1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman selalu menghasilkan penemuan-penemuan baru dalam berbagai bidang, baik ekonomi, hukum, teknik, sosial, maupun bidang seni budaya. Perkembangan dalam suatu bidang akan selalu mempengaruhi bidang lainnya sehingga satu sama lainnya saling berpengaruh dan saling menunjang. Dewasa ini perkembangan bidang teknik dan ekonomi sudah saling melengkapi sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Perusahaan atau perindustrian tidak dapat melakukan kegiatan produksinya tanpa bantuan alat-alat atau teknologi. Seiring dengan meningkatnya perkembangan usaha dan semakin ketatnya persaingan usaha, para pengusaha dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi. Situasi tersebut akan mendorong para pelaku bisnis bekerja ekstra keras, hati-hati, efektif, dan efisien agar kualitas produk atau jasa yang dihasilkan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Kurangnya modal menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh para pelaku bisnis di dalam meningkatkan usahanya. Untuk itu, pemerintah memberikan fasilitas kredit modal kerja yang disalurkan melalui bank maupun lembaga perkreditan lainnya. Pengalaman bank-bank karena adanya kredit macet telah memacu kalangan perbankan untuk lebih berhati-hati dalam mengatur alokasi dana kredit. Rencana 1

2

kredit disusun lebih matang, analisis atas permohonan kredit lebih terarah dan pengamanan kredit lebih digalakkan di samping peningkatan sistem pembinaan nasabah. Lemahnya pengalaman, keterampilan, modal usaha, dan agunan yang seringkali dihadapi oleh pengusaha kecil menyebabkan bank dan lembaga perkreditan lainnya menolak memberikan fasilitas kredit karena kurang memenuhi persyaratan teknis perbankan. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi segala resiko yang dihadapi oleh pihak bank dan pengusaha kecil, asuransi merupakan metode yang utama dalam pengelolaan resiko. Peranan industri asuransi sebagai lembaga keuangan tidak saja memberikan proteksi kepada masyarakat dan dunia usaha akan tetapi juga sebagai sumber dana atau investasi pada sektor industri lainnya. PT. Asuransi Kredit Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkedudukan di Jalan Raya Puputan No. 9 Niti Mandala Renon Denpasar. PT. Asuransi Kredit Indonesia memberikan beberapa pelayanan dalam asuransi kredit, dimana salah satunya berupa Asuransi Kredit yaitu suatu jasa/layanan yang memberikan perlindungan kepada perbankan ataupun lembaga keuangan non bank lainnya atas resiko kerugian akibat kredit macet, khususnya kredit yang diberikan kepada pengusaha kecil. Apabila pengusaha kecil (debitur) yang dipertanggungkan ke PT. Asuransi Kredit Indonesia tidak dapat/gagal

mengembalikan kreditnya kepada pihak bank atau lembaga keuangan non bank lainnya (tertanggung) maka pihak bank atau lembaga keuangan non bank lainnya dapat mengajukan klaim kepada PT. Asuransi Kredit Indonesia (penanggung).

3

Berdasarkan

latar

belakang

di

atas,

maka

yang

menjadi

pokok

permasalahannya adalah “Bagaimana prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar ?” 1.2 Tujuan dan Kegunaan Laporan 1.2.1 Tujuan laporan Sesuai dengan pokok permasalahan yang dikemukakan di atas, maka yang menjadi tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. 1.2.2 Kegunaan laporan Laporan ini diharapkan mampu bermanfaat bagi pihak-pihak yang terkait, yaitu: a. Bagi khasanah ilmu pengetahuan Dengan penulisan laporan ini, diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan terutama yang berkaitan dengan asuransi kredit. b. Bagi perusahaan Hasil laporan ini diharapkan dapat memberikan masukan atau sumbangan bagi pihak PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar dalam pengambilan keputusan terutama dalam masalah penyelesaian klaim Asuransi Kredit.

4

c. Bagi mahasiswa Melalui Laporan Kerja Profesi Mahasiswa (KPM) ini diharapkan agar mahasiswa dapat memperluas dan menambah pengetahuan serta mengaplikasikan ilmu dan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan membandingkan kenyataan yang terjadi di lapangan. 1.3 Metode Penelitian 1.3.1 Lokasi penelitian Lokasi dari penelitian ini adalah pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar yang beralamat di Jalan Raya Puputan No. 9 Denpasar. 1.3.2 Jenis data dan sumber data 1. Data Menurut Sifatnya Data kualitatif adalah data yang dikumpulkan tidak berbentuk angka-angka dan tidak dapat dihitung (Sugiono, 1999:14). Data kualitatif dalam penelitian ini adalah sejarah berdirinya perusahaan atau gambaran umumnya, struktur organisasi dan keanggotaannya, serta prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit. Niti Mandala Renon,

1999:130). 1. 1999:130) yaitu berupa data-data yang terdapat pada dokumen atau pustaka-pustaka dan dari sumber lainnya. 1999:138) antara lain data mengenai proses penyelesaian klaim Asuransi Kredit dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.3. Data Sekunder Data Sekunder adalah data yang bukan dari pengumpulan dan pengolahan sendiri tapi dilakukan oleh pihak-pihak lain dalam perusahaan dimana penelitian dilakukan (Sugiono. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. serta pencatatan secara sistematis mengenai perkembangan data yang dibutuhkan (Sugiono. Dalam hal ini mengenai penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. b. yaitu melalui: a. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. yaitu dengan karyawan PT. . Data Menurut Sumbernya : a. Observasi Observasi adalah cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek laporan. Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh dan dicatat secara langsung dari sumbernya melalui wawancara (Sugiono.3 Metode pengumpulan data Terdapat tiga metode pengumpulan data.5 2.

Pustaka Teknik ini ditempuh dengan jalan mempelajari buku-buku yang diperlukan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian ini.6 b. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar tentang masalah yang akan dilaporkan. 1999:130). c. 1. . Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab langsung dengan pihak yang berkaitan (Sugiono. Misalnya mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit.3.4 Teknik analisis data Teknik analisis data yang digunakan dalam laporan ini adalah teknik analisis kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu suatu teknik analisis yang menggambarkan atau menjelaskan informasi mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. yaitu karyawan PT.

metode penelitian. BAB III : PEMBAHASAN Menguraikan tentang gambaran umum perusahaan. BAB IV : PENUTUP Bab ini menguraikan simpulan-simpulan yang didapat dari hasil penelitian dan saran-saran yang didasarkan atas simpulan yang ada. tujuan penelitian dan kegunaan penelitian. maka berikut ini dikemukakan penjabaran masing-masing bab sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang masalah. serta prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. .4 Sistematika Penyajian Untuk memberikan gambaran secara garis besar mengenai isi dan susunan laporan ini. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. dan sistematika penyajian laporan. BAB II : TINJAUAN TEORITIS Pada bab ini diuraikan mengenai landasan teori yang relevan dengan judul laporan. struktur organisasi. deskripsi pekerjaan selama KPM.7 1.

dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi aktiva dan kewajiban yang berkaitan. menganalisis. catatan-catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan.1 Pengertian Sistem Akuntansi Pengertian Sistem Akuntansi menurut Mulyadi (2001:3) adalah organisasi formulir. Formulir b. Catatan-catatan data d. Laporan Pembahasan tentang Sistem Akuntansi tidak bisa lepas dari sistem pengendalian intern. catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa. sebab sistem akuntansi yang ditetapkan dalam perusahaan harus dapat mencapai tingkat pengendalian intern itu sendiri. 8 . mengumpulkan. untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Menurut Yusuf (2000:14) Sistem Akuntansi suatu organisasi terdiri dari metode.8 BAB II TINJAUAN TEORITIS 2. mencatat. Prosedur c. dapat kita ketahui bahwa elemen-elemen dari suatu Sistem Akuntansi adalah: a. Sesuai dengan pengertian di atas.

yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.3 Pengertian Struktur Pengendalian Intern Pengertian Struktur Pengendalian Intern menurut Agoes (1999:16) adalah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa tujuan satuan usaha yang spesifik dapat dicapai.9 2. maka pembahasan yang dimaksud mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit adalah tata cara atau urutan kerja yang teratur yang harus dilakukan oleh PT. biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen/lebih.2 Pengertian Prosedur Mulyadi (2001:5) memberikan definisi Prosedur sebagai suatu urutan kegiatan klerikal. Komaruddin (1994:27) mendefinisikan Prosedur sebagai suatu rangkaian tindakan yang ditetapkan lebih dahulu. Dalam kaitannya dengan penulisan laporan ini. Zaki Baridwan (2000:3) mendefinisikan Prosedur adalah suatu urutan-urutan klerikal yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang sama terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi. yang harus dilalui untuk mengerjakan suatu tugas. 2. . Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar (penanggung) agar benar dan sesuai dengan ketentuan.

Struktur Pengendalian Intern perusahaan terdiri dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur untuk menyediakan jaminan yang memadai bahwa tujuan-tujuan perusahaan dapat dicapai. mencatat. b. Lingkungan pengendalian Lingkungan pengendalian suatu organisasi merupakan dampak kolektif dari berbagai faktor dalam menerapkan. menganalisis. . Sistem akuntansi Sistem akuntansi suatu organisasi terdiri dari metode dan catatan-catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan. mengumpulkan. meningkatkan atau memperbaiki efektivitas kebijakan dan prosedur-prosedur tertentu. Struktur Pengendalian Intern terdiri dari tiga elemen yaitu: a. Sistem akuntansi dalam suatu perusahaan dapat berbentuk kompleks maupun sederhana. c. dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi aktiva dan kewajiban yang berkaitan.10 Menurut Yusuf (2000:174). Prosedur-prosedur pengendalian Prosedur-prosedur pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur-prosedur yang tercakup dalam lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi yang harus ditetapkan oleh manajemen untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa tujuan tertentu akan tercapai.

Manajemen yang hati-hati tidak akan menghabiskan biaya untuk manfaat pengendalian yang lebih kecil dari biayanya. . Selain memiliki tujuan yang pasti. b. Meskipun tanggung jawab tertentu dapat didelegasikan kepada bawahan. Jaminan yang Memadai Konsep jaminan yang memadai dikaitkan dengan manfaat dan biaya pengendalian. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan terhadap kekayaan. b. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. dan biaya. Mendorong efisiensi. Premis ini adalah: a. utang. yaitu: a. pendapatan.11 Konsep Struktur Pengendalian Intern didasarkan pada dua premis utama. Menjaga kekayaan organisasi. Struktur Pengendalian Intern bertujuan untuk: a. Struktur Pengendalian Intern didukung oleh unsur-unsur pokok. b. Tanggung Jawab Manajemen Manajemen sendiri bertanggungjawab untuk menetapkan dan menyelenggarakan Struktur Pengendalian Intern. tanggung jawab akhir tetaplah pada manajemen. d. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. c. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi.

yang mungkin akan diderita karena suatu peristiwa yang tak tentu. 2.4 Pengertian Asuransi Asuransi timbul karena adanya perasaan was-was dan unsur ketidakpastian menyangkut hari-hari yang akan datang. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang tidak diharapkan. menyatakan bahwa definisi Asuransi bisa diberikan dari berbagai sudut pandang. Ketidakpastian menyangkut kemungkinan timbulnya kerugian yang belum pasti akan resiko yang terjadi. d. Menurut Darmawi (2004:2). Pihak yang menerima pelimpahan resiko disebut penanggung. Karyawan yang bermutu serta bertanggungjawab. sedangkan pihak yang melimpahkan resiko disebut tertanggung. Dalam menanggulangi resiko yang mungkin terjadi . Di dalam Pasal 426 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) disebut bahwa ”Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung. yaitu: . dengan menerima suatu premi. Menurut Salim (2000:1) menyatakan bahwa Asuransi adalah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil sedikitnya sudah pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti.12 c. untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian. masyarakat dapat melimpahkan kepada pihak lain yang bersedia menerima pelimpahan resiko. Praktek yang sehat dalam melaksanakan fungsi-fungsi setiap unit organisasi.

Hukum probabilitas dan teknik statistik dipergunakan untuk mencapai hasil yang dapat diramalkan. Asuransi merupakan aplikasi matematika dalam memperhitungkan biaya dan faedah pertanggungan resiko. Dalam sudut pandang ekonomi. tertanggung mempertukarkan kerugian besar yang mungkin terjadi dengan pembayaran tertentu yang relatif kecil. . Dalam sudut pandang hukum.13 1. Asuransi merupakan suatu metode untuk mengurangi resiko dengan jalan memindahkan dan mengkombinasikan ketidakpastian akan adanya kerugian keuangan (financial). Menurut pandangan bisnis. Asuransi adalah sebuah perusahaan yang usaha utamanya menerima atau menjual jasa. dan memperoleh keuntungan dengan berbagai resiko di antara sejumlah besar nasabahnya. Jadi. Dari sudut pandang sosial. 5. pemindahan resiko dari pihak lain. 3. Dalam pandangan matematika. Asuransi merupakan suatu kontrak (perjanjian) pertanggungan resiko antara tertanggung dengan penanggung. 2. Asuransi didefinisikan sebagai organisasi sosial yang menerima pemindahan resiko dan mengumpulkan dana dari anggotaanggotanya guna membayar kerugian yang mungkin terjadi pada masingmasing anggota tersebut. 4.

Premi asuransi 6. Kontrak asuransi dikenal dengan sebutan Polis Asuransi. dimana polis asuransi ini juga diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) yang pada dasarnya mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. Asuransi Kredit Indonesia. dari pengertian-pengertian di atas tersebut dapat disimpulkan bahwa. Waktu mulai berlaku dan berakhirnya pertanggungan .5 Pengertian Polis Menurut PT.14 Jadi. Nama tertanggung 3. Hari diadakannya penutupan asuransi 2. Polis didefinisikan sebagai akte perjanjian asuransi yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi untuk nasabah. kerusakan atau kehilangan yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungjawabkan. Objek pertanggungan 4. Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada pihak tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian apabila pihak tertanggung mengalami kerugian. Nilai pertanggungan 5. 2.

klaim yang terjadi namun belum dilaporkan. klaim cacat dan klaim jaminan kesehatan. Klaim meliputi klaim yang telah disetujui (Settled Claims).15 7. klaim dan manfaat karena jatuh tempo. Kondisi-kondisi 2. 2. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjaman meminjam antara bank dengan pihak lain . Persyaratan-persyaratan 9. Pengertian Klaim dan manfaat asuransi menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam PSAK (1999:36. klaim dalam proses penyelesaian (Outstanding Claims).10 tahun 1998. Kredit adalah penyediaan uang tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu.6 Pengertian Klaim Menurut Komaruddin (1994:32).3) adalah suatu beban yang terdiri dari: Klaim dan manfaat asuransi yang pembayarannya didasarkan pada terjadinya peristiwa yang diasuransikan. Klaim adalah tagihan atau hak atas tagihan yang belum lunas. dan klaim yang ditolak. serta klaim dan manfaat karena pembatalan. yaitu klaim kematian.7 Pengertian Kredit Menurut Undang-Undang Perbankan No. Resiko yang dijamin 8.

Begitu pula dalam bahasa latin kredit berarti ”credere” artinya percaya. Aspek ekonomi yaitu adanya pembayaran bunga oleh yang menerima pinjaman sebagai keuntungan kreditur atas jasa yang diberikan. Sedangkan bagi si penerima kredit merupakan penerimaan kepercayaan sehingga mempunyai kewajiban untuk membayar sesuai jangka waktu. Aspek yuridis yaitu bahwa kedua belah pihak mengikat diri dalam suatu perjanjian kredit dimana kedua belah pihak mengikat diri dalam suatu perjanjian kredit dimana kedua belah pihak masing-masing mempunyai hak dan kewajiban. . Maksud dari percaya bagi si pemberi kredit adalah ia percaya kepada si penerima kredit bahwa kredit yang disalurkan pasti akan dikembalikan sesuai perjanjian. Selain itu dapat disimpulkan bahwa ada dua aspek yang timbul. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Kredit merupakan kepercayaan dari orang atau suatu badan untuk meminjamkan sesuatu kepada orang atau suatu badan lain yang dipercaya dan berkewajiban untuk melunasi hutangnya dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati dalam suatu perjanjian. Dalam arti luas Kredit diartikan sebagai kepercayaan. yaitu aspek yuridis dan ekonomi.16 yang mewajibkan pihak peminjam melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. serta akan timbul sanksi jika perjanjian tersebut dilanggar.

b) Membantu lembaga keuangan bank. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar dengan perbankan atau lembaga keuangan non bank lainnya terlebih dahulu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Asuransi Kredit (PAK) guna mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam menjalin hubungan bisnis tersebut. kerjasama antara PT.17 2. . Dalam melaksanakan fungsi dan peranannya. yaitu Bank atau lembaga keuangan non Bank lainnya.9 Manfaat Asuransi Kredit Bank Manfaat yang dapat dinikmati pengguna jasa Asuransi Kredit . Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar memberikan jaminan kepada pihak kedua (tertanggung). 2. Pihak tertanggung akan mempertanggungkan debiturnya kepada pihak penanggung untuk menghindari terjadinya kerugian yang besar akibat kredit macet. yaitu : a) Membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangka pemenuhan kekurangan persyaratan atas penyerahan barang jaminan yang ditetapkan oleh lembaga pembiayaan keuangan baik bank maupun non bank. non bank dan badan usaha pemberi kredit untuk mengalihkan sebagian resiko finansial atas kegagalan kewajiban pengembalian kredit oleh UMKM.8 Pengertian Asuransi Kredit PT. Asuransi Kredit Indonesia memberikan definisi Asuransi Kredit sebagai suatu perjanjian antara 2 pihak yaitu pihak pertama (penanggung) dimana dalam hal ini PT.

000.18 2. 500.12 Dokumen – Dokumen Yang Diperlukan Dalam Mengajukan Klaim Asuransi Kredit . dengan persyaratan baik jumlah debitur maupun manajemen pengelolaan dikategorikan masal (berkelompok) 2.000.000.00 b) Kredit dengan plafond per debitur dibawah Rp. Asuransi Kredit Indonesia dengan melampirkan dokumen sebagai berikut : a) b) Profil perusahaan calon debitur Copy atau tembusan permohonan kredit dari debitur kepada bank atau lembaga pembiayaan keuangan lainnya c) terakhir d) (SPKMGR) Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar Ganti Rugi Copy neraca keuangan. 500.11 Syarat – Syarat Permintaan Asuransi Kredit Permintaan Asuransi Kredit dilaksanakan secara kasus per kasus ke PT.00.10 Jenis Kredit Yang Dapat Dijamin Oleh PT Asuransi Kredit Indonesia a) Kredit dengan plafond per debitur diatas Rp. laba atau rugi dan cash flow untuk 2 tahun 2.000.

19 a) Surat Tuntutan Ganti Rugi (STGR) atau surat klaim dari bank atau lembaga keuangan non bank lainnya yang antara lain memuat besarnya kerugian b) Tembusan perjanjian kredit atau copy perjanjian kredit yang dilegalisir. Biasanya disebut Surat Pengakuan Hutang (SPH) c) d) e) Rekening koran (R/C) atau kartu pinjaman Copy berita acara pemeriksaan setempat Data pendukung lainnya sesuai persyaratan dalam Perjanjian Asuransi Kredit (PAK) dan Confirmation Letter (CL) .

Kelemahan tersebut sulit ditutupi oleh pinjaman perbankan karena seringkali UMKM tidak dapat memenuhi persyaratan dalam pemberian pinjaman yang ditetapkan oleh pihak bank. Maka. khususnya dalam permodalan. Tujuan dari pendirian perusahaan ini adalah membantu kelancaran pengarahan dan pengamanan perkreditan bank-bank terutama di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). tidak sedikit UMKM yang menghadapi permasalahan dalam mengembangkan usaha.20 BAB III PEMBAHASAN 3.1. Perusahaan ini memiliki struktur pemodalan antara lain Bank Indonesia dengan komposisi saham 55% dan Departemen Keuangan dengan komposisi saham 45%. Dalam situasi dan Kondisi seperti saat ini. Asuransi Kredit Indonesia didirikan berdasarkan Akte Notaris Achmad Kadijono. Asuransi Kredit Indonesia. ASKRINDO) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tanggal 6 April 1971 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 1971 tanggal 11 Januari 1971. untuk membantu 20 .1 Gambaran Umum Perusahaan 3. Perseroan Terbatas Asuransi Kredit Indonesia (PT.1 Sejarah berdirinya PT. PT.

baik besar maupun kecil tentulah mempunyai struktur organisasi. Asuransi Kredit Indonesia. Misi Perusahaan adalah: "Mendukung pelaksanaan dan kebijakan serta program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. terutama dalam menciptakan UMKM yang tangguh. Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. apabila UMKM mengalami kegagalan dalam pengembalian kredit. 3.masing bagian. .21 UMKM.Visi Perusahaan adalah: "Menjadi perusahaan asuransi yang sehat. 1.1. 2. Asuransi Kredit Indonesia akan memberikan ganti rugi kepada pihak pemberi kredit.1.2 Visi dan Misi PT. Pemerintah mendirikan PT. Sedangkan struktur organisasi adalah wadah kerja yang harmonis antara setiap orang untuk mencapai tujuan bersama.3 Struktur organisasi perusahaan Dalam suatu perusahaan. Dari struktur organisasi akan terlihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing bagian. ASKRINDO. Asuransi Kredit Indonesia yang biasa disingkat PT." 3. Dengan menerima sejumlah premi. Dengan demikian akan meningkatkan adanya pembagian kerja dan spesialisasi pekerjaan diantara masing . handal dan terpercaya yang berorientasi pada pengembangan UMKM". PT. Jasa ini disebut Asuransi Kredit.

ASURANSI KREDIT INDONESIA (PERSERO) KANTOR CABANG DENPASAR DIREKSI KEPALA KANTOR CABANG KEPALA SEKSI PERTANGGUNGAN KEPALA SEKSI KLAIM & SUBROGASI KEPALA SEKSI KEUANGAN DAN AKUNTANSI AKUNTANSI STAF/KARYAWAN STAF/KARYAWAN STAF/KARYAWAN Sumber: Surat Keputusan Direksi PT.22 Berdasarkan hubungan pola kerja dan tanggung jawab PT. ASKRINDO menggunakan struktur organisasi garis. yaitu suatu bentuk organisasi yang tugasnya datang dari atasan kepada bawahan dan tanggung jawab datangnya dari bawahan kepada atasan Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada struktur organisasi dibawah ini : Gambar 3.1 STRUKTUR ORGANISASI PT. Asuransi Kredit Indonesia tahun 2005 .

4) M M M M engelola penggunaan dana.23 Adapun tugas dan wewenang masing-masing bagian adalah sebagai berikut: a. mempertanggungjawabkan keuangan dalam penyelenggaraan administrasi yang berkaitan dengan seluruh kegiatan Kantor Cabang yang dipimpinnya. Kepala Kantor Cabang 1) engusahakan kelancaran pelaksanaan operasional sehari-hari perusahaan. 5) M engelola pcnutupan pertanggungan baik secara individual/massal sesuai dengan sistem dan prosedur. Kepala Seksi Pertanggungan: 1) Melaksanakan akseptasi penutupan pertanggungan secara kasus demi kasus dan secara otomatis sesuai dengan perjanjian yang ada. b. . 6) M engelola proses penyelesaian klaim sesuai dengan sistem prosedur yang ditetapkan. 2) engawasi dan mengendalikan pelaksanaan tugas-tugas pada semua bagian. 3) embangun dan membina citra baik perusahaan di wilayah kerja.

2) Melaksanakan analisa terhadap segenap surat tuntutan ganti rugi atau klaim. Kepala Seksi Klaim dan Subrogasi 1) Memelihara. menilai dan memberikan saran penyempurnaan terhadap sistem dan prosedur di lingkungan klaim dan subrogasi. 3) Melaksanakan kegiatan administrasi piutang subrogasi dan penagihan recoveries. 2) Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan administrasi perpajakan. 1) Melakukan kegiatan pembukuan di wilayah Kantor Cabang. 4) Melaksanakan kegiatan umum dan personalia di Kantor Cabang. 4) Melaksanakan kearsipan seksi klaim dan subrogasi serta laporan lainnya secara periodik kepada atasan.4 Bidang usaha . c.24 2) Melaksanakan produksi penutupan pertanggungan secara kasus demi kasus dan secara otornatis sesuai dengan perjanjian yang ada. kegiatan sekretariat dan hubungan masyarakat di 3. 3) Mengupayakan pencapaian target premi asuransi kredit Surety Bond dan Custom Bond dan jasa lainnya sesuai dengan anggaran premi yang telah ditetapkan dalam kaitan penutupan pertanggungan secara kasus demi kasus dan secara otomatis.1. d. 3) Melaksanakan Kantor Cabang. Kepala Seksi Keuangan dan akuntansi.

Penjaminan a. Manfaat Penjaminan Kredit Bank : 1) Memperbesar akses pengusaha kecil terhadap sumber pembiayaan.25 Produk PT. Penjaminan Kredit Bank Merupakan salah satu layanan untuk memberikan penutupan pertanggungan kepada perbankan atau lembaga keuangan non bank lainnya atas resiko kredit yang diberikan kepada UMKM. Manfaat Penjaminan Kredit Perdagangan : 1) Mengurangi manajemen resiko produsen 2) Mengurangi piutang ragu-ragu produsen 3) Meningkatkan volume penjualan 4) Membantu perluasan pasar. Penjaminan Kredit Perdagangan Merupakan layanan untuk menutup resiko komersial akibat tidak dibayarnya piutang dagang dari transaksi perdagangan secara kredit antara produsen dengan konsumen. Askred dan Surety . Asuransi Kredit Indonesia digolongkan dalam 2 jenis bidang usaha yaitu: 1. b. 2. 2) Mengurangi resiko yang dihadapi bank atau lembaga keuangan non bank lainnya atas pemberian kredit kepada UMKM.

Jaminan diberikan kepada Principal/Importir/Produsen eksportir. Manfaat Customs Bond: 1) Principal dapat memelihara likuiditas keuangannya. fasilitas penangguhan/pembebasan bea masuk barang impor dan pungutan negara lainnya bagi kepentingan bea dan cukai. Penjamin Letter of Credit Impor (L/C) dan KMK ekspor (Kredit Modal Kerja) Merupakan layanan perusahaan berupa jaminan yang diberikan kepada Bank Umum Devisa (Penerima jaminan) terhadap kemungkinan timbulnya kerugian akibat terjamin (Importir/Produsen Eksportir) tidak dapat memenuhi . c. Customs Bond Merupakan salah satu layanan untuk memberikan jaminan atas fasilitas kepabeanan. 2) Membantu Principal untuk menjaga likuiditas keuangannya. 2) Principal dapat dengan mudah memperoleh customs bond.26 a. Manfaat Surety Bond: 1) Memperoleh kepastian bahwa Principal akan melaksanakan kewajibannya kepada Obligee. b. Surety Bond Merupakan salah satu layanan yang memberikan jaminan kepada pemilik proyek (Obligee) terhadap kerugian yang timbul akibat Principal tidak dapat menyelesaikan kewajibannya.

Manfaat pinjaman L/C impor dan KMK Ekspor: 1) Mengurangi risiko financial yang dihadapi Bank devisa pembuka L/C. cabang. c. Menginput data arsip klaim yang telah dipilah tersebut ke dalam data arsip klaim disetujui dan data arsip klaim ditolak di komputer. Claim Settlement. 2) Membantu eksportir memperoleh akses pembiayaan dari bank untuk keperluan proses produksi barang untuk diekspor dan atau barang yang diimpor. kemudian diurutkan berdasarkan No. dan tahun. b. d. .2 Deskripsi Pekerjaan selama Melaksanakan KPM Pekerjaan – pekerjaan yang ditugaskan selama penulisan melaksanakan KPM di PT. yang timbul akibat ketidakmampuan importir melunasi L/C Importir.27 kewajibannya melunasi pembayaran kepada penerima jaminan atas Letter Of Credit Impor dan Kredit modal kecil ekspor. 3. Asuransi Kredit Indonesia adalah sebagai berikut : a. Memilah data arsip klaim yang disetujui dan di tolak berdasarkan nama bank. Mengetik amplop surat menggunakan mesin tik elektronik. Mengentry data recoveries ke dalam komputer menggunakan program Sistem Komputerisasi Terpadu (SKT).

j. dan bukti bank recoveries. Laporan Realisasi Kredit (LRK). dan klaim yang disetujui. Debitur dinyatakan pailit oleh pengadilan Negeri c. Meregister surat klaim yang masuk. dan lain sebagainya. h. surat klaim yang masuk. antara lain: a.3 Sebab – sebab Terjadinya Klaim Asuransi Kredit Klaim Asuransi Kredit diajukan oleh tertanggung (Bank atau lembaga keuangan non bank lainnya) kepada PT. i. Mencari Nota Penutupan Pertanggungan (NPP) beserta Deklarasi Jumlah Pertanggungan (DJP) dan difotocopy. Memilah dan menyesuaikan Kartu Penerimaan Recoveries (KPR) dengan bukti Bank. Debitur dinyatakan likuidasi berdasarkan keputusan pengadilan . f. Laporan Realisasi Kredit (LRK). Mengurutkan data arsip klaim yang masuk k.28 e. Memfotocopy Laporan Nasabah Menunggak (LNM). Adapun sebab-sebab terjadinya klaim Asuransi Kredit. 3. Debitur tertanggung tidak dapat melunasi kreditnya pada saat kredit yang bersangkutan jatuh tempo dengan ketentuan usaha debitur terganggu sudah tidak dapat berjalan lagi b. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar apabila debitur yang dipertanggungkan tidak dapat melunasi kreditnya. Memfile Laporan Nasabah Menunggak (LNM). Memfaks surat klaim yang disetujui dan surat ucapan terima kasih. g.

Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar.29 d. kerugian yang lebih besar 3. Adapun prosedur pengajuan dan penerimaan surat klaim pada PT. Terjadi penarikan kembali kredit sebelum jangka waktu kredit berakhir dengan syarat : 1. yaitu : Terdapat penyimpangan yang Untuk mencegah / mengurangi Jangka waktu kredit lebih dari 2 . Tertanggung (Bank atau lembaga keuangan non bank lainnya) hanya berhak atas klaim apabila debitur yang bersangkutan telah dilaporkan menunggak pada periode Laporan Realisasi Kredit (LRK) atau Laporan Nasabah Menunggak (LNM) minimal tiga bulan sebelum timbulnya hak klaim.4 Prosedur Pengajuan dan Penerimaan Surat Klaim Asuransi Kredit Hak tertanggung (Bank atau lembaga keuangan non bank lainnya) mengajukan klaim mulai timbul pada saat setelah tiga (3) bulan terhitung dari tanggal jatuh tempo kredit atau setelah 3 (tiga) bulan dari tanggal penghentian fasilitas kredit. Debitur ditetapkan dibawah pengampunan sepanjang debitur bukan badan hukum e. Debitur melarikan diri/hilang/tidak diketahui alamatnnya f. dilakukan oleh debitur 3. tahun 2.

30 a. berkas TGR. Form Analisa. Surat Tuntutan Ganti Rugi (STGR) beserta lampirannya masing-masing 1 rangkap diajukan oleh Tertanggung. Misalnya Rencana Usaha Bersama (RUB). surat permohonan kredit. Tertanggung mengajukan Surat Tuntutan Ganti Rugi (STGR) atau surat klaim yang dilampiri dengan : 1) Tembusan perjanjian kredit/copy perjanjian kredit yang dilegalisir. Laporan Kunjungan Nasabah (LKN). c. dan lain sebagainya. e. Surat Tuntutan Ganti Rugi (STGR) atau surat klaim tersebut diterima oleh seksi administrasi dan keuangan sesuai dengan prosedur penerimaan surat masuk. b. Petugas Administrasi Klaim melakukan input data Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dan mencetak Form Analisa untuk proses penyelesaian klaim. (A) . dan disampaikan ke seksi klaim dan subrogasi. Biasanya disebut Surat Pengakuan Hutang (SPH) 2) 3) 4) Rekening koran (R/C) / kartu pinjaman Copy Berita Acara Pemeriksaan setempat Data pendukung lainnya sesuai persyaratan dalam Perjanjian Asuransi Kredit (PAK) dan Confirmation Letter (CL). d. dan lampirannya diserahkan kepada Analis untuk proses penyelesaian klaim. surat peringatan tunggakan. Petugas Administrasi Klaim kemudian melakukan pencatatan data Tuntutan Ganti Rugi (diregistrasi) ke dalam buku register klaim masuk.

Bank Tertanggung Seksi Administrasi dan Keuangan Seksi Klaim & Subrogasi STGR 1 Penerimaan STGR STGR 1 Lampiran 1 Lampiran 1 Gambar 3.2.2 Pencatatan ke BK Register Klaim Masuk Prosedur Pengajuan Dan Penerimaan Surat Klaim Input Data TGR dan Cetak Form Analisa Form Analisa TGR Lampiran A .31 Selanjutnya untuk lebih jelasnya mengenai prosedur pengajuan dan penerimaan surat klaim dapat dilihat pada gambar 3.

Asuransi Kredit Indonesia Tahun 1999 : STGR : Surat Tuntutan Ganti Rugi 3.32 Sumber Keterangan : PT. pihak tertanggung harus memenuhi persyaratan dalam menyerahkan dokumen - dokumen yang diperlukan. Apabila data – data atau dokumen tersebut belum lengkap maka seksi klaim berhak meminta pada pihak tertanggung untuk melengkapi data – data yang kurang sesuai dengan yang tercantum dalam Perjanjian Asuransi Kredit . Asuransi Kredit Indonesia.5 Prosedur Penyelesaian Klaim Asuransi Kredit Dalam penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT.

3) Apabila jumlah klaim tersebut diatas Rp 200. dan lampirannya.00 maka keputusan berada dibawah wewenang Kantor Pusat. lakukan perhitungan ganti rugi dari hasil perhitungan ganti rugi sesuai dengan yang tercantum dalam Perjanjian Asuransi Kredit (PAK). Klaim Disetujui 1) Apabila dari hasil penelitian ternyata Tuntutan Ganti Rugi / Klaim memenuhi syarat. Analis akan memulai proses penyelesaian klaim setelah data atau dokumen yang diperlukan lengkap dengan menggunakan Form Analisa.33 (PAK). c) Analis kemudian membuat Usulan/Memorandum Persetujuan Pembayaran Klaim yang akan diajukan kepada Kepala Cabang PT. berkas TGR.000. b) Apabila dari hasil penelitian ternyata Tuntutan Ganti Rugi / Klaim memenuhi syarat. lakukan perhitungan ganti rugi dari hasil perhitungan ganti rugi sesuai dengan yang tercantum dalam Perjanjian Asuransi Kredit (PAK). Wewenang Kantor Cabang : a) Analis seksi klaim Kantor Cabang melakukan analisa penyelesaian klaim berdasarkan Form Analisa. ASKRINDO. .00 ke bawah maka keputusan berada dibawah wewenang Kantor Cabang.000. yaitu : a.000.000. Terdapat dua (2) hasil analisa Tuntutan Ganti Rugi (TGR). 2) Apabila jumlah klaim tersebut Rp 200.

Claim Settlement serta Surat Perintah Transfer (SPT)/Surat Permintaan Pemindah Bukuan (SPPB) diserahkan kepada seksi administrasi dan keuangan yang akan digunakan untuk proses transfer. Wewenang Kantor Pusat : . e) Permintaan Claim Settlement serta Surat Perintah Transfer (SPT)/Surat Pemindah Bukuan (SPPB) setelah diterbitkan harus ditandatangani oleh Kepala Cabang. Petugas administrasi klaim melakukan entry data persetujuan dan menerbitkan Claim Settlement serta Surat Perintah Transfer (SPT)/Surat Permintaan Pemindah Bukuan (SPPB) yang akan digunakan untuk proses transfer oleh seksi administrasi dan keuangan. lampiran ke-3 diserahkan kepada seksi klaim dan subrogasi sebagai arsip dari dokumen penyelesaian klaim dan lampiran ke-4 digunakan sebagai arsip oleh seksi administrasi dan keuangan. h) Claim Settlement serta Surat Perintah Transfer (SPT)/Surat Permintaan Pemindah Bukuan (SPPB) dibuat rangkap empat (4). seksi administrasi dan keuangan melakukan pembayaran melalui transfer bank. f) Setelah ditandatangani.34 d) Kepala Cabang memberikan persetujuan dalam hal Usulan Pembayaran Klaim. g) Berdasarkan Surat Perintah Transfer (SPT)/Surat Permintaan Pemindah Bukuan (SPPB). dimana lampiran ke-1 dan 2 dikirim kepada Cabang Bank Tertanggung dan Kanwil Bank Tertanggung.

Selanjutnya untuk lebih jelasnya mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit yang disetujui dapat dilihat pada Gambar 3.3 Prosedur Persetujuan Klaim Asuransi Kredit Seksi Klaim dan Subrogasi A Form analisa Seksi Administrasi dan Keuangan . maka Kantor Pusat yang akan memberikan persetujuan/keputusan atas analisa penyelesaian klaim yang dilakukan oleh Analis Kantor Cabang. b) Persetujuan klaim tersebut disampaikan ke Kantor Cabang untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan wewenang Kantor Cabang yang telah dijelaskan di atas.35 a) Apabila keputusan tersebut menyangkut wewenang Kantor Pusat.3. Gambar 3.

2) Apabila dari hasil penelitian ternyata : SPT : Surat Perintah Transfer Keterangan Tuntutan Ganti Rugi : SPPB : Surat Permintaan Pemindah Bukuan (TGR)/klaim tidak memenuhi syarat maka permohonan klaim ditolak. berkas TGR. Klaim Ditolak 1) Berdasarkan Form Analisa. 3) Analis seksi klaim membuat usulan penolakan klaim kepada Kepala Cabang PT. . Analis Sumber : PT. Asuransi Kredit Indonesia Tahun 1999 melakukan analisa penyelesaian klaim. ASKRINDO.36 Claim Settlement Kirim ke Cabang bank 1 TGR lampiran Telaah & Disetuju i Disetujui / tidak Usulan Pembayaran Kirim ke Kanwil bank 2 Claim Settlement 1 2 3 SPT/SPPB 1 2 3 Usulan pembayaran disetujui 4 4 Transfer Pembayara nR Penerbita n Claim Settlement 1 2 3 4 Ditandatanga ni oleh kepala cabang Claim settlement 3 SPT/SPPB 3 Pencatatan ke BK Register Arsip N SPT/SPPB 1 2 3 4 Claim settlement 4 SPT/SPPB 4 SPT/SPPB 1 2 3 4 Pencatatan ke BK register Arsip N SPT/SPPB Kirim ke Cabang bank 1 Kirim ke Kanwil bank 2 b. dan lampirannya.

37 4) Apabila Kepala Cabang menyetujui penolakan klaim maka petugas administrasi klaim menerbitkan surat penolakan TGR. Gambar 3. Selanjutnya untuk lebih jelasnya mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit yang ditolak dapat dilihat pada Gambar 3.4 Prosedur Penolakan Klaim Asuransi Kredit Seksi Klaim dan Subrogasi A Form analisa TGR lampiran Telaah & Disetuju i . Surat penolakan Tuntutan Ganti Rugi dikeluarkan oleh seksi klaim dan dibuat tiga (3) rangkap. Surat penolakan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) lampiran Ke-1 dan 2 dikirim kepada Cabang Bank tertanggung dan Kanwil bank tertanggung yang bersangkutan dan surat penolakan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) lampiran Ke-3 digunakan sebagai arsip oleh seksi klaim & subrogasi.4.

Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar didahului dengan mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan penyelesaian klaim Asuransi Kredit. Prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Tahun 1999 Keterangan : TGR = Tuntutan Ganti Rugi PENUTUP Arsip N 4.38 Disetujui / tidak Usulan penolakan Usulan penolakan disetujui Surat penolakan TGR 1 2 3 Ditandatanga ni oleh kepala cabang Surat penolakan TGR dikirim ke Cabang bank 1 Kirim ke Kanwil bank 2 3 Pencatatan ke IV BAB BK Register Sumber : PT. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. .1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab – bab sebelumnya mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar.

Pembatasan pembayaran klaim juga dapat dilihat sebagai suatu usaha untuk mengadakan pengendalian intern dalam perusahaan. agar kegiatan perusahaan yang saling berkaitan tidak mengalami kekacauan. Semua urutan kegiatan yang dimulai dari prosedur pengajuan klaim sampai prosedur penyelesaian klaim membentuk suatu sistem yang melibatkan beberapa orang dengan pembagian kewenangan yang jelas. Prosedur penyelesaian Asuransi Kredit didahului dengan pengajuan dokumen atau berkas-berkas yang berisi tentang pengajuan klaim sesuai dengan yang tercantum dalam Perjanjian Asuransi Kredit (PAK) antara penanggung dan tertanggung. Setelah diketahui masing-masing keputusan kantor cabang atau kantor pusat. 4. Pihak tertanggung mengajukan langsung ke kantor cabang dan selanjutnya seksi klaim dan subrogasi akan menindaklanjuti dengan menganalisa dokumen tersebut. Kantor Cabang dan seksi klaim & subrogasi akan segera memproses penyelesaian klaim dengan mengecek dokumen tersebut apakah tuntutan klaim yang diajukan merupakan wewenang kantor cabang atau kantor pusat. maka kantor cabang akan menerbitkan claim settlement dan SPT/SPPB bila klaim disetujui atau surat 38 penolakan klaim bila klaim ditolak. oleh seksi keuangan dan akuntansi dengan . 3. apabila dokumen atau berkas sudah lengkap. Pembayaran klaim dilakukan melalui bank yang dilaksanakan menggunakan SPT/SPPB.39 2.

. Diharapkan PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar melakukan usaha-usaha yang dapat meminimalkan klaim yang terjadi.40 4. Askrindo. sehingga dapat mempercepat proses pelayanan klaim kepada mitra kerja PT.2 Saran – Saran Berdasarkan kesimpulan yang ada maka dapat dikemukakan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi PT Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar: 1. 3. misalnya dengan melakukan kunjungan kepada debitur. bila perlu target dalam pencapaian premi tersebut dapat ditingkatkan. Mengupayakan target pencapaian premi yang telah ditetapkan. Sebaiknya kewenangan memutus besarnya penyelesaian klaim kepada PT Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar dapat lebih ditingkatkan. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful