You are on page 1of 7

Judul

: Hubungan Skeptisisme Profesional Auditor dan Situasi Audit, Serta Keahlian Audit Dengan Ketepatan Pemberian Opini

Etika, Pengalaman Peneliti

Auditor Oleh Akuntan Publik : - Magfirah Gusti - Syahril Ali 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Begitu pentingnya opini yang diberikan oleh auditor bagi sebuah perusahaan, maka seorang auditor harus mempunyai keahlian dan kompetensi yang baik untuk mengumpulkan dan menganalisa bukti-bukti audit sehingga bisa memberikan opini yang tepat. Auditor dituntut untuk melaksanakan skeptisisme profesionalnya sehingga auditor dapat menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama, karena kemahiran profesional seorang auditor mempengaruhi ketepatan opini yang diberikannya. Skeptisisme profesional auditor adalah sikap yang mencakup pikiran yang selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi secara skeptis terhadap bukti audit. Auditor diharapkan dapat lebih mendemonstrasikan tingkat tertinggi dari skeptisisme profesionalnya. Skeptisisme profesional auditor dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain keahlian, pengetahuan, kecakapan, pengalaman, situasi audit yang dihadapi dan etika. Skeptisisme profesional dapat dilatih oleh auditor dalam melaksanakan tugas audit dan dalam mengumpulkan bukti yang cukup untuk mendukung atau membuktikan asersi manajemen. Sikap skeptis dari auditor ini diharapkan dapat mencerminkan kemahiran profesional dari seorang auditor. Kemahiran profesional auditor akan sangat mempengaruhi ketepatan pemberian opini oleh auditor, sehingga secara tidak langsung skeptisisme profesional auditor ini akan mempengaruhi ketepatan pemberian opini oleh akuntan publik. Selain itu, dengan sikap skeptisisme profesional auditor ini, auditor diharapkan dapat melaksanakan tugasnya sesuai standar yang telah ditetapkan, menjunjung tinggi kaidah dan norma agar kualitas audit dan citra profesi auditor tetap terjaga

Selain itu. Faktor-faktor kecondongan etika Faktor-faktor situasi Pengalaman . pengalaman.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris dan menemukan kejelasan fenomena tentang hubungan skeptisime professional auditor dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik dan hubungan situasi audit. etika. 2001:230. LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2. Kee dan Knox’s (1970) dalam model “Professional Scepticism Auditor” menyatakan bahwa skeptisisme profesional auditor dipengaruhi oleh beberapa faktor: 1. Bagi dunia akademis.2).1.1 Skeptisisme Profesional Auditor Di dalam SPAP (Standar Profesi Akuntan Publik. menyatakan skeptisisme profesional auditor sebagai suatu sikap yang mencakup pikiran yang selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi secara kritis terhadap bukti audit. etika. Untuk praktisi. dan keahlian audit dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. 3. 2. 2. 1. bagi masyarakat hasil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada akuntan publik dalam melaksanakan audit. pengalaman dan keahlian audit dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan ilmu prilaku terutama audit. hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan keahliannya dalam melakukan audit.2 Perumusan Masalah apakah ada hubungan skeptisisme profesional auditor dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik dan apakah ada hubungan situasi audit.

Metode Penelitian 3. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa skeptisisme dipengaruhi oleh beberapa faktor. Qualified Opinion (pendapat wajar dengan pengecualian).3 Hubungan Skeptisisme Profesional Auditor dan Situasi Audit. 3. 2. antara lain: faktor etika.2. Pengalaman serta Keahlian Audit dengan Ketepatan Pemberian Opini Auditor oleh Akuntan Publik Hubungan antara skeptisisme profesional auditor dengan ketepatan pemberian opini auditor ini. Unqualified with Explanatory Paragraph or Modified Wording (pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa yang ditambahkan dalam laporan audit bentuk baku). pengalaman dan keahlian audit mempunyai hubungan signifikan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. diperkuat dengan faktor-faktor yang mempengaruhi skeptisisme profesional tersebut. pengalaman dan keahlian audit. 2. dan Disclaimer of Opinion (pernyataan tidak memberikan pendapat). pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan kuisioner . Etika.4 Hipotesa Penelitian H1: Skeptisisme profesional auditor mempunyai hubungan yang signifkan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik.2 Pemberian Opini Auditor Opini auditor merupakan pendapat yang diberikan oleh auditor tentang kewajaran penyajian lapoaran keuangan perusahaan tempat auditor melakukan audit.1 Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan untuk menentukan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen adalah penelitian survey. Adverse Opinion (pendapat tidak wajar). Pendapat-pendapat tersebut adalah: Unqualified Opinion (pendapat wajar tanpa pengecualian). Terdapat lima opini atau pendapat yang mungkin diberikan oleh akuntan publik atas laporan keuangan yang diauditnya. H2: Faktor etika. faktor situasi audit. faktor situasi audit.

2 Variabel Penelitian dan Pengukuran Skala yang digunakan untuk mengukur instrumen adalah tipe skala likert. Skeptisisme Profesional Auditor Faktor Situasi Audit Fakor Etika Pengalaman Keahlian Audit Variabel dependen adalah ketepatan pemberian opini audit oleh akuntan publik. 5. 4. 3. Oleh karena jumlah populasi yang sedikit yaitu 89 orang. 3. Variabel independennya adalah: 1. 4.4 Data dan Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer.3 Populasi dan Sampling Populasi dalam penelitian ini adalah partner dan auditor senior yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik yang ada di Sumatera. 3. 3. 3. yaitu data yang dikumpulkan langsung kepada objek penelitian dengan mekanisme kuisioner model tertutup yang memuat daftar pertanyaan yang terkelompok menurut dimensi-dimensi pengukuran variabel.3. yaitu pengujian validitas dan realibilitas instrumen yang dilakukan sekali saja. maka semua populasi dipilih untuk dijadikan sampel. 2.5 Pengujian Validitas dan Realibilitas Data Pengujian validitas dan realibilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan internal consistency. Analisis dan Pembahasan .6 Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Regresi Linear Berganda.

Pengalaman dan Keahlian Audit dengan Ketepatan Pemberian Opini Auditor oleh Akuntan Publik dan Pengujian Hipotesis Dari persamaan regresi yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa ada dua variabel yaitu situasi dan pengalaman yang memiliki hubungan yang positif dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. Sementara dua . Dari jumlah yang tersisa sebanyak 23 buah.47. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai signifikan kecil dari level of significance yang telah ditetapkan.05. Ada beberapa item pertanyaan yang tidak valid. Hal ini berarti bahwa skeptisisme profesional auditor mempunyai hubungan yang signifikan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik.Dari 89 kuisioner hanya 28 kuisioner yang kembali.3 Analisis Hubungan Variabel Situasi Audit. Etika.1 Uji Validitas dan Realibilitas Instrumen Berdasarkan hasil pengujian validitas terhadap masing-masing butir pertanyaan. karena responden tidak mengisi kuisioner 4. Dari hasil pengolahan data diperoleh F hitung yaitu 4. Dari jumlah tersebut 5 diantaranya tidak diisi dengan keterangan pindah alamat.478 dan nilai signifikan 0.2% variabel dependen ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik dijelaskan oleh variabel independen skeptisisme profesional auditor. maka H1a dapat diterima. Hasil uji realibilitas masing-masing kelompok pertanyaan adalah reliable 4. Dari hasil analisis regresi juga diperoleh adjusted R-square adalah 0. Pengujian realibilitas dilakukan menggunakan program SPSS for Windows 15. tidak semua item pertanyaan adalah valid. namun secara umum butir pertanyaan tersebut valid. hanya 22 kuisioner yang layak diolah sedangkan ada 1 kuisioner yang tidak layak olah.142. Hal ini berarti 14. 4. Nilai ini kecil dari 0.2 Analisis Hubungan Skeptisisme Profesional Auditor dengan Ketepatan Pemberian Opini Auditor oleh Akuntan Publik dan Pengujian Hipotesis Dari persamaan regresi yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara skeptisisme profesional auditor dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik.

4. Variabel independen ketiga yaitu pengalaman mempunyai hubungan yang tidak signifikan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik.1 Hubungan Masing-masing Variabel Independen terhadap Variabel Dependen 1. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan Ida Suraida (2005) yang menemukan bahwa terdapat pengaruh yang besar antara skeptisisme profesional auditor terhadap ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. Maka dapat dikatakan bahwa keempat variabel situasi audit. 3.variabel lainnya yaitu etika dan keahlian audit memiliki hubungan yang negatif dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. . diperoleh nilai F hitung sebesar 3. Hal ini berarti 29. Teori-teori dan Penelitian Sebelumnya Dari hasil penelitian ditemukan bahwa antara skeptisisme profesional auditor dan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik terdapat hubungan yang signifikan.039 (kecil dari 0.05). 2. etika.4 Analisis Hasil Penelitian. Variabel independen pertama yaitu situasi audit mempunyai hubungan yang signifikan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. Dari uji anova dan uji F test. Dari hasil analisis regresi juga diperoleh adjusted R-square sebesar 0. Variabel independen kedua yaitu etika mempunyai hubungan yang tidak signifikan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. pengalaman dan keahlian audit secara bersama-sama mempunyai hubungan yang siginifikan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. Variabel independen keempat yaitu keahlian mempunyai hubungan yang tidak signifikan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik.3.223 dengan tingkat probabilitas (signifkan) 0. 4.7%. 4.7% variasi opini auditor dapat dijelaskan oleh variasi keempat variabel independen yaitu interaksi masing-masing variabel moderating dengan skeptisisme profesional auditor.297 atau 29.

diantaranya adalah sedikitnya jumlah responden yang mengembalikan kuisioner. hanya variabel situasi audit saja yang mempunyai hubungan yang signifikan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh . yang memiliki hubungan hanya variabel situasi audit. pengalaman dan keahlian audit dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. Rekomendasi Beberapa kendala yang menyebabkan penelitian ini memiliki kelemahan.Pada analisis hubungan keempat variabel situasi audit. etika. Selain itu disarankan juga untuk peneliti selanjutnya supaya bisa memperbanyak jumlah sampel supaya hasil yang didapatkan lebih baik lagi. Dari analisis regresi yang kedua yang menghubungkan variabel situasi audit. pengalaman dan keahlian audit dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. Sementara ketiga variabel lain memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. Selain itu penelitian ini memiliki kelemahan lain yaitu kurang tepatnya instrumen penelitian yang digunakan. yaitu dengan meneliti variabel lain seperti independensi yang diduga juga memiliki hubungan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. sehingga peneliti menggunakan instrument yang telah ada sebelumnya. Kesimpulan Dari tabel anova dapat disimpulkan bahwa skeptisisme profesional auditor mempunyai hubungan yang signifikan dengan ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. etika. akuntan publik. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian yang telah dilakukan ini. Hal ini disebabkan karena peneliti kesulitan untuk menemukan instrument yang tepat. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Ida Suraida (2005) yang menemukan bahwa keempat variabel tersebut mempunyai pengaruh terhadap ketepatan pemberian opini auditor oleh akuntan publik. 5.