PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI PENDAHULUAN Menyusui merupakan suatu proses alamiah, namun sering ibu-ibu tidak

berhasil men yusui atau menghentikan menyusui lebih dini. Oleh karena itu ibu-ibu memerlukan bantuan agar proses menyusui lebih berhasil. Banyak alasan yang dikemukakan oleh ibu-ibu yang tidak menyusui bayinya anatara lain ibu tidak memproduduksi cukup ASI atau bayinya tidak mau menghisap. Sesungguhnya hal ini tidak disebabkan kere na ibu tidak memproduksi ASI yang cukup, melainkan karena ibu kurang percaya dir i bahwa Asi-nya cukup untuk bayinya. Disamping itu cara-cara menyusui yang tidak baik dan tidak benar dapat menimbulkan gangguan pada putting susu ibu. Kurangnya pengertian dan pengetahuan ibu tentang keunggulan ASI dan manfaat meny usui menyebabkan ibu-ibu mudah terpengaruh dan beralih kepada pemberian susu for mula atau yang lainnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi ibu-ibu tidak menyusui bayinya terutama yang b erdomisili di perkotaan antara lain adalah : Kurangnya dukungan dari keluarga untuk menyusui seperti yang dialami ibu-ibu di pedesaan. Di perkotaan ibu-ibu banyak memperoleh informasi tentang penggunaan su su formula. Ibu-ibu di perkotaan rata-rata melahirkan di Rumah sakit atau di Rumah bersalin yang tidak menganjurkan menyusui dan tidah menerapkan pelayan rawat gabung serta tidak menyediakan fasilitas Klinik laktasi. Pengaruh kemajuan teknologi dan perubahan sosial budaya mengakibatkan ibu-ibu di perkotaan rata-rata bekerja diluar rumah dan makin meningkat daya belinya mereka menganggap lebih praktis membeli dan memberikan susu formula daripada menyusui. Di daerah pedesaan rata-rata ibu menyusui bayi mereka, namun hasil penelitian me nunjukan pengaruh kebiasaan yang kurang menunjang pamanfaatan ASI secara optimal , seperti pemberian pralaktal, pemberian makanan/minuman pengganti ASI karena AS I belum keluar untuk hari-hari pertama setelah melahirkan. Jenis makanan tersebut dapat membahayakan kesehatan bayi dan menyebabkan berkura ngnya kesempatan untuk merangsang produksi ASI sedini mungkin melalui hisapan ba yi pada payudara ibu. Penelitian menunjukan peningkatan penggunaan susu formula. Jumlah ibu-ibu yang m emberikan ASI pada bayi usia 0-3 bulan di perkotaan sebanya 47%. Sedangkan di pe desaan sebanyak 55 %. Beberapa alasan ibu-ibu menghentikan pemberian ASI kepada bayi adalah: Produksi ASI kurang (32%) Ibu bekerja (16%) Ingin dianggap modern (4%) Masalah pada putting susu (28%) Pengaruh iklan pada susu formula (16%) Pengaruh orang lain terutama keluarga (4%) Oleh karena itu dukungan untuk pemberian ASI sangat diperlukan dari keluarga , m asyarakat dan petugas kesehatan untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkua litas . PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI A. Anatomi Fisiologi Payudara 1) Anatomi dan Fisiologi Payudara Payudara disebut Glandulla Mammae, berkembang sejak usia janin 6 minggu dan memb esar karena pengaruh hormon ibu yang tinggi yaitu estrogen dan progesteron. Estr ogen meninggkatkan pertumbuhan duktus-duktus dan saluran penampung. Prosesteron merangsang pertumbuhan tunas-tunas alveoli. Hormon-hormon lain seperti prolaktin , growth hormon, adenokostikosteroid. dan tiroid juga diperlukan dalam kelenjar air susu. Payudara tersusun dari jaringan kelenjar, jaringan ikat, dan jaringan lemak. Dia meter payudara sekitar 10-12 cm. Pada wanita yang tidak hamil berat rata-r4ata s

terutama pada bentuk yang terbenam sehingga butuh penanganan khusus. bentuk putting tidak selalu berpengaruh pada proses laktasi. Dari segi fisiologi. kemampuan laktasi memp unyai hubungan dengan makanan. Kulit b.alveoli. Payudara merupakan kumpulan dari sejumlah kelenj ar susu tunggal. Puting susu mengandung otot polos yang dapat berkontraksi sewaktu ada rangsangan menyusu. dan faktor fisiologi. Pembuluh limpa Puting susu dan areola (daerah sekitar puting susu yang berpigmentasi lebih) ada lah gudang susu yang mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan menyusui. duktus.kelenjar pembuatan air susu ibu. Meskipun demikian. Corpus mammae terdiri dari : o Parenkin : duktus laktiferus uktus). Bagian stroma mdari payudara tersusun dari bagian-bagian berikut 1. Struktur payudara terdiri dari 3 bagian yaitu : a. Duktulus bercabang-cabang menjadi 10-100 alveolus yang berfungsi sebagai satu kasatuan kelenjar. Hal terpen ting adalah bahwa putting susu dan areola dapat ditarik sehingga membentuk tonjo lan seperti dot ke dalam mulut bayi. Sebelum bermuara pada puting susu. dan alveolus dikelilingi oleh myoepitel yang dapat berkontraksi untuk memompa ASI. sedangka n areola mengandung sejumlah kelenjar. misalnya Kelenjar Montgory yang berfungsi sebagai kelenjar minyak yang mengeluarkan cairan agar putting tetap lunak dan l entur. duktulus (duktuli). atau masuk ke dalam (inverted nipples) .ekitar 200 gram. Jaringan subkutan ( jaringan di bawah kulit ) c. lobus. Namun. Sinus. Kadang-kadang terdapat pula putting yang ti dak lentur. Tiap duktus bercabang-cabang menjadi 20-40 duktuli. Korpus ( badan ) yaitu bagian yang besar 2. Jaringan lemak 3. ibu dengan kondisi seperti itu perlu mendapatkan perawatan payudara sejak sebel um masa laktasi. Laktasi me mpunyai dua pengertian berikut ini : 1. o Stroma Ada 15-20 duktus laktiferus. tidak menjadi ukuran banyaknya ASI yang di produksi. kadang dijumpai pu tting yang panjang. Hal ini disebabkan oleh berkembangnya kelenjar payudara proliferasi sel-sel duktus lakti ferus dan sel-sel. Masing-masing duktus akan membentuk lobus dan duktulus akan membentuk lobulus. sedangkan pada waktu menyusui beratnya mencapai 600-800 gram. datar (flat nipples). ASI akan keluar dengan lancar. Sebagian mempunyai kemampuan yang leb ih besar dibanding dengan yang lain. Pembuluh darah 4. terutama mengenai besarnya. Pengeluaran air susu Pada masa hamil terjadi perubahan payudara. Pada put ing susu dan areola terdapat ujung-ujung syaraf peraba yang penting pada proses refleks saat menyusui. Pada ujung putting susu terdapat 15-25 muara lobus (duktus laktiferus). Proses proliferasi dipengaru . 2) Fisiologi Laktasi Kemampuan laktasi setiap ibu berbeda-beda. Besarnya payudara setiap wanita berbeda. Pada akhir kehamilan beratnya berkisar 400 -600 gram. Dengan cekapan bibir bayiyang menyeluruh pada d aerah tersebut. Alveolus juga dikelilingi pembuluh darah yang me mberi zat-zat gizi pada sel-sel kelenjar air susu untuk proses pembentukan atau sintesis air susu ibu. Areola yaitu bagian tengah yang berwarna kehitaman 3. Papilla ( putting ) yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara. Syaraf 5. Payudara terbagi 3 bagian: 1. masing-masing duktus melebar membentuk ampull a atau sinus yang akan berfungsi sebagai gudang air susu ibu. Duktulus dan duktus berpusat kearah puting susu. Jaringan ikat 2. Pembentukan / produksi air susu 2. faktor endokrin. Pada umumnya putting susu menonjol keluar. tergantung individu.

Refleks Aliran Rangsangan yang ditimbulkan bayi saat menyusu diantar sampai bagian belakang kel enjar hipofise yang akan melepaskan hormon oksitosin masuk ke dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan bay i tersedak. Refleks tersebut adalah dasar dari laktasi. Setelah persalinan kadar estrogen dan progesteron menurun dengan lepasnya plasen ta. prolaktin memacu sel kelenjar memproduksi air susu. air susu ibu segera keluar. Dua hari pertama pasca pe rsalinan. tindakan sering menyusui bayi merupakan cara terbaik untuk menda patkan air susu yang banyak. Oleh karena itu. Prolaktin ter diri dari protein yang sangat kompleks dan belum dapat dibuat secara sintesis. kadang-kadang dari ujung putting keluar ca iran yang disebut kolostrum. koriogonadotr opin. Oleh karena itu. prolaktin. lalu dilanjutkan ke bagian depan kelenjar hipofise yang memacu pengeluaran hormon prolaktin ke dalam darah. Keluarnya air susu karena kontraksi otot polos tersebut disebut refl eks aliran. Refleks yang terjadi pada ibu. dan sinus menuju putting su su. Refleks aliran dipengaruhi oleh keadaan kejiwaan ibu. meskipun cairan yang dihasilkan tidak berlebihan sebab meskip un kadar prolaktin cukup tinggi. Dengan demikian. Pembendungan pada payudara akan men imbulkan rasa tidak nyaman dan sakit. tidak jarang perut ibu terasa mul as yang sangat pada hari-hari pertama menyusui. Refleks prolaktin Sewaktu bayi menyusu. Keadaan terse but adalah normal. a. hal tersebut menyebabkan lepasnya adrenalin yang menghambat oksitosin t idak dapat mencapai otot polos. estrogen dan progesteron. Oksit osin akan memacu otot-otot polos yang mengelilingi alveoli dan duktuli berkontra ksi sehingga memeras air susu dari alveoli. Rangsangan tersebut oleh serabut afferent dibawa ke hipotalamus di dasar o tak. Dengan demikian. duktuli. ujung syaraf peraba yang terdapat pada putting susu terang sang. Kedua refleks ini bersumber dari rangsangan putting susu akibat isapan bayi. Kadang-kadang. tekanan akibat kontraksi otot-otot polos terseb ut begitu kuat sehingga air susu menyembur keluar. yaitu refleks menangkap (rooting refleks). Diduga. Melalui sirkulasi. mengakibatkan payudara mudah terkena infeksi. Pada kehamilan lima bulan atau lebih.hi oleh hormon yang dihasilkan plasenta yaitu laktogen. 3) Refleks pada laktasi Ada beberapa refleks yang berpengaruh terhadap kelancaran laktasi. sedangkan prolaktin tetap tinggi sehingga tidak ada lagi hambatan terhadap p rolaktin dan estrogen. Biasanya. Jadi. Tidak jarang. Ada pun refleks pada bayi. dan refleks menelan. Setela h persalinan. setelah bayi lahir harus segera disusukan pada ibun ya jika keadaan memungkinkan. Keadaan yang di sebut engorgement disebabkan oleh bertambahnya peredaran darah ke payudaran sert a mulainya laktasi yang sempurna. sem akin sering bayi menyusu. Sekresi (keluarnya) cairan tersebut karena pengaruh hormon laktogen dari plasenta dan hormon prolaktin dari hipofise. perubahan tersebut juga disebabkan b ertambah lancarnya peredaran darah pada payudara. Rasa khawatir dan rasa sak it (misalnya luka jahitan) yang dirasakan ibu dapat menghambat refleks tersebut. refleks mengis ap. Oksitosin juga mempengaruhi jaringan otot polos rahim berkontraksi sehingga memp ercepat lepasnya plasenta dari dinding rahim dan membantu mengurangi terjadinya perdarahan. semakin banyak prolaktin yang dilepas oleh hipofise. Selain itu. s ehingga semakin banyak air susu yang diproduksi oleh sel kelenjar. b. pe ngeluaran air susu dimulai pada hari kedua atau ketiga setelah kelahiran. penciutan rahim akan se makin cepat dan makin baik. sering menyusui sampai payudara terasa kosong sangat penting ag ar tidak terjadi pembendungan pada payudara. segera susu-kan bayi karena akan memacu lepasnya prolaktin dari hi pofise sehingga pengeluaran air susu bertambah lancar. Perlu ibu ketahui. yaitu refleks prolaktin dan refleks aliran (let down reflex). Dengan seringnya menyusui. pengeluaran air susu juga dihambat oleh hormon estrogen. O leh karena itu. payudara kadang-kadang terasa penuh dan sedikit sakit. tidak ada rangsangan kontraksi . Hal ini merupakan mekanisme alam iah yang baik untuk kembalinya rahim pada bentuk semula.

Pengosongan ASI yang tidak teratur. payudara akan memproduksi ASI lebih banyak. bayi akan menoleh ke arah sentuhan. Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi produksi ASI : MotivaSi diri dan dukungan suami/keluarga untuk menyusui bayinya sangat penting. Ibu yang lelah atau kurang istirahat /stress /sakit. Berikut mekanisme menyusu pada ibu : Bibir bayi menangkap putting selebar areola. Refleks Mengisap. Lidah menjulur ke depan untuk menangkap putting. ibu dapat menyusui bayinya secara eksklusif murni selama 4-6 bulan dan tetap memberikan ASI sampai anak berusia dua tahun untuk mendapatk an anak yang sehat dan cerdas. sinus laktiferus yang berada di bawah areola akan te rtekan oleh gusi. lidah. Reflaks mengisap pada bayi akan timbul jika putting merangsang langit-langit (pa latum) dalam mulutnya. Untuk dapat merangsang langit-langit bagian belakan secar a sempurna. Dengan demikian. Jika bayi telah diajarkan minum dari botol/dot. Dot memiliki karet panjang yang tidak perlu diregangkan sehingga bayi tida k perlu mengisap kuat. Produksi ASI selalu berkesinambungan. Yakinkan ibu bahwa ibu dapat menyusui. hindari faktor-faktor di atas dengan lebih meningkatkan percaya diri. Oleh karena itu. melakukan perawatan payudara secara rutin. Refleks Menelan Air susu yang penuh dalam mulut bayi akan ditelan sebagai pernyataan reflaks men elan dari bayi. Semakin sering bayi menyusu dan semakin kuat daya isapnya. bayi akan membuka mulut dan berusaha mencari putting untuk me nyusu. asal bayi tetap mengisap serta ibu cukup m akan dan minum. serta langi-langit sehingga air susu diperas secara sem purna ke dalam mulut bayi. Setelah payudara disusukan. ASI akan teras a kosong dan payudara melunak. akan timb ul kesulitan menyusu pada ibunya. seperti halnya mengi sap dot. Keadaan tersebut dikenal dengan istilah reflaks menangkap. d. dan ASI adalah yang terbaik untuk bayi nya serta ibu dapat memproduksi ASI yang mencukupi kebutuhan bayi dan tidak terg . serta lebih sering menyusui ta npa dijadwal sesuai kebutuhan bayinnya. sebagian besar areola harus ikut ke dalam mulut. o Putting karet terletak di atas lidah. Lidah bayi akan menekan ASI keluar dari sinus laktiferus y ang berada di bawah areola. Selain itu ibu mempunyai keyakinan mampu memberikan ASI pada bay inya. Mekanisme menyusu pada payudara berbeda dengan mekanisme minum dengan botol ayau dot. akan terjadi peregangan putting susu dan areola untuk mengisi rongga mulut.dari otot polos. c. e. sebagian besar areola harus tertangkap oleh mulut (masuk ke dalam mu lut) bayi. ibu dan bayi perlu bantuan untuk belajar proses ini d engan baik dan benar. Pada keadaan ini. o Lidah bergerak ke depan untuk menekan putting karet pada gusi dan langit-langi t sedemikian rupa untuk mengatur aliran susu. Dukungan Bidan Dalam Memberikan ASI 1. Lidah ditarik mundur untuk membawa putting menyentuh langit-langit dan areola di dalam mulut bayi. Timbul refleks mengisap pada bayi dan refleks aliran pada ibu. Kondisi status gizi ibu yang buruk dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI . Dengan demikian. B. Jika bibirnya dirangs ang atau disentuh. Oleh karena itu. Pada keadaan ini ibu tetap tidak akan kekurangan ASI karena ASI akan terus diproduksi. Adanya pembengkakan payudara karena bendungan ASI. Pada saat bayi menyusu. menyentuh langit-langit lunak. Ia akan mencoba mengisap. Berikut mekanisme menyusu menggunakan dot : o Bibir terbuka untuk menerima putting dari dot dan otot-otot pipi mengendor. Refleks Menangkap (Rooting Reflex) Jika disentuh pipinya.

Jika mungkin dilakukan in i paling sedikit 30 menit. 7. g. 2. 11. 10 8. karena ibu memproduksi ASI tergantung pada seberapa banyak ASI dihisap oleh bayi. Biarkan bayi bersama ibunya segera sesudah dilahirkan selama beberapa jam per tama.Berbaring miring. 9. karena pada saat itulah kebanyakan bayi siap menyusui . Susu botol dan dot empeng membuat bayi bingung putting karena mekanisme menghisa . Selama 2 hari pertama sesudah lahir beberapa bayi tidur panjang selama 6-8 jam. Bayi yang normal berada dalam keadaan bangun dan sadar selama beberapa jam pertama sesudah lahir. Ibu mengetahui setiap perubahan fisik yang terjadi pada dirinya dan mengerti bahwa perubahan tersebut normal.antung pada besar kecilnya payudara ibu. Membantu ibu mengembangkan keterampilan dalam menyusui. Ini juga mencegah luka pada putting susu dan infeksi pada payudara. Memastikan bayi mendapat ASI yang cukup 3. Ibu mengetahui dan mengerti akan pertumbuhan dan perilaku bayi dan bagaimana seharusnya menghadapi dan mengatasinya. menelan ASI-nya. f. Memberikan ASI sesering mungkin. 6. Hindari susu botol dan dot empeng. Ajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah masalah umum yang timbul. Ini posisi yang amat baik untuk pemberian ASI yang pertama k ali atau bila ibu merasa lelah atau merasa nyeri . roomin g in). . Bila ibu terpisah tempatnya dari bayi maka ibu akan lebih lama belajar mengenali tanda-t anda tersebut. Bayi harus ditempatkan dekat ibunya di kamar yang sama (rawat gabung. Buatlah bayi merasa hangat dengan membaringkannya dan menempel pada kulit ibunya dan menyelimuti mereka. 10. Ibu harus menjaga agar tangan dan putting susunya selalu bersih un tuk mencegah kotoran dan kuman masuk ke dalam mulut bayi. Makin banyak ASI yang dihisap oleh bayi makin banyak produksi ASI ibu . Untuk memberikan ASI pada bayi dengan cara membangunkannya selama siklus tidurny a setia 2-3 jam. Ibu harus membersihkan payudaranya dengan air bersih satu kali sehari. b. a. Mulut dan dagunya berdekatan denga payudara. Posisi menyusui yang benar disini adalah penting. Anda dapat melihat bayi melakukan hisapan yang lamban dan dalam. Bantulah ibu waktu pertama kali memberi ASI. Seluruh tubuhnya berdekatan dan terarah pada ibu. Biasanya bayi baru lahir minum ASI setiap 2-3 jam atau 10-12 kali dalam 24 jam. tidak bol eh mengoleskan krim. alkohol atau sabun pada putting susunya. dan e. Areola tidak akan bisa terlihat denga jelas. 12. Seharu snya dilakukan perawatan mata bayi pada jam pertama sebelum atau sesudah bayi me nyusui untuk pertama kalinya. minyak. d. Bayi terlihat tenang dan senang. Ibu tidak merasakan adanya nyeri pada putting susu. Seorang ibu harus mencuci tangan d engan sabun dan air sebelum menyentuh putting susunya dan sebelum menyusui bayin ya. Ibu h arus belajar mengenali tanda-tanda yang menunjukan bahwa bayinya lapar.Duduk. c. Bantulah ibu sedemikian rupa sehingga ia mampu menyusui bayinya sendiri. 13. Memberikan Kolostrum dan ASI saja Makanan lain termasuk air dapat membuat bayi sakit dan menurunkan persediaan ASI ibunya. Ini penting sekali untuk membina hubungan/ikatan disamping bagi pemberian ASI. 5. Kemudian mereka akan memasuki suatu masa tidur pulas. Penting untuk memberikan topangan / sandaran pada punggung ibu dalam posisinya tegak lurus (90 ) terhadap pangkuannya. Tanda-tanda bahwa bayi telah berada pada posisi yang baik pada payudara. Pen ting untuk membuat bayi menerima ASI pada waktu masih terbangun tersebut. 4. Ibu juga harus mencuci tangan sesudah membuang air kecil atau air besar atau menyentuh sesuatu yang kotor. Dengan demikian ibu dapat dengan mudah menyusui bayinya bila lapar.

mengandung protein yang spesipik untuk perlindungan terhadap alergi dan merangsang sistem k ekebalan tubuh 2) Komposisi ASI sangat baik karena mempunyai kandungan protei. Aspek Psikologis Memberikan kebahagian pada keluarga dan dapat mendekatkan hubungan bayi dengan k eluarga. a. melarang pemberian sa mple PASI. 3) ASI memudahkan kerja pencernaan. 9) Menyusui akan melatih daya hisap bayi dan membantu mengurangi insiden maloklu si dan membentu otot pipi yang baik. Oksitosin bekerja untuk kontraksi sal uran ASI pada kelenjar air susu dan merangsang kontraksi uterus b. d. Manfaat bagi bayi 1) ASI mengandung komponen perlindungan terhadap infeksi. Manfaat Pemberian ASI 1. 7) ASI bebas kuman karena diberikan langsung dari payudara sehingga kebersihanny a terjamin.l : melarang promosi PASI. 8) ASI mengandung banyak kadar selenium yang melindungi gigi dari kerusakan. 10) ASI memberikan keuntungan psikologis. C. bidan tidak boleh menerima hadiah dari produsen PASI. 11) Suhu ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. 2. 14. Imflikasi kode WHO. 2) Aspek Keluarga Berencana Pemberian ASI secara eksklusif dapat berfungsi sebagai kontrasepsi karena isapan bayi merangsang hormon prolaktin yang menghambat terjadinya ovulasi sehingga me nunda kesuburan. Menyusui secara teratur akan menurunkan berat badan secara bertahap karena pe ngeluaran energi untuk ASI dan proses pembentukannya akan mempercepat kehilangan lemak. Peran petugas kesehatan sangat penting dalam membantu ibu-ibu menyusui yang mengalami hambatan dalam menyusui. yaitu a. 6) Secara alamiah ASI memberikan kebutuhan yang sesuai dengan usia kelahiran bay i. 4) Bayi yang minum ASI mempunyai kecenderungan memiliki berat badan ideal. 3) Aspek Psikologis Menyusui memberikan rasa puas. Mendukung suami dan keluarga yang mengerti bahwa ASI dan menyusui paling bai k untuk bayi. mencantumkan ko mposisi dan mencantumkan bahwa ASI adalah yang terbaik. c. petugas harus mendukung pemberian ASI. Pemberian ASI mudah karena tersedia dalam keadaan segar dengan suhu yang sesu ai sehingga dapat diberikan kapan dan dimana saja. Aspek Ekonomi Mengurangi biaya pengeluaran karena ASI tidak perlu dibeli Mengurangi biaya perawatan sakit karena bayi yang minum ASI tidak mudah terkena infeksi b. 5) ASI mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi termasuk untuk kecerdasan bayi. mudah diserap oleh usus bayi serta mengurang i timbulnya gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit. Membantu mempercepat pengembalian uterus ke bentuk semula dan mengurangi perd arahan post partum karena isapan bayi pada payudara akan merangsang kelenjar hip opise untuk mengeluarkan hormon oksitosin. Pemberian ASI yang cukup lama dapat memperkecil kejadian karsinoma payudara d an karsinoma ovarium. Manfaat Untuk Keluarga a. lem ak dan mineral yang seimbang. bangga dan bahagia pada ibu yang berhasil menyusu i bayinya dan memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak. untuk memberikan dorongan yang baik bagi ibu agar lebih berhasil d alam menyusui 15. 3. Manfaat Untuk Ibu. karbohidrat. 1) Aspek kesehatan ibu. Aspek Kemudahan .p botol dandot empeng berbeda dari mekanisme menghisap putting susu pada ibunya. c. 16.

Subsidi untuk rumah sakit berkurang karena rawat gabung akan memperpendek lama r awat ibu dan bayi serta mengurangi komplikasi persalinan dan infeksi nosokomial. Karbohidrat Karbohidrat utama dalamASI adalah laktose dengan kadar 7 gram %. . 2.5%-4. Mengurangi subsidi untuk rumah sakit.Vitamin D Berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi. . 3.5%. D. Menurunkan angka kesakitan dan kematian anak Faktor protektif dan nutrien yang sesuai dalam ASI menjamin status gizi bayi bai k. . Sistin diperluka untuk pe rtumbuhan somatik sedangkan taurin untuk pertumbuhan otak 4.9 %. IgG. IgM.Seng Seng diperlukan untuk pertumbuhan perkembangan dan imunitas. Lemak muda h diserap oleh bayi karena enzim lipase yang terdapat dalam sistem pencernaan ba yi dan ASI akan mengurai Trigliserida menjadi Gliserol dan Asam Lemak.Lisosi Enzim lisosim dalam ASI berfungsi untuk memecah dinding bakteri dan antiinflamas i.Lactobasillus bifidus . Meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa Anak yang mendapatkan ASI dapat tumbuh kembang secara optimal sehingga kualitas generasi penerus bangsa akan terjamin. Manfaat Untuk Negara a. Kadar kolesterol dalam ASI leb ih tinggi karena untuk merangsang enzim protektif yang membuat metabolisme koles terol menjadi efisien. .Menyusui sangat praktis karena dapat diberikan setiap saat. Komposisi Gizi Dalam ASI 1.Laktoperoksidase Enzim ini beserta dengan peroksidase hidrogen dan ion tioksinat membantu membunu h streptokokus. 6. ASI dapat dianggap sebagai kekayaan nasional. Zat besi berasa l dari persediaan zat besi sejak bayi lahir.Imunoglobulin Semua jenis imunoglobulin terdapat dalam ASI. Mengurangi devisa untuk membeli susu formula. karena ASI melindungi bayi dan anak dari penyakit infeksi. b. 4. Selain itu terdapat dua macam asam amino yaitu sistin dan taurin. IgD. dari pemecahan sel darah merah dan dari zat besi yang terkandung dalam ASI.Zat Besi Jumlah zat besi dalam ASI termasuk sedikit tetapi mudah diserap. Garam dan Mineral. jika semua ibu menyusui dapat meng hemat devisa yang seharusnya dipakai untuk membeli susu formula. c. d. Laktose mudah t erurai menjadi Glukose dan Galaktose oleh enzim Laktose yang terdapat dalam muko sa saluran pencernaan bayi sejak lahir. Zat Protektif . Laktose juga bermanfaat untuk memperting gi absofsi Kalsium dan merangsang pertumbuhan Laktobasilus Bifidus. . Dengan ASI bayi jarang kekurangan zat b esi . seperti IgA. .Vitamin E Banyak terkandung dalam kolostrum.Vitamin K Berfungsi sebagai katalisator pada proses pembekuan darah. Vitamin . Lemak Lemak merupakan sumber kalori utama dalam ASI dengan kadar 3. Keunggula n lemak ASI mengandung asam lemak esensial yaitu Docosahexaenoic Acid (DHA) Arac hionoic Acid (AA) berguna untuk pertumbuhan otak. juga diperlukan unt uk mencegah penyakit akrodermatitis enteropatika (penyakit kulit dan sistim penc ernaan) 5. Protein Protein dalam susu adalah kasein dan whey kadarnya 0. dan Ig E yang berguna untuk imunitas terhadap penyakit.

3 0. Dukungan pada ibu secara psikologis dari suami. 8.0 Vitamin B2 ( ug ) 30.5 1 : 1.3 4. Bimbingan prenatal 2. Memberikan ASI ekslusif 7.coli .06 0.1 0. lisosim se rta lactoferin.0 41.1 Vitamin D ( ug ) .5 0. 4. kal ) 58.Sel makrofag Sel makrofag berfungsi membunuh kuman dan membentuk kimplemen C3.0 Klorin ( mg ) 8. .0 Laktoferin ( mg ) 330. 3.Lactobasilus bifidus berfungsi mengubah laktose menjadi asam laktat dan asam ase tat.0 12.0 Mineral Kalsium ( mg ) 39.0 70.0 1.Komplemen C3 dan C4 Komplemen C3 dan C4 berguna sebagai faktor pertahanan. Perawatan payudara dan putting susu sedini mungkin dimulai sejak kehamilan tr isemester III. Menyusui dengan posisi yang benar.12. pengetahuan dan kesiapan petugas 10.3 7.0 100. .4 Whey . Menyusui on demand yaitu menyusui sesering mungkin sesuai dengan kehendak bay i tanpa dijadwal.0 Laktosa ( gr ) 5. 6.0 Vitamin B6 ( ug ) .25 0.0 142. menjadikan saluran pencernaan bersifat asam sehingga menghambat pertumbuhan mokroorganisme patogen.2 Kasein ( mg ) 140.0 Vitamin B1 ( ug ) 1. C4.6 2.13 Vitamin B12 ( mg ) 0.0.0 340.9 14.0 Asam pantotenik(ug) 188.1 : 1.0 65.9 4.9 3.0 4.0 Asam nikotinik(ug) 75.0 130.0 14.0 40.0 70.1. 5.05 0.9 5.0 Biotin ( ug ) 0.0 64.0 108.0 75.5 6.6 Vitamin C ( mg ) 5.0 246. Sikap pelayanan.1 0.0 40. . ASI & SUSU SAPI SETIAP 100 ML ZAT GIZI KOLOSTRUM ASI SUSU SAPI Energi ( k.0 82.07 Vitamin K ( ug ) .0 13.8 Lemak ( gr ) 2.0 Magnesium ( mg ) 4. Menyusui sedini mungkin segera setelah melahirkan.2 3.5 40.0 IgA ( mg ) 364. dengan cara mengikat zat besi yang dibutuhkan untuk pe rtumbuhannya sehingga kuman tersebut tidak mendapatkan zat besi. Upaya Memperbanyak ASI 1.Lactoferin dan trasferin Kedua zat ini merupakan peotein dalam ASI yang berfungsi menghambat pertumbuhan stapilokokus dan E.0 35.0-15.9 Vitamin Viitamin A ( ug ) 151.0 187.0 145.05 0.04 0.0 160.8 Asam Folat ( ug ) 0.0 Laktalbumin ( mg ) 218.0 167.0 Protein ( gr ) 2.Lipase : Lipase merupakan zat anti virus E.0 Zat besi ( mg ) 70. Pelayanan pascanatal KOMPOSISI KOLOSTRUM. .0 161.0 . Pemberian gizi pada ibu hamil dengan baik dan seimbang.02 Vitamin E (ug ) 1.0 Tembaga ( mg ) 40. keluarga dan bidan 9.

Dengan demikian. Myles Texbook for Midwifery. Ini akan membuat percaya pada orang lain dan menumbuhkan percaya diri. Anak yan g mendapat kasih sayang dari ibu juga akan memiliki potensi mengasihi orang lain . Hal ini penting untuk pertumbuhan psikol ogis yang sehat. Keb. Sealain itu juga ASI mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan un tuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang normal. Manajemen Laktasi.0 ) 48.0 Sumber : Food and Nutrition Board. REFERENSI Asuhan Kebidanan pada Ibu Post Partum.Fosfor ( mg Porassium ( Sodium ( mg Sulfur ( mg ) 14. Jika ibu selalu ada jika dibutuhkan akan menimbulkanrasa lekat. Dengan demikian ibu perlu belajar berinteraksi dengan bayinya agar dapat sukses dalam memberikan yang terbaik.0 145.0 mg ) 74. Jawa Ba rat 2001. PERINASIA Cab.0 58. Dengan menyusui. proses menyusui merupakan stimulasi yang penting untuk perkembangan me ntal.0 120. Bersalin dan BBL. Kelekatan antara ibu dan bayinya sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan pri badi bayi kelak.0 30. JHIPIEGO 2001 Perawatan Ibu Paska Melahirkan.0 14.0 15. ruth Bennet & Linda 1999 .0 15. Sewaktu menyusu dan b erada dalam dekapan ibu. National Research Council Washington DC 1980 PENUTUP Mernyusui merupakan cara yang ideal bagi ibu untuk memberikan kasih sayang pada anaknya dan cara terbaik memenuhi kebutuhan gizi bayi. kecerdasan dan sosial emosi anak. hubungan batin yang hangat antara ibu dan bayi akan terjalin erat.0 57. Pusdiknakes WHO.0 ) 22. Depkes RI 1992 Modul Pelatihan Tatalakasana Ibu Hamil. bayi merasakan sentuhan kulit ibu yang lembut dan hanga t serta mendengan detak jantung ibu yang akan memberikan rasa aman dan tentram. V. Mellyna Huliana Amd. Afeksi yang tumbuh pada diri anak melalui proses menyusui akan menjadi dasar per kembangan emosi yang hangat pada diri anak terhadap dunia sekelilingnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful