You are on page 1of 22

LAPORAN TAHUNAN

PROGRAM KESEHATAN JIWA


TAHUN 2019

Disusun Oleh:
Hj. OOM ROHMAWATI, S.Kep.NERS
NIP. 196520081 880303 2 001

UPTD KESEHATAN PUSKESMAS


NAGARA
2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Ilahi Robbi, karena atas
berkat rahmat dan karuniaNya kami dapat menyelesaikan laporan tahunan ini. Sholawat serta
salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Habibana Wanabiyana
Muhammad SAW, keluarga, sahabat serta kita sebagai ummatnya sampai akhir zaman,
Aamiin ... YRA.
Laporan Tahunan Program Kesehatan Jiwa ini memuat hasil kegiatan program
Kesehatan Jiwa selama 1 tahun yang merupakan cerminan pecapaian kegiatan kami tahun
2017, permasalahan yang kami hadapi serta rencana kegiatan kami tahun 2018. Kami
harapkan Laporan Tahunan ini dapat dijadikan tolak ukur untuk meningkatkan kinerja kami
dalam melaksanakan pelayanan program Kesehatan Jiwa yang lebih baik di Puskesmas, baik
secara lintas program maupun lintas sektor didalam gedung maupun diluar gedung Puskesmas
serta bisa dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan program Kesehatan Jiwa
yang akan datang.
Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian Laporan Tahunan ini, kepada :
1. ALINEA STINA, SKM, MM, selaku Kepala UPTD Puskesmas Nagara yang telah
memberikan bimbingan, arahan serta motivasinya kepada kami.
2. Kepala Sub. Bag. TU yang telah membantu dalam pelaksanaan program Kesehatan
Jiwa ini
3. Semua staf karyawan UPTD Puskesmas Nagara yang telah banyak memberikan
bantuan serta masukan sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan program
Kesehatan Jiwa baik didalam gedung maupun di luar gedung sehingga kami dapat
menyelesaikan Laporan Tahunan Program Kesehatan Jiwa ini tepan pada waktunya.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pembuatan Laporan Tahunan ini,
untuk itu kami sangat mengharapkan saran dan kritiknya yang membangun sehingga kami
dapat melakukan perbaikan dimasa yang akan datang.
Nagara, Desember 2019
Penyusun
Pengelola Program Kesehatan Jiwa

Hj. SAGARA STINA, S.Kep.NERS


NIP. 196520081 880303 2 001

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................................................ i
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 1
A. Latar Belakang .......................................................................................................... 1
B. Tujuan ....................................................................................................................... 1
BAB II GAMBARAN UMUM UPTD PUSKESMAS NAGARA ....................................... 2
A. Visi dan Misi ............................................................................................................ 2
B. Gambaran Umum ..................................................................................................... 2
C. Demografi ................................................................................................................. 4
BAB III TUGAS DAN FUNGSI PROGRAM KESEHATAN JIWA .................................. 8
A. Tugas Pokok Program Kesehatan Jiwa...................................................................... 8
B. Fungsi Program Kesehatan Jiwa ................................................................................ 8
C. Gambaran Khusus Program Kesehatan Jiwa ............................................................. 9
BAB IV PELAKSANAAN PROGRAM .............................................................................. 11
A. Indikator Keberhasilan Program ................................................................................ 11
B. Cakupan Program ...................................................................................................... 11
C. Capaian Program ...................................................................................................... 12
BAB V IDENTIFIKASI MASALAH ................................................................................... 13
A. Identifikasi Masalah .................................................................................................. 13
B. Rumusan Masalah ................................................................................................... 13
BAB VI ANALISA PENYEBAB MASALAH .................................................................... 14
A. Kegiatan Penyuluhan Kelompok Potensial ............................................................... 14
B. Pemberdayaan Masyarakat ........................................................................................ 14
BAB VII PRIORITAS MASALAH DAN PEMECAHANNYA .......................................... 15
A. Prioritas Masalah ....................................................................................................... 15
B. Pemecahan Masalah .................................................................................................. 16
C. Hambatan dan Pemecahan Masalah .......................................................................... 17
BAB VIII PENYUSUNAN RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK) ............................ 18
BAB IX KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................... 19
A. Kesimpulan ............................................................................................................... 19
B. Saran ......................................................................................................................... 19

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Upaya kesehatan jiwa adalah setiap kegiatan untuk mewujudkan derajat kesehatan
yang optimal bagi setiap individu, keluarga, dan masyarakat dengan pendekatan
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang di selenggarakan secara menyeluruh,
terpadu, dan berkesinambungan oleh pemerintah yang dilaksanakan oleh dina
kesehatan. Setiap orang dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati
kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan, dan gangguan lain yang
dapat mengganggu Kesehatan Jiwa. Menjamin setiap orang dapat mengembangkan
berbagai potensi yang ada pada setiap individu terutama yang mengalami gangguan
kejiwaan.

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 tentang


Kesehatan Jiwa bahwa Negara menjamin setiap orang hidup sejahtera lahir dan batin
serta memperoleh pelayanan kesehatan yang merupakan amanat Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dengan belum optimalnya pelayanan kesehatan jiwa bagi setiap orang dan jaminan
hak orang dengan gangguan jiwa belum dapat diwujudkan dengan optimal, maka
pemerintahan melakukan upaya kesehatan jiwa secara maksimal agar pencapaian
program kesehatan jiwa dapat dicapai secara optimal.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tertangani kasus kesehatan jiwa pada pasien yang datang berobat ke
pelayanan kesehatan dasar
2. Tujuan Khusus
a. Mendeteksi secara dini kasus kesehatan jiwa yang datang ke pelayanan
kesehatan dasar
b. Menangani kasus kesehatan jiwa yang datang ke pelayanan kesehatan dasar
sesuai dengan kompetensi masing-masing tenaga kesehatan.
c. Melakukan rujukan pada saat yang tepat bila ditemukan kasus.

1
BAB II
GAMBARAN UMUM UPTD PUSKESMAS NAGARA
( ANALISA SITUASI )

A. Visi dan Misi


a. Visi
Masyarakat Nagara sehat yang mandiri dan berkeadilan
b. Misi
1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan termasuk
swasta di wilayah kerja Puskesmas Nagara
2. Melindungi kesehatan masyarakat denga menjamin terjadinya upaya
kesehatan paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan
3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya manusia
4. Menciptakan tata kelola Puskesmas yang baik
B. Gambaran Umum
Puskesmas Nagara merupakan salah satu dari 52 Puskesmas yanga da di
wilayah Kabupaten Astina. Berdasarkan letak geografisnya bPuskesmas Nagara berada
di wilayah Kecamatan Astina yang merupakan wilayah dataran rendah
1. Jumlah Desa
Secara administrative wilayah kerja Puskesmas Nagara terdiri dari 5 Desa, yaitu:
a. Desa Cisadap
b. Desa Nagara
c. Desa Nagararaya
d. Desa Sirawidan
e. Desa Naripan
Jumlah RT dan RW serta dusun di wilayah kerja Puskesmas Nagara dapat dilihat pada
table berikut:

2
Tabel 2.1
Luas Wilayah, Jumlah TD, RW dan Dusun,
Jarak dan Waktu ke Puskesmas Menurut Desa
Puskesmas Nagara
Tahun 2016

Luas Jumlah Waktu


NO Jarak ke
Desa Wilayah DUS Tempuh ke
RT RW Puskesmas
2
(KM ) UN Puskesmas
1 Cisadap 3,88 52 24 6 0,5 Km 5 Menit
2 Nagara 2,11 36 17 5 0,5 Km 5 Menit
3 Nagara Raya 1,9 43 10 4 0,5 Km 5 Menit
4 Sirawidan 2,99 35 9 3 1 Km 8 Menit
5 Naripan 2,05 24 11 3 1,5 Km 10 Menit
JUMLAH PUSKESMAS 13 190 70 21
Sumber: Pemerintah Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Nagara Tahun 2019
2. Luas Wilayah dan Batas Wilayah
a. Luas wilayah kerja Puskesmas Nagara sekirtar 12,93 Km2 dengan luas tanah
pesawahan 4,33 Km2, tanah kering 4,68 Km2 dan sisanya berupa tanah darat,
perbukitan.
b. Batas wilayah kerja Puskesmas Nagara adalah sebagai berikut:
1) Sebelah Utara berdbatasan dengan Wilayah Kerja Puskesmas Sadananya
2) Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Cibeureum Kabupaten
Suryalaya
3) Sebelah Barat berbatasan dengan Wilayah Kerja Puskesmas Mandalika
4) Sebelah Timur berbatasan dengan Wilayah Kerja Puskesmas Astina
3. Kondisi Daerah
Wilayah Kerja Puskesmas Nagara berada di wilayah Kecamatan Astina
yang merupakan pusat Kota Kabupaten Astina, terdiri atas 5 Desa yang kondisi
wiulayahnya merupakan daerah yang terdiri atas p[esawahan, dataran rendah dan
perbukitan, jarak tempuh ke Puskesmas Nagara adalah 1,5 Km yaitu dari Desa
Naripan yang bias dicapai dalam waktu 10 menit dengan kendaraan/disesuaikan
denga kondisi jalan.

3
C. Demografi
Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Nagara pada tahun 2019 adalah
sebanyak 34.248 jiwa. Dengan komposisi penduduk sebagai berikut:
Tabel 2.2
Jumlah Penduduk Jenis Kelamin DAN Kelompok Umur
Puskesmas Nagara
Tahun 2019

Jumlah Penduduk
Kelompok Umur
No Laki-laki+
(Tahun) Laki-Laki Perempuan
Perempuan
1 2 4 5 6
1 0-4 1.180 1.140 2.320
2 5-9 1.169 1.197 2.366
3 10-14 1.276 1.210 2.486
4 15-19 1.113 1.109 2.222
5 20-24 1.143 1.008 2.151
6 25-29 1.274 1.137 2.411
7 30-34 1.150 1.099 2.249
8 35-39 1.078 1.032 2.110
9 40-44 1.003 1.078 2.081
10 45-49 935 883 1.818
11 50-54 832 809 1.641
12 55-59 654 673 1.327
13 60-64 516 590 1.106
14 65-69 454 540 994
15 70-74 350 431 781
16 75+ 269 340 609
JUMLAH 14.396 14.276 28.672
Sumber Data: Pemerintah Desa di Wilayah Puskesmas Nagara Tahun 2019
Rasio jenis kelamin adalah perbandingan jumlah penduduk laki-laki per 10
penduduk perempuan. Data tentang rasio jenis kelamin berguna untuk pengembangan
perencanaan pembangunan berwaasan gender.
Menurut wilayah, rasio jenis kelamin penduduk di wilayah Kerja Puskesmas
Nagara tahun 2019 sebesar 101 yang artinya jumlah penduduk laki-laki satu persen
lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk prempuan. Nilai ini berarti bahwa setiap
100 perempuan terdapat 101 laki-laki. Rasio jenis kelamin terbesar terdapat di dewa
Naripan yaitu sebesar 106 yang terkecil terdapat di Desa Nagara. Rincian Data Rasio
Jenis Kelamin dapatdilihat pada Tabel 2.3 di bawah ini.

4
Tabel 2.3
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jensi Kelamin
Dengan Rasio Jenis Kelamin Menurut Desa
Puskesmas Handapherang
Tahun 2019

Jumlah Penduduk
No Desa Rasio Jenis Kelamin
Laki-Laki Perempuan
1 2 3 4 5
1 Cisadap 3.060 3.041 100,6
2 Nagara 3.451 3.505 98,5
3 Nagara Raya 3.140 3.123 100,5
4 Sirawidan 2.690 2.653 101,4
5 Naripan 2.082 1.954 106,6
Jumalah Puskesmas 14.423 14.276 101,0
Sumber Data: Pemerintah Desa di Wilayah Puskesmas Nagara Tahun 2019
Struktur Penduduk menurut jenis kelamin secara grafik dapat digambarkan
dalam bentuk Piramida Penduduk. Dasar Piramida Penduduk menunjukkan Jumlah
Penduduk. Badan Piramida Penduduk bagian kanan menjukkan jumlah penduduk
perempuan menurut kelompok umur. Piramida tersebut merupakan gambaran struktur
penduduk yang terdiri dariu struktur penduduk muda, dewasa dan tua. Struktur
penduduk ini menjadi dasar bagi kebijakan kependudukan, social, budaya dan
ekonomi.
Gambar 2.1 Menunjukkan bahwa struktur penduduk di wilayah Puskesmas
Nagara termasuk struktur penduduk muda. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya
jumlah penduduk usia muda (0-14 tahun). Badan Piramida membengkak menunjukkan
banyaknya penduduk usia kerja terutama usia 25-44 tahun.
Gambar 2.1
Piramida Penduduk
Di Wilayah Kerja Puskesmas Nagara
Tahun 2019
-269 340
70-74
-350 431
-454 540
-51660-64 590
-654 673
-832 50-54 809
-935 883
-1,003 40-44 1,078
-1,078 1,032
-1,150 30-34 1,099
-1,274 1,137
-1,143 20-24 1,008
-1,113 1,109
-1,276 10-14 1,210
-1,169 1,197
-1,180 0-4 1,140
-1,500 -1,000 -500 0 500 1,000 1,500

Laki-Laki Perempuan

Sumber Data: Pemerintah Desa di Wilayah Puskesmas Nagara Tahun 2019

5
Menurut wilayah kerja, dengan luas 12,93 Km2 maka tingkat kepadatan
penduduk pada tahun 2012 sebesar 2220 jiwa per Km2. Tingkat kepadatan yang
tinggi dapat terlihat pada Desa Nagararaya yaitu sebesar 3269 jiwa per Km2.
Dengan rata-rata jumlah jiwa per rumah tangga adalah sebesar 3,58 yang artinya
jumlah jiwa pada setiap rumah tangga adalah 3 sampai 4 orang. Jumlah penduduk
dan angka kepadatan penduduk per Desa tahun 2012 dapat dilihat pada Tabel 2.4.

Tabel 2.4
Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan
Penduduk Menurut Desa
Puskesmas Nagara
Tahun 2016

RATA-
KEPADATA
LUAS JUMLAH JUMLAH RATA
N N
DESA WILAYA PENDUDU RUMAH JIWA/
O PENDUDUK
H (Km2) K TANGGA RUMAH
Per Km2
TANGGA
1 2 3 4 5 6 7
1 CISADAP 3,88 6.101 1772 3,44 1572
2 NAGARA 2.11 6.956 2026 3,40 3262
3 NAGARARAYA 1,9 6.263 1802 3,48 3296
4 SIRAWIDAN 2,99 5.343 1696 3,15 1787
5 NARIPAN 2,05 4.036 1368 2,95 1969
JUMLAH PUSKESMAS 13 28.699 8664 3,31 2220
Sumber Data: Pemerintah Desa di Wilayah Puskesmas Nagara Tahun 2019

Berhubungan dengan persebaran penduduk secara geografis dari gambar 2.2


dapat diketahui tidak terlalu banyak ketimpangan persebaran penduduk antar Desa.
Pada gambar 2.2 Desa Nagara dengan luas wilayah geografis sebesar 16% terdapat
24% penduduk, Desa Nagararaya 15% terdapat 22% penduduk sdangkan Desa
Cisadap dengan luas wilayah geografis 30% terdapat penduduk 21%.
Indikator penting terkait distribusi penduduk menurut umur yang sering
digunakan untuk mengetahui produktivitas penduduk adalah rasio beban
ketergantungan atau Dependency Ratio. Rasio Rasio beban ketergantungan adalah
angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya orang tidak produktif
(umur di bawah 15 tahun dan 65 tahun ke atas) dengan banyaknya orang yang
termasuk umur produktif (umur 15-64 tahun). Secara kasar perbandingan angka
beban ketergantungan menunjukkan dinamika beban tanggungan umur nonproduktif
terhadap umur produktif. Semakin tinggi rasio beban tanggungan, semakin tinggi
pula jumlah penduduk nonproduktif yang ditanggung oleh penduduk umur
produktif.

Tabel 2.5
Jumlah Penduduk dan Angka Beban Ketergantungan

6
Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Usia Poduktif dan Non Produktif
Puskesmas Nagara
Tahun 2019

Laki-Laki dan
No Usia Laki-Laki Perempuan %
Perempuan
1 2 3 4 5 6
1 0-14 tahun 3.652 3.547 7.199 25,10%
2 15-64 tahun 9.698 9.418 19.116 66.6%
3 65 tahun ke atas 1.073 1.311 2.384 8,30%
Jumlah 14.423 14.276 28.699
Angka Beban
48,70% 51,60% 50,10%
Tanggungan
Sumber Data: Pemerintah Desa di Wilayah Puskesmas Nagara Tahun 2019

Komposisi penduduk Indonesia menurut kelompok umur yang ditunjukkan


oleh Tabel 2.5, menunjukkan bahwa penduduk yang berusia muda (0-14 tahun)
sebesar 25,1 %, yang berusia produktif (15-64 tahun) sebesar 66,6%, dan yang
berusia tua (≥65 tahun) sebesar 8,3%. Dengan demikian maka angka beban
tanggungan (Dependency Ratio) penduduk Indonesia pada tahun 2012 sebesar
50,1%. Hal ini berarti bahwa 100 orang Indonesia yang masih produktif akan
menanggung 50 orang yang belum atau sudah tidak produktif lagi. Apabila
dibandingkan dengan antar jenis kelamin, maka angka beban tanggungan yaitu
48,7%, untuk laki-laki dan 51,6% untuk perempuan. Gambar 2.3 menunjukkan
angka beban ketergantungan Desa Nagara adalah 50,1% Desa dengan presentasi
angka beban ketergantungan tertinggi adalah Desa Nagara (51,8%) dan Desa
Naripan 51,73% Presentasi angka beban ketergantungan yang terendah adalah Desa
Sirawidan (48,83%)

Gambar 2.3
Angka Beban Tanggungan Menurut Desa
Di Wilayah Kerja Puskesmas Nagara

PANYINGKIRAN

IMBANAGARARAYA

CISADAP

PAWINDAN

IMBANAGARA

47 48 49 50 51 52 53

Sumber Data: Pemerintah Desa di Wilayah Puskesmas Nagara Tahun 2019

7
BAB III
TUGAS DAN FUNGSI PROGRAM KESEHATAN JIWA

A. Tugas Pokok Program Kesehatan Jiwa


Petugas Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Nagara mempunyai tugas untuk :

1. Melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan Jiwa meliputi


pendataan / penemuan penderita gangguan jiwa
2. Melakukan rujukan penderita gangguan jiwa untuk penanganan lebih lanjut
3. Penyuluhan kesehatan jiwa dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan
prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
4. Mengevaluasi hasil kegiatan pelayanan kesehatan jiwa secara keselrhan.
5. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai
bahan informasi dan pertanggung jawaban terhadap program yang
dilaksankan.

B. Fungsi Program Kesehatan Jiwa


Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Petugas Program Kesehatan Jiwa
Puskesmas Nagara mempunyai fungsi yaitu sebagai berikut :
1. Penyusunan dan mengkoordinasika n perencanaan tahunan dan lima tahunan
Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Nagara.
2. Mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan Kesehatan Jiwa
di wilayah kerja puskesmas Nagara.
3. Mengelola dan mengembangkan Kesehatan Jiwa dengan cara komunikasi
informasi dan edukasi (KIE) yaitu :
a. Mampu mengenal masalah pada pasien jiwa
b. Mengambil keputusan untuk mengatasi masalah
c. Memberi pengertian kepada keluarga supaya merawat anggota keluarga yang
mengalami gangguan jiwa, dengan mendukung pemulihan pasien dan
memanfaatkan kesehattan jiwa yang ada.

C. Gambaran Khusus Program Kesehatan Jiwa

8
Daftar Penderita Pasien Jiwa Puskesmas Nagara
Tahun 2019

JENIS UMUR
NO NAMA ALAMAT
KELAMIN (TAHUN)
1 Dudi Supriadi L 47 Cibodas
2 Asep Ridwan L 22 Cisadap
3 Maman L 47 Cisadap
4 Yuyu Wahyu L 49 Cisadap
5 Ade Suryadi L 46 Cisadap
6 Tia P 38 Cisadap
7 Wati P 16 Cisadap
8 Ningsih P 45 Banagara
9 Didi L 45 Banagara
10 Trisnawan L 36 Banagara
11 Iwan Ridwan L 36 Banagara
12 Ani P 32 Banagara
13 Nani Sumarni P 40 Banagara
14 Dede K L 25 Banagara
15 Saeful Rizal L 35 Banagara
16 Nendah P 58 Banagara
17 Marni P 45 Banagara
18 Engko L 60 Banagara
19 Tarmedi L 63 Banagara
20 Erah Suherah P 33 Banagara
21 Andre Nugraha L 39 Banagara
22 Desi P 30 Banagara
23 Lilis Lisnawati P 44 Banagara
24 Heni P 37 Banagara Raya
25 Dodi L 47 Banagara Raya
26 Dadang Sunandar L 31 Banagara Raya
27 Dudi Irawan L 36 Banagara Raya
28 Rosita P 25 Banagara Raya
29 Ipan L 36 Banagara Raya
30 Lusi Nurmina P 32 Banagara Raya
31 Sandi Setiadi L 32 Banagara Raya
32 Hafid l 78 Banagara Raya

9
33 Asep Abdul Holik L 32 Banagara Raya
34 Wiwi Yuliani P 26 Banagara Raya
35 Budi Mulya L 21 Banagara Raya
36 Engkus L 44 Banagara Raya
37 Dadang Ginanjar L 25 Banagara Raya
38 Jenah P 65 Banagara Raya
39 Tiana P 41 Banagara Raya
40 Ivan L 33 Banagara Raya
41 Didin Rosikin L 36 Banagara Raya
42 Agus Permana L 56 Banagara Raya
43 Maman Setiawan L 59 Banagara Raya
44 Iwan Karman L 21 Banagara Raya
45 Enung Hasanah P 45 Sirawidan
46 Eni Roraeni P 25 Sirawidan
47 Kiki Ruhiyat L 32 Sirawidan
48 Pian L 25 Sirawidan
49 Rahmat Hidayat L 21 Sirawidan
50 Susi P 31 Sirawidan
51 Jenal L 27 Sirawidan
52 Widi P 16 Sirawidan
53 Ruhiyat L 36 Naripan
54 Ijul L 22 Naripan
55 Sandi l 22 Naripan
56 Karman L 38 Naripan
57 Solihin L 49 Naripan
58 Gia Oktaviani P 16 Naripan
59 Riki Guntara L 21 Naripan
60 Jajat S. L 37 Naripan
61 Bahtiar L 23 Luar Daerah
62 Rosanah P 32 Luar Daerah

10
BAB IV
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Indikator Keberhasilan Program


Pelaksanaan kegiatan Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas Nagara menitik
beratkan pada pelaksanaan upaya kesehatan yang bersifat promotif, preventif memiliki
beberapa indikator yang dapat dijadikan sebagai ukuran keberhasilan pelaksanaan
program tersebut antara lain yaitu:
NO KEGIATAN PENCAPAIAN

1. Sweeping penemuan kasus jiwa 100%

2. Diteksi dini kasus jiwa 100%

3. Pemberian obat pada pasien jiwa 100%

4. Kunjungan Rumah 100%

B. Cakupan Program

Cakupan hasil pelaksanaan kegiatan tahun 2019 di puskesmas Nagara apabila


dilihat dari hasil cakupan Penilaian Kinerja Puskesmas ( PKP ) sebagaimana yang
terdapat dalam tabel berikut:

No Pencapaian (H)
Jenis
Satuan Target (T) Puskesmas &
Kegiatan
Jaringan
Sweeping
1. penemuan Kelompok 100% 82,2%
kasus jiwa
Diteksi dini
2. Kasus 100% 82,2%
kasus jiwa
Pemberian
3. obat pada Rujukan 100% 82,2%
pasien jiwa
Kunjungan
4. Pasien 100% 82,2%
Rumah

11
C. Capaian Program
Dengan melihat indikator keberhasilan program diatas bila dibandingkan
dengan target indikator keberhasilan adalah sebagai berikut :
NO KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN KESENJANGAN

Sweeping penemuan
1. 100% 82.2% 17,8%
kasus jiwa

2. Diteksi dini kasus jiwa 100% 82.2% 17,8%

Pemberian obat pada


3. 100% 82.2% 17,8%
pasien jiwa

4. Kunjungan Rumah 100% 82.2% 17,8%

12
BAB V
IDENTIFIKASI MASALAH

A. Identifikasi Masalah
Masalah adalah kesenjangan antara target yang diharapkan pada Indikator
Penilaian Kinerja Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Astina Tahun 2019 dengan
kenyataan capaian program Kesehatan Jiwa Puskesmas Nagara yang telah
dilaksanakan. Untuk mengetahui kegiatan yang menjadi masalah maka dilakukan
identifikasi masalah, yaitu dapat pada tabel berikut :
MASALAH 1 MASALAH 2

KRITERIA Deteksi dini dan Pemberdayaan


penanganan kasus kelompok masyarakat
jiwa

Urgensi

Seriousness

Growth

TOTAL

B. Rumusan Masalah
Kurangnya peran serta keluarga dalam penanganan pasien gangguan jiwa
yang tertangani yaitu 0% di wilayah Puskesmas Nagara pada Tahun 2019. Maka untuk
itu di perlukan penanganan yang lebih serius penanganan pasien dengan gangguan
jiwa pada tahun 2019 untuk pencapaian program kesehatan jiwa.

13
BAB VI
ANALISA PENYEBAB MASALAH

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan selama tahun 2019 dapat dianalisa penyebab
masalah yang terjadi pada Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Nagara yaitu sebagai
berikut :
A. Kegiatan Penyuluhan Kelompok Potensial
Penyebab masalah tersebut terjadi karena :
1. Kurangnya alokasi dana kegiatan;
2. Kurangnya koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam upaya pelaksanaan
penyuluhan pada kelompok potensial.
B. Pemberdayaan Masyarakat
Penyebab masalah tersebut terjadi karena :
1. Rendahnya peran serta keluarga di dalam penanganan pasien jiwa di wilayah
Puskesmas Nagara pada Tahun 2019
2. Kurangnya partisipasi aktif masyarakat terhadap program yang ada di Desa

14
BAB VII
PRIORITAS MASALAH DAN PEMECAHANNYA

A. Prioritas Masalah
Mengingat adanya keterbatasan kemampuan dalam mengatasi masalah, ketidak
tersediaan teknologi yang memadai atau adanya keterkaitan satu masalah dengan
masalah lainnya, maka perlu dipilih masalah prioritas Program Kesehatan Jiwa di
Puskesmas Nagara. Untuk menentukan prioritas masalah, maka Petugas Program
Kesehatan Jiwa menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Hasil
analisa dan masukan dari lintas program atau lintas sektor terkait sangat membantu
dalam proses penentuan prioritas masalah.
Hasil penentuan prioritas masalah Program Kesehatan Jiwa dengan
menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) ini hasilnya dapat dilihat
pada tabel berikut ini :
NO PRIORITAS PENYEBAB ALTERNATIF PEMECAHAN
MASALAH MASALAH PEMECAHAN MASALAH
MASALAH TERPILIH

1 Rendahnya peran 1. Minimnya 1. Penambahan Pengadaan


serta keluarga di dana untuk dana untuk tambahan dana
dalam sosialisasi dan sosialisasi dan untuk
penanganan pelatihan kader penyuluhan. sosialisasi dan
pasien jiwa di 2. Terbatasnya 2. Partisipasi kader pelatihan
wilayah waktu petugas dan bidan dan kader.
Puskesmas untuk aparat desa di
Nagara pada sosialisasi dan setiap wilayah
Tahun 2017 penyuluhan desa
3. Kurangnya 3. Pengadaan
pengetahuan media
keluarga penyuluhan
tentang
penyakit jiwa

15
B. Pemecahan Masalah
Untuk menetapkan cara pemecahan masalah dapat dilakukan kesepakatan di
antara tim manajemen Puskesmas Legung dengan didahului brainstorming (curah
pendapat) menggunakan tabel Alternatif Pemecahan Masalah, yaitu sebagai berikut:

PEMECAHAN PEMECAHAN PEMECAHAN


MASALAH 1 MASALAH 2 MASALAH 3

KRITERIA Penambahan dana Pengadaan Partisipasi kader


untuk sosialisasi tambahan dana dan bidan
dan penyuluhan untuk sosialisasi wilayah
dan pelatihan
kader
Urgensi

Seriosnes

Growth

Total

16
C. Hambatan dan Pemecahan Masalah

Program Upaya Kesehatan Jiwa


Penyebab Masalah Rendahnya Penanganan Pasien Gangguan Jiwa Tahun 2019

LINGKUNGAN ALAT METODE Kurangnya


Sosialisasi
media Kurangnya gangguan
penyuluhan Penyuluhan jiwa
terhadap
yg sesuai
keluarga dan
masyarakat kurang
adanya Kurangnya peran
Penyuluhan serta keluarga
terhadap dalam
kader jiwa penanganan
pasien gangguan
jiwa di wilayah
Minimnya dana untuk Kurangnya partsipasi Dokter setempat Puskesmas
penanganan pasien masyarakat untuk Nagara pada
gangguan jiwa Belum mengikuti Tahun 2017
melaporkan kasus jiwa
pelatihan tentang
ke petugas kesehatn
penanganan kasus jiwa

MATERIAL MANUSIA

17
BAB VIII
PENYUSUNAN RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK)

Biaya Waktu 2018


No Kegiatan Tujuan Pelaksana Lokasi Sasaran Target Logistik
(Rp) J F M A M J J A S O N D
1 Deteksi dini Untuk mengetahui  Petuga Desa 5 Desa 100% BOK Transpor
berapa jiw yang s t
terkena ODGJ Keseh
untuk mempercepat atan
kesembuhan Jiwa
 Dokter

2 Pelacakan ODGJ Untuk  Petuga Desa 5 desa 100% BOK Transpor


menanggulangi s t
kasus ODGJ Keseh
atan
Jiwa

3 Melakukan Untuk memberikan  Petuga Desa 5 Desa 100% BOK Transpor


penyuluhan kepada pemahaman kepada s t
keluarga ODGJ keluarga penderita Keseh
ODGJ atan
Jiwa

4 Kunjungan rumah Pemantauan Pos OP  Petuga Desa 5 Desa 100% BOK Transpor
apasien ODGJ s t
Keseh
atan
Jiwa

18
BAB IX
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Masalah pada Program Upaya Kesehatan Jiwa adalah kurangnya peran serta
keluarga dalam penanganan pasien Jiwa yang tertangani di wilayah Puskesmas Nagara
pada Tahun 2019.

B. Saran
Meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan lintas sektor yang ada di
wilayah Puskesmas Nagara untuk kelancaran kegiatan yang akan dilaksanakan di Tahun
2020.

Nagara, 31 Desember 2019


Mengetahui
Kepala UPTS Puskesmas Nagara Pelaksana Program Kesehatan Indra
Kabupaten Astina UPTD Puskesmas Nagara

ALINEA STINA, SKM, MM Hj. SAGARA STINA, S.Kep.NERS


NIP. 19780512 200604 2 011 NIP. 196520081 880303 2 001

19