PENDAHULUAN

Payudara adalah organ yang sangat vital bagi wanita mengingat fungsinya untuk mensekresi susu untuk nutrisi bayi. Selain itu payudara berkaitan dengan kosmetika, sehingga apabila terdapat kelainan pada payudara maka hal itu merupakan hal yang sangat sensitif bagi wanita, sehingga pembedahan payudara perlu dilakukan secara hati- hati. Kelainan yang paling sering ditemukan adalah ditemukan adax benjolan pada daerah payudara dan daerah sekitarnya seperti daerah axilla dan daerah parasternal Insiden adanya benjolan tersebut membuat wanita datang ke dokter dan memeriksakan keadaanya. Resiko wanita menderita tumor payudara antara lain apabila dalam keluarganya sudah ada yang menderita tumor tersebut, umur timbulnya menarke yang sebelum 12 tahun, wanita hamil di atas 30 tahun, wanita yang tidak menyusui. Hiperplasi dan kelainan dari payudara tidak lepas dari anatomi dan fisiologi dari kelenjar mamae yang terdiri dari jaringan kelenjar, fibrosis dan lemak serta dilalui oleh kelenjar limfe yang sangat banyak. Dan pengaliran limfe dari payudara kurang lebih 75% ke aksila, sebagian lagi ke kelenjar parasternal, lalu sebagian lagi ke kelenjar supraclavikular, itulah mengapa mengapa penyebaran tumor payudara dapat sampai ke daerah-daerah tersebut. (1) Payudara sendiri mengalami 3 macam perubahan yang dipengaruhi hormon (2): a. Perubahan pertama, mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas, masa

fertilitas, sampai ke klimaktorium dan menopause dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron . b. Perubahan kedua, perubahan sesuai dengan daur haid. Sekitar hari ke 8 haid, payudara jadi lebih besar, dan pada beberapa hari sebelum haid berikutnya terjadi pembesaran maksimal. Kadang nyeri dan timbul benjolan yang tidak rata. Selama beberapa hari menjelang haid, payudara menjadi lebih tegang dan nyeri. c. Perubahan ketiga, terjadi selama masa hamil dan menyusui. Pada kehamilan, payudara menjadi besar karena epitel duktus lobul dan duktus alveolus

berprolifersi, dan tumbuh duktus baru.(2)

1

Penyakit payudara yang perlu tindakan bedah (2): Infeksi Inflamasi tanpa infeksi Reaksi Fisiologi kurang teratur Tumor jinak Tumor ganas Mastitis akut Mastitis purulenta Abses Mamae Duktestasis Nekrosis lemak Kelainan fibrokistik Fibroadenomama Papila intraduktus Lipoma Adenokarsinoma mamma Sarkoma Metastasis

Pada laporan kasus berikut ini ditemukan tumor mamae curiga jinak.

2

Tuban : Islam : Tidak bekerja : SMA : 9 Agustus 2009 II. PEMERIKSAAN FISIK Vital sign Keadaan umum Kesadaran Tensi Nadi RR Suhu : Cukup : Composmentis : 100/70 mmHg : 60 x/ menit : 24 x/menit : 36. ukurannya tetap.LAPORAN KASUS I. Suryani : Perempuan : 20 tahun : Leran Wetan. Pasien mengetahuinya sudah 1 tahun yang lalu. Kalau sedang menstruasi benjolan tidak tersa nyeri dan tidak juga tambah membesar. IDENTITAS PASIEN Nama Jenis Kelamin Umur Alamat Agama Pekerjaan Pendidikan Terakhir Tanggal MRS : Nn. Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien mempunyai riwayat penyakit gastritis yang kadang.kadang kambuh. tidak nyeri apabila ditekan. Palang.5 º c 3 . ANAMNESA Keluhan Utama : Benjolan sebesar kelereng pada payudara kiri Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang sendiri dengan keluhan ada benjolan pada payudara sebelah kiri. III. Pasien pertama kali menstruasi umur 14 tahun.

dan rata Konsistensi kenyal Terdapat mobilitas. Leher : Pembesaran KGB ± Pembesaran kelenjar tiroid ± Peningkatan JVP ± c.5 cm Single nodul Bentuknya bulat.Status Generalisata a. Kepala Mata : Konjungtiva mata tidak anemis Sklera mata tidak ikterus Reflex cahaya +/+ Mata cowong ± Hidung : Bentuk simetris Epiktasis +/+ Sekret +/+ Bibir : Bibir tidak kering Tonsil tidak ada hiperemi Telinga : Pendengaran normal Serumen -/b. tidak melekat pada dasar 4 . Thorax Dada : Pergerakan dada simetris Retraksi intercosta ± Paru : Simetris Sonor +/+ Rhonki -/Whezzing -/Jantung : Batas jantung normal S1 S2 tunggal Payudara : Inspeksi : Bentuk kedua payudara simetris Puting ke arah luar Retraksi kulit ± Palpasi : Teraba benjolan dengan diameter 1. tepi licin.

PLANNING a. pemeriksaan sitologi biopsi PA b. Ekstrimitas : akral hangat pada semua ekstrimitas tidak terdapat oedem pada ekstrimitas Status Lokalis Regio superomedial mamae sinistra Single nodule diameter 1.5 cm Bulat dengan tepi rata dan licin Mobilitas ada. Abdomen : Distended ± Nyeri tekan ± Pembesaran hepar dan lien tidak ada Bising usus normal e. pemeriksaan radiologi : usg.Nyeri tekan ± Pada puting tidak ditemukan sekret Pada axilla dan supraclavikula tak terdapat pembesaran KGB d. Pembedahan ekstirpasi 5 . Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan lab : darah lengkap. DIAGNOSA Diagnosa kerja Diagnosa Banding : Tumor mamae sinistra curiga jinak : Fibroadenomama Tumor filoides Papila intraduktus Lipoma V. tidak melekat pada dasar Konsistensi padat kenyal Retraksi kulit tidak ada Pembesaran KGB di axilla dan supracavikula tidak ada IV.

Fungsi ini langsung dan diperantai oleh hormon-hormon yang sama dengan mengatur fungsi sistem reproduksi . Benjolan payudara merupakan tampilan paling sering baik dari penyakit payudara jinak atau ganas . dan lemak. Drainase dari lobus menuju sinus laktiferus. Puting mempunyai perforasi pada ujungnya dengan beberapa lubang kecil. yang mengelilingi jaringan ikat diantara lobus-lobus. Fungsi utamanya adalah menyekresi susu untuk nutrisi bayi. sehingga penyakit yang menyerang satu lobus tidak menyerang lobus lainnya.TINJAUAN PUSTAKA TUMOR MAMAE DEFINISI Massa yang teraba pada payudara. anak-anak. yaitu apertura duktus laktiferus.(5) Payudara terdiri dari jaringan kelenjar. tetapi ini tidak termasuk benjolan payudara. fibrosa. tonjolan yang berpigmen dikelilingi oleh areola. Tuberkel tuberkel Montgomery adalah kelenjar sebasea pada permukaan areola. (5) Jaringan kelenjar membentuk 15 hingga 25 lobus yang tersusun radier di sekitar puting dan dipisahkan oleh jaringan lemak yang bervariasi jumlahnya. Jaringan ikat memisahkan payudara dari otot-otot dinding dada. Glandula mamaria mencapai potensi penuh pada perempuan saat menarke.(3) ANATOMI Perkembangan dan struktur dari glandula mamaria berkaitan dengan kulit. yang kemudian bermuara ke puting. dan pada lakilaki galndula ini hanya rudimenter. Pembesaran seluruh payudara dapat terjadi unilateral atau bilateral. Jaringan ikat di banyak tempat akan memadat membentuk pita 6 . pada bayi . otot pektoralis. dan seratus anterior. Sedikit di bawah pusat payudara dewasa terdapat puting. Setiap lobus berbeda .

mengisi asinus. dan tumbuh duktus baru. Perubahan kedua. Sekresi hormon prolaktin dari hipofisis anterior memicu laktasi. c. 7 . payudara menjadi lebih tegang dan nyeri. payudara menjadi besar karena epitel duktus lobul dan duktus alveolus berprolifersi. Selama beberapa hari menjelang haid. kemudian dikeluarkan melalui puting susu. terjadi selama masa hamil dan menyusui. Perubahan pertama.fibrosa yang tegak lurus terhadap substansi lemak. perubahan sesuai dengan daur haid. Pita ini yaitu ligamentum cooper.(5) FISIOLOGI Payudara sendiri mengalami 3 macam perubahan yang dipengaruhi hormon (2) : a. mengikat lapisan dalam dari fasia subkutan payudara pada kulit. b. Pada kehamilan. payudara jadi lebih besar. mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas. Air susu diproduksi oleh sel sel alveolus. Perubahan ketiga. dan pada beberapa hari sebelum haid berikutnya terjadi pembesaran maksimal. merupakan ligamentum suspensorium payudara. Kadang nyeri dan timbul benjolan yang tidak rata. masa fertilitas. Sekitar hari ke 8 haid. sampai ke klimaktorium dan menopause dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron .

borok pada payudara.Melahirkan anak pertama > 35 tahun .Usia menopause > 55 tahun . inpeksi. simetris? Kulit payudara dilihat adanya edema. lumpuh. Inspeksi mulai payudara dalam hal ukuran. seperti (5): . mulai kapan. sakit jantung. cirrhosis. retraksi.Ada riwayat keluarga dengan kanker payudara pada ibu. ada peau d¶orange.PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan klinis buah dada ialah anamnesa. seperti diabetes. Tindakan ini untuk menegangkan muskulus pektoralis.Umur > 30 tahun . Keluhan utama umumnya : tumor. gatal pada puting susu. bentuk. tetapi karena adanya metastase. misalnya sakit pinggang. perdarahan/ keluar cairan jernih dari puting susu. Kadang keluhan utamanya bukan dari buah dada. karena penyakit lain yang mempengaruhi pengobatan. dsb. seperti keluhan karena metastase . Puting susu diperiksa ukuran. nyeri. inversi. Inspeksi a. bentuk. pengeluaran cairan. saudara ibu perempuan. Keluhan lain-lain. sesak nafas. bagaimana perjalanan penyakitnya. dumpling . 8 . kontur. warna. Inspeksi payudara : (2) pasien diminta duduk tegak atau berbaring .Usia menars < 12 tahun . apa keluhan pertama. saudara kandung perempuan . dan memijat puting susu. palpasi. edema. simetri. Faktor resiko untuk mendapat kanker buah dada yang ada pada penderita. hipertensi.Tidak kawin dan nulipara . Disamping itu diperiksa pula identifikasi pasien. yang dapat memperjelas adanya lesung yang disebabkan fiksasi payudara pada otot di bawahnya. Inspeksi Payudara dalam berbagai sikap tubuh (1) pasien diminta meletakkan tangannya pada panggulnya .pernah mengalami infeksi pada payudara . Anamnesa Pada anamnesa ditanyakan : Keluhan utama : apa. b.

Apakah ia mempunyai tepi jelas. Cara melingkar. mulai dari tepi luar buah dada. Bila ada tumor.Palpasi (1) a. Bentuk massa dilukiskan c.untuk meraba buah dada pergunakan telapak ujung-ujung jari tangan ke 2 sampai jari ke 5. Delimitasi menunjukkan tepi massa. Tekan buah dada yang diperiksa dengan jari-jari ke dinding dada sambil jarijari mengadakan gerakan melingkar setempat.00 menuju puting susu. mulai dari tepi luar buah dada searah putaran jarum jam . Cara radiar. *. Konsistensi melukiskan kerasnya massa e. misalnya pada arah jam 12. seperti pada karsinoma d. Mobilitas sangat penting. Apakah lesi masih dapat bergerak atau sudah terfixir pada dinding thorax. Demikian seterusnya sampai seluruh buah dada teraba - uraian penemuan fisik a. yaitu: *. Normal pada semua tempat kepadatan buah dada rata dan teraba lembut. maka akan teraba sesuatu yang padat dan keras di dalam jaringan buah dada yang lembut. dan berakhir pada puting susu. seperti kista? Apakah tepinya difus. Setelah itu mulai lagi dari luar misalnya pada jam 1. 9 . menuju puting susu. Ukuran massa diuraikan dalam sentimeter b. Palpasi payudara : . Untuk meraba seluruh buah dada dapat ditempuh 2 cara. dengan lingkaran yang makin lama makin kecil.

10 . cairan bening (serous). serosanguines atau darah. Ketepatan diagnosa kanker dengan mammografi adalah 90%. Gambaran pada mammografi : iregular. Dengan mammagrafi tumor yang belum dapat diraba telah dapat dilihat dalam foto. cairan keruh. perhatikanlah apakah cairan itu air susu. nanah. Pemeriksaan mamografi dengan menggunakan sinar x dapat dibuat foto dari buah dada. Tetapi tidak semua tumor dapat dilihat dengan mammografi. Di daerah subareola. Pemeriksaan Puting Susu (2) Memijat puting susu dilakukan dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk dengan lemah lembut dari tepi areola ke arah puting susu untuk mengeluarkan cairan dari duktus lactiferus. Dengan palpasi tumor baru dapat diraba kalau besar minimal telah mencapai 1 cm. Abses kelenjar montgomery di areola dapat menyebabkan massa nyeri tekan di daerah ini. bila ada. maka harus dipalpasi ketika pasien sedang berbaring lurus. atau daerah langsung di bawah areola . sampai kurang lebih minimal sebesar 3-5 cm. massa radiopak dengan kalsifikasi. berspikula. Bila keluar cairan. Palpasi daerah subareola Daerah subareola. jaringan payudara kurang padat. Pemeriksaan Radiologi a.b. PEMERIKSAAN PENUNJANG (2) Pemeriksaan penunjang mutlak diperlukan pada pemeriksaan payudara dalam menegakkan diagnosa pasti.

artinya tidak ada keganasan. Berikut akan dibahas mengenai macam-macam kelainan pada payudara : Kelainan Pertumbuhan Anomali Infeksi Ginekomasti Makromastia Amastia Mamae aberan Jaringan mamae asesorius Mastitis 11 . karena mendapat hasil yang cepat kurang lebih setengah jam. apakah mas tektomi radikal atau simple tergantung dari stadium kankernya. Biopsi dapat dikerjakan dengan cara: a. Terutama kiste jelas terlihat keuntungan USG tidak menggunakan sinar x yang potensial ada bahayanya. Pemeriksaan ini terutama dilakukan pada : a. hasil dapat leb dipercaya ih (98%) dan penderita tidak perlu 2x masuk kamar oprasi. radiologi. Disini hanya diambil sebagian kecil tumor untuk diperiksa c. Tumor sebesar 3-5 cm juga dapat dilihat. Pemeriksaan ultrasonografi Dengan menggunakan gelombang ultrasonor dapat dibuat gambbar buah dada. dan besar tumor langsung dapat diukur. artinya terdapat keganasan. histologi dapat diambil suatu diagnosa pasti dari kelainan dari payudara.b. maka dikerjakan mastektomi. Bila tidak ada sediaan beku maka untuk mengadakan diagnosa dikerjakan biopsi tumor dan pemeriksaan patologi dikerjakan dengan sediaan parafine. Sebaliknya juga dikerjakan diseksi axilla untuk mengetahui patologis status kelenjar lymphe axilla. Kiste mamma : kiste dipunksi dan isinya diaspirasi b. negatif. Insisi : bila tumor besar. Bila pemeriksaan sediaan beku : a. cukup dikerjakan eksisi tumor saja b. Eksisi : bila tumor kecil tidak melebihi 5 cm b. positif. Tusukan jarum dan tumor disedot atau ditarik keluar Dari pemeriksaan klinis. Perdarahan atau sekreta dari puting susu Pemeriksaan Patologi (2) Sebaiknya dikerjakan dengan sediaan beku atau vries coupe atau frosan section biopsy.

nyeri yang menjalar ke bahu.Inflamasi tanpa infeksi Reaksi Fisiologis kurang teratur Tumor jinak Tumor ganas - Fistel paraareola Duktektasis Nekrosis lemak Kelainan fibrokistik Fibroadenomama Tumor Phylloides lipoma adenokarsinoma mamae sarkoma metastasis Berikut akan dibahas : Kelainan Pertumbuhan : Bila wanita dewasa payudaranya tak berkembang. Keadan ini disebabkan karena berlebihnya estrogen dibanding testosteron o Patofisiologi : 12 . leher terutama sebelum haid . mungkin penyebabnya agenesis ovarium atau kelainan atau kelainan hormonal lain. o Gejala klinis : . tetapi biasax oleh obesitas. punggung. tetapi ada juga yang hanya kareena akil balig yang terlambat. Hipertrofi payudara dewasa atau makromastia (2) Dalam mendiagnosa makromastia harus disingkirkan dulu diagnosa banding karsinoma. Sebaliknya akil balig dapat terjadi lebih cepat. dan masa tua. lemak dan parenkimnya banyak o Terapi : mastoplastik ( oprasi reduksi mamae ) Ginekomasti (4) o Batasan : hipertrofi payudara laki-laki Ginekomasti fisiologis didapatkan paling sering pada tiga masa kehidupan yaitu masa perinatal. akil baliq.Puting susu turun karena kulit. o Etiologi : jarang disebabkan oleh hormonal.Payudara terasa berat .

Keadaan dimana ada defisiensi androgen Klinelfeter Syndrom . Pengaruh obat-obatan yang menyebabkan ginekomasti.1. 2. kecuali pada ginekomastia yang terjadi pada masa lansia tidak jarang bilateral. Keadaan di mana kelebihan estrogen . 13 . Renal Failure 3. Idiopatik o Gejala klinis : Biasanya berupa benjolan lunak pada subareolar pada laki. misal didapat pada keadaan di bawah ini : True Hermaphroditism. Germ cell tumor. Ginekomasti unilateral biasanya tanda karsinoma mamma. 4. kelainan endokrin. Anomali (2) Benjolan payudara aksiler merupakamn lanjutan jaringan mamae ke aksilla sehingga tidak tergolong anomali. Adanya tumpukan jaringan lunak yang lebih dari biasanya subareolar. Bentuknya beragam dari yang benjolan kecil sampai benjolan yang seperti bertangkai. Kelainan ini selalu ada dan merupakan penonjolan suatu lobulus payudara. biasanya disertai dengan tidak ada muskulus pektoralis.Terapi terbanyak yang diberikan terutama untuk ginekomasti adalah transareolar mastektomi. o Pemeriksaan dan Diagnosis : Cukup dengan pemeriksaan klinis. kelainan gizi. sering asimetri. ( normal sekitar 2 cm³ di bawah subareola ) o Penatalaksanaan Terapi : Terapi obat-obatan sering tidak banyak gunanya kecuali bila telah jelas penyebabnya karena defisiensi testosteron. penyakit liver. Amastia : tidak ada kelenjar payudara Sangat jarang terjadi. Non testicular Tumor.

Keradangan ini dapat akut atau khronik . Bila anomali ini mengganggu atau ada kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadi karsinoma yang sukar dideteksi. (4) 14 .Mamma assesoria Berupa payudara atau papila mamae tanpa jarinan mamae yang lebih dari dua. dapat dilakukan eksisi. Infeksi Mastitis o Batasan : Mastitis adalah keradangan pada payudara. Mamma Aberan Ditemukan dua kali lebih banyak pada wanita. terletak pada garis susu mulai dari aksila sampai ke regio inguinal.Umumnya ditemukan di ketiak.

o Gejala Klinis : (4) 1. Dapat dikacaukan dengan karsinoma mamae. Pada usia produktif o Pemeriksaan dan diagnosis (4) o Anamnesis : Rasa nyeri pada payudara (yang sedang menyusui). Payudara terdapat nyeri tekan dan mendadak (terutama saat menyusui) 2. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan puting dan jika ada luka.Nyeri tekan dan spontan 15 . Dalam hal ini perlu anamnesa yang teliti serta biopsi yang tepat. yaitu pada massa tempat nanah lewat. b.Keluar nanah kalau abses sudah pecah. Dapat berkembang menjadi abses yang nyeri disertai demam. Mastitis puerpuralis akut (2) Pada minggu pertama laktasi. dapat terjadi infeksi payudara oleh bakteri staphylococcus atau streptokokus yang masuk melalui puting susu yang luka berupa fisura atau lewat muara duktus laktiferus. cepat diobati. Mastitis tuberkulosa (2) Mungkin dapat timbul abses dingin yang tidak begitu nyeri. o Pemeriksaan Fisik : .Adanya massa dengan batas tak jelas .Kemerahan . Kadang disertai panas badan 3. Infeksi dapat menjalar ke aksilla.o Patofisiologi : Mastitis ada 2 yaitu : a. teraba adanya benjolan kemerahan kadang disertai panas badan dan rasa tidak enak.

u ada kemerahan. Terapi adalah eksisi. o Pencitraan : (4) Pada USG atau mammografi akan tampak massa yang sedikit hiperdense dan batas yang tidak jelas. Berhubungan dengan rokok dan abses nonlaktasi rekuren. kadang teraba fl ktuasi. Gejala yang sering didapat adalah adanya pengeluaran cairan dari puting berwarna hijau dan benjolan subareolar. Salah satu duktus dapat tersumbat dan melebar karena sekret yang kental sehingga menyebabkan perangsangan dan radang di sekitar duktus.. Benjolan di payudara yang tidak terlalu padat disertai nyeri tekan. o Penatalaksanaan dan Terapi : (4) Bila belum jelas ada fluktuasi beri antibiotik gol amoxycillin selam 5-7 hari. Sering tampak retraksi di bawah puting karena proses kronik berupa fibrosis. 16 . Bila ada abses maka harus diinsisi. pada beberapa keadaan bahkan perlu mastektomi. Kadang ada fistel yang nantinya harus dieksisi Inflamasi tanpa Infeksi Duktektasis (3) Pelebaran duktus areolar yang dipenuhi oleh sel debris yang menyebabkan reaksi inflamasi periduktal.Tidak ada pembesara KGB aksila ipsilateralatau bila ada pembesaran. Proses ini ditandai dengan keluarnya cairan yang hemoragik atau serous dari puting. jugawaktu diraba terasa nyeri. Fistel Paraareola (2) Tidak jarang ditemukan pelebaran pada pelebaran duktus lactiferus.Kadang sudah didapatkan massa fluktuatif . o Diagnosis : (4) Nyeri pada payudara yang sedang menyusui . Pada mastitis tuberkulosa maka tindakan wedge eksisi atau biopsy eksisional dilanjutkan dengan pengobatan anti tuberkulosa kombinasi. atau keluarnya bahan kenta l seperti mentega dari satu duktus.

Riwayat trauma terjadi pada 50% penderita.Nekrosis lemak (3) Jaringan parut fibrotik pada payudara yang disebabkan oleh trauma. Peranan diet dan vitamin. Beberapa teori menyebutkan adanya ketidakseimbangan antara estrogen dan progesteron. inflamasi kronis. berhubungan dengan siklus menstruasi atau tidak ada hubungannya. kalsifikasi. nyeri tekan atau tidak jelas adanya suatu massa yang pasti dan hanya teraba sebagai penebalan jaringan payudara di beberapa tempat 17 . dalam hal ini gol Methyl xantin dan vitamin E o Pemeriksaan dan Diagnosis Anamnesis : Dapat menyerang semua umur tetapi lebih banyak pada usia muda (<35 tahun). fibrosis stormal. o Gejala Klinis : 1. papilomatosis. Mungkin berhubungan dengan ekimosis superfisial. Pemeriksaan Klinis : Dapat disertai adanya massa tumor yang tidak berbatas tegas. Nyeri merupakan keluhan yang paling sering. dan lobilar ductal hiperplasia. Estrogen berperan pada proliferasi duktus. o Patofisiologi 1. Sering terjadi pada kuadran lateral atas dan tidak jarang bilateral 4. metaplasi apokrin. hiperplasi epitel. hematom dan nekrosis lemak payudara dengan terjadinya parut. Lebih sering hanya teraba sebagai hpernodulitas payudara 3.Secara histologis : infiltrasi dan fibrosis sel-sel periduktal. sedangkan progesteron berperan pada proliferasi lobular alveolar. Ditandai dengan penebalan jaringan payudara atau massa yang batasnya tidak tegas 2. sclerosisng adenosis. dengan keluhan nyeri dan dapat terdapat benjolan atau tidak. Sebagian besar etiologi tidak diketahui 2. Terapi : eksisi Kelainan Fibrokistik (4) o Batasan : Fibrocystic disease adalah nama yang dipakai untuk sejumlah kelainan pembentukan kista. 3.

Dapat single atau multiple nodul 18 . sehingga tumor teraba lebih pada dan nyeri. o Gejala Klinis 1. Benjolan yang lambat membesar 3. sangat mobil dan batas tegas 5.Mamae o Penatalaksanaan Terapi Konservatif ± medikamentosa dan reassurance pada penderita bahwa keluhan itu adalh keluhan yang tidak ada hubungannya dengan Ca Mamae. hubungan dengan siklus menstruasi sangat bervariatif. 4. yang terbanyak adalah komponen jaringan fibrous.obat golongan Vit E. Lebih sering tidak ada nyeri. Pada keadaan tertentu ( di mana dikeluhkan adanya tumor) sering harus dibedakan dengan Ca. Usia biasanya muda dekade II-III atau bahkan lebih muda 2.Pencitraan : Tidak mempunyai gambaran pencitraan yang spesifk o Diagnosis Banding Tidak jarang bersamaan dengan FAM. Tumor Jinak Fibroadenoma mamae (4) o Batasan Fibroadenoma mamae adalah tumor neoplasma jinak payudara yang terdiri dari campuran elemen kelenjar (glandular) dan elemen stroma (mesenkimal). Obat. Benjolan padat kenyal.

berbatas tegas. Tumor Phylloides (4) o Batasan : Suatu tumor fibroepital yang jarang dan hanya didapatkan pada payudara. Dapat tunggal atau multiple 3. borderline. mitotic activity.o Pemeriksaan dan Diagnosis Anamnesa : 1. tumor mrgin. Usia muda (< 30 tahun) Pemeriksaan : 1. tidak nyeri tekan. Secara histologis dan perjalanan penyakit dibagi dalam 3. Tidak dirasa nyeri. dapat tunggal atau multiple dan tidak teraba pembesaran KGB aksila ipsilateral. stomal overgrowth. Biasanya benjolan tidak terlalu besar 2. Pencitraan : Pada USG payudara akan terlihat massa yang homogen. yaitu Jinak . Merasa ada benjolan yang sudah cukup lama diketahui 2. o Penatalaksanaan dan Terapi Eksisi dan pemeriksaan histopatologis atau spesimen oprasi o Tindak lanjut Penting untuk mengetahui diagnosis patologis dan kemungkinan kekambuhan atau tumbuhnya tumor baru. benjolan terasa mobile 3. berbatas tegas dengan halo sign. ditambah 19 . sangat mobile. permukaan halus meskipun kadang ±kadang berdungkul-dungkul. Diagnosis : Cukup dengan anamnesa dan pemeriksaan fisik . Pada palpasi : Teraba tumor padat-kenyal. Aspek histologi untuk membedakan ketiga tipe adalah : Cellular Atypia. Diperkirakan type yang ganas kira-kira 25 % dari kasus dengan kejadian metastase sekitar 15%. Pencitraan (USG) diperlukan pada kecurigaan pada tumor kistik atau pada keadaan jumlah lebih dari 1. ganas. dan biasax tidak ada hubungannya dengan menstruasi.

hanya sedikit yang percaya berasal dari suatu fibroadenoma yang telah ada bertahun. Reseptor hormon terhadap estrogen dan progesteron ternyata sangat bervariasi dan hanya terdapat pada komponen epitelialnya. Usia 30 tahun atau lebih 2. pleomorphism. Tidak ditemukan pembesaran KGB pada aksila ipsilateral o Pemeriksaan dan Diagnosis Anamnesa : 1. karakteristik secara mikroskopik elektron. dan disertai ulkus Pemeriksaan Fisik : 1. Benjolan sudah diderita lama dan dapat sangat besar tanpa disertai rasa nyeri. sehingga pengobatan hormonal pada kasus metastase tidak banyak gunanaya. Merupakan 2-4% dari angka kejadian FAM 2. Benjolan sangat besar (5-40 cm )kadang didapatkan ulkus 20 . 5. Benjolan tidak dirasa nyeri. Benjolan dapat sangat besar (5-40 cm ). Benjolan dapat tumbuh lambat tetapi akhirnya tumbuh cepat. kadang didapat tapi berulkus 6. Biasanya timbul pada usia yang lebih tua dari FAM (dekade II atau lebih ) 3. kejadian bilateral hanya sekitar kurang dari 30 %. analisa flositometri. karena bermetastase hanyalah komponen stormalnya o Gejala Klinis 1. kadang ada anamnesis cepat membesar terakhir ini. 4. o Patofisiologi : Kebanyakan mengganggap tumor phylloides berasal dari parenkim payudara.keadaan : vaskularitas.

Pada keadaan tertentu harus dibedakan dengan Ca-mamma o Penatalaksanaan terapi : 1. Tidak didapat pembesaran KGB pada daerah aksila ipsilateral. Pembersihan KGB aksila hanya bila didapatkan metastase pada KGB aksila 4. ada phleboectasi kadang didapat ulkus 3. 2. Prinsip adalah eksisi luas. 4. Bila masih ada ragu dilakukan pemeriksaan histopatologis dengan biopsi insisional o Diagnosa Banding : 1.2. 2. Meskipun benjolan besar masih mobile dari jaringan sekitarnya 5. langsung dikerjakan mastektomi sederhana. Tumor yang kecil Benjplan berdungkul dengan konsistensi yang heterogen. : 21 . 2. Radioterapi dan kemoterapi kurang berperanan Lipoma (6) o o Batasan Gejala klinis : tumor jinak jaringan lemak. ada bagian padat dan ada bagian kistik. karena bila dilakukan eksisi seperti FAM maka angka kekambuhan akan sangat besar. y Benjolan residif dan terbukti histopatologis berupa lesi yang maligna y Benjolan residif pada usia tua 3. diagnosis dapat ditegakkan dengan mudah. Dengan gambaran klasik dari tumor phylloides. Kulit di atas tumor mengkilap. Mastektomi sederhana dikerjakan pada keadaan : y Benjolan yang sudah menempati hampir seluruh payudara sehingga hanya tersisa sedikit jaringan payudara yang sehat. Untuk tumor yang kecil harus dibedakan dengan FAM. Pencitraan : Tidak khas dengan USG dan mammografi Diagnosis 1. Pada tunor phyllodes yang maligna prinsip terapi juga sama dengan yang benigna kecuali pada yang residif.

1. mobil dan dapat digerakkan dari dasar. o Penatalaksanaan : Ekstirpasi TUMOR GANAS (4) o Insidens dan Epidemiologi Karsinoma payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker mulut rahim. Lesinya lunak tanpa nyeri tetapi bila lesi mengenai saraf maka akan terasa nyeri o Pemeriksaan dan anamnesa : Anamnesa : 1. tersususn dalam bentuk lobulus yang dipisahkan oleh sekat jaringan fibrosa. Dapat tumbuh pada semua jaringan yang mengandung lemak subkutan termasuk payudara 3. Kadang membesar kadang tidak. terbungkus dalam kapsul tipis. Adanya cekunagan karena tarikan jaringan fibrotrabekula. Pasien mengeluh benjolan yang tidak terasa nyeri 2. 2. Kanker ini jarang ditemukan pada usia 20 tahunan. sehingga kilit di atasnya seperti kulit jeruk. Kurva insidens usi bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. tetapi tetap jinak Pemeriksaan Fisik: 1. Kadang-kadang dapat membesar tetapi tetap jinak. Tapi predileksi banyak pada usia 45-66 tahun 22 . 4. Tumor dapat soliter atau multipal. Dapat terjadi pada semua usia dan jenis kelamin 2.

Adanya nipple discharge yang berdarah. Metastase pada ketiak ipsilateral (berupa rasa ngganjel di ketiak) 2. tulang. paydara kontralateral) o Pemeriksaan Klinis 1. Letak kuadran (tentukan kuadran mana) 23 . Pada stadium lanjut dan lanjut sekali memberikan banyak keluhan. Keluhan metastase : 1. setelah itu baru menembus parenkim. Sebagian besar (85%) mengeluh adanya tumor. bisa kecil bisa sampai besar dan sudah jelas menampakkan tanda-tanda infiltrasi ( mobilitas terbatas. Pemeriksaan fisik terhadap tumor a. liver. Anamnesis tentang timbulnya keluhan dan progresivitas. 15 ± 40 % bersifat multisentris. Pada umumnya penderita datang dengan keluhan pada payudara : 1. penarikan puting susu sapai perlekatan pada dinding torak ) 2. Rasa tak enak pada payudara dan besar payudara yang tak sama besar. otak. anamnesis kemungkinan metastase.o Faktor resiko a) Keluarga Kemungkinan semakin besar apabila ibu atau saudara kandung menderita kanker payudara b) Usia Usia makin lanjt makin tinggi resikonya c) Hormon Menarke yang pada usia lebih cepat Menopause yang lambat Melahirkan anak pertama pada usia yang di atas 30 tahun Wanita yang tidak menyusui o Tingakat penyebaran Awalnya dimulai di duktus. penyakit-penyakit sekunder/penyerta. pelekatan di kulit. 2. pengobatan terhadap penyakit atau Ca-mamma sebelumnya. Gejala metastase pada tempat lain (paru. 3. Prognosis pasien ditentukan dengan tingkat metastasenya o Gambaran Klinis Pada stadium dini tidak memberikan gejala yang khas.

folikuler Ca insitu (LCIS ). Pemeriksaan laboratorium (rutin atas indikasi ) untuk persiapan operasi atau kemoterapi 4. Untuk tumor yang secara klinis sangat mengarah keganasan cukup dengan FNAB tumor primer. Untuk tumor payudara yang secara klnis tidak jelas suatu kenasan harus dibantu dengan triple diagnostic prosedur yaitu : klinis. Batas ( tidak tegas dan diperiksa dalam seluruh dimensi) g. Peny. Besar tumor (diameter ) c. Permukaan (kasar) f. ulserasi. Pemeriksaan dan status organ tempat kemungkinan metastase. sonografi liver. Konsistensi (padat sampai padat keras) d.b.5 cm : diameter 0. lesi satelit ) : inffiltrasi pada dinding dada dan kulit : Ca inflamatory 24 . 3. radiologi dan histtopatologi. Mobilitas ( teraba sampai fixed ke jaringan pyudara sekitar dan atau pada kulit/dinding torak ) e. Paget pada papilla] : Tumor berdiameter < 2 cm : diameter < 0. Stadium Karsinoma mamae : Tx To Tis T1 T1a T1b T1c T2 T3 T4a T4b T4c T4d : Tumor primer tidak dapat ditetapkan : Tumor primer tidak dapat ditemukan : Ca in situ [intraduktal Ca (DCIS) . Pemeriksaan (foto torak. akan dirasakan nyeri bila telah terjadi ulkus atau bila tumor sudah sangat besar) Pemeriksaan terhadap statis regionalis. mammografi/USG mamma)untuk persiapan operasi dan kemoterapi serta menetapkan stadium penyakit o Diagnosis Diagnosis atas dasar klinis dan atau pemeriksaan patologis. apakah pembesaran di kelenjar getah bening ketiak ipsilateral masih mudah bergerak atau melekat.5 ± 1 cm : diameter 1-2 cm : diameter 2-5 cm : diameter > 5 cm : infiltrasi pada dinding dada (fasia pectoralis) : infiltrasi pada kulit (edema. Nyeri atau tidak (sering tidak disertai rasa nyeri.

Mastektomi Terapi ajuvan Pada umumnya tak memerlukan terapi ajuvan. Breast Conserving Treatment Lokoregional : Radiasi ekterna Sistemik : terapi hormonal dan atau kemoterapi II Mastektomi Radikal Lokoregional : radiasi eksterna 25 .Nx No N1 N2a : metastase lnn tdk dapat ditetapkan : metastase lnn tidak dapat ditemukan : metastase lnn axilla ipsilateral : metastase lnn axilla ipsilateral terfiksir satu sama lain/ perlekatan dgn struktur di sekitarnya N2b N3a N3b N3c Mx M0 M1 : metastasis mamaria interna tanpa metastase ke lnn axilla : metastase lnn infraklavikula dengan atau tanpa metastase ke lnn axiler : metastase lnn mamaria interna dengan metastase lnn axilla : metastase lnn supraclavicular dengan atau tanpa metastase ke lnn axiler : metastase jauh tidak dapat ditetapkan : metastase jauh tidak dapat ditemukan : terdapat metastase jauh Stage o Stage I Stage IIA Tis T1 To T1 T2 Stage IIB T2 T3 Stage IIIA To T1 T2 T3 T3 Stage IIIB T4 T4 T4 Stage IIIC Stage IV Any T Any T No No N1 N1 No N1 No N2 N2 N2 N1 N2 No N1 N2 N3 Any N Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo M1 o Stadium 0 Protokol Pengobatan Kanker Payudara Terapi Utama Tumortektomi Alt. kec. Keadaan tertentu Keterangan I Mastektomi Radikal Modifikasi Alt.

pilihan 1 4b. premenopause Bilateral oophorektomi Bila diperlukan dan bila mungkin mastektomi sederhana dan atau radioterapi paliatif dilanjutkan kemoterapi IV postmenopause Hormonal terapi (tamofixen) dengan atau tanpa kombinasi kemoterapi Sama dengan di atas 26 . teruskan kemoterapi 6x 3. lokoregional : lanjutkan radiasi eksterna 2000-3000 cGy Sistemik kemoterapi 4. Radiasi eksterna pre op 3b.Modifikasi Sistemik : terapi hormonal dan atau kemoterapi IIIA Mastektomi Radikal Modifikasi Lokoregional : radiasi eksterna Sistemik : terapi hormonal dan atau kemoterapi 1. Lokoregional : radiasi eksterna Sistemik : hormonal terapi : hormonal dan atau IV. lanjutkan radiasi 4a. Neoajuvan kemoterapi 3x. Bila menjadi operable. Kemoterapi neo ajuvan 3 X ± MRM 1. Kemoterapi lanjutan post op Lokoregional : radiasi eksterna : hormonal dan atau IIIB Inoperabel 3a. Bila tetap inoperable. lokoregional : radiasi eksterna Sistemik kemoterapi 2. Bila tetap ireponibel. Mastektomi sederhana dan axilla toilet 2.

238 2. 3. dan Bachsinar Bob dr. : µBedah Minor¶ . Karakata Sumiardi dr. 2007 : 128. Penerbit : EGC. Jakarta. 2005 : 523-537. : µPatofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses Penyakit µ Edisi 6. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1992 :141-142. Pierce A. Jakarta. 1995. Jakarta. Penerbit : Hipokrates . Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sjamsuhidajat R dan Wim de Jong : µBuku Ajar Ilmu Bedah¶ Edisi 2. 27 . and Wilson Lorraine M. Borley : µ At A Glance Ilmu Bedah¶ Edisi 3. Surabaya.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta 2003 : 1301-1308. 227. 2008 : 97-108 5. 4. Penerbit: EMS. Price Sylvia A. Grace and Neil R. 6. Swartz :¶ Buku ajar Diagnostik Fisik¶. Tim Penyusun: µPedoman Diagnosis dan Terapi Bag/ SMF ilmu Bedah¶ Edisi III. Rumah Sakit Dokter Soetomo. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful