MAKALAH KURIKULUM KOMPONEN KOMPONEN KURIKULUM

DISUSUN : y y ANNISA NURUL HIDAYATI y HENNY SYAFITRI PURNA YULIAWARDHANY

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2010 / 2011

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Kurikulum sebagai suatu rancangan dalam pendidikan memiliki posisi yang strategis. karena seluruh kegiatan pendidikan bermuara kepada kurikulum. Melihat bahwa sangat pentingnya komponen-komponen dalam kurikulum maka kami akan mencoba membahas tentang komponen-komponen dalam kurikulum Rumusan Maslah 1. melalui pemikiran dan penelitian secara mendalam Dan pada dasarnya kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen. Apa saja komponen-komponen dalam kurikulum? . Begitu pentingnya kurikulum sebagaimana sentral kegiatan pendidikan. Apakah maksud kurikulum sebagai sistem? 2. maka didalam penyusunannya memerlukan landasan atau fondasi yang kuat.

1949). susunan materi/pengalaman belajar.BAB II PEMBAHASAN Kurikulum sebagai sistem Sistem adalah suatu kesatuan sejumlah elemen (objek. dsb) yang terkait dalam proses atau struktur dan dianggap berfungsi sebagai satu kesatuan organisasai dalam mencapai satu tujuan. informasi. yaitu: a). artinya kurikulum itu dipandang memiliki sejumlah komponen-komponen yang saling berhubungan. Jadi dapat disimpulkan dilihat dari gambar diatas bahwa anatara satu komponen dengan komponen yang lain mempunyai hubungan erat dan tidak dapat dipisahahkan hal itu ditunjukkan dengan tanda panah yang memiliki dua mata panah. Organisasi kurikulum dan e). materi yang perlu disiapkan untuk mencapai tujuan. d). kegiatan. tujuan yang ingin dicapai. sebagai kesatuan yang bulat untuk mencapai tujuan. Jika pemahaman sistem diatas dipergunakan melihat kurikulum itu ada sejumlah komponen yang terkait dan berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan. . b). Komponen yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dengan demikian. c). dipandang sistem terhadapa kurikulum. evaluasi apakah tujuan yang ditetapkan tercapai (Tyler. Komponen-komponen kurikulum Dalam komponen kurikulum ada hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan. Definisi diatas memberikan gambaran bahwa pendekatan sistem dalam pengembangan kurikulum merupakan bentuk berputar dan dinamis dimana empat komponen dari suatu model saling berhubungan. manusia.

Komponen Tujuan Kurikulum Tujuan kurikulum pada hakikatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan pada anak didik Dalam perspektif pendidikan nasional. berakhlak mulia. Tujuan pendidikan antara lain: 1) Tujuan Institusional (Kompetensi Lulusan) Adalah tujuan yang yang harus dicapai oleh suatu lembaga pendidikan. SMP. bahwa : " Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. berilmu. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab". contoh : SD. apabila salah satu komponen terganggu atau tidak berkaitan maka system kurikulum pun akan terganggu juga. kreatif.Tujuan Materi/Pengalaman Belajar Organisasi Evaluasi Organisasi Bagan diatas menggambarkan bahwa system kurikulum terbentuk oleh komponenkomponen yang menyatu menjadi suatu kesatuan system yang menjadikan saling keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lain dan tidak dapat dipisahkan. Komponen-komponen kurikulum antara lain: 1. cakap. mandiri. sehat. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. . tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. SMA 2) Tujuan kurikuler (Standart Kompetensi) Adalah tujuan bidang studi atau mata pelajaran sehingga mencapai hakikat keilmuan yang ada didalamnya.

dengan bukunya Taxonomy of Educational Objectives terbitan 1965. Domain kognitif terbagi menjadi 6 tingkatan yaitu. menghargai. Sedangkan di dalam KBK tujuan kurikulum : Dalam pendidikan terdapat 2 jenis standart yaitu standart akademis (academic content standarat) dan standart kompetensi (performance standart). pengetahuan (knowledge). y Tujuan instruksional Umum (Indikator Umum) Kemampuan tersebut sifatnya lebih luas dan mendalam. pemahaman (comprehension). meniru . Domain Afektif Afektif berkenaan dengan sikaf. Kaitan Tujuan-tujuan Pendidikan Menurut Bloom. yaitu: a. Domain Kognitif Kognitif adalah tujuan pendidikan yang berhubungan dengan kemampuan intelektual seperti mengingat dan memecahkan masalah. sintesis dan evaluasi. penerapan (application). persepsi (perception). kesiapan. yaitu.3) Tujuan instruksional (Kompetensi Dasar) Tujuan instruksional (Kompetensi Dasar) dirumuskan sebagai kemampuankemampuan yang diharapkan dimiliki anak didik setelah mereka menyelesaikan prosesbelajar mengajar. Dan tingkatannya yaitu . nilai-nilai dan afresiasi. c. mengorganisasi dan karakterisasi nilai. b. y Tujuan instruksional khusus (Indikator khusus) Kemampuan lebih terbatas dan harus dapat diukur pada saat berlangsunganya prose belajar mengajar. analisa. bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan kedalam 3 domain. Domain ini memiliki tingkatan. Domain Psikomotor Psikomotor adalah tujuan yang berhubungan dengan kemampuan keterampilan atau skill seseorang. penerimaan. merespon.

Bidangbidang studi tersebut disesuaikan dengan jenis. pengetahuan tentang indah-jelek. Materi harus mencakup berbagai ragam tujuan. Sesuai dengan kemampuan dan pengalaman peserta didik. artinya menggambarkan pengetahuan mutakir. Materi harus sesuai kebutuhan dan minat peserta didik. membiasakan (habitual). Materi harus seimbang antara keluasan dan kedalaman. Secara umum isi kurikulum itu dapat dikelompokan menjadi :  Logika. 2.(imitation). Materi kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum yang dikembangkan dan disusun dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :  Materi kurikulum berupa bahan pelajaran terdiri dari bahan kajian atau topik-topik pelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses pembelajaran  Mengacu pada pencapaian tujuan setiap satuan pelajaran  Diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Terdapat beberapa criteria dalam menyusun kurikulum. Relevan dengan kenyataan social dan kultur agar anak lebih memahaminya. Isi / materi kurikulum hakikatnya adalah semua kegiatan dan pengalaman yang dikembangkan dan disusun untuk mencapai tujuan pendidikan. jenjang maupun jalur pendidikan yang ada. yang ada nilai seninya. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. yaitu pengetahuan tentang benar salah berdasarkan prosedur keilmuan. Hilda Taba (1962:267). menyesuaikan (adaption) dan menciptakan (organization). Komponen Isi/Materi Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. nilai dan moral  Estetika. yaitu pengetahuan tentang baik buruk.  Etika. kriteria untuk memilih isi materi kurikulum yaitu : y y y y y y Materi harus sahih dan signifikan. Pengembangan materi kurikulum harus berdasarkan prinsif-prinsif sebagai berikut: .

yaitu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan peserta didik. 5. bersumber dari analisis. sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting. kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus. Definisi:yaitu penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal/kata dalam garis besarnya. merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala. seperangkat konstruk atau konsep. 3. dalam bentuk : 1. Materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis. kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam materi. pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep. yaitu ide utama. 8. sesuai dengan hirarki tujuan pendidikan. yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan hubungan antara variabel-variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut. Konsep. Contoh/ilustrasi. Preposisi. 7. terdiri dari terminologi. Berorientasi pada tujuan. 4. definisi atau preposisi yang saling berhubungan. 2. 10. Fakta. . pendapat atau pembuktian dalam penelitian. yaitu cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.Mengandung bahan kajian yang dapat dipelajari siswa dalam pembelajaran. Generalisasi. 6. Prosedur. Istilah. Prinsip. suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari kekhususan-kekhususan. 9. Teori. orang dan tempat serta kejadian. yaitu hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk memperjelas suatu uraian atau pendapat.

Dalam discovery learning. mencari dan . tetapi mahasiawa harus kreativ secara penuh. Metode pmbelajaran mempunyai fungsi penting dalam kurikulum. serta strategi Groups dan individual learning. termasuk percobaan.. Rowntree (1974). Komponen Strategi pelaksanaan kurikulum Strategi merujuk pada pendekatan dan metode serta peralatan mengajar yang digunakan dalam pengajaran. Pendekatan yang berpusat siswa (student oriented). Pembicaraan strategi pengajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaan. Kurikulum merupakan rencana. mengadakan penilaian. Dalam kajian ini ada 3 alternatif pendekatan yang dapat digunakan yaitu : a. strategi pembelajaran dibagi atas Strategi Exposition dan Discovery Learning. baik yang secara \umum berlaku maupun yang bersifat khusus dalam pengajaran. Tetapi pada hakikatnya strategi pengajaran tidak hanya terbatas pada hal itu saja. Untuk memilih metode perlu pendekatan sebagai pedoman. jika pelaksanaannya tidak menghasilkan sesuatu yang baik bagi anak didik. adalah pendekatan yang sifatnya menyampaikan informasi termasuk metode ceramah dan sejenisnya. discovery inquiri dan sejenisnya. harapan. observasi..3. Pendekatan yang berpusat pada mata pelajaran (subject oriented) b. Kurikulum yang baik tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Pendekatan Heuristik. Pendekatan yang berorientasi pada kehidupan masyarakat (social oriented). namun metode pembelajaran hendaknya bersipat multi metode . Landasan dalam tolak ukur untuk pemakaian jenis metode yaitu bahwa tidak ada metode satupun yang dapat dikatakan lebih baik. Karena itu penyusunannya harus berdasarkan analisis tugas yang mengacu pada tujuan kurikulumdan berdasarkan perilaku awal siswa (entry behavior). bahan ajar sudah dikemas sedemikian rupa sehingga mahasiswa tinggal menguasai saja dan metode yang banyak digunakan adalam ceramah. Strategi pelaksanaan kurikulum berhubungan dengan bagaimana kurikulum itu dilaksanakan disekolah. c. yang harus diwujudkan secara nyata disekolah. yaitu pendekatan yang sifatnya praktek. Pendekatan Ekspositorik. ide. ada beberapa pendekatan yaiti. pelaksanaan bimbiungan dan mengatur kegiatan. bahan ajar tidak dikemas dalam bentuk yang sudah jadi. sehingga mampu mampu mengantarkan anak didik mencapai tujuan pendidikan. Dalam exposition.

Organisasi materi dan pengalaman belajar memiliki dua dimensi : horizontal dan vertikal. yaitu program kurikulum yang menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik. dimana masalah-masalah diambil dari suatu mata pelajaran tertentu. yang diajarkan sendiri-sendiri tanpa ada hubungan dengan mata pelajaran lainnya. yaitu suatu program yang berupa unit-unit masalah. 3. dan kemampuan peserta didik. Bidang studi (broad field). semua materi diberikan sama 2. 5. korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahankelemahan sebagai akibat pemisahan mata pelajaran. membandingkan. kebutuhan. 4. yaitu: 1. Setidaknya terdapat enam ragam pengorganisasian kurikulum. Masing-masing diberikan pada waktu tertentu dan tidak mempertimbangkan minat. Organisasi vertikal mencakup urutan dan kesinambungan materi pelajaran berupa hubungan longitudinal/pengalaman belajar peserta didik. Organisasi horizontal menyangkut ruang lingkup dan keterpaduan dari keseluruhan materi.mengumpulkan informasi. Prosedur yang ditempuh adalah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan peserta didik memahami pelajaran tertentu. Program yang berpusat pada anak (child centered). Mata pelajaran terpisah (isolated subject). Komponen Organisasi Kurikulum Komponen organiasi berkaitan dengan bagaimana materi disusun (diorganisasikan) sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar untuk mencapai tujuan. dan mata pelajaran lainnya dikorelasikan dengan core tersebut. 4. Mata pelajaran berkorelasi. bukan pada mata pelajaran. Mata pelajaran-mata pelajaran yang menjadi pisau analisisnya diberikan secara terintegrasi. dan sebagainya maka itu metode yang sering dipakai adalah metode pemecahan masalah. dan mata pelajaran lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalahnya. menganalisa. Inti Masalah (core program). kurikulum terdiri dari sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah. Organisasi horizontal merupakan kaitan antara satu mata pelajaran dengan pelajaran lain pada kelas yang sama. Beragamnya pandangan yang mendasari pengembangan kurikulum memunculkan terjadinya keragaman dalam mengorgansiasikan kurikulum. yaitu organisasi kurikulum yang berupa pengumpulan beberapa mata pelajaran yang sejenis serta memiliki ciri-ciri yang sama dan dikorelasikan (difungsikan) dalam satu bidang pengajaran. . Salah satu mata pelajaran dapat dijadikan core subject .

e) Kriteria keseimbangan. untuk memenuhi kebutuhan lokal disediakan mata pelajaran muatan lokal serta untuk kepentingan penyaluran bakat dan minat peserta didik disediakan kegiatan pengembangan diri. sosial maupun intelektual. yaitu suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang terpusat pada mata pelajaran dan peserta didik Berkenaan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. olahraga dan kesehatan Kelompok-kelompok mata pelajaran tersebut selanjutnya dijabarkan lagi ke dalam sejumlah mata pelajaran tertentu. (4) kelompok mata pelajaran estetika. yang terbagi ke dalam lima kelompok mata pelajaran. Bertujuan untuk membantu peserta didik melihat kesatuan yang ada antara semua materi pelajaran yang terkait. memperhatikan agar ada tekanan yang seimbang pada semua asfek yang ada. Ada 5 kriteria organisasi materi pelajaran / pengalaman belajat yaitu : a) Kriteria ruang lingkup. (2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. mencakup materi dan pengalaman belajar. yang disesuaikan dengan jenjang dan jenis sekolah. yaitu : (1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan (5) kelompok mata pelajaran jasmani. Menyangkut jawaban atas pertanyaan : materi dan pengalaman belajar apa yang harus diajarkan? Berapa jauh ruang lingkup dan organisasi materi itu harus ditetapkan untuk mencapai tujuan? b) Kriteria integrasi menyangkut mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain yang terkait. tampaknya lebih cenderung menggunakan pengorganisasian yang bersifat eklektik. (3) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. baik pada asfek personal.6. c) Kriteria urutan menyangkut usaha untuk menghasilkan belajar kumulatif dan berkelanjutan secara vertikal. Umpama untuk mengembangkan kemampuan menulis. Keseimbangan dicapai kalau semua peserta didik berkesempatan memahami materi. . d) Kriteria kontinuitas. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk latihan terus-menerus dan berulang-ulang. menyangkut hubungan vertikal materi/kegiatan belajar. Ecletic Program. Di samping itu.

. obyektivitas.(output program) Persyaratan suatu instrument penilaian adalah aspek validitas. rencana terkait dengan pelaksanaan kurikulum sesuai tujuan dan materi kurikulum dengan alat ukur yang handal dan mudah dilaksanakan serta memberikan hasil yang akurat. dilakukan berdasarkan tanggung jawab kelompok guru. kesulitan dan upaya bimbingan yang diperlukan. Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. juga digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan. dengan evaluasi dapat diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi dapat dibuat keputusan kurikulum itu sendiri. guru dan proses pembelajaran itu sendiri. Penilaian harus bernilai objektif.5. pembelajaran. realiabilitas. keberhasilah siswa. Jenis-jenis penilaian meliputi : a) Penilaian awal pembelajaran (Input program) b) Penilaian proses pembelajaran (Program) c) Penilaian akhir pembelajaran. Dalam evaluasi dapat dukelompokan kedalam dua jenis yaitu: 1. Tes Tes biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam asfek kognitif. Dalam konteks kurikulum evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum. Tes berdasarkan jumlah peserta dibedakan jadi tes kelompok yaitu dilakukan terhadap sejumlah siswa secara bersama-sama dan tes individu adalah tes yang dilakukan kepada seorang individu secara perorangan. Komponen Evaluasi kurikulum Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Kedua memiliki tingkat reliabilitas/kendalan jika tes tersebut bias menghasilkan informasi yang konsisten. Tes memiliki dua kriteria yaitu tes memiliki tingkat validitas seandainya dapat mengukur yang hendak diukur. kepraktisan dan pembedaan.

c. Non Tes Non tes adalah alat evaluasi yang biasanya digunakan untuk asfek tingkah laku termasuk sikap. Studi kasus Studi kasus dilaksanakan untuk mempelajari individu dalam periode tertentu secara terus menerus. b.Tes dilihat dari cara penyusunannya yaitu tes buatan guru yaitu untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh guru bersangkutan dan tes standar adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dan memprediksi kemampuan siswa pada masa yang akan datang. . minat dan motivasi. Beberapa jenis non tes yaitu : a. Skala Penilaian Skala penilaian/rating acale adalah salah satu alat penilaian dengan mengunakan alat yang telah disusun dari yang negatif sampai positif. 2. Wawancara Wawancara adalah komunikasi langsung antara pewawancara dan yang diwawancarai. Observasi non partisipatif yaitu observasi yang dilakukan dengan cara observer murni sebagai pengamat. Wawancara tidak langsung apabila pewawancara mengumpulkan data subjek melalui pelantara. d. Tes dilihat dari pelaksanaannya dibedakan menjadi tes tertulis adalah dengan cara siswa menjawab sejumlah soal secara tertulis dan tes lisan adalah tes yang dilakukan langsung komunikasi dengan siswa secara verbal. Observasi dibedakan jadi observasi partisipatif yaitu dimana observer ikut kedalam objek yang sedang dia observasi. Observasi Observasi adalah penilaian dengan cara mengamati tingkah laku pada situasi tertentu. Ada dua jenis wawancara yaitu wawancara langsung apabila pewawancara melakukan komunikasi dengan subjek yang akan dievaluasi. sehingga pada skala tersebut penilai tunggal membubuhi tanda.

sebagai kesatuan yang bulat untuk mencapai tujuan. susunan materi/pengalaman belajar dan d. evaluasi apakah tujuan yang ditetapkan tercapai (Tyler.BAB III PENUTUP Kesimpulan sistem terhadapa kurikulum. 1949). yaitu: a. materi yang perlu disiapkan untuk mencapai tujuan. Dalam komponen kurikulum ada hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan. tujuan yang ingin dicapai. artinya kurikulum itu dipandang memiliki sejumlah komponenkomponen yang saling berhubungan. . b. c.

Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : PT. Mulyasa. Pengembanagan kurikulum Pasuruan: garoeda buana indah. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. 1991. 1993 Nana Sudjan. 2003 http://akhmadsudrajat. 2003. ________. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi.wordpress. Pembinaan dan pengembangan kurikulum disekolah Bandung: Sinar Baru. 2002. 1991 Mulyasa. 2002. Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UPI Depdiknas. Remaja Rosda Karya Didi. Nurtain.dkk. 2003. ________. . Sukiyudi. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. dan implementasi Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Jakarta: Puskur Balitbang ________. 2003.com/2008/01/22/komponen-komponen-kurikulum E.REFERENSI Hamid syarif. Mohd & H. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. 2006. Standar Kompetensi Bahan Kajian. Kurikulum Pembelajaran. Jakarta: Puskur Balitbang. karakteristik. ³Kurikulum Berbasis Kompetensi´. Jakarta: Puskur Balitbang. Jakarta: Puskur Balitbang. Bandung : UPI Press Ansyar. Kurikulum dan Pembelajaran. 2003. Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif. Jakarta : DEPDIKBUD DIKTI Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan Tim Pengembang MKDK Kurikulum & Pembelajaran. Model Pelatihan dan Pengembangan Silabus. Kurikulum Berbasis Kompetensi konsep.

T.T. Kurikulum yang Disempurnakan. Jakarta: Puskur Balitbang. Bandung : P. Bandung: P. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. _________. Penilaian Kelas. Mulyasa. 2003. Bandung : P. Remaja Rosdakarya. Remaja Rosdakarya. Pengembangan Kurikum. ________. Panduan Pembelajaran KBK. Karakteristik dan Implementasi. _________. Remaja Rosdakarya Nana Syaodih Sukmadinata. Pengantar Filsafat Pendidikan. 22. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Uyoh Sadulloh. Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI.2003.T. Remaja Rosdakarya. Bandung : P. 1997.________. Kurikulum Berbasis Kompetensi. E. Media Iptek =========== . Jakarta: Puskur Balitbang. 2004. 2002.T.. Konsep.T. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: P. Permendiknas No. 2006. Kurikulum dan Pembelajaran. Pengelolaan Kurikulum di Tingkat Sekolah. 23 dan 24 Tahun 2007 Tim Pengembang MKDK. Teori dan Praktek.1994. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful