HUBUNGAN KECEPATAN DRIBBLE DAN HASIL UNDERBASKET TERHADAP HASIL LAY UP PADA UKM BOLABASKET PUTRA UNNES TAHUN

2007

SKRIPSI

Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata 1 untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Nama NIM Program Studi Jurusan Fakultas : : : : : Annas Nuzula Rahman 6101403509 PJKR S1 PJKR Ilmu Keolahragaan

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

ABSTRAK Annas Nuzula Rahman (2007) : Hubungan Kecepatan Dribble, dan Hasil Underbasket, terhadap Hasil Lay Up pada UKM Bolabasket Putra UNNES Tahun 2007. Permasalahan dalam skripsi ini adalah : 1. Apakah ada hubungan antara kecepatan dribble dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket?, 2. Apakah ada hubungan antara hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket?, 3. Apakah ada hubungan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecepatan dribble dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket. Dan hubungan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket. Serta hubungan kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey tes. Populasi yang diambil adalah anggota UKM Bolabasket putra UNNES tahun 2007. Sampel berjumlah 30 orang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel yang diukur meliputi kecepatan dribble, hasil underbasket sebagai variabel bebas dan hasil lay up sebagai variabel terikat. Data diukur menggunakan test kecepatan dribble, test underbasket serta test lay up. Data dianalisis menggunakan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (83,3%) responden mampu memperoleh skor dribble antara 86-100 karena mampu melakukan dribble dengan waktu kurang dari 9,9 detik. Kemampuan underbasket responden bervariasi, sebagian (43,3%) mampu memperoleh skor 76-85 karena mampu melakukan underbasket sebanyak 16-17 kali, namun 30% responden mampu melakukan underbasket < 13 kali atau memperoleh skor < 55. Kemampuan lay up sebagian responden (40%) mampu melakukan 8 kali atau skor 100 dan 33,3% responden mampu melakukan 7 kali dengan skor 88. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket terhadap hasil lay up, terbukti dari uji simultan diperoleh p value = 0,00 < 0,05. Besarnya hubungan secara simultan antara kecepatan dribble dan underbasket dengan kemampuan lay up sebesar 0,685 (berinterpretasi cukup). Secara parsial kecepatan dribble berhubungan secara signifikan dengan hasil lay up, terbukti dari p value = 0,026 < 0,05 dengan korelasi sebesar 0,414. Secara parsial hasil underbasket berhubungan secara signifikan dengan hasil lay up, terbukti dari p value = 0,016 < 0,05 dengan korelasi sebesar 0,444. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket terhadap hasil lay up baik secara simultan maupun parsial. Disarankan kepada pelatih atau guru penjas untuk memberikan latihan dribble sebagai dasar untuk melakukan tembakan lay up, memberikan latihan underbasket untuk melatih keterampilan menembak ketika melakukan tembakan lay up.

ii

HALAMAN PERSETUJUAN

Telah disetujui untuk diajukan kepada Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.

Menyetujui, Pembimbing I Pembimbing II

Drs. Uen Hartiwan, M.Pd. NIP. 131281216

Drs. Tri Rustiadi, M.Kes. NIP. 131876221

Mengetahui, Ketua Jurusan PJKR

Drs. Harry Pramono, M.Si. NIP. 131469638

iii

Drs. 131876221 (Anggota) iv . Pd. 132050000 (Ketua) 2. Sutardji. M. M. 131813670 1.HALAMAN PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan sidang panitia ujian skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal Pukul Tempat : Kamis : 23 Agustus 2007 : 10. Drs. NIP. Kes. Drs.00 WIB : Fakultas Ilmu Keolahragaan Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs.131281216 (Anggota) 3. MS. Kes. Tri Rustiadi. Pd NIP. Sulaiman. 130523506 Dewan Penguji Drs. NIP. M. Uen Hartiwan. M. NIP. NIP. Taufik Hidayah.

Teman-teman UKM Bolabasket UNNES 6. Almamater FIK UNNES v . Ibrahim : 7 ) PERSEMBAHAN : Skripsi ini kupersembahkan kepada : 1. ( Q. Bapak tersayang (Bambang W.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : “ Siapa saja yang banyak bersyukur atas nikmat Allah SWT. 5. seluruh keluargaku. Allah SWT 2. Teman-teman “Kurawa Kost” 4.). Ibu tercinta (Niswati). J. S.teman seperjuangan PJKR ‘03. 3. maka Allah SWT akan menambah atas nikmat kamu. dan barang siapa ingkar atas nikmat Allah SWT sesungguhnya adzab Allah SWT sangat pedih”. Teman.

Bapak Drs. 4. Bapak Drs. Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan dorongan untuk menyelesaikan skripsi ini. dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. hidayah. 3. dan inayah-Nya. Keberhasilan penulis dalam menyusun skripsi atas bantuan.Pd.. M. selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Uen Hartiwan. Bapak dan Ibu Dosen beserta Staf Tata Usaha Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan bantuan dalam penyelesaian skripsi ini. vi .Kes. 5.. Tri Rustiadi. M. atas limpahan rahmat. 2. sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi. Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin penelitian dan memberi kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. dan saran dari semua pihak. dorongan.

6. Atas segala bantuan dan pengorbanan yang telah diberikan. selaku pendamping UKM Bolabasket UNNES. yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 7. 8.Pd. yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian ini. 10. dan Sdri. Semarang. yang telah membantu dan memberi semangat dalam penulisan skripsi ini. Semua anggota UKM Bolabasket Putra UNNES. Bapak Priyanto. S. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per-satu. Juni 2007 Penulis. vii . yang telah mengijinkan penulis untuk mengadakan penelitian di UKM Bolabasket Putra UNNES. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh kuliah di Universitas Negeri Semarang. Teman-teman PJKR ‘03.. maka penulis ucapkan banyak-banyak terima kasih semoga amal dan bantuannya mendapat balasan dari Allah SWT. Akhirnya penulis berharap semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan pecinta olahraga khususnya bolabasket. Dina Aminuranti selaku Ketua UKM Bolabasket UNNES. 9.

.........................................................................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL..........................................................................6 Sumber-sumber Pemecahan Masalah ............................................................... 1........................1...........1........................... i ABSTRAK ......3 Penegasan Istilah....... ii HALAMAN PERSETUJUAN................................................................................................................. xii DAFTAR GAMBAR .............................................................................................................................1.... iii HALAMAN PENGESAHAN..............................................................2 Lapangan Bolabasket ................................................. vi DAFTAR ISI....................................................1 Landasan Teori .............................................................................2 Permasalahan .................................1 Alasan Pemilihan Judul ................... 10 2. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ..................................... viii DAFTAR TABEL. 10 2................................................................................................................................. xiii DAFTAR LAMPIRAN...........................................4 Tujuan Penelitian ........................................................................................................ 1........ xi DAFTAR GRAFIK....... 1.... v KATA PENGANTAR .................. 1..................................................................................................... 1.... 13 viii ..................... 1.............................................................................................................................................................................. PENDAHULIAN ..................3 Papan Pantul. 12 2....................1 Sejarah Bolabasket .....................................................................5 Manfaat Penelitian ............................................................................................................... xiv BAB I... 1 1 5 6 8 8 9 BAB II......................................... 10 2... iv MOTO DAN PERSEMBAHAN .............................

......1......3 Hipotesis........2............2 Sampel .............. 41 ix ..................... 39 3..3 Teknik Underbasket ..............1 Tembakan Lay Up .........6 Teknik Dasar Bolabasket .............................1......................................................2 Tempat Penelitian......................................................... 35 3...............2 Teknik Dribble . 13 2.................4...2.....1 Tahap Persiapan Penelitian.............. 33 2.................................1.................... 35 3..........2......4 Metode Pengumpulan Data ... 41 3........................... Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up...................2.......1.....1 Tes Kecepatan Dribble.............1....1.. 32 2.............................4......................................1 Populasi ................4 Sarana dan Prasarana Penelitian.1......................................6..2.........4..6..............1................................... 20 2........................2 Tahap Pelaksanaan Penelitian .............2 Hubungan Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up .....4.. Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up.......................................... 34 BAB III...... 15 2.................4.................................................... 37 3............. 39 3..........................................................5 Bola . 37 3...... 39 3............2 Analisis Kecepatan Dribble.................5 Instrumen Penelitian .. 31 2......... 38 3..............................6...4...................4 Keranjang .......................1.................................................. 33 2.. 38 3...............................................................................3 Hubungan Kecepatan Dribble......4.........................3 Waktu Penelitian ................. METODE PENELITIAN...... 39 3................3 Variabel Penelitian ................................................................ 31 2.. 36 3............................................................1......1 Hubungan Kecepatan Dribble dan Hasil Lay Up.................1 Cara Mendapatkan Sampel Tabel ............................................ 15 2. 14 2....4.........................1....................................................

.................................1........................................3 Uji Homogenitas ..........................................................................1.................. 63 x .........................2 Hubungan Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up ........1.......................3... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................ 59 5..2.......................... 53 4.............................................................................. 56 4..............................3 Uji Hipotesis .......... 46 4......................1.................. 57 BAB V...................................2 Pembahasan .. 44 3...............2 Tes hasil Underbasket ....3 Tes Hasil Lay Up..........1..............2......... 55 4...1 Uji Parsial................. 55 4........................................................... 61 LAMPIRAN-LAMPIRAN........ 54 4................................3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penelitian ....3.....1 Uji Normalitas Data ..............2 Uji Linieritas ..................................2 Uji Simultan ........ 46 4.................................1 Hasil Penelitian ...................3...........2 Hubungan Kecepatan Dribble.......................2..................... 52 4.......................1.....2 Uji Prasyarat......................2...........2........................................................ SIMPULAN DAN SARAN ................................................4.......1 Simpulan ......................1.......................................1 Hubungan Kecepatan Dribble dan Hasil Lay Up...... 48 4........... Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up ................ 46 4..2.................... 51 4...... 59 5....................................4.....2..................... 45 BAB IV......................2 Saran...........4 Analisis Data .......................... 48 4.................................. 49 4................ 43 3.1................2...................... 60 DAFTAR PUSTAKA .....................................1 Deskriptif Variabel Penelitian...... 42 3........................................

............... 54 xi .........7 Model Regresi dan Uji Parsial ................................................. 48 4.............................................................................2 Ditribusi Frekuensi Hasil Underbasket..................................................3 Distribusi Frekuensi Hasil Lay Up......................................................................8 Uji Simultan .... 49 4........ 47 4....... 52 4....... 50 4.4 Hasil Uji Normalitas Data....................................................... 46 4..................................................6 Hasil Uji Linieritas Hubungan Antara Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up.............................1 Distribusi Frekuensi Tes Kecepatan Dribble ......................5 Hasil Uji Linieritas Hubungan Antara Kecepatan Dribble dan Hasil Lay Up....................................................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 4............................. 50 4.................................................................................................

.................. 51 xii ....... Pengujian Homogenitas Model Regresi...............DAFTAR GRAFIK Grafik Halaman 1...................

................................................................ Gerakan Inside Out Dribble ........................ Gerakan Change Of Pace Dribble .... 12 2............... 16 5....................................... Tes Hasil Underbasket .............. 25 9............................................................... 40 16................................. Lapangan Bolabasket ................................................................... 41 xiii ............................ 16 6................................................ Gerakan Crossover Dribble ..................................................................................................................................................... Tes Kecepatan Dribble........ 30 14..DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1........................ Keranjang ..................... 13 3..................................................... Langkah Lay Up.................................. Gerakan Retreat Dribble .................................................................... 14 4.......... 29 13................................................................................ 26 10............................... Tembakan Lay Up .................................................................. 28 12.................................................... 27 11.. Gerakan Reverse Dribble ...... Gerakan Kecepatan Dribble............................. 23 7.......... Gerakan One Two Stop Pada Akhir Speed Dribble ...... Papan Pantul..................................... 24 8................................................. Tes Tembakan Lay Up ................................................... 40 15.................................................................................................... Gerakan Foot Fire Dribble ........

............ 73 11............................. 66 4......... 69 7............................. 81 xiv ................................. Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian ............... 80 15...... 67 5..................................................................... Dokumentasi Penelitian . 68 6..................... Uji Linieritas Y dan X2.............................................................. Uji Normalitas Data .......... 65 3.. 71 9.......................... Tabel Interpretasi Nilai r (Hubungan)... Regression ................................................. 70 8................................................................................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1......................................................................................................................... 74 12......................................................................................................................................... Data Hasil Penelitian............................................... Analisis Regresi Ganda ................................... Penentuan Skor Hasil Tes ................... Skor Test Underbasket dan Dribble.................................. 72 10................ Uji Linieritas Y dan X1..................................................... 79 14.......................................... 76 13....................................................... 64 2........................ Surat Keputusan Pembimbing..... Daftar Nama Sampel ................................................. Surat Usul Penetapan Pembimbing.. Surat Permohonan Ijin Penelitian ............

Permainan bola basket saat ini mengalami perkembangan yang pesat terbukti dengan munculnya klubklub tangguh di tanah air dan atlet-atlet bolabasket pelajar baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi. event-event pelajar dari tingkat daerah hingga nasional. Namun baru pada tanggal 23 Oktober 1951 didirikanlah Persatuan Basketball Seluruh Indonesia (PERBASI). Sekarang banyak sekali terlihat lapangan bola basket di berbagai kota maupun di pelosok-pelosok tanah air. Selain itu dengan bervariasinya permainan bola basket dengan unsur hiburan seperti streetball. three on three. Bolabasket masuk ke Indonesia sekitar tahun 1948 yang lalu dan berkembang setelah proklamasi kemedekaan. menjadikan olahraga bola basket menjadi olahraga yang bergengsi dan trend mode di kalangan anak muda. crushbone. Melalui kegiatan olahraga bolabasket ini para remaja banyak memperoleh manfaat khususnya dalam pertumbuhan fisik. Permainan bolabasket ini sudah mulai dipertandingkan dalam Olympiade di Jerman pada tahun 1936.1 Alasan Pemilihan Judul Permainan bolabasket merupakan cabang olahraga yang makin banyak digemari oleh para masyarakat terutama oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Permainan bolabasket di Indonesia sekarang ini mulai menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Itu tertanda bahwa masyarakat di tanah air ini mulai menyukai permainan bolabasket.BAB I PENDAHULUAN 1. dan sosial. . Ditunjang lagi dengan sering diadakannya turnamenturnamen antar klub. mental.

Bahkan ada suatu pertandingan bolabasket untuk kalangan umum seperti streetball. Di Semarang misalnya. pelajar. Pertandingan seperti ini biasanya dilaksanakan untuk entertaiment dan juga bisa untuk pencarian bibitbibit atlet yang berbakat. maupun antar mahasiswa. . Di Jawa Tengah sudah berdiri klub-klub bolabasket yang cukup besar. Sarumpaet. Baik yang sifatnya resmi maupun tidak resmi atau hiburan. Di Semarang setiap tahunnya pasti ada banyak sekali pertandinganpertandingan bola basket yang diadakan di berbagai daerah oleh klub bolabasket. Karena dari situlah para bibit-bibit atlet mulai tumbuh dan berkembang. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan bola basket sekaligus sebagai ajang untuk mencari atlet-atlet yang berbakat. Dengan adanya pembibitan inilah lahir atlet-atlet yang berpotensial untuk meningkatkan prestasi bolabasket di daerahnya dan khususnya di Jawa Tengah. sekolahan. sampai ke pelosok tanah air di daerah tingkat II oleh pengurus cabang (Pengcab Perbasi) (A. daerah tingkat I oleh pengurus daerah (Pengda Perbasi). sering terjadi turnamen-turnamen bola basket antar klub. Perkembangan bolabasket di Jawa Tengah juga tidak mau kalah dengan daerah-daerah lain yang sudah maju. Perkembangan bolabasket di Jawa Tengah dapat berkembang pesat dikarenakan adanya pembibitan-pembibitan atlet yang baik dari berbagi klub di daerah. 1992:202).2 Dengan adanya PERBASI ini perkembangan bolabasket di Indonesia jauh lebih maju karena ada suatu organisasi yang bertujuan mengembangkan olahraga bola basket mulai dari pusat (PB Perbasi). crushbone. maupun perguruan tinggi. three on three.

Jika teknik dasar telah dimiliki dengan baik maka akan dapat bermain bolabasket dengan baik pula. Hal ini sudah wajar untuk dimiliki oleh setiap atlet dari berbagai macam cabang olahraga. . penguasaan teknik permainan sangat penting terutama dalam pengusaan teknik dasar permainan bolabasket. Penguasaan teknik dasar bolabasket dan sebuah kondisi fisik yang baik tidaklah mudah. Dari pertandingan tersebut akan diambil satu pemenang yang akan berlaga di LIBAMA Nasional.3 Setiap satu tahun sekali di Jawa Tengah diadakan pertandingan bolabasket antar mahasiswa yang bernama LIBAMA (Liga Basket Mahasiswa) yang diikuti oleh beberapa Universitas yang berada di Jawa Tengah. Penguasaan teknik dasar yang baik harus benar-benar dikuasai oleh seorang pemain bolabasket karena pencapaian prestasi tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik saja akan tetapi lebih ditentukan oleh kemampuan teknik bermain. Mahasiswa yang tergabung dalam UKM bolabasket UNNES ini rata-rata mempunyai teknik dasar bolabasket yang baik karena mereka berasal dari klub-klub di daerahnya masing-masing. Tim bolabasket UNNES yang tergabung dalam UKM bolabasket UNNES ini merupakan peringkat 5 besar di Jawa Tengah. Perlu latihan keras yang dimulai dari sejak dini. UKM bolabasket UNNES merupakan salah satu tim bolabasket yang sering mengikuti pertandingan tersebut. Adapun syarat untuk dapat melakukan teknik dasar permainan bolabasket adalah keseimbangan dan kecepatan. Dalam menghadapi persaingan kompetisi atau pertandingan.

maka harus ditunjang kecepatan dribble dan ketrampilan underbasket yang sangat bagus juga. Teknik awalan melakukan tembakan lay up ada dua cara yaitu : 1) melalui operan atau passing dari kawan. Menurut Sukintaka (1979:23).4 Pada permainan bolabasket. Sebagai salah satu bagian dari teknik dasar permainan bolabasket. Merayah (Imam Sodikun. Teknik tembakan Lay up 6. Teknik dasar dalam permainan bolabasket dapat dibagi sebagai berikut : 1. maka harus benar-benar dimiliki oleh seorang pemain bolabasket. hingga seolah-olah bola itu diletakkan ke dalam basket yang didahului dengan gerakan dua langkah. Jika seseorang ingin memiliki tembakan lay up yang bagus. . Teknik gerakan berporos 5. 1992:48). Teknik melempar dan menangkap 2. Teknik menembak 4. Teknik menggiring bola 3. 2) menggiring bola. tembakan lay up adalah tembakan yang dilakukan dengan jarak sekali dengan basket. untuk mendapatkan gerakan efektif dan efisien perlu didasarkan pada penguasaan teknik dasar yang baik. 1992:64). sebab dilakukan pada jarak yang sedekat-dekatnya dengan basket (Imam Sodikun. Karena kedua teknik dasar tersebut sangat penting. Dari kedua awalan tersebut yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah tembakan lay up dengan mendribble bola atau menggiring bola. teknik lay up adalah jenis tembakan yang efektif.

5 Dari pernyataan di atas. Apakah ada hubungan antara kecepatan dribble dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket ? . dianalisis dan diusahakan pemecahannya. lay up merupakan teknik yang harus dikuasai dengan baik karena teknik ini sangat penting dalam permainan bolabasket. Kecepatan dribble mempunyai peranan penting dalam kemampuan melakukan tembakan lay up dalam permainan bolabasket. 2. Adapun yang menjadi alasan pemilihan judul dalam penelitian ini adalah : 1. maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : Hubungan Kecepatan Dribble dan Hasil UnderBasket Terhadap Hasil Lay Up Pada UKM Bolabasket UNNES Tahun 2007.2 Permasalahan Dalam suatu penelitian terdapat suatu permasalahan yang perlu untuk diteliti. Ketrampilan underbasket juga mempunyai peranan penting dalam kemampuan melakukan tembakan lay up dalam permainan bolabasket 1. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1. Setelah memperhatikan uraian di atas penulis merumuskan masalah penelitian ini penulis membatasi permasalahan pada hasil kemampuan melakukan tembakan lay up dengan hubungannya kecepatan dribble dan hasil underbasket. 4. Penguasaan teknik dasar dalam permainan bolabasket adalah sangat penting. 3. Dalam permainan bolabasket.

2005:409). Apakah ada hubungan antara hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket ? 3. 2005:208). Yang dimaksud kecepatan dribble dalam penelitian ini adalah menghitung kecepatan mendribble (waktu) seseorang melakukan dribble zig zag dengan jarak yang telah ditentukan.6 2.3. 1. Dalam penelitian ini yang dimaksud adalah hubungan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket terhadap hasil kemampuan melakukan tembakan lay up dalam permainan bolabasket pada UKM Bolabasket putra UNNES. ikatan.2 Kecepatan Dribble Kecepatan adalah waktu yang digunakan untuk menempuh jarak tertentu (Depdiknas.3 Penegasan Istilah Untuk menghindari kesalahan penafsiran mengenai istilah-istilah yang terdapat pada tema skripsi dan permasalahan yang dibicarakan tidak meluas atau menyimpang dari tujuan penelitian maka penulis memberikan penegasan istilah yang meliputi : 1.3. Apakah ada hubungan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket ? 1. .1 Hubungan Hubungan adalah keadaan berhubungan. atau pertalian (Depdiknas.

3 Hasil Hasil berarti sesuatu yang diadakan (dibuat.5 Hasil Lay up Lay up adalah jenis tembakan yang dilakukan dengan sedekat mungkin dengan basket yang didahului dengan lompat – langkah – lompat. atau memotong kemudian berlari dan menuju ke arah basket (Dedy Sumiyarsono. 1. dijadikan. 1.3. Yang dimaksud hasil underbasket dalam penelitian ini adalah usaha melakukan underbasket ke dalam ring basket selama waktu yang telah ditentukan.4 Hasil Underbasket Underbasket adalah menembak dari sudut 45 derajat dari setiap arah ke keranjang. 2000:67). Yang dimaksud hasil lay up dalam penelitian ini adalah usaha melakukan tembakan lay up ke dalam ring basket sebanyak 8 kali. jarak antara kotak dan tengah-tengah pada lane. 2005:391). menggiring. maupun underbasket.7 1. Mulai dengan sikap seimbang pada sudut 45 derajat dengan papan yaitu. Hasil di sini adalah keberhasilan dalam memasukkan bola ke dalam keranjang basket baik dengan lay up. dan sebagainya) oleh usaha (Depdiknas.3. . Jarak tepi sudut melebar ketika anda bergerak keluar disebut (45 degree funnel / cerobong 45 derajat). Pada kali ini yaitu melakukan lay up kanan.3. shooting. Pada underbasket tunjukkan bola pada puncak sudut boks sudut kotak dari papan (Hal Wissel. Tembakan lay up dapat dilakukan dengan didahului berlari. 2002:35).

8 1. Hubungan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket. Hubungan kecepatan dribble dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket. Dalam kajian penelitian ini juga dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dalam menentukan teknik yang baik yang dapat digunakan dalam permainan bolabasket karena dalam dunia olahraga pengembangan teknik-teknik baru akan selalu berkembang sesuai dengan perkembangan dan pengembangan . 3. 1.3. Hubungan kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan informasi dan kajian mengenai teknik-teknik dalam permainan bolabasket terutama masukan bagi para pelatih dalam menyusun program latihan khususnya dalam hal tekhnik tembakan lay up pada UKM Bolabasket UNNES tahun 2007.6 UKM Bola Basket Putra Unnes UKM bolabasket putra Unnes adalah mahasiswa Unnes yang tergabung dalam suatu unit kegiatan mahasiswa yang membidangi salah satu cabang olahraga yaitu bolabasket khususnya mahasiswa putra yang berjumlah 30 orang. 2.4 Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui : 1.

Buku literatur yang berhubungan dengan penulisan skripsi.9 permainan dalam rangka peningkatan prestasi olahraga sekaligus sebagai bahan pertimbangan bagi para peneliti untuk mengadakan penelitian lanjutan. maka penulis mengambil beberapa sumber data sebagai berikut : 1. 2.6 Sumber-sumber Pemecahan Masalah Untuk memecahkan persoalan yang ada dalam penelitian ini. Petunjuk dan bimbingan dari para dosen pembimbing. 4. Hasil wawancara dengan para pakar bolabasket 3. Hasil perkuliahan dan pengalaman-pengalaman selama peneliti berada di FIK UNNES.6.2 Sumber Data Pelengkap Sunber data pelengkap dalam penyusunan skripsi ini adalah : 1. . 1.6.1 Sumber Data Pokok Sumber data pokok dari hasil survey tes pada anggota UKM bolabasket putra UNNES 1.

1.BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS 2. yang merupakan syarat regu tersebut dinyatakan pemenang.1 Landasan Teori 2. digelinding. Tujuan dalam permainan bolabasket adalah untuk menciptakan tembakan yang tepat dan mendapat angka pada setiap kesempatan. Permainan bolabasket mempunyai tujuan memasukkan bola sebanyak mungkin ke keranjang lawan. serta menahan lawan agar jangan memasukkan bola ke keranjang sendiri dengan lempar tangkap. dipantulkan atau di dribble ke segala arah. Menurut Machfud Irsyada (2000:14). dimainkan dengan dua tangan. dan menembak. Dengan demikian ketrampilan gerak dasar menembak (shooting) dalam . 2004:11). bahwa sesuai dengan tujuan utama permainan bolabasket itu sendiri yaitu memasukan bola sebanyak mungkin ke keranjang lawan dengan cara yang sportif sesuai dengan aturan yang telah disepakati.1 Sejarah Bolabasket Bolabasket dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu berusaha memasukkan bola ke dalam keranjang lawan dan berusaha mencegah lawan untuk memasukkan bola atau mencetak angka dengan cara bola dioper. Regu yang dapat mencatat atau mencetak angka (score) paling tinggi adalah sebagai pemenang. menggiring. Sedangkan menurut Dedy Sumiyarso (2002:1). sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan (PB PERBASI. permainan bolabasket merupakan olahraga permainan menggunakan bola besar.

Menembak merupakan sasaran akhir setiap bermain. Pada PON 1 tahun 1948 di Solo permainan bolabasket dipertandingkan. Permainan bolabasket diciptakan pada bulan Desember 1891 oleh Dr. seseorang anggota Sekolah Pelatihan YMCA di Springfield Massachusetts yang dikenal dengan Sringfield College. Keberhasilan suatu regu dalam permainan selalu ditentukan dalam keberhasilannya dalam menembak. Permainan bolabasket di Indonesia berasal dari pedagang dari Cina dan mulai berkembang atau mendapat tempat di masyarakat. Untuk dapat berhasil dalam menembak perlu dilakukan teknikteknik yang betul. Pada tahun 1955 kepanjangan PERBASI diubah menjadi Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia dengan singkatan tetap PERBASI.11 permainan bolabasket sangat penting untuk dikuasai secara baik. dibentuklah organisasi yang disebut PERBASI (Persatuan Basketball Seluruh Indonesia) pada tanggal 23 Oktober 1951 dengan Tonny Wen sebagai ketua dan Win Latumeten sebagai sekretarisnya. tetapi tidak boleh mengesampingkan ketrampilan gerak dasar yang lain. Menembak merupakan suatu keterampilan yang paling penting dan untuk memiliki keterampilan ini dibutuhkan latihan-latihan yang banyak sekali (Vic Ambler. Untuk mengkoordinir perkembangan bolabasket di Indonesia. Sampai sekarang PERBASI yang bertanggung jawab atas perkembangan bolabasket di Indonesia. James Naismith. 1982:35). Solo. . Mulai dari Jogja. dan sekitarnya.

1. 1992:82) .12 2. dan bebas dari halangan. lapangan permainan harus memiliki permukaan yang rata. Ukurannya adalah panjang 28 meter dan lebar 15 meter yang diukur dari sisi dalam garis batas (gambar 1). Federasi Nasional menyetujui ukuran lapangan yang akan dipakai untuk kompetisi dengan ukuran minimum adalah panjang 26 meter dan lebar 14 meter. keras. Gambar 1 Lapangan Bola Basket (Imam Sodikun.2 Lapangan Bolabasket Menurut PB PERBASI dalam peraturan resmi bolabasket (2004:5).

4 Keranjang Keranjang terdiri dari keranjang atau simpai dan jala. dengan lebar 1.1. 1992:83) 2.1.05 meter di belakang ring dibuat petak persegi panjang dengan ukuran 59 cm dan tinggi 45 cm dengan lebar garis tepi 5 cm (Imam Sodikun.13 2.3 Papan Pantul Kedua papan pantul terbuat dari kayu keras atau bahan tembus pandang (transparan) dengan tebal 3 cm sesuai dengan kekerasan kayu. Simpai terbuat dari besi yang keras. berdiameter 45 cm dan berwarna jingga. Garis tengah besi 20 mm dengan sedikit tambahan lengkungan besi kecil di bawah simpai tempat . 1992:83).80 meter dan tinggi 1. Lihat gambar 2 Gambar 2 Papan Pantul (Sumber Imam Sodikun.

05 meter. karet atau sintesis. Jarak terdekat dengan bagian dalam tepi simpai 15 cm dari permukaan papan pantul (Imam Sodikun. . Panjang jala 40 cm (lihat gambar 3). 1992:83). pantulannya antara 1. Jala terbuat dari tambang putih teranyam dan tergantung sedemikian rupa sehingga menahan bola masuk ke keranjang.14 memasang jala. Gambar 3 Keranjang (Sumber Imam Sodikun. Bola dipompa secukupnya sehingga kalau dijatuhkan dari ketinggian 1.5 Bola Bola yang digunakan adalah bola yang betul-betul bundar terbuat dari kulit. 1992:84). Jarak tepi bawah sampai dengan lantai 3.80 meter.20-1. 1992:84) 2. Kelilingnya antara 75-78 cm dengan berat antara 600650 gram.40 meter (Imam Sodikun. kemudian terus masuk ke bawah.1.

4) teknik pivot (gerakan berporos). 2. hingga seolah-olah bola itu diletakkan kedalam basket yang didahului dengan gerakan dua langkah. 2002:35).1 Tembakan Lay Up Tembakan lay up adalah jenis tembakan yang efektif. Menurut Sukintaka (1979:23). 6) teknik rebound (merayah). maka ia dapat bermain dengan baik pula. 5) teknik lay up shoot.6. tembakan lay up adalah tembakan yang dilakukan dengan jarak sekali dengan basket. Tembakan ini dimulai dari menangkap bola sambil melayang → menumpu satu kaki → melangkah yang lain ke depan → menumpu satu kaki → . Hal ini menguntungkan yaitu menembak dari jarak yang jauh dapat diperdekat dengan basket dengan melakukan lompat – langkah – lompat. Pada lompatan terakhir ini pada posisi setinggi-tingginya mendekati basket. Tembakan lay up dapat dilakukan dengan didahului berlari. atau memotong kemudian berlari dan menuju ke arah basket (Dedy Sumiyarsono.6 Teknik Dasar Bolabasket Teknik-teknik dasar dalam permainan bolabasket menurut Imam Sodikun (1992:48) adalah sebagai berikut : 1) teknik passing (melempar dan menangkap). diteruskan dengan memasukkan bola (Imam Sodikun 1992:64). sebab dilakukan pada jarak yang sedekat-dekatnya dengan basket. Dari kelima teknik dasar tersebut jika telah dimiliki dengan baik oleh seorang pemain.1. 2) teknik dribble (menggiring bola). menggiring. 3) teknik shooting (menembak).15 2.1.

Berikut ini adalah gambar untuk melakukan gerakan lay up. 1992:64). 1992:64) Tembakan lay up dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui operan kawan dan menggiring bola sendiri (Imam Sodikun. Biasanya tembakan ini dilakukan dari samping (kiri atau kanan) basket dan bola dipantulkan lebih dulu ke papan. tinggal memperhitungkan sudut pantulan bola dan kekuatan tangan melepas bola (Imam Sodikun.16 melompat setinggi-tingginya atau sedekat-dekatnya dengan basket. 1992:65) . 1992:65). Lihat gambar 5 A B C D E F Gambar 5 Tembakan Lay up (Imam Sodikun. Cara ini adalah yang paling mudah dilakukan. Lihat gambar 4 Gambar 4 Langkah Lay up (Imam Sodikun.

disebut demikian karena kehalusan tembakannya.17 Keterangan: A : Sikap melompat B : Sikap melayang sambil menerima bola C : Sikap melayang untuk melangkah lagi D : Melangkah E : Sikap menumpu lagi untuk naik (melompat) F : Sikap menembak Sesuai dengan peraturan permainan bahwa seorang pemain yang menerima bola saat melayang. sedang hitungan ketiga adalah saat melepaskan bola untuk tembakan. Menembak. sedang hitungan tiga adalah saat melepaskan bola untuk tembakan. hitungan dua pada saat kaki kanan melangkah ke depan dan mendarat. khususnya tembakan lay up merupakan keahlian yang sangat penting dalam bola basket di samping teknik dasar yang lain. sesaat dalam keadaan berhenti di udara (A. Begitu juga sebaliknya bila saat menerima bola dalam keadaan melayang dengan kaki kiri di depan. Penembak yang baik sering disebut dengan pure shooter. dan hitungan ketiga adalah saat melepaskan bola sebagai suatu tembakan. Sarumpaet. Yaitu pada saat tercapainya titik tertinggi dan sedekat mungkin dengan simpai. Penembak yang handal itu merupakan hasil dari . dkk. maka pemain tersebut diperbolehkan untuk menambah langkah 2 (dua) hitungan. 1992:235). maka hitungan satu dikenakan pada saat kaki kiri mendarat di lantai. hitungan dua pada saat kaki kiri melangkah ke depan dan mendarat. maka hitungan satu dikenakan pada saat kaki kanan mendarat di lantai. Langkah lay up dapat dilakukan sebagai berikut : Bila saat menerima bola dalam keadaan melayang dengan kaki kanan di depan..

kalau arah bola dari kanan. Salah satu faktor yang menetukan untuk menghasilkan suatu tembakan yang akurat adalah sudut tembakan. maka pemain itu diperbolehkan untuk menambah langkah 2 hitungan. c. Menurut Wissel (2000:43) keahlian dasar yang harus dilatih dalam tembakan lay up adalah keakuratan dalam menembak. Saat menerima bola Saat menerima bola harus dalam keadaan melayang. Saat melangkah Langkah pertama harus lebar atau jauh untuk memelihara keseimbangan. Saat melepaskan bola Bola harus dilepas dengan kekuatan kecil. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam tembakan lay up menurut Sukintaka (1979:23) adalah sebagai berikut : a. b. langkah kedua pendek untuk memperoleh awalan tolakan agar dapat melompat setinggi-tingginya. perhatikan pantulan pada papan di sekitar garis tegak sebelah kanan pada pada petak kecil di atas basket. Sesuai dengan peraturan permainan bahwa seorang pemain yang menerima bola pada saat melayang. Menembak (lay up) adalah suatu teknik yang dapat dilatih sendiri setelah mengerti mekanisme tembakan yang benar Dalam melakukan tembakan lay up sangat diperlukan adanya ketepatan dalam mengarahkan bola ke ring basket. bukan bawaan dari lahir. Adapun 2 langkah itu dapat dilakukan sebagai berikut : .18 latihan.

Sebelum melakukan tembakan. e) tangan yang menembak diletakkan di belakang bola. 2. Anda kehilangan perlindungan dan kontrol bola karena terlalu cepat menarik tangan penyeimbang pada bola. b) langkah kedua pendek untuk memperoleh awalan tolakan yang kuat agar dapat melompat yang tinggi.19 “Bila tolakkan pertama dengan kaki kanan langkah pertama kaki kiri dan langkah kedua kaki kanan lagi atau sebaliknya (kiri. Adapun kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada saat melakukan tembakan lay up menurut Hal Wissel (2000:62-63) adalah: 1. . 3. f) siku masuk dan rapat 2. jika dilakukan dari sisi kanan. kiri)”. c) bola dilepas dengan kekuatan ujung jari pada titik tertinggi dan memantul di sekitar garis tegak sebelah kanan pada petak kecil di atas keranjang. Fase pelaksanaan: a) angkat lutut untuk melompat ke arah vertikal. d) tangan yang tidak menembak diletakkan di bawah bola. Fase persiapan: a) langkah pertama harus lebar atau jauh untuk memelihara keseimbangan. 3. b) tangan yang menembak diangkat lurus ke atas. c) bahu rileks. b) tangan ke atas. bola diputar ke arah dalam sehingga mudah dihalang atau dicuri oleh lawan. kanan. Fase follow through: a) mendarat dengan seimbang dan lutut ditekuk. Pada saat mengambil ancang-ancang menggunakan lompatan jauh (imbang ke depan atau ke samping) daripada melompat tinggi. Menurut Hal Wissel (1996:61) bahwa terdapat beberapa kunci sukses melakukan tembakan lay up yaitu: 1.

yaitu dengan melalui operan kawan dan menggiring bola. yaitu dengan ayunan satu tangan atau dua tangan dari arah bawah kepala (underhand lay up shoot) dan dengan ayunan satu tangan atau dua tangan ditembakan dari arah atas kepala (overhand lay up shoot). dribble adalah suatu . 6. maka kita harus merendahkan tubuh dan mencondongkan ke depan agar dapat bergerak dengan cepat dan dinamis sehingga dapat melakukan lay up secara optimal. Khususnya jika kita melakukan dribble dengan cepat. tembakan jatuh rendah. Bola memantul terlalu rendah pada papan dan keluar. Sedangkan cara melepaskan bola disaat tembakan lay up pada dasarnya ada dua cara. 5. Setelah melakukan lay up anda tidak siap merebutnya kembali atau gagal melakukan rebound. Teknik tembakan lay up ini ada 2 cara. Dengan sedikit persentuhan dengan tangan anda. Kita harus mengkondisikan titik pusat gaya berat tubuh sesuai dengan posisi tubuh. Tembakan anda berputar dari samping. 2.6. Dalam melakukan tembakan lay up diperlukan keseimbangan dan konsentrasi yang tinggi karena pada saat kita melakukan tembakan ini posisi tubuh dalam keadaan melayang.1. menghasilkan gerakan bola yang berputar menjauhi ring.2 Teknik Dribble Dribble merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bolabasket dan penting bagi permainan individual dan tim. Adapun teknik lay up yang digunakan dalam penelitian ini adalah tembakan lay up dari sisi kanan dengan menggiring bola.20 4. Seperti operan.

e. Pada awalnya. . b. Menurut Imam Sodikun (1992:58). Gerakan lengan hampir seluruhnya. jagalah agar tubuh anda agar berada di antara bola dan lawan. anda harus memantulkannya pada lantai. bola harus lepas dari tangan sebelum kaki anda diangkat dari lantai. maka lindungi dengan tubuh anda (Hal Wissel 2000:95). Condongkan badan ke depan mulai dari pinggang. Agar tetap menguasai bola sambil bergerak. Berdiri seenaknya dengan kaki kiri agak sedikit ke depan dan kaki kanan. Peganglah dengan kedua tangan secara relax. Pantulkan bola dengan tangan kanan (pada permulaaan bola dilihat). Untuk melindungi bola. Menjinakkan bola dengan sedikit mengikuti bergeraknya bola ke atas sebentar dengan jari-jari dan pergelangan tangan. tangan kanan secara relax. Pantulkan bola dilakukan dengan jari-jari tangan dibantu dengan pergelangan tangan (bukan memukul dengan telapak tangan). g. jika anda mendribble dengan sisi tangan yang lemah.21 cara membawa bola. kiri di bawah menjadi tempat terletaknya bola. c. kemudian baru dipantulkan kembali. Dengan kata lain. Sementara mendribble anda tidak boleh menyentuh bola secara bersamaan dengan dua tangan atau bola diam dalam genggaman tangan anda. cara melakukan dribble adalah sebagai berikut : a. tangan kanan di atas bola. Kemampuan mendribble dengan tangan lemah dan tangan kuat adalah kunci untuk meningkatkan permainan anda. f. d.

kiri kanan. k. Menggiring bola dilakukan dengan agak rendah. dan percepatkanlah gerakannya. g. Menyiapkan permainan menyerang. . maju mundur. Memindahkan bola keluar dari daerah padat penjagaan ketika operan tidak memungkinkan (contoh ketika setelah rebound atau dijaga dua orang). dan menembak sehingga dapat dilakukan dengan cepat. i. d. Menarik perhatian penjaga untuk membebaskan rekan tim. Memperbaiki posisi atau sudut (angle) sebelum mengoper ke rekan. Memindahkan bola pada saat fast break karena rekan tim tidak bebas penjagaan untuk mencetak angka. Menembus penjagaan ke arah ring. watak. Mulailah dengan tidak melihat bola. e. rahasia dan irama pantulan (get the feeling) dengan sikap bediri di tempat maka mulailah sambil bergerak maju atau mundur. j. f. Kombinasikan antara mengoper.22 h. dan h. Membuat peluang untuk menembak dan melakukan lay up. Setelah diratakan. Memindahkan bola ketika penerima tidak bebas penjagaan. Ada beberapa manfaat khusus dribble menurut Hal Wissel (2000:95) antara lain : a. berkelok-kelok dengan rintangan dan dengan lawan. c. b. menggiring.

23

Berikut adalah macam-macam ketrampilan melakukan dribble untuk melatih kemampuan dan kecepatan dalam melakukan dribble antara lain : 1. Kontrol Dan Kecepatan Mendribble

Gambar 6 Gerakan Kecepatan Dribble (Hal Wissel 2000:97)

Kecepatan mendribble amat berguna ketika anda tidak dijaga ketat, ketika anda harus cepat membawa bola dalam dalam lapangan yang kosong, dan ketika anda harus cepat mencapai keranjang (Hal Wissel, 2000:96). Untuk kecepatan mendribble lakukan dribble setinggi pinggang angkat kepala anda dan lihat sisi keranjang sehingga anda dapat melihat keseluruhan lapangan-rekan setim dan para lawan.

24

2. Peningkatan Kontrol Setelah Speed Dribble Kecepatan dalam mendribble penting, begitu pula berhenti tiba-tiba dengan seimbang. Setelah mendribble pada kecepatan penuh, pemain yang tidak berpengalaman sering kehilangan keseimbangan dan kontrol pada saat mencoba berhenti cepat. The one two stop dapat mencegah ayunan kaki dan berpindah ketika anda berhenti setelah mendribble dan hal ini amat penting dalam melakukan terobosan. Lihat gambar 7

Gambar 7 Gerakan One Two Stop Pada Akhir Speed Dribble (Hal Wissel 2000:99)

3. Footfire Drible The Footfire Dribble adalah metode berhenti sementara sambil menjaga dribble tidak mati ketika anda mendekati pemain lawan dalam lapangan terbuka. Terutama pada akhir serangan balik yang memungkinkan anda mendapat keseimbangan dan membaca posisi pemain lawan sementara anda punya tiga ancaman melalui tembakan, operan atau bergerak ketika mendribble.

25

Untuk mengeksekusi footfire anda harus dengan cepat mengubah kecepatan dribble menjadi control dribble, untuk kemudian berhenti dengan tetap mendribble. Dribble di tempat, menghadap ring basket dengan kaki telentang selebar bahu. Gerak cepat footfire ini membantu anda meningkatkan keseimbangan pada saat yang bersamaan memaku lawan di tempat. Efektifitas footfire dribble anda didapat dari keseimbangan dan kontrol yang prima, prediksi lawan anda, dan pembuatan gerak tipuan. Sebelum gerakan selanjutnya untuk menembak, mengoper atau membawa bola. Lihat gambar 8

Gambar 8 Gerakan Foot Fire Dribble (Hal Wissel 2000:100)

4. Change Of Pace Dribble The change of pace dribble (dribble dengan perubahan kecepatan langkah) berguna untuk menipu dan menghindari lawan anda. Untuk melakukan perpindahan langkah, ubah metode dribble dari cepat ke terkontrol dan kembali lagi ke cepat. Kemampuan anda dalam dribble ini tergantung pada gerak

Ubahlah dribble anda dari lambat ke cepat. Dengan gerak tipuan yang baik dan dengan kekuatan yang penuh pada dribble untuk meningkatkan kecepatan anda. Retreat Dribble Retreat dribble (dribble mundur) ini dilakukan untuk mengatasi masalah ketika ditekan lawan. Dengan mundur dulu ke belakang sambil tetap mendribble. Gambar 9 Gerakan Change Of Pace Dribble (Hal Wissel 2000:102) 5. Dalam mengubah langkah anda mendapat keuntungan karena anda sendiri yang memutuskan untuk mengubah kecepatan. Lihat gambar 9.26 mengecoh dan kecepatan. seharusnya paling sedikit berada satu langkah di depan lawan anda setelah mengontrol langkah dan kecepatan dribble. anda dapat memperpendek jarak untuk melakukan perubahan di depan dan .

dan dapat melewati lawan dengan mendribble cepat. Untuk melakukan dribble mundur gunakan langkah mundur yang pendek dan cepat diikuti mendribble ke belakang.27 kecepatan mendribble untuk menghindari jebakan. Lihat gambar 10. Keefektifan dalam dribble ini . dengan begitu anda bisa mengontrol perubahan arah dribble. Gambar 10 Gerakan Retreat Dribble (Hal Wissel 2000:103) 6. Crossover Dribble Crossover dribble (perubahan arah dribble dari depan) ini penting dalam menyusuri lapangan dengan gerak cepat. untuk mulai menjangkau keranjang dan untuk menciptakan peluang bagi tembakan. Ketika anda mundur lindungi bola dan jaga keseimbangan.

Untuk melakukan dribble cepat bola dipantulkan sebatas lutut atau lebih rendah dengan control dribble yang telah ditentukan.28 didasarkan pada seberapa tajam perubahan dribble anda dari satu arah ke arah yang lain. Lihat gambar 11. Anda melakukan penipuan dengan mengubah arah kepala ke isi lain. silangkan bola di depan anda pada sudut belakang. putar dribble dari satu tangan ke tangan yang lain. Dalam melakukan . Inside Out Driblle Inside out dribble (menipu dengan merubah arah) ini merupakan dribble tipuan untuk dapat membuka jalan menuju keranjang atau untuk menembak. Gambar 11 Gerakan Crossover Dribble (Hal Wissel 2000:04) 7. Untuk melakukan dribble menyilang.

putar tangan anda dan dribble bola keluar ke arah yang akan anda tuju.29 inside out dribble dapat dilakukan dengan menyilangkan bola di depan badan. Gambar 12 Gerakan Inside Out Dribble (Hal Wissel 2000:105) 8. Lihat gambar 12. Dribble harus dilakukan dekat dengan badan dan sebatas lutut. Daripada melepaskan bola dan mengubah tangan yang mendribble. Reverse Dribble Pada reverse dribble (spin dribble) anda harus mempertahankan posisi badan antara bola dan lawan untuk melindungi bola ketika merubah arah. Lindungi bola dengan badan anda sedangkan tangan yang lainnya diangkat. Gerakan ini paling tepat jika dilakukan sebagai gerakan untuk menyerang dan mematahkan .

Cara melakukannya yaitu lakukan dribble mundur dan kemudian putar ke belakang dengan kaki yang lain sambil memutar balik anda ke belakang ke arah tangan yang mendribble. Bawa kaki ke belakang kemudian ke depan ketika anda melakukan dribble ke dua ke depan dan dekat pada badan dengan menggunakan tangan yang sama. Behind The Back Dribble Pada Behind the back dribble (dribble belakang) untuk ini anda harus tetap menjaga tubuh agar selalu berada diantara bola dan sebagai perlindungan ketika . Lihat gambar 13. Gambar 13 Gerakan Reverse Dribble (Hal Wissel 2000:107) 9.30 permainan lawan yang kuat.

1. Karena dilakukan pada jarak yang sangat dekat dengan ring.6. Teknik adalah salah satu teknik yang paling mudah dilakukan daripada teknik-teknik tembakan yang lain. Menurut Hal Wissel (2000:67). Agar pemain dapat melakukan gerakan lay up dengan baik maka harus menguasai teknik underbasket dengan baik pula. underbasket adalah menembak dari sudut 45 derajat dari setiap arah ke keranjang. Pada underbasket tunjukkan bola pada puncak sudut boks sudut kotak dari papan. Mulai dengan sikap seimbang pada sudut 45 derajat dengan papan yaitu.2 Analisis Kecepatan Dribble. Jika anda dapat menguasai teknik ini dengan baik maka persentase memasukkan bola ke dalam ring lebih besar dari pada teknik menembak yang lainnya.31 berganti arah. Hasil underbasket.3 Underbasket Underbasket merupakan salah satu teknik dasar dalam bola basket yang harus dimiliki dan dikuasai dengan baik oleh setiap pemain bola basket. Dribble ini sangat tepat digunakan untuk mengatasi lawan yang menjaga di depan anda. . jarak antara kotak dan tengah-tengah pada lane. Dalam teknik bolabasket. dan Tembakan lay up Telah dikemukakan di atas. 2. Karena teknik ini sangat mendukung terhadap teknik yang lain seperti lay up. bahwa banyak faktor yang dapat memberikan pengaruh untuk hasil tembakan lay up. Jarak tepi sudut melebar ketika anda bergerak keluar disebut (45 degree funnel / cerobong 45 derajat). Dribble ini adalah dribble dengan dua gerakan yang dilakukan di belakang badan. 2.

Semakin terampil pemain mendribble bola maka semakin sulit lawan untuk menghalangi seorang pemain untuk mendekatkan diri ke arah basket dan melakukan tembakan lay up ke basket. maka harus benar-benar menguasai teknik dribble dan underbasket dengan baik. Karena jika ingin menguasai tembakan lay up. karena dalam bola basket gerakannya dinamis sehingga banyak sekali mendribble bola dengan melewati lawan dan diakhiri dengan tembakan lay up. . Kecepatan dribble membantu dalam memperkuat daya tolak pada waktu melompat sehingga makin mudah untuk memasukkan bola ke dalam basket saat melakukan tembakan lay up. Selain itu juga perlu diajarkan teknik-teknik yang lain. Dari keterangan di atas dapat suatu pengertian bahwa awalan melakukan tembakan lay up yaitu dengan mendribble bola melewati lawan yang berusaha menghadang.2. maka harus mengajarkan teknik dribble dan underbasket terlebih dahulu.32 salah satu faktor yang sangat mendukung dalam melakukan tembakan lay up salah satunya adalah teknik mendribble dan teknik underbasket. 2. Selain itu juga didukung oleh teknik-teknik yang lain terutama dari segi anatomi tubuh. Menurut para pelatih dan pakar bola basket jika ingin mengajarkan teknik tembakan lay up.1 Hubungan Kecepatan Dribble dan Hasil Melakukan Tembakan lay up. Yang dimaksud kecepatan dribble dalam penelitian ini adalah menghitung kecepatan mendribble seseorang melakukan dribble zig zag dengan jarak yang telah ditentukan.

Telah dikemukakan di atas bahwa banyak faktor yang dapat memberikan pengaruh untuk hasil tembakan lay up. dari yang sederhana ke yang kompleks.3 Hubungan Antara Kecepatan Dribble. Kemudian setelah kedua teknik tersebut dikuasai dengan baik.2 Hubungan Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up Underbasket merupakan salah satu teknik dasar dalam bolabasket yang harus dimiliki dan dikuasai dengan baik oleh setiap pemain bolabasket. Begitu pula belajar lay up. Karena teknik ini sangat mendukung terhadap teknik yang lain seperti lay up.2. dan Hasil Tembakan Lay Up. belajar gerak dimulai dari yang mudah ke yang sukar.33 2. Teknik underbasket merupakan modal utama untuk bisa melakukan tembakan lay up. Menurut Rubianto Hadi (2006:29). 2. Agar pemain dapat melakukan gerakan lay up dengan baik maka harus menguasai teknik underbasket dengan baik pula. Hasil Underbasket. Jika seseorang tidak bisa melakukan teknik underbasket maka secara otomatis dapat dikatakan orang tersebut tidak bisa melakukan tembakan lay up. bahwa belajar lay up harus diimbangi dahulu dengan latihan dribble dan underbasket. dari gerakan yang kurang tenaga ke yang lebih banyak memerlukan tenaga. kecepatan dribble dan hasil tembakan underbasket merupakan faktor yang memberikan pengaruh terhadap hasil tembakan lay up dalam permainan bolabasket. baru menginjak ke teknik yang lebih kompleks yaitu belajar lay up .2.

Ada hubungan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket terhadap hasil tembakan lay up pada UKM Bolabasket UNNES tahun 2007. Ada hubungan antara kecepatan dribble terhadap hasil tembakan lay up pada UKM Bolabasket UNNES tahun 2007.34 2. Ada hubungan antara hasil underbasket terhadap hasil tembakan lay up pada UKM Bolabasket UNNES tahun 2007. 2. 3. .3 Hipotesis Berdasarkan permasalahan dan dari landasan teori yang telah dijelaskan tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : 1.

berencana. Populasi dibatasi sebagai sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai satu sifat yang sama. berbobot atau tidaknya penelitian tergantung dari pertanggungjawaban metode penelitian sebagaimana kita kenal sekarang memberikan garis-garis yang cermat dan mengajukan syarat-syarat yang keras. dan mengikuti konsep ilmiah (Suharsimi Arikunto. maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. populasi adalah seluruh penduduk yang dimaksudkan untuk diselidiki. Syarat mutlak dalam penelitian adalah metode penelitian. . Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian. 2002:18).BAB III METODE PENELITIAN Dalam melakukan suatu penelitian harus sesuai dengan metode yang telah dibakukan karena berbobot atau tidaknya suatu penelitian ditentukan oleh bagaimana cara yang digunakan dalam penelitian itu. maksudnya adalah untuk menjaga pengetahuan yang dicapai dari suatu penulisan dapat mempunyai harga ilmiah yang setinggi-setingginya. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus (Suharsimi Arikunto. Menurut Sutrisno Hadi (2000:220). Ada tiga persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu : sistematis. 3. 2002:108).1 Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.

Adapun alasan pengambilan populasi tersebut adalah sebagai berikut : 1. Populasi adalah para atlet bolabasket yang tergabung dalam UKM Bolabasket UNNES. Populasi mendapat pembelajaran secara bersama-sama di UKM Bolabasket UNNES. bahwa "Apabila subyeknya kurang dari 100.2 Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau lebih tergantung setidak-tidaknya dari : a) kemampuan peneliti dilihat dari waktu. Sesuai dengan pendapat tersebut maka dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah semua mahasiswa UKM bolabasket putra sebanyak 30 . c) besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. tenaga. 2002:109). lebih baik diambil semua sehingga penilitiannya merupakan penelitian populasi. b) sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek. Populasi sama-sama mempunyai jenis kelamin laki-laki. Mengenai besar kecilnya sampel dari jumlah populasi oleh Suharsimi Arikunto (2002:112). 4. dan dana. 3. 2.36 Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa putra yang ikut dalam UKM bolabasket UNNES yang jumlahnya kurang lebih ada 30 mahasiswa (ada di lampiran). Populasi mempunyai latar belakang yang sama di klub bolabasket masingmasing 3.

jenis data dalam penelitian ini dibagi dua bagian yaitu data yang dapat diukur secara langsung dan data yang diukur secara tidak langsung.37 mahasiswa. Dengan demikian peneliti akan memperoleh hasil yang relevan terhadap obyek yang akan diteliti sehingga dapat dipercaya. Variabel terikat atau Y yaitu : Hasil lay up 3.4 Metode Pengumpulan Data Penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti pada dasarnya harus mengetahui jenis dasar apa yang harus dipakai. Faktor penting dalam penelitian yang berhubungan dengan data adalah metode pengukuran data. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu : a. Data adalah suatu keterangan pendukung penelitian. Survey adalah untuk menentukan keadaan . yakni kebenarannya harus dapat dipercaya. Jenis data yang dibutuhkan tergantung dari tujuan penelitian itu sendiri. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah total sampling. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey tes. Variabel bebas atau X yang terdiri dari dua sub variabel yaitu : Variabel bebas 1 atau X 1 adalah Kecepatan Dribble Variabel bebas 2 atau X 2 adalah Hasil Underbasket b. 2002: 104).3 Variabel Penelitian Variabel adalah gejala yang bervariasi dan menjadi obyek penelitian (Suharsini Arikunto. Menurut Sudjana (2005:7-8) bahwa data harus betul-betul “jujur”. 3. Data yang diperoleh nantinya dianalisis untuk disimpulkan.

Untuk mendapatkan sampel tersebut. 3. untuk hasil underbasket menggunakan tes menembak 30 detik. Adapun jumlah mahasiswa yang tergabung adalah 30 mahasiswa dan diambil semuanya untuk dijadikan sampel dengan teknik pengambilan total sampling.38 dan untuk menentukan itu semua dipergunakan data atau informasi untuk memperoleh melalui proses pengukuran. 1992:124-128).1 Tahap Persiapan Penelitian 3. Langkah berikutnya adalah observasi pada UKM Bolabasket UNNES mengenai jumlah mahasiswa yang tergabung di UKM tersebut.1. Langkah-langkah pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai berikut : semua peserta tes melakukan tes yang meliputi kecepatan dribble menggunakan tes menggiring cepat (dribble zig-zag). untuk hasil lay up menggunakan tes tembakan lay up yaitu melakukan lay up dengan benar sebanyak 8 kali (Imam Sodikun. peneliti harus mengajukan permohonan ijin ke pihak Fakultas yang kemudian diserahkan ke pihak UKM Bolabasket UNNES. Dalam kegiatan pengumpulan data ini. dibagi dua tahap yaitu : tahap persiapan penelitian dan tahap pelaksanaan penelitian.4.1 Cara Mendapatkan Sampel Tabel Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa putra Universitas Negeri Semarang yang tergabung dalam UKM Bolabasket UNNES.4. Metode yang digunakan adalah metode survey tes dan pengukuran dengan alat pengukuran dan dilakukan pengukuran akan data yang merupakan hasil pengukuran data hasil dan tes. .

4. Sesudah melewati kursi terakhir (keenam) untuk memutarinya dan kembali ke garis finish dengan arah yang .3 Waktu Penelitian Waktu pada saat penelitian adalah pada hari selasa tanggal 3 April 2007. Buku dan alat tulis 3. Peluit 8. Stop watch 7.2 Tempat Penelitian Tempat yang digunakan untuk penelitian adalah lapangan bolabasket Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES. Lapangan bolabasket 2.4. Ring basket 2 set 3.5 Instrumen Penelitian Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini ada 3 macam yaitu : 1) Tes kecepatan dribble yaitu melakukan dribble zig-zag yang diukur dengan stopwatch.1. 3.1.1.1. 3. Rool meter 5. pada jam 15. Kerucut besar 6 buah 6. Bola basket 2 buah 4.30 WIB.4.39 3.30 sampai 17.4. Testee menggiring bola berkelok-kelok melewati kursi atau kerucut sesuai dengan arah anak panah.4 Sarana dan Prasarana Penelitian Sarana dan prasarana yang digunakan dalam penelitian antara lain : 1.

Gambar 15 Tes hasil underbasket (Sumber Imam Sodikun. boleh dengan satu tangan atau dua tangan. Jarak antara garis start dengan kursi pertama adalah 2 meter. Menangkap lagi.5 meter. Lihat gambar 14 Gambar 14 Tes kecepatan dribble (Sumber Imam Sodikun. Lihat gambar 15. menembak lagi beberapa kali selama 30 detik. Testee berdiri di bawah basket dengan memegang bola. Ketika mendengar aba-aba ''ya" melakukan tembakan ke basket pada sebelah kanan basket.40 berlawanan. 1992:124) . 1992:128) 2) Tes hasil underbasket yaitu melakukan tes menembak 30 detik. sedang jarak antar kursi 1.

41 3) Tes hasil lay up yaitu dengan tes tembakan lay up sebanyak 8 kali.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian. Kemudian melakukan pemanasan agar tubuh benar-benar siap untuk melakukan tes secara maksimal dan dapat mengurangi terjadinya cedera. 1) Pelaksanaaan tes adalah sebagai berikut : Teste berdiri di belakang garis start dengan memegang bola.4. sampel diberi pengarahan terlebih dahulu tentang apa yang akan dilakukannya nanti. Lihat gambar 16. 1992:125) 3. Gambar 16 Tes tembakan lay up (Sumber Imam Sodikun. Testee berada di tengah lapangan sebelah kanan sambil memegang bola.4.2. 3.1 Tes Kecepatan Dribble Adapun tujuan melakukan tes ini adalah untuk mengukur kecepatan menggiring bola melalui rintangan. Sesudah melewati kursi yang terakhir memutarinya dan kembali ke . Menggiring bola sendiri menuju ke basket dan melakukan tembakan lay up sebanyak 8 kali. Aba-aba "ya" testee menggiring bola kelok-kelok melewati kerucut-kerucut sesuai dengan arah anak panah.

3. Aba-aba "ya" testee melakukan tembakan ke basket. Setelah melewati garis finish petugas mencatat waktu yang telah ditempuh. Jarak antara garis start dengan kursi pertama adalah 2 meter. Menangkap lagi. dan hanya mengambil 1 data yang paling baik diantara keduanya.42 garis finish dengan arah yang berlawanan.2 Tes Hasil Underbasket Adapun tujuan melakukan tes ini adalah untuk mengukur hasil ketrampilan menenbak dari bawah ring basket. yaitu kiri atau kanan − Menggiring dilakukan dengan benar/syah − Urutan kursi harus dilalui berkelok dengan teratur − Percobaan dilakukan 2 kali putaran. 2) Penilaian Skor tes adalah waktu yang ditempuh untuk menggiring mulai dari abaaba "ya" sampai ke garis finis setelah melalui rintangan kursi-kursi dua kali putaran.2.5 meter. Semakin sedikit waktu yang ditempuh berarti kecepatan menggiringnya makin baik. Kemudian petugas mencatat kedua hasil tes. 1) Pelaksanaan tes adalah sebagai berikut : Testee berdiri di bawah basket dengan memegang bola. menembak lagi beberapa kali selama 30 detik. Sedang jarak antara kursi yang lain adalah 1. boleh dengan satu tangan atau dua tangan. Peraturan : − Bola digiring dengan tangan 1. .4.

− Setelah menembak baik masuk atau tidak terus mengambil bola dan menembak lagi.4. sedang skor yang dipakai adalah skor yang terbanyak. 1) Pelaksanaaan tes adalah sebagai berikut : Testee berada di tengah lapangan. ia boleh mengambil dan meneruskan tembakan. − Percobaan dilakukan 2 kali 30 detik. 2) Penilaian Skor Setiap bola masuk diberi skor 1. samping kanan dengan memegang bola. Skor tes adalah jumlah bola yang masuk selama percobaaan 30 detik. 3.3 Tes Hasil Lay Up Adapun tujuan melakukan tes ini adalah untuk mengukur hasil ketrampilan tembakan lay up. Percobaan dilakukan dua kali.43 Peraturan : − Bola boleh ditembak dengan berbagai cara. − Pada saat menggiring bola harus benar. Peraturan : − Bola digiring sendiri dari tengah lapangan. − Bila bola dilepas. Kemudian menggiring bola sendiri menuju ke basket dan melakukan tembakan lay up sebanyak 8 kali dan sebelumnya diberi kesempatan untuk melakukan percobaan terlebih dahulu. .2. Makin banyak skor yang diperoleh makin baik.

Untuk menghindari hal seperti ini. Percobaan dilakukan sebanyak 8 kali. − Posisi tangan pada saat melakukan lay up adalah seperti orang melakukan tembakan. sehingga dapat mempengaruhi hasil penelitian. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dalam hasil penelitian ini adalah : 1) Faktor kesungguhan hati Kesungguhan hati dari setiap sampel tidak sama. peneliti berusaha memberi motivasi kepada sampel agar melaksanakan tes dengan sungguh-sungguh. maka kemampuan sampel juga dapat mempengaruhi hasil penelitian.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penelitian Dalam setiap penelitian hasil yang dicapai berbeda. 2) Faktor kemampuan sampel Setiap sampel pasti memiliki kemampuan dan kondisi fisik serta teknik yang berbeda-beda. hal ini terjadi karena adanya faktor-faktor di luar yang tidak dapat dikendalikan dan mempengaruhi hasil penelitian. Skor tes adalah dihitung semua bola yang sah masuk. 3. 2) Penilaian Tembakan yang sah masuk adalah langkah lay upnya betul dan bola masuk ke basket. . Makin banyak skor tes yang diperoleh makin baik.44 − Langkah untuk melakukan lay up harus benar.

Dasar pengambilannya apabila sebaran nilai residual terstandar tidak membentuk pola tertentu namun tampak random dapat dikatakan bahwa model regresi bersifat homogen. 3. Hasil lay up dengan satuan jumlah. . Apabila nilai p value < 0. Sampel harus dapat berkonsentrasi penuh melakukan tes-tes yang akan dilaksanakan. sedangkan uji keberartian model dengan uji t dan uji F. apabila p value > 0. Apabila nilai p value > 0. Untuk uji linearitas menggunakan uji F. dapat diismpulkan bahwa hubungan kedua variable bersifat liner.45 3) Faktor psikologi sampel Faktor psikologi atau mental membawa pengaruh yang cukup besar dalam hasil penelitian. Pengolahan data ini menggunakan komputerisasi dengan sistem SPSS versi 12. dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.05.05. Hasil underbasket dengan satuan jumlah. Uji homogenitas secara grafis dapat dilihat dari multivariate standardized Scatterplot. Secara teknik meliputi 4 cara karena satuannya berbeda. maka sebelum dilakukan perhitungan statistik deskriptif terlebih dahulu dilakukan transformasi data diubah distandarisasi ke skor T baru kemudian dilakukan perhitungan statistik deskriptif dan juga dilakukan uji persyaratan yakni uji normalitas menggunakan statistik non parametrik dengan kolmogorov-Smirnov tes.6 Analisis Data Bentuk data dalam penelitian ini adalah bentuk angka meliputi : data dari kecepatan dribble dengan satuan detik.05. dapat disimpulkan hipotesis diterima.

9 86-100 25 83.1 Kecepatan Dribble Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melakukan dribble zigzag mencapai 8.0 3 10.1 Deskriptif Variabel Penelitian Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah kecepatan dribble. Ketiga variabel tersebut diukur melalui test.59 detik.5 < t < 55 1 3.3%) mampu memperoleh skor dribble antara 86-100 karena dapat menempuh waktu dribble kurang dari 9.1 Tabel 4.3 4 9.5 76-85 3 10.1. Test dilakukan pada 30 mahasiswa yang mengikuti UKM Bolabasket UNNES Tahun 2007.0 < t < 11.3 2 10.1.9 < t < 10.97 detik.1. sebanyak 25 teste (83.5 55-65 0 0. hasil underbasket dan hasil lay up.1 Distribusi Frekuensi Waktu yang Dibutuhkan dalam Melakukan Test Kecepatan Dribble No Interval waktu (detik) Skor Frekuensi Persentase 1 11.38 detik dan waktu paling lambat untuk melakukan dribble 11.0 66-75 1 3.1 Hasil Penelitian 4.5 < t < 11.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Dari 30 teste waktu paling cepat 7. Lebih jelasnya gambaran tentang waktu tempuh untuk melakukan dribble dapat dilihat pada tabel 4. dan 3 teste (10%) memperoleh skor 76-85 karena mampu melakukan .9 detik.0 5 t < 9. 4.3 Jumlah 30 100 Terlihat dari tabel 4.

Tabel 4. selebihnya 1 teste (3. namun masih ada 3 teste (10%) memperoleh skor 66-75 karena mampu melakukan underbasket sampai 15 kali.0 3 10.3%) memperoleh skor antara 76-85 karena mampu melakukan underbasket antara 16-17 kali selama 30 detik bahkan sebanyak 2 teste (6.2 Hasil Underbasket Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan teste dalam melakukan underbasket mencapai 15 kali masuk selama 30 detik.5 detik.3%) memperoleh skor < 55 karena melakukan dribble dengan waktu > 11. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Dari 30 teste kemampuan tertinggi mencapai 19 kali dan terendah 9 kali.47 dribble dengan waktu 9.9 < t < 10.7%) memperoleh skor antara 86-100 karena mampu melakukan underbasket antara 18-34 kali.7 30 100 Terlihat dari table 4.5 < t < 11.0 13 43.0 detik dan sebanyak 1 teste (3.1.2.5 detik.3%) memperoleh skor 66-75 karena mampu melakukan dribble dengan waktu 10.1.3 2 6.0 3 10. 4.2 Distribusi Frekuensi Hasil Underbasket No 1 2 3 4 5 Hasil Underbasket < 13 14 15 16-17 18-34 Jumlah Skor < 55 55-65 66-75 76-85 86-100 Frekuensi Persentase 9 30. sebanyak 13 teste (43. sebanyak 3 teste (10%) memperoleh skor 55-65 karena mampu melakukan melakukan underbasket sampai 14 kali dan sebanyak 9 teste (30%) hanya mampu .2.

3 33.1.0 100 Terlihat dari tabel 4.48 melakukan underbasket kurang dari atau sama dengan 13 dan memperoleh skor kurang dari 55. sebanyak 12 teste (40%) telah mampu melakukan lay up sampai 8 kali masuk atau memperoleh skor 100.3%) telah melakukan lay up sampai 5 kali atau memperoleh skor 63.3%) mampu melakukan lay up hingga 7 kali masuk atau memperoleh skor 88. 4. 4.2. 4.1.3.3 40.2 Uji Prasyarat Pengujian hipotesis dalam penelitian ini digunakan analisis regresi dengan syarat bahwa data berdistribusi normal dan linier. Kenormalan data dapat dilihat dari uji . sebanyak 10 teste (33.1.3 Hasil Lay up Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan lay up mencapai 7 kali masuk dari 8 kali test lay up.3 13. Dari 30 teste kemampuan terendah 5 kali masuk dan paling tinggi 8 kali masuk.3%) telah melakukan lay up sampai 6 kali atau memperoleh skor 75 dan 4 teste (13.1 Uji Normalitas Data Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam analisis regresi adalah data dan model regresi berdistribusi normal.1.3 Distribusi Frekuensi Hasil Lay up Hasil lay up 5 kali 6 kali 7 kali 8 kali Jumlah Skor 63 75 88 100 Frekuensi 4 4 10 12 30 Persentase 13. Tabel 4. sebanyak 4 teste (13.

233 .00000 . Hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat dari output SPSS versi 12 seperti pada tabel 4.0000 10.b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.101 . untuk variabel hasil underbasket (X2) sebesar 0.4 Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test X1 N Normal Parameters a. b. Data dianalisis dengan bantuan komputer program SPSS versi 12 Windows 2000.4 pada baris asymp.00000 .095 -. Test distribution is Normal.4.233 1.00000 .05 dapat disimpulkan bahwa hubungannya bersifat linier. Apabila nilai signifikansi > 0.0000 10. Mean Std.177 dan untuk variabel hasil lay up (Y) sebesar 0.546 X2 30 50.05 yang berarti bahwa Ho diterima atau data dari masing-masing variabel berdistribusi normal.1. .2. Jika probabilitas > 0. 4.076. Deviation Absolute Positive Negative 30 50.201 1.146 .05 maka data penelitian berdistribusi normal.076 Terlihat dari tabel 4.49 normalitas Kolmogorov-Smirnof dari masing-masing variabel.201 . Calculated from data.0000 10.109 -. Nilai signifikansi dari masing-masing variabel > 0. (2-tailed) a.799 .146 . Tabel 4.278 . Sig. Sig untuk dua sisi diperoleh nilai signifikansi variabel kecepatan dribble (X1) sebesar 0.177 Y 30 50. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas.546.171 -.2 Uji Linieritas Uji linieritas dapat dilihat dari nilai signifikansi dari deviation of linierity untuk X1 terhadap Y dan X2 terhadap Y.

267.400 72.180 Sig.400 1873.711 1040.5 Hasil Uji Linieritas Hubungan antara Kecepatan Dribble dengan Hasil Lay up ANOVA Table Sum of Squares 2854.000 df 27 1 26 2 29 Mean Square 105.5.180 dengan nilai signifikansi 0.000 df 9 1 8 20 29 Mean Square 183.330 F 2. .403 1040. 2.688 981.313 2900.656 F 4.267 Y * X1 Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Terlihat pada tabel 4.288 45.317 3. Nilai signifikansi tersebut melebihi 0.5.6 Hasil Uji Linieritas Hubungan antara Hasil Underbasket dengan Hasil Lay up ANOVA Table Sum of Squares 1653.50 1.947 16. yang berarti bahwa hubungan kedua variabel bersifat linier.667 43.6.700 1.729 981.05. Uji Linieritas Hubungan antara Kecepatan Dribble dengan Hasil Lay up Hasil uji linieritas hubungan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up dapat dilihat pada tabel 4.333 Y * X2 Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total . Tabel 4.559 62.001 .475 1246.928 612.228 Sig.021 .022 . nilai F hitung untuk deviation from linerity sebesar 3. Tabel 4.597 2900. Uji Linieritas Hubungan antara Hasil Underbasket dengan Hasil Lay up Hasil uji linieritas hubungan antara hasil underbasket dengan hasil lay up dapat dilihat pada tabel 4.050 22. .928 76.192 .

1. nilai F hitung untuk deviation from linerity sebesar 1.228 dengan nilai signifikansi 0. Nilai signifikansi tersebut melebihi 0.05.2.3 Uji Homogenitas Uji homogenitas secara grafis dapat dilihat dari multivariate standardized Scatterplot. Scatterplot Dependent Variable: Y 2 Regression Studentized Residual 1 0 -1 -2 -3 -4 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value Grafik 1 Scatterplot Pengujian Homogenitas Model Regresi .6. 4.51 Terlihat pada tabel 4.333. yang berarti bahwa hubungan kedua variabel bersifat linier. Dasar pengambilannya apabila sebaran nilai residual terstandar tidak membentuk pola tertentu namun tampak random dapat dikatakan bahwa model regresi bersifat homogen atau tidak mengandung heteroskedastisitas. Hasil uji homogenitas menggunakan program SPSS dapat dilihat pada grafik berikut.

329. titik-titik tersebar tidak teratur (acak) dan berada di atas maupun di bawah nol sumbu vertikal. dengan koefisien regresi untuk variabel kecepatan dribble sebesar 0.161 .52 Terlihat dari grafik 1 di atas. Dependent Variable: Y Berdasarkan hasil analsis regresi pada tabel 4.574 Sig. diperoleh konstanta sebesar 10.7.414.329 + 0.221 . 4.1.7 Tabel 4.253 2.161 Standardized Coefficients Beta .380 .414 .026 .414 .414 X2 Keterangan: ^ Y X1 X2 : nilai prediksi hasil lay up : kecepatan dribble : hasil underbasket .380X1 + 0.380 . yang berarti bahwa model regresi bersifat homogen. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran dan tercantum pada tabel 4.016 Correlations Partial .246 .362 2.7 Model Regresi dan Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. B Error 10.380 dan untuk variabel hasil underbasket sebesar 0. . Dengan konstanta dan koefisien regresi tersebut diperoleh model regresi: ^ Y = 10.414 t 1.329 8.3 Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji parsial dan uji simultan.444 Model 1 (Constant) X1 X2 a.

444. Berdasarkan tabel 4. diperoleh koefisien korelasi parsial untuk variabel kecepatan dribble sebesar 0.53 Model regresi tersebut menunjukkan bahwa setiap terjadi kenaikan satu satuan kecepatan dribble akan diikuti dengan kenaikan hasil lay up sebesar 0.7 juga diperoleh koefisien korelasi parsial untuk variabel hasil underbasket sebesar 0. artinya jika terjadi perubahan kecepatan dribble dan hasil underbasket ke arah positif pada pemain bola basket akan diikuti dengan kenaikan kemampuan lay up.7.1 Uji Parsial Model regresi tersebut diuji kebermaknaannya menggunakan uji parsial.380 apabila variabel hasil underbasket dikontrol.05. begitu juga sebaliknya. sebaliknya setiap terjadi kenaikan satu satuan kemampuan underbasket akan diikuti dengan peningkatan kemampuan lay up sebesar 0. 4. Secara umum menunjukkan bahwa kecepatan dribble dan hasil underbasket berbanding lurus dengan kemampuan lay up. Karena nilai thitung > ttabel dan p value < 0.026. Pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 30-2-1 = 27.414. dengan kata lain ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up pada UKM Bolabasket UNNES Tahun 2007.05.1.414 apabila variabel kecepatan dribble dikontrol.3. yang menunjukkan besarnya hubungan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up apabila hasil underbasket dikontrol.362 dengan p value 0. Terlihat dari tabel 4. diperoleh ttabel = 2. menunjukkan bahwa Ha diterima. Korelasi tersebut diuji kebermaknaannya dengan uji parsial diperoleh thitung = 2. yang menunjukkan besarnya koefisien .

Karena nilai thitung > ttabel dan p value < 0.000. X1 b.574 dengan p value 0. Dependent Variable: Y Terlihat dari tabel 4. F Change .05. 0.8. menunjukkan bahwa Ha diterima. hasil pengujian secara simultan diperoleh F hitung sebesar 11.685 termasuk dalam interpretasi cukup berhubungan.8. X2.000 a.685a . Karena nilai F hitung > Ftabel dan p value < 0.05. dengan kata lain ada hubungan yang signifikan antara hasil underbasket dengan hasil lay up pada UKM Bolabasket UNNES Tahun 2007. Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 245). Pada taraf signifikansi 5% dengan dk 1 = 2 dan dk 2 = 27. Pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 30-21 = 27.8 Uji Simultan Model Summaryb Change Statistics df1 df2 2 27 Model 1 R R Square . . Tabel 4.685. model regresi juga diuji kebermaknaannya secara simultan menggunakan uji F.1. diperoleh ttabel = 2.912 dengan p value = 0.354.05.2 Uji Simultan Di samping uji parsial.54 korelasi antara hasil uderbasket dengan hasil lay up apabila kecepatan dribble dikontrol.016. Predictors: (Constant). Besarnya korelasi secara simultan sebesar 0. dengan kata lain ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil lay up pada UKM Bolabasket UNNES Tahun 2007. 4.912 Sig. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Korelasi tersebut diuji kebermaknaannya dengan uji parsial diperoleh thitung = 2.469 F Change 11. dapat disimpulkan bahwa Ha diterima.3. diperoleh Ftabel = 3.

hingga seolah-olah bola itu diletakkan ke dalam basket yang didahului dengan gerakan dua langkah diteruskan dengan tembakan. 1992:64). diteruskan dengan memasukkan bola (Imam Sodikun.05.05) dan p value = 0. Pada lompatan terakhir ini pada posisi setinggi-tingginya mendekati basket. sebab dilakukan pada jarak yang sedekat-dekatnya dengan basket.1 Hubungan antara Kecepatan Dribble dan Hasil Lay up Hasil pengujian hipotesis I yang menyatakan ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up diterima. Selain itu terbukti dengan hasil uji parsial diperoleh thitung = 2.414. Seperti yang diungkap pula oleh Sukintaka (1979:23) yang menyatakan bahwa tembakan lay up merupakan tembakan yang dilakukan dengan jarak yang dekat sekali dengan basket. . Dengan lay up jarak tembakan diperdekat dengan basket dengan melakukan lompat–langkah–lompat. Lay up merupakan jenis tembakan yang efektif.2 Pembahasan 4. Apabila lay up ini dilakukan secara baik dapat menguntungkan.362 > ttabel (2.026 < 0. Korelasi parsial yang bertanda positif tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan dribble akan diikuti dengan perubahan hasil lay up ke arah yang lebih baik.55 4.2. Besarnya hubungan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up sebesar 0. Hal ini terjadi karena sampel melakukan dribble dengan cepat untuk memperoleh langkah dan tolakan yang maksimal sehingga dapat melakukan lay up secara maksimal pula. begitu juga sebaliknya semakin berkurang kecepatan dribble akan diikuti dengan penurunan hasil lay up.

Besarnya hubungan antara . Dribble merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bolabasket dan penting bagi permainan individual dan tim. Pada dasarnya lay up ini dapat diawali dengan dribble.2 Hubungan antara Hasil Underbasket dan Hasil Lay up Hasil pengujian hipotesis II menyatakan bahwa ada hubungan antara hasil underbasket dan hasil lay up diterima.05. Dribble merupakan suatu cara membawa bola sambil bergerak dengan cara memantulkannya ke lantai menggunakan salah satu tangan.05) dan p value = 0. sebab akan menghasilkan lompatan yang sedekat mungkin dengan basket sehingga berpeluang besar dapat memasukkan bola.2. Ketika melakukan lay up selain melakukan langkah yang benar (dua kali langkah). Menurut Imam Sodikun (1992:58).016 < 0.574 > ttabel (2. Dengan demikian semakin tinggi kecepatan dribble dari pemain akan diikuti dengan perubahan hasil lay up yang lebih baik. terbukti dari hasil uji parsial diperoleh thitung = 2. diperlukan pula tolakan yang kuat untuk melompat mendekatkan bola ke basket.56 Hubungan kecepatan drible dan lay up adalah bahwa semakin cepat melakukan dribble maka dapat mengambil awalan pada tolakan petama dan kedua secara maksimal dan dapat melakukan lay up secara maksimal pula. Di samping itu dengan semakin cepat pemain melakukan dribble maka semakin sulit lawan untuk menghalangi seorang pemain. Tolakan ini dapat dilakukan secara maskimal apabila pemain memiliki kecepatan awalan (dribble) yang tinggi. salah satu manfaat dribble adalah membuat peluang untuk menembak dan melakukan lay up. sehingga berpeluang besar dapat melakukan lay up. 4.

Mulai dengan sikap seimbang pada sudut 45 derajat dengan papan yaitu.444. . underbasket merupakan menembak dari sudut 45 derajat dari setiap arah ke keranjang. begitu sebaliknya. Hasil underbasket. merupakan faktor yang penting dalam melakukan lay up. Dari analisis ini menunjukkan bahwa semakin tinggi hasil underbasket akan diikuti dengan perubahan hasil lay up semakin baik.57 antara hasil underbasket dan hasil lay up sebesar 0. jarak antara kotak dan tengah-tengah pada lane.3 Hubungan antara Kecepatan Dribble dan Hasil Underbasket dengan Hasil Lay up Kecepatan dribble yang tinggi dan diikuti dengan kemampuan melakukan underbasket secara baik merupakan kunci keberhasilan pemain melakukan lay up. Lay up selain dibutuhkan tolakan yang kuat untuk mendekatkan diri ke basket. Hasil underbasket yang tinggi menunjukkan kemampuan pemain untuk memasukkan bola ke basket. Jarak tepi sudut melebar ketika anda bergerak keluar disebut (45 degree funnel / cerobong 45 derajat). Menurut Hal Wissel (2000:67). Pada underbasket pemain dapat menembakkan bola ke puncak sudut boks sudut kotak dari papan sehingga berpeluang besar dapat masuk ke basket. Pemain yang mampu melakukan lompatan setinggi mungkin akan menjadi sia-sia apabila tidak diimbangi dengan kemampuan melakukan underbasket yang baik.2. 4. diperlukan pula keterampilan pemain untuk mendekatkan bola ke basket. Dengan demikian kemampuan underbasket merupakan puncak keberhasilan untuk melakukan tembakan lay up setelah melakukan dribble dan langkah yang benar. Kemampuan pemain dalam melakukan underbasket memberikan kontribusi yang lebih tinggi dalam memasukkan bola ke basket.

Faktor-faktor tersebut adalah faktor fisik dan teknik yang dimiliki oleh masing-masing sampel.912 > Ftabel (3. hasil underbasket dan hasil lay up sebesar 0. underbasket.685. Besarnya hubungan tersebut menunjukkan bahwa hasil lay up akan dapat optimal apabila adanya kecepatan dribble dan hasil underbasket yang tinggi secara bersama-sama. Besarnya hubungan antara kecepatan dribble.05.000 < 0. Faktor inilah yang harus dikuasai dengan baik supaya pada saat melakukan dribble. Sedangkan selebihnya hubungan sebesar 0. dan lay up akan lebih maksimal dan akan mnyebabkan hubungan yang lebih erat. .58 Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji simultan (uji F) diperoleh Fhitung sebesar 11. Keduanya harus saling melengkapi untuk dapat memperoleh suatu rangkaian gerakan lay up yang optimal.354) dan p value = 0.315 dipengaruhi oleh faktor lain. Lay up tidak akan berhasil secara optimal apabila hanya memiliki kecepatan dribble atau hasil underbasket saja.

3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecepatan dribble dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket.2 Saran 1.BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5. Melihat bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up. maka disarankan kepada pelatih atau guru penjas untuk memberikan latihan underbasket untuk melatih keterampilan menembak ketika melakukan tembakan lay up. maka disarankan kepada pelatih atau guru penjas untuk memberikan latihan dribble sebagai dasar untuk melakukan tembakan lay up. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up permainan bola basket. 2. . Ada hubungan yang positif dan signifikan antara hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket. pada 5. 2. Melihat bahwa ada hubungan yang signifikan antara hasil underbasket dengan hasil lay up.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil beberapa simpulan. antara lain : 1.

Hasil penelitian ini sebagai dasar bagi peneliti lain agar dapat membuat bentuk variasi latihan guna menunjang kemampuan lay up pada permainan bola basket.60 3. Disarankan kepada peneliti lain untuk mengkaji lebih mendalam tentang kontribusi kedua komponen (kecepatan dribble dan underbasket) melalui latihan yang bervariasi. .

Ketrampilan Bolabasket. Jakarta : PB PERBASI. 2000. PB. Statistik Jilid 2. PERBASI. Sumiyarso. 1978. Sarumpaet. 2006. Peraturan Resmi Permainan Bolabasket. Vic. PB. Belajar Motorik. 2005. 2002. dkk. Jakarta : PT Rineka Cipta. Kamus Besar Bahasa Indonesia.A. Bolabasket Untuk Semua Buku Pegangan Bagi Pecinta Bolabasket. 2000. Petunjuk Untuk Para Pemain dan Pelatih Bola basket. Jakarta : Depdikbud Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. 1992.Ray. D. . Metoda Statistika. Bandung : TARATE. Yogyakarta : Andi Offset. Sutrisno. A. Suharsimi. Sodikun. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. U. 1982. 2004. Irsyada. Depdiknas. Sudjana. Jakarta : Balai Pustaka. Dedy. Olahraga Pilihan Bola Basket. 1992.S. Thomas Publesher. 1979. Jakarta: Dirjen Dikti Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan. Jakarta : Depdikbud Dirjen Dikti Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan. Permainan dan Metodik. Collins. Hadi. Hadi. 2002. A Comprehensive Guide to Sport Skills Tests and Measurement.DAFTAR PUSTAKA Ambler. PERBASI. Permainan Besar. Bola Basket. Machfud. 2005. Charles C. Arikunto. Bandung : TARSITO. Jakarta : PB PERBASI. 2006. Imam. Semarang : Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Pionner. Sukintaka. Rubianto. Bandung : CV.

Hal.... 2000... Jakarta : PT. .... Raja Grafindo Persada. Jakarta : PT...... Bola Basket Dilengkapi Dengan Program Pemahiran Teknik Dan taktik....... Bola Basket Dilengkapi Dengan Program Pemahiran Teknik Dan taktik. . Raja Grafindo Persada..1996.62 Wissel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful