BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sering kali kita mendengar orang-orang Indonesia yang menggunakan bahasa yang tidak baku dalam kegiatan-kegiatan resmi atau menggunakan kata serapan yang salah, bahkan dalam penulisanpun masih terjadi kesalahan penggunaan tanda baca, sehingga mengakibatkan kesalahan makna, padahal Pemerintah Indonesia telah membuat aturan-aturan resmi tentang tata bahasa baik itu kata serapan maupun penggunaan tanda baca. Pelajaran Bahasa Indonesia sebenarnya sudah diajarkan sejak dari Sekolah Dasar (SD) sampai ke perguruan tinggi. Tapi kesalahan ini masih sering terjadi, bahkan berulang-ulang kali. Ketidak fahaman terhadap tata bahasa Indonesialah yang mengakibatkan orangorang sering melanggar aturan resmi yang telah dibuat pemerintah tentang tata bahasa Indonesia. Yang mengkhawatirkan ialah ketika aturan ini terlalu sering diacuhkan oleh masyarakat Indonesia, karena salah satu dampak negatifnya ialah hal ini akan dianggap lazim oleh masyarakat Indonesia terlebih lagi oleh anakcucu yang akan menjadi penerus negeri ini, karena akan mempersulit masyarakat dalam berkomunikasi. Maka dari itu dalam makalah ini, penulis akan memaparkan bagaimana tata bahasa yang benar tentang kata serapan dan tanda-tanda baca, sehingga kita memahami dan dapat menerapkan aturan berbahasa yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari terlebih dalam acara-acara resmi. Karena Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah membuat keputusan Nomor 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987, dicermatkan pada Rapat Kerja ke-30 Panitia Kerja Sama Kebahasaan di Tugu, tanggal 16-20 Desember 1990 dan diterima pada Sidang Ke-30 Majelis Bahasa Brunei Darussalam-IndonesiaMalaysia di Bandar Seri Begawan, tanggal 4-6 Maret 1991, tentang Pedoman

-1-

Batasan Masalah Dari latar belakang masalah di atas.Umum Ejaan Bahasa Indoensia yang Disempurnakan. Berarti adanya keseriusan dari pihak Pemerintah tentang Ejaan dan Tata Bahasa Indonesia dan harus kita terapkan. Rumusan Masalah Permasalahan yang kami angkat menjadi pembahasan makalh ini adalah mengenai Kata Berimbuhan dan Kata Ulang -2- . maka muncul tugas penulis untuk menjelaskan lebih jauh tentang Kata Berimbuhan dan Kata Ulang C. B.

1999: 20 Agus. -i.BAB II PEMBAHASAN A.+ pakai→ memakai me(N). Afiksasi ini dibedakan menjadi empat macam. te(R). Bunyi awal bentuk dasar dapat luluh.+ buat → membuat me(N). infiksasi. sufiksasi. dan konfiksasi1 Dalam bahasa Indonesia. dkk. masih dapat kita manfaatkan.terhadap bentuk dasar dapat mengakibatkan munculnya bunyi sengau atau bunyi hidung dapat pula tidak. ke-. be(R)-.+ undang→ mengundang me(N). akhiran terdiri atas -kan. sedangkan sisipan tidak produktif.+ hadap→ menghadap me(N). -em-. dalam penciptaan kosakata baru atau dalam penerjemahan atau penyepadanan istilah asing2 a. sedangkan sisipan terdiri atas -el-. yaitu: prefiksasi. Walaupun demikian. Untuk memperjelas hal tersebut. dan -er-. konfiks atau gabungan afiks terdiri atas gabungan awalan dengan akhiran.+ fotokopi → memfotokopi me(N). pe(R)-. sisipan. dan -an. Awalan yang terdapat di dalam bahasa Indonesia terdiri atas me(N)-. dan gabungan awalan dengan akhiran yang disebut konfiks dan gabungan afiks dalam ilmu bahasa. Awalan me(N)Proses pengimbuhan dengan awalan me(N). perhatikan contoh berikut: me(N). apabila diperlukan.+ muat→ memuat Sumarwati. -pe(N)-. misalnya. Awalan dan akhiran masih sangat produktif digunakan.+ kikis→ mengikis me(N). dan se-. dapat pula tidak bergantung pada jenis bunyi bentuk dasar yang dilekati awalan. akhiran. imbuhan terdiri atas awalan. Hal tersebut bergantung pada bunyi awal bentuk dasar yang dilekati awalan tersebut. semua imbuhan termasuk sisipan di dalamnya. Kata Berimbuhan (Afiksasi) Afiksasi atau kata berimbuhan adalah proses pembubuhan afiks pada kata dasar. 2007: 19-27 -3- . di-.+ dengar→ mendengar 1 2 me(N).

3 b.+ korban→ berkorban be(R). hal 111 -4- .dan ruang berarti memiliki ruang’.dan uang memiliki arti mempunyai uang.+ ajar → belajar sejenis binatang. 2006. di.+ pak → mengepak Namun demikian.+ rencana → berencana Kata beruang sebagai kata dasar berarti be(R).+ nganga → menganga me(N). misalnya. Jakarta: Akapress. yaitu ber-.+ diskusi→ berdiskusi be(R).+ cap → mengecap me(N). me(N).+ usaha→ berusaha be(R). dalam contoh berikut: be(R).memiliki tiga variasi. dalam contoh berikut.+ kerja→ bekerja be(R).+ suruh→ menyuruh me(N). yang terdiri atas ber. be-. Zaenal. sedangkan sebagai kata berimbuhan. misalnya. Awalan be(R)Awalan be(R).+ rusak→ merusak Apabila bentuk dasar yang dilekati hanya berupa satu suku kata.+ lepas→ melepas me(N).me(N).+ jabat → menjabat me(N).+ colok→ mencolok me(N).+ tatar → menatar me(N). Kita perhatikan contoh berikut. me(N)berubah menjadi menge-. perlu kita perhatikan jika bentuk dasar tersebut ditempeli awalan di-.+ serta→ beserta be(R). dan bel-.+ ganti→ mengganti me(N). kita harus mengetahui bentuk dasarnya.+ cap→ dicap Berdasarkan contoh-contoh yang sudah kita kenal dengan baik. Variasi tersebut muncul sesuai dengan bentuk dasar yang dilekatinya.+ nyanyi → menyanyi me(N). dapat kita impulkan bahwa untuk membentuk kata secara benar. bentuk yang ditempelinya tidak mengalami perubahan.+ nilai → menilai me(N). ber. Kata tersebut akan menjadi 3 Arifin. Cermat Berbahasa Indonesia.+ pak → dipak di.+ tik→ ditik di.

imbuhan ber.berkaitan dengan kata kerja yang berawalan be(R)-. pen-. misalnya.+ kerjakan→ tekerjakan te(R). c. Dalam hal ini awalan ber. te(R). peng-.dan pe(R)Awalan pe(N).yang sepadan dengan di.sejajar dengan awalan di-. berterima sama dengan diterima. Kedua. Layak diingat bahwa awalan ini memiliki tiga macam arti dalam pemakaiannya. Kata berterima dan keberterimaan merupakan padanan acceptable dan acceptability dalam bahasa Inggris. cobalah Anda menggunakan awalan itu dalam kata lain dan kalimat lain yang sesuai dengan tautannya.+ cari → pencari pe(N). Awalan pe(N). Dalam bahasa Melayu. menyatakan arti tidak sengaja.memiliki variasi pe-. Pertama. Awalan te(R)Awalan te(R).+ suluh→ penyuluh -5- . te-.+ pandai→ terpandai te(R). peny-. kata dijawab.dan pe(R). dan penge-.+ perdaya→ teperdaya te(R). Variasi tersebut muncul bergantung pada bentuk dasar yang dilekati pe(N)-. menyatakan arti sudah di.+ percaya→ tepercaya Selanjutnya. artinya sama dengan paling.+ rasa → terasa te(R). dan tel-. kata berjawab berarti gayung disambut. pem-.merupakan pembentuk kata benda.memiliki variasi ter-.merupakan hal yang lazim.berkaitan dengan kata kerja yang berawalan me(N)-.+ dengar→ terdengar te(R). Dalam keseharian kini sering digunakan kata berterima atau keberterimaan. Begitu pula halnya dengan kata berevolusi yang terdiri atas ber. Kata benda yang dibentuk dengan pe(R).+ laku → pelaku pe(N). peribahasa gayung bersambut. dalam kalimat Usulan yang disampaikan kepada Bapak Gubernur sudah berterima.dan revolusi. Ketiga. Kata benda yang dibentuk dengan pe(N).Misalnya dalam contoh di bawah ini. Jadi. Ketiga variasi tersebut muncul sesuai dengan bentuk dasar yang dilekatinya.dan evolusi atau ber. Kitaihat contoh berikut: pe(N).jelas artinya jika terdapat dalam konteks kalimat.+ rusak→ perusak pe(N). d. Awalan pe(N).

pegolf. Variasi tersebut muncul sesuai denngan bentuk dasar yang dilekati awalan pe(R)-. dan pel-. tapa. kata-kata tersebut berkaitan dengan kata berdagang. per-.+ cap→ pengecap pe(N).+ guna→ pengguna pe(N). pesenam. Jadi. Kita lihat contoh berikut: pe(R).memiliki variasi bentuk pe-. Bila kita bandingkan dengan kata pe(N)+ rusak menjadi perusak yang berarti orang yang membuat kerusakan’.+ dagang → pedagang pe(R). Kita ingat saja bahwa kedua kata tersebut. dan ajar. dan petenis. sedangkan penyuruh dibentuk dari pe(N).+ las → pengelas Dalam keseharian sering dijumpai bentuk pengrajin yang berarti orang yang pekerjaannya membuat kerajinan’. merupakan kata sifat. Awalan pe.pe(N). Pesuruh berarti yang disuruh’ dan penyuruh berarti yang menyuruh’.+ suruh. perenang.+ tapa → pertapa pe(R). pecatur.+ tik → pengetik pe(N).+ kerja→ pekerja pe(R).+ daftar→ pendaftar pe(N). Dalam bahasa Indonesia sekarang muncul pula bentuk kata yang sepola dengan kedua kata di atas.+ ajar → pelajar Kata-kata sebelah kanan berkaitan dengan awalan ber.+ kirim→ pengirim pe(N). dan belajar. bentuk pengrajin merupakan bentuk yang tidak tepat. bekerja. kita sering melihat kata-kata lain seperti pesuruh dan penyuruh.yang dilekati dengan kata dasar dagang.+ beri → pemberi pe(N). Kata pesuruh dibentuk dari pe(R). Beranalogi pada kedua kata tersebut kini muncul kata-kata lain yang sepola dengan pesuruh dan penyuruh.+ suruh. Awalan pe(R). misalnya. Misalnya. pesuluh dan penyuluh. rajin dan rusak.pada kata-kata tersebut berarti -6- .+ pasok→ pemasok pe(N).+ jual → penjual pe(N). yaitu perajin. kata petatar dan penatar.+ teliti→ peneliti pe(N). tetapi artinya berlainan. Karena itu. bertapa. bentuk tersebut harus dikembalikan pada bentuk yang tepat dan sesuai dengan kaidah. kerja. Selain kata-kata itu.

Kini mari kita mencoba menaruh perhatian pada pemakaian bentuk kata yang dicetak miring dalam kalimat berikut. Kata benda yang dibentuk dengan pe(R)-an ini menunjukkan hal atau masalah yang berkaitan dengan kata kerja yang berawalan be(R)-. atau me(N)i. o Pertamina akan mendatangkan alat pembor minyak dari Amerika Serikat. pemersatu ‘yang mempersatukan’ dan pemerkaya ‘yang memperkaya’. o Siapa pun pemitnahnya harus dihukum. dia begitu cekatan.+ kerja + -an → pekerjaan -7- . Kata-kata yang termasuk kata benda itu berkaitan dengan kata kerja yang berawalan memper. o Dapatkah Anda membedakan siapa petembak dan siapa penembak? o Orang yang memberikan atau memiliki saham suatu perusahaan bisa disebut penyaham perusahaan. muncul juga bentuk lain seperti pemerhati ‘yang memperhatikan’. dan tenis. o Betulkah bangsa Indonesia sebagai pengkonsumsi barang buatan Jepang. o Orang yang memfotokopi bisa disebut pengopi. o Setiap peubah dalam penyusunan harus dapat diuji. Selain itu.pelaku olah raga golf. o Sebagai pengelola administrasi. catur. renang. o Mereka adalah pemrakarsa pembangunan gedung ini. Konfiks pe(N)-an dan pe(R)-an Kata benda yang dibentuk dengan pe(N)-an menunjukkan proses yang berkaitan dengan kata kerja yang berimbuhan me(N)-. senam.+ tik + -an → pengetikan pe(R). Kita perhatikan contoh berikut: pe(N). e.+ kan.atau memper. Bentuk-bentuk itu merupakan bentuk baru dalam bahasa Indonesia.+ rusak + -an → perusakan pe(N). me(N)-kan. o Generasi muda sekarang merupakan pewaris Angkatan 45.+ lepas + -an → pelepasan pe(N).

o Mereka terlambat menyerahkan tugasnya. penyoblosan. o Sejak lama ia dididik orang tuanya.+ tatar + -an → penataran pe(R).+ ajar + -an → pelajaran pe(N). Kata benda yang mengandung ke-an diturunkan langsung dari bentuk dasarnya seperti contoh berikut: o Beliau hadir untuk meresmikan penggunaan gedung baru. tetapi kiriman itu belum kami terima. karangannya itu dikirimkan ke sebuah media massa. -8- .pe(N). Akhiran -an dan Konfiks ke-an Kata benda dapat dibentuk dengan bentuk dasar dan akhiran –an atau konfiks ke-an. Keterlambatan itu Isilah rumpang kalimat berikut dengan kata benda yang mengandung akhiran -an atau konfiks ke-an. kita sering menemukan kata-kata yang tidak sesuai dengan kaidah di atas seperti pengrumahan. o Sebulan setelah dia mengarang artikel. dan pensuksesan. penyucian (kain). pengluasan... . Untuk memperjelas uraian di atas.. Kata benda yang mengandung akhiran -an umumnya menyatakan hasil. itu sangat bermanfaat bagi kami. Kata-kata yang tidak sesuai dengan kaidah ini harus dikembalikan pada bentuk yang tepat (Bagaimana bentuk yang tepat dari kata-kata di atas menurut Saudara?). f..+ sah + -an → pengesahan Selain kata-kata yang dicontohkan. sedangkan kata benda yang mengandung konfiks ke-an umumnya menyatakan hal. penglepasan. o Mereka membantu kami sepekan lalu. . Kehadiran beliau disana disambut dengan berbagai kesenian tradisional. menyebabkan mereka mendapatkan nilai jelek. pengrusakan. kita perhatikan contoh berikut: o Dia mengirimkan sumbangan sepekan lalu. yang diberikan orang tuanya itu menyebabkan dia menjadi orang besar.

nya itu. o Pemerintah menganugerahi rakyat Jawa Barat tanda kehormatan. o Usaha yang ditempuhnya selalu gagal. Beberapa kata kerja baru dapat digunakan dalam kalimat setelah diberi akhiran -kan atau -i. Kata Kerja Bentuk me(N). o Pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan kepada rakyat Jawa Barat.. o Beliau mengajari kami bahasa Indonesia di kelas. -9- .. . kekasih. o Atasan kami menugaskan pembuatan naskah pidato kepada sekretaris.dan me(N)-kan Akhiran -kan dan -i pada kata kerja dalam kalimat berfungsi menghadirkan objek kalimat.. o Beliau sedang mengajar di kelas. o Setiap 28 Oktober kami memperingati hari Sumpah Pemuda. Kata benda yang dibentuk dengan awalan ke. dia memperoleh beasiswa dari pemerintah. itu menyebabkan taraf hidup mereka masih rendah. Mari kita perhatikan contoh untuk memperjelas uraian. o Anak itu sangat pandai di kelasnya.o Masyarakat di pulau terpencil itu masih terbelakang. baik bilangan tingkat maupun bilangan yang menyatakan kumpulan. Karena . dan kehendak. g.. hendak yang menjadi ketua. dia tidak pernah putus asa akibat ..sangat terbatas. kasih. o Kami membelikan mereka buku baru untuk perpustakaan. Akan tetapi. o Kami membeli buku-buku baru untuk perpustakaan. h. itu..berfungsi membentuk kata benda dan kata bilangan. o Beliau sedang mengajarkan bahasa Indonesia. o Atasan kami menugasi kami mengikuti penyuluhan ini. yaitu hanya pada kata tua. Awalan ke- Awalan ke.

dan -an. -wan.sering mengganti awalan tersebagai bentuk pasif. Misalnya kalimat berikut: o Tim kami berhasil menduduki peringkat ketiga dalam MTQ tingkat Jawa Barat. sedangkan akhiran –man tidak demikian. dan -iah dari bahasa Arab. Dalam situasi resmi. Akhiran -wan dan -wati produktif. -man. Akhiran -wi lebih produktif daripada akhiran -i dan -iah. akhiran -i. Perhatikan beberapa contoh kata berikut: karyawan karyawati olahragawan olahragawati budiman Beberapa contoh bentuk kata yang salah ini. -i. terdapat pula beberapa akhiran yang berasal dari bahasa asing.10 - . Dalam percakapan sehari-hari.Penentuan apakah awalan ke. i. tetapi juga terdapat dalam bentukan dengan bentuk dasar bahasa Indonesia. korban tanpa identitas itu tertabrak mobil. o Ketiga penyuluh itu ternyata teman kami waktu di SMA. dan -wati dari bahasa Sanskerta. seniman manusiawi surgawi badani badaniah dan yang benar didaftarkan berikut . Akhiran Lain Selain akhiran asli bahasa Indonesia -kan. hal ini harus dihindari. Akhiran -wi tidak hanya terdapat dalam bentukan bahasa asalnya. Seharusnya:  Menurut laporan yang dapat dipercaya. -wi. misalnya. Hal ini terjadi karena pengaruh bahasa daerah atau dialek tertentu.sebagai pembentuk kata bilangan tingkat atau kata bilangan yang menyatakan kumpulan harus dilihat dalam hubungan kalimat. Kita perhatikan contoh berikut:  Menurut laporan yang dapat dipercaya. awalan ke. korban tanpa identitas itu ketabrak mobil.

perulangan terhadap kata berimbuhan.Salah: memparkir menterjemahkan mentafsirkan mensukseskan memitnah menyolok menyintai Benar: memarkir menerjemahkan menafsirkan menyukseskan memfitnah mencolok mencintai mengontrakan membanding mengundur memberitahu berserta bewarna bekerjasama berterimakasih dikata dipensiun terlantar terlanjur pengrusakan pengletakan penglepasan pengrajin nampak dibanding diselusuri mengontrakkan membandingkan mengundurkan memberi tahu beserta berwarna bekerja sama berterima kasih dikatakan dipensiunkan telantar telanjur perusakan peletakan pelepasan perajin tampak dibandingkan dengan ditelusuri B.11 - . perulangan terhadap kata dasar. Edisi Revisi.baik sebagian ataupun seluruhnya dengan disertai perubahanperubahan bunyi ataupun tidak.4 Jenis-Jenis Kata Ulang 1. Jakarta: Rineka Cipta .Pertama. 2006. 4 Chaer.Kedua.perulangan utuh ada dua macam. Perulangan seluruh bentuk dasar Perulangan ini disebut juga perulangan utuh atau dwilingga. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Abdul. Kata Ulang Definisi Kata ulang(reduplikasi) adalah kata yang mengalami proses pengulangan.

Contoh Rumah=rumah-rumah-perumahan-perumahan Lari= lari-lari>pelari-pelari Pagi>pagi-pagi 2. Perulangan kata berimbuhan Imbuhan tersebut ada yang melekat pada komponen pertama dan pula yang melekat pada komponen keduanya Contoh: Berlari>berlari-lari Memukul>pukul memukul 3.Banyak dan bermacam-macam D. Contoh: Pepohonan & leluhur Makna Kata Ulang Makna kata ulang adalah sebagai berikut: A. Perulangan sebagian Yakni perulangan yang terjadi hanya pada sebagian bentuk dasar. Contoh: Warna>warna-warni Gerak>gerak-gerik Sayur>sayur-mayur d.Kolektif .12 - . Banyak tak tentu E.intensitas kualitatif atau frekuentatif C.Perulangan ini disebut juga dwipurwa.menyerupai atau tiruan sesuatu B. Perulangan berubah bunyi atau salin suara Perubahan bunyi itu ada yang terjadi pada vocal & ada pula yang pada konsonan.

Awalan yang terdapat di dalam bahasa Indonesia terdiri atas me(N)-. dan -an. sedangkan sisipan terdiri atas -el-. ke-. infiksasi. dalam penciptaan kosakata baru atau dalam penerjemahan atau penyepadanan istilah asing Definisi Kata ulang(reduplikasi) adalah kata yang mengalami proses pengulangan. dan konfiksasi Dalam bahasa Indonesia. Awalan dan akhiran masih sangat produktif digunakan. dan gabungan awalan dengan akhiran yang disebut konfiks dan gabungan afiks dalam ilmu bahasa. Saran Demikian makalah yang dapat kami sampaikan. dan -er-. semua imbuhan termasuk sisipan di dalamnya.baik sebagian ataupun seluruhnya dengan disertai perubahanperubahan bunyi ataupun tidak. -i. dan se-. te(R). Afiksasi ini dibedakan menjadi empat macam. apabila diperlukan. -pe(N)-. Walaupun demikian. Semoga sedikit uraian kami ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.BAB III PENUTUP A. pe(R)-. di-.13 - . akhiran. misalnya. yaitu: prefiksasi. sedangkan sisipan tidak produktif. bahwa . masih dapat kita manfaatkan. konfiks atau gabungan afiks terdiri atas gabungan awalan dengan akhiran. Kesimpulan Afiksasi atau kata berimbuhan adalah proses pembubuhan afiks pada kata dasar. akhiran terdiri atas -kan. B. imbuhan terdiri atas awalan. be(R)-. Penulis sangat menyadari. sufiksasi. sisipan. -em-.

Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Akapress. Jakarta: Rineka Cipta. guna melahirkan sebuah perbaikan dalam penyusulan makalah selanjutnya yang lebih baik. 2006.scribd. Abdul. DAFTAR PUSTAKA Arifin. Cermat Berbahasa Indonesia. Chaer. Zaenal.14 - . Edisi Revisi. 2006.com/doc/39505534/Proposal-Analisis-Pemakaian-KataBerimbuhan . Maka dari itu penulis sangat mengharapkan adanya kritikan yang konstruktif dan sistematis dari pembaca yang budiman. http://www.makalah ini jauh dari kesempurnaan.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang. Oktober 2010 Penyusun .KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan atas rahmat yang diberikan Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Kata Ulang dan kata iii Berimbuhan ” tepat pada waktunya.15 i . Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu penulis dalam membuat makalah ini dan teman-teman yang telah memberi motivasi dan dorongan serta semua pihak yang berkaitan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan baik dan tepat pada waktunya. Bengkulu.

MAKALAH “Kata Ulang dan Kata Berimbuhan” Oleh : Verra Yovioalay Sofvia Soliza Yuli Yusnita Shinta Purnama N Robin Simagona Dosen : Bustomi JURUSAN DAKWAH BIMBINGAN KONSELING ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI STAIN (BENGKULU) 2010 .16 - .

......... Latar Belakang............ Rumusan Masalah........................... C................................................................17 - ........... B............................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN A................. Kesimpulan...................................................................................... Kritik dan Saran .. BAB III PENUTUP A................................................................... Tujuan ......................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .. DAFTAR PUSTAKA ............. 13 13 iii 3 11 1 1 1 i ii ii ............................ B................................ Kata Ulang.............................................................................. Kata Berimbuhan.................................................................. BAB II PEMBAHASAN A............................................................................................................................................................................................................................... B.......................................................... KATA PENGANTAR.... DAFATR ISI...................................

.18 - .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful