ARTIFICIAL LIFT

JENIS-JENIS
 Sucker rod Pump (SRP)  ESP (Electric Submersible Pump)  Gas lift  PCP (progressive Cavity Pump)  Plunger Lift

GAS LIFT
Operasi gas lift dilakukan dengan menginjeksikan gas bertekanan tinggi >250 psi (dari kompressor atau sumur gas HP) kedalam kolom minyak didalam sumur dengan meringankan kolom minyak dan mengangkatnya (dengan tenaga ekspansi gas tsb) kepermukaan. Hal ini tergantung : a. Jumlah gas yang dijeksikan b. Tekanan injeksi c. Kedalaman titik injeksi yang dapat dicapai

Gas lift dapat di bagi dua, yaitu :
a. Continous gas lift b. Intermittent gas lift

Sucker Rod Pump
SRP umumnya digunakan didunia perminyakan karena relatif murah dan mudah pengoperasiannya. Prisip kerjanya dengan mengangkat fluida dengan energi dari prime mover permukaan yang ditransfer ke subsurface pump yang diletakkan di dalam sumur.

SRP dapat dikelompokkan berdasarkan lokasi counterbalance, yaitu : a. Cank balanced-conventional dan Mark II b. Beam balanced – conventinal c. Air balanced- front mounted d. Non beam pumping unit

Electric Submersible Pump
ESP mulai intensif digunakan didunia perminyakan karena mampu mengangkat minyak dengan rate yang besar. Prinsip kerjanya mengangkat fluida dengan energi motor yang ditransfer ke subsurface pump yang semuanya diletakkan didalam sumur. ESP umumnya terdiri dari : a. Electric motor b. Seal section, intake section c. Multistage centrifugal pump d. Transformer e. Electeric cable, surface switchboard, junction box

Plunger Lift
Plunger lift merupakan metode dengan prinsi seperti gas lift, dimana fluida diangkat dengan bantuan gas. Pada metode ini diletakkan pompa dalam sumur yang terletak diantara fluida yang diangkat (minyak/air) dengan fluida pengangkat (gas).

Progressive Cavity Pump ENHANCED OIL RECOVERY
EOR merupakan sebuah metode yang menggunakan tenaga atau material

flue gas DRILLING ENGINEER CONTENT  Sejarah Pemboran  Tipe-Tipe Rig  Sistem Di Rig a. surfactant. namun sumur ini gagal menghasilkan minyak. Sistem Tenaga e. Titik balik Industri minyak di Indonesia terjadi ketika pada tahun 1885. yang menemukan minyak pada kedalaman 69 kaki.J. Pennsylvania. nitrogen. polymer flooding Miscible flooding : HC gas. Amerika Serikat pada tahun 1859. A. CO2. seorang pemimpin perkebunan tembakau Belanda berhasil menemukan sumur Telaga Tunggal I yang bernilai komersial di daerah .dari luar untuk mengambil hidrokarbon yang tidak dapat diambil. caustik. Sistem Sirkulasi d. Pemboran minyak pertama di Indonesia telah dilaksanakan pada tahun 1871 di desa Maja.  Chemical methods : polymer.  Water flooding  Thermal methods : steam stimulation. Sistem Angkat c. steamflooding. Majalengka. Jawa Barat oleh seorang pengusaha Belanda benama Jan Reerink. Sistem Putar b. hot water drive dan insitu combustion. Zijkler. BOP System  Casing  Lumpur Pemboran Sejarah Pemboran Pengusahaan secara modern minyak bumi dunia terjadi pada saat pemboran minyak bersejarah yang dilakukan oleh Kolonel William Drake di Titusvile.

Inilah yang menjadi titik pangkal pendirian perusahaan raksasa yang terkenal dengan nama The Royal Dutch pada Tanggal 16 Juli 1890 Segeralah berdiri pabrik penyulingan di Pangkalan Brandan dan pipa-pipa serta tangki-tangki dan kapal-kapal tanker. era baru Industri Perminyakan bagi Republik Indonesia dimulai. SEJARAH TEKNOLOGI PEMBORAN Kolonel William Drake di Titusvile. Pada Tanggal 1 Maret 1892 pabrik mulai berproduksi dan hasilnya mulai dijual dan bersaing di pasaran bebas dunia dengan Minyak Amerika. Pangkalan Brandan. Penemuan ini pada tahun 1902 melahirkan suatu perusahaan minyak Belanda yang bernama "Bataafsche Petroleum Maatschappij". pada tahun 1939.000 barrel perhari karena disebabkan peperangan-peperangan di Indonseia. Pennsylvania. Sumatera Utara. jumlah produksi minyakbumi Indonesia adalah rata-rata perhari adalah sebesar 170. Rusia dan Cina. salah satu dari tujuh perusahaan minyak terbesar di dunia. Hampir pada waktu yang sama di Jawa Timur beroperasi suatu perusahaan Belanda lain yang benama "Dordtsche Petrolewn Maatschappif' yang pada tahun 1893 melakukan pemboran sumur Ledok yang menghasilkan lapangan minyak Ledok. dengan upacara serah terima antara pihak Jepang dengan pihak Republik Indonesia. Pemboran dilakukan setelah ditemukan indikasi adanya minyak bumi di bawah permukaan. menemukan minyak pada kedalaman 69 kaki dengan menggunakan teknologi pemboran tumbuk (Seperti mengebor air saat ini).000 barrel .M Sebelum perang dunia II meletus.P. Tambang-tambang minyak yang tadinya dikuasai Jepang segera diambil alih.Telaga Said.P. Perusahaan "Dordtsche" kemudian diambil alih oleh B.M. disingkat B. Tambang minyak yang pertama kali dikuasai oleh Republik Indonesia adalah tambang minyak Pangkalan Brandan. Angka ini mulai menurun selama kurun waktu 1942-1948 menjadi dibawah 100. Amerika Serikat pada tahun 1859. . Pemboran dilakukan dengan menggunakan bambu/kayu sampai menembus kedalaman 21 meter di bawah permukaan bumi. yang kemudian lebih dikenal sebagai perusahaan SHELL. Sumatera Utara. Setelah menyerahnya Jepang dan Lahirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pemboran ini berlangsung sampai adanya teknologi pembuatan besi dan baja di awal tahun 1900-an.Setelah itu banyak pemboran sumur minyak dilakukan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. TAHAP PERSIAPAN PEMBORAN  Persiapan :  lokasi  sumur air/persediaan air  peralatan pendukung  Pengiriman Peralatan  Darat  Air  Udara  Man power :  Kontraktor  Operator sumur  Service company  Konsultan Khusus  Persiapan Rig dan Pendiriannya  Kedatangan  Pemasangan  Pendirian  Cek  Power System Merupakan sistem daya yang digunakan selama operasi pemboran berlangsung .

Terdiri dari: • • • • Drum Brakes Transmisi Cathead • Circulating System • Fungsi : untuk memindahkan serpih bor (rock cutting) dari lubang sumur pada saat pemboran berjalan dgn fluida pemboran. Berfungsi untuk memudahkan penanganan beban berat secara mekanis. Drilling Line. Hoisting System Alat untuk menaikkan dan menurunkan drill string. Sistem sirkulasi terdiri dari :     pompa lumpur mud pit peralatan campuran lumpur peralatan pembersih kontaminan Aliran fluida pemboran: fluida pemboran/lumpur pemboran mengalir dengan siklus : . Drawworks: menyediakan hoisting dan breaking power yang dibutuhkan untuk mengangkat dan menurunkan rangkaian pipa. Traveling Block. casing string atau peralatan-peralatan lain Terdiri Dari : • • • • Supporting stucture Hoisting equipment Derrick: menyediakan kebutuhan ketinggian vertikal untuk menaikkan atau menurunkan pipa ke dalam lubang. Block & Tackle: terdiri dari Crown Block.

Rotating System Merupakan semua peralatan yang membuat bit berputar terdiri dari :     Swivel Kelly (jarang digunakan lagi) Rotary drive Rotary table (sekarang jarang digunakan. digantikan dengan top drive) Drill pipe Drill collar Bit    BLOW OUT PREVENTER SYSTEM Sistem yang berfungsi untuk mencegah semburan liar fluida (kick/blow-out) dari dalam formasi batuan melalui lubang bor akibat tekanan yang tinggi .         Tanki baja Pompa lumpur Saluran permukaan. tekanan tinggi Drilling string Bit Nozzle bit Annulus drillingstring – lubang sumur Peralatan pembersih kontaminan Suction tank ROTATING SYSTEM Sistem penggerak putar yang meneruskan gaya putar dari permukaan ke dalam lubang bor.

Casing program: Conductor casing Surface casing Production casing Lumpur Pemboran Definisi: campuran fluida yang komplek yang terdiri atas zat kimia dan padatan yang secara terus menerus dipompakan dan disirkulasikan dari mud pits dgn tekanan tinggi ke lubang sumur melalui drill string dan kembali ke permukaan melalui annulus selama proses pemboran.Casing Fungsi:  mencegah lubang sumur collapse  mengisolasi fluida di lubang sumur dgn fluida di formasi  meminimisasi kerusakan karena proses pemboran dan lingkungan bawah permukaan  menyediakan konduit yang tahan tekanan dan temperatur tinggi  mengisolasi hubungan antara formasi/reservoir di lubang sumur. Fungsi lumpur pemboran :  Mengontrol tekanan hidrostatik  Mengangkat cutting dari dasar sumur  Membentuk Mudcake yang tipis dan licin  Mendinginkan dan mselumasi drill string sehingga bisa mengurangi panas yang diderita  Cutting Suspension  Media Logging  Mencegah terjadinya collapse dari dinding sumur .

.  Untuk melihat kualitas dari proses primary cementing dan secondary cementing dilakukan dgn CBL.Penyemenan Penyemenan atau cementing adalah sutau proses pendorongan bubur semen ke dalam lubang sumur melalui casing menuju annulus casingformasi dan dibiarkan untuk beberapa saat hingga mengering dan mengeras sehingga dapat melekatkan casing dgn formasi.  Untuk mendapatkan kualitas bubur semen yang baik maka perlu ditambahkan zat additif yang sesuai dengan keadaan formasi. Semen : zat yang mampu mengeras didalam air. menutup lubang perforasi. agar pemboran dapat dilanjutkan  Primary cementing  Secondary cementing Proses penyemenan untuk memperbaiki penyemenan pertama yang tidak sempurna (terdapat celah-celah yang tidak tersemen). Komponen dari bubur semen antara lain:  Zat cair (air atau minyak)  Semen. Tujuan penyemenan casing adalah:  Melekatkan casing dengan formasi  Mencegah terjadinya hubungan antar formasi  Menjaga dari tekanan formasi yang berlebihan  Mencegah korosi • Mengisolasi zona berbahaya. dan menutup formasi untuk membelokkan lubang pemboran.

dan kondisi reservoir itu sendiri” PROBLEM KEPASIRAN  Problem kepasiran adalah ikut terproduksinya pasir bersama dengan aliran fluida reservoir. berumur batuan tersier terutama pada seri miocene  PENYEBAB: . Menurunnya Produktifitas Formasi B. Problem ini umumnya terjadi pada formasiformasi yang dangkal.Tenaga Pengerukan ( drag force ) . karakteristik fluida reservoir.WELL PERFORMANCE IDENTIFIKASI PROBLEM PRODUKSI Pada prinsipnya problem produksi yang mengakibatkan tidak optimumnya produksi minyak di suatu sumur dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok : A.Penurunan Kekuatan Formasi . Menurunnya Laju Produksi MENURUNNYA PRODUKTIFITAS FORMASI  PROBLEM KEPASIRAN  PROBLEM CONING ( GAS DAN AIR) MENURUNNYA LAJU PRODUKSI • • • PROBLEM SCALE PROBLEM KOROSI PROBLEM PARAFIN SEBAB-SEBAB TERJADINYA PROBLEM PRODUKSI “Problem produksi yang terjadi sangat bergantung pada karakteristik batuan reservoir.

Penurunan Tekanan Formasi . sehingga minyak makin . pipa alir. seperti pada matrik dan rekahan formasi. Penyebab terjadinya Coning  Adanya tekanan drowdown yang besar di sekitar lubang sumur  Reservoir dengan permeabilitas tinggi menunjukan kecenderungan terjadinya masalah coning rendah karena tekanan drawdown di sekitar lubang sumur kecil. pipa selubung.Tingginya Kapasitas Produksi .. turunnya temperatur dan tekanan.  Laju produksi yang melebihi laju alir kritis water coning dan gas coning Scale  Scale merupakan endapan yang terbentuk dari proses kristalisasi dan pengendapan mineral yang terkandung dalam air formasi  Pembentukan scale biasanya terjadi pada bidang-bidang yang bersentuhan secara langsung dengan air formasi selama proses produksi. rangkaian pompa dalam sumur (downhole pump). serta peralatan produksi di permukaan (surface facilities) Endapan Parafin Parafin adalah unsur-unsur pokok yang banyak terkandung dalam minyak mentah.Penambahan Saturasi Air Water Coning & Gas Coning “ Water coning dan gas coning adalah peristiwa terproduksinya air dan gas lebih awal dari perkiraan akibat adanya gangguan kesetimbangan dari gradient tekanan dan gaya gravitasi dalam aliran fluida”. kandungan wax (lilin) di dalam crude oil. Jenis kerusakan akibat endapan organik ini umumnya disebabkan oleh perubahan komposisi hidrokarbon . pipa produksi. lubang sumur.

Secara umum rumus parafin adalah CnH2n+2. Hal ini dapat terjadi oleh lingkungan dengan peristiwa kimia atau elektrokimia sehingga timbul kesetimbangan antara logam dengan lingkunganya RESERVOIR ENGINEERING PENENTUAN CADANGAN .mengental (pengendapan parafinik) dan menutup pori-pori batuan.  Aliran cairan yang tidak tetap dan tidak merata.  Terhentinya aliran fluida Tempat terbentuknya endapan parafin  Sepanjang zona perforasi  Tubing  Flow line  Separator  Stock tank PENGERTIAN KOROSI Korosi merupakan suatu proses penurunan mutu suatu material logam. Penyebab Problem Parafin  Turunnya tekanan reservoir  Hilangnya fraksi ringan minyak  Pemindahan panas dari minyak ke dinding pipa dan diteruskan ke tempat sekitarnya.  Kecepatan aliran dan kekasaran dinding pipa.

8% dari jumlah lapangan.91% lapangan minyak dunia mengandung 76% total cadangan minyak dunia. • Cadangan hidrokarbon adalah volume hidrokarbon yang mengisi pori-pori batuan yang oleh suatu sebab terperangkap dan terakumulasi dalam suatu reservoir dengan bentuk dan kondisi tertentu. gas alam. yang dianggap bernilai komersial untuk diambil dari reservoir dengan menggunakan teknologi yang ada pada suatu saat dalam keadaan ekonomi dan dengan peraturan yang berlaku pada saat yang sama PENENTUAN CADANGAN Facts and Figures: • • Jumlah lapangan minyak (in terms of reservoir) di dunia yang diketahui = 30. • • • . Lapangan minyak terbesar di dunia: Ghawar dengan cadangan 11. 26% berikutnya terkandung di 0. Ultimate recovery adalah taksiran tertinggi dari jumlah hidrokarbon yang mungkin dapat diproduksikan ke permukaan sampai batas ekonomisnya. Initial hydrocarbon in place adalah jumlah hidrokarbon yang mula-mula ada di dalam reservoir. Lebih dari 50% cadangan minyak dunia (71. kedua Burgan dengan 9. Cadangan minyak Indonesia = 5 milyar barrel. gas condensate. sulfur).000 lapangan dengan cadangan 140. 0.1% dari jumlah lapangan).. • • Istilah…. fasa cair yang diperoleh dari gas alam.Faktor penting dalam pengembangan reservoir dan perencanaan produksi : • • Perkiraan volume awal hidrokarbon di tempat (initial volume in place) Volume hidrokarbon yang dapat diperoleh (recoverable volume) à reserve atau cadangan PENENTUAN CADANGAN Definisi cadangan: Perkiraan jumlah minyak mentah. Recoverable reserves adalah cadangan hidrokarbon yang dapat diproduksikan ke permukaan sesuai dengan kondisi yang ada pada saat itu.400 Mton.000 Mton) terkandung hanya di 33 lapangan minyak (0. dan material lainnya (mis.000 Mton.800 Mton.

mula- PENENTUAN CADANGAN Besar cadangan diperkirakan berdasarkan • • data hasil interpretasi geologi dan data engineering yang tersedia pada suatu waktu Besar cadangan dapat berubah selama masa produksi sejalan dengan • bertambahnya data/informasi reservoir keadaan ekonomi yang memaksa adanya perubahan Menghitung cadangan pada tahap sebelum produksi: • • metode volumetrik (yang bersifat deterministik) metode probabilistik (mis. makin baik perkiraan volume hidrokarbon Menurut SPE/WPC cadangan minyak dan/atau gas bumi dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu: • • • Proved reserves (cadangan terbukti) Probable reserves (cadangan mungkin) Possible reserves (cadangan harapan) Proved Reserves (1) • Jumlah hidrokarbon yang berdasarkan data geologi dan engineering dapat diperkirakan dengan tingkat kepastian yang pantas (reasonable) dan dapat diambil dengan menggunakan teknologi dalam keadaan ekonomi dan dengan peraturan yang berlaku pada suatu saat .• Recovery factor adalah perbandingan antara hidrokarbon yang diproduksikan (recoverable reserves) dengan jumlah hidrokarbon mula yang ada didalam reservoir (initial hidrokarbon in place). metode simulasi Monte Carlo) à tidak tergantung pada data produksi. Menghitung cadangan pada tahap setelah produksi: • • metode material balance metode simulasi numerik à makin banyak data produksi.

daerah di mana instalasi fasilitas produksi dan transportasi sudah pasti dapat dilakukan. volume HC didasarkan pada letak HC terbawah yang diketahui (the lowest known occurrence . Proved Reserves (3) Berdasarkan status produksi: 1. Jika menggunakan metode probabilistik. dengan batas fluida yang jelas. log. Proved undeveloped. atau pengujian lainnya Proved Reserves (2) Meliputi: • • • Daerah yang telah delineated oleh pemboran dan jika ada. Probable Reserves (1) • Jumlah hidrokarbon yang berdasarkan data geologi dan engineering mempunyai kemungkinan terambil lebih besar dari kemungkinan tidak terambil.Proved developed. daerah di mana • • • • Lokasinya berada dalam atau berbatasan langsung dengan daerah proved producing Masih dapat dikembangkan dengan menambah sumur (infill wells) Dapat dikembangkan dengan memperdalam sumur Memerlukan biaya yang lebih tinggi untuk penyelesaian sumur dan instalasi peralatan produksi.• • Proved apabila produktivitas komersial didukung oleh data produksi aktual atau oleh data hasil pengujian Seringkali harus ditentukan berdasarkan data core. tingkat kemungkinan proved reserves + probable reserves minimal 50% • Probable Reserves (2) Meliputi: . Jika tidak ada batas fluida. Daerah yang belum dibor namun berdasarkan data geologi dan engineering terbukti sebagai daerah produktif dan bernilai komersial. 2.LKO).

Possible Reserves (1) • Jumlah hidrokarbon yang berdasarkan data geologi dan engineering mempunyai tingkat kemungkinan terambil lebih rendah dari tingkat kemungkinan terambil probable reserves Jika menggunakan metode probabilistik. perubahan peralatan). Daerah proved producing yang berdasarkan interpretasi kinerja atau data volumetrik menunjukkan cadangan yang lebih dari yang sudah dinyatakan proved. Dapat diperoleh dengan cara perubahan mekanis (workover. tingkat kemungkinan proved reserves + probable reserves + possible reserves minimal 10% • Possible Reserves (2) Meliputi: • • • • Daerah di luar batas probable yang berdasarkan ekstrapolasi struktur atau stratigrafi dapat terjadi Daerah produktif yang dapat disimpulkan dari data log dan data core tetapi belum dapat ditentukan secara komersial Diperoleh dari infill drilling namun mempunyai ketidakpastian dalam teknis pelaksanaan Daerah dalam formasi yang terpisah dari daerah proved oleh patahan dan interpretasi geologi menunjukkan daerah tersebut lebih rendah dari daerah proved Penentuan Cadangan .• • • Daerah di luar batas proved atau merupakan bagian terbawah dari struktur yang diperkirakan mengandung hidrokarbon Daerah produktif yang hanya disimpulkan dari data log (tidak didukung data lainnya sehingga dipandang kurang pasti) Daerah yang jika dilakukan infill drilling dapat menjadi proved reserves Probable Reserves (3) Meliputi: (Lanjutan) • • Daerah produktif di sekitar proved reserves yang dipisahkan oleh patahan/fault. treatment.

saturasi air formasi. simulasi reservoir) Simulasi Reservoir Apa itu Simulasi Reservoir • Kondisi Subsurface (reservoir minyak/gas) adalah kondisi yang dinamik dan sangat tergantung pada banyak hal yang tidak mungkin dapat kita sederhanakan dengan menghilangkan faktor-faktor yang membuatnya dinamik tersebut. air) diproduksikan. dsb. data core. Estimasinya sangat dipengaruhi tidak hanya oleh ketepatan model geologinya. simulasi Monte Carlo) Performance analysis methods – jika ada data geologi. Logging memberikan data-data yang diperlukan untuk mengevaluasi secara kuantitas banyaknya hidrokarbon di lapisan pada situasi dan kondisi yang sesungguhnya. sifat fluida pengisinya. decline curve. tekanan dan faktor-faktor lain selama fluida reservoir (minyak. Prinsip Kerja Logging Sesuai dengan tujuan logging yaitu menentukan besaran-besaran fisik dari batuan reservoir (yang terpenting antara lain porositas. CMG. data log. dan data core. dan/atau data core Metode volumetrik-probabilistik – jika tidak ada data geologi. sehingga mempermudah pelaksanaan pengembangan sebuah lapangan migas dengan berbagai software Simulasi resrvoir spt: Eclipse. tetapi juga oleh sifat-sifat batuan. • WELL LOGGING  logging adalah merupakan salah satu metode pengukuran perekaman besaran-besaran fisik batuan reservoir terhadap kedalaman lubang bor. . Seiring dengan perkembangan teknologi menuntut kita untuk melangkah lebih maju dalam hal memperkirakan kondisi subsurface. (mis. data log. dan data produksi (mis.Metode yang digunakan tergantung pada ketersediaan data dan informasi reservoir yang mendukung metode tersebut Beberapa metode menurut SPE: • • • Metode volumetrik – jika ada data geologi. metode material balance. data log. gas.

sifat radioaktif.  Menentukan nilai resistivitas air formasi (Rw). density  Log listrik : SP log  Log suara : Sonic log SP LOG  Kurva SP adalah rekaman perbedaan potensial antara electrode yang bergerak didalam lubang bor dengan electrode di permukaan.  SP digunakan untuk :  Identifikasi lapisan permeable. dan sifat rambat suara (gelombang) dari batuan reservoir.ketebalan formasi produktif.  Memberikan indikasi kwalitatif lapisan serpih. Sifat-sifat fisik batuan reservoir tersebut dapat dibagi menjadi tiga bagian besar. BAGIAN-BAGIAN LOG  Kepala Log  Kolom Log  Skala kedalaman  Skala kurva  Corak kurva jenis – jenis log  Log radioaktif : gamma ray. satuannya adalah milivolt. dll).  Mencari batasan-batasan lapisan permeable dan korelasi antar sumur berdasarkan batasan lapisan itu. . yaitu: sifat listrik. neutron. maka dasar dari prinsip logging adalah sifat-sifat fisik atau petrophysic dari batuan reservoir itu sendiri.

Sinar GR ini mampu menembus batuan dan dideteksi oleh sensor sinar gamma. GAMMA RAY LOG Prinsip log GR adalah perekaman radioaktifitas alami bumi. . Thorium-Th. serta seluruh pori batuan terisi oleh kandungan semula. Setiap GR yang terdeteksi akan menimbulkan pulsa listrik pada detektor.  Untuk mendeteksi mineral radioaktif.  Untuk mengetahui prosentase kandungan shale pada lapisan permeabel.  Sebagai pengganti SP log.  Transition zone Merupakan zone transisi antara zone yang paling dekat dengan lubang bor dengan zone yang terjauh dari lubang bor. atau air) Meskipun demikian mungkin saja tidak seluruh kandungan semula terdesak kedalam zone yang lebih dalam. minyak. dan Potasium-K yang secara kontinue memancarkan GR dalam bentuk pulsa-pulsa energi radiasi tinggi. Fungsi Gamma Ray  Untuk membedakan lapisan shale dan non shale.  Uninvaded zone Merupakan zone infiltrasi yang terletak paling jauh dari lubang bor. Parameter yang direkam adalah jumlah dari pulsa yang tercatat persatuan waktu (cacah Gamma Ray). Dan permeabel akan selalu terbentuk tiga zone infiltrasi yaitu :  Flushed zone Merupakan zone infiltrasi yang paling dekat dengan lubang bor serta terisi oleh air filtrat lumpur yang mendesak kandungan semula (gas. Radioaktifitas GR berasal dari tiga unsur radioaktif yang ada dalam batuan yaitu Uranium-U.Dan sebelumnya ditinjau pula dari segi kondisi lubang bor yang dipengaruhi oleh filtrat lumpur.  Untuk korelasi batuan. Dengan demikian zone ini sama sekali tidak dipengaruhi oleh adanya infiltrasi air filtrat lumpur.

Pada lapisan permeabel dimana lapisan dinding lubang bornya terbentuk mud cake. Dari besaran densitas batuan ini sangat berguna untuk menentukan besarnya porositas.  Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut : neutron merupakan suatu partikel netral yang memiliki masa sama dengan masa atom hidrogen.inti elemen didalam formasi (mineral-mineral) dengan tipe tumbukan ”billiard ball collision”. tetapi selanjutnya semakin berkurang karena tumbukan dengan inti. Energi tinggi dari neutron secara kontinue dipancarkan dari sebuah kapsul sumber neutron yang ditempatkan didalam sonde logging yang diletakkan pada jarak spacing pendek sekitar 10 hingga 18 inci dari detector gamma ray. Disamping itu pula log density memiliki kegunaan yang lain yaitu : dapat mendeteksi adanya hidrokarbon atau air bersama-sama dengan neutron log.Neutron Log  Neutron log pada dasarnya direncanakan untuk menentukan porositas total batuan tanpa memandang apakah pori-porinya diisi hidrocarbon atau air formasi. menentukan densitas dari hidrokarbon (ρh) dan membantu didalam evaluasi lapisan shaly Log caliper Log caliper merupakan suatu kurva yang menunjukkan kondisi diameter lubang bor. Berkurangnya energi ini tergantung dari perbedaan massa neutron dengan massa material pembentuk formasi /batuan. neutron dipancarkan dari sumbernya dengan energi yang sangat tinggi. Hilangnya energi yang paling besar adalah bila neutron bertumbukan dengan suatu atom hidrogen. maka diameter lubang bor menjadi lebih kecil dari pada ukuran pahatnya. . Dengan demikian besar hilangnya energi neutron hampir semuanya tergantung dari banyak / sedikitnya jumlah hidrogen dalam formasi Density log Density log adalah kurva yang menunjukkan besarnya densitas (bulk density) dari batuan yang ditembus lubang bor. Selama operasi logging.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful