Lampiran SURAT EDARAN MENTERI DALAM NEGERI Nomor 414.

2/1408/PMD Tanggal 31 Maret 2010

PETUNJUK TEKNIS PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA T.A. 2010

DAFTAR ISI
Hal

BAB I. PENDAHULUAN 1 1. Latar Belakang 2. Peraturan Perundangan 3. Pengertian 4. Tujuan BAB II. PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJM DESA) 2.1. Tujuan 2.2. Prinsip Penyusunan RPJM-Desa 2.3. Kaidah Penyusunan RPJM Desa 2.4. Tim Penyusun RPJM-Desa 2.5. Tahapan Penyusunan RPJM-Desa 2.6. Sumber Dana BAB III. PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DESA (RKP DESA) 3.1. Tujuan 3.2. Tim Penyusun 3.3. Matrik RKP-Desa 3.4. Penetapan 3.5. Hasil BAB IV. PENGENDALIAN 4.1. Pelaporan 4.2. Pembinaan Dan Pengawasan 4.3. Pemantauan BAB V. PENILAIAN DAN EVALUASI RPJM-DESA DAN RKP-DESA 5.1. Tujuan 5.2. Ruang Lingkup 5.3. Instrumen 5.4. Tata Cara Penilaian 5.5. Pengguna Lampiran 1 SISTEMATIKA RANCANGAN RPJM DESA Lampiran 2 RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA Lampiran 3 INSTRUMEN PENILAIAN DAN EVALUASI RPJM-DESA SERTA RKP-DESA

1 2 2 4 5 5 5 5 6 9 15 16 16 16 16 16 16 17 17 17 17 19 19 19 19 19 20 21 23 25

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
Efektivitas pembangunan dalam mengatasi berbagai permasalahan, untuk merespon kebutuhan dan menjawab tantangan perkembangan masyarakat, ditentukan sejauh mana proses pembangunan dapat meningkatkan kapasitas desa (atau sebutan lain, selanjutnya ditulis desa) mencapai kemandirian dan kesejahteraan, karena sebagian besar penduduk berada di daerah pedesaan. Dengan demikian, keberhasilan membangun desa akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap keberhasilan pembangunan nasional secara makro. Dari cara pandang di atas, menjadi sangat penting untuk memacu peningkatan kapasitas masyarakat dan aparatur Pemerintahan Desa dengan meningkatkan daya dukung (support system) dalam pengelolaan pembangunan, yang mencakup, antara lain: a. Mutu, kesesuaian dan ketepatan perangkat lunak pembangunan desa (peraturan perundangan. pedoman, petunjuk pelaksanaan dan teknis lain terkait). b. Efektivitas sistem pengelolaan pembangunan desa. c. Kemampuan desa atau sebutan lain dalam menyelenggarakan pembangunan. d. Kemampuan dan keberdayaan masyarakat maupun aparatur Pemerintahan Desa. Salah satu persoalan mendasar dalam penyelenggaraan pembangunan desa adalah terkait elemen perencanaan pembangunan desa (RPJM-Desa). Karena RPJM-Desa merupakan dokumen yang menunjukkan arah. tujuan dan kebijakan pembangunan desa. Maka, kualitas RPJM-Desa menjadi sangat penting untuk diperhatikan, baik dari segi proses penyusunan, kualitas dokumen maupun kesesuaiannya dengan Peraturan Perundangan yang berlaku. Penyusunan RPJM-Desa berdasar pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 66 Tahun 2007 adalah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Permendagri dimaksud serta mendorong dan memfasilitasi Pemerintah Desa menyusun RPJM-Desa. Untuk mengakomodasi kepentingan tersebut perlu disediakan Petunjuk Teknis Penyusunan RPJM-Desa, yang merupakan turunan dari serta penjabaran secara rinci Permendagri No. 66 Tahun 2007.

adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah .3. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47. 7 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah: 8. dan ditetapkan dengan Peraturan Desa. Pengertian 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286). Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158. 6.2 Peraturan Perundangan Peraturan perundangan yang dijadikan dasar dan acuan penyusunan RPJM Desa antara lain: 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4309). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disingkat (APBDesa) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4587). 3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140. 5. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Desa. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. 2. atau yang disebut dengan nama lain yang selanjutnya disebut desa.1. 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421): 4.

3. 5. Lembaga Kemasyarakatan Desa atau disebut dengan nama lain adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat. Perencanaan Pembangunan Desa dimaksud adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di desa guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu desa dalam jangka waktu tertentu. yang nyata. Perencanaan Pembangunan Daerah adalah suatu proses penyusunan tahapantahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu. kesejahteraan kesempatan masyarakat kerja. 8. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Pembangunan desa adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan pendapatan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa selanjutnya disingkat (RPJMDesa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun yang . 10. 7. 4. 6. Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa yang dapat dinilai dengan uang termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban desa tersebut. baik dalam aspek lapangan berusaha. 9. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa yang selanjutnya disebut (Musrenbang Desa) adalah forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan desa (pihak berkepentingan untuk mengatasi permasalahan desa dan pihak akan terkena dampak hasil musyawarah) untuk menyepakati rencana kegiatan di desa 1 (satu) tahunan. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat. berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. maupun indeks pembangunan manusia. akses terhadap pengambilan keputusan. melalui urutan pilihan. Wujud Perencanaan Pembangunan Desa adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pembangunan Desa.

Menyediakan acuan yang dapat digunakan berbagai pihak yang terlibat dalam proses penyusunan RPJM Desa — RKP Desa: b. 12. . disertai dengan rencana kerja. Peraturan Desa (yang selanjutnya disingkat Perdes) adalah peraturan perundangundangan yang dibuat oleh BPD bersama Kepala Desa. Menyediakan acuan yang dapat digunakan berbagai pihak yang berkompeten untuk mengevaluasi dan menemukenali kekuatan dan kelemahan berbagai aspek perencanaan pembangunan desa: d. 11.Mendorong terwujudnya RPJM Desa — RKP Desa sebagai dokumen perencanaan yang penting dan berfungsi secara efektif dalam pelaksanaan pembangunan desa. 1.4. Mendorong Pemerintah Desa meningkatkan kualitas proses penyusunan dan dokumen RPJM Desa — RKP Desa. arah kebijakan keuangan desa. kebijakan umum. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa.memuat arah kebijakan pembangunan desa. rencana kerja dan pendanaan serta perkiraan maju. lintas SKPD. dan program. Menyediakan instrumen yang dapat digunakan berbagai pihak untuk menilai kualitas proses penyusunan dan dokumen RPJM Desa — RKP Desa. c. dan e. dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutahirkan. dan program prioritas kewilayahan. program prioritas pembangunan desa. Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat (RKP-Desa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun yang merupakan penjabaran dari RPJM-Desa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa. Tujuan Tujuan penyusunan Petunjuk Teknis Perencanaan Pembangunan Desa adalah: a.

Dengan demikian.3.RPJM-Desa sebagai Proses Pemikiran Strategis RPJM-Desa pada hakikatnya adalah dokumen yang menerjemahkan proses pemikiran strategis menjadi kerangka perencanaan pembangunan desa. Merumuskan arah. b.1. Partisipatif artinya melibatkan semua pihak/pemangku kepentingan secara aktif dalam proses pembahasan dan pengambilan keputusan: e. Keterbukaan artinya memberikan akses seluas-luasnya kepada para pemangku kepentingan untuk mendapatkan informasi dan mengontrol proses penyusunan RPJM-Desa. Menyelaraskan rencana kegiatan dan anggaran: dan d. 2. 2. mutu rencana pembangunan desa ditentukan sejauh mana dokumen Pemikiran tersebut strategis dapat menampilkan rumusan dengan pemikiran arah strategis.2. c. Kaidah Penyusunan RPJM-Desa 2.BAB II PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJM-DESA) 2. Meningkatkan peran serta masyarakat di desa dalam proses pembangunan. target pencapaian selama periode perencanaan serta cara dan langkahlangkah mencapai tujuan. kebijakan dan strategi pembangunan desa: c.3. tujuan. Melalui proses pemikiran strategis tersebut diharapkan terumuskan: . Lengkap artinya RPJM-Desa mencakup semua aspek pembangunan masyarakat dan desa. objektif dan dapat dipercaya. Prinsip Penyusunan RPJM-Desa Penyusunan RPJM-Desa dilakukan dengan mengacu pada prinsip-prinsip: a. Merumuskan rencana pembangunan desa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan keadaan setempat: b. Sistematis artinya RPJM-Desa disusun berdasarkan alur pemikiran logis dan sesuai tata susun yang runut: d. Cermat artinya data-data dasar diperoleh dan dihimpun secara teliti.1. tujuan dimaksud berkenaan dan pembangunan desa. Tujuan Tujuan penyusunan RPJM-Desa adalah: a.

dan f.3.RPJM Desa sebagai Rangkaian Kegiatan yang Sistematis - Penyusunan RPJM-Desa pada dasarnya adalah proses kegiatan sesuai tahapan secara sistematis. Tahapan dimaksud adalah a. Perumusan program dan kegiatan g. • Sesuai dengan kaidah penyusunan rencana (Spesifik. Perumusan tujuan f. Cara dan langkah yang jelas dan terarah untuk mencapai tujuan. Tujuan dan sasaran pembangunan desa yang: • Konsisten dengan visi dan misi Kepala Desa terpilih. b. Perumusan alat ukur pencapaian tujuan . Kebijakan untuk menyelaraskan dan memadukan rencana serta sumber daya yang tersedia e.2. Dengan demikian. 2. Kebijakan pendayagunaan sumber daya dan dana secara terarah dan efisien d. Penetapan waktu dan penanggung jawab pelaksanaan kegiatan h. Dapat diterima. Dapat menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi d. Identifikasi para pihak pemangku kepentingan c.a. Alat ukur untuk menilai sejauh mana pencapaian tujuan pembangunan desa. realistis dan Jelas kerangka waktunya) dan • Sesuai dengan kemampuan desa untuk melaksanakannya. Arah pembangunan desa yang dapat dipahami secara jelas oleh masyarakat c. Terukur. masalah dan daya dukung e. Pengkajian potensi.3.3.penyusunan maupun pelaksanaan RPJM-Desa harus: a. Persiapan b. Pengkajian keadaan dan kecenderungan perkembangan desa d. 2. Dilakukan evaluasi secara berkelanjutan. Dimasyarakatkan dan dikonsultasikan secara berkelanjutan c. Berorientasi pada pemberdayaan Masyarakat dan Aparatur Pemerintahan Desa b.RPJM -Desa sebagai Proses Berkelanjutan RPJM-Desa sebagai dokumen perencanaan akan berhasil apabila dilaksanakan dan diperlakukan sebagai proses yang berkelanjutan.

e. unsur dan tatacara pemilihan anggota Tim Penyusun • Tugas dan tanggung jawab Tim Penyusun RPJM-Desa.Jumlah anggota dan Unsur Tim Penyusun Jumlah anggota Tim Penyusun sekurang-kurangnya 11 (sebelas) orang. Sekurang-kurangnya 2 (dua ) orang Kepala dusun. Pembentukan Tim dimaksud dilakukan melalui kegiatan: 1) Sosialisasi Pemerintah Desa berkewajiban menyebarluaskan informasi dan menjelaskan tentang : • Rencana penyusunan RPJM-Desa • Proses dan tahapan kegiatan penyusunan RPJM-Desa Pembentukan Tim Penyusun RPJM-Desa • Jumlah. Pembentukan Tim Penyusun a. d. Kepala Desa b.1. Tim Penyusun RPJM-Desa 2.4.2.4. Sekretaris Desa c. Sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang wakil masyarakatyang sekurangkurangnya satu diantaranya adalah perempuan 2. Bila belum terbentuk LPMD. maka digantikan oleh wakil dari pengurus Ormas dan/atau LSM yang ada di desa yang bersangkutan. Sekurang-kurangnya 2 (dua) orang Pengurus LPMD. Dan f.4. b. Tim Penyusun RPJM Desa dibentuk dalam forum Rapat Pembentukan Tim Penyusun RPJM-Desa.Sekurang-kurangnya 2 (dua) orang KPMD. yang salah satunya adalah perempuan. 2) Pendaftaran/perekrutan calon anggota Tim Penyusun Kegiatan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Desa adalah • Mengumumkan pendaftaran/perekrutan calon anggota Tim Penyusun RPJM-Desa • Memproses pendaftaran calon anggota Tim Penyusun • Mengumumkan daftar calon anggota Tim Penyusun . yang terdiri dari: a.2.

Rapat Pembentukan Tim dimaksud diselenggarakan oleh Pemerintah Desa b.3. Penyelenggaraan Rapat Pembentukan Tim dimaksud mencakup kegiatan: 1) Persiapan Kegiatan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Desa untuk mempersiapkan pelaksanaan rapat Tim Penyusun RPJM-Desa adalah • Menetapkan jadwal pelaksanaan Rapat Pembentukan Tim Penyusun RPJM-Desa • Menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan • Menyampaikan surat undangan rapat kepada para calon anggota Tim Penyusun. 3) Pemilihan anggota Tim Penyusun Proses pemilihan anggota Tim Penyusun dilakukan dalam Rapat Pembentukan Tim Penyusun RPJM-Desa. . Rapat Pembentukan Tim Penyusun RPJM-Desa a.• Menampung aspirasi dan masukan warga terhadap calon-calon anggota Tim Penyusun. maka dilakukan pemungutan suara secara tertutup sesuai aturan yang disepakati forum. Materi rapat dimaksud. mencakup: (a) Penjelasan proses penyusunan RPJM-Desa: (b) Penjelasan Tugas dan tanggung jawab Tim Penyusun RPJM-Desa: (c) Penyampaian hasil pendaftaran/perekrutan calon anggota Tim Penyusun: (d) Penjelasan ketentuan pembentukan Tim Penyusun RPJM-Desa: (e) Dapat ditambahkan materi lain sesuai kebutuhan. 2) Pelaksanaan/Proses rapat • Rapat dipimpin oleh Kepala Desa Pembahasan susunan acara rapat. (3) Proses pemilihan anggota Tim Penyusun RPJM-Desa Proses pemilihan anggota Tim Penyusun RPJM-Desa dilakukan secara musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila musyawarah dimaksud tidak berhasil.4. 2. Susunan acara dimaksud sekurangkurangnya mencakup: (1) Pembukaan (2) Penjelasan materi rapat.

. Setrawan (kecamatan dan/atau kabupaten).(4) Penetapan anggota Tim Penyusun RPJM-Desa. dan pihak lain yang berkompeten.5. bertugas dan bertanggung jawab untuk: • Mencatat hasil pembahasan dan keputusan rapat • Membantu Kepala Desa mengelola Rapat Tim Penyusun • Memastikan tersedianya Berita Acara Rapat Pembentukan Tim Penyusun RPJM-Desa • Memastikan tersedianya dokumen Rancangan RPJM-Desa 2. Asistensi Tim Penyusun dalam melaksanakan kegiatan penyusunan Rancangan RPJMDesa dibimbing dan dibantu oleh aparat pemerintah (kecamatan dan/atau kabupaten) yang berkompeten.4.4.Tugas dan Tanggung Jawab Tim Penyusun a. Kedudukan. bertugas dan bertanggung jawab untuk: • Memastikan tersosialisasinya agenda penyusunan RPJM-Desa • Memastikan tersosialisasinya agenda pembentukan Tim Penyusun RPJMDesa • Melaksanakan rekrutmen calon anggota Tim Penyusun RPJM-Desa • Menyelenggarakan rapat pembentukan Tim Penyusun RPJM-Desa • Mengundang anggota Tim Penyusun • Memimpin Rapat Tim Penyusun • Menerbitkan surat keputusan penetapan anggota Tim Penyusun • Menugaskan KPMD dan LPMD memfasilitasi pengkajian keadaan desa • Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan penyusunan RPJM-Desa • Memastikan tersusunnya Rancangan RPJM-Desa b. 2. 3) Proses dan hasil rapat dituangkan dalam Berita Acara Rapat Pembentukan Tim Penyusun RPJM-Desa dan ditanda tangani oleh semua peserta yang hadir.4. Sekretaris Desa karena jabatannya adalah Sekretaris Tim Penyusun. Anggota Tim Penyusun RPJM-Desa ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa. Kepala Desa karena jabatannya adalah Penanggung Jawab dan Koordinator Tim Penyusun.

Menetapkan jadwal dan agenda pelaksanaan kegiatan penyusunan RPJMDesa f. masalah.1. Permasalahan yang dihadapi c. 2.2. alat dan kebutuhan lainnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan penyusunan RPJM-Desa.Tujuan Kegiatan ini bertujuan untuk menggali secara objektif. kegiatan yang harus dilakukan adalah a.5. 2.2. Memastikan penerbitan Surat Keputusan Penetapan Tim Penyusun RPJMDesa d. potensi dan berbagai informasi terkait. Tahapan Kegiatan Penyusunan RPJM-Desa 2.5. Kebutuhan masyarakat . Memastikan penugasan KPMD dan LPMD melakukan fasilitasi pengkajian keadaan desa c.1.6. lengkap dan cermat: a. Masa Tugas Masa tugas Tim Penyusun terhitung sejak diterbitkannya surat penetapan Tim Penyusun RPJM-Desa oleh Kepala Desa sampai dengan ditetapkannya Perdes tentang RPJM-Desa oleh Kepala Desa kepada BPD.5. Persiapan Pada tahap ini. Potensi desa b.Pengkajian Keadaan Desa 2. Menyiapkan sarana.2.2. 2.2. Memastikan tersedianya hasil-hasil MMDD dan Penggalian Gagasan tahun sebelumnya sebagai informasi dan bahan pendukung pelaksanaan pengkajian keadaan desa e. Memastikan kesiapan KPMD dan LPMD b.4.5. yang menggambarkan secara jelas dan lengkap kondisi dan dinamika masyarakat desa.Pengertian Pengkajian keadaan desa adalah proses penggalian dan pengumpulan data mengenai keadaan masyarakat.5.

2.Proses a.2.5.3. Data Permasalahan c. Fasilitator Kegiatan pengkajian keadaan desa difasilitasi oleh KPMD dan LPMD 2. 2.5.Waktu Pelaksanaan Durasi (lamanya) waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengkajian keadaan desa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan desa yang bersangkutan.Hasil Hasil dari kegiatan ini adalah: a. Memfasilitasi masyarakat dalam pertemuan di tingkat kelompok atau dusun untuk menemukenali potensi.5. Data Potensi Desa b.6.AIat Kaji dan Instrumen Alat kaji yang digunakan adalah Peta Sosial Desa. masalah dan kebutuhan masyarakat dengan menggunakan alat kaji tersebut di atas. 2. Memfasilitasi masyarakat dimaksud melakukan pengelompokan dan penentuan peringkat masalah c.5. 66 Tahun 2007. 2. Memfasilitasi masyarakat dimaksud melakukan pengkajian Tindakan Pemecahan masalah d.Pendekatan dan Metode Pengkajian keadaan desa dilakukan secara partisipatif dengan menggunakan metode P3MD (Perencanaan Partisipatif Pembangunan Masyarakat dan Desa).4.2.5.2.5. . Kalender Musim dan Bagan hubungan Antar Lembaga/Kelembagaan.8. 66 Tahun 2007. Instrumen yang digunakan adalah Form-form B (Masukan) dan C (Proses) sesuai lampiran Permendagri No.5. Data Kebutuhan/Peringkat Tindakan Sesuai matrik lampiran Permendagri No. b. Memfasilitasi masyarakat dimaksud melakukan Penentuan Peringkat Tindakan 2.2.7.2.2.

3.Sistematika/tata Susun Naskah rancangan kebijakan pembangunan desa disusun sesuai sistematika/tata susun sebagaimana Lampiran 1.5.3.3.2. realistis dan jelas kerangka waktunya.terukur. Rencana kegiatan dirumuskan dengan menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti. Urusan pilihan adalah aspek dan kegiatan yang sesuai dengan kondisi dan potensi setempat. (6) Pemerintahan. 2. (2) Kesehatan. (3) Pertambangan.Rancangan RPJM-Desa Rancangan RPJM-Desa dimaksud terdiri dari: (1) Naskah rancangan kebijakan pembangunan desa dan (2) Rencana kegiatan pembangunan desa.Rapat Penyusunan a.3.5. 2.3. Urusan Wajib adalah semua aspek dan kegiatan yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan berhubungan secara langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat/indeks pembangunan manusia. Rapat dimaksud dipimpin oleh Pimpinan Rapat yang terdiri dari seorang Ketua atau sebutan lain. Penyusunan Rancangan RPJM-Desa 2. (2) Kehutanan . Urusan dimaksud dipilah menjadi Urusan Wajib dan Urusan Pilihan d. dan (5) Kelautan.5.Perumusan Rencana Kegiatan pembangunan desa a. 2.4. mencakup bidang dan kegiatan: (1) Pendidikan. mencakup: (1) Pertanian.5. .2. g. Rumusan rencana kegiatan bersifat khusus. Rencana kegiatan dimaksud disusun berdasarkan `'urusan" c. b. dapat diterima.5. f. Penyusunan Rancangan RPJM-Desa dilakukan dalam forum Rapat Tim Penyusun b. seorang Wakil Ketua atau sebutan lain dan seorang Sekretaris. (4) Lingkungan hidup. dan (6) Koperasi dan usaha masyarakat. (4) Pariwisata. (3) Sarana prasarana.3. e. (5) Sosial budaya. Rencana kegiatan dimaksud disusun sesuai tabel rencana sebagaimana pada Lampiran 2.1.

2. • Rapat Komisi dimaksud dipimpin oleh Pimpinan Rapat Komisi • Pimpinan Rapat dimaksud terdiri dari seorang Ketua atau sebutan lain dan seorang Sekretaris Pimpinan Rapat dimaksud dipilih dari dan oleh anggota Komisi secara demokratis. Rapat Tim Penyusun dilakukan beberapa kali sampai tersusun Rancangan RPJM-Desa yang lengkap dan layak.c. Rapat dimaksud dipilah menjadi: (1) Rapat Pleno. f. • Rapat Pleno diikuti oleh semua anggota Tim Penyusun j.6. h. d. Agenda dan tatacara rapat dibahas dan disepakati pada Rapat Pertama Tim Penyusun.3. 2. g. Setiap rapat dimaksud membahas agenda yang telah ditetapkan secara jelas.5.5.5.Hasil Kegiatan penyusunan menghasilkan Dokumen Rancangan (Awal) RPJMDesa . Wakil Ketua Rapat dipilih dari dan oleh anggota Tim Penyusun secara demokratis.3. dan (2) Rapat Komisi i. Rapat Pleno • Rapat Pleno dimaksud membahas dan merumuskan Naskah Kebijakan Pembangunan Desa dan membahas hasil Rapat Komisi.Waktu Penyusunan Penyusunan Rancangan dimaksud dilakukan setelah Pengkajian Keadaan Desa sampai dengan sebelum pelaksanaan Musrenbang Pembahasan Rancangan RPJM-Desa. Rapat Komisi • Rapat Komisi dimaksud membahas dan menyusun rencana kegiatan pembangunan desa • Pembentukan Komisi dimaksud memperhatikan "Urusan" dan disesuaikan dengan jumlah anggota Tim dan kebutuhan. e. Kepala Desa dan Sekretaris Desa karena jabatannya adalah ketua dan Sekretaris Rapat Tim Penyusun.

4. Pemaparan proses penyusunan Rancangan RPJM-Desa oleh Kepala Desa c. Pembahasan Rancangan RPJM-Desa 2. Musrenbang dimaksud adalah Forum Musrenbang Desa yang diselenggarakan khusus.2. Pemaparan pokok-pokok materi Rancangan (Awal) RPJM-Desa oleh Tim Penyusun d. Ormas.Proses Pembahasan Agenda dan proses pembahasan adalah sebagai berikut: a.4.5.1. masukan dan saran dari peserta Musrenbang Desa e. Pembahasan oleh peserta • Pembahasan dimaksud dilakukan dalam kelompok-kelompok diskusi. Tanggapan balik Kepala Desa[Tim Penyusun f.2.4. b. Untuk membahas rancangan (Awal) RPJM-Desa.4.Forum Pembahasan a. Pihak-pihak yang wajib diundang sebagai peserta Musrenbang Desa dimaksud adalah • Tim Penyusun • Wakil kelompok-kelompok masyarakat. .Fasilitator Proses pembahasan Rancangan RPJM-Desa difasilitasi oleh tim fasilitator yang terdiri dari KPMD dan LPMD.4.5.5.3. 2.5.5.Peserta a. 1(satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Tanggapan. 2. Dapat mengundang unsur masyarakat lainnya yang dipandang perlu 2. Rancangan (Awal) RPJM-Desa dibahas bersama masyarakat dalam Forum Musrenbang Desa. dan LSM • Wakil kelompok perempuan • Wakil masyarakat miskin • Pengurus Lembaga Kemasyarakat Desa c. Pembukaan dan pengarahan oleh Camat b.4.

4. Penutupan oleh Kepala Desa 2. 2. • Pengurus Ormas dan/atau LSM • Unsur masyarakat lainnya .Hasil Hasil proses pembahasan dimaksud adalah Rancangan (Akhir) RPJMDesa.• Jumlah kelompok dimaksud disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan • Kelompok diskusi dimaksud dipimpin oleh pimpinan diskusi.Forum Penetapan a. g.5. • Pimpinan diskusi dipilih dari dan oleh anggota kelompok diskusi secara demokratis.5.5.5. Penetapan Rancangan RPJM-Desa 2. yang diselenggarakan oleh dan sesuai Peraturan Tata Tertib BPD b.5.Peserta Rapat Peserta Rapat BPD untuk penetapan Rancangan Peraturan Desa tentang RPJM-Desa adalah • Semua Anggota BPD • Kepala Desa • Sekretaris Desa • Semua Kepala Urusan (Kaur) Pemerintah Desa • Anggota Tim Penyusun Rancangan RPJM-Desa • Wakil masyarakat dengan memperhatikan keterwakilan kelompok perempuan dan masyarakat miskin.5. Yang terdiri dari seorang Ketua atau sebutan lain dan seorang sekretaris. Rapat dimaksud dipimpin oleh Pimpinan BPD. 2. Penjelasan tindak lanjut hasil pembahasan Rancangan RPJM-Desa oleh Kepala Desa i. Rancangan (Akhir) RPJM-Desa ditetapkan dalam Forum Rapat BPD. Penyampaian hasil-hasil pembahasan peserta Musrenbang h.1.5.2.5.

5.2.5.Tahapan Kegiatan Penetapan dan Pengesahan 2.5. Pembukaan dan Pengantar Rapat oleh pimpinan Rapat b. 2. Tanggapan Anggota BPD d. Penetapan/Pengesahan Rancangan (Akhir) RPJM-Desa ditetapkan dan disahkan dengan Peraturan Desa (Perdes) 2. Penetapan Jadwal Pembahasan dan Penetapan oleh BPD a.5. Selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah Rancangan Perdes dimaksud diterima. Rapat Penetapan dimaksud dilaksanakan selambatlambatnya 2 (dua) minggu setelah Rancangan Perdes tentang RPJMDesa diterima.1. 2. Proses Rapat Penetapan a. Penandatanganan naskah Perdes oleh Kepala Desa dan Ketua BPD. paling lambat 1 (satu) minggu setelah pelaksanaan Musrenbang Desa Pembahasan Rancangan (Awal) RPJM-Desa 2.5.3.3.4.5.5.Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Desa tentang RPJM-Desa oleh Kepala Desa c.4. BPD menetapkan jadwal pelaksanaan Rapat Penetapan Rancangan Perdes tentang RPJM-Desa b. Pengajuan Rancangan Perdes Kepala Desa wajib mengajukan Rancangan Perdes tentang RPJM-Desa kepada BPD.5.Sifat Rapat Rapat BPD untuk penetapan Perdes tentang RPJM-Desa bersifat terbuka untuk umum 2.Pengambilan RPJMDesa f.2.5.5. Jawaban Kepala Desa e.5.5.5.5.5.5.5.5. Hasil Peraturan Desa (Perdes) tentang RPJM-Desa Keputusan/Penetapan Perdes tentang .5.

APBD Kabupaten/Kota b. APB Desa c.6.2. Sumber lain yang tidak mengikat . Sumber Dana Pembiayaan yang timbul dari kegiatan penyusunan RPJM-Desa dipenuhi dari sumber dana: a. Swadaya Masyarakat d.

1. Pembentukan dan Penetapan Tim Penyusun a.BAB III PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DESA (RKP-Desa) 3. Matrik RKP Desa RKPD disusun sesuai dengan matrik sebagaimana dimaksud dalam lampiran Permendagri 66/2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa selaku penanggung jawab pelaksana kegiatan.Jumlah Anggota dan Unsur Tim Penyusun a. Pembentukan Tim Penyusun dilakukan dalam forum Rapat Pembentukan Tim Penyusun RKP-Desa yang diselenggarakan oleh Kepala Desa b. 3.2. Hasil Dokumen RKP-Desa yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa. Menetapkan program dan kegiatan prioritas d.2.5.2. . Tim Penyusun RKP-Desa ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa 3. Sekretaris Desa selaku penanggung jawab kegiatan. 3. Tim Penyusun 3. Menetapkan kerangka pendanaan 3. Jumlah anggota Tim Penyusun RKP-Desa sekurang-kurangnya 11 (sebelas) orang b.4. 3.1.2. Tujuan Penyusunan RKPD bertujuan untuk: a. tokoh masyarakat dengan memperhatikan keterwakilan kelompok perempuan dan KPMD.3. Menetapkan rancangan kerangka ekonomi desa c. Penetapan RKP-Desa ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa. Tim Penyusun RKP-Desa terdiri dari Kepala Desa selaku pengendali kegiatan. Menjabarkan RPJM-Desa dalam perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun b.

4.Pemantauan Internal Kegiatan ini dilakukan oleh aparatur pemerintah yang berkompeten. dan supervisi: b. Bupati/Walikota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perencanaan pembangunan desa berupa bimbingan. Dilakukan dengan cara: • Memantau secara Iangsung pelaksanaan kegiatan • Memeriksa dokumen • Melakukan verifikasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan •Menggali informasi yang dibutuhkan dari sumber-sumber yang berkompeten . Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud huruf c dapat didelegasikan kepada Camat.1. Kepala Desa berkewajiban menyampaikan laporan tentang penyusunan RPJMDesa dan Perdes Tentang RPJM-Desa kepada Bupati sesuai peraturan perundangan yang berlaku.3. Gubernur melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perencanaan pembangunan desa berupa pelatihan dan supervisi: c.3.2. arahan dan supervisi. d.BAB IV PENGENDALIAN 4. pelatihan. ketentuan dan mekanisme yang ditetapkan dalam penyelenggaraan penyusunan RPJM-Desa. Pemantauan Pemantauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan prinsip. Menteri Dalam Negeri melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perencanaan pembangunan desa berupa pemberian pedoman. b. Laporan dimaksud selambat-lambatnya disampaikan 30 (tiga puluh) hari setelah ditetapkannya Perdes tentang RPJM-Desa.1. 4. Pembinaan dan Pengawasan a. Pelaporan a. Secara umum pemantauan atau monitoring dimaksud dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu : 4.

3. perguruan tinggi. • Monitoring oleh masyarakat dilakukan secara partisipatif • Pihak-pihak dimaksud adalah Lembaga Swadaya Masyarakat. Pemantauan Eksternal • Kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat dan pihak di luar aparatur pemerintah. yang berkepentingan terhadap penyusunan RPJM-Desa.4.2. . dan pihak lain yang berkompeten.

Total Nilai perolehan dengan menjumlahkan nilai skor tertimbang dari semua indikator. Ketepatan perumusan e. Ruang Lingkup Ruang lingkup penilaian dan evaluasi mencakup: a.Ketepatan perumusan perencanaan pembangunan desa sebagaimana terangkum dalam dokumen RPJM-Desa dan RKPD b.2. Kualitas pelaksanaan Musrenbang Pembahasan h. Setiap "Indikator" memiliki sub bobot yang telah ditetapkan c. Nilai Skor Tertimbang dari setiap indikator dari satu aspek/Sub aspek tertentu. Kelayakan dokumen b.1. Kualitas RPJM Desa f. Kualitas proses c. Ketepatan Perumusan/Kualitas Proses Pemikiran Strategis d. Instrumen Instrumen/alat ukur yang digunakan sebagaimana pada Lampiran 3 5. Tata Cara Penilaian a. Rentang nilai Skor untuk setiap indikator adalah 1 s/d 100. Ketepatan pelaksanaan rencana pembangunan desa c. Keterpaduan 5. Setiap "Aspek" memiliki bobot yang telah ditetapkan b. Tujuan Menilai dan mengevaluasi secara jelas dan objektif: a. . dihitung berdasarkan Sub-bobot (Indikator) kali Skor kali Bobot (Aspek) e.3.4. d. Kualitas RKPD g. Pencapaian tujuan pembangunan desa 5.BAB V PENILAIAN DAN EVALUASI RPJM-DESA DAN RKP-DESA 5.

5.1. dan d. Pengguna Instrumen penilaian dan evaluasi dimaksud dapat digunakan oleh: a. Kesimpulan/Hasil penilaian akhir berdasarkan skala nilai berikut: ▪ 55: Tidak layak • 56-59: Kurang • 60-65: Cukup • 66-74: Layak • 75-90: Memuaskan 5. Latar Belakang . Pemerintah Kecamatan c. Pemerintah Kabupaten.f. Pihak lain yang berkepentingan Lampiran 1 SISTEMATIKA RANCANGAN RPJM-Desa BAB I : PENDAHULUAN 1. Pemerintah Desa b.

Kebijakan Pembangunan 4.1.4. Provinsi Kabupaten Kecamatan Desa ... V : PENUTUP Lampiran: 1. Tabel data potensi.1. Misi 4. Demografi 2.2. Dasar Hukum 1. Strategi Pencapaian BAB.1.2. Visi 4.1.2.2.2.1.2.2.1.1. Potensi dan Masalah 4. Struktur Organisasi Pemerintah Desa BAB III : POTENSI DAN MASALAH 3. — 20.1.2.1. Program Pembangunan Desa 4. dan tindakan pemecahan masalah 3.2. masalah. Potensi 3.1. Sejarah Desa 2.2. Kondisi Desa 2.1.1.2. Pembagian wilayah desa 2. Tabel Rencana Pembangunan Desa Lampiran 2 RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA Periode Tahun 20.2. Pengertian BAB II : PROFIL DESA 2.3. Kondisi Pemerintahan Desa 2.2. Peta Sosial Desa 2.2..3.1..3. Keadaan Ekonomi 2. Keadaan Sosial 2. Masalah BAB IV : RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA 4.1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa 4.4. Visi dan Misi 4.

Posyandu. Kesehatan. Saluran Pembuangan Limbah. 3. Urusan Pilihan adalah aspek/agenda pembangunan dan permasalahan yang perlu ditangani sesuai kondisi dan potensi setempat. Pembangunan/rehab pasar desa termasuk dalam urusan wajib sarana prasarana. Kehutanan. yaitu: pembangunan Polindes. Sosial Budaya dan Koperasi & Usaha Masyarakat. 6. 7. . Mencakup: Pertanian. Kolom "Kegiatan" diisi dengan semua kegiatan yang dihasilkan dari proses pengkajian keadaan desa berdasarkan "urusan" 2.NO URUSAN KEGIATAN TUJUAN LOKASI PERKIRAAN TAHUN BIAYA PELAKSANAAN Catatan: 1. Urusan dimaksud adalah Urusan Wajib dan Urusan Pilihan. dll. Kegiatan sarana prasaran yang terkait langsung dengan pelayanan kesehatan. Pertambangan. termasuk dalam urusan wajib kesehatan. Lingkungan Hidup. termasuk dalam urusan wajib pendidikan.d11. yaitu: pembangunan/rehab gedung sekolah. Pariwisata dan Kelautan. 4. Urusan Wajib adalah aspek/agenda pembangunan dan permasalahan yang harus ditangani setiap tahun anggaran oleh Pemerintah Desa. Kegiatan sarana prasaran yang terkait langsung dengan pelayanan pendidikan. Pos Obat Desa. MCK. perpustakaan. Mencakup: Pendidikan. 5. Sarana Prasarana.

Lampiran 3 INSTRUMEN PENILAIAN dan EVALUASI RPJM-Desa NO 1 ASPEK Kelayakan dokumen BOBOT % 10 SUB ASPEK Kelengkapan Dokumen Perencanaan INDIKATOR Tersedia Data Potensi. masalah dan kebutuhan desa hasil pengkajian keadaan desa/ MMDD Tersedia Peta Sosial Desa Tersedia dokumen RPJM Desa (Iengkap dan dijilid) Tersedia Dokumen RKP Desa TA yang bersangkutan Tersedia PERDES Tentang RPJM Desa Tersedia SK Kades tentang RKP Desa Rancangan RPJMDes disusun oleh tim Perumus/Penyusun SUB BOBOT 30 SKOR SKOR TERTIMBANG 30 10 30 60 40 10 Keabsahan dokumen Perencanaan 2 Kualitas Proses 20 Penyusunan .

baik ide /substansi materi maupun dari segi bahasa Rancangan RPJM Desa dibahas dalam Forum Musrenbang Tersedia risalah / notulensi hasil pembahasan Dilakukan revisi/penyempurnaan sesuai hasil pembahasan Penetapan Perdes tentang RPJM Desa dilakukan dalam forum Rapat BPD Draft RPJMDes dibagikan kepada peserta rapat (BPD) SUB BOBOT 20 20 SKOR SKOR TERTIMBANG 50 Pembahasan 40 20 40 Penetapan 40 10 .66 Tahun 2007 Narasi RPJM Desa disusun secara jelas.NO ASPEK BOBOT % SUB ASPEK INDIKATOR Rancangan RPJM Desa disusun sesuai sistematika yang ditetapkan Rencana kegiatan disusun sesuai matrik lampiran Permendagri No.

NO ASPEK BOBOT % SUB ASPEK INDIKATOR Terjadi perubahan / penyempurnaan draft sesuai keputusan Rapat Tersedia risalah/notulensi hasil rapat BPD Visi dirumuskan secara tepat dan jelas Perumusan misi konsisten dengan rumusan visi Tujuan dirumuskan secara terarah dan jelas Kebijakan pembangunan desa dirumuskan secara jelas dan terarah Rumusan “Program” tidak rancu dengan “kegiatan” Perumusan kegiatan konsisten dengan rumusan program Materi RPJM desa mencakup semua urusan wajib sesuai Tabel Rencana Terdapat analisis dan rumusan yang jelas tentang potensi desa Terdapat analisis dan rumusan yang jelas tentang permasalahan desa SUB BOBOT 30 20 15 SKOR SKOR TERTIMBANG Ketetapan perumusan 20 Kualitas Proses pemikiran strategis 15 20 20 15 15 10 30 Kualitas RPJMDes 20 Isi 30 .

keluarga miskin dan kelompok marjinal lainnya terwakili secara proporsional INDIKATOR SUB BOBOT 30 20 SKOR SKOR TERTIMBANG Kualitas Pelaksanaan Musrenbang Pembahasan 20 Persiapan 10 10 30 30 Pelaksanaan 20 20 NO ASPEK BOBOT % SUB ASPEK SUB BOBOT SKOR SKOR TERTIMBANG .NO ASPEK BOBOT % SUB ASPEK INDIKATOR Prioritas pembangunan dirumuskan secara jelas dan konsisten Rencana pelaksanaan Murenbang diinformasikan kepada masyarakt luas secara terbuka Tersedia daftar peserta yang akan diundang Tersedia jadwal dan agenda acara Tersedia bahan-bahan (materi) Murenbang Tersedianya panduan fasilitasi proses murenbang dan tatacara pembahasan Musrenbang diikuti oleh berbagai unsur dan kelompok masyarakat Perempuan.

Hasil 6 Keterpaduan 10 Keterpaduan Perencanaan Pembahasan agenda dilakukan secara terbuka dan tidak di dominasi peserta tertentu. Pengambilan keputusan dilakukan secara demokratis (terbuka dan melibatkan semua peserta) Hasil/keputusan Musrenbang jelas ditetapkan dengan berita acara. dan Desa sesuai dengan RKP Desa INDIKATOR Terjadi sinergi antara 30 30 50 50 20 20 NO ASPEK BOBOT % SUB ASPEK SUB BOBOT 30 SKOR SKOR TERTIMBANG . Hasil/keputusan Musrenbang jelas dan diketahui oleh peserta Terjadi keselarasan waktu (pelaksanaan Musyawarah Desa/MD menyatu dengan Murenbangdes & Musyawarah MAD menyatu dengan Musrenbang Kecamatan) Terjadi sinergi antar Program Nasional. lokal.

Keterpaduan Anggaran Renja dengan hasil Musrenbang Kecamatan (Hasil Musrenbang Kecamatan sebagai salah satu rujukan penyusunan Renia SKPD) Terjadi sinergi antara Jaring Asmara dengan hasil Musrenbang Kecamatan Terjadi keterpaduan anggaran yang bersumber dari swadaya. Program (BLM) Ada dukungan dana dari sumber lain Terdapat kegiatan sesuai RKP Desa yang diserap/ dibiayai APBD 30 40 30 30 INSTRUMEN PENILAIAN dan EVALUASI RKP-Desa NO ASPEK BOBOT SUB ASPEK INDIKATOR SUB SKOR SKOR . ADD/APB Desa.

Desa dilakukan dalam forum rapat Tim Penyusun Rapat Tim pnyusun dihadiri oleh sekurangkurangnya 2/3 anggota Tim Penyusun Rapat Tim penyusun dilakukan secara Demokratis BOBOT 10 40 50 10 10 TERTIMBANG 20 Proses Pembahasan 30 NO ASPEK BOBOT % SUB ASPEK INDIKATOR Pembahasan materi rapat dilakukan secara terbuka SUB BOBOT 30 SKOR SKOR TERTIMBANG .1 Kelayakan Dokumen % 20 2 Kualitas Proses 40 Kelayakan Dokumen RKPdes Keabsahan Dokumen RKP Desa Proses penyusunan RKP disusun sesuai tabel yang ditetapkan Kolom-kolom RKP Desa diisi secara jelas & lengkap Tersedia SK Kades tentang RKP Desa RKP Desa disusun oleh Tim Penyusun Penyusunan RKP.

3 Ketepatan perumusan/ kualitas RKP Desa 40 Kualitas Proses pemikiran strategis Kegiatan mencakup semua bidang sesuai “urusan wajib” Perumusan tujuan kegiatan jelas dan konsisten dengan visi-misi desa Kegiatan dipetik dari tabel kegiatan RPJM Des Pemrioritasan kegiatan memiliki argumentasi yang jelas dan konsisten dengan RPJMDes Terjadi keterpaduan anggaran yg bersumber dar swadaya. ADD/APB Desa dan program (BLM) Mencantumkan secara jelas besaran dana dari APBD Desa untuk kegiatan yang didanai dari sumber APBD Desa/ADD 20 10 10 20 Keterpaduan Anggaran 20 20 .