Teknologi pendidikan di indonesia

Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk mengikuti ujian Semester ganjil

oleh Siti ramadani X-u

KEMENTRIAN AGAMA RI MADRASAH ALIYAH NEGERI BINJAI 2010

...................................1 Manfaat ..................................................... Kesimpulan dan Saran. 3 Sejarah perkembangan definisi teknologi pendidikan«««««««« 6 Bab III...................................................DAFTAR ISI i Kata Pengantar...................... i Daftar Isi ................................................ Kajian teori........................................1 Bab II.......................................................ii Bab I............................................. 2 Pengertian pendidikan menurut para ahli««««««««««««« 2 Mutu pendidikan di Indonesia«««««««««««««««««...................................................................................................8 Kesimpulan .............................................................................................................................................................9 . 8 Daftar Pustaka ................................................................................................................................................................. 8 Saran ........................1 Latar Belakang ..........................................................................................................................................................................................1 Tujuan .................... Pendahuluan ...................................................................................................

Karya ilmiah ini di susun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian semester ganjil yang dilaksanakan di sekolah Madrasah aliyah negeri binjai. September 2010 Penulis. Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca Dan Penyusun karya ilmiah ini. Ucapan syukur kepada Allah SWT karena berkat Nya karya ilmiah ini dapat terselesaikan. dan karya ilmiah ini juga disusun agar para pembaca mempunyai Pemikiran kedepan untuk pendidikan di masa yang akan datang nanti Dimana pemikiran itu adalah tentang luasnya teknologi di Indonesia dan di Seluruh dunia. Ucapan terima kasih kepada bapak Amnal yang mau membantu dan Memberi arahan dalam Menyusun karya ilmiah ini. Binjai. ii .wb.KATA PENGANTAR Asalamualaikum wr. sebelumnya saya mohan maaf apabila terdapat kekurangan atau Kesalahan di dalam karya Ilmiah ini. Dan akhir kata saya ucapkan Terimakasih.

Dengan adanya teknologi Umumnya sekolah tersebut dapat dikatakan dengan sekolah yang maju. dan yang pastinya tidak ketinggalan berbagai informasi tentang dunia pendidikan. seseorang dapat menguasai ilmu pengetahuan Dan teknologi (IPTEK). Oleh karena itu. B. Dan yang terakhir itu bagi sekolah manfaatnya mempunyai nilai tambah Pada teknologi pendidikan. selain pengetahuannya luas. C. mengembangkan pengetahuan dan teknologi membuat Pendidikan menjadi berkembang dan maju. seseorang juga dapat Mengambil manfaat dari pengetahuan dan teknologi tersebut. Dengan adanya Pengetahuan dan teknologi. ilmu pengetahuan jangan sampai terbatas atau jangan Sampai disini saja. Bagi guru dapat membantu proses mengajar pada siswa dan membantu Dalam pencarian materi-materi dengan mudah dan cepat untuk bahan mengajar.manfaat Khususnya bagi siswa dapat memperoleh pengetahuan yang luas. selain dapat menguasainya.BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sebuah Pengetahuan yang dasar menuju ketingkat yang tinggi. pada Umumnya Tentang pendidikan. 1 .tujuan Pendidikan teknologi membuat seseorang menambah wawasan yang luas.. Dan mampu bersaing dengan Negara luar. ilmupun dapat meningkat. Dan dapat meningkatkan mutu pendidikan.

BAB II KAJIAN TEORI A.sekarang.dan masa datang. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya. 4.the majority of people.to decide what kind of a worldµ¶. 2. Pendidikan Menurut Carter V. Pendidikan Menurut UNESCO (1999. Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan yang tepat didalam kebiasaan tingkah lakunya. . Pendidikan adalah bimbingan. agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara. Pendidikan Menurut Thedore Brameld (1999. UNESCO menyebutkan bahwa: ³education is now engaged is preparinment for a tife Society which does not yet exist´ atau bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada. pikiran serta jasmani anak. Konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu. (Pendidikan sebagai kekuatan berarti mempunyai kewenangan dan cukup kuat bagi kita. Good(1977.19). pikirannya dan perasaannya.1). Pendidikan menurut Ahmad D. bagi rakyat banyak untuk menentukan suatu dunia yang macam apa yang kita inginkan dan macam mana mencapai tujuan semacam itu).2) µ¶Education as power means copetent and strong enough to enable us.2). 6. Menurut Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti. 5. Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya.2).pengertian pendidikan menurut beberapa para ahli 2 1. 3. Marimba(1987. Pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Pendidikan Menurut Godfrey Thomson (1977. Konsep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan (transfer of culture value). Education is guidace manner conscius by to teach toward change bodily and spiritual natalis clestiny formend personality who excellent.

3). Kita dapat merumuskan Undang Undang Pendidikan No. Era Kolonial Pada jaman kolonial pendidikan hanya diberikan kepada para penguasa serta kaum feodal. A. Era Orde Baru. Hal ini didukung karena jumlah sekolah belum begitu banyak dan guru-guru yang ditempa pada zaman kolonial. Pada masa itu dimulai pendidikan indoktrinasi yaitu menjadikan pendidikan sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan Orde Lama. 2). Oleh sebab itu di dalam Undang Undang Dasar 1945 dinyatakan dengan tegas bahwa pemerintah akan menyusun suatu sistem pendidikaan nasional untuk rakyat. 4/1950 junto no. Era Reformasi. Kita dapat membangun sistem pendidikan yang tidak kalah mutunya. telah menghasilkan pemimpin masyarakat bahkan menghasilkan pemimpin-pemimpin gerakan nasional. Pendidikan diberikan hanya terbatas kepada rakyat di sekolahsekolah kelas 2 atau ongko loro tidak diragukan mutunya. pendidikan rakyat 5 tahun. Era Orde Lama Masa revolusi pendidikan nasional mulai meletakkan dasar-dasarnya. Citra guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang . Dalam sejarah pendidikan kita dapat katakana bahwa intelegensi bangsa Indonesia tidak kalah dengan kaum penjajah. 4). B. pelajar melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya walaupun serba terbatas. Dengan segala keterbatasan itu memupuk pemimpin-pemimpin nasional yang dapat mengatasi masa pancaroba seperti rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan kolonial untuk golongan bangsawan serta penguasa tidak diragukan lagi mutunya. Pada zaman itu siswa dan guru dituntut disiplin tinggi. Pada Orde Lama sudah mulai diadakan ujian-ujian negara yang terpusat dengan sistem kolonial yang serba ketat tetapi tetap jujur dan mempertahankan kualitas. Sayang sekali pada akhir era ini pendidikan kemudian dimasuki oleh politik praktis atau mulai dijadikan kendaraan politik. Era Orde Lama. tetapi bangsa kita dapat melaksanakan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945. Guru belum berorientasi kepada yang material tetapi kepada yang ideal. Era kolonial. Para pengajar.Mutu Pendidikan Indonesia 3 KUALITAS PENDIDIKAN INDONESIA SUATU REFLEKSI Oleh: Yohanes Sudaryono FIC. Pada masa revolusi sangat terasa serba terbatas. Masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia pada waktu itu adalah kekurangan kesempatan yang sama yang diberikan kepada semua anak bangsa. namun demikian apa yang diperoleh pendidikan seperti pendidikan rakyat 3 tahun. Sungguhpun standar yang dipakai untuk mengukur kualitas rakyat pada waktu itu diragukan karena sebagian besar rakyat tidak memperoleh pendidikan. Perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia telah berlangsung dalam empat era yaitu : 1). 12/ 1954. untuk semua bangsa. Pendidikan rakyat cukup diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar penguasa kolonial. Para pemimpin nasional kita kebanyakan memperoleh pendidikan di sekolah-sekolah kolonial bahkan beberapa mahasiswa yang dapat melanjutkan di Universitas terkenal di Eropa.

Demokrasi juga telah memasuki dunia pendidikan nasional antara lain dengan lahirnya Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Era Orde Baru Dalam era ini dikenal sebagai era pembangunan nasional. Pada akhirnya hasil EBTANAS juga dijadikan indikator penerimaan di perguruan tinggi. Walaupun pada waktu itu pendidikan tinggi memiliki otonomi dengan mengadakan ujian masuk melalui UMPTN. Untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi maka pendidikan tinggi negeri mulai mengadakan penelusuran minat dari para siswa SMA yang berpotensi. Cara tersebut kemudian diikuti oleh pendidikan tinggi lainnya. Dari hasil manipulasi ujian nasional sekolah dasar kemudian meningkat ke sekolah menengah dan kemudian meningkat ke sekolah menengah tingkat atas dan selanjutnya berpengaruh pada mutu pendidikan tinggi. Hal ini berdampak pada mutu perguruan semakin menurun walaupun dibentuk KOPERTIS-KOPERTIS sebagai bentuk birokrasi baru. Kebijakan ini bertujuan untuk lebih memberikan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Pada waktu itu pendidikan tinggi yang bermutu terdapat di Pulau Jawa seperti UI. Dalam era pembangunan nasional selama lima REPELITA yang ditekankan ialah pembangunan ekonomi sebagai salah satu dari TRILOGI pembangunan. Kebijakan yang diambil pada Orde Lama dalam bidang pendidikan tinggi yaitu mendirikan universitas di setiap provinsi. dan UNAIR. tetapi hal tersebut tidak menolong. Dalam bidang pendidikan bukan lagi merupakan tanggung jawab pemerintah pusat tetapi diserahkan kepada tanggung jawab pemerintah daerah . khususnya pendidikan dasar terjadi suatu loncatan yang sangat signifikan dengan adanya INPRES Pendidikan Dasar. Tetapi sayang sekali INPRES Pendidikan Dasar belum ditindaklanjuti dengan peningkatan kualitas tetapi baru kuantitas. Gajah Mada. Di samping perkembangan pendidikan tinggi dengan usahanya untuk mempertahankan dan meningkatkan mutunya pada masa Orde Baru muncul gejala yaitu tumbuhnya perguruan tinggi swasta dalam berbagai bentuk. Akhirnya di tiap-tiap lembaga pendidikan sekolah berusaha untuk meluluskan siswanya 100%. ITB. Oleh sebab itu era Orde Baru pendidikan telah dijadikan sebagai indikator palsu mengenai keberhasilan pemerintah dalam pembangunan. C. sedangkan di provinsi-provinsi karena kurangnya persiapan dosen dan keterbatasaan sarana dan prasarana mengakibatkan kemerosotan mutu pendidikan tinggi mulai terjadi. Dalam bidang pembangunan pendidikan. D.4 diciptakaan era Orde Baru sebenarnya telah dikembangkan pada Orde Lama. Maka kemerosotan pendidikan nasional telah berlangsung. Selain itu sistem ujian negara (EBTANAS) telah berubah menjadi bumerang yaitu penentuan kelulusan siswa menurut rumus-rumus tertentu. Era Reformasi Indonesia sejak tahun 1998 merupakan era transisi dengan tumbuhnya proses demokrasi. Hal ini berakibat pada suatu pembohongan publik dan dirinya sendiri dalam masyarakat. IPB.

Menurut H. Sistem Pendidikan Nasional Era Reformasi yang diatur dalam Undang-Undang No. Dunia pendidikan sekarang ini bukan merupakan pemersatu bangsa tetapi merupakan suatu ajang pertikaian dan persemaian manusiamanusiaa yang berdiri sendiri dalam arti yang sempit. hanya beberapa fungsi saja yang tetap berada di tangan pemerintah pusat. Anak Indonesia dijadikan alat untuk menggulirkan suatu tujuan ekonomis yaitu pertumbuhan. keterampilan. Anak Indonesia dijadikan obyek. Kekuatan Politik : Pendidikan masuk dalam subordinasi dari kekuatan-kekuatan politik praktis. Pandangan politik ditentukan oleh dua paradigma yaitu paradigma teknologi dan paradigma ekonomi. Perubahan dari sistem yang sentralisasi ke desentralisasi akan membawa konsekuensi-konsekuensi yang jauh di dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.R. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang kemudian dijelaskan dalam Permendiknas RI.A. hal tersebut disebabkan adanya dua kekuatan besar yaitu kekuatan politik dan kekuatan ekonomi. Paradigma ekonomi lebih mengedepankan pencapaian kehidupan modern dalam arti pemenuhan-pemenuhan kehidupan materiil dan mengesampingkan kebutuhan non materiil duniawi. Kebutuhan ini ditampung dalam Undang-Undang No. maka lahirlah Peraturan Pemerintah No. produksi. Tilaar. Untuk usaha tersebut maka muncul konsep-konsep seperti : Ujian Nasional. yang berarti pendidikan telah dimasukkan ke dalam perebutan kekuasaan partai-partai politik. Positifnya yaitu pendidikan menunjang perbaikan hidup dan nilai negatifnya yaitu mempersempit tujuan pendidikan atas pertimbangan efisiensi. serta pentingnya tenaga guru dan dosen sebagai ujung tombak dari reformasi pendidikan nasional. Di dalam masyarakat Indonesia dewasa ini muncul banyak kritikan baik dari praktisi pendidikan maupun dari kalangan pengamat pendidikan mengenai pendidikan nasional yang tidak mempunyai arah yang jelas. yaitu pada profit orientit yang mencari keuntungan sebesar-besarnya terhadap investasi yang dilaksanakan dalam bidang pendidikan. Contoh pngmbangan dana 20 %. Neoliberalisme pendidikan membawa dampak positif dan negatif. Kekuatan Ekonomi: Manusia Indonesia tidak terlepas dari modernisasi seperti teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Selain perubahan dari sentralisasi ke desentralisasi yang membawa banyak perubahan juga bagaimana untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam menghadapi persaingan bebas abad ke-21. Demi mencapai efisiensi dan kualitas pendidikan maka disusunlah beberapa upaya standardisasi. dan menghasilkan manusia-manusia yang dapat bersaing. untuk kepentingan kekuatan golongannya. mementingkan diri dan kelompok. Paradigma teknologi mengedepankan pembangunan fisik yang menjamin kenyaman hidup manusia. Dalam menyusun RENSTRA Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005 ± 2009 lebih menekankan pada manajemen dan kepemeimpinan bukan masalah pokok yaitu pengembangan anak Indonesia.5 sebagaimana diatur dalam Undang ± Undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. 20 Tahun 2003 diuraikan dalam indikator-indikator akan keberhasilan atau kegagalannya. anak Indonesia bukan merupakan suatu proses humanisasi atau pemanusiaan. penguasaan skil yang dituntut dalam pertumbuhan ekonomi [Millist CFBE] .

Perubahan disini mencerminkan bahwa. Teknologi pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain. Langkahlangkah ini mencakup perencanaan. Tahun 1960 dan 1970 Teknologi Pendidikan diapandang sebagai suatu proses. Pada tahun 1960an dan 1970 banayak definisi teknologi pendidikan yang dipandang sebagai suatu proses. produksi. Hal ini merupakan suatu hal yang berangkat dari pandangan ³tradisional´ terhadap teknologi pendidikan. melaksanakan. gambar dan tampilan yang mulai ramai pada tahun 1920. definisi teknologi pendidikan digambarkan bukan hanya sebagai sebuah media. berdasarkan penelitian dalam teori . Akar terbentuknya pandangan ini terjadi ketika pertama kali diproduksi media pendidikan pada awal abad dua puluhan. Definisi 1970 Definisi selanjutnya merupakan definisi tahun 1970-an yang dikeluarkan oleh Komisi Pengawas Teknologi Pendidikan. 38). pemanfaatan. Pandangan ini berlanjut sampai 1950. dan penggunaan. 1963) menghasilkan dengan suatu komisi pengawas yang dibentuk olep Departemen Pendidikan Audiovisual (sekarang dikenal sebagai Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan). Mereka membahasnya sebagai suatu proses. dan mengealuasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam betuk tujuan pembelajaran yang spesifik. perancangan. melaksanakan. dan manajemen. definisi formal pembelajaran visual terfokus pada media yang digunakan untuk menampilkan sebuah pelajaran. pemilihan. Definisi 1963 Di tahun 1963. Lebih dari itu pengertian kini lebih menganali serangkaian langkah-langkah penerapan. dan mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam bentuk tujuan pembelajaran yang spesifik.6 Sejarah perkembangan definisi Teknologi Pendidikan Definisi awal Teknologi Pendidikan dipandang sebagai media Teknologi Pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain. Awal tahun 1950. berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif. Komisi pengawas ini dibentuk dan dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menguji permasalahan dan manfaat potensial yang berhubungan dengan teknologi pendidikan di sekolah-sekolah. Definisi teknologi pendidikan pada awal tahun 1920 dipandang sebagai media. Contohnya Finn (1960) mengatakan bahwa teknologi pendidikan harus dipandang sebagai suatu cara untuk melihat masalah pendidikan dan mneguji kemungkinan solusi dari masalah tersebut. Definisi ini (Ey. Definisi kini lebih memusat pada desain pembelajaran dan penggunaan media sebagai pengendalian proses belajar (p. Sedangkan Lumsdaine (1964) mengatakan bahwa teknologi pendidikan dapat dijadikan aplikasi ilmu pengetahuan pada praktek pendidikan. khususnya selama tahun 1960 dan 1970 sejumlah ahli dalam bidang pendidikan mulai mendiskusiakan teknologi pendidikan dalam suatu yang berbeda. Media ini. bagaimana lingkungan dan kemajuan zaman dapat mengubah sebuah definisi dan praktek dari teknologi pendidikan. sebagai media pembelajaran visual yang berupa film.

melaksanakan dan mengevaluasi secara sistematis berdasarkan teori komunikasi dan belajar tentunya. OHP. desain pembelajaran sistematis. Mengapa kita menyebutnya desain pembelajaran dan teknologi ? Definisi berbeda dari yang sebelumnya. mengembangkan. pemanfaatan. Definisi 1994 Teknologi instruksional adalah praktek dalam mendesain. Para ahli bidang desain pembelajaran dan teknologi sering menggunakan prosedur desain pembelajaran yang sistematis dari berbagai media pembelajaran untuk menyelesaikan tujuan mereka. kawasan pemanfaatan. sarana dan organisasi untuk menganalisa masalah dan merancang. Dengan kata lain banyak individu yang menyamakan teknologi pembelajaran dengan desain pembelajaran. proses non pembelajaran untuk meningkatkan pencapaian pelajaran dalam berbagai peraturan. gagasan. dengan demikian. prosedur. Praktek desain pembelajaran sudah meletus sehingga banyak digunakan oleh individu yang menyebut diri mereka perancang pembelajaran. pembeljaaran. Definisi baru : menyatakan peran media. yaitu kawasan desain. video. seorang teknolog pembelajaran bias saja memfokuskan bidang garapannya dalam salah satu kawasan tersebut. menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia. Mengapa kebanyakan individu menggambarkan istilah teknologi pembelajaran dengan komputer. pengembangan. Bidang teknologi dan desain pembelajaran mencakup analisis pembelajaran dan pencapaian masalah serta rancangan. sejak tahun 1970an. kawasan pengemabangan. Definisi ini lebih operasional dari pada rumusan tahun 1977 yang terlalu rumit. Melaksanakan. Bagaimana hal itu dilakukan? Dengan cara mendesain. bidang pendidikan dan tempat kerja. Definisi 1977 Teknologi Pendidikan adalah proses kompleks yang terintegerasi meliputi orang. Definisi ini menggaris bawahi dua praktek yaitu penggunaan media untuk tujuan pendidikan dan penggunaan prosedur desain pembelajaran yang sistematis. dan segala jenis hardware dan software lainnya yang berhubungan dengan media pembelajaran. sudah ada pandangan bahwa manusia (dalam hal ini guru) bukanlah satu-satunya sumber belajar. memanfaatkan. evaluasi. manajemen. kawasan pengelolaan. Lebih mengacu pada bidang desain pembelajaran dan teknologi dibandingkan dengan teknologi pembeljaaran. dan kawasan penilaian baik untuk proses maupun sumber belajar.7 belajar dan komunikasi pada manusia dan mengunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif. Jadi menurut konsep ini tujuan utama teknologi pembelajaran adalah membuat agar suatu pembelajaran lebih efektif. definisi ini menegaskan bahwa adanya lima dominant teknologi pembelajaran. dan pendayagunaan teknologi. serta memanfaatkan segala sumber baik yang bersifat manusia maupun non manusia. mengelola dan menilai proses-proses maupun sumber-sumber balajar. .

karena dengan adanya teknologi. . Saran 8 Sebaiknya teknologi yang ada di Indonesia selalu terdapat Di setiap sekolah. pendidikan Akan semakin maju dan ilmu pengetahuan akan semakin Bertambah. Hingga dengan mudahnya belajar atau mencari Pengetahuan dalam teknologi.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dengan berkembang nya ilmu pengetahuan dan teknologi membuat Seseorang ingin lebih mengetahui hal tersebut. hingga dalam pendidikan Mencakup semua ilmu pengetahuan dan dapat mempergunakan teknologi yang Bertujuan pendidikan.

Brameld.1999.dasar konsep pendidikan moral. http://www.pengantar filsafat pendidikan islam.yohanes. Sudaryono FIC.com/2009/07definisi-pendidikan. Unesco.sejarah perkembangan definisi teknologi pendidikan. Thomson godfrey.html Marimba. .dasar konsep pendidikan moral.1999.ki hajar.thedore.alfabeta.1977.kualitas pendidikan Indonesia suatu refleksi.dasar konsep pendidikan moral.2.alfabeta.secaraumum.dasar konsep pendidikan moral.alfabeta.19.DAFTAR ISI 9 Good. Dewantara.November 29 2007.1997.2.carter v. Neozonk.1987.2.idonbiu. .1.ahmad d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful