You are on page 1of 8

BUCK CONVERTER

Oleh :
Carenina Zabo (2209 106 086)
Chicco H.A (2209 106 092)
M. Faishal Adityo (2209 106 093)
Farid Miharja (2208 100 658)
Kukuh Siwi Kuncoro (2208 100 665)
Lanang Satrio (2208 100 665)
Endi Jaka Prakosa (2208 100 528)
Sasongko K. (2208 100 551)
Hudan Guntur Anggono (2208 100 555)

Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga
Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
2010

Kondisi semacam ini disebut dengan keadaan ON(ON state). dan beban akan terhubung dengan sumber tegangan. Buck Converter Buck converter adalah salah satu topologi DC-DC konverter yang digunakan untuk menurunkan tegangan DC. mosfet. Sedangkan saat saklar terbuka maka seluruh komponen tadi akan terisolasi dari sumber tegangan. Gambar 1. Keadaan ON(ON State) . Buck converter disebut juga down converter karena nilai tegangan keluaran selalu lebih kecil dari inputnya. kapasitor. dioda freewheel. atau IGBT. Saat kondisi ON maka dioda akan reverse bias. BAB I PENDAHULUAN 1. Gambar 2. Kondisi saklar terbuka dan tertutup ditentukan oleh isyarat PWM. Saat kondisi OFF ini dioda menyediakan jalur untuk arus induktor. induktor. Prinsip kerja rangkaian ini adalah dengan kendali pensaklaran. Pada saat saklar terhubung. dan kapasitor. Keadaan ini disebut dengan kondisi OFF(OFF state). Komponen utama pada topologi buck adalah penyaklar. Topologi Buck Converter Penyaklar dapat berupa transistor. maka induktor.

maka arus akan bertambah secara linear seperti yang digambarkan pada gambar 3 selama selang waktu 0 sampai dengan DT.2) selama nilai turunan dari arus adalah konstanta positif. perubahan pada arus induktor ketika saklar terbuka adalah . Dioda akan reverse bias. Perubahan pada arus selama kondisi ON dihitung dengan menggunakan persamaan 1. seperti yang ditunjukkan pada gambar 3 pada ruas (1-D)T. dan rangkaian buck converter akan nampak seperti gambar 2.4 Tegangan pada induktor saat saklar terbuka adalah (1. Dengan demikian maka tegangan pada induktor adalah (1. dan arus berkurang secara linear.3) (1.6) turunan dari arus di induktor adalah konstanta negatif.5) Sehingga diperoleh (1.1) Sehingga diperoleh.4) Gambar 3 Arus induktor Pada saat kondisi OFF atau saklar terbuka.2 (1. (1. Pada saat kondisi ON maka rangkaian buck converter akan nampak seperti gambar 2. maka dioda menjadi forward bias untuk menghantarkan arus induktor.

.7) (1.11) Berdasarkan pada persamaan 1. artinya perubahan pada arus induktor selama satu periode adalah nol.10 Dan 1. (1. maka untuk memperoleh nilai keluaran tegangan yang bervariasi.8) Gambar 4 Keadaan OFF Operasi keadaan tunak(steady state) terpenuhi jika arus pada induktor pada akhir siklus penyaklaran adalah sama dengan saat awal penyaklaran. Hal ini berarti (∆iL)closed + (∆iL)open = 0 Berdasarkan persamaan (∆iL)closed dan (∆iL)open diperoleh (1.9) Dengan menyelesaikan Vo diperoleh hubungan (1.10) Yang sama dengan apabila kita menghitung nilai dari integral keluaran selama 1 periode (1.11 Karena nilai tegangan keluaran buck converter sebanding dengan nilai duty cycle. caranya adalah dengan mengubah nilai duty cyclenya.

05 ∆V = 3V .04 x 0. Penentuan Vout yang diinginkan: Vout =Vin × K Vout =100 x 0. BAB II PEMBAHASAN Parameter buck converter Asumsi: Vin = 100 VDC RLoad = 10 Ω V ripple < 5% I ripple < 5% Frekeuensi = 50 KHz Duty Cycle = K = 60% Desain buck converter 1. Penentuan nilai Induktansi (L) dan nilai Capasitor (C) 1  1  • T =   =    f   5000  T = 0.0002 Toff = 8 x10 −5 Ripple =5 % • ∆I = Iox 5% ∆I = 6 x 0.2 x10 −3 • Toff = 40 % xT Toff = 0.3 A • ∆V =Vox 5% ∆V = 60 x 0.05 ∆I = 0.6 Vout = 60 V 2.

3  60 = L −5   8 x10  L = 0.Nilai inductor dan kapasitor dihitung pada saat keadaan rangkaian switch off  di   dV  Vo = L  = C    dt   dt  Penentuan nilai induktor  di  Vo = L   dt   0.6mF GAMBAR DESAIN RANGKAIAN .016 H = 16 mH Penentuan nilai capasitor  dv  Vo = C    dt   3  60 = C  −5   8 x10  C = 0.0016 F = 1.

HASIL SIMULASI • Gambar Gelombang Vpulsa Dengan Vpeak to peak = 1V • Gambar Gelombang Vout • Gambar Gelombang Vref. Vpulsa. Vout dan Vsum .

Dari percobaan diatas dibuktikan bahwa pada rangkaian buck converter semakin besar duty cycle maka Vout nya semakin besar dan begitu juga sebaliknya. 3. Nilai kapasitor yang didapat adalah 1. Buck converter adalah Rangkaian untuk menurunkan tegangan DC 2. 5. 7. 4. Pada saat simulasi awal terdapat eror kenaikan tegangan sampai 100 volt lebih. . 8. Nilai Vout tergantung pada duty cycle. 6. BAB 3 KESIMPULAN 1. Nilai induktornya yang di dapat adalah 16 mH dilihat darui perhitungan. Ini dipengaruhi oleh nlai tegangan. Ini dipengaruhi oleh nlai tegangan. Kontroler P1 digunakan agar nilai Vout dapat stabil. Itu dikarenakan P1nya belum bekerja sepenuhnya.6 mF dilihat dari perhitungan. Kita dapat mendisain Vout buck sesuai yang kita inginkan.