DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL «««««««««««««««««««««««««.. DAFTAR ISI ««««««««««««««««««««««««««««.. A. DEFINISI ««««««««««««««««««««««««««... B. PENYEBAB ««.«««««««««««««««««««««««.. C. PATOFISIOLOGI «««««««««««««««««««««««.. D. MANIFESTASI KLINIS ««««««««««««««««««««« E. PEMERIKSAAN FISIK «««««««««««««««««««««. F. PEMERIKSAAN PENUNJANG «««««««««««««««««... G. PENATALAKSANAAN ««««««««««««««««««««.... H. PROGNOSIS «««««««««««««««««««««««««... DAFTAR PUSTAKA «««««««««««««««««««««««««.

1 2 3 3 4 5 6 7 7 9 10

2

Di negara yang maju. near-drownng.com. Namun dalam 25 tahun terakhir. kematian akibat tenggelam semakin meningkat karena pertambahan penduduk. serta makin banyaknya minat orang untuk mengikuti olahraga air (Joenorham. Istilah / terminologi wet drowning. Namun pada World Congress on Drowning.. B..000 penduduk pada tahun 1970 menjadi 1. 1985). insidensi tenggelam yang fatal (sampai menyebabkan kematian) telah menurun drastis dari 3. Kecepatan dan kualitas dalam melakukan resusitasi jantung paru di tempat kejadian sangatlah menentukan kualitas hidup jangka panjang korban tenggelam (AHA. DEFINISI Sebelumnya tenggelam didefinisikan sebagai kematian sekunder akibat asfiksia selama korban terbenam di dalam cairan (biasanya air).. PENYEBAB Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang tenggelam.000 penduduk pada tahun 2006 (AHA. E. A. J.TENGGELAM Dalam bahasa Inggris. yang diselenggarakan di Amsterdam tahun 2002. active / passive drowning. dan Siregar. 3 . dan silent drowning akan segera dihapus (Shepherd. dan Shoff. 2010). antara lain: kelelahan sewaktu berenang kram otot / perut saat berenang kecelakaan sewaktu menyelam ( trauma kepala / leher) tidak bisa berenang kejang / serangan jantung sewaktu korban berada di dalam air penggunaan alkohol / penyalahgunaan obat saat menaiki perahu / berenang bunuh diri (emedicinehealth. sejumlah ahli membuat konsensus baru tentang definisi tenggelam yaitu sebuah proses yang berakibat pada kegagalan respirasi primer dari terbenam di dalam cairan.2 kematian per 100. WH. SM.. pemakaian kolam renang yang semakin banyak. Untuk menanggulangi korban tenggelam sangatlah diperlukan pengetahuan mengenai patofisiologi dan kemampuan dalam melakukan resusitasi jantung paru. 2010).8 kematian per 100. 2010). 2010). dry drowning. secondary drowning. drowning (tenggelam) berarti mati akibat terbenam dalam air.

dan Shoff. dan efek tenggelam terhadap multiorgan. atau henti jantung. 2004 menjelaskan bahwa kira-kira pada 10% korban tenggelam terjadi reflek laringospasme yang disebabkan oleh air yang masuk ke dalam laring sampai korban meninggal. tenggelam dibagi menjadi: a. Berdasarkan jenis air di mana peristiwa tenggelam terjadi. 2010 juga menyebutkan bahwa dalam penelitian yang dilakukan oleh Lunetta et al yang melakukan otopsi 578 pasien tenggelam. CK. setelah terjadi kegagalan pernapasan akan terjadi suatu reflek laringospasme yang terpicu akibat adanya air yang masuk ke dalam orofaring atau laring.. R.. WH. 2010). Tenggelam dalam air tawar b.. SM.. WH.C.. Hal ini akan menyebabkan korban semakin tidak bisa bernapas sehingga terjadi penurunan jumlah O2 dan peningkatan retensi CO2. 2000). asidosis. SM. 2010). asidosis. Tenggelam dalam air laut (Purwadianto. Namun korban tenggelam lainnya meninggal akibat peristiwa yang disebut wet drowning. 4 . Stone. B. Pada peristiwa ini tidak terjadi aspirasi cairan ke dalam paru dan korban meninggal akibat asfiksia akut. Pada peristiwa ini. Pertama. Korban meninggal akibat atelektasis atau edema pulmo (Shepherd.. Peristiwa ini disebut tenggelam kering (dry drowning). reflek laringospasme pun perlahan akan menghilang sehingga korban mulai bernapas terengah-engah (gasping) dan terjadi hiperventilasi yang meningkatkan kemungkinan aspirasi cairan sehingga terjadi hipoksia yang berkepanjangan (AHA. Shepherd.. Humphries. A dan Sampurna. Setelah terjadi penurunan PO2 darah. Terdapat beberapa tahapan yang terjadi dalam peristiwa tenggelam sebagai berikut.6% kasus ditemukan air dalam paru-paru mereka. korban yang sebelumnya mengalami asfiksia dapat bertahan sampai terjadi relaksasi airway yang mengakibatkan masuknya air ke paru-paru. dan Shoff. PATOFISIOLOGI Konsekuensi fisiologis yang terjadi akibat tenggelam adalah adanya hipoksia yang berkepanjangan. Hasil akhir dari dry / wet drowning adalah hipoksia serebri. pada 98.

Sedangkan inhalasi air laut menyebabkan hemokonsentrasi sehingga beban jantung bertambah yang tampak sebagai melambatnya denyut nadi. SC.. 5 .. 1985). Saat air mulai masuk ke traktus respiratorius. 1979)... T. J. 1979). dan edema paru (Joenorham. Sunartomo. B.... Saleh.. SM. dan Siregar.. MANIFESTASI KLINIS Tenggelam adalah silent killer. Sunartomo. SC. B. D.Sumber : Shepherd. hipotensi. H. dan Shoff. Air tawar segera lenyap dari paru kemudian masuk ke dalam peredaran darah sehingga kerusakan yang timbul adalah destruksi surfaktan paru & perubahan kimiawi membran kapiler alveoli akibat air yang hipotonik (Megawe. E. 2010).. 2010 Inhalasi air tawar menyebabkan hemodilusi hebat yang menimbulkan gangguan elektrolit dan berlanjut sebagai fibrilasi ventrikel (Joenorham.. Wahjuprajitno.com.. Wahjuprajitno. WH.. Saleh.. T. J. Seseorang yang tenggelam mungkin tidak dapat berteriak minta pertolongan karena korban menghabiskan energi mereka untuk berusaha tetap bernapas dan menjaga kepala mereka tetap berada di atas air. 1985). Air laut yang hipertonik merubah karakteristik biokimiawi parenkim paru dan ditemukannnya air laut yang lama (tidak segera lenyap seperti air tawar) di dalam alveoli menerangkan mengapa air laut lebih toksik dibandingkan air tawar (Megawe. E. dapat terjadi spasme jalan napas (airway) sehingga korban tidak dapat berteriak minta pertolongan (emedicinehealth. H. dan Siregar.

kematian yang nyata . 2004 menyebutkan bahwa adanya buih / busa berwarna merah muda pada mulut atau hidung mengindikasikan sudah terjadi edema pulmo pada korban tenggelam. Humphries. yaitu : 1. simtomatik : . atau hipoksia .com.apnea .. 6 . 2010).. cardiopulmonary arrest . dll) . asimtomatik 2.asidosis metabolik .tidak ditemukannya tanda fungsi sistem saraf pusat (Shepherd.takipnea.asistole (55%). PEMERIKSAAN FISIK Berdasarkan pemeriksaan fisik. dispnea. WH. bradikardia. korban tenggelam dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelompok.apnea . E. 2010). CK. R.normotermia dengan asistole .perubahan vital sign (hipotermia. fibrilasi ventrikel (29%) bradikardia (16%) 4. korban mengalami panik kemudian mulai tenggelam dengan menahan napas kehilangan kesadaran dapat terjadi setelah korban berada selama 3 menit di dalam air kerusakan otak akibat hipoksia dapat terjadi kira-kira setelah 6 menit dapat terjadi aritmia setelah jantung kekurangan pasokan oksigen selama beberapa menit sehingga jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh (emedicinehealth. SM..defisit neurologis 3.penurunan kesadaran .Tahapan tenggelam: pertama. takikardia.gaduh-gelisah . dan Shoff.. Stone.

Humphries. A dan Sampurna. jika hanya ada satu orang penolong maka ia harus melakukan CPR selama 5 cycles (kira-kira 2 menit) sebelum memanggil bantuan EMS (Emergency Medical Services). AHA 2010 juga menyebutkan bahwa manuver untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat jalan napas pada 7 . PENATALAKSANAAN Penatalaksaan korban tenggelam dapat dibagi menjadi 2 yaitu tindakan darurat dan tindakan definitif.. Dalam Guidelines Adult Basic Life Support. Selain itu. B.com.F.. hemoglobinuria. kadar gula darah. PEMERIKSAAN PENUNJANG Stone. dan ketonuria. AHA 2010 menyebutkan bahwa penolong harus segera melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation). Tindakan darurat Tindakan terpenting dalam setiap peristiwa tenggelam adalah mengembalikan fungsi ventilasi yang efektif dan mempertahankan sirkulasi (Purwadianto. CK. 2000).. khususnya penyelamatan pernapasan / ventilasi secepat mungkin jika tidak ditemukan denyut nadi pada arteri karotis / arteri femoralis. Selain itu. R. asidosis metabolis selalu terjadi pada korban tenggelam. dalam Guidelines Adult Basic Life Support. a. dan fungsi ginjal Pemeriksaan Analisis Gas Darah untuk menentukan oksigenasi dan keseimbangan asam basa tubuh Tes toksikologi untuk mengetahui adanya penggunaan alkohol / penyalahgunaan obat Rontgen dada dan leher untuk mengetahui adanya trauma / adanya cairan di paru-paru CT-Scan untuk mengetahui adanya kerusakan otak EKG untuk mengetahui fungsi jantung (emedicinehealth. Pemeriksaan tersebut hendaknya disesuaikan dengan kasus tenggelam yang terjadi. Ketika menyelamatkan korban tenggelam (berapapun usianya). Pemeriksaan penunjang lainnya yang dilakukan pada korban tenggelam adalah : Pemeriksaan darah rutin untuk mengevaluasi elektrolit. 2010). 2004 menyebutkan bahwa dalam pemeriksaan urinalisis dapat ditemukan proteinuria. G.

2010).m dengan tapering off. 8 . Hal ini dapat terjadi dalam 6-8 jam setelah peristiwa tenggelam. A dan Sampurna. Pada tenggelam di air laut. - Pernderita diletakkan miring dengan kepala lebih rendah. aspirasi. Namun jika terdapat tanda-tanda trauma yang jelas.. riwayat intoksikasi alkohol sebelum tenggelam. CK. dan saturasi oksigen > 95% maka pasien boleh pulang setelah 6 atau 8 jam setelah peristiwa tenggelam (Stone. - Koreksi keseimbangan asam basa. elektrolit. - Bila perlu lakukan tranfusi darah untuk mengatasi hemolisis akibat tenggelam di air tawar atau pemberian plasma pada hemokonsentrasi akibat tenggelam di air laut (Purwadianto. trauma.. R.. b. penolong harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya trauma spinal (AHA. Jik hasil pemeriksaan fisik pasien normal. Tindakan definitif - korban Setelah kesadaran dan pernapasan spontan pulih. harus dijaga agar jalan napasnya selalu bebas. Namun Shepherd. Cedera spinal sangat jarang terjadi pada korban tenggelam. SM. misalnya kortison 4 x 100 mg/hari i.korban tenggelam tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan menjadi muntah. dan Shoff. WH. 2010 menyebutkan bahwa setiap pasien tenggelam harus dimonitor minimal selama 24 jam meskipun pasien sadar. 2004).v Antibiotik untuk mencegah/mengobati infeksi paru Kortikosteroid untuk mencegah edema otak dan memperbaiki surfaktan paru. 2000). tindakan pernapasan buatan harus dilanjutkan beberapa saat untuk mencegah edema paru. dan penundaan untuk melakukan CPR. Korban tenggelam yang asimtomatis hendaknya tetap dimonitor karena dapat terjadi peristiwa ³secondary drowning´ di mana manifetasi klinis akibat tenggelam baru muncul. B. dan pemberian obat: y y y Na bikarbonat 1-2 mEq/kgBB secara i. nilai GCS (Glasgow Coma Scale) • 13. Hal ini dilakukan untuk memantau kemungkinan terjadinya manifestasi klinis yang muncul terlambat.. Humphries. atau riwayat menyelam di perairan dangkal..

Sunartomo. 25% meninggal. PROGNOSIS Korban tenggelam yang sadar sewaktu tiba di Unit Gawat Darurat di rumah sakit mempunyai kemungkinan kesembuhan / recovery yang tinggi. 2010). Namun dengan penyelamatan awal (segera) dan pengobatan yang adekuat. Sekitar 70% korban tenggelam sembuh total. Wahjuprajitno. Kematian pada penderita yang tenggelam dalam air laut terutama disebabkan karena asfiksia akut sedangkan kematian pada penderita tenggelam di air tawar dengan jumlah air yang diaspirasi cukup besar untuk menimbulkan perubahan elektrolit darah yang nyata adalah sebagai akibat dari kombinasi asfiksia akut dan fibrilasi ventrikel. SC. Hal ini biasanya terjadi di tempat terjadinya kecelakaan (Megawe. antara lain: Usia : semakin muda usia.. semakin baik outcome Temperatur air : air dingin mempunyai outcome lebih baik daripada air hangat Kualitas air : air bersih mempunyai outcome yang lebih baik Trauma : semakin sedikit trauma yang terjadi akibat tenggelam. T. H. kesembuhan tota dapat terjadi. 9 . kemungkinan recovery tergantung pada berapa lama korban berada di dalam air. semakin baik outcome Lama korban tenggelam : semakin pendek waktunya. Durasi / lama tenggelam dan derajat keparahan hipoksia adalah faktor terpenting untuk memprediksikan outcome pasien (AHA. Saleh. semakin baik outcome Pengobatan : semakin awal pengobatan yang diberikan. semakin baik outcome Health : semakn sedikit permasalahan kesehatan pasien.com. Terdapat faktor-faktor yang dapat memprediksikan outcome pasien. Untuk korban yang tidak sadar atau gelisah. 1979). B..H.. dan 5% bertahan dengan kerusakan otak permanen (emedicinehealth. 2010). semakin baik outcome..

circ.medscape.org didownload pada tanggal 18 Oktober 2010 Anonim..emedicinehealth. 2010.ahajournals. A dan Sampurna. dan Siregar. Humphries.com/ article/772753-overview didownload pada tanggal 22 Oktober 2010 Stone. Drowning Causes... Current Emergency : Diagnosis & Treament.DAFTAR PUSTAKA American Heart Association. Binarupa Aksara : Jakarta Barat Shepherd. Airlangga Press : Surabaya Purwadianto.. Gaya Baru : Jakarta Megawe. Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiopulmonary Care. Simposiu Ilmu Kedokteran Darurat : Penanggulangan kasus gawat secara cepat. 2004. Kedaruratan Medik : Pedoman Penatalaksanaan Praktis.com/drowning/page2_em. Sunartomo. WH. tepat. www. H.. B. http://www... Wahjuprajitno. 2010. Edisi kelima. T. CK. 1979. Inc : Amerika Serikat 10 . R. htm #Drowning%20Causes didownload pada tanggal 22 Oktober 2010 Joenorham. 2000. dan rasional. Saleh. 2010. Edisi ketiga. The McGrw-Hill Companies. J. B. Drowning.. 1985.. Kedaruratan dan Kegawatan Medik... SC. http://emedicine... SM. dan Shoff. E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful