Materi 4

MORFOLOGI PANTAI
Pada bagian ini (materi 4) menammpilkan tentang pengertian pantai dan pesisir, faktor-faktor penting yang menentukan perkembangan pantai, erosi marine dngan berbagai bentuklahan yang dihasilkan, dan klasifikasi pantai serta perkembangannya. Setelah membahas dam memahami materi-materi tersebut di atas, maka mahasiswa diharapkan dapat: a. mejelaskan dengan benar mengenai pengertian pantai dan pesisir; b. menyebutkan dan menerangkan secara benar tentang faktor-faktor penting yang menentukan perkembangan pantai, erosi marine dan bentuklahan yang dihasilkan; c. menyebutkan dan menjelaskan klasifikasi pantai beserta perkembangannya. Agar dapat memahami materi dengan baik, mahasiswa disarankan untuk membaca materi perkuliahan ini secara berulang. Kemudian berusaha untuk menjawab soal-soal yang disediakan pada bagian akhir dari bab ini. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui tentang kemampuan diri sendiri dalam memahami materi ini. Jika sudah paham, maka dilanjutkan untuk mempelajari dan memahami materi-materi yang disajikan dalam bab berikutnya. Pengertian Berbicara mengenai pantai, kita dihadapkan pada beberapa istilah seperti pesisir (coast), pantai (shore), dan gisik (beach) yang terkadang pengertian dari istilah-sitlah tersebut sering disamakan, padahal satu sma lain mempunyai pengertian yang berbeda. Pesisir merupakan daerah yang sejalur dengan tempat pertemuan daratan dengan dengan laut mulai dari batas muka air laut pada waktu surut terendah menuju ke arah darat sampai batas tertinggi yang mendapat pengaruh gelombang pada waktu badai. Hal ini sejalan dengan hasil rapat koordinasi BAKOSURTANAL (1990) dalam Sutikno (1999: 1) dijelaskan bahwa batas wilayah pesisir arah ke darat tersebut ditentukan oleh: a) Pengaruh sifat-sifat fisik air alut, yang ditentukan berdasarkan seberapa jauh pengaruh pasang air laut, seberapa jauh flora yang suka akan air akibat pasang tumbuh (water loving vegetation) dan seberapa jauh pengaruh air laut ke dalam air tanah. b) Pengaruh kegiatan bahari (sosial), seberapa jauh konsentarasi ekonomi bahari (desa nelayan) sampai arah ke daratan. Berdasarkan pada batasan wilayah pesisir, maka pesisir merupakan daerah yang mempunyai daerah yang terluas dari ketiga istilah di atas, sebab pesisir mencakup wilayah darat sejauh masih mendapat pengaruh laut dan sejauh mana wilayah laut masih mendapat pengaruh dari darat (aliran air tawar dan sedimen). Untuk memperjelas terminologi kepantaian dan kepesisiran dapat diperhatikan dari Gambar 4 – 1.
Sumber: Snead (1982) dalam Sunarto (1991/1992 : 5)

Gambar 4 – 1. Terminologi pantai dan pesisir Dari gambar di atas, pengertian pantai (shore) adalah merupakan wilayah yang ada di antara pantai dan pesisir. Dengan demikian jelas bahwa mengenai garis pantai (shore line) dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu: a) Fore shore adalah bagian pantai pulai dari muka air laut terendah sampai muka air laut pasang tertinggi (pasang naik). b) Back shore adalah merupakan bagian dari pantai mulai dari muka air laut tertinggi sampai pada batas wilayah pesisir (coast). c) Offshore adalah merupakan daerah yang meluas dari titik pasang surut terendah ke arah laut.

yaitu terutama oleh gesekan dan tekanan. pengeringan rawa pantai. Panjang gelombang adalah jarak horisontal antar puncak gelombang. Masing-masing zona dicirikan oleh ukuran butir material. arus (current). pembuatan jeti di pantai. yaitu: a. arus. Bersifat lokal itu dapat terjadi sebagai akibat dari pengaruh pengangkatan atau penurunan daratan yang hanya meliputi daerah yang sempit. Gelombang terdiri dari dua bagian. dan sortasi energi dapat di sajikan dalam Gambar 4 – 2. Dalam membicarakan tentang gelombang ditemukan beberapa istilah. Karakteristik mintakat pantai. dan lainlain. 2. Pembekuan/pencairan es secara besar-besaran di daerah kutub. jenis meterialnya sampai kepada tipe hempasan yang terjadi. yaitu yang meliputi gelombang (wave). dan sortasi energi Berdasarkan Gambar 4 – 2 diatas. seperti tumbuhnya binatang karang di daerah pantai. yaitu: 1. Hal ini mungkin berlaku lokal atau bisa berlaku pula untuk seluruh pantai di muka bumi. dan pasang-surut (tide). proses profil. Sumber: (1999: 3) Snead (1982) dalam Sutikno Gambar 4 – 2. sehingga permukaan air laut berubah secara keseluruhan. e) Pengaruh Manusia. dan pasang yang berlaku sebagai faktor pengikis. sehingga gerakan air laut berupa gelombang tersebut dapat mempengaruhi perkembangan pantai. kekuatan. karena faktor ini merupakan faktor yang paling berperan dalam perkembangan pantai. c) Perubahan relatif dari ketinggian muka air laut. aktivitas yang dominan. misalnya pembuatan pelabuhan. sedangkan perubahan muka air laut yang berlaku bagi seluruh permukaan bumi dapat disebabkan oleh adanya dua hal. dan bagimana sifat batuannya. dan energi yang ditimbulkan. Angin merupakan faktor yang penting dalam munculnya gelombang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkemabnagan roman permukaan bumi di daerah pantai adalah sebagai berikut: a) Gelombang. misalnya karena terjadi penurunan atau pengangkatan dasar laut yang luas.Geomorfologi I 78 Kemudian mengenai karakteristik mintakat pantai. pengangkut dan pengendap b) Sifat bagian daratan yang mendapat pengaruh proses-proses marin. sedimen. proses profil. curam. pemilahan. Faktor yang akan banyak dibahas dalam hal ini adalah faktor gerakan air laut. Gelombang Gelombang merupakan pergerakan air yang naik turun dan tidak mengalami pergerakan baik maju maupun mundur. reklamasi pantai. yaitu bagian punggung gelombang dan lembah gelombang. b. Jadi apakah berupa dataran rendah. landai. Karena daya tampung laut yang berubah. d) Faktor alami yang lain. Permukaan air laut ketinggiannya senantiasa berubah-ubah. Dengan demikian dari gambar tersebut dapat dilihat tentang adanya pantai berpasir dengan pembagian zona dinamikanya. volkanisme. Tinggi gelombang adalah merupakan jarak vertikal antara keduanya . maka jelaslah bahwa masing-masing zone (mintakat) tertentu mempunyai corak dan karakter sendiri dalam hal proses yang berlaku. Makin kencang angin bertiup gelombang yang ditimbulkan semakin besar. sedimen. Faktor-faktor penting yang menentukan perkembangan pantai Seperti halnya dengan bentuklahanbentuklahan lainnya pantaipun mengalami perubahanperunbahan. dan sebagainya yang kesemuanya dapat mempengaruhi perkembangan pantai.

Arus ini terjadi sebagai akibat oleh adanya beberapa faktor. merupakan arus permukaan yang disebut drift. Oleh karena itu gaya tarik bulan menyebabkan pasang terasa lebih besar dibandingkan dengan gravitasi matahari. Arus yang ditimbulkan oleh adanya pasang-surut ini cukup besar. Oleh karena itu. Oleh karena itu arus bekerja sebagai faktor yang penting dalam proses sedimentasi di pantai. d. sehingga menyebabkan timbulnya arus. Sebaliknya air yang mengalir ke permukaan sebagai arus permukaan. Dalamnya laut. Angin Arus yang disebabkan oleh tiupan angin. Lamanya angin berhembus c. tatapi juga matahari terletak jauh dari bumi. 79 Periode gelombang merupakan waktu yang diperlukan untuk dua punggung gelombang yang berurutan untuk melalui sebuah titik tertentu. dan lain sebagainya. Arus tersebut terus bergerak. Air yang lebih padat dan besar slinitasnya akan turun dan mengalir ke bawah yang disebut dengan arus bawah. c. karena arus merupakan massa air laut yang secara terus menerus bergerak maju. Perbedaan temperatur menyebabkan perbedaan kepadatan air. tinggi.Geomorfologi I c. tekanan lebih tinggi. d. dan kepadatan air laut. Di selat-selat kepulauan Jepang dan Pilipina kecepatan arus 8 – 10 mil/jam. mempunyai peran dalan perkembangan wilayah pantai. Berikut ini contoh-contoh dari dari tempat dan kecepatan arus yang terjadi sebagai akibat dari adanya pasang-surut (Djamari dan Al Rasyid. salinitas. lebih-lebih bila daerah tersebut merupakan daerah yang sempit (teluk) misalnya. yang mengakibatkan pula perbedaan salinitas. periode. misalnya 20 km/detik Ukuran gelombang yang menyangkut panjang. b. di samping itu terjadi pula aur pengisi atau arus konpensasi. dan bergerak ke atas. Gejala pasang ini meliputi seluruh permukaan bumi. Hal ini terjadi sebagai akibat dari adanya pengaruh rotasi bumi. Di Norwegia (Skorstand Fjord) kecepatannya mencapai 16 mil/jam. turun. Tetapi mampu mengangkut bahan-bahan pada dasar laut dangkal. Uraian mengenai gelombang secara detail tidak dibicarakan pada mata pelajaran ini. Arus ini umumnya menyimpang ke arah kanan untuk di belahan bumi Utara dan menyimpang ke kiri untuk belahan bumi Selatan. Luasnya daerah tanpa penghalang pada tempat angin bertiup (fetch). Apakah pantai tersebut mengalami akresi atau erosi. yang periodenya antara 12 jam 25 menit. yaitu: a. Seningga menyebabkan terjadinya aliran arus. Dengan demikian suatu daerah volume bertambah berarti kelebihan air. sehingga kekuatannya dapat atau mampu mengangkut material untuk dibawa dan diendapkan di temapat lain. yaitu: a. oleh karena itu niveau air laut lebih tinggi. Massa matahari sebetulnya jauh lebih besar dari pada bulan. Faktor-kator tersebut adalah sebagai berikut: a. cliff. Pasang naik dan pasang surut (tide) Gejala pasang disebabkan oleh gaya tarik bulan dan matahari. hal itu akan dibicarakan dalam mata kuliah oseanografi. maka setiap hari di suatu tempat akan mengalami dua kali pasang dan dua kali pasang surut. dan kecepatannya dipengaruhi oleh beberapa faktor. c. Berdasarkan contoh-contoh yang dikemukan di atas ternyata arus yang disebabkan oleh pasang naik dan pasang surut adalah cukup besar. b. 1980: 97). sehingga terjadi pemindahan volume air laut ke suatu tempat dan pada tempat lain terjadi pengurangan volume. . Falkland dan pulau-pulau British Colombia mencapai 11 – 14 mil/jam. Karena rotasi bumi. Kecepatan angin berhembus b. Perbedaan temperatur. beach. Kemampuan arus untuk mengerosi tidak seberapa besar dibandingkan dengan gelombang yang menghantam ke daratan di bagian shore line. Di Perancis (Cherbourg) kecepatan arus sekitar 6 – 9 mil/jam. Kecepatan gelomabang adalah kecepatan bergeraknnya gelombang dalam satuan waktu. Perbedaan neveau air laut Perbedaan neveau air laut ini bisa terjadi apabila angin berhembus secara terus menerus. Arus laut Arus laut berbeda dengan gelombang. d.

korosi dan atrisi. Korasi atau abrasi memegang peranan penting apabila air banyak mengandung puing-puing dan bongkah-bongkah yang berfungsi sebagai alat pengikis pada saat dibawa gelombang dan menghantam tebing atau dasar pantai. Intensitas dari pelapukan di pantai tergantung pada batuan yang ada di pantai. sambil menimbulkan desakan ke samping. Namun demikian.700 pulau (Suprapto.000 km). timbul suatu pertanyaan .Geomorfologi I 80 Erosi marine dan bentuklahan yang dihasilkan Erosi Marine Telah dikemukankan bahwa gelombang merupakan faktor yang terpen-ting dalam pengikisan. Tanpa material yang diangkutpun gelombang mampu memecahkan/mengikis batuan di tebing pantai dengan kekuatan gelombang itu sendiri. Terbuka/tidaknya pantai terhadap pengaruh gelombang e. Dengan demikian. Contoh ini dapat dikemukakan di Merak Banten. Ditambah lagi dengan kemampuan air laut dalam melarutkan batuan. Stabilitas pantai d. maka jelaslah bahwa pantai di Indonesia harus sudah mendapat perhatian serta menegemen pengelolaan yang baik. Daerah yang agresif terkena proses pelapukan lapisan air adalah pelapukan garam yang evaporasinya kuat dan yang terpengaruh oleh pasang surut harian. juga terjadi di mintakat pantai. dapat dibedakan menjadi proses destruksional yang cenderung merusak dan proses konstruksional yang cenderung membentuk bentuklahan baru. yaitu sampai berapa dalam pengaruh yang ditimbulkan oleh gelombang air laut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. iklim. Berdasarkan kenyataan yang ada. dan letaknya. 1999: 42). Proses pelapukan di mintakat pantai dapat merubah bentuklahan bersamaan dengan geomorfologi linnya. Proses pelapukan yang terjadi di daratan. ada tempat yang diberi beton pemecah gelombang untuk tidak sampai menghantam jalan yang memang dekat dengan garis pantai. Pelapukan ini juga termasuk pelapukan kimiawi serta pelapukan mekanik. tetapi terdapatnya air laut dan siklus pembasahan dan pengeringan akibat pasang surut yang menyebabkan adanya perbedaan. Oleh karena itu banyak sekali pantai-pantai yang dilindungai dengan beton-beton pemecah gelombang agar tidak sampai ke tebing/tepi pantai. jika tidak ingin pantai yang ada dalam kondisi yang memperihatinkan. maka proses bentuklahan pantai selalu mengalami perubahan sebagai akibat bekerjaanya proses geomorfik. Perbedaan yang terjadi karena pembasahan dan pengeringan akibat siklus pasang surut menimbulkan variasi pelapukan di pantai secara bersamaan yang disebut dengan water layer weathering (Sutikno. Kedua proses tersebut kesemuanya berpengaruh terhadap kerekayasaan pantai. Banyak sedikit dan besar kecilnya material pengikis yang diangkut oleh gelombang. Indonesia yang memiliki garis pantai yang jumlahnya puluhan ribu kilometer (60. Proses pelapukan yang terjadi di pantai adalah pelapukan garam (salt weathering). disampaikan mengenai pendapat Johnson dalam Sudardja & Akub (1977: 97) menyatakan bahwa pengaruh gelombang tipe oskilator dapat mencapai kedalaman 200 meter. Oleh karena itu. udara dalam celah itu memuai dengan tibatiba. bukan hanya gelombang saja yang yang berpengaruh terhadap pengikisan/erosi marine. Dalamnya laut di pantai f. Erosi marine meliputi proses-proses korasi (abrasi). Dalam hal ini gelombang tentunya mempunyai pengaruh yang besar dalam proses pengikisan. erosi marine oleh gelombang air laut diperkuat. yang mengelilingi belasan ribu pulau atau sekitar 15. Sedangkan bila air mundur. Kekuatan gelombang itu diperbesar pula apabila batuan pembentuk pantai mempunyai celah-celah. Bentuklahan yang dihasilkan Berbicara mengenai bentuklahan hasil proses geomorfik (erosi marine). Secara garis besar proses geomorfik yang berkerja pada mintakat pantai. terutama gelombang pada waktu badai dan tsunami. . Jenis dan daya tahan batuan b. Perlu diketahui bahwa proses geomorfik yang terjadi di suatu daerah umumnya sangat kompleks. Berdasarkan penjelasan yang telah dikemukakan di atas. maka udara berfungsi seolah-olah sebagai pasak atau baji yang ditekan pada celah batuan tersebut. 1997: 75). melainkan juga faktor: a. akan terikat pada mintakat pantai. Struktur batuan c. Udara dalam celah itu jika mendapat tekanan dari gelombang.

maka tebing tersebut akan runtuhdan tebing menjadi rata kembali dan di depan pantai terdapat banyak material berupa blok-blok atau bongkah-bongkah dengan berbagai ukuran. dan pantai Selatan pulau-pulau Nusa Tenggara. Aktivitas pasang surut dan gelombang mengikis bagian tebing. yaitu: a. sehinggi pada tebing tersebut terdapat relung. dan jenis batuan serta sifat batuan. Rataan gelombang pasang surut ini sering juga merupakan beach dengan meterial yang bisa berupa material halus sampai kasar yang tergangtung pada kekuatan gelombang yang bekerja pada tebing pantai. karena dipengaruhi oleh struktur batuan. Sulawesi. Pantai cliff dan pembagian zona . Gambar 4-3. Tebing bergantung (notch) c. Sebatas daerah di atas ombak. Untuk memperjelas tentang pantai terbing terjal tersebut dapat dilihat pada Gambar 4 – 3 berikut ini. Apabila batuan penyusun daerah ini berupa batuan gamping atau batuan lain yang banyak memiliki retakan (joints) air dari daerah pedalaman mengalir melalui sistem retakan tersebut dan muncul di daerah pesisir dan daerah pantai. Bentukan dan roman cliff berbeda satu dengan yang lainnya. Pantai berterumbu karang. Pantai bertebing terjal (cliff) Pantai bertebing terjal merupakan bentuklahan hasil bentukan erosi marin yang paling banyak terdapat. Relung terjadi sebagai akibat dari benturan gelombang yang secara terus menerus ke dinding tebing. sehingga membentuk bekas-bekas abrasi seperti: a.Geomorfologi I 81 Daerah pantai berdasarkan morfologinya. Tebing (cliff) b. Rataan gelombang pasang surut pada pantai bertebing terjal ini merupakan suatu zona yang tekadang terendam air laut pada saat pasang naik dan terkadang kering pada saat air laut surut. Pantai bergisik c. daerah pantai di kelompokkan ke dalam 4 macam. Pantai berawa payau d. Tebing bergantung (nocth) juga merupakan cliff. pantai Selatan Pulau Jawa. Pantai bertebing terjal (cliff) b. Pelapisan batuan sedimen misalnya akan berbeda dengan pelapisan yang miring dan pelapisan mendatar. Α≅ Beach/pantai bergisik CLIFF Muka air laut tertinggi Muka air laut terendah Platform Sumber: Bird (1970: 1) dengan modifikasi. hanya saja pada bagian tebing yang dekat dengan permukaan air laut melengkung ke arah darat. umumnya tertutup oleh vegatasi. pantai biasanya berbatu (rocky beach) berkelok-kelok dengan banyak terdapat gerak massa batuan (mass movement rockfall type). sedangkan bagian bawahnya umumnya berupa singkapan batuan. Cliff pada batuan beku akan lain dengan cliff pada batuan sedimen. Di Indonesia pantai bertebing terjal ini banyak terdapat di bagian Barat Pulau Sumatera. Di bawah rataan pasang surut ini ada yang berupa bidang yang lebih keras terkadang terdapat material beach yang disebut dengan Plat form. Proses ini mnyebabkan tebing bergerak mundur (slope retreat) khususnya pada pantai yang proses abrasinya aktif. Manakala atap relung tersebut tidak kuat. Rataan gelombang pasang surut Pada daerah bertebing terjal.

Berbagai tipe pantai cliff dan pembentuknya . Pada pulau-pulau karang yang terangkat umumnya banyak terdapat endapan puing-puing dan pasir koral di lepas pantainya. Kadar garam antara 27 – 38 ppm d. Pada pantai yang mengalami akresi. Proses tektonik sering berpengaruh pula terhadap terumbu karang. Suhu tidak lebih dari 18 C c. umumnya terdapat urutan (squence) tumbuhaan yang ada yaitu bakau yang paling depan. maka daerah ini kemungkinan untuk pengemabangannya sangat terbatas. ditebang habis. dan sebagaian kecil berupa meterial dengan butiran kerikil sampai yang lebih besar. Pantai berterumbu karang. Peranan bakau di dalam merangsang pertumbuhan pantai terbukti jelas jika bakaunya hilang/mati. Ukuran butiran puing dan pasir lebih kasar ke arah datanganya ombak/gelombang jika gelombang tanpa penghalang. dibelakangnya nipah. Tumbuhan bakau ini dapat berfungsi sebagai pemecah gelombang dan sebagai penghalang pengikisan di pantai. Batas teratas dari bakau adalah setinggi permukaan air pasang maksimum. Pada pantai yang landai material gisik ini kebanyakan berupa pasir. Pantai bergisik Pantai bergisik ini pada dasarnya merupakan daerah pasang surut yang terdapat endapan material hasil abrasi. maka yang terjadi adalah sebaliknya yaitu pantai mengalami erosi. Seperti dalam Gambar 4-4 terlukis adanya gisik pada pantai cliff dengan material kasar sebagai hasil dari abrasi tebing. Karena airnya payau. Proses sedimentasi merupakan penyebab bertambahnya majunya pantai ke arah laut. Gambar 4-4. tetapi juga bisa terdapat pada daerah pantai yang landai. Material penyusun umumnya berbutir halus dan medan ini berkembang pada lokasi yang gelombangnya kecil atau terhalang serta dengan kondisi air laut yang relatif dangkal. Permukaan air pasang tertinggi terjadi pada saat pasang purnama (pada saat bulan purnama) dan pasang perbani (pada saat bulan gelap/bulan mati). tumbuhan rawa air tawar/lahan basah. dan tumbuh-tumbuhan rawa lainnya yang hidup di air payau. Bird (1970: 190-193) pada intinya menyatakan bahwa binatang karang dapat hidup dengan beberapa persyaratan kondisi yaitu: a. Air jernih o b. Proses ini terjadi pada areal-areal yang cukup luas. Namun pantai bergisik tidak saja terdapat pada pantai cliff. Pantai berawa payau Rawa payau juga mencirikan daerah pantai yang tumbuh atau akresi (accretion). kemudian diendapkan oleh arus laut sepanjang patai. Terumbu karang (coral reef) terbentuk oleh aktivitas binatang karang dan jasad renik lainnya. Arus laut tidak deras Terumbu karang yang banyak muncul ke permukaan banyak terdapat di kepulauan Indonesia. Material ini dapat berupa material halus dan juga bisa berupa material yang kasar. Rawa payau ini pada umumnya ditumbuhi oleh tumbuhan rawa payau seperti bakau. Pada umumnya material pasir suatu gisik pantai berasal dari daerah pedalaman yang di bawah air sungai ke laut.Geomorfologi I 82 Di bawah ini merupakan beberapa contoh disajikan mengenai berbagai tipe clif yang bisa terjadi seperti dalam Gambar 4-4 (Selby. sebaliknya sedimentasi bisa terjadi. Gisik seperti ini dapat dijumpai di sekitar muara sungai. nipah. Atol adalah hasil kombinasi proses binatang karang dengan proses tektonik yang berupa subsiden. 1985) dalam Sunarto (1992). Oleh karena itu pantai mengalami akresi.

Bar ada beberapa macam yaitu meliputi: spit. mid bay bar. Beach sifatnya yang sementara. . Mungkin sekali beach itu merupakan kesatuan yang sangat panjang. dan cuspate spit serta ofshore bar yang terpisah sama sekali dari daratan. nehrung. looped bar. 4 – 5.Geomorfologi I 83 Hasil Pengenadpan Marine Bentukan hasil pengendpan marine di pantai dapat dibagi beberapa bagian yaitu Beach dan Bar. tombolo. Apalagi beach yang terjadi pada daerahdaerah teluk. Oleh karena itulah semenanjung pada umumnya diakhiri oleh suatu cliff. hingga semenanjung merupakan pusat pengikisan. Bar adalah gosong pasir dan kerikil yang terletak pada dasar laut yang terjadi oleh pengerjaan arus dan gelombang. a. namun pada pantai yang bergeser ke arah laut sifat beach lebih mantap. tetapi ada pula yang hanya beberapa ratus meter dan merupakan kesatuan yang pendek-pendek. Pembentuk beach yang terpenting adalah gelomabng yang bergerak maju searah dengan tujuan gelombang tanpa diimbangi dengan gerakan mundur (solitary wave) dan oscilatory waves merupakan gelombang yang bergerak membentuk lingkaran. Ilustrasi dari masing-masing dapat dilihat pada Gambar 4. Perubahan kekuatan gelombang pada teluk dan semenanjung Bahan pembentuk beach dapat berasal dari laut ataupun dari darat. bay mouth bar. Kadang kadang gosong muncul di atas permukaan laut dan kadang-kadang terendam seluruhnya oleh air laut. tidak terputus-putus hingga mencapai ratusan km. Beach adalah timbunan puing batuan di atas sepanjang daerah yang terpotong gelombang yang sifatnya hanya sementara. Sebaliknya dengan tenaga gelombang itu di teluk-teluk hasil pengikisan disebarkan sebgai beach. Hal ini disebabkan oleh adanya kekuatan gelombang yang terpusat pada semenanjung. Keterangan: Merupakan arah kekuatan gelombang Beach Cliff Gelombang Gambar. Mungkin sebagian berasal dari darat dan sebagaian dari laut. karena sewaktu-waktu akat tersapu gelombang pada waktu air pasang. bergerak maju pada puncak. yang membantu dalam menyediakan bahan.6 berikut. naik di bagian depan mundur pada bagian lembah dan turun di bagian belakang gelombang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam Gambar 4 – 5 pada halaman berikut. b.

Sementara itu. Serangan air laut yang terkuat memusat di sepanjang tempat memecahnya gelombang. di daerah yang tidak ada arus pasang sering tumbuh spit dan bar. untuk pembentukan spit dan bar dilakukan oleh gelombang badai yang datang miring terhadap arah pantai Lewis (1932) dalam Sudardja (1977: 104). Klasifikasi pantai serta perkembangannya.Geomorfologi I 84 Nehrung Mid bay bar Looped bar Bay mouth bar Looped bar Tombolo Cuspate spit bar Offshore bar Gambar. Klasifikasi Pantai Mengklasifikasikan pantai pada dasarnya menggolongkan atau menge-lompok-ngelompokan pantai yang sedemikian banyak jenisnya ke dalam beberapa kelompok dan setiap golongan/kelompok . Tempat-tempat pertemuan di atara keduanya terbentuklah offshore bar yang tidak terputus dan terletak agak jauh dari tepi pantai Gilbert (1932) dalam Sudardja (1977: 105). Ada yang berpendapat bahwa pembentukan spit dan bar itu ada kaitannya dengan arus sepanjang pantai (longshore current) dimana arus ini hanya menyediakan bahan-bahan saja untuk . Bentukan hasil pengendapan marine Mengenai pembantukan spit dan bar ada beberapa macam pendapat. maka gelombang memecah agak jauh dari tepi. sehingga material terus bertambah dan terbentuklah spit dan bar seperti pada gambar yang telah disajikan pada bagian terdahulu. karena dpat membelokan arah arus laut. tetapi secara bersama-sama dikerjakan oleh arus dan gelombang serta bentuk pantai tidak dapat diabaikan. Di lain ada yang berpendapat bahwa kalau dasar laut melandai dari pantai ke tengah. Jadi spit dan bar serta offshore bar ini dapat dikatakan bahwa bahan-bahan endapan berasal dari endapan dasar laut sebagai akibat dari serangan gelombang dan arus sepanjang pantai. Jelasnya bahwa dalam pembentukan spit dan bar tidak hanya ditentukan oleh arus sepanjang pantai. Jadi arus tidak membelok mengikuti belokan pantai ke dalam teluk. Arus pasang tidak berpengaruh terhadap pembentukan spit dan bar ini. Arus sepanjang pantai drift bergerak mengikuti breakers itu. 4 – 6. karena spit dan bar ini arahnya berlawanan dengan arus pasang. tetapi pada umumnya spit merupakan hasil pengendapan longshore current melalui semenanjung sambil mempertahankan arahnya yang lurus.

Pantai Erosif a. pantai yang dicirikan oleh adanya pengendapan pada muara sungai. menjadi 4 jenis pantai. b. dan struktur. pantai yang tidak memperlihatkan kedua ciri di atas (tidak ada tanda-tanda bekas pengangkatan dan penurunan daratan/dasar laut). Teras cliff . merupakan pantai yang ditandai oleh adanya ciriciri penurunan daratan/dasar laut. Contoh pantai jenis ini banyak dijumpai di pantai selatan Pulau Jawa. Jenis yang termasuk ke dalam jenis ini adalah: • Pantai delta (delta shorelines). Pantai jenis ini di daerah pedalaman (pesisir/coast) merupakan dataran yang relatif luas dan daratan yang patah (fall line) terkadang dijumpai banyak air terjun (seperti di Pantai Tenggara USA. Pantai skunder terjadi dari hasil proses laut yang meliputi erosi laut dan pembentukan oleh organik. yaitu: a. Adapun klasifikasinya adalah sebagai berikut: 1. d. ditandai telah terjadinya proses penurunan. di mana air laut mencapai muka sesar. • Pantai dataran aluvial (delta shorelines). sesar dan lipatan). • Pantai Fyord. Shepared (1963) dalam Sutikno (1999: 13) dan Sunarto (1991: 32) melakukan klasifikasi terhadap pantai yang didasari oleh genetik dengan penekanan bentuk yang dihasilkan oleh proses marine. c. Pantai emergen (Shoreline of emergence). sehingga dapat di bedakan antara satu dengan yang lainnya. Material sebagian besar berupa pengendapan karang. terjadi karena material gunungapi yang ke luar dari perut bumi mengalir sampai ke laut. deposisi darat. Oleh karena itu. tanpa tenaga gelombang dan arus yang kuat 2. Klasifikasi tersebut dapat dilihat dalam tabel klasifikasi pada halaman 96. yang termasuk ke dalam klasifikasi ini adalah: • Pantai Ria. dataran pesisir melandai serta material batuannya berupa sedimen marine. Pantai ini biasanya tersusun atas batuan sedimen marine. relung. Pantai jenis ini meluas ke arah laut. pantai ini terjadi karena adanya lembah-lembah hasil pengikisan oleg gletser mengalami penurunan. Adapun klasifikasi tersebut adalah pantai primer (muda) dan pantai skunder (dewasa). pantai demikian disebut dengan pantai majemuk. • Pantai vulkanis (volcano shorelines). ada yang ditandai oleh adanya pengangkatan. bura. Pantai netral (Neutral Shoreline). jenis ini sangat erat kaitannya dengan pantai delta. Fyord ini banyak terdapat pada daerah-daerah yang dulunya mengalami pengerjaan glasial sampai pantai. Kelemahan dari klasifikasi ini sulit untuk menentukan yang primer dan skunder. Adapun mengenai ilustrasi dari masing-masing jenis pantai berdasarkan klasifikasi Johnson dapat dilihat pada Gambar 4 – 7 pada halaman 95.Geomorfologi I 85 mempunyai ciri yang khas. • Pantai sesar (fault shorelines). Johnson dalam Lobeck (1939: 345) melakukan klasifikasi pantai yang didasarkan pada perubahan relatif tinggi permukaan air laut. Pantai Akresi a. ciri utama dari pantai ini adalah adanya beach atau cliff yang terangkat hingga letaknya jauh lebih tinggi dari pada yang dapat dijangkau oleh gelombang. Pantai submergen (Shoreline of submergence). pantai ini terjadi pada continental shelf dangkalan yang terangkat sampai ke atas permukaan laut. • Pantai karang (coral reef shorelines). Pantai majemuik (Compound Shoreline). merupakan pantai yang ditandai oleh adanya ciri-ciri pengangkatan relatif dasar laut. pantai ini terjadi kalau pantai tersebut bergunung dan berlembah dengan arah yang melintang kurang lebih tegak lurus terhadap pantai. merupakan pantai yang diperkuat oleh adanya pembentukan gosong-gosong karang. Teras marin b. Pantai golongan ini pada umumnya tidak meliputi daerah yang tidak terbatas (tidak luas). gunungapi. Pantai delta. cliff yang saat ini tidak lagi tercapai oleh geolombang laut • Pantai emergen yang berupa dataran rendah. Juga bekas pantai lama yang telah terangkat yang ditandai oleh adanya goa-goa. spit b. Patai primer terbentuk oleh tenaga-tenaga dari dari darat (erosi. Pada tiap teluk bermuara sebua sungai. Pantai bergumuk : beting gisik. Bentukan yang dihasilkan juga bermacam-macam pula. Mengenai klasifikasi pantai dapat diklasifikasi kan menjadi beberapa jenis. Pada pantai jenis ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Contoh lainnya adalah pantai Teluk Mexico dan pantai selatan Rio de La Plata di Argentina. Pathic (1972) dalam Sutikno (1999: 18) melakukan klasifikasi atas dasar proses geomorfologi. yaitu: • Pantai emergen yang berupa pegunungan. Pantai ini terjadi sebagai akibat dari terjadinya proses yang berulang kali mengalami perubahan relatif muka air laut (naik dan turun).

b. Fault trough type c. Pantairendah. Sedimentary extrusions a. Glacial troughs 4. Volcanik coasts 1. Fossil dune c. Pantai bold. Deep coast . Volcanic colleapse or explosion coasts Shaped by diastropic movements 1. Wave straightened coasts 2. Heterogeneous formation coast B. Drowned glacial erosion coasts : a. D. Ria coasts (drowned river valleys) : a. Sand flats 4. Marine deposition coasts . Subaerial deposition coasts 1. berkembang pada batuan yang resisten b. 4 – 7. Hogback strike coasts c. SCONDARY COASTS Wave erosion coasts 1. Fault line coasts Made irregular by wave erosion : a. River deposition coasts : a. Aluvial plain coasts 2. Tipe pantai ( Lobeck. Foult coasts a. Dndritic type b. 1939: 344) Klasifikasi pantai dari Shepard (1963) I. Mud lumps II. Partially submerged drift features 3. 86 Pantai rendah . Trellis type 3. Wind deposition coasts: a. Glacial deposition coasts a. Lava flow coasts 2. : a. PRIMARY (YOUTHFUL) COASTS A. Land erosion coasts 2. Overthrust type 2. Fold coasts 3. merupakan pantai yang berkembang pada dataran aluvial pantai. Partially submerged drumlins c. Fyord coasts b. Tephra coasts 3. Teras cliff dengan longsoran 3. Fault scrap coast b. Deltaic coasts : a) Birdfoot c) Lobate d) Cuspate b. Salt domes b. merupakan pantai yang berkembang pada dataran aluvial pantai Gambar. Partially submerged moraines b. Drowned karst topography B. Dunes b. Landsilde coasts C. b. Cut in momogenious materials. Pantai atas dasar struktur a. A.Geomorfologi I c.

Overwsh fans c. Dalam hal ini kalau bay mouth bar telah bersambung dengan sisi teluk yang lain. Bay barrier Cuspate foreland Beach plains Mud flats/salt marshes b. dan sebagainya. Permulaan tingkat dewasa (submaturity) Pada tahap perkembangan ini garis pantai tampat diluruskan. Coral reef coasts 2. Penampang pantai belum seimbang. Adapun perkembangannya sebagai berikut. 2. yaitu profil mengalami seimbang dan garis pantai telah mundur sedemikian rupa. Pada permulaan pembentukan bar seoleh-olah di teluk terdapat garis pantai yang kembar yang terletak di depan bars. Barrier spits 87 C. Barrier coasts : a. Adanya lembah yang tenggelam merupakan ciri utama dari pantai submergence. sehingga semenanjung dan teluk tidak tampak lagi. 4. inipun lama kelamaan akan menjadi rawa belakang. Perkembangan pantai submergence Pantai submergen dalam perkembangannya mengalami beberapa tahap perkembangan. sedangkan lain adalah garis pantai lama yang sekarang terletak di belakangnya. Muda (youth) Tanjung-tanjung dan pulau-pulau mengalami serangkaian proses erosi marin. Mangrove coasts 5. 1. Kemudian menjadi laguna. 3. Coasts buildt by organism 1. jika penurunan daratan berlangsung jauh ke arah daratan. Barrier beaches d. Dewasa (maturity) Pada tingkat ini terdapat dua ciri yang utama. telukteluk terisi endapan. 3. Pengikisan/erosi marin telah sampai pada pangkal semenanjung/teluk serta garis pantai menjadi lurus. delta atau dataran bekas pengerjaan glasial yang masing-masing mengalami peurunan relatif. 4. Serpulid reef coasts 3. Anak-anak sungai tidak lagi bersatu dengan induknya (terutama pada anak-anak sungai yang bergabung dengan induknya telah dekat dengan pantai) sebagai akibat turunnya daratan dan pegunungan antar lembah sungai menjadi semenanjung. Sementara sungai-sungai yang tenggelam berubah menjadi teluk-teluk yang dalam. karena proses perkembangan pantai masih berlangsung. maka garis pantai yang ada di belakangnya tidak lagi menjadi garis pantai. tidak teratur. 2. Oyster reef coasts 4. karena semenanjung diperpendek oleh proses pengikisan. .Geomorfologi I 1. Barrier islands e. Permulaan (initial) Bentuk pantai awal ditandai oleh adanya relief yang sangat kasar. Oleh karena itu terbentuklah cliff-cliff dan beberapa bentukan hasil erosi yang lain menjadi ciri yang utama pada pantai submergen pada perkembannya tahap muda. Ada kalanya beberapa puncaknya menjadi pulau-pulau kecil yang terletak di depan semenanjung. Marsh grass coasts Perkembangan Pantai a. kecuali jika daerah pantai tersebut berupa dataran aluvial.

Pada tingkat muda terjadi pengikisan cliff dan dasar laut yang timbul akibat pengangkatan. Offshore bar selanjutnya menjadi ciri dari perkembangan pantai emergence yang landai. Makin ke arah tingkatan perkembangan dewasa. Perkembangan Pantai Emergence pada daerah landai (Lobeck . 88 Tua (old age) Bekerjanya proses pelapukan dan pengikisan subareal yang lebih jauh. Offshore bar tidak menyambung sehingga terdapat pintu air dan dari sinilah air dari dalam dan ke luar laguna. Perubahan kemiringan daratan karena pengangkatan daratan memicu percepatan erosi. 1939: 46) . berbeda dengan pada daerah yang landai. Untuk mencapai tingkat ini sangat sulit diperlukan waktu yang cukup lama. terutama air akibat pasang naik dan surut. sebab muka air laut jarang terjadi bahwa muka laut ketinggiannya tetap dalam jangka waktu yang sangat lama. cliff telah menjadi landai. Pada tingkatan muda offshore bar sudah terbentuk dengan laguna (lagoon) di belakangnya. oleh karena itu terbentuklah lembah melayang (hanging valley) dan sungai berbuara dengan air terjun.Geomorfologi I 5. Pada kaki cliff di bawah lembah melayang terdapat kipas aluvial. 2) Pantai emergen pada pantai yang curam Perkembangan pantai emergence yang curam. Tetapi sungai-sungai kecil tidak dapat mengimbangi pengangkatan. b. Oleh karena itu. Perkembangan pantai emergence Perkembangan pantai emergence tergantung pada kaadaan daerah awalnya. Breaker ini bekerja mengangkat material dasar laut untu diendapkan sebagai submarin bar. Gambar 4 – 9a. Teras yang terjadi akibat pengangkatan dirusak lagi oleh gelombang dan kemudian menghantam cliff semula. 1) Pantai emergen pada pantai yang landai Pada tingkat inisial (muda) dimulai dengan pembentukan submarin bar sebagai awal perkembangan pantai ini. Contoh perkembangan pantai emergence atau terangkat seperti dalam Gambar 4 – 9a pada halaman 100 dan Gambar 4 – 9b pada halaman 101. Sungai-sungai besar dapat mengimbangi pengangkatan. terutama yang berkenaan dengan lereng di depan pantai itu landai atau curam. Pada daerah yang curam tidak ada offshore bar. Bar bergerak mendorong marsh akibat bekerjanya gelombang. bahkan tingkat ini mungkin jarang tercapai. Keadaan pada tingkat ini dapat dipersamakan dengan pantai emergence landai ketika offshore bar telah berpindah ke arah pantai semula. Karena pantai mengalami pengangkatan demikian juga terjadi prubahan marsh dan bar menghilang terkikis air laut dan air dari daratan. Submarin bar terletak di depan breaker (ke arah panatai). Mulai dari tingkat ini selanjutnya perkem-bangan pantai emergence manjadi sama. dalam penjelasan tingkatan perkembangan dari masing-masing disajikan tersendiri. Pada tingkat dewasa pantai mengalami pemunduran sampai titik sebelum pengangkatan. terjadi sedimentasi yang kuat menimbun laguna dan marsh semakin lebar serta berkembang menjadi delta pasang surut. sehingga oleh pengikisannya ia tetap dapat bermuara setinggi permukaan laut. Akhir tingkat muda dicirikan dengan adanya dengan cliff yang jelas.

arus. 5) dalamnya laut di pantai. Perhatikan perkembanag obshore bar mulai dari tingak pembentukan sam-pai kepada penghancuran kembali oleh erosi marin. yaitu fore shore adalah bagian pantai pulai dari muka air laut terendah sampai muka air laut pasang tertinggi (pasang naik). Korasi atau abrasi memegang peranan penting apabila air banyak mengandung puing-puing dan bongkah-bongkah yang berfungsi sebagai alat pengikis pada saat dibawa gelombang dan menghantam tebing atau dasar pantai. Hal ini mungkin berlaku lokal atau bisa berlaku pula untuk seluruh pantai di muka bumi. 2) struktur batuan. d) faktor alami yang lain. pengeringan rawa pantai. volkanisme. dan pasang yang berlaku sebagai faktor pengikis. curam. menjadi 4 jenis pantai. Perkembangan Pantai Emergenece B Gambar tersebut menunjukkan tingkat perkembangan pantai emergen yang berupa dataran. Tanpa material yang diangkutpun gelombang mampu memecahkan/mengikis batuan di tebing pantai dengan kekuatan gelombang itu sendiri. merupakan pantai yang ditandai oleh adanya ciri-ciri penurunan daratan/dasar laut. daya tampung laut yang berubah. b) pantai emergen (Shoreline of emergence). korosi dan atrisi. seperti tumbuhnya binatang karang di daerah pantai. merupakan pantai yang ditandai oleh adanya ciri-ciri pengangkatan relatif dasar laut. Permukaan air laut ketinggiannya senantiasa berubah-ubah. pengangkut dan pengendap. terutama gelombang pada waktu badai dan tsunami. landai. melainkan juga faktor: 1) jenis dan daya tahan batuan. sedangkan perubahan muka air laut yang berlaku bagi seluruh permukaan bumi dapat disebabkan oleh adanya pembekuan/pencairan es secara besar-besaran di daerah kutub. dan sebagainya yang kesemuanya dapat mempeng-aruhi perkembangan pantai. dan faktor manusia. Garis pantai (shore line) dapat dibedakan menjadi dua bagian. yaitu a) pantai submergen (Shoreline of submergence). misalnya karena terjadi penurunan atau pengangkatan dasar laut yang luas. offshore adalah merupakan daerah yang meluas dari titik pasang surut terendah ke arah laut. misalnya pembuatan pelabuhan. Dari gambar A merupa-kan tingkat yang paling muda dan F menunjuk-kan pada tingkat tua (Sudardja & Akub (1977: 113) C D Ringkasan E Wilayah pesisir merupakan daerah yang mencakup wilayah darat sejauh masih mendapat pengaruh laut dan sejauh mana wilayah laut F masih mendapat pengaruh dari darat (aliran air tawar dan sedimen). Gelombang merupakan faktor yang terpenting dalam pengikisan. 6) Banyak sedikit dan besar kecilnya material pengikis yang diangkut oleh gelombang. reklamasi pantai. dan bagimana sifat batuannya. 3) stabilitas pantai. Namun demikian.Geomorfologi I A 89 Gambar 4 – 9b. Bersifat lokal itu dapat terjadi sebagai akibat dari pengaruh pengangkatan atau penurunan daratan yang hanya meliputi daerah yang sempit. C) pantai netral (Neutral Shoreline). Jadi apakah berupa dataran rendah. 4) terbuka/tidaknya pantai terhadap pengaruh gelombang. dan lain-lain. Klasifikasi pantai yang didasarkan pada perubahan relatif tinggi permukaan air laut. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkemabangan roman permukaan bumi di daerah pantai adalah a) gelombang. bukan hanya gelombang saja yang yang berpengaruh terhadap pengikisan/erosi marine. pembuatan jeti di pantai. back shore adalah merupakan bagian dari pantai mulai dari muka air laut tertinggi sampai pada batas wilayah pesisir (coast). b) sifat bagian daratan yang mendapat pengaruh proses-proses marin. Erosi marine meliputi proses-proses korasi (abrasi). pantai yang tidak memperlihatkan kedua ciri di atas . c) perubahan relatif dari ketinggian muka air laut. sehingga permukaan air laut berubah secara keseluruhan.

AK. van Zuidam Cancelado. Jelaskan hingga jelas menegnai pengertian pantai dan pesisir! Berbeda atau samakan kedua istilah tersebut. Pantai ini terjadi sebagai akibat dari terjadinya proses yang berulang kali mengalami perubahan relatif muka air laut (naik dan turun). M. Jelaskan! 7. Oleh karena itu terbentuklah cliff-cliff dan beberapa bentukan hasil erosi yang lain menjadi ciri yang utama pada pantai submergen pada perkembannya tahap muda. terutama yang berkenaan dengan lereng di depan pantai itu landai atau curam. 1979. Pengikisan/erosi marin telah sampai pada pangkal semenanjung/teluk serta garis pantai menjadi lurus. Sebutkan dan jelaskan tentang klasifikasi pantai beserta perkembangannya! 5. “Diktat”. Pertanyaan dan Tugas 1. Adapun perkembangannya adalah 1) permulaan (initial). Yogyakarta: Pusat Antar Universitas Ilmu Teknik UGM. Drs. (1997). dan e) pantai majemuik (Compound Shoreline). Sutikno (1987). mengapa bisa terjadi ? Daftar Pustaka Djamari dan Al Rasyid. (1995). Geomorfologi Konsep dan Terapannya ”Makalah”. karena semenanjung diperpendek oleh proses pengikisan.Geomorfologi I 90 (tidak ada tanda-tanda bekas pengangkatan dan penurunan daratan/dasar laut). International Institute for Aerial Survey and Earth Science (ITC) 350. Geomorfologi Dasar. M. The Netherlands. Boulevard Al Enschede. 4) dewasa (maturity). New York and London: Mc Graw-Hill Book Company. Geomorphology. Sukmantalya. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM. 1980: 97) Lobeck. (1939). Inc. bekerjanya proses pelapukan dan pengikisan subareal yang lebih jauh. Jelaskan apa yang anda ketahui dengan flatform pada pantai bercliff. Bandung: Jurusan Pend.Sc.I. R. Jelaskan mengapa pantai mengalami akresi? Jelaskan pula mengapa pada pantai akresi biasanya terdapat urutan (squence) tumbuhan? 6. delta atau dataran bekas pengerjaan glasial yang masing-masing mengalami peurunan relatif. kecuali jika daerah pantai tersebut berupa dataran aluvial. Suprapto Dibyosaputro. Sebutkan dan jelaskan tentang bentuklahan yang dihasilkan melalui kegiatan erosi marin! 4. Sunarto (1991/1992). jelaskan! 3. Cibinong: Bakosurtanal. Perkembangan pantai emergence tergantung pada kaadaan daerah awalnya. betuk pantai awal ditandai oleh adanya relief yang sangat kasar. (1977). Karakteristik Bentuk Pantai. tingkat ini terdapat dua ciri yang utama. dan F. yaitu profil mengalami seimbang dan garis pantai telah mundur sedemikian rupa. karena proses perkembangan pantai masih berlangsung. Penampang pantai belum seimbang. 2) muda (youth). 3) permulaan tingkat dewasa (submaturity). van Zuidam. Terrain Analysis And Classification Using Aerial Photographs. Perkembangan pantai submergence. Apa yang anda ketahui dengan rip current? Bagaimana terjadinya? Di pantai yang bagaimana rip current dapat berpindah-pinah. mengalami beberapa tahap perkembangan. Tanjung-tanjung dan pulau-pulau mengalami serangkaian proses erosi marin.. . I Nyoman K. Sutikno (1999). Pengenalan Secara Tinjau Geomorfologi dan Terapannya Melalui PJ Untuk Inventarisasi Sumberdaya Lahan.Sc.A. Geomorfologi Pantai ”Makalah” . An Introduction to the study of Lanscape. dan tua (old age). teluk-teluk terisi endapan. Sudarja Adiwikarta dan Akub Tisnasomantri. tidak teratur. Faktor apa saja yang berpengaruh terhadap perkembangan pantai. cliff telah menjadi landai. Yogyakarta: PUSPICS UGM. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM. Drs. sehingga semenanjung dan teluk tidak tampak lagi. jelaskan pula jawaban anda! 2. tahap perkembangan ini garis pantai tampat diluruskan. Geografi IKIP Bandung. Geomorfologi Jilid II.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful