Tugas Bahasa Indonesia

Nama Nim Kelas : Jimmy Erres Sanjaya : 10471 : 1A

KALIMAT EFEKTIF
1. DwiPutri ( Posted: November 8, 2010)
Kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar. Dalam hal ini hendaknya dipahami pula bahwa situasi terjadinya komunikasi juga sangat berpengaruh. Kalimat yang dipandang cukup efektif dalam pergaulan, belum tentu dipandang efektif jika dipakai dalam situasi resmi, demikian pula sebaliknya. Misalnya kalimat yang diucapkan kepada tukang becak, ´Berapa, Bang, ke pasar Rebo?µ Kalimat tersebut jelas lebih efektif daripada kalimat lengkap, ´Berapa saya harus membayar, Bang, bila saya menumpang becak Abang ke pasar Rebo?µ Yang perlu diperhatikan oleh para siswa dalam membuat karya tulis, baik berupa essay, artikel, ataupun analisis yang bersifat ilmiah adalah penggunaan bahasa secara tepat, yaitu memakai bahasa baku. Hendaknya disadari bahwa susunan kata yang tidak teratur dan berbelit-belit, penggunaan kata yang tidak tepat makna, dan kesalahan ejaan dapat membuat kalimat tidak efektif. Berikut ini akan disampaikan beberapa pola kesalahan yang umum terjadi dalam penulisan serta perbaikannya agar menjadi kalimat yang efektif. 1. Penggunaan dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat : - Sejak dari usia delapan tauh ia telah ditinggalkan ayahnya. (Sejak usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya.) - Hal itu disebabkan karena perilakunya sendiri yang kurang menyenangkan. (Hal itu disebabkan perilakunya sendiri yang kurang menyenangkan. - Ayahku rajin bekerja agar supaya dapat mencukupi kebutuhan hidup. (Ayahku rajin bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.) - Pada era zaman modern ini teknologi berkembang sangat pesat. (Pada zaman modern ini teknologi berkembang sangat pesat.) - Berbuat baik kepada orang lain adalah merupakan tindakan terpuji. (Berbuat baik kepada orang lain merupakan tindakan terpuji.) 2. Penggunaan kata berlebih yang ¶mengganggu· struktur kalimat : - Menurut berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah. (Berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah. / Menurut berita yang saya dengar, kurikulum akan segera diubah.) - Kepada yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal. (Yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.) 3. Penggunaan imbuhan yang kacau : - Yang meminjam buku di perpustakaan harap dikembalikan. (Yang meminjam buku di perpustakaan harap mengembalikan. / Buku yang dipinjam dari perpustakaan harap dikembalikan) - Ia diperingati oleh kepala sekolah agar tidak mengulangi perbuatannya. (Ia diperingatkan oleh kepala sekolah agar tidak mengulangi perbuatannya. - Operasi yang dijalankan Reagan memberi dampak buruk. (Oparasi yang dijalani Reagan berdampak buruk)

menyambuk. .Seorang pun tidak ada yang bisa menghindar daripada pengawasannya. (Bukunya ada pada saya. menyuci. (Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.Seorang daripada pembatunya pulang ke kampung kemarin. Pilihan kata yang tidak tepat : . Penggunaan kata ¶daripada· yang tidak tepat : . mencaplok. (Manusia membutuhkan makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh.Rumah sakit di mana orang-orang mencari kesembuhan harus selalu bersih.) . (Seorang di antara pembantunya pulang ke kampung kemarin. (Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan diri untuk berbincang -bincang dengan masyarakat.) . . menyampakkan.trampil à terampil .jaman à zaman . menyintai.Tendangan daripada Ricky Jakob berhasil mematahkan perlawanan musuh.tau à tahu .) . mencuci. mencekik.Pertemuan itu berhasil menelorkan ide-ide cemerlang. (Pertemuan itu telah menelurkan ide-ide cemerlang. Kalimat ambigu yang dapat menimbulkan salah arti : .) .Manusia membutuhkan makanan yang mana makanan itu harus mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh. menyekik.Rumah yang besar yang terbakar itu.himbau à imbau . Penggunaan tidak tepat kata ¶di mana· dan ¶yang mana· : . menyaplok. / Pelajaran BI mengajarkan juga apresiasi puisi. mencelupkan.faham à paham . mencampakkan.ketinggal à tertinggal .) .) 8.kepilih à terpilih .) .Gereja itu dilola oleh para rohaniawan secara professional.Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan waktu untuk berbincang bincang dengan masyarakat.) 4. Kalimat tak selesai : .Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk.gimana à bagaimana .Saya menyukainya di mana sifat-sifatnya sangat baik.) Kata-kata lain yang sejenis dengan itu antara lain menyolok. (Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial.) 5. menyiptakan. menyampuri.) 9. (Dalam pelajaran BI diajarkan juga teori apresiasi puisi.antri à antre . (Rumah yang besar itu terbakar.disyahkan à disahkan 6.silahkan à silakan .Bukunya ada di saya.) .. (Tendangan Ricky Jakob berhasil mematahkan perlawanan musuh. (Seorang pun tidak ada yang bisa menghindar dari pengawasannya. selalu ingin berinteraksi. Siapa/apa yang gagal? Pemerintahkah atau pembicaraan damai yang pernah dilakukan? (Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk memulai kembali pembicaraan damai yang gagal antara pihak komunis dan pihak pemerintah. (Gereja itu dikelola oleh para rohaniwan secara professional. mencampuri. padahal seharusnya mencolok. mencambuk.negri à negeri . Kalimat di atas dapat menimbulkan salah pengertian. menyelupkan dan lainlain. (Rumah sakit tempat orang-orang mencari kesembuhan harus selalu bersih. Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku : . menciptakan.) 7. menyontoh.) .Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial yang selalu ingin berinteraksi. mencontoh. (Saya menyukainya karena sifat-sifatnya sangat baik.Dalam pelajaran BI mengajarkan juga teori apresiasi puisi.Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk memulai pembicaraan damai antara komunis dan pemerintah yang gagal.

. (Dokter itu mengatakan bahwa penyakit AIDS sangat berbahaya. (benar) (4) Saya datang agak terlambat.) 11. dan saya pahami isinya.) . (Film ini menceritakan perseteruan antara kelompok Tan Peng Liang dan kelompok Khong Guan yang saling menjatuhkan.Film ini menceritakan perseteruan antara dua kelompok yang saling menjatuhkan. (P tidak jelas) b. Siapa/apa yang dimaksud Santosa? Nama sopir atau nama bus? Yang masuk jurang busnya atau sopirnya? (Bus Santoso Masuk Jurang. yaitu perseteruan antara kelompok Tang Peng Liang dan kelompok Khong Guan yang saling menjatuhkan. Kata penghubung intrakalimat tidak digunakan dalam kalimat tunggal Contoh: (1) Sedangkan saya masih banyak membutuhkan biaya. Keparalelan (Kesamaan/kesejajaran bentuk kata/frasa yang digunakan dalam sebuah kalimat) Contoh: (1) Suratmu sudah saya terima. dan tanggung jawab.Sopir Bus Santosa yang Masuk Jurang Melarikan Diri Judul berita di atas dapat menimbulkan salah pengertian. (2) Benda itu gerakannya sangat cepat. saya baca. c.Siapa yang dapat memastikan kalau kehidupan anak pasti lebih baik daripada orang tuanya? (Siapa yang dapat memastikan bahwa kehidupan anak pasti lebih baik daripada orang tuanya?) KALIMAT EFEKTIF DALAM BAHASA INDONESIA 2. Tidak terdapat subjek ganda Contoh: (1) Orang itu gerak-geriknya mencurigakan.Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku setahun. (S tidak jelas) (3) Bukumu di dalam tasku.Dokter itu mengatakan kalau penyakit AIDS sangat berbahaya. (salah) (3) Tahun ini ayah pensiun. (2) Semakin bertambah umur seharusnya manusia semakin baik. y Ciri-ciri Kalimat Efektif 1. Dian Pengertian kalimat efektif Kalimat efektif adalah Kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan/perasaan pembicara/penulis sehingga pendengar/pembaca dapat memahami makna kalimat itu persis seperti yang dipikirkan/dirasakan pembicara/penulis. bijaksana.) . Kata ¶kalau· yang dipakai secara salah : . sehingga tidak dapat mengikuti acara pertama. Pengulangan kata yang tidak perlu : . (salah) (2) Sehingga saya tidak dapat mengikuti acara pertama. (Dalam setahun ia berhasil menerbitkan 5 judul buku. Kesepadanan (Keseimbangan antara pikiran dan struktur bahasa yang digunakan) a. (S & P jelas) (2) Dalam makanan itu mengandung bahan pengawet. (benar) 2. Memiliki subjek & predikat yang jelas Contoh: (1) Ibnu sedang menulis surat. Sopirnya Melarikan Diri) 10.. sedangkan saya masih banyak membutuhkan biaya.

(aspek+agen+verba) (2) Surat itu saya sudah baca. (padu) b. jangan berdiri di situ. b. serta satu cita-cita. ibu tidak kelihatan! (tidak logis) . Kepaduan (Kepaduan pernyataan dalam kalimat sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah) a. pada mana. (bertele-tele/tidak padu) (2) Penetapan bahasa persatuan kita sangatlah mudah. (lurah baru) 5. Kecermatan (Cermat dalam pemilihan dan penggunaan kata -kata) a. (benar/padu/efektif) (3) Mahasiswa harus sadar akan pentingnya perpustakaan. Hindari penjamakan yang tidak diperlukan pada kata yang sudah bermakna jamak. (tidak hemat) (2)Banyak gedung pencakar langit di Jakarta. (benar/padu/efektif) 6. Tidak menyisipkan kata di antara predikat dan objek pada kalimat transitif. Dengan kesadaran itu dan pemikiran yang mantap. (2)Sejak tadi dia hanya bermenung. yang senasib. Tidak menimbulkan penafsiran ganda (1) Dia adalah istri Pak Lurah-yang baru. d. (salah/tidak padu/tidak efektif) (2) Mahasiswa harus menyadari pentingnya perpustakaan. seperjuangan. rakyat Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merasakan senasib. Tepat Contoh: (1) Ayah sedang memandang keindahan alam pegunungan. a. (Logis) (3) Nak. Contoh: Ayah saya dilahirkan pada Jumat 5 Juli 1956. Menggunakan pola aspek+agen+verba Contoh: (1) Surat itu sudah saya baca. Tidak bertele-tele Contoh: (1) Penetapan bahasa persatuan kita sangatlah mudah. (istri baru) (2) Dia adalah istri-Pak Lurah yang baru. Contoh: (1) Mahasiswa harus menyadari akan pentingnya perpustakaan. maka rakyat Indonesia menetapkan bahasa nasional tersebut sebagai bahasa persatuan. Hindari pengulangan subjek Contoh: Saya datang agak terlambat sehingga tidak dapat mengikuti acara pertama. maka karena kesadaran tadi. (hemat) 4. Contoh: (1)Sejak dari tadi dia hanya bermenung saja. Pada masa perjuangan. Contoh: (1)Banyak gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. disertai pemikiran.3. b. c. Hindari kesinoniman yang tidak diperlukan dalam satu kalimat. (tidak logis) (2) Rektor Univeritas Jember kami persilakan untuk memberi sambutan. Kelogisan (Ide yang ada dalam kalimat dapat diterima akal sehat) Contoh: (1) Waktu dan tempat kami persilakan. Kehematan (Penghematan dalam penggunaan kata/frasa/bentuk lain yang tidak diperlukan sejauh tidak menyalahi kaidah dan tidak mengubah makna). seperjuangan serta satu cita-cita. (agen+aspek+verba) c. rakyat Indonesia menetapkan bahasa nasional tersebut sebagai bahasa persatuan. di mana rakyat Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. masing-masing perjuangan. Hindari pemakaian superordinat pada hiponimi kata.

.Kepaduan adanya hubungan timbal balik yang baik dan jelas di antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat tersebut. ibu tidak bisa melihat tayangan televisi. Riyandri Asrita Kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis. Tidak terdapat subjek yang ganda Contoh : Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen. telah. (Benar) b.Pd) KALIMAT EFEKTIF 3. a. . (Salah) . Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripad atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita. dan sebagainya di depan subjek. Artinya.kesepadanan struktur keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai.(4) Nak. akan). Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas. Kalimat sangat mengutamakan keefektifan informasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin. b. Kesepadanan kalimat itu memiliki beberapa ciri. ingin) pada kalimat pasif. apabila ingin menggunakannya cukup merubah kata membicarakan menjadi berbicara. Contoh : . mengenai. jangan berdiri di situ. pada. c. M. Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di. (logis) (sumber: disarikan dari perkuliahan Bahasa Indonesia di FKIP UNEJ oleh Drs. Sebuah kalimat efektif mempunyai ciri-ciri khas. tentang. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (Salah) Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. dalam bagi untuk. Ketidakjelasan subjek atau predikat suatu kalimat tentu saja membuat kalimat itu tidak efektif. Penggunaannya tidak diperlukan. mengenai. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik. Oleh karena itu. seperti tercantum di bawah ini. (logis) (7) Pencuri berhasil melarikan diri. Parto. (logis) (5) Pencuri itu berhasil ditangkap polisi.keparalelan bentuk Yang dimaksud keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Kepaduan juga akan rusak karena salah menempatkan kata keterangan aspek (sudah. Kalimat yang padu mencangkup kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (Salah) Dalam menyusun laporan itu saya dibantu oleh para dosen. sebagai. a. menurut. kita hidari kalimat yang panjang dan bertele-tele. Kepaduan dalam kalimat akan rusak karena salah menempatkan kata depan (tentang.(Benar) c. boleh. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. akan) atau keterangan modalitas (harus. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. Kata tentang tidaklah padu. Contoh : Mahasiswa sedang membicarakan tentang materi kuliah. yaitu . Kalimat penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal Contoh: Kami datang agak terlambat. (tidak logis) (6) Polisi berhasil menangkap pencuri. (Benar) .

kelompok kata. Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. dan menyusun rancangan. e. Bentuk-bentuk kata yang sejajar dalam sebuah kalimat memperlihatkan pikiranpikiran/ gagasan-gagasan yang sejajar pula. bentuk kedua juga menggunakan verba. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek. (Salah) Pembangunan jembatan yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar dua miliar itu akan dilaksanakan/dilakukan/dimulai tahun depan. pencarian bahan bacaan. Contoh : Pembangunan jembatan yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar dua miliar itu akan dibangun tahun depan. kita harus secara saksama mempertimbangkan setiap kata. Kalau bentuk pertama menggunakan verba.kalau bentuk pertama menggunakan nomina. (Benar) . Peghematan di sini mempunyai arti penghematan terhadap kata yang memang tidak diperlukan. (Salah) Kegiatan yang telah kami lakukan adalah mengumpulkan informasi.kecermatan penalaran (tidak ambigu) Cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda. pembaca akan dapat mengerti maksud dari kalimat yang dirangkai oleh si penulis. (Salah) Setelah diperbaiki. Dan tepat dalam pilihan kata. Melakukan pengulangan kata (repetisi). harus mengandung penalaran atau logika yang baik atau dapat diterima oleh akal sehat. Membuat urutan kata yang bertahap c. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat).ketegasan makna Yang dimaksud dengan ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. dan menyusun rancangan. Contoh : Setelah makalah ini diperbaiki. (Benar) . b. d. b. . Dengan demikian. Kalimat itu member penekanan atau penegasan pada penonjolan itu. c. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan). mencari bahan bacaan. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. makalah ini akan segera dipresentasikan. d.kehematan kata yaitu hemat mempergunakan kata. Dengan begitu. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan: a. dalam arti. bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Contoh : Kegiatan yang telah kami lakukan adalah mengumpulkan informasi. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat.kelogisan bahasa. (Salah) Wanita yang memakai pita dan pria akan mengikuti lomba balap karung. atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. makalah ini akan segera dipresentasikan. (Benar) Penggunaan kalimat efektif adalah mutlak untuk digunakan agar tercapai keseragaman gagasan antara penulis dan pembaca sehingga kejelasan kalimat akan tercapai. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan. Dalam sebuah kalimat ada ide yang perlu ditonjolkan. Kesejajaran antara pikiran/gagasan dan bentuk bahasa yang dipakai dapat mempermudah pembaca untuk memahami makna kalimat. sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Contoh : Pria dan wanita yang memakai pita akan mengikuti lomba balap karung. Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat yaitu : a. . frasa. Di samping harus gramatikal. kalimat juga harus logis. (Benar) . atau kalimat yang akan kita pakai agar pembaca memahami hal yang kita ungkapkan persis seperti yang kita maksudkan.

b. Ciri-ciri Kal. kelogisan. Asep Yudha Wirajaya Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat.µdiaµ atau ´iaµ ‡ Dalam karangan ilmiah. gramatikal Kefokusan pikiran shg mudah dipahami Kehematan penggunaan unsur kal. sec. Kecermatan & kesantunan Kevariasian kata & struktur shg menghasilkan kesegaran bahasa Contoh Keutuhan Saya saling memaafkan (S) Kami saling memaafkan (B) Contoh Kesejajaran Penulis skripsi harus melakukan langkah-langkah: Pertemuan dengan pembimbing (S) Menemui pembimbing (B) Melapor kepada Ketua Jurusan (S) Melaporkan rencana skripsi kepada Ketua Jurusan (B) Contoh Kefokusan Sulit ditingkatkan kualitas & kuantitas produksi hortikultura ini (tidak efektif) Produksi hortikultura ini sulit ditinkatkan kualitas & kuantitasnya (efektif) Contoh Kehematan Hindarkan: Subjek ganda Buku itu saya sudah baca (S) Saya sudah membaca buku itu (B) Penjamakkan kata yg sudah berbentuk jamak Data (jamak) Fakta (jamak) Mengambili buku-buku (S) Mengambili buku (B) Mengambil buku-buku (B)  Contoh Keruntutan Gagasan disusun secara runtut shg enak dibaca dan mudah dipahami  Konsistensi Sudut Pandang ‡ Sudut pandang: cara penulis menempatkan diri dlm karangannya ‡ Dapat dilakukan dg menggunakan ´akuµ.Kalimat Efektif 4. padat. lengkap & dpt menyampaikan informasi secara tepat  ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡  ‡ ‡  ‡  ‡ ‡  ‡ a. pengarang menggunakan ´penulisµ ‡ Sudut pandang hrs konsisten dari awal s/d akhir . dan (atau) struktur kal. kesepadanan makna & struktur Kesejajaran bentuk kata. kesatuan. jelas. Efektif Keutuhan.

Saat itu saya kurang jelas. Contoh: a. Contoh: a. A. Nina Widyaningsih. 1. saya dibantu oleh para dosen. kepaduan gagasan. a.Hum Kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis. Sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki. Artinya. a. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. dan kelogisan bahasa. 3. Pertama. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Akan tetapi. sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki. mengenai. keparalelan bentuk. Kalimat penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal Contoh: a. . b. ubahlah kalimat itu menjadi kalimat majemuk dan kedua gantilah ungkapan penghubung intrakalimat menjadi ungkapan penghubung antarkalimat. Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di. M. bentuk kedua juga menggunakan verba. 4. seperti tercantum di bawah ini. Perbaikan kalimat-kalimat ini dapat dilakukan dengan dua cara. Atau Kami datang terlambat. Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Gunting. Saat itu bagi saya kurang jelas. Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. dan sebagainya di depan subjek. Kami datang agak terlambat. Kalimat-kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara berikut. Oleh karena itu. Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. Kesepadanan kalimat itu memiliki beberapa ciri. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu. Kakaknya membeli sepeda motor Honda. b. Kalimat sangat mengutamakan keefektifan informasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin.Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas . b. menurut. a. Tidak terdapat subjek yang ganda Cotoh: a. pada. kecermatan penalaran. sebagai berikut. b. b. tentang. dia membeli sepeda motor Suzuki. B. ketegasan makna.KALIMAT EFEKTIF 5. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik. Sebuah kalimat efektif mempunyai ciri-ciri khas. Keparalelan Yang dimaksud dengan keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Perbaikannya adalah sebagai berikut. (Salah) b. dalam bagi untuk. Ketidakjelasan subjek atau predikat suatu kalimat tentu saja membuat kalimat itu tidak efektif. Sekolah kami terletak di depan bioskop Gunting. Kesepadanan Yang dimaksud dengan kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kalau bentuk pertama menggunakan verba. yaitu kesepadanan struktur. b. Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen. kehematan kata. kalau bentuk pertama menggunakan nomina. sebagai. kami tidak dapat mengikuti acara pertama. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang. (Benar) 2. Atau Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Dalam menyusun laporan itu.

Contoh: Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. Kalimat itu memberi penekanan atau penegasan pada penonjolan itu. tetapi rajin dan jujur. atau seratus. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok. yaitu dibekukan dan kenaikan. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Membuat urutan kata yang bertahap Contoh: Bukan seribu. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek. Seharusnya: Bukan seratus. Contoh: Saudaralah yang bertanggung jawab. dan pengaturan tata ruang. 5. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. 3. Kehematan Yang dimaksud dengan kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata. Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat. sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa. memasang penerangan. atau sejuta. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal k alimat). dan pengaturan. frasa. penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat. seribu. 2. dia tidak datang ke tempat itu. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan. saya suka akan kelembutan mereka. C. b. Kalimat a tidak mempunyai kesejajaran karena dua bentuk kata yang mewakili predikat terdiri dari bentuk yang berbeda.Contoh: a. Peghematan di sini mempunyai arti penghematan terhadap kata yang memang tidak diperlukan. memasang. Contoh: Anak itu tidak malas dan curang. 4. b. D. yaitu kata pengecatan. dan pengaturan tata ruang. dia tidak datang ke tempat itu. Kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara menyejajarkan kedua bentuk itu. pemasangan penerangan. Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang. pengujian sistem pembagian air. Ketegasan Yang dimaksud dengan ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok. 1. Kalimat itu akan baik kalau diubah menjadi predikat yang nomial. sebagai berikut. Jadi. atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Penekanannya Harapan presiden. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan). Melakukan pengulangan kata (repetisi). Penekanannya ialah presiden mengharapkan. Contoh: Saya suka kecantikan mereka. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes.pengujian. . tetapi berjuta-juta rupiah. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan. Karena tidak diundang. Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa presiden datang. Perhatikan contoh: a. Karena ia tidak diundang. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. Perbaikan kalimat itu adalah sebagai berikut. a. b. 2. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. 1. pengujian sistem pembagian air. tetapi berjuta-juta rupiah. Contoh: Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Dalam sebuah kalimat ada ide yang perlu ditonjolkan. sejuta. Kalimat b tidak memiliki kesejajaran karena kata yang menduduki predikat tidak sama bentuknya.

Kata pipit sudah mencakupi kata burung. Di mana engkau menangkap burung pipit itu? Kalimat itu dapat diubah menjadi a. b. Misalnya: Bentuk Tidak Baku Bentuk Baku para tamu-tamu para tamu beberapa orang-orang beberapa orang E. Sejak pagi dia bermenung. Dia hanya membawa badannya saja. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita. Silakan Anda perbaiki kalimat di atas supaya menjadi kalimat yang padu. mahasiswa atau perguran tinggi. 1. Yang diceritakan menceritakan tentang putra-putri raja. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini. Dia hanya membawa badannya. dan para menteri. Kalimat 1 memilikimakna ganda.Kata merah sudah mencakupi kata warna. misalnya: Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak ke luar dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab. Kata turun bersinonim dengan ke bawah. b. seratus ribu rupiah atau dua puluh lima ribu rupiah. dan para menteri. Kalimat 2 memiliki makna ganda. a. Dan tepat dalam pilihan kata. Kalimat ini dapat diperbaiki menjadi a. Kalimat di atas tidak menunjukkan kepaduan sebab aspek terletak antara agen dan verbal. kita hidari kalimat yang panjang dan bertele-tele. yaitu berapa jumlah uang. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimatkalimat yang berpredikat pasif persona. 2. Seharusnya kalimat itu berbentuk a. para hulubalang. 3. Perhatikan kalimat berikut.Perhatikan kalimat ini . Ia memakai baju merah. Surat itu sudah saya baca. Kecermatan Yang dimaksud dengan cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda. Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. a. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. 1. F. Perhatikan: a. b. b. Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan. Sejak dari pagi dia bermenung. b. 2. Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan. Perhatikan kalimat berikut. Kepaduan Yang dimaksud dengan kepaduan ialah kepaduan ialah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. b. 4. Kata naik bersinonim dengan ke atas. Kalimat ini salah pilihan katanya karena dua kata yang bertentangan. yaitu diceritakan dan menceritakan. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. para hulubalang. Di mana engkau menangkap pipit itu? 3. Ia memakai baju warna merah. Oleh karena itu. Surat itu saya sudah baca. Kalimat itu dapat diubah menjadi Yang diceritakan ialah putra-putri raja. yaitu siapa yang terkenal. Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.

G. Haryanto Arbi meraih gelar juara pertama Jepang KESIMPULAN Berdasarkan pendapat ke-5 ahli tentang kalimat efektif tersebut di simpulkan bahwa. 1. Makalah ini akan membahas tentang desain interior pada rumah-rumah adat. . Perhatikan kalimat di bawah ini. Untuk menghemat waktu. b. Hermawan Susanto menduduki juara pertama Cina Terbuka. 3.a. 1. 4. kami teruskan acara ini. Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat. Seharusnya: a. 3. Kelogisan Yang dimaksud dengan kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. 5. Kalimat itu tidak logis (tidak masuk akal). b. Waktu dan tempat kami persilakan. 2. Untuk mempersingkat waktu. Mayat wanita yang ditemukan itu sebelumnya sering mondar-mandir di daerah tersebut.dan Kalimat efektif ini sangat mengutamakan keefektifan informasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin. 2. Mereka membicarakan kehendak rakyat. Bapak Menteri kami persilakan. Yang logis adalah sebagai berikut. Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara. kami teruskan acara ini. Haryanto Arbi meraih juara pertama Jepang Terbuka. Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful