Perbedaan KTSP dan KBK

Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum SD Dosen pengampu Drs. A. Zaenal Abidin, M.Pd. Disusun Oleh : Nurul Nafida Reni Estri Patitis Agustin Nur Baiti Muhamad Yuda Sasmito Ika Musfarida (Rombel 03) Pendahuluan ISTILAH kurikulum tingkat satuan pelajaran (KTSP) tidak dibarengi dengan sosialisasi istilahistilah kunci yang jelas mengenai apakah KTSP itu berarti suatu model kurikulum, model pengembangan kurikulum, atau model pengelolaan pengembangan kurikulum. Ketidak jelasan istilah yang dikeluarkan pemegang kebijakan ini menyebabkan struktur bawahannya, para pengaman kebijakan, mengeluarkan sejumlah pernyataan-pernyataan yang tidak pas dengan realita yang ada (disagreement with facts). Muncullah perbandinganperbandingan antara model kurikulum berbasis kompetensi dan ³model´ KTSP. Model kurikulum berbasis kompetensi harus dibedakan secara tegas dengan ³model´ KTSP tanpa melihat sifat dasar dari keduanya. Bahkan pernah muncul dalam awal-awal sosialisasi KTSP analisis kelemahan model KBK dan keunggulan model KTSP. Selanjutnya, pada tataran pelaksana kebijakan anggapan yang muncul adalah kurikulum baru sudah datang dan kurikulum saat itu harus dibuang karena berbasis kompetensi. Mereka kemudian menunggu kurikulum ³model´ KTSP tersebut (mismanagement), dan sambil menunggu, mereka kembali kepada kebiasaan kerja yang nyaman bagi mereka (arbitrary). Karena yang ditunggu tidak kunjung datang, mereka pun menjadi ragu tentang apa yang harus dilakukan untuk melaksanakan kewajibannya sebagai orang-orang yang memiliki posisi pelaksana. Inilah contoh kecil dampak buruk dari pengabaian para pemegang kebijakan terhadap penggunaan istilah-istilah yang ada dalam kebijakan yang mereka keluarkan. Berkenaan dengan persoalan yang ditimbulkan oleh penggunaan istilah di atas, satu pertanyaan muncul. Apa benar model kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dapat dibandingkan dengan KTSP? Jika melihat sifat dasar/hakikat model KBK dan ³model´ KTSP, perbandingan seperti ini 1402407007 1402407059 1402407061 1402407095 1402407139

kini sudah dimunculkan kurikulum baru. KBK. yakni dekonsentratif. Dalam KTSP dapat digunakan modelmodel kurikulum. humanistik. KTSP adalah pengembangan kurikulum berbasis sekolah (PKBS) yang di Australia dikenal dengan school based curriculum development (SBCD). Pengembangan kurikulum di sini mencakup kegiatan merencanakan. Sukmadinata dalam sebuah seminar nasional (12 Mei 2007) di UPI bahwa KTSP bukanlah model kurikulum seperti halnya KBK. termasuk aparat Depdiknas dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat statement bahwa Kurikulum 2004 (atau KBK) tidak terlalu jauh berbeda dengan Kurikulum 2006 yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan baru ditetapkan pemberlakuannya oleh Mendiknas melalui Peraturan Mendiknas No. dan 2) model pengelolaan/manajemen pengembangan kurikulum. melainkan 1) model pengembangan kurikulum. dan mengevaluasi kurikulum. seperti. subjek akademik. manakala kita melihat kerangka dasar dan struktur kurikulum. dan lainlain) untuk tercapainya tujuan-tujuan pengembangan kurikulum. dan pengendalian serta evaluasi kurikulum yang masih tampak dominasi pemerintah pusat. bunga. rekonstruksi sosial. penggunaan model kurikulum yang mendasarkan pada pencapaian kompetensi (KBK) tidak dapat dielakkan. batang.sama halnya dengan membandingkan batang pohon dengan pohon lengkap yang terdiri dari akar.[duniaguru] Perbedaan KBK (2004) dengan KTSP (2006) Banyak kalangan. Jika konsisten dengan namanya. dalam tataran praktis karena tuntutan pencapaian standar kompetensi. 24 Tahun 2006 tanggal 2 Juni 2006. mengimplementasikan. metode. dll. atau membandingkan kerangka manusia dengan manusia hidup yang utuh. . Namun demikian. KTSP sama sekali bukan model kurikulum. apakah penyataan mereka itu dimaksudkan untuk ³menghibur guru´ agar tidak resah menghadapi perubahan kurikulum ini. standar kompetensi. uang. dan lain sebagainya. Jadi. Mengingat Kurikulum 2004 ini masih dalam taraf ujicoba yang lebih luas sejak tahun pembelajaran 2004/2005 dan belum semua sekolah sudah menerapkan secara utuh Kurikulum 2004. peralatan. maka pengelolaan KTSP tampaknya berada di antara sentralistik dan desentralistik. Kurikulum 2006. sementara KTSP bukan model kurikulum melainkan hal yang lebih luas lagi. Hal ini senada dengan pernyataan pakar kurikulum Prof. antara model KBK dan ³model´ KTSP itu tidak bisa dibandingkan karena memang tidak sebanding. Saya tidak tahu. Model KBK adalah salah satu model kurikulum dari sekian model yang ada (subjek akademik. KTSP juga merupakan model manajemen pengembangan kurikulum yang arahannya memberdayakan berbagai unsur manajemen (manusia. daun. yang dimaksud dengan KTSP adalah suatu model pengembangan kurikulum berbasis sekolah dan model manajemen pengembangan kurikulum berbasis sekolah. Namun. KTSP bersifat desentralistik. yakni. siswa harus menguasai sejumlah kompetensi manakala mereka menamatkan pendidikan dalam satuan pendidikan. namun demikian model pengembangan kurikulum ini dapat menggunakan model-model kurikulum yang ada. Nana S. Jadi. dan buah. rekonstruksi sosial.). Namun apa daya. bahan. Sehingga muncullah statement yang ³menghibur´ tersebut. humanistik.

Hal ini adalah ironis. kompeten. Landasan Hukum KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 y Tap MPR/GBHN Tahun y UU No. 20/2003 y PP No. 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan y 2. kompeten. 19/2005 ± SPN y UU No. profesional dan kompetitif y Peraturan Mendiknas RI No. Implementasi / Pelaksanaan y Kurikulum y Bukan dengan Keputusan/ Peraturan Mendiknas RI Keputusan Dirjen Dikdasmen No. Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. karena menunjukkan pemahaman yang sangat dangkal mereka terhadap Kurikulum 2006 tersebut. 23 tentang SKL 3. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No. Pejabat Depdiknas yang bermaksud meredam agar Kurikulum 2006 tidak mendapat tentangan dari ujung tombak pendidikan : guru dan sekolah. 20/1999 ± y Permendiknas No. Memang harus diakui dalam beberapa hal ada kesamaan atau kemiripan antara keduanya. niscaya mereka akan mengatakan bahwa Kurikulum 2004 dengan Kurikulum 2006 berbeda secara nyata. atau gejolak yang meresahkan masyarakat dan dunia pendidikan. dan No. profesional dan kompetitif .399a/C. Ideologi Pendidikan yang Dianut y y Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. aparat Pusat Kurikulum. Saya menduga mereka hanya ³mengulang-ulang´ pernyataan dari BSNP. 22/2006 ± Pemerintah-an Daerah Standar Isi y UU Sisdiknas No 2/1989 y Permendiknas No. Berikut ini saya rangkum perbedaan dan persamaan antara Kurikulum 2004 dan Kurikulum 2006 (periksa tabel) Tabel : Perbandingan Kurikulum 2004 dan 2006 ASPEK 1. Jika saja mereka sudah melakukan pembandingan secara mendalam kedua kurikulum tersebut. 23/2006 ± kemudian diganti dengan Standar Kompetensi Lulusan UU No. 766a/C4/MN/2003 Tahun 2003. 20/2003 ± Sisdiknas 1999-2004 y PP No. Keputusan Direktur Dikme-num No. 22 tentang SI dan No. 1247a/ C4/MN/2003 Tahun 2003. secara signifikan.C2/Kep/DS/2 004 Tahun 2004.

Daerah dan Sekolah dapat mengembangkan lebih lanjut. Silabus merupakan bagian tidak terpisahkan dari KTSP Guru harus membuat Rencana 9. Struktur y y y y y y y y 8. Sifat (2) y y Kurikulum merupakan kerangka dasar oleh Tim BSNP 6. Pengembangan Kurikulum lebih lanjut y y y y . Guru membuat silabus atas dasar Kurikulum Nasional dan y Cenderung Desentralisme Pendidikan : Kerangka Dasar Kurikulum disusun oleh Tim Pusat.4. KD. Beban Belajar y y y y y y y y y y y y y y y y y y Jumlah Jam/minggu : SD/MI 1-3 = 27/minggu SD/MI 4-6 = 32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/MA= 38-39/minggu Lama belajar per 1 JP: SD/MI = 35 menit SMP/MTs = 40 menit SMA/MA = 45 menit Semua sekolah /satuan pendidikan wajib membuat KTSP. Sifat (1) y Cenderung Sentralisme Pendidikan : Kurikulum disusun oleh Tim Pusat secara rinci. 5. Komponen lain dikembangkan oleh guru Penambahan mata pelajaran untuk Mulok dan Pengem-bangan diri untuk semua jenjang sekolah Ada pengurangan mata pelajaran (Misal TIK di SD) Ada perubahan nama mata pelajaran KN dan IPS di SD dipisah lagi Ada perubahan jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran 7. MP dan Indikator Pencapaian Berubahan relatif banyak dibandingkan kurikulum sebelumnya (1994 suplemen 1999) Ada perubahan nama mata pelajaran Ada penambahan mata pelajaran (TIK) atau penggabungan mata pelajaran (KN dan PS di SD) Jumlah Jam/minggu : SD/MI = 26-32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/SMK = 3839/minggu Lama belajar per 1 JP: SD = 35 menit SMP = 40 menit SMA/MA = 45 menit Hanya sekolah yang mampu dan memenuhi syarat dapat mengembangkan KTSP. Pendekatan y y y y Berbasis Kompetensi Hanya terdiri atas : SK dan KD. Daerah/Sekolah hanya melaksanakan Kurikulum disusun rinci oleh Tim Pusat (Ditjen Dikmenum/ Dikmenjur dan Puskur) Berbasis Kompetensi Terdiri atas : SK.

RP/Skenario Pembelajaran 10. Kesamaan Memperoleh Kesempatan 5. Pengembangan Kecakapan Hidup 7. Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi 6. 1. dan seni 4. 4. dan Nilai-nilai Budaya 2. 2. belajar untuk memahami dan menghayati. belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. Logika. belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. Beragam dan terpadu 3. Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan Tidak terdapat pelaksanaan kurikulum prinsip Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. Belajar sepanjang hayat 7. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri. Budi Pekerti Luhur. Keseimbangan Etika. Didasarkan pada potensi. Keimanan. teknologi. Berpusat pada Anak 9. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. dan Kinestetika 4. aktif. Berpusat pada potensi. kebutuhan. Estetika. 3. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah 11. 5. perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1. perkembangan. Belajar Sepanjang Hayat 8. Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya 2. . melalui proses pembela-jaran yang efektif. Penguatan Integritas Nasional 3. kreatif & menyenangkan. Menegakkan lima pilar belajar: 1.

12. tahap perkembangan. keindividuan. terbuka. 7. dan/atau percepatan sesuai dengan potensi. 7. 6. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. ing ngarsa sung tulada 5. dan kondisinya dengan memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi keTuhanan. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum 1. kesosialan. Tidak terdapat pedoman pelaksanaan kurikulum seperti pada Kurikulum 2004. pengayaan. 2. dengan prinsip tut wuri handayani.3. sumber belajar dan teknologi yang memadai. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. dan moral. Diselenggarakan dalam keseimbangan. Dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling meneri-ma dan menghargai. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. Bahasa Pengantar Intrakurikuler Ekstrakurikuler Remedial. 6. 9. dan meman-faatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan perbaik-an. Mendayagunakan kondisi alam. 8. 3. dan hangat. akselerasi Bimbingan & Konseling Nilai-nilai Pancasila Budi Pekerti Tenaga Kependidikan Sumber dan Sarana Belajar . akrab. pengayaan. 1. keterkaitan. 4. 5. ing madia mangun karsa.

sementara untuk kelas IV. II dan III SD/MI perlu dilaksanakan secara tematik. Hal ini berdampak pada manajemen kurikulum dan pembelajaran di kelas. Pemindahan KD sebagai penataan kembali KD dari Kurikulum 2004 ini terjadi pada semua mata pelajaran dan semua jenjang sekolah pada Kurikulum 2006. Pengembangan Silabus 12. Tahap Pelaksanaan 11. terlebih jika sekolah berkehendak akan melaksanakan Kurikulum 2006 secara penuh pada tahun pembelajaran 2006/2007 ini. KD-KD yang ada dalam Kurikulum 2004 ada yang masih digunakan dengan rumusan yang sama atau mirip dengan rumusan KD dalam Kurikulum 2006. Sehingga kalau ruang lingkup materi (scope) ini dijadikan ukuran. V dan VI dengan pembelajaran bidang studi. Walaupun ruang lingkup materi yang sama antara kedua kurikulum tersebut. Sementara itu. Sebagai contoh. Sedangkan IPA dan IPS di SMP yang semula SK dan KD-nya disusun dengan menggunakan pendekatan sub-bidang studi. padahal sesungguhnya tidak semuanya benar. ada KD pada kelas III SD untuk mata pelajaran IPS yang dipindahkan ke kelas II. Namun KD-KD yang ada dalam Kurikulum 2004 tersebut direkonstruksikan kembali. atau sebaliknya. Masing-masing SK sudah diplot mana yang untuk semester 1 dan 2. Ada beberapa KD Kurikulum 2004 yang dibuang. Dalam Kurikulum SD/MI 2004 hanya terdapat satu SK masing-masing jenjang kelas untuk hampir semua mata pelajaran. maka kedua kurikulum tersebut berbeda. Khusus untuk IPA dan IPS di SD digunakan pendekatan pembelajaran terpadu. namun karena urutan penyajian per kelasnya menjadi berbeda. maka memang tidak terlalu banyak perbedaan Kurikulum 2004 dengan Kurikulum 2006. bahwa Kurikulum 2004 dan 2006 adalah pada aspek Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarnya. Namun dalam Kurikulum 2006 terdapat dua SK untuk setiap jenjang kelas untuk seluruh mata pelajaran plus rinciannya pada kelas dan pelajaran tertentu. Perubahan lain adalah bahwa pembelajaran di kelas I. KD untuk PKN di SMP dipindahkan ke kelas VIII dan IX dari kelas VII. ditata kembali sedemikian rupa sehingga menjadi sangat berbeda dalam urutannya (sequence). Hal ini akan sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran di kelas. . batasan semacam ini tidak ada pada Kurikulum 2004. pada Kurikulum 2006 tidak lagi menggunakan pendekatan tersebut. Pengelolaan Kurikulum PERBEDAAN ESENSI SK DAN KD Hal yang sering dikatakan oleh pejabat Depdiknas dan Dinas Pendidikan.10. Sebaliknya ada KD di kelas VIII yang diturunkan ke kelas VII. Sepintas memang ya. Ada beberapa KD yang baru dalam Kurikulum 2006. Beberapa KD dalam mata pelajaran IPS di SD dipindahkan dari kelas VII ke kelas VIII.

Nah. Selamat menikmati perubahan! .d. Sementara untuk Biologi terdapat pada semester 2. Demikian pula KD-KD pada Kurikulum 2006 ini sangat identik dengan indikator pencapaian pada Kurikulum 2004. jika perbedaan antara kedua kurikulum tersebut sangat sugnifikan. kasus ini juga akan terjadi. III SD/MI sesuai dengan model pembelajaran tematik. Jumlah SK dalam Kurikulum 2004 yang semula 1 atau beberapa pada setiap mata pelajaran.Sementara itu di SMA/SMK tidak ada perubahan seperti yang ada di SD dan sebagian di SMP. Dengan kata lain. maka akan berdampak pada manajemen kurikulum dan pembelajarannya. maka pengaturan siapa yang mengajarkan KD tertentu sesuai dengan rumpun ilmu pembentuknya harus disusun dengan baik. Dan para guru adalah ³korban´ pertama dari perubahan kurikulum ini. SK-SK ini sebagian besar diambil isi SK dalam Kurikulum 2004. Namun bukan berarti tidak ada perubahan atau penataan KD di kurikulum SMA/SMK. atau perubahan yang ada tidak banyak. bagaimana membuat jadwal pelajaran pada kelas I s. buatlah matriks pemetaan SK dan KD + indikator dari kurikulum dengan Kurikulum 2006. Secara rinci perubahan kurikulum pada masing-masing jenjang sekolah akan saya kupas dalam tulisan-tulisan berikutnya. Sedangkan selama ini guru Pendidikan Agama dan Penjas Orkes adalah guru bidang studi? Bagaimana mengisi rapor siswa? Bagaimana penilaiannya? Demikian pula dengan mata pelajaran IPS dan IPA di SMP/MTs. sekali lagi. Kedua persoalan ini akan sangat dirasakan oleh para guru pengajarnya karena mereka adalah perencana. Sebagai misal. ternyata SK-SK dalam Kurikulum SMA 2006 ini identik. Karena tidak lagi menggunakan pola sub-bidang studi. Persoalan manajemen kurikulum dan pembelajaran yang sangat berbeda antara Kurikulum 2004 dengan Kurikulum 2006. sangat mirip dengan KD-KD dalam Kurikulum SMA 2004. Jadi. IMPLIKASI PADA MANAJEMEN KURIKULUM & PEMBELAJARAN Akibat perubahan dan penataan kembali SK dan KD pada Kurikulum 2006. Pasti kepala puyeng. Namun kalau dicermati. Kalau terjadi banyak kali kasus seperti ini. pelaksana dan penilai pembelajaran. di KD IPA SMP pada semester 1 kelas VII terkait dengan Fisika dan Kimia. dan mata berkunang-kunang. terdapat ³peningkatan status KD dan Indikator´ pada Kurikulum 2004. rasanya tidak elok jika kita masih saja mengatakan bahwa Kurikulum 2004 sama dengan Kurikulum 2006. apakah guru Biologi ini akan dibiarkan menganggur selama satu semester untuk menunggu gilirannya pada semester 2? Atau guru Fisika kemudian akan menganggur setelah satu semester mengajar? Bagaimana dengan guru-guru di sekolah swasta yang hanya dibayar sesuai jam riil mengajarnya? Dalam pelajaran IPS. pada Kurikulum 2006 dikembangkan menjadi beberapa SK . Kalau mau melihat seberapa banyak perubahan kedua kurikulum tersebut. Ambil contoh. Merekalah yang akan dibingungkan setiap hari dalam melaksanakan tugasnya. sehingga menjadi SK dan KD pada Kurikulum SMA 2006.

. KBK merupakan model kurikulum sedangkan KTSP merupakan pengembangan dan pengelolaan kulrikulum yang dikembangkan di Indonesia. Jika KBK merupakan model kurikulum yang hanya mengatur mata palajaran sedangkan KTSP merupakan satuan kompleks dalam menunjang suatu pendidikan. Tinjauan Pustaka (saduran dari) judul artikel :Beda KBK dan KTSP diposkan oleh : PGSD Kebumen at 22. Oleh Prof.15 Makalah Pengembangan Kurikulum Seminar Nasional 12 Mei 2007. Nana Syaodikh Sukmadinata. Banyak kalangan termasuk kalangan pendidikan mengira bahwa keduanya tidak jauh berbeda padahal antara keduanya tidak bias dibandingkan.Simpulan Kurikulum menjadi sebuah aspek utama yang tak termentahkan dalam menunjang keberhasilan sebuah pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful