KIMIA ORGANIK DAN POLIMER 1.

Senyawa Hidrokarbon Komponen utama minyak bumi dan gas alam, yaitu sumber daya yang sekarang memasok sebagian besar sumber energi kita, ialah hidrokarbon, yakni senyawa yang hanya mengandung karbon dan hidrogen. Ada tiga golongan hidrokarbon berdasarkan jenis ikatan karbon-karbonnya, yaitu hidrokarbon jenuh (saturated hydrocarbon), hidrokarbon tak jenuh (unsaturated hydrocarbon), dan aromatik. Hidrokarbon jenuh hanya mengandung ikatan tunggal karbon-karbon, hidrokarbon tak jenuh mengandung ikatan majemuk karbon-karbon, baik ikatan rangkap, ikatan rangkap tiga, atau keduanya, sedangkan hidrokarbon aromatik ialah golongan senyawa siklik tak jenuh namun sifatnya berbeda dengan alkena. Sifat dari kelompok senyawa ini secara umum dicirikan oleh benzena. 1.1 Hidrokarbon Jenuh Hidrokarbon jenuh terdiri dari dua kelompok utama, yakni alkana dan sikloalkana. Pada bagian ini pembahasan khusus tentang senyawa alkana (alkana rantai lurus). Senyawa alkana juga dikenal sebagai paraffin, yang berasal dari bahasa latin ³parum afinis´ yang berarti afinitasnya kecil. Jadi paraffin berarti suatu senyawa yang afinitasnya kecil. Jadi paraffin merupakan senyawa yang sukar bereaksi, atau suatu senyawa yang stabil. Hidrokarbon, selain terdapat di alam dapat juga disintesis dilaboratorium. Berikut kita lihat struktur dan sifat dari hidrokarbon jenuh. 1.1.2 Sifat dan Struktur Turunan Alkana Rumus umum dari homolog alkana adalah CnH2n+2 dimana n menyatakan jumlah atom karbon. Alkana yang paling sederhana adalah metana dengan formula CH4, sedangkan struktur tiga dimensi dari metana akan dibahas kemudian. Metana dapat dihasilkan dan ditemukan pada berbagai tempat seperti: 1. Sebagai hasil dekomposisi (perubahan struktur)dari bahan organic seperti daun-daun busuk didasar rawa, sehingga gas metana dikenal pula sebagai gas rawa. 2. Di dalam arang batu bara, gas metana ini sering menimbulkan ledakan ledakan pada daerah tambang, oleh karena itu gas me tana juga dikenal sebagai gas tambang.

3. Sebagai hasil tambang, yang bercampur dengan sedikit etana, propana dan butana juga termasuk sebagai gas alam. Atau bercampur dengan minyak bumi pada pertambangan minyak bumi. 4. Pada proses pencernaan dalam tubuh manusia juga memungkinkan terbentuk gas metana. 5. Pada atmosfer yupiter juga mengandung banyak metana. 1.1.3 Sifat Fisika Metana Metana merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam alcohol. Titik didih dan titik leburnya rendah, dibawah 0oC. 1.1.4 Sifat Kimia dan Struktur Molekul Metana Metana berupa senyawa yang amat stabil tidak dapat bereaksi dengan asam, basa dan pereaksi-pereaksi yang umum terdapat dilaboratorium, pereaksi mana dengan mudah dapat bereaksi dengan senyawa hidrokarbon tak jenuh. Reaksi oksidasi terhadap metana dapat berlangsung dengan jalan pembakaran yang akan menampakkan nyala warna kuning. Bila dicampur dengan udara pada konsentrasi tertentu (5,3-13,9%) dapat menimbulkan ledakan. Ledakan dapat juga terjadi jika gas metana dicampur dengan gas klorida dalam perbandingan 1:2 dan diberi sinar matahari, akan tetapi jika penambahan klorida sedikit demi sedikit akan terjadi reaksi klorinasi berantai. Apabila dipanaskan pada uap temperature 1000 oC dengan katalisator Nitrogen, akan membentuk karbon monoksida hydrogen. Reaksi antara gas metana dengan klor cukup menarik untuk dikaji lebih lanjut, karena reaksi tersebut merupakan metode kimiawi yang cukup akurat untuk menjelaskan mengapa struktur metana adalah tetrahedron bukan struktur planar atau datar, dan dapat pula menggambarkan kesetaraan derajat dari tiap-tiap atom hidrogen dalam metana. CH4 HCl inar matahari CH3 Cl
Metil klorida

CHCl2 metilen klorida

CHCl3 kloro orm

CCl4 HCl karbon tetra klorida

Gambar 1.1 Reaksi metana dengan klor menggunakan katalis sinar matahari membentuk campuran senyawa monokloro, dikloro, trikloro dan tetraklorometana. Campuran hasil reaksi yang diperoleh dari klorinasi metana diatas dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya dan dapat diidentifikasi, karena kesemuanya mempunyai titik didih yang berbeda. Sebagaimana yang terlihat pada metana yang telah mengalami klorinasi, menunjukkan bahwa 1,2,3 dan 4 atom hidrogen dari metana diganti oleh ato klor secara beruntun dan menghasilkan senyawa klorometana (metilklorida), diklorometana (metilen klorida),

triklorometana (kloroform) dan tetraklorometan (karbon tetra klorida). Masing masing senyawa dapat dibuat dari berbagai cara dengan menggunakan beberapa reaksi yang lain. Kenyataan menarik adalah bahwa bagaimanapun cara yang dipakai dalam pembentukannya, ternyata hanya ada satu jenis senyawa yang sesuai bagi masing-masing rumus. Mari kita tinjau CH3Cl, molekul ini diperoleh dari hasil pertukaran salah satu dari keempat atom hydrogen metana dengan satu atom klor akan menghasilkan hanya satu macam klorometana, dengan kata lain atom hidrogen manapun yang diganti oleh klor tetap akan menghasilkan klorometana yang sama. Dari kenyataan tersebut maka disampaikan bahwa : keempat atom hidrogen dalam metana mempunyai derajat yang sama (ekuivalen). Walaupun kesamaan derajat dari keempat atom hidrogen dalam metana dapat diungkapkan lewat pengamatan molekul klorometana, namun tidak dapat digunakan untuk melacak keadaan struktur stereokimia metana. Hal ini dapat ditunjukkan pada (Gambar 1.2) kedua struktur tersebut baik bujursangkar maupun tetrahedron masing-masing

menunjukkan bahwa keempat atom hidrogen ekivalen. Keadaan tersebut tidak menunjukkan kepastian tentang struktur metana yang lebih tepat.
H

H

H

H H

C
H H

C
Cl

ujur sangkar metana

klorometana

meskipun dapat dituliskan dengan 3 bentuk (a).2 Dua kemungkinan struktur metana dapat menggambarkan kesaaan derajat dari atom-atom hydrogen dalam metana. (c). Dualisme tentang struktur metana tersebut diatas dapat dipecahkan dengan menggunakan diklorometana (CH2Cl2) dapat ditunjukkan oleh dua bentuk struktur yang mungkin. yakni struktur bujursangkar dan struktur tetrahedron.H H C Tetrahedron H H H H H C Cl metana klorometana Gambar 1. Perhatikan bahwa penggambaran dengan struktur bujur sangkar (1. maka kelima atom itu tersusun dalam bentuk tetrahedron. (lihat Gambar 1. Jika digambarkan sebagai struktur bujursangkar maka dapat meramalkan adanya dua rumus yang berbeda dari diklorometana (CH2Cl). (b). namun ketiganya adalah identik. dan yang satu lagi menunjukkan posisi kedua atom-atom klor berlawanan arah (2). Pembuktian tersebut di atas melahirkan kesimpulan bahwa stereokimia molekul metana adalah tetrahedron. Selanjutnya ditetapkan suatu postulat bahwa semua aspek stereokimia dari molekul-molekul senyawa hidrokarbon hanya dapat dijelaskan jika kita berpegang pada asumsi bahwa kapan saja bila suatu atom karbon berikatan dengan empat atom.3 A) menunjukkan bahwa posisi atom-atom klor dari kedua rumus yang dituliskan berbeda yakni.3 B) maka hanya ada satu rumus untuk itu. satu diantaranya menunjukkan letak atom-atom klornya berdampingan satu dengan yang lain (1). . Namun bila struktur diklorometana dipandang sebagai tetrahedron (1.3).

H   H H H atom karbon atom hidrogen molekul metana Karena atom karbon mempunyai empat electron valensi. Struktur bujur sangkar nmenunjukkan ada dua jenis diklorometana (1) dan (2).2 Ikatan karbon Hidrogen dalam Metana Atom karbon mempunyai empat electron valensi membentuk empat ikatan kovalen karbon hidrogen dengan empat atom hidrogen yang masing-masing memiliki satu electron valensi. pada orbital 2p. . 1. maka dalam pembentukan senyawa selalu ada empat ikatan kovalen. Prinsip ini memudahkan anda menulis struktur molekul organic dengan lengkap dan benar. karena atom karbon hanya mempunyai dua elektron tak berpasangan. bagaimanapun rumitnya molekul tersebut.3. Teori tolakan pasangan electron meramalkan bentuk tetrahedron untuk molekul metana. Struktur tetrahedron menggambarkan bahwa semua struktur (a). Keadaan ini sesuai dengan pengamatan terhadap hasil klorinasi metana sebagaimana telah dibahas sebelumnya. (c) adalah identik dan menunjukka satu wujud senyawa CH2Cl2. Sesungguhnya mengandalkan asumsi tatanan electron atom karbon dalam keadaan dasar (ground state).H H H Cl Bujur sangkar (A) C H H Cl C H metana Cl Cl klorometana Cl Tetrahedron (B) H C Cl H H C H Cl Cl C H H (a) (b) (c) Gambar 1. (b).

Melalui dua tahap hipotesis dapat dijelaskan mekanisme pembentukan metana. Sudut tetrahedron diantara dua orbital hibrida meminimumkan interaksi yang tidak diinginkan diantara sesama orbital.1 Ikatan karbon-Karbon Kemampuan karbon yang unik dalam membentuk ikatan kerbon-karbon yang mantap serta membentuk rantai adalah alasan utama melimpahnya senyawa organik. Dengan selesainya kerangka orbital molekul metana. ini mengakibatkan ikatan kovalen yang amat kuat. jumlah ini bertepatan dengan electron yang tersedia. Sehingga setiap usaha untuk membuat pertumpangtindihan orbital p dari karbon dengan orbital s1 dari hidrogen. maka delapan electron valensi diperlukan untuk mengisi orbital molekul ikatan agar terbentuk empat ikatan sigma C-H yang setara. Terhadap struktur metana. dan tetrahedron. adalah penghibridian yang lebih dikenal dengan istilah hibridisasi yaitu pencampuran dua atau lebih orbital yang berbeda. adalah pembentukan empat buah orbital molekul ikatan 3 (sigma) melalui tumpang tindih empat buah orbital sp dari karbon dengan empat orbital 1s dari empat atom hydrogen. akan menghasilkan molekul dengan rumus CH2. Tahap kedua. 1. Karena orbital sp3 lebih menjorok keluar jika dibandingkan dengan orbital p dari karbon dan orbital 1s dari hydrogen lebih dimungkinkan dan lebih besar. Struktur molekul metana yang dihasilkan seuai dengan hasil penelitian empat ikatan C-H yang setara. yakni empat dari karbon masing-masing satu dari empat hidrogen. juga berupa gas dalam suhu dan tekanan baku.2. Etana adalah alkana yang paling sederhana setelah metana. sebagai berikut: tahap pertama.sebagaimana dapat dituliskan C:1s2 2s2 2px1 2py1 2pz1. orbital 2s dan 3 orbital 2p dari atom karbon berhibrida membentuk empat orbital atom hibrida sp3 yang berbentuk balon mengarah ke sudut-sudut tetrahedron. Berkat perkembangan mekanika kuantum maka kesulitan ini kemudian dapat diatasi. 2 C atom karbon C C ikatan adalah pasangan elektron .

Homolog berikutnya setelah etana adalah propane. Setiap perpanjangan atom karbon selalu berakibat pada kecenderungan perubahan.. .2 Homolog ±homolog Alkana Penambahan satu unit CH3 terhadap senyawa hidrokarbon semula mengakibatkan terjadinya perpanjangan rantai karbon. propane dapat diperoleh dari dua gugus alkil yang berbeda sesuai dengan posisi atom hidrogen yang dilepaskan. Penamaan dari gugus alkil tersebut disesuaikan dengan nama alkana asalnya. dimana akhiran ana dari alkana bersangkutan diganti il. Demikian seterusnya anggota-anggota berikutnya selalu bertambah dengan unit -CH2. yakni pada atom pertama atau pada atom kedua yang akan menghasilkan gugus alkil berturut-turut disebut n-butil dan isobutyl. Jika senyawa alkana kehilangan suatu atom hydrogen maka akan terbentuk suatau radikal yang dikenal sebagai gugus alkil. H H H H H 6 H etana 1. Tiap-tiap atom karbon dalam molekul etana memiliki tiga ikatan sigma ( ) antara atom karbon dengan atom karbon tetangganya. Hal ini dapat terjadi secara tak terhingga menghasilkan suatu makromolekul. ±CH3 . terbentuk dengan jalan penggantian salah satu atom hidrogen dari metana dengan gugus metil. Etana adalah homolog berikut setelah metana.2. Penggantian satu atau lebih atom hydrogen alkana dengan halogen akan menghasilkan senyawa organohalida. salah satu senyawa organic yang cukup fungsional dan banyak ditemukan dalam senyawa anorganik alam. berbeda satu unit metilen dan berat molekulnya lebih besar daripada metana.dinamakan sebagai gugus metil karena merupakan turunan dari metana oleh pelepasan satu atom hydrogen.Dua atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen melalui sepasang electron patungan. Sisa dari electron valensi masing-masing atom karbon dapat berpasangan dengan enam electron dari enam atom hydrogen untuk membentuk molekul etana. sifat-sifat terutama sifat fisika dari senyawa karbon tersebut.

Aturan IUPAC untuk penamaan senyawa alkana meliputi tahap-tahap berikut ini: y y tentukan rantai yang paling panjang sebagai rantai pokok alkana tanpa cabang diberi nama berdasarkan jumlah atom karbonnya dengan akar kata met-. nomor-nomor dipisahkan satu sama lain dengan tanda baca koma. yang kemudian dikembangkan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC).1. Menunjukkan panjang rantai y berikan angka pada rantai pokok. y Nama ditulis dalam satu baris.-kloro-2.3 Tata Nama Senyawa Alkana Dengan semakin banyaknya senyawa alkana yang ditemukan maka sangat diperlukan cara-cara penamaan yang sistematik dan mudah dipahami system penamaan yang demikian itu kemudian dirintis oleh International Union of Chemistry di Geneva 1982. prop-. ¡ H3 ¡ H2 H2 H3C H3 4-etil. Berdasarkan hal diatas maka kedudukan atom karbon dapat dibedakan sebagai berikut: y y y atom C primer yaitu atom karbon yang mengikat satu atom karbon lain atom C sekunder yaitu atom karbon yang mengikat dua atom karbon lain atom C tersier yaitu atom karbon yang mengikat tiga atom karbon lain ¡ ¡ H H l ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ H3 H3 H2 ¡ .2. pent dst. Setiap subtituen harus diberi nama dan nomor sekalipun dua subtituen yang identik menempel pada atom karbon yang sama. dimulai dari ujung yang dekat dengan rantai cabang y gugus yang menempel pada rantai utama disebut subtituen.4-dimetil heptana Penggantian atom-atom hydrogen suatu senyawa alkana dengan gugus alkil akan menyebabkan terbentuknya kedudukan baru (tipe-tipe) atom karbon sesuai dengan jumlah atom karbon lain yang terikat padanya.

b. Oksi asi Hasil oksi asi sempurna dari alkana adalah gas karbon dioksida dan sejumlah air dan sejumlah energy.4 Konformasi Al ana 1.2.0 kkal Reaksi pembakaran ini merupakan dasar penggunaan hidrokarbon sebagai penghasil kalor (gas alam dan minyak pemanas) dabn tenaga (bensin).5 Reaksi reaksi Alkana a. Alkana terbakar dalam keadaan oksigen berlebihan reaksi ini menghasilkan sejumlah kalor (misalnya eksoterm). Subtitusi .2. CH4 + 2O2 13/2O2 CO2 4CO2 + + 2H2 5H2 + + 2 2 kkal C4H10 + 688. jika oksigen tidak mencukupi untuk berlangsungnya reaksi yang sempurna. maka pembakaran tidak sempurna terjadi Dalam hal ini. karbon pada hidrokarbon . teroksidasi hanya sampai pada tingkat karbon monoksida atau bahkan hanya sampai pada karbon saja. 1.y at C art r yait at karbon yang mengikat empat atom karbon lainnya.

Keadaan reaksi dan perbandingan antara klor dan metana dapat diatur untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Proses pirolisasi juga digunakan untuk memperbaiki struktur bahan bakar minyak.3 Hidrokarbon tidak Jenuh Alkena adalah suatu hidrokarbon yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap dua karbon-karbon. Reaksi yang serupa dapat juga berlangsung terhadap Brom. sekitar 1000oC tanpa oksigen. Dari olifiant gas (gas yang membentuk minyak). c. Jika campuran tersebut dalam kondisi suhu tinggi atau dibawah sinar. satu atau lebih atom hidrogen diganti oleh atom klor. pirolisis Proses pirolisis atau cracking adalah proses pemecahan alkana dengan jalan pemanasan pada temperature tinggi. Suatu alkuna adalah hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap tiga karbon-karbon. . dan tetraklorometana.Jika campuran alkana dan gas klor disimpan pada suhu rendah dalam keadaan gelap. reaksi berlanjut dan memberikan hasil-hasil yang mengandung banyak halogen berupa diklorometana. Kedua kelompok senyawa ini disebut hidrokarbon tidak jenuh karena memiliki atom hydrogen per-karbon lebih sedikit disbanding alkana. karena atom klor menggantikan atom hydrogen. Proses pirolisis dari metana secara industry dipergunakan dalam pembuatan karbon-black. maka terjadi reaksi yang eksoterm. reaksi tidak berlangsung. Alkena dikenal pula sebagai olefin dari kata olivine. akan dihasilkan alkana dengan rantai karbon lebih pendek. Jika halogen berlebihan. Dalam reaksi klorinasi. berlangsungnya dengan mekanisme subtitusi. 1. Reaksi umum Reaksi metana R-H CH4 + + Cl-Cl Cl-Cl R-Cl + HCl HCl CH3Cl + Reaksi subtitusi di atas dikenal dengan klorinasi. triklorometana. yaitu berfungsi untuk menaikkan bilangan oktannya dan mendapatkan senyawa alkena yang dipergunakan sebagai bahan pembuatan plastik. Iodium.

orbital 2s dari karbon bercampur dengan dua orbital p membentuk tiga orbital sp2 hibrida. dan bila terdapat lebih dari satu ikatan ganda dua dalam satu senyawa.Dengan demikian alkana sesungguhnya dapat diperoleh dengan jalan penambahan sejumlah hydrogen terhadap alkena maupun alkuna. Ketentuan ini berlaku jika rantai utama alkena bersangkutan memiliki empat atau lebih atom karbon. tumpang tindih satu orbital hibrida sp2 dari sebuah karbon dengan karbon yang lainnya membentuk orbital molekul ikatan (sigma) karbonkarbon. Pada etena. tetraena dan seterusnya hingga poliena. Demikian juga halnya dengan senyawa hidrokarbon yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap tiga. y Struktur dan Sifat Alkena Sebagaimana halnya alkana alkena pun memiliki struktur stereokimia tersendiri. 3. senyawa hidrokarbon yang demikian itu dikenal sebagai alkadiena atau diena. Masing-masing orbital saling dipisahkan dengan sudut 120o. demikian pula antara orbital 1s dari hydrogen dengan orbital sp2 sisa milik masing-masing karbon menghasilkan empat orbital molekul ikatan sigma . kecuali ada tiga ketentuan tambahan untuk senyawa alkena sebagai berikut: 1. Ikatan rangkap dua karbon-karbon diberi akhiran ena. 2. Dikenal pula adanya triena. a. dan seterusnya. Akibatnya senyawa-senyawa alkena tersebut mempunyai sifat maupun sifat fisika yang berbeda dengan golongan hidrokarbon lainnya. dan penomorannya sedemikian rupa sehingga karbon yang terikat pada ikatan rangkap mendapatkan nomor yang terendah. Seringpula ditemukan suatu hidrokarbon memiliki dua ikatan rangkap dua. atau kombinasi antara rangkap dua dengan rangkap tiga cukup banyak ditemukan. -triena. Alkena y Tata nama alkena Pemberian nama terhadap alkena serupa dengan yang berlaku terhadap alkana. Nomor-nomor tersebut dituliskan di depan nama senyawa. Ikatan rangkap menjadi patokan dalam menentukan rantai utama. Kedudukan ikatan rangkap dinyatakan menurut nomor atom karbon yang paling rendah dari setiap ikatan ganda. maka nama senyawa alkena tersebut diberi akhiran ±diena.

maka memungkinkan kedua orbital tersebut bertumpangtindih melalui sisi-sisi kedua orbital px membentuk orbital molekul ikatan molekul ikatan (pi). polimerisasi dan pembakaran. Ikatan rangkap dua ini merupakan gugus fungsional dari alkena sehingga menentukan adanya reaksi-reaksi yang khusus bagi alkena. y Sifat Fisika Alkena 1. Berarti setiap karbon mempunyai satu orbital p yang berisi electron tidak berpasangan. tiga suku yang pertama adalah gas. Maka dari sudut pandang orbital molekul etena adalah molekul yang terdiri dari lima molekul ikatan (pi). ikatan (sigma) dan satu ikatan juga merupakan ikatan kovalen dari dua electron. Reaksi alkena dengan halogen (halogenisasi) y . Beberapa contoh reaksi adisi pada alkena: a. Dapat terbakar dengan nyala yang berjelaga karena kadar karbon alkena lebih tinggi daripada alkana yang jumlah atom karbonnya sama. Pada suhu kamar. Berarti dibutuhkan dua belas electron. yakni empat dari masing-masing atom karbon dan empat dari hydrogen. Namun ikatan lebih lemah dibandingkan ikatan . Jika cairan alkena dicampur dengan air maka kedua cairan itu akan membentuk lapisan yang saling tidak bercampur. yaitu adisi. hal ini sesuai dengan jumlah electron yang tersedia. 2. Alkena dapat mengalami adisi Adisi adalah pengubahan ikatan rangkap (tak jenuh) menjadi ikatan tunggal (jenuh) dengan cara menangkap atom/gugus lain. suku-suku berikutnya adalah cair dan suku-suku tinggi berbentuk padat.karbon-hidrogen. Sifat kimia Sifat khas dari alkena adalah terdapatnya ikatan rangkap dua antara dua buah atom karbon. Pada adisi alkena 2 atom/gugus atom ditambahkan pada ikatan rangkap C=C sehingga diperoleh ikatan tunggal C-C. Sebagaimana halnya ikatan . Jika diasumsikan orbital tersebut adalah orbital p x yang sejajar antara satu dengan yang lainnya. Karena kerpatan cairan alkena lebih kecil dari 1 maka cairan alkena berada di atas lapisan air. 1. sehingga dalam reaksi kimia ikatan lebih mudah putus dibandingkan ikatan . Jadi ada lima orbital molekul ikatan sigma dan satu orbital pada etena. digambarkan dengan garis seperti ikatan kovalen yang lain.

c. y alkena asimetris akan menghasilkan dua haloalkana. Alkena dapat mengalami polimerisasi. Reaksi alkena dengan hidrogen halida (hidrohalogenasi) Hasil reaksi antara alkena dengan hidrogen halida dipengaruhi oleh struktur alkena. yaitu: Jika suatu HX bereaksi dengan ikatan rangkap asimetris. apakah alkena simetris atau alkena asimetris. Polimerisasi adalah penggabungan molekul-molekul sejenis menjadi molekul-molekul raksasa sehingga rantai . 1. alkena simetris : akan menghasilkan satu haloalkana. 2. Produk utana reaksi dapat diramalkan menggunakan aturan Markonikov. Reaksi alkena dengan hidrogen (hidrogenasi) Reaksi ini akan menghasilkan alkana.y b. maka produk utama reaksi adalah molekul dengan atom H yang ditambahkan ke atom C dalam ikatan rangkap yang terikat dengan lebih banyak atom H.

ikatan ganda tiga o berhubungan dengan dua atom lain. pembakaran alkena Pembakaran alkena (reaksi alkena dengan oksigen) akan menghasilkan CO2 dan H2O. Tata nama alkena Tata nama alkuna menurut IUPAC sama dengan tatanama alkena. Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan rangkap. . yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung yang lain yang melewati ikatan rangkap. panjang ikatan rangkap dua (1. Alkuna Senyawa alkuna adalah kelompok hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih ikatan ganda tiga yang terjadi antara karbon-karbon. Penomoran. jadi keadaan 3. 2. Molekul yang bergabung disebut monomer. lang -kahlangkah untuk memberi nama alkuna adalah sebagai berikut: 1. stereokimia asetilen adalah linier.karbon sangat panjang. lebih lemah lagi tarikan oleh hanya sepasang electron yang terjadi pada alkana. Oleh sebab itu ikatan pada alkana lebih panjang dari alkena dan lebih panjang dari alkena dan lebih panjang dari alkuna. kenyataan ini mengga mbarkan bahwa kedua atom karbon yang terikat dalam ikatan rangkap tersebut ditarik lebih kuat oelh tiga pasang electron sehingga lebih mendekat. dengan sudut ikatan 180. sedangkan molekul raksasa yang terbentuk disebut polimer. berilah nama alkuna sesuai jumlah atom C pada rantai induk. Tentukan rantai induk. disbanding hanya dua pasang electron pada ikatan rangkap dua. 2CO2 + 2H2O CH2 CH2 + 2 O2 b.54A).21 A) dan jauh lebih pendek dari ikatan tunggal (1.

Jika terdapat lebih dari satu cabang. Urutan penamaan: nomor cabang-nama cabang-nomor rangkap-rantai induk. ISOMER ALKUNA Etuna (C2H2). Contoh: Penentuan rantai induk salah Meskipun mempunyai rantai terpanjang. propena (C3H4) tidak mempunyai isomeri katena hanya ada satu struktur. Jika terdapat cabang berilah nama cabang dengan alkil sesuai jumlah atom C cabang tersebut. 4. aturan penamaan sesuai dengan aturan pada tatanama alkana.3. tetapi tidak melewati rangkap. Isomer dari butuna (C4H6): Isomer pentuna (C5H8) .

yakni titik didih mirip dengan alkana dan alkena. tiga suku pertama berwujud gas. tetapi jika pada reaksi alkena dan alkuna ditambahkan peroksida maka akan berlaku aturan antimarkonikov. 1. reaksi pada tahap 2 berlaku aturan markonikov. b. y Reaksi alkuna dengan hidrogen halida Reaksi di atas mengikuti aturan markonikov. polimerisasi. y reaksi adisi pada alkuna Reaksi alkuna dengan halogen (halogenisasi) Perhatikan reaksi di atas. suku berikutnya berwujud cair sedangkan pada suku yang tinggi berwujud padat. Sifat Kimia Adanya ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan terjadinya reaksi adisi.- Sifat Alkuna Sifat fisis alkuna. substitusi dan pembakaran. Pada suhu kamar. Perhatikan reaksi berikut: y Reaksi alkuna dengan hidrogen . titik didih semakin besar. a. Sifat fisis Semakin tinggi suku alkena.

2. dengan formula CnH2n. Tatanama Senyawa Hi rokarbon Siklik Di bawah ini disajikan beberapa senyawa siklik yang sederhana dan tata cara penamaannya. Jika dibandingkan dengan alkana rantai terbuka dengan jumlah atom karbon yang sama. 4. namun jika terdapat satu atau lebih atom lain (selain karbon) sebagai penyusun rantai utama dari cincin tersebut maka disebut dengan £ §£¢ £ £ ¢§¦¥ ¥¤ £ £¢ t i li . 2CH=CH + 5 O2 4CO2 + 2H2O 1. . seperti senyawa terpen siklik.4 Hi rokarbon Siklik Senyawa hidrokarbon siklik banyak dijumpai sebagai komponen kimia bahan alam. kecuali terdapat heteroatom. dan jika terdapat ikatan rangkap maka disebut dengan si l al na. Pembakaran alkuna Pembakaran alkuna (reaksi alkuna dengan oksigen) akan menghasilkan CO2 dan H2O. Jika atom-atom pembentuk cincin semua terdiri dari karbon maka dikenal sebagai ali i li . Ujung-ujung rantai suatu hidrokarbon rantai lurus dapat terhubungkan membentuk suatu rantai karbon yang tertutup atau cincin. Polimerisasi alkuna 3. Penulisan senyawa hidrokarbon siklik yang lazim adalah menggambarkan satu system siklik tanpa menuliskan atom karbon dan hidrogennya. Substitusi alkuna Substitusi (pengantian) pada alkuna dilakukan dengan menggantikan satu atom H yang terikat pada C C di ujung rantai dengan atom lain. Selanjutnya apabila rantai karbon siklik yang ¥£ § £ bersangkutan berupa hidrokarbon jenuh maka disebut i l al ana. a. dan lain -lain. steroid. maka sikloalkana memiliki atom hidrogen lebih sedikit(kurang dua). menyerupai formula alkena.

demikian juga ikatan rangkap selalu menjadi patokan awal penomoran. Maka semua senyawa siklik menderita tarikan(tegangan). Subtituen disebutkan lebih awal mendahului nama induk. Karena sudut-sudut ikatannya menyimpang dari sudut tetrahedral 109. seorang kimiawan jerman. yclohe ane  yclopentane ycloheptane  yclopropane yclobutane yclooctane  ¨    ©©¨   ©¨ imeth l-c clohe ane -Dimeth l-c clohe ane -Trimeth l-c clohe ene -Bromo-3-meth l-c clohe ane           ¨ ©¨  .H2 C H2 C CH2 CH2 H2C H 2C C H2 CH2 CH2 standar lazim standar lazim Penamaan hidrokarbon siklik didasarkan pada jumlah atom karbon sebagaimana hidrokarbon rantai lurus dan ditambah awalan siklo. b. sedemikian rupa sehingga berada pada nomer-nomer terendah.50 kimiawan tersebut meyatakan bahwa karena sudut cincin luar biasa kecilnya maka siklopropana lebih reaktif daripada alkana rantai terbuka. dan jika terdapat dua atau lebih subtituen ang berbeda masing-masing subtituen disebutkan berturut-turut berdasarkan abjad dilihat dari huruf awal subtituen tersebut. mengemukakan teori bahwa senyawa siklik membentuk cincin-cincin datar. Penumoran diperlukan jika terdapat lebih dari satu substituent terikat pada cincin. CH3 CH3 CH3 H3C CH3 CH3 H3C H3C Br Penomoran didasarkan pada subtituen. Tarikan dan Kestabilan Cincin Adolf Von Baeyer. kecuali siklo heksana.

tegangan dalam dari molekul sangat besar. siklopropana. a. kecuali untuk sikloalkana yang sangat kecil ± khususnya siklopropana. Siklopropana jauh lebih reaktif dibanding yang mungkin anda kira. Atom-atom hidrongen yang terikat pada karbon yang bersebelahan terletak secara eklipsed Gambar 2. apabila karbon membentuk empat ikatan tunggal. tiga atom hidrongen tersebut berorientasi di atas bidang dan tiga yang lainnya ke bawah bidang datar molekul. Ketiga atom karbon siklopropana berada dalam satu bidang datar.H 3 . Kenyataan tersebut dapat dilihat pada reaksi di bawah ini H2 C H 2C H 2C CH 2 CH 2 katalis + H2 tidak ada reaksi siklopentana H2 C katalis CH 2 H 2C propana siklopropana    + H2 H 3. Ini membuat ikatan-ikatan lebih mudah terputus. koplanar dengan sudut ikatan C-C-C adalah 60o jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan sudut ideal tetrahedron normal.3. Pengaruh dari tolak-menolak ini akan dibahas lebih lanjut pada halaman tentang reaksi-reaksi dari senyawa-senyawa ini dengan halogen.H 2 . Dengan pasangan-pasangan elektron yang saling berdekatan. keenan atom hidrongen terletak di atas dan di bawah bidang. Normalnya. Alasannya karena sudut-sudut ikatan dalam cincin. maka sudut-sudut ikatannya adalah sekitar 109. Siklopropana adalah senyawa siklik yang paling reaktif. Sikloalkana memiliki kereaktifan yang sangat mirip dengan alkana. dengan Model Bola -Bola Tongkat Tegangan cincin yang ditimbulkan oleh sudut molekul yang kecil mengakibatkan siklopropana dalam reaksinya cendrung untuk memutuskan cincinya. terjadi tolak menolak antara pasangan-pasangan elektron yang menghubungkan atom-atom karbon. Siklopropana Pada senyawa siklik dengan cincin yang lebih kecil memang terjadi tarikan cincin.Sekarang telah diketahui bahwa sikloheksana bukanlah suatu cincin datar dengan sudut ikatan 120o. melainkan suatu cincin yang dapat tertekuk sehingga sudut ikatan mencapai sudut ikatan tetrahedron normal.5°.109 o. Pada siklopropana sudut ini sebesar 60°.

2) Karena atom-atom yang terikat pada cincin siklopropana terletak secara eklips satu terhadap yang lain b.4. Siklobutana. akibatnya adanya deviasi sudut dibandingkan dengan sudut tetrahedron. dan membentuk bromobutana jika direaksikan  . Siklobutana Siklobutana dengan sudut 90o. siklobutanapun dapat bereaksi dengan hidrongen membentuk butana. dengan Model Bola dan Tongkat Tekukan molekul dimaksudkan agar proyeksi atom-atom hidrongen yang terikat pada karbon yang bertetangga menghindari perhimpitan (konformasi eklipased) dan mendekati konfromasi staggered. Sebagaimana halnya siklopropana. Sudut siklopropana 60o menyimpang jauh dari sudut 109-o. Gambar 2.Jika siklopropana diolah dengan hidrogenbromida akan menghasilkan bromopropana. juga mengalami ketegangan akibat deviasinya dari sudut tetrahedron. akibatnya sudut C-C-C lebih kecil jika dibandingkan dengan apabila molekulnya dalam keadaan datar. tipe reaksi ini tidak terjadi pada propana H2   katalis + HBr CH3-CH2-CH2Br bromopropana H2 H2 siklopropana CH3-CH2-CH3 + HBr tidak bereaksi Setidaknya ada dua faktor yang mengakibatkan ketidakstabilan siklopropana.28.Reaksi tersebut menunjukkan betapa siklopropana tidak stabil sehingga mudah putus (mengalami pembukaan cincin) membentuk rantai terbuka yang lebih stabil. Siklopropana juga lebih reaktif pada n-propan. Siklobutana tidaklah datar. sedikit mengalami tekukan. yakni: 1) Terjadinya tegangan sudut molekul.

dengan Model Bola -dan-Tongkat Siklopentana memiliki sifat yang hampir sama dengan n-pentana. kecuali bahwa n-pentana memiliki atom hidrongan lebih banyak (lebih dua) dibanding siklopentana. Gambar 2. Siklopentana Siklopentana merupakan senyawa alisiklik yang paling kecil tegangannya jika atom-atom karbon dari molekul ini ditempatkan pada bidang datar.dengan hidrongen bromida. .5. menjadi 105o. namun siklobutana masih lebih stabil dibanding siklopropana c. Meskipun secara kimiawi kedua senyawa ini kurang reakltif. Hal itupun menunjukkan bahwa siklobutana lebih reaktif jika dibandingkan dengan n-butana Meskipun siklobutana juga stabil karena memiliki tegangan molekul. reaksi semacam itu tidak dapat terjadi pada n-butana. namun dengan bantuan sinar keduanya dapat bereaksi dengan halogen melalui reaksi substitusi terhadap satu atom hidrongen atau lebih. maka akan membentuk suatu segi lima yang beraturan secara sempurna dengan sudut CC-C sebesar 108o. Sebagaimana halnya siklobutana maka siklopentanapun mengalami sedikit tekukan mengikuti kecendrungan atom-atom hidrongennya untuk mencapai kedudukan staggered antara satu dengan yang lainnya. Akibat dari tekukan cincin tersebut sehingga sudut molekulnya mengecil. Siklopentana.

H 2.28). sehingga hidrongen pada sikloheksana dalam posisi stagger. sebagai berikut . Energi konfermer hasil tekukan dari sikloheksana lebih rendah daripada energi sikloheksana datar. maka hanya ada satu jenis monoklorosiklopentana yang diperoleh dari reaksi tersebut di atas.H2Cl-CH2-CH2-CH2-CH3 + H 3.H 2. maka sudut dalam C-C-C adalah 120 o dan semua atom hidrongen pada karbon-karbon cincin akan tereklipskan.6 . d. dimana pada klorinasi n-pentana dapat menghasilkan tiga macam kloropentana. Apalagi tolak-menolak antar hydrogen lebih kecil dalm konformer. sebab setiap hidrogen berkedudukan stagger (goyang) Gambar 2. Disinilah perbedaan yang menjolok antara siklopentana dengan n-pentana.H 2. Sikloheksana Seandainya cincin sikloheksana datar. Tapi pada kenyataannya bahwa adanya tarikan cincin yang mengakibatkan adanya tekukan cincin membentukl konformer. Sikloheksana Dalam Struktur Data dan Tertekuk Sesungguhnya cincin sikloheksana dapat memiliki banyak bentuk akibat pelipatan cincin. karena sudut-sudut sp3 pada konfermer lebih pantas (ditinjau dari sudut 109o.H 3 hv l2 kloropentana CH 3-CHCl-CH 2-CH 2-CH 3 2-kloropentana CH 3-CH 2-CHCl-CH 2-CH 3 3-kloropentana H2 C H2 C H2 C CH 2 CH 2 Cl2 hv H2 C H2 C H 2C CHCl CH 2 siklopentana klorosiklopentana Karena struktur siklik memiliki derajat kesimetrisan yang tinggi terhadap molekul.

Karena semua sudut C-C-C dalam keadaan normal 109o. Gambar 2. dibatasi hanya pada dua bentuk konformasi yang ekstrim yakni : Konformasi kursi (chair conformation).8. karena mengalami tegangan dalam molekul sehingga energinya lebih tinggi. Konformasi Kursi dan Perahu Sikloheksana. Konformasi perahu tidak mantap (tidak stabil).28 dan semua proyeksi. yang paling disukai (lebih stabil) adalah konformasi kursi. Dalam Model Bola-dan-Tongkat dan Proyeksi Newman Dari kedua konformasi tersebut. Bentuk-Bentuk Pelipatan Cincin Skloheksana Pembahasan selanjutnya dalam modul ini mengenai bentuk sikloheksana. posisi atom-atom hidrogennya dalam keadaan stagger terhadap hidrogen tetangganya secara sempurna. Tegangan dalam molekul tersebut dikenal sebagai efek sterik (tegangan ruang) yang ditimbulkan oleh karena adanya penetrasi interaksi elektronik antara dua atom hidrogen . 7. dan konformasi perahu (boat conformation).kursi setengah kursi biduk-belit biduk Gambar 2.

ini dikarenakan adanya sterik efek yang besar terutama karena gugus gugus ± CH2 . dengan kata lain masing-masing atom hidrongen dalam sikloheksana separuh waktu aksial dan separuh waktu ekuatorial Perubahan konformasi kursi menuju konformsi kursi yang lain melalui konformasi perahu sebagai intermediate.puncak yang dikenal dengan istilah hidrogen tiang bendera. Selain itu. yang masing-masing terikat sebagai ±CH2 pada dua ±CH2.9. akibatnya konformasi perahu ini tidak disukai. ak sial H H e k u ato rial H u ju n g in i b erg era k k e atas u ju n g in i b ergerak k e b a w ah .puncak cincin yang berposisi cis. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan model bola-dan-tongkat dan proyeksi Newman.terletak dalam posisi cis (sebidang). jika ini terjadi maka atom-atom hidrogennya juga mengalami perubahan (pertukaran) derajat. Kejadian tersebut menunjukkan bahwa: keenam atom hydrogen pada sikloheksana mengalami keadaan aksial pada separuh waktu dan mengalami keadaan ekuatoril pada seperuh waktu yang lain.`Konformasi kursi pada sikloheksana yang menunjukkan posisi atom-atom hidrogen aksial dan ekuatorial Konformasi kursi dapat berubah menjadi konformasi kursi yang lain. Tentu saja intermediate itu tidak stabil. Konformasi kursi dapat menunjukkan derajat tiap-tiap atom hidrogen pada sikloheksana. tegangan dalam molekul sikloheksana dalam konformasi perahu juga disebabkan oleh karena adanya hidrogen yang berkedudukan eklips antara satu terhadap yang lainnya. Gambar 2. Enam atom hidrogen lainnya dalam derajat ekuatorial. Begitupun sebaliknya hydrogen ekuatorial pada konformasi kursi yang baru. keenam hidrogen tersebut terletak searah dengan arah bidang cincin sikloheksana. Semua hidrogen aksial pada satu konformasi berobah menjadi hidrogen ekuatorial pada konformasi yang lain.

Gambar 2. lain halnya dengan senyawa alkana yang ikatannya dapat berputar membentuk konformasikonformasi sehingga padanya ditemukan isomer geometrik. tetapi berbeda dalam penyusunan ruang.10. interaksi tersebut akan menaikkan energi. maka gugus metil tersebut akan saling berinteraksi atau tolak-menolak dengan dua atom hidrogen yang berkedudukan aksial. sehingga setiap substituen besar pada cincin sikloheksana selalu mengambil posisi ekuatorial. Tolak menolak ini akan hilang atau menjadi minimal jika gugus metil tersebut terhindar dari antaraksi 1. peralihan tersebut melalui konformasi perahu yang tidak stabil sebagai bentuk antara. baik secara fisik maupun secara kimiawi. disebut antaraksi aksial-aksial atau dikenal juga sebagai antaraksi 1.11. Hal ini dimungkinkan karena kedua golongan tersebut. 95% molekul metilsikloheksana berada dalam konformsi dimana gugus metil berkedudukan ekuatorial.3. C. Bila gugus metil dalam metil sikloheksana berada dalam posisi aksial. Posisi ekuatorial lebih stabil dan lebih disukai. Sebuah gugus metil jauh lebih meruah daripada hidrogen. lebih stabil.3 diaksial pada molekul metilsikloheksana Makin meruah gugus yang terikat makin besar selisih energi antara konformasi aksial dengan ekuatorial. ikatan-ikatannya tidak dapat berotasi bebas. jadi konformer dengan gugus metil pada posisi ekuatorial memiliki energi lebih rendah. Isomer Geometrik Pada Sikloalkana Steroisomer berkenan dengan molekul-molekul yang memiliki ikatan-ikatan atom yang sama. Interaksi antara gugus-gugus yang berkedudukan aksial. Isomer geometrik di kenal juga sebagai isomer cis-trans. dan mengurangi kemantapan molekul. . Isomer geometrik ini lazim terdapat pada senyawa alkena dan senyawa siklik. Pada suhu kamar.Gambar 2. Peralihan antara dua konformasi kursi yang stabil dari sikloheksana disertai oleh perubahan atom-atom hydrogen aksial ke ekuatorial. begitupun sebaliknya ekuatorial ke aksial. Antara isomer cis dan trans berbeda satu dengan yang lain. Gugus metil dalam derajat ekuatorial dan aksial yang menunjukkan adanya antaraksi 1. sehingga keduanya dapat dipisahkan.3. yang terikat pada atom-atom karbon ketiga terhadap posisi gugus metil tersebut.

2dimetil sikloheksana Perhatikan gambar 12 bahwa gugus metil terikat pada kerbon-1 dan karbon-2 menunjukkan bahwa gugus-gugus metil pada kedua struktur adalah cis. selalu terdapat satu metil berkedudukan aksial dan metil berkedudukan ekuatorial. sedangkan trans-1. 1. Hal yang serupa juga terjadi pada cis dan trans 1. Perhatikan bahwa 1. Akan tetapi masing-masing isomer dapat memiliki beberapa konformasi.e). Perhatikan konformasi sebelah kiri gugus metil pada C-1 adalah h ekuatorial dan gugus metil pada C-2 adalah aksial (konformasi a. Sebagai contoh adalah dua bentuk konformasi kursi dari cis-1. Sikloheksana tersubtitusi Jika dua gugus metil terikat pada satu cincin sikloheksana dapat berkedudukan cis ataupun Trans.1-diklorosiklopentana. maupun terikat pada atom karbon yang berbeda yakni 1. isomer trans lebih stabil dari pada isomer cis. Antara ketiganya satu dengan yang lain merupakan isomer struktur.Sebagai contoh. Beberapa persentase berlainan dari senyawa cis 1.13. karena pada isomer cis.3diklorosiklopentana. Kedua atom klor pada diklorosiklopentana dapat terikat pada atom karbon yang sama menghasilkan 1.3-diklorosiklopentana. Dalam setiap konformasi kursi yang dapat digambarkan. Cis-1.2 -dikloropentana atau 1. Dalam senyawa ini ditemukan dua macam isomer. Cincin-cincin disubtituen cis dan trans adalah isomer-isomer geometric yang tak dapat dirubah dari salah satu menjadi yang lain pada temperatur kamar.2-diklorosiklopentana dan 1.dimetilsiklokheksana.2. bila cincin membalik maka . Keduanya ³Ke bawah´ keduanya ³ke bawah) keduanya ³ ke atas ³ Gambar 2.2-dikloropentana jika kedua klor terletak pada bidang. yaitu isomer struktur dan isomer geometrik.3diklorosiklopentana masing-masing memiliki dua isomer. arah yang sama.2diklorosiklopentana jika kedua atom klor terletak pada arah bidang yang berlawanan. kita tinjau semua isomer yang dapat dihasilkan oleh dimetilsiklopentana.

metil pada C-1 menjadi aksial dan metil pada C-2 menjadi ekuatorial (konformasi e. Dalam bentuk kursi dari trans isomer.a) atau keduanya ekuatorial (e. Dalam trans 1.16. Konformer trans 1. sehingga keduanya mempunyai derajat kestabilan yang sama.2-dimetilsikloheksana.2-dimetilsikloheksana dalam kesetimbangan 50 : 50 ekuatorial-aksial dan aksialekuatorial.2-dimetilsikloheksan .e).a). terlihat pada kedua konformasi bahwa masing-masing memiliki satu gugus metil ekuatorial dan satu aksial.2-dimetilsikloheksana kedua gugus metil berada pada sisi yang berlawanan satu dengan yang lain terhadap bidang cincin.15. berkedudukan aksial (a. Representase Beberapa Konformasi Yang Berlainadari trans 1. keduanya selalu Bagaimanapun gugus-gugus trans itu diperagakan. Gambar 2. Kesetimbangan yang berlaku pada kedua konformer tersebut 50 : 50 Gambar 2. Konformer Cis 1. satu gugus terikat dengan arah ke atas dan gugus yang lain terikat dengan arah ke bawah bidang cincin.14. Gambar 2.

konformasi sebelah kanan (e. Civetone juga merupakan senyawa siklik dengan cincin besar.17.a). D. Hidrokarbonsiklik semacam ini banyak terdapat di alam. Beberapa Hodrokarbon Siklik Cincin Besar. dalam jumlah yang banyak berbau tajam dan tidak menyegarkan. Beberapa contoh senyawa bahan alam dengan cincin terpadu. dikenal sebagai senyawa bahan alam. Gambar 2. alkaloida dan lain-lain. Senyawa ini diperoleh dari kelenjar kecil muskdeer (sejenis musang) jantan yang merupakan suatu attractant (zat penarik) bagi betinanya. Senyawa-senyawa tersebut terjadi secara alami dan banyak diantaranya mempunyai manfaat besar dan nilai ekonomi tinggi. Salah satu contoh yang menarik adalah moscon dengan cincin yang terdiri dari atas 15 atom karbon. . E. maka kimiawan mencoba mempelajari sifat-sifatnya dan mencoba mensintesanya. Telah diketahui banyak senyawa hidrokarbon siklik dengan cincin yang lebih besar dari pada sikloheksana. antara lain terpena.2dimetilsikloheksana sehingga keseimbangan pada keduanya lebih cenderung berlangsung ke arah kanan.e) adalah struktur yang lebih disukai. steroida. sedangkan pada konformasi sebelah kanan kedua metil berkedudukan ekuatorial (e. Pada kedua konformasi sebelah kiri kedua metil adalah aksil (a. akan tetapi jika diencerkan secukupnya akan mempunyai efek attractant bagi laki laki terhadap wanita. cincin semacam itu dikenal sebagai cincin-cincin terpadu. Senyawa Hidrokarbon Siklik Dengan Cincin Terpadu. Kadangkala dua cincin menyatu melalui/terikat pada dua atom karbon yang sama.Pada kedua konformasi gugus metil berada pada kedudukan trans. Senyawa ini kemudian banyak digunakan sebagai bahan dasar wangi wangian yang mahal.e). Hidrokarbon Siklik Dengan Cincin Besar. senyawa trans 1. sama halnya dengan musang betina terhadap musang jantan. Karena nilai ekonomi senyawa siklik tersebut semakin tinggi.

19. Dekalin mengandung dua cincin sikloheksana yang terpadu. . Konformasi Cincin-cincin Terpadu. Kalau senyawa tersebut dimodifikasi lebih lanjut dengan memadukan cincin dengan enam atom ke segala arah sehingga semua atom hidrogennya terganti oleh karbon dari cincin tersebut sehingga diperoleh karbon murni. Dekalin dan 1.2-siklopentanoperhidropenantren Dalam Bentuk Datar dan Konformasi cis dan trans. Senyawa congressane yang berbentuk sangkar telah disintesis oleh seorang kimiawan yang kemudian mendapat penghargaan dari IUPAC pada tahun 1963.Gambar 2.18. dapat berada dalam bentuk cis dan trans. Cincin-cincin terpadupun dapat mengalami tekukan untuk mencapai keadaan yang lebih mantap. Tiga buah cincin sikloheksana dan sebuah cincin siklopentana dapat terpadu membentuk 1. dapat berada dalam bentuk cis dan trans. Beberapa Hidrokarbon Siklik Dengan Cincin Terpadu a. intan.2-siklopentanoperhidro penantrene yang merupakan kerangka dasar dari senyawa steroid dan berbagai hormon (akan dibahas pada bab berikutnya) Gambar 2. Mengacu pada azas kestabilan struktur molekul. Kekerasan yang tinggi dan kestabilan intan disebabkan oleh peleburan atom ±atom ke dalam cincin sikloheksana dalam jumlah tak terhingga dan semuanya dalam bentuk kursi yang stabil. Tiga buah cincin sikloheksana yang terpadu. sebagaimana telah dibahas pada struktur konformasi sikloheksan. Cincin dengan enam atom karbon dengan konformasi kursi dapat terpadu secara sempurna dan terjalin tanpa tegangan.

bahwa electron (bilangan bulat). Umumnya senyawa ini mempunyai bau yang harum namun demikian tidak berarti bahwa nama aromatic ini semata-mata didasarkan pada baunya yang harum. Dengan rumus empiris C6 H6. dan lidah Eropa menjadi benjui atau benjoin.5 Hidrokarbon Aromatik Terdapat satu kelas senyawa hidrokarbon yang unik jika dibandingkan dengan dua kelas senyawa hidrokarbon yang disebutkan diatas. rang Arab menyebutnya luban jawi = 4n + 2 dimana n=1. sikloheksana C6 H12.1.3 (³kemenyan nusantara´).2. karbon tetraklorida atau heksan. Sifatnya non-polar. yang diberi nama acidium benzoicum (asam benzoat). Benzene berupa cairan dalam suhu normal. Kemudian pada tahun 1834 Eilhart Mitscherlich dari Jerman mengeluarkan atom-atom oksigen dari molekul asam benzoat sehingga ia memperoleh senyawa . Salah satunya adalah kemenyan Sumatera (Styrax sumatrana L) yang harganya tinggi di kalangan masyarakat sekitar Laut Tengah. Sejarah Benzena Nama ³benzena´ memiliki perjalanan sejarah yang panjang yang dimulai dari tanah air kita. Benzene dan turunannya banyak diperoleh dari batu bara dan minyak bumi. walaupun benzene memiliki ketidakjenuhan. Yaitu hidrokarbon aromatic. Pada abad ke-17 para ilmuan berhasil mengisolasi suatu asam dari kemenyan tersebut. banyak digunakan sebagai pelarut organic. Pengelompokan senyawa ini berdasarkan pada sifat-sifat kimia maupun fisiknya akan tetapi dari : Ikatan rangkap (electron ) terkonyugasi secara sempurna dalam cincin Memenuhi hokum Huckle. Molekul benzene banyak mempunyai cincin karbon beranggotakan enam dimana tiap-tiap karbon mengikat satu hydrogen. Senyawa aromatic adalah senyawa yang menyerupai senyawa benzene yang merupakan hidrokarbon induk dari kelompok senyawa aromatik. tidak bercampur dengan air namun dapat bercampur dengan pelarut organic lainnya seperti dietil eter. namun sifat benzene lebih mendekati hidrokarbon jenuh dibandingkan dengan alkena dan alkuna. sampai akhirnya menjadi benzoe atau benzoin dalam bahasa Latin. Saat zaman Sriwijaya para pedagang Arab mendatangi Kepulauan Nusantara untuk mencari bahan-bahan alami.

Berdasarkan rumus molekulnya. sebab akhiran ±ena lebih tepat untuk senyawa-senyawa tak jenuh. C6H6. maka sejak tahun 1845 nama benzol diubah menjadi benzena. Setiap karbon terikat pada sebuah hydrogen. Diagram berikut ini merupakan penyederhanaan dengan menghilangkan karbon dan hydrogen. benzena seperti: leh karena itu. . Keenam atom karbon pada benzena tersebut melingkar berupa segi enam beraturan dengan sudut ikatan 120 derajat. Kekule adalah orang pertama yang mengemukakan struktur benzene yang dapat diterima.baru berwujud cair yang hanya mengandung atom-atom C dan H. Mitscherlich menamai senyawa itu benzol. Ternyata senyawa ³benzol´ itu sama dengan senyawa yang disintesis oleh Michael Faraday dari Inggris pada tahun 1825. sedangkan akhiran ±ol hanya lazim untuk alkohol-alkohol. Faraday membuat senyawa tersebut dari gas asetilena yang saat itu dipakai untuk lampu penerangan. diusulkanlah beberapa rumus struktur Akan tetapi alangkah kagetnya para ilmuan saat itu ketika mengamati bahwa benzena tidak dapat mengalami adisi dan justru reaksi-reaksi benzena umumnya reaksi substitusi. Akhirnya pada tahun 1865. para pakar kimia saat itu berpendapat bahwa senyawa ini memiliki ikatan tak jenuh yang lebih banyak dari alkena atau alkuna. Friedich August Kekule dari Jerman berhasil menerangkan struktur benzena. Karbon tersusun dalam bentuk hexagon (segienam) dan ia mengemukakan ikatan tunggal dan rangkap yang bergantian diantara karbon karbon tersebut. Setelah diketahui bahwa senyawa ini memiliki rumus molekul C6 H6 dan mengandung ikatan tak jenuh.

Bentuk benzene adalah molekul planar (semua atom berada pada satu bidang datar). maka benzena akan dibandingkan dengan sikloheksen C6H10. Jika cincin memiliki dua ikatan rangkap (Cyclohexa-1. 4. namun ternyata terdapat beberapa kelemahan dalam struktur tersebut. C-C 0. 2. C6H12.134 nm 3. benzena digambarkan memiliki 3 ikatan rangkap yang seharusnya mudah mengalami adisi seperti etena. energi sebesar 120 kJ dilepaskan. Artinya bentuk heksagon akan menjadi tidak beraturan jika menggunakan struktur Kekule. Untuk mendapatkan perbandingan yang baik dengan benzene. Dengan kata lain Perubahan entalpi pada hidrogenasi cyclohexa-1. Pada struktur Kekule. hekesena dan senyawa dengan ikatan karbonrangkap dua lainnya. Benzen yang sebenarnya berbentuk segienam sama sisi. Yang menjadi masalah adalah ikatan tunggal dan rangkap dari karbon memiliki panjang yang berbeda. Bagian "CH" menjadi CH2 dan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Saat hirogen ditambahkan pada siklohesena mana akan terbentuk sikloheksana. dengan sisi yang panjang dan pendek secara bergantian. . dua kali lipat ikatan yang harus diputuskan dan dibentuk. Tetapi pada kenyataanya Benzena sukar diadisi dan lebih mudah disubstitusi. Dengan kata lain setiap 1 mol sikloheksen bereaksi. -240 kJ/mol. Persamaan hidrogenasi dari siklohesen dapat ditulis sebagai berikut: Perubahan entalpi pada reaksi ini -120 kJ/mol. dan hal itu sesuai dengan struktur Kekule.Meskipun Struktur Kekule merupakan struktur benzena yang dapat diterima. Kestabilan ini dapat dijelaskan berdasarkan perubahan entalpi pada hidrogenasi. Sikloheksen adalah senyawa siklik heksena yang mengadung satu ikatan rangkap 2.139 nm. Pada benzene yang sebenarnya semua ikatan memiliki panjang yang sama yaitu diantara panjang C-C and C=C disekitar 0.154 nm C=C 0. Benzena yang sebenarnya lebih stabil dari benzena dengan struktur yang diperkirakan Kekule.3-diene). Kelemahan itu diantaranya: 1. Hidrogenasi adalah penambahan hidrogen pada sesuatu.3-diene akan menjadi 2 kali lipat dari perubahan entalpi pada sikloheksen yaitu.

3. karena 3 kali lipat ikatan pada kasus sikloheksen yang diputuskan dan dibentuk. Namun ternyata hasil yang benar adalah sekitar -208 kJ/mol. Sedangkan garis titik-titik melambangkan perubahan yang diprediksikan.5-triene). sangat jauh dari prediksi. Peningkatan stabilisasi ini disebut juga sebagai delokalisasi energi atau resonansi energi dari benzene. bahwa benzena yang sebenarnya memiliki struktur yang lebih stabil dari prediksi yang dibentuk oleh struktur Kekule. sehingga perubahan entalpi hidrogenasinya lebih rendah dibanding dari perubahan entalpi dari hidrogenasi struktur kekule. Gambaran orbital benzena . Diagram perubahan entalpi diatas menunjukkan bahwa benzene yang sebenarnya lebih stabil sekitar150 kJ/ mol dibandingkan dengan perkiraan perubahan entalpi dari struktur benzena yang diperkirakan Kekule. Hal ini akan lebih mudah untuk dimengerti dengan membaca diagram enthalpi di bawah ini: Garis. panah dan tulisan yang di cetak tebal melambangkan perubahan yang sebenarnya. Bila hal yang sama diterapkan pada struktur Kekule dari benzen (yang juga disebut Cyclohexa-1. Hal yang penting dari diagram ini adalah. perubahan entalpi dapat diprediksi sebesar -360 kJ/mol.Namun perubahan entalpi ternyata sebesar -232 kJ/mol yang jauh berbeda dari yang diprediksikan.

Semua tumpang tindih antara orbitalorbital p dari keenam atom karbon terjadi dalam derajat yang sama. membentuk ikatan . Cincin Benzene Semua senyawa aromatis berdasarkan benzen. Untuk menggambarkan delokalisasi dalam benzene maka rumus benzene kadang kadang digambarkan sebagai segienam beraturan dengan lingkaran ditengahnya. Electron-elektron diatas dan dibawah bidang tidak terlokalisasi diantara pasangan atom karbon tertentu sebagaimana ikatan rangkap dua pada senyawa alkena. semua ikatan C-C identik mengandung satu pasangan electron dalam ikatan yang terbentuk cincin dan juga mengandung seperenam bagian dari molekul. C H6. Elekron-elektron tersebut terdelokalisasi (tersebar merata) dalam orbital molekul mencakup seluruh cincin.Orbital p setiap atom karbon bertumpang tindih dengan orbital-orbital p kedua atom tetangganya. Keadaan menghasilkan suatu kesinambungan awan electron heksagonal. Penamaan senyawa Aromatis Penamaan senyawa aromatis tidak secara langsung seperti pada rantai karbon. ini menunjukkan bahwa tiap-tiap dari keenam electron-elektron ikatan merupakan ikatan rangkap satu setengah Ikatan dalam benzene berbeda . Seringkali lebih dari satunama dapat diterima dan tidak langka jika nama lama masih digunakan. dengan ikatan rangkap dalam senyawa alkena dan alkuna. yang memiliki enam karbon 6 dan simbol sebagai berikut: .

Dan anda mendapatkan Fenil . Ini agar anda dapat mengerti bahwa klorin adalah bagian dari metil dan bukan berikatan dengan cincin. Golongan alkil yang lain juga mengikuti cara penamaan yang sama. Formula sederhananya C6 H5CH3. CH3. Golongan aromatik dengan suatu golongan terikat pada cincin benzen. Untuk mengikat sesuatu anda harus membuang sebuah hidrogen sehingga menghasilkan fenil. Kasus dimana penamaan didasarkan pada benzen Klorobenzen Ini merupakan contoh sederhana dimana sebuah halogen terikat pada cincin benzen. Fenil Ingat bahwa anda mendapatkan metil .Contoh. Benzen dengan metil terikat padanya. Seperti metil atau etil . Formula sederhananya C6 H5N 2. Fenil selalu terikat pada yang lain. Sehingga anda dapat (walau mungkin tidak!) menamainya fenilklorida. (Klorometil)benzen Variasi dari metilbensen dimana satu atom hidrogen digantikan dengan atom klorida. Perhatikan tanda dalam kurung. Metilbenzen Satu lagi nama yang jelas. etilbenzen. Penyederhanaannya menjadi C6H5Cl. Penamaan sudah sangat jelas. anda mungkin masih akan menemui itu.(klorometil) . . terikat pada rantai benzen. dengan menghilangkan sebuah hidrogen dari benzen. Nitrobenzen Golongan nitro. N 2. Setiap kalo anda menggambar cincin benzen dengan sesuatu terikat padanya sebenarnya anda menggambar fenil. Nama lama dari metilbenzen adalah toluen. C6 H6. CH4. dengan mengingkkirkan sebuah hidrogen pada metan. C6H5.Setiap sudut dari segienam memiliki atom karbon yang terikat dengan hidrogen.

Kasus dimana penamaan berdasarkan Fenil Ingat bahwa golongan fenil adalah cincin benzen yang kehilangan satu atom karbon ± C6 H5. feniletanoat Ester dengan dasar asam etanoik. Atom hidrogen pada -C golongan fenil. fenileten Molekul eten dengan fenil berikatan padanya. Nama lama dari fenilamin adalah anilin. H digantikan dengan . asam benzoik (benzenecarboxylic acid) Asam benzoik merupakan nama lama. C H. feniletanon Mengandung rantai dengan dua karbon tanpa ikatan rangkap. dan anda juga dapat menamakanya aminobenzene. Eten adalah rantai dengan dua karbon dengan ikatan rangap. terikat pada cincin benzen. fenilamine Fenilamin adalah amin primer yang mengandung -NH2 terikat pada benzen. penamaan akan menjadi (diklorometil)benzene atau (triklorometil) benzen.Jika lebih dari satu hidrogen digantikan dengan klorin. Sekali lagi perhatikan pentingnya tanda kurung. Merupakan golongan adalah keton sehingga ada C= pada bagian tengah. Terikat pada rantai karbon adalah fenil. Karena itu fenileten berupa: Nama lamanya Stiren -monomer dari polystyren. Apapun sebutannya terdapat asam karboksilik. namun masih umum digunakan -lebih mudah diucapkan dan ditulis.

H dengan nomor 2. asam 2-hidrobenzoik Juga disebut sebagai asam 2-hidroksibenzenkarbolik. Posisi yang lain diberi nomor 2 sampai 6. Mengapa 2-Klorometilbenzen dan bukan 6-klorometil benzen? Cincin dinamai searah jarum jamdalam kasus ini karena angka 2 lebih kcil dari angka 6.4-dikarboksilik ³di´ menunjukkan adanya dua asam karboksilik dan salah satunya berada diposidi 1 sedangkan yang lainnya berada pada posisi nomor 4. Sehingga menghasilkan nomor yang terkecil. . Anda dapat menomorinya searah atau berlawanan arah dengan jarum jam.fenol Fenol memiliki . asam benzene-1. Pada posisi disampingnya terdapat hidroksi . Menomori cincin Salah satu golongan yang terikat pada cincin diberi nomor satu. Ada -C H terikat pada cincin dan karena penamaan berdasarkan benzoik maka golongan benzoik menjadi nomor satu. Lihat contoh untuk lebih jelas Contoh: Menambah atom klorin pada cincin Lihat pada senyawa berikut: Semuanya berdasar pada metilbenzen dan dengan itu metil menjadi nomor 1 pada cincin. Senyawa Aromatik dengan lebih dari suatu golong an terikat pada cincin benzen.H terikat pada benzen sehingga formulanya menjadi C6 H5 H.

Metil 3-nitrobenzoat menjadi: Reaksi reaksi pada benzene .6-triklorofenol adalah antiseptik terkenal TCP. Dari namanya ditunjukkan bahwa metil 3-nitrobenzoat merupakan golongan ester (akhiran oat).4.6-trikloofenol Berdasarkan dengan fenol dengan . metil 3-nitrobenzoat Nama ini merupakan nama yang akan anda temui pada soal-soal latihan me-nitratkan cincin benzen.H terikat pada nomor 1 dari rantai karbon dan klorin pada posisi nomor 2. Akan ada cincin benzen dengan -C H pada nomor satu dari cincin dan nitro pada nomor 3. 2. asam 3-nitrobenzoik -dan kita mulai dari sana. untuk menghasilkan ester sebuah hidrogen pada -C H degantikan dengan metil.2.4. Ester ini berdasarkan asam T.4 dan 6 dari cincin karbon. Dan metil tertulis terpisah.

namun sifat-sifatnya sama dengan senyawa-senyawa rantai terbuka (alifatik) Contohnya : O C C O CH C OO C O O O CC O R O C NH C O O O O R anhidrida asam suksinat gamma-lakton " ! " eBr3 HBr H 2O Benzelsulfonat H2O Nitrobenzena HCl Toluena NH R O phtal-imida asetal lingkar suksin-imida dioxan turunan epoksida . Senyawa heterosiklis non aromatik Senyawa-senyawa yang dalam lingkar heterosiklisnya mengandung atom selain karbon.Bro inasi Br Br2 Bro obenzena Sulfonasi SO3H H 2SO4 SO3 Nitrasi NO2 HNO3 H2SO4 Alkilasi CH3 CHCl3 AlCl3 A.

Senyawa eterosiklis aromatik Senyawa-senyawa yang dalam lingkar heterosiklisnya mengandung atom selain karbon. Berbeda dengan senyawa lainnya. Harus terdapat (4n + 2) elektron T dalam sistem cincin (aturan Huckel). Sistem cincin harus datar (planar).B. namun sifat-sifatnya sama dengan senyawa-senyawa aromatik lainnya. 3. Agar suatu sistem cincin bersifat aromatik. Sistem cincin mengandung elektron T (pi) yang terdelokalisasi (terkonyugasi). Contohnya : N H Pirol O Furan S Tiofen N 5 6 7 4 3 5 6 7 8 4 3 N N 8 N 1 2 N2 1 piri i pir zi Kuinolin Isokuinolin Tata Nama Senyawa Heterosiklik Aromatik Sistem cincin senyawa aromatik heterosiklik juga mempunyai tata nama tersendiri. berhibridisasi sp2. hanya mengandung satu heteroatom. Penomoran beberapa senyawa heterosiklik adalah sbb : 4 4 5 6 3 4 5 N N1 3 2 6 7 5 4 3 6 7 5 4 3 N S 3 2 5 N 1 2 1 P ir idin T ia zo l H Imida zo l 8 N 1 2 N 8 1 2 Ku in o lin Iso ku in o lin Bila suatu senyawa heterosiklik. terdapat tiga kriteria yang harus dipenuhi : 1. 2. maka huruf Yunani dapat juga digunakan untuk menandai posisi cincin . penomoran pada cincin heterosiklik ditetapkan berdasarkan perjanjian dan tidak berubah bagaimanapun posisi substituennya.

Senyawa Furan Konfigurasi elektron keadaan dasar : keadaan tereksitasi : 11 1 1 1 11 11 11 1 s 3 1 1 $ $ $ 2 7 N : 1s 11 2s2 2 3 1s2 2s1 ' ' ' & % ' satu e e ktron p dar karbon + + ua e e ktron p dar n trogen 2 4 11 $ $ $ ' & # : 1s2 11 2s2 2 2 1s2 2s1 2 3 1 .K F E F N E Piridin F E N H Pirol F E Struktur Senyawa Heterosiklik Lingkar Lima Agar suatu heterosiklik dengan cincin lima anggota bersifat aromatik. sehingga dapat bersifat aromatik. N H Pirol O Furan S Tiofen Penjelasan Struktur berdasarkan Teori Ikatan Valensi A. furan dan tiofen semuanya memenuhi persyaratan ini. heteroatom itu harus memiliki dua elektron untuk disumbangkan ke awan pi aromatik. Senyawa Pirol Konfigurasi elektron keadaan dasar : 6 keadaan tereksitasi : 11 1 1 11 11 11 1 1 s 2 1 H + H _ H _ _ + _ H + N _ H B. Pirol.

Senyawa Tiofen Konfi r i lektron keadaan tereksitasi : 2p 4 11 1 1 1s2 11 11 2s1 1 11 1 sp 3 2p 5 11 1 1 2s2 11 keadaan dasar : 2 8 O : 1s 11 + H _ + H _ S _ dua ele t on mandi i da i ulfu Struktur Hibrid Senyawa Heterosiklik Lingkar Lima Pi ol _ _ Fu an _ _ N H _ N H _ + N H + O O + _ _ N H + + N H O + O + ) 0 ) ) )( _ _ + ) 0 ) H H dua ele t on pi da i ulfu )( a tu ele t on pi da i a bon + + ) )( _ _ + 0 ( ) ) H H dua ele t on pi da i o igen 0 ( )( atu ele t on pi da i a bon 5 43 21 ) ( ) )( ) ( ) )( 0 6 0 + + + O .+ H _ + H _ O _ dua ele t on mandi i da i o igen C.

Tio en _ _ _ _ Makin besar jarak pemisahan muatan positif dengan negatif pada struktur hibrid menyebabkan keadaan semakin kurang stabil. maka atom nitrogen bersifat tuna elektron. cincin menjadi kaya elektron (bermuatan negatif parsial) H N H+ H 7 7 7 7 + + 7 7 7 + 7 + . Kemungkinan terjadinya substitusi elektrofilik yang paling besar berada pada atom C nomor 2 dan 5. Sifat Karakteristik Senyawa Heterosiklik Lingkar Lima A. Senyawa Pirol Karena atom nitrogen dalam pirol menyumbangkan dua elektron ke awan pi aromatik. io Hal ini berdampak. Kerapatan elektron pada atom C nomor 2 dan nomor 5 lebih besar dari kerapatan elektron pada atom C nomor 3 dan 4.

cincin menjadi kaya elektron (bermuatan negatif parsial) H OH+ Berbeda dengan pirol. Senyawa Furan Karena atom oksigen dalam furan menyumbangkan dua elektron (sepasang elektron) ke awan pi aromatik. pirol (pKb = b 14) tidak bersifat basa. N H irol + H+ tida ada kation stabil B.Tidak seperti piridin dan amina. cincin menjadi kaya elektron (bermuatan negatif parsial) . Hal ini berdampak. C. maka atom oksigen bersifat tuna elektron. puran menunjukkan sifat basa yang amat lemah. maka atom sulfur bersifat tuna elektron. S Hal ini berdampak. Senyawa Tiofen Karena atom sulfur dalam tiofen menyumbangkan dua elektron (sepasang elektron) ke awan pi aromatik.

maka pirol tidak dapat bersifat basa. + N CH3 MgBr ‡ H Mengalami reaksi substitusi elektrofilik _ N + MgBr + CH4 1. tetapi karena adanya delokalisasi elektron dalam cincin aromatis. Reaksi-reaksi pada Senyawa Heterosiklik Lingkar Lima Reaksi-reaksi pada pirol Walaupun mempunyai sepasang elektron bebas. Nitrasi O CH3 C ONO2 O + N H NO2 CH3 C OH O CH3 CH3 C O C O 5oC 2.H S H+ Berbeda dengan pirol. sehingga dapat bereaksi dengan NaNH2 ataupun K H KOH N H _ N K + + H2 O + CH3 I N CH3 Dapat pula bereaksi dengan reagen grignard dengan membebaskan alkana. malahan bersifat asam yang sangat lemah. tiofen juga menunjukkan sifat basa yang amat lemah. Sulfonasi N H .

Asilasi Friedel-Craft O N H H ‡ Mengalami reaksi halogenasi (brominasi) Br Br2 2 H5 OH Br N H Br N Br H 2. 250 o H3 B B B H3 B H3 O O O O + H3 OH A A N H NH 9 H 2-piroldia oniu klorida O N @ 8 A B B A @ NO2 . Pembentukan 2-pirol karbokaldehida 1.4. H l 2.3. H N. Reaksi coupling diazo + N H _ lN + N N N N NO2 + H l 4.N SO 3 sulfopiridin N H 90 o N SO3 H asa -2-pirolsulfonat 3. H2 O N H H H H 2-pirol karbokaldehida 5.5-tetrabromopirol B B B B N Al l 3 .

pada temperatur tinggi. Reaksi reduksi Sifat aromatis furan dapat dihilangkan dengan mereduksi furan menjadi tetra hidro furan H2 . HCl N H 3-pirolin Reaksi-reaksi Furan 1.3-butadiena .250o Zn . karena makin banyak dapat membentuk ikatan hidrogen. _H O 2 O tetra hidro f ran CH2 + O tetra hidro furan NH3 N H pirolidin G 10 -14 D C N H piro i din Kb = 10 - F D E 90 -93 % CH CH CH2 1. N H piro b = 2. Ni / Pd 50 o C O f ran td 31 o O tetra hidro f ran td 65 o Makin berkurang sifat aromatisnya makin tinggi titik didihnya.5 H2 Ni / Pt 200 .‡ Mengalami reaksi reduksi ‡ Sifat kearomatikan dari pada pirol dapat dihilangkan dengan mereduksinya dengan hidrogen.

2-asetil furan dibuat dengan larutan asam asetat anhidrid yang diri garam boron triflourida eterat. O + O HgCl CH3 CH3 C O C O O 2-asetil furan C CH3 C2 H5 BF3 O C2 H5 O U O Br O + CO 2 Br O C OH bromo furan Br O X2 HgCl O halo-furan X O R C Cl 2-asetil furan O C W HV H O Q PI H O R US T US T US T + l US T S T OH . Reaksi halogenasi Senyawa turunan furan (asam furoat) dapat bereaksi dengan halogen.Cl t tra R tilen lorohidrin t t idr furan 2. O HgCl Tetapi umumnya. dan setelah dipanaskan terbentuklah 2-bromo furan. juga dapat diturunkan senyawa furan yang tersubstitusi dengan gugus asetil. O asa V C OH furoat Senyawa halo-furan juga dapat diperoleh dengan reaksi sebagai berikut : HgCl 2 O O furan CH3 C ONa O Dari reaksi ini.

Reaksi Sulfonasi O furan NSO 3 O SO 3 H 2-furan sulfona Kesimpulan ‡ Substitusi elektrofilik berlangsung terutama pada posisi 2. ‡ Posisi 2 (disukai). + NO 2 + N H H NO2 + N H H NO2 + N H H NO2 + -H N H N H NO 2 ‡ Posisi 3 (tidak disukai). H + NO 2 H NO2 + NO2 + N H + -H NO2 N H N H N H . Reaksi Nitrasi O O O furan CH3 C ONO2 O 2-ni ro furan NO2 CH3 C OH 2. Reaksi substitusi elektrofilik 1.

terhibridisasi sp2 dan mempunyai satu elektron dalam orbital p yang disumbangkan ke awan elektron T aromatik. H+ N H- Pembentukan kation menyebabkan cincin semakin bersifat tuna elektron H+ N+ _ F Br ` X a Y . tetapi piridin mengandung satu nitrogen yang bersifat elektronegatif. + _ + _ + _ + _ + + _ _ Perhatikan perbedaan antara benzena dan piridin Benzena bersifat simetris dan nonpolar. sehingga bersifat polar.Piridin Piridin mempunyai struktur yang serupa dengan benzena atau Piridin Piridin Masing-masing atom penyusun cincin.

Brominasi berlangsung hanya pada temperatur tinggi dalam fase uap dan agaknya berlangsung dengan jalan radikal bebas. Pasangan elektron ini dapat disumbangkan ke suatu ion hidrogen. CH3 tol ena CH 3 KMnO4. H2O. Piridin tidak mengalami alkilasi atau asilasi Friedel-Crafts maupun kopling garam diazonium. tetapi rantai samping dapat dioksidasi menjadi gugus karboksil. H+ asam benzoat COOH N asam 3-piridinakarboksilat (asam nikotinat) N 3-metilpiridin d cb COOH .5-dibromopiridi Br Br N Perbedaan lainnya.75) jauh dari kebasaan amina alifatik (pKb = 4). nitrogen dalam piridin mengandung sepasang elektron mandiri dalam orbital sp2. Br2 300o Br + N 3-bromopiri i N 3.Cincin piridin mempunyai kereaktivan rendah terhadap substitusi elektrofilik dibandingkan dengan benzena. sehingga piridin bersifat basa. tetapi piridin menjalani banyak reaksi khas amina + N H Clpiridi i m lorida CH 3 I HC l N e p irid i + NCH3 Icb Seperti benzena. Bila terjadi substitusi. H+ N-metilpiridi i m iodida KMnO4. Kebasaan piridin (pKb = 8. H2O. cincin aromatik piridin bertahan terhadap oksidasi. akan berlangsung pada posisi 3.

tetapi tidak pada posisi 3.Br- truktur-struktur resonansi untuk zat antara Zat antara pada substitusi C-2. seperti ± N 2 maka substitusi nukleofilik aromatik sangat dimungkinkan.Substitusi Nukleofilik pada Cincin Piridin Bila suatu cincin benzena disubstitusi dengan gugus penarik elektron. N Br NH3 kalor N NH2 2-bro opiri in Cl NH3 kalor 2-a inopiri in NH2 N -kloropiri in N -a inopiri in Posisi 2 (disukai) NH 3 g gf N Br peny bang uta a N NH2 -H+ N _ NH 2 Br h _ N NH 2 Br N _ NH2 Br . Substitusi berlangsung paling mudah pada posisi 2. diikuti oleh posisi 4. . NO2 O2N Cl NH3 NO2 O2N NH2 Nitrogen dalam piridin menarik rapatan elektron dari bagian lain cincin itu. sehingga piridin juga mengalami substitusi nukleofilik. terstabilkan oleh sumbangan struktur resonansi dalam mana nitrogen mengemban muatan negatif.

p NH2 i i + N NH2 2-a ino iri in + LiH H- . sehingga menghasilkan amina bebas.H2 N _ H2 NH o Li 100 N 2. _ + N + N 100o . produk awal terbentuk adalah anion dari 2-aminopiridin. sehingga memiliki energi yang lebih tinggi yang menyebabkan laju reaksi lebih lambat. tidak mengalami substitusi nukleofilik. jika digunakan basa yang sangat kuat.Br- Substitusi pada posisi C-3 berlangsung lewat zat antara dalam mana nitrogen tak dapat membantu menstabilkan muatan negatif.Posisi 3 (tidak disukai) NH2 Br NH 2 N N NH2 -H + N _ Br _ N struktur-struktur resonansi untuk zat antara NH2 Br _ NH 2 Br N .  Benzena tanpa subtituen. yang kemudian diolah dengan air. seperti reagensia litium atau ion amida. _ + NH2 100o ti a k a a reaksi  Piridin mengalami substitusi nukleofilik.enil iri in s r q Dalam reaksi antara piridin dengan ion amida (NH2-).

Tahap 1 (serangan NH2-)

_

H _ H _ H
str kt r-str kt r res

_ H H
ansi nt k zat antara

H H

- H-

_ + H H H
x w u

ani n ari -aminopiridin

Tahap 2 (pengolahan dengan air)
_ H

Kuinolin dan Isokuinolin

2-aminopiridin

Kuinolin dan isokuinolin, keduanya merupakan basa lemah (pKb masing-masing 9,1 dan 8,6). Kuinolin dan isokuinolin, keduanya menjalani substitusi elektrofilik dengan lebih mudah dari piridin, tetapi dalam posisi 5 dan 8 (pada cincin benzenoid, bukan pada cincin ntrogen)
O2
H O3 H2 O4 0o

]
‡ ˆ

Isokuinolin

5-nitroisokuinolin (90% )

O2 +

H

H2

4

‚

Kuinolin

5-nitrokuinolin (52% )

O2 8-nitrokuinolin (48% )

‚

‚

0o

y 

‚



_ H

+

H

+ H

+ O2 8-nitroisokuinolin (10% )

€

t t

vu

t t

„† …„ƒ

t t

_+ H H

€y

‚





Seperti piridin, cincin kuinolin dan isokuinolin yang mengandung nitrogen dapat menjalani substitusi nukleofilik.
(1) (2)

I

i

i

1-me i i

Posisi serangan adalah E terhadap nitrogen dalam kedua sistem cincin itu, tepat sama seperti di dalam piridin. Porfirin Sistem cincin porfirin terdiri dari empat cincin pirol yang dihubungkan oleh gugus =C-. Sistem cincin keseluruhan bersifat aromatik.

P

firi

Sistem cincin porfirin merupakan satuan yang secara biologis sangat penting khususnya dalam : heme, komponen hemoglobin yang mengangkut oksigen.
˜

O2CC 2C 2
˜ ˜

C 3
—

eme

˜

˜

˜

C 2=C
˜

—

C 3
˜

C 3

˜

˜

—

Fe

C =C

˜

O2CC 2C 2
— ˜ ˜

l mil kjih m o p

q

n

(2)

2O

C 3 i i

C 3

g

n

u

q

r

r

q

ts

g

” –•” “ ’

i

i

2

(1) C 3 Li

” – • ” “f • ” e ™ d ˜— —

 ‘ ‰
2 2O

l m il kjih

— q

2

i

i

i

˜ ˜

2

Klorofil, suatu pigmen tumbuhan.
CH3 CH N N C H O CCH CH 20 39 2 2 2 CH O C 3 2 O Mg N N CH2-CH3 CH=CH 2 CH3

3

CH 3 Klo ofil-a

Sitokrom, senyawa yang terlibat dalam pemanfaatan 2 oleh hewan.
CH3 HO2CCH2CH2 HO2CCH2CH2 N CH3 CO CHCH 2S NH Sitok o c CH3 N Fe N N CH3 CO CHSCH2CH CH3 NH

Hidrogen-hidrogen pirol dalam cincin porfirin dapat digantikan oleh aneka ragam ion logam (kelat) Fenol

Fenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6 H5 H dan strukturnya memiliki gugus hidroksil (- H) yang berikatan dengan cincin fenil. Fenol didapatkan melalui oksidasi sebagian pada benzena atau asam benzoat dengan proses Raschig, Fenol juga dapat diperoleh sebagai hasil dari oksidasi batu bara. Pembuatan fenol 1. Pertama tama benzene diubah menjadi asam benzene sulfonat, kemudian direaksikan dengan Na H pada temperature tinggi.

v

Pada saat ini.H terikat pada rantai benzennya. verlap ini mengakibatkan dislokalisasi. salah satu dari antara elektron bebas dari atom oksigen overlap dengan elektron dari rantai benzen.SO3H HOSO2OH H2O asam e ze su f SO3 H 2NaOH Kemudian natrium fenolat direaksikan dengan asam. anda mendapatkan ion fenoksida . ONa H Keasaman Fenol Keasaman dari fenol dapat dilihat dari resonansi molekul fenol Electron bebas . dari atom oksigen tertarik ke dalam inti benzene dan terdistribusi merata ke seluruh molekul akibatnya atom oksigen bermuatan positif dan melepaskan proton. C6H5 -. Dan sebagai hasil muatan negatif tidak hanya berada pada oksigen tetapi tersebar ke seluruh molekul. Fenol memiliki . xz y x x w at ONa Na2SO3 H2O OH Na . Saat ikatan hidrogen-oksigen pada fenol terputus. Delokalisai juga terjadi pada ion ini.

Pada ion fenoksida. gugus karbonil memiliki satu atom hidrogen yang terikat padanya bersama dengan salah satu dari gugus berikut: y atom hidrogen lain y atau. Delokalisasi membuat ion fenoksida lebih stabil dari seharusnya sehingga fenol menjadi asam. sebuah gugus hidrokarbon yang bisa berupa gugus alkil atau gugus yang mengandung sebuah cincin benzen. Sehingga atom oksigen memiliki muatan yang paling negatif. kita tidak akan menyinggung tentang aldehid yang mengandung cincin benzen. Semua senyawa yang mengandung gugus ini disebut senyawa karbonil. Tidak ada oksigen yang lebih kuat menarik hidrogen ion. Muatan negatif disekitar oksigen akan tertarik pada ion hidrogen dam membuat lebih mudah terbentuknya fenol kembali. Contoh-contoh aldehid Pada aldehid. Namun delokalisasi belum membagi muatan dengan efektif. . yang lebih umum. Pada pembahasan kali ini. atom oksigen tunggal masih merupakan yang paling elektronegatif dan sistem yang terdelokalisasi terpusat pada daerah oksigen tersebut.Lalu mengapa fenol lebih lemah daripada asam etanoik? Pada ion etanoat. Sehingga itu fenol merupakan asam yang sangat lemah. walaupun sebenarnya tidak memiliki muatan sebanyak itu apabila delokalisasi tidak terjadi. leh karena itu tidaklah mengherankan jika kebanyakan sifat-sifat dari senyawa-senyawaini adalah mirip satu sama lain. delokalisasi terpusat pada daerah antara 2 atom oksigen.Sistem yang terdelokalisasi membagi muatan negatif diantara kedua atom oksigen. Gugus karbonil adalah gugus yang paling menentukan sifat kimia aldehida dan keton. Aldehid dan Keton Aldehida dan keton adalah senyawa-senyawa yang mengandung salah satu dari gugus-gugus penting dalam kimia organic. yaitu gugus karbonil C= .

ion sianida. pasangan elektron bebas pada sebuah atom nitrogen dalam molekul amonia NH3 ). Oleh karena itu. Disini kita hanya akan berfokus pada keton yang mengandung gugus alkil untuk menyederhanakan pembahasan. atau bagian yang bermuatan negatif dari sebuah molekul (misalnya.Pada gambar di atas kita bisa melihat bahwa keduanya memiliki ujung molekul yang sama persis. Ikatan dan Kereaktifan Ikatan pada gugus karbonil Atom oksigen jauh lebih elektronegatif dibanding karbon sehingga memiliki kecenderungan kuat untuk menarik elektron-elektron yang terdapat dalam ikatan C=O kearahnya sendiri. Yang membedakan hanya kompleksitas gugus lain yang terikat. Reaksi-reaksi penting dari gugus karbonil Atom karbon yang sedikit bermuatan positif pada gugus karbonil bisa diserang oleh nukleofil. Nukleofil merupakan sebuah ion bermuatan negatif (misalnya. Jika kita menuliskan rumus molekul untuk molekul-molekul di atas. Salah satu dari dua pasang elektron yang membentuk ikatan rangkap C=O bahkan lebih mudah tertarik ke arah oksigen Ini . Penamaan aldehid didasarkan pada jumlah total atom karbon yang terdapat dalam rantai terpanjang ± termasuk atom karbon yang terdapat pada gugus karbonil. Diperlukannya penomoran atom karbon pada keton-keton yang lebih panjang harus selalu diperhatikan. Jika ada gugus samping yang terikat pada rantai terpanjang tersebut. gugus karbonil memiliki dua gugus hidrokarbon yang terikat padanya. penulisan rumus molekul aldehid terkadang sulit dibedakan dengan alkohol. Perlu diperhatikan bahwa pada keton tidak pernah ada atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonil. . Misalnya etanal dituliskan sebagai CH3CHO dan metanal sebagai HCHO. maka atom karbon pada gugus karbonil harus selalu dianggap sebagai atom karbon nomor 1. Pada pentanon. CN-). maka gugus aldehid (gugus karbonil yang mengikat atom hidrogen) selalunya dituliskan sebagai -CHO ± dan tidak pernah dituliskan sebagai COH. Contoh-contoh keton Pada keton. gugus karbonil bisa terletak di tengah rantai atau di samping karbon ujung ± menghasilkan pentan-3-ena atau pentan-2-on. menyebabkan ikatan rangkap C=O sangat polar. gugus tersebut bisa berupa gugus alkil atau gugus yang mengandung cincin benzen. Propanon biasanya dituliskan sebagai CH3COCH3. Sekali lagi.

Ini berarti bahwa reaksi keduanya sangat mirip jika ditinjau berdasarkan gugus karbonilnya. Sifat-sifat fisik Titik didih Aldehid sederhana seperti metanal memiliki wujud gas (titik didih -21°C). Dalam pembahasan tentang aldehid dan keton anda akan menemukan banyak contoh reaksi adisi sederhana dan reaksi adisi-eliminasi. CH3COO-. Efek murni dari pemutusan ikatan ini adalah bahwa gugus karbonil akan mengalami reaksi adisi. Ini berarti bahwa titik didih akan menjadi lebih tinggi dibanding titik didih hidrokarbon yang berukuran sama ± yang mana hanya memiliki gaya dispersi. Besarnya titik didih dikendalikan oleh kekuatan gaya-gaya antar-molekul. Keton hanya bisa dioksidasi dengan menggunakan agen pengoksidasi kuat yang memiliki kemampuan untuk memutus ikatan karbon-karbon. Keton tidak memiliki atom hidrogen tersebut sehingga tidak mudah dioksidasi. etanal. Ini menyebabkan aldehid sangat mudah teroksidasi. Sebagai contoh. juga akan ada gaya tarik antara dipol dipol permanen pada molekul-molekul yang berdekatan. Gaya tarik dipol-dipol van der Waals Aldehid dan keton adalah molekul polar karena adanya ikatan rangkap C=O. seringkali diikuti dengan hilangnya sebuah molekul air. Oksidasi aldehid dan keton juga dibahas dalam modul belajar online ini pada sebuah halaman khusus di topik aldehid dan keton. dan jumlah elektronnya juga mirip (walaupun tidak identik). CH3COOH. Aldehid dan keton mengandung sebuah gugus karbonil. dan etanal memiliki titik didih +21°C. Mari kita membandingkan titik didih dari tiga senyawa hidrokarbon yang memiliki besar molekul yang mirip.Selama reaksi berlangsung. Inilah sebabnya mengapa titik didih meningkat apabila jumlah atom karbon dalam rantai juga meningkat ± baik pada aldehid maupun pada keton. Gaya dispersi van der Waals Gaya tarik ini menjadi lebih kuat apabila molekul menjadi lebih panjang dan memiliki lebih banyak elektron. Seperti halnya gaya-gaya dispersi. Perbedaan aldehid dan keton Aldehid berbeda dengan keton karena memiliki sebuah atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonilnya. atau ion etanoat. Peningkatan gaya tarik ini akan meningkatkan ukuran dipol-dipol temporer yang terbentuk. Ini menghasilkan reaksi yang dikenal sebagai adisi-eliminasi atau kondensasi. ikatan rangkap C=O terputus. Aladehid dan keton lainnya berwujud cair. dengan titik didih yang semakin meningkat apabila molekul semakin besar. sangat mudah dioksiasi baik menjadi asam etanoat. CH3CHO. molekul CH3CH2 CH3 tipe alkana titik didih (°C) -42 . Ketiga senyawa ini memiliki panjang rantai yang sama. Ini berarti bahwa etanal akan mendidih pada suhu yang mendekati suhu kamar.

Pada alkohol. Salah satu dari atom hidrogen yang sedikit bermuatan positif dalam sebuah molekul air bisa tertarik dengan baik ke salah satu pasangan elektron bebas pada atom oksigen dari sebuah aldehid atau keton untuk membentuk sebuah ikatan hidrogen. metanal. sehingga kelarutan berkurang. Tentunya juga terdapat gaya dispersi dan gaya tarik dipol-dipol antara aldehid atau keton dengan molekul air. Kelarutan dalam air Aldehid dan keton yang kecil dapat larut secara bebas dalam air tetapi kelarutannya berkurang seiring dengan pertambahan panjang rantai. Apabila panjang rantai meningkat. Alasan mengapa aldehid dan keton yang kecil dapat larut dalam air adalah bahwa walaupun aldehid dan keton tidak bisa saling berikatan hidrogen sesamanya. Akan tetapi. Dengan menekan diri diantara molekul-molekul air. Sebagai contoh. Mengapa aldehid dan keton memiliki sifat yang berbeda? Anda akan mengingat dari pembahasan lain di topik aldehid keton bahwa perbedaan antara aldehid dan keton adalah keberadaan sebuah atom hidrogen . maka "ekor-ekor" hidrokarbon dari molekulmolekul (semua hidrokarbon sedikit menjauh dari gugus karbonil) mulai mengalami proses di atas.CH3CHO CH3CH2 OH aldehid alkohol +21 +78 Pada tabel di atas kita bisa melihat bahwa aldehid (yang memiliki gaya tarik dipol-dipol dan gaya tarik dispersi) memiliki titik didih yang lebih tinggi dari alkana berukuran sebanding yang hanya memiliki gaya dispersi. titik didih aldehid lebih rendah dari titik didih alkohol. sehingga tidak bisa membentuk ikatan hidrogen sesamanya. ekor-ekor hidrokarbon tersebut memutus ikatan hidrogen yang relatif kuat antara molekul-molekul air tanpa menggantinya dengan ikatan yang serupa. terdapat ikatan hidrogen ditambah dengan dua jenis gaya-tarik antar molekul lainnya (gaya-tarik dipol-dipol dan gaya-tarik dispersi). namun keduanya tidak memiliki atom hidrogen yang terikat langsung pada oksigen. Ini menjadi proses yang tidak bermanfaat dari segi energi. Pembentukan gaya-gaya tarik ini melepaskan energi yang membantu menyuplai energi yang diperlukan untuk memisahkan molekul air dan aldehid atau keton satu sama lain sebelum bisa bercampur. Walaupun aldehid dan keton merupakan molekul yang sangat polar. namun keduanya bisa berikatan hidrogen dengan molekul air. etanal dan propanon ± yang merupakan aldehid dan keton berukuran kecil ± dapat bercampur dengan air pada semua perbandingan volume.

asam karboksilat tidak bisa terbentuk karena dapat bereaksi dengan logam alkali. Rincian reaksi-reaksi ini akan dibahas lebih lanjut pada bagian-bagian bawah halaman ini. anda bisa dengan mudah menjelaskan perbedaan antara sebuah aldehid dengan sebuah keton. Apa yang terbentuk apabila aldehid dioksidasi? Hasil yang terbentuk tergantung pada apakah reaksi dilakukan pada kondisi asam atau basa. Karena keton tidak memiliki atom hidrogen istimewa ini. sedangkan pada keton tidak ditemukan hidrogen seperti ini. sedangkan keton tidak. maka satu-satunya cara yang tepat digunakan untuk menuliskannya adalah dengan menggunakan persamaan setengah reaksi. dengan memutus ikatan-ikatan C-C.yang terikat pada ikatan rangkap C=O dalam aldehid. Olehnya itu yang terbentuk adalah garam dari asam karboksilat. Pada kondisi asam. Dengan tidak memperhitungkan agen pengoksidasi yang kuat ini. Pada kondisi asam. Atau dengan kata lain. Pada kondisi basa. aldehid dioksidasi menjadi sebuah asam karboksilat. persamaan setengah reaksinya adalah: dan pada kondisi basa: . Keberadaan atom hidrogen tersebut menjadikan aldehid sangat mudah teroksidasi. Hanya agen pengoksidasi sangat kuat seperti larutan kalium manganat(VII) (larutan kalium permanganat) yang bisa mengoksidasi keton ± itupun dengan mekanisme yang tidak rapi. aldehid adalah agen pereduksi yang kuat. maka keton sangat sulit dioksidasi. Aldehid dapat dioksidasi dengan mudah menggunakan semua jenis agen pengoksidasi. Menuliskan persamaan reaksi untuk reaksi -reaksi oksidasi Jika anda ingin mengetahui persamaan untuk reaksi-reaksi oksidasi ini. Persamaan setengah reaksi untuk oksidasi aldehid berbeda-beda tergantung pada kondisi reaksi (apakah asam atau basa).

Ion-ion dikromat (VI) telah direduksi menjadi ion-ion kromium(III) yang berwarna hijau oleh aldehid. dan dipanaskan secar a perlahan dalam sebuah penangas air panas selama beberapa menit. dan selanjutnya tambahkan larutan amonia encer secukupnya untuk melarutkan ulang endapan tersebut. Contoh-contoh spesifik Pada masing-masing contoh berikut. atau sebuah cermin perak pada tabung uji. Jika tidak ada yang terjadi pada suhu biasa. Larutan oranye berubah menjadi biru. campuran dipanaskan secara perlahan selama beberapa menit ± misalnya. Penggunaan larutan kalium dikromat(VI) asam Sedikit larutan kalium dikromat(VI) diasamkan dengan asam sulfat encer dan beberapa tetes aldehid atau keton ditambahkan. dalam sebuah labu kimia berisi air panas. Contohnya dijelaskan secara rinci berikut ini. keton aldehid Tidak ada perubahan warna pada larutan oranye. yakni akan menghasilkan persamaan lengkap sebagai berikut: Penggunaan pereaksi Tollens (uji cermin perak) Pereaksi Tollens mengandung ion diamminperak(I). Untuk melakukan uji dengan pereaksi Tollens. keton aldehid Tidak ada perubahan pada larutan yang tidak berwarna. Ion ini dibuat dari larutan perak(I) nitrat. Ada banyak hal lain yang juga dapat memberikan hasil positif. Persamaan setengah reaksi untuk reduksi ion-ion dikromat(VI) adalah: Menggabungkan persamaan di atas dengan persamaan setengah reaksi dari oksidasi sebuah aldehid pada kondisi asam. pada masing-masing contoh. Selanjutnya aldehid dioksidasi menjadi asam karboksilat yang sesuai. . Larutan tidak berwarna menghasilkan sebuah endapan perak berwarna abu-abu. keton tidak memberikan hasil positif. Dengan mengasumsikan bahwa anda mengetahui apa yang harus te rbentuk (aldehid atau keton).Persamaan-persamaan setengah reaksi ini selanjutnya digabungkan dengan persamaan setengah reaksi dari agen pengoksidasi yang digunakan. Caranya dengan memasukkan setetes larutan natrium hidroksida ke dalam larutan perak(I) nitrat yang menghasilkan sebuah endapan perak(I) oksida. [Ag(NH3 )2]+. kami berasumsi bahwa anda telah mengetahui apakah yang terbentuk adalah aldehid atau keton. beberapa tetes aldehid atau keton dimasukkan ke dalam pereaksi Tollens yang baru dibuat. Hanya aldehid yang memberikan hasil positif.

yakni akan menghasilkan persamaan reaksi lengkap: Penggunaan larutan Fehling atau larutan Benedict Larutan Fehling dan larutan Benedict adalah varian dari larutan yang secara ensensial sama. Lagi-lagi. Beberapa tetes aldehid atau keton ditambahkan ke dalam reagen. Larutan Benedict mengandung ion-ion tembaga(II) yang membentuk kompleks dengan ion-ion sitrat dalam larutan natrium karbonat. Pengompleksan ion tembaga(II) dengan ion tartrat dapat mencegah terjadinya endapan tembaga(II) hidroksida.Aldehid mereduksi ion diamminperak(I) menjadi logam perak. Larutan biru menghasilkan sebuah endapan merah gelap dari tembaga(I) oksida. dan campurannya dipanaskan secara perlahan dalam sebuah penangas air panas selama beberapa menit. Persamaan setengah reaksi untuk reduksi ion diamminperak(I) menjadi perak adalah sebagai berikut: Menggabungkan persamaan di atas dengan persamaan setengah reaksi dari oksidasi sebuah aldehid pada kondisi basa. keton aldehid Tidak ada perubahan warna pada larutan biru. Larutan Fehling mengandung ion tembaga(II) yang dikompleks dengan ion tartrat dalam larutan natrium hidroksida. Keduanya mengandung ion-ion tembaga(II) yang dikompleks dalam sebuah larutan basa. Karena larutan bersifat basa. Aldehid mereduksi ion tembaga(II) menjadi tembaga(I) oksida. Persamaan setengah-reaksi untuk larutan Fehling dan larutan Benedict bisa dituliskan sebagai: Menggabungkan persamaan di atas dengan persamaan setengah reaksi untuk oksidasi aldehid pada kondisi basa yakni akan menghasilkan persamaan lengkap: Reaksi Adisi-Eliminasi Aldehid dan Keton . maka aldehid dengan sendirinya teroksidasi menjadi sebuah garam dari asam karboksilat yang sesuai. Larutan Fehling dan larutan Benedict digunakan dengan cara yang sama. Karena larutan bersifat basa. pengompleksan ion-ion tembaga(II) dapat mencegah terbentuknya sebuah endapan ± kali ini endapan tembaga(II) karbonat. Persamaan untuk reaksi-reaksi ini selalu disederhanakan untuk menghindari keharusan menuliskan ion tartrat atau sitrat pada kompleks tembaga dalam rumus struktur. maka aldehid dengan sendirinya dioksidasi menjadi sebuah garam dari asam karboksilat yang sesuai.

salah satu atom hidrogen dalam hidrazin digantikan oleh sebuah gugus fenil. ke dalam pereaksi Brady.4-dinitrofenilhidrazin Walaupun namanya kedengaran rumit. namun sebenarnya sangat mudah untuk dibuat. Sudut yang padanya terikat nitrogen dianggap sebagai atom karbon nomor 1. Larutan 2. ada dua gugus nitro.4-dinitrofenilhidrazin dalam bentuk pereaksi Brady (sebuah larutan 2. yang terikat pada gugus fenil di posisi karbon 2 dan 4. Pengertian 2. . yaitu sebagai berikut: Pada fenilhidrazin.Reaksi dengan 2.4-dinitrofenilhidrazin sering disingkat menjadi 2. anggap kita menggunakan 2. Pada 2.4-dinitrofenilhidrazin. Terbentuknya endapan kuning atau oranye terang mengindikasikan adanya ikatan rangkap C=O dalam sebuah aldehid atau keton.4-dinitrofenilhidrazin dalam metanol dan asam sulfat): Masukkan beberapa tetes aldehid atau keton. Melangsugkan reaksi Rincian reaksi antara aldehid atau keton dengan 2. Pada prosedur berikut.4-dinitrofenilhidrazin 2. atau bisa juga larutan aldehid atau keton dalam metanol.4-DNPH. dan strukturnya terlihat agak kompleks.4-dinitrofenilhidrazin dalam sebuah campuran metanol dan asam sulfat dikenal sebagai pereaksi Brady. Ini didasarkan pada sebuah cincin benzen. Pertama-tama gambarkan rumus molekul dari hidrazin. dan pelarut yang didalamnya dilarutkan 2.4-dinitrofenilhidrazin. dan perhitungan dilakukan searah arah jarum jam.4-DNP atau 2. NO2. C6 H5.4-dinitrofenilhidrazin sedikit bervariasi tergantung pada sifat-sifat aldehid atau keton yang terlibat.

maka senyawa asalnya adalah keton. Produk reaksi dikenal sebagai "2. Perlu diperhatikan bahwa yang berubah hanya akhiran saja. Reaksi ini dikenal sebagai reaksi kondensasi.4-dinitrofenilhidrazon ± dan seterusnya.4-dinitrofenilhidrazon. Ini kemungkinan membingungkan. Ini tidak terlalu sulit. Jika kedua molekul pereaksi digambarkan berderet. maka struktur produk reaksi dapat ditentukan dengan mudah. Produk dari reaksi dengan etanal disebut sebagai etanal 2. Jika sekurang-kurangnya satu dari kedua gugus tersebut adalah hidrogen.4-dinitrofenilhidrazon". Jika kedua gugus tersebut adalah gugus hidrokarbon. maka senyawa asalnya adalah aldehid. Reaksi kondensasi merupakan reaksi dimana dua molekul bergabung bersama disertai dengan hilangnya sebuah . produk dari reaksi dengan propanon disebut propanon 2. Perhatikan secara seksama mekanisme yang terjadi. Sifat kimiawi reaksi Reaksi keseluruhan dituliskan dengan persamaan berikut: R dan R¶ bisa berupa kombinasi dari gugus-gugus hidrogen atau hidrokarbon (seperti gugus alkil). dari akhiran "-in" menjadi "-on".Reaksi uji ini adalah yang paling sederhana untuk sebuah aldehid atau keton.

reaksi akan terlihat sebagai berikut: . Dari segi mekanisme. misalnya. Dalam hal ini. Jika anda mengetahui titik lebur kristal-kristal.4dinitrofenilhidrazin pertama-pertama memasuki ikatan rangkap C=O (tahap adisi) menghasilkan sebuah senyawa intermediet yang selanjutnya kehilangan sebuah molekul air (tahap eliminasi). y y Pertama. maka anda bisa membandingkannya dengan tabel-tabel titik lebur 2. Beberapa reaksi mirip lainnya Jika anda melihat kembali persamaan-persamaan reaksi yang telah disebutkan di atas. Reaksi yang serupa bisa dihasilkan jika gugus -NH2 terikat pada sesuatu yang lain. kita bisa merekristalisasi produk-produk aldehid dan keton kecil dari sebuah campuran etanol dan air. Kedua. metanol dan selanjutnya direkristalisasi dari sebuah pelarut yang cocok. tidak ada yang berubah pada 2. 2.molekul kecil dalam proses tersebut. Pada masing-masing kasus. Endapan disaring dan dicuci dengan. Kristal-kristal ini akan menjadi murni. dicuci dengan sedikit pelarut dan dikeringkan. Ikatan rangkap C=O dalam sebuah aldehid atau keton hanya memiliki endapan berwarna oranye atau kuning. Jika larutan telah dingin. reaksi ini bisa digunakan untuk membantu mengidentifikasi aldehid atau keton tertentu.4-dinitrofenilhidrazin selama reaksi kecuali gugus -NH2. kristal-kristal diendapkan ulang dan bisa disaring. Kristal-kristal yang terbentuk dilarutkan dalam pelarut panas dengan jumlah yang minimum. Sebagai contoh. Kegunaan reaksi Reaksi adisi-eliminasi aldehid dan keton memiliki dua kegunaan dalam pengujian aldehid dan keton. reaksi ini bisa digunakan untuk menguji keberadaan ikatan rangkap C=O. molekul kecil tersebut adalah air. reaksi ini adalah reaksi adisi-eliminasi nukleofilik.4-dinitrofenilhidrazon dari semua aldehid dan keton umum untuk mencari aldehid atau keton mana yang diperoleh. dimana pelarut ini bisa bereda-beda tergantung pada sifat aldehid dan keton.

dengan hidroksilamin Produk di atas adalah sebuah"oksim" ± misalnya.Dengan pereaksi berikut. . dengan fenilhidrazin Produk di atas adalah sebuah "fenilhidrazon". maka produk itu adalah propanon hidrazon. Jika anda menggunakan propanon. dengan hidrazin Produk di atas adalah "hidrazon". yang berubah hanyalah sifat "X". etanal oksim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful