You are on page 1of 10

JURNAL PRAKTIKUM print hal 9

TITRASI PERMANGANOMETRI

KELOMPOK I I GEDE GEGIRANANG WIRYADI (0904105001) PUTU LISSA AMBARAWANGI (0904105003)

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN 2009

JURNAL PRAKTIKUM TITRASI PERMANGANOMETRI Dedy Anwar 5 September 2009

Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sampel yang mengandung Fe. Reaksi ini difokuskan pada reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi antara KMnO4 dengan bahan baku tertentu.akan berubah menjadi ion Mn2+ dalam suasana asam.PENENTUAN KADAR FE DENGAN CARA PERMANGANOMETRI 5 September 2009 Dedy Anwar ABSTRAK Permanganometri merupakan titrasi yang dilakukan berdasarkan reaksi oleh kalium permanganat (KMnO4). Latar Belakang Permanganometri adalah titrasi yang didasarkan pada reaksi redoks. Perumusan Masalah JURNAL PRAKTIKUM TITRASI PERMANGANOMETRI Dedy Anwar 5 September 2009 . Dari percobaan ini menunjukan bahwa kadar besi (Fe) yang terdapat dalam sampel adalah 0. Sedangkan alat yang digunakan yaitu satu set alat standardisasi. PENDAHULUAN 1. Cara titrasi permanganometri ini banyak digunakan dalam menganalisa zat-zat organik.2. Dalam reaksi ini. gelas ukur. Permanganometri juga bisa digunakan untuk menentukan kadar belerang. Ion MnO4. nitrit. dan sebagainya. dan % ralat Fe sebesar 99 %. 2009. Teknik titrasi ini biasa digunakan untuk menentukan kadar oksalat atau besi dalam suatu sample. pemanas. 1. Kalium permanganat adalah oksidator yang paling baik untuk menentukan kadar besi yang terdapat dalam sampel dalam suasana asam menggunakan larutan asam sulfat (H2SO4). kalium permanganat (KMnO4) 0. asam sulfat (H2SO4) 6 N dan asam fosfat (H3PO4) 85%. . Prosedur percobaan ini adalah penyiapan larutan kalium permanganat 0. fosfit.002 N.c). Tujuan dari percobaan Penentuan Fe dengan Cara Permanganometri adalah untuk menentukan kadar besi (Fe) yang terdapat dalam sampel.1 N. ion MnO4. Percobaan ini juga merupakan aplikasi dari prinsip-prinsip umum mengenai permanganometri.1 N.1.1 N kemudian standarisasi kalium permaganat dengan cara mentitrasi larutan tersebut menggunakan asam sulfat 6 N dan menentukan kadar besi dengan cara mentitrasi sampel menggunakan larutan kalium permanganat. asam oksalat (H2C2O4) 0.bertindak sebagai oksidator. erlenmeyer dan pipet volum. serta praktek yang sebenarnya sangat membantu pemahaman praktikan (Anonim.

bunsen.3. Departemen Teknik Kimia.Masalah pada percobaan ini adalah bagaimana cara menentukan kadar atau konsentrasi dar larutan kalium permanganat KMnO4 dengan prinsip titrasi Permanganometri. Manfaat Percobaan Manfaat dari percobaan Permanganometri ini adalah untuk mengetahui kadar dari zatzat yang bilangan oksidasinya masih dapat dioksidasi. gelas ukur. Bahan yang digunakan yaitu larutan asam oksalat dihidrat (H2C2O4. Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan Permanganometri adalah untuk menentukan kadar dari kalium permanganat KMnO4 secara praktek dengan titrasi KMnO4 tersebut terhadap larutan asam oksalat dihidrat H2C2O4. kemudian dititrasi dengan KMnO4 sampai larutan berwarna merah jambu pucat. pipet tetes. 1. Tekanan udara : 760 mmHg. Pengertian Permanganometri Penetapan kadar zat dalam praktek ini berdasarkan reaksi redoks dengan KMnO4 atau dengan cara permanganometri. 1. JURNAL PRAKTIKUM TITRASI PERMANGANOMETRI Dedy Anwar 5 September 2009 . Ruang Lingkup Percobaan Percobaan analisa kuantitatif Permanganometri dilaksanakan di laboratorium Kimia Analisa.4. Hal ini dilakukan untuk menentukan kadar reduktor dalam suasana asam dengan penambahan asam sulfat encer. dimana secara Permanganometri dapat diketahui kadar suatu zat sesuai dengan sifat oksidasi-reduksi yang dimlikinya sehingga dapat dipisahkan apabila tidak diperlukan atau berbahaya. erlenmeyer. Temperatur udara : 30oC 2. Alat-alat yang digunakan antara lain : buret. dan larutan asam sulfat (H2SO4) 1 M yang berfungsi untuk membuat suasana asam. beaker gelas.2H2O. Dalam bidang industri. 1.2H2O) 250 ml 2 N sebagai larutan yang akan dititrasi. kasa asbes. dengan keadaan ruangan 1. natrium oksalat dilarutkan kemudian ditambahkan dengan asam sulfat pekat. karena asam sulfat tidak bereaksi terhadap permanganat dalam larutan encer. Universitas Sumatera Utara. dan termometer. yaitu natrium oksalat.1 N. statif besi.Pembakuan KMnO4 dibuat dengan melarutkan KMnO4 dalam sejumlah air. larutan Kalium Permanganat (KMnO4) sebagai larutan pentiter (larutan standar). Endapan tersebut dibakukan dengan menggunakan zat baku utama.5. metode ini dapat dimanfaatkan dalam pengolahan air. Fakultas Teknik. Larutan KMnO4 yang diperoleh dibakukan dengan cara mentitrasinya dengan natrium oksalat yang dibuat dengan pengenceran kristalnya pada suasana asam. Pada pembakuan larutan KMnO4 0. dan mendidihkannya selama beberapa jam dan kemudian endapan MnO2 disaring.

+ 3e → MnO42MnO42.+ 2H2O + 2e → MnO2 + 4OHMnO4. yang cukup kuat untuk mengoksida Mn(II) menjadi MnO2 sesuai dengan persamaan 3Mn2+ + 2MnO4. Permanganat bereaksi secara cepat dengan banyak agen pereduksi berdasarkan pereaksi ini. 2009. sulfida dan tiosulfat .+ 2H2O → 5MnO2 + 4H+ hidrogen akan menggeser reaksi kekanan JURNAL PRAKTIKUM TITRASI PERMANGANOMETRI Dedy Anwar 5 September 2009 . Kalau bukan karena fakta bahwa banyak reaksi permanganat berjalan lambat.d).+ 2H2O + 3e → MnO2 +4OHReaksi ini lambat dalam larutan asam. tetapi sangat cepat dalam larutan netral. Kalium permanganat mudah diperoleh dan tidak memerlukan indikator kecuali digunakan larutan yang sangat encer serta telah digunakan secara luas sebagai pereaksi oksidasi selama seratus tahun lebih. sulfida. Lagipula. Namun ada beberapa senyawa yang lebih mudah dioksidasi dalam suasana netral atau alkalis contohnya hidrasin. Setetes permanganat memberikan suatu warna merah muda yang jelas kepada volume larutan dalam suatu titrasi. Kalium permanganat dapat bertindak sebagai indikator.Setelah didapat volume titrasi. Karena alasan ini larutan kalium permanganat jarang dibuat dengan melarutkan jumah-jumlah yang ditimbang dari zat padatnya yang sangat dimurnikan misalnya proanalisis dalam air. maka dapat dicari normalitas KMnO4 (anonim. lebih lazim adalah untuk memanaskan suatu larutan yang baru saja dibuat sampai mendidih dan mendiamkannya diatas penangas uap selama satu /dua jam lalu menyaring larutan itu dalam suatu penyaring yang tak mereduksi seperti wol kaca yang telah dimurnikan atau melalui krus saring dari kaca maser. namun beberapa pereaksi membutuhkan pemanasan atau penggunaan sebuah katalis untuk mempercepat reaksi. air suling yang biasa mungkin mengandung zat-zat pereduksi yang akan bereaksi dengan kalium permanganat dengan membentuk mangan dioksida. akan lebih banyak kesulitan lagi yang akan ditemukan dalam penggunaan reagen ini sebagai contoh. sulfit. Pada permanganometri titran yang digunakan adalah kalium permanganat. permanganat adalah agen unsur pengoksida. dan umumnya titrasi dilakukan dalam suasan asam karena karena akan lebih mudah mengamati titik akhir titrasinya. Kalium permanganat sukar diperoleh secara sempurna murni dan bebas sama sekali dari mangan oksida.Reaksi dalam suasana netral yaitu : MnO4 + 4H+ + 3e → MnO4 +2H2O Kenaikan konsentrasi ion Reaksi dalam suasana alkalis : MnO4.

2009. dan Hg (I) yang dapat diendapkan sebagai oksalat. Beberapa ion logam yang tidak dioksidasi dapat dititrasi secara tidak langsung dengan permanganometri seperti : (1) ion-ion Ca. dan dilarutkan dengan asam. sedangakan potensial elektroda sangat tergantung pada pH. dilarutkan dalam H2SO4 berlebih sehingga terbentuk asam oksalat secara kuantitatif. Penentuan besi dalam biji-biji besi adalah salah satu aplikasi terpenting dalam titrasititrasi permanganat. Ba. pemanasan untuk menghancurkan substansi yang dapat direduksi dan penyaringan melalui asbestos atau gelas yang disinter untuk menghilangkan MNO2. Reduksi ini dapat dilakukan dengan reduktor jones atau dengan timah (II) klorida. (2) ion-ion Ba dan Pb dapat pula diendapkan sebagai garam khromat. Asam oksalat inilah yang akhirnya dititrasi dan hasil titrasi dapat dihitung banyaknya ion logam yang bersangkutan. Sr. Klorida ditambahkan kedalam larutan panas dari sampelnya dan perkembangan reduksi diikuti dengan memperhatikan hilangnya warna kuning dari ion besi (anonim. Jika larutannya mengandung asam klorida seperti yang sering terjadi reduksi dengan timah (II) klorida akan lebih memudahkan. Pb. Jejak-jejak dari MNO2 yang semula ada dalam permanganat. mengarah pada dekomposisi. ditambahkan pula larutan baku FeSO4 berlebih. netral atau basa lemah. Titrasi harus dilakukan dalam larutan yang bersifat asam kuat karena reaksi tersebut tidak terjadi bolak balik. dicuci. Tindakan ini biasanya berupa larutan kristal-kristalnya. Setelah endapan disaring dan dicuci. Reduktor jones lebih disarankan jika asam yang tersedia adalah sulfat mengingat tidak ada ion klorida yang masuk . secara garis besarnya terbagi atas 2 komponen utama yang secara skema dapat digambarkan sebagai berikut: JURNAL PRAKTIKUM TITRASI PERMANGANOMETRI Dedy Anwar 5 September 2009 . Mangan dioksidasi mengkatalisis dekomposisi larutan permanganate. Pada percobaan permanganometri ini. Larutan tersebut kemudian distandarisasi dan jika disimpan dalam gelap dan tidak diasamkan konsentrasinya tidak akan banyak berubah selama beberapa bulan. Setelah disaring.a) Prinsip Titrasi Permanganometri Prinsip titrasi permanganometri adalah berdasarkan reaksi oksidasi dan reduksi.c). Atau terbentuk akibat reaksi antara permanganat dengan jejak-jejak dari agen-agen produksi didalam air. Tindakan pencegahan khusus harus dilakukan dalam pembuatan larutan permanganat.Kelebihan sedikit dari permanganat yang hadir pada titik akhir dari titrasi cukup untuk mengakibatkan terjadinya pengendapan sejumlah MnO2 .2009. Dalam larutan yang bersifat basa kuat. (anonim. Sebelum dititrasi dengan permanganat setiap besi (III) harus di reduksi menjadi besi (II). Sebagian Fe2+ dioksidasi oleh khromat tersebut dan sisanya dapat ditentukan banyaknya dengan menitrasinya dengan KMnO4. Asam terbaik untuk melarutkan biji besi adalah asam klorida dan timah (II) klorida sering ditambahkan untuk membantu proses kelarutan. ion permanganat dapat tereduksi menjadi ion manganat yang berwarna hijau. Kalium permanganat merupakan oksidator kuat dalam larutan yang bersifat asam lemah. Zn.

[OH-] 0. Selama ini untuk mengolah air asin dikenal dengan cara destilasi. Kelemahannya adalah penyumbatan pada selaput membran oleh bakteri dan kerak kapur atau posfat yang umum terdapat dalam air asin atau laut. N2 2. Masing-masing teknologi mempunyai keunggulan dan kelemahan. Teknologi destilasi umumnya banyak dipakai ditempat yang mempunyai energi terbuang (pembakaran gas minyak pada kilang minyak).MnO2 ↓ + 2H2O c. karena menggunakan tenaga pompa.dalam larutan basa. Pemanfaatan teknologi pengolahan air asin harus disesuaikan dengan konsidi air baku. Reduksi MnO4. elektrodialisis. Kekuatannya sebagai oksidator juga berbeda-beda sesuai dengan reaksi yang terjadi pada pH yang berbeda itu. tergantung dari pH larutannya. Reaksi-reaksi Kimia dalam Permanganometri Kalium permanganat yang digunakan pada permanganometri adalah oksidator kuat yang dapat bereaksi dengan cara yang berbeda-beda.berlangsung sebagai berikut: a. Sistem membran reverse yang dipakai dapat berupa JURNAL PRAKTIKUM TITRASI PERMANGANOMETRI Dedy Anwar 5 September 2009 .1 N atau lebih MnO4.+ 8H+ + 5e.3. Keunggulan teknologi membran osmosis balik adalah kecepatannya dalam memproduksi air. [H+] 0.Permanganometri Zat pentiter Zat yang dititer (di dalam buret) (di dalam erlenmeyer) KMnO4 H2C2O4 Akhir titrasi : Grek zat pentiter = Grek zat yang dititer V1. sehingga dapat menghemat biaya operasi dan skala produksinya besar (>500 m3/hari).MnO42Aplikasi Permanganometri Sistem Pengolahan Air Asin Alat pengolah air asin ada banyak macamnya.+ 4H+ + 3e.+ e. N1 = V2. Reaksi yang beraneka ragam ini disebabkan oleh keragaman valensi mangan.1 N atau lebih MnO4. pertukaran ion. dan osmosis balik. Sedangkan teknologi osmosis balik banyak dipakai dalam skala yang lebih kecil. kapasitas dan kualitas yang diinginkan oleh pemakai air.dalam larutan asam. pH 4 – 10 MnO4. Untuk mengatasi kelemahannya pada unit pengolah air osmosa balik selalu dilengkapi dengan unit anti pengerakkan dan anti penyumbatan oleh bakteri.Mn2+ + 4H2O b. Di antara berbagai macam teknologi tersebut yang banyak dipakai adalah teknologi destilasi dan osmosis balik.dalam larutan netral. biaya yang tersedia.

2009. saringan pasir.16 gr BM KMnO4 = 158. terutama yang dekat dengan pantai masih mengandung partikel padatan tersuspensi. tangki reaktor (kontaktor). Pemakai lain adalah kapal laut. yakni pipa keluaran untuk air tawar yang dihasilkan dan pipa keluaran untuk air garam yang telah dipekatkan. Di dalam proses desalinasi air laut dengan sistem osmosis balik. Membran ini mampu menurunkan kadar garam hingga 95-98%. air asin atau air laut dipompa dengan tekanan tinggi ke dalam suatu modul membran osmosis balik yang mempunyai dua buah pipa keluaran. dan filter untuk penghilangan warna (color removal). Air laut. tidak memungkinkan untuk memisahkan seluruh garam dari air lautnya. Pada prakteknya untuk menghasilkan air tawar.membran hollow fibre. misalnya kekeruhan harus nol. plankton dan lainnya. maka air baku tersebut perlu dilakukan pengolahan awal sebelum diproses di dalam unit osmosis balik. pemisahan air dari pengotornya didasarkan pada proses penyaringan dengan skala molekul. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Percobaan Massa KMnO4 =3.5 m. Salah satu contoh diagram proses pengolahan air dengan sistem osmosis balik dapat dilihat seperti pada Gambar 2. Pada proses dengan membran. Jerman dan Arab. mineral. Unit pengolahan pendahuluan tersebut terdiri dari beberapa peralatan utama yakni pompa air baku. Air hasil olahan sudah bebas dari bakteri dan dapat langsung diminum Teknologi pengolahan air asin sistem osmosis balik banyak dipakai di banyak Negara seperti Amerika. kadar besi harus < 0. filter mangan zeolit. Pengolahan air minum dengan sistem osmosis balik terdiri dari dua bagian. pH harus dikontrol agar tidak terjadi pengerakan kalsium karbonat dan lainnya. dan rumah sakit. industri farmasi. misalnya molekul garam dan lainnya.1 mg/l. Di dalam membran osmosis balik tersebut terjadi proses penyaringan dengan ukuran molekul. yakni partikel yang molekulnya lebih besar dari pada molekul air.1. dan filter cartridge ukuran 0.034 gr/mol V Pelarut H2O = 200 ml Konsentrasi KMnO4 = 0. yakni unit pengolahan awal dan unit osmosis balik. Oleh karena itu air yang akan masuk ke dalam membran osmosis balik harus mempunyai persyaratan tertentu. industri elektronika. karena akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi sekali. Sedangkan unit osmosis balik terdiri dari pompa tekanan tinggi dan membran osmosis balik. lempeng/plate atau berupa spiral wound. akan terpisah dan akan ikut ke dalam air buangan. Jepang. Teknologi ini banyak dipakai untuk memasok kebutuhan air tawar bagi kota-kota tepi pantai yang langka sumber air tawarnya.1 N JURNAL PRAKTIKUM TITRASI PERMANGANOMETRI Dedy Anwar 5 September 2009 .e). serta pompa dosing klorin dan sterilisator ultra violet (UV) (anonim.

Standarisasi Larutan KMnO4 0.00 2N JURNAL PRAKTIKUM TITRASI PERMANGANOMETRI Dedy Anwar 5 September 2009 .05 N Penentuan Kadar Besi (Fe) Tabel Hasil Penentuan Kadar Fe No Volume Volume Sampel H2SO4 1 15 ml 10 ml 2 15 ml 10 ml 3 15 ml 10 ml Rata-rata 15 ml 10 ml Volume H3PO4 2 ml 2 ml 2 ml 2 ml Volume KMnO4 0. 2 N Np 0.3 ml % Ralat 99 % Nt 0.03 ml % ralat 50 % NT 0.1 N Tabel Hasil Standarisasi Larutan KMnO4 No Volume Volume Volume H2C2O4 H2SO4 KMnO4 1 2 3 Rata-rata 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml 10 ml 10 ml 10 ml 10 ml 10.2 ml 9.7 ml 10.5 ml 0.2 ml 10.2 ml 0.1 N NP 0.2 ml 0.

H3PO4 agar warna Fe(III) luntur dengan pembentukan kompleks tak berwarna.Pembacaan buret tidak teliti.+ 8H+ Dari reaksi ini digunakan: 1. Pada penentuan kadar Fe didapat konsentrasi Fe sebesar 0.H2SO4 agar reaksi cepat dan kuantatif. Adapun faktorfaktor yang menyebabkan terjadinya keadaan seperti ini adalah : 1.dengan Mn2+ ( Day & Underwood.002 N. digunakan asam kuat yang dapat mengionisasi sempurna dan dapat berfungsi untuk menciptakan suasuana asam yang stabil bukan sebagai indikator karena KMnO4 bersifat autoindikator. 2. Penambahan KMnO4 yang terlalu cepat pada larutan seperti H2C2O4 yang telah ditambahkan H2SO4 dan telah dipanaskan cenderung menyebabkan reaksi antara MnO4.f) 5Fe3+ + Mn2+ + 4H2O→2Fe2+ + MnO.+ 3Mn2+ + 2H2O ↔ 5MnO2 + 4H Untuk menentukan kadar besi dengan terlebih dahulu diubah menjadi ferrosulfat baru dioksidasi menjadi ferrisulfat (anonim.2009.Dalam melakukan percobaan alat seperti buret sudah tidak bagus lagi (tidak efesien). didapatkan konsentrasi KMnO4 adalah 0. Didalam permanganometri diperlukan larutan-larutan seperti H2SO4 dan H3PO4 sebab dalam titrasi dengan KMnO4 harus dalam suasana asam. 2. dan persen ralat Fe adalah 99 % dari larutan sampel.Pembahasan Pada percobaan titrasi permanganometri. Dalam titrasi permanganometri titrasi harus dilakukan dalam suasana asam.1 N dimana persen ralat KMnO4 adalah 50 % setelah pentitrasian. Dalam hal ini dipilih asam sulfat (H2SO4) sebagai pencipta suasana asam yang paling baik dan juga berfungsi mengikat air yang akan dipanaskan supaya menguap JURNAL PRAKTIKUM TITRASI PERMANGANOMETRI Dedy Anwar 5 September 2009 . Oleh karena itu.Zat pentiter yang digunakan dalam percobaan. 1993 ). 3. normalitasnya sudah tidak tepat lagi akibat telah terkontaminasi. dapat disebabkan oleh banyak hal. Besarnya persen ralat yang didapat. MnO4.

Harjadi.HAM. Lebih teliti dan hati-hati dalam melakukan titrasi. 2.blogspot. Edisi ke-4.medicafarma.1 N dan persen ralat sebesar 50 %. maka praktikan dapat mengambil kesimpulan penting yaitu: 1.A.Permanganometri adalah metode titrasi menggunakan larutan KMnO4 sebagai titran.Dalam percobaan ini terdapat % ralat sebesar 99 %.Menjaga suhu larutan konstan pada saat melakukan standarisasi . 2. dan A. Analisa permanganonetri http//-www. Permanganonetri http//-www.bolgkita. sehingga diperoleh konsentrasi KMnO4 adalah sebesar 0. 9 September 2009 Anonim.che-mistry. 2009d. 2009e. Mulyono.Untuk menghindari terontaminasinya larutan KMnO4 diusahakan agar percobaan lebih cepat dilaksanakan 3. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Analisa Kimia Kuantitatif. 1990.info. Saran Dalam hal ini diharapkan kepada praktikan selanjutnya supaya : 1.Larutan KMnO4 merupakan larutan yang sifatnya autoindikator sehingga dalam percobaan Permanganometri ini tidak diperlukan indikator yang lain. 4. Kamus Kimia.Teliti melihat dan mengukur volume KMnO4 yang digunakan pada buret.Titrasi Permanganometri berlangsung dalam keadaan asam. Laporan Permanganometri http//-sulae.002 N dan persen ralat 99 %. 5.Kadar Fe yang terkandung dalam sampel adalah sebesar 0. 3. Jakarta : Erlangga.R. 2009a. 4. Underwood.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Setelah melakukan percobaan.com 14 September 2009 Day. 2009f.W.org. Ilmu Kimia Analitik Dasar. 1993. Permanganonetri praktikum http//-www.Larutan KMnO4 distandarisasi dengan asam oksalat dan asam sulfat pada suhu 7080oC.fv 11 September 2009 Anonim. Cetakan ke-3 Jakarta : Bumi aksara JURNAL PRAKTIKUM TITRASI PERMANGANOMETRI Dedy Anwar 5 September 2009 . 2009c. 2005.wikipedia.org 11 September 2009 Anonim. Jakarta : Gramedia.L. Permanganonetri http//-www.wordpress. 6.com 9 September 2009 Anonim.wordpress.com 11 September 2009 Anonim. Permanganometri http//-www. 2009b.rumahkimia.