You are on page 1of 12
Forum Arkeologi TH. XXIV No.2 Agustus 2011 (180-161) 150 PENYAJIAN INFORMASI ARKEOLOGIS DI OBYEK WISATA PURA GOA GAJAH NiPutu Eka Juliawati (Balai Arkeologi Denpasar) Absirak Pariwisata merupakan salah satu pemanfaclan tinggalan arkeologi yang sangat menguitungken bak untuk kesejahteraan masyarakat sekitar situs maupun untuk pemeliharaan situs itu sendiri Salah satu obyek wisata dengan tinggalan arkeologi di dalannya adalah Pura Goa Gajah ‘Selain nial sejarah dan estetik yang dimilik situs tersebut, berbagai sarana diperlukan vaituk ‘mendukurg pemanfaatannya sebagai destinasi wisata. Salah seaunya adalah media suk ‘menyampaikan informasi arkeologis kepada wisatawan. Memurutteori kebutulian Maslow, salah satu kebutuban manusia saat int adalah kebutwhan akan informasi. Setiap orang memburuhkan informasi sebagai bagian dari tuntutan kehidupannya, penunjang kegiatanya, dan pemenulran ebutubannya. Rasa ingin tabu sescorang timbul karena ia ingin selalu berusaha menambah engetahuannya. Penelitian ini bertyjuan agar kta dapat mengetalnl bagaimana bentukebentuk enajian informasi arkeologis yang terdapat di obyek wisata Pura Goa Gajah serta melakukan evaluast sehingga kemudian bisa dilakukan perbaikan-perbatkan. Peneliian dilakukan di obyek wisata Pura Goa Gajak Data ditumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara dan studi pustaka. Data dianalisis secara kualtatif dengan tiga alur kegiatan yang. terjadi secara ersamaan yaitu redusi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan’ verifikasi. Adapun ‘media informasi yang bisa didapatkan di Pura Goa Gajah aniara lain brosur, papa informasi dan pramwovisata loka. Kata Kunci: Pura Goa Gajah, informasi arkeologis, pramuowisata, media, wisara Abstract Tourism is one of the ways to use archaeological remains which is very profuable both for the people around the site and preservation of te site iiself. One of the tourist destinations which has archacological remains is Pura Goa Gajah. Besides tis historical and aesthetic value, some other facilities are needed to support it asa tourist object. One of them is media to deliver ‘archaeological information about the place tothe tourists. According to Maslow s needs cheory, ‘one ofthe current human needs isthe need for information. Everyone needs informeaon as part ofthe demands of if. supporting ts activites, and fulfilment needs. Curiosity arises because he ‘or she abways tries to increase his or her knowledge. This study als fo know how archaeological information is presented at Pura Goa Gajah destination and conduct an evaluation, so that later improvements can be done. The study was conducted at Pura Goa Gah tourist destination. The data was collected by observation, interview and library research. The collected deta was analyzed quatitaively with thee grooves activities occurring simultaneously namely the daa reduction, data presentation and drawing conctusions / verification. Media of tnformeion which can be found at Pura Goa Gajah are brochures, information board and local guides. Keyword: Pura Goa Gajah, archaeological information, guide, media, tourism NM Puer Fla dwt, Penyjin InformasiAreolols dt Obyek Wiata Para Gn Gajah 1. PENDAHULUAN 11, Latar Belakang Bali merupakan salah satu destinasi wisata favoritdi Indonesia maupon manca negara, Terlebih ‘ogi setelah Bali dinobatkan sebagai pulan terindah sii dunia dalam jajak pendapat yang diadakan ‘Majalah Travel + Leisure yang berbasis di New York, Amerika Serikat dan dijadikannya, Bali sebagai lokasisyuting film Holywood yang berjudul “Eat, Pray, Love”, membuat para ealon wisatawan semakin tertarik untuk mengunjungi Bal. Hal in {erbukti dengan meningkatnyakunjungan wisatawan ‘sing ke Bali pada 2010 berdasarkan data Dinas Pariwisata Balt meningkat sebanyak 11.23% d ‘abun 2009, Pada tahun 2009 jumnlah wisatawan yang mengunjungi Bali yaita scbanyak 2.047.389 wisutawan dan meningkat pada takin 2010 menjadi 2.277.254 wisatawan. ‘MenuratUndang-Undang Republikindonesia ‘Nomor 10 tahun 2009 tentang kepatiwisataan, pasal 1 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan Pariwisata adalah berbagai macam Kegiatan wisatg dan didukung berbagai fasilitas seria lavanan yang. disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah Dacrah, Sedangkan Wisata adalah kegiatan perjalunan yang dilakukan leh sescorang atau sekelompok orang dengan ‘iengunjungi tempat tertenty untuk tujuan rekreas, pengembanzan pribadi, atau mempelajari Keunikan aya tarik wisata yang dikunjungi dalam. jangka ‘waktu sementara. Kemudian yang dimaksud dengan ‘wisatawan adalah orang yang melakukan wisata Seiring perkembangan zaman, jenis-cnis obyek wisata pun turut mengalani perkembangan Saat ini dikenal beberapa jenis obyek wisata antara lain obyek wisata alam seport pantai, danau, dan ‘gunung; obyek wisula sejarah seperti candi, pura, ddan bangunan-bangunan bersejarahlainnya; wisate budaya misalnya upscara adat dan pemakaman, wisota eligi misalnya ketika hari raya Waisak, banyak umat Buddha yang mengunjungi candi Borobudur untuk melskukan citual keagamaan; \wisatakulineryaitberkaitan dengan makanan khas suatu daerah yang manarik minat wisatawan untuk, Mengunjungi daeah tersebut; wisita lah raga ddimana soata daerah akan atau sedang dijadiban sebagai loknsi satu kegiatan olah raga seperti Sea Games atau kejuaraan cahang olah raga tertntus serta wisatabelanja seperti Malioboro di Yogyakarta (lan Pasar Seni Sukavvati di Bali. Khususnya yang dlibahas dalam tulsan int adalah salah satu obyek Wisotasejarah yang terdapat di Bal Bali memiliki banyak tinggalan sejacah dan arkcologi yong tersebar hampir merata di schurah Kabupaten dan kota madya. Banyak diantaranya Yang sampai saat ini masih berfungsi sebagai tempat sembahyang (pura) atau yang_disebut dengan istilah Zving moment (monumen hidup) Salah satu pemanfaatan tingwalan arkeologi di Bali adalah sebagai obyck wisaia. Tidak dapat dipungkir baw pemanfeatan tinggalan arkeolosiscbagal ‘byek wisata memberian keuntingan mater yang dapat menambah pund-pundi pendapatan dara Serta meningkatkan kesejahteraan dan taat hidap masyarakat di sekitarnya, Obyck wisata yang memiliki nila historis ‘mempunyai cerita mengenai asaF-usul tempat atau bbangunan tersebut, tentang siapa yang membangun, luntuk apa dibangun, seria sederet pertanyaan ‘ainnya yang mengundang rasa ingin tho, Biasanya ‘masyarakat di sekitar sebuah bangunan bersfarah ‘memiliki cerita atau dongeng yang diertakan eeara{urun temurun mengenaiasalusul bangunan tersebut. Namun sebagai masyarakat iimiah Kita tenfu tidak begitu saja mempercayai cerita fersebut. Kebenaranaya harus dapat dibuktikan dri sisasisa yang ditinggalkan misalnya artefake antefak dan juga berta tertulis seperti. prasat, fontar atau dokumen lainnya, Cerita yang. sudeh lrangkum berdasarkan bukti-bukti ilmiah nila Yang nantinya akan diceritakan Kembali kepada Wwisatawan yang mengunjungi tempat. tersebur Dalam hal ini dipertukan jess pramuwisata yang tidak hanya bisa menterjemahkannya beta soja ke bbahasa asing namun juga mampu member! makina pada spa yang_diceritakannya schingga mampu ‘membawa wisatawan scolah-olah mercka berwieta ke masa lalu. Oleh sebab itu untuk memperkaya Pengetahuannya, seorang pemanda seharusnya ‘mencar informasi sebanyak mungkin tentang benda agar budaya yang akan dijelaskan, terutama hal, hal yang berkaitan dengan lar penemuan, analisis ddan interpretasi yang telah dilakukan olch para oh {erhadap benda cagar budaya trsebut. Pengetafuan Semacam ini dapat diperoleh dari hasit pencltian ara abl arkeologi (Walhyudi, 2006. 319), Jasapromuvisata merupakan salah satu slemen dalam usaha pariwissta, Mercka adalah Penyambung lidah, pemberi informasi,berkaitan dengan obyek parivisata yang sedang dikunjun oleh wisatawan. Informasi yang meeeka be Ni Pau Eka own Pensjian Iaformas Arkell yet Visa Para Gua Gajah sspek-aspek yang dianalisis dapat dimanttatkan Semaksimal mungkin, Dekonstruksi bert sebagat Hsaha memberikan arti pada kelompok yang lemah, Katha. 2005; 252) Dalam ‘Peneltian ini wisatawan schagat pihak yang sedikt terabaikan dalam hal perberan informasi mengenai asal usul sebuah | tingyatan arkeologi atau benda cagar budaya. Wisatwvan segi budaya dan atwsa sangat berbeda dengan Indonesia’ dan Bali khususnya, Schingga dalam pikiran meiche ‘mungkin sama sekali tidak ada ide yang terince jekali tidak mengetahui benda apa yang mocha {itat, apa angsinya serta petanyan-periaayaen lta ddibenak mercka, ‘Teori kedua yang digunakan adatch teori gdutuhaninformasiyangimerupakanpcrkembangon dari teori kebutuhan Maslow. Mar ‘chagai makhiuk individu dan juga makhluk soeal, adalah Kebutuhan akan informas, Setiap orang membutuhkan infarmasi sebagai asian dri tunfutan kehidupannya, penonjeng fcelatannys, dan pemenuhan Kebutuhannya, hoes {ntin tahu seseorang timbul karena ia ingin selaia terasha menambah pengetghuamnya, Scorn, penulis bernama Taylor (1968) mengingatkan bas Kebutuhan informasi merupakan Kondisi rami ‘merupakan yabungan dari karaktristik personal dec briologs yang cenderung tak mudah drunghapkaw Selain itu, Kebutuhan ini juga seringkalt conae ‘amar dan dapat tersembunyi di bawah alam sadan ‘Taylor menjelaskan empat tingkat kebutuhan informasi yaitu: visceral, yaitu informasi akteal Yang dibutuhkan tetapi tidak dapat dungkaphaoy ‘Gntcious, merupakan Kebutuhan-kebutuhan yang spat dljclaskan atau digambarkan; formaiced emyatsan resmi alas suatu kebuiuhant. dc Krech, Crutchfield, dan Ballachey (dalam Ssepudin, 2009) lebih jauhmenjelaskan Kanne adanya Kebutuhan untuk memecahkan masslghe imasalahsosalsescorang termotivasi untuk menca] Pengetahuan, “bagnimana caranya agar dapat remecabkanmasalah Salahsatucaraadalahmencny ftang. Nyatanya, informasy ity pada salah satu 1. melainkan-menyeluruty hanya bobot dan manfaatnya yang berbeds kanne ‘sssunikan dengan kondisi yang miembututkanps Dalam kaitannya “dengan tulisan ioe 15. Metode Penelitian 15.1 Lokasi okasi peneltian ini adalah di Pura Goa Gaish yang terletak di Banjar’ Dusun Goa, Deon paula, Kecamatan Blahbatsh, Kabupaten Giamyon ronins! Bali, yang berjarak kurang lebih 26 kind enpasae dan sangat mudah dicapai karena terlend, i pinggir Jalan wtama. Pura ini di ingkupi clah Berstvahan dengan keindshan ogra sungaiPetane, Der rua jalur wisata Denpasar ~ Tampatsring jenlnat Batur~ Kintamani. Disektarya terdapat Fenhetempat berssjarah Iainnya seperti Refer Meg, Pura Samuan Tiga, Gedung Arca, Aree Setspa, Kebo Edan, Pusering Jagat, Penaten Sasif dan tain-lain 133 M1 Peae Eka bia, Peyalin Informa Ares Ody Wise Para Gua Galan sspeleaspek yang dianalisis dapat dimanfasthan maksimal mungkin, Dekonsruks brant sebwsar Usaha memberikan arti pada Kelompok yang lemon Kutha, 2008: 25), Dalam penclitan ini wisatawan sebagai Pihak yang sedikitterabaikan dalam hal pemberion Yormasi mengenai asel usul sebuah "tnggalon arkeologi atau benda cagar budaya, Wiscienan {telah orang tuar yang baik dari sexi budaya dan fahssa sangat berbeda dengan Indonesia. dan ngga dalam pikiran mereka tidak ada ide yang terlintas ‘Teori Kedua yang digunat {gbutuhan informasiyangmerupakanperkembangon deh teoriKebutuhan Maslow. Manusia diciptaton Scbagai makhluk individa dan juga maKhluk sos) ‘Adapula yang mengatakan bahwa manusia edsleh Imakhluk yang sangat kompleks, Manusia memilikt anvak sekali kebutuhan yang. harus penuh Alt dri Kebutuhan raga atu jasmani sampas Kebutuhan rohani. Salah satu kebutuhan mento ‘sat ini adalah kebutuhan akan informa Setap orang membutuhkan informa sebagai jsian dari tututan Aehidupannys, penning Keviatannya, dan pemenuhan kebutuhannya, hee {asin tabu sescorang timbul Karena ia ingin selate berusaha-menambah Rolkologis yang cenderung tak mudah dianghapkay Selain itu, kebutuban ini juga seringkali stoner, Samar dan dapat tersembunyi di bawah alam sedan Taylor menjelaskan empat tingkat kebututea informasi yaitu: visceral, yaitu informasi akvat Yang dlibutubkan tetpi tidak dapat diungkaphan, Krech, Crutchfield, dan Ballachey (dalam Saepudi, 2008 Sethe data dan fakia yang membuktikan adores lt Ksbenaran, sebagai penjlas a-ha’ yore sebelumnya meragukan, sebagai prediksi Sat Petistwa-perisiva yang mungkin kan eradi pace, ust yang akan datang. Nystanya, informasy fag anyak fungsinya, Tidak terbatas pada slat eae Pidane atau aspek soja, melainkan menyelonte a bobot dan manfuainya yang berbeds karen