Pengakuan, pengukuran, Penyajian, dan pengungkapan dalam akuntansi bank Syariah Dikeluarkannya pernyataan standarakuntansikeuanganno.

59tentangakutansi perbankan syariah indonesiaapasi oleh bank Indonesia (bi) merupakan hal yang perlu kita syukuri keberadaannya. Adanya PSAK No. 59 dan PAPSI memiliki banyak makna. Dari sudut pandang perkembangnindstri perbankan syariah PSAK dan PAPSI dapat diharapkan sebagai instrument yang dapat meningkatka kepercayaan public dalam menabung dan berbisnis dengan bank syariah yang pada giliranya akan lebih memacu perkembangan industri bank syariah di Indonesia. Sementara itu juga dilihat dari iklim bisnis masyarakat Indonesia yang masih rendah tingkat integrasinya dengan nilai-nilai islam, PSAK No. 59 dan PAPSI dapat diharapkan sebagai ujung tombak baik dalam proses pengembangan bisnis yang islami maupun dalam pengembangan ilmu bisnis yang peduli pada moralitas, spirit agama,dan kepedulian social. Pengakuan dan pengukuran transaksi dalamakuntansi bank syariah Dikeluarkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 59 tentang Akuntansi perbankan Syariah oleh ikatan Akuntan Indonesia (IAI) bertujuan untuk mengatuir perlakuan kuntansi (pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan) transaksi khusus yang berkaitan dengan aktivitas bank syariah. Pernyataan ini diterapkan untuk bank umum syariah, bank pengkreditan rakyat sayriah, dan kantor cabang syariah bank konvensional yang beroperasi di Indonesia. Hal-hal umum yang tidak diatur dalampernyataan ini memacu pada pernyataan standar akuntansi yang berlaku umumsepanjang sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.pernyataann ini bukan nerupakan pengaturan penyajian laporan keuangan pemerintah sesuaipermintaan independent,dan khusus bank (statutorial) (Bank pemerintah,lembaga sentral

Indonesia).laporan keuangan yang disajikan berdasarkan pernyataan ini tidak dimaksudkan untukmemenuhih peraturan perundang-undangan tersebut.

Pengakuan dan Pengukuran Mudharabah Karekteristik Mudharabah adaalah akad kerja sama usaha antara shahibul maal (pemilik dana) dan mudharib (pengelola dana) dengan nisbah bagi hasil menurut kesepakatan dimuka. Jika usaha mengalami kerugian, makaa seluruh kerugian ditanggung oleh pemilik dana, kecuali ditemukan adanya kelalaian atau kesalahan oleh pengelola dan, seperti penyelewengan, kecurangan,dan penyalahgunaan dana. Mudaharabah ada 2 jenis,yaitu ‘mudharabah mutlaqah (investasi tidak terikat) dan mudharabah muqayyadah (investasi terikat).

Bank Sebagai Shabibul Maal (pemilik Dana) Pengakuan dan pengukuran pembiyaanmudharabah Pengakuan mudharabah adalah sebagai berikut” 1. pembiyaan mudharabah diakui pada saat pembayaran kas atau penyerahan aktiva nonkas kepada pengelola dana; dan 2. pembiyaan mudharabaha yang diberikan secara bertihahap diakui pada setisptshap pembayaran atau penyerahaan.

Bagi hasil mudharabah dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode. laba pembayaran mudharabah diakui dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai nasabah yang disepakati. beban yang terjadi sehubungan dengan mudharabah tidak dapat diakui sebagai bagian pembayaran mudharabah kecuali telah disepakati bersama. Bagi hasil investasi tidak terikat dialokasikan kepada bank dan pemilik dana sesuai dengan nisbah yang disepakati. dan 3. dan 2.dan b. yaitu bagi laba (profit sharing) atau bagi pendapatan (revenue sharing). rugi yang terjadi diakuidalam periode terjadinya rugi tersebut dan mengurangi saldo pembayaran mudharabah Bank sebagai Mudharib (Pengelola Dana) Dana investasi tidak terikat diakui sebagai investasi tidakterikat pada saat terjadinya sebesar jumlah yangditerima. 2. selisisih antara nilai wajar dan nilai buku aktiva nonkas diakui sebagai keuntungan atau kerugian bank.pada akhirperiode akuntansi. Pengakuan Laba atau Rugi Mudharabah Apabila pembiyaan mudharabah melewati satu periode pelaporan: 1. diukur sebesar nilai wajar aktiva nonkas pada saat penyerahan. Pembiyaan mudharabah dalabentuk kas diukur sejumlah uang yang diberikan bank pada saat pembayaran.Pengukuran pembiyaan mudharabah adalah sebagai berikut: 1. pembiyaan mudharabah dalam bentuk aktiva nonkas: a. Kerugiankesalahanatau kelalaian bank dibebankan kepada bank (pengelola dana). investasi tidak terikat diukur sebesar nila tercatat. Bank sebagai Agen Investasi .

seperti lisensidan hak paten. Karena setiap mitra tidak dapaat menjadi modal mitra lainnya. Pembiyaan musyarakah dapat diberikan dala bentuk kas. Sedangkan dana yang diterima dan belum disalurkan diakui sebagai titipan. atau aktiva nonkas.Apabila bank bertindak sebagai agenda lammnyalurkan dana mudharabah muqayyadah dan bank tidak menanggung risiko (Chanelling agent). Beberapa hal yang menunjukan adanya kesalahan yang disengaja. setara kas. termasuk aktiva tidak terwujud. Dalam musyarakah.selanjutnya mitra dapat mengembalikan modal tersebut berikutbagi hasil yang telah disepakati secara bertahap atas Sekaligus kepada bank.maka pelaporannya tidak dilakukan dalam neraca tetapi dalam laporan perubaha dana investasi terikat. Pengkuan dan pengukuran Musyarakah Karakteristik Musyakaah adalah akad kerja sama antara parapemilikmodal yang mencampurkan modal mereka untuk tujuan mencari keuntungan. manipulasi biaya dan pendapatan operasional. mitra dan bank sama-sama menyediakan modal untuk membiayai suatu usaha tertentu. serta pelaksanaan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. . Bebrapa hal yang menunjukan adanya kesalahan yang disengaja adalah: pelanggaran terhadap akad antara lain penyalahgunaan dana pembiayaan.baik yang sudah berjalan maupun yang baru. maka setiap mitra dapat meminta mitra lainnya untuk menyediakan jaminan atas kelalaian atau kesalahan yang disengaja. Apabila bank bertindak sebagai agendalammenyalurkan dana mudharabah atauinvestasi terikat tetapi bank menanggung risiko atas penyaluran dana tersebut (executing agent) maka pelaporanya dilakukan dalam neraca sebesar porsi yang ditanggung oleh bank.

a. bagi modal setiap mitra ditentukan sesuai akad dan jumlahnya tetap hingga akhir masa akad. Bank Sebagai Mitra Pengakuan dan Pengukuran Awal Pembiayaan Musyarakah Pembiayaan musyarakah diakui pada saat pembayaran tunai atau penyerahan aktiva nonkas kepada mitra musyarakah. kesalahan yang disengaja harus dibuktikan berdasarkan badan arbitrase atau pengadilan Laba musyarakah dibagi diantara para mitra dan bank secara proposional sesuai dengan modal yang disetorkan ( baik berupa kas maupun aktiva lainnya) atau sesuai dengan yang disepakati oleh semua mitra. Biaya yang terjadi akibat akad musyarakah (misalnya. dan 2. Sedangkan rugi dibebankan secara proposional sesuai dengan modal yang disetorkan (baik berupa kas maupun aktiva lainnya) Musyarokah dapat bersifat permanen maupun menurun. Aktiva non kas dinilai sebesar nilai wajar dan nilai buku aktiva non kas. bagian modal bank akan menurun dan pada akhir masa akad. Pengukuran pembiayaan musyarakah dalam bentuk: 1. maka selisih tersebut diakui sebagai keuntungan atau kerugian bank pada saat penyerahan. dan b. mitra akan menjadi pemilik usaha tersebut. Pengukuran bagi Bank atas Pembiayaan Musyarakah Setelah Akad . Pembiayaan musyarakah dalam bentuk. biaya studi kelayakan) tidak dapat diakui sebagai bagian pembiayaan musyarakah kecuali persetujuan dari seluruh mitra musyarakah. Dalam musyarakah permanen. Kas dinilai sebesar jumlah yang dibayarkan. Sedangkan dalam musyarakah menurun.Jika tidak terdapat kesepakatan antara pihak yang bersengketa.

Pada saat akad diakhiri. apabila ada. Laba diakui dalam periode terjadinya sesuai dengan nisbah bagi hasil yang disepakati. Sedangkan rugi pembiayaan musyarakah diakui secara proporsional sesuai dengan kontibusi modal. apabila ada. dan 2. .dan 2. Jika akad musyarakah yang belum jatuh tempo diakhiri dengan pengembalian diakui sebagai laba atau rugi bank pad aperiode berjalan. pembiayaan musyarakah yang belum dikembalikan oleh mitra diakui sebagai piutang jatuh tempo kepada mitra. Bagian bank atas pembiayaan musyarakah menurun dinilai sebesar nilai historis setelah dikurangi dengan bagian pembiayaan bank yang telah dikembalikan oleh mitra (yaitu sebesar harga jual yang wajar) dan kerugian. maka: 1.Bagian pengukuran atas pembiayaan musyarakah permanen dinilai sebesar nilai historis(jumlah yang dibayarkan atau nilai wajar aktiva non kas pada saat penyerahan modal musyarakah) setelah dikurangi dengan kerugian. Apabila pembiayaan musyarakah menurun melewati satu periode pelaporan dan terdapat pengembalian sebagian atau seluruh pembiayaan. Apabila pembiayaan musyarakah permanen melewati satu periode pelaporan maka: 1. rugi diakui dalam periode terjadinya kerugian tersebut dan mengurangi pembiayaan musyarakah. laba diakui dalam periode terjadinya sesuai dengan nisbah yang disepakati. Selisih antara nilai historis dan nilai wajar bagian pembiayaan musyarakah yang dikembalikan diakui sebagai keuntungan atau kerugian ban pada periode berjalan. Pengakuan Laba atau Rugi Musyarakah Laba pembiayaan musyarakah diakui sebesar bagian bank sesuai dengan nisbah yang disepakati atas hasil usaha musyaraah. rugi diakui dalam periode terjadinya secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal dan mengurangi pembiayaan musyarakah.

Pembayaran murabahah dapat dilakukan secara tunai atau cicilan. Pengakuan dan Pengukuran Murabahah Karakteristik Murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan(margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Rugi karena kelalaian mitra musyarakah tersebut diperhitungkan sebagai pengurang modal mitra pengelola usaha.atau melunasi piutang murabahah sebelum jatuh tempo.Apabila terjadi rugi dalam musyarakah akibat kelalaian atau kesalahan mitra pengelola usaha musyarakah. Murabahah berdasarkan pesanan dapat bersifat mengikat atau tidak mengikat nasabah untuk membeli barang yang dipesannya. maka potongan itu merupakan hak nasabah. maka pembagian potongan tersebut dilakukan berdasarkan perjanjia yang dimuat dalam akad. Harga yang disepakati dalam murabahah adalah harga jual sedangkan harga beli harus diberitahukan. . Apabila aktiva murabahah yang telah dibeli bank(sebagai penjual) dalam murabahah pesanan mengikat mengalami penurunan nilai sebelum diserahkan kepada pembeli. Bank dapat memberikan potongan apabila nasabah: mempercepat pembayaran cicilan. Selain itu. dalam murabahah juga diperkenankan adanya perbedaan dalam harga barang untuk cara pembayaran yang berbeda. Jika bank mendapat potongan dari pemasok. maka rugi tersebut ditanggung oleh mitra pengelola usaha musyarakah. Apabila potongan tersebut terjadi setelah akad. maka penurunan nilai tersebt menjadi beban penjual (bank) dan penjual (bank) akan mengurangi nilai akad. Dalam murabahah pesanan mengikat pembeli tidak dapat membatalkan pesanannya. Murabahah dapat dilakukan berdasarkan pesanan atau tanpa pesanan. kecuali jika mitra mengganti kerugian dengan dana baru.

dan b. antara lain. Aktiva tersedia untuk dijual dalam murabahah pesanan mengikat: a. Pengukuran aktiva murababahah setelah perolehan adalah sebagai berikut: 1. Besarnya denda sesuai dengan yang diperjanjikan dalam akad dan dana yang berasal dari denda diperuntukkan sebagai dana sosial ( Qardhul hasan). Jika uang muka itu lebih kecil dari kerugian bank maka bank dapat meminta tambahan dari nasabah. dalam bentuk barang yang telah dibeli dari bank. Bank dapat meminta kepada nasabah urban sebagai uang muka pembelian pada saat akad apabila kedua belah pihak bersepakat. rusak atau kondisi lainnya.dan . Apabila dalam murabahah tanpa pesanan atau murabahah pesanan tidak mengikat terdapat indikasi kuat pembeli batal melakukan transaksi. Tetapi apabila murabahah batal. jika terjadi penurunan nilai akiva karena usang. Denda ditetapkan berdasarkan pada pendekatan ta’zir yaitu untuk membuat nasabah lebih disiplin terhadap kewajibannya. aktiva yang diproleh dengan tujuan untuk dijual kembali dalam murabahah diakui sebagai aktiva murabahah sebagai biaya perolehan. Urban menjadi bagian pelunasan piutang murabahah apabila murabahah jadi dilaksanakan.Bank dapat meminta nasabah menyediakan angunan atas piutang murabahah. Bank Sebagai Penjual Pada saat perolehan. dinilai sebesar biaya perolehan. penurunan nilai tersebut diakui sebagai beban dan mengurangi nilai aktiva. bank berhak menggunakan denda kecuali jika dapat dibuktikan bahwa nasabah tidak mampu melunasi. mana yang lebih rendah. urban dikembalikan kepada nasabah setelah dikurangi dengan kerugian sesuai dengan kesepakatan. Apabila nasabah tidak dapat memenuhi piutang murabahah sesuai dengan yang diperjanjikan. maka aktiva murabahah: a. Dinilai berdasarkan biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasi. 2.

Denda dikenakan apabila nasabah lalai dalam melakukan kewajibannya sesuai dengan akad. jika potongan pelunasan diberikan setelah penyelesaian. jika potongan pelunasan diberikan pada penyelesaian. denda diakui sebagai bagian dana sosial. apabila akad berakhir pada periode laporan keungan yang sama. apabila akad melampaui satu periode laporan keuangan. urban diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah yang diterima bank pada saat dterima. 1. piutang murabahah diakui sebesar biaya perolehan aktiva murabahah ditambah keuntungan yang disepakati.b. Potongan pelunasan dini diakui dengan menggunakan salah satu metode berikut: 1. Potongan pembelian dari pemasok diakui sebagai pengurangan biaya perolehan aktiva murabahah. Pada saat diterima. atau 2. bank mengurangi piutang murabahah dan keuntungan murabahah.atau 2. bank terlebih dulu menerima pelunasan piutang murabahah dari nasabah. piutang murabahah dinilai sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. yaitu saldo piutang dikurangi penyisihan kerugian piutang. Jika nilai bersih yang dapat direalisasi lebih rendah dari biaya perolehan. selama periode akad secara proposional. Pada saat akad. . Pada akhir periode laporan keuangan. kemudian bank membayar potongan pelunasan kepada nasabah dengan mengurangi keuntungan murabahah. pada periode terjadiya. maka slisihnya diakui sebagai kerugian. Keuntungan murabahah diakui: 1.

Pengakuan Dan Pengukuran Salam Dan Salam Paralel Salam adalah akad jual beli barang pesanan dengan penangguhan pengiriman oleh penjual dan pelunasannya dilakukan secara segera oleh pembelian sebelum barang pesanan tersebut diterima sesuai dengan syarat-syarat tertentu. dan 2. Akad kedua antara bank dan pemasok terpisah dari akad pertama antara bank dan pembeli akhir. dan 3. Bank sebagai pembeli Piutang salam diakui pada saat modal usaha salam dibayarkan atau dilihat kepada penjual. jika barang batal dibeli oleh nasabah. maka urban dikembalikan kepada nasabah setelah diperhitungkan dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan bank. . Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah. Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual dalam suatu transaksi salam.2. Modal usaha salam dapat berbentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan. Jika bank bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain untuk menyediakan barang pesanan dengan cara salam maka hal ini disebut salam peralel. maka urban diakui sebagai pembayaran piutang. Modal usaha salam dapat berupa kas dan aktiva non kas. sedangkan modal usaha salam dalam bentuk aktiva non kas diukur sebesar nilai wajar (nilai yang disepakati antara bank dan nasabah). pada saat barang jadi dibeli oleh nasabah. Salam parallel dapat dilakukan dengan syarat: 1.

Penerimaan barang pesanan diakui dan diukur sebagai berikut: 1. maka: a. Barang pesanan yang diterima diukur sesuai nilai pasar (nilai wajar jika nilai pasar tidak tersedia) pada saat diterima dan selisihnya diakui sebagai kelebihan. Jika barang pesanan berbeda kualitasnya. Bank dapat menggunakan denda kepada nasabah. maka: a. Jika akad salam dibatalkan sebagian atau seluruhnya. Jika akad salam dibatalkan sebagian atau seluruhnya dan bank mempunyai jaminan atas barang pesanan serta hasil penjualan jaminan tersebut lebih kecil dari nilai tercatat piutang salam dan hasil penjualan tersebut diakui sebagai piutang kepada nasabah yang telah jatuh tempo. jika nilai pasar dari barang pesanan lebih rendah dari barang pesanan yang tercantum dalam akad 3. Barang pesanan yang diterima diukur sesuai dengan akad. c. jika nilai pasar (nilai wajar jika nilaii pasar tidak tersedia) dari barang pesanan yang diterima nilainya sama atau lebih tinggi dari nilai barang pesanan yang tercantum didalam akad b. Jika bank tidak menerima sebagian atau seluruh barang pesanan pada tanggal jatuh tempo pengiriman. Bank sebagai penjual . Jika barang pesanan sesuai dengan akad dilihat sesuai nilai yang disepakati 2. d. Jika tanggal pengiriman diperpanjang nilai tercatat piutang salam sebesar bagian yang belum dipenuhi tetap sesuai dengan nilai yang tercantum dalam akad b. maka piutang salam berubah menjadi piutang yang harus dilunasi oleh nasabah sebesar bagian yang tidak dapat dipenuhi.

spesifikasi teknis. Pembeli mempunyai hak untuk memperoleh jaminan dari penjual atas: 1. Spesifikasi dan barang pesanan disepakati oleh pembeli dan penjual diawal akad. Jika bank bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain untuk menyediakan barang pesanan dengan cara istishna maka hal ini disebut istihna parallel. kualitias dan kuantitas. Modal usaha salam yang diterima dapat berupa kas dan aktiva non kas. Barang pesanan harus sesuai dengan karakteristik antara pembeli dan penjual. 2. pembeli menugasi produsen untuk menyediakan barang pesanan sesuai spesifikasi yang disyaratkan pembeli dan menjualnya dengan harga yang disepakati. Jumlah yang telah dibayarkan. kecuali memenuhi kondisi: 1. Jika barang pasanan yang dikirim salah satu cacat. Barang pesanan harus diketahui karakteristiknya secara umum yang meliputi: jenis. Modal usaha salam dalam bentuk aktiva non kas diukur sebesar nilai wajar. 2. Akad kedua antara bank dan subkontraktor terpisah dari akad pertama Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah. antara bank dan pembeli akhir . Berdasarkan akad tersebut. Istishna Paralel dapat Dilakukan dengan Syarat: 1.Utang salam diakui pada saat bank menerima modal usaha salam yang diterima. Akad batal demi hukum karena timbul kondisi hukum yang dapat menghalangi pelaksanaan atau penyelesaian akad. maka penjual bertanggung jawab atas kelalaiannya. Pengakuan dan Pengukuran Istishna dan Istishna Paralel Istishna adalah akad jual beli antara pembeli dan penjual. Penyerahan barang pesanan sesuai dengan spesifikasi dan tepat waktu. Pada dasarnya istishna tidak dapt dibatalkan. Kedua belah pihak setuju untuk menghentikannya 2. Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual dalam suatu transaksi istishna.

Pengakuan dan Pengukuran Ijarah dan Ijarah Muntahiyah Bittamlik Ijarah adalah akad sewa menyewa antara pemilik sewa dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas objek sewa dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas objek sewa yang disewakan. Pendapatan istishna diakui dengan mengenakan metode persentase penyelesaian atau metode akad. Bank Sebagai Pembeli Bank mengakui aktiva istihna dalam menyelesaikan sejumlah termin yang ditagih oleh penjual dan sekaligus mengakui utang istishna kepada penjual. Perpindahan hak milik objek sewa kepada penyewa dalam ijarah muntahiyah bittamlik dapat dilakukan dengan: 1. maka kerugian itu dikurangkan dari garansi penyelesaian proyek yang telah diserahkan penjual. maka selisihnya akan diakui sebagai piutang jatuh tempo kepada sub kontraktor. termasuk margin keuntungan. Apabila kerugian tersebut melebihi garansi penyelesaian proyek.Pengakuan Pendapatan dan Keuntungan Istishna Paralel Pendapatan istishna adalah total harga yang disepakati dalam akad antara bank dan pembeli akhir. Penjualan sebelum akad berakhir sebesar harga yang sisa cicilan sewa 3. Ijarah muntahiyah bittamlik adalah akad sewa menyewa antara pemilik objek sewa dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas objek sewa yang disewakannya dengan obsi perpindahan hak milik objek sewa pada saat tertentu sesuai dengan akad sewa. Hibah 2. Margin keuntungan adalah selisih antara pendapatan istishna dan harga pokok istishna. Penjual pada akhir masa sewa dengan pembayaran tertentu yang disepakati pada awal akad . Apabila barang pesanan terlambat diserahkan karena kelalaian atau kesalahan penjual dan mengakibatkan kerugian bank.

dan 2. Meminta ujrah (imbalan) atas penitipan barang/uang tersebut. Sedangkan dalam prinsip wadia’ah yad-amanah.4. Penjual secara bertahap sebesar hraga tertentu yang disepakati dan tercantum dalam akad. Kebijakan penyusutan pemilik objek sewa untuk aktiva sejenis jika merupakan ijarah 2. Penerimaan titipan dalam transaksi wadi’ah dapat: 1. Bank bertanggung jawab atas pengembalian ttitpan. penerimaan titipan tidak boleh memanfaatkan barang titipan tersebut sampai diambil kembali oleh penitip. Bank Sebagai Pemillik Objek Sewa Objek sewa diakui sebesar biaya perolehan pada saat perolehan objek sewa dan disusutkan sesuai dengan: 1. Masa sewa jika merupakan ternsaksi ijarah muntahiyah bittamlik Pendapatan ijarah dan ijarah muntahiyah bittamllik diakui selama masa akad secara proporsional kecuali pendapatan ijarah muntahiyah bittamlik memulai penjualan secara bertahap maka besar pendapatan setiap periode aka menurun secara progresif selama masa akad karena adanya pelunasan bagian per bagian objek sewa pada periode tersebut. Memberikan bonus kepada penitip dari hasil pemanfaatan barang/uang titipan (wadi’ah yad-amanah) namun tidak boleh diperjanjikan sebelumnya dan besarnya tergantung pada kebijakan penerima titipan. dan wadi’ah yad-amanah apabila dari hasil pemanfaatan tersebut diperoleh keuntungan. Wadi’ah terbagi atas wadi’ah yad-dhamanah adalah titipan yang selama belum dikembalikan kepada penitip dapat dimanfaatkan oleh penerima titipan. . maka seluruhnya menjadi hak penerimaan titipan. Pengakuan dan Pengukuran Wadi’ah Wadi’ah adalah titipan nasabah yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat apabila nasabah yang bersangkutan menghendaki.

Sumber dana internal meliputi hasil tagihan pinjaman qaldhul hasan. dan hasil pendapatan nonhalal). Qardhul Hasan adalah pinjaman tanpa pinjaman yang memungkinkan pinjaman untuk menggunakan dana tersebut selam jangka waktu tertentu dan mengembalikan dalam jumlah yang sama pada akhir periode yang disepakati. . penagihan utang baik melalui kliring maupun inkaso. shadaqah. Wakalah adalah akad pemberian kuasa dari pemberi kuasa /nasabah kepada penerima kuasa /bank untuk melaksanakan suatu tugas atas nama pemberi kuasa/. dan realisasi L/C. infaq. Bank syariah disampinkan memberikan pinjaman qard juga dapat menyalurkan pinjaman dalam bentu qardhul hasan.Pengakuan dan Pengukuran Qardh Pinjaman Qardh adalah penyediaan dana atau tgihan yang dapat disamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara peminjam dan pihak yang dipinjamkan. Sumber dana eksternel meliputi dana qardh yang diterima bank syariah dari pihak lain (missal dari sumbangan. Sumber dana qardhul hasan bersal dari eksternal dan internal. Pengakuan dan Pengukuran Sharf Sharf adalah akad jual beli suatu valuta denan valuta lainnya. Akad wakalah tersebut dapat digunakan antara lain dalam pengiriman taransfer. Pendapatan Sharf Selisih antara kurs yang diperjanjikan dalam kontrak dan kurs tunai pada tanggal penyerahan valutaq diakui sebagai keuntungan/kerugian pada saat penyerahan/penerimaan dana. Transaksi valuta asing pada bank syariah hanya dapat dilakukan untuk tujuan lindung nilai dan dibenarkan utuk tujuan spekulatif. Pengakuan dan Pengukuran Kegiatan Bank Syariah Berbasis Imbalan Kegiatan-kegiatan yang menghasilkan ujrah (imbalan ) antara lain: 1.

baik dalam bentuk pengalihan piutang maupun utang. Oleh karena itu laporan keuangan harus mampu memfasilitasi semua pihak yang terikat dengan bank syariah. standy by L/C. dan 8. Laporan laba rugi 3. 3. Kafalah adalah akad pemberian pinjaman yang diberikan oleh penerima jaminan dan peminjam bertanggung jawa atas pemenuhan kembali suatu kewajiban yang menjadi hak penerima jaminan. Neraca 2. Laporan keuangan bank syariah yang lengkap terdiri dari komponenkomponen berikut: 1. Sebab laporan keuangan bank syariah tentunya memiliki perbedaan. Laporan Perubahan Dana Infestasi Terikat 6. maka laporan keuangan bank syariah harus disusun berdasarkan kerangka dasar penyususunan dan penyajiannya. . Laporan Arus Kas 4. Laporan Perubahan Ekuitas 5. dan lain-lain. PENYAJIAN DALAM AKUNTANSI SYARIAH Penyajian laporan akuntansi bank syariah telah diatur dengan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PABSI). Catatan atas Laporan Keuangan BENTUK LAPORAN KEUANGAN BANK SYARIAH Berdasarkan KDDPPLK Bank Syariah dijelaskan. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan. Kafalah dapat digunakan untuk pemberian jasa bank antara lain garansi bank. Hiwalah adalah pemindahan pengalihan hak dan kewajiban. pembukaan L/C impor. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat Infaq dan Shadaqah 7. dan jasa pemindahan/pengalihan dana dari suatu etnis kepada etnis lain.2.

Laporan Keuangan BENTUK LAPORAN KEUANGAN BANK SYARIAH 1.xxx xx.xxx -xxx.xxx.xxx xxx. Buku Besar 4.xxx xx.xxx.xxx xx.xxx.xxx. Bukti transaksi 2.xxx xxxx (tahun) Unit Moneter xx.xxx. Jurnal 3.xxx xxx.xxx .xxx xx.xxx.xxx.xxx.xxx. PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BANK SYARIAH Seperti halnya dengan perusahaan lainnya.xxx.xxx x.xxx.xxx x.xxx x.xxx. bank syariah secara umum dalam melakukan penyusunan laporan keuangan melalui beberapa tahapan antara lain: 1.xxx x. Laporan posisi keuangan (Neraca) (Nama Bank) Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Pada Bulan xx Tahun 20xx xxxx Uraian Catatan (tahun) Unit Moneter Aktiva Kas dan setara kas Piutang Penjualan Investasi Investasi dalam surat-surat berharga Investasi mudharabah Investasi Musyarakah Penyertaan Modal Persediaan Investasi pada real estat Aktiva yang disewakan 8 9 10 11 12 13 14 15 xx.meskipun ada beberapa aspek yang mungin sama dengan bentuk laporan keuangan pada umumnya. Jurnal Penyesuain 6. Neraca Saldo 5.xxx.xxx -xx.

xxx xx.xxx xx.xxx.xxx xx.xxx xxx.xxx x.xxx.xx.xxx x.xxx x.xxx.xxx.xxx .xxx.xxx.xxx.xxx.xxx.xxx x.xxx.xxx x.xxx.xxx xx.xxx.xxx (Nama Bank) Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Pada Bulan xx Tahun 20xx Uraian Kewajiban Rekening koran dan tabungan Rekening koran bank dan lembaga keuangan Utang Dividen yang diusulkan Kewajiban lainnya Total Kewajiban Rekening investasi tidak terbatas Saham minoritas Total Kewajiban.xxx.xxx x.xxx.xxx.34 Catatan 21 22 23 xxxx (tahun) Unit Moneter xx.xxx.xxx.xxx.xxx.xxx x.xxx.xxx 18 19 20 xxx.xxx x.xxx xx.xxx.xxx.xxx x.xxx.xxx x.xxx.xxx x.xxx xxx.xxx.xxx.xxx xxx.xxx ---xxx.xxx x.xxx xxxx (tahun) Unit Moneter xx.xxx x.xxx xx.Istishna Investasi lain-lain ---Total Investasi Aktiva lainnya Aktiva tetap (neto) Total Aktiva 16 17 xx.xxx xxx.xxx.xxx x.xxx.xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx ----- xx.xxx xxx.xxx.xxx.xxx.xxx xx.xxx xxx.xxx.xxx xx.xxx x. Rekening Investasi Tidak Terbatas dan Saham Minoritas Ekuitas pemilik Modal disetor Cadangan Laba ditahan Total Ekuitas Pemilik 25 26 24.

xxx xx.xxx) x.xxx.xxx.Total Kewajiban.xxx (x.xxx xxx.xxx) x.xxx) 30 .xxx (xxx.xxx.xxx xx.xxx.xxx.xxx.xxx.xxx x.xxx) (xxx.xxx.xxx.xxx) (x.xxx xxx.xxx (x.xxx x.xxx.xxx.xxx) (xxx.xxx. Rekening Investasi Tidak Terbatas.xxx.xxx x.xxx xxx.xxx.xxx x.xxx) x.xxx. Saham Minoritas dan Ekuitas Pemilik 2.xxx x.xxx.xxx (x.xxx (x.xxx xxx.xxx xxx.xxx.xxx) x.xxx x.xxx) xxx.xxx x.xxx (x.xxx. Laporan Laba Rugi xxx.xxx x.xxx (xx.xxx xx.xxx 29B xxx.xxx.xxx) x.xxx (x.xxx) x.xxx.xxx.29 xx.xxx xx.xxx (Nama Bank) Laporan Laba Rugi Untuk Tahun Yang Berakhir xxxx (tahun) dengan xxxx (tahun lalu) Uraian Catatan xxxx (tahun) xxxx (tahun) Unit Moneter Unit Moneter Pendapatan Penjualan tangguhan Investasi Dikurangi Keuntungan rekening investasi tidak terbatas sebelum bagian bank sebagai mudharib Bagian bank sebagai mudharib Keuntungan terhadap rekening investasi tidak terbatas sebelum pajak Bagian bank pada pendapatan dari investasi (sebagai mudharib dan sebagai pemilik dana) Pendapatan bank dari investasi Bagian keuntungan bank dari rekening Investasi terbatas sebagai mudharib Fee bank sebagai agen investasi untuk investasi terbatas Pendapatan dan jasa-jasa perbankan Pendapatan lain-lain Total pendapatan bank Biaya umum dan administrasi Depresiasi Pendapatan neto sebelum pajak dan pajak Provisi untuk zakat Pendapatan neto sebelum saham minoritas (saham minoritas) Pendapatan neto 29A 29B 28.xxx xx.xxx.xxx) (x.

xxx) x.xxx) -Pajak yang dbayarkan --Keuntungan dar rekening investasi tidak terbatas xxx.xxx (x.xxx.xxx.xxx.xxx) -Pembelian aktiva tetap (xxx.xxx.xxx.xxx.xxx -Provisi untuk zakat x.xxx.xxx -Provisi untuk penurunan nilai investasi pada suratsurat berharga xxx.xxx (Nama Bank) Laporan Arus Kas Untuk Tahun yang Berakhir xxxx (tahun) dengan xxx (tahun lalu) xxxx (tahun) xxxx (tahun) Uraian Catatan Unit Moneter Unit Moneter Arus kas dari operasi Pendapatan neto x.xxx ----------- .xxx --xx.xxx) x.xxx.xxx.xxx -Provisi untuk pajak --Zakat yang dibayarkan (xxx.x.xxx x.xxx) -Arus kas neto dari operasi Arus kas dari kegiatan investasi Penjualan real estat yang disewakan Pembelian real estat yang disewakan Penjualan real estat Investasi pada surat-surat berharga Kenaikan pada investasi mudharabah Penjualan persediaan Penjualan Istishna’ Kenaikan neto pada piutang Arus kas neto dari kegiatan investasi Arus kas dari kegiatan keuangan xx.xxx -Provisi rekening ragu-ragu xx.xxx -Penyesuaian terhadap pendapatan neto --Kas neto dari kegiatan operasional --Depresiasi x.xxx.xxx 3.xxx -Piutang ragu-ragu (x.xxx.xxx.xxx -Keuntungan dari penjualan aktiva tetap --Depresiasi dari aktiva yang disewakan x. Laporan Arus Kas x.xxx -(x.xxx.

xxx x.xxx x.xxx.xxx.xxx. dan Shadaqah (Nama Bank) Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat.xxx Keuntungan dibagikan (x.xxx.xxx.xxx xxx.xxx x.xxx ---Emisi ( ) saham -Pendapatan neto x.xxx) Neraca per xxxx (tahun) Pendapatan neto Keuntungan dibagikan Transfer ke cadangan Saldo per xxxx (tahun) xxx.xxx x.xxx.xxx xxx.xxx) x. Infaq dan Shadaqah .xxx x.xxx x.xxx.xxx xx.xxx -x.xxx xx.xxx 5.xxx.xxx (x. Laporan Sumber-sumber dan Penggunaa Dana Zakat.xxx) xxx.xxx.xxx x.xxx.xxx) -xxx.xxx.xxx.xxx.xxx.xxx xx.xxx xxx.xxx ------------ 4.xxx.xxx xx.xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx (x.xxx (xx.xxx.Kenaikan neto pada rekening investasi tidak terbatas Kenaikan neto pada rekening koran Dividen yang dibayarkan Kenaikan pada saldo kredit dan biaya-biaya (Penurunan) pada biaya yang masih harus dibayar Kenaikan pada saham minoritas Penurunan pada aktiva lain Penurunan arus kas dari kegiatan pembiayaan Kenaikan/penurunan uang kas dan setara kas Kas dan setara kas pada awal tahun Kas dan setara kas pada akhir tahun 37 xxx.xxx xx. Laporan Perubahan Modal atau Laporan Laba Ditahan (Nama Bank) Laporan Perubahan Modal Untuk Tahun yang Berakhir xxxx (tahun) dengan xxxx (tahun lalu) Modal Cadangan Disetor Unit Unit Unit Moneter Moneter Laba Uraian Moneter Yang Sah Umum Ditahan Saldo per xxxx (tahun) xxx. Infaq.xxx.xxx.xxx (x.xxx.xxx x.xxx.xxx xxx.xxx.xxx (x.xxx) Transfer ke cadangan xxx.xxx.xxx) -xxx.xxx.xxx.xxx.xxx xxx.xxx Total xxx.xxx.

xxx xx.xxx ------------ 6.xxx.xxx x.xxx x.xxx xxx.xxx xxx.xxx Alokasi dari rekening koran xxx.xxx -Total Sumber Zakat Penggunaan Zakat dan Sumbangan Zakat untuk fakir dan miskin Zakat untuk Ibnu Sabil Zakat untuk Gharimin dan membebaskan budak Zakat untuk mu’allaf Zakat untuk fisabilillah Zakat untuk amil zakat (biaya administrasi dan umum) Total Penggunaan Dana Kenaikan (penurunan) sumber-sumber terhadap penggunaan Zakat dan sumbangan yang belum dibagikan pada awal tahun Zakat dan sumbangan yang belum diberikan pada akhir tahun x.xxx.xxx Alokasi dari pendapatan yang dilarang syariah . Laporan Sumber-sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan (Nama Bank) Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan Untuk Tahun yang Berakhir xxx (tahun) dengan xxx (tahun lalu) xxxx (tahun) xxxx (tahun) Uraian Catatan Unit Moneter Unit Moneter Saldo Awal Pinjaman kebajikan xxx.Untuk Tahun yang Berakhir xxx (tahun) dengan xxx (tahun lalu) xxxx (tahun) xxxx (tahun) Unit Unit Moneter Catatan Moneter Sumber-sumber Zakat dan Sumbangan Zakat jatuh tempo dari bank x.xxx x.xxx xxx.xxx.xxx.xxx xxx.xxx x.xxx xxx.xxx -Zakat jatuh tempo dari pemilik rekening xxx.xxx.xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx -Sumbangan xxx.xxx Sumber-sumber dana qardhul hasan xxx.xxx xxx.

xxx xxx.xxx xxx. valuta dan tingkat bagi hasilrata-rata.xxx xxx. Jumlah aktiva produktif yang telah direktrukturisasidan informasi lain tentang aktiva produktif yang direktrukturisasi selama periode berjalan 5.sector ekonomi.xxx xxx.xxx xxx. pembayaran aktifa produktif yang telah dihapus bukukan dan saldo penyisihan pada akhir tahun. penghapusan selamatahun berjalan.xxx PENGUNGKAPAN DALAM AKUNTANSI BANK SYARIAH Bank Syariah harus mengungkapkan hal-halberikut: 1. .xxx xxx.xxx xxx.(haram) Sumber di luar bank Total Sumber Dana Selama Tahun Ini Penggunaan Qardhul Hasan Pinjaman kepada para pelajar Pinjaman kepada para pengrajin Penyelesaian rekening koran Total Penggunaan Selama Tahun ini Saldo Akhir Tahun Pinjaman Kebajikan Dana tersedia untuk pinjaman xxx. penyisihan selama tahun berjalan.xxx xxx.xxx xxx. 6. Ikhtisar perubahan penyisihan kerugian dan penghapusan aktiva produktif yang diberikan dalam tahun yang bersangkutan yang menunjukan saldo awal. Kedudukan bank dalam pembiayaan bersamadan besarnya porsi yang di biayai 4. 3.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. kwalitas aktiva produktif.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Jumlah aktiva produktif yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Jenis aktiva produktif. Klasifikasi aktifa produktif menurut jangka waktu. dan jumlah aktiva produktifmasingmasing 2.xxx xxx.xxx xxx.

Klaim tambahan yang belum selesai dan semua denda yang bersifat kontijan sebagai akibat keterlambatan pengiriman barang. Persentase kepemilikan dana pada investasi tidak terikat yang signifikan berdasarkan kepemilikan perorangan dan/atau badan hokum Pengungkapan transaksi Istisna’: 1. Nilai kontrak Istisna’paralel yang sedang berjalan rentang periode pelaksanaannya 6.7. Pendapatan dan keuntungan dari kontrak istisna’ selama periode berjalan. Metode yang digunakan untuk menetukan penyisihan khusus dan umum. 5. 11. dan akumulasi penyusutannya apabila bank syariah sebagai pemilik objek sewa 4. Kerugian atas penurunan nilai aktiva mudharabah. Besarnya aktiva produktif bermasalah dan penyisihannya untuk setiap sektor ekonomi. Jumlah piutang cicilan ijarah yang akan jatuh tempo hingga dua tahun terakhir 3. 2. Jumlah objek sewa berdasarkan jenis transaksi(ijarah dan ijarah muntahiyah bittamlik). 10. Saldo aktiva yang sudah diaktifkan. Jumlah akumulasi biaya ataskontrak berjalan serta pendapatan dan keuntungan sampai dengan akhir periode berjalan 3. 4. Nilaikontrakistisna’yang telah ditanda tangani bank selama periode berjalan tetapi belum dilaksanakan dan rentang periode pelaksanaannya Pengungkapan transaksi ijarah dan ijarah muntahiyah bittamlik mencakup : 1. manajeman dan pelaksanaan pengendalian resiko portofolio aktifa produktif. apabila ada. 9. 2.dan 3. Jumlah pembiayaan mudharabah kasdan non kas. Kebijakan. 8. Komitmen yang berhubungan dengan perjanjian ijarah muntahiyah bittamlik yang berlaku efektif pada periode laporan keuangan berikutnya . Jumlah sisa kontrak yang belum selesai menurut spesifikasi dan syarat kontrak. dan 5.jenis aktiva. Kebijakan dan metode akuntansi penyisihan (penghapusan aktifa produktif bermasalah). Pengungkapan Untuk Setiap Komponen Laporan Keuangan Neraca Pangungkapan pembiayaan mudharabah mencakup: 1. Sumber dana yang digunakan dalam pembiayaan ijarah 2. Jumlah utang ijarah yang jatuh tempo hingga dua tahun yang akan datang apabila bank syariah sebagai penyewa.

baik bank sebagai pengelola dana maupun sebagai agen investasi 4. dan shadaqah . hal-hal tersebut dibawah ini yang berasal dari investasi yang dibiayai bersama oleh bank dan para pemilik dana investasi tidak terikat dan investasi yang hanya dibiayai oleh bank harus diungkapkan secara terpisah: 1. Bagian bank pada pendapatan (kerugian) investasi 6. Siofatdari hubungan antara bank dan para pemilik dana investasi terikat. infak. infak. Hak dan kewajiban yang dikaitkan dengan masing-masing jenis dana investasi terikat atau unit investasi Laporan Sumber dan Penggunaan Zakat. Bagian bank pada pendapatan dana investasi tidak terikat sebagai pengelola dana Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat Pengungkapan hal-halyang berkaitan dengan laporan perubahan dana investasi terikat dalam catatan atas laporan keuangan mencakup: 1. Laba(rugi) investasi 4. dan shadaqah dalamcatatan laporan keuangan mencakup : 1.infak. Dasarpenentuan zakat para pemegang saham jika bank diharuskan membayar zakat atas nama parapemegang saham 3. infak dan shadaqah 2. Sejauh bias dilaksanakan. keuntungan (kerugian) dan saldo akhir dana investasi terikat yang berasal dari evaluasi dana investasi tidak terikat 3. keuntungan. Pendapatan dan keuntungan investasi 2. Rincian sumber dana zakat. Secara terpisah saldo awal. dan Shadaqah Pengungakapan hal-hal yang berkaitan dengan sumber dan penggunaan dana zakat.Pengungkapan transaksi wadiah mencakup: 1. dan kerugian harus diungkapkan berdasarkan jenis menurut karakteristik transaksi.beban. Bebandan kerugian investasi 3. Periode yang dicakup laporan perubahan dana investasi terikat 2. Periode yang dicakup oleh laporan sumber dan penggunaan dana zakat. Bagian para pemilik dana investasi tidak terikat pada pendapatan (kerugian ) dari investasi sebelum bagian pengelola dana 5. Jumlah dana wadiah yang di blokir sebagai jaminan pembiayaan atau transaksi perbankan lainnya. Laporan Laba Rugi Pendapatan. Jumlah dana /barang yang mengikuti prinsip wadiah yad-amanah 2.

maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil. Bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian . Pemerintah 8.infaq. Apabila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos. infak dan shadaqah 4. Lembaga penjamin simpanan 9. Laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak – pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi seperti : 1. Bersifat historis yang menunjukkan transaksi dan peristiwa yang telah lampau. Dana zakat.4. Pemegang saham 5. infaq. Jumlah dana yang disalurkan dan sumber dana yang diterima selama periode laporan berdasarkan jenisnya. Otoritas pengawasan 6. Periode yang dicakup laporan sumber dan penggunaan dana qardhul hasan 2. . baik dari sisi informasi maupun manfaat bagi pihak pengguna. Bank Indonesia 7. Hal ini disebabkan karena laporan keuangan memiliki keterbatasan. Masyarakat. Pihak-pihak yang memanfaatkan dan menerima penyaluran dana 3. Bersifat umum. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan Pengungkapan hal-hal yang berkaitan dengan laporan sumber dean panggunaan dana qardhul hasan dalam catatan atas laporan keuangan mencakup: 1. 2. Rincian saldo qardhul hasan pada awal dan akhir periode berdasarkan sumbernya 3. dan shadaqah yang belum disalurkan pada akhir periode laporan. antara lain: 1. BAB XII Analisis Laporan Keuangan Bank Syariah Gambaran kinerja suatu bank baik umum maupun syariah biasanya tercermin dalam laporan keuangannya. Pembayar zakat. Keterbatasan – Keterbatasan Laporan Keuangan Pengambilan keputusan ekonomi tidak dapat semata-mata didasarkan atas informasi yang terdapat dalam laporan keuangan. 3. Pemilik dana/ shahibul maal 2. dan shadaqah yang disalurkan bank selama periode 5. Dana zakat.

Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikualifikasikan umumnya diabaikan.(formalitas) 5. yaitu: 1.4. menunjukkan kesehatan bank dalam memberikan pembiayaan. Tidak luput dari penggunaan berbagai pertimbangan dan taksiran. Perbandingan internal. Rasio Likuiditas. meliputi : a. 9. Rasio Cepat (quick ratio). Analisis dilakukan dengan membandingkan rasio perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis dengan rata-rata industri pada suatu titik yang sama. 6. 2. Jenis analisis rasio keuangan dapat dilakukan melalui dua cara. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan sehingga menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber daya ekonomis dan tingkat kesuksesan antar bank. adalah kemampuan bank untuk membayar utang dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. 7. Hanya melaporkan informasi yang material. adalah ukuran kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio – RasioKeuangan Bank Syariah di Indonesia Hingga saat ini analisis rasio keungan bank syariah msih menggunakan aturan yang berlaku di bank konvensional. Lebih menekankan pada penyajian suatu peristiwa atau transaksi sesuai substansinya dan realitas ekonomi daripada bentuk hukumnya. Jenis – jenis Rasio Keuangan Bank 1. Rasio cepat = Kas / Utang lancar c. adalah ukuran untuk mengetahui kemampuan bank dalam utang jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang lebih likuid. Perbandingan esternal. 8. Rasio lancar = Kas + Penempatan / Utang lancar b. Rasio Lancar (current ratio). Analisis dengan membandingkan rasio periode sekarang dengan periode yang lalu dan yang akan datang untuk perusahaan yang sama. Rasio Pembiayaan terhadap Dana Pihak Ketiga (financiang Deposit Ratio). Disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis akuntansi dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan. Rasio Pembiayaan Terhadap Pihak Ketiga = Total Pembiayaan / Total DPK .

Rasio Aktivitas. Perputaran aktiva total = Pendapatan operasional / Total aktiva 3. Pengembalian atas aktiva (return on asset). Margin laba (profit margin). Perputaran aktiva tetap = Aktiva tetap / Total aktiva b. adalah rasio yang menunjukkan tingkat efektivitas yang dicapai melalui usaha operasional bank. Rasio Profitabilitas. adalah ukuran untuk menilai tingkat efesiensi bank dalam memanfaatkan sumber dana yang dimilikinya. adalah menunjukkan tingkat efesiensi kinerja operasional bank. rasio ini meliputi : a. adalah gambaran efesiensi suatu bank dalam menghasilkan laba. yang meliputi : a. adalah rasio yang menunjukkan kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan bank dalam mengelola sumberdana dalam menghasilkan pendapatan.2. Penentuan besarnya rasio ini dihitung dengan rumus sebagai berikut : Rasio biaya = Biaya opersional / Pendapatan operasional . Perputaran Aktiva Total. adalah kemampuan aktivitas (efesiensi) dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva tetap bank dalam suatu periode tertentu dengan jumlah keseluruhan aktiva. Rasio Biaya. adalah rasio yang menggarkan kemampuan bank dalam mengelola dana yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yang menghasilkan keuntungan. Margin laba = Laba / Total pendapatan b. Pengembalian atas aktiva = Laba / total aktiva 4. Perputaran Aktiva Tetap.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful