You are on page 1of 36

PUSKESMAS

Retno Indarwati,S.Kep.Ns
DEFINISI
Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004
Puskesmas : UPTD kes kab/kota yg
bertanggung jawab menyelenggarakan pemb
kes di suatu wilayah kerja.
Depkes RI 1991 : organisasi kes fungsional yg
merup pusat pengembangan kes masy yg juga
membina peran serta masy & memberikan
pelayanan scr menyeluruh & terpadu kpd masy
di wily kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok
TUJUAN
¤ Mendukung tercapainya tujuan
pembangunan kes nasional, yakni
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
yang bertempat tinggal di wilayah kerja
puskesmas agar terwujud derajat kes yg
setinggi – tingginya dalam rangka
mewujudkan Indonesia Sehat 2010
Wilayah kerja
¤ Kecamatan
¤ Kepadatan penduduk
¤ Luas daerah
¤ Keadaan geografik
¤ Infrastruktur
¤ Sasaran penduduk : 30.000 jiwa
FUNGSI
E Pusat penggerak pembangunan
berwawasan kesehatan
E Pusat pemberdayaan masyarakat
E Pusat pelayanan kesehatan strata I,
meliputi pelay kes perorgan & masy
Puskesmas Pembantu
E Unit pelay kes yg sederhana & berfs
menunjang & membantu melaks kgt
puskesmas yg ruang lingkupnya >
kecil
E Wilayah : 2 – 3 desa
E Sasaran : 2500 jiwa (luar jawa)
10.000 jiwa (Jawa , Bali)
Kegiatan Pusesmas Keliling
E Memberikan pelay di daerah terpencil
E Melakukan penyelidikan KLB
E Alat transportasi penderita u/ rujukan
E Penyuluhan kes menggunakan audio
visual
UPAYA & AZAS PENYELENGGARAN
PUSKESMAS
Þ Upaya kes wajib : berdsrkan komitmen nas,
regional & global serta yg mempunyai daya
ungkit tinggi u/ pe  derjt kes, yaitu :
Upaya promkes, kesling, KIA/KB, UPGM, P2M,
pengobatan
Þ Upaya kes pengembangan : berdsrkan mslh kes
yg ada di masy serta yg disesuaikan dg
kemampuan puskesmas, adl : UKS,
OR,Perkesmas, UKK,Gilut,jiwa, mata, usila,
batra.
AZAS PENYELENGGARAAN
• Azas pertanggungjawaban wilayah
• Azas pemberdayaan masyarakat
• Azas keterpaduan
• Azas rujukan
KETERKAITAN PERKESMAS DG UPAYA
KES WAJIB & PENGEMBANGAN
Indikator SPM
pengembangan
pengembangan
Tanggung Jawab Perawat Puskesmas dlm
penyelenggaraan 3 fungsi Puskesmas
Fs penggerak pembangunan : m’identifikasi fx
reskkes yg timbul di masy, melaks keg
promkes & pencegahan peny
Fx pemberdayaan masy : bertgg jwb dlm
memberdayakan indv, kelg, kelp u/ mampu
menyelesaikan mslh shg mandiri
Fx pelay kes strata 1 : bertgg jwb dlm
memberikan askep kpd indv, kelg, kelp
khusus
Kompetensi minimal perawat puskesmas
E Askep thd indv, kelg & kelp dlm bentuk
kegiatan : tind kep langsung, pengobatan
dasar sesuai kewenangan, gadar, pencegahan
infeksi
E Promkes u/ pemberdayaan indv, kelg, kelp
E Surveillance : identifikasi fx resiko, penemuan
kasus dini, KLB
E Membina pelay kes yg bersumberdaya masy
E Pelatihan kader
E Monitoring & evaluasi
E Pendokumentasian
Sistem Rujukan
E Suatu jaringan sistem pelay kes yg
memungkinkan tjd penyerahan tgg
jwb scr timbal balik baik vertikal /
horizontal kpd yg lebih kompeten,
terjangkau & dilakukan scr rasional
Tujuan
Umum : dihasilkan pemerataan upaya
kes yg didukung mutu pelay yg
optimal dlm memecahkan masalah
scr berdaya guna & berhasil guna
Khusus :
Dihasilkan upaya pelay kes klinik yg
bersifat preventif, promotif, kuratif &
rehabilitatif
Jenis Rujukan
E Rujukan medik : transfer of patient,
transfer of knowledge, transfer of
specimen
E Rujukan kesehatan : Survei
epidemiologi & pemberantasan peny,
pemberian pangan u/ bencana
kelaparan, bantuan u/ pengungsi
P2P = PENCEGAHAN DAN
PEMBERANTASAN PENYAKIT
1. PENCEGAHAN PENYAKIT
2. PEMBERANTASAN PENY. MENULAR
3. PENANGGULANGAN PENY. TIDAK
MENULAR
4. SURVEILLANCE
TUBERKULOSIS ( TB) :
• Y.i PENY. MENULAR YG DISEBABKAN
MYCOBACTRIUM TUBERCULOSIS YG
MENYERANG PARU TTP JG MENGENAI
ORGAN TUBUH LAIN.
• BAKTERI :
- TAHAN TERHADAP ASAM
- CEPAT MATI DG SINAR MATAHARI
- DPT BERTAHAN HIDUP BEBERAPA JAM DI
TMPT YG GELAP DAN LEMBAB
- DLM JRGN TUBUH , DPT TERTIDUR LAMA
SELAMA BEBERAPA TAHUN
• CARA PENULARAN :
- KONTAK ERAT, DR PDRT BTA +
MENYEBARKAN KUMAN LEWAT DROPLET.
- DROPLET YG DIUDR PD SUHU KAMAR DAPT
BERTAHAN BEBERAPA JAM DAN ORG DAPT
TERINFEKSI BILA DROPLET TSB TERHIRUP
KE DLM SAL. PERNAPASAN
- DAYA PENULARAN DR SESEORG
DITENTUKAN OLEH BANYAKNYA KUMAN YG
DIKELUARKAN DR PARUNYA. MAKIN TINGGI
DERAJAT POSITIF HSL PEMERIKSAAN
DAHAK, MAKA MAKIN MENULAR PENDERITA
TSB .
• GEJALA :
a. UMUM : BATUK TERUS MENERUS
SELAMA 3 MINGGU ATAU LEBIH
b. GEJALA LAIN :
- DAHAK BERCANPUR DARAH
- BATUK DARAH
- SESAK NAFAS DAN NYERI DADA
- BDN LEMAH, NFS MAKAN
MENURUN, BB MENURUN, MALAISE,
KERINGAT MALAM , DEMAM
MERIANG > 1 BULAN
Program Nasional Pengendalian TB
Indonesia
Visi
TB tidak lagi menjadi
masalah kesehatan
masyarakat
Misi
Þ Menjamin setiap penderita TB
mempunyai akses terhadap
Q diagnosis yang bermutu tinggi,
Q pengobatan adekuat dan
Q Kesembuhan
Þ Menurunkan Penularan
Þ Menurunkan kesakitan dan kematian
TB
Þ Mengakhiri ketidakadilan dan
mengurangi dampak sosial ekonomi
akibat penyakit TB
• SEJAK TAHUN 1995 PEMBERANTASAN
PENYAKIT TB DILAKSANAKAN DG
SISTEM “ D O T S “ (DIRECTLY
OBSERVER TREATHMEN
SHORTCOURSE )
Ekspansi
.Perluasan Jangkauan dan Peningkatan Pelayanan
DOTS yang Berkualitas
±Menghadapi tantangan TB-HIV & MDR TB
Melibatkan seluruh Tenaga Kesehatan &
seluruh Unit Pelayanan Kesehatan
¯Keterlibatan Penderita dan Masyarakat
Didukung dengan :
±Penguatan Kebijakan dan Kepedulian (Ownership)
:Penguatan sistim pelayanan dan pengelolaan
program
lPenelitian operasional
TUJUH STRATEGI UTAMA
© Angka konversi > 80%
© Angka sembuh >85%
© Angka kesalahan CC slide dahak <5%
© Cakupan penderita TBC BTA(+) >70%
Target Program
Komitmen politis
1
Directly Observed
Treatment Short-course

5 ELEMEN STRATEGI DOTS
2
Diagnosa dengan
mikroskop
3
Pengobatan
jangka pendek dgn
pengawasan langsung
4
Jaminan
Ketersediaan OAT
Yg bermutu
5
Monitoring dan
evaluasi
KEGIATAN P2 TB :
. PENEMUAN DAN DIAGNOSIS PDRT
± PENENTUAN KLASIFIKS PENY DAN TIPE TUBERKULOSIS
¯ PEMERIKS DAHAK SCR MIKROSKOPIS LGS
¯ PENGOBTN DAN PENGWSN PENGOBT
± CHROS CHEK SEDIAAN DAHAK
: PENYULUHAN TB
l PENCATATAN DAN PELAPORAN
´ SUPERVISI
¯ MONITORING DAN EVALUASI
.´PERENCANAAN
..PENGELOLAAN LOGISTIK
.±PELATIHAN
.¯PENELITIAN
Þ DIAGNOSIS :
·DEWASA : ADANYA BTA + PD DAHAK
SCR MIKROSKOPIS . HSL PEMERIKS
POSITIF BILA 2 DR 3 SPES DR 3
SPESIMEN S P S ( SEWAKTU – PAGI –
SEWAKTU) ADALAH BTA +
- BL HANYA I SPES YG + , PRL
DIADAKAN PEMERIKSAAN FOTO
RONTGEN ATAU PEMERIKS DAHAK
ULANG
Þ ANAK-ANAK
- GAMBARAN KLINIS , RONTGEN DAN UJI
TUBERKULIN
- GJL PADA ANAK :
* MEMP. SJRH KONTAK ERAT(SERUMAH) DG
PDRT TB BTA +
* TDPT REAKSI KEMERAHAN CEPT STLH
PENYUNTIKAN BCG ( DALAM 3 – 7 HR )
* TDP GEJALA UMUM TB ANTARA LAIN :
a. BB TURUN SLM 3 BLN BERTURUT-TURUT
TANPA SEBAB YG JLS ATAU TIDAK NAIK DLM 1
BULAN MESKIPUN SDH DG PENANGANAN GIZI
YG BAIK
b. NAFSU MAKAN TDK ADA DG GAGAL TUMBUH DAN
BB TDK NAIK
c. DEMAM LAMA / BERULANG TANPA SEBAB YG JLS ,
DPT DISERTAI KERINGAT MALAM
d. PEMBESARAN KELENJAR LIMFE
e. BATUK LAMA > 30 HR, NYERI DADA
f. GEJALA GEJALA DARI SAL. CERNA : DIARE
BERULANG YG TDK SEMBUH – SEMBUH
KLASIFIKASI :
1. TB PARU
BERDSRK HSL PEMERIKS DAHAK :
-TB PARU BTA +
- TB PARU BTA –
2. TB EKSTRA PARU
- TB EKSTRA PARU RINGAN
- TB EKSTRA PARU BERAT
PENGOBATAN :
Þ A. TUJUAN :
Þ 1. MENYEMBUHKAN PDRT
2. MENCEGAH KEMATIAN
3. MENCEGAH KEKAMBUHAN
4. MENURUNKAN RESIKO PENULARAN
B. JENIS OAT
1. ISONIAZID ( H)
2. RIFAMPICIN (R)
3. PIRAZINAMID (Z)
4. STREPTOMYCINE (S)
5. ETHAMBUTOL (E)
Þ PRINSIP PENGOBATAN :
- OBAT DIBERIKAN DLM BENTUK KOMBINASI
DR BEBERAPA JENIS DLM JUMLAH CUKUP
DAN DOSIS YG TEPAT SLM 6-8 BLN
- PENGOBATAN DILAKUKAN DG PENGAWSN
LGS (DOT) OLEH SEORANG PMO (
PENGAWAS MENELAN OBAT )
- PADUAN OAT ( PROG.NASONAL OAT ) :
a. KATEGORI I : 2 HRZE/4H3R3
b. KATEGORI 2 : 2 HRZES/HRZE/5H3R3E3
c. KATEGORI 3 : 2 HRZ/4H3R3
d. OAT SISIPAN
KATEGORI I :
- TERDIRI DARI ISONIAZID, RIFAMPICIN,
PIRAZINAMID DAN ETHAMBUTOL.
- DIBERIKAN SETIAP HARI SELAMA 2 BULAN,
KEMUDIAN DITERUSKAN DG TAHAP LANJUTAN
YG TERDIRI DARI ISONIAZID, RIFAMPICIN , 3
KALI SEMINGGU SELAMA 4 BULAN
- DIBERIKAN UNTUK :
* PDRT TB BTA +
* PDRT TB PARU BTA - , RO + YG SKT BERAT
* PDRT TB EKSTRA PARU BERAT
KATEGORI II :
- TAHAP INTENSIF SELAMA 3 BULAN YG TDD : 2
BLN DG ISONIAZID, RIFAMPICIN, PIRA-
ZINAMID, ETHAMBUTOL & SUNTIKAN
STREPTOMYCIN SETIAP HARI DI UPK.
DILANJUTKAN 1 BULAN DG
ISONIAZID,RIFAMPISIN, PIRAZINAMID DAN
ETHAMBUTOL SETIAP HARI. DILANJUTKAN DG
TAHAP,LANJUTAN SELAMA 5 BULAN DH
ISON,RIFAM,DAN ETHAMBUTOL 3 KALI
SEMINGGU
¤ DIBERIKAN UNTUK :
- PENDERITA KAMBUH ( RELAPS )
- PENDERITA GAGAL (FAILURE)
- PENDERITA DG PENGOBATAN SETELAH LALAI
KATEGORI III :
- THP INTENSIF TDD HRZ SETIAP HARI SELAMA 2
BLN DITERUSKAN DG TAHAP LANJUTAN TDD:
HR SELAMA 4 BULAN 3 KALI SEMINGGU
¤ DIBERIKAN UNTUK :
* PDRT BTA – DAN RO + SAKT RINGAN
* PDRT EKSTRA PARU RINGAN MISAL . TB KEL.
LIMFE, TB KULIT DLL
OAT SISIPAN :
- BILA PD AKHIR TAHAP INTENSIF DARI
PENGOBATAN KATEGORI I ATAU KATEGORI 2,
PEMERIKS DAHA MASIH BTA +, DIBERIKAN
OBAT SISIPAN SETIAP HARI SELAMA 1 BULAN

DEFINISI
Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2004 Puskesmas : UPTD kes kab/kota yg bertanggung jawab menyelenggarakan pemb kes di suatu wilayah kerja. Depkes RI 1991 : organisasi kes fungsional yg merup pusat pengembangan kes masy yg juga membina peran serta masy & memberikan pelayanan scr menyeluruh & terpadu kpd masy di wily kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok

TUJUAN

Mendukung tercapainya tujuan pembangunan kes nasional, yakni meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kes yg setinggi – tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010

Wilayah kerja       Kecamatan Kepadatan penduduk Luas daerah Keadaan geografik Infrastruktur Sasaran penduduk : 30.000 jiwa .

meliputi pelay kes perorgan & masy .FUNGSI  Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan  Pusat pemberdayaan masyarakat  Pusat pelayanan kesehatan strata I.

Bali) .Puskesmas Pembantu  Unit pelay kes yg sederhana & berfs menunjang & membantu melaks kgt puskesmas yg ruang lingkupnya > kecil  Wilayah : 2 – 3 desa  Sasaran : 2500 jiwa (luar jawa) 10.000 jiwa (Jawa .

Kegiatan Pusesmas Keliling     Memberikan pelay di daerah terpencil Melakukan penyelidikan KLB Alat transportasi penderita u/ rujukan Penyuluhan kes menggunakan audio visual .

adl : UKS. mata. regional & global serta yg mempunyai daya ungkit tinggi u/ pe  derjt kes. yaitu : Upaya promkes. . UPGM. UKK.Gilut.Perkesmas. kesling.jiwa.UPAYA & AZAS PENYELENGGARAN PUSKESMAS   Upaya kes wajib : berdsrkan komitmen nas. usila. P2M. OR. batra. pengobatan Upaya kes pengembangan : berdsrkan mslh kes yg ada di masy serta yg disesuaikan dg kemampuan puskesmas. KIA/KB.

AZAS PENYELENGGARAAN • • • • Azas pertanggungjawaban wilayah Azas pemberdayaan masyarakat Azas keterpaduan Azas rujukan .

KETERKAITAN PERKESMAS DG UPAYA KES WAJIB & PENGEMBANGAN pengembangan pengembangan Indikator SPM .

kelg. kelg. kelp khusus .Tanggung Jawab Perawat Puskesmas dlm penyelenggaraan 3 fungsi Puskesmas Fs penggerak pembangunan : m’identifikasi fx reskkes yg timbul di masy. kelp u/ mampu menyelesaikan mslh shg mandiri Fx pelay kes strata 1 : bertgg jwb dlm memberikan askep kpd indv. melaks keg promkes & pencegahan peny Fx pemberdayaan masy : bertgg jwb dlm memberdayakan indv.

Kompetensi minimal perawat puskesmas  Askep thd indv. gadar. kelg. pencegahan infeksi  Promkes u/ pemberdayaan indv. kelg & kelp dlm bentuk kegiatan : tind kep langsung. kelp  Surveillance : identifikasi fx resiko. penemuan kasus dini. KLB  Membina pelay kes yg bersumberdaya masy  Pelatihan kader  Monitoring & evaluasi  Pendokumentasian . pengobatan dasar sesuai kewenangan.

terjangkau & dilakukan scr rasional .Sistem Rujukan  Suatu jaringan sistem pelay kes yg memungkinkan tjd penyerahan tgg jwb scr timbal balik baik vertikal / horizontal kpd yg lebih kompeten.

Tujuan Umum : dihasilkan pemerataan upaya kes yg didukung mutu pelay yg optimal dlm memecahkan masalah scr berdaya guna & berhasil guna Khusus : Dihasilkan upaya pelay kes klinik yg bersifat preventif. promotif. kuratif & rehabilitatif .

bantuan u/ pengungsi .Jenis Rujukan  Rujukan medik : transfer of patient. transfer of specimen  Rujukan kesehatan : Survei epidemiologi & pemberantasan peny. pemberian pangan u/ bencana kelaparan. transfer of knowledge.

SURVEILLANCE . PENANGGULANGAN PENY. PEMBERANTASAN PENY. TIDAK MENULAR 4.P2P = PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT 1. MENULAR 3. PENCEGAHAN PENYAKIT 2.

.

TAHAN TERHADAP ASAM . DPT TERTIDUR LAMA SELAMA BEBERAPA TAHUN .i PENY. • BAKTERI : .CEPAT MATI DG SINAR MATAHARI .TUBERKULOSIS ( TB) : • Y.DLM JRGN TUBUH . MENULAR YG DISEBABKAN MYCOBACTRIUM TUBERCULOSIS YG MENYERANG PARU TTP JG MENGENAI ORGAN TUBUH LAIN.DPT BERTAHAN HIDUP BEBERAPA JAM DI TMPT YG GELAP DAN LEMBAB .

DAYA PENULARAN DR SESEORG DITENTUKAN OLEH BANYAKNYA KUMAN YG DIKELUARKAN DR PARUNYA. . DR PDRT BTA + MENYEBARKAN KUMAN LEWAT DROPLET.DROPLET YG DIUDR PD SUHU KAMAR DAPT BERTAHAN BEBERAPA JAM DAN ORG DAPT TERINFEKSI BILA DROPLET TSB TERHIRUP KE DLM SAL.KONTAK ERAT.• CARA PENULARAN : . PERNAPASAN . MAKIN TINGGI DERAJAT POSITIF HSL PEMERIKSAAN DAHAK. . MAKA MAKIN MENULAR PENDERITA TSB .

BB MENURUN. UMUM : BATUK TERUS MENERUS SELAMA 3 MINGGU ATAU LEBIH b. KERINGAT MALAM . NFS MAKAN MENURUN.BATUK DARAH . DEMAM MERIANG > 1 BULAN .DAHAK BERCANPUR DARAH .SESAK NAFAS DAN NYERI DADA . GEJALA LAIN : .• GEJALA : a. MALAISE.BDN LEMAH.

 pengobatan adekuat dan  Kesembuhan  Menurunkan Penularan Menurunkan kesakitan dan kematian TB Mengakhiri ketidakadilan dan mengurangi dampak sosial ekonomi akibat penyakit TB   .Program Nasional Pengendalian TB Indonesia Visi TB tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat Misi  Menjamin setiap penderita TB mempunyai akses terhadap  diagnosis yang bermutu tinggi.

• SEJAK TAHUN 1995 PEMBERANTASAN PENYAKIT TB DILAKSANAKAN DG SISTEM “ D O T S “ (DIRECTLY OBSERVER TREATHMEN SHORTCOURSE ) .

TUJUH STRATEGI UTAMA Ekspansi  Perluasan Jangkauan dan Peningkatan Pelayanan  DOTS yang Berkualitas  Menghadapi tantangan TB-HIV & MDR TB  Melibatkan seluruh Tenaga Kesehatan & seluruh Unit Pelayanan Kesehatan  Keterlibatan Penderita dan Masyarakat  Didukung dengan :  Penguatan Kebijakan dan Kepedulian (Ownership)  Penguatan sistim pelayanan dan pengelolaan program  Penelitian operasional  .

Target Program     Angka konversi > 80% Angka sembuh >85% Angka kesalahan CC slide dahak <5% Cakupan penderita TBC BTA(+) >70% .

5 ELEMEN STRATEGI DOTS Komitmen politis Jaminan Ketersediaan OAT Yg bermutu 4 1 Diagnosa dengan mikroskop 2 5 3 Directly Observed Treatment Short-course Monitoring dan evaluasi Pengobatan jangka pendek dgn pengawasan langsung .

KEGIATAN P2 TB :       PENEMUAN DAN DIAGNOSIS PDRT PENENTUAN KLASIFIKS PENY DAN TIPE TUBERKULOSIS PEMERIKS DAHAK SCR MIKROSKOPIS LGS PENGOBTN DAN PENGWSN PENGOBT CHROS CHEK SEDIAAN DAHAK  PENYULUHAN TB   PENCATATAN DAN PELAPORAN   SUPERVISI   MONITORING DAN EVALUASI  PERENCANAAN    PENGELOLAAN LOGISTIK    PELATIHAN   PENELITIAN   .

BL HANYA I SPES YG + . HSL PEMERIKS POSITIF BILA 2 DR 3 SPES DR 3 SPESIMEN S P S ( SEWAKTU – PAGI – SEWAKTU) ADALAH BTA + . PRL DIADAKAN PEMERIKSAAN FOTO RONTGEN ATAU PEMERIKS DAHAK ULANG  .DIAGNOSIS :   DEWASA : ADANYA BTA + PD DAHAK SCR MIKROSKOPIS .

 - ANAK-ANAK GAMBARAN KLINIS . BB TURUN SLM 3 BLN BERTURUT-TURUT TANPA SEBAB YG JLS ATAU TIDAK NAIK DLM 1 BULAN MESKIPUN SDH DG PENANGANAN GIZI YG BAIK - . RONTGEN DAN UJI TUBERKULIN GJL PADA ANAK : * MEMP. SJRH KONTAK ERAT(SERUMAH) DG PDRT TB BTA + * TDPT REAKSI KEMERAHAN CEPT STLH PENYUNTIKAN BCG ( DALAM 3 – 7 HR ) * TDP GEJALA UMUM TB ANTARA LAIN : a.

b. PEMBESARAN KELENJAR LIMFE e. NYERI DADA f. DPT DISERTAI KERINGAT MALAM d. BATUK LAMA > 30 HR. GEJALA GEJALA DARI SAL. DEMAM LAMA / BERULANG TANPA SEBAB YG JLS . NAFSU MAKAN TDK ADA DG GAGAL TUMBUH DAN BB TDK NAIK c. CERNA : DIARE BERULANG YG TDK SEMBUH – SEMBUH .

TB EKSTRA PARU BERAT .TB EKSTRA PARU RINGAN .TB PARU BTA – 2.KLASIFIKASI : 1. TB EKSTRA PARU . TB PARU BERDSRK HSL PEMERIKS DAHAK : -TB PARU BTA + .

MENYEMBUHKAN PDRT 2. TUJUAN : 1. RIFAMPICIN (R) 3. MENCEGAH KEKAMBUHAN 4. ISONIAZID ( H) 2.PENGOBATAN :   A. MENCEGAH KEMATIAN 3. PIRAZINAMID (Z) 4. MENURUNKAN RESIKO PENULARAN B. JENIS OAT 1. STREPTOMYCINE (S) 5. ETHAMBUTOL (E) .

 PRINSIP PENGOBATAN : . KATEGORI 3 : 2 HRZ/4H3R3 d. KATEGORI I : 2 HRZE/4H3R3 b. KATEGORI 2 : 2 HRZES/HRZE/5H3R3E3 c.OBAT DIBERIKAN DLM BENTUK KOMBINASI DR BEBERAPA JENIS DLM JUMLAH CUKUP DAN DOSIS YG TEPAT SLM 6-8 BLN . OAT SISIPAN .NASONAL OAT ) : a.PENGOBATAN DILAKUKAN DG PENGAWSN LGS (DOT) OLEH SEORANG PMO ( PENGAWAS MENELAN OBAT ) .PADUAN OAT ( PROG.

RO + YG SKT BERAT * PDRT TB EKSTRA PARU BERAT . .DIBERIKAN UNTUK : * PDRT TB BTA + * PDRT TB PARU BTA .TERDIRI DARI ISONIAZID. RIFAMPICIN.DIBERIKAN SETIAP HARI SELAMA 2 BULAN. PIRAZINAMID DAN ETHAMBUTOL. 3 KALI SEMINGGU SELAMA 4 BULAN .KATEGORI I : . RIFAMPICIN . KEMUDIAN DITERUSKAN DG TAHAP LANJUTAN YG TERDIRI DARI ISONIAZID..

PIRAZINAMID. DILANJUTKAN 1 BULAN DG ISONIAZID. DILANJUTKAN DG TAHAP. RIFAMPICIN.KATEGORI II : .RIFAMPISIN.TAHAP INTENSIF SELAMA 3 BULAN YG TDD : 2 BLN DG ISONIAZID.LANJUTAN SELAMA 5 BULAN DH ISON. PIRAZINAMID DAN ETHAMBUTOL SETIAP HARI.DAN ETHAMBUTOL 3 KALI SEMINGGU .RIFAM. ETHAMBUTOL & SUNTIKAN STREPTOMYCIN SETIAP HARI DI UPK.

DIBERIKAN UNTUK : .PENDERITA DG PENGOBATAN SETELAH LALAI KATEGORI III : .THP INTENSIF TDD HRZ SETIAP HARI SELAMA 2 BLN DITERUSKAN DG TAHAP LANJUTAN TDD: HR SELAMA 4 BULAN 3 KALI SEMINGGU  .PENDERITA GAGAL (FAILURE) .PENDERITA KAMBUH ( RELAPS ) .

PEMERIKS DAHA MASIH BTA +. DIBERIKAN OBAT SISIPAN SETIAP HARI SELAMA 1 BULAN . TB KULIT DLL OAT SISIPAN : . DIBERIKAN UNTUK : * PDRT BTA – DAN RO + SAKT RINGAN * PDRT EKSTRA PARU RINGAN MISAL . TB KEL.BILA PD AKHIR TAHAP INTENSIF DARI PENGOBATAN KATEGORI I ATAU KATEGORI 2. LIMFE.