Referat Ablasio retina

Imu

Penyakit

Mata

DAFTAR ISI I Pendahuluan …………………………………………………………………………… 2

II Anatomi Retina ....………………………………………………................................. 3 III Ablasio Retina ………………………………………………………………………… 5 III.1 Definisi …………………............................…………………………………..... III.2 Klasifikasi …………………………………...…………………………………. III.2.1 Ablasio retina regmatogenosa …………………………………...……… III.2.2 Ablasio retina traksional …………………………………………….….. III.2.3 Ablasio retina eksudatif ………………………………………………… III.3 Penatalaksanaan ………………………………..…………...………………….. IV Kesimpulan ....................................……………………………………….................. Referensi …...............................................…………………………………………….... 5 6 7 9 11 13 15 16

[Type text]

trauma 10-20 % dan Afakia/pseudofakia 30 – 40 %.2 Tujuan penulis adalah dengan adanya referat ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi tentang ablasio retina serta bagaimana penatalaksanaan yang tepat. dengan prevalensi 0.000 populasi. sumber lain mengatakan bahwa hubungan umur dengan idiopatik ablasio retina mencapai 12. Insidensi tahunan diperkirakan mencapai 10.3% dari total populasi. dan ablasio retina akibat miopia yang tinggi biasa terjadi pada usia 25-45 tahun.5 kasus per 100.2 Ablasio retina jarang terjadi pada anak-anak. Atau sekitar 28. 1 Pada penderita –penderita ablasio retina ditemukan adanya Miopia sebesar 55%.000 kasus pertahun di amerika serikat. atau myopia.2 Insidensi dari ablasio retina di amerika serikat berkisar antara 1 dari 15. tumor (retinoblastoma). Prevalensi meningkat pada beberapa keadaan seperti Miopi tinggi. lattice degenerasi 20 – 30 %. dan laki-laki memiliki resiko mengalami ablasio retina lebih besar dari perempuan.000 populasi. trauma.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata BAB I PENDAHULUAN Prevalensi ablasio retina didunia adalah 1 kasus dalam 10. Traumatik ablasio retina lebih sering terjadi pada orang muda. tetapi kadang-kadang dapat terjadi sebagai hasil dari retinopati akibat prematur. Biasanya ablasio retina terjadi pada usia 40-70 tahun. BAB II ANATOMI RETINA [Type text] . sehingga dapat berguna untuk kebaikan bersama dalam mencapai kesehatan mata yang lebih baik.000. Afakia/pseudofakia dan trauma.000 per tahunnya.

yang berisi akson sel ganglion melewati ke saraf optik (3) lapisan sel ganglion (4) lapisan plexiform dalam. seperti terjadi di ablasi retina. Lapisan dalam dari membran Bruch yang sebenarnya adalah membran basal epitel pigmen retina. retina dan epitel pigmen retina dapat dengan mudah terpisah untuk membentuk ruang subretinal. ora serrata. dan sclera. yang berisi sambungan dari sel-sel ganglion dengan sel amakrin dan bipolar (5) lapisan nukleus dalam badan bipolar. 3 Lapisan retina. adalah sebagai berikut: (1) lapisan membran limitan interna (2) lapisan serat saraf.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata Retina adalah selembar tipis jaringan saraf yang semi transparan. yang berisi koneksi dari bipolar dan horizontal sel dengan fotoreseptor (7) lapisan nukleus dalam sel fotoreseptor (8) lapisan membran limitan eksterna (9) lapisan fotoreseptor batang dan segmen dalam dan luar kerucut (10) Epitel pigmen retina. Tetapi pada diskus optikus. retina dan epitel pigmen retina yang tegas terikat bersama-sama. dan sel horizontal (6) lapisan plexiform luar. mulai dari aspek dalamnya. choroid.1 Retina membentang hampir sama jauhnya dengan badan silia dan berakhir pada tepi ora serrata. [Type text] . Permukaan luar retina sensorik adalah bertumpuk dengan epitel pigmen retina dan dengan demikian berhubungan dengan membran Bruch's. yang melapisi bagian dalam dua pertiga posterior dinding bola mata. Di sebagian besar tempat. amacrine. sehingga membatasi penyebaran cairan subretinal di ablasi retina.

Sawar darah-retina luar terletak setinggi lapisan epitel pigmen retina. 11 dikutip dari referensi no. Lapisan endotel pembulu koroid dapat ditembus.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata Dikutip dari referensi no. fotoreseptor. yang memasok dua pertiga bagian retina. fovea seluruhnya diperdarahi oleh koriokapillaris dan rentan terhadap kerusakan retina dapat diperbaiki ketika dilepas. dan arteri sentralis retina.3 Pembuluh darah retina memiliki lapisan endotel yang membentuk sawar darahretina. yang memasok sepertiga luar retina. 10 Retina menerima suplai darah dari dua sumber: koriokapillaris yang berada di luar membran Bruch.3 BAB III ABLASIO RETINA [Type text] . termasuk plexiform luar. lapisan inti luar. dan epitel pigmen retina.

yaitu foto reseptor dan lapisan jaringan dibagian dalam. 2 Dikutip dari referensi no. 1 Definisi Ablasio retina adalah suatu kelainan pada mata yang disebabkan karena terpisahnya lapisan Neuroretina dari lapisan Epitel Pigmen retina sehingga terdapat cairan didalam rongga subretina atau karena adanya suatu tarikan pada retina oleh jaringan ikat atau membran vitreoretina. 12 III. berdasarkan penyebabnya : Ablasio retina regmatogenosa.dan Ablasio retina eksudatif.1 Istilah ablasio retina menandakan pemisahan retina sensorik.3 Ablasio retina dibagi menjadi tiga.2 Klasifikasi Pemisahan retina sensoris dari lapisan epitel retina disebabkan oleh tiga mekanisme dasar Tiga mekanisme dasar pemisahan retina sensoris dari lapisan epitel retina ialah2 : [Type text] . Biasanya Ablasio retina ini adalah suatu kelainan yang berhubungan dengan meningkatnya usia dan miopia tinggi. dimana akan terjadi perubahan degeneratif pada retina dan vitreous. Ablasio retina traksional. dari epitel pigmen retina dibawahnya.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata III.

Lubang atau robekan di lapisan saraf yang menyebabkan cairan vitreous masuk dan memisahkan antara lapisan neuro retina dan lapisan epitel pigmen. tumor koroidal. miopia tinggi atau penyakit vitreous. Pengeluaran eksudat kedalam ruang subretina. Traksi dari inflamasi dan membran fibrosa vaskular pada permukaan retina.5 Perlekatan vitreoretinal yang kuat dapat menyebabkan terjadinya robekan.2. 6 Ablasio retina dapat berhubungan dengan kelainan kongenital.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata 1. sehingga cairan dapat masuk keantara sel pigmen epitel dengan retina. (ablasio retina regmatogenosa). vaskulitis. gangguan metabolisme. Eksudat ini berasal dari pembulu darah retina.1 Ablasio Retina Regmatogenosa Ablasio retina regmatogenosa adalah lepasnya sensory retina yang disebabkan oleh terjadinya traksi vitreoretinal. yang disebabkan oleh karena hipertensi. 2. yang terikat pada vitreous. (ablasio retina traksional) 3. penyakit vaskuler. atau papiledema. atau degenerasi. dan terjadi [Type text] . III. oklusi vena retina setralis. trauma (termasuk operasi mata sebelumnya). (ablasio retina eksudatif) Dikuti p dari referensi no.

2 Jika diperhatikan dengan seksama terdapat satu atau lebih pemutusan retina total. lubang atrofik bundar. degenerasi lattice. kista intraretinal. Miopia. dan fibrosis subretinal. serta terdapat pigmen dalam vitreous anterior (tobacco dusting atau Shaffer sign).5 Pada pemeriksaan funduskopi akan terlihat retina yang terangkat berwarna pucat dengan pembuluh darah di atasnya dan terlihat adanya robekan retina berwarna merah dan apabila bola mata bergerak akan terlihat retina yang lepas bergoyang-goyang.4Pada ablasio retina regmatogenosa kronis dapat disertai dengan penipisan retina. afakia. Letak pemutusan retina bervariasi sesuai dengan jenis.2 Ablasio retina regmatogenosa adalah kasus ablasio retina yang paling sering terjadi. robekan tapal kuda paling sering terjadi di kuadran supratemporal.5 [Type text] . dan trauma mata biasanya berkaitan dengan ablasio retina jenis ini.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata pendorongan retina oleh cairan vitreous yang masuk melalui robekan atau lubang pada retina ke rongga subretina sehingga mengapungkan retina dan terlepas dari lapis epitel pigmen koroid. Apabila terdapat robekan retina multipel. dan dialisis retina di kuadran inferotemporal. lubang atrofik di kuadran temporal. Ablasio retina regmatogenosa spontan biasanya didahului atau disertai oleh pelepasan korpus vitreum. maka defek biasanya terletak dalam 90 derajat satu sama lain. Karakteristik ablasio regmatogenosa adalah pemutusan total pada retina sensorik.4 Pada pemeriksaan fisik dapat terlihat Cell dan flare dibilik depan mata pada ablasio retina regmatogenosa. atau robekan sirkumferensial anterior (dialisis retina).3 Ablasio retina yang berlokalisasi di daerah supratemporal sangat berbahaya karena dapat mengangkat makula. Penglihatan akan turun secara akut pada ablasio retina bila dilepasnya retina mengenai makula lutea. misalnya robekan berbentuk tapal kuda.

epiretina. 5 gambaran regmatogenosa ablasi retina. Perhatikan bahwa makula terlibat dan bahwa retina bergelombang dan memiliki warna yang sedikit buram.2 Ablasio Retina Traksional Ablasio retina traksional adalah lepasnya jaringan retina yang terjadi akibat tarikan jaringan parut pada korpus vitreous dan disertai penglihatan turun tanpa rasa sakit. atau trauma mata. vitreoretinopati proliferatif. intraretina (sangat jarang) atau subretina membran yang mendorong neurosensory retina menjauh dari epitel pigmen retina.4 Ablasio retina akibat traksional adalah jenis tersering kedua dan terutama disebabkan oleh retinopati diabetes proliferatif. 5 gambaran ablasi retina regmatogenosa melibatkan makula.2. Perhatikan lipatan temporal pada fovea tersebut. III. kontraktil vitreoretina. retinopati pada prematuritas.7 [Type text] . dikutip dari referensi no.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata dikutip dari referensi no.

sel glial. Telah terbukti bahwa jumlah sel-sel epitel pigmen retina dalam rongga vitreous berkorelasi dengan ukuran kerusakan retina. sel epitel pigmen retina. Traksi fokal dari membran selular dapat menyebabkan robekan retina dan menimbulkan kombinasi ablasio retina regmatogenosa-traksional. dan fibril kolagen merupakan komponen penting membran ini.7 Proses patologik dasar pada mata yang mengalami vitreoretinopati proliferatif adalah pertumbuhan dan kontraksi membran selular di kedua sisi retina dan di permukaan korpus vitreum posterior. Pada awalnya pelepasan mungkin terbatas di sepanjang arkade-arkade vaskular. 7 [Type text] .Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata Vitreoretinopati proliferatif dapat mewakili respon penyembuhan luka yang tidak tepat atau tidak terkontrol. tetapi dapat terjadi perkembangan sehingga kelainan melibatkan retina midperifer dan makula. Pemeriksaan mikroskopis membran ini telah mengungkapkan komposisi selular mereka. ablasio retina akibat traksi yang khas memiliki permukaan yang lebih konkaf dan cenderung lebih lokal.3 Dikutip dari referensi no. biasanya tidak meluas ke ora serata. sel-sel epitel pigmen retina adalah pemain utama dalam membran. Semakin besar kerusakan semakin besar jumlah sel epitel pigmen retina didalam rongga vitreous.3 Berbeda dengan penampakan konveks pada ablasio regmatogenosa. fibrocytes. makrofag. Mereka mendapatkan akses ke dalam rongga vitreous selama kerusakan retina. Gaya-gaya traksi yang secara aktif menarik retina sensorik menjauhi epitel pigmen di bawahnya. kontraksi korpus vitreum menarik jaringan fibrovaskular dan retina di bawahnya ke arah anterior menuju dasar korpus vitreum. Pada ablasio retina akibat traksi pada diabetes.

toksemia gravidarum. Dikutip dari referensi no. 7 pasien dengan diabetes retinopati proliferatif disertai ablasio retina traksional dibagian supratemporal. 7 pasien mengalami sclera buckling untuk ablasi retina regmatogenosa. Dikutip dari referensi no.2.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata Pasien dengan oklusi vena retina sentral komplikasi dengan oleh neovaskularisasi pada disk dengan ablasi retina traksional berikutnya. Sekarang. Permukaan [Type text] . tumor retrobulbar. 3 Kelainan ini dapat terjadi pada skleritis. III.3 Ablasio Retina Eksudatif Ablasio retina eksudatif adalah lepasnya retina yang terjadi akibat tertimbunnya cairan di bawah retina sensorik dan terutama disebabkan oleh penyakit epitel pigmen retina dan koroid. pasien menyajikan dengan vitreoretinopathy proliferasi dengan membran yang cenderung memisahkan retina. koroiditis. radang uvea. idiopati. Cairan di bawah retina tidak dipengaruhi oleh posisi kepala.

Setiap proses patologis yang mempengaruhi permeabilitas pembuluh darah choroidal berpotensi menyebabkan ablasi retina eksudatif.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata retina yang terangkat terlihat cincin. Pada ablasio tipe ini penglihatan dapat berkurang dari ringan sampai berat. injeksi episcleral.3 TATALAKSANA [Type text] . pembuluh darah. 8 Perhatikan eksudat di makula III. kondisi patologis degeneratif. Ablasio ini dapat hilang atau menetap bertahun-tahun setelah penyebabnya berkurang atau hilang. dan letak cairan terakumulasi. Akan tetapi kerusakan pada epitel pigmen retina dapat mencegah pemompaan cairan dan dapat menyebabkan akumulasi cairan dalam ruang subretinal.4 Komposisi cairan interstisial choroidal memainkan peranan penting dalam patogenesis dari ablasio retina serosa dan hemoragik.8 Lepasnya retina bulosa dengan pergeseran cairan subretinal: Tergantung pada posisi pasien. infeksi.8 dikutip dari referensi no. teleangiektasis pembuluh darah dapat dilihat. Dalam kasus-kasus kronis pengendapan eksudat keras dapat dilihat. Beberapa inflamasi. iridocyclitis) atau bahkan rubeosis tergantung pada penyebab yang mendasari. atau ditentukan secara genetik telah diakui menyebabkan ablasio retina eksudatif. ganas. Komposisi cairan interstisial choroidal pada gilirannya dipengaruhi oleh tingkat permeabilitas vaskular koroidalis. Segmen anterior dapat menunjukkan tanda-tanda peradangan (misalnya.

Pertama-tama dilakukan cryoprobe atau laser untuk memperkuat perlengketan antara retina sekitar dan epitel pigmen retina.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata Penatalaksanaan ablasio retina saat ini hanya dapat dilakukan dengan operasi. dan selanjutnya dengan scleral buckle (sabuk). Penutupan retina ini akan menyebabkan cairan subretinal menghilang secara spontan dalam waktu 1-2 hari. menangani robekan dengan cryoprobe. Prosedur meliputi lokalisasi posisi robekan retina. Beberapa teknik operasi pada ablasio retina : – Scleral buckle Metode ini paling banyak digunakan pada ablasio retina regmatogenosa terutama tanpa disertai komplikasi lainnya.9 [Type text] . Ukuran dan bentuk sabuk yang digunakan tergantung lokasi dan jumlah robekan retina. Sabuk ini biasanya terbuat dari spons silikon atau silikon padat. Sabuk dijahit mengelilingi sklera sehingga terjadi tekanan pada robekan retina sehingga terjadi penutupan pada robekan tersebut. penatalaksanaan medika mentosa biasa tidak dapat mengobati penyakit ini.

9 – Pneumatic retinopexi Pneumatic retinopexi merupakan metode yang juga sering digunakan pada ablasio retina regmatogenosa terutama jika terdapat robekan tunggal pada bagian superior retina.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata dikutip dari referensi no. Pasien harus mempertahankan posisi kepala tertentu selama beberapa hari untuk meyakinkan gelembung terus menutupi robekan retina. Robekan retina dapat juga dilekatkan dengan kriopeksi atau laser sebelum gelembung disuntikkan. Jika robekan dapat ditutupi oleh gelembung gas. Gelembung gas ini akan menutupi robekan retina dan mencegah pasase cairan lebih lanjut melalui robekan.9 [Type text] . cairan subretinal biasanya akan hilang dalam 1-2 hari. Teknik pelaksanaan prosedur ini adalah dengan menyuntikkan gelembung gas ke dalam rongga vitreus.

9 BAB IV [Type text] . Cara pelaksanaannya yaitu dengan membuat insisi kecil pada dinding bola mata kemudian memasukkan instrumen hingga ke cavum vitreous melalui pars plana.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata dikutip dari referensi no. Setelah itu dilakukan vitrektomi dengan vitreus cutter untuk menghilangkan berkas badan kaca (vitreous strands). membran. dan perlekatan-perlekatan.9 Dikutip dari referensi no. Teknik dan instrumen yang digunakan tergantung tipe dan penyebab ablasio. dan juga digunakan pada ablasio regmatogenosa yang disertai traksi vitreus atau perdarahan vitreus. 9 – Vitrektomi Vitrektomi merupakan cara yang paling banyak digunakan pada ablasio akibat diabetes.

Ablasio retina merupakan suatu kegawat daruratan karena dapat menyebabkan kebutaan bagi penderitanya. Ablasio retina traksional dan Ablasio retina eksudatif. silicon oil. Terdapat beberapa teknik dalam operasi ablasio retina antara lain. gas. Ablasio retina berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi tiga.5 Penatalaksanaan ablasio retina saat ini hanya dapat dilakukan dengan operasi. dan Vitrektomi bertujuan melepaskan tarikan vitreus. penatalaksanaan medika mentosa biasa tidak dapat mengobati penyakit ini. menjadikan reposisi retina lebih dekat ke epitel pigmen retina dengan mengurangi tarikan vitreus pada retina yang robek. dan membuat adhesi chorioretinal memakai endolaser photocoagulation atau cryopexy.9 REFERENSI [Type text] . tamponade intra okuler (udara. pneumatic retinopexi yang digunakan digunakan pada ablasio retina tertentu yang disebabkan robekan pada 2/3 superior yang tampak pada fundus dimana prosedur ini memakai gelembung gas yang disuntikkan dalam ruang intravitreal untuk menekan retina yang robek sampai retina itu melekat kembali. Sklera buckling yang mendekatkan sklera pada retina yang robek. ialah ablasio retina regmantogenosa.Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata KESIMPULAN Ablasio retina adalah suatu kelainan pada mata yang disebabkan karena terpisahnya lapisan Neuroretina dari lapisan Epitel Pigmen retina akibat adanya cairan di dalam rongga subretina atau akibat adanya suatu tarikan pada retina oleh jaringan ikat atau membran vitreoretina. drainase internal cairan subretinal. cairan perfluorocarbon).

Retina & Tumor Intraokular. In: Oftalmologi Umum.htm [Type text] . located in Hays.medscape. [online] : available from : URL: http://hamwaves.gov/medlineplus/ency/article/001027.org/005rd010. 4. MedlinePlus Medical Encyclopedia. 2006:197.nih.nlm. Lihteh Wu.bissy. Eva PR. 2010 feb 23 : available from: URL: http://emedicine. Dalam: Sari Ilmu Penyakit Mata. Traction. Kansas.html 11.com/article/1224891-overview 8. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ablasio Retina. [online] : available from : URL: http://www. Retinal Detachment.com/anatomy. 2010 feb 18 : available from: URL: http://emedicine. 2005. Rhegmatogenous. National Institutes of Health.medscape.com/article/1224737-overview 6.scot.medscape.com/article/1224509-overview 9. Lihteh Wu.com/library. "Retinal detachment". 207-9. The Northwest Kansas Eye Clinic. Lihteh Wu. Retinal Detachment.com/article/798501-overview 3.eyesod. Larkin GL.com/antennas/diel-rod. Eye disease library. Widya Medika: Jakarta.nhs. [online]. [online]. dkk. 14th ed. Retrieved 2006-07-18. 2007 5. Asbury T. Retinal Detachment.htm 10. [online] : available from : URL: http://www. [online] : available from : URL: http://www. [online] : available from : URL: http://www. Ilyas S. available from: URL: http://www.medscape.uk/master_code/medcon/detail2_body. [online]. Eye anatomy. Analogy with the Rods and Cones of the Eye's Retina.nwkec. Cetakan ke-4.htm 2. 2009 Nov 23: Available from: URL: http://emedicine. Retinal Detachment. Exudative.asp? Recno=23069583&CategoryTitle=16777233 7. [online].Referat Ablasio retina Imu Penyakit Mata 1. Vaughan DG. "Retinal detachment".htm 12. [online].bethesdaretina. 2010 feb 18 : available from: URL: http://emedicine.