PENELITIAN KOMPARATIF

PERBANDINGAN TINGKAT PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SI PGSD BERASRAMA BANJARBARU YANG SERING DAN JARANG MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR.

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metodologi Penelitian

Dosen Pembimbing : Drs.H. Fansuri, M.Pd

Disusun oleh : Nama NIM Kelas : Nurul Azizah : A1E307904 : VI A

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN S1 PGSD TERINTEGRASI BANJARBARU 2010

1

KATA PENGANTAR

Bismillahirrrahmanirrahim Puji syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT atas segala Rahmat ` HidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan proposal ini. Penulisan proposal ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah metodologi penelitian. Proposal ini dapat diselesaikan oleh penulis karena penulis banyak mendapatkan bimbingan, pengarahan, bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Penulis juga menggali dari berbagai sumber baik media cetak maupun elektronik. Selain itu, dalam kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. H.Fansuri, M.Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah metodologi penelitian dan kepada semua mahasiswa S1 PGSD Berasrama yang telah bersedia menjadi responden. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan proposal ini masih banyak terdapat kekurangan baik dari segi bahasa maupun segi sistematika penulisan. Hal ini disebabkan karena kemampuan, pengetahuan dan keterampilan penulis selaku mahasiswa masih kurang. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi menyempurnakan dan memperbaiki proposal ini. Akhirnya, penulis mengharap semoga proposal ini bisa bermanfaat bagi kita semua, tidak hanya bagi penulis tetapi juga pembaca sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan. Amin YaRobbal A’lamin.

Banjarbaru, Juni 2010

Penulis

2

DAFTAR ISI

JUDUL Kata Pengantar ...................................................................................................... i Daftar Isi ............................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 A.Latar Belakang ......................................................................................... 1 B.Identifikasi Masalah ................................................................................. 3 C.Batasan Masalah ....................................................................................... 3 D.Rumusan Masalah .................................................................................... 4 E. Tujuan penelitian ...................................................................................... 4 F. Manfaat Penelitian ................................................................................... 5 BAB II LANDASAN TEORI .............................................................................. 6 A. Deskripsi Teori ......................................................................................... 6 1. Belajar ................................................................................................... 6 2. Sumber Belajar...................................................................................... 8 3. Perpustakaan sebagai Sumber Belajar ................................................. 9 4. Prestasi Belajar...................................................................................... 12 B. Kerangka Berpikir.................................................................................... 18 C. Hipotesis Penelitian ................................................................................. 19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................................. 20 A.Metode Penelitian ..................................................................................... 20 B.Populasi dan Sampel Penelitian ................................................................. 20 C. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................... 23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................... 28 A. Penyajian Data ......................................................................................... 29.

3

B. Pengujian Hipotesis .................................................................................. 32 B. Pembahasan Hasil Penelitian .................................................................... 35 BAB V PENUTUP .................................................................................................. 38 A.Kesimpulan ............................................................................................... 38 B.Saran ........................................................................................................... 39 LAMPIRAN - LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA

4

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Penyelenggaraan pendidikan adalah salah satu aktivitas yang senantiasa tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pembangunan Indonesia di bidang pendidikan dewasa ini dapat dilihat dari peningkatan sistem pelaksanaan pendidikan yang diusahakan dari waktu ke waktu. Seperti tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menggariskan bahwa pembangunan di bidang pendidikan adalah upaya mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Depdiknas, UU No. 20 Th. 2003:pasal 3 dalam skripsi Susana Herminingsih. 2005 :13). Peningkatan mutu pendidikan menjadi kewajiban semua pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan. Salah satu usaha dalam peningkatan mutu pendidikan adalah penyediaan perpustakaan sebagai sumber belajar yang dapat memberikan fasilitas belajar. Perpustakaan merupakan suatu hal yang wajib ada dalam sebuah lembaga atau lingkungan pendidikan. Perpustakaan merupakan gudangnya ilmu dan informasi bacaan, baik yang berkaitan dengan dunia pendidikan maupun pengetahuan umum sehingga keberadaan perpustakaan di lingkungan sekolah diharapkan dapat memudahkan

mahasiswa dalam mencari referensi atau rujukan sumber ilmu yang sedang dipelajarinya dengan demikian mahasiswa dapat mengembangkan wacana serta wawasannya lebih luas lagi.

5

Perpustakaan mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Peranan perpustakaan dalam kegiatan belajar mengajar terlihat jelas, mengingat proses belajar mengajar modern menggunakan beberapa metode antara lain: tanya jawab, ceramah, diskusi dan lain-lain. Dengan metode tersebut peranan mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar tidak hanya mendengarkan ceramah dari dosen secara pasif, tetapi harus melakukan beberapa kegiatan yang mendukung tercapainya tujuan belajar mengajar. Sekarang banyak keluhan daya serap / pemahaman para mahasiswa terhadap penguasaan bahan ajar rendah. Penyebab rendahnya daya serap para siswa terhadap bahan ajar tersebut bukan karena faktor potensial, tetapi salah satu penyebabnya yang penting ad alah minat membaca buku mahasiswa yang lemah. Dengan adanya minat yang tinggi pada mahasiswa akan

menjadikan mahasiswa lebih bersemangat dan bergairah dalam belajar. Seseorang yang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu biasanya tidak dapat diharapkan akan berhasil dengan baik dalam menguasai ilmu yang dipelajari. Sebaliknya kalau seseorang belajar atau membaca dengan penuh minat maka akan meluangkan waktunya yang cukupbanyak untuk mendalami mata pelajaran tersebut sehingga diharapkan prestasi yang dicapai akan lebih baik. Berdasarkan uraian di atas penting kiranya untuk mengetahui secara jelas apakah ada perbedaan prestasi antara mahasiswa yang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belalajar dan yang tidak. Untuk itu dilakukan penelitian dengan judul “Perbandingan tingkat prestasi mahasiswa SI PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar”.

6

B. Identifikasi Masalah Identifikasi masalah pada penelitian ini adalah: 1. Bagaimana pemanfaatan perpustakaan PGSD Banjarbaru sebagai sumber belajar? 2. Apakah perpustakaan PGSD Banjarbaru dapat dijadikan sumber belajar secara optimal? 3. Apakah buku yang ada diperpustakaan PGSD Banjarbaru sesuai dengan materi ajar sehingga dapat dijadikan sumber belajar? 4. Cocokkah ruang perpustakaan PGSD Banjarbaru untuk dijadikan tempat belajar? 5. Bagaimana kelengkapan fasilitas perpustakaan PGSD Banjarbaru? 6. Apakah pelayanan diperpustakaan PGSD Banjarbaru memuaskan? 7. Bagaimana dengan kenyamanan penataan ruang perpustakaan PGSD Banjarbaru untuk dijadikan sumber belajar? 8. Bagaimana prestasi mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar? 9. Bagaimana prestasi mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar? 10. Bagaimana perbandingan tingkat prestasi antara mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering memanfaatkan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar? dan yang jarang

C. Batasan Masalah Pembatasan masalah pada penelitian ini adalah : 1. Pemanfaatan perpustakaan PGSD Banjarbaru sebagai sumber belajar. 2. Prestasi mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. 3. Prestasi mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.

7

4. Perbandingan tingkat prestasi antara mahasiswa SI PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering memanfaatkan dan yang jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.

D. Rumusan Masalah Perumusan masalah pada penelitian ini adalah : 1. Bagaimana pemanfaatan perpustakaan PGSD Banjarbaru sebagai sumber belajar? 2. Bagaimana prestasi mahasiswa SI PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar? 3. Bagaimana prestasi mahasiswa PGSD S1 Berasrama Banjarbaru yang jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar? 4. Bagaimana perbandingan tingkat prestasi antara mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar?

E. Tujuan Penelitian Tujuan diadakannya penelitian ini adalah : 1. Mengetahui bagaimana sebagai sumber belajar. 2. Mengetahui bagaimana prestasi mahasiswa SI PGSD Berasrama pemanfaatan perpustakaan PGSD Banjarbaru

Banjarbaru yang sering memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. 3. Mengetahui bagaimana prestasi mahasiswa S1 PGSD Berasrama

Banjarbaru yang jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. 4. Mengetahui bagaimana perbandingan tingkat prestasi antara mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.

8

F. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat: 1. Sebagai bahan masukan bagi mahasiswa agar lebih optimal lagi memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. 2. Sebagai masukan bagi dosen, petugas perpustakaan agar selalu bekerja sama dengan mahasiswa dalam memanfaatkan potensi perpustakaan dalam meningkatkan prestasi. 3. Bagi peneliti, untuk mengetahui ada tidaknya perbandingan tingkat prestasi mahasiswa S1 PGSD Berasrama yang sering dan jarang

memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar dan menjadi motivasi kedepan bagi peneliti untuk selalu melibatkan perpustakaan dalam proses belajar.

9

BAB II LANDASAN TEORI

A. Deskriptif Teori 1. Belajar a. Pengertian belajar Pendapat para ahli yang mengungkapkan pengertian belajar dengan meninjau dari bermacam-macam sudut, diantaranya James O. Whittaker merumuskan belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengamatan. (Abu Ahmadi. 2003 :126) Cronbach berpendapat bahwa Learning is shown by change in behavior, asa result of experience. Belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. (Abu Ahmadi. 2003:127)
Winkel mengatakan belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap. (skripsi Slamet Harwanto. 2006 : 9)

Beberapa pendapat para ahli tentang pengertian belajar yang telah dikemukakan di atas dapat dipahami bahwa belajar merupakan suatu kegiatan atau aktifitas seseorang melalui proses pendidikan dan latihan, yang dilakukan secara terus-menerus sepanjang hidup hingga

menimbulkan beberapa perubahan dan perkembangan pada dirinya baik pengetahuan, tingkah laku, dan keterampilan untuk menuju kearah yang lebih baik.

10

b.

Ciri-Ciri Belajar. Menurut Darsono Ciri-ciri belajar adalah sifat atau keadaan yang khas dimiliki oleh perbuatan belajar, dengan demikian ciri-ciri belajar ini akan membedakannya dengan perbuatan yang bukan belajar (skripsi Slamet Harwanto. 2006 : 9) . Ciri-ciri belajar tersebut adalah: 1) Belajar dilakukan dengan sadar dan mempunyai tujuan. Tujuan dipakai sebagai arah kegiatan dan sekaligus sebagai tolok ukur keberhasilan belajar. 2) Belajar merupakan pengalaman sendiri, tidak dapat diwakilkan pada orang lain. Jadi belajar bersifat individual. 3) Belajar merupakan proses interaksi antara individu dan lingkungan. Berarti individu harus aktif bila dihadapkan pada suatu lingkungan tertentu. Keaktifan ini dapat terwujud karena individu memiiki berbagai potensi untuk belajar. Misalnya perhatian, minat, pikiran, emosi, motivasi dll. 4) Belajar mengakibatkan terjadinya perubahan pada diri seseorang yang belajar. Perubahan tersebut bersifat integral, artinya perubahan dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang terpisahkan satu sama lain.

c. Unsur-unsur Dinamis dalam Belajar. Unsur-unsur dinamis dalam belajar mempunyai arti yaitu faktorfaktor yang keberadaanya berubah-ubah dalam diri individu yang belajar. Pada suatu saat faktor itu kuat, di saat lain melemah. Bila kondisi faktor itu menguat, maka proses belajar yang terjadi akan lancar dan sebaliknya. Bila sedang menurun siswa melalui bantuan guru perlu meningkatkannya. Unsur-unsur dinamis dalam belajar, antara lain: a) Bahan Belajar dan Upaya Peningkatannya. Bahan belajar sebagai muatan esensial diberikan untuk mencapai tujuan belajar. Oleh karena itu bahan belajar harus dipilih sesuai dengan tujuan belajar, disamping harus sesuai dengan minat siswa. Kemajuan dibidang ilmu penegatahuan dan teknologi sekarang ini

11

memberikan kemudahan guru umtuk memperoleh bahan belajar yang banyak dan bervariasi. b) Alat Bantu dan Upaya Peningkatannya. Alat bantu belajar adalah segala sesuatu yang direncanakan oleh guru, biasanya berupa alat peraga dan media. Alat peraga berfungsi memperjelas hal-hal yang telah diterangkan, karena dengan alat peraga siswa mempunyai pengalaman lebih banyak daripada sekedar mendengarkan. Media berfungsi sebagai bahan belajar yang perlu dipelajari siswa tanpa melalui guru. Supaya suasana kondusif ini terwujud, guru perlu melakukan berbagai kegiatan, misalnya mengatur ruangan kelas secara tepat dan menarik, serta menciptakan interaksi yang wajar berlandaskan rasa saying antar sesama (Darsono, 2000:33-37 dalam skripsi Slamet Harwanto. 2006 : 11)

2.

Sumber Belajar. Menurut Ahmad Rohani (1997 : 102) sumber belajar adalah segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan memungkinkan (memudahkan) terjadinya proses belajar. Pada dasarnya

sumber belajar yang dipakai dalam pendidikan ataulatihan adalah suatu sistem yang terdiri dari sekumpulan bahan atau situasi yang diciptakan dengan sengaja dan dibuat agar memungkinkan siswa belajar secara individual. Sumber belajar inilah yang disebut media pendidikan atau media instruksional untuk menjamin bahwa sumber belajar tersebut adalah sebagai sumber belajar yang cocok, sumber tersebut menurut Sudjarwo (1988:125 dalam skripsi Slamet Harwanto. 2006 : 12)harus memenuhi tiga persyaratan, yaitu: a) Harus dapat tersedia dengan cepat. b) Harus memungkinkan siswa untuk memacu diri sendiri. c) Harus bersifat individual, misalnya harus dapat memenuhi berbagai kebutuhan para siswa dalam belajar mandiri. Berdasarkan pada persyaratan tersebut, maka sebuah sumber belajar harus berorientasi pada siswa secara individual yang berbeda dengan sumber belajar yang tradisional, yaitu sesuatu sumber belajar yang dibuat berdasarkan pada pendekatan yang berorientasi pada guru/lembaga pendidikan.

12

Pusat dan Peranan Sumber Belajar. Menurut Sudjarwo (1988:126) pusat sumber belajar yang kadangkala diberi nama lain yang serupa seperti laboratorium alat bantubelajar, alat bantu belajar atau pusat belajar mandiri yang berfungsi melayani berbagai kebutuhan individual suatu sekolah. Misalnya beberapa sekolah dapat dilayani oleh suatu pusat sumber belajar. Pada umumnya, pusat-pusat seperti itu ditempatkan dalam perpustakaan, yang sering mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai pusat sumber belajar yang tersedia untuk penyimpanan dan untuk pemanfaatan sumberbelajar baik yang berupa cetak maupun non cetak. (skripsi Slamet Harwanto. 2006 : 12)

3. Perpustakaan sebagai Sumber Belajar a. Pengertian Perpustakaan Sekolah. Hampir disetiap sekolah mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi terdapat perpustakaan sekolah. Perpustakaan merupakan pusat sarana akademis. (Azhar Arsyad. 2002 : 101). Perpustakaan merupakan unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi bahan perpustakaan yang dikelola dan diatur secara sistematis dengan cara tertentu, untuk digunakan secara kontinu oleh pemakai sebagai sumber informasi (Nurhadi, 1983:4 dalam skripsi
Slamet Harwanto. 2006 : 22)

Perpustakaan merupakan sumber belajar yang harus dimanfaatkan oleh siapapun yang masih mau belajar, dapat menjadi sumber belajar. Tidak hanya terbatas pada perpustakaan sekolah saja melainkan juga perpustakaan-perpustakaan lain yang bermacam jenis dan tingkatannya, termasuk perpustakaan keliling yang diadakan di kota atau di daerah tertentu. Guru dan siswa tidak memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar, tetapi juga kemungkinan partisipasinya dalam melengkapi koleksi sumber di perpustakaan itu, antara lain dengan mengundang juga perhatian dan peranan orang tua murid maupun juga

13

lembaga yayasan luar sekolah yang bersimpati terhadap pendidikan (Suharyono,2003:39 dalam skripsi Slamet Harwanto. 2006 : 22)

Parit M Yusuf dalam Nasution (1989:10 dalam skripsi Slamet
Harwanto. 2006 : 23) mengemukakan bahwa perpustakaan sebagai pusat

informasi, karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) Tempat terhimpun berbagai macam himpunan sumber informasi. 2) Tempat diolehnya berbagai macam himpunan sumber informasi. 3) Tempat menyebarluaskan berbagai macam sumber informasi. 4) Hal-hal tertentu berfungsi sebagai tempat lahirnya informasi. 5) Tempat dipelihara berbagai macam informasi. 6) Tempat pewaris budaya bangsa. Untuk itu betapa pentingnya memanfaatkan sumber belajar dari perpustakaan sekolah dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. b. Perpustakaan Sekolah dalam Proses Belajar Mengajar. Perpustakaan adalah salah satu alat vital dalam setiap program pendidikan, pengajaran, dan penelitian bagi setiap lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan. Perpustakaan sekolah lebih dikhususkan untuk menunjang proses belajar pendidikan sebagai lembaga pendidikan. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu jenis perpustakaan pada umumnya, maka dapat dikatakan bahwa pengertian perpustakaan sekolah merupakan penjabaran bagi pengertian perpustakaan pada umumnya. Perpustakaan sekolah terwujud dengan adanya suatu unit tertentu disebuah lembaga yang bernama sekolah. Menurut Nurhadi (1983:9 dalam skripsi Slamet Harwanto. 2006 : 23) perpustakaan sekolah menunjang belajar mengajar di sekolah. Perpustakaan sekolah menurut Nasution (1983:3 dalam skripsi
Slamet Harwanto. 2006 : 23) mempunyai fungsi sebagai berikut:

1)

Membantu melaksanakan penelitian dan membantu menemukan keterangan-keterangan yang didapat di dalam kelas. Perpustakaan memperbanyak pengetahuan dengan menyediakan bahan

perpustakaan dalam segala bentuknya, yang menunjang pelajaran.

14

2)

Memupuk daya kritis dari sumber yang beranekaragam, sehingga dapat mengetahui berbagai informasi ilmu pengetahuan yang dapat diberikan dengan cara berbeda-beda.

3)

Membantu menghubungkan kreativitas, bila penting hubungan dan ketrampilan lain.

4)

Tempat untuk melestarikan buku dengan koleksi-koleksi karya sastra dan budaya dari masa ke masa banyak tersimpan di perpustakaan sekolah. Sehingga dapat menengok, mengerti, menghayati kebudayaan dan kekayaan adat istiadat masa lampau.

5)

Sebagai pusat penerangan, majalah, surat kabar yang memuat tulisan-tulisan yang berisikan penerangan berbagai hal tentang perkembangan siswa menjadi sumber informasi bagi siswa untuk tetap berpijak pada zamannya.

6)

Menjadi pusat dokumentasi, kliping, laporan kerja / album-album dapat disimpan di perpustakaan sekolah.

7)

Sebagai tempat rekreasi tempat rekreasi bacaan-bacaan ringan, cerita-cerita lucu dapat menjadi pelepas ketegangan setelah menerima pelajaran di dalam kelas. Tujuan dan fungsi perpustakaan sekolah di atas dapat diketahui

bahwa perpustakaan sekolah mempunyai peranan dalam menunjang keberhasilan dalam belajar. Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. c. Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah. Ciri utama perpustakaan sekolah adalah adanya fungsi

pemanfaatan terhadap koleksi yang dimilikinya, jadi perpustakaan sekolah bukanlah sekedar “fosil ilmu Pengetahuan” bukan sekedar koleksi buku, melainkan koleksi bahan pustaka yang baik berupa buku maupun nonbuku yang berfugsi untuk dimanfaatkan secara efisien maka koleksi tersebut harus di proses dan di urus (Soedibyo, 1987:85 dalam skripsi Slamet Harwanto. 2006 : 25). Menurut Soejonotrimo dalam Nurhadi (1983:85-86 dalam skripsi
Slamet Harwanto. 2006 : 23) pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk

15

menuruti kebutuhan baik dalam belajar maupun minat-minatnya. Pemanfaatan perpustakaan sekolah meliputi: 1) Meminjam atau membaca buku-buku, bahan-bahan yang

diwajibkan atau dianjurkan bagi penyelesaian pelajaran. 2) Di perpustakaan dapat mencari keterangan dan bahan-bahan yang diperlukan. 3) Untuk memenuhi minat dan rekreasi yang sehat setiap harinya. Pemanfaatan yang efektif dan efisien terhadap koleksi

perpustakaan akan menunjang kegiatan belajar-mengajar. Pemanfaatan yang efektif meliputi frekuensi kunjungan ke perpustakan sekolah, kesadaran untuk menjadi anggota perpustakaan, aktivitas siswa selama di perpustakaan dan kesiapan sebelum ke perpustakaan. 4. Prestasi Belajar Menurut (http://sunartombs.wordpress.com/2009/01/05/pengertianprestasi-belajar/) prestasi dapat diartikan hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu. Ada lagi yang lebih khusus mengartikan bahwa belajar adalah menyerap oengetahuan. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam tingkah laku manusia. Proses tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada suatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Sehubungan dengan prestasi belajar, Poerwanto (1986:28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam

16

raport.” Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Sedangkan menurut S. Nasution (1996:17) prestasi belajar adalah: “Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, affektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.” Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. Seseorang yang mengalami proses belajar menginginkan hasiln yang baik sesuai apa yang hendak dicapai, untuk itu perlu kiranya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern). Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat dan sebagainya. a. Faktor intern Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu kecedersan/intelegensi, bakat, minat dan motivasi. Kecerdasan/intelegensi Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk

17

menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya. Adakalany perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-kemajuan yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya, sehingga seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya. Oleh karena itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut Kartono (1995:1) kecerdasan merupakan “salah satu aspek yang penting, dan sangat menentukan berhasil tidaknya studi seseorang. Kalau seorang murid mempunyai tingkat kecerdasan normal atau di atas normal maka secara potensi ia dapat mencapai prestasi yang tinggi.” Slameto (1995:56) mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah.” Muhibbin (1999:135) berpendapat bahwa intelegensi adalah “semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk meraih sukses.”

Dari pendapat di atas jelaslah bahwa intelegensi yang baik atau kecerdasan yang tinggi merupakan faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajar. Bakat Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Ungkapan ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan

18

tertentu.” Kartono (1995:2) menyatakan bahwa “bakat adalah potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata.” Menurut Syah Muhibbin (1999:136) mengatakan “bakat diartikan sebagai kemampuan indivedu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.”

Dari pendapat di atas jelaslah bahwa tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang sangat ditentukan oleh bakat yang dimilikinya sehubungan dengan bakat ini dapat mempunyai tinggi rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu. Dalam proses belajar terutama belajat keterampilan, bakat memegang peranan penting dalam mencapai suatu hasil akan prestasi yang baik. Apalagi seorang guru atau orang tua memaksa anaknya untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan bakatnya maka akan merusak keinginan anak tersebut. Minat Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenai beberapa kegiatan. Kegiatan yang dimiliki seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa sayang. Menurut Winkel (1996:24) minat adalah “kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.” Selanjutnya Slameto (1995:57) mengemukakan bahwa minat adalah “kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan, kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus yang disertai dengan rasa sayang.”

Kemudian Sardiman (1992:76) mengemukakan minat adalah “suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atai arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginankeinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri.”

Berdasarkan pendapat di atas, jelaslah bahwa minat besar

19

pengaruhnya terhadap belajar atau kegiatan. Bahkan pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat menambah kegiatan belajar. Untuk menambah minat seorang siswa di dalam menerima pelajaran di sekolah siswa diharapkan dapat mengembangkan minat untuk melakukannya sendiri. Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Apabila seseorang

mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu hal maka akan terus berusaha untuk melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai sesuai dengan keinginannya. Motivasi Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan belajar. Persoalan mengenai motivasi dalam belajar adalah bagaimana cara mengatur agar motivasi dapat ditingkatkan. Demikian pula dalam kegiatan belajar mengajar sorang anak didik akan berhasil jika mempunyai motivasi untuk belajar. Nasution (1995:73) mengatakan motivasi adalah “segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.” Sedangkan Sardiman (1992:77) mengatakan bahwa “motivasi adalah

menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu.” Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) motivasi instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar. Sedangkan motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seseorang siswa yang menyebabkan siswa tersebut melakukan kegiatan belajar.

Dalam memberikan motivasi seorang guru harus berusaha dengan segala kemampuan yang ada untuk mengarahkan perhatian siswa

20

kepada sasaran tertentu. Dengan adanya dorongan ini dalam diri siswa akan timbul inisiatif dengan alasan mengapa ia menekuni pelajaran. Untuk membangkitkan motivasi kepada mereka, supaya dapat melakukan kegiatan belajar dengan kehendak sendiri dan belajar secara aktif. 2. Faktor Ekstern Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa, yaitu beberapa pengalaman-pengalaman, keadaan keluarga, lingkungan sekitarnya dan sebagainya. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga, keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat.” a. Keadaan Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Slameto bahwa: “Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. Keluarga yanng sehat besar artinya untuk pendidikan kecil, tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa, negara dan dunia.”

Adanya rasa aman dalam keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Rasa aman itu membuat seseorang akan terdorong untuk belajar secara aktif, karena rasa aman merupakan salah satu kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk belajar. Dalam hal ini Hasbullah (1994:46) mengatakan: “Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan pendidikan dan bimbingan, sedangkan tugas utama dalam keluarga bagi

pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.”

21

Oleh karena itu orang tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan dimulai dari keluarga. Sedangkan sekolah merupakan pendidikan lanjutan. Peralihan pendidikan informal ke lembaga-lembaga formal memerlukan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sebagai pendidik dalam usaha meningkatkan hasil belajar anak. Jalan kerjasama yang perlu ditingkatkan, dimana orang tua harus menaruh perhatian yang serius tentang cara belajar anak di rumah. Perhatian orang tua dapat memberikan dorongan dan motivasi sehingga anak dapat belajar dengan tekun. Karena anak memerlukan waktu, tempat dan keadaan yang baik untuk belajar. b. Keadaan Sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Keadaan sekolah ini meliputi cara penyajian pelajaran, hubungan guru dengan siswa, alat-alat pelajaran dan kurikulum. Hubungan antara guru dan siswa kurang baik akan mempengaruhi hasil-hasil belajarnya. Menurut Kartono (1995:6) mengemukakan “guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar.” Oleh sebab itu, guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan, dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar. Prestasi belajar dalam penelitian ini diambil dari niliai IPK semester 4 dari mahasiswa S1PGSD Berasrama Banjarbaru.

B. Kerangka Berpikir Perpustakaan sebagai sarana penunjang pendidikan sangat membantu para mahasiswa dan dosen dalam memenuhi kebutuhan belajar mengajar. Di dalam perpustakaan terdapat berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan oleh mahasiswa dan dosen untuk menggali dan mengembangkan sumber

22

belajar mengajar yang nantinya dibawa ke dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Pemanfaatkan sumber belajar di dalam perpustakan sekolah yang menyediakan berbagai sumber penunjang dalam memperoleh penegetahuan yang aktual dan juga untuk dalam mengembangkan materi dalam

memberikan paparan ketika didalam kelas agar tidak membosankan, perlu sekali menggunakan sumber-sumber yang ada diperpustakaan. Dengan pemanfaatan sumber belajar di perpustakaan ini yang apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan dapat menciptakan sifat kritis dan kreatif dari mahasiswa dan dosen, sehingga nantinya dapat digunakan atau dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Peranan perpustakaan dalam kegiatan belajar mengajar terlihat jelas, mengingat proses belajar mengajar modern menggunakan beberapa metode antara lain: tanya jawab, ceramah, diskusi dan lain-lain. Dengan metode tersebut peranan mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar tidak hanya mendengarkan ceramah dari dosen secara pasif, tetapi harus melakukan beberapa kegiatan yang mendukung tercapainya tujuan belajar mengajar. Dengan demikian dapat dibandingkan prestasi belajar yang di capai antara mahasiswa yang sering memanfaatkan dan yang jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.

C. Hipotesis Penelitian Terdapat Perbandingan tingkat prestasi belajar yang dicapai antara mahasiswa yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai

sumber belajar.

23

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian Penelitian adalah suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, dan usaha-usaha itu dilakukan dengan metode ilmiah. (http://www.pribadi-ibnu-rusdipengertian.co.id).

Dalam suatu penelitaian metode sangatlah penting, sebab dengan metode penelitian penelitian yang dilaksanakan dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sistematis, pengumpulan data sampai pada analisis data. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Mengetahui bagaimana perbandingan tingkat prestasi antara mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering memanfaatkan dan yang jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. Penelitian ini menggunakan metode: 1. Metode Dokumentasi. Metode dokumentasi, dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai nilai IPK semester 4 dari mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru. 2. Metode Angket. Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang segala kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang berkenaan dengan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar.

B. Populasi dan Sampel Penelitian. Populasi merupakan keseluruhan objek yang akan diamati. Objek yang diamati dapat berupa benda hidup maupun benda mati, dimana sifat-sifat yang ada dalam objek tersebut dapat diukur atau diamati. Populasi terdapat dua bagian yaitu ada populasi yang tak terbatas dan populasi yang dapat diketahui jumlahnya. Hasil pengukuran atau karakteristik dari populasi disebut

24

“parameter” yaitu harga rata-rata hitung (mean) dan simpangan baku(standard deviasi).( http://yenselpischa.wordpress.com/teknik-pengambilan-sample/) Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian yang memiliki karakter tertentu sesuai dengan apa yang diteliti (Suharsimi, 1996:108 dalam skripsi
Slamet Harwanto. 2006 : 28). Populasi dalam penelitian ini adalah semua

mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru. Tabel 1. Populasi penelitian. No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. Nama Mahasiswa Nurhidayati Musfi Rosmaini Yulyyana Nina Maulidya Khusnul Qotimah Fenny Noorjannah Laila Pitriani Nana Norliani Mariyana Fathul Jannah Rahmila Sari Wahyu Setyo Agustina Mahfuzatul Husna Maida Mustika Asri Fatimah Eka Fitriani Santi Sartika Afdah Norlatifah Siti Zubaidah Dewi Nur Utami F Syafaritul Jannah Megawati Noviecka W Blok A A A A A A A A A A A A A A A A A A A B B B B B

25

25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56.

Aulia Azizah Hadiatul Hasanah Choirun Nisa Ita Paulina Rohana Dasimah Aulia Rahmi Norliani Sri Widyastutik Ukhti Fada Uhara Noorhayati Agustina Pusvitasari Salasiah Wahdiah Marietna TM Zainul Aulia Ary Pryatna Ridhoni Ahmad Fahriadi Dede Dewantara Syarif Fauzan Miyandi Eko Anugrah M. Eko Wahono Adi Rusandy M. Hidayatullah A. Bahruddin Jailani Aulia Rahman Ernadi Hepriyadi Arif Rahman Prasetyo Tri Wibowo Ranto Yunawan Ahmad Syadzali M. Raji

B B B B B B B B B B B B B B B D D D D D D D D D D D D D D D D D

26

57. 58. 59. 60.

Agus Setiawan R.A, Surya. M Rusdi Tonny Ispiani Jumlah

D D D D 60 orang

C. Teknik Pengumpulan Data Teknik dalam pengumpulan data penelitian ini terdiri dari : (1) Identifikasi variabel, (2) Definisi operasional, (3) Pengembangan instrumen penelitian dan pengukuran, dan (4) Uji coba instrumen penelitian. 1. Identifikasi variabel Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 1996:91 dalam skripsi Susana Herminingsih. 2005 :40). Sedangkan pendapat yang dikemukakan Hadi (1989:224 dalam skripsi Susana Herminingsih. 2005 :13) variabel adalah gejala-gejala yang bervariasi baik jenis maupun tingkatannya. Variabel penelitian dibedakan menjadi variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Variabel yang diteliti terdiri dari 1 variabel terikat (devendent) dan 1 variabel bebas (indevendent), yaitu : a. b. Variabel terikat : Prestasi mahasiswa dilihat dari IPK semester IV (Y) Variabel bebas : Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar. (X). Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dapat dilihat dalam gambar korelasi hubungan antara varibel berikut.

x

Y

Adapun sub variabel yang mendukung dalam penyusunan instrument adalah: 1) Keanggotaan mahasiswa di perpustakaan. 2) Frekuensi kunjungan ke perpustakaan.

27

3) Aktivitas mahasiswa di perpustakaan. 4) Penggunaan perpustakaan sebagai sumber belajar. 2. Definisi Operasional Setiap variabel dirumuskan secara konseptual maupun operasional, berdasarkan sintesis yang diperoleh dari kerangka teoritik. Batasan Operasional adalah: Pemanfaatkan sumber belajar di dalam perpustakan sekolah yang menyediakan berbagai sumber penunjang mahasiswa dalam memperoleh pengetahuan yang aktual dan juga untuk dosen dalam mengembangkan materi dalam memberikan paparan ketika di dalam kelas agar tidak membosankan, perlu sekali menggunakan sumber-sumber yang ada di perpustakaan. Dengan pemanfaatan sumber belajar di perpustakaan ini yang apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan dapat menciptakan sifat kritis dan kreatif dari mahasiswa dan dosen, sehingga nantinya dapat digunakan atau dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa, Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar meliputi : keanggotaan mahasiswa di perpustakaan, frekuensi kunjungan ke perpustakaan, aktivitas siswa di perpustakaan, penggunaan perpustakaan sebagai sumber belajar. 3. Pengembangan Instrumen Penelitian dan Pengukuran Kegiatan pengumpulan data dilakukan terhadap mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang dijadikan subjek penelitian. Kuesioner digunakan untuk mengungkapkan variabel kompetensi pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar yang diisi langsung oleh respoden.

28

Pengukuran variabel pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar ASPEK YANG DIAMATI
Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar

INDIKATOR

NO ITEM

1) Keanggotaan mahasiswa di perpustakaan.
a. Memandang penting dan perlu adanya perpustakaan. b. Motovasi mahasiswa menjadi anggota perpustakaan sekolah.

1,2

3

2) Frekuensi kunjungan ke perpustakaan.
a. Kunjungan mahasiswa ke perpustakaan. b. Mempunyai jadwal kunjungan ke perpustakaan.

4,5 6

3) Aktivitas siswa di perpustakaan. a. Mencari bahan yang berhubungan dengan materi ajar. b.Mempunyai inisiatif untuk belajar 10 7,8,9

kelompok di perpustakaan 4) Penggunaan perpustakaan sebagai sumber belajar.
a. Motivasi mahasiswa untuk menggunakan sumber belajar.

11

b. Sumber belajar yang menunjang di perpustakaan

12

29

INSTRUMEN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR PETUNJUK ANGKET 1

1. Mohon bantuan sdr / sdri untuk menjawab semua pertanyaan yang ada. 2. Memberi tanda (x) pada kolom yang anda pilih sesuai keadaan yang sebenarnya. 3. Ada lima alternatif jawaban yang dipilih, yaitu : 1 = sangat tidak setuju 2 = kurang setuju 3 = kadang – kadang 4 = setuju 5 = sangat setuju

No. 1 1. 2.

INTEM PERTANYAAN 2
Memandang penting dan perlu adanya perpustakaan sebagai pusat sumber belajar Memandang penting dan perlu adanya perpustakaan sebagai tempat refresing

JAWABAN 1 2 3 3 4 5

3.

Memiliki

motivasi

untuk

menjadi

anggota

perpustakaaan Memiliki motivasi untuk menggunakan perpustakaan sebagai sumber belajar. Perpustakaan menunjang. memiliki sumber belajar yang

4.

5.

30

INSTRUMEN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR PETUNJUK ANGKET 2

1. Mohon bantuan sdr / sdri untuk menjawab semua pertanyaan yang ada. 2. Memberi tanda (x) pada kolom yang anda pilih sesuai keadaan yang sebenarnya. 3. Ada lima alternatif jawaban yang dipilih, yaitu : 1 = tidak pernah 2 = jarang 3 = biasa 4 = sering 5 = sangat sering

No. 1 1.

INTEM PERTANYAAN 2
Mengunjungi perpustakaan jika ada tugas.

JAWABAN 1 2 3 3 4 5

2.

Mengunjungi perpustakaan jika tidak ada tugas.

3. 4. 5.

Mempunyai jadwal kunjungan ke perpustakaan. Mencari bahan yang berhubungan dengan materi ajar. Sekedar membaca koran dan duduk santai melihat tv.

6.

Memainkan piano yang ada di perpustakaan. Mempunyai inisiatif untuk belajar kelompok di perpustakaan.

7.

31

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Penyajian Data Penelitian diperoleh dengan menggunakan dokumentasi dan angket. Hasil dokumentasi berupa informasi mengenai Nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) semester 4 dari mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru. Angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang segala kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang berkenaan dengan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar. 1. Hasil Dokumentasi Data diperoleh dengan mengumpulkan IPK 60 orang mahasiswa S1 PGSD Berasrama. Data tersebut nantinya akan dihubungkan dengan hasil angket pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar untuk mengetahui mana mahasiswa yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar sehingga dapat membandingkan prestasi mahasiswa yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar Tabel 1. Indeks Prestasi Komulatif (IPK) Mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru Semester IV No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Nama Nurhidayati Musfi Rosmaini Yulyyana Nina Maulidya Khusnul Qotimah Fenny Noorjannah Laila Pitriani Nana Norliani Mariyana Fathul Jannah Rahmila Sari Wahyu Setyo Agustina Mahfuzatul Husna IPK 3.6 3.55 3.5 3.45 3.65 3.55 3.8 3.5 3.45 3.4 3.4 3.6 3.65

32

14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54

Maida Mustika Asri Fatimah Eka Fitriani Santi Sartika Afdah Norlatifah Siti Zubaidah Dewi Nur Utami F Syafaritul Jannah Megawati Noviecka W Aulia Azizah Hadiatul Hasanah Choirun Nisa Ita Paulina Rohana Dasimah Aulia Rahmi Norliani Sri Widyastutik Ukhti Fada Uhara Noorhayati Agustina Pusvitasari Salasiah Wahdiah Marietna TM Zainul Aulia Ary Pryatna Ridhoni Ahmad Fahriadi Dede Dewantara Syarif Fauzan Miyandi Eko Anugrah M. Eko Wahono Adi Rusandy M. Hidayatullah A. Bahruddin Jailani Aulia Rahman Ernadi Hepriyadi Arif Rahman Prasetyo Tri Wibowo Ranto Yunawan

3.45 3.55 3.6 3.75 3.6 3.85 3.35 3.5 3.5 3.5 3.6 3.45 3.35 3.35 3.4 3.3 3.45 3.4 3.45 3.2 3.1 3.6 3.35 3.5 3.35 3.2 3.8 3.55 3.3 3.4 3.2 3.85 3.65 3.4 3.5 3.3 3.4 3.35 3.8 3.5 3.55

33

55 56 57 58 59 60

Ahmad Syadzali M. Raji Agus Setiawan Rd.A, Surya. M Rusdi Tonny Ispiani

3.65 3.2 3.1 3.3 3.14

2. Hasil Angket Pemanfaatan Perpustakaan sebagai Sumber Belajar Tabel 2. Hasil Angket No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Nama Nurhidayati Musfi Rosmaini Yulyyana Nina Maulidya Khusnul Qotimah Fenny Noorjannah Laila Pitriani Nana Norliani Mariyana Fathul Jannah Rahmila Sari Wahyu Setyo Agustina Mahfuzatul Husna Maida Mustika Asri Fatimah Eka Fitriani Santi Sartika Afdah Norlatifah Siti Zubaidah Dewi Nur Utami F Syafaritul Jannah Megawati Noviecka W Aulia Azizah Hadiatul Hasanah Choirun Nisa Ita Paulina Rohana

Total Nilai
78.33 56.67 63.33 61.67 76.67 63.33 83.33 55 63.33 61.67 70 75 71.67 58.33 73.33 85 75 71.67 81.67 70 68.33 63.33 61.67 63.33 66.67 65 63.33 70 63.33

34

30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60

Dasimah Aulia Rahmi Norliani Sri Widyastutik Ukhti Fada Uhara Noorhayati Agustina Pusvitasari Salasiah Wahdiah Marietna TM Zainul Aulia Ary Pryatna Ridhoni Ahmad Fahriadi Dede Dewantara Syarif Fauzan Miyandi Eko Anugrah M. Eko Wahono Adi Rusandy M. Hidayatullah A. Bahruddin Jailani Aulia Rahman Ernadi Hepriyadi Arif Rahman Prasetyo Tri Wibowo Ranto Yunawan Ahmad Syadzali M. Raji Agus Setiawan R.A, Surya. M Rusdi Tonny Ispiani Jumlah

58.33 46.67 70 55 55 85 66.67 71.67 58.33 60 85.33 73.33 63.33 58.32 56.67 73.33 71.67 66.67 65 68.33 66.67 50 71.67 56.67 60 71.67 60 68.33 35 66.67 53.33 3948.65

35

B.

Pengujian Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan oleh karena itu jawaban sementara tersebut harus diuji sehingga dari pengujian yang dilakukan akan diketahui apakah data-data yang terkumpul tersebut mendukung hipotesis ataukah sebaliknya menolak hipotesis yang diajukan. Hipotesis yang diajukan terdapat perbandingan tingkat prestasi belajar yang dicapai antara mahasiswa yang sering dan jarang memanfaatkan

perpustakaan sebagai sumber belajar. Melalui data yang disajikan diketahui jumlah hasil pengisian angket adalah 3948, 65 dari total keseluruhan. Untuk mengklasifikasikan mahasiswa yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar digunakan passing grade (PG) sebagai batasan. Jadi, mahasiswa yang di atas passing grade di anggap sering ke perpustakaan dan yang dibawah passing grade dianggap jarang ke perpustakaan. Diketahui: Jumlah nilai pengisian angket = 3948, 65 Jumlah responden (mahasiswa S1 PGSD Berasrama) = 60 orang Rata-rata = = 65, 81= 66

Standar Deviasi (SD) = x 66 = 22 Passing grade = Rata-rata + = 66 + . 22 . SD

= 66 + 5, 5 = 71, 5 Dengan menggunakan passing grade sebagai batasan di ditemukan mahasiswa yang sering dan jarang menggunakan perpustakaan sebagai sumber belajar.

36

1. Mahasiswa yang Sering Memanfaatkan Perpustakaan sebagai Sumber Belajar. Tabel 3. Mahasiswa yang sering
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama

Nurhidayati Khusnul Qotimah Laila Fitriani Wahyu Setyo Agustina Mahfuzatul Husna Asri Fatimah Eka Fitriani Santi Sartika Afdah Norlatifah Noorhayati Salasiah Zainul Aulia Ary Pryatna Ridhoni Miyandi Eko Anugrah M. Eko Wahono Arif Rahman Prasetyo Ahmad Syadzali Jumlah

Total Nilai 78.33 76.67 83.33 75 71.67 73.33 85 75 71.67 81.67 85 71.67 85.33 73.33 73.33 71.67 71.67 71.67

IPK

3.6 3.65 3.8 3.6 3.65 3.55 3.6 3.75 3.6 3.85 3.6 3.5 3.8 3.55 3.85 3.65 3.8 3.65
66.05

Hasil analisis diketahui mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering memanfaaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar berjumlah 18 orang.

2. Mahasiswa yang Jarang Memanfaatkan Perpustakaan sebagai Sumber Belajar. Tabel 4. Mahasiswa yang jarang
No 1 2 3 4 5 6 Nama

Musfi Rosmaini Yulyyana Nina Maulidya Fenny Noorjannah Nana Norliani Mariyana

Total Nilai 56.67 63.33 61.67 63.33 55 63.33

IPK 3.55 3.5 3.45 3.55 3.5 3.45

37

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

Fathul Jannah Rahmila Sari Maida Mustika Siti Zubaidah Dewi Nur Utami F Syafaritul Jannah Megawati Noviecka W Aulia Azizah Hadiatul Hasanah Choirun Nisa Ita Paulina Rohana Dasimah Aulia Rahmi Norliani Sri Widyastutik Ukhti Fada Uhara Agustina Pusvitasari Wahdiah Marietna TM Ahmad Fahriadi Dede Dewantara Syarif Fauzan Adi Rusandy M. Hidayatullah A. Bahruddin Jailani Aulia Rahman Ernadi Hepriyadi Tri Wibowo Ranto Yunawan M. Raji Agus Setiawan R.A, Surya. M Rusdi Tonny Ispiani Jumlah

61.67 70 58.33 70 68.33 63.33 61.67 63.33 66.67 65 63.33 70 63.33 58.33 46.67 70 55 55 66.67 58.33 60 63.33 58.32 56.67 66.67 65 68.33 66.67 50 56.67 60 60 68.33 35 66.67 53.33

3.4 3.4 3.45 3.35 3.5 3.5 3.5 3.6 3.45 3.35 3.35 3.4 3.3 3.45 3.4 3.45 3.2 3.1 3.35 3.35 3.2 3.3 3.4 3.2 3.4 3.5 3.3 3.4 3.35 3.5 3.55 3.3 3.2 3.1 3.3 3.14 141.99

38

Hasil analisis diketahui mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar berjumlah 42 orang. Untuk mengetahui adakah perbandingan prestasi antara mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar dilakukan dengan membedakan ratarata keduanya. Mahasiswa S1 PGSD Berasrama yang sering memanfaatkan

perpustakaan sebagai sumber belajar. Jumlah mahasiswa = 18 orang Jumlah IPK dari keseluruhan siswa yang sering = 66,05 Rata – rata = Mahasiswa S1 = 3, 67 PGSD Berasrama yang jarang memanfaatkan

perpustakaan sebagai sumber belajar. Jumlah mahasiswa = 42 orang Jumlah IPK dari keseluruhan siswa yang sering = 141, 99 Rata – rata = = 3, 38

Berdasarkan perhitungan yang ditunjukkan di atas terlihat ada perbandingan prestasi antara mahasiswa yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.

C.

Pembahasan Hasil Penelitian Masalah yang ingin diungkapkan melalui penelitian ini adalah ada tidaknya peanrbanding antara mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. Dari hasil pengujian menunjukan ada perbandingan antara mahasiswa S1 PGSD Berasrama yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.

39

1.

Perbandingan Tingkat Prestasi antara Mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang Sering dan Jarang Memanfaatkan Perpustakaan sebagai Sumber Belajar

Perbandingan Prestasi
3.7 3.65 3.6 3.55 3.5 3.45 3.4 3.35 3.3 3.25 3.2

3.67

Perbedaan Prestasi 3.38

Sering

Jarang

Berdasarkan hasil IPK terlihat perbanding yang cukup signifikan antara mahasiswa yang sering dan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar, meskipun prestasi mahasiswa jarang

memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar juga masih dikategorikan bagus.

2.

Persentase Jumlah Mahasiswa S1 PGSD Berasrama yang Sering dan Jarang Memanfaatkan Perpustakaan sebagai Sumber Belajar Jumlah mahasiswa S1 PGSD Berasrama yang sering dan jarang sangat jauh berbeda dari 60 orang hanya 18 orang yang sering dan 42 orang yang jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. Jika dipersentasikan : P= x 100% x 100% = 30 % x 100% = 70%

Persentasi Sering = Persentase Jarang =

40

Jika digambarkan dalam bentuk diagram yaitu :

Persentase Mahasiswa Memanfaatkan Perpustakaan sebagai Sumber Belajar

30% Sering 70% Jarang

Persentase di atas menunjukkan kurang optimalnya mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. Kekurang optimalan disebabkan beberapa kendala, yaitu : 1. Petugas perpustakaan yang menangani pengelolaan perpustakaan di PGSD Banjarbaru hanya satu orang sehingga pengelolaannya kurang optimal. 2. Koleksi buku yang ada diperpustakaan kurang menunjang. Kebanyakan buku berupa buku-buku lama dan buku baru hanya sebagian yang berhubungan dengan perkuliahan dan buku-buku paket SD sebagiannya lagi tidak berhubungan dengan perkuliahan misalnya buku kecantikan, golf, tanaman, perikanan dan lain-lain. Sehingga mahasiswa lebih memilih meminjam buku di

perpustakaan LPMP atau langsung online dari internet.

41

BAB IV PENUTUP

A.

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Pemanfaatan perpustakaan PGSD Banjarbaru sebagai sumber belajar oleh mahasiswa S1 PGSD Berasrama belum optimal, terlihat dari hasil angket yaitu hanya 30% dari 60 orang mahasiswa yang dikategorikan sering memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar sisanya 70% dikategorikan jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. 2. Prestasi mahasiswa SI PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering

memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar setelah dirataratakan adalah 3, 67. Prestasi mahasiswa S1 PGSD Berasrama

Banjarbaru yang jarang memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar setelah dirata-ratakan adalah 3,38 sehingga terbukti hipotesis kalau ada perbandingan tingkat prestasi antara mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang sering dan jarang memanfaatkan

perpustakaan sebagai sumber belajar. 3. Kekurang optimalan disebabkan beberapa kendala, yaitu : - Petugas perpustakaan yang menangani pengelolaan perpustakaan di PGSD Banjarbaru hanya satu orang sehingga pengelolaannya kurang optimal. - Koleksi buku yang ada diperpustakaan kurang menunjang.

Kebanyakan buku berupa buku-buku lama dan buku baru hanya sebagian yang berhubungan dengan perkuliahan dan buku-buku paket SD sebagiannya lagi tidak berhubungan dengan perkuliahan misalnya buku kecantikan, golf, tanaman, perikanan dan lain-lain. Sehingga

42

mahasiswa lebih memilih meminjam buku di perpustakaan LPMP atau langsung online dari internet.

B. Saran 1. Bagi mahasiswa agar lebih optimal lagi memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar. 2. Bagi dosen agar selalu bekerjasama dengan mahasiswa dalam

memanfaatkan potensi perpustakaan dalam meningkatkan prestasi. 3. Bagi PGSD agar lebih banyak menambah koleksi buku yang berhubungan den perpustakaan.
4. Bagi pengelola atau petugas perpustakaan hendaknya selalu memberikan

pelayanan yang lebih baik sehingga mahasiswa lebih terbantu dalam mencari sumber belajar di perpustakaan.

43

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Rohani, Ahmad. 1997. Media Instruksional Edukatif. Jakarta : Rineka Cipta. Azhar, Arsyad. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada Herminingsih, Susana. 2005. Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah sebagai Sumber Belajar dan Hubungannya dengan Prestasi belajar siswa Sekolah Dasar Pangudi Luhur Bernardus Semarang Tahun Ajaran 2004/2005. Skripsi. Semarang : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Harwanto, Slamet. 2006. Korelasi Pemanfaatan Sumber Belajar Geografi di Perpustakaan dengan Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Karangdowo Kabupaten Klaten Tahun Ajaran 2005/2006. Skripsi. Semarang : Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Sunartombs. 2009. Pengertian Prestasi Belajar. (blog online)

(http://sunartombs.wordpress.com/2009/01/05/pengertian-prestasi-belajar/)

Suhairi.

2008.

Teknik

Pengambilan

Sample.

(blog

yenselpischa)

(http://yenselpischa.wordpress.com/teknik-pengambilan-sample/)

Rusdi, Ibnu. Pengertian Penelitian. (blog online) (http://www.pribadi-ibnurusdipengertian.co.id).

44

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful