Pewarnaan Gram

I. Tujuan 1. Mempelajari proses pewarnaan struktur sel bakteri yang sekaligus menunjukkan sifat bakteri tersebut. 2. Mengamati, mempelajari dan membedakan bentuk-bentuk dan struktur sel bakteri. 3. Memahami pentingnya setiap langkah dalam prosedur pewarnaan. II. Teori Dasar Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian gram pada tahun 1884. Dengan metode ini, bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bakteri gram positif dan gram negatif yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pengecatan gram tidak bisa dilakukan pada

mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp. (Tryana, S.T, 2008). Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: 1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri)

Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan 2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)

Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora

vakuola gas dan magnetosom. 2.terdiri atas membran dan lapisan peptidoglikan yang tipis terletak pada periplasma (di antara lapisan luar dan membran sitoplasmik). jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar o Sarcina. bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar. Berdasarkan bentuknya. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. Bakteri Gram negatif memiliki lapisan luar. Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri atas lapisan peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic. dan mempunyai variasi sebagai berikut: . jika bergandengan membentuk rantai ‡ Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. Pada bakteri patogen (pembawa penyakit) biasanya terdapat kapsul atau lapisan lendir yang membantu pelekatan bakteri pada suatu permukaan dan biofilm formation. jka bergandanya dua-dua o Tetracoccus. lipopolisakarida . Struktur bakteri yang paling penting adalah dinding sel. dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut: o Mikrococcus. jika bergerombol o Streptococcus. jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus.Pada prokariota umumnya. yaitu: ‡ Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola. Bakteri dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu : 1. Bakteri juga memiliki kromosom. jika kecil dan tunggal o Diplococcus. ribosom dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan.

Staphylococcus adalah bakteri Gram-positif yang berbentuk bola. catalase-oxidase-positif dan negatif. (bentuk koma). Pada tahun 1884. jika hanya berbentuk satu batang o Diplobacillus. Beberapa karakterististik yang dimiliki Staphylococcus Aureus diantaranya hemolytic pada darah agar. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran Gambar Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif (Edukasi. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran Spiral. Rosenbach menjelaskan ada dua jenis warna staphylococci yaitu: Staphylococcus Aureus yang berwarna kuning dan Staphylococcus albus yang berwarna putih.o Monobasil. 2008). jika bergandengan membentuk rantai ‡ Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut: Vibrio. Bakteri ini ada yang berkoloni dan berbentuk seperti buah buah anggur. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. dapat tumbuh pada suhu berkisar 15 sampai 45 derajat dan lingkungan NaCl pada konsentrasi .

Peranan yang mengguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah di air. bersifat alkali. 2008). osmosa. . Akan tetapi pada strain baru dari E. radang urat darah. Aureus merupakan patogen seperti bisul. Selain itu. Bacillus subtilis tumbuh di berbagai mesophilic suhu berkisar 25-35 derajat Celsius. Bacillus subtilis merupakan bakteri gram-positif yang berbentuk batang. 2008). radang kelenjar dada. yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri patogen. (Mikrolibrary.tinggi hingga 15 persen dan menghasilkan enzim coagulase. dan panas atau etanol Bakteri ini hanya memilikin satu molekul DNA yang berisi seperangkat set kromosom. Escherichia coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang termasuk gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif. 2008). styes dan furunculosis beberapa infeksi (radang paru-paru.biasanya S. Endospore adalah organisme yang dibentuk dalam kondisi yang stres karena kurang nutrisi.100 kode gen protein. Menurut Kenneath tahun (2008). 2006).2 Mbp) (TIGR CMR). saluran kencing osteomyelitis dan endocarditis serta menyebabkan keracunan makanan yaitu dengan melepakan enterotoxins menjadi makanan sehingga menjadi toksik dengan melepasan superantigens ke dalam aliran darah (Kenneath. E.coli merupakan patogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare dan sindrom diare lanjutan serta hemolitik uremic (hus). Bacillus subtilis juga telah berevolusi sehingga dapat hidup walaupun di bawah kondisi keras dan lebih cepat mendapatkan perlindungan terhadap stres situasi seperti kondisi pH rendah (asam). indikator pada level pencemaran air serta mendeteksi patogen pada feses manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi. meningitis. coli hidup dalam jumlah besar di dalam usus manusia. Beberapa keunggulan dari bakteri ini adalah mampu mensekresikan antibiotik dalam jumlah besar ke luar dari sel (Scetzer. atau oxidative kondisi.dan secara alami sering ditemukan di tanah dan vegetasi. 4. DNAnya berukuran BP 4214814 (4. yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut di lingkungan sampai kondisi menjadi baik (Ncbi.

Pengecetan negatif .Pengecetan ziehl nielsen . krisdal violet dan karbol fuehsin. 2005. 2000.Pengecetan kapsul . Dengan pewarnaan sederhana dapat mengetahui bentuk dan rangkaian sel-sel bakteri. Penuntun Praktikum Mikrobiologi) Perbedaan 2 kelompok bakteri ini didasarkan pada kemampuan sel menahan (mengikat) warna ungu dari kristal violet selama proses dekolorisasi oleh alkohol. Disebut sederhana karena hanya menggunakan satu jenis zat warna untuk mewarnai organisme tersebut. yaitu : .Pewarnaan gram menghasilkan 2 (dua) kelompok besar bakteri. Kandungan senyawa peptidoglikan pada dinding sel gram positif lebih tebal dibandingkan pada dinding gram negatif.Pengecetan spora . Beberapa cara pengecetan. Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkolin.Pengecetan gram .pewarnaan sederhana karena sitoplasamanya bersifat basofilik (suka dan basa). Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarnaan.Pengecetan sederhana . Buku Penuntun Praktikum Mikrobiologi) Pewarnaan sederhana merupakan teknik pewarnaan yang paling banyak digunakan. Bakteri gram positif tidak mengalami dekolorisasi karena tetap . (Mila Ermila. yaitu gram positif yang berwarna ungu dan gram negatif yang berwarna merah. Pewarna basa yang biasa digunakan untuk pewarnaan sederhana ialah memilen biru. Adanya gram positif dan gram negatif disebabkan oleh perbedaan bandingan dinding sel bakteri.Pengecatan flagella (Ani Murniati.

maka warna tidak akan tercuci sedangkan bila komponen dinding sel tidak kuat menelan warna dasar. Sedangkan bakteri gram negatif akan tampak ungu bila waktu dekolorisasi terlalu pendek. bila warna tidak tercuci maka warna pembanding akan terlihat. Bakteri gram positif memiliki selapis dinding sel berupa peptidoglikan yang tebal. pori-pori dinding sel menyempit akibat dekolorisasi oleh alkohol sehingga dinding sel tetap menahan warna biru. Proses pewarnaan diferensial ini memerlukan 4 jenis reagen. yang terlihat pada hasil akhir tetap warna dasar. Reagen kedua disebut bahan pencuci warna (decolorizing agent). bilakomponen dinding sel kuat mengikat warna. Reagen pertama disebut warna dasar. Tercuci tidaknya warna dasar tergantung pada komposisi dinding sel. yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Perbedaan ini berdasarkan warna yang dapat dipertahankan bakteri. sehingga pada saat diwarnai dengan safranin akan berwarna merah. Setelah pewarnaan dengan kristal violet. Bakteri terbagi atas dua kelompok berdasarkan pewarnaan ini. Alat dan Bahan Alat : y y y Tabung reaksi steril Mikroskop Rak tabung reaksi . jadi pewarna ini akan mewarnai dengan jelas. maka warna akan tercuci. Bakteri gram negatif mengalami dekolorisasi oleh alkohol dan pada tahap akhir pengecatan terwarnai menjadi merah oleh safranin.mengikat warna ungu kristal violet dan pada tahap akhir pengecatan tidak terwarnai safranin. III. berupa pewarna basa. Bakteri gram negatif memiliki 3 lapisan dinding sel. Reagen terakhir adalah warna pembanding. Sel bakteri gram positif mungkin akan tampak merah jika waktu dekolorisasi terlalu lama. Lapisan terluar yaitu lipoposakarida (lipid) kemungkinan tercuci oleh alkohol.

IDENTIFIKASI.DAN KONFIRMASI MIKROBA Pertama-tama buatlah media MCA. aeruginosa.lalu lakukan pengamatan setiap hari yang mencakup: . Potasium telurite Media Mac Conkey Agar (MCA).aereus.VJA.CA.coli.VJA.dan CA dalam bentuk plat agar.Kemudian masing-masing media diberi warna sebelum diinokulasi dengan bakteri lalu catat dan dokumentasikan.lalu pada media MCA.dan Triple Sugar Iron Agar (TSIA) y y y y Biakan agar miring bakteri Pereaksi pewarna gram Oli imersi Aqudest IV. s.dan TSIA diinokulasikan pada masing-masing suspensi bakteri pada suhu 370 C selama 1 minggu seluruh kultur bakteri di inkubasi pada incubator.tetapi media Simmon sitrat dan TSIA dalam bentuk agar miring.Vogel Jonsen Agar (VJA). Prosedur kerja ISOLASI.Simmon sitrat.p.Cetrimide Agar (CA).Simmon sitrat.y y y y y y y y y Kaca objek Pinset Kertas lensa Ose bundar dan lurus Kertas tissue Pipet ukur 5 dan 10 ml Bunsen Papan pembentuk agar miring Inkubator 370 C Bahan : y y y Suspensi bakteri . E.

.sebarkanlah hingga setipis mungkin dengan membentuk lingkaran dengan diameter 1 cm.kemudian warnai dengan zat warna fuchsin selama 30 detik tetapi sebelumnya preparat di cuci dengan aquadest.Warni preparat yang sudah siap Diamkan lah selama satu menit setelah preparat ditetesi dengan Kristal violet.lalu buatlah preparat dari biakan bakteri yang akan diwarnai dengan cara : . .tetesi preparat sedikit demi sedikit dengan menggunakna alcohol 96% hingga bilasan terakhir tetap jernih.setelah 30 detik bilas kembali dengan aquadest biarkan hingga kering.Warna media : Sebelum diinokulasi dengan bakteri bandingkan dengan warna media ‡ Secara Keseluruhan ‡ Di sekitar/sekeliling koloni bakteri ‡ Pada agar miring TSIA: gambarkan bila ada perbedaan warna sesuai dengan posisi media (di dasar.setelah itu buanglah lugol. .lalu buang lah sisa zat warna dan bilas dengan lugol lalu tutup preparat dengan lugol biarkan selama 30 detik.kemudian diflambir dan diberi tanda nama bakteri pada bagian baw kaca ah objek.Dengan meletakkan satu tetes suspensi bakteri pada kaca objek.dan permukaan tabung).Ukuran dan warna koloni bakteri Adanya endapan hitam atau retakan pada media PEWARNAAN GRAM Bersihkanlah kaca objek dengan alcohol hingga bebas dari lemak.tengah.Di atas api bunsen (fikasi) hangatkan hingga sampai kering .dengan menggunakan mikroskop pembesaran lensa objektif 100x dengan memakai oli imersi dan amati yang ada .

2. V.hingga bentuk bakteri di dapat lalu catat warna dan susunanya.24 bakteri/ Bentuk perbesaran bulat-bulat bakteri / Bakteri berwarna ungu Berbentuk menggunakan perbesaran (coccus) yang berkoloni 100x membentuk anggur kumpulan tidak tetapi beraturan.dibawah mikroskop. Menggunakan perbesaran 100x. Escherichia coli .Staphlococcus aereus Gambar bakteri Staphlococcus aereus yang telah diwarnai Waktu pengamatan Warna perbesaran 22-10-09 pukul 10. Data Pengamatan 1.

praktikan melakukan teknik pewarnaan gram yang ditujukan untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar.52 Bakteri berwarna merah Berbentuk lonjong keunguan hampir merah panjang (bacillus) yang muda dengan terbentuk dengan jumlah menggunakan perbesaran cukup banyak dan intens 100x tetapi seperti panjang terpisah-pisah rantai yang dengan menggunakan perbesaran 100x VI. Yang menjadi bakteri sebagai bahan uji pada praktikum kali ini adalah Staphlococcus aereus dan Escherichia coli . Pembahasan Pada praktikum kali ini.Gambar bakteri Escherichia coli yang telah diwarnai Waktu pengamatan Warna bakteri/perbesaran Bentuk bakteri/perbesaran 22-10-09 pukul 11. . grampositif dan gram-negatif. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka.

dikeringanginkan bertujuan agar warna melekat pada bakteri dan segera kering sehingga bila diwarnai lagi warna sebelumnya tidak tercampur dengan warna yang baru. Setelah perlakuan pewarnaan. Kemudian ditetesi aquades steril untuk meletakkan bakteri dan dibuat preparat apusan dari biakan miring agar mudah diamati dan difiksasi Sampel disuspensikan sampai homogen agar bakteri dapat menyebar di gelas objek dan tidak menumpuk. melekatkan bakteri di atas objek gelas dan meningkatkan sifat salinitas pewarna (Tortora. Proses pewarnaan bakteri diawali dengan kristal violet dan didiamkan selama satu menit. yaitu pada: .setelah itu ditetesi dengan lugol dan tetesi dengan preparat dengan alkohol 96%. pewarnaan dilakukan 1 menit agar cat ini dapat melekat sempurna pada dinding bakteri sehingga pengikatan warna oleh bakteri menjadi lebih kuat. Kemudian dilihat di bawah mikroskop dengan perbesaran 100 x agar dapat mengamati bentuk dan warna sel bakteri. Hal ini dimaksudkan karena alkohol dapat membuat bakteri tidak berwarna dan berfungsi untuk melunturkan cat sebelumnya. bakteri mengindikasikan bahwa bakteri Escherichia coli termasuk ke dalam golongan gram positif karena . Bakteri gram positif akan berwarna ungu. preparat selalu dicuci dengan air mengalir dan dikeringanginkan. 2002). tetes demi tetes. Proses perwarnaan itu sendiri dilakukan dengan membersihkan gelas objek dan gelas penutup dengan alkohol 70% untuk sterilisasi agar tidak kontaminasi. Kemudian difiksasi di atas api yang bertujuan untuk membunuh bakteri secara cepat dengan tidak merubah bentuk dan struktur bakteri. dilakukan selama 1 menit agar cat dapat luntur secara sempurna dan tidak ada yang tersisa.Pewarnaan gram ini menggunakan 4 macam pewarna dengan fungsi yang berbeda. Sesuai dengan tujuan pewarnaan gram tersebut praktikan mendapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan antara kedua bakteri tersebut setelah diwarnai. sedangkan bakteri gram negatif akan berwarna merah.Kriteria Warna Staphlococcus aereus Ketika warna bakteri menjadi ungu setelah diwarnai.

Karena pada dasarnya pewarnaan ini melibatkan adanya ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen. Sementara Pewarnaan basa bisa terjadi bila senyawa pewarna bersifat positif. Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat dibedakan pewarna asam dan pewarna basa. baik bentuk maupun susunan sel. Berdasarkan hasil pengamatan. sesuai dengan karakteritik Staphlococcus aereus berdasarkan literatur yang berkarakter sebagai bakteri Gram-positif yang . . sehingga pewarna asam yang bermuatan negatif akan ditolak oleh dinding sel. Karakter warna yang berbeda ini terjadi karena terdapatnya perbedaan struktur dinding sel masing-masing bakteri dan responnya terhadap sifat asambasanya. Pewarna penimbal setelah diberikan metil ungu membuat semua bakteri gram negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. maka sel tidak berwarna.berdasarkan literatur.Pewarna asam dapat tejadi karena bila senyawa pewarna bermuatan negatif. bakteri gram positif akan mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. Dalam kondisi pH mendekati netral dinding sel bakteri cenderung bermuatan negatif. Selain digunakan untuk mengelompokkan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif . percobaan ini juga ditujukkan untuk mengamati morfologi. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarna.Kriteria warna Escherichia coli Bakteri Escherichia coli setelah diwarnai menunjukkan warna keunguan yang hampir menyerupai merah muda. sehingga akan diikat oleh dinding sel bakteri dan sel bakteri jadi terwarna dan terlihat. didapat bahwa : .Staphlococcus aereus Berbentuk bulat-bulat (coccus) yang berkoloni membentuk kumpulan anggur tetapi tidak beraturan. Berdasarkan literatur hal ini menandakan bahwa bakteri Escherichia coli merupakan bakteri dengan gram negatif karena gram negatif tidak mempertahankan zat warna metil ungu.

sesuai dengan karakteritik Escherichia coli berdasarkan literatur yang berkarakter sebagai bakteri yang termasuk gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif (kenneath. 2008) Koloninya tersusun seperti rantai memanjang sama seperti yang terlihat di kaca preparat dengan pembesaran 100x. . untuk mengelompokkan bakteri berdasarkan reaksinya terhadap warna dapat dilakukan dengan teknik pewarnaan yang disebut pewarnaan gram. Kesimpulan Jadi. VII.Dalam teknik pewarnaan gram ini dilakukan dengan melalui: 1. Ada yang berbentuk bola (coccus) dan ada juga yang berbentuk batang/ silinder (bacillus). . Bakteri gram positif tidak mengalami dekolorisasi karena tetap mengikat warna ungu kristal violet sehigga pada tahap akhir bakteri gram positif berwarna ungu seperti contohnya Staphlococcus aereus sedangkan bakteri gram negatif mengalami dekolorisasi oleh alkohol sehingga pada tahap akhir pewarnaan terwarnai menjadi kemerahan karena bakteri gram negatif tidak mempertahankan zat warna ungu kristal violet seperti contohnya Escherichia coli. Teknik pewarnaan gram berproses pada kemampuan sel yang menahan (mengikat) warna ungu dari kristal violet selama proses dekolorisasi dengan alkohol.berbentuk bola.Dengan pewarnaan gram ini juga dapat membedakan bentuk-bentuk bakteri.Escherichia coli Berbentuk lonjong panjang (bacillus) yang terbentuk dengan jumlah cukup banyak dan intens tetapi terpisah-pisah seperti rantai yang panjang. Pewarnaan primer menggunakan kristal violet. Dengan pewarnaan gram bakteri dibedakan menjadi dua kelompok. yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. . . Bakteri ini ada yang berkoloni dan berbentuk seperti buah buah anggur sama seperti yang terlihat di kaca preparat dengan pembesaran 100x.

4. Pewarna pengganti menggunakan larutan lugol. Pencucian warna menggukan air. . Pengikatan warna dengan cara didiamkan.2. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful