Sifat Fisika Tanah Beberapa sifat fisika tanah yang utama adalah: (1) tekstur tanah, (2) struktur tanah, (3) bobot

isi tanah, (4) warna tanah, dan (5) konsistensi tanah (6) kadar air tanah. Tekstur Tanah Tanah disusun dari butir-butir tanah dengan berbagai ukuran. Bagian butir tanah yang terukuran lebih dari 2 mm disebut bahan kasar tanah seperti kerikil, koral sampai batu. Bagian butir tanah yang berukuran kurang dari 2 mm disebut bahan halus tanah. Bahan halus tanah dibedakan menjadi: (1) pasir, yaitu butir tanah yang berukuran antara 0,050 mm sampai dengan 2 mm. (2) debu, yaitu butir tanah yang berukuran antara 0,002 mm sampai dengan 0,050 mm. (3) liat, yaitu butir tanah yang berukuran kurang dari 0,002 mm. Menurut Hardjowigeno (1992) tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah. Tekstur tanah merupakan perbandingan antara butir-butir pasir, debu dan liat. Tekstur tanah dikelompokkan dalam 12 klas tekstur. Kedua belas klas tekstur dibedakan berdasarkan prosentase kandungan pasir, debu dan liat. Tekstur tanah di lapangan dapat dibedakan dengan cara manual yaitu dengan memijit tanah basah di antara jari jempol dengan jari telunjuk, sambil dirasakan halus kasarnya yang meliputi rasa keberadaan butir-butir pasir, debu dan liat, dengan cara sebagai berikut: (1) apabila rasa kasar terasa sangat jelas, tidak melekat, dan tidak dapat dibentuk bola dan gulungan, maka tanah tersebut tergolong bertekstur Pasir. (2) apabila rasa kasar terasa jelas, sedikit sekali melekat, dan dapat dibentuk bola tetapi mudah sekali hancur, maka tanah tersebut tergolong bertekstur Pasir Berlempung. (3) apabila rasa kasar agak jelas, agak melekat, dan dapat dibuat bola tetapi mudah hancur, maka tanah tersebut tergolong bertekstur Lempung Berpasir. (4) apabila tidak terasa kasar dan tidak licin, agak melekat, dapat dibentuk bola agak teguh, dan dapat sedikit dibuat gulungan dengan permukaan mengkilat, maka tanah tersebut tergolong bertekstur Lempung. (5) apabila terasa licin, agak melekat, dapat dibentuk bola agak teguh, dan gulungan dengan permukaan mengkilat, maka tanah tersebut tergolong bertekstur Lempung Berdebu. (6) apabila terasa licin sekali, agak melekat, dapat dibentuk bola teguh, dan dapat digulung dengan permukaan mengkilat, maka tanah tersebut tergolong bertekstur Debu. (7) apabila terasa agak licin, agak melekat, dapat dibentuk bola agak teguh, dan dapat dibentuk gulungan yang agak mudah hancur, maka tanah tersebut tergolong bertekstur Lempung Berliat.

yaitu struktur tanah yang berbentuk gumpal membuat dan gumpal bersudut. agak melekat. yaitu struktur tanah yang berbentuk granul. Tanah bertekstur halus lebih aktif dalam reaksi kimia daripada tanah bertekstur kasar. berat tetapi sedikit kasar. dan lain-lain. Tanah bertekstur pasir mempunyai luas permukaan yang lebih kecil sehingga sulit menyerap (menahan) air dan unsur hara. dan kemantapan (ketahanan) yang berbeda-beda. yaitu struktur tanah dengan sumbu vertical lebih besar daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya membuloat. maka tanah tersebut tergolong bertekstur Lempung Liat Berdebu. maka tanah tersebut tergolong bertekstur Liat. sangat lekat. (11) apabila terasa halus. (4) Tiang (columnar). Hubungan Tekstur Tanah dengan Daya Menahan Air dan Ketersediaan Hara Tanah bertekstur liat mempunyai luas permukaan yasng lebih besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara tinggi. oksida-oksida besi. struktur ini ditemukan di horison A2 atau pada lapisan padas liat. dan mudah dibuat gulungan. (10) apabila terasa halus. maka tanah tersebut tergolong bertekstur Liat Berpasir. dapat dibentuk bola dengan baik. struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim kering. (12) apabila terasa berat dan halus. melekat.(6) Remah (single grain). dapat dibentuk bola teguh. dengan sumbu horisontal setara dengan sumbu vertikal. berat. Gumpalan-gumpalan kecil (struktur tanah) ini mempunyai bentuk. Struktur Tanah Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah.(8) apabila terasa halus dengan sedikit bagian agak kasar. dan dapat dibentuk gulungan mudah hancur. ukuran. dapat dibentuk bola agak teguh. sangat lekat. maka tanah tersebut tergolong bertekstur Liat Berdebu. terasa agak licin. (5) Lempeng (platy). dan mudah dibuat gulungan. Gumpalan struktur tanah ini terjadi karena butir-butir pasir. struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim basah. Tanah yang terbentuk di daerah dengan curah hujan tinggi umumnya ditemukan struktur remah atau granular di tanah lapisan atas (top soil) yaitu di horison A dan struktur . maka tanah tersebut tergolong bertekstur Lempung Liat Berpasir. yaitu struktur tanah dengan sumbu vertical lebih besar daripada sumbu horizontal dengan bagian atasnya rata. dan mudah dibuat gulungan. Keenam bentuk tersebut adalah: (1) Granular. yaitu struktur tanah dengan sumbu vertikal lebih kecil daripada sumbu horizontal. dan liat terikat satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan organik. Struktur tanah dikelompokkan dalam 6 bentuk. (9) apabila terasa halus. bentuknya menyerupai kubus dengan sudut-sudut membulat untuk gumpal membulat dan bersudut tajam untuk gumpal bersudut. struktur ini terdapat pada horison A. debu. dapat dibentuk bola teguh. bulat dan porous. (2) Gumpal (blocky). melekat. agak licin. dan dapat dibentuk bola teguh. struktur ini terdapat pada horison B pada tanah iklim kering. (3) Prisma (prismatic). serta dapat dibentuk gulungan dengan permukaan mengkilat. yaitu struktur tanah dengan bentuk bulat dan sangat porous. struktur ini terdapat pada horizon A.

kelabu. sehingga warna butir koloid tanah (koloid anorganik dan koloid organik) yang memiliki luas permukaan spesifik yang sangat luas. dan (2) Kerapatan massa (bobot isi = BI) adalah bobot massa tanah kondisi lapangan yang dikering-ovenkan per satuan volume. Sifat Fisika Tanah (Bagian 4: Warna Tanah) Warna tanah merupakan gabungan berbagai warna komponen penyusun tanah. agak kecoklatan atau kuning yang tergantung derajat hidrasinya. sehingga sangat mempengaruhi warna tanah. Liat berwarna kelabu. ini tergantung proporsi tipe mantel besinya.0 gram cm-3 dengan kedalaman 20 cm. Warna humus. sedangkan yang bertekstur kasar memiliki bobot isi antara 1. akan mempunyai bobot tanah sebesar: = {(volume 1 hektar tanah dengan kedalaman 20 cm) x (BI)} = {(100 m x 100 m x 0. Batu kapur berwarna putih. pada tanah yang terbentuk di daerah Sifat Fisika Tanah (Bagian 3: Bobot Isi Tanah) Menurut Hanafiah (2005) bahwa bobot isi tanah merupakan kerapatan tanah per satuan volume yang dinyatakan dalam dua batasan berikut ini: (1) Kerapatan partikel (bobot partikel = BP) adalah bobot massa partikel padat per satuan volume tanah. Selain warna tanah juga ditemukan adanya warna karatan (mottling) dalam bentuk spotspot. Kuarsa umumnya berwarna putih. Sebagai contoh pembanding adalah bobot isi air = 1 gram cm-3 = 1 ton gram cm-3 . Contoh perhitungan dalam menentukan bobot tanah dengan menggunakan bobot isi adalah sebagai berikut: 1 hekar tanah yang diasumsikan mempunyai bobot isi (BI) = 1. yang kemudian .0 gram cm-3 )} = {(2. Feldspar berwarna merah. biasanya tanah mempunyai kerapatan partikel 2. Warna tanah sangat ditentukan oleh luas permukaan spesifik yang dikali dengan proporsi volumetrik masing-masing terhadap tanah. bahkan merah. ini berarti terdapat 20 ton m-3 bahan organik per hektar. yang terjadi selama musim hujan. Warna tanah berhubungan langsung secara proporsional dari total campuran warna yang dipantulkan permukaan tanah. dan ada kala berwarna olive-hijau.8 gram cm-3. Besi tereduksi berwarna biru hijau. Akan tetapi. makin kasar akan makin berat.2 m) x (1.gumpal di horison B atau tanah lapisan bawah (sub soil). Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen tanah. Makin luas permukaan spesifik menyebabkan makin dominan menentukan warna tanah.000 ton m-3 Apabila tanah tersebut mengandung 1% bahan organik. Besi oksida berwarna merah.0 gram cm-3 sampai dengan 1. besi oksida dan besi hidroksida menentukan warna tanah.000 m-3) x (1 ton m-3)} = 2. putih.3 gram cm-3.3 gram cm-3 sampai dengan 1.6 gram cm-3. terutama besi dan mangan. Nilai kerapatan massa tanah berbanding lurus dengan tingkat kekasaran partikel-partikel tanah. Tanah lapisan atas yang bertekstur liat dan berstruktur granuler mempunyai bobot isi (BI) antara 1.

Hematit dapat menyebabkan warna tanah menjadi merah sampai merah tua. Karatan berwarna terang hanya sedikit terjadi pada tanah yang rendah kadar besi dan mangannya. kuarsa dapat menyebabkan warna putih pada tanah. atau Fe2O3. warna tanah banyak dipengaruhi oleh bentuk dan banyaknya senyawa Fe dalam tanah. yaitu tanah yang tidak pernah terendam air. dan hitam. kuning. Sedangkan pada tanah yang kadang-kadang basah dan kadang-kadang kering. kaolin. 3 H2O (limonit) yang berwarna kuning cokelat. Jenis mineral feldspar menyebabkan beragam warna dari putih sampai merah. merah. dan (3) indikator kesuburan tanah atau kapasitas produktivitas lahan. Makin tinggi kandungan bahan organik. Keberadaan jenis mineral kwarsa dapat menyebabkan warna tanah menjadi lebih terang. selain ada berbagai pengecualian. Sedangkan dilapisan bawah. Fe terdapat dalam keadaan oksidasi (Fe3+) misalnya dalam senyawa Fe2O3 (hematit) yang berwarna merah. Hanafiah (2005) mengungkapkan bahwa warna tanah merupakan: (1) sebagai indikator dari bahan induk untuk tanah yang beru berkembang. coklat. karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut. Secara umum dikatakan bahwa: makin gelap tanah berarti makin tinggi produktivitasnya. makin tinggi kandungan bahan organik suatu tanah maka tanah tersebut akan berwarna makin gelap. Kondisi ini merupakan integrasi dari pengaruh: (1) kandungan bahan organik yang berwarna gelap. (2) intensitas pelindihan (pencucian dari . dan (3) kadar air tanah dan tingkat hidratasi. yaitu di daerah yang selalu tergenang air. Tanah yang mengandung mineral feldspar. Di daerah berdrainase buruk. sehingga terjadi oksidasi besi ditempat tersebut. Makin tinggi kandungan bahan organik maka warna tanah makin gelap (kelam) dan sebaliknya makin sedikit kandungan bahan organik tanah maka warna tanah akan tampak lebih terang. Tanah dengan kadar air yang lebih tinggi atau lebih lembab hingga basah menyebabkan warna tanah menjadi lebih gelap (kelam). Sedangkan tingkat hidratasi berkaitan dengan kedudukan terhadap permukaan air tanah. coklat-kemerahan. Selain itu. dan (b) oksidasi yang menyebabkan terjadinya presipitasi. dimana kandungan bahan organik umumnya rendah. seluruh tanah berwarna abu-abu karena senyawa Fe terdapat dalam kondisi reduksi (Fe2+). namun secara berurutan sebagai berikut: putih. (2) indikator kondisi iklim untuk tanah yang sudah berkembang lanjut. Menurut Wirjodihardjo dalam Sutedjo dan Kartasapoetra (2002) bahwa intensitas warna tanah dipengaruhi tiga faktor berikut: (1) jenis mineral dan jumlahnya. Karatan-karatan yang terbentuk ini tidak segera berubah meskipun telah dilakukan perbaikan drainase. maka selain berwarna abu-abu (daerah yang tereduksi) didapat pula becak-becak karatan merah atau kuning. Hal ini terutama dipicu oleh terjadinya: (a) reduksi besi dan mangan ke bentuk larutan. yang ternyata mengarah ke warna reduksi (gleisasi) yaitu warna kelabu biru hingga kelabu hijau. sedangkan karatan berwarna gelap terbentuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami presipitasi.mengalami presipitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan. warna tanah makin gelap. kapur. (2) kandungan bahan organik tanah. coklat-kekelabuan. Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya dipengaruhi oleh perbedaan kandungan bahan organik. yaitu di tempat-tempat dimana udara dapat masuk. kelabu. Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa warna tanah berfungsi sebagai penunjuk dari sifat tanah. Pada tanah yang berdrainase baik.

yaitu mujlai dari spektrum dominan paling merah (5 R) sampai spektrum dominan paling kuning (5 Y).0. Hue adalah warna spektrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombangnya. (8) BG (grown-gray). (11) 5 GY. yang berarti bahwa warna tanah tersebut mempunyai nilai hue =10 R.0 – 7. value = 5. Warna tanah ditentukan dengan membandingkan warna tanah tersebut dengan warna standar pada buku Munsell Soil Color Chart. (7) B (brown = coklat). yang berarti bahwa warna tanah mempunyai nilai hue = 7. (5) 5 YR. 6. dan (9) 5 Y. (5) P (purple = ungu).5 – 10. yang secara keseluruhan disebut berwarna merah. dan (10) GY (grayyellow). Value dibedakan dari 0 sampai 8. chroma = 4. (3) 10 R. Chroma menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum. (2) value.5 YR. (2) YR (yellow-red). value =4 dan chroma = 6. maka semua warna harus . Chroma juga dibagi dari 0 sampai 8. jika ditemukan tanah dengan beberapa warna. (2) 7. Nilai chroma pada lembar buku Munsell Soil Color Chart dengan rentang horisontal dari kiri ke kanan dengan urutan nilai chroma: 1. Selanjutnya. 5. 3. yaitu makin tinggi value menunjukkan warna makin terang (makin banyak sinar yang dipantulkan). 7. Nilai Value pada lembar buku Munsell Soil Color Chart terbentang secara vertikal dari bawah ke atas dengan urutan nilai 2. (4) hue = 7. (3) R (red = merah). yaitu: (1) hue.0 .5. dan (3) kandungan kuarsa yang tinggi menyebabkan tanah berwarna lebih terang. sebagai contoh: (1) Tanah berwarna 7.5.5 R. seperti pada horison eluviasi. Value menunjukkan gelap terangnya warna. 7. (9) G (gray = kelabu).5 . yang secara keseluruhan disebut berwarna coklat.5 Y.horison bagian atas ke horison bagian bawah dalam tanah) dari ion-ion hara pada tanah tersebut. makin intensif proses pelindihan menyebabkan warna tanah menjadi lebih terang. dan 8. dan (3) chroma. dan (13) N (netral). Nilai hue ini dalam buku hanya ditulis: 2. (7) 10 YR. 3. dan 10. Hue dibedakan menjadi 10 warna. (3) hue = 5. Pencatatan warna tanah dapat menggunakan buku Munsell Soil Color Chart. Berdasarkan buku Munsell Saoil Color Chart nilai Hue dibedakan menjadi: (1) 5 R.5 YR.5 . 4. (2) Tanah berwarna 10 R 4/6 (merah). 8. (2) hue = 2. (6) PB (purple-brown).5 – 5. 5. 6.5 YR. Angka 1 warna tidak murni dan angka 8 warna spektrum paling murni. (4) 2. Chroma didefiniskan juga sebagai gradasi kemurnian dari warna atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelabu atau putih netral (0) ke warna lainnya (19). (8) 2. selain itu juga sering ditambah untuk warna-warna tanah tereduksi (gley) yaitu: (10) 5 G. 2. Angka 2 paling gelap dan angka 8 paling terang. Diagram warna baku ini disusun tiga variabel. (12) 5 BG. Selanjutnya setiap warna ini dibagi menjadi kisaran hue sebagai berikut: (1) hue = 0 – 2. yaitu: (1) Y (yellow = kuning). (4) RP (red-purple). sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan. 4. (6) 7. dimana makin tinggi chroma menunjukkan kemurnian spektrum atau kekuatan warna spektrum makin meningkat.5 YR 5/4 (coklat).

Sifat Fisika Tanah (Bagian 5: Konsistensi Tanah) Konsistensi tanah menunjukkan integrasi antara kekuatan daya kohesi butir-butir tanah dengan daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. dan kering. plastis. Dalam keadaan basah ditentukan mudah tidaknya melekat pada jari.disebutkan dengan menyebutkan juga warna tanah yang dominannya. Tingkatan plastisitas ditetapkan dari tingkatan sangat plastis. Tingkatan kelekatan ditetapkan dari tidak lekat. dan tidak plastis (kaku). atau kering. Konsistensi basah merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah di atas kapasitas lapang (field cappacity). dan penggaruan. Warna tanah akan berbeda bila tanah basah. dan sangat lekat. sehingga dalam menentukan warna tanah perlu dicatat apakah tanah tersebut dalam keadaan basah. agak plastis. Konsistensi lembab merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang. Cara penetapan konsistensi untuk kondisi lembab dan kering ditentukan dengan meremas segumpal tanah. Secara lebih terinci cara penentuan konsistensi tanah dapat dilakukan sebagai berikut: . Pada kondisi basah. lembab. agak keras. lembab. pembajakan. Apabila gumpalan tanah sukar hancur dengan cara remasan tersebut maka tanah dinyatakan berkonsistensi teguh untuk kondisi lembab atau keras untuk kondisi kering. sangat keras. dan ekstrim keras. keras. sangat gembur. Selain itu. agak lekat. Pada kondisi lembab. atau kering. konsistensi tanah dibedakan berdasarkan tingkat kekerasan tanah. Penetapan konsistensi tanah dapat dilakukan dalam tiga kondisi. yaitu: mudah membentuk bulatan atau sukar membentuk bulatan. teguh. Konsistensi kering dinilai dalam rentang lunak sampai keras. Keadaan tersebut ditunjukkan dari daya tahan tanah terhadap gaya yang akan mengubah bentuk. dapat pula berdasarkan mudah tidaknya membentuk bulatan. konsistensi tanah dibedakan ke dalam tingkat kegemburan sampai dengan tingkat keteguhannya. konsistensi tanah dibedakan berdasarkan tingkat plastisitas dan tingkat kelekatan. lembab. lunak. Gaya yang akan mengubah bentuk tersebut misalnya pencangkulan. yaitu kategori: melekat atau tidak melakat. gembur. Konsistensi kering merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara. yaitu: basah. yaitu meliputi: lepas. Apabila gumpalan tersebut mudah hancur. Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa tanah-tanah yang mempunyai konsistensi baik umumnya mudah diolah dan tidak melekat pada alat pengolah tanah. dan ekstrim teguh. Konsistensi tanah gembur berarti tanah tersebut mudah diolah. Pada kondisi kering. dan kemampuannya mempertahankan bentuk tersebut (plastis atau tidak plastis). Konsistensi lembab dinilai mulai dari: lepas. lekat. sangat teguh. maka tanah dinyatakan berkonsistensi gembur untuk kondisi lembab atau lunak untuk kondisi kering. sedangkan konsistensi tanah teguh berarti tanah tersebut agak sulit dicangkul.

ini dibagi 4 kategori: (1) Tidak Lekat (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak melekat pada jari tangan atau benda lain. 1. sehingga jika ditekan sedikit saja akan mudah hancur. (3) Agar Keras (Nilai 2): yaitu dicirikan gumpalan tanah baru akan hancur jika diberi tekanan pada remasan atau jika hanya mendapat tekanan jari-jari tangan saja belum mampu menghancurkan gumpalan tanah.(I) Konsistensi Basah 1. (3) Gembur (Nilai 2): yaitu dicirikan dengan hanya sedikit tekanan saat meremas dapat menghancurkan gumpalan tanah. (2) Sangat Gembur (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah sekali hancur bila diremas.2 Tingkat Plastisitas. (2) Lunak (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah hancur bila diremas atau tanah berkohesi lemah dan rapuh. konsistensi dibagi 6 kategori sebagai berikut: (1) Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan tanah tidak melekat satu sama lain atau antar butir tanah mudah terpisah (contoh: tanah bertekstur pasir). (6) Sangat Teguh Sekali / Luar Biasa Kokoh (Nilai 5): yaitu dicirikan dengan tidak hancurnya gumpalan tanah meskipun sudah ditekan berkali-kali saat meremas tanah dan bahkan diperlukan alat bantu agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut. (4) Sangat Lekat (Nilai 3): yaitu dicirikan sangat melekat pada jari tangan atau benda lain. yaitu menunjukkan kemampuan tanah membentuk gulungan. ini dibagi 6 kategori sebagai berikut: (1) Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan butir-butir tanah mudah dipisah-pisah atau tanah tidak melekat satu sama lain (misalnya tanah bertekstur pasir). . (2) Agak Lekat (Nilai 1): yaitu dicirikan sedikit melekat pada jari tangan atau benda lain.1 Tingkat Kelekatan. (III) Konsistensi Kering Penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara. ini dibagi 4 kategori berikut: (1) Tidak Plastis (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak dapat membentuk gulungan tanah. (2) Agak Plastis (Nilai 1): yaitu dicirikan hanya dapat dibentuk gulungan tanah kurang dari 1 cm. (5) Sangat Teguh / Sangat Kokoh (Nilai 4): yaitu dicirikan dengan diperlukannya tekanan berkali-kali saat meremas tanah agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut. (3) Plastis (Nilai 2): yaitu dicirikan dapat membentuk gulungan tanah lebih dari 1 cm dan diperlukan sedikit tekanan untuk merusak gulungan tersebut. (4) Sangat Plastis (Nilai 3): yaitu dicirikan dapat membentuk gulungan tanah lebih dari 1 cm dan diperlukan tekanan besar untuk merusak gulungan tersebut. (3) Lekat (Nilai 2): yaitu dicirikan melekat pada jari tangan atau benda lain. (II) Konsistensi Lembab Pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang. yaitu menyatakan tingkat kekuatan daya adhesi antara butir-butir tanah dengan benda lain. (4) Teguh / Kokoh (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan diperlukan tekanan agak kuat saat meremas tanah tersebut agar dapat menghancurkan gumpalan tanah.

(3) sruktur tanah. serta menyebabkan perubahan reaksi tanah dari reaksi aerob menjadi reaksi anaerob. sehingga berkemampuan menahan air lebih banyak. (5) Sangat Keras (Nilai 4): yaitu dicirikan dengan diperlukan tekanan yang lebih kuat lagi untuk dapat menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah makin sangat sulit ditekan dan sangat sulit untuk hancur. Tanah bertekstur halus. contohnya: tanah bertekstur pasir. (6) Sangat Keras Sekali / Luar Biasa Keras (Nilai 5): yaitu dicirikan dengan diperlukannya tekanan yang sangat besar sekali agar dapat menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah baru bisa hancur dengan menggunakan alat bantu (pemukul). memiliki ruang pori halus lebih sedikit. yaitu dari hara tidak tersedia menjadi hara yang tersedia bagi akar tanaman. contohnya: tanah bertekstur liat. Beberapa peranan yang menguntungkan dari air dalam tanah adalah: (1) sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar tanaman. (3) kondisi jenuh air menjadikan ruang pori secara keseluruhan terisi air sehingga menghambat aliran udara ke dalam tanah. (7) mempermudah dalam pengolahan tanah. sehingga kemampuan manahan air lebih sedikit pula. dan differensi horison. perkembangan tanah. Hubungan tekstur tanah dan kadar air Tekstur tanah yang berbeda mempunyai kemampuan menahan air yang berbeda pula. yaitu: (1) mempercepat proses pemiskinan hara dalam tanah akibat proses pencucian (perlindian/leaching) yang terjadi secara intensif. Selain beberapa peranan yang menguntungkan diatas. sehingga mengganggu respirasi dan serapan hara oleh akar tanaman. dan (4) kadar air tanah. (2) sifat dan jumlah koloid organik dan anorganik tanah. (2) mempercepat proses perubahan horizon dalam tanah akibat terjadinya eluviasi dari lapisan tanah atas ke lapisan tanah bawah.(4) Keras (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan makin susah untuk menekan gumpalan tanah dan makin sulitnya gumpalan untuk hancur atau makin diperlukannya tekanan yang lebih kuat untuk dapat menghancurkan gumpalan tanah. memiliki ruang pori halus yang lebih banyak. (5) sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah. (6) sebagai stabilisator temperatur tanah. (3) sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimia dalam penyediaan hara. . Beberapa faktor yang mempengaruhi konsistensi tanah adalah: (1) tekstur tanah. Fisika Tanah (Bagian 6: Air Tanah dan Kadar Air Tanah) Menurut Hanafiah (2005) bahwa air merupakan komponen penting dalam tanah yang dapat menguntungkan dan sering pula merugikan. Sedangkan tanah bertekstur kasar. (4) sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara yang semula tidak tersedia menjadi tersedia bagi akar tanaman. air tanah juga menyebabkan beberapa hal yang merugikan. (2) sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk.

Air hidroskopik merupakan selimut air pada permukaan butir-butir tanah. Sebagian besar dari air kapiler merupakan air yang tersedia (dapat diserap) bagi tanaman. Satuan bar dan atmosfir sering dianggap sama karena 1 atm = 1. Oleh karena itu. Dalam menentukan jumlah air tersedia bagi tanaman beberapa istilah dibawah ini perlu dipahami. dan gravitasi. yaitu: (1) Kapasitas Lapang: adalah keadaan tanah yang cukup lembab yang menunjukkan jumlah air terbanyak yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi. Tanah-tanah bertekstur kasar mempunyai daya menahan air lebih kecil daripada tanah bertekstur halus. Banyaknya kandungan air dalam tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air (moisture tension) dalam tanah tersebut. kohesi. yaitu selisih antara kadar air pada kapasitas lapang dikurangi dengan kadar air pada titik layu permanen. Air yang tersedia bagi tanaman adalah air yang terdapat pada tegangan antara 1/3 bar sampai dengan 15 bar. Pada suatu saat akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air tersebut sehingga tanaman menjadi layu (titik layu permanen). Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Air dapat meresap atau ditahan oleh tanah karena adanya gaya-gaya adhesi. Kondisi kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Karena adanya gaya-gaya tersebut maka air dalam tanah dapat dibedakan menjadi: (1) Air hidroskopik. Besarnya tegangan air menunjukkan besarnya tenaga yang diperlukan untuk menahan air tersebut di dalam tanah. tertahan oleh lapisan kedap air. (2) Air kapiler. atau karena keadaan drainase yang kurang baik. adalah air yang diserap tanah sangat kuat sehingga tidak dapat digunakan tanaman. Beberapa fungsi air bagi pertumbuhan tanaman adalah: (1) sebagai unsur hara tanaman: . Tegangan diukur dalam bar atau atmosfir atau cm air atau logaritma dari cm air yang disebut pF. Tanaman akan tetap layu baik pada siang ataupun malam hari. adalah air dalam tanah dimana daya kohesi (gaya tarik menarik antara sesama butir-butir air) dan daya adhesi (antara air dan tanah) lebih kuat dari gravitasi. Kandungan air pada kapasitas lapang ditunjukkan oleh kandungan air pada tegangan 1/3 bar. (3) Air Tersedia: adalah banyaknya air yang tersedia bagi tanaman. Air ini dapat bergerak secara horisontal (ke samping) atau vertikal (ke atas) karena gaya-gaya kapiler. sehingga tanaman menjadi layu.0127 bar. tanaman yang ditanam pada tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat. Air yang dapat ditahan oleh tanah tersebut terus menerus diserap oleh akar-akar tanaman atau menguap sehingga tanah makin lama semakin kering. kondisi ini terjadi karena adanya gaya adhesi antara tanah dengan air. (2) Titik Layu Permanen: adalah kandungan air tanah dimana akar-akar tanaman mulai tidak mampu lagi menyerap air dari tanah.Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa air terdapat dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah. sedangkan kandungan air pada titik layu permanen adalah pada tegangan 15 bar.

(4) tingginya muka air tanah. Ketersediaan air dalam tanah dipengaruhi: (1) banyaknya curah hujan atau air irigasi. (2) kemampuan tanah menahan air. dan (7) kedalaman solum tanah atau lapisan tanah. (3) sebagai bagian dari sel-sel tanaman: Air merupakan bagian dari protoplasma sel tanaman. (3) besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan melalui vegetasi). (2) sebagai pelarut unsur hara: Unsur-unsur hara yang terlarut dalam air diserap oleh akar-akar tanaman dari larutan tersebut. (6) senyawa kimiawi atau kandungan garam-garam. (5) kadar bahan organik tanah. .Tanaman memerlukan air dari tanah bersamaan dengan kebutuhan CO2 dari udara untuk membentuk gula dan karbohidrat dalam proses fotosintesis.