You are on page 1of 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkah rahmat dan hidayah-Nya laporan tutorial modul 2 dengan skenario bercak putih bisa terselesaikan, sesuai dengan hasil diskusi yang telah dilakukan pada kegiatan tutorial yang berjalan berdasarkan arahan dan bimbingan dari para tutor. Namun laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, mengingat penyusun hanyalah seorang mahasiswi biasa dengan segala keterbatasan ilmu yang dimiliki. Sehingga, saran dan kritik yang membangun dari pembaca sekalian sangat penyusun harapkan agar dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan dan sarana pembelajaran.

kerusakan jaringan yang diakibatkan. patomekanisme. . Mengumpulkan informasi yang mendukung (belajar mandiri). Analisa masalah dengan membuat pertanyaan Menjawab pertanyaan Menentukan tujuan pembelajaran.BAB I PENDAHULUAN 1. Dalam memecahkan problem yang terdapat dalam scenario ini. Sintesis/evaluasi informasi yang benar. 5. cara diagnosis dan penatalaksanaan dari penyakit-penyakit tersebut. 6.1 Proses Pemecahan Masalah Dalam diskusi kelompok kami menggunakan metode curah pendapat dan diskusi. 2. 7. 1. yaitu dengan mengikuti 7 langkah penyeleisaian masalah di bawah ini: 1. Klarifikasi istilah dan konsep yang tidak jelas Menentukan permasalahan. 4. gejala klinik. 3.2 Tujuan instruksional Khusus Setelah selesai mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang penyakit-penyakit tropis yang menyebabkan gejala bercak putih pada kulit (hipopigmentasi).

umur 17 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan bercak±bercak berwarna putih pada kulit. 5. Bercak putih tersebut muncul 1 bulan yang lalu di daerah punggung.     II. 7. di seratai sisik halus dengan diameter 1 ± 3 cm. II.3 Kata Kunci : Laki ± laki 17 tahun Kulit sawo matang Keluhan bercak ± bercak putih pada kulit bentuknya bulat dan lonjong disertai sisik halus dengan diameter 1 ± 3 cm. ANALISIS MASALAH Pertanyaan : Jelaskan mekanisme bercak-bercak putih pada kulit? Sebutkan penyakit-penyakit dengan gejala bercak-bercak putih pada kulit? Apakah hubungan antara kulit sawo matang dengan bercak putih pada kulit? Jelaskan faktor predisposisi dengan penyakit yang di deritai oleh pasien ? Mengapa bercak putih muncul pada daerah punggung dan apakah dapat menjalar ke daerah tubuh yang lain ? Jelaskan mekanisme terbentuknya sisik halus pada kulit ? Bagaimana langkah-langkah diagnosis? Penyakit apa saja yang bisa dijadikan DD dari skenario di atas ? JAWABAN PERTANYAAN 1.2 1. Mekanisme bercak putih Perpindahan jamur Menghasilkan zat-zat toxic Menghambat pertumbuhan sel-sel melanosit u/menghasilkan pigmen HIPOPIGMENTASI . Muncul 1 bulan lalu di daerah punggung.1 SKENARIO Seorang laki ± laki kulit sawo matang. 3.BAB II PEMBAHASAN II. 2. 6. berbentuk bulat atau lonjong. 8. 4.

Sehingga. hubungan antara kulit sawo matang dengan bercak putih pada kulit? Pada orang dengan kulit kehitaman termasuk sawo matang.VETILIGO 3. Hal ini disebabkan oleh perbedaan dari melanosom antara orang kulit .Penyerapan cahaya matatahari yang kurang juga bisa mempengaruhi terjadinya hipopigmentasi. Penyakit-penyakit dengan gejala bercak-bercak putih pada kulit . hipopigmentasi akan nampak berwarna keputihan. ada lagi mekanisme bercak putih yang lebih terinci : Putih pada kulit Hipopigmentasi Mikroorganisme lipofilik (flora normal) Terdapat pada daerah yang mengandung banyak lemak Mikroorganisme menjadi pathogen Oksidasi asam lemak tak jenuh Terbentuk as. Selain itu. maka penyerapan sinar matahari akan berkurang dan bisa terjadi hipopigmentasi.MORBUS HANSEN . Decarboxylic pada kulit Inhibitor tyrosinase Hambat pembentukan pigmen melanosit Hipopigmentasi Bercak-bercak kulit putih 2.PITYRIASIS ALBA . hipopigmentasi akan nampak kemerahan atau kecoklatan.PITYRIASIS VESIKOLOR . Cahaya matahari juga merupakan salah satu factor yang membantu pembentukan sel-sel melanosit sebagai pembentuk pigmen. Sedangkan pada orang berkulit putih. jika terdapat mikroba misalnya jamur pada kulit kita.

perut. Dimana Jamur merupakan mikroorganisme Lipofilik.apakah disertai nyeri tekan dan ada luka di kaki atau tangan. Bila diderita orang berkulit gelap. lengan dan wajah. maka bercak yang tampak adalah berwarna kemerahan. Selain itu daerah punggung lebih sering tertutup pakaian sehingga lebih lembab dan mendukung pertumbuhan jamur.Immunosupresi . Bila terdapat di daerah kulit yang tertutup. dada.apakah disertai nyeri tulang.anorexia.mialgia. 6.Kosmetik .Malnutrisi . Anamnesis 1) Kapan kelainan mulai muncul ? 2) Apakah hilang timbul atau menetap ? 3) Dimana lokasi awal dan kemudian muncul dimana ? 4) Apakah disertai demam atau tidak ? 5) Apakah disertai gatal atau tidak ? 6) Apakah bercaknya ada hubungannya dengan trauma. Alasan terbentuk sisik halus pada kulit Sisik halus terbentuk akibat proses keratinasi yang abnormal dari sel-sel epidermis.malaise.Puberitas 5.Daerah predileksi lainnya yaitu di daerah leher. Langkah diagnosis a. bila diderita orang yang berkulit putih.mendadak atau tidak. Alasan bercak putih muncul pada daerah punggung dan daerah predileksi pada tubuh yang lain. 9) Apakah pernah merasakan keluhan yang sama di masa yang lalu ? 10) Apakah ada keluarga yang mengalami penyakit atau keluhan yang sama ? .misalnya gigitan serangga ? 7) Apakah disertai kram atau nyeri ? 8) Jika disertai. kapan mulai terjadi. Faktor predisposisi dengan penyakit yang di deritai oleh pasien .Pola hidup (hygene) .Lingkungan yang lembab . 4.kehitaman dengan kulit keputihan. maka bercak yang tampak adalah warna keputihan (Pityriasis versicolor). 7.Cushing disease . Karena terdapat beberapa warna itulah maka panu disebut Pityriasis versicolor. lipatan paha. atralgia.bagaimana sifatnya. maka akan tampak sebagai bercak kecoklatan atau hitam (Pityriasis versicolor nigra). Hal ini disebabkan karena punggung merupakan daerah yang banyak mengandung sebum atau lemak dan banyak menghasilkan keringat.

11) Apakah pernah bersama dengan orang yang berpenyakit dengan gejala yang sama? 12) Pernah minum obat apa ? b. Uji sensitivitas Menggunakan kapas. 4. Medianus e) N. dan air dingin serta air panas. kulitnya kering atau tidak. DD dari scenario  Pityriasis vesicolor  Pityriasis alba  MH  Vitiligo KESIMPULAN: Berdasarkan gejala yang diderita oleh pasien maka kemungkinan diang nosisnya adalah PITYRIASIS VESICOLOR . Ulnaris d) N. Pemeriksaan penunjang 1) Kerokan kulit : untuk melihat jenis jamur 2) Lampu wood : menggunakan sinar ultraviolet hitam untuk melihat efloresensi 3) Pemeriksaan mikroskop elektron :untuk melihat jumlah dan ukuran melanosom 8.jarum. Auricularis magnum b) N. Peroneus c. Radialis c) N. dan ada rambut halusnya tidak ? 3. Pemeriksaan saraf tepi a) N. Pemeriksaan fisis 1) Penilaian status gizi 2) Pemeriksaan bercak kulit Diperhatikan jenis effloresensinya.

variasi lemak di permukaan kulit individu dipercaya berperan utama dalam patogenesis penyakit. Lebih lanjut. Pityrosporum ovale) merupakan jamur lipofilik yang normalnya hidup di keratin kulit dan folikel rambut manusia saat masa pubertas dan di luar masa itu. bila diderita orang yang berkulit putih. Panu atau di dunia medis disebut dengan bahasa aneh Pityriasis versicolor. maka akan tampak sebagai bercak kecoklatan atau hitam (Pityriasis versicolor nigra). Bila diderita orang berkulit gelap. maka bercak yang tampak adalah warna keputihan (Pityriasis versicolor). penderita panu dan subjek kontrol tidak memperlihatkan perbedaan kuantitatif atau kualitatif pada lemak di permukaan kulit. Bila terdapat di daerah kulit yang tertutup. Pada awalnya tidak ada gejala yang menunjukkan seseorang akan menderita panu. Pada dua riset yang terpisah. Sebagai organisme yang lipofilik. seperti kebutuhan nutrisi organisme dan respon kekebalan tubuh inang (host's immune response) terhadap organisme sangatlah signifikan. asam amino lebih berperan di dalam kondisi sakit (diseased state) atau dengan kata lain sedang terkena panu. Meskipun sensitization melawan antigen M furfur biasa terlihat pada populasi umum (sebagaimana dibuktikan oleh studi/riset transformasi limfosit). tahap miselium dapat dirangsang in vitro dengan penambahan kolesterol dan ester kolesterol pada medium yang tepat.Infeksi jamur superfisialis yang kronis dan asimtomatis disebabkan oleh Malassezia furfur menyerang stratum korneum dari epidermis. Lemak di permukaan kulit penting untuk kelangsungan hidup M furfur pada kulit manusia normal. kekebalan tubuh yang diperantarai oleh sel (cell-mediated immunity) berperan pada penyebab (timbulnya) penyakit. Karena organisme ini lebih cepat berkoloni/mendiami kulit manusia saat pubertas dimana lemak kulit meningkat lebih banyak dibandingkan pada masa remaja (adolescent) dan panu bermanifestasi di area yang "kaya minyak" atau sebum-rich areas (misalnya: di dada. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa dibandingkan lemak. merupakan infeksi jamur di permukaan kulit. menginduksi (menyebabkan) pembentukan hifa. Singkatnya. tampak bahwa secara in vivo. Biasanya kumat-kumatan dan tak jarang tanpa keluhan (asimptomatis).PITYRIASIS VESICOLOR Definisi Infeksi jamur superfisial yang ditandai dengan adanya makula di kulit. glisin. kadar asam amino meningkat pada kulit pasien yang tidak terkena panu. asam amino asparagin menstimulasi pertumbuhan organisme. Penyakit ini disebabkan oleh Pityrosporum ovale. punggung). Malassezia furfur memerlukan lemak (lipid) untuk pertumbuhan in vitro dan in vivo. Karena terdapat beberapa warna itulah maka panu disebut Pityriasis versicolor. sedangkan asam amino lainnya. Penyebab (Etiologi) Malassezia furfur (dahulu dikenal sebagai Pityrosporum orbiculare. skuama halus. Ada yang unik dari panu. Bagaimanapun juga. namun M furfur mungkin sedikit berperan pada perkembangan (pathogenesis) panu. Tahutahu timbul bercak-bercak di kulit yang terasa gatal. fungsi limfosit pada stimulasi organisme terbukti lemah (impaired) pada penderita yang terserang panu. Secara in vitro. maka bercak yang tampak adalah berwarna kemerahan. disertai rasa gatal. Hasil (outcome) ini sama dengan situasi sensitization dengan Candida albicans. Patofisiologi . Beberapa faktor. Faktor kausatif lainnya yang juga signifikan adalah sistem kekebalan tubuh/imun penderita.

3. Epidemiologi FrekuensiAmerika Serikat Panu lebih sering terjadi di daerah dengan temperatur lebih tinggi dan kelembaban yang relatif lebih tinggi. Cushing disease. Meskipun demikian. 4. 2. Sebagian besar kasus panu dialami oleh orang yang sehat tanpa disertai penurunan sistem kekebalan tubuh (immunologic deficiencies). dan Malassezia globosa merupakan salah satu organisme yang biasa ditemukan pada penderita panu. Keadaan ini tidak menular karena patogen jamur kausatif (causative fungal pathogen) merupakan penghuni normal pada kulit. Sebagaimana namanya. (versi berarti beberapa) kondisi yang ada dapat memicu terjadinya perubahan warna (discoloration) pada kulit. Faktor-faktor tersebut antara lain: 1. Prevalensi nasional panu sekitar 2-8% dari populasi. beberapa faktor dapat memengaruhi beberapa orang terkena panu sekaligus memicu berubahnya bentuk (conversion) dari ragi saprofit (saprophytic yeast) menjadi bentuk morfologis miselium. organisme ini ditemukan baik pada tingkat spora/ragi (yeast/spore stage) dan bentuk filamentosa (hyphal). Enzim ini terdapat pada organisme (Malassezia). parasitik. Sebagai tambahan. berkisar dari putih menjadi merah menjadi coklat. Jenis Kelamin Berdasarkan beberapa riset. Pityrosporon ovale. menghambat tyrosinase pada melanosit epidermis dan dengan demikian memicu hipomelanosis. confluent and reticulate papillomatosis. 5. disimpulakn bahwa tidak ada jenis kelamin yang lebih dominan pada penderita panu. organisme memicu pembesaran melanosom yang dibuat oleh melanosit di lapisan basal epidermis. . Pada penderita dengan penyakit klinis. Ras Insiden panu sama pada semua ras. M furfur dapat juga menjadi patogen yang oportunistik. Pada kasus hipopigmentasi. Asam dikarboksilat. Malnutrition. dan Malassezia ovalis merupakan nama lain (sinonim) dari Malassezia furfur. seborrheic dermatitis. Organisme ini dipercaya juga berperan pada penyakit kulit lainnya. dan beberapa bentuk dermatitis atopik. Organisme ini dapat ditemukan pada kulit yang sehat dan pada area kulit yang terkena penyakit kulit (cutaneous disease). Sebelas spesies M furfur telah teridentifikasi. Pada kasus panu dengan makula hiperpigmentasi. Kecenderungan (predisposition) genetik.Pityrosporon orbiculare. panu merupakan penyakit kulit yang tidak berbahaya (benign skin disease) yang menyebabkan papula atau makula bersisik pada kulit. tinea versikolor. hangat. Kulit penderita panu dapat mengalami hipopigmentasi atau hiperpigmentasi. Lingkungan yang lembab. yang dibentuk oleh oksidasi enzimatis asam lemak pada lemak di permukaan kulit. termasuk Pityrosporum folliculitis. Immunosuppression. Insiden yang pasti di Amerika Serikat sulit diperkirakan karena banyak orang yang terkena panu tidak berobat ke dokter. Meskipun merupakan bagian dari flora normal. Patogenesis Perubahan bentuk Malassezia dari blastospora menjadi miselium dipengaruhi oleh berbagai faktor predisposisi. meskipun perubahan pigmentasi kulit tampak lebih jelas pada orang yang berkulit lebih gelap. inhibitor tyrosinase [hasil dari aksi/kerja inhibitor tyrosinase dari asam dicarboxylic yang terbentuk melalui oksidasi beberapa asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acids) pada lemak di permukaan kulit] secara kompetitif menghambat enzim yang diperlukan dari pembentukan pigmen melanocyte.

1.R. hindari terkena mata. meskipun ringan. frekuensi usia bervariasi. namun tidak mencegah kekambuhan. Suatu alternatif yang populer adalah pemberian fluconazole sekali sebulan (selama 6 bulan) dosis oral. paha. Perhatian Khusus: Hindari kontak langsung dengan mata. punggung. hampir di seluruh dunia. jika timbul iritasi atau sensitif. seperti: Liberia dan India. Sp. Nama Obat: Ketoconazole (Nizoral) Mekanisme Kerja Obat ini merupakan agen sistemik dan topikal. Manifestasi Klinis (Gejala. muka/wajah. yang dapat menghambat . menyebabkan kematian sel jamur. berbentuk tidak teratur sampai teratur. alat kelamin (genitalia). tungkai atas. lipat paha.Dr. Menurut Prof. kulit kepala yang berambut. Predileksi atau Distribusi Panu dapat terjadi di mana saja di permukaan kulit manusia. lengan atas. dengan kata lain terlihat sebagai bercak-bercak berwarna-warni. Agen antijamur berspektrum luas. ditutupi sisik halus dengan rasa gatal (ringan). Keluhan) Biasanya timbul makula dalam berbagai ukuran dan warna. dan bagian tubuh yang tak tertutup pakaian. leher. 3. Gunakan obat ini sampai gejala membaik secara signifikan. merupakan salah satu alasan penderita datang berobat. Keluhan gatal. Nama Obat: Clotrimazole (Mycelex. Perhatian Khusus: Hanya untuk pemakaian luar. hentikan penggunaan obat. atau asimtomatik (tanpa gejala atau tanpa keluhan). ketiak (axillae). menyebabkan kematian sel.S. Terapi oral untuk panu nyaman dan efektif. seperti: tubuh bagian atas. dan hanya gangguan kosmetik saja. berbatas jelas sampai difus.Usia Di negara-negara tropis. Dosis Anak Children: belum ditetapkan. >12 tahun: sama seperti dosis dewasa. sering dikeluhkan penderita. akibat tidak terkena sinar matahari atau kemungkinan pengaruh toksis jamur terhadap pembentukan pigmen. Adolescents: sama seperti dosis dewasa. Nama Obat: Terbinafine (Lamisil) Mekanisme Kerja Menghambat squalene epoxidase. Sebagian besar kasus dijumpai pada usia 10-19 tahun di negara-negara yang lembab dan lebih hangat. 2. Kategori obat: antijamur (antifungals) Antijamur topikal membasmi panu secara temporer.Siregar.KK(K). panu dapat menyerang hampir semua umur. Diagnosis dievaluasi kembali jika tidak ada perbaikan klinis setelah 4 minggu. Pseudoakromia. Durasi pengobatan sebaiknya lebih dari 1 minggu namun jangan lebih dari 4 minggu. Lotrimin-AF) Mekanisme Kerja Agen antijamur berspektrum luas (broad-spectrum antifungal agent) yang menghambat pertumbuhan ragi dengan mengubah permeabilitas membran sel. Dosis Dewasa Pijatlah secara lembut dan perlahan kulit yang terinfeksi panu 2x sehari (bid) selama 2-6 minggu. dada. yang menurunkan sintesis ergosterol. meskipun perlu diulangi secara rutin dan teratur untuk mencegah kambuh lagi. perut (abdomen). Dosis Dewasa bid 1-4 minggu Dosis Anak <12 tahun: belum ditetapkan.

jika timbul sensitivitas atau iritasi pada resep topikal. Jika tidak ada perbaikan klinis setelah 4 minggu. 6.sintesis ergosterol. sebagai alternatif. hati-hati pada achlorhydria (mengurangi penyerapan/absorption). evaluasi kembali diagnosis jika tidak ada perbaikan setelah 4 minggu. Nama Obat: Butenafine (Mentax) Mekanisme Kerja Merusak membran sel jamur sehingga menghentikan pertumbuhan sel jamur. >10 tahun: sama seperti dosis dewasa Perhatian Khusus Hindari kontak dengan mata. M furfur dapat dibasmi dengan pemberian ketoconazole di permukaan luar kulit. vagina. RNA. Dosis Dewasa Topical: gosok dengan lembut pada daerah yang terserang panu qd/bid selama 2-4 minggu Oral: 400 mg PO sekali. mungkin menurunkan serum kortikosteroid secara reversibel (efek yang berat dicegah dengan dosis 200-400 mg/hari). maka hentikanlah penggunaan obat. hypocholesterolemia. sehingga menimbulkan kematian sel jamur Mencapai kadar yang maksimal di kulit dengan dosis oral yang minimal. Nama Obat: Ciclopirox (Loprox) Mekanisme Kerja Berinteraksi (mengganggu) sintesis DNA. Dosis Dewasa Pijatlah area yang terkemna panu bid. sehingga juga menghambat pertumbuhan sel jamur. tidak aman bagi penderita porfiria akut (adrenal suppression. gynecomastia. sehingga jangan memberikan terapi pada anak berusia kurang dari 10 tahun dengan ketoconazole oral. antikolinergik.6 mg/kg/hari per oral Perhatian Khusus: Hepatotoksisitas dapat terjadi. evaluasi kembali. atau rute internal lainnya). hindari kontak dengan mata. bentuk topikal hanya untuk pemakaian luar. Dosis Dewasa qd selama 4 minggu. Panu sangat jarang dijumpai pada anak-anak. 200-mg dosis untuk 10 hari.3-6. dan protein dengan menghambat transportasi elemenelemen esensial pada sel-sel jamur. atau penghambat H2 (H2 blockers) setidaknya 2 jam setelah pemberian oral ketoconazole. Dosis Anak <10 tahun: belum ditetapkan. 5. resepkan antasid. Dosis Dewasa Pijatlah dengan lembut (dengan cream/gel) pada area yang terkena panu dan kulit disekitarnya qd selama . dan hypothyroidism muncul karena pemakaian ketoconazole) 4. Nama Obat: Naftifine (Naftin) Mekanisme Kerja Agen antijamur berspektrum luas dan derivat (turunan) allylamine sintetis dapat menurunkan sintesis ergosterol. Dosis Anak <12 tahun: belum ditetapkan >12 tahun: sama seperti dosis dewasa Perhatian Khusus Gunakan secara topikal (tidak untuk digunakan pada mata. menyebabkan kebocoran komponen seluler. Dosis Anak Topical: sama seperti dosis dewasa Oral: 3.

hentikan penggunaan obat. Dosis Anak sama seperti dosis dewasa. sehingga sel jamur mati. Dosis Dewasa Gunakan terpisah pada area yang terkena panu qd/bid. . 7. Hindari kontak dengan mata. Hindari kontak dengan mata. hindari kontak dengan mata. Berinteraksi (mengganggu) metabolisme dan sintesis RNA dan protein.2-4 minggu. Perhatian Khusus Jika terjadi sensitivitas atau iritasi. Permeabilitas membran meningkat. Nama Obat: Econazole (Spectazole) Mekanisme Kerja Efektif untuk infeksi kulit. menyebabkan kebocoran nutrisi/makanan (nutrients). hanya untuk penggunaan luar. Dosis Dewasa Oleskan pada area yang terkena qid. Nama Obat: Oxiconazole (Oxistat) Mekanisme Kerja Merusak membran dinding sel jamur dengan menghambat biosintesis ergosterol. hentikan penggunaan obat. Dosis Anak sama seperti dosis dewasa. Perhatian Khusus Hentikan penggunaan jika terjadi sensitivitas atau iritasi kimiawi. menyebabkan kematian sel jamur. Hanya untuk pemakaian luar. 8. Dosis Anak sama seperti dosis dewasa. Perhatian Khusus Jika terjadi sensitivitas atau iritasi. Mengganggu permeabilitas membran dinding sel. Hanya untuk pemakaian luar.

TUGAS INDIVIDU LAPORAN PBL SISTEM INFEKSI TROPIS IRAWATI 110208084 KELOMPOK: 5 A FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR 2010 .