PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA I. Pengertian dan Fungsi Ideologi Nama ideologi berasal dari kata ideas dan logos. Idea berarti gagasan,konsep, sedangkan logos berarti ilmu. Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan. Ciri-ciri ideologi adalah sebagai berikut : 1. Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan. 2. Oleh karena itu, mewujudkan suatu asas kerohanian, pandanagn dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara diamalkan dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban. Fungsi ideologi menurut beberapa pakar di bidangnya : 1. Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. (Cahyono, 1986) 2. Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda. (Setiardja, 2001) 3. Sebagai kekuatan yang mampu member semangat dan motivasi individu, masyarakat, dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. (Hidayat, 2001) ARTI IDEOLOGI TERBUKA Ciri khas ideologi terbuka ialah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri. Dasarnya dari konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara, melainkan ditemukan dalam masyarakatnya sendiri. Oleh sebab itu, ideologi terbuka adalah milik dari semua rakyat dan masyarakat dapat menemukan dirinya di dalamnya. Ideologi terbuka bukan hanya dapat dibenarkan melainkan dibutuhkan. Nilai-nilai dasar menurut pandangan negara modern bahwa negara modern hidup dari nilai-nilai dan sikap-sikap dasarnya. Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal. Sumber semangat ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam Penjelasan Umum UUD 1945, yang menyatakan, ³... terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undangundang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya dan mencabutnya³. Selanjutnya dinyatakan, ³... yang sangat penting dalam pemerintahan dan dalam hidupnya bernegara ialah semangat, semangat para penyelenggara negara, semangat para pemimpin pemerintahan³. Sehingga Hatta pernah berpendapat bahwa elite bangsa sendiri akan bisa lebih kejam daripada penjajah bila tidak dikontrol dengan demokrasi. Apakah di Indonesia sudah berjalan demokrasi yang kita dambakan ?. Suatu ideologi yang wajar ialah bersumber dan berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah hidup bangsa. Dengan demikian, ideologi tersebut akan dapat berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kecerdasan kehidupan bangsa. Hal ini adalah suatu prasyarat bagi suatu ideologi. Berbeda halnya dengan ideologi yang diimpor, yang akan bersifat tidak wajar (artifisial) dan sedikit banyak memerlukan pemaksaan oleh sekelompok kecil manusia (minoritas) yang mengimpor ideologi tersebut. Dengan demikian, ideologi tersebut menjadi bersifat tertutup. Pancasila berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah bangsa,

sasaran serta lembaga pelaksanaanya. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak. III. Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah : Ideologi Terbuka a. yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata. c) Nilai praktis. ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. b) Nilai instrumental. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka Makna dari ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran terbuka. c. dan masing-masing negara berhak menentukan ideologi apa yang paling tepat untuk digunakan. dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. yang merupakan suatu yang tidak logis. Bukan berupa nilai dan cita-cita. Menurut Kaelan. dimana nilai dapat kita rumuskan sebagai hal ikhwal buruk baiknya sesuatu. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. Pada hakikatnya berupa suatu tata nilai. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. b. nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut : a) Nilai dasar. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. berbangsa dan bernegara. Bersifat dinamis dan reformis. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4. yang merupakan arahan. II. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat. ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat untuk digunakan oleh Indonesia. c. serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. Suatu ideologi sebagai suatu rangkuman gagasan-gagasan dasar yang terpadu dan bulat tanpa kontradiksi atau saling bertentangan dalam aspek-aspeknya. merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. Berdasarkan Tap. Ideologi Tetutup a. dan di Indonesia yang paling tepat adalah digunakan adalah ideologi terbuka karena di Indonesia menganut sistem pemerintahan demokratis yang di dalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan melaksanakan sesuatu sesuai dengan keinginannya masing-masing. Yang dalam hal ini ialah apa yang dicita-citakan. tidak berarti bahwa keterbukaannya adalah sebegitu rupa sehingga dapat memusnahkan atau meniadakan ideologi itu sendiri. Sekalipun suatu ideologi itu bersifat terbuka. Cara menumbuhkan kadar dan idealism yang terkandung Pancasila sehingga mampu memberikan harapan optimisme dan motivasi untuk mewujudkan cita-cita disebabkan Kita harus menempatkan Pancasila dalam pengertian sebagai moral.sehingga memenuhi prasyarat sebagai suatu ideologi terbuka. b. dan kepribadian bangsa . d. kebijakan strategi. MPR No. Maka dari itu. Sebab Indonesia menggunakan ideology terbuka Karena Indonesia adalah sebuah negara dan sebuah negara memerlukan sebuah ideologi untuk menjalankan sistem pemerintahan yang ada pada negara tersebut. jiwa. yaitu hakekat kelima sila Pancasila. d.

yaitu nilai dasar yang tidak berubah. Stabilitas nasional yang dinamis. c. Perwujudan atau pelaksanaan nilai-nilai instrumental dan nilai-nilai praktis harus tetap mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya. Nilai atau norma dasar yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 ini tidak boleh berubah atau diubah. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia keberadaanya/lahirnya bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia. recht dan negara Indonesia. Pancasila sebagai ideologi nasional dapat diartikan sebagai suatu pemikiran yang memuat pandangan dasar dan cita-cita mengenai sejarah. yaitu sebagai berikut : a. melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani. b. Kenyataan menunjukkan. Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau. Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila adalah sebagai berikut : a. Selain itu. bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderung meredupkan perkembangan dirinya. d. Nilai-nilai Pancasila dijabarkan dalam norma . 2. yang bersumber dari kebudayaan Indonesia. b. Kita mengenal ada tiga tingkat nilai. jiwa bangsa Indonesia mempunyai arti statis dan dinamis. Pancasila merupakan nilai dan cita bangsa Indonesia yang tidak dipaksakan dari luar. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang mengelisahkan kehidupan masyarakat. masyarakat. keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar. Larangan terhadap ideologi marxisme. nilai instrumental sebagai sarana mewujudkan nilai dasar yang dapat berubah sesuai keadaan dan nilai praktis berupa pelaksanaan secara nyata yang sesungguhnya. Jiwa ini keluar diwujudkan dalam sikap mental. moral dan budaya masyarakat kita sendiri. IV. Karena itu adalah pilihan dan hasil konsensus bangsa yang disebut kaidah pokok dasar negara yang fundamental (Staatsfundamentealnorm). Kebenaran pola pikir seperti yang terurai di atas adalah sesuai dengan ideologi yang memiliki tiga dimensi penting yaitu Dimensi Realitas. Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional. Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus. Mencegah berkembangnya paham liberal.Indonesia. manusia. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat. PENUTUP KESIMPULAN Dari penjabaran pemahaman kerangka berfikir terhadap Pancasila ditinjau dari segi Ideologi Terbuka diatas. tingkah laku.Pancasila juga berfungsi sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Sehingga akan muncul dengan sendirinya harapan optimisme dan motivasi yang sangat berguna dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. dan amal perbuatan bangsa Indonesia yang pada akhirnya mempunyai cirri khas. . Batas-Batas Keterbukaan Ideologi Pancasila Sungguhpun demikian. leninisme dan komunisme.norma dasar Pancasila yang terkandung dan tercermin dalam Pembukaan UUD 1945. Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern. V. Artinya. patutlah kiranya diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Dimensi Idealisme dan Dimensi Fleksibilitas. c.

artinya ideologi merupakan sebuah konsep ilmiah. yang mencoba mempersatukan usaha manusia yang bersifat politik bagi terbentuk dan terselenggaranya pemerintahan yang dianggap baik dan benar. Indonesia juga pernah menerapkan beberapa sistem pemerintahan. karena ingin merobek-robek tiang-tiang dunia yang ada. sekalipun dengan . oleh pengaruh Revolusi Perancis. setiap negara berhak dalam memilih sistem pemerintahannya sendiri. yang bersumber dari kebudayaan Indonesia yang digali dan diambil dari kekayaan rohani. Alangkah baiknya jika masih tetap menggunakan dan mempertahankannya sebagai nilai dasar sebagai ciri khas kita sebagai suatu bangsa. Di Perancis pada zaman revolusi itu para pemuda dengan berteriak keras berusaha merobohkan semua rintangan yang ada. Sungguhpun demikian. recht dan negara Indonesia. Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern. 3. Pada awal sejarahnya itu. sebagai sebuah ilmu penge tahuan tentang hasil pemikiran atau idea manusia. masyarakat. bahwa istilah ³ideologi´ adalah berasal dari sejarah Perancis ketika mengalami pencerahan. ideologi menjadi idea yang berbahaya. bahwa ideologi telah berubah menjadi doktrin yang destruktif dan ini telah menjadi kenyataan sejarah bahkan sebagai doktrin yang berbahaya bagi tertib politik yang baik. manusia. Perwujudan atau pelaksanaan nilai-nilai instrumental dan nilai-nilai praktis harus tetap mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya.Sumber semangat ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam Penjelasan Umum UUD 1945. Ideologi Pancasila Kuktur Politik Bangsa Indonesia: Secara historis dapat dijelaskan. Namun dalam kenyatannya di masyarakat masih ada yang berfikir seperti orde lama atau orde baru dikarenakan masih kuatnya doktrin dari penguasa terdahulu. moral dan budaya masyarakat kita sendiri. Jadi. Hal ini sebagai pengakuan ahli politik Perancis : Antoine Revarol (1753-1801) yang mengatakan. Namun. Ideologi dengan demikian sebagai bagian dari ilmu politik. Tanpa takut untuk mengembangkannya secara dimamis sesuai dengan perkembangan jaman Pancasila Ideologi Terbuka 1. Tetapi istilah ideologi atau ideologues pernah mengalami konotasi negatif sebagai doktrin bukan bersifat ilmiah seperti awalnya yang bersifat destruktif. bahkan tidak sedikit yang acuh terhadapnya. yang paling cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia adalah ideologi terbuka karena sinkron dengan sistem pemerintahan yang demokratis yang menjamin kebebasan warga negaranya dalam mengeluarkan pendapat sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 pasal 28. keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar. Sehingga ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka sebenarnya sangat relevan dengan suasana pemikiran di alam reformasi ini yang menuntuk transparansi di segala bidang namun masih tetap menjunjung kaidah nilai dan norma kita sebagai bangsa timur yang beradab. yang mempergunakan racikan atau pola empirik maupun logika berfikir rasional. ideologi dianggap sebagai alat politik yang membawakan pemikiran revolusioner untuk menghancurkan pemerintahan model lama dengan strukturnya yang dianggap tidak lagi sesuai dengan suasana baru yang demokratis. SARAN Sebagai suatu pemikiran yang memuat pandangan dasar dan cita-cita mengenai sejarah.

Seorang ahli politik dan sosiologi terkenal Robert Mac Iver. ketika situasi pertentangan memanas. Apabila kita hubungkan dengan Pancasila sebagai ideologi. baik sosial. Paris 1802) bisa muncul kembali kepermukaan. bahwa sebagai ideologi. tidak seperti di Perancis. economic and social values and idea from which objectives are derived. Setelah itu. Dengan pengertian itu. sebagai yang disinyalir Antoine Revarol (bukunya. memberikan ³inspirasi atau ilham´ terus-menerus sebagai pedoman bagi sebuah Weltanschaung manusia bermasyarakat. politik. Seterusnya Pancasila sebagai ideologi mampu memberikan skema yang lengkap bagi seluruh aspek kehidupan manusia. New York . Philosophical Library. Definisi Mac Iver itu mengisyaratkan secara jelas bahwa ideologi hendaknya memiliki sifat mengatur atau ³normatif´. Oleh karena itu tidak berlebihan kiranya apabila ideologi Pancasila adalah merupakan ³kultur politik bangsa Indonesia´. Sebaliknya kaum Sosialis atau Marxis juga menempuh jalan yang sama. maka terlihat relevansi yang begitu nyata. maka jelas kiranya bahwa Pancasila memiliki dasar kebenaran. disamping juga memiliki fungsi memberikan ³ilham atau inspirasi´ bagi pemilik ideologi serta sifat ideologi haruslah rasional dengan tata logika yang benar. maka ideologi akan memunculkan serangkaian gagasan. These objectives from the nucleus of a political program´ (bahwa ideologi politik dan sosial adalah sebuah sistem nilai dan pemikiran politik. ekonomi dan sosial. De la Philosophie Moderne´. berupa kaidah dasar. ketika hendak menyerang sebuah doktrin yang mereka tidak sukai. berarti open to any soiontific debate. memberikan definisi tentang ideologi sebagai berikut : ³ a political and social ideology is a system of political. kaum Liberal menggunakan ideologi untuk memperbaiki masyarakat. yang memunculkan sasaran-sasaran. New York. Walaupun demikian sering kali sifat destruktif ideologi. mereka mengenakan senjata ideologi secara rasional. yakni ketika kaum Liberal maupun Konservatif. dalam bukunya ³European Ideologies´. Beer. tepat dan singkat. Bila mengikuti definisi Mac Iver. Sedang sasaran-sasaran ini membentuk intisari sebuah program politik). dalam bukunya yang berjudul ³Patterns of Government´. baiklah kita simak pendapat Profesor Samuel H. untuk mencapai cita-citanya dalam penyelenggaraan ³Negara Bangsa´. berupa sasaran-sasaran yang dinamis yang bisa mempengaruhi bahkan membimbing masa depan harapan bisa menentukan nasib masa depan manusia banyak. tetapi sebagai sebuah kaidah yang konstruktif. untuk menciptakan masa depan bangsa yang adil dan bahagia. sedang prinsip pemikiran atau ³ideas´ yang dikandungnya jelas menggunakan ³tertib logika yang rasional´. yakni menggunakan ideologi sebagai senjata untuk menghadapi lawan politik. membawa panji-panji ideologi. ideologi memperoleh kembali arti aslinya yang rasional. berarti sebuah gagasan yang bisa mengilhami usaha mencapai tujuan atau sasaran luhur manusia berbangsa dan bernegara secara lengkap. Dalam mengritik kaum sosialis misalnya. artinya berkarakteristik ³normatif´ sebagai dasar negara. Memang Revarol hidup di zaman berkecamuknya revolusi dahsyat. berbangsa dan bernegara. Untuk lebih jauh membahas mengenai konotasi ideologi politik.kekerasan. maka Pancasila adalah sebuah alat politik bangsa Indonesia. terbawa oleh revolusi modern di Inggris. 1948. ekonomi maupun tertib keamanan. bukan sebagai doktrin yang destruktif sebagai keluhan Revarol.

Ketika pemerintahan terbentuk atas dasar ideologi politik yang ada. bahwa Pancasila adalah landasan statis sekaligus Leidster dinamis. Komponen (3) Sikap. menyelenggarakan Pemilu. sedang bagian terbesar tersimpan di bawah wadar. Oleh sebab itu sebuah ³kepercayaan politik´ adalah sebuah gambaran tentang politik yang hidup dalam masyarakat. budaya. yakni telah adanya (What is) prinsip-prinsip Pancasila. sehingga tidak akan tergoyahkan oleh badai besar maupun yang bisa menimpa bangsa Indonesia. yakni (1) nilai. dengan berpedoman kepada ideologi politik yang dimiliki. Berdasarkan analisa Beer tersebut. maka dia ketemukan dari lubuk hatinya rakyat Indonesia. Ini adalah bawah sadar masyarakat politik. Namun sebenarnya disini sebagai ukuran apakah sebuah ideologi politik telah benar berakar dalam kehidupan masyarakat atau belum. Ujudnya seperti gunung es hanya tampak sedikit. bukannya What ought to be. misalnya menjalankan prinsip-prinsip yang demokratis. Beer menunjuk keinginan rakyat tentang jalannya ideologi politik atau ideologi politik dalam praktek kenegaraan.1958. yang oleh dorongan ideologi politik bisa membara apabila tersinggung oleh sebuah kondisi yang menantang. Ini adalah ³nilai prosedural´. agama. berupa adat-kebiasaan. maka otoritas pemerintahan dijalankan sesuai prosedur yang disepakati. Beer membedakan antara (a) nilai prosedural dan (b) nilai tujuan. Sedang ³nilai tujuan´ ialah berupa hasil pekerjaan yang dijalankan pemerintahan negara. Disini kiranya dapat menjelaskan sejarah. maka terbentuklah apa yang dinamakan ³kultur politik´. mereka sebenarnya mempertontonkan sebuah ³watak politik´. tingkah-laku dan seterusnya. maka ideologi Pancasila adalah sekaligus Nilai/Value dan Kepercayaan/Belief. . dan watak ini karena berlaku terus-menerus dalam jangka panjang. (2) kepercayaan dan (3) sikap. kepercayaan politik dan sekaligus memiliki sikap sentimental yang tinggi´. Ini apa adanya. Khusus mengenai (1) nilai. misalnya terwujudnya masyarakat yang berkeadilan sosial serta berkemakmuran. Beer membedakan antara ³nilai´ dengan ³kepercayaan´. dan sebagainya. Apabila teori Profesor Beer benar. dari manapun datangnya serta kapanpun. Sebaliknya tidak adanya reaksi sikap nasional yang emosional terhadap keterpurukan ideologi tersebut yang timbul dari masyarakat. Sikap sentimental yang besar terhadap nasionalisme yang sedang tersinggung adalah cermin langsung telah menebalnya kultur politik yang dibina oleh ideologi politik yang ada pada mereka. kultur ini memiliki tiga komponen penting. dia membuat deskripsi tentang watak politik. dan sekaligus sebagai nilai yang harus diwujudkan dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara. sehingga di sinilah letaknya Pancasila sebagai ³kepercayaan atau keyakinan Politik´ bangsa Indonesia. menurut Beer sikap ini biasanya sentimentil atau emosional. bahwa nilai politik adalah berbicara tentang apa ³yang seharusnya´ dijalankan atau diwujudkan. misalnya sentimen nasionalisme. sedang kepercayaan politik adalah berbicara tentang apa adanya. Dalam sikap politik banyak mengemukakan hal-hal yang bersifat peranan. maka seharusnya Pancasila sebagai ideologi dan yang diharapkan menjadi kultur politik nasional itu berparameter ³nilai prosedural maupun tujuan. Watak politik terlihat ketika sebuah masyarakat atau pemerintahan mengadakan aktivitas. membentuk lembaga-lembaga negara. ketika Bung Karno mencoba menggali Pancasila dari bumi Indonesia. yang menurut Beer. jadi sifatnya sangat emosional. tetapi What is saja. Bisa dibandingkan dengan pendapat Bung Karno. Selanjutnya mengenai (2) kepercayaan.

Hal ini memerlukan keterbukaan antar warganegara sendiri. ideologi Pancasila akan tetap terbuka untuk mencapai sasaran-sasaran yang dinamis. Di kalangan umat Nasrani. bahwa manusia mampu untuk mencapai perbaikan hidup menuju kesempurnaan yang tidak terbatas. maka sila-sila dalam Pancasila pun dapat dibahas terbuka secara ilmiah. Beer sebagai ³Political Belief´. seperti yang pernah dikemukakan Prof. Condorcet meninggal. sehingga bangsa itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri´ (Surat Al-Anfal 53). Condorcet yakin. Disinilah perlunya partisipasi. dia lantang mengumandangkan perbaikan masyarakat untuk terus maju menuju ³kesempurnaan´ hidup. Tuhan sebagai Maha Pencipta alam semesta saja membebaskan manusia untuk merubah dan memperbaiki sikapnya di dunia untuk merubah ni¶mat Tuhan kepada posisi yang lebih baik. lebih-lebih dalam bidang politik. sehingga semua aspirasi mereka dapat tertampung. keadilan. dan menentang serta mengeliminasi semua bentuk kemiskinan. Karakteristik keyakinan politik serta kultur politik modern menuntut adanya ³perubahan yang terus menerus´ bagi perbaikan hidup manusia. tanpa aktualisasi maka nilai tersebut tidak mempunyai arti apa-apa. namun idea kemajuan telah dicatat sejarah. penindasan. maka suatu keharusan adanya ideologi Pancasila yang terbuka. kesejahteraan dan ketentraman. sedang partisipasi adalah dukungan nyata. Ketika Marquis de Condorcet diguillotine dalam revolusi Perancis. Pancasila Ideologi Terbuka Nilai luhur yang terkandung dalam ideologi Pancasila tentunya perlu implementasi. sebagai istilah Bung Karno. Notonegoro dari Universitas Gajah Mada dan pakar-pakar lainnya secara akademik. dalam memasuki zaman modern dan industri. yang menjalankan adalah seluruh rakyat warganegara. ketika . Namun sila-sila tersebut nyatanya telah teruji secara sejarah akan authentisitasnya bersumber dari rakyat. kejahatan. kemudian disemua aspek hidup itu terus berkembang dalam tamansarinya perdamaian.2. dengan kemampuan reason yang dimiliki manusia. Masyarakat pluralistik memerlukan keterbukaan sistem. Sejarah perjalanan politik sendiri menunjukkan. kebebasan. Sebagai landasan statis. antara yang kebetulan menjadi penyelenggara negara maupun rakyat jelata. orang telah mengembangkan keterbukaan di semua aspek kehidupan. dikembangkan apa yang dinamakan ³Work Ethics´ atau etika kerja keras untuk mencapai kesejahteraan yang maksimal di bumi yang telah diberikan Tuhan bagi manusia. Sila-sila dalam Pancasila bisa tetap sebagai landasan statis. Maka Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah terbuka bagi pemahaman yang konstruktif untuk mencapai nilai tujuan yang diciptakan bersama. maka ideologi politik adalah realitas apa adanya (what is). ini berarti tetap terbuka juga untuk penyelidikan ilmiah kapan saja. kekerasan. namun dalam menuju nilai tujuan. penyakit dan ketidak tertiban. Modernisme selalu berisi pemikiran-pemikiran untuk terus maju. yang dalam istilah Prof. Idealisme kuno yang statis sudah lama ditinggalkan. bahkan keterbukaan sistem politik nasional termasuk ideologi Pancasila sendiri. Pendapat Beer ini kelihatan juga tidak jauh dari pandangan pendekar demokrasi liberal John Locke. bahwa sejak berkembangnya pemikiran demokrasi. Juga umat Islam dianjurkan oleh agamanya untuk : Merubah suatu ni¶mat yang telah dianugerahkan-Nya (Allah) kepada sesuatu bangsa.

baik dilihat dari sandaran ³Landasan Statis´ maupun sasaran ³Leidster dinamis´. bahwa prinsip itu telah menjadi hukum alam yang tetap. perbaikan moral dan kemampuan fisik. Oleh karena itu. dengan intensifikasi pendidikan di semua lapisan penduduk. bahwa manusia akan tetap selalu menuju kearah ³Perfektibilitas´. akan tetap terbuka bagi pembahasan yang mendalam atau deliberatif. Dalam keterbukaan itu orang tidak perlu menakutkan timbulnya kondisi akan melemahkan posisi maupun eksistensi ideologi bangsa. . Mungkin perlu sekali lagi kita mendengar pendapat filosuf politik humanitarian Marquis de Condorcet (1743-1794) yang banyak berpengaruh ketika ideologi politik sedang banyak diluncurkan di Europa. Perfektibilitas harus dicapai melalui perjuangan politik. Pancasila sebagai ideologi. namun kapanpun orang bisa berdebat tentang itu. oleh sebab itu sebuah ideologi politik harus terbuka untuk menuju ke sana.mengemukakan prinsip-prinsip ideologis demokrasi liberalnya. Bagi masa depan bangsa dan negara. sedang perjuangan untuk pencapaian usaha perbaikan intellektual. sebab sekali lagi sebagai sebuah kultur yang telah memiliki label political belief. maka tidak ada ruang lain bagi ideologi Pancasila kecuali tetap membuka diri sebagai ideologi terbuka. akan tetapi justru sebaliknya akan menemukan penguatan kondisi maupun eksistensinya. eksistensinya tidak perlu diragukan lagi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful