Etika merupakan topik yang menyita banyak perhatian dalam masyarakat sekarang ini.

Perhatian ini merupakan indikasi arti penting perilaku beretika di masyarakat dan beberapa catatan penting tentang perilaku tidak beretika. Perilaku beretika merupakan tulang punggung praktik akuntansi public dan harus ditanggapi secara serius oleh mahasiswa akutansi. Dalam makalah ini membahas beberapa studi. Dimulai dari defenisi dan pembahasan mengenai etika untuk semua tingkat, pembahasan mengenai dilemma etika dan bagaimana pendekatannya, dan diakhiri dengan pembahasan mengenai etika prfesi akuntan dengan perhatian tertentu pada Kode Etik Akuntan Indonesia yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Sepanjang belum diatur dalam Kode etik Akuntan Indonesia, akan dibahas kode perilaku yang berlaku bagi anggota AICPA. II. ISI 1. Pengertian Etika

Etika secara umum didefenisikan sebagai perangkat prinsip moral atau nilai. Contoh perangkat prinsip yang dibangun oleh Josepshon Institute for the Advancement of Ethics di Amerika Serikat yang merupakan badan usaha nirlaba yang menyusun kode etik professional dalam bidang pemerintahan, hukum, kesehatan, bisnis, akuntansi, dan juranalistik, disajikan sebagai berikut :
• • • • • • • • • •

Kejujuran. Integritas Mematuhi janji Loyalitas Keadilan Kepedulian kepada orang lain Menghargai orang lain Menjadi warga yang bertanggung jawab Mencapai yang erbaik Ketanggugugatan 1. Kebutuhan akan Etika

dan menceritakan keberuntungannya kapada sanak saudaranya. Standar etika seseorang berbeda dari masyarakat umum Contoh manakala seseorang menipu dalam pelaporan pajaknya. Seseorang memilih bertindak semaunya Contoh. Norma perilaku A barangkali berbeda dengan masyarakat umumnya. kaan terjadi konflik nilai beretika yang sulit dipecahkan. Mungkin saja B melanggar standar etikanya sendiri.-. ia memperlakukan orang lain secara tidak baik. 2. Dia berindak mementingkn dirinya sendiri. berbohong dalam lamaran pekerjaanya. Dia memabawa tas tersebut dan mengambil uangnya. Mengapa Orang Bertindak Tidak Beretika Terdapat dua alasan utama mengapa orang bertindak tidak beretika : 1. Jika orang lain memutuskan perlaku seperti itu adalah beretika dapat diterima. atau mempunyai kinerja dibawah kemampuannya.Kebutuhan akan etika dalam masyarakat cukup penting sehingga banyak diantara nilai-nilai etika yang dimasukkan dalam undang-undang. seseorang bernama A menemukan sebuah tas koper di bandara yang berisi surat-surat penting dan uang Rp. Dia tidak mengatakan hal terebut kepada siapapun dan menmghabiskan unag itu sendiri. tetapi dia pikir uang itu terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. 2. Sebagai contoh. Dia mengambil uangnya tetapi membuang tas kopernya.000. Etika dalam Berbisnis . hukum tentang mengendarai mobil dalam keadaan mabuk sebenarnya berkaitan dengan tanggung jawab anggota masyarakat terhadap orang lain. sebagian dari kita menganggap itu sebagai sesuatu yang tidak beretika. 2. 2.000. Orang lain bernama B juga menghadapi situasi yang sama tetapi mempunyai rekasi berbeda.

Memecahkan Dilema Etika Ada beberpa alternative pemecahan dilema etika. Dilema Etika Dilemma etika adalah situasi yang diahadapi seseprang dimana kepitisan mengenai perilaku yang pantas harus dibuat. Memutuskan apakah akan menegur supervisor yang telah lebih saji secara material nilai pendapatan departemen untuk mendapatkan bonus yang lebih besar meruapakan dilemma etika sulit. Berikut ini adalah metode rasionalisasi yang biasanya digunakan bagi perilaku tidak beretika : . Auditor. • • • • Apakah ini merupakan kebenaran (truth) ? Apakah itu adil untuk semua pihak yang berkepentingan ? Akanakah itu menambah goodwill dan berhubungan yang lebih baik ? Akankah itu menguntungkan semua pihak yang berkepentingan ? 2. akuntan dan kalangan bisnis lainnya menghadapi banyak dilemma etika dalam karier bisnis mereka. 1. tetapi harus berhati hati untuk menghindari cara yang merupakan rasionalisasi perilaku tidak beretika. Rotary International mengembangkan kode etik yang masih digunakan jutaan kalangan bisnis. ditahun 1930. Bernegosiasi dengan klien yang mengancam untuk mencari auditor baru kalau perusahaanya tidak memperoleh pendapat wajar tanpa pengecualian.Keputusan manajemen untuk mengoperasikan bisnisnya secara beretika bukanlah folosofi bisnis uang baru. jelas merupakan dilemma etika karena pendapat seperti itu belum memuaskannya. Sebagai contoh. Melanjutkan bergabung di perusahaan yang melecehkan dan memperlakukan pegawai dan pelanggan secra tidak jujur merupakan dilemma moral. Kode etik itu menggunakan empat pertanyaan yang disebut Empat Cara Uji atas perilaku beretika dari setiap masalah etika bisnis. khususnya apabila orang itu memiliki sanak saudaranya yang mendukung dan lagi pasaran kerja cukup ketat.

seseorang akan memberikan hukuman (konsekuensi) pada temuan tersebut. Putuskan tindakan yang tepat. Umumnya. Kebutuhan Khusus Berperilaku Beretika dalam Profesi Alasan yang mendasari diperlukannya perilaku professional yang tinngi pada setiap profesi adalah kebutuhan akan kepercayaan public terhdap kualitas jasa yang diberikan profesi. maka itu beretika. Identifikasikan konsekuensi yang mungkin timbul dari setiap alternative. penigkatan persaingan membuat para akuntan public dan profesi lain menjadi lebh sulit untuk berperilaku secara professional. Identifikasikan issue-isue etika dari fakta-fakta yang ada 3. Argumentasi yang mendukung penyalahgunaan pajak atau menjual produk rusak biasanya didasarkan pada rasionalisasi bahwa semua orang melakukan hal yang sama. Bagi akuntan public. Dengan filosofi ini. Filosogi ini bergantung pada evaluasi hasil temuan seseorang. 2. tidak ada kewajiban menuntut kerugian yang telah dilakukan seseorang.• Semua orang melakukannya. 2. 4. Meningkatnya . • Kemungkinan ketahuan dan konsekuensinya. Tentukan siapa dan bagaimana orang atau kelompok yang dipengaruhi oleh dilemma. Dapatkan fakta-fakta yang relevan. Menggunakan argumentasi bahwa semua perilaku legal adalah beretika sangat berhubungan dengan ketepatan hokum. Identifikasikan alternative yang tersedia bagi orang yang harus memcahkan dilemma. penting untuk meyakinkan klien dan pemakai laporan keuangan akan kualitas audit dan jasa lainnya. oleh karena itu dapat diterima. • Jika itu legal. terlepas dari yang dilakukan secara perorangan. 6. Pendekatan enam langkah berikut ini merupakan pendekatan sederhana untuk memecahkan dilemma etika : 1. Ditahun-tahun terakhir. 5.

Karena hal ini banyak kantor akuntan telah menetapkan falsafah dan praktik yang sering disebut sebagai praktik bisnis yang disempurnakan. manajemen kantor yang lebih baik. biasanya ditugaskan dan dibayar oleh klien dan bertanggungjawab untuk membela klien. Interprestasi : interprestasi peraturan perilaku. tetapi yang mengambil manfaat dari audit itu adalah para pemakai laporan. Peraturan perilaku : standar minimum perilaku etis yang ditetapkan sebagai peraturan khusus. tetapi lebih sering mengadakan pertemuan dan hubungan yang berkesinambungan dengan klien. Hal ini meliputi penyempurnaan seperti penyempurnaan praktik penerimaan tenaga kerja dan personalia. 2. dan iklan yang lebih efektif serta metode peningkatan lainnya. tetapi para praktisi harus memahaminya. Merupakan suatu keharusan. 2. Pengacara misalnya. Tidak merupakan keharusan. Perbedaan antara kantor Akuntan Publik dan Profesional Lainnya KAP mempunyai hubungan yang berbeda dengan pemakai laporan keunagan dibandingkan dengan hubungan prfesional lain dengan pamakai jasanya.1 Prinsip – Prinsip Etika . Kode Perilaku Akuntan Indonesia • Prinsip-prinsip : standar ideal dari perilaku etis yang dapat dicapai dalam terminology filosofi. KAP ditugaskan dan dibayar oleh perusahaan yang mengeluarakan laporan keuangan.persaingan membuat banya kantor akuntan lebih berkepentingan untuk mempertahankan klien dan laba yang besar.Cara profesi dan masyarakat mempengaruhi akuntan piblik untuk berperilaku secara terhormat. Ketepatan Etika : penjelasan dan jawaban yang diterbitkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan peraturan perilaku yang diajukan oleh para praktisi dan lainnya yang tertarik pada persyaratan etika.6. tetapi para praktisi harus memahaminya. Tidak merupakan keharusan. • • • 2.

kecuali kalau dinyatakan secara . integritas.1. kepentingan masyarakat.6.6. 2. Pernyataan Etika Profesi. Pada saat praktisi akuntan berperilaku pada tingkat minimum dalam gambar ini berarti perilakunya tidak memuaskan. 5. 4. 3. baik anggota tersebut berpraktik sebagai akuntan public atau tudak. tanggung jawab.2 Kode Etik Akuntan Indonesia Perbedaan antara standar perilaku yang ditetapkan menurut prinsip-prinsip dan yang ditetapkan oleh kode etik ditunjukkan dalam gambar. lingkup dan sifat jasa.3 Pemberlakuan Kode Perilaku Ketentuan perilaku dalam Kode Perilaku Akuntan Indonesia yang termuat dalam Kode Etik Akuntan Indonesia. Interprastasi Pernyataan Etika profesi berlaku bagi semua anggota IAI untuk semua jasa yang diberikan. 6. keseksamaan. Perilaku ideal para praktisi prinsip-prinsip Peraturan perilaku Tingkat minimum perilaku sub standar para praktisi perilaku 2. Profesi ini telah menetapkan standar yang cukup tinggi sehingga perilaku yang minimum akan memuaskan. 2. objektivitas dan indenpedensi.

sampai garis kedua. Akuntan public harus tidak memegang peranana sebagai pegawai atau manajemen yang menjalankan operasi perusahaan.1 melarang akuntan public untuk memiliki kepentingan keuangan langsung atau tidak langsung dengan klien.khusus di dalamnya. Butir (1) Pasal tersebut adalah mengenai independensi. tanpa tergantung efek sebenarnya dari kepentingan itu.4 Hubungan Keuangan dengan Klien Pernyataan No. Misalnya. Akuntan publk juga dilarang memiliki saham perusahaan klien auditnya karena akan mengganggu indepedensi dan pasti akan mem[engaruhi persepsi pemakai terhadap indepedensi auditor. akan dinyatakan secara khusus seperti pada Pasal 6 Kode Etik Akuntan Indonesia. Hubungan keuangan tidak langsung mencakup kepentingan keuangan oleh suami. Integritas dan Objektivitas Kode Etik Akuntan Indonesia pasal 1 ayat 2 menyebutkan bahwa “ Setiap anggota harus mempertahankan integritas dan objektivitas dalam melaksanakan tugasnya”. 2. 3. Secara . 2. istri. saudara sedarah/semenda dari akuntan public yang bersangkutan. Ia harus bebas dari semua kepentingan yang bisa dipandang tidak sesuai dengan integritas maupu obyektifitasnya. dalam pemeriksaaan atas laporan keuangan yang disiapkan dari catatan dan buku klien yang sebagian atau seluruhnya dibuat oleh akuntan public. yang berbunyi : Jika terlibat dalam profesi akuntan public. Klien harus menerima tanggung jawab penuh atas laporan keuangan tersebut. bila peraturan ditetapkan terbatas bagi anggota dalam praktik akuntan public.6.5 Jasa Pembukuan dan Audit untuk Klien yang Sama Terdapat tiga persyaratan penting yang harus dipenuhi auditor sebelum diterima melaksanakan jasa pembukuan dan audit bagi klie : 1. 2. setiap anggota : (!) Harus mempertahankan sikap independent.6. 2.

(b) Jika seorang anggota mempekerjakan staf dan hali lainnya untuk pelaksanakan tugas profesionalnya. Misalkna seorang akuntan public sedang menyiapkan SPT untuk sebuah klien. (2) Setiap anggota harus meningkatkan kecakapan professionalnya. (a) Seorang anggota harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar teknis dan professional yang relevan. agar mampu memberikan manfaat optimum dalam pelakasnaan tugasnya. Pasal 2 dan Pasal 3 yang berbunyi sebagai berikut : 1. Ia juga berkewajiban untuk bertindak sesuai dengan kode etik. keterikatan akuntan pada kode etik. Objektifitas berarti tidak memihak dalam melaksanakan smua jasa. dan sebagai penasehat klien.lebih khusus untuk profesi akuntan public. dengan sejumlah pendukung tetapi karena dapat diterima seorang akutan public menjadi pensehat klien untuk perpajakan dan jasa manajemen. 2 tentang Kecakapan Etka Profesional dinyatakan: . Dalam Pernyataan Etika Profesi No. (3) Setiap anggota harus menolak setiap penugasan yang tidak akan dapat diselesaikannya. Kode Etik Akuntan Indonesia pasal 6 ayat 1 menyebutkan bahwa seorang akuntan public harus mempertahankan sikap independent. jika ia memilih ahli lain untuk memberi saran atau bila merekomendasikan ahli lain itu kepada kliennya. Dan ia tetap bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut secara keseluruhan. Standar-Standar Teknis Di Indonesia terdapat aturan dalam Bab II : Kecakapan Profesional. ia harus menjelaskan kepada mereka. menganjurkan klien itu untuk mengadakan pengurangan pada SPTnya yang menurutnya sah. 2.

Semua anggota harus tekun dalam melaksanakan tanggung jawab terhadap klien. 3. 5. Seorang anggota dalam praktik public tidak dibenarkan mengungkapkan semua informasi rahasia klien tanpa ijin khusus dari klien.Anggota harus memperhatikan standar teknik profesi dan etika dan berupaya terus untuk menigkatkan kemampuan. 1. • • Kewajiban sehubungan dengan standar teknis. Para anggota seuatu lembaga penyelidik yang diakui atau lembaga disiplin dan peninkau praktik professional tidak diperkenankan menggunakan untuk kepentingannya sendiri atau mengungkapkan semua informasi rahsia klien anggota yang menarik perhatiannya dalam melaksanakan tanggungjawab resminya. dan masyarakat. Kecakapan mengaharapkan anggota melaksanakan tanggung jawab profrsional dengan kecakapan dan ketekunan. 4. . pekerjaan. 2. Pengecualian dari Kerahasiaan Terdapat empat pengecualian terhadap persyaratan informasi rahasia klien. 2. Kemampuan adalah suatu pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pengertian dan pengetahuan yang dapat memungkinkan anggota memberikan pelayanan dengan cakap dan baik. kualitas pelayanan dan pelaksanaan tanggung jawab profesioal untuk mendapatkan kemampuan anggota yang baik. Kecakapan Profesional meminta anggota merencanakan dan mangawasi dengan cukup aktivitas professional untuk pertanggungjawaban mereka. Kerahasiaan Peraturan 301 – Informasi Rahasia Klien. Dakwaan pengadilan. Kemampuan/kompetisi didapatkan dari pnedidikan dan pengalaman . Keempat pengecualian itu berkaitan dengan tanggungjawab yang lebih penting dari sekedar mempertahankan hubungan yang bersifat rahasia dengan klien. 1.

. diamana anggota mengharapkan atau mungkin mengharapkan. Anggota dalam praktik public tidak boleh membuat imbal jasa bersyarat untuk setiap jas professional atau menerima ongkos dari klien yang anggota atau perusahaanya juga melakukan. jika seorang praktisi setuju untuk melakukan audit yang berbeda dari standar auditing yang berlaku umum. kantor akuntan public tidak boleh melakukan diskriminasi berdasrkan ras. merupakan tindakan tercela bila menahan catatan klien setelah mereka meminta. warna kulit. atau 2. tetapi kecuali untuk yang pertama. audit atau review laporan keuangan. kedunya harus diikuti kecuali dinyatakan dalam laporan audit bahwa itu tidak dilakukan berserta alasan-alasannya. Tanggapan kepda divisi etik 3. Imbal Jasa Bersyarat Kode perilaku AICPA mempunyai peraturan 302 yang mengaur imbal jasa bersyarat.atau 3. umru ataupung asal kebangsaan. 1.• • Review sejawat. Peraturan 302. bahwa pihak ketiga akan menggunakan ketiadaan independensi . kompilasi laporan keuangan. Ada 3 interprestasi. semuanya masih tersamar. Ketiga interprestasi itu diikhtisarkan sbb. 3. Tindakan yang mendatangkan aib kurang jelas didefenisikan dalam aturan dan interprestasi. 2. pemeriksaaan atas laporan keuangan prospektif 4. “Setiap anggota harus selalu mempertahankan nama baik profesi dan menjunjung tinggi etika profesi serta hokum Negara tempat ia melaksanakan pekerjaanya. baik prosedur badan pemerintah itu maupun GAAS. agama. 1. jenis kelamin. Tindakan yang Mendatangkan Aib Kode etik Akuntan Indonesia Pasal 1 ayat (1) menyebutkan.Imbal jasa bersyarat.

membuat pernyataan yang tidak didukung oleh fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya . anggaran rumah tangga AIZPA memberikan pedoman yang lebih jelas daripada Kode Perilaku Profesional. Contoh-contoh iklan dan bentuk yang palsu. Periklanan dan Penawaran Peraturan 502 – Periklanan dan bentuk panawaran lainnya. menyesatkan atau menipu. Seorang anggota tidak dibenarkan untuk mencari klien dengan memasang iklan atau mengajukan penawaran lainnya yang bersifat mendustai. kejahatan yang mendpat hukuman penjara lebih dari satu tahun. kecuali yang sifatnya pemberitahuan. 4 memuat contoh mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dalam hubungannya dengan iklan bagi akuntan public. Lebih jauh. 2. dalam Pernyataan Etika Profesi No. 4. seorang akuntan publijk memberikan janji-janji muluk 2. Anggaran rumah tangga tersebut menetapkan bahwa keanggotaan dalam AICPA dapat dicanbut tanpa harus mendengar lagi keterangan si pelanggar untuk empat kejahatan berikut : 1. niat menipu dalam menyajikan SPT klien. menyampaikan SPT akuntan public atau klien yang tidak benar. menipu atau menyesatkan antara lain : 1. 3. kelalaian yan disengaka untuk menyampaikan SPT dimana akutan public. 1. sebagai wajib pajak. 2. menggambarkan seolah-olah dapat mempengaruhi kiputusan pejabat pengadilan.5. Semenatara itu Kode Etik Akuntan Indonesia menyebutkan dalam pasal 6 ayat 8 bahwa seorang akunyan public dilarang mengiklankan nama atau jasa yang diberikannya. Ketentuan dalam Anggaran Rumah Tangga AICPA Sebagai pedoman bagi apa yang disebut tindakan tercela. harus menyampaikannya ke KPP. instansi pengatur atau badan/instansi yang serupa 3.

akuntan public tidak diperbolehkan menawarkan jasanya secara tertulis kepada calon klien. 2.1 Komisi dan Imbal Jasa Perujukan Peraturan 503 – Komisi dan Imbal Jasa Perujukan 1. dan telex 2. contoh penawaran jasa secara tertulis yang tidak diperkenankan antara lain. memasasang iklan untuk seminar dan penataran bagi masyarakat umum. 3. pemberitahuan pindah alamat. kecuali yang diselenggarakan secara gratis 5. Contoh-contoh iklan yang diperbolehkan yang sifatnya pemberitahuan antara lain : 1. fax. memasang iklan untuk penjualan perusahaan atau asset langganan akuntan public dalam kapasitas profesinya yang bertindak sebagai likuidator 4. penyebuyan kartu nama yang mencantumkan jasa yang tidak ada hubungannya dengan profesi. kecuali atas permintaan calon klien yang bersangkutan. membuat pernyataan bahwa jasa professional spesifik sedang/akan diberikan dengan upah tertentu yang bisa naik dan calon kliennya tidak diberitahu kemungkinan ini 6. merekrut dan staf baik untuk kantornya sendiri maupun untuk langganannya 3. komisi yang dilarang.4. membuat perbandingan dengan akuntan public lainnya uang tidak didasarkan pada akta yang dapat diversivikasi 5. membuat pernyataan yang dapat mengakibatkan orang lain tertipu atau salah menafsirkannya 7. 2. telepon.9. Seotang anggota dalam praktik tidak diperkenankan merekomendasi atai mereferensi produk atai jasa pihakmlain bagi klien demi . pemberian kartu ucapan kepada klien kantor akuntan publik.

3. menyebutkan bahwa : Pasal 7. kerja sama. yang pimpinan dan penaggungjawab kantornya dipegang oleh seorang akuntan publik. Pasal 8 1. pengungkapan komisi yang diizinkan 3. apabila rekan namanya dicantumkan pada nama kantor akutan publik bentuk kerja sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak aktif lagi karena mengundurkan . atau kompilasi laporan keuangan jika anggota memperkirakan atau mungkin memperkirakan bahwa pihak ketiga akan menggunakan laporan keuangan dan laporan kompilasi tidak mengungkapkan ketiadaan indepedensi.2 Bentuk dan Nama Praktik Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. atau • pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif. nama kantor akuntan publik bentuk usaha sendiri adalah nama pimpinan penanggungjawab kantor. usaha sendiri. atau nama rekan pimpinan. nama rekan dan nama rekan. 2. yang penaggungjawab kantornya dipegang oleh dua orang lebih akuntan publik yang masing-masing merupakan rekan dan salah seorang diantaranya sebagai pimpinan.untuk memperoleh komisi. atau nama pimpinan “& Rekan”. atau merekomendasi mereferensi produk atau jasa yand disediakan oleh anggota juga memberikan jasa kepada klien untuk : • • suatu audit atau review laporan keuangan.111/1986 tentang akuntan publik. 763/KMK. nama kantor akuntan publik kerja sama adalah nama rekan pimpinan dan nama rekan.9. 2. 2. imbal jasa rujukan 2. Kantor Akuntan Publik 1.

2. 4. apabila terdapat rekan yang tidak aktif lagi karena mengundurkan diri. KESIMPULAN . pencabutan ini menghapus kesempatan untuk berpraktik sebagai akuntan public.diri. pensiun.9. 2.5 Tindakan oleh Negara Bagian Yang lebih penting dalam hal ini pemberhentian dari keanggotaan AICPA adalah penentuan perilaku. pelanggaran yang berat atas kode etik dewan Negara bagian dapat mengakibatkan dicabutnya sertifikat serta ijin praktik akuntan public. anggaran rumah tangga AICPA menetapkan pembekuan atau pemberhentian anggota secara otomatis dari keanggotaan AICPA bila melakukan kejahatan dan dihukum penjara lebih dari satu tahun atau melakukan kejahatan pajak. yang diterapkan oleh dewan akuntansi di ke -50 negara bagia.3 Penegakan Disiplin Sebagai tambahan untuk peraturan perilaku. yang serupa dengan peraturan perilaku AICPA. ataupun alasan lain sepanjang tidak dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam pasal 20.4 Tindakan Divisi Etika profesi AICPA Divisi Etika Profesi AICPA ( di Indonesia. Karena setiap Negara bagian memberikan ijin praktik bagi para praktisi untuk berpraktik senagai akuntan public terdaftar. pensiun. dengan tembusan kepada Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.meskipun hal ini jarang terjadi .9. nama kantor akuntan publik dimaksud dalam ayat (2) pasal ini dapat dipertahankan sepanjang hal tersebut dikehendaki.9. meninggal dunia. meninggal dunia atau alasan lain harus dilaporkan secara tertulis kepada Menteri Keuangan paling lambat dalam waktu satu bulan. 2. III. Badan Pengawas Profesi IAI-KAP dan Dewan Pertimbngan Profesi IAI) bertanggung jawab untuk mengadakan penyelidikan atas pelanggaran lainnya terhadap kode dan memutuskan tindakan pelanggaran disiplin.

Identifikasikan alternative yang tersedia bagi orang yang harus memcahkan dilemma. Salemba Empat. dilema etika adalah situasi yang diahadapi seseprang dimana kepitisan mengenai perilaku yang pantas harus dibuat. Identifikasikan issue-isue etika dari fakta-fakta yang ada. Auditing Pendekatan Terpadu. . Edisi Revisi. Adaptasi oleh Amir Abadi Jusuf. Banyak profesi mengalami dilema etika. Cara memecahkannya Pendekatan enam langkah berikut ini merupakan pendekatan sederhana untuk memecahkan dilema etika dapatkan fakta-fakta yang relevan. Identifikasikan konsekuensi yang mungkin timbul dari setiap alternative dan Putuskan tindakan yang tepat. Daftar Putaka : Arens & Loebbecke. Tentukan siapa dan bagaimana orang atau kelompok yang dipengaruhi oleh dilemma.Etika secara umum didefenisikan sebagai perangkat prinsip moral atau nilai. akuntan dan kalangan bisnis lainnya menghadapi banyak dilemma etika dalam karier bisnis mereka. Auditor.1996. Kebutuhan akan etika dalam masyarakat cukup penting sehingga banyak diantara nilai-nilai etika yang dimasukkan dalam undang-undang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful