LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK Percobaan-07 UJI TRITERPEN DAN STEROID

Disusun oleh Nama NIM Tangggal Percobaan Tanggal Pengumpulan Nama Asisten NIM : Adinda Gita Priyantika : 10409024 : 11 November 2010 : 25 November 2010 : Nila Tania Berghuis : 20509041

PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2010

Empat cincin tersebut terdiri dari 3 cincin sikloheksana dan 1 cincin siklopentana. Saponin di kelompokkan sebagai gliko sida amfifatik. uji saponin dan analisis KLT triterpen II. Gambar struktur steroid Saponin merupakan suatu kelas senyawa kimia yang juga merupakan metabolit sekunder yang ditemukan pada sumber alam dan sangat banyak terkandung pada tanaman. Triterpenoid adalah senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari   berasal dari enam satuan isoprena dan secara biosintesis diturunkan dari C 3 asiklik yaitu skualena. biasanya memiliki titik leleh tinggi.I. Inti sterane dari steroid terdiri dari 17 karbon yang terikat dalam bentuk 4 cincin yang menyatu. yaitu:Triterpena sebenarnya. Sifat fisiknya tanpa warna. -5 Klasifikasi terpenoid ditentukan oleh C-5 tersebut. TUJUAN PERC BAAN a. aldehida atau asam karboksilat. Triterpenoid dapat digolongkan menjadi empat senyawa. Kolesterol. saponin dan glikosida jantung. berbentuk kristal. optis aktif. M t an ada tidaknya kandungan t it n dan st id pada ekst ak daun pepaya (Carica papaya L) melalui uji Liebermann-Burchard. Sebagian besar terpenoid mempunyai kerangka karbon yang dibangun oleh dua atau lebih unit C yang disebut isopren. sterol dan estradiol merupakan contoh dari steroid. Senyawa ini berstruktur siklik nisbi yang rumit dan kebanyakan merupakan alkohol. Steroid adalah senyawa organik yang pada strukturnya terdapat pengaturan spesifik empat cincin y ng a menyatu.sukar dicirikan karena tidak ada kereaktifan kimianya. TEORI DASAR Terpenoid merupakan senyawa organik metabolit sekunder tanaman yang mempunyai bau dan dapat diisolasi dari dari bahan nabati dengan penyulingan yang disebut minyak atsiri. steroid. .

uji saponin dan uji KLT triterpen. Triterpenoid dan turunannya memiliki banyak kegunaan. Uji tersebut adalah uji Liebermann-burchard. Untuk mengetahui kandungan triterpenoid dan senyawa turunannya pada dilakukan uji Libermann-Burchard. PEMBAHASAN Percobaan kali ini bertujuan mengui adanya kandungan senyawa yang termasuk triterpen dan steroid dalam daun pepaya. DATA PENGAMATAN Uji Liebermann-Burchard : +2 Terjadi pembentukan kompleks Uji Saponin : +1 Terbentuk sedikit busa (0.5 cm) Uji KLT Triterpen : Terdapat enam senyawa dengan kepolaran berbeda IV. Sementara steroid ber ungsi banyak sebagai hormon. Ekstrak dari daun pepaya diuji dengan berbagai uji. Terdapat banyak senyawa triterpenoid yang digunakan sebagai obat anti-kanker.Secara struktur saponin memiliki komposisi satu atau lebih glikosida hidro ilik yang dikombinasikan dengan turunan triterpen lipo ilik. PENGOLAHAN DATA R Uji KLT Triterpen: R 1 =           V. . III. uji saponin . obat anti in lamasi dan lain-lain.

jika dilarutkan dalam larutan air akan timbul busa. Salah satu si at saponin yang digunakan untuk identi ikasinya adalah. Uji didasarkan dari terbentuknya warna (dari pink ke biru hingga hijau). Warna dihasilkan dari reaksi dengan anhidrida asetat dan asam sul ur terkonsentrasi. Pada ekstrak yang terbentuk terdapat endapan di bawahnya dan larutan berwarna hijau Uji Liebermann-Burchard menunjukkan hasil +2. Ekstrak dilarutkan dalam eter karena golongan senyawa ini paling larut baik didalam pelarut ini dan yang paling prinsipil adalah tidak mengandung molekul air.5 cm dan timbul setelah dikocok cukup keras dan lama. Jika dalam larutan uji terdapat molekul air maka asam asetat anhidrat akan berubah menjadi asam asetat sebelum reaksi berjalan dan turunan asetil tidak akan terbentuk. Sementara asa diamnya adalah silika gel. Sebelum dilakukan uji. Pada uji KLT terdapat enam noda dengan warna yang berbeda. Bubuk dilarutkan dalam ethanol lalu dipanaskan. Oleh karena itu dengan adanya busa hasil reaksi ekstrak dengan air dapat disimpulkan bahwa pada ekstrak daun pepaya terdapat senyawa saponin. semakin mendaekati garis awal senyawa semakin . Pada uji KLT triterpen ekstrak dilarutkan dalam diklorometana. Busa yang timbul sekitar 0. saponin dan steroid diekstraksi dari daun pepaya.dan uji KLT triterpen. kandungan triterpen. Asam asetat anhidrat yang merupakan salah satu pereaksi pada uji ini membentuk turunan asetil dari steroid yang akan membentuk turunan asetil didalam kloro orm setelah. Noda paling atas merupakan senyawa yang paling non-polar dari daun pepaya. Langkah tersebut dimaksudkan untuk melarutkan senyawa organik pada daun dang menguapkan senyawa-senyawa anorganik. Bagian yang terlarut akan digunakan untuk uji Lieberman-Burchard sementara ekstrak yang tidak larut digunakan untuk uji saponin. Fasa gerak yang digunakan pada uji KLT adalah eluen heksan:etil asetat (7: ). Warna dihasilkan dari reaksi gugus hidroksi pada steroid dengan reagen dan meningkatkan tingkat tidak terlarut pada cincin yang bersebelahan. Hasil untuk uji saponin merupakan +1. Setelah itu hasil pengeringan dilarutkan dalam eter. Uji LiebermannBurchard adalah uji yang ditujukan untuk mengetahui kandungan steroid yang tidak terlarut dan triterpen. Setelah ekstrak yang tidak larut dalam eter dilarutkan dalam air terbentuk sedikit busa.

3-1.Karposid .polar.Pseudokarpain 100 ppm Diantara senyawa-senyawa di atas. Oleh karena itu senyawa -senyawa di atas kemungkinan adalah triterpenoid. Daun pepaya mengandung banyak senyawa. Struktur Beta-Karoten VI. Beta carotene merupakan senyawa terpenoid dan pigmen warna merah -jingga. Senyawa -senyawa yang terkandung di dalamnya antara lain : . karpaina dan pseudokarpaina. KESIMPULAN Pada daun pepaya terdapat 6 senyawa yang termasuk golongan triterpen beserta turunannya yaitu steroid dan saponin berdasarkan hasil uji positif untuk seluruh tes triterpenoid yang dilakukan .Dehidrokarpain 1 ppm . Senyawa-senyawa triterpenoid. Beta-Carotene merupakan golongan terpenoid. Beta carotene banyak terdapat pada tanaman dan merupakan prekursor untuk vitamin A.5 ppm . Beta karoten dalah karoten dengan struktur cincin beta di kedua ujungnya dan merupakan bentuk karoten yang paling sering ada di alam.Alkaloid 1. steroid dan saponin merupakan hasil dari metabolit sekunder tanaman. Hal tersebut dikarenakan eluen yang digunakan merupakan eluen non -polar sementara fasa diam yang digunakan polar.Beta-Carotene 10-123 ppm . steroid dan saponin yang terdeteksi dari ujiuji yang telah dilakukan.Flavonol 2 ppm .Karpain 1-1. alkaloid.5 ppm . Sementara hasil-hasil metabolit sekunder dari daun pepaya adalah flavonol yang merupakan golongan flavonoid.

Aktivit s Anti-K nke d n Induksi A o tosis F ksi ¡ ¢ ¡ ¤ ¢ ¡ ¢ ¢ ¥¢ ¤ ¤ ¢£ ¡¢ ¢ ¢ ¥¢ ¤ ¢¡ ¤ ¤ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¢ ¤ ¢ Klo o fo m D un Pe ¢ ¡ ¢ ¡ (C i L) Te h d Kultu K nke Sel Mielom . Diunduh tanggal 19 November Anonim 4. Diunduh tanggal 19 November ¢ ¥¢ ¤ ¤ ¢£ ¡¢ ¢ ¡¢ £¡ ¢ ¡ Anonim 2.gov. Diunduh tanggal 19 November 2010 . Bet C otene. 2006.VII. DAFTAR PUSTAKA Anonim 1. Diunduh tanggal 19 November Sukardiman et al.wikipedia. 2010.edu. C i November L. www. www. Liebe m nn Bu h d test.ansci. www. www.nclbih.org. Uji S onin. www.cornell.highbeam.ars-grin.com. Diunduh tanggal 19 Anonim .gov/duke/.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful