RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 001/RPP

I.

IDENTITAS 1. 2. 3. 4. 5. Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Pertemuan Minggu ke Alokasi Waktu : : : : : PKn Pancasila sebagai Ideologi Terbuka XII 1 dan 2 6 x 45 (6 jam pelajaran)

II.

STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR 1. 2. III. Standar Kompetensi 1.1. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka Kompetensi Dasar 1.1. Mendeskripsikan Pancasila sebagi ideologi terbuka TUJUAN PEMBELAJARAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. IV. Siswa mampu menentukan rumusan Pancasila sebagai dasar negara Siswa dapat menguraikan fungsi Pancasila Siswa mampu mengemukakan Pancasila sebagai dasar negara Siswa dapat membedakan ideologi terbuka dan tertutup Siswa dapat menjelaskan makna Pancasila sebagai ideologi terbuka Siswa dapat menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai Siswa dapat menjelaskan Pancasila sebagai paradigma pembangunan

INDIKATOR 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Mengemukakan rumusan Pancasila sebagai dasar negara Menguraikan fungsi Pancasila Mengemukakan Pancasila sebagai dasar negara Membedakan ideologi terbuka dan tertutup Mendeskripsikan makna Pancasila sebagai ideologi terbuka Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai Mendeskripsikan Pancasila sebagai paradigma pembangunan

Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09

1

V.

STRATEGI PEMBELAJARAN

No. 1.

Kegiatan Belajar Pendahuluan - Memberikan salam siswa - Mengabsen dan mengetahui kondisi siswa Kegiatan Inti - Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai - Penjelasan materi - Tanya jawab - Latihan Penutup - Evaluasi / Tanya jawab - Penenangan

Waktu (Menit)

Aspek lifeskill yang dikembangkan - Disiplin - Kerja sama - Keterampilan - Kerja sama - Kesungguhan - Disiplin - Uji diri

15’

2.

55’

3.

- Pengendalian diri

20’

V.

PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. 2. 3. 4. Buku Paket PKn Kelas XII UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa

VI.

PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT 1. 2. Penilaian Kognitif Penilaian Afektif

Semarang, 14 Juli 2008 Semarang, 14 Juli 2008 Mengetahui Kepala SMA Negeri 6 Guru Mata Pelajaran Guru Mata Pelajaran

Drs . H. Bambang NM, M.Ed NIP. 131642108 NIP 131642108

Dra. Anna Darmowinoto Dra. Endang S.L NIP. 130 797131 479 290 NIP. 948

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09

2

Nomor : 002/RPP

I.

IDENTITAS 1. 2. 3. 4. 5. Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Pertemuan Minggu ke Alokasi Waktu : : : : : PKn Nilai-Nilai Pancasila XII 3 3 x 45 (3 jam pelajaran)

II.

STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR 1. 2. III. Standar Kompetensi 1.1. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka Kompetensi Dasar 2.1. Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan TUJUAN PEMBELAJARAN 1. 2. IV. Siswa dapat menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai Siswa mampu menentukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan

INDIKATOR 1. 2. Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai Mendeskripsikan Pancasila sebagai paradigma pembangunan

V.

STRATEGI PEMBELAJARAN

No. 1.

Kegiatan Belajar Pendahuluan - Memberikan salam siswa - Mengabsen dan mengetahui kondisi siswa Kegiatan Inti - Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai - Penjelasan materi - Tanya jawab - Latihan

Waktu (Menit)

Aspek lifeskill yang dikembangkan - Disiplin - Kerja sama - Keterampilan - Kerja sama - Kesungguhan - Disiplin - Uji diri

15’

2.

55’

Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09

3

Penenangan . Penutup . 131 479 290 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 003/RPP Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 4 . Penilaian Kognitif Penilaian Afektif Mengetahui Mengetahui Negeri 6 Kepala SMA Kepala SMA Negeri 6 Semarang. H. M. 14 Juli 2008 Guru Mata Pelajaran Guru Mata Pelajaran Drs . 131642108 Drs .Ed NIP 131642108 Dra. Buku Paket PKn Kelas XII UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan VII. 3.Evaluasi/Tanya jawab . 130 797 948 Dra. Bambang NM. M. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. Endang S. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT 1.Ed NIP. 2. H. Bambang NM.L NIP. Anna Darmowinoto NIP.Pengendalian diri 20’ VI. 14 Juli 2008 Semarang. 2.3.

Siswa mampu menunjukan sikap positif terhadap nilai Pancasila Siswa dapat memberikan cara bersikap positif yang sesuai denga Pancasila sebagai ideologi terbuka IV. 2. Menunjukan sikap positif terhadap nilai Pancasila Menemukan cara bersikap positif yang sesuai denga Pancasila sebagai ideologi terbuka V.Kerja sama .Kesungguhan . Standar Kompetensi 1. Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Pertemuan Minggu ke Alokasi Waktu : : : : : PKn Perilaku yang Sesuai Nilai-Nilai Pancasila XII 4 3 x 45 ( 6 jam pelajaran ) II.Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai .Penjelasan materi . III.1.Memberikan salam siswa .Mengabsen dan mengetahui kondisi siswa Kegiatan Inti .Keterampilan . IDENTITAS 1.Disiplin . STRATEGI PEMBELAJARAN No. Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 5 . Kegiatan Belajar Pendahuluan .Disiplin .I. STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR 1. INDIKATOR 1. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka TUJUAN PEMBELAJARAN 1.Kerja sama . 2. 3. 2.Uji diri 15’ 55’ 2. 2. 1. 5.1. 4. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka Kompetensi Dasar 2.Tanya jawab Waktu (Menit) Aspek lifeskill yang dikembangkan .

Pengendalian diri 20’ VI. 4.Penenangan . Buku Paket PKn Kelas XII UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa VII.Ed NIP 131642108 Dra. Bambang NM. 130 797 948 Dra.Latihan Penutup . 131642108 Drs . 14 Juli 2008 Semarang. Bambang NM.L NIP. 14 Juli 2008 Mengetahui Mengetahui Kepala SMA Negeri 6 Kepala SMA/MA Guru Mata Pelajaran Guru Mata Pelajaran Drs .3.Evaluasi/Tanya jawab . Penilaian Kognitif Penilaian Afektif Semarang. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. IDENTITAS Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 6 . 2. 2. H. M. 3. H. M. Endang S. . PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT 1.Ed NIP. 131 479 290 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 004/RPP I. Anna Darmowinoto NIP.

Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai Waktu (Menit) Aspek lifeskill yang dikembangkan . 2. STRATEGI PEMBELAJARAN No.Mengabsen dan mengetahui kondisi siswa Kegiatan Inti . Mengklasifikasikan sistem pemerintahan Presidensial dan Parlementer di berbagai Negara Mengidentifikasi ciri sistem pemerintahan Presidensial dan Parlementer Menguraikan kelebihan dan kekurangan sistem pemerintahan Presidensial dan Parlementer V. 3. 2.1.Kerja sama . Menganalisis sistem pemerintahan di berbagai negara TUJUAN PEMBELAJARAN 1. 2. Siswa mampu membedakan sistem pemerintahan Presidensial dan Parlementer di berbagai Negara Siswa mampu mengidentifikasi ciri sistem pemerintahan Presidensial dan Parlementer Siswa mampu menguraikan kelebihan dan kekurangan sistem pemerintahan Presidensial dan Parlementer IV. Standar Kompetensi 1. 3. Mengevaluasi berbagai sistem pemerintahan Kompetensi Dasar 2. STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR 1.Disiplin 15’ 55’ 2.Memberikan salam siswa . Kegiatan Belajar Pendahuluan .Kesungguhan . III. 2. Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Pertemuan Minggu ke Alokasi Waktu : : : : : PKn Sistem Pemerintahan XII 5 3 x 45 (3 jam pelajaran) II. 5.1. 1.Keterampilan .1.Kerja sama . INDIKATOR 1. 4. Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 7 .Disiplin . 3.

Buku Paket PKn Kelas XII UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa .Tanya jawab Penutup . H. 4. H. 2. Bambang NM. 131 479 290 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 005 / RPP I. Mata Pelajaran Materi Pokok : : PKn Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 8 . Endang S. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT 1. Penilaian Kognitif Penilaian Afektif Semarang.Evaluasi/Tanya jawab .Ed NIP 131642108 Dra.Pengendalian diri 20’ VII. 3.Ed NIP.. 130 797 948 Dra.Uji diri .L NIP.Penjelasan materi 3. Bambang NM.Penenangan VI. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. IDENTITAS 1. 2. Anna Darmowinoto NIP. 14 Juli 2008 Mengetahui SMA Negeri 6 Kepala SMA/MA Guru Mata Pelajaran Guru Mata Pelajaran Drs . M. . 2. 131642108 Drs . M.

55’ 3.Latihan Penutup . 2.Disiplin .Kesungguhan .Mengabsen dan mengetahui kondisi siswa Kegiatan Inti .Tanya jawab . 20’ .Pengendalian diri Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 9 .Uji diri 15’ 2.Disiplin . 2.3. 4.Kerja sama . Kelas/Program Pertemuan Minggu ke Alokasi Waktu : : : XII 6 dan 7 6 x 45 ( 6 jam pelajaran ) STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR 1. II.Evaluasi/Tanya jawab Waktu (Menit) Aspek lifeskill yang dikembangkan . Mengevaluasi berbagai sistem pemerintahan Kompetensi Dasar 2. 1. Menguraikan sistem pemerintahan yang digunakan oleh Negara Indonesia menurut UUD 1945 Membandingkan sistem pemerintahan Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum dan sesudah perubahan V. 5.Memberikan salam siswa . 2.Kerja sama . Standar Kompetensi 1. INDIKATOR 1.Keterampilan . Siswa mampu menguraikan sistem pemerintahan yang digunakan oleh Negara Indonesia menurut UUD 1945 Siswa dapat membandingkan sistem pemerintahan Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum dan sesudah perubahan IV. III. Kegiatan Belajar Pendahuluan .Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai . STRATEGI PEMBELAJARAN No.2.Penjelasan materi .1. Menganalisis pelaksanaan sistem pemerintahan Negara Indonesia TUJUAN PEMBELAJARAN 1.

Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program : : : : PKn Pelaksanaan Sistem Pemerintahan di Indonesia XII 8 dan 9 4. H.L NIP.Ed NIP. IDENTITAS 1. Bambang NIP 131642108 Dra. Penilaian Kognitif Penilaian Afektif Semarang. 948 NIP. Pertemuan Minggu ke Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 10 . 130 797Endang S. M. 131642108 NM. M. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1.Ed Drs . 14 Juli 2008 Semarang.. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT 1. 2. 14 Juli 2008 Mengetahui Kepala SMA Negeri 6 Guru Mata Pelajaran Guru Mata Pelajaran Drs . Buku Paket PKn Kelas XII UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa VII. 3. H. 4. 131 479 290 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 006/RPP I. Bambang NM. 2. 2.Penenangan VI. Anna Darmowinoto Dra. 3.

Pengendalian diri 20’ V. Kegiatan Belajar Pendahuluan Waktu (Menit) Aspek lifeskill yang dikembangkan . 2. Standar Kompetensi 1.3. 1.Penjelasan materi .Memberikan salam siswa . TUJUAN PEMBELAJARAN 1.Disiplin . Mengevaluasi berbagai sistem pemerintahan Kompetensi Dasar 2.Latihan Penutup .Penenangan 15’ 55’ . Membandingkan pelaksanaan sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia dengan negara lain III.5.Tanya jawab 3.Kesungguhan .Mengabsen dan mengetahui 2. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. Siswa mampu menguraikan kelebihan dan kekurangan sistem pemerintahan Indonesia Siswa dapat membandingkan sistem pemeintahan Indonesia dengan negara lain INDIKATOR 1.Kerja sama .Disiplin . .Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai . Alokasi Waktu : 6 x 45 (6 jam pelajaran) II.Keterampilan . 2.Evaluasi/Tanya jawab . STRATEGI PEMBELAJARAN No. STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR 1. Menguraikan kelebihan dan kekurangan sistem pemerintahan Indonesia Membandingkan sistem pemeintahan Indonesia dengan negara lain V. kondisi siswa Kegiatan Inti .1. 2. Buku Paket PKn Kelas XII Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 11 .Uji diri .Kerja sama . IV.

2. 3.L NIP. M. Bambang NM. Endang S. 131 479 290 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 007/RPP I. 14 Juli 2008 Semarang. H. H.Ed NIP 131642108 Dra. 2. Anna Darmowinoto NIP. 3. 14 Juli 2008 Mengetahui Mengetahui Kepala SMA Negeri 6 Kepala SMA Negeri 6 Guru Mata Pelajaran Guru Mata Pelajaran Drs . PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT 1. STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 12 . Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Pertemuan Minggu ke Alokasi Waktu : : : : : PKn Peranan Pers XII 10 dan 11 6 x 45 (6 jam pelajaran) II. 5. 4. IDENTITAS 1. 130 797 948 Dra. Penilaian Kognitif Penilaian Afektif Semarang.Ed NIP. 131642108 Drs .2. UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa VII. M. Bambang NM. 4.

Evaluasi/Tanya jawab .Penjelasan materi . 2.1. Buku Paket PKn Kelas XII UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 13 .Kerja sama . 4. Kegiatan Belajar Pendahuluan .Latihan Penutup . Mendeskripsikan pengertian. Menguraikan pengertian.Uji diri 15’ 2. 55’ 3.Memberikan salam siswa . 2. fungsi dan peranan pers dalam masyarakat yang demokratis Siswa dapat menjelaskan perkembangan pers di Indonesia III.1. 2.1.Disiplin . 2. Siswa mampu menguraikan pengertian. 1. Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi Kompetensi Dasar 1.Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai .Keterampilan . TUJUAN PEMBELAJARAN 1.Penenangan Waktu (Menit) Aspek lifeskill yang dikembangkan . . INDIKATOR 1. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1.Mengabsen dan mengetahui kondisi siswa Kegiatan Inti .Kerja sama . fungsi dan peran serta perkembangan pers di Indonesia III.Kesungguhan . Standar Kompetensi 1.Disiplin . 3.Pengendalian diri 20’ V. fungsi dan peranan pers dalam masyarakat yang demokratis Mendeskripsikan perkembangan pers di Indonesia IV.Tanya jawab . STRATEGI PEMBELAJARAN No.

Penilaian Kognitif Penilaian Afektif Semarang. 14 Juli 2008 Mengetahui Mengetahui Kepala SMA Negeri 6 Kepala SMA Negeri 6 Guru Mata Pelajaran Guru Mata Pelajaran Drs . Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Pertemuan Minggu ke Alokasi Waktu : : : : : PKn Kode Etik Jurnalistik XII 12 dan 13 6 x 45 (6 jam pelajaran) II. 131642108 Drs . 14 Juli 2008 Semarang. H.Ed NIP. IDENTITAS 1. Endang S. 2.L NIP. STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR 1. 2. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT 1. M. 5. 3. M. Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 14 . 4. H. Standar Kompetensi 1. Anna Darmowinoto NIP.VI. 130 797 948 Dra. 131 479 290 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 008/RPP I. Bambang NM. Bambang NM.1.Ed NIP 131642108 Dra.

4.2.Pengendalian diri 20’ VI. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1.Evaluasi/Tanya jawab .Penjelasan materi . Buku Paket PKn Kelas XII UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 15 .Uji diri 15’ 2. 3. Siswa mampu menentukan kode etik jurnalistik Siswa dapat menganalisis kode etik jurnalistik dalam masyarakat demokratis di Indonesia Siswa dapat menguraikan upaya pemerintah dalam mengendalikan pers IV.Disiplin . Mendeskripsikan kode etik jurnalistik Menganalisis kode etik jurnalistik dalam masyarakat demokratis di Indonesia Menguraikan upaya pemerintah dalam mengendalikan pers V.Memberikan salam siswa .Latihan Penutup .Disiplin . STRATEGI PEMBELAJARAN No. Kegiatan Belajar Pendahuluan . 2. .Kerja sama . 1.Tanya jawab . 2. Kompetensi Dasar 2. 2. Menganalisis pers yang bebas dan bertanggungjawab sesuai kode etik jurnalistik dalam masyarakat Indonesia III. TUJUAN PEMBELAJARAN 1.Penenangan Waktu (Menit) Aspek lifeskill yang dikembangkan .Kerja sama . 3.Mengabsen dan mengetahui kondisi siswa Kegiatan Inti .Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai .1. 55’ 3.Keterampilan .Kesungguhan . 3. INDIKATOR 1.

IDENTITAS 1. Anna Darmowinoto NIP.Ed NIP. 131 479 290 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 009/RPP I. Bambang NM. 2. Bambang NM. 14 Juli 2008 Guru Mata Pelajaran Guru Mata Pelajaran Drs . Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi Kompetensi Dasar Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 16 . 14 Juli 2008 Semarang. 3. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT 1. Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Pertemuan Minggu ke Alokasi Waktu : : : : : PKn Kebebasan Pers dan Dampaknya XII 14 dan 15 6 x 45 (6 jam pelajaran) II. STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR 1. Endang S. Penilaian Kognitif Penilaian Afektif Mengetahui Mengetahui Kepala SMA Negeri 6 Kepala SMA Negeri 6 Semarang. Standar Kompetensi 1. 131642108 Drs . 4.1. M.L NIP.VII. H. 2. M.Ed NIP 131642108 Dra. 130 797 948 Dra. 2. 5. H.

55’ 3.Evaluasi/Tanya jawab . Menunjukan dampak penyalahgunaan kebebasan media massa / pers Menguraikan manfaat pers dalam kehidupan masyarakat demokratis di Indonesia STRATEGI PEMBELAJARAN No.1. Penilaian Kognitif Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 17 .Kerja sama . Mengevaluasi kebebasan pers dan dampak penyalahgunaan kebebasan media massa dalam masyarakat demokratis di Indonesia III. .Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai . 4.2. Kegiatan Belajar Pendahuluan . 2. Buku Paket PKn Kelas XII UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa VI.Keterampilan . IV. 1. TUJUAN PEMBELAJARAN 1.Kerja sama .Pengendalian diri 20’ V. 3. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. Siswa mampu menunjukan dampak penyalahgunaan kebebasan media massa / pers Siswa dapat menguraikan manfaat pers dalam kehidupan masyarakat demokratis di Indonesia III. PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT 1.Tanya jawab .Penenangan Waktu (Menit) Aspek lifeskill yang dikembangkan . 2. 2.Disiplin .Disiplin .Uji diri 15’ 2.Memberikan salam siswa .Mengabsen dan mengetahui kondisi siswa Kegiatan Inti .Latihan Penutup .Kesungguhan . INDIKATOR 1.Penjelasan materi .

1. Penilaian Afektif Semarang.2. Endang S.Ed Drs .1. 14 Juli 2008 Mengetahui Mengetahui Kepala SMA Negeri 6 Kepala SMA Negeri 6 Guru Mata Pelajaran Guru Mata Pelajaran Drs .131642108 131642108 NIP Dra. Bambang NM. 5. 4. aspek dan dampak globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara III. 948 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nomor : 010/RPP I. 130 797131 479 290 NIP. 3.L NIP. Mengevaluasi dampak globalisasi Kompetensi Dasar 2. H. 14 Juli 2008 Semarang. TUJUAN PEMBELAJARAN Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 18 . M. 2. Mendeskripsikan proses.Ed NIP. H. IDENTITAS 1. M. Bambang NM. 2. Standar Kompetensi 1. STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR 1. Anna Darmowinoto Dra. Mata Pelajaran Materi Pokok Kelas/Program Pertemuan Minggu ke Alokasi Waktu : : : : : PKn Globalisasi XII 16 dan 17 6 x 45 (6 jam pelajaran) II.

14 Guru Mata Pelajaran Juli 2008 19 Dra.Ed NIP.Kesungguhan .Memberikan salam siswa . 2.Kerja sama . STRATEGI PEMBELAJARAN No. . 2. 14 Juli 2008 Mengetahui Kepala SMA Negeri 6 Mengetahui Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 Drs .Keterampilan .1.Evaluasi/Tanya jawab .Disiplin .Mengabsen dan mengetahui kondisi siswa Kegiatan Inti . 55’ 3. 131642108 Semarang. M.Penenangan Waktu (Menit) Aspek lifeskill yang dikembangkan . IV. 130 797 948 . H. 3. Mengemukakan proses dan aspek globalisasi Mendeskripsikan dampak globalisasi V. 2. Bambang NM.Kerja sama .Pengendalian diri 20’ VI. Penilaian Kognitif Penilaian Afektif Semarang. Kegiatan Belajar Pendahuluan . PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT 1. 2. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1.Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai . Anna Darmowinoto NIP.Latihan Penutup .Uji diri 15’ 2. 1.Tanya jawab .Penjelasan materi . 4.Disiplin . Siswa mampu Mengemukakan proses dan aspek globalisasi Siswa dapat menentukan dampak globalisasi INDIKATOR 1. Buku Paket PKn Kelas XII UUD 1945 yang Telah Diamandemen Buku-Buku Sumber yang Relevan Lembar Kerja Siswa VII.

Namun bukan berarti bahwa nilai dasar Pancasila dapat diganti dengan nilai-nilai dasar lain yang meniadakan jati diri bangsa Indonesia. 4. M. 5. Bambang NM.Kepala SMA Negeri 6 Guru Mata Pelajaran Drs . Ideologi Pancasila menghendaki agar bangsa Indonesia tetap bertahan dalam jiwa dan budaya bangsa Indonesia dan dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dr.Tuhanan Peri Kerakyatan Kesejahteraan Rakyat Prof. 131 479 290 Esai 1. terutama menghadapi globalisasi dan keterbukaan. Muhammad Yamin 1. 2. H. Soepomo Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 20 .Ed NIP 131642108 Dra. Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar Pancasila dapat dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa dan tuntutan perkembangan zaman secara kreatif. b. yang mengharuskan bangsa Indonesia untuk selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dihadapinya. Endang S. dengan memperhatikan tingkat kebutuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia. Makna Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah bahwa Pancasila harus mampu menyesuaikan diri dengan zaman.L NIP. Tiga tokoh beserta idenya pokok yang dituangkan dalam perumusan dasar negara RI pada sidang BPUPKI sebagai berikut: a. Peri Kebangsaan Peri Kemanusiaan Peri Ke. 3. Pancasila sebagai ideologi terbuka harus memberikan orientasi ke depan. 2.

metode. 5. Dalam ideologi ini penghargaan terhadap HAM lebih baik. Ketuhanan Yang Maha Esa beradab belum dihayati sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia. Kebangsaan Indonesia 4. Sebab 3. nilai dan tujuan yang ingin dicapai di setiap program pembangunan negara Republik Indonesia. karena dapat mewujudkan nilai umum menjadi konkret dan sesuai dengan perkembangan zaman. 1. 3. dan keserasian dalam aspek kehidupan bangsa dan negara. Misalnya. . demokrasi berjalan dengan baik dan paham ini menolak adanya absolutisme. keseimbangan. Namun. Ir. yang selanjutnya akan terkristalisasi dalma lembaga-lembaga yang sesuai dengan kebutuhan. 6. Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 21 . nilai dan makna Pancasila belum dijalankan dengan benar 2. nilai nin tidak kalah penting. Di bagian-bagian tertentu wilayah Indonesia belum dijamah pembangunan yang adil dan merata. Persatuan Kekeluargaan Keseimbangan lahir dan batin Musyawarah Keadilan Rakyat c. tempat. Sering juga terjadi tindakan kekerasan yang menginjak-injak harkat dan martabat manusia. Soekarno 3. dan waktu. Komunis juga mengingkari adanya peran agama dalam kehidupan bermasyarakat.Kesejahteraan Sosial terjadi. Komunis. Internasional atau Peri Kemanusiaan sampai sekarang ini. Perbedaan antara ideologi Pancasila.acuan. dan liberal. 2. Nilai instrumental merupakan tafsir positif terhadap nilai dasar yang umum. 4. Ideologi Pancasila adalah ideologi yang berpatokan pada nilai-nilai Pancasila yang mengutakam keselarasan. Masih banyak masyarakat Indonesia belum dipenuhi oleh pemerintah. biasanya dalam wujud norma sosial atau norma hukum. ideologi ini sangat tertutup dan otoritas negara sangat dominan. 5. Mufakat atau Demokrasi pengingkaran terhadap nilai-nilai Pancasila terus 4. Ideologi liberal adalah paham yang mengetengahkan kebebasan individu daripada masyarakat. Sila Kemanusiaan yang adil dan 5. Pancasila dapat dijadikan sebagai paradigma pembangunan karena dijadikan sebagai landasan. Menurut hemat saya. Ideologi komunis adalah paham yang mengetengahkan bahwa sumber produksi adalah milik negara atau milik bersama. Masyarakat baginya diabdikan untuk individu.1. Pancasila mengandung nilai instrumental maksdunya adalah bahwa pelaksanaan umum nilai-nilai dasar. Sehingga menyebabkan persatuan Indonesia pun terancam karena banyak daerah ingin melepaskan diri dari NKRI. Walaupun lebih rendah dari nilai dasar.

Contohnya masyarakat di pedesaan mereka masih menghayati nilai-nilai kebersamaan dalam gotong-royong. dan masyarakat. Sistem pemerintahan parlementer: • Kedudukan kepala negara (raja. Menurut hemat saya melaksanakan nilai Pancasila harus disertai dengan penegakan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Nilai-nilai Pancasila dapat ditumbuhkan dalam lingkungan sekolah seperti nilai kerja sama dalam studi kelompok. 8. Sedangkan sebagian masyarakat di kota nilai-nilai kegotongroyongan semakin menipis. upaya menerapkan nilai-nilai pada generasi muda sekarang ini harus dimulai dari keluarga. dan juga saling membantu satu sama lain. dan peran negara sangat dominan dan monopoli negara sangat jelas dan menganggap kolektivitas yagn dibentuk negara lebih penting daripada masyarakat atau individu. Paham ini lebih mengutamakan kebersamaan tetapi kebersamaan yang semu. pelanggaran dalam penggunaan narkoba harus ditindak. Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 22 . • Menteri-menteri diangkat. • Program-program kebijakan kabinet harus disesuaikan dengan tujuan politik sebagian besar anggota parlemen. piket kelas. Perbedaan antara sistem pemerintahan parlementer dan presidensial. sekolah. Selain itu. dan hanya bertanggung jawab kepada presiden. • Kekuasaan eksekutif lebih kuat dibandingkan dengan kekuasaan legislatif. ratu. Hal itu dipengaruhi oleh indivualitas manusia yang diadopsi dari budaya barat. Menurut pendapat saya. Artinya orang yang melanggar nilainilai Pancasila harus ditindak berdasarkan aturan yang berlaku. ditinjau dari aspek kekuasaan badan legislatif dan eksekutif: a. b. kaisar) hanya berfungsi sebagai simbolis. dan juga menolong teman yagn sakit. pangeran. A. dan tidak dapat diganggu gugat oleh kekuasaan legislatif. diberhentikan. Sistem Presidensial • Dikepalai oleh seorang presiden selaku pemegang kekuasaan eksekutif (kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Bila kabinet melakukan penyimpangan terhadap program-program yang dibuat. • Menteri-menteri diangkat. budaya-budaya yang berkembang di Indonesia hanya sebagian yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. • Kekuasaan eksekutik presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan rakyat. Esai 1. Misalnya.7. dan membiarkan teman yang beragama lain berdoa sesuai denga keyakinannya. Presiden dipilih langsung oleh rakyat. • Kekuasaan legislatif lebih kuat dariapda kekuasaan eksekutif (presiden/perdana menteri). maka anggota parlemen dapat menjatuhkan kabinet dengan menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah. diberhentikan dan harus mempertanggungjawabkan semua tindakannya kepada badan legislatif. 10. Namun semuanya itu yang terpenting adalah keteladanan para pemimpin dalam menerapkan nilai-nilai itu. 9. Negara-negara yang menganut ideologi komunis cenderung bersifat otoriter karena hukum melanggengkan komunis.

menahan persetujuan terhadap badang-badan eksekutif dan administratif. 6. • Memutuskan pembubaran partai politik • Memutuskan perselisiahn hasil Pemilu. 5. 4. Sebagai contoh sebelum tahun 2004. Perubahan itu dilakukan mengingat kehidupan politik Indonesia semakin kompleks. Mahkamah Agung  Mengadili pada tingkat kasasi  Menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang  Melaksanakan wewenan lainnya yang diberikan oleh undang-undang. Hal itu sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa yang tetap membiarkan rumusan UUD 1945 tidak kaku atau tetap saja. b. dan mengadili serta memberhentikan presiden. Selain itu. presiden dipilih oleh MPR tetapi pada tahun 2004 telah terjadi perubahan yang sangat berarti di mana presiden dipilih langsung oleh rakyat. • Memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan UUD. Mahkamah Konstitusi • Mengadili ada tingkat pertama dan terakhir untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. amandemen UUD telah membawa perubahan berarti dalam sistem pemerintahan politik di Indonesia. masing-masing cabang kekuasaan diberi kekuasaan untuk mengontrol cabang kekuasaan yang lain. presiden dan legislatif tidak dapat saling menjatuhkan atau membubarkan. pada masa kepemimpinan Mao Tze Tung tahun 1893-1976. MPR tidak lagi menyusun Garis-Garis Besar Haluan negara. Yang dimaksud dengan checks and balances atau kontrol dan keseimbangan adalah sebuah upaya untuk mencegah kemungkinan satu lembaga/cabang kekuasaan memperbesar kekuasaan sendiri. Presiden dan wakil presiden terpilih harus menyusun sendiri GBHN yang akan dilaksanakannya. Menurut hemat saya. Perbedaan fungsi dan wewenang Mahkamah Agung dengan Mahkamah Konstitusi sebagai berikut: a. dan mengontrol mahkamah agung dengan mengajukan calon mahkamah agung. Mao menjadi ketua partai komunis Pendidikan Kewarganegaraan 3 23 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 . Di lain pihak. Oleh karena itu. 3. 2. Dengan cara seperti itu. Presiden diberi kekuasaan untuk mengontrol Kongres dengan hak veto atas UU yang telah disetujui Kongres. Sistem pemerintahan yang berlaku di RRC pada dasarnya menggunakan sistem pemerintahan parlementer yang mulai mapan sejak tahun 1954. Di Amerika Serikat. mahkamah agung mengontrol Kongres dan presiden melalui kekuasaannya untuk melakukan judicial review. dan menahan persetujuan terhadap calon hakim agung. Kongres diberi kekuasaan untuk mengontrol presiden dengan menolak RUU yang diajukan presiden. posisi masing-masing cabang kekuasaan tetap dalam keseimbangan yang tepat. menolak memberi persetujuan terhadap calon pejabat bawahan langsung presiden. • Memberikan keputusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden da/ atau wakil presiden sebagai yang dimaksud dalma pasal 7A UUD 1945. Kongres juga diberi kekuasaan mengontrol Mahkamah Agung dengan membatasi kewenangan banding mahkamah agung. UUD Negara Indonesia perlu diamandemen agar menyesuaikan dengan kondisi saat ini.• Presiden tidak bertanggung jawab kepada badan legislatif. Maka MPR bukan lagi menjadi lembaga tertinggi di negara ini tetapi hanya sebagai lembaga tinggi negara saja.

” Dari klausal ini jelas terlihat kembali suatu kerancuan. Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 24 . Dewan Perwakilan Daerah. 8. dan tanggung jawab kekuasaan tidak perlu dilakukan. yang menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh menteri negara. • MPR tidak lagi berkedudukan sebagai pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat. Batasan wewenang dan tanggung jaab kekuasaan itu tidak diatur lebih lanjut dalam UUD dan peraturan perundang-undangan. • Ada lembaga perwakilan daerah. 3 dan 4. Ciri-ciri sistem pemerintahan Indonesia setelah amandemen UUD 19445: • Lembaga-lembaga negara yang ada di Indonesia mengalami pengurangan sekaligus penambahan. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daearah. b. terdapat larangan rangkap jabatan di antara para pejabat lembaga negara tingkat pusat. c. Ssetiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan. Mao digantikan oleh Deng Xiaoping. Sistem politik dan pembagian kekuasaan di Cina melalui sistem partai tunggal adalah sebagai berikut: a. Pasal di atas mengisyarakatkan bahwa dalam menyusun kabinet tidak ada kewajiban resmi bagi presiden untuk menghubungi. Itu artinya selama masih dipercaya presiden maka kedudukan menteri tidak bisa digantikan. melakukan tawar-menawar. Pasal 4 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa presiden memegan kekuasaan pemerintahan menurut UUD. 2. • Presiden lebih sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. Kongres Rakyat Nasional mengemban kekuasaan legislatif yang hanya didominasi oleh Partai Komunis Cina. Kekuasaan yudikatif dijalankan secara bertingkat oleh pengadilan rakyat di bawah pimpinan Mahkamah Agung Cina. sedangkan sekretaris jenderal partai merupakan penyelenggara pemerintahan tertinggi setingkat perdana menteri. perubahan dan pembubaran kementerian negara diatur dalam undang-undang. sebuah badan pengawas pemerintah diamanatkan untuk diatur dengan undang-undang yang adalah buatan pemerintah sendiri. Pasal dalam UUD 1945 yang diselewengkan demi kepentingan penguasa misalnya pada pasal 17 ayat 1. Pembentukan. Pengadilan rakyat tersebut bertanggung jawab pada Kongres Rakyat Cina di setiap tingkatan. • Sesuai prinsip sistem pemerintahan presidensial. Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. atau menyusun bersama kabinet dengan pihak-pihak yang secara politik terwakili di parlemen.Cina pada tahun 1935. sehingga batasan yang jelas untuk mengatur tugas. • DPR telah dikukuhkan kedudukannya sebagai lembaga pembuat undang-undang. dalam bentuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD). bukan parlemen. Setelah tahun 1976. wewenang. melainkan mencakup ruang lingkup yang lebih luas daripada itu. Kekuasaan eksekutif (presiden) dipegang oleh ketua partai sendiri. Para menteri bertanggung jawab kepada Presiden. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan ini tidak sekedar kekuasaan eksekutif. 7. Pasal 23E ayat (2) UUD 19445 menyatakan bahwa ”Hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. dan dilanjuti dengan ayat (3) ”Hasil pemeriksaan ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan dan/atau badan sesuai dengan undangundang.

surat perintah. memberikan gambaran mengenai isu-isu penting yang sedang menjadi perhatian masyarakat. Karena pers dalam masyarakat demokrasi akan memberikan informasi mengenai perkembangan kehidupan sosio politik. Selain itu masih ada lagi pasal-pasal yang perlu direvisi untuk menciptakan stabilitas dalam negara kita. kini ditegaskan dalam pasal 24 ayat 1. • Keberadaan Mahkamah Konstitusi sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman diatur dalam pasal 24 ayat UUD 1945. perlu ada batasan-batasan yang jelas tentang tugas dan wewenang presiden. maklumat. Meskipun dalam perkembangannya. bersama-sama dengan kekuasaan eksekutif. Esai 1. Menurut hemat sayat sistem presidensial yang berlaku di Indonesia sudah cukup tepat untuk diterapkan. Legimitasi pemerintahan negara bukan melalui mekanisme consent by the governed atau berupa direct mandate. membantu pemerintah dalam memperhitungkan cara Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 25 . Menurut hemat saya kekurangan yang masih terdapat dalam UUD 1945 setelah amandemen adalah pasal-pasal yang mengatur wewenang presiden sebagai kepala negara. Fungsi pers sebagai ”Watchdog” menurut hemat saya masih relevan sekarang ini. batasan-batasan kekuasaan presiden sebagai kepala negara tidak terlalu jelas. legislatif.• Kedudukan Mahkamah Augn sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang merdeka semual hanya disebut dalma penjelasan pasal 24 dan 25 UUD 1945. Namun dalam pelaksanaannya. Ada kecenderungan otoriter dan terciptanya negara kekuasaan. 10. Sistem ini akan mempermudah pengontrolan terhadap wewenang dan kerja presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. sertai sebagai pembentuk opini masyarakat dan agenda publik. sudah pembagian kekuasaan negara dan sistem check and balances menurut UUD 1945. Karena pers menjadi ”mata dan telinga” yang memberikan isyarat dan tanda-tanda dini apabila ada kejadian yang tidak pada tempat. • Badan Pemeriksa Keuangan adalah lembaga yang bebas dan mandiri dengan tugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara. mengangkat para menteri sesuai dengan hak prerogatif presiden. menyediakan wahana untuk melakukan debat publik antara berbagai sudut pandang berbeda-beda yang hidup dalam masyarakat. penpres. Di sini pers menjadi kekuatan keempat yang menyangga pemerintahan demokrasi. 9. A. dan yudikatif.

3. Kekuatan politik manapun tidak akan rela melepaskan kekuasaannya tanpa berupaya membela kepentingannya. b. karena dianggap sangat berbahaya bagi kelangsungan bisnis VOC di Hindia Belanda. Ketika itu terbit surat kabar pertama pada 7 Agustus 1744 di Batavia (Jakarta). Hal itu pun terjadi pada di Uni Soviet di mana sensor oleh negara tetap ketat terhadap media massa. atau dibredel. memilih. mereka akan dihukum denda. Ketika penerbit. atau saluran komunikasinya ditutup. Berdasarkan legalitas Permenpen No. Mereka berusaha untuk membatasi atau bahkan meniadakan kebebasan pers. 4. Barulah pada kurun sesudah itu mulai muncul surat kabar berbahasa Melayu. Penyalahgunaan kebebasan pers yang artinya. Selama kurun waktu 1744-1854. Negara-negara dengan satu parti menentukan secara langsung gagasan dan informasi yang akan diterbitkan. 11/1966 yang memberi jaminan ”seolah-olah” ada jaminan bahwa pemerintah tidak akan melakukan sensor dan pembredelan. atau pembaga penyiaran dianggap telah melewati batas politik atau moral yang ditentukan oleh undang-undang atau hukum pemerintahan. Karena itu.01/1984 sudah sejak lama menghantui kehidupan pers karena pasal 33 ayat (h) peraturan tersebut memungkinkan pemerintah membatalkan SIUPP suatu penerbitan pers. Oposisi politik ditekan dengan hanya mengizinkan keberadaan satu partai saja. insan pers memanfaatkan kebebasan pers untuk melakukan kegiatan jurnalistik yang bertentangan dengan fungsi dan peranan yang diembannya. berisi tentang kehidupan orang Eropa dan tidak terkati dengan kehidupan pribumi. Tidaklah mengherankan kalau keberadaan peraturan tersebut sejak lama digugat untuk dihapus. dan diajarkan. dtujukan bagi pembaca berbahasa Belanda. Keadaan pers pribumi pada masa penjajah Belanda mulai pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff. Peraturan tersebut muncul karena pada dasarnya pemerintah mana pun atau individu siapapu tidak mau membiarkan tindakannya disorot. 2. yang kemudian diperbaiki pada tahun 1906. penulis.yang sesuai dalam menggunakan kekuasaan. Pengasingan atas warga negara dari Uni Soviet Pendidikan Kewarganegaraan 3 26 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 .03/Per/Menpen/1969 mengharuskan adanya Surat Izin Terbit (SIT). Peraturan Menteri Penerangan RI No.01/1984.Kemudian aturan ini dicabut bersamaan dengan berlakunya UU No. dan terlibat dalam kehidupan bersama. UndangUndang ini kembali membuka keberadaan SIUPP/Surat Izin Usaha Penerbitan Pers melalui Permenpen Nno. kurun waktu itu sering disebut Babak Putih. surat kabar cenderung dimiliki oleh orang Eropa. Keadaan pers Indonesia pada tahun 1966 dengan pers Uni Soviet pada masa Tirani Besi hampir sama. Meskipun pada waktu itu ada iklim yang memungkinkan terbitnya surat kabar. Yang membuat surat keluar atau majalah dapat dibredel: a. misalnya Slompret Melajoe. Permenpen No. 21 Tahun 1982. Pada masa Orde Baru. Hal itu tampak dari terbitnya berbagai peraturan yang mengekang kehidupan pers. pemerintah kolonial pada dasarnya cenderung mencurigainya. Namun. kebijakannya diteliti secara seksama. Pada hal dalam kurun waktu tersebut berlaku UU Pokok Pers No. disirkulasikan. lembaran hitam menyelimuti sejarah pers Indonesia. dan memberikan sumbangan kepada warga masyarakat untuk belajar. dipenjara. Peraturan pertama pemerintah kolonial tentang pers adalah Peraturan Barang Cetakan pada tahun 1856. dilarang untuk terbit lagi. apalagi dikritik oleh media.01/1984. termasuk proses politik. Peraturan tersebut berisi ketentuan sensor preventif untuk mengawasi tulisan yang akan dimuat dalam surat kabar. Surat kabar tersebut hanya bertahan selama 2 tahun. Pengendalian kebebasan pers yang artinya masih ada pihak-pihak yang tidak suka dengan kebebasan pers. berbahasa Belanda. ketika itu enam penerbitan dibatalkan SIUPP-nya oleh penguasa Orde Baru. yaitu Bataviaschee Nouvelles en Politique Raisonnementen. Ia dilarang terbit oleh gubernu jenderal atas perintah VOC.

akhirnya hingga tahun 1980-a. Hal itu berlaku baik bagi kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh media cetak maupun media elektronik. dan supremasi hukum. ketika terjadi Kongres pertama Amerika Serikat bertemu di tahun 1789. Maksudnya bahwa pers bebas dari tindakan pencegahan. Wartawan harus memiliki kode etik untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar. dan negara-negara Blok Timur lain pun terpengaruh. 7. sepuluh amandemen atas Konstitusi Amerika Serikat. dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. • Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. pelarangan.”Kongres tidak akan membuat satu undang-undang pun. • Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum. 5. pelarangan dan/atau penekanan. seperti Alexander pada tahun 1970. pemerintah demokratis mendorong perubahan politik dan sosial yang damai dan tertib. keadilan. wartawan mempunyai Hak Tolak. memperoleh. Pengakuan dunia tidak mencegah pemerintah Soviet melakukan penindasan atas karya mereka dan menghukum mereka. • Untuk menjamin kemerdekaan pers. pers nasional mempunyai hak mencari. 6. • Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran. yang memenangkan Nobel Perdamaian pada tahun 1975. penyensoran. tugas utamanya adalah pengesahan Bill of Rights. dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Prinsip yang telah lama diterima adalah bahwa pers tidak boleh digunakan untuk tujuan yang menciptakan ”bahaya yang jelas dan nyata” yang membawa konsekuensi serius atas beberapa kepentingan signifikan.. Uni Soviet di bawah pemerintahan Presiden Mkhail Gorbachev memperlonggar sensor media sebagai bagian gerakan reformasi pemerintah secara umu. yang mana merupakan hak atau tugas pemerintah untuk melindunginya. Ketentuan tersebut dengan sangat jelas menunjukkan bahwa pers nasional bebas untuk (mencari.. Sakharov. melindungi sumber-sumber informasi dan menolak menyebutkan identitas sumber informasi) dan bebas dari (tindakan pencegahan. masyarakat yang bebas dan pemerintah yang demokratis tidak akan mungkin terwujud. pembredelan atau palarangan penyiaran. pembredelan atau pelarangan penyiaran). Situasi pada saat pers mengalami kebebasannya dinyatakan bahwa: • Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi. dan Andrey D. Amandemen pertama berbunyi. Namun.yang mengurangi kebebasan berbicara. Di antara yang diasingkan adalah para ilmuwan dan orang-orang terpelajar. dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin. Tnap media yang bebas. Kebebasan pers di luar negeri merupakan suatu hal yang fundamental dalam hak-hak individual. Karena itu.telah mengungkapkan adanya pelecehan hak asasi. Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 27 . Sebagai contohnya di Amerika Serikat. Hhak tolak adalah hak wartawan untuk melindungi sumber-sumber informasi dengan cara menolak menyebutkan identitas sumber informasi. Namun. Melalui pengakuan atas hak untuk berseberangan pendapat.” Amandemen ini kemudian diperluas untuk melindungi pers dari pengurangan haknya oleh negara. • Wartawan bebas memilih organisasi wartawan dan dalam melaksanakan profesinya mendapat perlindungan hukum. wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. memperoleh. atau pers. Bentuk kebebasan tersebut merupakan hal dasar kebebasan pers yang umumnya terdapat di berbagai negara demokratis. kebebasan pers di Amerika Serikat tidaklah absolut.

sebab pemerintah tidak memberikan kebebaan bersuara dan bereksprsi. dan bentuk-bentuk interaksi lainnya. mendorong penegakan supremasi hukum dan hak-hak asasi manusia. investasi. Tiga faktor yang mendorong munculnya neoliberalisme sebagai berikut: a. Karena lewat pers. membantu pemerintah dalam memperhitungkan cara yang sesuai dalam menggunakan kekuasaan. Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 28 . A. Pers juga melakukan pengawasan kritis. dengan adaya peraturan-peraturan yang mengekang kebebasan pers itu sendiri. norma tertulis yang mengatus sika. dan benar. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. 9. perjalanan. koreks. dan tata krama penerbitan atau pemberitaan. budaya populer. dan juga pendidikan politik. memberikan gambaran mengenai isu-isu penting yang sedang menjadi perhatian masyarakat. dan terlibat dalam kehidupan bersama. Kode etik jurnalistik artinya aturan atau tata susila kewartawanan. Karena itu pers bertindak sebagai sumber informasi altenatif bagi masyarakat. Esai 1. misalnya. 2. Globalisasi pada dasarnya berhubungan dengan peningkatan saling berkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan. dan memberikan sumbangan keapda warga masyarakat untuk belajar. bebaskan perusahan swasta dari campur tangan pemerintah. serta biarkan mereka mempunyai ruang untuk mengatur diri sendiri. H Hal ini mengindikasikan bahwa telah matinya demokrasi. suatu pemberitaan dinilai etis atau tidak harus berdasarkan kode etik jurnalistik. 8. harga.Bila kita melihat kondisi kebebasan pers di Indonesia pada masa Orde Baru sangatlah memprihatinkan. Selain itu. Maksud pers sebagai penjaga jalannya demokrasi adalah menegakkan nilai-nilai demokrasi. rakyat sangat bergantung pada pers karena pers merupaan kekuatan yang menyangga pemerintahan yang demokratis. Artinya. akurat. Ada juga mempunyai pengertian tersendiri tentang globalisasi. menjauhkan pemerintah dari campur tangan di bidangbidang perburuhan. memilih. menyediakan wahana untuk melakukan debat publik antara berbagai sudut pandang berbeda-beda yang hidup dalam masyarakat. 10. majalah yang dibredel dengan menggunakan kekuasaan. Banyak sekali surat kabar. Kedudukan pers selalu goyah ketika berhadapan dengan kekuasaan. Cara menilai etis tidaknya pemberitaan suatu media di televisi jika pemberitaan itu tidak terlepas dari kaidah-kaidah umum penyelenggaraan telekomunikasi yang berlaku secara universal. tingkah laku. Ada juga yang mengatakan bahwa globalisasi menunjuk pada lingkup masalah yang menyangkut kepentingan dan nasib bersama yang tidak dapat lagi dipecahkan hanya oleh negara-negara masing-masing. masyarakat mendapatkan informasi tentang perkembangan kehidupan sosio-politik. menghormati pluralisme/kebhinekaan. Ada yang mengatakan bahwa globalisasi merupakan intensifikasi relasi sosial seduia yang menghubungkan lokalitas yang saling berjauhan sedemikian rupa sehingga jumlah peristiwa sosial dibentuk oleh peristiwa yang terjadi pada jarak bermil-mil. Dalam negara demokratis. pers mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat. investasi. termasuk proses politik.

IMF dan World Bank memberi resep untuk menyembuhkan penyakit pasiennya yang sedang kritis. Sebagai imbalannya. Fase Krisis Ekonomi 1997 Krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997. Setelah lima abad sebelumnya menjadi pusat globalisasi dunia melalui rempah-rempah dan kolonialisme Belanda.b. kekayaan alam yang melimpah ruah di bumi Nusantara akan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Termasuk dengan kebanggaan yang dipaksakan menjadi anggota APEC dan penandatanganan kesepakatan pasa bebas Asia Tenggara dan Asia Pasifik. f. Pendapatan seperlima dari populasi kaum kaya di dunia sekarang. Akibatnya kondisi industri dalam negeri sulit berkembang. Soekarno yakin. c. Sementara segelintir orang yang kaya semakin kaya. rata-rata sama dengan 50 tahun pendapatan seperlima dari populasi penduduk miskin. Indonesia berbalik menjadi tamak utang. Pengusaha dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan pengusaha luar negeri. Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia e. Kejayaan ekonomi selama berpuluh-puluh tahun hancur karena pukulan spekulan pasar uang selama beberapa hari saja. Tetapi rakyat yang miskin dan jumlahnya semakin banyak. Arus masuk perdagangan luar negeri menyebabkan defisit perdagangan nasional. 3. c. Kejatuhan Soekarno dari tampuk kekuasaan ini menandai era baru Indonesia yang kembali menjalin hubungan mesra dengan IMF dan World Bank. Penghentian subsidi negara kepada rakyat. dan melakuan privatisasi perusahaan milik negara. Utang luar negeri Indonesia begitu besar. Terjadi kerusakan lingkungan adn polusi limbah industri. Para kapitalis dan sekutu liberalnya dengan senang hati membantu komunisme daripada liberalisme dan kapitalisme. siap tidak siap Indonesia harus rela memasuki arus globalisasi ekonomi. Ia menolak tegas IMF dan Bank Dunia dari Indonesia. 4. karena hal itu selian bertentangan dengan prinsip menjauhkan camur tangan pemerintah juga bertentangan dengan prinsip pasar bebas serta persaingan bebas. Pendidikan Kewarganegaraan 3 29 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 . Penghapusan ideologi ”kesejahteraan bersama” dan pemilikian bersama seperti yang masih banyak dianut oleh masyarakat tradisional. g. Bukti-bukti globalisasi memberikan dampak negatif bagi penduduk dunia sebagai berikut: a. Fase jatuhnya kekuatan Orde Lama Tergulingnya Presiden Soekarno akibat peristiwa G 30 S/PKI menjadi fase awal masuknya Indonesia ke kancah globalisasi setelah kemerdekaan. Fase-fase globalisasi di Indonesia sebagai berikut: a. ambruk. Setlah tadinya berteriak go to hell with your aid. Masuknya wisatawan ke Indonesia melunturkan nilai luhur bangsa. d. menjadikan rupiah sebagai mata uang yang tunduk pada mekanisme pasar uang. b. Indonesia dibangun dengan utang luar negeri. Utang luar negeri tidak cukup membuat Indonesia makmur. Soekarno menutup diri dari modal asing. Indonesia harus menghapus berbagai jenis subsidi untuk rakyat. Soekarno ingin membangun neger denagn ekonomi berdikari dan politik mandiri. Lebih dari satu juta rakyat di negara-negara berkembang hidup dalam kemiskinan absolut. di bawah pimpinan Jenderal Soeharto. b. Perekonomian Indonesia yang tadinya terlihat fantastis.

Akibatnya rakyat tidak lagi mempunyai sumber pengolalaan kekayaan yang bisa diandalkan untuk membangun negaranya atau ekonominya sendiri. Menurut pendapat saya privatisasi yang dilakukan pemerintah terhadap BUMN akan menyebabkan kemiskinan bagi rakyatnya. 6. Teknik berbicara dan presentasi karya ilmiah: • Teknik berbicara . untuk pembangunan ekonomi. b. 7. berskala global. Kebaikan globalisasi ekonomi sebagai berikut: a. Perkembangan perusahaan nasional menjadi sangat lambat karena investasinya lebih banyak melalui bursa efek daripada mendirikan perusahan baru. 9. multikebudayaan c. • Meningkatkan kesadaran terhadap hak-hak asasi mansia dan kejiwaaan manusia di dalam kehidupan bersama. Ciri-ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan: a. seperti pakaian dan film. Perbandingan kebaikan globalisasi ekonomi dan kebudayaan: Pengaruh globalisasi dalam bidang ekonomi adalah munculnya perusahan-perusahaan multinasional yang ada di negara kita. Karena sumber pengolahan kekayaan negara akan beralih kepada swasta yang sebagian besar berasal dari luar negeri. Artinya sebuah karya yang berupaya untuk meneliti perkembangan globalisasi. proses. b. Tujuan diadakan penelitian ilmiah tentang globalisasi adalah untuk membuktikan kebenaran yang dapat memberikan gambaran suatu kebenaran terutama tentang globalisasi. e.h. berkembangnya pertukaran Penyebaran prinsip Berkembangnya pariwisata Berkembangnya mode yang Bertambah banyaknya event- meningkatkan produksi global meningkatkan kemakmuran memperluas pasar untuk produk memperoleh modal lebih banyak menyediakan dana tambahan 8. serta meningkatnya kesadaran bersama dalam alam demokrasi. dan teknologi yang lebih baik e. Dan dengan munculnya perusahaan multinasional maka gaya hidup baru yang tampak jelas di kota-kota besar dan semkain merasuki kehidupan bangsa yang dulunya terisolasi. 10. • Kemajuan IPTEK terutama dalam bidang informasi dan inovasi-inovasi baru di dalam teknologi yang mempermudah kehidupan manusia. d.menarik napas dalam-dalam sebelum memulai pembicaraan Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 30 . kebudayan internasional. event berskala global. 5. masyarakat dalam satu negara c. • Perdagangan bebas yang ditunjang oleh kemajuan IPTEK • Kerja sama internasional dan regional yang telah menyatuhkan kehidupan berusaha bangsa-bangsa tanpa mengenal batas negara. dalam negeri d. serta dampak negatif dan positif globaliassi terhadap kehidupan masyarakat.

. bersemangat.Sikap badan. . dan dapat didengar. Pakaian yang baik.Senyum.menggunakan kata-kata sehari-hari yang dikenal oleh pendengar . jangan menundukkan kepala. Suara menampakkan kesan positif dengan menjelaskan ucapan yang dikeluarkan. tidak menoton. . Air muka mengikuti isi pembicaraan pada penelitian. Pendidikan Kewarganegaraan 3 SMA NEGERI 6 SEMARANG 08/09 31 . duduklah dengan sopan. . sederhana. serasi.Tulisan. Bentuk huruf. . Senyum tulus yang keluar dari dalam lubuk hati.melayangkan pandangan ke pendengar yang paling bersimpati/berminat pada kita. Pada presentasi duduk. gambar sebagai sarana untuk menjelaskan apa yang dibicarakan. rasa harga diri. • Teknik presentasi karya ilmiah: . Pada presentasi berdiri. rapi dan bersih akan menunjukkan rasa percaya diri.Pakaian.Air muka. dan mencerminkan kepribadian seseorang. ..mengatur volume bicara . angka.Pandangan mata. berdirilah dengan tegap dengan mengatur gerakan badan secara teratur agar tenang. Memandang orang-orang yang diajak berbicara.Suara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful