BAB VI

SPESIFIKASI TEKNIS A. PETUNJUK UMUM (1) Sifat pekerjaan Dalam pelaksanaan proyek pembangunan GEDUNG PERPUSTAKAAN Balikpapan secara keseluruhan, hal-hal yang memerlukan perhatian adalah Konstruksi bangunan, agar para pengguna gedung ini merasa aman dan nyaman. Tercakup dalam pengertian pekerjaan struktur disini, adalah meliputi pembangunan, penyelesaian dan pemeliharaan pekerjaan dan penyediaan tenaga kerja, material, alat-alat pelaksanaan, pekerjaan sementara dan segala sesuatu yang secara permanen atau temporer diperlukan dalam pembangunan, penyelesaian dan pemeliharaan,ditentukan dalam Kontrak.

(2)Syarat Umum Pelaksana Pekerjaan “Alat-alat Pelaksanaan”, berarti semua peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan dalam pembangunan, penyelesaian ataupun pemeliharaan pekerjaan atau Pekerjaan Sementara, akan tetapi tidak termasuk material ataupun barang lainnya yang dipergunakan untuk membentuk pekerjaan atau sebagian dari pekerjaan tetap. Dalam Pelaksaan Pekerjaan Proyek Pembangunan GEDUNG PERPUSTAKAAN Balikpapan ini, Kontraktor wajib memiliki Peralatan dan Pekerja minimum sebagai berikut : a. Peralatan minimal yang digunakan : 1 (Satu) Alat Pengaduk bahan Beton yaitu Molen Alat-alat penunjang pekerjaan bidang beton maupun kayu ( Meteran, Bor, Ketam, Palu, Tang, Obeng, Siku, Linggis, Sendok Semen, Cangkul, Sekop, dll. ) b. Personil minimal yang digunakan : 2 (Dua) Orang berpendiikan STM (3) Pihak-pihak yang terkait dalam Pelaksaan Proyek adalah sebagai berikut : a. “Owner”, berarti Perusahaan / Badan atau perorangan sebagai Pemilik Proyek. ( Pemerintah Kota Balikpapan ) “Konsultan”, berarti Perusahaan / Badan atau perorangan yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek untuk melakukan perencanaan pada proyek ini, khususnya dalam hal ini adalah Perencanaan Konstruksi. “Engineer”, berarti Perusahaan / Badan yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek untuk melakukan Pengawasan atau menjadi Management Konstruksi untuk pekerjaan pembangunan proyek ini. 64

b.

c.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

d.

“Kontraktor”, berarti Perusahaan / Badan yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek untuk mengerjakan pembangunan proyek ini.

B. ACUAN PENGENDALIAN SELURUH PEKERJAAN (1) Seluruh pelaksanaan pembangunan proyek ini harus mengacu pada standard dan peraturan-peraturan sebagai berikut : Peraturan-peraturan standar setempat yang biasa dipakai. Peraturan Semen Portland Indonesia, 1972, NI-8. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan Umum (AV) No. 9, tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. 1457. e) Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Perencana/M.K. f) Standar Normalisasi Jerman (DIN). g) American Society for Testing and Material (ASTM). Dan peraturan-peraturan lain yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia yang belum tercantum di atas, serta mendapat persetujuan Perencana dan Pengawas. (2) Kontraktor harus melaksanakan seluruh pekerjaan menurut dokumen kontrak, instruksi-instruksi tertulis dari Perencana. (3) Pengawas berhak memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor pada setiap saat, kelalaian Perencana dalam pengontrolan / pengawasan terhadap kesalahan yang dilakukan Kontraktor. Kntraktor tetap bertanggung jawab untuk memperbaiki sampai dengan disetujui Perencana dengan seluruh biaya ditanggung Kontraktor. (4) Pekerjaan yang tidak memenuhi syarat-syarat peleksanaan (spesifikasi) atau gambar-gambar dan instruksi tertulis dari Perencana atau Pengawas harus diperbaiki dengan semua biaya yang diperlukan untuk ini menjadi tanggung jawab Kontraktor. (5) Semua bahan yang akan dipakai atau digunakan untuk proyek ini harus mendapat persetujuan dari Perencana. (6) Ukuran yang tertera dan terulis pada gambar dan spesifikasi ini adalah ukuran jadi, bukan ukuran bahan baku. (7) Apabila terdapat perbedaan antara gambar dengan spesifikasi ini maka, Kontraktor wajib melaporkannya dengan tertulis kepada Perencana untuk dibuatkan putusannya. Kontraktor tidak diperkenankan mengambil keputusan sendiri. a) b) c) d)

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

65

C. SETTING OUT (1) Lokasi proyek ini telah disurvey/diukur oleh pihak Pemilik Proyek dengan hasil sebagaimana tertera dalam gambar Rencana yang diberikan kepada Kontraktor pada saat pemberian surat Perintah Kerja. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diwajibkan melakukan pengukuran ulang untuk mencocokkan areal proyek dengan apa yang tertera pada gambar rencana. Survey ulang tadi harus mencakup hal-hal sebagai berikut : a. Posisi patok-patok dilapangan, jarak horisontal dan perbedaan tinggi antara tiap patok. b. Bangunan konstruksi-konstruksi lain, dan benda-benda yang berada dalam daerah proyek, bentuk denah tanah (land configuration), dan hal lain yang perlu. Kontraktor wajib memberi report tertulis tentang hasil survey ulang yang dilakukannya. Bila terjadi perbedaan-perbedaan, maka semua perbedaan tadi wajib dilaporkan kepada Engineer untuk menentukan langkah selanjutnya, sedang peng-koreksian gambar pengukuran harus dilakukan oleh kontraktor dengan diperiksa dan disetujui Engineer. Sebagai patokan dasar dari ketinggian lantai bangunan, maka peil Arsitektur lantai dasar ditentukan ketinggiannya adalah ± 0.00 cm dari tanah dasar. Posisi, ketinggian, dan letak bangunan harus sesuai dengan gambar rencana, dengan tidak ada bagian yang menyimpang dari posisi dan poros-poros bangunan. Kontraktor bertanggung jawab atas ketepatan ukuran tersebut dan selalu harus berkonsultasi dengan Engineer untuk mendapatkan persetujuannya.

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

66

D.

L I NGK UP P EK E RJ AAN

Bangunan-bangunan pada Proyek GEDUNG PERPUSTAKAAN Balikpapan meliputi : 1.GEDUNG MASA UTAMA 2.GEDUNG MASA PENERIMA 1 3.GEDUNG MASA PENERIMA 2 4.RUANG. POMPA, GENSET, GROUND TANK & TANKI AIR

Lingkup Pekerjaan secara keseluruhan : I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. XVI. XVII XIX. XX. MOBILISASI DAN DEMOBILISASI PENGUKURAN & PEMASANGAN BOWPLANK MEMBUAT SEROBONG KERJA PEMBONGKARAN BANG. YG AKAN DISAMBUNG PENYEDIAAN AIR KERJA PENGGALIAN PONDASI / URUGAN PEMADATAN PEMBUANGAN , MENDATANGKAN MATERIAL & DRAINASE PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON PEKERJAAN BEKISTING PEKERJAAN BESI BETON PEKERJAAN TIANG PANCANG PEKERJAAN RAILING PEKERJAAN INSTALASI PLUMBING PEKERJAAN DINDING PEKERJAAN KOSEN & PINTU PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG 67

XVIII. PEKERJAAN LANTAI

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

. XXII. PEKERJAAN SANITARY D I N A S P E K E R J A A N UM U M .. PEKERJAAN ATAP PEKERJAAN PLAFOND XXIII.P E M E R I N T A H K O T A 68 .DAN PENGUNCI XXI. PEKERJAAN PENGECATAN XXIV. MEKANIKAL & ELEKTRIKAL XXV.

dan Kontraktor wajib memberi laporan kepada pihak Perencana untuk dicarikan Penyelesaiannya. dan yang paling penting mempercepat kerja IV. Bila ada ketidak sesuaian antara gambar dan lokasi. U RAI AN / PE NJE L ASAN P E K E RJAAN I. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOUWPLANK Setelah lokasi selesai di survey hal yang perlu dilakukan adalah mengadakan pengukuran lapangan dan pemasangan bowplank yang di sesuaikan dengan gambar rencana dari pihak Perencana. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . jaringan listrik. PEMBONGKARAN BANGUNAN YANG AKAN DISAMBUNG (1) Sebelum pekerjaan bongkaran dilaksanakan pelaksana harus benar-benar memperhatikan gambar rencana renovasi yang telah ada. (2) Bila dalam pekerjaan pembongkaran dijumpai pipa-pipa saluran yang sudah tidak dipergunakan lagi. (3)Pelaksanaan pekerjaan pembongkaran tersebut haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang berada di ruang yang akan di reovasi tidak rusak..PENYEDIAAN AIR KERJA Meliputi penyediaan Air untuk kebutuhan pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Balikpapan. pipa gas. III. agar tidak terjadi kesalahan bongkaran ruang yang akan direnovasi.E . MOBILISASI DAN DEMOBILISASI Sebelum pekerjaan Pembangunan Operation Room dilaksanakan. II. Bila terjadi kerusakan maka biaya reparasi ditanggung oleh pihak kontraktor. maka kontraktor wajib secepatnya melaporkan hal tersebut kepada Engineer dan pihak berwenang lainnya untuk mendapat petunjuk-petunjuk lebih lanjut dalam menanganinya. Hak ini perlu agar bongkar muat material untuk pelaksanaan proyek dapat dilakukan dengan mudah dan sebisa mungkin tempat kerja sementara maupun tempat penyimpanan material tidak mengganggu aktifitas kerja kantor yang dibangun. Sedangkan bila dijumpai instalasi-instalasi yang masih berfungsi seperti pipa air minum. persiapanpersiapan yang perlu dilakukan adalah Penyediaan sarana tranportasi guna penunjang pelaksanaan pekerjaan proyek. maka pipa-pipa tadi sedapat mungkin dibongkar. dan bila tidak mungkin harus harus disumbat. Kontraktor Tidak berhak merubah sendiri rencana tanpa persetujuan Perencana. V..P E M E R I N T A H K O T A 69 . jaringan telepon dll. MEMBUAT SEROBONG KERJA Untuk lebih memudahkan dalam proses pelaksanaan proyek ini hal yang perlu dipikirkan adalah penempatan material maupun kantor sementara untuk Pelaksana. yang kesemua langkah ini harus sepengetahuan dan seijin Engineer.

PENGGALIAN PONDASI & URUGAN PENGGALIAN PONDASI Sebelum Pekerjaan galian dilakukan. (b) Penggalian pada Weathered Rock (batuan pelapukan) Penggalian pada weathered rock adalah penggalian pada semua material yang memerlukan penghancuran terlebih dahulu. dan kemiringankemiringan yang direncanakan. pompa dll. campuran tanah dengan koral atau batu yang agak besar (boulders). (c) Penggalian pada Rock Penggalian pada rock adalah penggalian pada material yang tidak dapat digali tanpa melakukan peledakan (blasting) untuk memecah dan menghaluskan batuan tadi (rock foundation atau rock fragment). atau ditentukan lain oleh Engineer.. dan benda-benda yang tidak diperlukan sebelum memulai pekerjaan. seluruh areal yang akan dipakai untuk tempat kerja harus dibersihkan dari pohon. pasir. upah. tetapi bukan tipe rock atau weathered rock. ketinggian-ketinggian. baik mengenai kedalaman atau pun dimensinya harus sesuai dengan gambar rencana yang disetujui Engineer. untuk dapat dilakukan penggalian dengan effisien. Kontraktor harus memeriksa dengan teliti mengenai posisi bangunan untuk mengamankan patok-patok sumbu bangunan sebelum memulai pekerjaan pondasi khususnya penentuan patok-patok untuk galian pondasi. semak. dengan alat berat atau alat pemecah khusus lainnya. (4) Semua ukuran-ukuran dan dasar galian harus diselesaikan dengan teliti hingga mencapai ukuran-ukuran. harus dilakukan dengan bantuan turap-turap kayu atau besi untuk menjaga kemungkinan longsornya dinding galian.VI. Harga satuan untuk penggalian jenis ini harus sudah termasuk semua material.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . (3) Penggalian pada kedalaman dibawah muka air tanah. bekas-bekas bangunan. (1) Semua penggalian pondasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : (a) Penggalian biasa Penggalian biasa adalah penggalian pada jenis-jenis tanah seperti tanah liat. Khusus untuk proyek ini.P E M E R I N T A H K O T A 70 . dan semua biaya untuk penurapan. Lubang galian harus digali dengan kemiringan yang seperlunya untuk keperluan stabilitas lereng galian. (2) Penggalian harus dilakukan dengan teliti sesuai gambar dan syarat-syarat yang sudah ditentukan. tanggul kayu. lanau. semua jenis penggalian adalah termasuk type (a).

Pemadatan harus dilakukan dengan menggunakan peralatan mekanis yang disetujui Engineer. dengan beban biaya Kontraktor sendiri.P E M E R I N T A H K O T A 71 . (7) Bila kondisi tanah pada kedalaman rencana ternyata tidak baik dari segi daya dukung tanah. urugan kembali dari galian pondasi baru dapat dimulai paling cepat 48 jam setelah pembongkaran bekisting beton pondasi selesai dilakukan. Kontraktor harus memperhatikan secara benar peil rencana urugan sesuai dengan gambar rencana. yang didapat dari bekas galian itu sendiri ataupun mendatangkan dari tempat lain yang kesemuanya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Engineer.(5) Permukaan dasar galian pondasi harus bersih dan bebas dari materialmaterial yang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan tanah dalam mendukung beban yang direncanakan. (8) Bila Kontraktor melakukan penggalian pondasi melebihi kedalaman rencana atau ukuran lebar yang melebihi ukuran rencana. Engineer dapat memerintahkan penggalian diteruskan atau memperbaiki kondisi tanah tadi dengan batu pecah atau lapisan koral tebal 15 cm yang dipadatkan dengan baik. (2) (3) (4) D I N A S P E K E R J A A N UM U M .. yang harus menyetujui seluruh bahan pengisi lebih dahulu sebelum digunakan. dengan pemadatan minimumnya mencapai nilai 90 % standart proctor. URUGAN (1) Seluruh pengurugan dan pemadatan harus dibawah pengawasan Engineer. Kecuali ditentukan lain oleh Engineer. dan urugan kembali. maka terhadap dasar galian pondasi ataupun dinding galian pondasi harus dilakukan langkah perbaikan dengan lapisan gravel seperti tersebut di atas atau memperbesar dimensinya. tetap didasarkan pada harga satuan pekerjaan yang tercantum dalam Bill of Quantities. Urugan harus dilakukan dengan lapis demi lapis yang dipadatkan dengan baik. Engineer juga akan mempersiapkan macam-macam test yang diperlukan sesuai standart ASTM dibawah pengawasan seorang ahli atau laboratorium Mekanika Tanah yang ditunjuk. bekisting. bila dianggap perlu harus diperiksa oleh Engineer. (6) Semua perubahan volume dalam pekerjaan penggalian pondasi yang diakibatkan modifikasi rencana pondasi. beton. Material untuk urugan kembali bekas galian pondasi harus bermutu baik untuk bahan urugan. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pengurugan tanpa seijin dari Engineer.. dan tebal lapisan maximum 30 cm. dapat mempengaruhi jumlah nilai pekerjaan untuk pekerjaan-pekerjaan galian. Kondisi dari dasar galian ini.

MENDATANGKAN MATERIAL. Sedangkan kelebihan material yang didatangkan untuk urugan kembali harus dikeluarkan dari daerah tersebut atas biaya Kontraktor sendiri. Kelebihan material bekas galian setelah pengurugan kembali.VII. VIII. (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M .. sesuai gambar rencana ataupun sebagaimana diinstruksikan oleh Engineer. harus diratakan dengan mengaturnya secara baik sekitar pondasi.P E M E R I N T A H K O T A 72 . harus segera dibuang ke luar sesuai pengarahan Engineer.. Kontraktor diwajibkan membuat saluran darurat selama pelaksanaan pekerjaan untuk mengalirkan air dari lokasi proyek dengan tidak mengganggu lingkungannya setempat. Speedy moisture test b.PEMADATAN (1) Untuk mendapatkan hasil pemadatan sebesar 90 % Standart Proctor maka perlu disediakan alat-alat percobaan : a. Cone penetrometer Pengambilan sampel pada setiap jarak 10 (sepuluh) meter dengan jumlah minimal 2 (dua) buah.PEMBUANGAN. DAN DRAINASE (1) Material yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai bahan urugan.

Pengeluaran semen harus diatur secara kronologis sesuai dengan (2) (3) (4) (5) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Tiap-tiap penerimaan semen harus disimpan sedemikian rupa sehingga dapat dibedakan dengan penerimaan-penerimaan sebelumnya.. terutama sekali lantai tempat penyimpanan tadi harus kuat dan berjarak minimal 30 cm dari permukaan tanah. terkecuali bila dinyatakan atau diinstruksikan lain oleh Engineer. semen yang digunakan adalah semen Type I sesuai ASTM C 150.PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON Pasal 1 STANDARDS Semua ketentuan baik mengenai material maupun metode pemasangan dan juga pelaksanaan pekerjaan beton harus mengikuti semua ketentuan dalam SK-SNI T15-1991-03. Adapun ketentuan-ketentuan tadi adalah sebagai berikut : ASTM C 150 Portland Cement ASTM C 33 Concrete Agregates ASTM C 494 Chemical Admixtures for Concrete ASTM A 615 Deformad and Plain Reinforcing Bars for Concrete Reinforcement ASTM A 185 Welded Steel Wire Fabric for Concrete Reinforcement Pasal 2 SEMEN (1) Kecuali ditentukan lain oleh Engineer. yang menunjukkan bahwa produk tadi telah memenuhi sesuatu test standard yang lazim digunakan untuk material itu. Bila terdapat hal-hal yang tidak tercakup dalam Peraturan tadi. Semen yang digunakan harus merupakan produk dari satu pabrik yang telah mendapat persetujuan Engineer terlebih dahulu.. Kontraktor harus menyediakan tempat/gudang penyimpanan semen pada tempat-tempat yang baik sehingga semen-semen tersebut senantiasa terlindung dari kelembaban atau keadaan cuaca lain yang merusak. Kontraktor harus menunjukkan sertifikat dari produsen untuk setiap pengiriman semen.P E M E R I N T A H K O T A 73 . Semen dalam kantung-kantung semen tidak boleh ditumpuk lebih tinggi dari dua meter. dan segala sesuatunya harus mengikuti ketentuan SK-SNI T-15-1991-03.IX. maka ketentuanketentuan berikut ini dapat dipakai dengan terlebih dahulu memberitahukan dan memintakan ijin dari Engineer. Engineer berhak untuk memeriksa semen yang disimpan dalam gudang pada setiap waktu sebelum dipergunakan dan dapat menyatakan untuk menerima atau tidak semen-semen tersebut.

Kadar sulfat maximum yang diperkenankan adalah 0. silt (lanau). D I N A S P E K E R J A A N UM U M . c. sumber air yang berlumpur. adukan pemasangan dan grouting.penerimaan.. yaitu jumlah semen yang digunakan selama hari itu ditiap bagian kerja. Kantung-kantung semen yang kosong harus segera dikeluarkan dari lapangan. Sedikitnya harus ada jarak vertikal 0. dan juga dari waktu pengerasannya.5 % atau 15 gr/lt. (6) Kontraktor harus mengambil pengelola gudang yang cakap. Pasir alam:Pasir yang disediakan oleh kontraktor dari sungai atau pasir alam yang didapat dari persetujuan Engineer. Test tadi dapat dibandingkan dari mutu kekuatan. Tempat pengambilan harus dapat menjaga kemungkinan terbawanya material-material yang tidak diinginkan tadi. sulfat. bahan organis. Pemborong diwajibkan mencari sumber lain yang lebih baik dan dapat diterima dan disetujui Engineer. alkali. Kontraktor tidak diperkenankan menggunakan air dari rawa. dan hasilnya menunjukkan indikasi ketidakpastian dalam mutu beton walaupun telah digunakan semen yang sama telah disetujui. b. Tindasan dari catatan-catatan harus disediakan untuk Engineer bila dikehendaki. yang mengawasi gudang-gudang semen dan mengadakan catatan-catatan yang cocok dari penerimaan dan pemakaian semen seluruhnya. Apabila diadakan perbandingan test beton antara beton yang diaduk dengan aquadest dibandingkan dengan beton yang diaduk menggunakan air dari suatu sumber. dan untuk curing beton. harus air tawar yang bersih dari bahan-bahan yang berbahaya bagi penggunaannya seperti minyak. maka air dari sumber tadi tidak dapat dipakai bila hasil perbandingan test tadi menunjukkan harga-harga yang berbeda lebih kecil dari 10 persen. Pasal 3 AIR UNTUK ADUKAN (1) Air yang digunakan untuk bahan adukan beton. sedangkan kadar chloor maximum 1. bahan pencuci agregat. Kadar Silt (lanau) yang terkandung dalam air tidak boleh lebih dari 2 % dalam perbandingan beratnya. Pasal 4 AGREGAT HALUS (PASIR) (2) (3) (1) Di dalam spesifikasi ini dipakai bermacam-macam jenis untuk pekerjaan bangunan yang ditetapkan sebagai berikut : a.5 % atau 5 gr/lt.5 meter dari permukaan atas air kesisi tempat pengambilan tadi. Pasir buatan:Pasir yang dihasilkan dari mesin pemecah batu. garam.P E M E R I N T A H K O T A 74 . Dallam keadaan ditolak ini.. Pasir paduan:Paduan pasir buatan dan pasir alam dengan perbandingan campuran sehingga dicapai gradasi (susunan butiran) yang dikehendaki.

plesteran ataupun grouting. mempunyai modulus kehalusan butir antara 6 sampai 7. koral keras. Pasir yang ditolak oleh Engineer. batu pecah. Jika pasir alam didapat dari sumber-sumber yang tidak dimiliki atau tidak dikuasai Kontraktor. Berat subtansi yang merusak tidak boleh lebih dari 5 %. tidak porous. Dalam penggunaannya koral harus dicuci terlebih dahulu dan diayak agar didapat gradasi sesuai yang dikehendaki. (5) (6) (7) Pasal 5 AGREGAT KASAR (KORAL) (1) Agregat kasar untuk beton dapat berupa koral dari alam.(2) Semua pasir alam yang dibutuhkan untuk pekerjaan pembangunan harus disediakan oleh Kontraktor dan dapat diperoleh dari sungai atau tempat lain sumber alam yang disetujui. Sebagaimana juga pada pasir. pasir hasil pemecahan batu dapat pula digunakan untuk mencampur agar didapat gradasi pasir yang baik. Kontraktor harus mengadakan persetujuan yang perlu dengan pemiliknya dan harus membayar semua sewa atau lain-lain biaya yang bersangkutan dengan hal tersebut. padat. Pasir beton harus mempunyai modulus kehalusan butir sesuai dengan persyaratan pada SK-SNI T-15-1991-03. dan tidak terselaput material lain. atau campuran dari keduanya. dan harus terdiri dari butiran yang keras. Pasir harus bersih dan bebas dari gumpalan-gumpalan tanah liat. pasir tidak dapat digunakan sebelum mendapat persetujuan Engineer mengenai mutu dan jumlahnya.. padat. (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . (3) (4) Pasir untuk beton.. bahan-bahan organik dan kotoran-kotoran lainnya yang merusak. harus segera disingkirkan dari lapangan kerja. Koral yang dipakai harus mempunyai kadar air yang merata dan stabil.5 atau bila diselidiki dengan saringan standart harus sesuai dengan SK-SNI T-151991-03 dan material yang halus yaitu yang lebih kecil dari 5 mm harus disingkirkan. dan kontraktor harus bertanggung jawab untuk kualitas satu demi satu dari bahan sejenis yang dipakai dalam pekerjaan. adukan dan grouting harus merupakan pasir alam. Dalam membuat adukan baik untuk beton. tidak terselaput oleh material lain. Koral yang sudah tersedia tidak dapat langsung digunakan sebelum mendapat persetujuan dari Engineer baik mengenai mutu ataupun jumlahnya. Pasir yang dipakai harus mempunyai kadar air yang merata dan stabil. alkali. Persetujuan untuk sumber-sumber pasir alam tidak dimaksudkan sebagai persetujuan keseluruhan untuk semua bahan yang diambil dari alam tersebut.P E M E R I N T A H K O T A 75 .

mempunyai ventilasi baik. semen harus disimpan dalam tempat penyimpanan yang kering. agar dapat dicapai mutu beton yang direncanakan. baik workability-nya. (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . lapisan lemak/minyak. Pasal 8 TRANSPORTASI DAN PENIMBUNAN MATERIAL (1) (2) (3) (1) Pengangkutan semen harus diusahakan sedemikian rupa sehingga terlindung dari lembab dan sinar matahari. dan memberikan kondisi watercement ratio yang minimum. dan admixtures ini harus merupakan bagian yang integral dari adukan beton yang dibuat. Semua kelengkapan dari tempat penyimpanan harus mendapat persetujuan Engineer dan memungkinkan dilakukannya pemeriksaan dengan mudah. Sedangkan panjang setiap benda uji adalah 100 cm. baik dengan menimbang ataupun volume. Semen harus dikirim ke lapangan dalam jumlah yang harus mendapat ijin dari Engineer terlebih dahulu.. . Batang percobaan diambil dengan disaksikan Engineer sejumlah minimum 3 (tiga) batang untuk tiap-tiap jenis baik mutu maupun pengiriman massal atau bilamana terjadi keraguan terhadap mutu baja yang dikirim ke proyek. bebas pengaruh cuaca.P E M E R I N T A H K O T A 76 . Segera setelah tiba dilapangan. dan tidak bercacat seperti retak dll. sedangkan untuk diameter yang lebih kecil digunakan mutu U-24 (tegangan leleh karakteristik = 2400 kg/cm2). Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.Bebas dari kotoran-kotoran. Semua baja tulangan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : .(3) Kontraktor diwajibkan memperhatikan pengaturan komposisi material untuk adukan.. memberikan kepadatan maximum.Untuk mutu U-39 harus digunakan profil baja tulangan deformed (deformed-bar). terlindung. Pasal 7 BAJA TULANGAN Baja tulangan harus memenuhi ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03 dengan mutu U-39 (tegangan leleh karakteristik = 3900 kg/cm2) untuk diameter lebih besar dari 12 mm. Kontraktor harus mengadakan pengujian mutu beton baja yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk dari Engineer. dengan memperhatikan kemajuan pekerjaan beton. Pasal 6 BAHAN PENCAMPUR (ADMIXTURES) (1) Penggunaan bahan admixture harus dengan harus dengan ijin tertulis dari Engineer. karat. Lantai tempat penimbunan sedikitnya harus berada 50 cm diatas tanah.

Semen yang sudah rusak atau terkena lembab harus dengan segera disingkirkan dari lapangan. Bila baja tulangan telah mengalami kemunduran dalam mutu akibat dari karat ataupun hal-hal lain akibat transportasi atau penyimpanan. metode pengecoran. yang kesemuanya harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-151991-03. metode pengadukan yang dipakai. Baja tulangan harus disimpan sedemikian rupa sehingga dapat dihindarinya baja tulangan mengenai tanah.. Semen dalam kantung-kantung harus ditumpuk dengan tinggi tumpukan tidak lebih dari 13 kantung untuk periode sampai dengan 30 hari. metode yang sesuai dengan kondisi yang akan dipakai nantinya dalam pelaksanaan pekerjaan. Pasal 9 PERBANDINGAN ADUKAN (6) (1) Kontraktor harus bertanggung jawab atas mutu adukan beton yang di buatnya. kontraktor mengajukan usulan komposisi adukan yang akan digunakannya pada Engineer.(3) Semen dengan type dan asal yang berbeda harus disimpan pada tempat yang berbeda pula. Kekuatan dari beton yang disyaratkan harus dibuktikan dengan mengambil kubus test untuk ditest di laboratorium. Sedikitnya 8 minggu sebelum dimulainya pekerjaan pengecoran beton. Adukan percobaan harus dimodifikasi dan diulangi sampai pihak Engineer puas dengan kenyataan bahwa material dan prosedur yang digunakan akan menghasilkan beton dangan kekuatan dan kondisi sesuai dengan spesifikasi yang diminta. dengan membuat suatu percobaan adukan yang hasilnya dapat diketahui sebelum pelaksanaan pekerjaan pengecoran. terpisah dengan (4) (5) Agregat yang telah tercemar ataupun berubah gradasinya akibat transportasi. komposisi adukan.P E M E R I N T A H K O T A 77 . Tidak satupun komposisi adukan beton yang dapat digunakan (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . maka baja tadi tidak dapat digunakan.. Semen harus secepatnya digunakan segera setelah tiba dilapangan dan pengambilannya dari tempat penyimpanannya harus berurutan hingga dapat dihindari tersimpannya semen secara lama. Setelah itu kontraktor harus mengadakan trial test (percobaan pendahuluan). Batang baja dengan mutu dan ukuran yang berbeda harus disimpan secara terpisah dan diberi label tentang mutunya dari test pabrik. harus disingkirkan dan diganti dengan material yang lebih baik atas biaya kontraktor. bahan. Test yang diadakan harus dilakukan dengan diawasi Engineer. dan harus merencanakan perbandingan adukan agar didapatkan hasil sesuai yang diminta dalam spesifikasi. dan menggunakan peralatan. Agregat yang berbeda harus disimpan secara mempertimbangkan kemungkinan terkena kotoran. Asal usul dan gradasi dari agregat. atau tinggi tumpukan maximumnya 7 untuk periode-periode yang lebih panjang. harus turut diberitahukan kepada Engineer.

dengan terlebih dahulu mengajukan calon nama dan alamat supplier untuk beton ready mix tadi. (4) Komposisi adukan dapat diubah dalam periode pelaksanaan pekerjaan oleh Engineer dengan berdasar pada hasil test pada agregat dan test beton yang sudah selesai dikerjakan. sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. kedap air.P E M E R I N T A H K O T A 78 .. Pasal 10 TESTING (1) Testing mutu beton harus dilakukan Kontraktor dengan diawasi Engineer. dan tahan terhadap pengaruh cuaca dan lingkungan. Untuk selanjutnya komposisi adukan beton yang digunakan harus berdasar pada hasil adukan percobaan yang telah disetujui. dimana cetakan untuk benda uji ini harus terbuat dari besi sehingga bisa didapat benda uji yang sempurna.dalam pekerjaan sebelum mendapat persetujuan dari Engineer. Segala test kubus yang harus dilakukan dilapangan harus tetap dijalankan. dan termasuk menentukan perlu atau tidaknya merubah komposisi adukan beton. Evaluasi dari kualitas beton akan dilakukan oleh Engineer untuk dapat dinyatakan suatu pekerjaan beton mutunya dapat memenuhi Spesifikasi. dan juga untuk menolak pekerjaan beton yang sudah dilakukan. Dalam hal ini Kontraktor tetap bertanggung jawab penuh bahwa adukan yang disupply benar-benar memenuhi syarat-syarat dalam spesifikasi ini serta menjamin homogenitas dan kualitas yang kontinu pada setiap pengiriman. Benda uji yang dipergunakan harus berupa kubus 15 x 15 x 15 cm3. Penggunaan material dan komposisi adukan yang konsisten. Pengujian beton yang dilakukan adalah meliputi test kekuatan (crushing test) dan slump test. juga harus dilakukan bilamana ditentukan oleh Engineer demi (5) (6) (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Semua resiko dan biaya sebagai akibat dari hal tersebut di atas. ii) Beton yang padat. Pengambilan sample harus sesuai dan mengikuti ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03. Tentang jumlah dan waktu pelaksanaan pengambilan kubus test. harus diterapkan agar tercapai hal-hal sebagai berikut : i) Kekuatan beton rencana yaitu beton K-225. Kesemua test ini harus mengikuti ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03.. Pada penggunaan adukan beton “ready mix”. dan Engineer akan menolak supply beton ready mix bilamana diragukan kualitasnya. Kontraktor harus menyiapkan segalanya agar semua proses pengawasan dan pengambilan sample dapat diawasi Engineer dengan mudah dan dapat diawasi dengan baik dan mudah didekati selama periode proyek. Kontraktor harus mendapat ijin lebih dahulu dari Engineer. selain mengikuti ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-199103. iii) Pengaruh kembang susut yang kecil.

(5) (6) (7) (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pengadukan beton harus dilakukan dengan alat pengaduk yang mempunyai kapasitas minimum 0. dan ternyata mutu beton memang tetap tidak dapat memenuhi Spesifikasi.(4) harus dicapai dalam pelaksanaan sesungguhnya di pelaksanaan pengecoran.. dan diukur dapat berdasarkan berat atau volume. pemeriksaan.P E M E R I N T A H K O T A 79 .2 m3 dengan waktu tidak kurang dari 1 ½ menit setelah semua bahan adukan beton dimasukkan dengan segera. Toleransi dalam kekentalan adukan harus dalam batas-batas sebagai berikut : 10 mm untuk nilai Slump yang ditentukan kurang dari 80 mm 5 mm untuk nilai Slump yang ditentukan 80 mm atau lebih Nilai Slump yang disebutkan dalam 10. maka Engineer berhak untuk memerintahkan hal-hal sebagai berikut : a. dan kekentalannya tidak merata. Perlu diperhatikan bahwa semua prosedur dan ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03 harus tetap diikuti. pekerjaan perbaikan. Apabila setelah dilakukan langkah-langkah sebagaimana disebutkan diatas.pertimbangan kondisi pelaksanaan. c. Non-destructive testing. maka Engineer berhak memerintahkan pembongkaran beton yang dinyatakan tidak memenuhi syarat tadi sesegera mungkin. dan pekerjaan pembuatan kembali konstruksi beton yang dibongkar tadi. Bila ternyata hasil test kubus beton menunjukkan tidak tercapainya mutu yang disyaratkan. b. memelihara dan menggunakan alat pengaduk mekanis (beton mollen) yang harus selalu berada dalam kondisi baik. e. Semua hasil pemeriksaan kubus (crushing test) harus sesegera mungkin disampaikan kepada Engineer. Pasal 11 PENGADUKAN (1) Kontraktor harus menyediakan. Semua biaya pengambilan sample. Adukan beton yang dihasilkan dari proses pengadukan tadi harus mempunyai komposisi dan kekentalan yang merata untuk keseluruhannya. dan dilakukan sebagaimana ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03. sehingga dapat dihasilkan mutu adukan yang homogen.. pembongkaran. Core drilling. Memperlama proses penjagaan dalam masa pengerasan beton. d. Mengganti komposisi adukan untuk pekerjaan yang tersisa. Engineer berhak untuk memerintahkan memperpanjang proses pengadukan bila ternyata hasil adukan yang ada gagal menunjukkan beton yang homogen seluruhnya. kecuali air yang dapat dimasukkan sebagian lebih dahulu. Jumlah tiap bagian dari komposisi adukan beton harus diukur dengan teliti sebelum dimasukkan ke dalam alat pengaduk. Test-test lain yang dianggap relevan dengan masalahnya. (4) Slump test harus dilakukan pada setiap akan memulai pekerjaan pengecoran. sepenuhnya menjadi beban kontraktor.

Juga lama pengadukan dengan kondisi pertama ini harus dilakukan dengan sedikitnya satu menit lebih lama dari waktu pengadukan normal. Pengadukan adukan dengan cara manual tidak diperkenankan. Pada alat pengaduk yang ditempatkan secara sentral. Penambahan air yang berlebihan yang dimaksudkan untuk menjaga kekentalan yang disyaratkan. tidak dapat dibenarkan. b. pengadukan yang pertama harus mengandung koral dengan jumlah perbandingan separuh dari jumlah perbandingan normalnya untuk menjaga adanya material halus dan semen yang tertinggal melekat pada bagian dalam beton mollen. kecuali diinstruksikan Engineer. Pengadukan dengan manual (hand mixing) ini harus dilakukan pada suatu platform yang mempunyai tepi-tepi penghalang... Pasal 12 TRANSPORTASI Adukan beton dari tempat pengaduk harus secepatnya diangkut ketempat pengecoran dengan cara yang sepraktis mungkin yang metodenya harus (4) (5) (6) (1) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . serta tidak diperkenankan melakukan pengadukan dengan cara ini untuk suatu jumlah yang lebih dari ½ m3 diaduk sekaligus. harus segera diperbaiki atau diganti dengan yang baik lainnya. Minimum dan maximum kecepatan pengadukan dengan disertai datadata tentang ruang pengaduk.(3) Air untuk pencampur adukan beton dapat diberikan sebelum dan sewaktu pengadukan dengan kemungkinan penambahan sedikit air pada waktu proses pengeluaraan dari adukan yang dapat dilakukan berangsur-angsur. Alat pengaduk tidak boleh digunakan untuk mengaduk adukan dengan volume yang melebihi kapasitasnya. dan setelah itu dilakukan pengadukan kembali dengan sedikitnya 3 (tiga) kali pengadukan sampai didapat suatu adukan yang benar-benar merata. sirip pengaduk dll. c. Dalam pengadukan kembali ini kekentalannya dapat dinaikkan dengan 10 persen. Maximum kecepatan pengadukan.P E M E R I N T A H K O T A 80 . bahan-bahan yang akan diaduk harus diaduk dulu secara kering dengan sedikitnya 3 (tiga) kali pengadukan. Gross volume dari ruang pengaduk. Pada proses pengadukan ini. Alat pengaduk (beton molen) harus benar-benar kosong dan bersih sebelum diisi bahan-bahan untuk mengaduk beton. dan harus segera dicuci bersih setelah selesai mengaduk pada suatu pengecoran. Mesin pengaduk yang menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Pada saat memulai adukan yang pertama pada suatu pengecoran dengan beton mollen yang sudah bersih. atau pada mixing plants. untuk kemudian air pencampurnya disemprotkan dengan selang air. terkecuali untuk suatu jumlah yang kecil sekali dan hal inipun diperkenankan setelah mendapat persetujuan dari Engineer. Alat pengaduk yang digunakan harus menunjukkan dengan jelas data-data dari pabriknya yang menunjukkan : a. Kontraktor harus menyediakan sarana agar proses pengadukan dapat diawasi dengan baik dari tempat yang tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan pengadukan.

Kontraktor diwajibkan menempatkan seorang tenaga pelaksananya yang berpengalaman baik dalam pekerjaan beton. tempat beton dicor. maka pekerjaan yang dapat dilakukan hanyalah pekerjaan dalam atau terhadap bekisting sampai selesainya pengecoran beton pada daerah yang telah disetujui. Methode yang dipakai harus menjaga jangan sampai terjadi pemisahan bahan-bahan campuran beton (segregation).P E M E R I N T A H K O T A 81 . Setelah diperiksa dan disetujui Engineer. Pengecoran tidak boleh dimulai sebelum kondisi bekisting. Pada tiap pengecoran.. Aliran air yang dapat mengalir ketempat beton dicor. (2) Alat-alat yang digunakan untuk mengangkut adukan beton harus terbuat dari metal. terkecuali dengan seijin Engineer. permukaannya halus dan kedap air.mendapat persetujuan Engineer terlebih dahulu.. Adukan beton harus sampai ditempat dituangkan dengan kondisi benarbenar merata (homogen). mengawasi. dan juga keadaan pembesian selesai diperiksa dan disetujui oleh Engineer. kondisi permukaan dalam dari bekisting atau tempat beton dicorkan harus benar-benar bersih dari segala macam kotoran. dan bertanggung jawab atas pekerjaan pengecoran. Juga air tergenang pada acuan beton atau pada tempat beton akan dicorkan harus segera dihilangkan.(4) Pasal 13 PENGECORAN (1) Sebelum adukan beton dituangkan pada acuannya. kehilangan unsur-unsur betonnya. untuk mencegah jangan sampai beton yang baru dicor menjadi terkikis pada saat atau setelah proses pengecoran. (3) (2) (3) (4) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . kondisi permukaan beton yang berbatasan dengandaerah yang akan dicor. Adukan yang diangkut harus segera dituangkan pada formwork (bekisting) yang sedekat mungkin dengan tujuan akhirnya untuk menjaga pengangkutan lebih lanjut. harus dicegah dengan mengadakan drainage yang baik atau dengan metode lain yang disetujui Engineer. Semua bekas-bekas beton yang tercecer pada baja tulangan dan bagian dalam bekisting harus dengan segera dibersihkan. serta pula penuangan adukan tidak boleh dengan menjatuh bebaskan adukan dengan tinggi jetuh lebih dari satu meter. dan harus dapat menjaga tidak timbulnya hal-hal negatif yang diakibatkan naiknya temperatur ataupun berubahnya kadar air pada adukan. harus tidak melewati batas-batas toleransi yang ditentukan pada pasal 10. yang jumlahnya harus mencukupi untuk menangani pekerjaan pengecoran yang dilakukan. dan pelaksana ini harus hadir. Sedang semua pekerjaan pengecoran harus dilakukan oleh tenaga-tenaga pekerja yang terlatih. Slump test yang dilakukan untuk sample yang diambil pada saat adukan dituangkan ke bekisting.

sebelum nantinya dituangkan adukan yang masih baru. Adukan beton yang sudah terlanjur agak mengeras tapi belum dicorkan. dimulai saat-saat beton belum mengeras. Beton yang baru selesai dicor. Selama proses pengecoran. atau dalam hal pelaksanaan suatu pengecoran tidak dapat dilaksanakan dengan menerus. Tidak sekalipun diperkenankan melakukan pengecoran beton dalam kondisi cuaca yang tidak baik untuk proses pengerasan beton tanpa suatu upaya perlindungan terhadap adukan beton. harus dilindungi terhadap rusak atau terganggu akibat sinar matahari ataupun hujan.. Mengencerkan adukan beton yang sudah diangkut sama sekali tidak diperkenankan. Juga air yang mungkin mengganggu beton yang sudah dicorkan harus ditanggulangi sampai suatu batas waktu yang disetujui Engineer terhitung mulai pengecorannya. Bila terjadi penyetopan pekerjaan pengecoran yang lebih lama dari satu jam. Kontraktor harus segera memadatkan adukan yang sudah dicorkan sampai suatu batas tertentu dengan kemiringan yang merata dan stabil saat beton masih dalam keadaan plastis. pekerjaan harus ditangguhkan sampai suatu keadaan dimana beton sudah dinyatakan mulai mengeras yang ditentukan oleh pihak Engineer. Bidang pengakhiran ini harus dalam keadaan bersih dan harus dijaga agar berada dalam keadaan lembab sebagaimana juga pada kondisi untuk construction joint. dan adukan tadi harus benarbenar memenuhi ruang yang dicor dan menyelimuti seluruh benda yang seharusnya tertanam dalam beton. adukan beton D I N A S P E K E R J A A N UM U M .P E M E R I N T A H K O T A 82 . Dan segala langkah perlindungan harus segera dilakukan terhadap beton yang baru dicor. Seluruh pekerjaan pengecoran beton harus diselesaikan segera sebelum adukan betonnya mulai mengeras.. gelembung udara. Kontraktor harus mengatur kecepatan kerja dalam menyalurkan adukan beton agar didapat suatu rangkaian kecepatan baik mengangkut. dan memadatkan adukan beton dengan suatu kecepatan yang sama dan menerus. Pasal 14 PEMADATAN DAN ADUKAN BETON (6) (7) (8) (9) (10) (1) Adukan beton harus dipadatkan hingga mencapai kepadatan yang maximum sehingga didapat beton yang terhindar dari rongga-rongga yang timbul antara celah-celah koral. harus segera dibuang. Dalam hal terjadi kerusakan alat pada saat pengecoran. Perlindungan yang dilakukan untuk mencegah hal-hal ini harus mendapat persetujuan Engineer. hal ini bisa dalam terjadi baik dalam keadaan cuaca yang panas sekali. atau dalam keadaan hujan. meratakan.(5) Tidak diperkenankan melakukan pengecoran untuk suatu bagian dari pekerjaan beton yang bersifat permanen tanpa dihadiri Engineer atau wakil dari Engineer (inspector).

Kekentalan adukan beton dan lama proses pemadatan harus diatur sedemikian rupa agar dicapai beton yang bebas dari rongga. Pembasahan harus dilakukan dengan menutup permukaan beton dengan kain atau material lain yang basah agar tetap lembab. pemisahan unsur-unsur pembentuk beton. Bila dianggap oleh Engineer perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan atau pembongkaran. Langkah-langkah perbaikan beton harus dilakukan oleh tenaga yang benarbenar ahli. Batas-batas daerah yang harus dibongkar tadi akan ditentukan oleh pihak Engineer. maka langkah tadi harus sepenuhnya dikerjakan atas beban biaya Kontraktor. Kondisi beton yang ternyata rusak akibat adanya rongga yang membahayakan dan permukaan cekung yang berlebihan. begitu juga langkah pengecoran dan material yang akan digunakan. Penentuan letak joint tadi harus memperhatikan pola gaya-gaya yang bekerja ataupun untuk menghindari terjadinya retak. Pengecoran beton harus dilakukan secara menerus tanpa berhenti. (2) (3) (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . dimana permukaan construction joints harus dikasarkan. Air yang digunakan untuk keperluan ini harus sama mutunya dengan air untuk bahan adukan beton. beton baru tidak akan dapat tercampur dengan beton lama.harus dipadatkan dengan menggunakan vibrator yang mencukupi keperluan pekerjaan pengecoran yang dilakukan. Pasal 16 JOINTS (1) Lokasi dan type dari construction joints harus sesuai dengan pada gambar rencana atau sebagaimana ditentukan Engineer. harus mendapat persetujuan Engineer terlebih dahulu. kondisi beton harus diperiksa Engineer. Kecuali dinyatakan lain. Pasal 15 PERBAIKAN BETON (1) Segera setelah bekisting dibuka. maka pelaksanaan pekerjaan perbaikan ini harus diselesaikan dalam waktu 24 jam semenjak pembukaan bekisting. Tonjolan di permukaan beton harus dihilangkan.P E M E R I N T A H K O T A 83 . Hal-hal yang perlu diperbaiki antara lain yang menyangkut halhal yang kurang baik pada permukaan beton terutama untuk kebutuhan finishing. dibersihkan dengan air hingga bersih. dapat mengakibatkan perintah dibongkarnya beton tadi untuk kemudian dilakukan pembersihan dan pengecoran ulang. maka batas tadi harus diperlakukan seperti construction joints. (2) Beton yang sedang mengeras harus selalu dibasahi mulai dari selesai pengecoran dengan sedikitnya selama 2 (dua) hari... Penambahan construction joint yang dikehendaki Kontraktor demi pertimbangan pelaksanaan. Bila terjadi penghentian dalam pengecoran pada suatu lokasi dimana pada pengecoran nantinya.

dan sesuai dimensi yang direncanakan. kualitas dan kekuatan. Pasal 2 MATERIAL (1) Material untuk bekisting dapat dibuat dari tripleks 9 mm. kayu. Bekisting yang digunakan untuk beton exposed. Semua material yang selesai digunakan sebagai bekisting harus dibersihkan dengan teliti sebelum digunakan kembali.P E M E R I N T A H K O T A 84 . Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai. rata.. Konstruksi bekisting harus cukup kaku. Semua bekisting harus direncanakan agar dalam proses pembukaan tanpa memukul atau merusak beton. Pengikatan bagian bekisting harus dilakukan horisontal dan vertikal. harus benar-benar mempunyai permukaan yang halus. Dalam hal bekisting ini. Pengikatan bagian bekisting harus dilakukan yang baik. sehingga didapat hasil beton yang halus. sambungan antara tepi-tepi bekisting harus dibuat dengan diprofil hingga didapat permukaan dalam bekisting yang benar-benar rata sesuai yang direncanakan. Semua type material tadi bila digunakan tetap harus memenuhi kebutuhan untuk bentuk. segala sesuatunya yang diakibatkan oleh bekisting tadi tetap sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Pasal 3 PELAKSANAAN (1) Bekisting harus benar-benar menjamin agar air yang terkandung dalam adukan beton tidak hilang atau berkurang. Untuk pengikatan dalam beton harus menggunakan batang besi dan murnya. Hubungan-hubungan antara bagian bekisting harus menggunakan alat-alat yang memadai agar didapat bentuk dan kekakuan yang baik.Jika digunakan bekisting multipleks..BEKISTING (ACUAN BETON) Pasal 1 UMUM (1) Kontraktor harus menyerahkan kepada Engineer semua perhitungan dan gambar rencana bekistingnya untuk mendapat persetujuan bilamana diminta Engineer. dengan pengaku-pengaku (bracing) dan pengikat (ties) untuk mencegah terjadinya pergeseran ataupun perubahan bentuk yang diakibatkan gaya-gaya yang mungkin bekarja pada bekisting tadi. dan bekisting yang telah digunakan berulang kali dan kondisinya sudah tidak dapat diterima (2) (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . walaupun Engineer telah menyetujui untuk digunakannya suatu rencana bekisting dari kontraktor. besi.X. atau material lain yang disetujui oleh Engineer. ukuran.

kecuali dinyatakan lain oleh Engineer. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .Sisi-sisi balok. maka langkah perbaikannya harus sesegera mungkin dilakukan. Bilamana diperlukan perbaikan pada bidang atas beton yang miring. Daftar ketentuan diperkenankannya dibuka suatu bekisting bila dihitung sejak selesai pengecoran . harus dibasahi hingga benar-benar basah sebelum pengecoran beton. Pelumasan tadi harus dilakukan dengan hati-hati agar cairan tadi tidak mengenai bidang dasar pondasi dan juga pembesian. dinding & kolom yang tidak dibebani 2 hari .Plat beton (penyangga tidak dibuka) 3 hari . Pasal 4 PEMBASAHAN & MEMINYAKI BIDANG BEKISTING (1) Bagian dalam dari bekisting besi dan kayu boleh dipoles dengan nonstaining mineral oil dengan sepengetahuan Engineer. bilamana tidak dinyatakan lain dalam gambar harus ditakik 25 mm. dan dilanjutkan dengan langkah-langkah penjagaan pada proses pengerasan beton (curing).P E M E R I N T A H K O T A 85 ..Engineer. (3) Semua pekerjaan sudut-sudut beton. maka pembukaan bekisting dan penyangganya harus dengan persetujuan Engineer. maka perbaikan tadi harus sesegera mungkin. harus segera dibongkar setelah beton mempunyai kekakuan untuk mencegah berubahnya bentuk permukaan beton. Bilamana timbul kerusakan pada beton pada saat pembongkaran bekisting.Tiang-tiang penyangga balok yang tidak dibebani 21hari . Pasal 5 PEMBONGKARAN BEKISTING (1) Secara umum. Bekisting kayu bilamana tidak dipoles minyak seperti tersebut diatas. dimana dalam hal ini segala kemungkinan beban yang akan bekerja serta umur beton yang terbebani harus ditinjau dengan teliti.Tiang-tiang penyangga cantilever28 hari (2) (2) Untuk kondisi-kondisi dimana plat dan balok yang masih ada sistim lantai diatasnya.Tiang-tiang penyangga plat bila plat tidak mendapat beban 14 hari .. Untuk memungkinkan tidak terganggunya kemajuan pekerjaan dan dapat dengan segera dilakukan langkah perbaikan. semua bekisting harus disingkirkan dari permukaan beton. harus segera disingkirkan untuk tidak dapat dipergunakan lagi atau bilamana mungkin diperbaiki agar kembali sempurna kondisinya. Pembongkaran bekisting harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah timbulnya kerusakan pada beton. Bekisting untuk bagian atas dari bidang beton yang miring. bila perlu bekisting harus secepatnya dibongkar segera setelah beton mempunyai kekerasan dan kekuatan seperlunya. Pembukaan bekisting tidak diperkenankan dilakukan sebelum beton mencapai umur sesuai daftar dibawah ini setelah pengecorannya dan sebelum beton mengeras untuk menahan gaya-gaya yang akan ditahannya.

. Pembengkokan dengan cara dipanasi hanya dapat dibenarkan apabila telah mendapat ijin dari Engineer. posisi. atau material lain yang seharusnya tidak melekat pada besi beton tadi dan dapat mengurangi atau menghilangkan lekatan antara beton dan besi beton.. Dan kebersihan ini harus tetap dijaga sampai proses pengecoran beton.PEKERJAAN BESI BETON Pasal 1 UMUM (1) Pemasangan besi tulangan beton harus mengikuti ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03. Pasal 5 PEMASANGAN (1) Besi beton harus dipasang dengan teliti agar sesuai dengan gambar rencana. Pasal 2 PEMBERSIHAN (1) Sebelum besi dipasang. besi beton harus dalam keadaan bersih. Kesemua ujung-ujung pembesian harus mempunyai kait sebagaimana ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03. bentuk. panjang.XI. Besi tulangan dengan kondisi yang tidak lurus atau dibengkok dengan tidak sesuai gambar tidak diperkenankan dipakai. Semua proses pembengkokan harus dilakukan dengan cara lambat. Terkecuali sebagaimana yang dinyatakan pada gambar atau diinstruksikan Engineer. pengukuran pada pemasangan besi tulangan harus dilakukan terhadap as dari besi tulangan. tekanan yang konstan. Besi beton harus dipasang sebagaimana pada gambar rencana atau seperti yang diinstruksikan Engineer. kotoran lemak. bebas dari karat.P E M E R I N T A H K O T A 86 . Pasal 4 PELURUSAN (1) Besi tulangan tidak boleh dibengkokan dengan cara yang dapat menyebabkan kerusakan pada besi beton. dan harus diikat dengan kuat dengan menggunakan kawat pengikat dan D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pasal 3 PEMBENGKOKAN (1) Besi beton harus dibentuk dengan teliti hingga tercapai bentuk dan dimensi sesuai gambar rencana atau bending schedules yang disiapkan oleh Kontraktor dan disetujui Engineer. Besi tulangan yang terpasang harus sesuai ukuran. dan banyaknya. dan akan diperiksa setelah kondisi terpasang.

Kekakuan pada pemasangan besi beton harus menjamin agar tidak berubah bentuk dan tempat bila pekerja berjalan atau memanjat pembesian tadi. dan penyambungan pada besi beton yang letaknya bersebelahan agar dilaksanakan dengan bergeser posisinya (staggered). Ujung-ujung dari kawat pengikat harus ditekuk kearah dalam beton dan tidak diperkenankan mengarah keluar. Pasal 6 SELIMUT BETON (1) Besi beton harus dipasang dengan minimum selimut beton (concrete cover) sebagaimana gambar rencana atau sebagaimana ditentukan Engineer. blok tadi harus dibuat dari beton yang mutunya sama dengan beton rencana dan bentuknya harus menjamin didapatnya permukaan beton yang baik. Pasal 7 SAMBUNGAN LEWATAN (SPLICING) (1) Sambungan lewatan harus dibuat sesuai gambar rencana instruksi Engineer. atau minimal mengikuti ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03. Bila besi tulangan didudukan pada blok beton kecil..didudukkan pada support dari beton atau besi ataupun dengan hanger agar posisinya tidak berubah selama proses pemasangan dan pengecoran. posisi tersebut harus ditentukan oleh Engineer. Pengikat dan tumpuan dari besi tadi tidak boleh menyentuh bidang bekisting dalam hal beton yang dicor adalah beton exposed. Sambungan ini tidak diperkenankan diletakkan pada lokasi tegangan yang maximum. dan hal-hal tadi harus cepat diperbaiki sebelum pengecoran mencapai daerah tersebut. Selama proses pengecoran beton. Kontraktor harus menyediakan tenaga-tenaga pekerja yang khusus mengawasi dan memperbaiki pembesian dari kemungkinan tergeser atau berubah bentuk karena hal-hal yang mungkin timbul. Bilamana dikehendaki suatu panjang yang tanpa sambungan. Pemasangan besi beton harus mengingat syarat jarak bersih antar tulangan. panjang dari batang tadi harus dibuat sepanjang yang bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan panjang sambungan lewatan sebagaimana ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03 terkecuali ditentukan lain..P E M E R I N T A H K O T A 87 . Dalam segala hal tebal selimut beton tidak boleh diambil kurang dari 20 mm. atau antar tulangan dan angkur. Bilamana dirasa perlu untuk melakukan sambungan lewatan pada posisi lain dari posisi pada gambar rencana. (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . atau antara benda-benda metal tertanam sebagaimana yang ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03.

P E M E R I N T A H K O T A 88 . Pengaliran harus diarahkan sedemikian rupa hingga beton tidak menimpa baja tulangan atau sisi-sisi lubang. bilamana diameter dasar lubang kurang dari setengah diameter yang ditentukan. Pengambilan contoh bahan ini harus selalu dilakukan pada tiang bor pertama dari tiap kelompok Pasal 2 Pengeboran Tiang Bor Beton Lubang-lubang harus dibor sampai kedalaman seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau ditentukan berdasarkan pengujian hasil pengeboran. Sebelum pengecoran. semua air yang terdapat dalam lubang bor harus dipompa keluar. Pengujian penetrometer untuk bahan dilapangan harus dilakukan selama penggalian dan pada dasar tiang bor sesuai dengan yang diminta oleh Direksi Pekerjaan. Pasal 3 Pengecoran Beton Pengecoran beton harus dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi beton. Pengecoran beton dan pemasangan baja tulangan tidak diijinkan sebelum mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Beton harus dicor melalui sebuah corong dengan panjang pipa.. Semua lubang harus diperiksa. semua bahan lepas yang terdapat lubang bor harus dibersihkan. Dasar selubung (casing) harus dipertahankan tidak lebih dari 150 cm dan tidak kurang dari 30 cm di bawah permukaan beton selama penarikan dan operasi penempatan. Dimanapun beton digunakan harus dicor kedalam suatu lubang yang kering dan bersih. kecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan. Sebelum pengecoran. Sampai kedalaman 3 m dari permukaan beton yang dicor harus digetarkan dengan alat penggetar. Air bekas pengeboran tidak diperbolehkan masuk kedalam lubang.. PEKERJAAN PANCANG (BORE PILE) TIANG BOR BETON COR LANGSUNG DITEMPAT (BORE PILE) Pasal 1 Umum Contoh bahan yang digali harus disimpan untuk semua tiang bor. Beton harus dicor secepat mungkin setelah pengeboran dimana kondisi tanah kemungkinan besar akan memburuk akibat terekspos. semua lubang tersebut harus ditutup sedemikian rupa hingga keutuhan lubang dapat terjamin. pekerjaan tersebut akan ditolak.XII. Bilamana elevasi akhir pemotongan berada dibawah elevasi muka air tanah. Selubung (casing) harus digetarkan pada saat pencabutan untuk menghindari menempelnya beton pada dinding casing. tekanan harus dipertahankan D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Sebelum pengecoran beton.

Cara tremie harus mencakup sebuah pipe yang diisi dari sebuah corong diatasnya. Pasal 6 Tiang Bor Beton yang Cacat Tiang bor harus dibentuk dengan cara dan urutan sedemikian rupa hingga dapat dipastikan bahwa tidak terdapat kerusakan yang terjadi pada tiang bor yang dibentuk sebelumnya. Test pembebanan yang dilaksanakan adalah untuk single pile 89 • D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Tiang bor yang cacat dan diluar toleransi harus diperbaiki atas biaya Kontraktor. Sebuah sumbat harus ditempatkan didepat beton yang dimasukkan pertama kali dalam pipa untuk mencegah pencampuran beton dan air. maka corong harus diisi lagi dengan beton sehingga pipa selalu penuh dengan beton baru. Pipa harus diperpanjang sedikit dibawah permukaan beton baru dalam tiang bor sampai diatas elevasi air/Lumpur. Pasal 4 Pengecoran Beton di Bawah Air Bilamana pengecoran beton didalam air atau pengeboran lumpur. Pasal 5 Penanganan Kepala Tiang Bor Beton Tiang bor umumnya harus dicor sampai kira-kira satu meter diatas elevasi yang akan dipotong. L AT E RAL L OA D T E ST Pas a l 1 P er s y ar ata n Umu m • Kontraktor harus mensuplai semua material. kelebihan dan lemah harus dikupas dari bagian puncak tiang bor dan baja tulangan yang tertinggal harus mempunyai panjang yang cukup sehingga memungkinkan pengikatan yang sempurna kedalam pur atau struktur diatasnya. Pipa tremie harus kedap air.P E M E R I N T A H K O T A . Semua beton yang lepas. dan pengukuran dari test pembebanan dan penurunan yang terjadi. semua bahan lunak dan bahan lepas pada dasar lubang harus dihilangkan dan cara tremie yang telah disetujui harus digunakan. sampai beton tersebut selesai mengeras. sama dengan atau lebih besar dari tekanan air tanah.. 2. rekaman. buruh dan peralatan lain yang dianggap penting untuk pelaksanaan.. Bilamana beton mengalir keluar dari dasar pipa. dan harus berdiameter paling sedikit 15 cm.pada beton yang belum mengeras.

25 mm. Pas a l 3 P er al a tan un tuk P em be ba na n Pe m be ba na n dil a ku ka n de ngan s u atu j ack ya ng m em p unyai k ap as it a s ti da k b oleh le bi h kec il da ri 1 25% d ar i be ba n mak s im u m yan g d it e ra pk an . Permukaan bantalan yang licin harus tegak lurus terhadap arah gerakan stem gaugeuntuk semua stem gauge. dan titik referensi dengan angka atau tulisan agar memudahkan dan mendapatkan pencatatan yang akurat. Satu dial gauge tambahan harus diletakkan tegak lurus terhadap dua dial gauge untuk mengukur pergerakan horizontal dalam arah tegak lurus beban. cermin dan skala harus disediakan sesuai dengan ASTM D 3968-90.25 mm. Satu alat pencatat yang lain dan terpisah menggunakan kabel.3 mm. atau titik referensi dengan kokoh sehingga tidak bergerak relatif terhadap penahan selama test. Dua dial gauge harus diletakkan untuk memonitor pergerakan horizontal searah beban... Dial gauge stems harus bisa bergerak sekurangnya 75 mm dan sejumlah blok gauge yang memadai harus disediakan untuk untuk bisa bergerak hingga jarak terjauh yang diharapkan. skala. Susun semua gauge. Se la nj ut n ya Kon tr a kt or ha rus menga j u kan t e rl ebi h da hu l u re nca na pl atf orm da n k on s tr uk s i u nut k l oa d t e s t i n i u nt uk me ndap a t per se tuj ua n Di re ks i / Penga wa s Lap an ga n. Skala yang harus digunakan untuk pembacaan pergerakan hingga 0. sedangkan batang target (target rod) hingga 0.P E M E R I N T A H K O T A 90 . Susun cermin dan skala pada bagian tengah atas pile yang ditest atau pada suatu bracket yang disusun sepanjang garis dari beban yang diberikan pada sisi pile yang ditest • • • • • D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pas a l 4 P er al a tan unt uk P eng u kur an Se tt l e ment Acuan (referensi) pengukuran settlement yang berupa balok (beams) dan kawat (wires) harus secara terpisah ditahan oleh penopang yang benarbenar tertanam di dalam tanah pada jarak yang tidak boleh lebih kecil dari 3 m diluar sistem yang akan dibebani dengan beban lateral. Gauge harus memiliki ketelitian sekurangnya 0. Acuan pengukuran ini harus mempunyai kekakuan lateral dan aksial yang cukup guna mendapatkan titik acuan yang stabil untuk pengukuran defleksi pile. skala. Tanda dengan jelas semua dial gauges.Pas a l 2 Sta ndar d L o ad T est Beban percobaan lateral total harus sebesar 200% dari beban desain lateral dan dilakukan sesuai standar ASTM D 3966-81 dengan cyclic loading.

• Ke s e l uru ha n a la t -ala t t es t ha ru s di li ndun gi te rh a da p pe ru ba ha n s u hu..dengan skala sepanjang garis beban yang diberikan. Jika skala dan kawat diletakkan pada pile di sisi yang berlawanan terhadap titik pemberian beban. tegaklurus terhadap garis pemberian beban dan melewati permukaan skala. Siklus beban (% x WL) 0 25 50 (siklus 1) 25 0 50 75 100 (siklus 2) 50 0 50 100 125 150 (siklus 3) 75 0 50 100 150 170 180 190 200 (siklus 4) 150 100 50 0 Lama Pembebanan 10 10 10 10 10 20 20 10 10 10 10 20 20 10 10 10 10 10 20 20 20 60 10 10 10 10 Pembacaan Perpindahan Lateral (menit) 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-10-20-30—40-50-60 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Letakkan kawat tidak lebih dari 25 mm dari muka skala dan penyokong. kawat akan kembali ke posisi semula. Pas a l 5 P ro s edu r P e mbe ba na n Pembebanan lateral ini dilakukan dalam 4 cycles sesuai dengan standar ASTM D 3966-90. pasang alat yang cocok untuk menjaga tegangan kawat sepanjang test sedemikian hingga jika kawat ditarik.P E M E R I N T A H K O T A 91 .. ruang yang cukup bebas harus disediakan antara pile dan kawat untuk mengantisipasi pergerakan lateral pile. Regangkan kawat atau material lain yang ekivalen.

Setiap ½ jam kemudian hingga selama 10 jam iii. Pas a l 8 K e gag al an Pe kerj aan • Apabila terjadi kegagalan pada tiang pada saat tes dilakukan.P E M E R I N T A H K O T A 92 . kontraktor harus melakukan pemasangan tiang lagi guna memastikan keamanan struktur yang dilakukan dengan menggunakan rejected piles. dengan tanggungan Kontraktor.Sesudah itu dilakukan setiap 1 jam Pas a l 7 K r it eri a F ai l ure Tes dianggap telah mencapai failure apabila perpindahan maksimum lateral melebihi 12 mm pada beban maksimum sebesar dua kali beban desain.Setiap 5 menit . Setiap 10 menit untuk 2 jam pertama ii. maka 2 (dua) buah tes lebih lanjut harus dilakukan oleh Kontraktor dengan tiang yang lain pada lokasi yang sama yang dipilih oleh Engineer.L).Pas a l 6 Pr os e dur P embac a an Pembacaan harus dilakukan sesuai prosedur berikut: . penambahan tiang pada lokasi yang berdekatan sebagaimana ditentukan oleh Engineer harus dilakukan dan dites kembali jika dianggap penting oleh Engineer.Sebelum dan sesudah setiap penurunan beban .Pada saat beban puncak (200%) pembacaan dilakukan sebagai berikut: i. da n s isa -s is a ba han -ba han la i nn ya ke l ua r l ok as i ke t e mpa t yan g d i tu n j uk oleh M a na ge r Kons t r uks i d en ga n t a np a t a mba ha n bia ya. Apabila pekerjaan tes tiang gagal untuk mencapai beban kerja (full W. • D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Dalam kasus ini..Sebelum dan sesudah setiap penambahan beban . Pas a l 9 P embe rs i ha n Ko nt ra kt o r ha rus m e mi nda hka n dan m e ngel ua r ka n s em ua r er un tu ha n. Semua jenis pekerjaan ini dilakukan dengan tanggungan kontraktor..

USA.. dan harus menyediakan sistem pengukuran dan perekaman yang diperlukan seperti tape recorder dan oscilloscope.P E M E R I N T A H K O T A . Ohio. mencakup informasi seperti: a) b) c) d) e) Perkiraan kapasitas daya dukung statik Maksimum energi yang diberikan ke tiang bor Maksimum gaya yang diberikan pada kepala tiang bor Maksimum percepatan palu dan kecepatan kepala tiang bor Integritas tiang bor 93 D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Peralatan yang dibutuhkan untuk dipasang pada tiang bor harus dipasang secara benar dan mendapat persetujuan seorang Engineer. Kontraktor harus memberikan usulan sistem pemancangan beserta kriterianya kepada seorang Engineer untuk mendapatkan persetujuan. Waktu antara selesainya instalasi dan pemancangan atau pengujian tiang normalnya harus lebih dari 12 jam. Usulan sistem dan criteria pemancangan harus dilakukan menggunakan stress wave procedure atau metode serupa.. Kontraktor harus memasang dua set transduser regangan dan accelerometer di dekat ujung setiap tiang bor yang akan di uji.3. Untuk tiang bor yang dibuat di tempat. Tes beban dinamik ini harus dilakukan pada waktu yang tepat dan telah disetujui setelah instalasi tiang telah dilakukan. Semua instrumentasi yang dipasang pada tiang bor untuk pengukuran tegangan dan pergerakan tiang. Integritas dan perkiraan kapasitas daya dukung tiang bor harus dievaluasi dengan prosedur yang telah dikembangkan di Case Western Reserve University. Palu dan semua peralatan yang digunakan harus mampu memberikan gaya yang cukup untuk melaksanakan tes uji beban ini tanpa mengakibatkan kerusakan pada tiang bor. T E S T I ANG DI NAM I K Tes tiang dinamik harus dilakukan menggunakan sebuah Pile Driving Analyzer (PDA) serupa dengan yang dibuat oleh Pile Dynamics Incorporated baik peralatan transduser maupun rekamannya dan dengan diawasi seorang Engineer. Data yang telah dikumpulkan harus dianalisis menggunakan program komputer CAPWAP atau dengan metode yang serupa. harus dijamin bahwa tiang tidak mengalami kerusakan akibat tegangan pada saat pemancangan atau pengujian dilakukan. Kontraktor harus menganalisis semua hasil pengukuran dan memberikannya pada Engineer dalam tempo 24 jam setalah pengujian selesai dilakukan. dan semua peralatan untuk penerimaan dan pemrosesan data harus sesuai dengan tujuan pekerjan ini.

dan metode konstruksi kepada perusahaan spesialis yang melakukan pengujian ini berkaiatan dengan interpretasi dari pengujian yang dilakukan. Panjang tiang bor dari posisi instrumentasi ke ujung bawah tiang Tipe palu. Hasil analisis harus mencakup tahanan static tiang bor baik friksi maupun ujung. perilaku beban-penurunan dan integritas tiang.P E M E R I N T A H K O T A 94 . Laporan harus mencakup semua informasi mengenai ttiang bor dan palu. Perusahaan yang melaksanakan pengujian harus memberikan sebuah laporan lengkap kepada Engineer dalam jangka waktu 10 hari setelah pengujian selesai.Kontraktor harus bekerjasama untuk menjamin bahwa jadual untuk pelaksanaan uji tiang bor ini dapat diikuti/dilaksanakan dengan menyediakan semua akses dan bantuan yang diperlukan sehingga memungkinkan perusahaan pelaksana pengujian melaksanakan pekerjaan ini..PEKERJAAN RAILING (1) Pekerjaan Railing Tangga 1. beban uji yang dicapai. tangal pengujian. tinggi jatuh dan detail informasi relevan lainnya Jumlah pukulan Beban uji yang dicapai Pergerakan kepala tiang bor saat beban verifikasi desain ekuivalen Pergerakan kepala tiang saat beban verifikasi desain ekuivalen + 50% beban kerja Pergerakan kepala tiang saat beban uji maksimum permanent residual movement dari kepala tiang setelah setiap pukulan temporary compression Kontraktor harus menyediakan semua detail informasi yang ada mengenai kondisi tanah. Lingkup Pekerjaan D I N A S P E K E R J A A N UM U M . jumlah pukulan untuk analisis CAPWAP. Untuk tiang yang telah diuji. dimensi tiang. Engineer dapat memilih hasil rekaman pengukuran lapangan yang akan dianalisis menggunakan program analisis penjalaran gelombang tegangan CAPWAP atau yang serupa. XIII. termasuk proyeksinya di atas permukaan tanah setiap saat. Detail spesifik meliputi: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) Tanggal instalasi tiang bor Tanggal pengujian Identifikasi dan lokasi tiang bor Panjang tiang bor di bawah permukaan tanah Panjang total tiang bor.. pergerakan kepala tiang bor saat beban desain ekivalen dan beban pengujian yang diberikan maksimum.

a. Sebelum pekerjaan di bengkel dimulai Kontraktor harus membuat gambar kerja yang menunjukkan detail-detail lengkap dari semua komponen.2 mm ex Hessel atau produk setara & Finishing dipoles. Seluruh pekerjaan dibengkel harus merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. panjang serta ukuran las. bahan-bahan. b. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. d. dan disetujui oleh Direksi Pengawas.P E M E R I N T A H K O T A 95 . Persyaratan Bahan a. 2.. Syarat-syarat Pelaksanaan a. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Tangga Terbuat dari bahan Stainless Steel (SS) H 950 mm & (SS) H 840 mm dengan tebal 1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. b. Meliputi pekerjaan railing dilakukan untuk seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. Bentuk/ ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. Setiap pekerjaan yang kurang baik atau tidak sesuai dengan gambar atau spesifikasi ini akan ditolak dan Kontraktor harus mengganti segera tanpa tambahan biaya. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan. Stenless Steel harus mempunyai kekuatan tarik minimum 41 kgf/mm2 (402 N/mm2) dan batas ulur minimum 24 kgf/mm2 (235 N/mm2). Tebal Tiang plat besi 12 mm finish duco dan disetujui oleh Direksi Pengawas. Pemeriksaan pekerjaan dibengkel dapat dilakukan bila dikehendaki sewaktu-waktu oleh Direksi Pengawas dan tidak ada pekerjaan yang dikirim ke lapangan sebelum diperiksa dan disetujui Direksi Pengawas. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. c. 3.. b.

lemak dan kotoran. maupun bidang-bidang benda kerja dibersihkan dari kerak (slak) dan kotoran lainnya. g. Pada dasarnya untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi plumbing ini. Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran yang tercantum pada gambar. h.jumlah. i. jenis pengelasan yang diperkenankan padanya Bagian konstruksi yang setara akan dilas harus dibersihkan dari bekas cat.PEKERJAAN INSTALASI PLUMBING Pasal 1 PENJELASAN & SPESIFIKASI UMUM (1) Pekerjaan instalasi plumbing ini harus dilaksanakan oleh Instalatur Pipa yang telah mempunyai surat pengakuan (P. disamping Rencana Kerja dan syarat-syarat ini. Pengelasan konstruksi. Pekerjaan pengelasan harus dibawah pengawasan personel yang memiliki persiapan teknis pekerjaan tersebut. Pada pekerjaan. e. maka sebelum mengadakan las ulangan.. XIV. maka lapisan yang terdahulu harus dibersihkan dari kerak (slak) dan percikan-percikan logam sebelum memulai dengan lapisan las yang baru. f. karat. l.baikbekas lapisan pertama. j. Untuk bagian konstruksi baja harus dilakukan dengan las listrik serta pengelasannya sudah melalui test & harus memiliki ijasah yang menetapkan kualifikasi.S) golongan III dari PAM setempat dan SIBP klas A dari Pemerintah Daerah. rusak atau retak harus dibuang sama sekali. berlaku : 96 (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Kedudukan konstruksi baja yang segera akan di las harus menjamin situasi yang paling aman bagi pengelas dan kualitas hasil pengelasan yang dilakukan. k.P E M E R I N T A H K O T A . dimana akan terjadi banyak lapisan las. Lapisan las yang berpori-pori. ukuran serta peralatan lain yang diperlukan/ digunakan dalam pekerjaan ini. baik secara keseluruhan maupun merupakan pengelasan-pengelasan bagian-bagiannya hanya boleh dilakukan setelah diperiksa bahwa hubungan-hubungan yang akan di las sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk konstruksi itu.. Pada pekerjaan las.A.

harus sudah termasuk : Biaya perizinan dan pengetesan untuk bahan-bahan dan peralatanperalatan yang dipasang. Pemasangan pipa distribusi kesetiap peralatan sanitary seperti halnya closed.(3) A. Peraturan/ persyaratan lainnya yang berlaku sah di Indonesia. dalam rangkap 5 (lima) dilampiri surat tanda keur dari PAM yang menyatakan bahwa pemasangan instalasi telah memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan. Ketentuan yang dikeluarkan oleh pabrik dimana mesin.P E M E R I N T A H K O T A 97 . peralatan dan material tersebut dibuat. urinal dan lain-lain. Biaya keur dan biaya tanggungan instalasi. (4) (5) (6) Semua instalasi. sebelum diserahkan harus ditest mengenai kemampuan bekerjanya. Kontraktor/ Instalastur diharuskan menyerahkan gambar instalasi yang telah direvisi dan disahkan oleh PAM setempat. sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan. Pasal 2 RUANG LINGKUP PEKERJAAN (1) Pekerjaan Air Bersih pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem penyediaan air bersih berupa pompa-pompa. Ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat. Biaya penyambungan PAM. Semua biaya yang diakibatkannya dan biaya resiko pecah/rusaknya sanitary fixtures. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan yang meliputi pemipaan reservoir.V. panel pompa beserta perlengkapan. Setelah pekerjaan selesai.. - - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Biaya penyimpanan/gudang untuk sanitary fixtures. Dalam perhitungan biaya penawaran. peralatan-peralatan dan mesin-mesin yang telah terpasang. Semua gambar-gambar kerja atau shop drawing yang dibuat oleh Kontraktor/ Instalatur Plumbing maka sebelum dilaksanakan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Pengawas/ Contrustion Management.. pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran. wastafel. 1941 Peraturan/ persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat.

dalam keadaan baru (tidak dalam keadaan rusak atau afkir).S.S. Mengadakan testing dan commissioning semua sistem pekerjaan yang terpasang Pasal 3 PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM - - - (1) Waktu Pelaksanaan Lamanya waktu pelaksanaan pengadaan. panel control. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan meliputi pemipaan reservoir.(2) Pekerjaan Air Kotor Pengadaan dan pemasangan beserta perlengkapan yang diperlukan dalam sistem pembuangan air kotor. urinal.. Kontraktor harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari defective material. wastafel. A. siamese connection. peralatan valve-valve kontrol.M. Pemasangan pemipaan pada peralatan sanitary seperti halnya closed.I. Instalatur dalam hal ini Kontraktor bertanggung jawab penuh atas mutu dan kwalitas material yang akan dipakai. sesuai dengan mutu dan standard yang berlaku (SII) atau standard International seperti B.. setelah mendapat persetujuan Pemilik Proyek dan Konsultan Perencana. fire hydrant box. - (3) Pekerjaan Fire Fighting Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem fire fighting berupa satu set pompa fire hydrant. smoke detector serta head detector dan perlengkapannya.sprinkler. pemasangan dan pemeliharaan disesuaikan dengan tahap-tahap pembangunan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. smoke detector dan head detector.P E M E R I N T A H K O T A . panel system....S. DIN atau yang setaraf. J. dan panel-panel control pompa beserta perlengkapan. improver material dan 98 - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . (2) Material Semua material/ bahan yang digunakan/ dipasang harus dari jenis material berkualitas terbaik. Pengadaan dan pemasangan unit-unit perlengkapan sistem pemadaman kebakaran berupa fire hydrant pillar. pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran. floor drain dan lain-lain.T.

Apabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi ini dapat bekerja dengan baik. penghapusan atau penambahan pada instalasi tersebut. apabila diperlukan. (4) Gambar-gambar Perencanaan Di dalam gambar-gambar perencanaan ini tidak dimaksudkan menunjukkan semua pipa-pipa. detail peralatan dari seluruh instalasi di atas/ digambar dikertas kalkir. juga harus menyerahkan Gambar Pelaksanaan (As Built Drawing) yang meliputi denah. Selama pelaksanaan instalasi ini berjalan.. (5) Gambar-gambar Kerja Gambar-gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di site/ lapangan. Kontraktor harus memberikan tanda-tanda dengan pensil/ tinta merah pada set gambar atas segala perubahannya. - - (3) Gambar-gambar dan Spesifikasi Gambar-gambar dan spesifikasi perencanaan-perencanaan ini merupakan suatu kesatuan dan tidak dipisah-pisahkan. Semua bagian-bagian tersebut di atas walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara spesifik harus disesuaikan dan dipasang oleh Kontraktor. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material/ peralatan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Termasuk perubahan-perubahan atau usulan-usulan dan lain sebagainya. detail pemasangan. Sebelum dilakukan pemasangan-pemasangan.P E M E R I N T A H K O T A 99 . Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai dalam jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) minggu setelah ditandatangani berita acara penerimaan barang. Pelaksanaan pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia tahun 1979. (6) Gambar Pelaksanaan Kontraktor harus membuat gambar instalasi secara mendetail (Shop Drawing) untuk disetujui oleh Direksi. katup-katup dan fixture secara terperinci. agar instalasi ini lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pelaksanaan yang wajar.menjamin terhadap kualitas atau mutu barang sesuai dengan tujuan spesifikasi. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . instalasi yang terpasang. Kontraktor harus tetap melaksanakannya tanpa ada biaya tambahan. instalasi dipasang/ digunakan untuk diminta persetujuannya kepada Pemilik Proyek dan Konsultan Perencana. dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi perencanaan saja.. fitting-fitting.

agar dapat memberikan hasil kerja yang terbaik dan rapi.P E M E R I N T A H K O T A 100 . D I N A S P E K E R J A A N UM U M .. Pasal 4 PENGECATAN DAN LABEL (1) semua pipa-pipa yang tidak tertanam didalam tembok/ tanah harus diberi tanda-tanda dengan mengecat pipa-pipa tersebut dengan warna 2 (dua) lapis bahan anti karat dan tanda arah aliran warna akan ditentukan kemudian (kecuali pipa PVC). Untuk pelaksanaan. Elektrikal. Kontraktor wajib mempunyai PAS INSTALATUR yang dikeluarkan oleh PDAM setempat sesuai dengan Domisili dengan Pemborong/ Kontraktor tersebut.(7) Contoh-contoh Barang Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan. Pemborong diwajibkan mengadakan koordinasi dengan Pemborong lain yang mengerjakan pekerjaan Struktur. (9) Pengamanan Kontraktor bertanggung jawab atas pencegahan bahan/ peralatan-peralatan untuk instalasi ini dari pencurian atau kerusakan. (8) Tenaga Pelaksanaan Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh orang/ tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (Skilled Labour). kepada Direksi Lapangan atau brosur-brosur dari alatalat tersebut dan menunggu persetujuan dari Direksi Lapangan sebelum alatalat tersebut dipasang. Interior dan sebagainya.. Bila bahan-bahan tersebut diragukan kualitasnya akan dikirimkan ke kantor penyelidikan bahan-bahan atas biaya Pemborong/ Kontraktor. (10) Koordinasi Dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Bila ternyata terdapat bahan-bahan yang telah dinyatakan tidak baik/ tidak bisa dipakai oleh Direksi Lapangan. khusus Pemborong harus memberikan surat pernyataan yang membuktikan bahwa tukang-tukangnya yang melaksanakan pekerjaan tersebut memang mempunyai pengalaman dan kecakapan. Bahan-bahan/ peralatan-peralatan yang hilang atau rusak harus diganti oleh Kontraktor tersebut tanpa tambahan biaya. sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pemasangan dapat diperkecil/ dihilangkan. maka Pemborong harus mengangkut bahan-bahan tersebut ke luar lapangan dalam jangka waktu 3 (tiga) hari. harus sudah tidak ada di lapangan (site).

Merk : Kitazawa. Fittings dari Class 10 K dengan tiap-tiap sambungan menggunakan sambungan ulir dan fitting tape atau sambungan flange serta welding untuk hidrant dan sprinkler.. Pipa yang digunakan untuk keperluan ini adalah pipa GIP.Mak. Sebelum dilakukan pengecatan/ pelapisan dengan bahan anti karat. Ketentuan penggantung Pipa. Pada setiap pipa penyatu yang disambungkan pada tiap-tiap fixtures atau equipment harus dipasang valves sesuai dengan gambar. Konstruksi penggantung harus memungkinkan adanya expansi termis dari pipa dan mengurangi transmisi vibrasi sampai batas 1". Merk pipa: Bakrie. 12 feet. Merk Fittings : TG. Pasal 5 PEMASANGAN INSTALASI PIPA AIR BERSIH (3) (4) (1) Pemasangan instalasi air bersih harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran dan lokasi yang telah ditentukan didalam gambar kerja.P E M E R I N T A H K O T A 101 . (2) Pada setiap penyambungan pipa-pipa ke fixtures ataupun equipments valve harus digunakan union fitting. 2".. kecuali apabila fictures atau equipment yang bersangkutan telah dilengkapi oleh alat-alat penyambung tersebut. 10 feet. Pipa-pipa air yang tidak tertanam didalam bagian bangunan harus dicat dengan lapisan cat dasar yang tahan karat dan kemudian difinish dengan cat finish. Semua alat-alat penggantungan harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak merusakkan pipa-pipa dan cukup kuat sehingga tidak menyebabkan turunnya pipa-pipa yang terpasang.5" digunakan flanged class 10 K.5" -Mak 9 feet. 1 1/4"-Mak. 7 feet. PPI atau setaraf. 1. HE atau setaraf. semua bagian pipa harus dibersihkan dari kotoran. Semua pipa-pipa harus digantung pada struktur bangunan dan tidak diperkenankan meletakkan pipa-pipa tersebut pada rangka langitlangit.5" digunakan screwed class 10 K. (3) (4) - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . dan ukuran > 2.medium class A.Mak. Konstruksi & Persyaratan Pemipaan. < 2.(2) Semua pipa-pipa yang akan ditanam didalam tanah harus dilapisi berturutturut lapisan aspal. lemak dan karat dengan menggunakan alat yang sesuai dengan untuk itu. 3". lapisan goni dan lapisan aspal/ plinkote minyak. Semua valves ukuran dia. Toyo atau setaraf.

6". equipment dan lain-lain peralatan harus sedemikian rupa sehingga : Terlindung (bila perlu dengan tanda-tanda petunjuk).P E M E R I N T A H K O T A 102 . Pembobokan plesteran/ salut dinding dan pembongkaran langit yang sudah terpasang harus dihindarkan. trape dan fitting harus diperiksa dan dibersihkan dari segala kotoran yang akan menyumbat. Mudah dicapai. Penempatan dari valves. - - - - (6) Pemotongan pipa harus dilaksanakan dengan menggunakan gergaji atau pipa cutter. Pemasangan pipa-pipa harus dilakukan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pemasangan pipa dan perlengkapannya serta peralatan lainnya harus sesuai dengan gambar rencana dan penyambungan kedap air dengan sealing tape Pemasangan pipa-pipa harus dilaksanakan sebelum salut dinding/ plesteran dan langit-langit dilaksanakan.Mak. semua pipa-pipa valves. Tidak mengganggu. Permukaan pipa bekas potongan harus diratakan sehingga mencapai ukuran penampang aslinya. (7) (8) Perlindungan/ proteksi waktu pelaksanaan : Semua pipa-pipa yang terbuka karena belum tersambung dengan equipment atau fixtures. 17 feet. Equipment dan fixtures harus dilindungi dari gangguan pekerjaan dan kerusakan-kerusakan. accessories. 14 feet.Mak. harus ditutup dengan cap atau plug. - - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . clean out. Sebelum pemasangan dan penyambungan.. selanjutnya pipa tersebut harus dibersihkan dari kotoran-kotoran bekas gergaji atau perataan.(5) 4". Pemasangan pipa-pipa atau equipment harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak ada suatu sambungan yang saling bersilangan antara pipa-pipa air bersih dengan pipa-pipa pembuangan lainnya. Pemasangan sparing harus pipa-pipa yang mungkin akan menembus struktur bangunan harus dilaksanakan bersama-sama pada waktu pelaksanaan struktur yang bersangkutan..

bend). - - - - - - - - (9) Sambungan Pipa a. Sambungan pipa yang digunakan adalah sambungan ulir. Fitting. membengkokkan pipa tidak diperkenankan. b. Sambungan flange dipergunakan untuk pipa dengan diameter lebih besar dari 3 inchs.- Semua pekerjaan gantungan pipa-pipa diplat lantai harus seizin pengawas dan kontraktor sipil. Pemasangan pipa datar harus benar-benar lurus dan pemasangan pipa tegak harus benar-benar vertikal. Harus disediakan automatic release valve pada tempat-tempat tertinggi untuk mengeluarkan udara secara otomatis dan pada tempat terendah harus dipasangkan katup blow off berikut pemipaannya menuju ke saluran air hujan terdekat.2 meter dengan konstruksi klem seperti pada gambar. Apabila terdapat segmen pemipaan yang ternyata menghalangi jalur instalasi lain maka perbaikan-perbaikan atau pembongkaran dilaksanakan atas biaya pemborong sendiri.. shop drawing yang dibuat harus dengan persetujuan pemilik proyek. Pipa-pipa didalam shaft pipa harus diikat denga “U” klem terhadap kanal yang ditempatkan pada jarak maksimum jauh 1.P E M E R I N T A H K O T A 103 . c. peralatan ukur dan lainnya yang memiliki tahanan aliran yang berlebihan tidak diperkenankan dipasang kecuali bila disyaratkan pada buku ini.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . sambungan flange dan sambungan las. Perubahan arah pipa harus dilaksanakan dengan fitting pembantu (elbow. begitu pula dengan percabangan harus menggunakan TEE atau Cross tee sesuai dengan kebutuhan. Sambungan ulir dipergunakan untuk pipa dengan diameter kurang dari 4 inch dimana setiap jarak 2 length (standard pipe length) harus diberi sambungan flange. peralatan bantu. terutama bagian dalamnya harus dijaga agar tetap bersih dan harus diperiksa setiap saat terhadap kerusakan dan kotoran. Sebelum dipasang. Perubahan design oleh Pemborong atas permintaan Owner. persyaratan flange yang dipakai dan pelubangnya seperti yang tercantum pada pasal selanjutnya. selama pemasangan dan sesudah dipasang pipapipa dan accessoriesnya.

Pada sambungan flanged harus dilengkapi dengan “Ring Type Gasket” untuk lebih menjamin kekuatan sambungan tersebut.). (ANSI). Sambungan las harus dipergunakan untuk membuat “intake port” dan “outlet-port” pada pipa header.) rising stem (air cond) Kelas : 150 psi Standard: (B. f. socket. hand-wheel operated Stem : Non-rising (air bersih) rising stem (air cond. (10) Pemasangan Peralatan Ukur/ Sensor Pemasangan peralatan ukur dan peralatan sensor harus mengikuti persyaratan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat peralatan tersebut sehingga hasil pengukuran dapat dipertanggung jawabkan. e. Flange Jenis : Forged Steel Flange Kelas : 150 psi c. Fitting a. Sudut sambungan antara dua pipa tidak boleh lebih besar sudut maksimum yang ditentukan oleh pabrik pipa yang bersangkutan (maksimum deflection allowed). Sambungan las diperlukan untuk membantu pemasangan pada tempat-tempat yang sulit dicapai sehingga segmen pipa tersebut harus dirakit terlebih dahulu sebelum dipasang pada tempatnya. Segmen pipa yang disambung dengan las harus dihubungkan dengan segmen lainnya menggunakan flange. Pasal 6 PERSYARATAN PERALATAN BANTU (1) Katup Penutup Jenis : Bronze valve. g. (JIS). Pada sambungan ulir... kemudian dibalut dengan menggunakan pintalan serabut kain atau pipa khusus. elbow. h. terlebih dahulu harus dilapisi dengan “readlead cement”. Jenis : Cast-Iron Fitting Kelas : 150 psi Merk : Top Brand atau setaraf. (ASTM).P E M E R I N T A H K O T A 104 . D I N A S P E K E R J A A N UM U M .d. Double-nipple.S. bend dan lainnya. Flange bolt Jenis : Commercial Bolt (11) b.

(2) Katup Searah Jenis : Swing “Y” pattern bronze Arah aliran: Horizontal atau vertikal bergantung posisi pipa Kelas : 150 psi Katup searah harus type anti water hummer.100 gpm Tekanan kerja: 5 atm Ketelitian: + 5% Thermometer Jenis : Mercury expansion Mounting: Pipa Range : 10 ..40 centrigrade (8) (9) (10) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . lever operated.. Kelas : 150 psi Katup Reservoir/ Foot Valve Jenis : Ball foot ball bronze valve. Toyo atau setaraf. (7) Flexible Connection Jenis : Spool type flexible rubber Bentuk: Spherical Kelas : 150 psi Merk : Proco. Kelas : 150 psi Katup Pelepas Udara Jenis : Cast-iron valve Kelas : 150 psi (3) (4) (5) (6) Strainer Jenis : Screen : Kelas : Merk : “Y” pattern bronze Stainless steel 150 psi Kitazawa. Katup Pengatur/ Pembalans. Tozen.Yamamoto atau setaraf Flow Meter Jenis : Direct-reading impact-tube Range : 10 .1 0 atm Merk : Nagano. lever operated. Pressure gauge Jenis : Bourdon.P E M E R I N T A H K O T A 105 . Jenis : Full foot ball bronze valve. dial-gage Fluida kerja: Air Dial size: 10 cm Range : 1 . atau setaraf.

. Pekerjaan desinfeksi. Khusus untuk kran taman/ Hose Bibb harus dilengkapi dengan coupling penyambungan ke slang. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . e.Bronze glass guard (11) Kran Taman & Kran Botol Jenis : Per chroom Ukuran: 0 1/2" Merk : TOTO.KITZ. Testing pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa-pipa tersalut dengan plesteran/ salut dinding dan sebelum langit-langit di daerah yang bersangkutan terpasang.2 ppm b. Pengujian dinyatakan berhasil apabila selama pengujian tidak terjadi penurunan tekanan. TAHO.. kontraktor harus mencari sebabnya dan segera memperbaiki kesalahan/ kerusakan/ ketidak sempurnaan tersebut dan pengujian harus diulang. Pengujian dilakukan pada pipa utama sebelum pipa tersebut ditanam dalam tanah atau didalam bagian bangunan.Thermometer well : . d. f.Kelengkapan: .P E M E R I N T A H K O T A 106 . Testing pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa-pipa tersalut dengan plesteran/ salut dinding dan sebelum langit-langit di daerah yang bersangkutan terpasang. SAN-EI atau setaraf. g. c. Bila terjadi penurunan tekanan selama waktu waktu pengujian. dengan memasukkan larutan chlorine ke dalam sistim pemipaan air bersih dengan sistim injeksi dan menjalankan pompa dan setelah 16 jam harus dibilas dengan air bersih sehingga dosis chlorine yang sisa tidak lebih dari 0. Sistim pemipaan harus ditest dengan tekanan hydrostatis sebesar 2 x tekanan kerja atau sekurang-kurangnya 120 psi atau 6 atm absolut selama 6 (enam) jam terus menerus. Pasal 7 PENGETESAN/ PENGUJIAN SISTIM PEMIPAAN AIR BERSIH Semua peralatan yang sudah terpasang harus ditest dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a.

K E T E NT UA N PE NGGA NT UNG P I P A . begitu pula dengan percabangan harus menggunakan Tee atau Cross Tee sesuai dengan kebutuhan. Bila ada perubahan design atas permintaan owner. perlindungan/ proteksi pada waktu pelaksanaan sesuai dengan ketentuan pabrik dan ketentuan pada instalasi pipa air bersih.P E M E R I N T A H K O T A 107 . dengan jenis material yang sama. Konstruksi dan jarak penggantung sesuai dengan ketentuan pada instalasi pipa air bersih. (2) (3) (4) (5) (6) (7) - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . socket dan lainnya. Semua pipa harus digantung pada struktur bangunan dan tidak diperkenankan meletakkan pipa-pipa tersebut pada rangka langit-langit. elbow. Pemasangan semua sanitary fixtures dengan perlengkapannya. Kelas atau type dari fitting harus equivalent dengan type dari pipa tembaganya. K ONS TR UK SI & PE R SY A R A T A N PEMIPAAN (1) Semua alat penggantungan harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak merusakkan pipa-pipa. Perubahan arah pipa harus dilaksanakan dengan fitting pembantu (elbow. Untuk pipa-pipa horizontal dipasang miring ke atas mengikuti arah aliran.. Pemotongan pipa. Pasal 9 FITTING (1) Double nepple. bend). tee. isolasi dan cukup kuat sehingga tidak menyebabkan turunnya pipa-pipa yang terpasang.Pasal 8. Pasal 10 PEMASANGAN INSTALASI PIPA AIR KOTOR & AIR BEKAS (1) Lingkup Pekerjaan Pekerjaan pemipaan/saluran air kotor dan air bersih buangan dari sanitary fixtures sampai ke tempat pengolahan air kotor/ air buangan. kontraktor harus membuat shop srawing dengan persetujuan pemilik proyek. Apabila terdapat segmen pemipaan yang ternyata menghalangi jalur instalasi lain maka perbaikan-perbaikan atau pembongkaran dilaksanakan atas biaya pemborong sendiri. bend. reduct. membengkokkan pipa tidak diperkenankan. kemiringan pipa dari 1 : 200 s/d 1 : 300..

Tidak dibenarkan menembak/ ramset pada plat lantai untuk keperluan penggantung pipa-pipa. 1/6.P E M E R I N T A H K O T A 108 .W. 1/8 dan 1/16. Pipa yang digunakan harus dari jenis poly vinyl chloride (P. Untuk vent dan semua fittingnya menggunakan pipa PVC dengan bentuk sambungan monolit (solit). D I N A S P E K E R J A A N UM U M .) tidak rapuh. Pemasangan instalasi pipa air kotor dan air bekas harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran dan lokasi yang telah ditentukan didalam gambar kerja. d. untuk arah aliran horisontal ke vertikal dan untuk belokan pembuangan dari closed. kecuali dengan cara mengebor pada tempattempat tertentu atas petunjuk pengawas dan kontraktor sipil. (2)Persyaratan Pemipaan Air Kotor a. Fitting yang digunakan harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut Semua perubahan ukuran pipa harus menggunakan reducing fitting. merknya harus sesuai dengan merk pipa yang dipakai. khusus pipa menyeberangi jalan atau parkir harus dilindungi pipa Galvanized Steel Pipe (GSP). Fitting yang digunakan harus sesuai dengan standard PVC connection.V. Fitting.. Semua pipa-pipa horizontal dengan kemiringan minimal 1. long sweep 1/4. Untuk pipa-pipa vertikal dipakai cabang “Tee” dengan short weep 1/4 bend.. Pemasangan pipa harus dilakukan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Arah aliran instalasi pipa air kotor (sewage) & air bekas ditujukan ke pipa sewage treatment melalui basin pompa sewage.5 cm per meter) ke arah aliran.5 % (1. Penggantungan pipa-pipa harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan atau standard dari jenis pipa PVC system. b. kecuali apabila dinyatakan lain sesuai dengan kebutuhannya. sambungan dengan las tidak dibenarkan untuk dipakai. Pembelokkan arah aliran harus menggunakan “Y” fitting kombinasi dari “Y” dan 1/8 “bend”.- Pembuatan bak kontrol (inspection chamber) untuk waste dan soil.C) klas/ kualitas terbaik (clase A. - - c. merk : WAVIN atau setaraf (SII Standard).

D I N A S P E K E R J A A N UM U M . g.- Pipa-pipa dan fitting harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kebocoran. kecuali apabila fixtures tersebut telah dilengkapi dengan trap tersendiri. Penyambungan pipa atau fitting harus mengikuti petunjuk dan instruksi dari pabrik produsen via yang bersangkutan. diteruskan ke atap sebagai vent yang dengan pipa-pipa vent vertikal lainnya. Jika tidak memakai isolasi maka sleeve harus dipasang minimal satu ukuran lebih besar dari pada aslinya. jika dihubungkan dengan pipa vent utama harus pada ketinggian tidak kurang dari 30 cm diatas atap dan harus dilengkapi dengan flashing fittings. Floor drain harus dipasangkan dengan dilengkapi trap.. - e. Cara proteksi. Pipa vent yang berasal dari kelompok fixtures. f. Sleeve yang dipakai adalah galvanized steel pipe. grate dan brass strainer yang dapat dibuka-buka untuk pembersihan. Pipa vertikal utama dari instalasi air kotor dan air bekas dengan ukuran yang sama. dinding atau balok) harus dibuat sleeve. Rongga antara pipa instalasi dan sleeve harus ditutup rapat dengan bahan yang elastis. Trap harus dipasang ditempat yang sudah dicapai dan harus menggunakan clean out plug. sebelum beton-beton yang bersangkutan dicor. - h.Sleeves dikerjakan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Untuk semua pipa-pipa yang menembus beton (sloop plat lantai. Trape harus dipasang dengan ketentuan sebagai berikut : Setiap pemasangan fixtures harus dilengkapi dengan pemasangan trap pada pipa yang akan menuju fixture. Vent harus dipasang dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pipa horizontal harus dipasang miring ke arah aliran drain yang menuju pembuangan tanpa ada trap atau konstruksi yang berbentuk trap.P E M E R I N T A H K O T A 109 . rembesan atau retakan-retakan pada sambungannya. Merk : Toto atau setaraf. pemotongan dan pembersihan disesuaikan dengan cara sebelumnya..

Perlindungan/ proteksi sesuai dengan cara sebelumnya. Semua clean out adalah yang dimaksud sampai menembus lantai (floor clean out) atau type clean out lantai. o..5 m dan diujung pipa tersebut dipasang Tee. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Toto atau setaraf. Pengujian dari seluruh sistim pemipaan air kotor/ bekas ini dilakukan setelah pemasangan selesai dan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk CM/ Perencana. Semua pipa tegak harus dijangkar kuat pada tiap jarak 2. s. Pada bagian bawah dari pipa tegak ke pipa datar harus diberi penumpu/ support dan pipa datar lainnya diberi penggantung. Semua pipa dan fitting yang dipakai dalam pekerjaan ini harus dari satu merk dan mengikuti standard yang sama. Merk : San-Ei. Pemasangan/ perletakan pipa-pipa ini disesuaikan dengan gambar pelaksanaan dan dimensi dari masing-masing pipa tertera jelas dalam gambar.5 m maksimum.i. Untuk pipa mendatar harus ditumpu/ digantung kuat pada jarak maksimum 2 m. p. t. n. (1) Sambungan pipa PVC harus menggunakan sambungan dengan “solvent cement”. j. m. Pipa vent tegak yang keluar dari permukaan tanah harus mempunyai ketinggian 2. Fittings terbuat dari bahan yang sama dengan jenis bahan pipa dan merupakan cetakan pabrik. Pada jalur pemipaan setelah keluar dari bangunan harus dipasang inspection chamber dengan konstruksi sesuai dengan persyaratan/ standard. l.. Pasal 11 PERSYARATAN SAMBUNGAN PIPA AIR KOTOR k. Pemborong harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk keperluan pengujian tersebut dan segala biaya menjadi tanggung jawab Pemborong.P E M E R I N T A H K O T A 110 . Untuk fitting/ belokan yang menerima beban vertikal akibat adanya pipa tegak diatas harus diberi penumpu beton/ thrust blok. q. r.

Pasal 13 PEMASANGAN INSTALASI AIR HUJAN (2) (3) (4) (1) Pemasangan dan pemipaan ini meliputi : Pemasangan semua instalasi air hujan dari atap sampai ke bak kontrol di lantai dasar. Roof drain ttype cast iron drain.. Fitting yang digunakan harus dari jenis “Injection moulded fitting”. Merk : Ruchika.P E M E R I N T A H K O T A 111 . Bila selama 60 menit penurunan permukaan air tidak lebih dari 10 cm. pengujian dinyatakan berhasil. Sambungan antara pipa dan arah yang berbeda harus menggunakan “Long Radius Elbow” dan/ atau combination WYE. Wavin. Pralon atau setaraf. Pasal 12 PENGUJIAN SISTEM PEMIPAAN AIR KOTOR & VENT (3) (4) (1) Semua lubang keluar/ pembuangan harus ditutup rapat dengan menggunakan plastik yang khusus untuk itu. Seluruh sistem pemipaan diisi dengan air sampai ke lubang pipa vent yang tertinggi. Pengetesan kebocoran dilakukan sesuai dengan diatas. Untuk pipa-pipa horizontal. fitting dari jenis welded fitting tidak diperkenankan untuk dipakai. kemiringan pipa harus sesuai dengan gambar dan keadaan setempat.(2) Sambungan harus mampu menahan tekanan air kotor sebesar tinggi kolom air dari pipa terendam sampai ke titik ujung atap pipa vent stack. Seluruh bak kontrol untuk air hujan tidak termasuk dalam skope ini (masuk pekerjaan sipil/ arsitektur).. Pemasangan roof drain dari pipa yang bersangkutan. (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Bila penurunan permukaan air melebihi batas yang telah ditentukan maka Kontraktor harus segera memperbaiki dan pengujian harus diulang kembali. (2) Pipa yang digunakan harus PVC pipe dari clase AW dengan solvent cement.

Pasal 15 PETUNJUK KERJA DAN PETUNJUK PEMELIHARAAN INSTALASI (1) Setelah selesai pemasangan seluruh instalasi dan setelah selesai pelaksanaan pengujian. Kontraktor harus menempatkan tenaga terdidik dan ahli dalam mengoperasikan serta memelihara seluruh sistim perlengkapan instalasi yang dilaksanakan. (2) Kontraktor diharuskan melatih orang-orang yang ditunjuk Pemilik Bangunan sehingga mahir dalam mengoperasikan seluruh peralatan dan sistim instalasi yang dilaksanakan. tetapi dapat dilampirkan hanya sebagai pelengkap. Kontraktor harus menyerahkan 4 (empat) set buku petunjuk kerja sistim instalasi san petunjuk pemeliharaan kepada CM. pipa keluar dari jenis GIP. manhole. Reservoir harus diuji terhadap kemungkinan kebocoran.. Sistim kerja dari setiap bagian instalasi.2 m 3 . Buku petunjuk sistim kerja instalasi dan petunjuk pemeliharaan harus disusun sedemikian. dengan perlengkapan pipa pengisi lengkap dengan float kontrol. sampai orang yang ditunjuk Pemilik Bangunan tersebut benar-benar mahir dan sanggup menggantikannya. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh untuk mengoperasikan seluruh peralatan dan sistim instalasi yang dilaksanakan. elektroda water level kontrol. sehingga mudah dipelajari dan bersampul kertas tebal dengan muka depan tertulis dengan jelas jenis instalasi yang bersangkutan dan tertulis dalam Bahasa Indonesia. float valve dari stainless steel.Pasal 14 GROUND RESERVOIR Reservoir bawah dengan kapasitas 18.P E M E R I N T A H K O T A 112 . Semua peralatan harus dapat berfungsi dengan baik. serta mengatasi (3) (4) (5) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Buku tersebut harus memuat : Uraian secara umum dari sistem dan peralatan instalasi Plumbing secara keseluruhan. pipa vent peluap. terbuat dari beton bertulang kedap air. sampai orang yang ditunjuk Pemilik Bangunan tersebut benar-benar mahir dan sanggup menggantikannya. tangga pengontrol.. Cara menjalankan/mematikan setiap peralatan kerusakan-kerusakan kecil yang mungkin timbul. Brosur-brosur yang dikeluarkan pabrik pembuat peralatan tidak dapat dianggap sebagai petunjuk kerja dan petunjuk pemeliharaan.

- Tebal peralatan yang memuat macam dan jumlah mesin/ peralatan lokasi. (2) (3) (4) (5) (6) (7) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . sehingga dapat dijamin bahwa pekerjaan tersebut dapat bekerja dengan baik.. pabrik asal. tenaga dan biaya untuk mengadakan pengujian menjadi tanggungan Kontraktor. Harus dilakukan oleh tenaga ahli dari penjual mesin/peralatan tersebut yang mana telah mendapat pendidikan khusus untuk itu dari pabrik pembuat mesin tersebut.. untuk waktu jangka panjang. Sebelum melakukan test. bila diperlukan. tahun pembuatan. tipe. Harus disaksikan oleh Pemberi Tugas. nama dan alamat perusahaan yang menjadi agen di Indonesia. data dan literatur dari peralatan yang tidak ada sangkut pautnya dengan peralatan yang terpasang. semua pemeliharaan berkala. Petunjuk pemeliharaan dari sistim instalasi dan semua peralatan. tabel pelunasan dan daftar suku cadang. Jangan memasukkan brosur. - - Pasal 16 PENGUJIAN INSTALASI.P E M E R I N T A H K O T A 113 . Tata cara pengujian dan pelaksanaan pengujian harus dilakukan dibawah pengawasan CM. yang memuat tugas pemeriksaan secara umum. Literatur dari pabrik tentang peralatan yang terpasang. CM/ Team Pengawas dan badan lain yang berwenang. RUNNING TEST DAN COMMISSIONING (1) Semua pekerjaan yang dilaksanakan harus diuji. Kontraktor harus menanggung biaya untuk pemeriksaan dan pemberian izin dari instansi yang berwenang. Kontraktor harus menyerahkan prosedur running test kepada Direksi/ CM berikut start up manual yang dikeluarkan dari pabrik pembuat mesin tersebut. Semua perlengkapan.

harus bersih.. Bahan-bahan yang digunakan. Batu bata yang digunakan ukuran 10 x 10 x 20 cm dengan mutu terbaik.XV. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas minimal 3 (tiga) contoh dari hasil produk yang berlainan untuk mendapatkan persetujuannya. Syarat-syarat batu bata harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI-10. e. tidak mengandung lumpur. siku dan sama ukuran. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Untuk dinding semen raam/rapat air. Persyaratan bahan a. 3. Lingkup Pekerjaan a. sama warna serta disetujui Direksi Pengawas. adukan yang digunakan 1 pc : 2 pasir pasang. mutu I dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. base serta memenuhi PUBI-1982 pasal 9. b. b. asam. minyak. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Semen portland yang digunakan harus dari satu merk produk.PEKERJAAN DINDING (1) Pekerjaan Dinding Batu Bata 1. kecuali pasangan batu bata semen raam. c. b. 2. Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi Pengawas. d. Seluruh dinding dari pasangan batu menggunakan adukan 1pc : 4 pasir pasang.P E M E R I N T A H K O T A 114 . Air untuk adukan pasangan. Pasir aduk harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof/balok sampai 50 cm diatas permukaan lantai setempat. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. c.. Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik. produk lokal dan disetujui Direksi Pengawas.

(2)

Pekerjaan Plesteran Dinding 1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar.

b.

2.

Persyaratan Bahan a. Semen portland yang digunakan harus dari satu produk, mutu I dan yang disetujui Direksi Pengawas serta memenuhi syaratsyarat yang ditentukan dalam NI-8. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 dan PUBI-1982. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10. Campuran (agregate) untuk plester harus dipilih yang benarbenar bersih dan bebas dari segala macam kotoran, harus bersih dan melalui ayakan 1,6 - 2,0 mm.

b. c. d.

3.

Syarat-syarat Pelaksanaan a. Seluruh plesteran dinding batu bata dengan aduk campuran 1 Pc : 4 pasir, kecuali pada dinding batu bata semen raam/rapat air. Pada dinding batu bata semen raam/rapat air diplester dengan aduk campuran 1 PC : 2 pasir Pasir pasang yang digunakan harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang disyaratkan. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan diatas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus bermutu baik dari jenisnya dan disetujui Direksi Pengawas. Semen Portland yang dikirim ke site harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya, bertuliskan type dan tingkatannya, dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat.

b.

c.

d.

e.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

115

f.

Bahan harus disimpan ditempat yang kering, berventilasi baik, terlindung bersih. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan, dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan persetujuan, lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Material yang tidak disetujui diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diharuskan memeriksa site yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor diharuskan memeriksa site yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk di mulainya pekerjaan. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya, Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi Pengawas. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. Tebal plesteran 1,5 cm dengan hasil ketebalan dinding finish 15 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran, pada bagian pekerjaan yang diijinkan Direksi Pengawas. Pertemuan plesteran dengan jenis pekerjaan lain (kosen dan lain sebagainya), dibuat naat (tali air) lebar minimal 7 mm dalam 5 mm, kecuali bila ditentukan lain. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran yang homogen, acian dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya Kontraktor selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik/Pemakai.

g.

h.

i.

j.

k.

l.

m.

n.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

116

XVI.PEKERJAAN LANTAI A.Pekerjaan Pasangan Keramik Lantai Bangunan 1. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Pekerjaan lantai keramik ini dilakukan pada finishing lantai bangunan yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar.

b.

2.

Persyaratan bahan a. Bahan yang digunakan adalah jenis keramik KIA atau merek setara lainnya. Warna akan ditentukan kemudian, untuk masing-masing warna harus seragam, warna yang tidak seragam akan ditolak. Tebal bahan minimal 7 mm, finishing berglazuur, kekuatan lentur 250 kg/cm2 dan tingkat I (satu). Bahanpengisi siar berwarna/ibagrout/Titlegrout. dari grout semen

b.

c.

d.

e.

Bahan perekat dari adukan spesi 1 PC : 2 pasir ditambah bahan perekat/ Ibafix. Ukuran dan lokasi pemasangan finishing lantai. Ukuran 30 x 30 cm digunakan sebagai finishing keseluruhan lantai sesuai yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar. Ukuran 20 x 20 cm digunakan sebagai finishing keseluruhan keramik lantai WC dan Ukuran 20 x 30 cm digunakan sebagai dinding keramik WC sesuai yang disebutkan/ditujukkan dalam detail .

f.

-

g.

Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM, NI-19, PUBI 1982 pasal 31 dan SII 0023-81. Semen Portland harus memenuhi NI-8, pasir harus memenuhi PUBI 1982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9.

h.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

117

3.

Syarat-syarat Pelaksanaan a. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya (minimum 3 contoh bahan dari 3 jenis produk yang berlainan) kepada Direksi Pengawas. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat shop drawing dari pola keramik yang disetujui Direksi Pengawas. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak bernoda. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 4 pasir dan ditambah bahan perekat seperti yang disyaratkan. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar-benar rata. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar), harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai detail gambar serta petunjuk Direksi Pengawas, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan tegak lurus sesamanya. Siar-siar diisi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan persyaratan warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan dinding atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. Pinggulan pasangan keramik harus dilakukan dengan alat gurinda, sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang teratur, siku dan memperoleh bentuk tepian yang sempurna.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

k.

l.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

118

bahan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 13. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. ASTM No. Persyaratan Bahan a. c.m.6 warna. As 1500-1974. 01/ST/BM/1972. dengan berat jenis 2200 kg/m3. B. dengan subbase dari bahan lapisan pasir urug padat tebal 5 cm. - d..5 inchi). b. 2. Pekerjaan lapisan paving block ini dipasang sebagai lapisan finishing pada seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. dipasang sebagai lapisan finishing untuk tempat parkir dan jalan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar. peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3 x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat pada permukaan lantai. Bahan paving block dari produk yang bermutu baik dan disetujui Direksi Pengawas.Pekerjaan Lapisan Paving Block Area Parkir 1. Lingkup Pekerjaan a. dengan subbase dari bahan lapisan sirtu padat tebal 35 cm dan lapisan pasir urug atas lapisan sirtu tebal 5 cm.8 warna. 13/D3/C235 dan peraturan Bina Marga No. Bahan harus memenuhi ketentuan dari Asutralian Standard For Metric Concrete Building Block.P E M E R I N T A H K O T A 119 . Sirtu yang digunakan dari dalam sungai dengan ukuran gradasi klas B (100% lolos ayakan 1.. Type Interblock 16. b. dipasang sebagai lapisan finishing untuk Trotoir serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar. Type dan lokasi pemasangan : Type interblock 16. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . bahan-bahan.

dalam arti jenis ukuran dan jenis warnanya. Syarat-syarat Pelaksanaan a. teratur.. Hasil pemasangan harus rata dengan kelandaian/ kemiringan sesuai yang disyaratkan/ ditentukan dalam detail gambar. hingga tercapai hasil struktur lapisan homogen dan kepadatan yang maksimal. harus dipadatkan dengan Smooth Wheel Rollers kapasitas 8 ton.. h. Pasangan lapisan paving block menurut jenisnya. Lapisan paving block dipasang diatas lapisan pasir urug yang telah dipadatkan serta telah disiram dengan air yang bersih. Penggilasan dilakukan dari bagian tepi yang maksimal. c. Tidak diperkenankan memasang bahan paving block yang patah. f. retak atau yang ada cacat-cacat lain. b. selanjutnya nat atau se-sela tersebut diisi dengan pasir beton yang diayak dengan mata ayakan maksimum 2 mm. disesuaikan dengan detail-detail gambar untuk itu. Setelah paving block terpasang dengan teratur. Jarak pemasangan block yang satu terhadap yang lain dibuat maksimum 8 mm. Seluruh permukaan tanah dasar (sub grade) dan lapisan subbase dari hamparan sirtu. Penggilasan dilakukan dari bagian tepi kerah tengah dengan pengulangan minimal 6 kali. e. g.P E M E R I N T A H K O T A 120 .3. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . tanpa cacat/ retak/ rengat pada permukaannya. d. tidak bergelombang pada permukaan lapisan paving block serta tidak terjadi genangan air. Hails pemasangan harus cermat. seluruh permukaannya diratakan dengan menggunakan mesin penggilas kapasitas 1 ton atau sesuai yang disyaratkan dalam pekerjaan ini. Bahan dari mutu terbaik.

untuk seluruh bahan kayu kosen yang digunakan. baut. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. b. Kelembaban yang disyaratkan maksimum 17%. Kayu yang dipakai harus cukup tua. pola. Syarat-syarat Pelaksanaan a. lurus. Sebelum pemasangan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan. cara pemasangan. PINTU & JENDELA (1) Pekerjaan Kosen Kayu 1. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. bebas dari cacat seperti retakretak. sehingga dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klosklos. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. penimbunan kayu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. layout/penempatan. Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai persyaratan dalam NI-5 (PKKI tahun 1961). termasuk mempelajari bentuk. c... mutu kelas A.P E M E R I N T A H K O T A 121 . Sebelum melaksanakan pekerjaan. angkur-angkur dan penguat lain yang diperlukan b. kering dengan permukaan rata.PEKERJAAN KAYU KOSEN. bahan-bahan. mata kayu fan cacat lainnya.XVII. - - - 3. Persyaratan Bahan Bahan kosen dari kayu Bangkirai yang telah dikeringkan. Lingkup Pekerjaan a. kelas kuat I-II dan kelas awet III dan kayu Ulin untuk kosen KM/WC Ukuran finish kosen sesuai detail gambar. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang). PUBI 82 pasal 37 dan memenuhi persyaratan SII 0458-81.

hingga terjamin kekuatannya untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. Setelah terpasang perlu diberi pelindung terhadap benturan dan pengotoran dari akibat pelaksanaan pekerjaan lain. e. bahan-bahan. i. Semua kosen yang melekat pada dinding beton/bata diberi penguat angkur diameter 10 mm. Kosen yang terpasang harus sesuai petunjuk gambar dan diperhatikan ukuran. j. (3) Pekerjaan Daun Jendela Kaca 1. d.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pembuatan dan penyetelan/pemasangan kosen-kosen harus lurus dan siku. rata. h. g. Pekerjaan daun pintu kaca meliputi pembuatan daun jendela kaca/frame dari kayu bangkiray untuk seluruh detail yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar. f. meni atau finishing lainnya sebelum diperiksa dan diteliti oleh Direksi Pengawas. Lingkup Pekerjaan a.. Pemasangan tiang kosen yang langsung diatas lantai (kosen pintu) dibuat neud tinggi 10 cm.P E M E R I N T A H K O T A 122 . sehingga mekanisme pembukaan pintu/jendela bekerja dengan sempurna. bentuk profil. b. type kosen dan arah pembukaan pintu/jendela. Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. k. lurus dan sikusiku satu sama lain sisi-sisinya dan dilapangan sudah dalam keadaan siap untuk penyetelan/pemasangan. Semua kayu tampak harus diserut halus. kecuali bila ditentukan lain. Pada setiap sisi kosen pintu yang tegak dipasang 3 angkur dan untuk sisi kosen jendela 2 angkur. Kosen tidak diperkenankan dipoles dengan cat. vernis. hingga dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. Pemotongan dan pembuatan profil kayu dilakukan dengan mesin diluar tempat pekerjaan/pemasangan. Bahan dari beton adukan 1 PC : 2 pasir beton : 3 koral.

mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Untuk daun jendela kaca setelah dipasang harus rata. b. pola.. cara pemasangan.. hingga dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. tidak terkenan cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi dilapangan (ukuran dan lubang-lubang). b. Jika diperlukan. layout/penempatan.P E M E R I N T A H K O T A 123 . tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Direksi Pengawas. tidak bergelombang. tanpa meninggalkan bekas/cacat pada permukaan rangka yang tampak. Lingkup Pekerjaan a. d. Digunakan kaca rayband tebal 5 mm. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. e. c. bahan-bahan.2. Persyaratan Bahan Bahan Panel Untuk panel digunakan bahan kaca yang memenuhi persyaratan dalam PUBI 82 pasal 63 dan SII 0819-78. Sebelum pelaksanaan dimulai. Sebelum melaksanakan pekerjaan. Pekerjaan pembuatan daun pintu double teakwood bagian dalam lapis aluminium seng dipasangkan pada pintu-pintu dan seluruh detail seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka jendela dan penguat lain agar tetap terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/ menjaga kerapihan. (4) Pekerjaan Daun Pintu Double Teakwood Bagian Dalam Lapis aluminium Seng 1. tidak melintir dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik. termasuk mempelajari bentuk. Syarat-syarat Pelaksanaan a. 3. penimbunan bahan-bahan jendela ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik.

layout/penempatan. b. mutu I. Bahan block board dari jenis yang bermutu baik. digunakan lem kayu yang bermutu baik. Sebelum melaksanakan pekerjaan.2.. Setiap sambungan rangka daun pintu dan setiap penempelan permukaan bahan pelapis untuk panel daun pintu.. Kelembaban bahan kayu yang digunakan. disyaratkan maksimum 12%. e. lurus kering dengan permukaan rata. penimbunan bahan-bahan pintu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. buatan dalam negeri merk Asahi. 3. Pengisi pintu dari bahan block board tebal 18 mm lapis double Teakwood 4 mm. mata kayu dan cacat lainnya.P E M E R I N T A H K O T A 124 . Sebelum pelaksanaan dimulai. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai persyaratan dalam NI-5 (PKKI tahun 1961). Pelapisan dilakukan pada kedua belah sisi/muka block board. teak Teakwood dari merk Asahi atau yang setara dan Teakwood merk Singa Laut. b. pemasangan sesuai detail gambar. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi persyaratan dalam PUBI tahun 1982 pasal 38 dan memenuhi SII 0404-81. kelas kuat II dan kelas awet I-II. termasuk mempelajari bentuk. dipasang list dari kayu Ramin yang telah dikeringkan. lebar 5 cm. pola. bebas dari cacat seperti retak-retak. d. Syarat-syarat Pelaksanaan a. cara pemasangan.PUBI 82 pasal37 dan memenuhi persyaratan dlm SII 0458-81. Kayu yang dipakai harus cukup tua. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. c. Pada bagian-bagian daun pintu seperti yang telah ditentukan dalam detail gambar. merk Aica Aibon atau merk lain yang setara. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang). f. Persyaratan Bahan a. Bahan rangka dari kayu Bengkirai yang telah dikeringkan. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban.

e. bentuk dan susunan pelapisannya. Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka kayu agar tetap terjamin kekuatannya dengan memperhatikan kerapihan. Jika diperlukan.. Tebal lapisan aluminium seng daun pintu. g. tidak melintir dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik dan sempurna. dilakukan dengan sistim pres di pabrik). rata. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . f. Penyambungan rangka daun pintu dibuat sistim lubang dan pen dengan paku/pasak kayu atau bambu serta digunakan lem kayu yang bermutu baik produk dalam negeri dari merk seperti yang telah disyaratkan dan disetujui Direksi Pengawas. tidak bergelombang. Semua permukaan rangka kayu harus diserut halus. tanpa meninggalkan bekas/cacat pada permukaan kayu yang tampak. Pekerjaan daun pintu dilakukan dibengkel penyambungan rangka dan penempelan dari seluruh bahan panel. sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar.P E M E R I N T A H K O T A 125 . harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Direksi Pengawas. h. Daun pintu setelah dipasang harus rata. tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. lurus dan siku-siku satu sama lain sisi-sisinya ukuran rangka kayu merupakan ukuran jadi.c. d..

Curbin atau merk lain. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.P E M E R I N T A H K O T A 126 . dipasang Door Closer merk Schlage. atau merk lain yang setara dan yang disetujui Direksi Pengawas.. dari produk yang bermutu baik. Yang termasuk pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. (2) Persyaratan Bahan 1. finish satin stainless steel atau satin chromium. Falcon. b. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Direksi Pengawas. 3. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . menggunakan engsel merk Schlage.. bahanbahan. pengawasan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan pada daun jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditentukan dalam gambar. pada daun jendela minimum dipasang 2 buah setiap daunnya. Pada daun pintu yang telah disyaratkan/ditentukan dalam gambar.PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI (1) Lingkup Pekerjaan 1. Falcon. Curbin type/serie LCN 1000 (steel grey) Peralatan dari seluruh daun pintu yang telah disyaratkan/ditentukan dalam gambar. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan gambar. antara lain : Flush Bolt type/serie FB 007 dari Satin Stainless Steel Door Guard type/serie DG 005 dari Polish Chromium Door Stop type/serie 431 dari alumunium Door viewer type/serie DV 004 dari Brass Rack Bolt type/serie WB 006 dari Brass 2. Falcon atau Curbin type/serie 414. Meliputi pengadaan. dipasang peralatanperalatan dari merk Schlage. 2. Perlengkapan Daun Pintu a. Material dari bahan stainless steel dengan paku sekrup kembang bahan sama dengan bahan engsel. pemasangan. Engsel (butt ghinges) dengan pemasangan 3 buah untuk pintu enkel dan 2 x 3 buah untuk pintu double.XVIII. Semua hardware dalam pekerjaan ini. c.

sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. f. Semua peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini. Untuk seluruh pintu yang dapat membentur dinding bila dibuka. noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus dibersihkan dan dihilangkan sama sekali. e. digunakan kunci pintu merk Schlage type/serie A dan B dengan material finish satin stainless steel atau satin chromium. (3) Syarat-syarat Pelaksanaan 1.. g. Direksi Pengawas dapat meminta untuk mengadakan test-test laboratorium yang dilakukan terhadap contohcontoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. Knob handle untuk kunci-kunci pintu type/serie A dan D adalah Orbit.d. 4. diberi door stop dari merk dan type seperti yang telah disyaratkan. harus terpasang kuat pada rangka daun pintu. Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai keatas. Pengajuan/penyerahan harus disertai brosur/spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan. Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut. Lock set. 2. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .. daun pintu double teak Teakwood dan daun pintu glasal. Kunci tanam. Seluruh biaya test laboratorium menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Engsel atas dipasang tidak lebih dari 20 cm (as) dari sisi atas pintu kebawah.P E M E R I N T A H K O T A 127 . Penarik ‘lock’ dan ‘latch’ harus diajukan oleh Kontraktor kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. dipasang dengan baik pada lantai dengan menggunakan sekrup dan nylon plug. Handle dan Back Plate Pada seluruh daun pintu panel kayu. Setelah kunci terpasang. 3. Apabila dianggap perlu.

5.20. Bentuk/ ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.XIX. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Kolom Baja 200.5.PEKERJAAN RANGKA ATAP (1) Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan 1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.7 mutu BJ 37 Plat stefner + assesories. Pengelasan konstruksi harus dilakukan sesuai gambar konstruksi dan harus mengikuti prosedur/ persyaratanpersyaratan dalam AWS dan AISC Spesification.50.100. Terbuat dari bahan baja Ringan mutu terbaik. Seluruh pekerjaan dibengkel harus merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi.PEKERJAAN ATAP A.40.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . b.4 dudukan gording mutu BJ 37 Trekstang besi Ø 16 + jarum keras Sograd besi Ø 12 lengkap mur-baut - c.8 mutu BJ 37 Kuda-kuda + jurai Baja 150. 3. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan. Meliputi pekerjaan railing dilakukan untuk seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar.5. bahan-bahan. dan yang disetujui Direksi Pengawas. Lingkup Pekerjaan a.3. Persyaratan Bahan a.2 Baja ∟ 40.P E M E R I N T A H K O T A 128 . produk dalam negeri. mutu ST 42 Gording canal kait C 125.75. 2. Syarat-syarat Pelaksanaan a.. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.

g. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pada pekerjaan las.. f. Pada pekerjaan. dimulai Kontraktor harus menunjukkan detail-detail panjang serta ukuran las. k. Kedudukan konstruksi baja yang segera akan di las harus menjamin situasi yang paling aman bagi pengelas dan kualitas hasil pengelasan yang dilakukan. maka sebelum mengadakan las ulangan. l.b. Pekerjaan pengelasan harus dibawah pengawasan personel yang memiliki persiapan teknis pekerjaan tersebut. Sebelum pekerjaan di bengkel membuat gambar kerja yang lengkap dari semua komponen. Untuk bagian konstruksi baja harus dilakukan dengan las listrik serta pengelasannya sudah melalui test & harus memiliki ijasah yang menetapkan kualifikasi. jumlah. Pengelasan konstruksi. jenis pengelasan yang diperkenankan padanya Bagian konstruksi yang setara akan dilas harus dibersihkan dari bekas cat. yang diperlukan/ digunakan c. maka lapisan yang terdahulu harus dibersihkan dari kerak (slak) dan percikan-percikan logam sebelum memulai dengan lapisan las yang baru. j. karat. Setiap pekerjaan yang kurang baik atau tidak sesuai dengan gambar atau spesifikasi ini akan ditolak dan Kontraktor harus mengganti segera tanpa tambahan biaya. h. ukuran serta peralatan lain dalam pekerjaan ini. e. dimana akan terjadi banyak lapisan las. maupun bidang-bidang benda kerja dibersihkan dari kerak (slak) dan kotoran lainnya.. i. baik secara keseluruhan maupun merupakan pengelasan-pengelasan bagian-bagiannya hanya boleh dilakukan setelah diperiksa bahwa hubungan-hubungan yang akan di las sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk konstruksi itu. Lapisan las yang berpori-pori. d. rusak atau retak harus dibuang sama sekali.baikbekas lapisan pertama.P E M E R I N T A H K O T A 129 . lemak dan kotoran. Pemeriksaan pekerjaan dibengkel dapat dilakukan bila dikehendaki sewaktu-waktu oleh Direksi Pengawas dan tidak ada pekerjaan yang dikirim ke lapangan sebelum diperiksa dan disetujui Direksi Pengawas. Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran yang tercantum pada gambar.

bahan-bahan. Meliputi pengadaan dan pemasangan semua bahan penutup atap seperti yang tertera pada Bill of Quantity dan gambar rencana. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. II. pekerjaan kayu dan pekerjaan lainnya. Bahan : Genteng Metal Bahan tidak mudah pecah.PEKERJAAN PENUTUP ATAP I.P E M E R I N T A H K O T A 130 . contoh-contoh semua bahan atap. sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . seperti pekerjaan baja.Persyaratan Bahan Semua persyaratan pelaksanaan dan mutu beton untuk atap dak sepeti tercantum balam bab pekerjaan beton. yang berkaitan dengan pekerjaan pemasangan atap. Lingkup Pekerjaan a. bubungan dan lain sebagainya yang akan digunakan harus diajukan terlebih dahulu untuk dimintakan persetujuan konsultan perencana dan konsultan pengawas. tahan terhadap perubahan cuaca. 2. Spesifikasi bahan : Ukuran seperti yang tertera pada Bill of Quantity dan gambar rencana.tidak mudah berlumut atau berjamur. sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.Lingkup Pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan semua bahan penutup atap seperti yang tertera pada Bill of Quantity dan gambar rencana.. Mengadakan koordinasi dengan disiplin lain. b. b. bahan-bahan.PEKERJAAN PENUTUP ATAP GENTENG BETON 1.B. Persyaratan Bahan Sebelum didatangkan penutup atap di datangkan ke lokasi pekerjaan.. c. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. dan sesuai persetujuan konsultan pengawas.PEKERJAAN ATAP DAK 1. dan dapat mereduksi udara panas dan suara hujan. 2.

3. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan..d. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Lingkup Pekerjaan a.PEKERJAAN PLAFOND (1). D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Rangka plafond metal furing. Pola pemasangan rangka pembagi maksimal dibuat 60 x 60 cm serta kelos ukuran 3 x 4 cm yang dipasang pada setiap sambungan rangka pembagi. Pekerjaan langit-langit gypsum ini dilakukan pada ruang serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjukk Direksi Pengawas. Material lain yang tidak terdapat pada daftar diatas. Pekerjaan langit-langit gypsum 1. Pola pemasangan :Sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar. 2. b. bahan-bahan. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas.P E M E R I N T A H K O T A 131 . Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran jadi (finish). Bahan-bahan yang dipakai. harus baru. b. produk bermutu baik.. Warna sesuai persetujuan perencana dan konsultan pengawas. Bahan : gypsum tebal 9 mm. Persyaratan Pelaksanaan a. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujuan dari Direksi Pengawas. Persyaratan Bahan a. tetapi diperlukan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. b. c. c. hingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. dan disetujui oleh Direksi Pengawas. XX.

Pola pemasangan langit-langit gypsum tebal 9 mm untuk lantai 2 sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. jarak pemasangan satu sama lain (naad) dibuat 0. g. dari bahan kayu kamper yang difinish cat sesuai yang disyaratkan. Harus diperhatikan terhadap disiplin lain diantaranya pekerjaan elektrikal dan perlengkapan instalasi yang diperlukan. Sebelum dilaksanakan pemasangan langit-langit. Naad harus lurus dan sama lebar. Bila pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas tidak tercantum gambar rencana langit-langit harus diteliti terlebih dahulu pada gambar-gambar instalasi yang lain (EL.. tetapi diperlukan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. b. Pada pekerjaan langit-langit ini perlu diperhatikan adanya pekerjaan lain yang dalam pelaksanaannya sangat erat hubungannya dengan pekerjaan langit-langit ini. Material lain yang tidak terdapat pada daftar diatas. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujuan dari Direksi Pengawas. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . harus baru.4.P E M E R I N T A H K O T A 132 .5 cm atau sesuai dengan detail gambar. e. Hasil pemasangan harus betul-betul bersih. Bahan-bahan yang dipakai. c. AC dan lain-lain).. Persyaratan Pelaksanaan a. h. pekerjaan lain yang terletak diatas langit-langit harus sudah terpasang dengan sempurna. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas. pada pertemuan harus saling berpotongan tegak lurus satu sama lian. Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran jadi (finish). Pada bagian tepi langit-langit dipasang list bentuk profil ukuran sesuai yang ditujukkan dalam detail gambar. d. Untuk detail pemasangan harus konsultasi dengan Direksi Pengawas. f. Bidang pemasangan langit-langit tripleks harus rata/waterpas. PL.

39001970. AS K-41 dan sesuai ketentuan teknis dari pabrik yang bersangkutan. NI-4. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Warna akan ditentukan kemudian. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Jenis Weathershield digunakan sebagai cat finishing dinding/beton bagian luar (exterior). 2.XXI.PEKERJAAN PENGECATAN (1) Pekerjaan Pengecatan Dinding 1. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan dalam PUBI 1982 pasal 54. ICI atau merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. Pengencer air bersih maksimum 20%. Persyaratan Bahan a. Lingkup Pekerjaan a. Cat dasar Digunakan jenis alkali Pimer (untuk dinding/beton bagian dalam) Digunakan jenis Sealer (untuk dinding/beton bagian luar) Lapisan cat dasar dilakukan minimal 1 lapis sampai rata dan sama tebalnya. 133 e. Bahan cat buatan dalam negeri produk Danapaint. b. hingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. b. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. d. BS no. Jenis cat finishing/akhir Jenis Vinyl Acrylic emulsion digunakan sebagai cat finishing dinding/beton bagian dalam (interior). Pengeringan minimum setelah 2 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. g.P E M E R I N T A H K O T A . bahan-bahan.. f. Pengecatan untuk dinding/beton bagian dalam/luar minimal dilakukan 2 lapis.. c. Kapasitas/daya sebar maksimal 12 m2/liter untuk pengecatan 1 lapis. h.

Syarat-syarat Pelaksanaan a. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. dipakai kuas yang baik. Bidang pengecatan siap dicat setelah seluruh permukaan telah diratakan/dihaluskan dengan amplas. Lingkup Pekerjaan a. b. kering dan bersih dari segala kotoran. (2) Pekerjaan Pengecatan Kayu 1. permukaan bidang pengecatan harus rata. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contohnya untuk mendapat persetujuan dari Direksi Pengawas. b. Untuk permukaan dimana pemakaian roller tidak memungkinkan. daun pintu dan daerah service serta permukaan kayu yang tampak sesuai yang ditentukan/ ditunjukkan dalam detail gambar. h. Cat dasar dilakukan setelah seluruh permukaan pengecatan memenuhi persyaratan dan telah selesainya pekerjaanpekerjaan yang ada didalamnya. Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan dan persyaratan teknis operatip dari pabrik dan contoh percobaan warna cat kepada Direksi Pengawas. Sebelum pengecatan dimulai. e. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan benda-benda dan pengaruh pekerjaanpekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. Plesteran harus betulbetul kering. bahan-bahan. Sebelum pengecatan dilakukan. g.3. d. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Direksi Pengawas. hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Kontraktor diwajibkan membuat contoh-contoh warna. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan..P E M E R I N T A H K O T A 134 . D I N A S P E K E R J A A N UM U M . f. c. Pengecatan disyaratkan dengan menggunakan roller. untuk disetujui Direksi Pengawas.. minyak dan debu. Meliputi pengecatan permukaan kosen kayu.

2. c.. 3. untuk mendapat persetujuan Direksi Pengawas. Warna cat akhir akan ditentukan kemudian. b. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Kontraktor harus membuat contoh jadi dari pekerjaan pengecatan dalam beberapa macam warna. Contoh-contoh yang diserahkan harus disertai brosur dari pabrik yang bersangkutan. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas. Bidang permukaan pengecatan harus diratakan/dihaluskan dengan bahan/ alat mesin amplas elektrik yang bermutu baik. Bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-4 serta sesuai ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. segala persiapan pengecatan telah memenuhi persyaratan dengan baik dan telah disetujui Direksi Pengawas. e.P E M E R I N T A H K O T A 135 . minimal 2 (dua) jenis hasil produk yang berlainan. Seluruh permukaan sebelum dilapis cat awal dan cat akhir.. d. Persyaratan Bahan a. d. Sebagai cat awal digunakan cat jenis Pinotex clear yang dilapiskan sehingga tebal dan merata pada seluruh permukaan pengecatan dengan kuas atau dengan cara lain yang disetujui Direksi Pengawas. harus dilicinkan dengan mesin amplas listrik sampai halus dan licin. sampai merupakan bidang permukaan pengecatan yang halus dan licin. penukaran dan penggantian bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya tanpa adanya tambahan biaya. c. untuk diserahkan kepada Direksi Pengawas. Penukaran/penggantian bahan harus dari mutu sesuai contoh yang disetujui serta harus dengan persetujuan pihak Direksi Pengawas. b. Bahan sebelum digunakan. Digunakan bahan finishing melamine semi gloss buatan dalam negeri dari mutu terbaik produk I C I atau dari produk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. e.

Bidang permukaan pengecatan dibersihkan dari debu.1. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian bahan dilakukan. Lapis pengulangan dilaksanakan setelah 2 hari dari pengecatan awal. g. sehingga secara bersama-sama menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan jadwal dan spesifikasi yang ditentukan. i.f.P E M E R I N T A H K O T A 136 . disamping Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ini. Pengecatan harus dilakukan sejauh mungkin dari pengaruh pekerjaan lain serta jauh dari tumbuh-tumbuhan. serbuk gergaji. benar-benar bebas dari minyak. (1) Persyaratan Umum Pekerjaan instalasi listrik ini harus dilaksanakan oleh Instalatur Listrik yang telah mempunyai Surat Pengakuan (PAS) golongan C dari PLN setempat dan SIPP kelas A dari pemerintah setempat. Kontraktor harus menjalin hubungan yang baik dengan kontraktor lain dalam pekerjaan ini. dan sebagainya serta kering betul. 1941 -Puil 1987 -AVE/VDE..MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pasal 1 INSTALASI LISTRIK 1. j. Ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat. peralatan dan material tersebut dibuat. rata dan sama warnanya. Peraturan/persyaratan lainnya yang berlaku sah di Indonesia (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Harus dihindarkan adanya celah-celah/pori-pori serat kayu pada permukaan pengecatan. berlaku : A. h.V.. XXI. Peraturan/persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat. Pada dasarnya untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik ini. Pengecatan dilakukan minimal 2 (dua) lapis atau hingga dicapai hasil pengecatan yang tebal. Ketentuan yang dikeluarkan oleh pabrik dimana mesin. Gambar spesifikasi dan risalah aanwijzing merupakan suatu kesatuan yang saling mengikat dan melengkapi.

Kontraktor wajib menempatkan pengawas untuk mengawasi pekerjaannya sendiri.Biaya perizinan dan pengetesan untuk bahan-bahan dan peralatanperalatan yang dipasang. Kontraktor harus membuat catatan-catatan yang cermat dari penyesuaianpenyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan.Biaya keur dan biaya tanggungan instalsi Biaya administrasi pengurusan penyambungan. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang dipasang kepada direksi. (11) Commisioning & Testing a. Dalam perhitungan biaya penawaran.. Penanggung jawab pelaksana pekerjaan harus selalu berada di tempat pekerjaan dan dapat mengambil keputusan demi kelancaran pekerjaan. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . .P E M E R I N T A H K O T A 137 . Pemborong pekerjaan instalasi harus dilakukan testing dan pengukuran yang dianggap perlu untuk memeriksa. bahan dan perlengkapan yang diperlukan dalam kegiatan testing tersebut merupakan tanggung jawab pemborong. catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap gambar (kalkir) As Built Drawing dan harus diserahkan kepada direksi segera setelah pekerjaan selesai. Semua instalasi peralatan dan mesin yang telah dipasang sebelum diserahkan harus dites mengenai kemampuan bekerjanya .(4) Semua gambar-gambar kerja atau shop drawing yang dibuat oleh Kontraktor/ Instalatur listrik maka sebelum dilaksanakan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Pengawas/ Direksi Lapangan. Bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimaksud dalam spesifikasi teknis ini dan harus dalam keadaan baru. harus sudah termasuk : .. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan pemborong. mengetahui apakah seluruh instalasi yang dilaksanakan dapat berfungsi dengan baik dan telah memenuhi persyaratan yang berlaku. Semua tenaga. b. sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga ahli. (5) (6) (7) (8) (9) (10) Pengawas Kontraktor wajib bertanggung jawab atas semua pekerjaannya. Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk testing.

P E M E R I N T A H K O T A 138 . perbaikan selama masa pemeliharaan dan trainning bagi calon operator. dan penyambungan panel tegangan menengah Pengadaan. junction box. Pekerjaan Sistem Penerangan dan Stop Kontak 1. peralatan..Pengadaan dan pemasangan tiang lampu.2. pemasangan. Pekerjaan pentanahan (earthing) dari panel. pengujian. Umum Pekerjaan sistem elektrikal meliputi semua bahan. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . kabel instalasi dan pipa pelindung kabel dan accecorisnya. pemasangan unit-unit panel tegangan rendah Pengadaan. b. 1. pemasangan dan penyambungan pipa instalasi pelindung kabel serta berbagai accecoris lainnya seperti box untuk saklar. Instalasi dan pemasangan kabel a.2. socket.Umum Semua kabel yang digunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi persyaratan PUIL/LMK. dll. kotak kontak dan pompa. pemasangan. lampu. Sistem Penerangan dan Stop Kontak Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis armatur dan lampunya. 3. jenis kabelnya. armatur lampu. bends/elbows. - 2. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan sistem distribusi daya listrik Pengadaan. Persyaratan Teknik Khusus Sistem Elektrikal. pemasangan dan penyambungan kabel daya tegangan menengah lengkap dengan cable fitting lainnya. flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak sambung dan armature lampu. armature. stop kontak. pemasangan dan penyambungan kabel instalasi penerangan dan stop kontak. Semua kabel/kawat harus baru. Pengadaan dan pemasangan pipa conduit.1.1. Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis stop kontak biasa atau khusus Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis saklar. pemasangan dan penyambungan kabel daya tegangan rendah dengan berbagai ukuran dan type. flexible conduit. tenaga kerja.jelas ditandai ukurannya. a.. Pekerjaan Sistem Penerangan Luar (Outdoor Lighting) . switches Pengadaan. nomor dan jenis pintalan. Pengadaan. Pengadaan dan pemasangan trafo distribusi Pengadaan.

Kabel-kabel disambung sesuai warna atau nama masing-masing dan dites tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan. semua kabel pada rak kabel harus diklem.Penyambungan tembaga dilapisi timah putih dan kuat. PVC. .Ujung pipa kabel yang masuk dalam panel dan junction box harus dilengkapi dengan socket/ lock nut. .P E M E R I N T A H K O T A 139 . . . . Saluran Penghantar dalam Bangunan . .Instalasi penerangan tanpa ceiling gantung. Splice/ Pencabangan Tidak diperkenankan adanya splice baik dalam feeder maupun cabang. saluran penghantar (conduit) dipasang di atas cable tray dan diletakan di atas ceiling. ditanam minimal 80 cm. Pemasangan kabel dalam Tanah . c. .. harus dilindungi GIP conduit. bakelite atau PVC. diberi pasir . . . connection dan lain-lain seperti karet. composition dan lain-lain harus dari type yang disetujui.Instalasi saluran penghantar di luar bangunan digunakan saluran beton. e.Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi untuk pipa PVC yang khusus untuk listrik.Bahan isolasi Semua bahan isolasi untuk splice.Setiap kabel dalam bangunan digunakan pipa conduit minimum 5/8” diameternya. kecuali untuk penerangan taman digunakan pipa galvanized.. resin splice case. Semua sambungan kabel baik dalam junction box.Bila kabel dipasang tegak lurus di permukaan yang terbuka. d. tape sintetis.Kabel tegangan rendah harus ditanam minimal sedalam 80 cm. asbes.Semua penyambungan kabel dilakukan dalam kotak-kotak penyambung yang khusus untuk itu.Untuk kabel distribusi adalah NYY Semua kabel harus berada dalam conduit UPVC High Impact yang disesuaikan ukurannya. panel atau tempat lain harus mempergunakan connector yang terbuat dari tembaga yang diisolasi porselen.Konduktor yang dipakai dari type : .Kabel yang langsung ditanam dalam tanah harus dilindungi bata merah. gelas. b.Instalasi penerangan dengan ceiling gantung. . saluran penghantar (conduit) ditanam dalam beton.Untuk instalasi penerangan adalah NYM/NYA denganconduit PVC. f.Sambungan kabel circuit cabang harus di buat secara mekanis dan harus teguh secara electric. kecuali pada outlet yang bisa dicapai. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Penyambungan kabel .

dengan ukuran sesuai dengan kemampuan arus 150 % dari arus beban terpasang yang ukurannya disesuaiakan dengan ukuran PUIL. d. seperti batu. a.Semua kabinet dari pintu untuk panel board listrik. c. . 3. di buat tahan karat atau diberi lapisan anti karat. Finishing Semua kabinet dicat dengan warna yang ditentukan direksi. Pasangan panel Pasangan panel sedemikain rupa sehingga setiap peralatan dalam panel dengan mudah dijangkau tegantung macam atau type panel. g.Untuk yang lewat jalan raya ditanam sedalam 100 cm dan dilapisi pipa Galvanized.Galian untuk tempat kabel harus bersih dari bahan-bahan yang dapat merusak isolasi kabel. harus menggunakan peralatan khusus unrtuk penyambungan kabel dalam tanah. . Bus-bar/ Rel Bus bar minimal harus dari bahan tembaga yang lapisan luarnya dilapis dengan lapisan perak. Terminal dan Mur Baut Semua terminal cabang harus diberi lapisan tembaga dan disekrup dengan menggunakan mur baut ring dari bahan tembaga atau mur baut yang divernikel dengan ring tembaga. Kabinet...Kabel yang menyebrang jalur selokan.Penyambungan kabel dalam tanah tidak diperkenankan secara langsung. dll. abu. f. Papan nama Setiap pemutus daya harus dilengkapi dengan papan nama dan dapat dilihat dengan mudah. . Setiap kabinet harus dilengkapi dengan kunci-kunci. Konstruksi Panel dan Instalasinya. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . kecuali ditunjuk lain. dilindungi pipa galvanized atau pipa beton. e.. Panel-panel Sub Distribusi Utama Panel-panel sub distribusi harus seperti ditunjuk pada gambar. kotoran bahan kimia.P E M E R I N T A H K O T A 140 . b. Semua kabinet harus di buat dari plat baja dengan tebal minimum 2 mm.

Pilot lampu untuk remote control pada panel.. circuit breaker. Untuk phase R: warna merah 2. dll. Alat-alat ukur Setiap panel dilengkapi dengan alat ukur seperti pada gambar. Untuk phase T: warna biru D I N A S P E K E R J A A N UM U M . pendukung dsb. biarpun pada gambar tidak tertera. 3.S. j. m.P E M E R I N T A H K O T A 141 . Peralatan Pengaman Pemutus Daya Peralatan pengaman adalah pemutus daya dengan moulded case. panel kayu. n.h. Panel adalah assembling lokal.. Cadangan/ Penyambungan di kemudian hari Bila dalam gambar ada cadangan. Transformator Arus Traformator fully hermetic. Warna-warna untuk pilot lamp : 1. Pilot Lamp Semua tutup muka panel harus dilengkapi dengan : 1. untuk menyatakan sistem telah on / off. Untuk phase S: warna kuning 3.T 2. oil immersed indoor type. Kabel-kabel pengontrol Dipasang di pabrik/ bengkel secara lengkap dan dibundel dan dilindungi terhadap kerusakan mekanis. Ukuran minimal adalah 1. Merk Pabrik Semua peralatan pengaman harus diusahakan buatan satu pabrik. Sikring Sikring adalah dari type kapasitas interupsi tinggi. switch. untuk peralatan yang dipasang dikemudian hari dapat berupa equipment bus bar. k. klem-klem pemasangan. o. Pilot lampu untuk push button on/off. Sikring cadangan disediakan sebanyak sikring yang ada disimpan dalam almari khusus dan diberi pengenal. Penyediaan dari pilot lampu yang disebutkan di atas merupakan keharusan. maka ruangantersebut dilengkapi dengan bus.5 mm2 dari type 600 volt PVC. Sikring harus dipasang pada pendukung yang sama pada peralatan yang dapat dicabut. Pilot lampu untuk menyatakan adanya tegangan R. l. victor group Dyn 5 dalam ruangan berventiasi. i.

.PEKERJAAN SANITAIR (1) Pekerjaan Sanitair 1. Lingkup Pekerjaan a. ataupun dengan Time Switch menyatakan sistem on dengan warna merah. Pemasangan kran dinding lengkap pemasangan “stop kran dan siphon” bahan dari merk yang sama. 5. g. standard dan mudah didapatkan di pasaran. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .warna ditentukan kemudian. f. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Persyaratan bahan a. type C 721 PV 1. Floor drain dari ex Japan merk San-Ei type H51 (Floor strainer) atau dapat digunakan merk lain yang setara. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. kecuali bila ditentukan lain..4. b. Wastafel yang digunakan produk TOTO dan KIA type L 237V3.P E M E R I N T A H K O T A 142 . bahan-bahan. Semua material harus memenuhi ukuran.Untuk menyatakan sistem telah off dengan warna hijau. Urinoir digunakan merk TOTO & KIA type U-57M atau KIA. XXIII. Kran dinding dari merk TOTO dan KIA type T 23 BS13V52 atau dari type lain yang disesuaikan dengan kegunaan seperti yang disyaratkan dalam gambar detail. e. Untuk menyatakan sistem telah dijalankan dengan push button atau dengan saklar. warna standard atau dari merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. 2. warna standard atau dapat digunakan dari merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. ukuran 4" x 2" warna verchroom lengkap pemasangan spoonnya. atau dari merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. Pemasangan Closet Closet duduk pada Toilet digunakan produk TOTO. b. Pekerjaan sanitair ini dipasang pada ruang toilet/ kamar mandi/ WC serta seluruh detail sesuai yang dinyatakan/ ditunjukkan dalam gambar. hingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. c.

c. pola. Pelaksanaan pemasangan harus menghasilkan pekerjaan yang sempurna.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . f. Semua peralatan dalam keadaan lengkap dengan segala perlengkapannya. Syarat-syarat Pelaksanaan a. termasuk mempelajari bentuk. Barang yang dipakai adalah dari produk yang telah disyaratkan dalam uraian dan syarat-syarat dalam buku ini. cara pemasangan dan detail-detail sesuai gambar. g. selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemberi Tugas.h. sesuai dengan yang telah disediakan oleh pabrik. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat bila ada kelainan/ perbedaan ditempat itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan. d. atas biaya Kontraktor. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar dengan gambar. e. Sebelum pemasangan dimulai.. Selama wajib memperbaiki/ mengulangi/ mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi.P E M E R I N T A H K O T A 143 . Kontraktor harus meneliti gambar-gambar yang dan kondisi dilapangan. b. Semua bahan sebelum dipasang harus ditunjukkan kepada Direksi Pengawas beserta persyaratan pabrik untuk mendapatkan persetujuan. 4. penempatan. rapi dan lancar dipergunakannya. Bahan yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan. gambar dengan spesifikasi dan sebagainya. Jika dipandang perlu diadakan penukaran/ penggantian bahan pengganti harus disetujui Direksi Pengawas berdasarkan contoh yang diajukan Kontraktor. maka Kontraktor harus segera melaporkannya kepada Direksi Pengawas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful