MATERI BINTEK MANAJEMEN KEPEGAWAIAN

PEMERINTAH KOTA SEMARANG TAHUN 2009

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI......................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. FORMASI PEGAWAI NEGERI SIPIL....................................................... PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL................................................ KENAIKAN PANGKAT PNS .................................................................21 MUTASI KEPEGAWAIAN .................................................................33 41 57 60 PENGANGKATAN DALAM JABATAN STRUKTURAL....................... PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL........................ PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PNS.................................................... PENGGAJIAN PNS KESEJAHTERAAN PNS .................................................................60 .................................................................65 66 69 72 1 2 12

- BAPERTARUM........................................................................................ - TABUNGAN HARI TUA......................................................................... - ASURANSI KESEHATAN (ASKES)...................................................... 10. 11. 12. 13. 14. CUTI PNS .................................................................76 PERATURAN DISIPLIN PNS .................................................................81 PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN.......................................... PEMBERHENTIAN PNS .................................................................94 PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL........................................................

86 102

2

FORMASI PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. UMUM Jumlah dan susunan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang diperlukan suatu satuan organisasi ditetapkan dalam suatu formasi untuk jangka waktu tertentu berdasarkan jenis, sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan dengan tujuan agas unit oeganisasai itu mampu melaksanakan tugasnya secara berdaya guna, berhasil guna dan berkelangsungan. Sesuai dengan ketentuan Pasal 17 undang-undang Nomor 43 tahun 1999 Tentang Pokok-pokok kepegawaian, PNS diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. Dengan demikian, pengertian formasi termasuk di dalamnya jumlah dan susunan jabatan PNS yang diperlukan suatu satuan organisasi Negara untuk mempu melaksanakan tugas pokok dalam jangka waktu tertentu. Agar satuan–satuan organisasi mempunyai jumlah, susunan pangkat dan mutu Pegawai Negeri Sipil yang cukup sesuai dengan jenis, sifat dan besarnya beban tugas, maka ditetapkan formasi Pegawai Negeri Sipil. Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, organisasi harus selalu disesuaikan dengan perkembangan tugas pokok yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu. Karena tugas pokok dapat berkembang dari waktu ke waktu, maka jumlah dan mutu PNS yang diperlukan harus selalu disesuaikan dengan perkembangan tugas pokok. Perkembangan tugas dapat mengakibatkan makin besarnya jumlah PNS yang diperlukan. 2. DASAR HUKUM a. Undang Undang Nomor 8 tahun 1974 Tentang Pokok Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 b. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 Tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil Juncto Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 c. Keputusan Kepala BKN Nomor 26 Tahun 2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 Tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003. 3. PENGERTIAN Formasi adalah jumlah dan susunan pangkat Pegawai Negeri Sipil uang diperlukan oleh suatu susunan organisasi untuk mampu melaksanakan tugas pokok dalam jangka waktu tertentu. Formasi PNS Pusat adalah formasi bagi PNS yang bekerja pada suatu satuan Organisasi Pemerintah Pusat. Formasi PNS Daerah adalah formasi PNS yang bekerja pada suatu satuan Organisasi pemerintah Daerah

3

bahan kerja. syarat jabatan dan informasi jabatan lainnya Penyediaan pegawai adalah upaya suatu satuan organisasi Negara untuk mencari. Sifat Pekerjaan Adalah pekerjaan yang berpengaruh dalam penetapan formasi yaitu sifat pekerjaan yang ditinjau dari sudut waktu untuk melaksanakan pekerjaan itu. Sebagaimana diketahui ada pekerjaan yang penyelesaiannya dapat dilakukan pada 4 . hasil kerja. uraian tugas. kode. wewenang. serta mengolahnya menjadi informasi jabatan Informasi Jabatan adalah uraian tentang hasil analisa jabatan yang berupa uraian jabatan dan peta jabatan Uraian Jabatan adalah uraian tentang hasil analisis jabatan yang berisi informasi tentang nama jabatan. Prinsip pelaksanaan pekerjaan e. kondisi lingkungan kerja. PENYUSUNAN FORMASI Formasi masing-masing satuan organisasi negara disusun berdasarkan analisa kebutuhan dan penyediaan pegawai sesuai dengan jabatan yang tersedia dengan memperhatikan informasi jabatan yang disusun setiap tahun anggaran Pejabat Pembina Kepegawaian menyusun formasi masing-masing satuan organisasi Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah selambat-lambatnya akhir bulan Januari setiap tahun angaran Analisis kebutuhan dilakukan berdasarkan analisis terhadap: a. kualifikasi dan kompetensi jabatan dalam rangka memenuhi kebutuhan suatu satuan organisasi negara. Jenis Pekerjaan Yaitu macam-macam pekerjaan yang harus dilakukan oleh suatu satuan organisasi dalam melaksanakan tugas pokok. TUJUAN Tujuan ditetapkannya formasi adalah agar satuan organisasi negara mempunyai jumlah dan mutu/kualitas pegawai yang memadai sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab pada masing-masing satuan organisasi 5. resiko bahaya. tanggung jawab. Jenis pekerjaan b. unit organisasi ikhtisar jabatan. 4. perangkat kerja. mendapatkan dan mengembangkan pegawai sesuai dengan standar. metoda dan teknik untuk memperoleh data jabatan.Analisis Jabatan adalah proses. Sifat pekerjaan c. B. nama jabatan yang berada dibawahnya. Beban kerja dan perkiraan kapasitas seorang PNS d. korelasi jabatan. Peralatan yang tersedia A.

jam kerja saja dan ada pula pekerjaan yang harus dilakukan secara terus menerus (selama 24 jam). kerena mungkin makin tinggi mutu peralatan yang digunakan dan tersedia dalam jumlah yang memadahi mengakibatkan makin sedikit jumlah pegawai yang dibutuhan. D. E. Penyusunan bezetting PNS (Jml kekuatan PNS yang ada) b). 5 . Prosedur pengusulan penetapan formasi PNS Pusat diatur sbb: 1) Pejabat Pembina Kepegawaian mengajukan usul penetapan formasi kepada Menpan dan kepala BKN paling lambat akhir bulan Februari. C. Kemampuan Keuangan Negara/ Daerah Faktor lain yang sangat penting untuk diperhitungkan adalah kemampuan keuangan negara atau daerah. a. Usul tersebut dilampiri: a). F. maka untuk dapat menentukan jumlah pegawai yang diperlukan. Sebagai contoh apabila suatu jenis pekerjaan akan dilakukan oleh satuan organisasi sendiri maka organisasi tersebut harus diangkat pegawai untuk melaksanakan tugas tersebut. PROSEDUR PENGUSULAN FORMASI PNS Prosedur pengusulan penetapan formasi PNS dibedakan antara PNS Pusat dan Daerah. 6. Memperkirakan beban kerja masing-masing satuan organisasi dapat dilakukan berdasar perhitungan dan pengalaman Apabila sudah dapat diperkirakan beban kerja masing-masing satuan organisasi. Peralatan yang tersedia Peralatan yang tersedia atau diperkirakan akan tersedia dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok akan mempengaruhi penentuan jumlah pegawai yang diperlukan. Prinsip pelaksaan Pekerjaan Prinsip pelaksanaan pekerjaan sangat besar pengaruhnya pada penentuan formasi. Beban Kerja dan Perkiraan Kapasitas Seorang PNS Adalah frekuensi rata-rata masing-masing jenis pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. namun bila suatu pekerjaan diborongkan pada fihak lain maka tidak perlu mengangkat pegawai. Perkiraan kapasitas seorang pegawai untuk melakukan suatu jenis pekerjaan tertentu dalam jangka waktu tertentu diakukan berdasarkan perhitungan atau berdasarkan pengalaman. perlu ditetapkan perkiraan kapasitas seorang PNS dalam jangka waktu tertentu. Pengolahan formasi PNS dalam tahun anggaran yang bersangkutan menurut golongan ruang.

b. 6 . d). h). Peta Jabatan. Yayasan Badan-badan Swasta. Daftar keadaan Tenaga Guru dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Daftar kebutuhan PNS menurut jabatan pada tahun anggaran yang bersangkutan. i). kecuali terjadi perubahan organisasi.c). l). pensiun dan meningal dunia pada tahun anggaran sebelumnya. m). Kepala BKN memberikan pertimbangan kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Daftar rencana penarikan kembali tenaga perbantuan dari Daerah Otonom/Instansi lain/ luar negeri ke Pusat dalam tahun anggaran yang bersangkutan. 3) Pertimbangan Kepala BKN tersebut disampaikan setelah melalui pembahasan dalam Tim Kerja Kepegawaian paling lambat akhir Mei. Apabila tahum anggaran sebelumnya telah melampirkan maka tahun berikutnya tidak perlu melampirkan kembali. Susunan jabatan struktural dan fungsional yang diduduki oleh PNS yang memiliki golongan ruang IV/a ke atas. Daftar kebutuhan Tenaga Kesehatan dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Daftar usul formasi PNS pada Perwakilan RI di luar Negeri (home staff) dalam tahun anggaran yang bersangkutan. 2) Berdasarkan usul tersebut. serta jumlah PNS yang mencapai BUP dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Daftar jumlah PNS yang berhenti. Prosedur pengusulan penetapan formasi PNS Daerah diatur sbb: 1) Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota mengajukan usul persetujuan formasi kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan Aparatur Negara dan Kepala BKN melalui Gubernur paling lambat akhir Bulan Februari. Tim Kerja Kepegawaian ini ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN. g). Daftar keadaan PNS yang dipekerjakan dan diperbantukan pada daerah Otonom. bagi instansi yang memiliki perwakilan di Luar Negeri an memiliki/ memerlukan PNS sebagai home staff. Daftar keadaan PNS yang diperbantukan Perwakilan/ badan Internasional. k). f). Badan lain yang ditentukan Pemerintah. j). Daftar usul formasi Pegawai yang bekerja pada Perwakilan RI di Luar Negeri (local staff) dalam tahun anggaran yang bersangkutan. n). bagi instansi yang memiliki perwakilan di Luar Negeri dan memiliki/memerlukan pegawai sebagai local staff. e). Daftar usul formasi PNS menurut pangkat/ golongan ruang dalam tahun anggaran yang bersangkutan.

j) Daftar jumlah PNS yang berhenti. menurut golongan ruang. yang memiliki golongan ruang IV/a ke atas.2) Gubernur mengajukan persetujuan formasi Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan Aparatur Negara dan Kepala BKN paling lambat akhir bulan Maret. maka untuk tahun berikutnya tidak perlu melampirkan kembali. 3) Usul persetujuan formasi PNS di lingkungan PEMDA Kabupaten/ Kota diajukan oleh Gubernur kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan Kepala BKN. Apabila dalam tahun anggaran sebelumnya telah melampirkan. Dalam penyampaian usul persetujuan formasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 4) Usul pemerintah persetujuan formasi tersebut bersamaan dengan permintaan persetujuan formasi PNS di lingkungan PEMDA Propinsi. k) Peta Jabatan. bersangkutan. a) b) c) d) e) f) g) h) Penyusunan bezetting (jumlah kekuatan PNS yang ada) dalam Pengolahan formasi PNS dalam tahun anggaran yang bersangkutan Daftar usul formasi PNS manurut pangkat/ golongan ruang dalam Daftar kebutuhan PNS menurut jabatan pada tahun anggaran yang Susunan jabatan struktural dan fungsional yang diduduki oleh PNS Daftar kebutuhan Tenaga Kesehatan dalam tahun anggaran yang Daftar kebutuhan Tenaga Guru tahun anggaran yang bersangkutan. Daftar jumlah PNS yang dipekerjakan dan diperbantukan pada tahun anggaran yang lalu menurut golongan ruang. bersangkutan. Yayasan. satuan organisasi pemerintah lainnya. Kepala BKN memberikan pertimbangan kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. kecuali terjadi perubahan organisasi. tahun anggaran yang bersangkutan. i) Daftar rencana penarikan kembali tenaga perbantuan dari Daerah Otonomi lain/ instansi lain ke Daerah dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Badan-badan swasta dan badan lain yang ditentukan Pemerintah menurut golongan yang bersangkutan. serta jumlah PNS yang mencapai BUP dalam anggaran ybs. 6) Pertimbangan Kepala BKN tersebut disampaikan kepada Menteri yang bertanggungjawab dibidang pendayagunaan aparatur negara setelah melalui 7 . 5) Berdasarkan usul dimaksud. Gubernur dapat memberikan rekomendasi. pensiun dan meninggal dunia pada tahun anggaran sebelumnya.

Khusus untuk penetapan formasi PNS Luar Negeri harus memperhatikan pula pertimbangan Menteri Luar Negeri. PENETAPAN FORMASI PNS Formasi PNS untuk masing-masing satuan organisasi pemerintah pusat ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara berdasarkan pertimbangan tertulis Kepala Badan Kepegawaian Negara paling lambat Bulan juni. Kabupaten. 8. 7. sehingga lowongan formasi yang tidak diisi pada tahun yang bersangkutan tidak dapat digunakan untuk tahun anggaran berikutnya. Dalam rangka perencanaan dan pengendalian jumlah Pegawai Negeri Sipil maka setiap keputusan Gubernur/Bupati/Walikota tembusannya harus tentang penetapan kepada formasi di lingkungannya. dicantumkan jumlah formasi untuk masingmasing PEMDA (Propinsi. 8) Dalam persetujuan formasi dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Selanjutnya Gubernur menyampaikannya kepada masing-masing Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/ Kota paling lambat 7 hari kerja sejak diterimanya persetujuan tersebut. 8 . Kota) 9) Persetujuan formasi tersebut disampaikan oleh Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara kepada Gubernur dan tembusannya kepada Kepala BKN dan Kepala Kanreg BKN sesuai dengan wilayah kerjanya. Penetapan formasi Pegawai negeri Sipil yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. disampaikan Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan Kepala BKN.pembahasan dalam Tim kerja Kepegawaian (TKK) paling lambat akhir Bulan Juni. maka tidak dapat digunakan untuk pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil. Formasi PNS Daerah untuk masing-masing satuan organisasi Pemerintah Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota setiap tahun anggaran ditetapkan oleh Kepala Daerah Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 7) Menteri yang bertangungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara memberikan persetujuan secara tertulis formasi PNS Daerah berdasar pertimbangan tertulis Kepala BKN paling lambat Bulan Juni. KETENTUAN LAIN-LAIN Formasi yang telah ditetapkan berlaku dalam tahun anggaran yang bersangkutan. berdasarkan pertimbangan tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara paling lambat bulan Juli.

Keterapian fisik. Kesehatan Masyarakat.DASAR PERHITUNGAN KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN JUMLAH TENAGA NO UNIT KERJA DOKTER 2 dr/ PKM 1 drg/ PKM DRG 1 drg/ PKM 1 dr/ 3 PKM PERAWAT 8 perawat/PKM 5 perawat /PKM 1 perawat 1 dr / 10 TT 1 dr / 10 / TT 3 drg / RS 2 perawat / TT 1 bidan/ desa 1 Nakes lain/ 3 TT 1/3 jml tenaga kesehatan BIDAN 3 bidan/ PKM NAKES LAIN 5 Nakes lain/PKM NON NAKES 1 PERAWAT PUSKESMAS 1 PERAWATAN PUSKESMAS 2 NON PERAWATAN PUSKESMAS 3 PEMBANTU 4 DESA RUMAH SAKIT 1 RUMAH SAKIT Keterangan : TT PKM Nakes Lain Non Nakes : Tempat Tidur : Puskesmas : Tenaga Kefarmasian. Keteknisan Medis : Tenaga Administrasi yang menunjang pelayanan kesehatan 9 . Gizi.

Untuk Program Produktif kelompok belajar = 2 : Jumlah Minggun Efektif/tahun Guru Konseling Keterangan JGBK JS 150 : Jumlah Guru Bimbingan Konseling : Jumlah Siswa : Jumlah siswa yang wajib dibimbing 10 .Untuk Program Normatif dan Adaptif kelompok belajar = 1 . JGBK = JS 150 : : : : : Jumlah Guru Mata Pelajaran yang dibutuhkan Jumlah Jam Pelajaran/tahun Jumlah Kelas tiap tingkat/paralel Jam wajib mengajar/minggu Kelompok Belajar . : : : : Jumlah Guru SD Jumlah Rombongan Belajar Guru Pendidikan Jasmani dan Rohani Guru Agama Guru SLTP dan SMU JGMP = JRB x W 24 Keterangan JGMP JRB W 24 3.STANDAR PENGHITUNGAN KEBUTUHAN GURU 1. : : : : Jumlah Guru Mata Pelajaran Jumlah Rombongan Belajar Alokasi waktu seluruh mata pelajaran/minggu jumlah jam wajib mengajar /minggu Guru SMK JGMP = JP1 x JK1 + JP2 x jk2 + JPn x JKn ME1 ME2 MEn JW Keterangan JGMP JP JK JW KB ME 4. Guru SD JGSD = JRB + GP + GA Keterangan JGSD JRB GP GA 2.

000 menit (1. Operator = 3 orang b. Jumlah Pegawai yang dibutuhkan a. Teknisi = 1 orang c.75 pegawai Sehingga jumlah pegawai yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) pegawai dengan catatan ditambahkan beban kerja lain II. Tukang Oli = 2 orang 2.300menit (905 jam) Standar Waktu Penyelesaian Jumlah waktu standar penyelesaian tugas selama 1 (satu) tahun sebanyak 75. Hasil Kerja 1000 agenda surat 11 . PERHITUNGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT KERJA Rumus = Jumlah Satuan Perangkat Kerja Standar Pegawai persatuan Perangkat Kerja Contoh : Traktor pada Balai Latihan Kerja Departemen Pertanian dibutuhka Jabatan Operator. Teknisi = 1 x 1 = 1 orang c.000 = 0. PERHITUNGAN MENGGUNAKAN PROSES KERJA Rumus = Jumlah Waktu Penyelesaian Tugas Standar Waktu Contoh :Jabatan Perancang Grafik Peta Bumi 1) Jumlah Waktu Penyelesaian Tugas Jumlah Waktu penyelesaian tugas jabatan Perancang Grafik Peta Bumi sebanyak 54.300 / 75. Standar Pegawai Per Satuan Perangkat Kerja a.PERHITUNGAN MENGGUNAKAN HASIL KERJA Rumus = Volume Hasil Kerja Standar Hasil Kerja Pegawai Contoh: Agenda Surat adalah hasil kerja jabatan Agendaris 1. Teknisi dan Tukang Oli 1.250 jam) Jumlah Pegawai yang dibutuhkan 54. Operator = 1 x 3 = 3 orang b.FORMULA PENGHITUNGAN JABATAN TEKNIS LAINNYA I. Tukang Oli = 1 x 2 = 2 orang III.

Caraka = 50 surat / hari 3. Jumlah Pegawai yang dibutuhkan a. Standar kemampuan prestasi rata-rata Pegawai 100 Agsenda surat/pegawai/hari 3. Agendaris = 1000 / 100 = 10 agendaris b. PERHITUNGAN MENGGUNAKAN OBJEK / BAHAN KERJA Rumus = Jumlah Beban Kerja Standar Penyelesaian Obyek / Bahan Kerja Contoh : Bahan kerja surat diperlukan jabatan Agendari dan Caraka 1. Agendaris = 100 surat / hari b. Volume objek kerja 1000 surat 2. Jumlah Pegawai yang dibutuhkan 1000/100 = 10 pegawai IV. Standar kemampuan Pegawai per jabatan a.2. Caraka = 1000 / 50 = 20 caraka 12 .

Undang-Undang Nomor 8 tahun 1974 Tentang PokokPokok kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 PERSYARATAN DAN PELAMARAN Perencanaan pengadaan Pegawai Negeri Sipil. yaitu adanya Pegawai Negeri Sipil yang berhenti. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 c. maka penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah memenuhi syarat yang ditentukan. b. a. Lowongannya formasi dalam suatu organisasi pada umumnya disebabkan oleh dua hal. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 Tentang Pengadaan Pegawai negeri Sipil. pengadaan PNS c. f. pengangkatan menjadi PNS 2) Penghitungan Biaya Pelamaran Pelaksanaan penyaringan Pengangkatan menjadi CPNS sampai Penyiapan materi ujian Penyiapan sarana dan prasarana yang Perencanaan Penjadwalan kegiatan. DASAR HUKUM a. ras. pensiun dan meninggal dunia atau adanya perluasan organisasi Karena pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong. tahun 1999 b. antara lain meliputi: 13 . UMUM Pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong. diperlukan e. antara lain meliputi: Inventarisasi lowongan jabatan yang telah Pengumuman akan dilaksanakannya ditetapkan dalam formasi serta syarat jabatannya PERENCANAAN. 1) a. Keputusan kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 11 Tahun 2002 Tanggal 17 Juni 2002 3. PENGUMUMAN. d. g.PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. dan tidak boleh didasarkan atas jenis kelamin. golongan atau daerah. 2. agama. Pengadaan PNS harus didasarkan atas syarat-syarat objektif yang telah ditentukan. suku.

juga memberikan lebih banyak kemungkinan bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk memilih calon PNS yang cakap dalam melaksanakan tugas yang akan dibebankan kepadanya. Dalam pengumuman tersebut Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar adalah: 1) Warga Negara Indonesia. maka harus dimintakan bukti kewarganegaraannya. Persyaratan lamaran. Pengumuman tersebut harus dilakukan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelumnya tanggal penerimaan dicantumkan antara lain: 1) Jumlah dan jenis jabatan yang lowong 2) Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan 3) Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar 4) Alamat dan tempat lamaran diajukan 5) Batas waktu pengajuan lamaran 6) Waktu dan tempat seleksi 7) Dll c. Disamping itu untuk memberikan kesempatan yang luas kepada setiap WNI untuk mengajukan lamaran. Apabila diragukan tentang kewarganegaraan seorang pelamar. 2) Berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun. Pengumuman Setiap kegiatan pengadaan pegawai harus diumumkan seluas-luasnya melalui media masa yang tersedia dan atau bentuk lainnya yang mungkin digunakan sehingga kegiatan tersebut diketahui umum. Usia seorang pelamar ditentukan berdasarkan tanggal kelahiran yang tercantum dalam STTB/Ijazah yang digunakan sebagai dasar pengangkatan 3) Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Perencanaan pengadaan PNS dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pengadaan PNS hanya diperkenankan dalam batas formasi yang telah ditetapkan dengan memprioritaskan: 1) 2) 3) Pegawai pelimpahan/penarikan dari Departemen/LPND/Pemerintah Daerah yang kelebihan pegawai Siswa / mahasiswa ikatan dinas setelah lulus dari pendidikannya Tenaga medis dan paramedis yang telah selesai melaksanakan masa bakti sebagai pegawai tidak tetap b. yaitu Putusan Pengadila Negeri yang menetapkan ybs sebagai warga negara. juga sekaligus diperhitungkan biaya yang diperlukan untuk menyelenggarakan pengadaan PNS. karena melakukan suatu 14 .Dalam perencanaan pengadaan PNS selain harus memperhitungkan penyediaan anggaran gajinya.

yang dilampiri: 1) Foto copy STTB/Ijazah yang disyahkan oleh pejabat yang berwenang 2) Kartu tanda pencari kerja dari Dinas Tenaga Kerja 3) Pas photo menurut ukuran dan jumlah yang ditentukan 1) 1. Pengangkatan sebagai CPNS dapat dilakukan bagi yang melebihi batas 35 (tiga puluh lima) tahun dengan ketentuan: 1) Telah mengabdi kepada instansi pemerintah baik pusat mauupun daerah sekurang-kurangnya 5 tahun secara terus menerus sebelum PP 11 Tahun 2002 ditetapkan tanggal 17 April 2002 2) Masih melaksanakan tugas pada instansi tersebut 3) Pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan khusus dan dilakukan secara selektif serta tidak boleh melebihi usia 40 (empat puluh) tahun d. yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari kepolisisan setempat 8) Sehat jasmani dan rohani. 5) Tidak berkedudukan sebagai calon/Pegawai Negeri Seorang yang berkedudukan sebagai Calon/Anggota TNI dan Calon/Anggota Kepolisian negara tidak dapat diterima untuk menjadi CPNS 6) Mempunyai pendidikan. yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Dokter 9) Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah NKRI atau Negara lain yang ditentukan oleh pemerintah 10) Syarat lain yang ditentukan dalam persyaratan jabatan. Pemeriksaan tersebut 15 . keahlian dan ketrampilan yang Setiap pelamar harus mengajukan surat lamaran yang ditulis dengan tulisan tangan sendiri ditujukan kepada pejabat pembina kepegawaian instansi yang bersangkutan. Pengangkatan CPNS pada prinsipnya tidak boleh melebihi 35 (tiga puluh lima) tahun.tindak pidana kejahatan. Pelamaran kecakapan. termasuk syarat khusus yang ditentukan instansi ybs. Dalam ketentuan ini tidak termasuk bagi mereka yang dijatuhi hukuman percobaan 4) Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS / anggota TNI/ anggota Kepolisian Negara atau diberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Swasta. PENYARINGAN Pemeriksaan Administratif Setiap surat lamaran yang diterima diperiksa dan diteliti sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan dalam pengumuman. diperlukan 7) Berlakuan baik.

16 . minat dan bakat bagi pelamar. Psikotes dilakukan untuk mengetahui kepribadian. keahlian dan ketrampilan yang diperlukan. Materi Ujian Materi ujian disusun sedemikian rupa sehingga pelamar yang akan diterima benar-benar mempunyai kecakapan. Tes Kompetensi meliputi: a) b) c) d) e) f) Pengetahuan Umum Bahasa Indonesia Kebijaksanaan Pemerintah Pengetahuan Teknis. Adapun materi ujian meliputi: 1) Test kompetensi. yang disesuaikan dengan kebutuhan persyaratan jabatan. 2. yang disesuaikan dengan kebutuhan persyaratan jabatan dan kemampuan instansi masing-masing. sedangkan yang memenuhi syarat disusun dalam daftar untuk memudahkan pemanggilan. Surat lamaran yang tidak memenuhi syarat dikembalikan kepada pelamar disertai dengan alasan-alasannya. yaitu Pengetahuan lainnya Penyusunan materi ujian harus didasarkan pada pengetahuan yang diperlukan untuk jabatan yan bersangkutan atau syarat jabatan persyaratan jabatan yang diperlukan 2) Psikotes. pejabat pembina kepegawaian dengan surat keputusan membentuk panitia ujian yang sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dengan susunan : 1) seorang ketua merangkap anggota 2) seorang sekretaris merangkap anggota dan 3) seorang anggota Tugas panitia adalah: 1) menyiapkan dan mengumpulkan bahan ujian 2) menentukan pedoman pemeriksaan dan penilaian ujian 3) menentukan tempat dan jadwal ujian 4) menyelenggarakan ujian 5) memeriksa dan menilai hasil ujian 6) menyampaikan hasil ujian kepada pejabat kepegawaian yang disusun berdasarkan nilai tertinggi sampai yang terendah 7) membuat laporan secara tertulis kepada pejabat kepegawaian 3. Panitia Ujian Untuk melaksanakan ujian penyaringan.dilakukan secara fungsional oleh pejabat yang diserahi urusan kepegawaian.

Pengumuman Pelamar Yang Diterima Pejabat Pembina Kepegawaian setelah menerima daftar nama dan nomor serta nilai ujian peserta dari Panitia Ujian. Dalam pengumuman dan surat pemberitahuan tersebut. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pejabat lain mengumumkan nomor peserta ujian yang ditetapkan diterima melalui media massa dan bentuk lainnya. wajib melengkapi dan menyerahkan kelengkapan administrasi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian atau yang ditunjuk olehnya. pengemudi dsb. diinformasikan kapan. Untuk menghindari keterlambatan atau tidak diterimanya surat penggilan tersebut. maka dianggap mengundurkan diri. dan batas waktu untuk melapor bagi pelamar yang diterima. Pemanggilan Pelamar Pelamar yang memenuhi syarat. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/Daerah menyampaikan daftar pelamar yang dinyatakan lulus ujian penyaringan dan ditetapkan diterima untuk diangkat sebagai Calon PNS kepada Badan Kepegawaian Negara untuk mendapat Nomor Identitas Pegawai Negeri Sipil 17 a) Pengangkatan Sebagai CPNS . Selain itu kepada pelamar yang diterima disampaikan pemberitahuan secara tertulis melalui surat tercatat. ujian lisan dan ketrampilan. Apabila salah satu kelengkapan administrasi tidak dipenuhi. kepada pejabat mana. maka disamping pemanggilan dilakukan secara tertulis. Apabila pelamar yang dipanggil sampai batas waktu yang ditentukan tidak melapor. Selain ujian tertulis. Apabila diperlukan. dapat diadakan ujian lisan berupa wawancara. Pemanggilan dilakukan secara fungsional oleh pejabat yang disertai tugas urusan kepegawaian.4. menetapkan pelamar yang dinyatakan diterima berdasarkan urutan nilai tertinggi sesuai dengan jumlah lowongan dan kualifikasi pendidikan yang tersedia. dipanggil secara tertulis untuk mengikuti ujian penyaringan. dimana. 2) PENGANGKATAN Pelamar yang ditetapkan diterima. maka ujian penyaringan dilaksanakan secara tertulis. bagi pelamar yang akan mengisi jabatan tertentu dapat diadakan ujian kepribadian (psikotes) 6. yang merupakan pelengkap dari ujian tertulis. maka yang bersangkutan tidak dapat diangkat sebagai CPNS. Ujian Dalam rangka menjamin objektifitas penyelenggaraan ujian penyaringan penerimaan pegawai. Batas waktu melapor sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari kerja terhitung mulai tanggal dikirimkannya surat pemberitahuan tersebut. diadakan ujian ketrampilan. seperti operator komputer. juga dilakukan dengan pengumuman melalui media massa 5. Bagi pelamar yang akan mengisi lowongan tertentu.

Dalam hal pemberian NIP dilakukan pada bulan terakhir tahun anggaran berjalan. Diploma I setingkat 4) Golongan II/b bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunkan STTB/Ijazah SPGLB atau Diploma II 5) Golongan II/c bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunkan STTB/Ijazah Sarjana Muda. Selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterimanya surat keputusan pengangkatan CPNS. Akademi atau Diploma III 6) Golongan III/a bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunkan STTB/Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV 7) Golongan ruang III/b bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunkan STTB/Ijazah Dokter. Pengangkatan Calon PNS dilakukan dalam tahun anggaran berjalan dan penetapannya tidak boleh berlaku surut. b) Golongan Ruang Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai CPNS adalah sbb: 1) Golongan ruang I/a bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan STTB/Ijazah Sekolah Dasar atau yang setingkat 2) Golongan ruang I/c bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan STTB/Ijazah SLTP atau yang setingkat 3) Golongan ruang II/a bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan STTB/Ijazah SLTA. yaitu pada tanggal 1 (satu) bulan berikutnya setelah pemberian NIP.Berdasarkan Nomor Identitas (NIP) PNS yang ditetapkan BKN. yang bersangkutan wajib melapor pada satuan organisasi dan melaksanakan tugasnya. Apoteker dan Magister (S 2) atau Ijazah lain yang setara 8) Golongan ruang III/c bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunkan STTB/Ijazah Doktor (S 3) Ijazah lain yang setara dengan Ijazah Dokter. Apoteker dan atau yang 18 . maka pengangkatan sebagai Calon PNS berlaku mulai tanggal 1 bulan terakhir tahun anggaran yang bersangkutan. Yang dimaksud dengan tahun anggaran yang berjalan yaitu berdasarkan formasi yang ditetapkan tahun anggaran yang bersangkutan Penetapan berlakunnya pengangkatan calon PNS pada bulan berjalan yang bersangkutan tersebut. Pejabat Pembina Kepegawaian menetapkan keputusan pengangkatan menjadi Calon PNS. Apoteker dan Magister sebagaimana dimaksud di atas adalah yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi yang bobot untuk memperolehnya setara dengan Ijazah Dokter.

Pejabat Pembuat Daftar Gaji sudah mengajukan usul pembayaran gaji kepada Kepala KPKN/Kas Daerah CPNS yang penempatannya jauh dari tempat tinggalnya.Magister yang penetapan kesetaraannta dilaksanakan oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang Pendidikan Nasional Ijazah sebagaimana dimaksud diatas adalah Ijazah yang diperoleh dari Sekolah atau Perguruan Tinggi Negeri dan /atau Ijazah yang diperoleh dari Sekolah atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah diakreditasi dan /atau telah mendapat ijin penyelenggaraan dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang Pendidikan Nasional atau pejabat lain sesuai Peraturan perundangan yang berlaku Ijazah yang diperoleh dari Sekolah atau Perguruan tinggi di luar Negeri hanya dapat dihargai bila telah diakui dan ditetapkan sederajat dengan Sekolah atau Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia oleh Menteri yang bertanggungjawab dibidang Pendidikan Nasional atau pejabat lain sesuai Peraturan perundangan yang berlaku c) Penghasilan Hak atas gaji CPNS adalah 80% (delapan puluh persen) dari gaji pokok PNS. Masa kerja yang dapat diperhitungkan penuh untuk penetapan gaji pokok dalam pengangkatan pertama adalah: 1) Masa selama menjadi Calon /Pegawai Negeri kecuali masa menjalankan CLTN 2) Masa selama menjadi pejabat Negara 3) Masa selama menjalankan tugas Pemerintahan. yang antara lain masa penugasan sebagai: a) Lokal staf pada perwakilan RI di luar negeri b) Pegawai tidak tetap c) Perangkat desa 19 . sudah dianggap nyata melaksanakan tugas sejak ia berangkat menuju ke tempat tugasnya yang dibuktikan surat perintah perjalanan/penugasan dari pejabat yang berwenang. Bila pada saat pengangkatan pertama CPNS telah mempunyai masa kerja maka dapat diperhitungkan sebagai masa kerja untuk penetapan gaji pokok. mulai berlaku pada tanggal yang bersangkutan secara nyata melaksanakan tugasnya yang dinyatakan dengan surat pernyataan oleh Kepala Kantor atau satuan organisasi yang bersangkutan. Surat pernyataan telah melaksanakan tugas dibuat oleh Kepala Kantor atau satuan organisasi selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah yang bersangkutan secara nyata telah melaksanakan tugas Selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah durat pernyataan telah melaksanakan tugas dibuat.

Lamanya sekurangkurangnya 1 (satu) tahun dan paling lama 2 (dua) tahun yang dihitung sejak tanggal yang bersagkutan diangkat sebagai CPNS. Pengangkatan menjadi PNS Pusat bagi CPNS Pusat yang menjalani masa percobaan lebih dari 2 (dua) tahun ditetapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara. antara lain sebagai Prajurit Wajib dan sukarelawan 5) Masa selama menjadi pegawai/karyawan Perusahaan milik pemerintah seperti BUMN dan BUMD Masa kerja yang diperhitungkan setengah adalah masa kerja sebagai pegawai/karyawan dari Perusahaan yang berbadan hukum di luar lingkungan Badan pemerintah (termasuk Perusahaan swasta asing yang berbadan hukum) yang tiap kali tidak kurang dari 1 (satu) tahun dan tidak terputus. 20 . Pengangkatan tersebut ditetapkan apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Setiap unsur penilaian prestasi kerja / DP 3 sekurang-kurangnya bernilai baik 2) Telah memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rohani untuk diangkat menjadi PNS 3) Telah lulus Pendidikan dan pelatihan Prajabatan Tanggal mulai berlakunya keputusan pengangkatan menjadi PNS tidak boleh berlaku surut Calon PNS yang telah menjalankan masa percobaan lebih dari 2 (dua) tahun dan telah memenuhi syarat untk diangkat PNS. maka hanya dapat diangkat menjadi PNS apabila alasannya bukan karena kesalahan yang bersangkutan. dengan ketentuan bahwa masa kerja tersebut diperhitungkan sebanyak-banyaknya 8 (delapan) tahun d) Masa Percobaan Masa selama menjadi CPNS merupakan masa percobaan. e) Pengangkatan Menjadi CPNS CPNS yang telah menjalankan masa percobaan diangkat menjadi PNS dalam jabatan dan pangkat tertentu dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian. Sedangkan bagi CPNS Daerah yang akan diangkat menjadi PNS Daerah yang menjalani masa percobaan lebih dari 2 (dua) tahun ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian daerah Propinsi /Kabupaten/Kota setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala Kantor Regional BKN.d) Pegawai/tenaga pada Badan Inernasional e) Petugas pada Pemerintahan lainnya yang penghasilannya dibebankan pada APBN 4) Masa selama menjalankan kewajiban untuk membela negara. tetapi karena suatu sebab belum diangkat menjadi PNS.

yang oleh Team Penguji Kesehatan dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan Negeri. 2) Dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena dengan sengaja melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan/tugasnya. Pengangkatan menjadi PNS bagi CPNS yang tewas atau cacat karena dinas ditetapkan dengan keputusan Kepala BKN/Kantor Regional BKN baik bagi CPNS Pusat maupun Daerah (PP No 09 tahun 2003) f) Pemberhentian Calon PNS Calon PNS diberhentikan dengan hormat. apabila : 1) mengajukan permohonan berhenti 2) tidak memenuhi syarat kesehatan 3) tidak lulus pendidikan dan pelatihan prajabatan 4) tidak menunjukkan kecakapan dalam melaksanakan tugas 5) menunjukkan sikap dan budi pekerti yang tidak baik yang dapat mengganggu lingkungan pekerjaan 6) dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang 7) menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik dan telah mengajukan surat permohonan berhenti secara tertulis kepada pejabat pembina kepegawaian 8) 1 (satu) bulan setelah diterimanya keputusan pengangkatan Calon PNS tidak melapor dan melaksanakan tugas. CPNS yang cacat karena dinas. 3) Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat 4) Menjadi anggota dan/atau pengurus patai politik tanpa mengajukan surat permohonan berhenti secara tertulis kepada pejabat pembina kepegawaian 21 . apabila : 1) Pada waktu melamar dengan sengaja memberikan keterangan atau bukti yang tidak benar. Calon PNS diberhentikan dengan hormat. diangkat menjadi PNS terhitung mulai tanggal 1 (satu) pada bulan ditetapkannya surat keterangan Team Penguji Kesehatan.Calon Pegawai Negeri Sipil yang tewas diangkat menjadi PNS terhitung mulai tanggal 1 (satu) pada bulan yang bersangkutan dinyatakan tewas. kecuali bukan karena kesalahan yang bersangkutan. dan diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan diberikanhak-hak kepegawaian sesuai dengan perundangan yang berlaku. Yang dimaksud keterangan-keterangan atau bukti-bukti yang tidak benar dalam ketentuan ini adalah apabila keterangan tersebut mengakibatkan kerugian pada negara atau setelah diketahui kebnarannya seharusnya tidak memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Calon PNS.

Pemberhentian Calon PNS ditetapkan dengan surat keputusan pejabat pembina kepegawaian. 22 .

Undang Undang Nomor 8 Tahun 1974 jo. Kenaikan Pangkat Anumerta bagi PNS yang tewas Kenaikan Pangkat Pengabdian bagi PNS yang : Meninggal dunia. D. kepada Pegawai Negeri Sipil dapat diberikan : 1. Undang Undang Nomor 43 Tahun 1999 2. Sistim. 12 Tahun 2002. Mencapai batas usia pensiun. 2. Pengertian Yang dimaksud dengan : Pangkat adalah kedudukan yang menunjukkan tingkat seorang Pegawai Negeri Sipil berdasarkan jabatannya dalam rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar penggajian. 2. Kenaikan pangkat merupakan penghargaan yang diberikan atas pengabdian PNS terhadap negara. Masa Dan Susunan Pangkat PNS Sesuai dengan Pasal 18 (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomr 43 tahun 1999. diharapkan akan menumbuhkan semangat kerja bagi PNS yang bersangkutan. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 3. Cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri Masa kenaikan pangkat PNS ditetapkan tanggal 1 April dan 1 Oktober setiap tahun kecuali Kenaikan Pangkat Anumerta dan Kenaikan Pangkat Masa kerja untuk 23 . Sistim Kenaikan Pangkat Reguler Sistim Kenaikan Pangkat Pilihan Disamping itu. dinyatakan bahwa kenaikan pangkat dilaksanakan dengan : 1. karena melalui kenaikan pangat yang tepat waktu dan sasaran. Keputusan Kepala BKN No. C. yang dimaksudkan sebagai dorongan kepada PNS untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdiannya B.KENAIKAN PANGKAT PNS A. 2. Kenaikkan pangkat adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian Pegawai Negeri Sipil terhadap Negara. Dasar Hukum 1. Umum Kenaikan pangkat merupakan salah satu elemen penting dalam pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil. 3.

Nama dan Susunan Pangkat serta Golongan Ruang PNS adalah sebagai berikut : A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 E. atau badan swasta yang ditentukan dapat diberikan kenaikan pangkat reguler sebanyak-banyaknya tiga kali selama penugasan/perbantuan Sekurang-kurangnya telah empat tahun dalam pangkat Bestatus Pegawai Negeri Sipil Tidak melampaui pangkat atasan langsung Masih dalam jenjang kepangkatan Lulus ujian yang dipersyaratkan Penilaian prestasi kerja bernilai baik dalam dua tahun Tidak menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional 24 . 4. PNS yang dipekerjakan / diperbantukan diluar instansi induk secara penuh pada proyek pemerintah. Golongan Juru Muda I Juru Muda Tingkat1 II Juru Juru Tingkat 1 III Pengatur Muda IV Pengatur Muda Tingkat 1 V Pengatur VI Pengatur Tingkat 1 VII Penata Muda VIII Penata Muda Tingakat 1 IX Penata X Penata Tingkat 1 XI Pembina XII Pembina Tingkat 1 XIII Pembina Tingkat 1 XIV Pembina Utama Muda XV Pembina Utama Madya XVI Pembina Utama XVII Kenaikan Pangkat Reguler C. 3. terakhir 7. Ruang a b c d a b c d a b c d a b c d e Kenaikan Pangkat Reguler adalah penghargaan yang diberikan kepada PNS yang telah memenuhi syarat yang ditentukan tanpa terikat pada jabatan. Badan Internasional. negara sahabat. 3. Pangkat B. Melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya tidak menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu Dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh diluar instansi induk dan tidak menduduki jabatan pimpinan yang telah ditetapkan persamaan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu. terakhir 6. organisasi profesi. 5. Syarat-syarat kenaikan pangkat reguler adalah : 1.kenaikan pangkat pertama PNS dihitung sejak pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. tertentu 2. Kenaikan Pangkat Reguler diberikan PNS yang : 1. 2.

1. 9 10.RUANG TERTINGGI II/a II/c II/d III/b III/b III/c III/c 8. 4. 7. 2. STTB/IJAZAH SD SLTP SLTP Kejuruan SLTA SLTA Kejuruan DI Diploma II SGPLB Sarjana Muda Diploma III Akademi Bakaloreat Sarjana Diploma IV Dokter.kecuali yang dipekerjakan/diperbantukan pada lembaga pendidikan. sosial. Kenaikkan pangkat PNS yang menduduki jabatan struktural 25 . Kenaikan Pangkat Pilihan diberikan kepada PNS yang : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Menduduki jabatan struktural/jabatan fungsional tertentu Menduduki jabatan tertentu yang pengangkatannya ditetapkan dengan Manunjukkan prestasi kerja luar biasa baiknya Menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara Diangkat menjadi pejabat negara Memperoleh STTB/Ijazah Melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya menduduki jabatan struktural Telah selesai mengikuti dan lulus tugas belajar Dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh di luar instansi induknya Keppres atau fungsional tertentu yang diangkat dalam jabatan pimpinan yang telah ditetapkan persamaan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu. 5. Kanaikan Pangkat Reguler diberikan kepada PNS sampai dengan jenjang NO 1. III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b Kenaikan Pangkat Pilihan Kenaikan Pangkat Pilihan adalah kepercayaan dan penghargaan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil atas prestasi kerjanya yang tinggi. F. 6. kesehatan dan perusahaan jawatan. S – 2 Apoteker Dokter GOL RUANG PERMULAAN I/a I/c I/c II/a II/b II/b II/c GOL. 3.

Telah satu tahun dalam pangkat terakhir Sekurang-kurangnya telah satu tahun dalam jabatan struktural yang didudukinya. Kenaikan Pangkat bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu dapat dinaikkan pangkatnya setiap kali setingkat lebih tinggi apabila : Sekurang-kurangnya telah dua tahun dalam pangkat terakhir Telah memenuhi angka kredit yang ditentukan Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam dua tahun terakhir. dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat pilihan setingkat lebih tinggi apabila: 1) 2) Sekurang-kurangnya telah empat tahun dala pangkat terakhir Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam dua tahun terakhir 2. Kenaikan pangkat bagi PNS yang menunjukkan prestasi yang luar biasa baiknya PNS yang menunjukkan prestasi luar biasa baiknya selama 1 (satu) tahun terakhir. Kenaikan pangkat bagi PNS yang menduduki jabatan tertentu yang pengangkatannya ditetapkan dengan KEPRES Kenaikan pangkat bagi PNS yang menduduki jabatan tertentu yang pengangkatannya ditetapkan dengan KEPRES diatur dengan peraturan perundangan tersendiri 4. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan struktural dan pangkatnya masih satu tingkat jenjang pangkat terendah yang ditentukan untuk jabatan itu. dapat dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi apabila : 1) 2) 3) b. dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi pada periode kenaikan pangkat setelah pelantikan apabila setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam dua tahun terakhir c. yang dihitung sejak pelantikan. apabila: . Setiap unsur penilaian prestasi kerja bernilai baik dalam dua tahun terakhir Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural dan pangkatnya masih satu tingkat dibawah jenjang pangkat terendah untuk jabatan yang diduduki tetapi telah empat tahun atau lebih dalam pangkat terakhir yang dimiliki. 3.Sekurang-kurangnya telah satu tahun dalam pangkat terakhir 26 . Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan struktural dan pangkatnya telah mencapai jenjang pangkat terendah yang ditentukan telah mencapai jenjang pangat terendah yang ditentuka untuk jabatan itu.a. dapat dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi tanpa terikat jenjang pangat.

-

Setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP-3 bernilai amat baik dalam 1 (satu) tahun terakhir

Yang dimaksud prestasi kerja yang luar biasa baiknya disini adalah prestasi yang sangat menonjol baiknya yang secara nyata diakui dalam lingkungannya, sehingga PNS tersebut menjadi teladan bagi yang lain. Prestasi kerja yang luar biasa baiknya tersebut dinyatakan dengan surat keputusan yang ditandatangani oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. 5. Kenaikan pangkat bagi PNS yang menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara PNS yang menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara, dinaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi tanpa terikat jenjang pangkat yang diberikan pada saat yang bersangkutan telah 1 (satu) taun dalam pangkat terakhir dan penilaian baik, dan tidak ada unsur yang bernilai kurang. 6. Kenaikan pangkat bagi PNS yang diangkat menjadi Pejabat Negara a. PNS yang diangkat menjadi Pejabat Negara dan diberhentikan dari jabatan organiknya, dapat dinaikkan pangkatnya setiap kali setingkat lebih tinggi tanpa terikat jenjang pangkat, apabila : 1) 2) b. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir Setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP-3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik PNS yang diangkat menjai Pejabat Negara tetapi tidak diberhentikan dari jabatan organiknya, kenaikan pangkatnya dipertimbangkan berdasarkan jabatan organik yang didudukinya, dengan ketentuan: 1) Bagi yang menduduki jabatan struktural/fungsional tertentu, kenaikan pangkatnya dipertimbangkan berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk pemberian kenaikan pangkat pilihan sesuai dengan jabatan yang didudukinya. 2) Bagi yang tidak menduduki jabatan struktural/fungsional tertentu, kenaikan pangkatnya dipertimbangkan berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk pemberian kenaikan pangkat reguler 7. Kenaikan pangkat bagi PNS yang memperoleh STTB/Ijazah atau Diploma Bagi PNS yang memperoleh: a) STTB/Ijazah SLTp atau yang setingkat danmasih berpangkat Juru Muda Tingkat I Gol. Ruang I/b ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Juru Gol. Ruang I/c b) STTB/Ijazah SLTA, Diploma I atau yang setingkat dan masih berpangkat Juru Tingkat I Gol. Ruang I/D ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Muda, Gol Ruang II/a.

27

c)

STTB/Ijazah

SPGLB

atau

Diploma

II

dan

masih

berpangkat Pengatur Muda, Gol. Ruang II/a ke bawah dapat dinaikan pangkatnya menjadi Pengatur Muda Tingkat I, Gol. Ruang II/b d) Ijazah Sarjana Muda, Akademi, atau Diploma III dan masih berpangkat Pengatur Muda Gol. Ruang II/b ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Gol. Ruang II/c e) Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV dan masih berpangkat Pengatur Tingkat I Gol. Ruang II/d ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda Gol. Ruang III/a f) Ijazah Dokter (S3) dan masih berpangkat Penata Muda Tingkat I Gol. Ruang III/b ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Gol. Ruang III/c Ijazah sebagaimana tersebut di atas adalah ijazah yang diperoleh dari sekolah atau perguruan tinggi negeri dan atau ijazah dari yang diperoleh dari sekolah/perguruan tinggi swasta yang terakreditasi dan atau telah mendapat izin penyelenggaraan dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendidikan nasional atau pejabat lain berdasarkan peraturan perundangan Untuk ijazah yang diperoleh dari sekolah/perguruan tinggi di luar negeri dihargai setelah di akui dan ditetapkan sederajat dengan ijazah dari sekolah atau perguruan tinggi negeri yang ditetapkan Menteri yang bertanggungjawab dibidang pendidikan nasional. Kenaikan pangkat sebagaimana tersebut di atas dapat dipertimbangkan setelah memenuhi syarat sbb: a) Diangkat dalam jabatan/tugas yang memerlukan pengetahuan/keahlian yang sesuai dngan ijazah yang diperoleh b) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir c) Setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP-3 bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir d) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan bagi yang menduduki jabatan fungsional tertentu e) Lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah diperoleh sebelum yang bersangkutan diangkat sebagai PNS 8. Kenaikan pangkat bagi PNS yang melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya menduduki jabatan tertentu PNS yang sedang melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya menduduki jabatan stuktural atau jabatan fungsional tertentu diberikan kenaikan pangkat setiap kali setingkat lebih tinggi bila: 28 ijazah yang diperoleh sebagaimana tersebut di atas termasuk didalamnya ijazah yang

a) terakhir b)

sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya

bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir kenaikan pangkat tersebut diberikan dalam jenjang pangkat yang ditentukan untuk jabatan struktural/fungsional tertentu yang terakhir didudukinya.

9. Kenaikan pangkat bagi PNS yang telah sesuai mengikuti dan lulus tugas belajar PNS yang melaksanakan tugas belajar apabila telah lulus dan memperoleh: a) Ijazah SGPLB atau Diploma II, dan masih berpangkat Pengetur Muda Gol. Ruang II/a ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Muda Tingkat I Gol. Ruang II/b b) Ijazah Sarjana Muda, Akademi, atau Diploma III dan masih berpangkat Pengatur Muda Tingkat I, Gol. Ruang II/b ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Gol. Ruang II/c c) Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV dan masih berpangkat Pengatur Tingkat I Gol. Ruang II/d ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda Gol. Ruang III/a d) Ijazah Dokter, Apoteker dan Magister (S2) atau ijazah lain yang setara dan masih berpangkat Penata Muda Gol. Ruang III/a ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda Tingkat I Gol. Ruang III/b e) Ruang III/c Kenaikan pangkat tersebut baru dapat dipertimbangkan bila: a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir b) Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir 10. Kenaikan pangkat PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan Ijazah Doktor (S3) dan masih berpangkat Penata Muda Tingkat I Gol. Ruang III/b ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Gol.

secara penuh di luar instansi induknya yang diangkat dalam jabatan pimpinan yang telah ditetapkan persamaan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan di luar instansi induknya dan diangkat dalam jabatan pimpinan yang ditetapkan persamaan eselonnya, dapat diberikan kenaikkan pangkat setiap kali setingkat lebih tinggi bila: 29

Camat atau Pejabat Pemerintah setempat lainnya dapat mengeluarkan keputusan sementara. maka Pejabat Pembina Kepegawaian mempertimbangkan penetapan pemberian kenaikan pangkat anumerta. disamping syarat-syarat lainnya sebagaimana dipersyaratkan untk kenaikan pangkat PNS yang menduduki jabatan fungsional. kesehatan dan perusahaan jawatan PNS yang diperbantukan/ dipekerjakan diluar instansi induk dan yang menduduki jabatan fungsional tertentu yang untuk kenaikan pangkatnya harus memenuhi angka kredit. yang berlaku mulai tanggal yang bersangkutan tewas. Pejabat yang menetapkan keputusan sementara selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja wajib melaporkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian instansi PNS yang tewas. Untuk menjamin agar pemberian kenaikan anumerta dapat diberikan sebelum PNS yang tewas itu dimakamkan. maka ditetapkan sementara. maka pejabat tersebut menetapkan keputusan sementara tentang pemberian kenaikan pangkat anumerta. G. kecuali bagi yang dipekerjakan atau diperbantukan pada lembaga kependidikan. diberikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi. Apabila kedudukan Pejabat Pembina Kepegawaian tersebut jauh dari instansi tempat bekerja PNS yang tewas sehingga tidak memungkinkan diberikan kenaikan pangkat anumerta sebelum PNS yang tewas itu dimakamkan. Kenaikan Pangkat Anumerta Pegawai Negeri Sipil yang dinyatakan tewas. dan apabila menurut pendapatnya memenuhi syarat sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan sementara adalah Pejabat Pembina Kepegawaian instansi masing-masing untuk semua PNS yang dinyatakan tewas dalam pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e ke bawah. 30 . Pemberian kenaikan pangkat anumerta harus diusahakansebelum PNS yang tewas dimakamkan dan surat keputusan kenaikan pangkat anumerta tersebut hendaknya dibacakan pada waktu upacara pemakaman. sosial. Berdasarkan bahan-bahan kelengkapan administrasi yang disampaikan oleh pejabat yang menetapkan keputusan sementara tersebut.a) terakhir b) Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat Setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP-3 sekurang- kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir Kenaikan pangkat sebagaimana tersebut diatas hanya dapat diberikan sebanyakbanyaknya 3 (tiga) kali. Kepala Kantor atau Pimpinan Unit kerjanya membuat laporan tentang tewasnya PNS sebagai sebagai bahan penetapan keputusan sementara oleh Camat atau Pejabat lainnya. Berdasarkan laporan tersebut Camat atau Pejabat Pemerintah setempat mempertimbangkan pemberian kenaikan pangkat anumerta.

Dalam hal yang bersangkutan memenuhi syarat untuk mendapatkan kanaikan pangkat pengabdian karena meninggal dunia dapat diberikan kenaikan pangkat pengabdian dengan keputusan pejabat yang berwenang. dan keputusan sementara tersebut tidak berlaku. bagi PNS Pusat dan daerah yang dinaikkan pangkatnya menjadi Juru Muda Tingkat I golongan ruang I/b ke atas sampai Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b.Apabila terdapat alasan yang cukup untuk pemberrian kenaikan pangkat anumerta maka: Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Daerah menyampaikan usul kepada: 1) Presiden bagi PNS Pusat dan Daerah yang diusulkan menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c ke atas dan tembusan disampaikan kepada Kepala BKN sebagai bahan pertimbangan teknis kepada Presiden 2) ruang IV/b Apabila almarhum/almarhumah PNS yang dinyatakan tewas oleh Kepala BKN atau Pejabat lain yang ditunjuk dalam lingkungannya dan diberikan dan diberikan kenaikan pangkat anumerta dan uang duka tewas. yaitu: 1) Presiden. 1. Apabila almarhum/almarhumah PNS ternyata tidak memenuhi syarat untuk dinyatakan tewas. H. PNS yang meninggal dunia atau akan diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun karena mencapai batas usia pensiun. dapat diberikan kenaikan pangkat pengabdian setingkat lebih tinggi apabila: a) Memiliki masa bekerja sebagai PNS selama: 1) Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah satu bulan dalam pangkat terakhir 2) Sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah satu tahun dalam pangkat terakhir 3) Sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah 2 tahun dalam pangkat terakhir 31 Kenaikan Pangkat Pengabdian Kenaikan pangkat pengabdian bagi PNS yang meninggal dunia atau akan diberhentikan dengan hormat karena mencapai Kepala BKN bagi PNS Pusat dan Daerah yang diusulkan menjadi Juru Muda Tingkat I golongan ruang I/b sampai dengan Pembina Tingkat I golongan . bagi PNS Pusat dan Daerah yang dinaikkan pangkatnya menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c ke atas setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala BKN. 2) Kepala BKN. batas usia pensiun. maka keputusan sementara tentang pemberian kenaikan pangkat anumerta ditetapkan menjadi keputusan definitive oleh pejabat yang berwenang. maka keputusan sementara tentang pemberian kenaikan pangkat anumerta tidak dapat ditetapkan menjadi keputusan definitive oleh pejabat yang berwenang.

bagi PNS Pusat an Daerah yang dinaikan pangkatnya menjadi Juru Muda Tingkat I golongan ruang I/b sampai dengan Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. d) Masa bekerja sebagai PNS secara terus menerus dimaksud dalam ketentuan ini adalah masa kerja yang dihitung sejak diangkat menjadi CPNS atau PNS sampai dengan yang bersangkutan meninggal dunia atau mencapai batas usia pensiun dan tidak terputus statusnya sebagai PNS. yang berlaku mulai tanggal yang bersangkutan oleh Team Penguji Kesehatan dinyatakan cacat karena dinas dan tidak dapat kerja lagi dalam jabatan negeri. Kenaikan pangkat Pengabdian bagi PNS yang meninggal dunia berlaku terhitung mulai tanggal PNS yang bersangkutan meninggal dunia Kenaikan Pengabdian bagi PNS yang mencapai batas usia pensiun berlaku terhitung mulai tangal 1 (satu) pada bulan yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun. Apabila oleh Team Penguji Kesehatan PNS tersebut dinyatakan cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan negeri. Kepala BKN bagi PNS Pusat dan Daerah yang diusulkan menjadi Juru Muda Tingkat I golongan I/b sampai dengan Pembina Tingkat I Golongan ruang IV/b Kenaikan pangkat pengabdian ditetapkan dengan: 32 Kenaikan Pangkat Pengabdian yang disebabkan cacat .b) Setiap unsur Penilaian Prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir c) Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dalam satu tahun terakhir. bagi PNS Pusat dan Daerah yang dinaikkan pangkatnya menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c keatas setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara 2) Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara. maka: Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Daerah menyampaikan usul kenaikan pangkat pengabdian kepada: a. Presiden bagi PNS Pusat dan Daerah yang diusulkan menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c ke atas dan tembusan disampaikan kepada Kepala BKN sebagai pertimbangan teknis kepada Presiden b. diberikan kenaikan pangkat pengabdian setingkat lebih tinggi. e) Kenaikkan pangkat Pengabdian bagi PNS yang meninggal dunia atau mencapai BUP tersebut ditetapkan dengan: 1) Keputusan Presiden. karena dinas PNS yang oleh Team Penguji Kesehatan dinyatakan cacart karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri. 2.

PNS dikecualikan dari ujian apabila: 1. Tingkat I golongan ruang III/d menjadi Pembina golongan ruang IV/a. Apabila ternyata PNS yang bersangkutan tidak lulus dalam ujian dinas tyersebut. Keputusan Presiden.a. Tidak sedang dalam keadaan: a. Akan diberikan kenaikan pangkat karena menemukan Diberikan kenaikan pangkat pengabdian karena: Meninggal dunia Mencapai batas usia pensiun penemuan baru yang bermanfaat bagi negara. Keputusan Kepala BKN. diangkat menjadi PNS. Ujian dinas dibagi dalam dua tingkat. yaitu: 1. maka kepadanya diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam ujian dinas berikutnya pada tingkat yang sama. bagi PNS Pusat dan Daerah untuk kenaikan pangkat menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c ke atas setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala BKN b. b. bagi PNS Pusat dan Daerah untuk kenaikan pangkat menjadi Juru Muda Tingkat I golongan ruang IV/b Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang oleh Team Penguji Kesehatan dinyatakan cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri. Cuti diluar tanggungan negara Ujian dinas dilaksanakan sebelum PNS yang bersangkutan dipertimbangkan kenaikan pangkatnya ke dalam golongan yang lebih tinggi. Ujian dinas tingkat I untuk kenaikan pangkat dari Pengatur ujian dinas Tingkat II untuk kenaikan pangkat dari Penata Tingkat I golongan ruang II/d menjadi Penata Muda golongan ruang III/a. 33 . Ujian Dinas Pegawai Negeri Sipi yan berpangkat Pengatur Tingakt I golongan ruang II/d dan Penata Tingkat I golongan ruang III/d yang akan naik pangkat wajib lulus ujian dinas. Diberhentikan sementara dari jabatan negeri. Pengangkatan menjadi PNS sebagaimana tersebut di atas terhitung mulai tanggal 1 (satu) pada bulan yang bersangkutan dinyatakan cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri I. 3. atau c. Akan diberikan kenaikan pangkat karena relah menunjukkan prestasi erja luar biasa baiknya. dan diberikan kenaikan pangkat pengabdian. Memiliki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d bagi ujian dinas Tingkat I dan pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d bagi ujian dinas Tingkat II 2. a. Menerima uang tunggu. 2. Ujian dinas diikuti oleh PNS yang memenuhi syarat sebagai berikut: 1. 2. Kepada PNS yang lulus ujian dinas diberikan Tanda Lulus Ujian Dinas yan gberlaku sepanjang PNS yan bersangkutan belum naik pangkat. b.

6. Menduduki jabatan tertentu. b. Telah memperoleh: a. dinas Tingkat II. dinas Tingkat I. Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan sebagai berikut: a. 5. Ijazah Dokter. ujian dinas tingkat I. untuk ujian dinas Tingkat I atau ujian dinas Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV untuk ujian Sepadya/Spama/Diklatpim Tingkat IV untuk ujian Sepada/Adum/Sepala/Diklatpim Tingkat IV untuk 34 . Apoteker. Magister (S2) dan Ijazah lain yang setara atau Doktor (S3).c. Oleh karena Tim Penguji Kesehatan dinyatakan cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri 4. b. Tingkat II.

Diklat Teknis 5. Pengangkatan PNS b. 8. Diklat Fungsional. 17. pemensiunan. Mutasi Jabatan a. Pengaktifan kembali setelah CLTN c. BA Pengambilan Sumpah/Janji PNS c. 12. 9. Pembebasan Sementara dari Jabatan Organik f. 14. pemindahan. Pemberhentian Sementara d. pemberhentian. 3. 2. seperti pengangkatan. Penerima Uang Tunggu e. Aktif b. 16. perubahan susunan keluarga dan lain-lain RUANG LINGKUP MUTASI KEPEGAWAIAN Rung Lingkup Mutasi Kepegawaian meliputi: 1. Tugas Belajar 6. Peningkatan Pendidikan b. 13. Mutasi Diklat: a. Pembebasan dari Jabatan Organik 7. Karpeg 4. Pengangkatan dalam jabatan b. a.MUTASI KEPEGAWAIAN PENGERTIAN Mutasi kepegawaian adalah segala perubahan mengenai seseorang Pegawai Negeri Sipil. 11. Diklat dalam jabatan: Diklatpim. Pejabat Negara 35 Mutasi Keluarga: Karis/Karsu/Anak/Perkawinan/Perceraian Mutasi Penghargaan Mutasi Hukuman Disiplin Mutasi Pindah Wilayah Kerja Mutasi Pindah Instansi Mutasi Peninjauan Masa Kerja Mutasi Kenaikan Pangkat Mutasi Pemberhentian Mutasi Pensiun Mutasi Pengujian Kesehatan Mutasi Status Kepegawaian: . Mutasi Pegawai Baru Mutasi CPNS: Pengangkatan CPNS Mutasi PNS: a. 10. Prajurit Wajib g. 15. CLTN. Mutasi Pendidikan: a. Diklat Prajabatan b.

Sedang dalam proses banding ke BAPEK l. Tugas Belajar k. Masa Persiapan Pensiun m. Kepala Desa i. Titipan 36 .h. Izin Perceraian dan Perkawinan j.

menerima penghasilan secara harian/bulanan atau sebagai peneriama upah yang bersifat tidak tetap (pekerja borongan) atau kerja sukarela/magang. KA. antara lain masa selama manjadi Prajurit Wajib dan Sukarelawan 37 . 1) 2) 3) Syarat-syarat Pengalaman masa kerja yang diperoleh dari Pemrintah. 1. masa kerjanya tidak dapat diperhitungkan 4) Masa kerja yang dapat diperhitungkan setinggitingginya ditetapkan berdasarkan masa kerja maximum setelah dikurangi dengan 2 (dua) kali Kenaikan Gaji Berkala yang terakhir dalam golongan ruang tersebut. Peninjauan Masa Kerja Golongan Negeri Sipil yang memiliki pengalaman kerja pada Calon/Pegawai Pemerintah/Swasta yang Berbadan Hukum yang belum diperhitungkan sebagai masa kerja golongan dapat ditinjau kembali/diperhitungkan untuk penetapan gaji pokok Pegawai Negeri Sipil. Status sebagai Calon/Pegawai Negeri Sipil Memiliki pengalaman kerja yang diperoleh pada Pengalaman kerja pada Pemerintah yang tidak Pemerintah yang belum diperhitungkan sebagai masa kerja golongan. Kep. BKN Nomor 11 Tahun 2002 cukup keterangan dan bukt lainnya). KA. 98 tahun 2000 jo. umpamanya masa bakti Dokter selama menjadi PTT − Perangkat Desa − Pegawai/Tenaga pada Badan-badan Internasional − Petugas pada pemerintah lainnya yang penghasilannya dibebankan pada APBN d) Masa selama menjalankan kewajiban untk membela Negara. 5) Pengalaman kerja yang dapat diperhitungkan sebagai masa kerja golongan gaji adalah pengalaman kerja yang dapat dibuuktikan dengan Surat Keputusan dari pejabat yang berwenang (berdasarkan KEP. BKN Nomor 11 Tahun 2002) yaitu: a) Masa selama menjadi Calon/Pegawai Negeri kecuali masa selama menjadi CLTN b) Masa selama menjadi pejabat Negara c) Masa selama menjalankan tugas pemerintahan yang antara lain penugasan sebagai: − Lokal staff pada perwakilan RI di Luar Negeri − Pgawai tidak tetap.PENINJAUAN MASA KERJA A. a. 6) Pengalaman kerja yang diperoleh dari Pemerintah dimaksud maliputi (berdasarkan pasal 13 PP.

a. 3/D. d. Kerja harus sesuai dengan data yang tertuang dalam Surat Keputusan Pengangkatan Pertama sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil. (satu) tahun dan didapat secara terus menerus tanpa terputus Dari jumlah pengalaman kerja yang dimiliki hanya dihargai setengahnya dan paling tinggi hanya dapat dihitung 8 (delapan) tahun 3. b. PT.II. b. Misalnya. Daftar riwayat Hidup/Daftar Riwayat Pekerjaan Salinan sah STTB/Ijazah/Diploma/Akta yang digunakan pada Salinan sah Surat Kewputusan Pengangkatan sebagai Calon Salinan sah Surat Keputusan Pengangkatan dan Pembentukan Bahan-bahan yang perlu dilampirkan dalam nota usul Formulir DPengalaman kerja pada swasta tersebut baru dapat diperhitungkan apabila sekurang-kurangnya memiliki pengalaman kerja 1 saat bekerja dipemerintah/swasta pegawai Negeri Sipil sebagai Bukti Pengalaman Kerja yang diperoleh 4. Tanggal 1 September 1 sampai dengan 31 mei 2002 bekerja sebagai honorer pada Kantor Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat. a. c.C yang perlu diperiksa. 38 . Tanggal 1 Juni 2000 sampai dengan 31 Agustus 2004 bekerja sebagai guru tidak tetap SMA Swasta. c. Pengalaman masa kerja yang diperoleh dari swasta Status sebagai Calon/Pegawai Negeri Sipil Pengalaman Kerja pada swasta yang dapat diperhitunkan menjadi masa kerja golongan adalah pengalaman kerja yang diperoleh dari swasta yang berbadan hukum (misalnya. b. Pengalaman Kerja yang diperoleh dalam waktu yang bersamaan hanya diperhitungkan satu kali perhiungan masa kerja. CV dan sebagainya). Misalnya.C a. c. Cara Pemeriksaan Data yang tercantum dalam Surat Keputusan Pengalaman Data / Lampiran Formulir model D-3 / D. Kita membandingkan dengan STTB/Ijazah/Diploma/Akta yang dimiliki berasal dari daerah mana dan bukti pengalaman kerja diperoleh dari daerah mana.II.e) Msa selama manjadi Pgawai/karyawan Perusahaan Milik Pemerinta meliputi BUMN dan BUMD 2.

Apabila masih berstatus Calon diberikan 80% dan apabila telah berstatus Pegawai Negeri Sipil ditetapkan 100% dari gaji pokok. b. Peninjauan Masa Kerja dari Masa Bhakti Veteran dan Masa Kerja sebagai penghargaan dalam perjuangan. karena tidak mungkin seseorang dapat kuliah di Sumatra dan bekerja di Jakarta dalam waktu yang bersamaan d. adalah: 39 . hanya dapat diperhitungkan apabila telah melalui heregrestrasi yang dilakukan oleh Baminvet Puscadnas. e. bahkan pengangkatan yang bersangkutan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dapat ditinjau kembali/dibatalkan. Masa Bhakti yang dapat diperhitungkan 2 (dua) kali. Usaha industri Jakarta. Perlu diperhatikan bahwa penetapan besarnya gaji pokok sesuai dengan status pegawai yang bersangkutan.STTB SMA IPS tahun 1989 dari sekolah swasta di Pelembang. maka perhitungan masa kerja golongannya harus dikenakan pengurangan secara horizontal sesuai dengan golongan ruang gaji pegawai yang bersangkutan f. Pengalaman kerja yang diperoleh sewaktu masih berpendidikan lebih rendah dari pada pendidikan yang digunakan sebagai dasar pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil. Status sebagai Calon /Pegawai Negeri Sipil Calon/Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dinyatakan Bhakti Veteran yang diajukan untuk diperhitungkan 2 (dua) sebagai pejuang bagi Negara Republik Indonesia kali. Apabila dalam Surat Keputusan / Surat Keterangan yang menyatakan bahwa Pegawai yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat atau diberhentikan bukan atas permintaan sendiri. 5. Bukti pengalaman kerja yang terlampir adalah dari tanggal 1 Januari 1990 sampai dengan tanggal 31 Agustus 1999 diperoleh dari PT. Pengalaman kerja dari swasta yang Berbadan Hukum yang dapat diperhitungkan adalah yang didalam Surat Keputusan / Surat Ketrangan dicantumkan besarnya penghasilan dari pegawai yang bersangkutan dan diberhentikan dengan hormat dari pekerjaannya / jabatannya dan atau diberhentikan dengan hormat atas permintaan sendiri. d. Syarat-syarat a. Ijazah Akademi tahun 1993 dari Akademi Administrasi Niaga di Padang. c. maka pengalaman kerja yang bersangkautan tidak dapat diperhitungkan. apabila pengangkatan yang bersangkutan dilaksanakan setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 98 Thun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 Cara pemeriksaan / penelitian adalah seperti pemeriksaan terhadap lampiranlampiran yang diajukan untuk usul mutyasi bidang kepangkatan dan penggajian. Bila ditemukan data-data yang demikian maka jelas bahwa salah satu data tersebut atau keseluruhannya adalah palsu.

Jawab Pengalaman kerja dengan dasar pendidikan D. 1-12-2004. Oleh Bupati Gunungkidul Peninjauan masa kerjanya diajukan Dalam hal ini bagaimana perhitungan masa kerjanya. 9 bulan . 5. Bekerja pada PT sebuah perusahaan Keramik. BUDIMAN telah mengajukan berhenti dari PT Keramik tersebut pada akhir Agustus 2004. S. Bupati Gunungkidul.III dari AAN tahun 1994. dan sambil bekerja Sdr. 6. 2. 1. selanjutnya Sdr. dengan riwayat pendidikan sebagai berikut: Berijazah D.III tersebut ybs.PP. BUDIMAN melanjutkan pendidikan S. C.IP lahir 01 Mei 1972. BUDIMAN melamar sebagai CPNS dan diangkat dalam golongan ruang III/a TMT. 7 bulan = 4 tahun. BUDIMAN. Pengalaman Kerja yang Tidak Dapat Diperhitungkan Untuk Peninjauan Pengalaman kerja yang sudah dihargai dengan uang pesangon/uang Masa selama menjalani Cuti Diluar Tanggungan Negara Diberhentikan dengan hormat bukan atas permintaan sendiri. 7. dengan SK. 11 Tahun 2002 1 pengalaman Contoh 1 Sdr. 98 Tahun 2000 jo. 9 bulan = 2 tahun. 3. 9 bulan = 3 tahun = 7 tahun. seandainya Sdr. Diberhentikan dengan tidak hormat Pengalaman kerja yang diperoleh secara pararel hanya diperhitungkan Pengalaman kerja di Swasta yang kurang dari 1 (satu) tahun Pengalaman kerja yang diperoleh sebelum berusia 18 tahun Contoh Soal dan Jawaban Peninjauan Masa Kerja Masa Kerja Golongan pesangon yang bersifat untuk pensiun pengangkatan CPNS setelah berlakunya PP.1 dan lulus pada tahun 2001. 1-1-1995 s/d 1-8-2004 dihargai ½ masa kerja segaris masa skerja golongan II masa kerja golongan III PINDAH WILAYAH KERJA (PWK) 40 = 9 tahun.1) bulan) 2) Masa Bhakti Veteran perjuangan kemerdekaan antara tanggal 17 Agustus 1949 (maksimal 4 tahun 4 bulan x 2 = 8 tahun 8 Masa perjuangan integrasi dan selama menjadi pegawai pada Pemerintah sementara Timor-Timor yaitu mulai tanggal 1 Juli 1974 sampai dengan 31 Juli 1976 (maksimal 2 tahun 3 bulan x 2 = 4 tahun 6 bulan) B. berdasarkan ijazah D. 4.III dari.

c. Sebelum Pimpinan Instansi penerima menghubungi Pimpinan Instansi asal.Salah satu jenis mutasi Pegawai Negeri Sipil adalah pindah wilayah kerja Perpindahan tugas dan / atau wilayah kerja tersebut meliputi: a. c. Antar Daerah kabupaten/Kota dalam satu Propinsi. Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi yang membutuhkan mengeluarkan surat persetujuan untuk menerima kepindahan PNS yang ditujukan kepada Pimpinan instansi asal PNS asal untuk mendapat persetujuan. terlebih dahulu harus mendapat pertimbangan dari Baperjakat d. maka Pimpinan Instansi asal membuat Surat Pernyataan Persetujuan e. /Lembaga. diatur sebagai berikut: a. b. Persyaratan yang harus dipenuhi untk pengajuan SK PWk: 1) Surat pernyataan pindah instansi dari instansi dari instansi asal 2) Surat persetujuan dari instansi penerima penetapan pemindahan: 41 . f. e. Antar Daerah Propinsi. Apabila Pimpinan Instansi asal ybs. Pimpinan Instansi penerima menerbitkan surat keputusan pengangkatan dalam jabatan struktural g. Instansi Penerima mengusulkan kepada: 1) Kepaa BKN untuk mendapatkan penetapan pemindahan: − Antar Departemen/Lembaga − Antar Propinsi/Kabupaten/Kota dan Departemen/Lembaga − Antar Daerah Propinsi − Antar Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah Kabupaten/Kota Propinsi lainnya 2) Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi untuk mendapatkan − Antar Kabupaten/Kota dalam satu Propinsi − Antara Kabupaten/Kota dan daerah Propinsi f. Berdasarkan Keputusan Kepala BKN atau Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi tersebut. Perpindahan PNS antar instansi dapat terbagi dalam rangka usaha penyebaran tenaga ahli. atau Antara Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah Propinsi. d. Perpindahan harus didasarkan atas persetujuan dari instansi asal dan instansi penerima sesuai dengan kebutuhan. Berdasar Persetujuan Pimpinan Instansi asal. untuk kepentingan dinas atau sebab lainnya Prosedur perpindahan dengan pindah instansi. menyetujui. Antara Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah Antar Departemen/ Lembaga. Antara Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota dan Departemen Kabupaten/kota Propinsi lainnya. b.

Bila tak ada lowongan melaporkan ke BKN untuk kemungkinan disalurkan ke instansi lain c. Penempatan kembali Pegawai Negeri Sipil yang selesai CLTN ditetapkan dengan SK PYB setelah mendapat persetujuan Ka BKN Persyaratan yang harus dipenuhi untuk permintaan Nota Pertimbangan Pengaktifan kembali a. Menempatkan dan mempekerjakan kembali b. Pegawai Negeri Sipil setelah selesai menjalani CLTN b. Surat Pengantar dari PYB Blanko pengaktifan kembali dari CLTN (rangkap 5) Nota permohonan CLTN maupun perpanjangan CLTN Salinan SK Kenaikan Pangkat terakhir Surat Nikah PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS YANG TELAH MENJALANI MASA PERCOBAAN LEBIH DARI DUA TAHUN 42 . d. Pegawai Negeri Sipil yang menjadi Pejabat negara c. Bila tidak memungkinkan ditempatkan di tempat lain. c. b. Pegawai Negeri Sipil yang diangkat menjadi Kepala Desa PENGAKTIFAN KEMBALI PNS SETELAH SELESAI MENJALANI CLTN PNS setelah menjalankan CLTN wajib melaporkan diri kepada instansi induknya untuk ditempatkan kembali apabila ada lowongan Pimpinan Instansi yang menerima laporan adanya PNS yang selesai menjalani CLTN wajib: a. e.3) Surat rekomendasi dari Gubernur instansi penerima tentang kesanggupan pembayaran gaji bagi PNS yang pindah 4) DP 3 terakhir PENGAKTIFAN KEMBALI Pengaktifan kembali adalah mutasi mengenai pengaktifan kembali Pegawai Negeri Sipil yang untuk sementara waktu dibebaskan dari organisasinya Pengaktifan kembali Pegawai Negeri Sipil tersebut antara lain: a. atas dasar pemberitahuan dari BKN tersebut Pimpinan Instansi Induk memberhentikan PNS ybs dari jabatan karena kelebihan pegawai d.

maka hanya dapat diangkat menjadi PNS apabila alasannya bukan karena kesalahan yang bersangkutan Pengangkatan dari CPNS baik Pusat maupun CPNS Daerah yang akan diangkat menjadi PNS yang menjalani masa percobaan lebih 2 (dua) tahun ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian masing-masing setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala BKN Persyaratan : a. f.CPNS yang telah menjalani masa percobaan lebih dari 2 tahun dan elah memenuhi syarat diangkat menjadi PNS. b. Perbantuan Dosen atau Guru pada Yayasan/Perguruan Swasta d. tetapu karena suatu sebab belum diangkat menjadi PNS. Persyaratan: a. penguji Kesehatan e. BUMN/BUMD atau lembaga-lembaga internasional dihentikan/dibatasi kecuali: a. Perbantuan karena perluasan/penyederhanaan organisasi PENGAKTIFAN KEMBALI PEGAWAI NEGERI SIPIL MENJADI KEPALA DESA Pegawai Negeri yang diangkat menjadi Pejabat Negara diberhentikan dari jabatan organiknya selama menjadi Pejabat Negara tanpa kehilangan statusnya sebagai Pegawai Negeri Pegawai Negeri Sipil yang telah selesai menjalankan tugasnya sebagai Kepala Desa diperkerjakan kembali di instansi tempatnya bejerja semula. d. c. Salinan sah Surat Keputusan dalam pangkat terakhir 43 . Perbantuan PNS khusus untuk mengisi jabatan pimpinan yang telah dipersamakan eselonnya b. PERBANTUAN PNS DP 3 Ijazah Blanko Nota Persetujuan dari Instansi (rangkap 5) PADA INSTANSI SWASTA BUMN/BUMD ATAU SK CPNS SPMT STTPL Pra Jabatan Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter Penguji/Team LEMBAGA-LEMBAGA INTERNASIONAL PNS yang diperbantukan pada instansi swasta. Perbantuan PNS atas permintaan Lembaga Internasional dengan persetujuan atas penunjukan Pemerintah RI c. g.

b. d. sehingga untuk memperbaiki nota persetujuan tersebut perlu duajukan perbaikan kepada Kepala BKN 44 . kemungkinan terjadi kesalahan penetapan. yang bersangkutan c. Surat ijin untuk menjadi Kepala Desa dari Pimpinan Instansi Salinan sah Surat Keputusan pengangkatan sebagai Kepala Desa Salinan sah Surat Keputusan pemberhentian sebagai Kepala Desa dari Pejabat Yang Berwenang PERBAIKAN Dalam proses penetapan nota persetujuan Kepala BKN.

Peraturan Pemerintah No. ras atau golongan 1. tanggungjawab. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil. Jabatan Karier adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional yang hanya dapat diduduki oleh PNS. tanggungjawab. suku. tanggungjawab. prestasi kerja. Pengertian Jabatan adalah kedudukan yang menunjukkan tugas. Jabatan struktural adalah kedudukan yang menunjukkan tugas. Anggota Tentara Nasional Indonesia dan Anggota Kepolisian Negara hanya dapat diangkat dalam jabatan struktural apabila telah beralih status menjadi PNS. 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan. PENGANGKATAN. kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundangan Eselon dan jenjang pangkat jabatan struktural sesuai PP Nomor 13 Tahun 2002 45 . UMUM Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan struktural antara lain dimaksudkan untuk membina kareier PNS dalam jabatan struktural dan kepangkatan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam satu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi. Undang-undang No 8 Tahun 1974 Tentang Pokok Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 43 Tahun 1999 b. Calon Pegawai Negeri Sipil tidak dapat diangkat dalam jabatan struktural.PENGANGKATAN DALAM JABATAN STRUKTURAL A. Peraturan Pemerintah No. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin. Peraturan Pemerintah No 100 Tahun 2000 Jo. 13 Tahun 2002 c. PEMINDAHAN DAN PEMBERHENTIAN Jabatan struktural hanya dapat diduduki oleh ereka yang bestatus sebagai PNS. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi negara Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukan tugas. 13 Tahun 2002 Tanggal 17 Juni 2002 2. agama. wewenang dan hak seorang PNS dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri B. Dasar Hukum a. Pemindahan dan Pemberhentian PNS d.

rentang kendali. Pengangkatan Persyaratan Persyaratan PNS yang akan diangkat dalam jabatan struktural. dengan memperhatikan: a. Memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang ditentukan d. Serendah-rendahnya memiliki pangkat satu tingkat dibawah jenjang pangkat yang ditentukan c. b.NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ESELON I I II II III III IV IV V JENJANG PANGKAT GOLONGAN RUANG TERENDAH TERTINGGI PANGKAT GOL/RU PANGKAT GOL/RU Pembina Utama IVd Pembina Utama IVe Madya Pembina Utama IVc Pembina Utama IVe Muda Pembina Utama IVc Pembina Utama IVd Muda Madya Pembina Tingkat I IVb Pembina Utama IVc Muda Pembina IVa Pembina Tingkat I IVb Penata Tingkat I IIId Pembina IV a Penata IIIc Penata Tingkat I IIId Penata Muda Tingkat IIIb Penata IIIc I Penata Muda IIIa Penata Muda Tingkat IIIb I Penetapan organisasi Eselon Va secara selektif. Usia c. kebutuhan organisasi. Pengalaman Pelaksanaan Pengangkatan Pengangkatan dalam jabatan struktural eselon I dilingkungan instansi pusat ditetapkan dengan keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Komisi Kepegawaian Negara. Pejabat Pembina Kepegawaian perlu memperhatikan faktor: a. Senioritas dalam kepangatan b. Berstatus Pegawai Negeri Sipil. c. Memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan f. Sehat jasmani dan rohani Selain persyaratan tersebut. antara lain: a. Sedangkan pengangkatan dalam jabatan 46 . Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Jabatan d. b. kondisi geografis karakteristik tugas pokok dan fungsi jabatan yang berhubungan langsung dengan pelayanagn kepada masyarakat 1. Semua unsur penilaian prestasi kerja bernilai baik dalam dua tahun terakhir e. d.

Khusus untuk pengangkatan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota setelah mendapat persetujuan dari pimpinan DPRD Kabupaten/Kota. eselon dan besarnya tunjangan jabatan struktural Pelantikan PNS yang diangkat dalam jabatan struktural. termasuk PNS yang menduduki jabatan struktural yang diangkatkan eselonnya.struktural eselon II kebawah pada Instansi pusat ditetapkan Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat setelah mendapat pertimbangan dari Baperjakat Instansi Pusat. harus dicantumkan nomor dan tanggal pertimbangan Baperjakat. Namu n demikian untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan menambah wawasan. selambatnya 30 hari sejak penetapan pengangkatan wajib dilantik dan diambil sumpahnya oleh pejabat yang berwenang. PNS yang menduduki jabatan struktural dapat diangkat dalam jabatan struktural setingkat lebih tinggi apabila sekurang-kurangnya telah dua tahun dalam 47 . Demikian juga yang mengalami perubahan nama jabatan aau perubahan fungsi dan tugas jabatan maka PNS yang bersangkutan dilantik dan diambil sumpahnya kembali Pendidikan dan Pelatihan PNS yang akan atau telah mendudki jabatan struktural harus mengikuti dan lulus Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan untuk jabatan tersebut. Pengangkatan dalam jabatan struktural eselon I di propinsi (Sekda) ditetapkan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi setelah mendapat persetujuan Pimpinan DPRD Propinsi. setelah terlebih dahulu dikonsultasikan secara tertulis kepada Gubernur Dalam setiap keputusan tentang pengangkatan dalam jabatan struktural. setelah sebelumnya dikonsultasikan secara tertulis kepada Menteri Dalam Negeri sedangkan pengangkatan dalam jabatan Struktral eselon II kebawah ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi setelah mendapat pertimbangan dari Baperjakat Instansi Daerah Propinsi Pengangkatan dalam jabatan struktural eselon II ke bawah di Kabupaten/Kota. PNS dapat diangkat daam jabatan struktural meskipun yang bersangkutan belum mengikuti dan lulus Diklatpim. Artinya. ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten / Kota setelah mendapat pertimbangan dari Baperjakat Instansi Daerah Kabupaten/Kota. maka kepada PNS yang bersangkutan tetap diharuskan untuk mengikuti dan lulus Diklatpim yang dipersyaratkan kompetensi jabatan struktural tertentu dapat diberiakan sertifikat sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh instansi Pembina dan Instansi Pengendali serta dianggap telah mengikuti dan lulus Diklatpim yang ditentukan untuk jabatan tersebut.

Perpindahan dalam jabatan dilakukan berdasarkan pesetujuan antara Pimpinan Instansi asal dan Pimpinan Instansi Penerima f. khususnya bagi pejabat struktural eselon III ke atas. yaitu perpindahan dari eselon yang lebih rendah ke eselon yang lebih tinggi c. Antar Daerah Propinsi.jabatannya. 2. Pimpinan Instansi penerima menghubungi Pimpinan Instansi asal PNS asal untuk mendapat persetujuan. kecuali pengangkatan dalam jabatan struktural yang menjadi wewenang Presiden. Perpindahan tugas dan/atau wilayah kerja tersebut meliputi: a. Apabila Pimpinan Instansi asal ybs menyetujui. maka pimpinan Instansi asal membuat Surat Pernyataan Persetujuan e. Perpindahan Untuk kepentingan dinas dan dalam rangka memperluas pengalaman. Antara Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah Kabupaten/kota Propinsi lainnya. Diagonal. Antara Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota dan Departemen/lembaga. yaitu perpindahan jabatan struktural dalam eselon yang sama b. kemampuan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. seperti Kepala Kantor/Badan/Dinas Kabupaten/Kota. e. b. Instansi Penerima mengusulkan kepada: 48 . Perpindahan jabatan dapat dilakukan secara: a. atau diperbantukan. Kepala Kantor/Badan/Dinas Propinsi serta Sekretasi Daerah Kabupaten/Kota/Propinsi dsb. Prosedur perpindahan jabatan struktural dengan pindah instansi diatur sbb: a. b. c. c. Perpindahan jabatan harus didasarkan atas persetujuan dari instansi awal dan instansi penerima sesuai dengan kebutuhan jabatan. yaitu perpindahan dari jabatan struktural ke dalam jabatan fungsional atau sebaliknya Perpindahan jabatan struktural antar instansi dalam rangka usaha penyebaran tenaga ahli atau untuk kepentingan dinas dilakukan dengan cara pindah instansi. dipekerjakan. Horizontal. Perpindahan bagi pejabat eselon III keatas tersebut dimaksudkan bahwa Pejabat eselon III ke atas tersebut adalah jabatan yang memimpin suuatu satuan organisasi tertentu. Antara Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah propinsi. Vertikal. Antar Departemen/Lembaga. atau f. Antar Daerah Kabupaten/Kota dalam sat propinsi. d. Sebelum Pimpinan Instansi penerima menghubungi Pimpinan Instansi asal terlebih dahulu harus mendapat pertimbangan dari Baperjakat d. diselenggarakan perpindahan tugas dan/atau perpindahan wilayah kerja. Berdasar persetujuan Pimpinan instansi asal.

pada prinsipnya tidak diperbolehkan perpindahan jabatan struktural dari eselon yang lebih tinggi kedalam eselon yang lebih rendah. Berdasarkan Keputusan Kepala BKN atau Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi tersebut. Cuti di luar tanggungan negara. Dalam hal perpindahan jabatan struktural sifatnya diperbantukan. Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dari jabatan struktural karena: a. kecuali cuti diluar tanggungan negara karena persalinan f. − − − − Antar Dpartemen/Lembaga Anara Propinsi/Kabupaten/Kota dan Departemen /Lembaga Antar Daerah Propinsi Antara Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah Kabupaten/Kota Propinsi lainnya 2) Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi untuk mendapat penetapan pemindahan: − − Antar Kabupaten/Kota dalam satu Propinsi Antara Kabupaten/kota dan Daerah Propinsi g. 3. Mencapai batas usia pensiun c.1) Kepala BKN untk mendapat penetapan perpindahan. Mengundurkan diri dari jabatan b. Pimpinan Instansi penerima menerbitkan surat keputusan pengangkatan dalam sruktural Dalam hal perpindahan jabatan struktural bukan merupakan pindah instansi tetapi hanya dipekerjakan. maka keputusan pengangkatan dalam jabatan struktural dilakukan oleh instansi yang membutuhkan setelah menerima persetujuan pindah dari instansi asal. Tugas belaja rlebih dari 6 bulan g. Adanya perampingan organisasi pemerintah h. Hal lain yang ditetapkan perundangan yang berlaku Pemberhentian PNS dari jabatan struktural ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang setelah melalui pertimbangan Komisi Kepegawaian Negara/Baperjaka disertai alasan yang jelas atas pemberhentiannya PNS yang meninggal dunia dianggap telah diberhentikan dari jabatan strukturalnya. maka keputusan dalam jabatan struktural dilakukan oleh instansi yang membutuhkan setelah menerima persetujuan pindah dari instansi asal untuk menjamin pembinaan karier yang sehat. Diangkat dalam jabatan struktural lainnya atau jabatan fungsional e. Diberhentikan sebagai PNS d. 49 . Tidak memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan rohani i.

pemindahan dan pemberhentian PNS dalam dan dari jabatan struktural eselon I dilakukan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.4. yang dibentuk Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota 2. Beperjakat Instansi Pusat. Baperjakat Instansi Daerah Propinsi. pemindahan dan pemberhentiannya menjdi wewenang Presiden. dibentuk Komisi Kepegawaian Negara (KKN). seorang sekretaris Ketua dan Sekretaris Baperjakat Instansi Pusat adalah pejabat eselon I dan pejabat eselon II yang secara fungsional bertanggungjawab di bidang kepegawaian 50 1. disiplin dan akuntabilitas pejabat struktural serta menyadari akan keterbatasan kemampuan manusia. Kenggotaan Susunan keanggotaan KKN adalah tersiri dari 2 (dua) Anggota Tetap yang berkedudukan sebagai Ketua dan Sekretaris Komisi. seorang ketua merangkap anggota b. yang dibentuk Pejabat Pembina Kepegawaian Puat b. PNS yang menduduki jabatan struktural tidak dapat menduduki jabatan rangkap. Pembentukan KKN dimaksudkan untuk menjamin kualitas dan objektifitas pengangkatan. serta 3 (tiga) Anggota Tidak tetap yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Ketua dan Sekretaris Kmisi Kepegawaian secara ex officio dijabat oleh Kepala dan Wakil Kepala BKN. Untuk menjamin kwalitas dan objektifitas pengangkatan. pemindahan dan pemberhentian PNS dalam dan dari jabatan srtuktural eselon II ke bawah. yang dibentuk Pejabat Pembina Kepegawaian Propinsi c. dibentuk Badan pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Baperjakat terdiri dari: a. Susunan Kenggotaan Baperjakat terdiri dari: a. pemindahan dan pemberhentian PNS dalam dan dari pejabat struktural eselon I di lingkungan Instanmsi Pusat dan jabatan lain yang pengangkatan. Perangkapan Jabatan Untuk optimalisasi kinerja. Pembentukan . paling banyak 6 orang anggota c. baik dengan jabatan struktural lain maupun jabatan fungsional. Baperjakat Instansi daerah Kabupaten/Kota. Rangkap jabatan hanya diperbolehkan apabila ketentuan perangkapan jabatan tersebut diatur dengan Undang-undang atau peraturan pemerintah C. KOMISI KEPEGAWAIAN NEGARA DAN BAPERJAKAT Untuk membantu Presiden dalam merumuskan kebijaksanaan manajemen PNS dan memberikan pertimbangan tertentu. Sebelum KKN terbentuk pertimbangan pengangkatan.

pengangkatan Sekretaris Propinsi/Kabupaten/Kota D. TUNJANGAN Pembayaran 51 . menunjukkan prestasi kerja yang luar biasa baiknya. pengangkatan. Bagi Instansi Pusat yang hanya terdapat satu pejabat eselon I. Tugas Komisi Kepegawaian Negara bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam: a. 3. 1.Kota bertugas memberikan pertimbangan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian dalam: a. anggota Baperjakat ditetapkan dalam jumlah ganjil Masa keanggotaan Baperjakat paling lama 3 tahun dan dalat diangkat kembali untuk masa kenggotaan berikutnya. c. Ketua dan Sekretaris Baperjakat adalah pejabat eselon II dan pejabat eselon III yang secara fungsional bertanggungjawab di bidang kepegawaian dengan anggota pejabat eselon II. Dalam hal Ketua Baperjakat Insansi Pusat dan Daerah kosong. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural eselon II kebawah b. Merumuskan kebijaksanaan penggajian dan kesejahteraan PNS. Ketua Baperjakat Instansi Daerah Kabupaten/Kota adalah Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota dengan anggota para pejabat eselon II dan Sekretaris dijabat oleh pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian. b. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural tertentu yang menjadi wewenang Presiden. maka Pejabat Pembina Kepegawaian menunjuk salah seorang anggota yang senior untuk menjadi ketua. Baperjakat Insansi Pusat dan Baperjakat Instansi Daerah Propinsi Kabupaten. Merumuskan kebijaksanaan umum kepegawaian. pemberian kenaikan pangkat bagi yang menduduki jabatan truktural. Memberikan pertimbangan dalam pengangkatan. atau menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara c. perpanjangan batas usia pensiun bagi PNS yang menduduki jabatan struktural eselon I dan eselon II d. Untuk menjamin objektifitas dan kepastian dalam pengambilan keputusan. Ketua Baperjakat Instansi Daerah Propinsi adalah Sekretaris Daerah Propinsi dengan anggota para pejabat eselon II dan Sekretarisdijabat oleh pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian.dengan anggota pejabat eselin I lainnya.

b.PNS yang diangat dalam jabatan struktural berhak mendapat tunjangan jabatan struktural setiap bulan. Penghentian diberhentikan dari jabatan struktural diberhentikan sementara menjalani cuti diluar tanggungan negara dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdsarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena dengan sengaja melakukan suatu tindak e. maka pejabat yang berwenang harus menetapkan surat keputusan pengangkatan dalam jabatan strukturan PNS yang bersangkutan sesuai dengan jenjang eselon yang baru sebagai dasar pembayaran tunjangan jabatan. 2. dilakuakan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. a. KETENTUAN LAI LAIN PNS yang diangkat dalam jabatan struktural setelah berlakunya PP 100 tahun 2000 dan pangkatnya masih 2 (dua) tingat atau lebih dibawah jenjang pangkat dalam jabatan yang ditentukan. keputusan dalam jabatan struktural tersebut dinyatakan tidak sah dan harus dibatalkan. d. PNS yang diangkat dalam jabatan struktural yang tingkat eselon jabatannya tidak sesuai dengan eselon jabatan yang telah ditetapkan. Tunjangan Jabatan Struktural bagi PNS yang jabatannya mengalami perubahan eselon Apabila terjadi perubahan tingkat eselon suatu jabatan. menjalani cuti Besar PNS yang diberhentikan dari jabatan strukturalnya karena belajar lebih dari 6 (enam) bulan. 3. 4. dihentikan pembayaran tunjangan jabatan strukturnya terhitung mulai bulan berikutnya setelah yang bersangkutan dihentikan dari jabatannya. Pembayaran kembali Pembayaran tunjangan struktural dihentikan muai bulan berikutnya sejak PNS” Tunjangan jabatan struktur bagi PNS yang telah selesai menjalankan cuti bersama diluar tanggungan negara karena persalinan dan cuti besar. c. E. keputusan pengangkatan dalam jabatan struktural tersebut dinyatakan tidak sah dan harus dibatalkan. 52 . yang diberikan trhitung mulai tanggal satu bulan berikutnya setelah pelantikan. dibayarkan kembali terhitung mulai tanggal 1(satu) bulan berikutnya PNS yang bersangkutan telah aktif melaksanakan tuigas yang dinyatakan dengan surat pernyataan dari pejabat yang berwenang Pembayaran kembali tunjangan jabatan struktural bagi PNS yang diberhentikan sementara.

PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL Latar Belakang Kedudukan manusia dalam organisasi sangat penting dan menentukan. Namun demikian masalah promosi dalam jabatan yang sering mendapat sorotan. karena dengan system pembinaan karier yang baik dan dilaksanakan dengan baik pula akan dapat menimbulkan kegairahan bekerja. sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu penentu dari keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. maka PNS perlu dikelola/dimanage. 53 . Disamping sebagai aset utama dari rganisasi. Kelancaran penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan nasional terutama tergantung dari kesempurnaan Aparatur Negara dan kesempurnaan Aparatur Negara tergantung dari kesempurnaan PNS Dengan kedudukan yang penting dan strategis tersebut. Oleh karena itu maka jalur yang menungkinkan untuk suatu fungsional. jujur. pemerintah. Dalam organisasi negara. dan rasa tanggungjawab dari seluruh pegawai. Bahkan suatu keunggulan konpetitif akan mungkin sekali dapat dicapai mealui pengelolaan SDM yang baik. PNS merupakan unsur Aparatur Negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepaa masyarakat secara profesional. dan dibina sehingga mampu bekerja secara optimal. peranan dan kedudukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sangat strategis. adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas Negara. Hal ini disebabkan adanya kecnderunagn organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan kinrja melalui upaya penyemitan struktur organisasi. disamping masalah kenaikan pangkat dan Pendidikan dan Pelatihan. Kesempatan organisasi untuk mengembangkan kareier PNSnya melalui jalur promosi dalam jabatan sangat terbatas. Pembinaan karier yang baik adalah salah satu sendi organisasi yang baik. Nainggolan 1985) Dalam rangka pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil tidak dapat dipisahkan dari pengangkatan mereka dalam satu jabatan. Oleh karena itu sangat mudah bagi suatu organisasi untuk mengelola SDM-nya secara baik dan benar. yaitu dengan cara membuka jabatan fungsional yang sesuai dengan yugas pokok dan fungsi dari organisasi yang bersangkutan. Pada masa sekarang ini. (H. dan pembangunan. Salah satu bentuk dari pembinaan Pegawai Negeri Sipil adalah pembinaan kariernya. atau sering diebut “miskin struktur kaya fungsi”.

yaitu: a. Jabatan fungsional ketrampilan terdiri empat jenjang. hanya tanggungjawab hasil pelaksanaan tugas dan kewenangan pelaksanaan tugas tetap melekat pada pejabat fungsional terebut. Mensyaratkan kualifikasi teknis professional dan/atau penunjang professional dengan pendidikan serendah-rendahnya Sekolah Menengah Umum atau Sekolah Menengah Kejuruan dan setinggi-tingginya setingkat Diploma III 2.Dasar Hukum 1. Jenjang Pelaksana Muda 54 . Didalam pelaksanaan tugas pejabat fungsional tidak mutlak harus bekerja sendiri. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah dan terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 3. Terikat pada etika perofesi tertentu yang ditetapkan. keputusan Presiden RI Nomor 87 Tahun 1999 Tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil Jabatan Fungsional Jabatan adalah kedudukan yang menunjukan tugas. Jabatan fungsional profesinya Berdasarkan penilaian bobot jabatan fungsional. namun bisa dibantu pejabat fungsional yang lain. Jenjang Pelaksana Lanjutan c. Jenjang Penyelia b. Peraturan Pemerintah Tahun 16 Tahun 1994 Tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil 4. wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri. Meliputi kegiatan teknis operasional yang berkaitan dengan penerapan konsep atau metoda operasional dari suatu bidang profesi 3. Jabatan Fungsional Ketrampilan adalah jabatan fungsional yang pelaksanaan tugasnya (PP 16 Tahun 1994) 1. Jabatan fungsional dapat dikategorikan menjadi dua yaitu Jabatan Fungsional Ketrampilan dan Jabatan Fungsional Keahlian. tanggungjawab. Jenjang Pelaksana d. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 2. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 5. Pejabat fungsional pada hakekatnya adalah seorang yang mempunyai tanggungjawab hasil pelaksaan tugas dan kewenangan pelaksanaan tugas secara mandiri.

meliputi kegiatan yan berkaitan dengan penelitian dan pengembanagn. Dapat pula terjadi pengembangan jabatan dari spesialisasi kearah sub spesialisasi Penetapan jabatan fungsional dalamsuatu unit organisasi dimungkinkan sepanjang jabatanfungsional tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi dari organisasi yang bersangkutan.yang masing-masing diantara terdiri dari jabatan-jabatan dungsional yang jumlahnya lebih dari 53 jabatan fungsional Jabatan-jabatan di dalam suatu rumpun jabatan tidak berdifat statis. 2. Jenjang Pertama Untuk menetapkan jenjang jabatan pada setiap jenis jabatan fungsional.Jabatan Fungsional keahlian adalah jabatan fungsional yang pelaksanaan tugasnya: 1. 55 . Sebagai contoh pada awalnya rumpun jabatan pendidikan hanya terdiri dari dosen dan guru. Mensyaratkan kualifikasi professional dnan pendidikn serendah-rendahnya berijazah sarjana (Strata 1). jabatan fungsional keahlian dibagi dalam empat jenjang yaitu: a. Rumpun Jabatan Funsional Rumpun jabatan fungsional adalah himpunan jabatan fungsional keahlian dan/atau jabatan fungsional ketrampilan yang mempunyai fungsi dan tugas yang berkaitan erat satu sama lain dalam melaksanakan salah satu tugas umum pemerintahan. peningkatan dan penerapan konsep dan teori sertametoda operasional dan penerapan disiplin ilmu pengetahuan yang mendasari pelaksanaan tugas dan fungsi jabatan fungsional jabatan fungsional yang bersangkutan. sehingga dapat terjadi pemerkayaan jabatan di dalam suatu rumpun jabatan. terikat pada etika profesi tertentu yang ditetaokan oleh ikatan profesinya. baik jabatan dungsional keahlian maupun jabatan fungsional ketrampilan dilakukan melalui evaluasi jabatan sesuai dngan factor-faktor penilaian yang ditetapkan dengan memperhatikan karakterisik jabatan yan bersangkutan. 3. Jenjang jabatan keahlian dan ketrampilan mempunyai jalur jenjang jabatan yan berbeda dan mempunyai jenjang pangkat yang berbeda pula satu sama lain.namun karena tingkat kompleksitas kegiatan di bidang pendidikan timbul kebutuhan fungsional baru seperti ahli kurikulum ahli pengujian dan sebagainya (penjelasan PP 16 Tahun 1996). Jenjang Muda d. tetapi dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Menurut Keppres Nomor 87 Tahun 1999 ada 25 rumpun jabatan fungsional. Jenjang Madya c. Berdasarkan penilaian terhadap bobot penilaian jabatan fungsional. Jenjang Utama b.

sehingga potensi PNS tersebut masih bias dikembangkan. Pembinaan Jabatan Fungsional Instansi Pembina Jabatan Fungsional adalah instansi yang menggunakan jabatan fungsional yang mempunyai bidang kegiatan sesuai dengan tugas pokok instansi tersebut atau instansi yang apabila dikaitkan dengan bidang tugasnya dianggap mampu untuk ditetapkan sebagai pembina jabatan fungsional. Jenjang kepangkatan Pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional harus memperhatikan jenjang kepangkatan minimal untuk jabata tersebut. sehingga bagi mereka yang masih berstatus sebagai Calon PNS belum bias diangkat dalam jabatan fungsional 2. Pembinaan jabatan fungsional meliputi penetapan dan pengendalian terhadap standar profesi yang meliputi kewenangan penanganan. termasuk didalamnya penetapan petunjuk teknisnya 56 .Pengangkatan Jabatan Fungsional Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional antara lain: 1. Hal-hal yang berkaitan dengan pengangkatan dalam Jabatan Fungsional 1. Hal ini berkaitan dengan kategori dan jenjang jabatan fungsional yang akan didudukinya. 3. maka perlu diikutsertakan dalam Diklat Fungsional sesuai kompetensi yang dibutuhkan. 5. Berstatus PNS. 2. Diklat fungsional Untuk meningkatkan kompetensi PNS yang diangkat dalam jabatan fungsional. Pembentukan Jabatan Fungsional Pembentukan suati jabatan fungsional dibuat dan diusulkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang Aparatur Negara. Usia Pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional harus mempertimbangkan usi. baik dalam tingkatan ahli maupun terampil. prosedur pelaksanaan tugas dan metodologinya. Pendidikan Formal Untuk diangkat dalam jabatanfungsional. Jabatan fungsional hanya dapat diduduki mereka yang berstatus sebagai PNS. ada beberapa jabatan fungsional yang mempersyaratkan pendidikan formal untuk untuk pengangkatannya. 4.

diatur sebagai berikut : a. Tim Penilai Pusat ditetapkan oleh pemimpin instansi Pembina jabatan fungsional. siapa yang berwenang menetapkan angka kredit dsb. Tunjangan jabatan fungsional mulai dibayarkan mulai tanggal 1 bulan berikutnya setelah PNS yang bersangkutan secara nyata melaksanakan tugas yang dikeluarkan pejabat yang berwenang. Pengangkatan Pengangkatan pembebasan sementara dan pemberhentian PNS dalam jabatan fungsional ditetapkan oleh pejabat yang berwenang mengangkat. Penetapan Angka Kredit (Pembuat PAK) Pembentukan jabatan fungsional harus mempertimbangkan sistim kenaikan pangkat sesuai jabatan fungsional dimaksud. memindahkan dan memberhentikan PNS dengan memperhatikan kebutuhan organisasi. Tunjangan pejabat Pejabat yang berwenang membuat usulan besarnya pemberian tunjangan jabatan fungsional dalam lingkungan setelah dikonsultasikan dengan Menteri Keuangan. Berkaitan dengan hal tersebut.3. Pengangkatan PNS dalam suatu jabatan fungsional disamping perlu mempertimbangkan lingkup tugas organisasi dengan rincian tugas jabatan fungsional. maka Tim Penilai Angka Kredit harus dibentuk oleh Pejabat yang Berwenang Pembentukan Tim Penilai Angka Kredit. 4. sesuai pangkat dan jenjang jabatan yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Presiden (Keppres) Setiap PNS yang diangkat dalam jabatan fungsional mendapatkan tunjangan jabatan fungsional yang besarnya sesuai dengan yang ditetapkan dalam keppres tentang jabatan fungsional tersebut. yang dimaksud instansi jabatan Pembina jabatan fungsional adalah instansi yang menggunakan jabatan fungsional yang mempunyai bidang kegiatan sesuai dengan tugas pokok instansi tersebut atau instansi yang apabila dikaitkan 57 . yaitu apakah harus dengan angka kredit. Pembayaran tunjangan jabatan fungsional diberhentikan apabila: Diberhentikan dari jabatan fungsional Berhenti sebagai PNS Diberhentikan sementara dari jabatan fungsional Dijatuhi hukuman penjara atau hukuman kurungan berdasar keputusan Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap 5. harus pula mempertimbangkan beban kerja yang ada yang memberi kemungkinan untuk pencapaian angka kredit bagi pejabat fungsional yang bersangkutan.

e. Uraian kegiatan Uraian mengenai kegiatan apa saja yang dapat dimaksudkan penilaian dalam pembuatan angka kredit harus jelas dan terukur. 8. 58 . Angka kredit yang dipakai sebagai penilaian prestasi kerja merupakan salah satu unsur dari daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) Pegawai Negeri Sipil. b. 7. d. Tim Penilai Instansi ditetapkan oleh pemimpin instansi pengguna jabatan Mekanisme pendelegasian wewenang ditetapkan oleh instansi Pembina Tim Penilai Pusat mempunyai kewenangan untuk menilai pejabat Tim Penilai Instansi mempunyai kewenangan untuk menilai pejabat fungsional fungsional golongan IV fungsional golongan II dan golongan III 6.dengan bidang tugasnya dianggap mampu untuk ditetapkan sebagai Pembina jabatan fungsional. Kenaikan Pangkat PNS yang naik pangkat harus memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan sesuai jumlah yang dipersyaratkan untuk jenjang jabatan fungsional tersebut. c. oleh karenanya maka unsure-unsur lain yang dipersyartkan dalam DP3 bagi kenaikan pangkat atau kenaikan jabatan perlu dipenuhi oleh pejabat fungsional. sehingga PNS yangmengaku jabatan fungsional tersebut tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas dan memperoleh angka kredit yang dibutuhkan untuk keperluan kenaikan pangkat.

b. SASARAN DAN TUJUAN Sasaran Diklat PNS adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan masing-masing jabatan. Diklat mengandung dua fungsi sekaligus.43 tahun 1999 b. Peraturan Pemerintah No.101 tahun 2000 Pendidikan dan Pelatihan PNS (DIKLAT) adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan PNS. Undang-undang No. ketrampilan dan sikap untuk alat melaksanakan tugas jabatan secara professional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan. 8 tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang- Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PNS adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan PNS. Meningkatkan pengetahuan. sikap pengabdian dan kesetiaan pada perjuangan bangsa dan Negara. Untuk menciptakan aparatur yang memiliki kompetensi seperti dimaksud. yaitu fungsi pendidikan dan fungsi pelatihan. c. semangat kesatuan dan persatuan dan pengembangan wawasan PNS melalui Pendidikan dan Pelatihan jabatan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari usaha pembinaan PNS Menurut Peraturan Pemeritah No.PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. 4. Menciptakan kesamaan Visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik. d.101 tahun 2000 3. diperlukan peningkatan mutu profesionalisme. Sedangkan tujuan Diklat adalah: a. PENGERTIAN a. 2. pengayoman dan pemberdayaan masyarakat. DASAR Undang No. diperlukan sosok PNS yang mempunyai kompetensi jabatan dalam melaksanakan tugas. 59 . keahlian. UMUM Untuk mewujudkan kepemerintahan dan pembangunan yang baik dan menjawab tuntutan masyarakat. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Diklat prajabatan dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan. Kepribadian dan etika PNS. c. Setiap CPNS untuk dapat diangkat menjadi PNS wajib mengikuti dan lulus diklat prajabatan CPNS wajib diikut sertakan dalam diklat prajabatan selambat-lambatnya 2 tahun setelah pengangkatannya sebagai CPNS. b. disamping pengetahuan dasar tentang system penyelenggaraan pemerintah Negara. - JENIS DAN JENJANG Diklat prajabatan Diklat dalam jabatan a. Diklat prajabatan Diklat prajabatan merupakan diklat yang dipersyaratkan dalam pengangkatan CPNS menjadi PNS. Bidang tugas dan budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas dan peranannya sebagai pelayan masyarakat. Oleh karena diklat ini ditujukan bagi mereka yang akan/sudah menduduki jabatan structural.5. Diklat dalam jabatan Pendidikandan Pelatihan dalam jabatan terdiri dari: Diklat kepemimpinan Diklat fungsional Diklat Teknis 1) Diklat Kepemimpinan Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan atau disingkat Diklatpim dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural yang diemban. Diklat prajabatan terdiri dari: a. Diklat Prajabatan golongan I untuk menjadi PNS golongan I Diklat Prajabatan golongan II untuk menjadi PNS golongan II Diklat Prajabatan golongan III untuk menjadi PNS golongan III Diklat PNS terdiri dari 2 jenis: b. Kompetensi dalam Pendidikan dan pelatihan kepemimpinan ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi PNS yang diangkat dalam jabatan struktural dalam rangka memenuhi kompetensi jabatannya disamping syarat-syarat lain yang ditentukan. maka keikutsertaan PNS dalam diklat kepemimpinan 60 .

Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan tingkat III. dan bukan merupakan fasilitas yang bersifat terbuka dan dapat diminta sebagai hak. yaitu Diklat kepemimpinan yang dipersyaratkan untuk jabatan eselon III c. Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan tingkat II. 3) Diklat teknis Diklat Teknis merupakan diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas PNS. b. Hal ini disebabkan jabatan pada dasarnya merupakan penugasan dan bukan sesuatu yang dapat diminta. 2) Diklat fungsional Diklat Fungsional merupakan diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi yang sesuai dengan jenis dan jenjang jabatan fungsional masing-masing Jenis dari jenjang diklat fungsional untuk masing-masing jabatan fungsional tersebut ditetapkan oleh instansi pembina jabatan fungsional yang bersangkutan. Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan tingkat I. yaitu Diklat Kepemimpinan yang dipersyaratkan untuk jabatan eselon V. Kompetensi teknis yang dimaksud adalah kemampuan PNS dalam bidangbidang teknis tertentu untuk pelaksanaan tugas masing-masing.sifatnya selektif dan siikuti atas dasar penugasan. Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan terdiri dari empat jenjang yaitu: a. Bagi PNS yang belum memenuhi persyaratan kompetensi jabatan perlu mengikuti Diklat teknis yang bekaitan dengan persyaratan kompetensi jabatan masing-masing. yaitu Diklat kepemimpinan yang dipersyaratkan untuk jabatan eselon II d. namun keikutsertaan PNS dalam Diklat kepemimpinan tingkat tertentu tidak dipersyaratkan mengikuti Diklatpim tingkat dibawahnya. Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan tingkat IV. 61 . yaitu Diklat kepemimpinan yang dipersyaratkan untuk jabatan eselon I Meskipun Diklatpim berjenjang.

sehingga dengan demikian ia dapat memusatkan perhatian dan kegiatanna untuk melaksanakantugas yang dipercayakan kepadanya. tetapi kalau kemampuan Negara tidak memungkinkan. GAJI PEGAWI NEGERI SIPIL 62 . 2. tidak dapat dilaksanakan juga. Gaji pokok untuk CPNS adalah sebesar 80% (delapan puluh persen) dari gaji pokok yang diperuntukan untuk Pegawai Negeri Sipil terebut. UMUM Gaji adalah sebagai balas jasa atau penghargaan atas hasil kerja seseorang. faktor kemampuan keuangan Negara adalah merupakan faktor penentu. diberikan gaji pokok baru berdasarkan pangkat baru yang segaris dengan gaji pokok dan masa kerja golongan dalam golongan ruang menurut pangkat lama. 8 Tahun 1974. Dalam menentukan besarnya gaji. Karena walaupun telah dihitung secara rasional kebutuhan minimum dan diatur system gaji yang baik.PENGGAJIAN PNS 1. Apabila CPNS telah mempunyai masa kerja yang dapat diperhitungkan untuk menetapkan gaji pokok. diberikan gaji pokok segaris sesuai masa kerja yang diakui sebagai masa kerja golongan. Kepada seorang yang diangkat langsung menjadi Pegawai Negeri Sipil apabila telah mmpunyi pengalaman kerja yang dapat diperhitungkan untuk menetapakn gaji. setiap Pegawai Negeri berhak memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya. menurut pasal 7 Undang-undang No. dalam batas-batas kemampuan Negara haruslah selalu diusahakan memenuhi kebutuhan minimum. Tetapi walaupun demikian. Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu pangkat lebih tinggi dari pangkat lama. karena apabila Pegawai Negeri tetap tertekn oleh gaji yang tidak cukup dibandingkan dengan kebutuhan sehari-hari. diberikan gaji pokok segaris dengan pengalaman kerja yang ditetapkan sebagi masa kerja golongan. akan dapat menimbulkan akibat-akibat negative. GAJI POKOK Kepada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu pangkat diberikan gaji pokok berdasarkan ruang yang ditetapkan untuk pangkat tersebut. Pada dasarnya setiap Pegawai Negeri beserta kekeluargaan harus dapat hidup layak dari gajinya.

dapat diberikan kenaikan gaji istimewa sebagai penghargaan dengan memajukan saat kenaikan gaji berkala yang akan datang dan saat-saat kenaikan gaji berkala selanjutnya pada pangkat yang dijabatnya pada saat pemberian kenaikan gaji istimewa. Pegawai Negeri Sipil yang tidak memenuhi syarat kenaikan gaji berkala dapat ditunda untuk paling lama satu tahun. 3. Masa penundaan kenaikan gaji berkala dihitung penuh untuk kenaikan gaji berkala berikutnya. penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dengan nilai rata-rata sekurang-kurangnya “cukup” Pemberian kenaikan gaji berkala dilakukan dengan surat pemberitahuan dari Kepala Kantor/Satuan Organisasi yang bersangkutan atas nama pejabat yang berwenang kepada Kepala KPKN setempat sesuai dengan pasal 51 ayat (1) Keputusan Presiden No. Penundaan kenaikan gaji berkala dilakukan dengan Surat Keputusan Pejabat yang berwenang. KENAIKAN GAJI BERKALA Kenaikan gaji berkala diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. diberikan gaji pokok berdasarkan pangkat baru yang segaris dengan gaji pokok dan masa kerja golongan dalam golongan ruang menurut pangkat lama. 16 Tahun 1994. 63 .Sedangkan Pegawai Negeri Sipil yang diturunkan pangkatnya lebih rendah dari pangkat lama. KENAIKAN GAJI ISTIMEWA Kepada Pegawai Negeri Sipil yang menurut Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan menunjukkan nilai amat baik sehingga ia patut dijadikan teladan. dilakukan oleh Menteri/Pimpinan lembaga yang bersangkutan. maka kenaikan gaji berkalanya ditunda lagi tiap-tiap kali paling lama untuk satu tahun. Surat pemberitahuan kenaikan gaji berkala tersebut disampaikan dua bulan sebelum kenaikan gaji berkala tersebut berlaku. SISTEM PENGGAJIAN SISTEM BERKALA TUNGGAL Yang dimaksud dengan sistem skala tunggal adalah system penggajian yang memberikan gaji yang sama kepada pegawai yang berpangkat sama dengan tidak atau kurang memperhatikan sifat pekerjaan yang dilakukan dan beratnya tanggungjawab yang dipikul dalam melaksanakan pekerjaan itu. pemberian kenaikan gaji istimewa sebagaimana dimaksud di atas. dan apabila setelah penundaan tersebut Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan belum juga memenuhi syarat Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. telah mencapai masa kerja golongan yang ditentukan untuk kenaikan gaji berkala b.

SISTEM SKALA GANDA Yang dimaksud dengan system skala ganda adalah system penggajian yang menentukan besarnya gaji bukan saja didasarkan pada pangkat tetapi juga didasarkan pada sifat pekerjaan yang dilakukan. Keuntungan sistem skala ganda Adalah memberikan rangsangan yang dapat menimbulkan kegairahan bekerja bagi Pegawai Negeri Sipil yang melaksanakan beban tugas yang besar dan memikul tanggungjawab yang berat. prestasi kerja yang dicapai. dan beratnya tanggungjawab yang dipikul dalam melaksanakan pekerjaan itu. Karena gaji pokok adalah dasar penetapan pokok pensiun.Keuntungan system skala tunggal Adalah kesederhanaannya. TUNJANGAN Untuk mendukung kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil beserta keluargannya disamping gaji pokok diberikan pula berbagai macam tunjangan yaitu: TUNJANGAN KELUARGA Tunjangan keluarga diatur dalam Pasal 16 Peraturan Pemeritah Nomor 7 Tahun 1997. Kerugian system skala ganda Adalah menimbulkan ketidakadilan pada waktu mereka pension. 4. dengan ketentuan sebagai berikut: a. padahal pada waktu mereka sama-sama pensiun tidak ada lagi perbedaan besarnya beban tugas dan perbedaan berat tanggungjawab. karena hanya memerlukan satu peraturan yang mengatur skala gaji untuk segenap Pegawai Negeri Sipil. SISTEM SKALA GABUNGAN Untuk menghilangkan kerugian yang terdapat pada system skala tunggal dan system skala ganda. maka sisem penggajian Pegawai Negeri Sipil yang akan digunakan adalah Sistem Skala Gabungan yaitu gaji pokok bagi Pegawa Negeri Sipil yang berpangkat sama ditetapkan sama. Kerugian system skala tunggal Adalah dirasakan tidak adil bagi Pegawai Negeri Sipil yang memikul tanggungjawab lebih berat. maka pensiun pokok A akan berbeda dengan pensiun pokok B. Pegawai Negeri yang beristri/bersuami diberikan tunjangan isteri/suami sebesar 10% dari gaji pokok Pegawai Negeri Sipil dengan ketentuan apabila kedua64 . di samping diberikan tunjangan bagi Pegawi Negeri Sipil yang berdasarkan penilaian melaksanakan beban tugas yang lebih besar dan mamikul tanggungjawab yang lebih berat dibandingkan dengan yang lain.

tidak mempunyai penghasilan sendiri. TUNJANGAN LAIN-LAIN Selain tunjangan yang ditentukan seperti tersebut di atas. Tunjangan yang diberikan sebanyak-banyaknya untuk dua orang anak termasuk anak angkat. Penyuluh Pertanian. Kepala Biro. b. Besarnya tunjangan jabatan fungsional adalah berbedabeda untuk setiap jenis jabatan fungsional tersebut dan diatur dengan Keputusan Presiden. apabila ada alasan yang kuat. maka tunjangan ini hanya diberikan kepada yang mempuyai gaji pokok yang tertinggi. Ketentuan kurang dari 21 tahun dapat diperpanjang sampai umur 25 tahun apabila anak tersebut masih besekolah. dan nyata menjadi tanggungan diberikan tunjangan sebesar 2% dari gaji pokok tiaptiap anak. Guru. kepada Pegawai Negeri Sipil diberikan tunjangan-tunjangan lain seperti tunjangan kemahalan daerah. yaitu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan APBN Pasal 53 menyebutkan bahwa terhitung mulai tanggal 1 April 1995 tunjangan anak. Direktur. TUNJANGAN JABATAN Berdasarkan pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 kepada Pegawai Negeri Sipil yang menjabat jabatan tertentu diberikan tunjangan jabatan. Pegawai Negeri yang mempunyai anak atau anak angkat yang berumur kurang dari 21 tahun. belum pernah kawin. TUNJANGAN PANGAN Tunjangan pangan diberikan kepada istri/suami dananak berupa beras sebanyak 10 kg perjiwa/bulan Tunjangan pangan dapat diberikan berupa beras atau dibayar dengan uang yang besarnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. Dosen.duanya berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil. tunjanagn penyesuaian indek harga. tunjangan karena resiko pekerjaan 65 . d. c. Kepala Bagian dan sebagainya) dan jabatan fungsional (seperti Widyaiswara. Yang dimaksud dengan jabatan tertentu adalah jabatan-jabatan structural (seperti Direktur Jenderal. tunjanagn beras untuk anak diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil dibatasi hingga sebanyak-banyaknya dua orang. Peneliti dan sebagainya) Macam-macam jabatan serta tunjangan diatur denga Keputusan Presiden Tunjangan jabatan structural diberikan menurut tingkatan eselon yang dijabat dari pejabat yang bersangkutan.

uang prestasi kerja.c.5000. uang sidang. 66 . Besarnya tabungan tiap bulan adalah sebagai berikut: a. Golongan I Rp. Pegawai Negeri Sipil. Golongan IV Rp. Pajak Penghasilan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1994 jo Keputusan Menteri Keuangan Nomor 636/KMK/04/1994 menyatakan bahwa pengenaan PPh Pasal 21 bagi pejabat Negara. Demikian juga terhadap honorarium. Anggota ABRI dan Pensiunan termasuk janda/duda dan atau anak-anaknya atas penghasilam berupa gaji kehormatan. maka setiap Pegawi Negeri Sipil dipotong 10 % dari penghasilan sebulan.7000.000. dan imbalan lain denan nama apapun yang dibebankan pada keuangan negara dipotong PPh pasal 21 sebesar 15% jumlah bruto penghasilan.d. Iuran Wajib PEMOTONGAN GAJI PEGAWAI NEGERI SIPIL Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 56 Tahun 1974 dan dirubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1977 sebagai usaha kesejahteraan pegawai. Tabungan Perumahan Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 1993 dan Keputusan Presiden Nomor 46 Tahun 1994 setiap Pegawai Negeri Sipil aktif sejak 1 Januari 1993 menjadi anggota Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil.b. tunjangan yang terkait dengan gaji kehormatan yang tercantum dalam daftar gaji/daftar pembayaran pensiunan atau daftar pembayaran lain. 3.5. Golongan II Rp.Pembentukan Dana Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil. gaji atau uang pension. Golongan III Rp.10. dengan cara membantu membayar uang muka Pembelian rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan membantu sebagai biaya membangun rumah untuk sebagian Pegawai Negeri Sipil yang sudah memiliki tanah ditempatnya bekerja.000.

agar mereka dapat berkonsenjtrasi secara penuh kepada tugasnya.. Untuk itulah Pemerintan telah berupaya meningkatkan kesejahteraan PNS tersebut. maka PNS perlu diberikan kesejahteraan yang memadahi. tabungan perumahan dan program pensiun serta tabungan hari tua. Pasal 32 UU. asuransi kesehatan. Dengan kedudukan yang penting dan strategis tersebut.dst sampai ayat (6) Tujuan pemberian kesejahteraan yang memadahi bagi PNS adalah untuk memotivasi dan mendorong PNS dan anggota keluarganya. Kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional terutama tergantung dari kesempurnaan Aparatur Negara dan kesempurnaan Aparatur Negara dan kesempurnaan Aparatur Negara tergantung dari kesempurnaan PNS. PNS merupakan unsure Aparatur Negara. Hal ini dapat dilihat dari Undang-undang 43 tahun 1999 yang merupakan perubahan dari Undang-undang Nomor 8 tahun 1974. sidelenggarakan usaha Usaha kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) melputi kesejahteraan PNS program pension dan tabungan hari tua. tabungan perumahan dan asuransi pendidikan bagi putra-putri PNS (3) Untuk….KESEJAHTERAAN PNS Dalam organisasi Negara. peranan dan kedudukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sangat strategis. 43 tahun 1999 (1) (2) Untuk meningkatkan kegairahan bekerja. 67 . serta sebagai pelaksana pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pemnangunan dalam rangka mewujudkan tujuan Negara. Abdi Negara danAbdi Masyarakat.

KETENTUAN UMUM a. termasuk didalamnya Pegawai Negeri Sipil (PNS). UMUM Perumahan merupakan kebutuhan pokok manusia. b. 4.000. untuk itulah perlu usah gotongroyong berdasar kebersamaan. LANDASAN HUKUM Keppres 14 Tahun 1993 Tentang Tabungan Perumahan PNS jo Keppres 46 Tahun 1994 tentang perubahan Keppres 14 Tahun 1993. d.Golongan IV sebesar Rp.Golongan II sebesar Rp. sehingga setiap manusia perlu memenuhinya.BAPERTARUM PNS 1. . 3. PENGERTIAN Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan PNS adalah salah satu program yang dicanangkan Pemerintah dalam upaya membantu PNS untuk mendapatkan perumahan 3.7000. II Belum memiliki rumah sendiri Mempunyai masa kerja minimal 5 tahun Diberikan sekali semasa menjadi PNS (aktif) 68 dan III dan Golongan IV/a dan IV/b dengan prioritas Gol I dan II.Golongan III sebesar Rp.10.5000. d. b. MAKSUD DAN TUJUAN Taperum PNS dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan PNS dengan cara: membantu uang muka pembelian rumah membantu sebagian biaya pembangunan rumah bagi PNS yang sudah memiliki tanah sendiri didaerah tempat kerja Pengelolaan dana tabungan perumahan PNS ditangan BAPERTARUM 5. namun demikian kemampuan keuangan PNS terbatas sehingga perlu diupayakan cara agar kebutuhan tersebut bias terpenuhi sesuai kemampuan PNS. Yang berhak atas bantuan Taperum PNS aktif Gol Ruang I. 2.- 6. c.000. KEWAJIBAN Pembayaran tabungan perumahan dilakukan dengan cara pemotongan gaji PNS tiap bulan dimulai Bulan Februari 1993 yang disetor ke rekening Menkeu atas nama Bapertarum PNS Besarnya iuran adalah: a. kekeluargaan dan kesetiakawanan PNS melalui tabungan perumahan. c. Golongan I sebesar Rp.

Golongan II sebesar Rp.KARPEG disyahkan institusi  Surat keterangan telah bekerja minimal 5 tahun  Surat keterangan belum memiliki rumah sendiri dari RT.e. Apabila suami PNS..000.000.100. yang berhak Taperum hanya salah Satu f. BANTUAN SEBAGIAN BIAYA MEMBANGUN RUMAH DIAAS TANAH MILIK SENDIRI Mengajukan permohonan dilampiri:  Fc. SK PNS pangkat terakhir yang disyahkan  Surket belum mamiliki rumah sendiri  Fc.Golongan I sebesar Rp. Bentuk bantuan berupa: 1) Bantuan uang muka KPR kepada PNS 2) Bantuan sebagai biaya membangun rumah diatas tanah yang dimiliki secara syah dan berada dilokasi pemohon bekerja. Lurah. RW.. 7.500. 1.Golongan III sebesar Rp. Camat dan Instansi kerja  Surat penegasan persetujuan penyediaan kredit dari Bank  Fc. Sk terakhir b. SK CAPEG  Fc. dilengkapi surat nikah  Tanah benar-benar tidak ada bangunan  Sugguh-sungguh belum memiliki rumah  Bukan untuk biaya renovasi 69 . Besarnya bantuan : . 1.g.800.KTP disyahkan Lurah dan Camat  Fc. BANTUAN UANG MUKA KPR Mengisi formulir bantuan dilampiri:  Fc. KTP yang disyahkan  Fc. Bukti kepemilikan tanah  SPPT (pajak)  Bila tanah atas nama istri.Golongan IV/a dan IV/b sebesar Rp.00. Biaya renovasi rumah tidak termasuk dalam program Bapertarum i. IMB atau surat ijin mendirikan rumah tinggal  Fc. Tabungan dikembalikan tanpa bunga kepada PNS yang berhenti kaena pemrintaan sendiri/diberhentikan dan belum pernah menerima Taperum h.. PERSYARATAN a. 2.000. KARPEG  Fc. 1-200.

c. meninggal dunia atau berhenti karena sebab lain dan belum pernah menerima fasilitas uang muka KPR ataupun bantuan SBMR Keterangan pendukung: KTP. MENINGGAL DUNIS ATA U BERHENTI KARENA BEKERJA. Pembayaran bantuan uang muka KPR BTN cabang setempat diberi wewenang mengeluarkan persetujuan bantuan uang muka KPR. fc surat penegasan persetujuan penyediaan kresit/surat perjanjian akat kredit dari BTN dan surat pernyataan belum memiliki rumah dari PNS b. SK KP terakhir. TASPEN (persero) bersamaan dengan pembayaran pensiun pertama dan THT 70 . SK KP terakhir . Pendukung adalah KTP. TATA CARA PENGAJUAN (untuk uang muka KPR dan bantuan SBMR)       Mengambil formulir permohonan (Biro Kepg) Mengisi formulir dan melengkapi persyaratan Diajukan ke Biro Kepeg Biro Kepeg mengusulkan PNS yang lulus seleksi ke Gubernur Gubernur mengirim permohonan ke BAPERTARUM Laporan PNS yang lolo seleksi ke Biro Kepeg untuk diketahui 9. SK KGB/KP terakhir. TASPEN (Persero)  SK Pensiun/Pemberhentian  Surat pengantar dari instansi tentang riwayat kepangkatan  Mengisi pernyataan belum penah menerima bantuan perumahan dari BAPERTARUM 8. Bagi PNS yang pensiun TMT 01-10-1994 tidak perlu mengajukan permohonan karena secara otomatis akan diterimakan oleh PT. pernyataan belum memiliki rumah c. SK Pensiun atau SK pemberhentian. Pembayaran bantuan sebagian mambangun rumah Bank penyalur menerima dana untuk bantuan SBMR dari BTN berdasar Bank penyalur menyampaikan dana pada PNS dengan data pendukung: surat perintah membayar dari BAPERTARUM PNS KTP. BTN Pusat melaporkan realisasinya kpada BAPERTARUM PNS Keter. atau SK dari PYB bagi PNS yang meninggal dunis dan surat ahli waris d. TATA CARA PENYALURAN a. PENGAMBILAN TAPERUM BAGI PNS YANG BERHENTI PENSIUN. fc IMB. Pembayaran pengembalian tabungan perumahan Yang berhak menerima pengembalian adalah PNS yang pensiun. DAPAT MELALUI PT.

anak meninggal dunis atau kepada ahli waris bila peserta meninggal dunia 2. Tunjangan Hari Tua (THT) . PERSYARATAN PENGURUSAN HAK THT A. Khusus untk ASKEM anak dibayarkan maksimum tiga kali kematian anak 6. atau pada ahli warisnya pada saat peserta meninggal dunis sebelum sesudah pensiun. TUJUAN Memberikan jaminan keuangan bagi pserta pada saat berhenti bekerja baik dengan hak pensiun ataupun tanpa hak pensiun. KEWAJIBAN PESERTA Membayar premi sebesar 3. PENGERTIAN THT merupakan suatu program asuransi yang terdiri dari asuransi dwiguna dan asuransi kematian Asuransi Dwi Guna adalah suatu jenis asuransi yang memberikan jaminan keuanan bagi peserta meninggal dunia Asuransi kematian adalah suatu jenis asuransi yang memberikan jaminan keuntungan pada peserta bila istri/suami. Asuransi Kematian(ASKEM) Kepada peserta suami/istri/anak yang terdaftar/tertunjang yang meninggal dunia diberikan asuransi kematian.Hak nilai tunai THT diberikan kepada peserta yang berhenti/diberhentikan dengan hormat/tidak dengan hormat . PESERTA  PNS (Pusat san Daerah)  PNS DPB/DPK BUMN/BUMD  Pejabat Negara  Pegawai beberapa BUMN/BUMD 4. diberikan kepada ahli waris b.Peserta yang meninggal sebelum BUP.Hak THT diberikan kepada peserta yang berhenti karena pensiun . BAGI PNS YANG BERHENTI DENGAN HAK PENSIUN Mengisi formulir permohonan Blanko SP4-A sebanyak 3 lembar 71 .25% kali penghasilan (gaji pokok + tunjangan keluarga) setiap bulan yang secara langsung dipotong dari gaji 5. HAK PESERTA a. 3.TABUNGAN HARI TUA 1.

SK. Surat Kematian Fc. Bila istri/suami.SK terakhir (KP/KGB) Fc. SK Pemberhentian 2 lemar Fc. Surat Nikah Fc. Peserta Taspen Fc. PERHITUNGAN ANAK Hak THT Rumus hak peserta berhenti karena pensiun HAK = (0. ASURANSI KEMATIAN (ASKEM) a.60 x MI2 x (P2 – P1)} Rumus hak peserta yang berhenti karena meninggal dunia sebelum pensiun 72 .- Fc. Bila istri/suami. Sk CPNS 1 lembar Asli surat keterangan masih sekolah dari anak usia 21 tahun – 25 tahun Fc. KTP pemohon Surat keterangan masih sekolah bagi anak usia 21 – 25 tahun Fc. anak PNS meninggal dunia b.60 x MI1 x P1) + {0. Usul SK pensiun janda 7. anak peneima pensiun meninggal dunia 8. PESERTA BERHENTI KARENA MENINGGAL DUNIA (Peserta yang meninggal dunia sebelum pensiun memiliki masa iuran minimal 6 bulan) Blanko Akt-2 dan Akt-3 Kutipan perincian gaji Fc. CPNS Fc. SK terakhir (KP/KGB) C. SKPP dari KPKN/Biro Keuangan 2 lembar Fc. BAGI PNS YANG BERHENTI TANPA HAK PENSIUN Mengisi formulir permohonan Blanko SP4-A sebanyak 3 lembar Fc.TASPEN (Persero) Pembayaran bersamaan dengan pembayaran pensiun pertama B. KARIP istri/suami bila pensiunan Diajukan ke PT. SK CPNS 1 lembar Asli surat keterangan masih sekolah dari anak usia 21 – 25 tahun Perincian gaji suami/istri bila PNS Fc. SK Pensiun 2 lembar Fc. SKPP dari KPKN/Biro Keuangan 2 lembar Fc.

10 C /12)}P2 Anak HAK = {0.60 x Y2 x (P2 – P1)} Rumus hak pension berhenti karena sebab lain HAK = (Faktor1 x P1) + { Faktor2 x (P2 – P1)} Hak ASKEM Peserta HAK = {2 x (1 + 0. Jika usia saat meninggal dunia lebih dari 56 tahun.10 C/12)}P2 Keterangan: MI MI1 MI2 P P1 P2 Y masa iur adalah masa iur sejak diankat menjadi peserta sampai berhenti Masa iur dari CPNS sampai dengan BUP Masa iur sejak 1 Januari 2001 sampai dengan berhenti Penghasilan adalah penghasilan terakhir.HAK = (0. maka Y adalah selisih antara saat meninggal dunia dengan usia menjadi peserta.60 x Y1 x P1) + {0. Bila meninggal dunia saat masih aktih maka C=0 Faktor Adalah besaran yang nilainya tergantung masa iuran dan tahun berhenti sebagai peserta Faktor 1 Faktor yang dihitung berdasarkan MI1 Faktor 2 Faktor yang dihitung berdasarkan MI2 73 .5 x (1 + 0. terdiri dari gaji pokok. maka B=0 C Adalah jumlah bulan yang dihitung dari tanggal peserta diberhentikan dengan hak pensun atau meninggal dunia sampai dengan tanggal suami/istri/anak meninggal dunia.10 B/12)}P2 Suami/Istri Peserta HAK = {1. Apabila peserta aktif meninggal dunia.75 x (1 + 0. tunjangan istri/suami dan anak Penghasilan (Gaji dan Tunjangan istri/suami dan anak) PNS menurut Peraturan Gaji PP 6 Tahun 1997 Penghasilan (Gaji dan Tunjangan istri/suami dan anak) PNS menurut Peraturan Gaji PP 26 Tahun 2001 Adalah selisih BUP (56 th) dan usia saat menjadi peserta CPNS. Y2 B Adalah selisih antara BUP (56 tahun) sampau usia pada Januari 2001 Adalah jumlah bulan yang dihitung dari tanggal peserta diberhentikan dengan hak pensiun sampai dengan peserta meninggal dunia.

gigi buatan. rontgen dsb) 4. Oleh karena itu perlu perlindungan kesehatan bagi PNS.ASURANSI KESEHATAN (ASKES) 1. tanpa mengindahkan besar/kecilnya pengobatan 2) Penanggung memberikan sejumlah uang santunan setiap kali tertanggung sakit. f. seperti narkotika dsb Obat yang tidak berkaitan dengan penyakit. termasuk di dalamnya PNS. sebesar dana yang tersedia B. Metode Dana Sakit Menurut metode ini santuna yang diberikan penanggung kepada tertanggung disesuaikan dengan besar kecilnya biaya pengobatan(biaya dokter. sehingga mereka terjamin kesejahteraannya. i. antara . gas beracun dsb Penyakit yang disebabkan karena bencana alam 74 RESIKO YANG DIKECUALIKAN Ada beberapa penyakit yang dikecualikan dari jaminan asuransi kesehatan. e. seperti minyak gosok dsb Kaca mata. SANTUNAN ASURANSI A. yang meliputi pengobatan dan perawatan. 2. 5. h. POLIS ASURANSI KESEHATAN Kepada peserta diwajibkan membayar premi kepada penanggung sesuai jumlah dan periode waktu yang ditentukan. Penyakit atau sakit yang disebabkan oleh kecelakaan Penyakit yang terjadi kadena disengaja. d. obat-obatan. DESKRPSI Asuransi Kesehatan (ASKES) adalah jaminan pemberian pelayanan kesehatan yang diberikan kepada PNS 3. LATAR BELAKANG Setiap orang mempunai resiko yang sama untk terserang penyakit. c. lain: a. seperti minum obat melebihi dosis Penyakit karena mencoba bunuh diri Penyakit karena penyalahgunaan obat. Metode Sejumlah Uang Dengan metode ini ganti rugi finansial diberikan kepada tertangging sesuai dengan jumlah dana yang ditentukan sebelumnya ketika asuransi ditutup 1) Penanggung memberikan sejumlah uang santunan kesehatan setiap biaya kali tertanggung sakit. alat bantu dengar Penyakit yang disebabkan peperangan Penyakit yang disebabkan inti atom atau nuklir/radio aktif Penyakit yang disebabkan gas bumi. g. b. j.

Pegawai BUMN/BUMD dan swasta Pegawai badan lainnya Masa kepesertaan sejak yang besangkutan membayar iuran Bagi veteran dan Perintis Kemerdekaan sejak iurannya dibayar Masa kepesertaan   pemerintah d. TUJUAN Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDKP) yang Perum husada Bhakti PT. a. Peserata Sukarela c.Perintis kemerdekaan yang membayar iuran untuk jaminan pemeliharaan kesehatan b. PESERTA Peserta Wajib 1) 2) PNS (CPNS. PNS. pencegahan. Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya 8. (Persero) Asuransi kesehatan ndinesia yang ditetapkan dengan PP.6.Prajurit ABRI dan PNS dilingkungan HANKAM yang berhenti dengan hak pensiun . PNS HANKAM. ASKES PNS/PENERIMA PENSIUN. Pejabat Negara) Penerima Pensiun . Kesehatan Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berasuransi kesehatan dengan mengembangkan sistem pemeliharaan dan oembiayaan kesehatan yang efisien dan efektif Meningkatkan status kesehatan PNS. VETERAN/PERINTIS KEMERDEKAAN Pemeliharaan kesehatan adalah upaya kesehatan yang meliputi peningkatan. Prajurit BRI.Pejabat negara berhenti dengan hak pensiun .Janda/duda/anak yatim piatu dari PNS.  Penghentian dari kepesertaan Sudah tidak lagi sebagai PNS atau Peneima Pensiun 75 . Dalam rangka tersebut pemerintah membentuk: a. 6 7.Veteran .PNS yang berhenti dengan hak pensiun . penyembuhan dan pemulihan kesehatan. No diselenggarakan Badan Khusus dibawah Dep. c. serta Pejabat Negara yang berhak pensiun . b.

RUANG LINGKUP PROGRAM JAMINAN PEMELIHARAAN a. ASKES Mendapatkan pelayanan non medis Mendapatkan pelayanan pemeliharaan sesuai kebutuhan medis Memperoleh pemeliharaan dan atau sesuai standar yang dari penghasilan      f. Kewajiban Peserta  PNS Penerima Pensiun dan Pejabat Negara wajib membayar 2% Iuran Veteran dan Perintis Kemerdekaan ditanggung Pemerintah Memberikan data diri dan keluarga Wajibmemiliki tanda pengenal Wajib mengetahui dan mentaati peraturan Membayar biaya yang melebihi standar yang berlaku Mendapatkan informasi dari PT. Rawat jalan tingkat pertama Tempat pelayanan di Puskesmas Persyaratan : menunjukkan kartu ASKES Pelayanan yang didapatkan: Pemeriksaan Laboratorium Tindakan sederhana Pemberian obat Surat rujukan Tempat pelayanan di Rumah Sakit Pemerinta Persyaratan: menunjukkan kartu Askes dan fotokepynya Pelayanan yang diperoleh: Pemeriksaan doktor spesialis Laboratorium/pemeriksaan penunjang KESEHATAN b. Hak Peserta     ditetapkan. Rawat jalan tingkat lanjutan 76 . Bagai Veteran dan Perintis Kemerdekaan. Standar pelayanan mencakup: o Pelayanan kesehatan dasar o Pelayanan kesehatan rujukan o Pelayanan kesehatan penunjang 9. setelah iuran wajibnya tidak lagi ditanggung Pemerintah Bagi Pegawai BUMN dan Badan lain yang sudah tidak membayar iurannya  e.

mengurus surat jaminan dalam waktu 3 x 24 jam Pelayanan yang diperoleh: o Perawatan di ruangan o Pemeriksaan dokter spesialis o Laboratorium/penunjang diagnosa o Tindakan di RS o Obat DPHO atau Resep Askes o Rujukan sesuai indikasi medis e. Persalinan Tempat pelayanan: disemua fasilitas Pemerintah Persyaratan Kartu Askes dan fotocopynya. Pelayanan yang diperoleh: o Perawatan di ruangan o Pemeriksaan dokter spesialis o Laboratorium/penunjang pemeriksaan o Tindakan persalinan o Obat DPHO atau Resep Askes o Surat Rujukan 10. BUKAN HAK PERTAMA . surat rujukan atau keterangan gawat darurat.Mendapat pelayanan kesehatan yang tidak sesuai prosedur 77 . mengurus surat jaminan m aksimum 3 x 24 jam. Hanya untuk persalinan anak pertama dan kedua hidup.- Tindakan di RS Obat DPHO atau Resep Askes Rujukan sesuai indikasi medis Tempat pelayanan: rumah sakit Pemerintah Persyaratan: manunjukkan kartu Askes dan fotocopynya Pelayanan yang diperoleh: o Pemeriksaan dokter spesialis o Laboratorium/penunjang diagnosa o Tindakan di RS o Obat DPHO atau Resep Askes o Rujukan sesuai indikasi medis c. Pelayanan Gawat Darurat d. Rawat Inap Tempat pelayanan di Rumah Sakit Pemerintah (RS Swasta hanya Persyaratan: menunjukkan kartu Askes dan menyerahkan santunan) fotocopynya.

Besarnya premium wajib PNS adalah 2% dari penghasilan o Cost sharing merupakan keadaan yang tidak mungkin dihindarkan dalam pembiayaan secara asuransi.Pelayanan kesehatan/fasilitas yang tidak ditunjuk .. PREMIUM DAN COST SHARING o Premium merupakan kewajiban bulanan bagi pesert Askes wajib atau sukarela yang besarnya ditentukan berdasarkan benefit pelayanan yang akan diterimakan. 78 . dimana tidak mungkin semua jenis dari besarnya biaya pelayanan ditanggung secara tak terbatas.Pelayanan kesehatan yang dikelola dalam program/instansi lain seperti general check up 11.Pelayanan kesehatan di luar Negeri .

Peraturan Pemerintah No. PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI a. Jaksa Agung. Lamanya cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hari kerja 79 . DASAR HUKUM 1. 1. Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri Pejabat sebagaimana tersebut diatas dapat mendelegasikan kewenanannya kapada Pejabat lain dalam lingkungannya untuk memberikan cuti. Menteri. 2. kecuali ditentukan lain 3. 3. TUJUAN a. 5. c. 4. maka kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah bekerja dalam waktu tertentu perlu diberikan cuti A. 01/SE/1977 B. UMUM Dalam rangka usaha menjamin kesegaran jasmani dan rihani. Pimpinan Lembaga Pemerintah Tertinggi Non Departemen. b. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 2. JENIS CUTI 1. Surat Edaran Kepala BAKN No. 6. b. Pemimpin lembaga tertinggi /Tinggi Negara bagi pemimpin Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi Negara/Lembaga Tinggi Negara dan Pejabat lain yang ditentukan Presiden bagi PNS dalam lingkungan kekuasaannya. 24 tahun 1976 Tentang Cuti PNS 3. PENGERTIAN Cuti adalah tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waltu tertentu C. Cuti Tahunan Cuti Besar Cuti Sakit Cuti Bersalin CKAP Cuti diluar tanggungan Negara Cuti Tahunan Setiap pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya satu tahun secara terus menerus berhak atas cuti tahunan.CUTI PNS 1. Untuk memberikan kesempatan istirahat bagi PNS dalam rangka Untuk kepentingan PNS yang bersangkutan menjamin kesegaran jasmani dan rokhaninya 2.

Cuti besar yang tidak diambil oleh PNS yang bersangkutan tepat pada waktunya. dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja. Cuti Basar Setiap Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus berhak atas cuti besar selama 3 (tiga) bulan.Cuti tahunan dapat diambil secara terpecah=pecah dengan ketentuan setiap bagian tidak boleh kurang dari 3 (tiga) hari kerja Cuti tahunan yang tidak diambil dalam tahun yang bersangkutan dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan Cuti tahunan yang tidak diambil dalam kuruk waktu 2 (dua) tahun berturut-turut atau lebih. termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan Apabila cuti tahunan dijalankan ditempat yang sulit perhubungannya. maka sisa cuti besar yang menjadi haknya hapus Apabila ada kepentingan dinas yang mendesak mala pelaksanaan cuti besar dapat ditangguhkan untuk paling lama 2 (dua) tahun. tetapi keterlambatan pengambulan cuti besar itu tidak dapat diperhitungkan untuk pengambilan cuti besar kurang dari 3 (tiga) bulan. 2. Apabila terjadi penangguhan maka cuti tahunan yang ditangguhkan itu dapat diambil oleh PNS yang bersangkutan dalam tahun berikutnya selama 24 (dua puluh empat) heri kerja termasuk cuti tahunan yang sdang berjalan. PNS yang sakit lebih dari 2 (dua) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari. maka waktu cuti tahunan dapat ditambah untuk paling lama 14 (empat belas) hari. harus mengajukan permintaah cuti sakit secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter. 3. baik dokter pemerintah maupun dokter swasta. termasuk cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan Yang dimaksud bekerja secara terus menerus adalah bekerja dengan tidak terputus karena menjlankan cuti di luar tanggungan negara atau karena diberhentikan dai jabatan negara dengan menerima uang tunggu. dapat diambil pada ahun-tahun berikutnya. Dalam hal yang demikian maka waktu penangguhan itu dihitung penuh untuk perhitungan hak atas cuti besar berikutnya. Ketentuan ini tidak berlaku bagi cuti tahunan yang diambil kurang dari 12 (dua belas) hari kerja Untuk kepentingan dinas cuti tahunan dapat ditangguhkan pelaksanaannya oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti tahunan. 80 . Cuti Sakit Setiap Pegawai Negeri Sipil yang menderita sakit berhak atas Cuti Sakit PNS yang sakit selama 1 (satu) atau 2 (dua) hari harus memberitahukan kepada atasannya baik secara tertulis maupun dengan pesan melalui perantara orang lain. Penangguhan ini tidak boleh lebih llama dari satu tahun.

dapat menggunakan cuti besar tersebut sebagai cuti persalinan. PNS wanita yang mengalami gugur kandunan berhak atas cuti sakit paling lama 1 ½ (satu setengah) bulan. Belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk dapat bekerja kembali sebagai PNS. harus diuji kembali kesehatannya oleh dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan Apabila berdasarkan hasil pengujian kesehatan tersebut PNS yang bersangkutan: 1. kepada PNS wanita tersebut tidak diberikan cuti bersalin. maka ia diberhentikan dengan hormat dari jabatan karena sakit. Cuti sakit tersebut diberikan untuk paling lama 6 (enam) bulan berdasarkan surat keterangan dokter pemerintah atau dokter swasta yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan PNS yang telah menderita sakit selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan belum sembuh dari penyakitnya. dengankeputusan pejabat yang berwenang diaktifkan kembali dalam jabatan semula. harus mengajukan permintaah cuti sakit secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter. apabila menjelang saat persalinan tersebut mempunyai hak atas cuti besar. Sedangkan untuk persalinan anak yang keempat dan seterusnya. Pegawai Negeri Sipil wanita yang akan bersalin untuk yang keempat dan seterusnya. yeyapi ada harapan sembuh dan dapat bekerja kembali sebagai PNS. tetapi dapat diberikan Cuti di luar tanggungan negara. 81 . Cuti Bersalin PNS wanita berhak atas cuti bersalin untu persalinan anaknya yang pertama. PNS yang mengalami kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkan PNS tersebut perlu mendapat perawatan. dengan mndapat uang tunggu menurut peraturan perundangundangan yang berlaku 2. kedua. 4. dan ketiga. berhak atas cuti sakit sampai sembuh. maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan mendapat hak-hak kepegawaian menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. Lamanya cuti besar adalah 1 (satu) bulan sebelum dan 2 (dua) bulan setelah persalinan.PNS yang sakit lebih dari 14 (empat belas) hari. Belum sembuh dari penyakitnya. baik dokter pemerintah maupun dokter swasta yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. Pegawai Negeri Sipil wanita yang telah selesai menjalankan cuti di luar tanggungan negara untu persalinan. Persalinan pertama yang dimaksud adalah persalinan pertama sejak yang bersangkutan menjadi PNS.

Ibu. Jabatn yang lowong karena pemberian cuti diluar tanggungan negara dapat diisi. PNS 82 . Lamanya cuti karena alasan penting hendaknya ditetapkan sedemikian rupa. d. b. Cuti diluar tanggunagn negara diambil untuk waktu paling lama 3 (tiga) tahun dan apabila ada alasan penting dapat diperpanjang untuk paling lama satu tahun. PNS setelah habis menjalankan cuti diluar tanggungan negara wajib melaporkan diri kepada instansinya induknya untuk ditempatkan kembali apabila ada lowongan. 6. maka PNS tersebut dapat mengajukan permintaan izin smentara kepada Kepala Pemerintahan setempat. bapak. demi kepentingan dinas. sehingga mengharuskan PNS wanita tersebut mendampingi suaminya di tempat tugas itu. Dalam hal mendesak. Cuti diluar tanggungan negara bukanlah hak. Cuti Karena Alasan Penting Pegawai Negeri Sipil dapat cuti karena alasan penting untuk paling lama 2 (dua) bulan. PNS harus mengajukan secara tertulis dengan menyebutkan alasannya kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti. adik. Melangsungkan perkawina pertama Alasan penting lainnya yang ditetakan oleh Presiden Untuk mendapatkan cuti karena alasan penting. Cuti di Luar Tanggungan Negara Cuti diluar negara dapat diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurangkurangnya 5 (lima) tahun secara terus menerus dan adanya alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak Yang dimaksud dengan alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak misalnya seorang PNS wanita yang suaminya bertugas di luar negeri. Istri/suami. kecuali dalam hal PNS wanita menjalankan cuti diluar tanggungan negara untuk persalinan yang keempat dan seterusnya.5. karena itu permintaan cuti diluar tanggungan negara dapat dikabulkan atau ditolak oleh pejabat yang berwenang. karena alasan penting diberikan dengan surat keputusan pejabat yang berwenang. Selama menjalankan cuti diluar tanggungan negara. PNS yang bersangkutan dibebaskan dari jabatannya. mninggal dunia dan menurut ketentuan hukun yang berlaku PNS yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang mninggal itu. c. sehingga PNS yang bersangkutan tidak dapat menunggu keputusan dari pejabat yang berwenang. Cuti diluar tanggungan negara hanya dapat diberikan ddengan surat keputusan pejabat yang berwenang memberikan cuti setellah mendapat persetujuan dati kepala BKN. Yang dimaksud cuti karena alasan penting adalah cuti karena: a. anak. kkak. sehingga benar-benar hanya untuk waktu yang diperlukan saja. mertua. atau menantu sakit keras Salah seorang anggota keluarga yang dimaksud dalam huruf a diatas atau meninggal dunia.

83 . diberhentikan dengan hormat sebagai PNS.yang tidak melaporkan diri kepada instansi induknya setelah habis masa menjalankan cuti diluar tanggungan negara. Selama menjalankan cuti besar. Penghasilan PNS selama menjalankan Cuti Selama menjalankan cuti diluar tanggunan negara PNS yang bersangkutan tidak menerima penghasilan apapun dari negara. PNS yang bersangkutan tetap menerima gaji dan tunjangan keluarga. kecuali tunjangan jabatan (bila ada).

c. penuh tanggung jawab. 30 Tahun1980 sebanyak 26 butir dan larangan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap PNS adalah sebagaimana tertuang dalam Pasal 3 ayat (1) PP. Peraturan Disiplin PNS diundangkan dengan tujuan adag dapat menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelasanaan tugas. 23/SE/1980 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok=pokok kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 tahun Pemberhentian PNS 3. Tata tertib dimaksud dapat terwujud antara lain bilamana setiap PNS mengetahui dengan pasri kewajiban-kewajiban yang harus dilakuakn dan larangan-larangan yang harus dijauhi Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 Tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Untuk itulah kepada PNS. mengatur tentang kewajiban yang harus ditaati dan larangan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap PNS 2. serta mampu memberkanpelayanan yang baik kepada masyarakat.PERATURAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. 1999 b. Salah satu elemen dalam pembinaan PNS adalah dengan ditetapkannya Peraturan Disiplin PNS. Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan salah satu unsur aparatur negara mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai apa yang menjadi beban tugasnya. coretan dll yangserupa dengan itu. UMUM Terselenggaranya Good Governance merupakan salah satu issue dan tuntutan masyarakat saat ini. PP No 30 Tahun 1980 2003 Tentang Peraturan Disiplin PNS PP No. Aparatur Negara mampu manjalankan tugas dan fungsinya secara sungguh=sungguh. Dasar Hukum a. 84 . efektif. perlu diberikan pembinaan yang baik. Pengertian Peraturan disiplim PNS adalah suatu peraturan yang memuat kewajiban larangan. karikatur. Masyarakat berharap adar dalam penyelenggaraa negara dan pembangunan. 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan Pemindahan dan SE Ka BAKN No. dan sanksi apanila kewajiban tidak ditaati atau larangan dilanggar. efisien. d. sikap atau tindakan termasuk pelanggaran disiplin adala setiap pernuatan memperbanyak. Perbuatan adalah setiap tingkah laku. bebas KKN dan selalu memenuhi kaidah peraturan perundang-undangan yang berlaku. 30 Tahun 1980 ada sebanyak 18 butir. memperontokkan. Kewajiban yang harus ditaati oleh setiap PNS adalah sebagaimana tertuang dalam Pasal 2 PP No. Tulisan dalam pernyataan pikiran atau perasaan secara tertulis baik dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk gambar. mengedarkan.

membina dan mandidik PNS yang melakukan pelanggaran disiplin. Oleh karena itu setiap Pejabat yang berwenang menghukum wajib memeriksa lebih dahulu dengan seksama PNS yang melakukan pelanggaran disiplin. PNS yang berpangkat Penata TK I golongan ruang III/d ke bawah yang akan melakukan usaha dagang baik secara resmi maupun sambilan menjadi direksi. Tingkat dan Jenis Hukuman Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a. Tegoran tertulis c. Berdasarkan hasil pemeriksaan atas pelanggaran disiplin yang dilakukan kemudian diputuskan jenis hukuman disipilin yang setimpal dengan kesalahan yang dilakukan. Pernyataan tidak puas secara tertulis Jenis hukuman sedang erdiri dari: a. Tujuan Tujuan hukuman disiplin PNS adalah untuk mempernaiki. Hukuman disiplin berat Jenis hukuman disiplin ringan terdiri dari: a. Penurunan gaji sebesar satu kali KGB untuk paling lama satu tahun c. sehingga hukuman disiplin yang dijatuhkan benar-benar sesuai dan memenuhi asas keadilan. menawarkan. pimpinan atau komisaris perusahaan swasta wajib mendapat izin tertulis dari pejabat yang berwenang. 6. Hukuman disiplin ringan b. Penundaan keniakan pangkat untuk paling lama satu tahun Jenis hukuman berat terdiri dari: 85 . Dalam Pasal 3 ayat (2) PP Nomor 30 Tahun 1980. Tegoran lisan b. sehingga dapat diketahui latar belakang dan motif terjadinya pelanggaran disiplin. menyimpan. tulisan atau perbuatan PNS yang melanggar ketentuan peraturan disiplin PNS. kecuali hal itu dilakukan untk kepentingan dinas. Hukuman disiplin sedang c. Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan. 4. Penundaan KGB untuk paling lam satu tahun b. 5. agas kembali memiliki sikap ketaatan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. baik yang dilakuakn didalam maupun diluar jam kedinasan.menempelkan. memiliki tulisan atau rekaman yangbeisi anjuran atau berisikan hasutan untuk melanggar ketentuan dalam pasal 2 dan pasal 3. Hukuman Disiplin Hukuman disiplin adalah hukuaman yang dijatuhkan kepada PNS karena melanggar peraturan disiplin PNS Penjatuhan hukuman disiplin berdasarkan pada asas keadilan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.

Pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disipil A. Pembebasan dari jabatan struktural eselon I dan jabatan lain yang wewenang pengangkatan dan pemberhentian ditangan presiden. B. Pemberhentian dengan hormat tidak aas permintaan sendiri d. sepanjang mengenai hukuman disiplin ringan dan pembebasan dari jabatan. Pembebasan dari jabatan c. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS 7. Kepala LPND dan Kepala Sekretariat Lembaga Negara Semua jenis hukuman disiplin PNS dalam lingkungan masing-masing. F. Penurunan pangkat pada pangkat yang setinggat lebih rendah untuk paling lama satu tahun b. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) berwenang menjatuhkan hukuman disiplin bagi PNS Daerah dalam lingkungannya dengan memperhatikan jenis dan tingkat hukuman disiplin serta pangkat dan jabatan PNS yang akan dijatuhi hukuman disiplin. Menteri/Jaksa Agung Bagi PNS dalam lingkungan masing-masing untuk semua jenis hukuman disiplik kecuali yang menjadi wewenang Presiden C. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS 8. Kecuali untuk hukuman disiplin: a. Presiden a. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen bagi PNS dalam lingkungannya masingmasing.a. Pimpinan Kesekretariantan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. kecuali jenis hukuman didiplin yang menjadi kewenangan Presiden E. Bagi PNS yang berpangkat Pembina Utama Muda Golongan Ruang IV/c ke atas (PP9/2003) untuk hukuman disiplin 1) 2) Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat sebagi PNS b. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS b. 9 Tahun 2003. dapat didelegasikan kepada pejabat di bawahnya dalam lingkungan masingmasing. Pemanggilan 86 . sesuai PP No. kecuali jenis hukuman disiplin: 1) Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS 2) Pemberhentian yang menjadi wewenang Presiden D. Bagi Kepala Perwakilan RI di luar Negeri PNS yang dipekerjakan pada perwakilan RI di luar negeri dipekerjakan/diperbantukan pada negara sahanat atau sedang menjalankan tgas belajar di luar negeri. Wewenang untuk menjatuhkan hukuman disiplin sebagaimana tersebut diatas.

11. dipanggil oleh Pejabat yang berwenang untuk diperiksa. Penundaan kenaikan gaji Berkala (KGB) Ditetapkan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS yang bersangkutan a. mka panggilan dilakuakn scara tertulis Apabila PNS yang disangka melakuakan pelanggaran tidak memenuhi panggilan pertama. pemeriksaan dilakukkan secara lisan apabila menurut Pejabat yang Berwenang akan dijatuhi hukuman tingkat ringan. Panggilan tersebut dilakuakn dengan lisan. Pemeriksaan terhadap PNS yang wewenang penjatuhan hukuman disiplinnya ditangan Presiden dilakuakn oleh Pemimpin Instansi yang bersangkutan. Pemeriksaan dapat dilakuakn secara lisan maupun tertulis. apabila dari pemeriksaan awal menunjukkan bahwa PNS tersebut akan dapat dijatuhi hukuman tingkat sedang dan berat. 10. c. kemudian melakuakn pelanggaran yang sama. Tegoran lisan 87 .PNS yang disangka melakukan pelanggaran disiplin. Namun bila dengan cara tersebut tidak hadir. Pemeriksaan a. 3) Penjatuhan hukuman disiplin tersebut wajib diberitahukan secara tertulis oleh Pejabat yang berwenang kepada Pejabat yang mengurusi masalah kepegawaian. maka hal tersebut tidak menghalangi pejabat yang berwenang untuk menjatuhkan hukuman dsidiplin. Pada dasarnya pemeriksaan harus dilakukan oleh Pejabat yang berwenang menghukum. dijatuhi hukuman disiplin yang lebih berat. Penjatuhan Hukuman Bagi PNS yang pernah dijatuhi hukuman disiplin. maka dibuat panggilan kedua. maka pemeriksaan dilakuakn secara tertulis. Namun. Pada tahap pertama. Proses pemeriksaan dapat didelegasikan kepada Pejabat lain yang pangkatnya serendah-rendahnya sama dengan PNS yang diperiksa. Tegoran Tertlis Ditetapkan dengan surat keputsan dan di dalamnya disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS yang bersangkutan. Tatacara Penjatuhan Kukuman 1) Pejabat berwenang memberitahukan kepada PNS tentang pelanggaran diiplin yang telah dilakuakn 2) Pernyataan tersebut dinyatakan secara tegas sebagai hukuman disiplin. Dan apabila pada panggilan kedua PNS tersebut tidak hadir. d. b. 9. Pernyataan tidak puas secara tertulis Ditetapkan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelangaran disiplin yang dilakukan oleh PNS yang bersangkutan.

88 . Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS Ditetapkan dengan surat keputusan dan di dalamnya disebutkan pelanggaran yang dilakukan PNS yang bersangkutan. PNS yang bersangkutan masih tetap menerima penghasilan penuh kecuali tunjangan jabatan PNS yang besngkutan baru dapat diangkat lagi dalam suatu jabatans ekurnagkurangnya 1 tahun menjalani hukuman i. PNS tersebut mempunyai hak untuk KGB. e. Penundaan kenaikan pangat ditetapkan untuk masa sekurang-kurangnya 6 bulan dan paling lama 1 tahun terhitung mulai tanggal kenaikan pangakt yang bersangkutan dapat dipertimbangkan.Ditetapkan untuk masa sekurang-kurangnya 3 bulan dan untuk masa paling lama 1 tahun Masa penundaan gaji berkala dihitung penuh untuk masa kenaikan gaji berkala (KGB) berikutnya. dihitung sebagai masa kerja untuk kenaikan pangat berikutnya. maka KGB tersebut diberikan terhitung mulai bulan berikutnya setelah berakhirnya menjalani hukuman. Pembebasan jabatan Ditetapkan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakuakn PNS yang bersangkutan Setelah dijatuhi hukuman disiplin. Kenaikan pangkat berikutnya baru dapat dipertimbangkan setelah PNS yang bersangkutan sekurang-kurangnya telah 1 tahun dikembalikan pada pangkat semula h. Penundaan kenaikan pangkat Ditetapkan dengan surat keputusan dan di dalamnya disebutkan pelanggaran yang dilakukan PNS yang bersangkutan. g. f. Penurunan Gaji Ditetapkan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS yang bersangkutan Penurunan gaji sebesar 1 (satu) kali gaji KGB Masa penurunan sekurang-kurangnya 3 bulan dan paling lama 1 Tahun Setelah masa hukuman selesai. Penurunan pangkat Ditetapkan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelanggaran yang dilakukan PNS yang bersangkutan Ditetapkan untuk masa sekurang-kurangnya 6 bulan dan paling lama 1 tahun Setelah selesai menjalani hukuman. maka gaji pokok PNS akan kembali seperti semula Masa penurunan gaji tersebut dihitung penuh untuk masa KGB berikutnya Apabila dalan menjalani hukuman disipllin. pangkat PNS yang bersangkutan otomatis kembali ke pangkat semula Masa dalam pangat terakhir sebelum dijatuhi hukuman.

a. Ditetapan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS yang bersangkutan. dapat Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji Penundaan Kenaikan pangkat Penurunan Pangkat Yang diajukan keberatan mengajukan jeberatan kepada atasan pejabat yang berwenang PNS yang dujatuhi salah satu hukuman disiplin selain yang tersebut di atas (a). 89 . 13. maka pejabat yang berwenang dapat menunjuk pejabat lain dalam lingkungannya untuk menyampaikan hukuman tersebut. j. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. Keberatan tersebut duajukan selambatlambatnya 14 (empat belas) hari terhitung mulai tanggal yang bersangkutan menerima keputusan hukuman disiplin. Penyampaian keputusan hukuman disiplin dilakuakn sendiri oleh pejabat yang berwenang. Apabila panggilan kedua tersebut tidak dipenuhi maka yang bersangkutan dianggap telah menerima keputusan hukuman disiplin tersebut. maka dikirimkan panggilan yang kedua. 12. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. dianggap telah menerima keputusan hukuman disiplin. Keberatan Yang tidak dapat diajukan keberatan 1) Hukuman disiplin yang dijatuhkan oleh Presiden 2) Hukuman disiplin ringan yang dijatuhkan pejabat yang berwenang 3) Hukuman disiplin yang dijatuhkan oleh Menteri. Lembaga Tertinggi/Lembaga Tinggi Negara. Namun bila tempat antara PNS yang dijatuhi hukuman dengan pejabat yang berwenang berjauhan. menghukum. Keberatan yang diajukan melebihi waktu 14 (empat belas) hari dianggap kadaluwarsa dan tidak bisa dipertimbangkan. Khusus untuk hukuman disiplin yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden.PNS yang diberhentikan sebagai PNS tidak atas permintaan sendiri diberikan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Pemberhentian Tidak dengan Hormat segabai PNS k. terhadap jenis hukuman disiplin:     b. Penyampaian Hukuman Disiplin PNS yang dijatuhi hukuman disiplin dipanggil untuk menerima keputusan hukuman disiplin. PNS yang dijatuhi hukuman disiplin yang tidak hadir pada waktu penyampaian keputusan hukuman disiplin. PNS yang diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS tidak diberikan hak-hak kepegawaiannya kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan. Apabila yang bersangkutan tidak hadir. disampaikan kepada PNS yang bersangkutan oleh pimpinan instansi induknya. Jaksa Agung. Pimpinan Kesekretariatan. melalui saluran hirarki.

Jenis hukuman disiplin ringan mulai berlaku tanggal disampaikan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah mulai berlaku sejak tanggal disampaikan kepada PNS yang dijatuhi hukuman kecuali untuk jenis hukuman disiplin pemberhentian dengan hormat sebagai PNS dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS c. sebagai PNS. 90 . Apabila PNS tidak hadir pada waktu penyampian eputusan hukuman disiplin.c. Yang dapat diajukan keberatan kepada BAPEK PNS yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/b ke bawah yang dijatuhi hukuman dusiplin Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS dan Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS dapat mengajukan keberatan ke APEK Keberatan tersebut dilakuakn secara hirarki dan tidak melebihi waktu 14 hari terhitung mulai tanggal ia menerima keputusan hukuman Keberatan yang diajukan setelah 14 (empat belas) hari terhitung mulai tanggal ia menerima keputusan hukuman dianggap kadaluwarsa dan tidak dapat dipertimbangkan 14. Penundaan kenaikan pangkat. Keputusan hukuman disiplin yang dijatuhkan oleh Menteri. f. 5) Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. Berlakunya keputusan Hukuman Sisiplin a. maka hukuman disiplin tersebut mulai berlaku pada hari ke 30 (tiga puluh) terhitung mulai tanggal yang ditentukan untuk penyampaian keputusan hukuman tersebut. 3) Penundaan kenaikan pangkat. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. untuk jenis hukuman disiplin: 1) Penundaan KGB. mulai berlaku sejak keputusan atas keberatan itu ditetapkan oleh atasan pejabat yang berwenang menghukum atau oleh BAPEK (sesuai jenis hukuman disiplin). untuk jenis hukuman disiplin: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Penundaan KGB Penurunan gaji. Penurunan pangkat. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. Pimpinan Kesekretariatan. Jaksa Agung. e. Lembaga Tertinggi Negara/Lembaga Tinggi Negara. 4) Penurunan pangat. 2) Penurunan gaji. 6) Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. b. Apabila ada keberatan. Apabila tidak ada keberatan. Hukuman disiplin pembebasan dari jabatan berlaku sejak tanggal ditetapkan d. maka \berlaku pada hari ke 15 (lima belas) terhitung mulai tanggal disampaikan.

Lain-lain PNS yang meninggal dunia atau mencapai Batas Usia Pensiun yang dijatuhi hukuman disiplin Penundaan KGB. Calon PNS yang dijatuhi hukuman tingkat sedang atau berat tidak dapat diangkat menjadi PNS dan diberhentikan dengan hormat atau tidak hormat sebagi Calon PNS. 91 . dianggap telah selesa menjalani hukuman disiplin tersebut. Penurunan gaji atau Penurunan pangkat.15.

Penilaian individu mengenai pelaksanaan pekerjaan di tempat kerja dan Merupakan penilaian hasil kerja yang dicapai oleh pegawai. Undang undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 Tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil Pengertian Penilaian Pelaksana Pekerjaan adalah: a. b. Pengabdian adalah penyumbangan pikiran dan tenaga secara ikhlas dengan mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan golongan atau pribadi. Kesetiaan: adalah kesetiaan. UNSUR YANG DINILAI: a. b. pengalaman dan kesungguhan PNS yang bersangkutan. artinya kesanggupan untuk memperolah kemajuan secara sistematis (Moekijat. tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (P-3) PNS (conduite staat) Hasil penilaian dituangkan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) yang memuat hasil P-3 seorang PNS selama 1 (satu) tahun yang dibuat oleh pejabat penilai. 1996:72) Tujuan Untuk memperoleh bahan-bahan pertimbanan yang objektif dalam pembinaan PNS berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja. UMUM Dalam rangka untuk lebih menjamin objektifitas dalam pembinaan PNS berdasarkan sisem karier dan sistem prestasi kerja. 2. c. mka dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. Prestasi kerja dapat dipengaruhi oleh: kecakapan.PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. ketrampilan. melaksanakan dan mengamalkan sesuatu yang ditaati denan penuh kesadaran dan tanggungjawab. Pejabat penilai adalah atasan langusng dari PNS yang bersangkutan Dasar Hukum Undang undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok Pokok Kepegawaian jo. Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang PNS dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Negara dan Pemerintah Kesetiaan adalah tekad dan kesanggupan mantaati. 1991:99) meliputi jumlah dan mutu yang dihasilkan sesuai standar yang ditetapkan (Mokhamad Syuhadak. UUD-45. ketaatan dan pengabdian kepada Pancasila. Tanggung jawab adalah kesanggupan seorang PNS dalam menyelesaikakn pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat pada 92 . 10 Tahun 1979.

Kerjasama adalah kemampuan seorang PNS untuk bekerja bersama-sama dengan orang lain dalam menyelesaikan sesuatu tugas yang ditentukan sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya g. Kepemiminan adalah kemampuan seorang PNS untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas pokok. Kejujuran adalah ketulusan hati seorang PNS dalam melaksanakan tugas dan kemapuan utnuk tidak menyalagunakan wewenang yang diberikan kepadanya. 3. SIFAT DP-3 Sifat DP-3 adalah rahasia: Harus disimpan dan dipelihara dengan baik Hanya dapat diketahui oleh PNS yang dinilai. Nilai dalam DP-3 digunakan sebagai bahan pertimbanan untuk menetapkan suatu mutasi kepegawaian dalam tahun berikutnya kecuali ada perbuatan tercela yang dilakukan oleh PNS yang bersangkutan yang dapat mengurangi atau meniadakan nilai tersebut. 4. f. d. PENGGUNAAN DP-3 a. Pimpinan 93 . Prakarsa adalah kemampuan seorang PNS untu mengambil keputusn. b. serta kesanggupan untuk tidak melanggar larangan yang ditentukan. Ketaatan adalah kesanggupan ketulusan hati seorang PNS untuk mentaati segala peraturan perundangan dan peraturan kedinasan yan berlaku. atasan dari atasan pejabat penilai (sampai yang tertinggi) dan atau pejabat lain yang karena tugas atau jabatannya mengharuskan ia mengetahui DP-3. 5. Dp-3 digunakan sebagai bahan dalam melaksanakan pembinaan atau pengembangan karis PNS antara lain: dalam mempertimbangkan kenaikan pangkat. itu. (khusus untuk PNS yang berpangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a ke atas yang memangku suatu jabatan) i. langah-langkah atau melaksanakan suatu tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dari atasan h. pejabat penilai atasan. penempatan dalam jabatan. pejabat penilai. Mentaati perintah kedinasan yang diberikan oleh atasan yang berwenang. Jaksa Agung. PEJABAT PENILAI Pejabat penilai adalah atasan langsung dari PNS yng dinilai. dengan ketentuan: a. e.waktunya serta berani memikul atas keputusan yang diambilnya atau tindakan yang dilakukannya. Serendah-rendahnya Kepala Urusan atau pejabat lain yangsetingkat denga kecuali ditentukan lain oleh Menteri. pemindahan dan lain-lain.

c. Pejabat peniaia berkewajiban melakuakn penilaian terhadap PNS yang Penilai dilakukan pada bulan Desember tiap-tiap tahun. negara sahabat atau badan internasional tetap dipelihara oleh Pejabat Penilai dari instansi induk dengan menggunakan bahan-bahan dari pimpinan yang besangkutan di mana PNS tersebut bekerja atau tugas belajar 8. kurangnya 1 tahun menjadi CPNS terhitung mulai secara nyata melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1976 Pasal 12 jo Peraturan pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 Pasal 14. P-3 dilakukan sekurangDesember telah 6 bulam CPNS. sedang menjalankan tugas belajar diperbantukan/dipekerjakan pada perusahaan milik negara. P-3 dilakukan dalam tahun CPNS yang akan diangkat menjadi PNS. b. sehingga tidak usah lagi dibuat DP-3 nya pada Desember tahun yang bersangkutan. berikutnya. penilaian mulai bulan Januari sampai dengan Desember dalam tahun yang bersangkutan. jangka waktu secara langsung berada di bawahnya. kecuali untuk suatu mutasi kepegawaian maka pejabat penilai dapat melakuakn penilaian pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan bahan-bahan yang ditinggalkan oleh pejabat yang lama. Pejabat penilai dapat memberikan penilaian apabila ia telah membawahi PNS yang bersangkutan sekurang-kurangnya 6 bulan. badan swasta yang ditentukan. b. organisasi profesi. d. dan Gubernus dalam lingkungan masing-masing. 7. KETENTUAN BAGI CPNS: a. Melakukan P-3 terhadap PNS yang berada di bawahnya Mengisi dan memelihara buku catatan penilaian yang memuat catatan tingkah laku/perbuatan/tindakan PNS yang menonjol baik yang positif atau negatif selama 5 tahun. DP-3 hanya dibuat dalam tahun yang bersangkutan apabila sampai dengan Apabila belum 6 bulan menjadi CPNS. KEWAJIBAN PEJABAT PENILAI a.Kesekretariatan. b. 6. TATA CARA PENILAIAN Nilai dinyatakan dengan sebutan dan angka sebagai berikut: Amat baik Baik Sedang Kurang : 91 – 100 : 76 – 90 : 51 – 60 : 51 ke bawah Pedoman Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan: 94 . Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. c. Buku catatan -3 PNS yang diangkat menjadi Pejabat Negara.

Keberatan dituliskan dalam DP-3 pada tempat yang telah disediakan.Lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 Setiap unsur penilaian harus ditentukan dulu nilainya dalam angka kmudian ditentukan dalam sebutan Hasil penilaian dituangkan dalam DP-3 9. 11. dapat mengajukah keberatan secara tertulis disertai alasan-alasan kepada atasan pejabat penilai melalui hirarki. Keberatan tersebut harus sudah diajukan dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari terhitung mulai ia menerima DP-3 itu. KEBERATAN TERHADAP NILAI DALAM DP-3 PNS yang merasa keberatan atas nilai yang tercantum dalam DP-3 yang bersangkutan baik sebagian maupun keseluruhan nilai. atasan pejebat penilai berkewajiban memeriksa dan memperhatikan denan seksama keberatan yang diajukan dan tanggapan terhadap keberatan tersebut. ia dapat mengedakan perubahan terhadap nilai yang diberikan oleh pejabat penilai. DP3 yang telah ditandatangani oleh PNS yang dinilai diteruskan oleh pejabat penilai kepada atasan pejabat penilai dalam waktu sesingkat mungkin untuk mendapatkan pengesahan. Apabila PNS yang dinilai menyetujui penilaian terhadap dirinya. Keberatan yang diajukan melebihi batas waktu 14 (empat belas) hari menjadi kadaluwarsa dan tidak dapat dipertimbangkan lagi. Apabila atasan pejabat peniai mempunyai alasan-alasan yang cukup kuat. PNS yang dinilai wajib mencantumkan tanggal penerimaan DP-3 yang dikirimkan kepadanya pada ruangan yangdisediakan. baik dalam arti menaikkan nilai atau menurunkan nilai. Apabila tempat bekerja antara pejabat penilai dengan PNS yang dinilai berjauhan. maka DP-3 dikirimkan kepada PNS yang dinilai. kemudian mengembalikan DP-3 tersebut kepada pejabat penilai selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terhitung mulai ia menerima DP-3 itu. ia menendatangani DP-3 tersebut pada tempat yang disediakan. Dalam hal ada keberatan dari PNS yang dinilai. Pejabat penilai setelah menerima keberatan dari PNS yang dinilai membuat tanggapan secara tertulis atas keberatan yang diajukan oleh PNS yang dinilai. DP-3 yang telah ditandatangani oelh pejabat penilai dan PNS yang dinilai dikirimkan oleh pejabat penilai kepada atasan pejabat penilai selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terhitung mulai ia menerima kembli DP-3 itu dari PNS yang dinilai. PENYAMPAIAN DP-3 DP-3 yang dibuat dan telah ditandatangani oleh pejabat penilai diberikan secara langsung kepada PNS yang dinilai oleh pejabat penilai. Tanggapan tersebut dituliskan dalam DP-3 pada ruang yangtelah disediakan. ATASAN PEJABAT PENILAI Atasan pejabat penilai berkewajiban memeriksa DP-3 yang disampaikan kepadanya baik ada keberatan meupun tidak ada keberatan dari PNS yang dinilai. Walaupun PNS yang bersangkutan keberatan terhadap nilai dalam DP-3 nya ia tetap harus menandatangani D-3 tersebut. Perubahan nilai yang dibuat oleh atasan pejabat penilai tidak dapat diganggu gugat (tidak dapat 95 . 10.

Khusus bagi PNS yang menjalankan tugas belajar diluar negeri bahan-bahan penilaian diberikan oleh Kepala Perwakilan RI di negara yang bersangkutan. PENILAIAN BAGI PNS YANG DIANGKAT MENJADI PEJABAT NEGARA Pejabat penilai bagi PNSyang diangkat menjadi pejabat negara adalah pejabat penilai dari instansi semula di mana PNS yang bersangkutan bekerja sebelum diangkat menjadi pejabat negara. Bahan-bahan penilaian diminta dari pimpinan Badan atau Dewan dimana PNS yang bersangkutan menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara. 13. 15. PENILAIAN BAGI PNS YANG DIPERBANTUKAN/DIPEKERJAKAN PADA BADAN-BADAN LAIN 96 .lagi diajukan keberatan). 14. yang dibebastugaskan dari jabatan organiknya. bahan-bahan penilaian diberikan oelh Ketua Fraksi yang bersangkutan. Bahan-bahan penilaian dimintakan dari Pimpinan Perguruan Tinggi. Pmpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Gubernur adalah pejabat penilai dan atasan pejabat penilai tertinggi dalam lingkungan masing-masing. 16. Apabila PNS yang bersangkutan menjabat ketua Fraksi maka bahan-bahan penilaian dibuat/diberikan oleh salah seorang anggota Pimpinan Fraksi yang bersangkutan. PENILAIAN BAGI PNS YANG DIPERBANTUKAN/DIPEKERJAKAN PADA DAERAH OTONOM ATAU INSTANSI PEMERINTAH LAINNYA Pejabat penilai bagi PNS yang diperbantukan/dipekerjakan pada Daerah Otonom atau Instansi Pemerintah adalah pejabat penilai dari daerah Otonom atau dari Instansi Pemerintah yang bersangkutan. sekolah atau kursus yang bersangkutan. Jaksa Agung. DP-3 yang dibuat oleh pejabat penilai yang merangkap menjadi atasan penilai sebagaimana disebutkan di atas tidak dapat diganggu gugat. Nilai lama yang dicoret harus tetap terbaca dan setiap coretan harus diparaf oleh atasan pejabat penilai. PENILAIAN BAGI YANG MENJALANKAN TUGAS BELAJAR Bagi PNS yang sedang menjalankan tugas belajar. 12. Khusus bagi PNS yang diangat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. Perubahan nilai tersebut dicantumkan nilai yang baru. pejabat penilai dari instansi semula dimana PNS yang bersangkutan bekerja sebelum ia menjalankan tugas belajar. DP-3 baru berlaku sah setelah ada pengesahan dari atasan pejabat penilai. PEJABAT PENILAI YANG MERANGKAP MENJADI ATASAN PEJABAT PENILAI Menteri.

DP-3 yang lebih dari 5 (lima) tahun tidak dapat digunakan lagi. Ketentuan tersebut diatas berlaku juga bagi atasan pejabat penilai yang menjabat eselon I. negara sahabat atau Badan Internasional adalah pejabat peniai dari Instansi semula PNS yang bersangkutan bejerja sebelum diperbantukan/dipekerjakan pada perusahaan. ia dapat mengambil tindakan seperlunya untuk menyelesaikan hal-hal yang tidak wajar itu. Badan swasta yang ditentukan. DP-3 dapat dibuat melebihi jumlah rangkap sebahai tersebut diatas sesuai dengan ketentuan dari Menteri Jaksa Agung. PENYIMPANAN DP-3 DP-3 disimpan dan dipelihara dengan baik oleh pejabat yang diserahi urusan kepegawaian. DP-3 PNS yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/a keatas dibuat dalam rangkap 2 (dua) yaitu: 1(satu) rangkap untuk arsip instasni yang bersangkutan . sedang Dp-3 tetap disimpan dan dipelihara oleh pejabat yang diserahi urusan kepegawaian. 19. Pimpinan Instasni Vertikal Tingkat Propinsi. Pmpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Gubernur yang bersangkutan. Bupati/Walokota termasuk kota administratif di bawah Propinsi danPimpinan Instansi Vertikal Tingkat Kabupaten/Kota. 17. Bahan-bahan penilaian diminta dari Pimpinan Perusahaan. 1(satu) rangkap dikirim kepada Kepala BKN DP-3 PNS yang berpangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d kebawah dibuat 1(satu) rangkap. mak hanya buku catatan penilaian saja yang dikirimkab oleh pimpinan unti organisasi yang lama kepada piminan unit organisasi yang baru. 97 . 18. ATASAN PEJABAT PENILAI YANG TERTINGGI Apabila atasan pejabat penilai yang tertinggi mempunyai bukti-bukti yang cukup kuat tentang adanya hal-hal yang tidak wajar mengenai nilai dalam DP-3. Khusus bagi PNS yang diperbantukan/dipekerjakan pada negara sahabat atau Badan Internasional bahan-bahan penilaian diminta dari Kepala Perwakilan Negara Ri di negara yang bersangkutan. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. DP-3 disimpan selama 5 (lima) tahun. organisasi atau Badan Internasional. organisasi atau Badan yang bersangkutan. MUTASI Apabila seorang PNS pindah dari instansi yang satu ke instansi yang lain. misalnya dari Departemen Dalam Negeri ke Departemen Luar Negeri Apabila seorang PNS pindah unit organisasi tetapi masih tetap dalam satu instansi. Organisasi profesi. maka catatan penilaian dan DP-3 dikirimkan oleh pimpinan instansi lama kepada pimpinan instasni baru.Pejabat penilai bagi PNS yang diperbantukan/dipekerjakan pada Perusahan Milik Negara.

Pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil adalah pemberhentian yang menyebabkan yang bersangkutan tidak lagi berkedudukan sebagai PNS. Permintaan berhenti seorang PNS dapat ditolak apabila yang bersangkutan terikat pada ikatan dinas. Pemberhentian karena adanya penyeserhanaan organisasi d. Seorang Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan sebagai PNS karena alasan sebagai berikut: a. tetapi ia masih mempunyai kedudukan sebagao PNS Setiap pemberhentian dengan hormat sebagai PNS tidak harus diikuti pemberian pensiun sepanang persyaratan lain tidak terpenuhi seperti usi. Pegawai Negeri Sipil yang diberhentikan dengan hormat atas permintaan sendiri diberikan hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan mendapat hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. sedang menjalani wajib militer dll yang serupa dengan itu sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pemberhetian karena mencapai batas usia pensiun c. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. Pemberhentian karena hal-hal lain Pemberhentian dari jabatan negeri adalah pemberhentian yang menyebabkan yang bersangkutan tidaklagi pada satu satuan organisasi negara. masa kerja dll 2. UMUM Pegawai Negeri Sipil yang telah mencapai batas usia pensiun sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yng berlaku. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. permintaan tersebut dapat ditunda untuk paling lama 1 (satu) tahun apabila ada kepentingan dinas yang mendesak. Pemberhentian karena meninggalkan tugas g. Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang h. Namun demikian.PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. sebagai contoh bila saat berhenti usia telah mencapai 50 tahun dan masa kerja telah 20 tahun makakepadanya dibrikan hak pensiun. Pemberhentian atas permintaan sendiri Pegawai Negeri Sipil yangmeminta berhenti. Pemberhentian karena melakukan pelanggaran/tindak pidana/penyelewengan e. Pemberhentian atas permintaan sendiri b. Pemberhentian karena tidak cakap jasmani/rohani (uzur) f. Demikian pula Pegawai Negeri Sipil yang sebelum mencapai batas usia pensiun mengajkan permohonan berhenti sebagai PNS atas permintaan/kemauan sendiri. 98 .

diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan mendapat hak-hak kepegawaian sesuai pereturan perundangan yang berlaku berdasarkan data yang berlaku brdasarkan data yang ada pada instansi yang bersangkutan. Instansi yang karena disederhanakan organisasinya kemudian menyusun daftar PNS tersebut dan menyampaikan kepada kepala BKN. a. Apabila terjadi hal yang demikian. Namun demikian bagi PNS yang menjabat jabatan tertentu dapat diperpanjanag sampai usia tertentu.3. maka ia doberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan hak pensiun. Apabila telah mencapai usia 50 (lima puluh) tahun. bahwa ia akan diberhentikan sebagai PNS. Selambat-lambatnya 15 (lima belas) bulan sebelum PNS mencapai batas usia pensiun. Pegawai Negeri Sipil yang manjabat jabatan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979. pimpinan instansi wajib memebritahukan kepada PNS yang bersangkutan. Pegawai Negeri Sipil yang telah mencaoai batas usia pensiun tetapi tidak mengajukan permohonan berhenti. PNS yang bersangkutan tidak dibrhentikan sebagai PNS dan dalam waktu 6 (enam) bulan sudah harus ada keputusan pengangkatan dalam jabatan baru tersebut. Kemudian BKN mengatur penyaluran kelebihan PNS tersebut setelah berkonsultasi dengan pimpinan instansi yang membutuhkan Apabila kelebihan PNS karena adanya penyederhanaan organisasi tidak mungkin disalurkan kepada instansi lain maka PNS tersebut diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan hak kepegawaian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pegawai Negeri Sipil yang telah mencapai batas usia pensiun diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dan kepadanya diberikan hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 4. PNS mengajukan permohonan berhenti denan hak pensiun. Pemberitahuan karena mencapai Batas Usia Pensiun Bata usia seorang PNS adalah 56 (lima puluh enam) tahun. 99 . maka menunggu pengangkatannya dalam jabatan baru. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS denan mendapat hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. maka PNS yang kelebihan itu disalurkan kepada satuan organisasi negara lainnya. Pegawai Negeri Sipil yang menjabat jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979. apabila tidak menjabat lagi jabatan tersebut. Pemberhentian karena Adanya Penyederhanaan Organisasi Perubahan satuan-satuan organisasi asakalanya mengakibatkan kelebihan PNS. apabila ia diberhentikan dari jabatannyadan ada rencana dalam waktu singkat mengangkatnya dalam hjabatan yang setingkat atau lebih tinggi. Berdasarkan pemeritahuan tersebut.

karena: a. sumpah/janji jabatan atau pelanggaran disiplin berat. Tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri karena kesehatannya 100 . Apabila usia belum mencapai 50 (lima puluh) tahun dan atau belum memiliki masa kerja 10 (sepuluh) tahun. Melanggar sumpah/janji PNS. Uang tunggu tersebut diberikan untuk waktu paling lama 1 (satu) tahun. maka ia diberhentikan dengan hormat dari jabatan negeri dengan mendapat uang tunggu. Pemberhentian sebagaimana tersebut diatas dapat dilakukan dengan hormat atau tidak dengna hormat. karena dengan sengaja melakukan tindakan pidana kejahatan yang diancam pidana penjarasetinggi-tingginya 4 tahun atau ancaman pidana lebih berat. dan dapat diperpanjang tiap-tiap kali untuk paling lama 1 (satu) tahun. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413 sampai dengann 436 Kitab Undangundang Hukum Pidana b. 6. maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan hak pensiun. Apabila pada saar berakhirnya pemberian uang tunggu usia PNS telah mencapai 50 (lima puluh) tahun dan memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun. e. Pemberhentian karena Melakuakan Pelanggaran/Tindak Pidana Pegawai Negri Sipil dapat diberhentikan tidak denan hormat sebagai PNS karena: a. Dihukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Melakukan tindak pidana kejahatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 sampai dengna 161 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. c. 5. Pemberhentian karena Tidak Cakap Jasmani atau Rohani (Uzur) Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dengan hormat dengan mendapat hak-hak kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku apabila berdasarkan Team Penguji Kesehatan dinyatakan: a. Melakukan tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya denan jabata. d. Apabila PNS tersebut diatas pada sat berakhirnya uang tunggi telah mencapai usia 50 tahun tetapi masa kerja kurang dari 10 tahun maka ia duberhentikan denan hormat sebagai PNS tanpa hak pensiun. tergantunf pertimbangan pejabat yang berwenang atas berat atau ringannya perbuatan yang dilakukan dan besar atau kecilnya akibat yangditimbulkan oleh perbuatan itu. Apabila PNS tersebut diatas pada saat berakhirnya uang tunggu belum mencapai usia 50 (lima puluh) tahun tetapi telah memiliki masa kerja 10 (sepuluh) tahun maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan hak pensiun yang diberikan pada saat ia mencapai usia 50 tahun. Pegawai Negeri Sipil diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS apabila dipidana penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. sengan ketentuan tidak boleh lebih dari 5 (lima) tahun.b. b.

7.b. 101 . dipekerjakan kembali sebagai PNS. Setelah berakhirnya cuti sakit belum mampu bekerja kembali. ia diberhentikan sebagai PNS sengan hak pensiun tanpa memandang masa kerja Pegawai Negeri Sipil yang elah dinyatakan hilang kemudian diketemukan kembali setelah melewati waktu 12 buland diperlukan sbb: a. Ditugaskan kembali apabila alasannya dapat diterima oleh pejabat yang berwenang b. Apabila hilamng dan cacatnya dalam dan karena menjalankan kewajiban jabatannya. Apabila ia masih sehat. dihentikan pembayaran gajinya mulai bulan ketiga PNS meninggalkan tugas secara tidak sah lebih dari 2 (dua) bulan tetapu kurang dari 6 )enam) bulan melaporkan diri kepada pimpinan instansinya dapat: a. Menderita penyakit/kelainan yang berbahaya bagi dirinya sendiri dan atau lingkungan kerjanya c. dengan sendirinya dianggap diberhentikan dengan hormat sebagai PNS Pegawai Negeri Sipil yang hilang dianggap meninggal dunia pada akhir bulan ke 12 sejak ia dinyatakan hilang. Diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan mendapatkan hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. apabila penyebabnya karena kelalaian PNS yang bersangkutan dan menurut pejabat yang berwenang akan mengganggu seasana kerja jika ia ditugaskan kembali. dipekrjakan kembali b. Apabila ia masih dapat bekerja kembali dalam semua jabatan negeri berdasarkam suarat keteranan Team Penguji Kesehatan. 8. diperlakukan sebagai berilut: a. Pemberhentian karena Meninggal Dunia atau Hilang Egawai Negeri Sipil yang meninggal dunia. Diberhentilan denagn hormat sebagai PNS denan hak ensium bila ia memiliki masa kerja sekurangnya 4 tahun b. PNS yang selama 6 (enam) bulan atau lebih terus menerus meninggalkan tugasnya secara tidak sah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS. Pemberhentian karena Meninggalkan Tugas PNS yang meninggalkan tugas secara tidak sah dalam waktu 2 bulan secara terusmenerus. Pegawai Negeri Sipil yang dinyatakan hilang yang sebelum melewati 12 bulan diketemukan klembali tetapi cacat. Pegawai Negeri Sipil yang dinyatakan hilang yang sebelum melewati 12 bulan ditemukan kembali masih hidup dan sehat.

Pemberhentian karena Sebab Lain Pegawai Negeri Sipil yang tidak melaporkan diri kembali pada instansi induknya setelah habis menjalankan Cuti Diluar Tanggungan Negara. Sebaai tenaga kelebihan akibat penyederhanaan organisasi dan tidak dapat disalurkan ke instansi lain serta belum memenuhi syarat pensiun 2. B. maka: a. Apabila keterlambatan melaporkan diri itu kurang dari 6 bulan tetapi alasan tentang keterlambatan itu tidak dapat diterima oleh pejabat yang berwenang. Menderita penyakit uang membahayakan bagi diri dan oarng ain dan belum memenuhi syarat pensiun A. Diberhentikan dari jabatan negeri dengan diberikan uang tunggu.9. Hak-hak Kepegawaian 1) Pegawai Negeri Sipil yang diberhentikan sebagai akubat penyedrhanan organisasi. bila belum memenuhi usia dan masa kerja dimaksud 2) Pegawai Negeri Sipil yang menurut surat Keterangan Team Penguji Kesehatan dinyatakan tidak dapat bekerja lagidalam semua jabatan negeri karena kesehatannya diberhentikan sebagai PNS dengan mendapat hak pensiun apabila: Tanpa terikat masa kerja pensiun. Uang Tunggu Yang berhak menerima Uang Tunggu adalah PNS yang diberhentikan dari jabatan negeri karena: 1. maka PNS yang bersangkutan harus diberhentikan sebagai PNS 10. Apabila keterlambatan melaporkan diri itu kurang dari 6 bulan. bila penyebabnya oelh dan karena manjalankan kewajiban jabatan Telah memiliki masa kerja 4 tahun bila bukan disebabkan oleh dan karena menjalankan kewajiban jabatan. maka PNS yang besangkutan dapat dipekerjakan kembali apabila alasan keterlambatan tersebut dapat diterima oejabat yang berwenang dan ada lowongan setelah terlebih dahulu mendapat persetujan dari kepala BKN b. Apabila keterlambatan melaporkan diri lebih dari 6 bulan. diberhentikan denan hormat dengan diberikan hak-hak kepegawaian sbb: Diberikan hak pensiun bila usia sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun dan mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 10 (sepiluh) tahun. Diberhentikan dengan hormat 102 . diberhentikan dengan hormat sebagai PNS Pegawai Negeri Sipil yang terlambat melaporkan diri kembali kepada instans induknya setelah habi Cuti Diluar Tanggungan Negara. maka PNS yang besangkutan diberhentikan denga hormat sebagai PNS c.

3. Berakhirnya cuti sakit, belum mampu bekerja kembali dan belum memenuhi syarat pensiun 4. Tidak dapt dipekerjakan kembai setelah berakhirnya cuti di luar yanggungan negara dan belum memenuhi syarat-syarat pensiun Lamanya pemberian uang tunggu 1 tahun dan dapat diperpanjaang setiap kali paling lama 1 tahun, dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 5 tahun. Besarnya uang tunggu: 80% dari gaji pokok tahun pertama 75% dari gaji pokok untuk selanjutnya

Selama menjalani uang tunggu, masih berstatus sebagai PNS, sehingga berhak diberikan kenaikan gaji berkala, tunjanagn kelaurga, tunjangan pangan. PNS yang selesai menjalani uang tunggu: a. Telah berusia sekurang-kurangnya 50 tahun dan masa kerja sekuranglurangnya 10 tahun diehentikan dengan hormat sebagai PNS dengan hak pensiun; b. Telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 10 tahun tetapi belum mencapai usia 50, maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai PNS tetapi pensiunnya baru diberikan terhitung mulai tanggal satu bulan berikutnya ia mencapai usia 50 tahun. c. Belum mencapai usia 50 tahun dan masa kerja kurang dari 10 tahun maka ia diberhentikan denan hormat sebagai PNS tanpa hak pensiun

103

PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. UMUM Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1969b antara lain menyatakan bahwa pensiun adalah jaminan dari tua dan sebagai balas jasa terhadap PNS yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada negara Selain dari pada itu Undang-undang No 8 Tahun 1974 jo. Undang-undang Nomor 43 tahun 1999 juga menegaskan bahawa setiap PNS yang diberhentikan denan hormat sebagai PNS dan telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan berhak atas pensiun Pada pokoknya pensiun adalahmenjadi kewajiban dari setiap oramhuntk berusahan menjamin hari tuanya, dan untuk itu setiap PNS wajib menjadikan peserta dari suatu badan asuransi sosial yang dibentuk oleh pemeintah Karena pensiun bukan hanya sebagai jaminan hari tua tetapi juga adalah sebagai balas jasa, maka pemerintah memberikan sumbangannya kepada PNS. Iuran pensiun PNS dan sumbangan pemerintah ersebut dipupuk dan dikelola oleh badan asuransi sosial. 2. SYARAT-SYARAT PENSIUN PNS berhak atas pensiun apabila: a. Telah mencapai sekurang-kurangnya 50 tahun dan mempunyai masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 20 tahun b. Oelh tim penguji kesehatan pegawai negeri sipil dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun karena keadaan jasmani/rohani yang disebabkan oleh dan karena menjalankan tugas kewajiban jabatan c. Mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 4 tahun dan oleh Tim Penguji Kesehatan Pegawai Negeri Sipil dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun karena keadaan jasmani/rohaninya yangtidak disebabkan oleh dan kerena menjalankan tugas kewajiban jabatanntannya d. Diberhentikan denan hormat sebagai PNS atau dari jabatan negeri karena sebagai tenaga kelebihan, apabila telah berusaha sekurang-kurangnya 50 tahun dan memiliki masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 10 tahun e. Mencapai BUP menurut ketentuan Peraturan Pemerintahan No: 32 Tahun 1979 3. DASAR PENSIUN Dasar pensiun yang dipakau untuk menentukan besarnya pensiun/pensiun pokok ialah gaji pokok terakhir sebulan yang berhak diterima oleh PNS berdasarkan peraturan gaji yang berlaku Besarnya pensiun pegawai negeri sipil sebulan adalah 2,5% dari dasar pensiun untuk tiap-tiap tahun masa kerja, dengan ketentuan sbb: a. Pensiun pegawai negeri sipil sebulan sebanyak-banayaknya 75% dan sekurangkurangnya 40% dari dasar pensiun;

104

b. Apabila PNS mengalami keuzuran jasmani/rohani oleh dan karena manjalankan tugas kewajiban jabatannya, mnala besarnya pensiun yang diterima adalah 5% dari dasar pensiun c. Pensiun pegawa sebulan tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah menurut peraturan perundangundangan yang berlaku 4. MASA KERJA PENSIUN Masa kerja yang dihitung untuk menetapkan hak dan besarnya pensiun adalah: a. Waktu bekerja sebagai PNS b. Waktu bekerja sebagai anggota ABRi c. Waktu bekerja sebagai tenaga bulanan/harian dengan menerima penghasilan dari Sngaran Negara, APBN atau Bank Negara d. Masa selama menjalankan kewajiban sebagai pelajar dalam Pemerintahan RI pada masa perjuangan phisik e. Masa sebagai Veteran Pembela Kemedekaan f. Masa sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan g. Masa sebagai Veteran pegawai pada sekolah 5. PENSIUN JANDA/DUDA Yang berhak menerima pensiun janda/duda adalah istri(istri-istri) PNS pria, atau suami PNS wanita yang meninggal sunia/tewas, atu penerima pensiun pegawai negeri yang meningal dunia dan mereka sebelumnya sudah terdaftar sebagai istri/suami sah PNS yang bersangkutan. Besarnya Pensiun Janda/Duda adalah 56% dari dasar pensiun dengan ketentuan: a. Apabila terdapat lebih dari seorang yang berhak menerima pensiun janda besarnya bagian pensiun janda untuk masing-masing istri adalah 36% dari dasar pensiun dibagi rata antara istri-istri itu. b. Besarnya pensiun janda/duda dimaksud diatas, tidak boleh kurang dari 75% dari gaji pokok terendah menurut peratuan gaji yang berlaku bagi almarhum suami/istrinya Besarnya pensiun janda/duda PNS yang tewas adalah 72% dari dasar pensiun, dengan ketentuan: a. Apabila terdapat lebih dari seorang istri yang berhak menerima pensiun maka besarnya bagian pensiun janda untuk masing-masing istri 72%dari dasar pensiun dibagi rata istri-istri b. Jumlah 72% dari dasar pensiun termaksud diatas, tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah menurut peraturan gaji yang berlaku bagi almarhum suami/istri. 6. Pensiun Anak Apabila PNS atau penerima pensiun meninggal dunia sedangkan ia tidak mempunyai istri/suami yang berhak menerima pensiun janda atau duda maka:

105

Pendaftaran Isteri/suami/anak Pendaftaran istri (istri-istri)/suami/anak sebagai yang berhak menerima pensiun janda/duda harus dilakuakn PNS yang bersangkutan sesuai petunjuk kepala BKN. maka terhitung mulai tanggal perceraian berlaku. apabila terdapat satu golongan anak yang seayah-seibu b. bagian pensiun janda atau duda atas dasar yang lebih menguntungkan. sah istri/suami itu dihapus dari daftar isteri/suami yang berhak menerima pensiun. Pendaftaran lebih dari seorang isteri sebagai yang berhak menerima pensiun harus dilakuakn dengan sepengethuan tiap-tiap isteri yang didaftarkan. Pensiun Orang Tua Apabila seorang PNS/CPNS tewas. Pemberian Pensiun Pemberian pensiun PNS. Tidak mempunyai penghasilan sendiri atau c. apabila tidak meninggalkan suami/isteri/anak yang berhak menerima pensiun janda/duda.a. Pensiun janda diberikan kepada anak/anak-anaknya. sedangkan ia mempunyai istri (istri-istri) yang berhak menerima pensiun janda/bag pensiun janda disamping anak dari istri yang telah meninggal dunia atau telah secari. Anaka yang dapat didaftarkan sebagai anak yang berhak menerima pensiun anda/duda atau bagian pensiun janda adalah: a. Pensiun janda/duda dan bagian pensiun janda ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang memberhentikan PNS yang besangktutan. Belum menikah/belum pernah manikah 7. maka kepada orang tua almarhun diberikan pensiun orang tua yang besarnya 20%dari pensiun janda/duda Jika kedu orang tua telah bercerai. Jika hubungan perkawinan dengan isteri/suami yang telah terdaftar terputus. maka kepada mereka masing-masing diberikan separoh dari jumlah dimaksud 8. Berusi kurang dari 25 tahun atau b. Anak-anak sebagaimana sebagaimana dimaksud diatas ialah anak yang pada waktu PNS atau penerima pensiun pegawai meningal dunia: a. diberikan satu pensiun janda. Anak-anak PNS atau penerima pensiun pegawai dari perkawinannya denga isteri/suami yangdidaftar sebagai yang berhak menerima pensiun janda/duda 106 . Pensiunan duda diberikan kepada anak Apabila PNS pria atau oenerima pensiun pria meninggal dunia. Satu bagian pensiun janda diberikan kepada masing-masing golongan anak seayah-seibu c. mka bagian pensiun janda diberikan kepada masing-masing istri dan golonga anak seayah seibu Kepada anak (anak-anak) yang bu dan ayahnya berkedudukan sebagai PNS dan kedua-duanya meninggal dunia. dibawah pengawasan dan koordinasi Kepal Badan Kepegawaian Negara 9.

Surat keteranagn dari yang berwajin yang menerangan bahwa anak (anak-anak) itutidak pernah kawin dan tidak mempunyai penghasilan sendiri d. janda-janda/duda yang bersangkutan mengajukan surat permintaan kepada pejabat yang berwenang denga disertai: a.b. pensiun janda/bagian pensiun janda diberikan mulai bulan berikutnya tanggal kelahiran anak itu Berakhirnya pensiun janda/duda Pemberian pensiun janda/duda atau bagian pensiun janda berakhir pada akhir bulan: 107 . Surat keputusan yang menetapkan pangat dan gaji terakhir pegawai yang meninggal dunia Pemberian pensiun janda/duda atau bagian pesiun-janda/duda atau bagian pensiunjanda kepada anak (anak-anak) termaksud. Surat keterangan kematian atau salinannya uang disahkan oleh yang berwajib b. Surat keputusan yangmenetapkan pangkat dan gaji pokok terakhir pegawai atau penerima pensiun pegawai yang meninggal dunia Kepala kantor dimana PNS yang meninggal dunia terakhir bekerja berkewajiban untuk membantu agar mengirim surat-surat permintaan besarnya lmpiranlampirannya termaksud diatas terlaksana selekas mungkin Pensiun janda/duda atau bagian pensiun janda diberikan mulai berlaku pada bulan berkutnya PNS atau penerima pensiun oegawai yang bersangkutan meninggal dunia atau mulai bulan berikutnya hak atas pensiun janda/bagian pensiun janda itu diperoleh oelh yang besangkutan. alamat dan tanggal lahir dari mereka yang berkepentingan c. Anak-anak PNS wanita atau penerima pensiun wanita Yang dianggap dilahirkan dari perkawinan yangsah ialah kecuali anak-anak yang dilahirkan selama perkawinan itu. dilakukan atas permintaan dari atau atas nama anak (anak-anak) yang berhak menerimanya. Daftar susunan keluarga uang disahkan oleh yang berwajib yang memuat nama. Permintaan dimaksud diatas harus dilengapi dengan: a. Bagi anak yang dilahirkan dalam batas waktu 300 hari setelah PNS atau penerima pensiun meninggal dunia. Salinan kelahiran anak (anak-anak) atau daftar susunan keluarga pegawai yang bersangkutan yang disahkan oleh yang berwajib. Permintaan Pensiun Janda/Duda Untuk memperoleh pensiun janda/duda atau bagian pensiun janda. Surat keteranan kematian atau salinannya yang disahkan oleh yang berwajib b. Salinan surat nikah yang disahkan oleh yang berwajib c. tanggal kelahiran dan alamat mereka yang berkepentingan d. yang memuat nama. juga anak yang dilahirkan selambat-lambatnya 300 hari sesudah perkawinan itu terputus Pendaftaran isteri (istri/istri)/anak (anak-anak) sebagai yang berhak menerima pensiun janda harus dilakuakan dalam waktu 1 (satu) tahun sesudah perkawinan/kelahiran 10.

terhitung mulai bulan berikutnya perkawainan out dilangsungkan. 108 . Janda/duda yang bersangkutab meninggal dunia b. maka terhitung dari bulan berikutnya kepada janda yang bersangkutan diberikan lagi pensiun janda tau bagian pensiun janda yang telah dibatalkan. 3) Jika ternyata bahwa keterangan-keterangan yang diajukan sebagai bahan untuk penetapan pemberian pensiun pegawai atau pensiun janda/duda atau begian ppensiun tidak benar dan bekas PNS atau janda/duda/anak yang bersangkutan sebaenarnya tidak berhak diberikan pensiun Dalam hal-hal tersebut pada angka (1) dan (2). kepadanya diberikan pensiun janda yang dapat diperolehnya karena perkawinan terakhir. maka surat keputusan pemberian pensiun dibatalkan. Apabila kemudian khusus dalam hal janda (janda-janda) perkawinan termaksud diatas terputus. dibatalkan jika janda/duda yang bersangkutab menikah lagi.a. 11. Tidak lagi terdapat anak yang memenuhi syarat-syarat untuk menerimanya Pembatalan Pensiun janda/duda Pensiun janda/duda atau begian pensiun janda yang diberikan kepada janda pensiun/duda yang tidak mempunyai anak. sedang dalam hal-hal tersebut angka (3) surat keputusan termaksud dicabut. atau jika lebih menguntungkan. 2) Jika penerima pensiun pegawai/pensiun janda atau duda atau begian pensiun janda menurut keputusan pejabat/badan Negara yang berwenang dinyatakan salah melakukan tindakan atau terlibat dalam suatu gerakan yang bertentangan dengan kesetiaan terhadap Negara dan haluan Negara yang berdasarkan pencasila. Hapusnya Pensiun Pegawai/Pensiun Janda/Duda Hak untuk menerima pensiun pegawai atau pensiun janda/duda hapus: 1) Jika penerima pesiun tidak seizin pemerintah menjadi anggota tentara atau Pegawai Ngeri suatu Negara asing.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful