type pintu/jendela yang akan terpasang. rata. vernis. Setelah terpasang perlu diberi pelindung terhadap benturan dan pengotoran dari akibat pelaksanaan pekerjaan lain. Lingkup Pekerjaan a. type kosen dan arah pembukaan pintu/jendela g. bentuk profil. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pemasangan cermin sebagai pelengkap wastafel. h. . dipasang pada setiap wastafel. PEKERJAAN CERMIN 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. KERJAAN PINTU DAN JENDELA DAUN KACA 1. e. Pada setiap sisi kosen pintu yang tegak dipasang 3 angker dan untuk sisi kosen jendela 2 angker. sehingga mekanisme pembuatan pintu/jendela bekerja dengan sempurna. i. meni atau finishing lainnya sebelum diperiksa dan diteliti Direksi / MK. Ukuran cermin 50 x 60 cm. Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi.124 d. Pembuatan dan penyetelan/pemasangan kosen-kosen harus lurus dan siku. lurus dan siku-siku satu sama lain sisi-sisinya dan di Iapangan sudah dalam keadaan siap untuk penyetelan/pemasangan. k. Semua kosen yang melekat pada dinding beton/bata diberi penguat angker diameter minimum 10 mm. Kosen tidak diperkenankan dipulas dengan cat. Pekerjaan dan pembuatan pintu jendela kaca dipasang diseluruh detail yang dinyatakan/ditunjukkan dalam ganibar. f. j. peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna b. bahan-bahan. Kosen yang terpasang harus sesuai petunjuk gambar dan diperhatikan ukuran. Semua kayu tampak harus diserut halus.

Sisi-sisi kaca yang tampak maupun tidak akibat pemotongan harus digurinda dan dihaluskan sampai berbentuk tembereng.3 mm Toleransi lebar dan panjang tidak boleh melebihi 2 mm. f. Pemotongan harus rapi dan lurus. bebas sulfida maupun bercakbercak. b.125 2.5 mm/in. tebal warna dan jenis bahan yang dipasang sesuai dengan gambar kerja. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar kerja. 3. Toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1. . d. Kesikuan. sesuai standar pabrik. Tepi kaca pada sambungan atau antara kaca dengan rangka pemegang harus diberi sealant atau dempul khusus untuk menutupi celah dengan rangka seperti yang disyaratkan dalam gambar kerja. Persyaratan Bahan a. Toleransi ketebalan kaca lembaran tidak boleh melebihi dari 0. tidak bergelombang dan harus mcmenuhi standar bahan yang berlaku di Indonesia. c. buku spesifikasi ini atau sesuai dengan petunjuk Direksi/MK. Ukuran rangka pintu jendela sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Sebelum pemasangan kaca. Ukuran. b. Pekerjaan ini harus dilaksanakan dengan keahlian dan ketelitian. persyaratan-persyaratan atau sesuai petunjuk direksi. Rangka mutu dan persyaratan bahannya sama bahan yang digunakan untuk kosen. kecuali disyaratkan lain oleh direksi. Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut siku serta tepi potongan yang rata dan lurus. Syarat dan Mutu Dimensi. Pekerjaan Pemasangan Kaca. Syarat-syarat Pelaksnaan a. semua rangka pemegang sudah terpasang sesuai dengan gambar kerja dan persyaratan pekerjaan untuk bahan rangka pemegang tersebut. e. menggunakan alat pemotong kaea khusus. Semua kaca harus bebas dari noda dan cacat.

Semua kerusakan yang timbul menjadi tanggung jawab kontraktor untuk memperbaiki sampai pekerjaan selesai. Lingkup Pekerjaan a.126 g. sempurna dan tidak bergeser dari rangka pemegang dan list yang ada. b. Yang termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. bahanbahan. pengamanan dan perawatan dari seluruh alatalat yang dipasang pada daun pintu dan pada daun jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditentukan dalam gambar. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan gambar. Meliputi pengadaan. Kaca harus telah terkunci dengan baik. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan. . pemasangan. b. • Kontraktor wajib memelihara dan melindungi hasil pekerjaan dari kerusakan dan benturan. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Kualitas Pekerjaan • • • • Tidak boleh terjadi retak tepi pada semua kaca akibat pemasangan list maupun skrup. Apabila masih terlihat adanya gelombang. retak dan tergores. Semua hardware dalam pekerjaan ini. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal terbuat dari pelat aluminium yang tertera nomor pengenalnya. Lingkup Pekerjaan a. PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI 1. Biaya untuk hal ini menjadi tanggung jawab kontraktor dan tidak dapat diajukan sebagai pekerjaan tambah. Pelat ini dihubungkan dengan anak kunci dengan cincin nikel. c. yang telah disetujui Direksi/MK. Semua kaca pada saat terpasang tidak boleh bergelombang. maka kaca tersebut harus dibongkar dan diperbaiki/diganti. dari produk yang bermutu baik. 2. untuk itu pekerjaan kaca harus diberi tanda agar mudah terlihat/diketahui.

d. diatur sedemikian rupa sehingga pintu selalu menutup rapat pada kosen pintu. dipasang dengan baik pada lantai dengan menggunakan sekrup. Setelah kunci terpasang.127 d. e. PEKERJAAN PLAFOND ASBES PLAT 1. Pemasangan door closer pada batang kosen dan daun pintu. c. sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. 3. serta dapat berfungsi dengan baik. Direksi /MK dapat meminta untuk mengadakan testtest laboratorium yang dilakukan terhadap contoh-contoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. Penarik pintu (handle) dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai setempat. Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari sisi atas pintu ke bawah. g. Engsel tengah di pasang di tengah-tengah antara kedua engsel tersebut. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang dimaksud meliputi pekerjaan pemasangan plafond asbes plat seperti yang yang ditunjukkan dalam gambar kerja . Semua peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini. noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus dibersihkan dan dihilangkan sama sekali. Seluruh biaya test laboratorium menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. harus terpasang kuat pada rangka daun pintu e. diberi door stop. f. b. Kunci tanam. jarak tersebut diambil dari sisi atas dan sisi bawah dan pintu semua. Apabila dianggap perlu. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai ke atas. Untuk pintu toilet. f. misalnya Stainlees steel. Untuk seluruh pintu yang dapat membentur dinding bila dibuka. Engsel sebaiknya terbuat dari bahan yang tahan karat dan cukup kuat.

Syarat-syarat Pelaksanaan a. a. AC. harus memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan dan memenuhi persyaratan pada PUBI 1982 pada pasal 54 dan NI-4.l : elektrikal. minyak dan kotorankotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan. tidak terdapat cacat (retak. maka harus diteliti terlebih dahulu pada gambar instalasi yang lain. lubang dan pecah-pecah). b. lemak. Semua bahan cat yang digunakan adalah: cat produk Mowilex atau setara Cat dinding luar/exterior. b. Pengecatan tidak dapat dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan pada bidang pengecatan. Apabila pekerjaan tersebut diatas tidak tercantum dalam Gambar Rencana Plafond. Pengendalian seluruh pekerjaan ini. Syarat-syarat Pelaksanaan a. b. 3. Syarat-syarat Bahan a. Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata. Sebelum dilaksanakan pemasangan plafond. Lingkup Pekerjaan Pengecatan dinding dilakukan pada bagian luar dan dalam serta pada seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar 2. c. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. . pekerjaan lain yang terletak di atas plafond harus sudah terpasang dengan sempurna. PEKERJAAN CAT EMULSI 1. sound system. d. tire alarm/fire detector. Rangka penggantung plafond harus sesuai dengan pola Gambar Kerja dan wajib diperhatikan terhadap peil rencana. c. sprinkler dan perlengkapan instalasi lain yang diperlukan. Pada pekerjaan plafond perlu diperhatikan adanya pekerjaan lain yang dalam pelaksanaannya sangat berkaitan erat.128 2.

Sebelum bahan dikirim kelokasi pekerjaan. warna dan pola textur merata. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Direksi/MK. dipakai sebagai standar untuk pemeriksaan/penerimaan bahan yang dikirim oleh Kontraktor ke tempat pekerjaan. m. serta pengerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan oleh pabrik yang bersangkutan. l. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh Kontraklor untuk mendapatkan persetujuan Direksi/MK sebelum pekerjaan dimulai/dilakukan. atau kerusakan. dan akan menginstruksikan kepada Kontraktor selama tidak lebih 7 (tujuh) hari kalender setelah contoh bahan diserahkan.129 d. tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. h. Lingkup Pekerjaan . kontraktor harus menyerahkan/mengirimknn contoh bahan dari beberapa macam hasil produk kepada Direksi/MK. Hasil pengerjaan harus baik. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam pengerjaan dan perawatan/keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. g. f. sehingga dapat tercapainya mutu pekerjaan yang baik dan sempurna. j. Contoh bahan yang telah disetujui. PEKERJAAN PENGECATAN KAYU ACID CURING (MELAMIC) 1. Kontraktor harus memperbaiki/mengganti dengan bahan yang sama mutunya tanpa adanya tambahan biaya. e. bahan plamur dari produk yang sama dengan cat yang digunakan. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga kerja terampil/berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan pengecatan tersebut. i. k. Seluruh bidang pengecatan diplamur dahulu sebelum dilapis dengan cat dasar. selanjutnya akan diputuskan jenis bahan dan warna yang akan digunakan. Harus dihindarkan terjadinya kerusakan akibat dari pekerjaan-pekerjaan lain. Bila terjadi ketidaksempurnaan dalam pengerjaan. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan label pabrik pembuatnya.

Persyaratan Bahan a. b. 3. Pembersihan tapak konstruksi dan pada semua pekerjaan yang termasuk dalam lingkup pekerjaan seperti yang tercantum di gambar kerja dan terurai dalam buku ini dari semua barang atau bahan bangunan lainnya yang dinyatakan tidak digunakan lagi menjadi tanggung jawab kontraktor. Syarat-syarat Pelaksanaan Semua bidang pengecatan harus betul-betul rata. tahan terhadap udara dan garam.130 Pekerjaan pengecatan ini dilakukan meliputi pengecatan permukaan kayu yang nampak serta pada seluruh detail yang disebut/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi/MK. Harus masih tersegel baik dalam kemasannya dan tidak cacat. Bahan didatangkan langsung dari pabrik. permukaannya halus dan intensitas warna untuk setiap bagian interior. . Hasil akhir finishing melamic harus rata. lemak. minyak dan kotorankotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan serta dalam keadaan kering. Pengecatan tidak dapat dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan pada bidang pengecatan. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. lubang dan pecah-pecah). Kontraktor wajib membuktikan keaslian cat dari produk tersebut diatas mengenai kemurnian cat yang akan digunakan. PEMBONGKARAN DAN PENGAMANAN SETELAH PEMBANGUNAN a. Bahan dari kualitas utama. furniture harus sama (disesuaikan colour scheme material). Bidang permukaan pengecatan harus dibuat rata dan halus dengan bahan amplas besi dan setelah memenuhi persyaratannya barulah siap untuk dimulai pekerjaan pengecatan dengan persetujuan Direksi/MK. tidak terdapat cacat (retak. 2. PEKERJAAN PEMBERSIHAN.

PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL KETENTUAN UMUM 1. antara lain : • • Instalasi listrik dan penangkal petir. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. c. Selama pembangunan berlangsung kontraktor harus menjaga keamanan bahan/material maupun bangunan yang dilaksanakannya sampai tahap serah terima. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a.131 b. Kontraktor harus membuat pagar pengaman sementara dari kayu ataupun material lain untuk melindungi atau menghindarkan adanya kecelakaan akibat adanya lubang shaft. Peraturan dan syarat-syarat umum. SIKA / SPI dari PLN Jateng Instalasi Air / Plumbing / Deep Well TDR dari Jateng Ijin kerja dari PAM Jateng Ijin kerja pembuatan sumur bor b. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • • • • • Ketentuan umum ini Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. Kontraktor harus membuat pengamanan terhadap barang/material yang terpasang dari kerusakan-kerusakan untuk meminimalkan pekerjaan perbaikan d. lubang tangga atau bagian bangunan yang belum selesai yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh ke dalamnya. Untuk instalasi listrik : . Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku.

1987/UDC d. 024PRT/1978) Pedoman pengawasan instalasi listrik. b. 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No.887. Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat. • c. 3. Telekomunikasi. Pedoman 699. . • Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal.5. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well : • • Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. PT Telekomunikasi. Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel.53. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum.2. Untuk Instalasi Telepon : • • • • Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan. Direktorat Teknik Penyehatan). (Direktorat Jenderal Cipta Karya. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Untuk Instalasi Penangkal Petir : PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. 59/PD/1980. Perencanaan penangkal petir SKB-1. • • • Ketentuan dari PAM setempat. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan.132 • • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No. Lingkup Pekerjaan.

b. • Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan. maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik. Penyambungan PLN. PAM. c. Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi. Penjelasan Umum Pekerjaan : Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain. maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas. disamping syarat- . telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan). Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan. d. • Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat. adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.133 • Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja. • • • • • Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang. • Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan. pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas. Syarat Mengenai Bahan : • Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

bahan-bahan pembantu dan lainnya. Ellektrode Konduktor Pengetanahan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari : • • • • • • Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures. sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Lingkup Pekerjaan a. . Serah Terima Pekerjaan. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk : • • Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. sebanyak yang diperlukan.134 syarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. • Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan penerimaan oleh pihak pemberi tugas. • Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas. e. bahan-bahan utama. f. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan. exit lightning dan emergency lightning) Pentanahan b. 2. Testing dan Commisioning.

a. Persyaratan Bahan. generator maupun penangkal petir. warna cat akhir akan ditentukan setempat. Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco. Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB.135 Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kabel Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY . 3. dan 2 mm untuk papan pembagi utama. Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key. Panel Listrik • • • • • Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1.6 mm untuk sub panel. MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah. harus buatan Merlin Gerin atau sederajat. 4. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton. Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram. b. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo. Pilot Lamp & Circuit Braker.

imlex atau esderajat d. Lampu pijar Philips atau sederajat Lampu langit-langit buat armature.7 mm dan dicat dengan cat baker. c. LOMM atau sederajat. Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. Ballas elektronik merk Philips. . warna putih merk LOMM atau sederajat. Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran. Kabel Kabel utama • • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku.136 • • Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. legrand. Panel Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang. atau sederajat 5. aman dan mudah diperbaiki Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker. arto light. clipsal. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. Persyaratan Pemasangan a. Diatas kabel DUCT.

• Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. • • • • • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. Saklar harus model tanam. lurus dan kuat.137 • • Sebelum penarikan kabel dimulai.5 x diameter kabel. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). terpasang pada bagian bangunan. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri. . Kapasitas kontak 10 CMP. Kabel dalam bamgunan. Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. Pemasangan : a. • • • • Pemasangan kabel harus rapi. dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. dipasang 130 cm diatas lantai.

c. Sistem Air Kotor dan Air Bekas. bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. Skat Urinor dll Kaca cermin b. bahan-bahan utama. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar . Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah. zink. urinoir. • Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). Rod Electrode. Urinor. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 cm. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1.138 b. c. yaitu terdiri dari : a. 2. Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. Alat-alat Sanitair : • • • • • • Closet jongkok Meja cuci tangan (washtafel) Floor Drain Floor Clean out (tipe lantai) Janitor.

5 HP 1. Pompa dilengkapi dengan water level control : . Sistem Air Bersih 1) Pompa Penyalur (transfer Pump) • • • • • • • • • Merk Type Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya GAE atau setara SM 441 – 5. Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511. 2.5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve.139 d. System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. Persyaratan bahan dan peralatan a.450 rpm D 1. V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan b.5 KW 15 meter 12 m3/h 1.

dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. screw end. 2. Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. Co2 atau sejenisnya. Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi. . c. sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. screw type. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level. 2) Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air Pempompaan air bersih pipa Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda.140 4 buah lower level. flange and ex KITAZAWA. Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. Valve. Persyaratan a. untuk tangki atas. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi.

Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. Syarat-syarat umum a. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.141 b. Peraturan-peraturan. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. c. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum.0 kg Tes pressure 250 kg/cm2 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. . 3. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs). Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. • • • • • • Type General Purpose Dry Chemical Agent Multi Purpose Dry Chemical Shell Material Iron Steel Capacity 4 kg Cargerd Weight Approx 8. 2. b. ijin-ijin dan standar-standar a. Pada waktu pelaksanaan. Apabila timbul persoalan. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan. Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. dari jawatan keselamatan kerja.

erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. d. c. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. 5. Pekerjaan. 3. lantai 2 b.142 b. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. 6. . Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. Lingkup Pekerjaan a. Starting. Pekerjaan Pipa. servising dan maintenance. pemeriksaan engujian dan lain-lain. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. b. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. testing. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . e. Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. Petunjuk Khusus a. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini.

Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. persyaratan PLN. Pekerjaan Listrik 7.143 Pemborong harus berkoordinasi. Bahan. • Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. Semua panel. Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : a. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%. switch. b. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. Peralatan • • • • • hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. b. Syarat-syarat • Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. Pemyambungan kabel . c. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. d. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. indikator.

144 Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : • • • • Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama. c. rating CFM dengan toleransi 10%. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. 2. e. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. KDK atau setara. Mutu alat-alat dan bahan 1) Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. b. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis .5 m. Kipas Angin / Exhaust Fan a. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. d. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC. merk yang digunkan nasianal. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”.

5) Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. 7) Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. udara luar dan sistem pengukuran yang ada. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. . f. Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. e. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. Penjelasan sistem 1) Listrik • Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor.145 2) Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. • Pengukuran dan pengujian temperatur. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. griller. 4) Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. 2) Tenperatur • Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. motor dan system pengaturan listrik yang ada. Syarat • • • Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. 3) Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. • Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. 6) Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . difuser.

Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. krap dan sejenisnya. Pengujian • Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2. Pipa Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step.146 URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : • Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. . b. Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. • Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a.

Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung. Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. 2) 1 ( satu ) set amplification system. • Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. • Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. d. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat. Emergency call • Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. 1 buah hand held micropune. • Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung.147 • • Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat. . • Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. volume control di by pass dan full power loud speker. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: 1) 1 (satu ) set input source. terdiri dari 1 buah system amplifer .80 db) . c. terdiri dari: • • • • 1 buah cassete deck double players. 1 buah table stand microphone.

Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. testing dan penyetelan. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. rack dan accessories. yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi.5 mm). melakukan pengukuran. T Doos harus ditutup. Semua kabel. 1 buah set swiching. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. b. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. untuk memasang peralatan dan perkabelan. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. Kotak Pembagi • Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. Penyambungan pipa harus dilem. a. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. c.148 • • 1 buah power amplifer 240 watt. monitor. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. harus ditarik didalam pipa. Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. b. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI TELEPON 1. . Instalasi • • • • • • • Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. 2. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos.

c. • Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. d. Pipa dan konduit: • • Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik. e.149 • Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. • Screen dari lembar aluminium atau timah putih. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. • Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. kabel • Isolasi dan selubung luar dari PVC • Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. Peraturan Umum yang digunakan : a. Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. • Sebelum pemasangan dimulai. . f. d. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. • Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. 14571. A. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. b.6 mm atau lebih. • Kawat tembaga dengan ukuran 0. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. PERATURAN-PERATURAN DAN SYARAT-SYARAT YANG DIGUNAKAN 1. e. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. g.V. • Untuk instalasi Inbouw.

Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku. 3.150 h. Undang-undang No. 4. Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia. j. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. Hal-hal yang timbul dalam pelaksanaan dan diperlukan penyelesaian di lapangan akan dibicarakan dan diatur oleh Konsultan Manajemen Konstruksi dengan dibuatkan berita acara yang disahkan oleh Pemilik Kegiatan/Direksi.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. kontraktor harus menyelesaikan sesuai petunjuk. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. 2. l. i. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. 2. Segala sesuatu yang belum tercantum dalam RKS ini yang mana masih termasuk lingkup dalam pelaksanaan pekerjaan ini. PENUTUP 1. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. perintah Direksi ataupun Konsultan Manajemen Konstruksi baik sesudah atau selama berjalannya pekerjaan. . Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. k. serta perubahan di dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan ( Aanwijzing ). maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan.

3. perhitungannya menggunakan perhitungan manual dan dengan panduan buku-buku struktur bangunan gedung. 3. Pelaksanaan projek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan. Saran 1. B. Untuk plat lantai dan tangga menggunakan tebal plat 0. Untuk lisplank menggunakan tebal plat 0.10 m.12 m. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal.6 – ESRC Nathan Madutujuh Bandung Indonesia. .7. 2. 2. 4. Untuk struktur atap menggunakan metal roof 4. 5. Untuk struktur bawah menggunakan pondasi Konstruksi Sarang Labalaba. baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan.BAB VI PENUTUP A. 6. Untuk pembebanan struktur. Untuk menghitung struktur yang sudah diberi pembebanan dengan menggunakan program SANSPRO Versi 4. Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. Simpulan 1. Pelaksanaan pembangunan proyek diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan.

DPU. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. i . Diktat Kuliah Teknik Fondasi I. Bandung: Maxikom T. Jurusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. Kardiyono. H.7. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. Desain rangka dan Pondsi Beton Dengan SANSPRO 4. Direktorat Penelidikan Masalah Bangunan. Bahan Bangunan. 1998.DAFTAR PUSTAKA Pramono. 2004. 1987. Tri Cahyo. 2005. Diktat Kuliah Teknik Fondasi II. Yogyakarta. H. 1983. Handy. Tri Cahyo. Bandung. 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful