MAKALAH EKOLOGI PERAIRAN

PARASIT IKAN

Oleh : Rizki Alifia N Escha Firdaus K J1B006028 J1B006029

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK JURUSAN PERIKANAN DAN KELAUTAN PURWOKERTO 2010

Adapun caranya adalah sebagai berikut: • • • Melalui air Melalui kontak atau gesekan secara langsung dengan ikan yang terserang penyakit atau parasit. Untuk mengatasi timbulnya masalah penyakit dan parasit pada ikan peliharaan. virus. Meskipun jarang terjadi pada kolam kolam yang terawat dengan baik. bakteri. wabah penyakit dan parasit yang menyerang ikan dapat menimbulkan kerugian besar bagi petani ikan karena sering menyebabkan kematian ikan secara massal. ada baiknya kita mengetahui bagaimana cara terjangkitnya maupun penularan penyakit dan parasit terhadap ikan. makan atau tumbuhan dari daerah asalnya dan berkembang dengan pesat dikolam yang baru. Adapun organisme penyebab penyakit dan parasit yang biasa menyerang ikan umumnya berasal dari golongan jamur. kualitas dan kuantitas air terpelihara dengan baik. kemungkinan terjadinya serangan penyakit atau parasit pada ikan yang dibudidayakan dapat diperkecil. dan hewan invertebrata. Melalui alat – alat yang telah digunakan untuk menangani atau mengangkut ikan – ikan yang terserang penyakit atau parasit. Hal ini mungkin disebabkan karena . • Terbawa oleh ikan. Sebenarnya kerugian yang timbul karena adanya serangan penyakit dan parasit dapat diatasi dengan pengelolaan kolam secara baik. Apabila kebersihan kolam. Meskipun usaha pencegahan yang telah dilakukan dengan sungguh – sungguh kadangkala ikan masih juga terserang penyakit maupun parasit.PENDAHULUAN Keberhasilan suatu usaha budidaya ikan tidak terlepas dari masalah penyakit dan parasit ikan.

Selaput lendirnya berangsur – angsur berkurang.adanya proses pembusukan di kolam. lemah. 2. . Adapun tanda – tanda dari ikan yang telah terkena serangan penyakit atau parasit adalah: 1. 7. Malas berenang dan cenderung mengapung di permukaan air. 5. Nafsu makan mulai berkurang. 8. Dibeberapa bagian tubuh ikan sisiknya tampak rusak Sirip dada. berwarna sehingga tubuh ikan tidak licin lagi. 6. baik terhadap kotoran hasil metabolisme maupun sisa makanan. Padat penebaran yang terlalu tinggi. 10. Adakalanya ikan bergerak secara cepat dan tiba – bahkan terlepas. perludiketahui secepat mungkin tanda – tanda terjangkitnya. 9. kekuning – kuningan dan ususnya menjadi rapuh. 3. kondisi ikan yang lemah atau kualitas makanan yang kurang memenuhi persyaratan dapat juga membantu perkembangan penyakit maupun parasit. rusak dan pecah – pecah. Untuk mencegah penyerangan penyakit atau parasit ke seluruh ikan yang dipelihara. punggung maupun ekor sering di jumpai Insang mengalami kerusakan yang mengakibatkan Bagian isi perutnya terutama hati. dan kehilangan keseimbangan. Pada permukaan tubuh ikan terjadi pendarahan. 4. tiba. Ikan terlihat pasif. ikan sulit untuk bernafas.

lambung. sehingga memperoleh makanan dari inangnya tanpa ada kompensasi apa pun. Parasit dalam (endoparasit). 2008). baik secara langsung maupun tidak langsung (Sachlan. Penyakit non infeksi disebabkan oleh faktor pencemaran air. hidung. Salah satu penyebab adanya gangguan tersebut adalah parasit. sangat tergantung pada inangnya sebagai habitat dan pemberi makannya dan merugikan organisme yang ditempelinya (inang) (Noble and Noble. hati dan organ dalam lainnya (Suyanto. Parasit yang dikenal menyerang berbagai ikan budidaya antara lain Protozoa dan Metazoa. 1992). mulut dan sebagainya). Organisme Parasit Parasit adalah organisme yang hidupnya dapat menyesuaikan diri dengan inangnya. Secara alami penyakit dibedakan menjadi dua yaitu penyakit infeksi dan non infeksi. 1981). Penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri. Menurut Kordi (2004). merupakan parasit yang menginfeksi pada bagian dalam tubuh ikan seperti usus. 1972 dalam Afrianto dan Liviawaty. 1989 dalam Maswira. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dibedakan yaitu parasit luar (ektoparasit). merupakan parasit yang menginfeksi pada bagianbagian tubuh luar dan bagian insang termasuk sirip atau di dalam liang-liang dalam kulit atau bagian tubuh lain yang berhubungan dengan lingkungan (mata.ISI Definisi Penyakit Penyakit adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan gangguan suatu fungsi atau struktur alat tubuh. Menurut Van Duijn (1967). jamur. parasit adalah hewan atau tumbuhan yang hidup di dalam atau pada tubuh organisme lain (berbeda jenis). virus dan parasit. kerusakan akibat penangkapan dan abnormalitas akibat faktor keturunan. parasit dapat .

1992). hidung dan insang. Menurut Fernando et al. kerugian 2004). parasit dibedakan menjadi Protozoa dan Metazoa. Acanthocephala. parasit yang menginfeksi pada bagian luar tubuh adalah Protozoa. Berdasarkan tempat tumbuhnya penyakit di dalam tubuh ikan maka bagian tubuh ikan yang diserang penyakit dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :bagian luar tubuh ikan yaitu kulit. Copepoda. mata. yang Organisme cukup parasit umumnya menimbulkan serangan besar. (1972) dalam Maswira (2008). Monogenea. dapat terjadinya penurunan kualitas lingkungan dan immunitas ikan melimpahnya jumlah pada perairan mendorong terjadinya penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit. setiap jenis parasit mempunyai habitat yang berbeda pada organ inang sebagai tempat hidupnya. Protozoa adalah hewan bersel satu (uniseluler). Ikan yang terserang penyakit pada kulitnya akan terlihat lebih pucat dan berlendir. seperti saluran pencernaan. Akan tetapi. Sedangkan parasit yang menyerang bagian dalam tubuh ikan adalah termasuk Protozoa. hati dan organ lain (Widyastuti. Digenea. Dilihat dari segi jumlahnya. sedangkan Metazoa adalah hewan bersel banyak (Kordi. 2002). sedangkan endoparasit adalah parasit yang hidup di dalam tubuh inang. . sirip.dibagi menjadi 2 kelompok yang berbeda yaitu ektoparasit dan endoparasit. Ektoparasit adalah parasit yang melekat pada bagian permukaaan tubuh. Pada kondisi normal keberadaan parasit tidak akan mengganggu serta aktivitas dan kesehatan parasit ikan. sehingga sering menyebabkan wabah penyakit dengan timbulnya infeksi sekunder (Afrianto dan Liviawaty. menurut letak organ yang terinfeksi oleh parasit. Nematoda dan Crustacea. Dalam mendeteksi penyakit dari organisme parasit sering mengalami kesulitan karena beberapa parasit dapat memperlihatkan gejala penyakit yang sama.

subkelas Holotrichia. Valtonen and Keranen. di mana tingkat perkembangannya lebih singkat dari pada temperatur dingin. Sedangkan serangan penyakit pada insang menyebabkan ikan sulit bernafas. 1981). Beberapa Jenis Penyakit Ichthyophthirius multifiliis Ichthyophthirius multifiliis adalah jenis parasit yang digolongkan kedalam phylum Protozoa. hampir di seluruh permukaan tubuh Ichthyophthirius multifiliis tertutup oleh silia yang berfungsi untuk pergerakannya. ikan akan kehilangan keseimbangan pada saat berenang..Ikan tersebut biasanya akan menggosokan tubuhnya pada benda-benda yang ada di sekitarnya. Pada lembaran insang sering terlihat bintik-bintik merah karena pendarahan kecil (peradangan). Ichtyopthyrus multifilis merupakan parasit yang bersifat kosmopolit pada ikan. famili Ophryoglenia dan genus Ichthyophthirius multifiliis (Hoffman. kelas Ciliata. Jika menyerang usus. . 1976. Umumnya temperatur yang mendukung perkembangannya yaitu berkisar antara (25-280C). biasanya akan mengakibatkan peradangan dan jika menyerang gelembung renang. Sering pula dijumpai perut ikan menjadi kurus. penyakit yang menyerang organ dalam sering mengakibatkan perut ikan membengkak dengan sisik yang berdiri. mikronukleus (inti yang kecil) yang menempel pada makronukleus dan sejumlah vakuola kontraktil. 1967). Ordo Hymenostomatida. subphylum Ciliophora. tutup insang mengembang dan warna insang menjadi pucat. bagian sitoplasmanya terdapat makronukleus yang berbentuk seperti tapal kuda. Pada bagian dalam tubuh ikan. Kecuali pada bagian anterior yang berbentuk cincin (cystome). Infeksi penyakit ini pernah dilaporkan pada area akuakultur baik daerah tropik maupun sub arktik (Nigrelli et al.

Haptornya ini tidak memiliki struktur cuticular dan memiliki satu pasang kait dengan satu baris kutikular.Aeromonas hydrophilla Aeromonas hydrophilla adalah bakteri gram negative yang hampir menyerang semua ikan air tawar. Dactylogyrus sp sering menyerang pada bagian insang ikan air tawar. kelas Trematoda. subfamily Dactylogyrinae dan genus Dactylogyrus. famili Dactylogyridae. Hewan parasit ini termasuk cacing tingkat rendah (Trematoda). Dactylogyrus sp mempunyai ophistapor (posterior suvker) dengan 1 – 2 pasang kait besar dan 14 kait marginal yang . memiliki 16 kait utama. Dactylogyrus Dactylogyrus sp. kulit akan menjadi kasar. subphylum Platyhelmintes. berenang dan bernafas lemah dan megap-megap. Ikan yang terserang penyakit ini memeperlihatkan gejala-gejala: warna tubuh menjadi gelap. ordo Monogenea. mata mengalami kerusakan dan agak menonjol. payau dan laut. satu pasang kait yang sangat kecil. mengalami kerusaskan sirip. Pada bagian tubuhnya terdapat posterior Haptor. sering terjadi pendarahan organ dalam. digolongkan ke dalam phylum Vermes.

termasuk jenis jamur yang sangat berbahaya bila lingkungan air sangat tercemar oleh bahan organik. sedangkan mulut pada bagian ventral. Pada bagian mulut dilengkapi alat penghisap dengan dilengkapi suatu alat dari chitine yang melingkari mulut. Alat chitine ini berbentuk seperti jangkar (anchor). Selain itu dapat menyerang telur-telur ikan yang tidak dibuahi atau yang berkualitas buruk. Ciri-ciri jamur ini adalah adanya benang pada tubuh ikan yang lemah kondisi tubuhnya. Merupakan parasit yang menyerang kulit dan .terdapat pada bagian posterior. Secara kasat mata jamur ini hanya terlihat berwarna putih dan untuk melihat secara jelas harus menggunakan alat bantu mikroskop. Hifa dari jamur dapat masuk ke dalam otot ikan bagian dalam dan dapat menyebabkan kematian ikan. Trichodina sp. Saprolegnia sp. Pada umumnya jamur ini biasanya menyerang ikan-ikan yang lemah karena terserang penyakit lain seperti ektoparasit. merupakan parasit yang berbentuk seperti setengah bola dengan bagian tengah (dorsal) cembung. Saprolegnia sp. Kepala memiliki 4 lobe dengan dua pasang mata yang terletak di daerah pharynx. Trichodina sp.

Kantung telur ini akan menetas dan naupliusnya akan berenang keluar dari dalam kantung untuk mencari ikan lainnya. . Lernea sp. dua kantong telur berwarna hijau. akan meninggalkan berkas lubang pada kulit ikan sehingga akan terjadi infeksi sekunder oleh bakteri. Individu dewasa dapat terlihat secara kasat mata dan pada bagian bawah tubuhnya pada individu betina mempunyai sepasang kantung telur. Jenis parasit ini biasa disebut dengan cacing jangkar karena bentuk tubuhnya yaitu bagian kepalanya seperti jangkar yang akan dibenamkan pada tubuh ikan sehingga parasit ini akan terlihat menempel pada bagian tubuh ikan yang terserang parasit ini. Ciri parasit ini adalah jangkar yang menusuk pada kulit ikan dengan bagian ekor (perut) yang bergantung. pucat. Dalam satu siklus hidupnya membutuhkan waktu berkisar antara 21 – 25 hari.sirip ikan dan menimbulkan luka atau kerusakan pada organ yang diserang. termasuk crustacean (udang-udangan tingkat rendah). Selain itu bila parasit ini mati. ikan berlendir banyak. Parasit ini sangat berbahaya karena menghisap cairan tubuh ikan untuk perkembangan telurnya. Lernea sp. copepodit dan bentuk dewasa. Gejala adanya serangan parasit ini adalah pendarahan pada kulit ikan. Parasit ini dalam siklus hidupnya mengalami tiga kali perubahan tubuhnya yaitu nauplius.

pada ikan (Durborow.. 1986). air payau dan air laut. Pada kondisi kualitas air kaya akan bahan organik. Pada dasarnya merupakan protozoa yang hidup bebas dengan melekat pada tanaman air. Epistylis sp. merupakan hewan bersel satu yang dapat melemahkan dan bahkan dapat menyebabkan kematian ikan. biasanya terjadi pada saat menjelang tengah malam atau malam hari (Ghufron dan Kordi. termasuk udang windu (Penaeus monodon) dan udang galah (Macrobrachium rosenbergii). 2003). melekat pada permukaan tubuh ikan yaitu kulit dan insang. Epistylis sp. sehingga menimbulkan kerusakan pada bagian yang ditempeli tersebut.Epistylis sp. dapat berubah menjadi agensia penyakit. Ikanikan yang terserang mula-mula memperlihatkan gejala “flashing” yaitu tubuhnya bergerak secara berkelebat dan memantulkan cahaya. Sering dijumpai sebagai parasit pada ikan-ikan liar bersisik atau ikan budidaya terutama Salmo salar dan Ichtalurus punctatus. . maka Epistylis sp. 2004). Infeksi berat biasanya diikuti oleh infeksi sekunder oleh bakteri dan jamur sehingga biasanya terjadi pendarahan. Trypanosoma sp. 2005). adalah protozoa yang menginfeksi ikan air tawar. Kondisi perairan yang buruk dapat mendukung pertumbuhan Epistylis sp. juga menyerang telur ikan (Moller et al. dan penyakit tersebut dikenal sebagai red sore disease (Irianto. Epistylis sp. Epistylis sp. Selain meyerang ikan.

Setelah beberapa pembelahan. sphaermastigote. 1990). amastigote. epimastigote. yang telah menjadi tahap trypomastigote. merupakan parasit darah yang termasuk dalam Subphylum Mastigophora dan endokomensal pada usus tetapi juga berkoloni di kantung empedu dan organ internal lainnya yang memberikan dampak pada kesehatan ikan (Rohde. ukurannya berkurang menjadi 3 µm. Kudo. Perkembangan berikutnya adalah sphaeromastigote membentuk flagel yang pendek tetapi . Trypanosoma sp. Pada darah ikan. DuJjn. 1932). 1970. 1980 dalam Al-Salim. terdiri dari 4 tahap yaitu. Menurut Moller dan Kiel (1986). Gambar Trypanosoma sp. Kehadiran dari Trypanosoma sp. Pada Tahap Trypomastigote. 1973: AI-Salim. Trypanosoma sp. yang berbeda ukuran pada darah ikan mengindikasikan adanya infeksi ganda dibandingkan kehadiran parasit. Trypanosoma termasuk dalam Sarcomatigophora dan bergerak dengan menggunakan flagel dan menyerang darah pada ikan laut. (tahap trypomstigote) yang telah menjangkit lintah. hanya ditemukan Trypanosoma sp. 1971. akan kehilangan flagelnya dan berkembang menjadi tahap amastigote.Trypanosoma sp. trypomastigote. Siklus hidup pada Trypanosoma sp. biasa hidup di ikan air tawar dan ikan laut (Hortman.

Setelah itu tidak terjadi perubahan berikutnya. Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh para pembudidaya ikan . Pengobatan Penyakit Ikan Pengobatan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan jika ikan yang dipelihara terserang penyakit. Infeksi karena Trypanosoma sp. merupakan mengeluarkan protozoa lendir bersilia (mucus) yang yang ikan berlebihan. 1986). Chilodonella sp.masih dapat bercabang. disebabkan Bengkaknya merupakan Chilodonella sp. 2003). Chilodonella menyebabkan sp. Parasit ini bergerak seperti Icthyobodo. 1984 dalam Moller dan Kiel. Chilodonella sp. hemoglobin. Banyak ikan yang mati dikarenakan infestasi parasit yang terus meningkat (Klinger and Ruth. Menurut (Durborrow. akan masuk kedalam insang dan permukaan kulit. dan protein plasma (Burreson dan Zwerner. menyebabkan pengurangan dari nilai hematokrit. terlebih dahulu harus diketahui jenis penyakit yang menyebabkan ikan sakit agar dapat diketahui jenis obat yang akan digunakan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. 1987). tetapi lebih cepat. Chilodonella sp. datar dengan silia. Ikan yang terinfeksi akan berkelebatan dan akan terlihat tanda iritasi pada tubuh. memiliki bentuk tubuh oval. Jumlah yang banyak pada parasit insang ini akan menyebabkan infeksi yang kematian. Sebelum melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit.

Jika penyakit disebabkan oleh jamur dan parasit maka obat yang digunakan adalah bahan kimia. 3. Mematikan sumber penyakit tidak mematikan ikan.yang akan melakukan pengobatan terhadap beberapa jenis penyakit infeksi yaitu (Gusrina. Bahan yang digunakan harus selektif yaitu bahan yang digunakan hanya 3. 2008): 1. Beberapa metoda pengobatan adalah sebagai berikut : 1. ukuran wadah. Melalui suntikan dengan antibiotika metoda penyuntikan dilakukan bila yang diberikan adalah sejenis obat seperti antibiotik atau vitamin. Penyuntikan hanya dilakukan pada ikan yang berukuran besar terutama ukuran induk. ukuran ikan. Pengobatan ikan sakit dapat dilakukan beberapa metoda. Metoda yang dilakukan harus mempertimbangkan antara lain. Jika penyakit ikan disebabkan oleh virus maka tidak ada obat yang dapat memberantas virus tersebut. Bahan tersebut tidak mempunyai pengaruh yang besar terhadap produksi kolam. Bahan kimia yang digunakan harus larut dalam air 2. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi hal-hal yang menyebabkan terjadinya penyakit. Sedangkan yang kecil tidak dapat dilakukan. bahan kimia atau obat yang diberikan dan sifat ikan. Penyuntikan dilakukan pada daerah punggung ikan yang mempunyai jaringan otot lebih tebal. . 2. 4. Bahan tersebut mudah terurai. Jika penyakit disebabkan oleh bakteri maka obat yang dapat digunakan adalah bahan kimia sintetik atau alami atau antibiotika. Dalam melakukan pengobatan dengan menggunakan bahan kimia harus diperhatikan beberapa hal yaitu : 1.

2. bahan kimia atau obat dioleskan pada luka di tubuh ikan. dilakukan bila bahan kimia atau obat kurang sifat racunnya atau konsentrasi yang diberikan tidak akan membunuh ikan. Perendaman. Oleh karena itu metoda ini efektif diberikan pada ikan yang tidak kehilangan nafsu makannya. Melalui makanan obat atau vitamin dapat diberikan melalui makanan. 3. Akan tetapi bila makanan yang diberikan tidak segera dimakan ikan maka konsentrasi obat atau vitamin pada makanan akan menurun karena sebagian akan larut dalam air. metoda ini dilakukan bila bahan kimia atau obat yang digunakan dapat membunuh ikan. Penyakit ikan yang disebabkan oleh jamur dapat diobati dengan tiga cara. yaitu direndam larutan . Metoda perendaman dilakukan bila yang diberikan adalah bahan kimia untuk membunuh parasit maupun mikroorganisme dalam air atau untuk memutuskan siklus hidup parasit. Pengobatan jamur Ikan yang terserang penyakit ini tubuhnya ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas dan dapat menyerang telur sehingga menghambat pernafasan yang dapat mengakibatkan kematian. Pada perendaman jangka pendek (15 – 30 menit) dapat diberikan konsentrasi yang lebih tinggi daripada pada perendaman dengan waktu yang lebih lama (1 jam lebih sampai beberapa hari). Ikan sakit dicelupkan pada larutan dilakukan bila bahan kimia atau obat yang bahan kimia atau obat selama 15 – 30 detik. • Pencelupan. metoda ini pun • digunakan dapat meracuni ikan. Pengobatan ikan sakit dengan metoda perendaman adalah sebagai berikut: • Pengolesan dengan bahan kimia atau obat.

dan larutan kalium malachite direndam dalam larutan permanganate 1 gram per 100 liter. tetrasiklin/ kemisitin/Chloramphenikol 250 mg dalam 500 liter air selama 2 jam dan dilakukan setiap hari selama 3 – 5 hari. Juga terdapat bercak-bercak merah pada bagian luar tubuhnya dan kerusakan pada insang dan kulit. selama 60 – 90 menit. Ikan larutan garam dapur. Pengobatan diulang sampai tiga hari berturut-turut.20 ppm selama 30 .kalium permanganate. 1–2 ml larutan baku itu dilarutkan (diencerkan) dalam 1 liter air. Pengobatan bakteri Ikan yang terserang penyakit ini akan bergerak lambat. Metode perendaman dalam larutan PK 10 . Pengobatan penyakit dari kelompok bakteri ini dapat dilakukan dengan beberapa metode diantaranya adalah : 1.15 – 0.60 menit atau PK 3 – 5 ppm selama 12 – 24 jam. Untuk merendam ikan. 2. Kanamysine sebanyak 20 – 40 mg/kg ikan dan Streptomysin sebanyak . Selain itu juga dapat dilakukan dengan perendaman selama 24 jam tetapi dosisnya dikurangi menjadi 0. warna insang pucat dan warna tubuh berubah gelap. pengobatan dapat dilakukan dengan metode penyuntikan menggunakan antibiotik oksitetrasiklin sebanyak 20 – 40 mg/kg ikan. green. Dapat juga menggunakan formalin 100 – 200 ppm selama 1 – 3 jam dan perendaman dengan larutan garam dapur (NaCl) 20 ppm selama 1 jam. untuk dipakai merendam ikan selama 1 jam. sebelumnya dibuat larutan baku (1 mg serbuk dilarutkan dalam 450 ml air). Dengan larutan Nitrofuran 5 – 10 ppm selama 24 jam dan dengan larutan antibiotik oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam.70 ppm. Ikan direndam dalam larutan garam dapur (10 gram per liter) selama 1 menit. Pada ikan besar. Sedangkan untuk mengobati penyakit ikan dengan malachite green. bernafas megap-megap di permukaan air.

20 – 60 mg/kg ikan. Insang yang dirusaknya akan menjadi luka dan menimbulkan pendarahan yang akan mengakibatkan terganggunya pernafasan ikan. Streptomisin yang berupa serbuk. dapat memakan 1 mg antibiotika itu per hari. Dosisnya harus diperhitungkan agar setiap 100 gram berat ikan. Dosis penyuntikan antibiotik larutan chloramphenicol (kemicitin) 1 : 1. biasanya dapat terlihat gejala penyembuhan dari hari ke hari. . Tetrasiklin. Lama pemberian obat ini 2 – 3 minggu. 3. dicampurkan ke dalam makanan ikan. Obat-obat antibiotika seperti Kemicitin. Kalau cara ini berhasil. Metoda oral yaitu dengan pemberian pakan yang dicampur dengan antibiotik misalnya oksitetrasiklin sebanyak 50 mg/kg ikan diberikan setiap hari selama 7 – 10 hari. Pengobatan Trematoda Pada ikan budidaya salah satu jenis parasit dari kelompok Trematoda yaitu Dactylogyrus dan Gyrodactylus biasa menyerang ikan pada bagian insang dan kulit.5 sebanyak 1 – 2 ml disuntikkan ke dalam rongga perut (intra abdomincal cavity) untuk setiap berat badan ikan 200 gram. Penyuntikan perlu diulang setiap 2 – 3 hari sampai jangka waktu 2 minggu. Pengobatan yang dapat dilakukan dengan metode perendaman dalam larutan formalin teknis (formalin 40%) sebanyak 250 ml dalam 1 m3 selama 15 menit atau dengan larutan Methylene Blue 3 ppm selama 24 jam dan larutan Malachite Green 2 – 3 ppm selama 30 – 60 menit.

An Outline. A. 2008. Hal 54-77. S and B. R. Menanggulangi Penyakit Mewaspadai dan Pada Lou Han. Departemen Pendidikan Nasional. Y. Astacus leptodactylus (Eschscholtz. Act A Ichthyologica Vol. 1990. Warszawa Gusrina. Nigrelli. n. Transactions of The American Microscopial Society 95. G. 2005. Floyd. Disease and Parasites of Marine Fishes. K. 7 hal. E. M. Marine Fish Parasitology. With Some Remarks on Possible Physiological Races and Species. University of Florida Introduction to Freshwater Fish Parasites University of Florida IFAS Extension. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. 1993. Journal of Parasites. Yogyakarta. F. 2003. Sessilida) on the Narrowclawed Crayfish. S and Ruggieri. 2005. Jakarta. 1832 (Peritrichia. Notes on Icthyopthyrus multifilis. Supriyadi. From The Fresh Water Fish Silurus triostegus Heckel In Iraq. R. 1986. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Klinger. Irianto. PWN-Polish Scientific Publisher. Pokorny. Protozoan Parasites. E and Liviawaty Evi. Patologi Ikan Teleostei. D.. Yogyakarta. and K. Fisheries and Aquatic Sciences Department. A Ciliate Parasitic on Freshwater Fishes. R. and R. Cooperative Extension Service. 2 Durborrow. Florida Moller. Prevalence of Epistylis sp. Ehrenberg. Marine Parasitology. 1932. F. Huseyin. Jakarta. Kanisius.DAFTAR PUSTAKA Afrianto. Trypanosoma arabicasp. 607-613 Rohde. Grabda. 1987. Anders. Institute of Food and Agricultural Sciences. National Library of Australia Cataloguing-in-Publication entry. J. AL-salim. Gajah Mada University Press. Australia. K. . 2002. Hambali. Selcuk. XX Phrase. Budidaya Ikan Untuk SMK. Germany. Southern Regional Aquaculture Center Publications. Agro Media. 1823) from Manyas Lake in Turkey Journal of Animal and Veterimry Advances. 1981. 1976.

Los Angeles. Eliffe Book. R. London. Disease of Fishes. R. J. Widyastuti. Jurnal Penelitian Parasit. Parasit Ikan dan Cara-Cara Pemberantasnya. Pusat Penerbit Universitas Terbuka. 1981. 2002. 7 hal . 1967.Suyanto. Van Duijn. Parasites of North American Freshwater Fishes. Jakarta. C. 2003. Jakarta. Wiliam. Materi Pokok Parasitologi. Pusat Penelitian Yayasan Sosial Tani Membangun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful