BAB VI

SPESIFIKASI TEKNIS A. PETUNJUK UMUM (1) Sifat pekerjaan Dalam pelaksanaan proyek pembangunan GEDUNG PERPUSTAKAAN Balikpapan secara keseluruhan, hal-hal yang memerlukan perhatian adalah Konstruksi bangunan, agar para pengguna gedung ini merasa aman dan nyaman. Tercakup dalam pengertian pekerjaan struktur disini, adalah meliputi pembangunan, penyelesaian dan pemeliharaan pekerjaan dan penyediaan tenaga kerja, material, alat-alat pelaksanaan, pekerjaan sementara dan segala sesuatu yang secara permanen atau temporer diperlukan dalam pembangunan, penyelesaian dan pemeliharaan,ditentukan dalam Kontrak.

(2)Syarat Umum Pelaksana Pekerjaan “Alat-alat Pelaksanaan”, berarti semua peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan dalam pembangunan, penyelesaian ataupun pemeliharaan pekerjaan atau Pekerjaan Sementara, akan tetapi tidak termasuk material ataupun barang lainnya yang dipergunakan untuk membentuk pekerjaan atau sebagian dari pekerjaan tetap. Dalam Pelaksaan Pekerjaan Proyek Pembangunan GEDUNG PERPUSTAKAAN Balikpapan ini, Kontraktor wajib memiliki Peralatan dan Pekerja minimum sebagai berikut : a. Peralatan minimal yang digunakan : 1 (Satu) Alat Pengaduk bahan Beton yaitu Molen Alat-alat penunjang pekerjaan bidang beton maupun kayu ( Meteran, Bor, Ketam, Palu, Tang, Obeng, Siku, Linggis, Sendok Semen, Cangkul, Sekop, dll. ) b. Personil minimal yang digunakan : 2 (Dua) Orang berpendiikan STM (3) Pihak-pihak yang terkait dalam Pelaksaan Proyek adalah sebagai berikut : a. “Owner”, berarti Perusahaan / Badan atau perorangan sebagai Pemilik Proyek. ( Pemerintah Kota Balikpapan ) “Konsultan”, berarti Perusahaan / Badan atau perorangan yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek untuk melakukan perencanaan pada proyek ini, khususnya dalam hal ini adalah Perencanaan Konstruksi. “Engineer”, berarti Perusahaan / Badan yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek untuk melakukan Pengawasan atau menjadi Management Konstruksi untuk pekerjaan pembangunan proyek ini. 64

b.

c.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

d.

“Kontraktor”, berarti Perusahaan / Badan yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek untuk mengerjakan pembangunan proyek ini.

B. ACUAN PENGENDALIAN SELURUH PEKERJAAN (1) Seluruh pelaksanaan pembangunan proyek ini harus mengacu pada standard dan peraturan-peraturan sebagai berikut : Peraturan-peraturan standar setempat yang biasa dipakai. Peraturan Semen Portland Indonesia, 1972, NI-8. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan Umum (AV) No. 9, tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. 1457. e) Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Perencana/M.K. f) Standar Normalisasi Jerman (DIN). g) American Society for Testing and Material (ASTM). Dan peraturan-peraturan lain yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia yang belum tercantum di atas, serta mendapat persetujuan Perencana dan Pengawas. (2) Kontraktor harus melaksanakan seluruh pekerjaan menurut dokumen kontrak, instruksi-instruksi tertulis dari Perencana. (3) Pengawas berhak memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor pada setiap saat, kelalaian Perencana dalam pengontrolan / pengawasan terhadap kesalahan yang dilakukan Kontraktor. Kntraktor tetap bertanggung jawab untuk memperbaiki sampai dengan disetujui Perencana dengan seluruh biaya ditanggung Kontraktor. (4) Pekerjaan yang tidak memenuhi syarat-syarat peleksanaan (spesifikasi) atau gambar-gambar dan instruksi tertulis dari Perencana atau Pengawas harus diperbaiki dengan semua biaya yang diperlukan untuk ini menjadi tanggung jawab Kontraktor. (5) Semua bahan yang akan dipakai atau digunakan untuk proyek ini harus mendapat persetujuan dari Perencana. (6) Ukuran yang tertera dan terulis pada gambar dan spesifikasi ini adalah ukuran jadi, bukan ukuran bahan baku. (7) Apabila terdapat perbedaan antara gambar dengan spesifikasi ini maka, Kontraktor wajib melaporkannya dengan tertulis kepada Perencana untuk dibuatkan putusannya. Kontraktor tidak diperkenankan mengambil keputusan sendiri. a) b) c) d)

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

65

C. SETTING OUT (1) Lokasi proyek ini telah disurvey/diukur oleh pihak Pemilik Proyek dengan hasil sebagaimana tertera dalam gambar Rencana yang diberikan kepada Kontraktor pada saat pemberian surat Perintah Kerja. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diwajibkan melakukan pengukuran ulang untuk mencocokkan areal proyek dengan apa yang tertera pada gambar rencana. Survey ulang tadi harus mencakup hal-hal sebagai berikut : a. Posisi patok-patok dilapangan, jarak horisontal dan perbedaan tinggi antara tiap patok. b. Bangunan konstruksi-konstruksi lain, dan benda-benda yang berada dalam daerah proyek, bentuk denah tanah (land configuration), dan hal lain yang perlu. Kontraktor wajib memberi report tertulis tentang hasil survey ulang yang dilakukannya. Bila terjadi perbedaan-perbedaan, maka semua perbedaan tadi wajib dilaporkan kepada Engineer untuk menentukan langkah selanjutnya, sedang peng-koreksian gambar pengukuran harus dilakukan oleh kontraktor dengan diperiksa dan disetujui Engineer. Sebagai patokan dasar dari ketinggian lantai bangunan, maka peil Arsitektur lantai dasar ditentukan ketinggiannya adalah ± 0.00 cm dari tanah dasar. Posisi, ketinggian, dan letak bangunan harus sesuai dengan gambar rencana, dengan tidak ada bagian yang menyimpang dari posisi dan poros-poros bangunan. Kontraktor bertanggung jawab atas ketepatan ukuran tersebut dan selalu harus berkonsultasi dengan Engineer untuk mendapatkan persetujuannya.

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

66

D.

L I NGK UP P EK E RJ AAN

Bangunan-bangunan pada Proyek GEDUNG PERPUSTAKAAN Balikpapan meliputi : 1.GEDUNG MASA UTAMA 2.GEDUNG MASA PENERIMA 1 3.GEDUNG MASA PENERIMA 2 4.RUANG. POMPA, GENSET, GROUND TANK & TANKI AIR

Lingkup Pekerjaan secara keseluruhan : I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. XVI. XVII XIX. XX. MOBILISASI DAN DEMOBILISASI PENGUKURAN & PEMASANGAN BOWPLANK MEMBUAT SEROBONG KERJA PEMBONGKARAN BANG. YG AKAN DISAMBUNG PENYEDIAAN AIR KERJA PENGGALIAN PONDASI / URUGAN PEMADATAN PEMBUANGAN , MENDATANGKAN MATERIAL & DRAINASE PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON PEKERJAAN BEKISTING PEKERJAAN BESI BETON PEKERJAAN TIANG PANCANG PEKERJAAN RAILING PEKERJAAN INSTALASI PLUMBING PEKERJAAN DINDING PEKERJAAN KOSEN & PINTU PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG 67

XVIII. PEKERJAAN LANTAI

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

XXII... PEKERJAAN PENGECATAN XXIV. MEKANIKAL & ELEKTRIKAL XXV. PEKERJAAN SANITARY D I N A S P E K E R J A A N UM U M .DAN PENGUNCI XXI. PEKERJAAN ATAP PEKERJAAN PLAFOND XXIII.P E M E R I N T A H K O T A 68 .

Bila ada ketidak sesuaian antara gambar dan lokasi. Bila terjadi kerusakan maka biaya reparasi ditanggung oleh pihak kontraktor. jaringan telepon dll. pipa gas. dan bila tidak mungkin harus harus disumbat. (3)Pelaksanaan pekerjaan pembongkaran tersebut haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang berada di ruang yang akan di reovasi tidak rusak.PENYEDIAAN AIR KERJA Meliputi penyediaan Air untuk kebutuhan pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Balikpapan. Sedangkan bila dijumpai instalasi-instalasi yang masih berfungsi seperti pipa air minum. maka kontraktor wajib secepatnya melaporkan hal tersebut kepada Engineer dan pihak berwenang lainnya untuk mendapat petunjuk-petunjuk lebih lanjut dalam menanganinya. MEMBUAT SEROBONG KERJA Untuk lebih memudahkan dalam proses pelaksanaan proyek ini hal yang perlu dipikirkan adalah penempatan material maupun kantor sementara untuk Pelaksana.P E M E R I N T A H K O T A 69 . (2) Bila dalam pekerjaan pembongkaran dijumpai pipa-pipa saluran yang sudah tidak dipergunakan lagi. III. yang kesemua langkah ini harus sepengetahuan dan seijin Engineer.. dan Kontraktor wajib memberi laporan kepada pihak Perencana untuk dicarikan Penyelesaiannya. dan yang paling penting mempercepat kerja IV. jaringan listrik. Kontraktor Tidak berhak merubah sendiri rencana tanpa persetujuan Perencana. II.. U RAI AN / PE NJE L ASAN P E K E RJAAN I. persiapanpersiapan yang perlu dilakukan adalah Penyediaan sarana tranportasi guna penunjang pelaksanaan pekerjaan proyek. MOBILISASI DAN DEMOBILISASI Sebelum pekerjaan Pembangunan Operation Room dilaksanakan. agar tidak terjadi kesalahan bongkaran ruang yang akan direnovasi. maka pipa-pipa tadi sedapat mungkin dibongkar. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOUWPLANK Setelah lokasi selesai di survey hal yang perlu dilakukan adalah mengadakan pengukuran lapangan dan pemasangan bowplank yang di sesuaikan dengan gambar rencana dari pihak Perencana. PEMBONGKARAN BANGUNAN YANG AKAN DISAMBUNG (1) Sebelum pekerjaan bongkaran dilaksanakan pelaksana harus benar-benar memperhatikan gambar rencana renovasi yang telah ada.E . D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Hak ini perlu agar bongkar muat material untuk pelaksanaan proyek dapat dilakukan dengan mudah dan sebisa mungkin tempat kerja sementara maupun tempat penyimpanan material tidak mengganggu aktifitas kerja kantor yang dibangun. V.

(b) Penggalian pada Weathered Rock (batuan pelapukan) Penggalian pada weathered rock adalah penggalian pada semua material yang memerlukan penghancuran terlebih dahulu.VI. untuk dapat dilakukan penggalian dengan effisien. seluruh areal yang akan dipakai untuk tempat kerja harus dibersihkan dari pohon. semua jenis penggalian adalah termasuk type (a). Harga satuan untuk penggalian jenis ini harus sudah termasuk semua material. harus dilakukan dengan bantuan turap-turap kayu atau besi untuk menjaga kemungkinan longsornya dinding galian. ketinggian-ketinggian. bekas-bekas bangunan. dan benda-benda yang tidak diperlukan sebelum memulai pekerjaan. dengan alat berat atau alat pemecah khusus lainnya. semak. pasir. (4) Semua ukuran-ukuran dan dasar galian harus diselesaikan dengan teliti hingga mencapai ukuran-ukuran. (2) Penggalian harus dilakukan dengan teliti sesuai gambar dan syarat-syarat yang sudah ditentukan. (c) Penggalian pada Rock Penggalian pada rock adalah penggalian pada material yang tidak dapat digali tanpa melakukan peledakan (blasting) untuk memecah dan menghaluskan batuan tadi (rock foundation atau rock fragment). Khusus untuk proyek ini. (3) Penggalian pada kedalaman dibawah muka air tanah. baik mengenai kedalaman atau pun dimensinya harus sesuai dengan gambar rencana yang disetujui Engineer.. lanau. (1) Semua penggalian pondasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : (a) Penggalian biasa Penggalian biasa adalah penggalian pada jenis-jenis tanah seperti tanah liat.PENGGALIAN PONDASI & URUGAN PENGGALIAN PONDASI Sebelum Pekerjaan galian dilakukan. pompa dll. tanggul kayu. tetapi bukan tipe rock atau weathered rock.. upah.P E M E R I N T A H K O T A 70 . atau ditentukan lain oleh Engineer. Lubang galian harus digali dengan kemiringan yang seperlunya untuk keperluan stabilitas lereng galian. Kontraktor harus memeriksa dengan teliti mengenai posisi bangunan untuk mengamankan patok-patok sumbu bangunan sebelum memulai pekerjaan pondasi khususnya penentuan patok-patok untuk galian pondasi. campuran tanah dengan koral atau batu yang agak besar (boulders). dan semua biaya untuk penurapan. dan kemiringankemiringan yang direncanakan. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .

Urugan harus dilakukan dengan lapis demi lapis yang dipadatkan dengan baik. tetap didasarkan pada harga satuan pekerjaan yang tercantum dalam Bill of Quantities. dengan beban biaya Kontraktor sendiri.(5) Permukaan dasar galian pondasi harus bersih dan bebas dari materialmaterial yang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan tanah dalam mendukung beban yang direncanakan. Pemadatan harus dilakukan dengan menggunakan peralatan mekanis yang disetujui Engineer. bekisting. yang harus menyetujui seluruh bahan pengisi lebih dahulu sebelum digunakan. Engineer juga akan mempersiapkan macam-macam test yang diperlukan sesuai standart ASTM dibawah pengawasan seorang ahli atau laboratorium Mekanika Tanah yang ditunjuk. Engineer dapat memerintahkan penggalian diteruskan atau memperbaiki kondisi tanah tadi dengan batu pecah atau lapisan koral tebal 15 cm yang dipadatkan dengan baik. Kondisi dari dasar galian ini. URUGAN (1) Seluruh pengurugan dan pemadatan harus dibawah pengawasan Engineer. dapat mempengaruhi jumlah nilai pekerjaan untuk pekerjaan-pekerjaan galian. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pengurugan tanpa seijin dari Engineer. beton. maka terhadap dasar galian pondasi ataupun dinding galian pondasi harus dilakukan langkah perbaikan dengan lapisan gravel seperti tersebut di atas atau memperbesar dimensinya. dengan pemadatan minimumnya mencapai nilai 90 % standart proctor.P E M E R I N T A H K O T A 71 . Material untuk urugan kembali bekas galian pondasi harus bermutu baik untuk bahan urugan. (2) (3) (4) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . urugan kembali dari galian pondasi baru dapat dimulai paling cepat 48 jam setelah pembongkaran bekisting beton pondasi selesai dilakukan. bila dianggap perlu harus diperiksa oleh Engineer.. dan urugan kembali. Kontraktor harus memperhatikan secara benar peil rencana urugan sesuai dengan gambar rencana. Kecuali ditentukan lain oleh Engineer. dan tebal lapisan maximum 30 cm. (7) Bila kondisi tanah pada kedalaman rencana ternyata tidak baik dari segi daya dukung tanah. (6) Semua perubahan volume dalam pekerjaan penggalian pondasi yang diakibatkan modifikasi rencana pondasi. yang didapat dari bekas galian itu sendiri ataupun mendatangkan dari tempat lain yang kesemuanya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Engineer.. (8) Bila Kontraktor melakukan penggalian pondasi melebihi kedalaman rencana atau ukuran lebar yang melebihi ukuran rencana.

VIII. DAN DRAINASE (1) Material yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai bahan urugan.P E M E R I N T A H K O T A 72 . sesuai gambar rencana ataupun sebagaimana diinstruksikan oleh Engineer. Speedy moisture test b. (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M .PEMBUANGAN.. Kelebihan material bekas galian setelah pengurugan kembali.VII. Sedangkan kelebihan material yang didatangkan untuk urugan kembali harus dikeluarkan dari daerah tersebut atas biaya Kontraktor sendiri. Cone penetrometer Pengambilan sampel pada setiap jarak 10 (sepuluh) meter dengan jumlah minimal 2 (dua) buah. MENDATANGKAN MATERIAL. harus diratakan dengan mengaturnya secara baik sekitar pondasi.PEMADATAN (1) Untuk mendapatkan hasil pemadatan sebesar 90 % Standart Proctor maka perlu disediakan alat-alat percobaan : a. Kontraktor diwajibkan membuat saluran darurat selama pelaksanaan pekerjaan untuk mengalirkan air dari lokasi proyek dengan tidak mengganggu lingkungannya setempat. harus segera dibuang ke luar sesuai pengarahan Engineer..

Engineer berhak untuk memeriksa semen yang disimpan dalam gudang pada setiap waktu sebelum dipergunakan dan dapat menyatakan untuk menerima atau tidak semen-semen tersebut. Tiap-tiap penerimaan semen harus disimpan sedemikian rupa sehingga dapat dibedakan dengan penerimaan-penerimaan sebelumnya. Adapun ketentuan-ketentuan tadi adalah sebagai berikut : ASTM C 150 Portland Cement ASTM C 33 Concrete Agregates ASTM C 494 Chemical Admixtures for Concrete ASTM A 615 Deformad and Plain Reinforcing Bars for Concrete Reinforcement ASTM A 185 Welded Steel Wire Fabric for Concrete Reinforcement Pasal 2 SEMEN (1) Kecuali ditentukan lain oleh Engineer.IX. yang menunjukkan bahwa produk tadi telah memenuhi sesuatu test standard yang lazim digunakan untuk material itu. Semen dalam kantung-kantung semen tidak boleh ditumpuk lebih tinggi dari dua meter. Bila terdapat hal-hal yang tidak tercakup dalam Peraturan tadi. maka ketentuanketentuan berikut ini dapat dipakai dengan terlebih dahulu memberitahukan dan memintakan ijin dari Engineer. Pengeluaran semen harus diatur secara kronologis sesuai dengan (2) (3) (4) (5) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . semen yang digunakan adalah semen Type I sesuai ASTM C 150...P E M E R I N T A H K O T A 73 . dan segala sesuatunya harus mengikuti ketentuan SK-SNI T-15-1991-03. Kontraktor harus menunjukkan sertifikat dari produsen untuk setiap pengiriman semen. Kontraktor harus menyediakan tempat/gudang penyimpanan semen pada tempat-tempat yang baik sehingga semen-semen tersebut senantiasa terlindung dari kelembaban atau keadaan cuaca lain yang merusak. terkecuali bila dinyatakan atau diinstruksikan lain oleh Engineer. terutama sekali lantai tempat penyimpanan tadi harus kuat dan berjarak minimal 30 cm dari permukaan tanah. Semen yang digunakan harus merupakan produk dari satu pabrik yang telah mendapat persetujuan Engineer terlebih dahulu.PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON Pasal 1 STANDARDS Semua ketentuan baik mengenai material maupun metode pemasangan dan juga pelaksanaan pekerjaan beton harus mengikuti semua ketentuan dalam SK-SNI T15-1991-03.

Pasir paduan:Paduan pasir buatan dan pasir alam dengan perbandingan campuran sehingga dicapai gradasi (susunan butiran) yang dikehendaki. alkali. Test tadi dapat dibandingkan dari mutu kekuatan. adukan pemasangan dan grouting. yaitu jumlah semen yang digunakan selama hari itu ditiap bagian kerja.penerimaan. dan juga dari waktu pengerasannya.P E M E R I N T A H K O T A 74 . sedangkan kadar chloor maximum 1. Pasal 3 AIR UNTUK ADUKAN (1) Air yang digunakan untuk bahan adukan beton.. Tindasan dari catatan-catatan harus disediakan untuk Engineer bila dikehendaki. Kadar sulfat maximum yang diperkenankan adalah 0. (6) Kontraktor harus mengambil pengelola gudang yang cakap. Dallam keadaan ditolak ini. Pasir buatan:Pasir yang dihasilkan dari mesin pemecah batu. Sedikitnya harus ada jarak vertikal 0. c. bahan organis.5 meter dari permukaan atas air kesisi tempat pengambilan tadi. sumber air yang berlumpur. harus air tawar yang bersih dari bahan-bahan yang berbahaya bagi penggunaannya seperti minyak. b.. dan hasilnya menunjukkan indikasi ketidakpastian dalam mutu beton walaupun telah digunakan semen yang sama telah disetujui. silt (lanau). garam. Kantung-kantung semen yang kosong harus segera dikeluarkan dari lapangan.5 % atau 15 gr/lt.5 % atau 5 gr/lt. sulfat. Apabila diadakan perbandingan test beton antara beton yang diaduk dengan aquadest dibandingkan dengan beton yang diaduk menggunakan air dari suatu sumber. maka air dari sumber tadi tidak dapat dipakai bila hasil perbandingan test tadi menunjukkan harga-harga yang berbeda lebih kecil dari 10 persen. Kadar Silt (lanau) yang terkandung dalam air tidak boleh lebih dari 2 % dalam perbandingan beratnya. Kontraktor tidak diperkenankan menggunakan air dari rawa. yang mengawasi gudang-gudang semen dan mengadakan catatan-catatan yang cocok dari penerimaan dan pemakaian semen seluruhnya. bahan pencuci agregat. Pasir alam:Pasir yang disediakan oleh kontraktor dari sungai atau pasir alam yang didapat dari persetujuan Engineer. Pasal 4 AGREGAT HALUS (PASIR) (2) (3) (1) Di dalam spesifikasi ini dipakai bermacam-macam jenis untuk pekerjaan bangunan yang ditetapkan sebagai berikut : a. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pemborong diwajibkan mencari sumber lain yang lebih baik dan dapat diterima dan disetujui Engineer. dan untuk curing beton. Tempat pengambilan harus dapat menjaga kemungkinan terbawanya material-material yang tidak diinginkan tadi.

Berat subtansi yang merusak tidak boleh lebih dari 5 %. padat. dan kontraktor harus bertanggung jawab untuk kualitas satu demi satu dari bahan sejenis yang dipakai dalam pekerjaan.5 atau bila diselidiki dengan saringan standart harus sesuai dengan SK-SNI T-151991-03 dan material yang halus yaitu yang lebih kecil dari 5 mm harus disingkirkan.P E M E R I N T A H K O T A 75 . tidak terselaput oleh material lain. Dalam membuat adukan baik untuk beton. (5) (6) (7) Pasal 5 AGREGAT KASAR (KORAL) (1) Agregat kasar untuk beton dapat berupa koral dari alam. dan harus terdiri dari butiran yang keras. batu pecah. atau campuran dari keduanya.. harus segera disingkirkan dari lapangan kerja. adukan dan grouting harus merupakan pasir alam. Pasir harus bersih dan bebas dari gumpalan-gumpalan tanah liat. padat. Pasir yang dipakai harus mempunyai kadar air yang merata dan stabil. Dalam penggunaannya koral harus dicuci terlebih dahulu dan diayak agar didapat gradasi sesuai yang dikehendaki. dan tidak terselaput material lain. koral keras. (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M .(2) Semua pasir alam yang dibutuhkan untuk pekerjaan pembangunan harus disediakan oleh Kontraktor dan dapat diperoleh dari sungai atau tempat lain sumber alam yang disetujui. (3) (4) Pasir untuk beton. Kontraktor harus mengadakan persetujuan yang perlu dengan pemiliknya dan harus membayar semua sewa atau lain-lain biaya yang bersangkutan dengan hal tersebut. alkali. Koral yang sudah tersedia tidak dapat langsung digunakan sebelum mendapat persetujuan dari Engineer baik mengenai mutu ataupun jumlahnya. Sebagaimana juga pada pasir. pasir hasil pemecahan batu dapat pula digunakan untuk mencampur agar didapat gradasi pasir yang baik. Koral yang dipakai harus mempunyai kadar air yang merata dan stabil. bahan-bahan organik dan kotoran-kotoran lainnya yang merusak.. Pasir yang ditolak oleh Engineer. mempunyai modulus kehalusan butir antara 6 sampai 7. plesteran ataupun grouting. Jika pasir alam didapat dari sumber-sumber yang tidak dimiliki atau tidak dikuasai Kontraktor. tidak porous. Pasir beton harus mempunyai modulus kehalusan butir sesuai dengan persyaratan pada SK-SNI T-15-1991-03. pasir tidak dapat digunakan sebelum mendapat persetujuan Engineer mengenai mutu dan jumlahnya. Persetujuan untuk sumber-sumber pasir alam tidak dimaksudkan sebagai persetujuan keseluruhan untuk semua bahan yang diambil dari alam tersebut.

Lantai tempat penimbunan sedikitnya harus berada 50 cm diatas tanah. Semua kelengkapan dari tempat penyimpanan harus mendapat persetujuan Engineer dan memungkinkan dilakukannya pemeriksaan dengan mudah. mempunyai ventilasi baik. semen harus disimpan dalam tempat penyimpanan yang kering. karat.(3) Kontraktor diwajibkan memperhatikan pengaturan komposisi material untuk adukan. terlindung.. baik workability-nya. memberikan kepadatan maximum.P E M E R I N T A H K O T A 76 . dan admixtures ini harus merupakan bagian yang integral dari adukan beton yang dibuat. dan memberikan kondisi watercement ratio yang minimum. Semua baja tulangan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : . Pasal 7 BAJA TULANGAN Baja tulangan harus memenuhi ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03 dengan mutu U-39 (tegangan leleh karakteristik = 3900 kg/cm2) untuk diameter lebih besar dari 12 mm. Segera setelah tiba dilapangan. Semen harus dikirim ke lapangan dalam jumlah yang harus mendapat ijin dari Engineer terlebih dahulu.Bebas dari kotoran-kotoran. agar dapat dicapai mutu beton yang direncanakan. Pasal 8 TRANSPORTASI DAN PENIMBUNAN MATERIAL (1) (2) (3) (1) Pengangkutan semen harus diusahakan sedemikian rupa sehingga terlindung dari lembab dan sinar matahari. . dan tidak bercacat seperti retak dll. baik dengan menimbang ataupun volume. bebas pengaruh cuaca. lapisan lemak/minyak. Batang percobaan diambil dengan disaksikan Engineer sejumlah minimum 3 (tiga) batang untuk tiap-tiap jenis baik mutu maupun pengiriman massal atau bilamana terjadi keraguan terhadap mutu baja yang dikirim ke proyek. Kontraktor harus mengadakan pengujian mutu beton baja yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk dari Engineer. Sedangkan panjang setiap benda uji adalah 100 cm. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.. Pasal 6 BAHAN PENCAMPUR (ADMIXTURES) (1) Penggunaan bahan admixture harus dengan harus dengan ijin tertulis dari Engineer.Untuk mutu U-39 harus digunakan profil baja tulangan deformed (deformed-bar). (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . dengan memperhatikan kemajuan pekerjaan beton. sedangkan untuk diameter yang lebih kecil digunakan mutu U-24 (tegangan leleh karakteristik = 2400 kg/cm2).

yang kesemuanya harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-151991-03. Sedikitnya 8 minggu sebelum dimulainya pekerjaan pengecoran beton. metode yang sesuai dengan kondisi yang akan dipakai nantinya dalam pelaksanaan pekerjaan. maka baja tadi tidak dapat digunakan. atau tinggi tumpukan maximumnya 7 untuk periode-periode yang lebih panjang. Semen yang sudah rusak atau terkena lembab harus dengan segera disingkirkan dari lapangan.. dan harus merencanakan perbandingan adukan agar didapatkan hasil sesuai yang diminta dalam spesifikasi. Pasal 9 PERBANDINGAN ADUKAN (6) (1) Kontraktor harus bertanggung jawab atas mutu adukan beton yang di buatnya. harus turut diberitahukan kepada Engineer.. Kekuatan dari beton yang disyaratkan harus dibuktikan dengan mengambil kubus test untuk ditest di laboratorium. bahan. Agregat yang berbeda harus disimpan secara mempertimbangkan kemungkinan terkena kotoran. harus disingkirkan dan diganti dengan material yang lebih baik atas biaya kontraktor. metode pengecoran. komposisi adukan. Tidak satupun komposisi adukan beton yang dapat digunakan (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Bila baja tulangan telah mengalami kemunduran dalam mutu akibat dari karat ataupun hal-hal lain akibat transportasi atau penyimpanan. Adukan percobaan harus dimodifikasi dan diulangi sampai pihak Engineer puas dengan kenyataan bahwa material dan prosedur yang digunakan akan menghasilkan beton dangan kekuatan dan kondisi sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Baja tulangan harus disimpan sedemikian rupa sehingga dapat dihindarinya baja tulangan mengenai tanah. metode pengadukan yang dipakai. kontraktor mengajukan usulan komposisi adukan yang akan digunakannya pada Engineer. Setelah itu kontraktor harus mengadakan trial test (percobaan pendahuluan). Test yang diadakan harus dilakukan dengan diawasi Engineer. Batang baja dengan mutu dan ukuran yang berbeda harus disimpan secara terpisah dan diberi label tentang mutunya dari test pabrik. dan menggunakan peralatan. dengan membuat suatu percobaan adukan yang hasilnya dapat diketahui sebelum pelaksanaan pekerjaan pengecoran. Semen harus secepatnya digunakan segera setelah tiba dilapangan dan pengambilannya dari tempat penyimpanannya harus berurutan hingga dapat dihindari tersimpannya semen secara lama. Semen dalam kantung-kantung harus ditumpuk dengan tinggi tumpukan tidak lebih dari 13 kantung untuk periode sampai dengan 30 hari.(3) Semen dengan type dan asal yang berbeda harus disimpan pada tempat yang berbeda pula. Asal usul dan gradasi dari agregat.P E M E R I N T A H K O T A 77 . terpisah dengan (4) (5) Agregat yang telah tercemar ataupun berubah gradasinya akibat transportasi.

Benda uji yang dipergunakan harus berupa kubus 15 x 15 x 15 cm3. sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. kedap air. selain mengikuti ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-199103. (4) Komposisi adukan dapat diubah dalam periode pelaksanaan pekerjaan oleh Engineer dengan berdasar pada hasil test pada agregat dan test beton yang sudah selesai dikerjakan. Pengambilan sample harus sesuai dan mengikuti ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03. Kontraktor harus menyiapkan segalanya agar semua proses pengawasan dan pengambilan sample dapat diawasi Engineer dengan mudah dan dapat diawasi dengan baik dan mudah didekati selama periode proyek. Semua resiko dan biaya sebagai akibat dari hal tersebut di atas. dimana cetakan untuk benda uji ini harus terbuat dari besi sehingga bisa didapat benda uji yang sempurna. Pengujian beton yang dilakukan adalah meliputi test kekuatan (crushing test) dan slump test. Penggunaan material dan komposisi adukan yang konsisten.. iii) Pengaruh kembang susut yang kecil. juga harus dilakukan bilamana ditentukan oleh Engineer demi (5) (6) (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M .dalam pekerjaan sebelum mendapat persetujuan dari Engineer. Evaluasi dari kualitas beton akan dilakukan oleh Engineer untuk dapat dinyatakan suatu pekerjaan beton mutunya dapat memenuhi Spesifikasi. Dalam hal ini Kontraktor tetap bertanggung jawab penuh bahwa adukan yang disupply benar-benar memenuhi syarat-syarat dalam spesifikasi ini serta menjamin homogenitas dan kualitas yang kontinu pada setiap pengiriman. dan termasuk menentukan perlu atau tidaknya merubah komposisi adukan beton. Kesemua test ini harus mengikuti ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03. harus diterapkan agar tercapai hal-hal sebagai berikut : i) Kekuatan beton rencana yaitu beton K-225. dengan terlebih dahulu mengajukan calon nama dan alamat supplier untuk beton ready mix tadi. dan Engineer akan menolak supply beton ready mix bilamana diragukan kualitasnya. Kontraktor harus mendapat ijin lebih dahulu dari Engineer. Segala test kubus yang harus dilakukan dilapangan harus tetap dijalankan. Untuk selanjutnya komposisi adukan beton yang digunakan harus berdasar pada hasil adukan percobaan yang telah disetujui. Tentang jumlah dan waktu pelaksanaan pengambilan kubus test. Pada penggunaan adukan beton “ready mix”. dan juga untuk menolak pekerjaan beton yang sudah dilakukan.. Pasal 10 TESTING (1) Testing mutu beton harus dilakukan Kontraktor dengan diawasi Engineer.P E M E R I N T A H K O T A 78 . dan tahan terhadap pengaruh cuaca dan lingkungan. ii) Beton yang padat.

pemeriksaan. Memperlama proses penjagaan dalam masa pengerasan beton. c..(4) harus dicapai dalam pelaksanaan sesungguhnya di pelaksanaan pengecoran. Test-test lain yang dianggap relevan dengan masalahnya. Bila ternyata hasil test kubus beton menunjukkan tidak tercapainya mutu yang disyaratkan. (5) (6) (7) (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Apabila setelah dilakukan langkah-langkah sebagaimana disebutkan diatas.. pekerjaan perbaikan. dan ternyata mutu beton memang tetap tidak dapat memenuhi Spesifikasi. kecuali air yang dapat dimasukkan sebagian lebih dahulu. Semua hasil pemeriksaan kubus (crushing test) harus sesegera mungkin disampaikan kepada Engineer.pertimbangan kondisi pelaksanaan. Perlu diperhatikan bahwa semua prosedur dan ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03 harus tetap diikuti. b. sehingga dapat dihasilkan mutu adukan yang homogen.P E M E R I N T A H K O T A 79 . Pasal 11 PENGADUKAN (1) Kontraktor harus menyediakan. Toleransi dalam kekentalan adukan harus dalam batas-batas sebagai berikut : 10 mm untuk nilai Slump yang ditentukan kurang dari 80 mm 5 mm untuk nilai Slump yang ditentukan 80 mm atau lebih Nilai Slump yang disebutkan dalam 10. maka Engineer berhak untuk memerintahkan hal-hal sebagai berikut : a. (4) Slump test harus dilakukan pada setiap akan memulai pekerjaan pengecoran. Semua biaya pengambilan sample.2 m3 dengan waktu tidak kurang dari 1 ½ menit setelah semua bahan adukan beton dimasukkan dengan segera. maka Engineer berhak memerintahkan pembongkaran beton yang dinyatakan tidak memenuhi syarat tadi sesegera mungkin. sepenuhnya menjadi beban kontraktor. Adukan beton yang dihasilkan dari proses pengadukan tadi harus mempunyai komposisi dan kekentalan yang merata untuk keseluruhannya. dan dilakukan sebagaimana ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03. Engineer berhak untuk memerintahkan memperpanjang proses pengadukan bila ternyata hasil adukan yang ada gagal menunjukkan beton yang homogen seluruhnya. d. dan diukur dapat berdasarkan berat atau volume. memelihara dan menggunakan alat pengaduk mekanis (beton mollen) yang harus selalu berada dalam kondisi baik. Mengganti komposisi adukan untuk pekerjaan yang tersisa. Jumlah tiap bagian dari komposisi adukan beton harus diukur dengan teliti sebelum dimasukkan ke dalam alat pengaduk. Non-destructive testing. e. Pengadukan beton harus dilakukan dengan alat pengaduk yang mempunyai kapasitas minimum 0. dan kekentalannya tidak merata. pembongkaran. dan pekerjaan pembuatan kembali konstruksi beton yang dibongkar tadi. Core drilling.

Dalam pengadukan kembali ini kekentalannya dapat dinaikkan dengan 10 persen. c. Pasal 12 TRANSPORTASI Adukan beton dari tempat pengaduk harus secepatnya diangkut ketempat pengecoran dengan cara yang sepraktis mungkin yang metodenya harus (4) (5) (6) (1) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Mesin pengaduk yang menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Alat pengaduk tidak boleh digunakan untuk mengaduk adukan dengan volume yang melebihi kapasitasnya. Alat pengaduk yang digunakan harus menunjukkan dengan jelas data-data dari pabriknya yang menunjukkan : a. Minimum dan maximum kecepatan pengadukan dengan disertai datadata tentang ruang pengaduk. untuk kemudian air pencampurnya disemprotkan dengan selang air. Pada alat pengaduk yang ditempatkan secara sentral. b. dan harus segera dicuci bersih setelah selesai mengaduk pada suatu pengecoran. Pengadukan dengan manual (hand mixing) ini harus dilakukan pada suatu platform yang mempunyai tepi-tepi penghalang. Kontraktor harus menyediakan sarana agar proses pengadukan dapat diawasi dengan baik dari tempat yang tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan pengadukan. Gross volume dari ruang pengaduk. Pada proses pengadukan ini.P E M E R I N T A H K O T A 80 . Maximum kecepatan pengadukan. pengadukan yang pertama harus mengandung koral dengan jumlah perbandingan separuh dari jumlah perbandingan normalnya untuk menjaga adanya material halus dan semen yang tertinggal melekat pada bagian dalam beton mollen. Pengadukan adukan dengan cara manual tidak diperkenankan. atau pada mixing plants.. tidak dapat dibenarkan. kecuali diinstruksikan Engineer. harus segera diperbaiki atau diganti dengan yang baik lainnya. serta tidak diperkenankan melakukan pengadukan dengan cara ini untuk suatu jumlah yang lebih dari ½ m3 diaduk sekaligus. sirip pengaduk dll. terkecuali untuk suatu jumlah yang kecil sekali dan hal inipun diperkenankan setelah mendapat persetujuan dari Engineer..(3) Air untuk pencampur adukan beton dapat diberikan sebelum dan sewaktu pengadukan dengan kemungkinan penambahan sedikit air pada waktu proses pengeluaraan dari adukan yang dapat dilakukan berangsur-angsur. Penambahan air yang berlebihan yang dimaksudkan untuk menjaga kekentalan yang disyaratkan. bahan-bahan yang akan diaduk harus diaduk dulu secara kering dengan sedikitnya 3 (tiga) kali pengadukan. Pada saat memulai adukan yang pertama pada suatu pengecoran dengan beton mollen yang sudah bersih. dan setelah itu dilakukan pengadukan kembali dengan sedikitnya 3 (tiga) kali pengadukan sampai didapat suatu adukan yang benar-benar merata. Alat pengaduk (beton molen) harus benar-benar kosong dan bersih sebelum diisi bahan-bahan untuk mengaduk beton. Juga lama pengadukan dengan kondisi pertama ini harus dilakukan dengan sedikitnya satu menit lebih lama dari waktu pengadukan normal.

kondisi permukaan dalam dari bekisting atau tempat beton dicorkan harus benar-benar bersih dari segala macam kotoran. Sedang semua pekerjaan pengecoran harus dilakukan oleh tenaga-tenaga pekerja yang terlatih. Pengecoran tidak boleh dimulai sebelum kondisi bekisting. (3) (2) (3) (4) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pada tiap pengecoran. Semua bekas-bekas beton yang tercecer pada baja tulangan dan bagian dalam bekisting harus dengan segera dibersihkan. Slump test yang dilakukan untuk sample yang diambil pada saat adukan dituangkan ke bekisting.(4) Pasal 13 PENGECORAN (1) Sebelum adukan beton dituangkan pada acuannya. tempat beton dicor. untuk mencegah jangan sampai beton yang baru dicor menjadi terkikis pada saat atau setelah proses pengecoran. dan juga keadaan pembesian selesai diperiksa dan disetujui oleh Engineer. mengawasi. Juga air tergenang pada acuan beton atau pada tempat beton akan dicorkan harus segera dihilangkan. maka pekerjaan yang dapat dilakukan hanyalah pekerjaan dalam atau terhadap bekisting sampai selesainya pengecoran beton pada daerah yang telah disetujui. Adukan beton harus sampai ditempat dituangkan dengan kondisi benarbenar merata (homogen).mendapat persetujuan Engineer terlebih dahulu. Kontraktor diwajibkan menempatkan seorang tenaga pelaksananya yang berpengalaman baik dalam pekerjaan beton. permukaannya halus dan kedap air. Aliran air yang dapat mengalir ketempat beton dicor. dan harus dapat menjaga tidak timbulnya hal-hal negatif yang diakibatkan naiknya temperatur ataupun berubahnya kadar air pada adukan. Methode yang dipakai harus menjaga jangan sampai terjadi pemisahan bahan-bahan campuran beton (segregation). dan bertanggung jawab atas pekerjaan pengecoran. Adukan yang diangkut harus segera dituangkan pada formwork (bekisting) yang sedekat mungkin dengan tujuan akhirnya untuk menjaga pengangkutan lebih lanjut. serta pula penuangan adukan tidak boleh dengan menjatuh bebaskan adukan dengan tinggi jetuh lebih dari satu meter. dan pelaksana ini harus hadir. kehilangan unsur-unsur betonnya. terkecuali dengan seijin Engineer. harus tidak melewati batas-batas toleransi yang ditentukan pada pasal 10.P E M E R I N T A H K O T A 81 .. (2) Alat-alat yang digunakan untuk mengangkut adukan beton harus terbuat dari metal. kondisi permukaan beton yang berbatasan dengandaerah yang akan dicor. Setelah diperiksa dan disetujui Engineer.. yang jumlahnya harus mencukupi untuk menangani pekerjaan pengecoran yang dilakukan. harus dicegah dengan mengadakan drainage yang baik atau dengan metode lain yang disetujui Engineer.

adukan beton D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Perlindungan yang dilakukan untuk mencegah hal-hal ini harus mendapat persetujuan Engineer. Tidak sekalipun diperkenankan melakukan pengecoran beton dalam kondisi cuaca yang tidak baik untuk proses pengerasan beton tanpa suatu upaya perlindungan terhadap adukan beton. harus dilindungi terhadap rusak atau terganggu akibat sinar matahari ataupun hujan. Bila terjadi penyetopan pekerjaan pengecoran yang lebih lama dari satu jam..(5) Tidak diperkenankan melakukan pengecoran untuk suatu bagian dari pekerjaan beton yang bersifat permanen tanpa dihadiri Engineer atau wakil dari Engineer (inspector). meratakan. Dalam hal terjadi kerusakan alat pada saat pengecoran. atau dalam hal pelaksanaan suatu pengecoran tidak dapat dilaksanakan dengan menerus. Dan segala langkah perlindungan harus segera dilakukan terhadap beton yang baru dicor. Juga air yang mungkin mengganggu beton yang sudah dicorkan harus ditanggulangi sampai suatu batas waktu yang disetujui Engineer terhitung mulai pengecorannya. Beton yang baru selesai dicor. hal ini bisa dalam terjadi baik dalam keadaan cuaca yang panas sekali. Pasal 14 PEMADATAN DAN ADUKAN BETON (6) (7) (8) (9) (10) (1) Adukan beton harus dipadatkan hingga mencapai kepadatan yang maximum sehingga didapat beton yang terhindar dari rongga-rongga yang timbul antara celah-celah koral. Bidang pengakhiran ini harus dalam keadaan bersih dan harus dijaga agar berada dalam keadaan lembab sebagaimana juga pada kondisi untuk construction joint. Mengencerkan adukan beton yang sudah diangkut sama sekali tidak diperkenankan. harus segera dibuang. Seluruh pekerjaan pengecoran beton harus diselesaikan segera sebelum adukan betonnya mulai mengeras. Kontraktor harus segera memadatkan adukan yang sudah dicorkan sampai suatu batas tertentu dengan kemiringan yang merata dan stabil saat beton masih dalam keadaan plastis. dimulai saat-saat beton belum mengeras. sebelum nantinya dituangkan adukan yang masih baru. gelembung udara. dan memadatkan adukan beton dengan suatu kecepatan yang sama dan menerus. atau dalam keadaan hujan. dan adukan tadi harus benarbenar memenuhi ruang yang dicor dan menyelimuti seluruh benda yang seharusnya tertanam dalam beton. pekerjaan harus ditangguhkan sampai suatu keadaan dimana beton sudah dinyatakan mulai mengeras yang ditentukan oleh pihak Engineer.. Selama proses pengecoran. Kontraktor harus mengatur kecepatan kerja dalam menyalurkan adukan beton agar didapat suatu rangkaian kecepatan baik mengangkut. Adukan beton yang sudah terlanjur agak mengeras tapi belum dicorkan.P E M E R I N T A H K O T A 82 .

harus mendapat persetujuan Engineer terlebih dahulu. Pengecoran beton harus dilakukan secara menerus tanpa berhenti. (2) (3) (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . (2) Beton yang sedang mengeras harus selalu dibasahi mulai dari selesai pengecoran dengan sedikitnya selama 2 (dua) hari. Pasal 16 JOINTS (1) Lokasi dan type dari construction joints harus sesuai dengan pada gambar rencana atau sebagaimana ditentukan Engineer. kondisi beton harus diperiksa Engineer.harus dipadatkan dengan menggunakan vibrator yang mencukupi keperluan pekerjaan pengecoran yang dilakukan. Langkah-langkah perbaikan beton harus dilakukan oleh tenaga yang benarbenar ahli. dapat mengakibatkan perintah dibongkarnya beton tadi untuk kemudian dilakukan pembersihan dan pengecoran ulang. dimana permukaan construction joints harus dikasarkan.. Batas-batas daerah yang harus dibongkar tadi akan ditentukan oleh pihak Engineer. pemisahan unsur-unsur pembentuk beton. maka batas tadi harus diperlakukan seperti construction joints. maka pelaksanaan pekerjaan perbaikan ini harus diselesaikan dalam waktu 24 jam semenjak pembukaan bekisting. Kecuali dinyatakan lain. Pasal 15 PERBAIKAN BETON (1) Segera setelah bekisting dibuka. maka langkah tadi harus sepenuhnya dikerjakan atas beban biaya Kontraktor.. begitu juga langkah pengecoran dan material yang akan digunakan. Bila terjadi penghentian dalam pengecoran pada suatu lokasi dimana pada pengecoran nantinya. Kondisi beton yang ternyata rusak akibat adanya rongga yang membahayakan dan permukaan cekung yang berlebihan.P E M E R I N T A H K O T A 83 . Kekentalan adukan beton dan lama proses pemadatan harus diatur sedemikian rupa agar dicapai beton yang bebas dari rongga. dibersihkan dengan air hingga bersih. Tonjolan di permukaan beton harus dihilangkan. Penentuan letak joint tadi harus memperhatikan pola gaya-gaya yang bekerja ataupun untuk menghindari terjadinya retak. Pembasahan harus dilakukan dengan menutup permukaan beton dengan kain atau material lain yang basah agar tetap lembab. beton baru tidak akan dapat tercampur dengan beton lama. Penambahan construction joint yang dikehendaki Kontraktor demi pertimbangan pelaksanaan. Bila dianggap oleh Engineer perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan atau pembongkaran. Air yang digunakan untuk keperluan ini harus sama mutunya dengan air untuk bahan adukan beton. Hal-hal yang perlu diperbaiki antara lain yang menyangkut halhal yang kurang baik pada permukaan beton terutama untuk kebutuhan finishing.

dengan pengaku-pengaku (bracing) dan pengikat (ties) untuk mencegah terjadinya pergeseran ataupun perubahan bentuk yang diakibatkan gaya-gaya yang mungkin bekarja pada bekisting tadi. Bekisting yang digunakan untuk beton exposed. Semua material yang selesai digunakan sebagai bekisting harus dibersihkan dengan teliti sebelum digunakan kembali. Pengikatan bagian bekisting harus dilakukan horisontal dan vertikal..X. Semua type material tadi bila digunakan tetap harus memenuhi kebutuhan untuk bentuk. Untuk pengikatan dalam beton harus menggunakan batang besi dan murnya. kualitas dan kekuatan. Pasal 2 MATERIAL (1) Material untuk bekisting dapat dibuat dari tripleks 9 mm. Pasal 3 PELAKSANAAN (1) Bekisting harus benar-benar menjamin agar air yang terkandung dalam adukan beton tidak hilang atau berkurang. Konstruksi bekisting harus cukup kaku. kayu.Jika digunakan bekisting multipleks. atau material lain yang disetujui oleh Engineer. Semua bekisting harus direncanakan agar dalam proses pembukaan tanpa memukul atau merusak beton. sambungan antara tepi-tepi bekisting harus dibuat dengan diprofil hingga didapat permukaan dalam bekisting yang benar-benar rata sesuai yang direncanakan. besi.BEKISTING (ACUAN BETON) Pasal 1 UMUM (1) Kontraktor harus menyerahkan kepada Engineer semua perhitungan dan gambar rencana bekistingnya untuk mendapat persetujuan bilamana diminta Engineer. Pengikatan bagian bekisting harus dilakukan yang baik. Dalam hal bekisting ini. walaupun Engineer telah menyetujui untuk digunakannya suatu rencana bekisting dari kontraktor. dan sesuai dimensi yang direncanakan. segala sesuatunya yang diakibatkan oleh bekisting tadi tetap sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai.P E M E R I N T A H K O T A 84 . ukuran. dan bekisting yang telah digunakan berulang kali dan kondisinya sudah tidak dapat diterima (2) (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . rata. sehingga didapat hasil beton yang halus. Hubungan-hubungan antara bagian bekisting harus menggunakan alat-alat yang memadai agar didapat bentuk dan kekakuan yang baik.. harus benar-benar mempunyai permukaan yang halus.

Tiang-tiang penyangga plat bila plat tidak mendapat beban 14 hari .Engineer. Pasal 5 PEMBONGKARAN BEKISTING (1) Secara umum. Bekisting untuk bagian atas dari bidang beton yang miring.Plat beton (penyangga tidak dibuka) 3 hari .Tiang-tiang penyangga cantilever28 hari (2) (2) Untuk kondisi-kondisi dimana plat dan balok yang masih ada sistim lantai diatasnya. semua bekisting harus disingkirkan dari permukaan beton. Bekisting kayu bilamana tidak dipoles minyak seperti tersebut diatas. Pembukaan bekisting tidak diperkenankan dilakukan sebelum beton mencapai umur sesuai daftar dibawah ini setelah pengecorannya dan sebelum beton mengeras untuk menahan gaya-gaya yang akan ditahannya. bila perlu bekisting harus secepatnya dibongkar segera setelah beton mempunyai kekerasan dan kekuatan seperlunya.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Untuk memungkinkan tidak terganggunya kemajuan pekerjaan dan dapat dengan segera dilakukan langkah perbaikan. Pembongkaran bekisting harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah timbulnya kerusakan pada beton. Daftar ketentuan diperkenankannya dibuka suatu bekisting bila dihitung sejak selesai pengecoran . maka perbaikan tadi harus sesegera mungkin.P E M E R I N T A H K O T A 85 . dimana dalam hal ini segala kemungkinan beban yang akan bekerja serta umur beton yang terbebani harus ditinjau dengan teliti. (3) Semua pekerjaan sudut-sudut beton. maka pembukaan bekisting dan penyangganya harus dengan persetujuan Engineer. bilamana tidak dinyatakan lain dalam gambar harus ditakik 25 mm.. harus dibasahi hingga benar-benar basah sebelum pengecoran beton. Bilamana timbul kerusakan pada beton pada saat pembongkaran bekisting. harus segera dibongkar setelah beton mempunyai kekakuan untuk mencegah berubahnya bentuk permukaan beton.Sisi-sisi balok. Bilamana diperlukan perbaikan pada bidang atas beton yang miring. kecuali dinyatakan lain oleh Engineer. maka langkah perbaikannya harus sesegera mungkin dilakukan. harus segera disingkirkan untuk tidak dapat dipergunakan lagi atau bilamana mungkin diperbaiki agar kembali sempurna kondisinya. dan dilanjutkan dengan langkah-langkah penjagaan pada proses pengerasan beton (curing). Pasal 4 PEMBASAHAN & MEMINYAKI BIDANG BEKISTING (1) Bagian dalam dari bekisting besi dan kayu boleh dipoles dengan nonstaining mineral oil dengan sepengetahuan Engineer.Tiang-tiang penyangga balok yang tidak dibebani 21hari . dinding & kolom yang tidak dibebani 2 hari . Pelumasan tadi harus dilakukan dengan hati-hati agar cairan tadi tidak mengenai bidang dasar pondasi dan juga pembesian.

Besi tulangan dengan kondisi yang tidak lurus atau dibengkok dengan tidak sesuai gambar tidak diperkenankan dipakai. dan banyaknya. posisi. Pasal 4 PELURUSAN (1) Besi tulangan tidak boleh dibengkokan dengan cara yang dapat menyebabkan kerusakan pada besi beton. tekanan yang konstan. kotoran lemak. bentuk. Pasal 5 PEMASANGAN (1) Besi beton harus dipasang dengan teliti agar sesuai dengan gambar rencana. bebas dari karat. Pasal 3 PEMBENGKOKAN (1) Besi beton harus dibentuk dengan teliti hingga tercapai bentuk dan dimensi sesuai gambar rencana atau bending schedules yang disiapkan oleh Kontraktor dan disetujui Engineer. Kesemua ujung-ujung pembesian harus mempunyai kait sebagaimana ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03. dan harus diikat dengan kuat dengan menggunakan kawat pengikat dan D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Besi beton harus dipasang sebagaimana pada gambar rencana atau seperti yang diinstruksikan Engineer. Semua proses pembengkokan harus dilakukan dengan cara lambat.P E M E R I N T A H K O T A 86 .PEKERJAAN BESI BETON Pasal 1 UMUM (1) Pemasangan besi tulangan beton harus mengikuti ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03. Dan kebersihan ini harus tetap dijaga sampai proses pengecoran beton. besi beton harus dalam keadaan bersih. Pembengkokan dengan cara dipanasi hanya dapat dibenarkan apabila telah mendapat ijin dari Engineer. Terkecuali sebagaimana yang dinyatakan pada gambar atau diinstruksikan Engineer.. panjang.. Pasal 2 PEMBERSIHAN (1) Sebelum besi dipasang. atau material lain yang seharusnya tidak melekat pada besi beton tadi dan dapat mengurangi atau menghilangkan lekatan antara beton dan besi beton.XI. Besi tulangan yang terpasang harus sesuai ukuran. dan akan diperiksa setelah kondisi terpasang. pengukuran pada pemasangan besi tulangan harus dilakukan terhadap as dari besi tulangan.

posisi tersebut harus ditentukan oleh Engineer. Pengikat dan tumpuan dari besi tadi tidak boleh menyentuh bidang bekisting dalam hal beton yang dicor adalah beton exposed. Pemasangan besi beton harus mengingat syarat jarak bersih antar tulangan. Pasal 7 SAMBUNGAN LEWATAN (SPLICING) (1) Sambungan lewatan harus dibuat sesuai gambar rencana instruksi Engineer. Bilamana dirasa perlu untuk melakukan sambungan lewatan pada posisi lain dari posisi pada gambar rencana. Selama proses pengecoran beton. Bila besi tulangan didudukan pada blok beton kecil. Kekakuan pada pemasangan besi beton harus menjamin agar tidak berubah bentuk dan tempat bila pekerja berjalan atau memanjat pembesian tadi. Kontraktor harus menyediakan tenaga-tenaga pekerja yang khusus mengawasi dan memperbaiki pembesian dari kemungkinan tergeser atau berubah bentuk karena hal-hal yang mungkin timbul. atau antara benda-benda metal tertanam sebagaimana yang ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03.P E M E R I N T A H K O T A 87 .didudukkan pada support dari beton atau besi ataupun dengan hanger agar posisinya tidak berubah selama proses pemasangan dan pengecoran. Sambungan ini tidak diperkenankan diletakkan pada lokasi tegangan yang maximum. Bilamana dikehendaki suatu panjang yang tanpa sambungan. atau antar tulangan dan angkur. Pasal 6 SELIMUT BETON (1) Besi beton harus dipasang dengan minimum selimut beton (concrete cover) sebagaimana gambar rencana atau sebagaimana ditentukan Engineer. (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . dan penyambungan pada besi beton yang letaknya bersebelahan agar dilaksanakan dengan bergeser posisinya (staggered).. blok tadi harus dibuat dari beton yang mutunya sama dengan beton rencana dan bentuknya harus menjamin didapatnya permukaan beton yang baik. panjang dari batang tadi harus dibuat sepanjang yang bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan panjang sambungan lewatan sebagaimana ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03 terkecuali ditentukan lain. dan hal-hal tadi harus cepat diperbaiki sebelum pengecoran mencapai daerah tersebut.. Ujung-ujung dari kawat pengikat harus ditekuk kearah dalam beton dan tidak diperkenankan mengarah keluar. atau minimal mengikuti ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03. Dalam segala hal tebal selimut beton tidak boleh diambil kurang dari 20 mm.

P E M E R I N T A H K O T A 88 . Selubung (casing) harus digetarkan pada saat pencabutan untuk menghindari menempelnya beton pada dinding casing. bilamana diameter dasar lubang kurang dari setengah diameter yang ditentukan. Beton harus dicor melalui sebuah corong dengan panjang pipa. semua lubang tersebut harus ditutup sedemikian rupa hingga keutuhan lubang dapat terjamin. Sebelum pengecoran beton.. pekerjaan tersebut akan ditolak. semua air yang terdapat dalam lubang bor harus dipompa keluar. Pengecoran beton dan pemasangan baja tulangan tidak diijinkan sebelum mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. kecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan. Pasal 3 Pengecoran Beton Pengecoran beton harus dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi beton. Dimanapun beton digunakan harus dicor kedalam suatu lubang yang kering dan bersih. semua bahan lepas yang terdapat lubang bor harus dibersihkan. tekanan harus dipertahankan D I N A S P E K E R J A A N UM U M . PEKERJAAN PANCANG (BORE PILE) TIANG BOR BETON COR LANGSUNG DITEMPAT (BORE PILE) Pasal 1 Umum Contoh bahan yang digali harus disimpan untuk semua tiang bor. Pengaliran harus diarahkan sedemikian rupa hingga beton tidak menimpa baja tulangan atau sisi-sisi lubang. Air bekas pengeboran tidak diperbolehkan masuk kedalam lubang. Dasar selubung (casing) harus dipertahankan tidak lebih dari 150 cm dan tidak kurang dari 30 cm di bawah permukaan beton selama penarikan dan operasi penempatan.. Sampai kedalaman 3 m dari permukaan beton yang dicor harus digetarkan dengan alat penggetar. Beton harus dicor secepat mungkin setelah pengeboran dimana kondisi tanah kemungkinan besar akan memburuk akibat terekspos. Sebelum pengecoran. Pengujian penetrometer untuk bahan dilapangan harus dilakukan selama penggalian dan pada dasar tiang bor sesuai dengan yang diminta oleh Direksi Pekerjaan. Pengambilan contoh bahan ini harus selalu dilakukan pada tiang bor pertama dari tiap kelompok Pasal 2 Pengeboran Tiang Bor Beton Lubang-lubang harus dibor sampai kedalaman seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau ditentukan berdasarkan pengujian hasil pengeboran. Sebelum pengecoran. Bilamana elevasi akhir pemotongan berada dibawah elevasi muka air tanah.XII. Semua lubang harus diperiksa.

Semua beton yang lepas. Pipa tremie harus kedap air.. kelebihan dan lemah harus dikupas dari bagian puncak tiang bor dan baja tulangan yang tertinggal harus mempunyai panjang yang cukup sehingga memungkinkan pengikatan yang sempurna kedalam pur atau struktur diatasnya. sama dengan atau lebih besar dari tekanan air tanah. L AT E RAL L OA D T E ST Pas a l 1 P er s y ar ata n Umu m • Kontraktor harus mensuplai semua material. buruh dan peralatan lain yang dianggap penting untuk pelaksanaan. Pasal 6 Tiang Bor Beton yang Cacat Tiang bor harus dibentuk dengan cara dan urutan sedemikian rupa hingga dapat dipastikan bahwa tidak terdapat kerusakan yang terjadi pada tiang bor yang dibentuk sebelumnya.P E M E R I N T A H K O T A . dan harus berdiameter paling sedikit 15 cm. Sebuah sumbat harus ditempatkan didepat beton yang dimasukkan pertama kali dalam pipa untuk mencegah pencampuran beton dan air.. Tiang bor yang cacat dan diluar toleransi harus diperbaiki atas biaya Kontraktor. maka corong harus diisi lagi dengan beton sehingga pipa selalu penuh dengan beton baru.pada beton yang belum mengeras. dan pengukuran dari test pembebanan dan penurunan yang terjadi. Test pembebanan yang dilaksanakan adalah untuk single pile 89 • D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pasal 5 Penanganan Kepala Tiang Bor Beton Tiang bor umumnya harus dicor sampai kira-kira satu meter diatas elevasi yang akan dipotong. Cara tremie harus mencakup sebuah pipe yang diisi dari sebuah corong diatasnya. Bilamana beton mengalir keluar dari dasar pipa. Pipa harus diperpanjang sedikit dibawah permukaan beton baru dalam tiang bor sampai diatas elevasi air/Lumpur. 2. sampai beton tersebut selesai mengeras. rekaman. semua bahan lunak dan bahan lepas pada dasar lubang harus dihilangkan dan cara tremie yang telah disetujui harus digunakan. Pasal 4 Pengecoran Beton di Bawah Air Bilamana pengecoran beton didalam air atau pengeboran lumpur.

Pas a l 2 Sta ndar d L o ad T est Beban percobaan lateral total harus sebesar 200% dari beban desain lateral dan dilakukan sesuai standar ASTM D 3966-81 dengan cyclic loading. Dial gauge stems harus bisa bergerak sekurangnya 75 mm dan sejumlah blok gauge yang memadai harus disediakan untuk untuk bisa bergerak hingga jarak terjauh yang diharapkan. atau titik referensi dengan kokoh sehingga tidak bergerak relatif terhadap penahan selama test. Permukaan bantalan yang licin harus tegak lurus terhadap arah gerakan stem gaugeuntuk semua stem gauge. Se la nj ut n ya Kon tr a kt or ha rus menga j u kan t e rl ebi h da hu l u re nca na pl atf orm da n k on s tr uk s i u nut k l oa d t e s t i n i u nt uk me ndap a t per se tuj ua n Di re ks i / Penga wa s Lap an ga n.P E M E R I N T A H K O T A 90 . Gauge harus memiliki ketelitian sekurangnya 0. Pas a l 3 P er al a tan un tuk P em be ba na n Pe m be ba na n dil a ku ka n de ngan s u atu j ack ya ng m em p unyai k ap as it a s ti da k b oleh le bi h kec il da ri 1 25% d ar i be ba n mak s im u m yan g d it e ra pk an .25 mm. dan titik referensi dengan angka atau tulisan agar memudahkan dan mendapatkan pencatatan yang akurat.. Satu dial gauge tambahan harus diletakkan tegak lurus terhadap dua dial gauge untuk mengukur pergerakan horizontal dalam arah tegak lurus beban. Susun semua gauge. skala. Acuan pengukuran ini harus mempunyai kekakuan lateral dan aksial yang cukup guna mendapatkan titik acuan yang stabil untuk pengukuran defleksi pile. cermin dan skala harus disediakan sesuai dengan ASTM D 3968-90.. Satu alat pencatat yang lain dan terpisah menggunakan kabel.3 mm. Susun cermin dan skala pada bagian tengah atas pile yang ditest atau pada suatu bracket yang disusun sepanjang garis dari beban yang diberikan pada sisi pile yang ditest • • • • • D I N A S P E K E R J A A N UM U M .25 mm. Pas a l 4 P er al a tan unt uk P eng u kur an Se tt l e ment Acuan (referensi) pengukuran settlement yang berupa balok (beams) dan kawat (wires) harus secara terpisah ditahan oleh penopang yang benarbenar tertanam di dalam tanah pada jarak yang tidak boleh lebih kecil dari 3 m diluar sistem yang akan dibebani dengan beban lateral. skala. sedangkan batang target (target rod) hingga 0. Tanda dengan jelas semua dial gauges. Skala yang harus digunakan untuk pembacaan pergerakan hingga 0. Dua dial gauge harus diletakkan untuk memonitor pergerakan horizontal searah beban.

pasang alat yang cocok untuk menjaga tegangan kawat sepanjang test sedemikian hingga jika kawat ditarik. Jika skala dan kawat diletakkan pada pile di sisi yang berlawanan terhadap titik pemberian beban.dengan skala sepanjang garis beban yang diberikan.P E M E R I N T A H K O T A 91 . Siklus beban (% x WL) 0 25 50 (siklus 1) 25 0 50 75 100 (siklus 2) 50 0 50 100 125 150 (siklus 3) 75 0 50 100 150 170 180 190 200 (siklus 4) 150 100 50 0 Lama Pembebanan 10 10 10 10 10 20 20 10 10 10 10 20 20 10 10 10 10 10 20 20 20 60 10 10 10 10 Pembacaan Perpindahan Lateral (menit) 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-10-20-30—40-50-60 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 D I N A S P E K E R J A A N UM U M . ruang yang cukup bebas harus disediakan antara pile dan kawat untuk mengantisipasi pergerakan lateral pile. kawat akan kembali ke posisi semula. Letakkan kawat tidak lebih dari 25 mm dari muka skala dan penyokong. • Ke s e l uru ha n a la t -ala t t es t ha ru s di li ndun gi te rh a da p pe ru ba ha n s u hu. Regangkan kawat atau material lain yang ekivalen.. tegaklurus terhadap garis pemberian beban dan melewati permukaan skala. Pas a l 5 P ro s edu r P e mbe ba na n Pembebanan lateral ini dilakukan dalam 4 cycles sesuai dengan standar ASTM D 3966-90..

• D I N A S P E K E R J A A N UM U M . maka 2 (dua) buah tes lebih lanjut harus dilakukan oleh Kontraktor dengan tiang yang lain pada lokasi yang sama yang dipilih oleh Engineer.. kontraktor harus melakukan pemasangan tiang lagi guna memastikan keamanan struktur yang dilakukan dengan menggunakan rejected piles.Setiap 5 menit . Apabila pekerjaan tes tiang gagal untuk mencapai beban kerja (full W. penambahan tiang pada lokasi yang berdekatan sebagaimana ditentukan oleh Engineer harus dilakukan dan dites kembali jika dianggap penting oleh Engineer.P E M E R I N T A H K O T A 92 . Pas a l 9 P embe rs i ha n Ko nt ra kt o r ha rus m e mi nda hka n dan m e ngel ua r ka n s em ua r er un tu ha n. da n s isa -s is a ba han -ba han la i nn ya ke l ua r l ok as i ke t e mpa t yan g d i tu n j uk oleh M a na ge r Kons t r uks i d en ga n t a np a t a mba ha n bia ya.Pas a l 6 Pr os e dur P embac a an Pembacaan harus dilakukan sesuai prosedur berikut: . Setiap 10 menit untuk 2 jam pertama ii. dengan tanggungan Kontraktor. Semua jenis pekerjaan ini dilakukan dengan tanggungan kontraktor.. Dalam kasus ini. Pas a l 8 K e gag al an Pe kerj aan • Apabila terjadi kegagalan pada tiang pada saat tes dilakukan. Setiap ½ jam kemudian hingga selama 10 jam iii.Sesudah itu dilakukan setiap 1 jam Pas a l 7 K r it eri a F ai l ure Tes dianggap telah mencapai failure apabila perpindahan maksimum lateral melebihi 12 mm pada beban maksimum sebesar dua kali beban desain.Sebelum dan sesudah setiap penambahan beban .L).Sebelum dan sesudah setiap penurunan beban .Pada saat beban puncak (200%) pembacaan dilakukan sebagai berikut: i.

. Integritas dan perkiraan kapasitas daya dukung tiang bor harus dievaluasi dengan prosedur yang telah dikembangkan di Case Western Reserve University. Kontraktor harus menganalisis semua hasil pengukuran dan memberikannya pada Engineer dalam tempo 24 jam setalah pengujian selesai dilakukan. dan semua peralatan untuk penerimaan dan pemrosesan data harus sesuai dengan tujuan pekerjan ini. harus dijamin bahwa tiang tidak mengalami kerusakan akibat tegangan pada saat pemancangan atau pengujian dilakukan. Usulan sistem dan criteria pemancangan harus dilakukan menggunakan stress wave procedure atau metode serupa. Peralatan yang dibutuhkan untuk dipasang pada tiang bor harus dipasang secara benar dan mendapat persetujuan seorang Engineer. USA. Kontraktor harus memasang dua set transduser regangan dan accelerometer di dekat ujung setiap tiang bor yang akan di uji..3. T E S T I ANG DI NAM I K Tes tiang dinamik harus dilakukan menggunakan sebuah Pile Driving Analyzer (PDA) serupa dengan yang dibuat oleh Pile Dynamics Incorporated baik peralatan transduser maupun rekamannya dan dengan diawasi seorang Engineer. Waktu antara selesainya instalasi dan pemancangan atau pengujian tiang normalnya harus lebih dari 12 jam. Untuk tiang bor yang dibuat di tempat. Tes beban dinamik ini harus dilakukan pada waktu yang tepat dan telah disetujui setelah instalasi tiang telah dilakukan. Ohio. Palu dan semua peralatan yang digunakan harus mampu memberikan gaya yang cukup untuk melaksanakan tes uji beban ini tanpa mengakibatkan kerusakan pada tiang bor. Data yang telah dikumpulkan harus dianalisis menggunakan program komputer CAPWAP atau dengan metode yang serupa. Kontraktor harus memberikan usulan sistem pemancangan beserta kriterianya kepada seorang Engineer untuk mendapatkan persetujuan.P E M E R I N T A H K O T A . mencakup informasi seperti: a) b) c) d) e) Perkiraan kapasitas daya dukung statik Maksimum energi yang diberikan ke tiang bor Maksimum gaya yang diberikan pada kepala tiang bor Maksimum percepatan palu dan kecepatan kepala tiang bor Integritas tiang bor 93 D I N A S P E K E R J A A N UM U M . dan harus menyediakan sistem pengukuran dan perekaman yang diperlukan seperti tape recorder dan oscilloscope. Semua instrumentasi yang dipasang pada tiang bor untuk pengukuran tegangan dan pergerakan tiang.

tinggi jatuh dan detail informasi relevan lainnya Jumlah pukulan Beban uji yang dicapai Pergerakan kepala tiang bor saat beban verifikasi desain ekuivalen Pergerakan kepala tiang saat beban verifikasi desain ekuivalen + 50% beban kerja Pergerakan kepala tiang saat beban uji maksimum permanent residual movement dari kepala tiang setelah setiap pukulan temporary compression Kontraktor harus menyediakan semua detail informasi yang ada mengenai kondisi tanah. dan metode konstruksi kepada perusahaan spesialis yang melakukan pengujian ini berkaiatan dengan interpretasi dari pengujian yang dilakukan. tangal pengujian. Panjang tiang bor dari posisi instrumentasi ke ujung bawah tiang Tipe palu. XIII. Perusahaan yang melaksanakan pengujian harus memberikan sebuah laporan lengkap kepada Engineer dalam jangka waktu 10 hari setelah pengujian selesai. Laporan harus mencakup semua informasi mengenai ttiang bor dan palu.P E M E R I N T A H K O T A 94 . termasuk proyeksinya di atas permukaan tanah setiap saat. Untuk tiang yang telah diuji. Lingkup Pekerjaan D I N A S P E K E R J A A N UM U M .Kontraktor harus bekerjasama untuk menjamin bahwa jadual untuk pelaksanaan uji tiang bor ini dapat diikuti/dilaksanakan dengan menyediakan semua akses dan bantuan yang diperlukan sehingga memungkinkan perusahaan pelaksana pengujian melaksanakan pekerjaan ini. pergerakan kepala tiang bor saat beban desain ekivalen dan beban pengujian yang diberikan maksimum. dimensi tiang. perilaku beban-penurunan dan integritas tiang. Detail spesifik meliputi: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) Tanggal instalasi tiang bor Tanggal pengujian Identifikasi dan lokasi tiang bor Panjang tiang bor di bawah permukaan tanah Panjang total tiang bor.. beban uji yang dicapai.. Hasil analisis harus mencakup tahanan static tiang bor baik friksi maupun ujung. Engineer dapat memilih hasil rekaman pengukuran lapangan yang akan dianalisis menggunakan program analisis penjalaran gelombang tegangan CAPWAP atau yang serupa. jumlah pukulan untuk analisis CAPWAP.PEKERJAAN RAILING (1) Pekerjaan Railing Tangga 1.

Stenless Steel harus mempunyai kekuatan tarik minimum 41 kgf/mm2 (402 N/mm2) dan batas ulur minimum 24 kgf/mm2 (235 N/mm2). Setiap pekerjaan yang kurang baik atau tidak sesuai dengan gambar atau spesifikasi ini akan ditolak dan Kontraktor harus mengganti segera tanpa tambahan biaya. 3. Tangga Terbuat dari bahan Stainless Steel (SS) H 950 mm & (SS) H 840 mm dengan tebal 1. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. bahan-bahan. Pemeriksaan pekerjaan dibengkel dapat dilakukan bila dikehendaki sewaktu-waktu oleh Direksi Pengawas dan tidak ada pekerjaan yang dikirim ke lapangan sebelum diperiksa dan disetujui Direksi Pengawas. b. Meliputi pekerjaan railing dilakukan untuk seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar.2 mm ex Hessel atau produk setara & Finishing dipoles. d. dan disetujui oleh Direksi Pengawas. c. Tebal Tiang plat besi 12 mm finish duco dan disetujui oleh Direksi Pengawas. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan. b. Persyaratan Bahan a. Sebelum pekerjaan di bengkel dimulai Kontraktor harus membuat gambar kerja yang menunjukkan detail-detail lengkap dari semua komponen. b. Bentuk/ ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . panjang serta ukuran las. Syarat-syarat Pelaksanaan a. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.a.. 2..P E M E R I N T A H K O T A 95 . Seluruh pekerjaan dibengkel harus merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.

Pada pekerjaan.PEKERJAAN INSTALASI PLUMBING Pasal 1 PENJELASAN & SPESIFIKASI UMUM (1) Pekerjaan instalasi plumbing ini harus dilaksanakan oleh Instalatur Pipa yang telah mempunyai surat pengakuan (P. dimana akan terjadi banyak lapisan las. berlaku : 96 (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . h. Lapisan las yang berpori-pori. disamping Rencana Kerja dan syarat-syarat ini. jenis pengelasan yang diperkenankan padanya Bagian konstruksi yang setara akan dilas harus dibersihkan dari bekas cat. l.A. lemak dan kotoran. Kedudukan konstruksi baja yang segera akan di las harus menjamin situasi yang paling aman bagi pengelas dan kualitas hasil pengelasan yang dilakukan. karat. Pekerjaan pengelasan harus dibawah pengawasan personel yang memiliki persiapan teknis pekerjaan tersebut. i. Untuk bagian konstruksi baja harus dilakukan dengan las listrik serta pengelasannya sudah melalui test & harus memiliki ijasah yang menetapkan kualifikasi. maka sebelum mengadakan las ulangan. Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran yang tercantum pada gambar. XIV. maka lapisan yang terdahulu harus dibersihkan dari kerak (slak) dan percikan-percikan logam sebelum memulai dengan lapisan las yang baru. maupun bidang-bidang benda kerja dibersihkan dari kerak (slak) dan kotoran lainnya. e. baik secara keseluruhan maupun merupakan pengelasan-pengelasan bagian-bagiannya hanya boleh dilakukan setelah diperiksa bahwa hubungan-hubungan yang akan di las sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk konstruksi itu.. Pada pekerjaan las. g.P E M E R I N T A H K O T A .. rusak atau retak harus dibuang sama sekali.baikbekas lapisan pertama. ukuran serta peralatan lain yang diperlukan/ digunakan dalam pekerjaan ini. Pada dasarnya untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi plumbing ini.jumlah. Pengelasan konstruksi. j. f. k.S) golongan III dari PAM setempat dan SIBP klas A dari Pemerintah Daerah.

. harus sudah termasuk : Biaya perizinan dan pengetesan untuk bahan-bahan dan peralatanperalatan yang dipasang.P E M E R I N T A H K O T A 97 . Peraturan/ persyaratan lainnya yang berlaku sah di Indonesia. Biaya penyimpanan/gudang untuk sanitary fixtures. wastafel. sebelum diserahkan harus ditest mengenai kemampuan bekerjanya. (4) (5) (6) Semua instalasi. Biaya penyambungan PAM. Ketentuan yang dikeluarkan oleh pabrik dimana mesin. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan yang meliputi pemipaan reservoir. Ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat. Semua gambar-gambar kerja atau shop drawing yang dibuat oleh Kontraktor/ Instalatur Plumbing maka sebelum dilaksanakan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Pengawas/ Contrustion Management. 1941 Peraturan/ persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat. Pasal 2 RUANG LINGKUP PEKERJAAN (1) Pekerjaan Air Bersih pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem penyediaan air bersih berupa pompa-pompa. peralatan-peralatan dan mesin-mesin yang telah terpasang. Setelah pekerjaan selesai.V.. sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan. panel pompa beserta perlengkapan. pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran.(3) A. dalam rangkap 5 (lima) dilampiri surat tanda keur dari PAM yang menyatakan bahwa pemasangan instalasi telah memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan. Biaya keur dan biaya tanggungan instalasi. Pemasangan pipa distribusi kesetiap peralatan sanitary seperti halnya closed. peralatan dan material tersebut dibuat. Kontraktor/ Instalastur diharuskan menyerahkan gambar instalasi yang telah direvisi dan disahkan oleh PAM setempat. Dalam perhitungan biaya penawaran. - - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Semua biaya yang diakibatkannya dan biaya resiko pecah/rusaknya sanitary fixtures. urinal dan lain-lain.

Mengadakan testing dan commissioning semua sistem pekerjaan yang terpasang Pasal 3 PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM - - - (1) Waktu Pelaksanaan Lamanya waktu pelaksanaan pengadaan.(2) Pekerjaan Air Kotor Pengadaan dan pemasangan beserta perlengkapan yang diperlukan dalam sistem pembuangan air kotor. floor drain dan lain-lain. urinal. setelah mendapat persetujuan Pemilik Proyek dan Konsultan Perencana. panel system.P E M E R I N T A H K O T A . DIN atau yang setaraf.S.. dalam keadaan baru (tidak dalam keadaan rusak atau afkir).. (2) Material Semua material/ bahan yang digunakan/ dipasang harus dari jenis material berkualitas terbaik..sprinkler.T.. improver material dan 98 - D I N A S P E K E R J A A N UM U M .S. Instalatur dalam hal ini Kontraktor bertanggung jawab penuh atas mutu dan kwalitas material yang akan dipakai. siamese connection. pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran. fire hydrant box. wastafel.. J. Pengadaan dan pemasangan unit-unit perlengkapan sistem pemadaman kebakaran berupa fire hydrant pillar.I.S. smoke detector dan head detector. peralatan valve-valve kontrol. Kontraktor harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari defective material. A. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan meliputi pemipaan reservoir. sesuai dengan mutu dan standard yang berlaku (SII) atau standard International seperti B. dan panel-panel control pompa beserta perlengkapan. - (3) Pekerjaan Fire Fighting Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem fire fighting berupa satu set pompa fire hydrant. panel control.M. Pemasangan pemipaan pada peralatan sanitary seperti halnya closed. smoke detector serta head detector dan perlengkapannya. pemasangan dan pemeliharaan disesuaikan dengan tahap-tahap pembangunan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi perencanaan saja. juga harus menyerahkan Gambar Pelaksanaan (As Built Drawing) yang meliputi denah. (4) Gambar-gambar Perencanaan Di dalam gambar-gambar perencanaan ini tidak dimaksudkan menunjukkan semua pipa-pipa. Apabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi ini dapat bekerja dengan baik. (6) Gambar Pelaksanaan Kontraktor harus membuat gambar instalasi secara mendetail (Shop Drawing) untuk disetujui oleh Direksi. katup-katup dan fixture secara terperinci.P E M E R I N T A H K O T A 99 . Kontraktor harus memberikan tanda-tanda dengan pensil/ tinta merah pada set gambar atas segala perubahannya.. agar instalasi ini lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pelaksanaan yang wajar. Selama pelaksanaan instalasi ini berjalan. Kontraktor harus tetap melaksanakannya tanpa ada biaya tambahan. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai dalam jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) minggu setelah ditandatangani berita acara penerimaan barang. apabila diperlukan.menjamin terhadap kualitas atau mutu barang sesuai dengan tujuan spesifikasi. detail pemasangan. instalasi dipasang/ digunakan untuk diminta persetujuannya kepada Pemilik Proyek dan Konsultan Perencana. fitting-fitting. Semua bagian-bagian tersebut di atas walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara spesifik harus disesuaikan dan dipasang oleh Kontraktor. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material/ peralatan menjadi tanggung jawab Kontraktor. penghapusan atau penambahan pada instalasi tersebut. Pelaksanaan pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia tahun 1979. (5) Gambar-gambar Kerja Gambar-gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di site/ lapangan. Sebelum dilakukan pemasangan-pemasangan. - - (3) Gambar-gambar dan Spesifikasi Gambar-gambar dan spesifikasi perencanaan-perencanaan ini merupakan suatu kesatuan dan tidak dipisah-pisahkan. detail peralatan dari seluruh instalasi di atas/ digambar dikertas kalkir. Termasuk perubahan-perubahan atau usulan-usulan dan lain sebagainya. instalasi yang terpasang.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .

Elektrikal. agar dapat memberikan hasil kerja yang terbaik dan rapi. Interior dan sebagainya. maka Pemborong harus mengangkut bahan-bahan tersebut ke luar lapangan dalam jangka waktu 3 (tiga) hari. khusus Pemborong harus memberikan surat pernyataan yang membuktikan bahwa tukang-tukangnya yang melaksanakan pekerjaan tersebut memang mempunyai pengalaman dan kecakapan.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .P E M E R I N T A H K O T A 100 . sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pemasangan dapat diperkecil/ dihilangkan. harus sudah tidak ada di lapangan (site). Bila bahan-bahan tersebut diragukan kualitasnya akan dikirimkan ke kantor penyelidikan bahan-bahan atas biaya Pemborong/ Kontraktor. kepada Direksi Lapangan atau brosur-brosur dari alatalat tersebut dan menunggu persetujuan dari Direksi Lapangan sebelum alatalat tersebut dipasang. Bila ternyata terdapat bahan-bahan yang telah dinyatakan tidak baik/ tidak bisa dipakai oleh Direksi Lapangan.. Pemborong diwajibkan mengadakan koordinasi dengan Pemborong lain yang mengerjakan pekerjaan Struktur. (9) Pengamanan Kontraktor bertanggung jawab atas pencegahan bahan/ peralatan-peralatan untuk instalasi ini dari pencurian atau kerusakan. (8) Tenaga Pelaksanaan Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh orang/ tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (Skilled Labour). Bahan-bahan/ peralatan-peralatan yang hilang atau rusak harus diganti oleh Kontraktor tersebut tanpa tambahan biaya. Untuk pelaksanaan. (10) Koordinasi Dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Kontraktor wajib mempunyai PAS INSTALATUR yang dikeluarkan oleh PDAM setempat sesuai dengan Domisili dengan Pemborong/ Kontraktor tersebut.(7) Contoh-contoh Barang Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan. Pasal 4 PENGECATAN DAN LABEL (1) semua pipa-pipa yang tidak tertanam didalam tembok/ tanah harus diberi tanda-tanda dengan mengecat pipa-pipa tersebut dengan warna 2 (dua) lapis bahan anti karat dan tanda arah aliran warna akan ditentukan kemudian (kecuali pipa PVC).

. Pipa yang digunakan untuk keperluan ini adalah pipa GIP. Sebelum dilakukan pengecatan/ pelapisan dengan bahan anti karat.5" digunakan flanged class 10 K. semua bagian pipa harus dibersihkan dari kotoran. < 2.Mak. Merk pipa: Bakrie.5" digunakan screwed class 10 K. Toyo atau setaraf. Semua valves ukuran dia. HE atau setaraf.Mak. 10 feet. Merk Fittings : TG. Konstruksi penggantung harus memungkinkan adanya expansi termis dari pipa dan mengurangi transmisi vibrasi sampai batas 1".(2) Semua pipa-pipa yang akan ditanam didalam tanah harus dilapisi berturutturut lapisan aspal. 1. Konstruksi & Persyaratan Pemipaan. 3". 1 1/4"-Mak.P E M E R I N T A H K O T A 101 . Semua alat-alat penggantungan harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak merusakkan pipa-pipa dan cukup kuat sehingga tidak menyebabkan turunnya pipa-pipa yang terpasang. Fittings dari Class 10 K dengan tiap-tiap sambungan menggunakan sambungan ulir dan fitting tape atau sambungan flange serta welding untuk hidrant dan sprinkler. Semua pipa-pipa harus digantung pada struktur bangunan dan tidak diperkenankan meletakkan pipa-pipa tersebut pada rangka langitlangit.medium class A. Pipa-pipa air yang tidak tertanam didalam bagian bangunan harus dicat dengan lapisan cat dasar yang tahan karat dan kemudian difinish dengan cat finish. PPI atau setaraf. lemak dan karat dengan menggunakan alat yang sesuai dengan untuk itu. Pasal 5 PEMASANGAN INSTALASI PIPA AIR BERSIH (3) (4) (1) Pemasangan instalasi air bersih harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran dan lokasi yang telah ditentukan didalam gambar kerja. Pada setiap pipa penyatu yang disambungkan pada tiap-tiap fixtures atau equipment harus dipasang valves sesuai dengan gambar.5" -Mak 9 feet. kecuali apabila fictures atau equipment yang bersangkutan telah dilengkapi oleh alat-alat penyambung tersebut. 12 feet. 2". (3) (4) - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . lapisan goni dan lapisan aspal/ plinkote minyak. Merk : Kitazawa. Ketentuan penggantung Pipa. (2) Pada setiap penyambungan pipa-pipa ke fixtures ataupun equipments valve harus digunakan union fitting. 7 feet. dan ukuran > 2..

Mak. Pemasangan pipa-pipa harus dilakukan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pemasangan pipa dan perlengkapannya serta peralatan lainnya harus sesuai dengan gambar rencana dan penyambungan kedap air dengan sealing tape Pemasangan pipa-pipa harus dilaksanakan sebelum salut dinding/ plesteran dan langit-langit dilaksanakan. Sebelum pemasangan dan penyambungan. accessories. harus ditutup dengan cap atau plug. trape dan fitting harus diperiksa dan dibersihkan dari segala kotoran yang akan menyumbat.. Pemasangan pipa-pipa atau equipment harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak ada suatu sambungan yang saling bersilangan antara pipa-pipa air bersih dengan pipa-pipa pembuangan lainnya. semua pipa-pipa valves. - - - - (6) Pemotongan pipa harus dilaksanakan dengan menggunakan gergaji atau pipa cutter. 14 feet.P E M E R I N T A H K O T A 102 . Tidak mengganggu. Permukaan pipa bekas potongan harus diratakan sehingga mencapai ukuran penampang aslinya. Pembobokan plesteran/ salut dinding dan pembongkaran langit yang sudah terpasang harus dihindarkan. Penempatan dari valves. clean out. 6". - - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Mudah dicapai. selanjutnya pipa tersebut harus dibersihkan dari kotoran-kotoran bekas gergaji atau perataan. equipment dan lain-lain peralatan harus sedemikian rupa sehingga : Terlindung (bila perlu dengan tanda-tanda petunjuk). (7) (8) Perlindungan/ proteksi waktu pelaksanaan : Semua pipa-pipa yang terbuka karena belum tersambung dengan equipment atau fixtures. Pemasangan sparing harus pipa-pipa yang mungkin akan menembus struktur bangunan harus dilaksanakan bersama-sama pada waktu pelaksanaan struktur yang bersangkutan. 17 feet.Mak.(5) 4".. Equipment dan fixtures harus dilindungi dari gangguan pekerjaan dan kerusakan-kerusakan.

- - - - - - - - (9) Sambungan Pipa a. c. Fitting.2 meter dengan konstruksi klem seperti pada gambar. bend). persyaratan flange yang dipakai dan pelubangnya seperti yang tercantum pada pasal selanjutnya. Pemasangan pipa datar harus benar-benar lurus dan pemasangan pipa tegak harus benar-benar vertikal. Perubahan arah pipa harus dilaksanakan dengan fitting pembantu (elbow. terutama bagian dalamnya harus dijaga agar tetap bersih dan harus diperiksa setiap saat terhadap kerusakan dan kotoran. peralatan bantu. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Sambungan ulir dipergunakan untuk pipa dengan diameter kurang dari 4 inch dimana setiap jarak 2 length (standard pipe length) harus diberi sambungan flange. sambungan flange dan sambungan las. Pipa-pipa didalam shaft pipa harus diikat denga “U” klem terhadap kanal yang ditempatkan pada jarak maksimum jauh 1. selama pemasangan dan sesudah dipasang pipapipa dan accessoriesnya.P E M E R I N T A H K O T A 103 . Sebelum dipasang. Sambungan pipa yang digunakan adalah sambungan ulir. Harus disediakan automatic release valve pada tempat-tempat tertinggi untuk mengeluarkan udara secara otomatis dan pada tempat terendah harus dipasangkan katup blow off berikut pemipaannya menuju ke saluran air hujan terdekat. peralatan ukur dan lainnya yang memiliki tahanan aliran yang berlebihan tidak diperkenankan dipasang kecuali bila disyaratkan pada buku ini... shop drawing yang dibuat harus dengan persetujuan pemilik proyek.- Semua pekerjaan gantungan pipa-pipa diplat lantai harus seizin pengawas dan kontraktor sipil. Sambungan flange dipergunakan untuk pipa dengan diameter lebih besar dari 3 inchs. Perubahan design oleh Pemborong atas permintaan Owner. begitu pula dengan percabangan harus menggunakan TEE atau Cross tee sesuai dengan kebutuhan. membengkokkan pipa tidak diperkenankan. Apabila terdapat segmen pemipaan yang ternyata menghalangi jalur instalasi lain maka perbaikan-perbaikan atau pembongkaran dilaksanakan atas biaya pemborong sendiri. b.

Sambungan las diperlukan untuk membantu pemasangan pada tempat-tempat yang sulit dicapai sehingga segmen pipa tersebut harus dirakit terlebih dahulu sebelum dipasang pada tempatnya.P E M E R I N T A H K O T A 104 . Pada sambungan flanged harus dilengkapi dengan “Ring Type Gasket” untuk lebih menjamin kekuatan sambungan tersebut. (ANSI).). elbow. e. bend dan lainnya. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . (10) Pemasangan Peralatan Ukur/ Sensor Pemasangan peralatan ukur dan peralatan sensor harus mengikuti persyaratan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat peralatan tersebut sehingga hasil pengukuran dapat dipertanggung jawabkan. f. Sambungan las harus dipergunakan untuk membuat “intake port” dan “outlet-port” pada pipa header. Segmen pipa yang disambung dengan las harus dihubungkan dengan segmen lainnya menggunakan flange. (JIS). Double-nipple. Pasal 6 PERSYARATAN PERALATAN BANTU (1) Katup Penutup Jenis : Bronze valve. Pada sambungan ulir.) rising stem (air cond) Kelas : 150 psi Standard: (B. Fitting a. Flange Jenis : Forged Steel Flange Kelas : 150 psi c. (ASTM). h.. kemudian dibalut dengan menggunakan pintalan serabut kain atau pipa khusus. Jenis : Cast-Iron Fitting Kelas : 150 psi Merk : Top Brand atau setaraf. Sudut sambungan antara dua pipa tidak boleh lebih besar sudut maksimum yang ditentukan oleh pabrik pipa yang bersangkutan (maksimum deflection allowed).d. socket. Flange bolt Jenis : Commercial Bolt (11) b. terlebih dahulu harus dilapisi dengan “readlead cement”.S. hand-wheel operated Stem : Non-rising (air bersih) rising stem (air cond. g..

. lever operated.P E M E R I N T A H K O T A 105 .100 gpm Tekanan kerja: 5 atm Ketelitian: + 5% Thermometer Jenis : Mercury expansion Mounting: Pipa Range : 10 . (7) Flexible Connection Jenis : Spool type flexible rubber Bentuk: Spherical Kelas : 150 psi Merk : Proco. dial-gage Fluida kerja: Air Dial size: 10 cm Range : 1 .(2) Katup Searah Jenis : Swing “Y” pattern bronze Arah aliran: Horizontal atau vertikal bergantung posisi pipa Kelas : 150 psi Katup searah harus type anti water hummer. Jenis : Full foot ball bronze valve.1 0 atm Merk : Nagano. Katup Pengatur/ Pembalans. Kelas : 150 psi Katup Pelepas Udara Jenis : Cast-iron valve Kelas : 150 psi (3) (4) (5) (6) Strainer Jenis : Screen : Kelas : Merk : “Y” pattern bronze Stainless steel 150 psi Kitazawa.Yamamoto atau setaraf Flow Meter Jenis : Direct-reading impact-tube Range : 10 . Kelas : 150 psi Katup Reservoir/ Foot Valve Jenis : Ball foot ball bronze valve.40 centrigrade (8) (9) (10) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pressure gauge Jenis : Bourdon. atau setaraf.. Toyo atau setaraf. lever operated. Tozen.

.Kelengkapan: . dengan memasukkan larutan chlorine ke dalam sistim pemipaan air bersih dengan sistim injeksi dan menjalankan pompa dan setelah 16 jam harus dibilas dengan air bersih sehingga dosis chlorine yang sisa tidak lebih dari 0.P E M E R I N T A H K O T A 106 .. Pengujian dinyatakan berhasil apabila selama pengujian tidak terjadi penurunan tekanan. Pekerjaan desinfeksi. g. c. Khusus untuk kran taman/ Hose Bibb harus dilengkapi dengan coupling penyambungan ke slang. Sistim pemipaan harus ditest dengan tekanan hydrostatis sebesar 2 x tekanan kerja atau sekurang-kurangnya 120 psi atau 6 atm absolut selama 6 (enam) jam terus menerus.Bronze glass guard (11) Kran Taman & Kran Botol Jenis : Per chroom Ukuran: 0 1/2" Merk : TOTO.Thermometer well : . f. Pasal 7 PENGETESAN/ PENGUJIAN SISTIM PEMIPAAN AIR BERSIH Semua peralatan yang sudah terpasang harus ditest dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a. kontraktor harus mencari sebabnya dan segera memperbaiki kesalahan/ kerusakan/ ketidak sempurnaan tersebut dan pengujian harus diulang.KITZ.2 ppm b. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Testing pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa-pipa tersalut dengan plesteran/ salut dinding dan sebelum langit-langit di daerah yang bersangkutan terpasang. Testing pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa-pipa tersalut dengan plesteran/ salut dinding dan sebelum langit-langit di daerah yang bersangkutan terpasang. SAN-EI atau setaraf. e. Pengujian dilakukan pada pipa utama sebelum pipa tersebut ditanam dalam tanah atau didalam bagian bangunan. TAHO. d. Bila terjadi penurunan tekanan selama waktu waktu pengujian.

perlindungan/ proteksi pada waktu pelaksanaan sesuai dengan ketentuan pabrik dan ketentuan pada instalasi pipa air bersih. Untuk pipa-pipa horizontal dipasang miring ke atas mengikuti arah aliran. kontraktor harus membuat shop srawing dengan persetujuan pemilik proyek. Pasal 10 PEMASANGAN INSTALASI PIPA AIR KOTOR & AIR BEKAS (1) Lingkup Pekerjaan Pekerjaan pemipaan/saluran air kotor dan air bersih buangan dari sanitary fixtures sampai ke tempat pengolahan air kotor/ air buangan. reduct. membengkokkan pipa tidak diperkenankan. K ONS TR UK SI & PE R SY A R A T A N PEMIPAAN (1) Semua alat penggantungan harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak merusakkan pipa-pipa. begitu pula dengan percabangan harus menggunakan Tee atau Cross Tee sesuai dengan kebutuhan. bend).. isolasi dan cukup kuat sehingga tidak menyebabkan turunnya pipa-pipa yang terpasang. Semua pipa harus digantung pada struktur bangunan dan tidak diperkenankan meletakkan pipa-pipa tersebut pada rangka langit-langit. Perubahan arah pipa harus dilaksanakan dengan fitting pembantu (elbow. tee. Konstruksi dan jarak penggantung sesuai dengan ketentuan pada instalasi pipa air bersih. elbow.. Pasal 9 FITTING (1) Double nepple. K E T E NT UA N PE NGGA NT UNG P I P A . (2) (3) (4) (5) (6) (7) - D I N A S P E K E R J A A N UM U M .P E M E R I N T A H K O T A 107 . dengan jenis material yang sama. kemiringan pipa dari 1 : 200 s/d 1 : 300. Apabila terdapat segmen pemipaan yang ternyata menghalangi jalur instalasi lain maka perbaikan-perbaikan atau pembongkaran dilaksanakan atas biaya pemborong sendiri. bend. socket dan lainnya. Pemasangan semua sanitary fixtures dengan perlengkapannya.Pasal 8. Kelas atau type dari fitting harus equivalent dengan type dari pipa tembaganya. Pemotongan pipa. Bila ada perubahan design atas permintaan owner.

C) klas/ kualitas terbaik (clase A. sambungan dengan las tidak dibenarkan untuk dipakai. Fitting yang digunakan harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut Semua perubahan ukuran pipa harus menggunakan reducing fitting...V. b. Tidak dibenarkan menembak/ ramset pada plat lantai untuk keperluan penggantung pipa-pipa.- Pembuatan bak kontrol (inspection chamber) untuk waste dan soil. (2)Persyaratan Pemipaan Air Kotor a. Pipa yang digunakan harus dari jenis poly vinyl chloride (P. Pembelokkan arah aliran harus menggunakan “Y” fitting kombinasi dari “Y” dan 1/8 “bend”.W. 1/6.P E M E R I N T A H K O T A 108 .) tidak rapuh. kecuali apabila dinyatakan lain sesuai dengan kebutuhannya. 1/8 dan 1/16. Fitting. Fitting yang digunakan harus sesuai dengan standard PVC connection. - - c. Semua pipa-pipa horizontal dengan kemiringan minimal 1. Untuk pipa-pipa vertikal dipakai cabang “Tee” dengan short weep 1/4 bend. untuk arah aliran horisontal ke vertikal dan untuk belokan pembuangan dari closed. merk : WAVIN atau setaraf (SII Standard). khusus pipa menyeberangi jalan atau parkir harus dilindungi pipa Galvanized Steel Pipe (GSP).5 cm per meter) ke arah aliran. Pemasangan instalasi pipa air kotor dan air bekas harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran dan lokasi yang telah ditentukan didalam gambar kerja. Penggantungan pipa-pipa harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan atau standard dari jenis pipa PVC system. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . d. merknya harus sesuai dengan merk pipa yang dipakai. Untuk vent dan semua fittingnya menggunakan pipa PVC dengan bentuk sambungan monolit (solit). long sweep 1/4. kecuali dengan cara mengebor pada tempattempat tertentu atas petunjuk pengawas dan kontraktor sipil.5 % (1. Pemasangan pipa harus dilakukan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Arah aliran instalasi pipa air kotor (sewage) & air bekas ditujukan ke pipa sewage treatment melalui basin pompa sewage.

- e. g. Pipa vent yang berasal dari kelompok fixtures. f... Vent harus dipasang dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pipa horizontal harus dipasang miring ke arah aliran drain yang menuju pembuangan tanpa ada trap atau konstruksi yang berbentuk trap. Rongga antara pipa instalasi dan sleeve harus ditutup rapat dengan bahan yang elastis. Cara proteksi. rembesan atau retakan-retakan pada sambungannya. Pipa vertikal utama dari instalasi air kotor dan air bekas dengan ukuran yang sama. jika dihubungkan dengan pipa vent utama harus pada ketinggian tidak kurang dari 30 cm diatas atap dan harus dilengkapi dengan flashing fittings. pemotongan dan pembersihan disesuaikan dengan cara sebelumnya. dinding atau balok) harus dibuat sleeve. grate dan brass strainer yang dapat dibuka-buka untuk pembersihan. Floor drain harus dipasangkan dengan dilengkapi trap.P E M E R I N T A H K O T A 109 . - h. kecuali apabila fixtures tersebut telah dilengkapi dengan trap tersendiri. Trap harus dipasang ditempat yang sudah dicapai dan harus menggunakan clean out plug. Trape harus dipasang dengan ketentuan sebagai berikut : Setiap pemasangan fixtures harus dilengkapi dengan pemasangan trap pada pipa yang akan menuju fixture. diteruskan ke atap sebagai vent yang dengan pipa-pipa vent vertikal lainnya. sebelum beton-beton yang bersangkutan dicor. Merk : Toto atau setaraf. Sleeve yang dipakai adalah galvanized steel pipe.Sleeves dikerjakan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Untuk semua pipa-pipa yang menembus beton (sloop plat lantai. Penyambungan pipa atau fitting harus mengikuti petunjuk dan instruksi dari pabrik produsen via yang bersangkutan.- Pipa-pipa dan fitting harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kebocoran. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Jika tidak memakai isolasi maka sleeve harus dipasang minimal satu ukuran lebih besar dari pada aslinya.

Semua pipa dan fitting yang dipakai dalam pekerjaan ini harus dari satu merk dan mengikuti standard yang sama. j. Untuk pipa mendatar harus ditumpu/ digantung kuat pada jarak maksimum 2 m. p. o.i. Merk : San-Ei. Pipa vent tegak yang keluar dari permukaan tanah harus mempunyai ketinggian 2.. Toto atau setaraf. l. t. m. (1) Sambungan pipa PVC harus menggunakan sambungan dengan “solvent cement”. q. Semua clean out adalah yang dimaksud sampai menembus lantai (floor clean out) atau type clean out lantai. n. Pengujian dari seluruh sistim pemipaan air kotor/ bekas ini dilakukan setelah pemasangan selesai dan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk CM/ Perencana. Fittings terbuat dari bahan yang sama dengan jenis bahan pipa dan merupakan cetakan pabrik. r.5 m dan diujung pipa tersebut dipasang Tee. Perlindungan/ proteksi sesuai dengan cara sebelumnya.P E M E R I N T A H K O T A 110 . Pemasangan/ perletakan pipa-pipa ini disesuaikan dengan gambar pelaksanaan dan dimensi dari masing-masing pipa tertera jelas dalam gambar. Untuk fitting/ belokan yang menerima beban vertikal akibat adanya pipa tegak diatas harus diberi penumpu beton/ thrust blok.. s. Pada jalur pemipaan setelah keluar dari bangunan harus dipasang inspection chamber dengan konstruksi sesuai dengan persyaratan/ standard. Pemborong harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk keperluan pengujian tersebut dan segala biaya menjadi tanggung jawab Pemborong. Pada bagian bawah dari pipa tegak ke pipa datar harus diberi penumpu/ support dan pipa datar lainnya diberi penggantung. Pasal 11 PERSYARATAN SAMBUNGAN PIPA AIR KOTOR k. Semua pipa tegak harus dijangkar kuat pada tiap jarak 2. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .5 m maksimum.

Sambungan antara pipa dan arah yang berbeda harus menggunakan “Long Radius Elbow” dan/ atau combination WYE. Pasal 13 PEMASANGAN INSTALASI AIR HUJAN (2) (3) (4) (1) Pemasangan dan pemipaan ini meliputi : Pemasangan semua instalasi air hujan dari atap sampai ke bak kontrol di lantai dasar. Seluruh bak kontrol untuk air hujan tidak termasuk dalam skope ini (masuk pekerjaan sipil/ arsitektur). Bila penurunan permukaan air melebihi batas yang telah ditentukan maka Kontraktor harus segera memperbaiki dan pengujian harus diulang kembali. Seluruh sistem pemipaan diisi dengan air sampai ke lubang pipa vent yang tertinggi. (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Wavin. Roof drain ttype cast iron drain. kemiringan pipa harus sesuai dengan gambar dan keadaan setempat. Pemasangan roof drain dari pipa yang bersangkutan. Pengetesan kebocoran dilakukan sesuai dengan diatas..(2) Sambungan harus mampu menahan tekanan air kotor sebesar tinggi kolom air dari pipa terendam sampai ke titik ujung atap pipa vent stack.P E M E R I N T A H K O T A 111 . Fitting yang digunakan harus dari jenis “Injection moulded fitting”. pengujian dinyatakan berhasil.. Merk : Ruchika. Bila selama 60 menit penurunan permukaan air tidak lebih dari 10 cm. Untuk pipa-pipa horizontal. Pralon atau setaraf. fitting dari jenis welded fitting tidak diperkenankan untuk dipakai. Pasal 12 PENGUJIAN SISTEM PEMIPAAN AIR KOTOR & VENT (3) (4) (1) Semua lubang keluar/ pembuangan harus ditutup rapat dengan menggunakan plastik yang khusus untuk itu. (2) Pipa yang digunakan harus PVC pipe dari clase AW dengan solvent cement.

Pasal 14 GROUND RESERVOIR Reservoir bawah dengan kapasitas 18. pipa vent peluap. sehingga mudah dipelajari dan bersampul kertas tebal dengan muka depan tertulis dengan jelas jenis instalasi yang bersangkutan dan tertulis dalam Bahasa Indonesia. dengan perlengkapan pipa pengisi lengkap dengan float kontrol.. elektroda water level kontrol. sampai orang yang ditunjuk Pemilik Bangunan tersebut benar-benar mahir dan sanggup menggantikannya.2 m 3 . Kontraktor harus menyerahkan 4 (empat) set buku petunjuk kerja sistim instalasi san petunjuk pemeliharaan kepada CM. Reservoir harus diuji terhadap kemungkinan kebocoran. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh untuk mengoperasikan seluruh peralatan dan sistim instalasi yang dilaksanakan. tetapi dapat dilampirkan hanya sebagai pelengkap. tangga pengontrol. Buku tersebut harus memuat : Uraian secara umum dari sistem dan peralatan instalasi Plumbing secara keseluruhan. Semua peralatan harus dapat berfungsi dengan baik. serta mengatasi (3) (4) (5) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . sampai orang yang ditunjuk Pemilik Bangunan tersebut benar-benar mahir dan sanggup menggantikannya.. Buku petunjuk sistim kerja instalasi dan petunjuk pemeliharaan harus disusun sedemikian. Kontraktor harus menempatkan tenaga terdidik dan ahli dalam mengoperasikan serta memelihara seluruh sistim perlengkapan instalasi yang dilaksanakan.P E M E R I N T A H K O T A 112 . Cara menjalankan/mematikan setiap peralatan kerusakan-kerusakan kecil yang mungkin timbul. Brosur-brosur yang dikeluarkan pabrik pembuat peralatan tidak dapat dianggap sebagai petunjuk kerja dan petunjuk pemeliharaan. terbuat dari beton bertulang kedap air. pipa keluar dari jenis GIP. manhole. Sistim kerja dari setiap bagian instalasi. float valve dari stainless steel. Pasal 15 PETUNJUK KERJA DAN PETUNJUK PEMELIHARAAN INSTALASI (1) Setelah selesai pemasangan seluruh instalasi dan setelah selesai pelaksanaan pengujian. (2) Kontraktor diharuskan melatih orang-orang yang ditunjuk Pemilik Bangunan sehingga mahir dalam mengoperasikan seluruh peralatan dan sistim instalasi yang dilaksanakan.

Tata cara pengujian dan pelaksanaan pengujian harus dilakukan dibawah pengawasan CM. nama dan alamat perusahaan yang menjadi agen di Indonesia. RUNNING TEST DAN COMMISSIONING (1) Semua pekerjaan yang dilaksanakan harus diuji. Sebelum melakukan test.P E M E R I N T A H K O T A 113 . tabel pelunasan dan daftar suku cadang. data dan literatur dari peralatan yang tidak ada sangkut pautnya dengan peralatan yang terpasang. Petunjuk pemeliharaan dari sistim instalasi dan semua peralatan. bila diperlukan. pabrik asal. (2) (3) (4) (5) (6) (7) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . CM/ Team Pengawas dan badan lain yang berwenang. tenaga dan biaya untuk mengadakan pengujian menjadi tanggungan Kontraktor. semua pemeliharaan berkala. Jangan memasukkan brosur. sehingga dapat dijamin bahwa pekerjaan tersebut dapat bekerja dengan baik. Harus dilakukan oleh tenaga ahli dari penjual mesin/peralatan tersebut yang mana telah mendapat pendidikan khusus untuk itu dari pabrik pembuat mesin tersebut. untuk waktu jangka panjang. Literatur dari pabrik tentang peralatan yang terpasang. Semua perlengkapan. tipe. - - Pasal 16 PENGUJIAN INSTALASI. tahun pembuatan.. Harus disaksikan oleh Pemberi Tugas.- Tebal peralatan yang memuat macam dan jumlah mesin/ peralatan lokasi.. yang memuat tugas pemeriksaan secara umum. Kontraktor harus menanggung biaya untuk pemeriksaan dan pemberian izin dari instansi yang berwenang. Kontraktor harus menyerahkan prosedur running test kepada Direksi/ CM berikut start up manual yang dikeluarkan dari pabrik pembuat mesin tersebut.

produk lokal dan disetujui Direksi Pengawas. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 2. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof/balok sampai 50 cm diatas permukaan lantai setempat. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Syarat-syarat Pelaksanaan a.P E M E R I N T A H K O T A 114 . d. b. mutu I dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. base serta memenuhi PUBI-1982 pasal 9. Untuk dinding semen raam/rapat air.. minyak. siku dan sama ukuran. adukan yang digunakan 1 pc : 2 pasir pasang. Air untuk adukan pasangan. Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik. Syarat-syarat batu bata harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI-10. c. e. 3. Bahan-bahan yang digunakan. sama warna serta disetujui Direksi Pengawas. Batu bata yang digunakan ukuran 10 x 10 x 20 cm dengan mutu terbaik. asam. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas minimal 3 (tiga) contoh dari hasil produk yang berlainan untuk mendapatkan persetujuannya. kecuali pasangan batu bata semen raam. Seluruh dinding dari pasangan batu menggunakan adukan 1pc : 4 pasir pasang.. b. Persyaratan bahan a. c. Semen portland yang digunakan harus dari satu merk produk. bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Lingkup Pekerjaan a. Pasir aduk harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2.PEKERJAAN DINDING (1) Pekerjaan Dinding Batu Bata 1.XV. Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi Pengawas. harus bersih. tidak mengandung lumpur. b.

(2)

Pekerjaan Plesteran Dinding 1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar.

b.

2.

Persyaratan Bahan a. Semen portland yang digunakan harus dari satu produk, mutu I dan yang disetujui Direksi Pengawas serta memenuhi syaratsyarat yang ditentukan dalam NI-8. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 dan PUBI-1982. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10. Campuran (agregate) untuk plester harus dipilih yang benarbenar bersih dan bebas dari segala macam kotoran, harus bersih dan melalui ayakan 1,6 - 2,0 mm.

b. c. d.

3.

Syarat-syarat Pelaksanaan a. Seluruh plesteran dinding batu bata dengan aduk campuran 1 Pc : 4 pasir, kecuali pada dinding batu bata semen raam/rapat air. Pada dinding batu bata semen raam/rapat air diplester dengan aduk campuran 1 PC : 2 pasir Pasir pasang yang digunakan harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang disyaratkan. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan diatas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus bermutu baik dari jenisnya dan disetujui Direksi Pengawas. Semen Portland yang dikirim ke site harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya, bertuliskan type dan tingkatannya, dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat.

b.

c.

d.

e.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

115

f.

Bahan harus disimpan ditempat yang kering, berventilasi baik, terlindung bersih. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan, dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan persetujuan, lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Material yang tidak disetujui diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diharuskan memeriksa site yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor diharuskan memeriksa site yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk di mulainya pekerjaan. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya, Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi Pengawas. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. Tebal plesteran 1,5 cm dengan hasil ketebalan dinding finish 15 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran, pada bagian pekerjaan yang diijinkan Direksi Pengawas. Pertemuan plesteran dengan jenis pekerjaan lain (kosen dan lain sebagainya), dibuat naat (tali air) lebar minimal 7 mm dalam 5 mm, kecuali bila ditentukan lain. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran yang homogen, acian dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya Kontraktor selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik/Pemakai.

g.

h.

i.

j.

k.

l.

m.

n.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

116

XVI.PEKERJAAN LANTAI A.Pekerjaan Pasangan Keramik Lantai Bangunan 1. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Pekerjaan lantai keramik ini dilakukan pada finishing lantai bangunan yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar.

b.

2.

Persyaratan bahan a. Bahan yang digunakan adalah jenis keramik KIA atau merek setara lainnya. Warna akan ditentukan kemudian, untuk masing-masing warna harus seragam, warna yang tidak seragam akan ditolak. Tebal bahan minimal 7 mm, finishing berglazuur, kekuatan lentur 250 kg/cm2 dan tingkat I (satu). Bahanpengisi siar berwarna/ibagrout/Titlegrout. dari grout semen

b.

c.

d.

e.

Bahan perekat dari adukan spesi 1 PC : 2 pasir ditambah bahan perekat/ Ibafix. Ukuran dan lokasi pemasangan finishing lantai. Ukuran 30 x 30 cm digunakan sebagai finishing keseluruhan lantai sesuai yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar. Ukuran 20 x 20 cm digunakan sebagai finishing keseluruhan keramik lantai WC dan Ukuran 20 x 30 cm digunakan sebagai dinding keramik WC sesuai yang disebutkan/ditujukkan dalam detail .

f.

-

g.

Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM, NI-19, PUBI 1982 pasal 31 dan SII 0023-81. Semen Portland harus memenuhi NI-8, pasir harus memenuhi PUBI 1982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9.

h.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

117

3.

Syarat-syarat Pelaksanaan a. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya (minimum 3 contoh bahan dari 3 jenis produk yang berlainan) kepada Direksi Pengawas. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat shop drawing dari pola keramik yang disetujui Direksi Pengawas. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak bernoda. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 4 pasir dan ditambah bahan perekat seperti yang disyaratkan. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar-benar rata. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar), harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai detail gambar serta petunjuk Direksi Pengawas, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan tegak lurus sesamanya. Siar-siar diisi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan persyaratan warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan dinding atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. Pinggulan pasangan keramik harus dilakukan dengan alat gurinda, sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang teratur, siku dan memperoleh bentuk tepian yang sempurna.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

k.

l.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

118

P E M E R I N T A H K O T A 119 . Lingkup Pekerjaan a.8 warna.m. Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3 x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat pada permukaan lantai. c. As 1500-1974. dengan subbase dari bahan lapisan sirtu padat tebal 35 cm dan lapisan pasir urug atas lapisan sirtu tebal 5 cm.. bahan-bahan.. Bahan harus memenuhi ketentuan dari Asutralian Standard For Metric Concrete Building Block. Pekerjaan lapisan paving block ini dipasang sebagai lapisan finishing pada seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Persyaratan Bahan a. dipasang sebagai lapisan finishing untuk tempat parkir dan jalan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar.6 warna. Type dan lokasi pemasangan : Type interblock 16. 13/D3/C235 dan peraturan Bina Marga No. B. Sirtu yang digunakan dari dalam sungai dengan ukuran gradasi klas B (100% lolos ayakan 1.5 inchi). b.Pekerjaan Lapisan Paving Block Area Parkir 1. dengan berat jenis 2200 kg/m3. dipasang sebagai lapisan finishing untuk Trotoir serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar. dengan subbase dari bahan lapisan pasir urug padat tebal 5 cm. Bahan paving block dari produk yang bermutu baik dan disetujui Direksi Pengawas. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . 01/ST/BM/1972. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Type Interblock 16. b. ASTM No. - d. bahan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 13. 2.

hingga tercapai hasil struktur lapisan homogen dan kepadatan yang maksimal. selanjutnya nat atau se-sela tersebut diisi dengan pasir beton yang diayak dengan mata ayakan maksimum 2 mm. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Setelah paving block terpasang dengan teratur. tidak bergelombang pada permukaan lapisan paving block serta tidak terjadi genangan air.3. Syarat-syarat Pelaksanaan a. g. e.. d. seluruh permukaannya diratakan dengan menggunakan mesin penggilas kapasitas 1 ton atau sesuai yang disyaratkan dalam pekerjaan ini. harus dipadatkan dengan Smooth Wheel Rollers kapasitas 8 ton. Tidak diperkenankan memasang bahan paving block yang patah. Penggilasan dilakukan dari bagian tepi kerah tengah dengan pengulangan minimal 6 kali. c. dalam arti jenis ukuran dan jenis warnanya.P E M E R I N T A H K O T A 120 . Bahan dari mutu terbaik. teratur.. f. b. Hails pemasangan harus cermat. Seluruh permukaan tanah dasar (sub grade) dan lapisan subbase dari hamparan sirtu. Jarak pemasangan block yang satu terhadap yang lain dibuat maksimum 8 mm. Pasangan lapisan paving block menurut jenisnya. Hasil pemasangan harus rata dengan kelandaian/ kemiringan sesuai yang disyaratkan/ ditentukan dalam detail gambar. tanpa cacat/ retak/ rengat pada permukaannya. h. Lapisan paving block dipasang diatas lapisan pasir urug yang telah dipadatkan serta telah disiram dengan air yang bersih. Penggilasan dilakukan dari bagian tepi yang maksimal. retak atau yang ada cacat-cacat lain. disesuaikan dengan detail-detail gambar untuk itu.

Kayu yang dipakai harus cukup tua. sehingga dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. PUBI 82 pasal 37 dan memenuhi persyaratan SII 0458-81. peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan. Sebelum pemasangan. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. termasuk mempelajari bentuk. angkur-angkur dan penguat lain yang diperlukan b. mutu kelas A. Lingkup Pekerjaan a. penimbunan kayu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. c. - - - 3. pola. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. Sebelum melaksanakan pekerjaan. cara pemasangan. bahan-bahan.PEKERJAAN KAYU KOSEN.P E M E R I N T A H K O T A 121 .. untuk seluruh bahan kayu kosen yang digunakan. kering dengan permukaan rata. kelas kuat I-II dan kelas awet III dan kayu Ulin untuk kosen KM/WC Ukuran finish kosen sesuai detail gambar. lurus.. Kelembaban yang disyaratkan maksimum 17%. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klosklos. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. b. Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai persyaratan dalam NI-5 (PKKI tahun 1961). baut. Persyaratan Bahan Bahan kosen dari kayu Bangkirai yang telah dikeringkan. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang). layout/penempatan. PINTU & JENDELA (1) Pekerjaan Kosen Kayu 1. Syarat-syarat Pelaksanaan a. mata kayu fan cacat lainnya. bebas dari cacat seperti retakretak.XVII.

d. hingga dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. h. Semua kayu tampak harus diserut halus. f.hingga terjamin kekuatannya untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. j. Semua kosen yang melekat pada dinding beton/bata diberi penguat angkur diameter 10 mm. Kosen tidak diperkenankan dipoles dengan cat. vernis. Setelah terpasang perlu diberi pelindung terhadap benturan dan pengotoran dari akibat pelaksanaan pekerjaan lain. Pekerjaan daun pintu kaca meliputi pembuatan daun jendela kaca/frame dari kayu bangkiray untuk seluruh detail yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar. rata. Pembuatan dan penyetelan/pemasangan kosen-kosen harus lurus dan siku. meni atau finishing lainnya sebelum diperiksa dan diteliti oleh Direksi Pengawas. Pemotongan dan pembuatan profil kayu dilakukan dengan mesin diluar tempat pekerjaan/pemasangan. lurus dan sikusiku satu sama lain sisi-sisinya dan dilapangan sudah dalam keadaan siap untuk penyetelan/pemasangan. b. bentuk profil. sehingga mekanisme pembukaan pintu/jendela bekerja dengan sempurna. kecuali bila ditentukan lain. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. i. Kosen yang terpasang harus sesuai petunjuk gambar dan diperhatikan ukuran. Bahan dari beton adukan 1 PC : 2 pasir beton : 3 koral. e.P E M E R I N T A H K O T A 122 . Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. Pemasangan tiang kosen yang langsung diatas lantai (kosen pintu) dibuat neud tinggi 10 cm. type kosen dan arah pembukaan pintu/jendela... k. Pada setiap sisi kosen pintu yang tegak dipasang 3 angkur dan untuk sisi kosen jendela 2 angkur. Lingkup Pekerjaan a. g. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . (3) Pekerjaan Daun Jendela Kaca 1. bahan-bahan. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.

(4) Pekerjaan Daun Pintu Double Teakwood Bagian Dalam Lapis aluminium Seng 1. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.. layout/penempatan.2. tidak bergelombang. harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Direksi Pengawas. tidak terkenan cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. Syarat-syarat Pelaksanaan a. pola. 3. Digunakan kaca rayband tebal 5 mm. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi dilapangan (ukuran dan lubang-lubang). Persyaratan Bahan Bahan Panel Untuk panel digunakan bahan kaca yang memenuhi persyaratan dalam PUBI 82 pasal 63 dan SII 0819-78. d. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. Sebelum melaksanakan pekerjaan.. b. termasuk mempelajari bentuk. Lingkup Pekerjaan a. tidak melintir dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik. tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan.P E M E R I N T A H K O T A 123 . Sebelum pelaksanaan dimulai. Untuk daun jendela kaca setelah dipasang harus rata. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. Pekerjaan pembuatan daun pintu double teakwood bagian dalam lapis aluminium seng dipasangkan pada pintu-pintu dan seluruh detail seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . hingga dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. e. bahan-bahan. tanpa meninggalkan bekas/cacat pada permukaan rangka yang tampak. cara pemasangan. b. c. penimbunan bahan-bahan jendela ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka jendela dan penguat lain agar tetap terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/ menjaga kerapihan. Jika diperlukan.

disyaratkan maksimum 12%. lebar 5 cm. 3. Bahan block board dari jenis yang bermutu baik. mata kayu dan cacat lainnya. teak Teakwood dari merk Asahi atau yang setara dan Teakwood merk Singa Laut. Persyaratan Bahan a. c. digunakan lem kayu yang bermutu baik. e. kelas kuat II dan kelas awet I-II. pola. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang). tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi persyaratan dalam PUBI tahun 1982 pasal 38 dan memenuhi SII 0404-81. Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai persyaratan dalam NI-5 (PKKI tahun 1961).2. penimbunan bahan-bahan pintu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Pada bagian-bagian daun pintu seperti yang telah ditentukan dalam detail gambar.PUBI 82 pasal37 dan memenuhi persyaratan dlm SII 0458-81.. merk Aica Aibon atau merk lain yang setara. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . termasuk mempelajari bentuk. lurus kering dengan permukaan rata. mutu I. Pelapisan dilakukan pada kedua belah sisi/muka block board. Sebelum pelaksanaan dimulai.. Syarat-syarat Pelaksanaan a. cara pemasangan. bebas dari cacat seperti retak-retak.P E M E R I N T A H K O T A 124 . b. dipasang list dari kayu Ramin yang telah dikeringkan. Sebelum melaksanakan pekerjaan. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. Kelembaban bahan kayu yang digunakan. Pengisi pintu dari bahan block board tebal 18 mm lapis double Teakwood 4 mm. Kayu yang dipakai harus cukup tua. b. Bahan rangka dari kayu Bengkirai yang telah dikeringkan. d. Setiap sambungan rangka daun pintu dan setiap penempelan permukaan bahan pelapis untuk panel daun pintu. buatan dalam negeri merk Asahi. f. pemasangan sesuai detail gambar. layout/penempatan.

harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Direksi Pengawas. d. Jika diperlukan.. tidak bergelombang. Pekerjaan daun pintu dilakukan dibengkel penyambungan rangka dan penempelan dari seluruh bahan panel. dilakukan dengan sistim pres di pabrik). D I N A S P E K E R J A A N UM U M . tanpa meninggalkan bekas/cacat pada permukaan kayu yang tampak. Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka kayu agar tetap terjamin kekuatannya dengan memperhatikan kerapihan.c. lurus dan siku-siku satu sama lain sisi-sisinya ukuran rangka kayu merupakan ukuran jadi. g. Daun pintu setelah dipasang harus rata. Semua permukaan rangka kayu harus diserut halus. bentuk dan susunan pelapisannya. Penyambungan rangka daun pintu dibuat sistim lubang dan pen dengan paku/pasak kayu atau bambu serta digunakan lem kayu yang bermutu baik produk dalam negeri dari merk seperti yang telah disyaratkan dan disetujui Direksi Pengawas.. tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. tidak melintir dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik dan sempurna. sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Tebal lapisan aluminium seng daun pintu. h.P E M E R I N T A H K O T A 125 . e. rata. f.

. Material dari bahan stainless steel dengan paku sekrup kembang bahan sama dengan bahan engsel. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan gambar. (2) Persyaratan Bahan 1. 2.XVIII. pada daun jendela minimum dipasang 2 buah setiap daunnya. pengawasan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan pada daun jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditentukan dalam gambar. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Direksi Pengawas. Curbin type/serie LCN 1000 (steel grey) Peralatan dari seluruh daun pintu yang telah disyaratkan/ditentukan dalam gambar. Meliputi pengadaan. antara lain : Flush Bolt type/serie FB 007 dari Satin Stainless Steel Door Guard type/serie DG 005 dari Polish Chromium Door Stop type/serie 431 dari alumunium Door viewer type/serie DV 004 dari Brass Rack Bolt type/serie WB 006 dari Brass 2. atau merk lain yang setara dan yang disetujui Direksi Pengawas.PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI (1) Lingkup Pekerjaan 1. Perlengkapan Daun Pintu a. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . b. pemasangan. menggunakan engsel merk Schlage.P E M E R I N T A H K O T A 126 . bahanbahan. Engsel (butt ghinges) dengan pemasangan 3 buah untuk pintu enkel dan 2 x 3 buah untuk pintu double. Falcon. 3. dipasang Door Closer merk Schlage. Pada daun pintu yang telah disyaratkan/ditentukan dalam gambar. Yang termasuk pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. c. dari produk yang bermutu baik.. finish satin stainless steel atau satin chromium. Curbin atau merk lain. Falcon. Semua hardware dalam pekerjaan ini. dipasang peralatanperalatan dari merk Schlage. Falcon atau Curbin type/serie 414.

Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai keatas. dipasang dengan baik pada lantai dengan menggunakan sekrup dan nylon plug. 4.d. noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus dibersihkan dan dihilangkan sama sekali. 3. daun pintu double teak Teakwood dan daun pintu glasal. f. Untuk seluruh pintu yang dapat membentur dinding bila dibuka. Semua peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini. Kunci tanam.. digunakan kunci pintu merk Schlage type/serie A dan B dengan material finish satin stainless steel atau satin chromium. Lock set.P E M E R I N T A H K O T A 127 . Setelah kunci terpasang. (3) Syarat-syarat Pelaksanaan 1. harus terpasang kuat pada rangka daun pintu. Penarik ‘lock’ dan ‘latch’ harus diajukan oleh Kontraktor kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. e.. g. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . diberi door stop dari merk dan type seperti yang telah disyaratkan. Direksi Pengawas dapat meminta untuk mengadakan test-test laboratorium yang dilakukan terhadap contohcontoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. 2. Knob handle untuk kunci-kunci pintu type/serie A dan D adalah Orbit. Pengajuan/penyerahan harus disertai brosur/spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan. sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Handle dan Back Plate Pada seluruh daun pintu panel kayu. Engsel atas dipasang tidak lebih dari 20 cm (as) dari sisi atas pintu kebawah. Seluruh biaya test laboratorium menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Apabila dianggap perlu. Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.

XIX. Syarat-syarat Pelaksanaan a. 3.40. Kolom Baja 200.PEKERJAAN RANGKA ATAP (1) Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan 1.8 mutu BJ 37 Kuda-kuda + jurai Baja 150.100.50.75. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Seluruh pekerjaan dibengkel harus merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi.5.P E M E R I N T A H K O T A 128 . dan yang disetujui Direksi Pengawas. Persyaratan Bahan a. Terbuat dari bahan baja Ringan mutu terbaik. Bentuk/ ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. b. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. mutu ST 42 Gording canal kait C 125.5.2 Baja ∟ 40. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. produk dalam negeri. Meliputi pekerjaan railing dilakukan untuk seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. Pengelasan konstruksi harus dilakukan sesuai gambar konstruksi dan harus mengikuti prosedur/ persyaratanpersyaratan dalam AWS dan AISC Spesification. bahan-bahan.PEKERJAAN ATAP A. 2..4 dudukan gording mutu BJ 37 Trekstang besi Ø 16 + jarum keras Sograd besi Ø 12 lengkap mur-baut - c. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.3.5. Lingkup Pekerjaan a.20.7 mutu BJ 37 Plat stefner + assesories.

P E M E R I N T A H K O T A 129 . maka sebelum mengadakan las ulangan. Untuk bagian konstruksi baja harus dilakukan dengan las listrik serta pengelasannya sudah melalui test & harus memiliki ijasah yang menetapkan kualifikasi. jenis pengelasan yang diperkenankan padanya Bagian konstruksi yang setara akan dilas harus dibersihkan dari bekas cat. baik secara keseluruhan maupun merupakan pengelasan-pengelasan bagian-bagiannya hanya boleh dilakukan setelah diperiksa bahwa hubungan-hubungan yang akan di las sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk konstruksi itu. karat. Kedudukan konstruksi baja yang segera akan di las harus menjamin situasi yang paling aman bagi pengelas dan kualitas hasil pengelasan yang dilakukan. dimana akan terjadi banyak lapisan las. rusak atau retak harus dibuang sama sekali. Setiap pekerjaan yang kurang baik atau tidak sesuai dengan gambar atau spesifikasi ini akan ditolak dan Kontraktor harus mengganti segera tanpa tambahan biaya. Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran yang tercantum pada gambar. jumlah. yang diperlukan/ digunakan c. k.b. dimulai Kontraktor harus menunjukkan detail-detail panjang serta ukuran las. h. Lapisan las yang berpori-pori. Pada pekerjaan. Pada pekerjaan las. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Sebelum pekerjaan di bengkel membuat gambar kerja yang lengkap dari semua komponen. lemak dan kotoran. d.baikbekas lapisan pertama. Pekerjaan pengelasan harus dibawah pengawasan personel yang memiliki persiapan teknis pekerjaan tersebut.. e. maka lapisan yang terdahulu harus dibersihkan dari kerak (slak) dan percikan-percikan logam sebelum memulai dengan lapisan las yang baru. maupun bidang-bidang benda kerja dibersihkan dari kerak (slak) dan kotoran lainnya. Pengelasan konstruksi.. g. l. i. Pemeriksaan pekerjaan dibengkel dapat dilakukan bila dikehendaki sewaktu-waktu oleh Direksi Pengawas dan tidak ada pekerjaan yang dikirim ke lapangan sebelum diperiksa dan disetujui Direksi Pengawas. j. f. ukuran serta peralatan lain dalam pekerjaan ini.

Lingkup Pekerjaan a. b. tahan terhadap perubahan cuaca. Persyaratan Bahan Sebelum didatangkan penutup atap di datangkan ke lokasi pekerjaan. a.PEKERJAAN PENUTUP ATAP GENTENG BETON 1. sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.Lingkup Pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan semua bahan penutup atap seperti yang tertera pada Bill of Quantity dan gambar rencana. II.PEKERJAAN PENUTUP ATAP I.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .Persyaratan Bahan Semua persyaratan pelaksanaan dan mutu beton untuk atap dak sepeti tercantum balam bab pekerjaan beton. bahan-bahan. Bahan : Genteng Metal Bahan tidak mudah pecah. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. b. dan dapat mereduksi udara panas dan suara hujan. 2. bubungan dan lain sebagainya yang akan digunakan harus diajukan terlebih dahulu untuk dimintakan persetujuan konsultan perencana dan konsultan pengawas.B. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.tidak mudah berlumut atau berjamur. 2.. Spesifikasi bahan : Ukuran seperti yang tertera pada Bill of Quantity dan gambar rencana. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.P E M E R I N T A H K O T A 130 . sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Meliputi pengadaan dan pemasangan semua bahan penutup atap seperti yang tertera pada Bill of Quantity dan gambar rencana. bahan-bahan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. c. contoh-contoh semua bahan atap. yang berkaitan dengan pekerjaan pemasangan atap. pekerjaan kayu dan pekerjaan lainnya. dan sesuai persetujuan konsultan pengawas. Mengadakan koordinasi dengan disiplin lain. seperti pekerjaan baja.PEKERJAAN ATAP DAK 1.

c. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Persyaratan Bahan a. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas. Warna sesuai persetujuan perencana dan konsultan pengawas. Pekerjaan langit-langit gypsum 1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. bahan-bahan. Bahan-bahan yang dipakai. dan disetujui oleh Direksi Pengawas.. Bahan : gypsum tebal 9 mm.P E M E R I N T A H K O T A 131 . Persyaratan Pelaksanaan a. c.PEKERJAAN PLAFOND (1). Pekerjaan langit-langit gypsum ini dilakukan pada ruang serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjukk Direksi Pengawas. Lingkup Pekerjaan a. 3. Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran jadi (finish). produk bermutu baik. b. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . tetapi diperlukan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. harus baru. hingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. b. XX. b. Rangka plafond metal furing.d. 2. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujuan dari Direksi Pengawas. Material lain yang tidak terdapat pada daftar diatas.. Pola pemasangan :Sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar. Pola pemasangan rangka pembagi maksimal dibuat 60 x 60 cm serta kelos ukuran 3 x 4 cm yang dipasang pada setiap sambungan rangka pembagi.

g. Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran jadi (finish). Untuk detail pemasangan harus konsultasi dengan Direksi Pengawas. tetapi diperlukan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. Pada pekerjaan langit-langit ini perlu diperhatikan adanya pekerjaan lain yang dalam pelaksanaannya sangat erat hubungannya dengan pekerjaan langit-langit ini. dari bahan kayu kamper yang difinish cat sesuai yang disyaratkan. Bahan-bahan yang dipakai. Harus diperhatikan terhadap disiplin lain diantaranya pekerjaan elektrikal dan perlengkapan instalasi yang diperlukan. Material lain yang tidak terdapat pada daftar diatas. d. harus baru.. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas. jarak pemasangan satu sama lain (naad) dibuat 0. Persyaratan Pelaksanaan a. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . pekerjaan lain yang terletak diatas langit-langit harus sudah terpasang dengan sempurna. Bidang pemasangan langit-langit tripleks harus rata/waterpas. Naad harus lurus dan sama lebar. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujuan dari Direksi Pengawas. Pola pemasangan langit-langit gypsum tebal 9 mm untuk lantai 2 sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. AC dan lain-lain). Pada bagian tepi langit-langit dipasang list bentuk profil ukuran sesuai yang ditujukkan dalam detail gambar. PL. b. c.4. h. pada pertemuan harus saling berpotongan tegak lurus satu sama lian. Bila pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas tidak tercantum gambar rencana langit-langit harus diteliti terlebih dahulu pada gambar-gambar instalasi yang lain (EL. Hasil pemasangan harus betul-betul bersih.5 cm atau sesuai dengan detail gambar. Sebelum dilaksanakan pemasangan langit-langit. e..P E M E R I N T A H K O T A 132 . f.

. Warna akan ditentukan kemudian. d. Cat dasar Digunakan jenis alkali Pimer (untuk dinding/beton bagian dalam) Digunakan jenis Sealer (untuk dinding/beton bagian luar) Lapisan cat dasar dilakukan minimal 1 lapis sampai rata dan sama tebalnya. BS no. b.. bahan-bahan. Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. AS K-41 dan sesuai ketentuan teknis dari pabrik yang bersangkutan. h.PEKERJAAN PENGECATAN (1) Pekerjaan Pengecatan Dinding 1.P E M E R I N T A H K O T A . Kapasitas/daya sebar maksimal 12 m2/liter untuk pengecatan 1 lapis. Pengeringan minimum setelah 2 jam lapis berikutnya dapat dilakukan. Jenis cat finishing/akhir Jenis Vinyl Acrylic emulsion digunakan sebagai cat finishing dinding/beton bagian dalam (interior). Pengencer air bersih maksimum 20%. 39001970. 2. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pengecatan untuk dinding/beton bagian dalam/luar minimal dilakukan 2 lapis. Bahan cat buatan dalam negeri produk Danapaint. ICI atau merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. f. b. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. hingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. c. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 133 e. Persyaratan Bahan a. Lingkup Pekerjaan a. g. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan dalam PUBI 1982 pasal 54. Jenis Weathershield digunakan sebagai cat finishing dinding/beton bagian luar (exterior).XXI. NI-4.

P E M E R I N T A H K O T A 134 . Lingkup Pekerjaan a. hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. e. Syarat-syarat Pelaksanaan a. kering dan bersih dari segala kotoran. g. daun pintu dan daerah service serta permukaan kayu yang tampak sesuai yang ditentukan/ ditunjukkan dalam detail gambar. b. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan benda-benda dan pengaruh pekerjaanpekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contohnya untuk mendapat persetujuan dari Direksi Pengawas. bahan-bahan.3.. minyak dan debu. Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan dan persyaratan teknis operatip dari pabrik dan contoh percobaan warna cat kepada Direksi Pengawas. Kontraktor diwajibkan membuat contoh-contoh warna. c. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Direksi Pengawas. Cat dasar dilakukan setelah seluruh permukaan pengecatan memenuhi persyaratan dan telah selesainya pekerjaanpekerjaan yang ada didalamnya. dipakai kuas yang baik. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. permukaan bidang pengecatan harus rata. Plesteran harus betulbetul kering. Pengecatan disyaratkan dengan menggunakan roller. h. Sebelum pengecatan dilakukan. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Untuk permukaan dimana pemakaian roller tidak memungkinkan. Bidang pengecatan siap dicat setelah seluruh permukaan telah diratakan/dihaluskan dengan amplas. (2) Pekerjaan Pengecatan Kayu 1. Sebelum pengecatan dimulai. untuk disetujui Direksi Pengawas. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. b. d. f. Meliputi pengecatan permukaan kosen kayu..

sampai merupakan bidang permukaan pengecatan yang halus dan licin. c. Penukaran/penggantian bahan harus dari mutu sesuai contoh yang disetujui serta harus dengan persetujuan pihak Direksi Pengawas. Persyaratan Bahan a. d. Digunakan bahan finishing melamine semi gloss buatan dalam negeri dari mutu terbaik produk I C I atau dari produk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. b. Kontraktor harus membuat contoh jadi dari pekerjaan pengecatan dalam beberapa macam warna. Seluruh permukaan sebelum dilapis cat awal dan cat akhir. d. Warna cat akhir akan ditentukan kemudian. Sebagai cat awal digunakan cat jenis Pinotex clear yang dilapiskan sehingga tebal dan merata pada seluruh permukaan pengecatan dengan kuas atau dengan cara lain yang disetujui Direksi Pengawas. Bahan sebelum digunakan.P E M E R I N T A H K O T A 135 . penukaran dan penggantian bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya tanpa adanya tambahan biaya. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .2. untuk mendapat persetujuan Direksi Pengawas. untuk diserahkan kepada Direksi Pengawas.. harus dilicinkan dengan mesin amplas listrik sampai halus dan licin. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Bidang permukaan pengecatan harus diratakan/dihaluskan dengan bahan/ alat mesin amplas elektrik yang bermutu baik. minimal 2 (dua) jenis hasil produk yang berlainan. e. segala persiapan pengecatan telah memenuhi persyaratan dengan baik dan telah disetujui Direksi Pengawas. e. 3. Bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-4 serta sesuai ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Contoh-contoh yang diserahkan harus disertai brosur dari pabrik yang bersangkutan.. terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas. b. c.

h. berlaku : A. Harus dihindarkan adanya celah-celah/pori-pori serat kayu pada permukaan pengecatan. Bidang permukaan pengecatan dibersihkan dari debu. Ketentuan yang dikeluarkan oleh pabrik dimana mesin.. Kontraktor harus menjalin hubungan yang baik dengan kontraktor lain dalam pekerjaan ini. Pada dasarnya untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik ini. 1941 -Puil 1987 -AVE/VDE. Gambar spesifikasi dan risalah aanwijzing merupakan suatu kesatuan yang saling mengikat dan melengkapi. rata dan sama warnanya.. peralatan dan material tersebut dibuat. g. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian bahan dilakukan. i. sehingga secara bersama-sama menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan jadwal dan spesifikasi yang ditentukan. serbuk gergaji.MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pasal 1 INSTALASI LISTRIK 1. Lapis pengulangan dilaksanakan setelah 2 hari dari pengecatan awal. Pengecatan harus dilakukan sejauh mungkin dari pengaruh pekerjaan lain serta jauh dari tumbuh-tumbuhan. (1) Persyaratan Umum Pekerjaan instalasi listrik ini harus dilaksanakan oleh Instalatur Listrik yang telah mempunyai Surat Pengakuan (PAS) golongan C dari PLN setempat dan SIPP kelas A dari pemerintah setempat.1. Peraturan/persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat.V.P E M E R I N T A H K O T A 136 . Peraturan/persyaratan lainnya yang berlaku sah di Indonesia (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . benar-benar bebas dari minyak. j. Ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat. Pengecatan dilakukan minimal 2 (dua) lapis atau hingga dicapai hasil pengecatan yang tebal.f. disamping Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ini. dan sebagainya serta kering betul. XXI.

. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang dipasang kepada direksi. Bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimaksud dalam spesifikasi teknis ini dan harus dalam keadaan baru. Kontraktor wajib menempatkan pengawas untuk mengawasi pekerjaannya sendiri.(4) Semua gambar-gambar kerja atau shop drawing yang dibuat oleh Kontraktor/ Instalatur listrik maka sebelum dilaksanakan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Pengawas/ Direksi Lapangan. Kontraktor harus membuat catatan-catatan yang cermat dari penyesuaianpenyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan. b.. Semua instalasi peralatan dan mesin yang telah dipasang sebelum diserahkan harus dites mengenai kemampuan bekerjanya . Penanggung jawab pelaksana pekerjaan harus selalu berada di tempat pekerjaan dan dapat mengambil keputusan demi kelancaran pekerjaan. (5) (6) (7) (8) (9) (10) Pengawas Kontraktor wajib bertanggung jawab atas semua pekerjaannya. Pemborong pekerjaan instalasi harus dilakukan testing dan pengukuran yang dianggap perlu untuk memeriksa. Semua tenaga. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan pemborong. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Dalam perhitungan biaya penawaran. mengetahui apakah seluruh instalasi yang dilaksanakan dapat berfungsi dengan baik dan telah memenuhi persyaratan yang berlaku. sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. harus sudah termasuk : .P E M E R I N T A H K O T A 137 . bahan dan perlengkapan yang diperlukan dalam kegiatan testing tersebut merupakan tanggung jawab pemborong. catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap gambar (kalkir) As Built Drawing dan harus diserahkan kepada direksi segera setelah pekerjaan selesai..Biaya perizinan dan pengetesan untuk bahan-bahan dan peralatanperalatan yang dipasang.Biaya keur dan biaya tanggungan instalsi Biaya administrasi pengurusan penyambungan. Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga ahli. (11) Commisioning & Testing a. Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk testing.

Lingkup Pekerjaan Pekerjaan sistem distribusi daya listrik Pengadaan. b. peralatan. pemasangan unit-unit panel tegangan rendah Pengadaan. pemasangan dan penyambungan kabel daya tegangan menengah lengkap dengan cable fitting lainnya. dll. Pekerjaan Sistem Penerangan Luar (Outdoor Lighting) . dan penyambungan panel tegangan menengah Pengadaan. pemasangan dan penyambungan kabel daya tegangan rendah dengan berbagai ukuran dan type. a. pemasangan. Pekerjaan pentanahan (earthing) dari panel.. Persyaratan Teknik Khusus Sistem Elektrikal.2. Semua kabel/kawat harus baru.P E M E R I N T A H K O T A 138 . D I N A S P E K E R J A A N UM U M .. kotak kontak dan pompa. Pengadaan dan pemasangan trafo distribusi Pengadaan. switches Pengadaan. armature. jenis kabelnya. 3. pemasangan dan penyambungan kabel instalasi penerangan dan stop kontak. pemasangan. nomor dan jenis pintalan.1.Umum Semua kabel yang digunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi persyaratan PUIL/LMK. flexible conduit.jelas ditandai ukurannya. flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak sambung dan armature lampu. tenaga kerja. Umum Pekerjaan sistem elektrikal meliputi semua bahan. kabel instalasi dan pipa pelindung kabel dan accecorisnya. Instalasi dan pemasangan kabel a.1. pemasangan dan penyambungan pipa instalasi pelindung kabel serta berbagai accecoris lainnya seperti box untuk saklar. armatur lampu. socket. Pengadaan. pengujian.2.Pengadaan dan pemasangan tiang lampu. perbaikan selama masa pemeliharaan dan trainning bagi calon operator. 1. stop kontak. Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis stop kontak biasa atau khusus Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis saklar. Pengadaan dan pemasangan pipa conduit. Pekerjaan Sistem Penerangan dan Stop Kontak 1. Sistem Penerangan dan Stop Kontak Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis armatur dan lampunya. lampu. junction box. - 2. bends/elbows.

Kabel-kabel disambung sesuai warna atau nama masing-masing dan dites tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan.Kabel yang langsung ditanam dalam tanah harus dilindungi bata merah.Konduktor yang dipakai dari type : . c. e. d.Setiap kabel dalam bangunan digunakan pipa conduit minimum 5/8” diameternya. semua kabel pada rak kabel harus diklem. tape sintetis. . gelas.Semua penyambungan kabel dilakukan dalam kotak-kotak penyambung yang khusus untuk itu. ditanam minimal 80 cm. bakelite atau PVC.Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi untuk pipa PVC yang khusus untuk listrik. . diberi pasir . . . . b. . composition dan lain-lain harus dari type yang disetujui. kecuali untuk penerangan taman digunakan pipa galvanized. .Untuk instalasi penerangan adalah NYM/NYA denganconduit PVC..Instalasi penerangan dengan ceiling gantung. PVC. saluran penghantar (conduit) dipasang di atas cable tray dan diletakan di atas ceiling. .Bila kabel dipasang tegak lurus di permukaan yang terbuka. panel atau tempat lain harus mempergunakan connector yang terbuat dari tembaga yang diisolasi porselen. harus dilindungi GIP conduit.P E M E R I N T A H K O T A 139 . Penyambungan kabel . kecuali pada outlet yang bisa dicapai. . asbes.Penyambungan tembaga dilapisi timah putih dan kuat. resin splice case. connection dan lain-lain seperti karet. Pemasangan kabel dalam Tanah . Saluran Penghantar dalam Bangunan . Splice/ Pencabangan Tidak diperkenankan adanya splice baik dalam feeder maupun cabang.Sambungan kabel circuit cabang harus di buat secara mekanis dan harus teguh secara electric.Instalasi saluran penghantar di luar bangunan digunakan saluran beton.Instalasi penerangan tanpa ceiling gantung.Bahan isolasi Semua bahan isolasi untuk splice. saluran penghantar (conduit) ditanam dalam beton. . f. Semua sambungan kabel baik dalam junction box.Ujung pipa kabel yang masuk dalam panel dan junction box harus dilengkapi dengan socket/ lock nut.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .Kabel tegangan rendah harus ditanam minimal sedalam 80 cm.Untuk kabel distribusi adalah NYY Semua kabel harus berada dalam conduit UPVC High Impact yang disesuaikan ukurannya.

Galian untuk tempat kabel harus bersih dari bahan-bahan yang dapat merusak isolasi kabel. Panel-panel Sub Distribusi Utama Panel-panel sub distribusi harus seperti ditunjuk pada gambar. seperti batu. kotoran bahan kimia. e. Pasangan panel Pasangan panel sedemikain rupa sehingga setiap peralatan dalam panel dengan mudah dijangkau tegantung macam atau type panel. dengan ukuran sesuai dengan kemampuan arus 150 % dari arus beban terpasang yang ukurannya disesuaiakan dengan ukuran PUIL. Setiap kabinet harus dilengkapi dengan kunci-kunci. di buat tahan karat atau diberi lapisan anti karat. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Bus-bar/ Rel Bus bar minimal harus dari bahan tembaga yang lapisan luarnya dilapis dengan lapisan perak. Terminal dan Mur Baut Semua terminal cabang harus diberi lapisan tembaga dan disekrup dengan menggunakan mur baut ring dari bahan tembaga atau mur baut yang divernikel dengan ring tembaga. 3...Untuk yang lewat jalan raya ditanam sedalam 100 cm dan dilapisi pipa Galvanized. Finishing Semua kabinet dicat dengan warna yang ditentukan direksi. dll.Semua kabinet dari pintu untuk panel board listrik. . Kabinet. dilindungi pipa galvanized atau pipa beton. abu. a.Penyambungan kabel dalam tanah tidak diperkenankan secara langsung. harus menggunakan peralatan khusus unrtuk penyambungan kabel dalam tanah. . Semua kabinet harus di buat dari plat baja dengan tebal minimum 2 mm.. d. Papan nama Setiap pemutus daya harus dilengkapi dengan papan nama dan dapat dilihat dengan mudah.P E M E R I N T A H K O T A 140 . kecuali ditunjuk lain. b. Konstruksi Panel dan Instalasinya. c.Kabel yang menyebrang jalur selokan. g. f. .

Untuk phase T: warna biru D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Sikring Sikring adalah dari type kapasitas interupsi tinggi.. Untuk phase S: warna kuning 3.T 2.S. Warna-warna untuk pilot lamp : 1. panel kayu. o.h. Kabel-kabel pengontrol Dipasang di pabrik/ bengkel secara lengkap dan dibundel dan dilindungi terhadap kerusakan mekanis. Merk Pabrik Semua peralatan pengaman harus diusahakan buatan satu pabrik. j. i. switch. circuit breaker. Ukuran minimal adalah 1.5 mm2 dari type 600 volt PVC. Pilot Lamp Semua tutup muka panel harus dilengkapi dengan : 1. Untuk phase R: warna merah 2. Sikring harus dipasang pada pendukung yang sama pada peralatan yang dapat dicabut. Cadangan/ Penyambungan di kemudian hari Bila dalam gambar ada cadangan. Peralatan Pengaman Pemutus Daya Peralatan pengaman adalah pemutus daya dengan moulded case. pendukung dsb. l. Penyediaan dari pilot lampu yang disebutkan di atas merupakan keharusan. Sikring cadangan disediakan sebanyak sikring yang ada disimpan dalam almari khusus dan diberi pengenal. klem-klem pemasangan.P E M E R I N T A H K O T A 141 . Transformator Arus Traformator fully hermetic. m. oil immersed indoor type. k. maka ruangantersebut dilengkapi dengan bus. Pilot lampu untuk push button on/off. untuk menyatakan sistem telah on / off. untuk peralatan yang dipasang dikemudian hari dapat berupa equipment bus bar. Panel adalah assembling lokal. dll. biarpun pada gambar tidak tertera. Pilot lampu untuk menyatakan adanya tegangan R. 3.. Alat-alat ukur Setiap panel dilengkapi dengan alat ukur seperti pada gambar. Pilot lampu untuk remote control pada panel. victor group Dyn 5 dalam ruangan berventiasi. n.

type C 721 PV 1.warna ditentukan kemudian. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Wastafel yang digunakan produk TOTO dan KIA type L 237V3. standard dan mudah didapatkan di pasaran. Lingkup Pekerjaan a. atau dari merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .. Pekerjaan sanitair ini dipasang pada ruang toilet/ kamar mandi/ WC serta seluruh detail sesuai yang dinyatakan/ ditunjukkan dalam gambar. warna standard atau dari merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. b. b.. XXIII. ataupun dengan Time Switch menyatakan sistem on dengan warna merah. Persyaratan bahan a. kecuali bila ditentukan lain. Pemasangan Closet Closet duduk pada Toilet digunakan produk TOTO. warna standard atau dapat digunakan dari merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. Semua material harus memenuhi ukuran. Floor drain dari ex Japan merk San-Ei type H51 (Floor strainer) atau dapat digunakan merk lain yang setara. f.P E M E R I N T A H K O T A 142 . 2. ukuran 4" x 2" warna verchroom lengkap pemasangan spoonnya.4. Pemasangan kran dinding lengkap pemasangan “stop kran dan siphon” bahan dari merk yang sama. c. bahan-bahan. 5. Urinoir digunakan merk TOTO & KIA type U-57M atau KIA.Untuk menyatakan sistem telah off dengan warna hijau. e. Kran dinding dari merk TOTO dan KIA type T 23 BS13V52 atau dari type lain yang disesuaikan dengan kegunaan seperti yang disyaratkan dalam gambar detail. Untuk menyatakan sistem telah dijalankan dengan push button atau dengan saklar. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. hingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. g.PEKERJAAN SANITAIR (1) Pekerjaan Sanitair 1.

termasuk mempelajari bentuk. atas biaya Kontraktor. pola. Sebelum pemasangan dimulai. gambar dengan spesifikasi dan sebagainya. maka Kontraktor harus segera melaporkannya kepada Direksi Pengawas. cara pemasangan dan detail-detail sesuai gambar. Barang yang dipakai adalah dari produk yang telah disyaratkan dalam uraian dan syarat-syarat dalam buku ini. Kontraktor harus meneliti gambar-gambar yang dan kondisi dilapangan. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat bila ada kelainan/ perbedaan ditempat itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan. f.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Syarat-syarat Pelaksanaan a. Semua bahan sebelum dipasang harus ditunjukkan kepada Direksi Pengawas beserta persyaratan pabrik untuk mendapatkan persetujuan. g. sesuai dengan yang telah disediakan oleh pabrik. Pelaksanaan pemasangan harus menghasilkan pekerjaan yang sempurna. selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemberi Tugas. penempatan. Bahan yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan. c.P E M E R I N T A H K O T A 143 . Selama wajib memperbaiki/ mengulangi/ mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi. rapi dan lancar dipergunakannya. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar dengan gambar.h.. e. 4. b. Jika dipandang perlu diadakan penukaran/ penggantian bahan pengganti harus disetujui Direksi Pengawas berdasarkan contoh yang diajukan Kontraktor. d. Semua peralatan dalam keadaan lengkap dengan segala perlengkapannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful