BAB I PENDAHULUAN

A. Pengertian PAUD Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk

penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Gizi juga merupakan salah satu aspek yang sangat dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Pemenuhan gizi yang cukup pada anak di usia-usia awal (0-8 tahun) dapat mempengaruhi perkembangan mental, termasuk kecerdasan anak. Salah satu kecerdasan yang dapat dipengaruhi adalah kecerdasan adversity (adversity intelligence). Kecerdasan adversity merupakan sebuah bentuk kecerdasan yang memberikan ketahanan terhadap stres (daya resiliensi) tinggi, kemampuan merespon stres (coping mechanism) yang baik serta membangkitkan kemauan dan kemampuan untuk mencapai puncak prestasi.

1

PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun. yang menggunakan program untuk anak usia 4 . Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara.BAB II PEMBAHASAN A. B. y Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.” 2 tahun. Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.” 6 tahun 2 . Ruang Lingkup PAUD Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini y y y y Infant (0-1 tahun) Toddler (2-3 tahun) Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun) Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun) C. yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.” 6 tahun.” 4 tahun. Tujuan PAUD Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu: y Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas. Penyelenggaraan PAUD jalur pendidikan nonformal berbentuk : y y Taman Penitipan Anak (TPA) dan bentuk lain yang sederajat. yang menggunakan program untuk anak usia 0 . 4 . Penyelenggaraan PAUD Penyelenggaraan PAUD jalur pendidikan formal berbentuk : y y Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal (RA) dan bentuk lain yang sederajat. 2 .20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun.

Hal ini pasti merupakan berita yan gmenggembirakan bagi warga negara yang memiliki bakat khusus dan tingkat kecerdasan yang istimewa untuk mendapat pelayanan pendidikan sebaik-baiknya. y Prestasi-prestasi istimewa dalam bidang seni atau bidang lain. ayat 1b). dan lain-lain. misalnya bidang bahasa. seni. biasanya ditunjukkan dengan perolehan tes inteligensi yang sangat tinggi. drama.” 6 tahun D.” 4 tahun dan 4 . tari. yaitu kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi orang lain untuk bertindak sesuai dengan harapan kelompok. Kelebihan-kelebihan mereka bisa nampak dalam salah satu atau lebih tanda-tanda berikut: y Kemampuan inteligensi umum yang sangat tinggi. y Kemampuan memimpin yang menonjol. Banyak referensi menyebutkan bahwa di dunia ini sekitar 10 ± 15% anak berbakat dalam pengertian memiliki kecerdasan atau kelebihan yang luar biasa jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya.Program Pengasuhan untuk anak usia 0 . yaitu kemampuan untuk menemukan ide-ide baru. Deteksi Dini Terhadap Anak-Anak Berbakat Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan antara lain bahwa "warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus" (Pasal 5. 3 . y Kreativitas yang tinggi dalam berpikir. misal IQ diatas 120.” 6 tahun . y y Kelompok Bermain (KB) dan bentuk lain yang sederajat. ayat 4). Hal ini biasanya ditunjukkan dengan prestasi istimewa dalam bidang-bidang tersebut. Di samping itu juga dikatakan bahwa "setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. lukis. matematika. yang menggunakan program untuk anak usia 2 . dan lain-lain. minat dan kemampuannya" (pasal 12. misalnya seni musik. y Bakat istimewa dalam bidang tertentu.

Sebagai contoh ada anak yang baru berumur dua tahun tetapi lebih suka memilih alat-alat mainan untuk anak berumur 6-7 tahun. kalau sedang bermain seperti anak seusianya. Hal ini tidak jarang membuat guru di sekolah mengalamai kesulitan. Misalnya saja ada anak berumur tiga tahun sudah dapat membaca lancar seperti layaknya anak usia tujuh tahun. atau anak usia tiga tahun tetapi sudah mampu membaca buku-buku yang diperuntukkan bagi anak usia 7-8 tahun. atau ada anak yang baru berumur lima tahun tetapi cara berpikirnya seperti orang dewasa." Sementara itu banyak orang tua yang menjadi panik dan was-was jika melihat adanya gejala-gejala atau perilaku-perilaku anaknya yang berbeda dari anak seusianya. tetapi juga sering menggunakan cara yang berbeda dari teman-teman seusianya. kalau mengerjakan matematika seperti anak usia 12 tahun. Tanda-tanda Umum Anak Berbakat Sejak usia dini sudah dapat dilihat adanya kemungkinan anak memiliki bakat yang istimewa. dan kalau berbicara seperti anak berusia lima tahun. Mereka akan sangat senang jika mendapat pelayanan seperti yang mereka harapkan. Oleh sebab itu tidak mengherankan pula bahwa semakin banyak orang tua yang merasa perlu cepat-cepat memasukkan anaknya ke sekolah sejak usia dini. Anak yang memiliki bakat istimewa sering kali memiliki tahap perkembangan yang tidak serentak. Ia dapat hidup dalam berbagai usia perkembangan. Mereka sangat berharap agar anak-anak mereka "cepat menjadi pandai. Yang perlu dipahami adalah bahwa anak berbakat umumnya tidak hanya belajar lebih cepat. dan lain-lain. tetapi kalau membaca seperti anak berusia 10 tahun. Maka dari itu kiranya perlu para guru dan orang tua bisa mendeteksi sejak dini tanda-tanda adanya kemampuan istimewa pada anak agar anak-anak yang memiliki bakat dan kemampuan isitimewa seperti itu dapat diberi pelayanan pendidikan yang memadai. misalnya: anak berusia tiga tahun. Dapat terjadi bahwa gejala-gejala dan "perilaku aneh" dari anak itu merupakan tanda bahwa anak memiliki kemampuan istimewa.Pada zaman modern ini orang tua semakin sadar bahwa pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar-tawar. bahkan sering merasa 4 . E.

Sebaliknya justru menunjukkan perilaku yang kurang menyenangkan. artinya anak dari Taman Kanak-Kanak misalnya tidak harus melalui kelas I Sekolah Dasar.terganggu dengan anak-anak seperti itu. Di kelas-kelas seperti itu akan terjadi dua kerugian. misalnya: tulsiannya tidak teratur. sehingga dia menjadi berbicara agak gagap karena pikirannya lebih cepat daripada alat-alat bicara di mulutnya. Di kelas-kelas Taman Kanak-Kanak atau Sekolah Dasar anak-anak berbakat sering tidak menunjukkan prestasi yang menonjol. dan (2) guru dan teman-teman kelasnya akan bisa sangat terganggu oleh perilaku anak berbakat tadi. Perkembangan pikirannya jauh ebih cepat daripada perkembangan motoriknya. maka agak sulit jika anak berbakat dimasukkan pada sekolah tradisional. Demikian juga seringkali ada perbedaan antara perkembangan kognitif dan perkembangan bahasanya. Beberapa kemungkinan pelayanan anak berbakat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) Menyelenggarakan program akselerasi khusus untuk anak-anak berbakat. tetapi misalnya langsung ke kelas II. mudah bosan dengan cara guru mengajar. Di samping itu anak berbakat istimewa biasanya memiliki kemampuan menerima informasi dalam jumlah yang besar sekaligus. bercampur dengan anak -anak lainnya. Program akselerasi dapat dilakukan dengan cara "lompat kelas". yaitu: (1) anak berbakat akan frustrasi karena tidak mendapat pelayanan yang dibutuhkan. dan sebagainya. F. terlalu cepat menyelesaikan tugas tetapi kurang teliti. Tulisan anak berbakat sering kurang teratur karena ada perbedaan perkembangan antara perkembangan kognitif (pemahaman. pikiran) dan perkembangan motorik. Yang menjadi minat dan perhatiannya kadang-kadang justru hal-hal yan gtidak diajarkan di kelas. dalam hal ini gerakan tangan dan jari untuk menulis. Jika ia hanya mendapat sedikit informasi maka ia akan cepat menjadi "kehausan" akan informasi. atau bahkan ke kelas 5 . Pelayanan bagi Anak Berbakat Mengingat bahwa anak berbakat memiliki kemampuan dan minat yang amat berbeda dari anak-anak sebayanya.

Masing-masing anak didorong untuk belajar menurut ritmenya masing-masing. tetapi pelajaran lain tetap di kelas I. 2) Home-schooling (pendidikan non formal di luar sekolah). Misalnya saja anak kelas I Sekolah Dasar yang berbakat istimewa dalam bidang matematika.III Sekolah Dasar. atau disebut akselerasi kelas. Dalam program akselerasi untuk seluruh mata pelajaran berarti anak tidak perlu menempuh kelas secara berturutan. ia boleh mengikuti pelajaran bahasa Inggris di kelas V atau VI. maka ia diperkenankan menempuh pelajaran matematika di kelas III. Dalam model ini biasanya jumlah anak per kelas harus sangat terbatas sehingga perhatian guru terhadap perbedaan individual masih bisa cukup memadai. Demikian juga dari kelas III Sekolah Dasar bisa saja langsung ke kelas V jika memang anaknya sudah matang untuk menempuhnya. Jika sekolah keberatan dengan pelayanan anak berbakat menggunakan model akselerasi kelas atau akselerasi mata pelajaran. ataupun (2) akselerasi untuk beberapa mata pelajaran saja. 3) Menyelenggarakan kelas-kelas tradisional dengan pendekatan individual. misalnya maksimum 20 anak. maka cara lain yang dapat d itempuh adalah memberikan pendidikan tambahan di rumah/di luar sekolah. yang sering disebut home-schooling. maka ia bisa saja dikembalikan ke sekolah pada kelas tertentu yang cocok dengan tingkat perkembangannya. Jadi program akselerasi dapat dilakukan untuk: (1) seluruh mata pelajaran. tetapi dapat melompati kelas tertentu. misalnya anak kelas I Sekolah Dasar langsung naik ke kelas III. Anak yang sudah sangat maju diberi tugas dan materi yang lebih banyak dan lebih mendalam daripada anak lainnya. Dalam home-schooling orang tua atau tenaga ahli yang ditunjuk bisa membuat program khusus yang sesuai dengan bakat istimewa anak yang bersangkutan. Dapat juga program akselerasi hanya diberlakukan untuk mata pelajaran yang luar biasa saja. Demikian pula guru harus siap dengan berbagai bahan yang mungkin akan dipilih oleh 6 . Demikian juga kalau ada anak kelas II Sekolah Dasar yang sangat maju dalam bidang bahasa Inggris. Pada suatu ketika jika anak sudah siap kembali ke sekolah. sebaliknya anak yang agak lamban diberi materi dan tugas yang sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Pergaulan Anak Berbakat Anak berbakat seringkali lebih suka bergaul dengan anak-anak yang lebih tua dari segi usia. maka tidak jarang orang tua dan keluarga. Sistem evaluasi dan pembelajarannyapun harus dibuat yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kelas khusus anak berbakat harus memiliki kurikulum khusus yang dirancang tersendiri sesuai dengan kebutuhan anak-anak berbakat. Jika ia tidak mendapat teman yang cocok.anak untuk dipelajari. Di dalam keluarga pun oran gtua hendaknya mencarikan teman yang cocok bagi anak-anak berbakat sehingga ia tidak merasa kesepian dalam hidupnya. Dalam hal ini anak-anak yang memiliki bakat/kemampuan yang kurang lebih sama dikumpulkan dan diberi pendidikan khusus yang berbeda dari kelas-kelas tradisional bagi anak-anak seusianya. 4) Membangun kelas khusus untuk anak berbakat. Kesanggupan orang tua dan keluarga untuk bergaul dengan anak berbakat akan sangat membantu perkembangan dirinya. Guru dalam hal ini menjadi sangat sibuk dengan memberikan perhatian individual kepada anak yang berbeda-beda tingkat perkembangan dan ritme belajarnya. menjadi teman pergaulan mereka. Misalnya saja ada anak kelas II Sekolah Dasar yang sangat suka bermain catur dengan orang-orang dewasa. khususnya mereka yang memiliki keunggulan dalam bidang yang diminati. 7 . Dalam hal ini para orang tua dan guru harus memakluminya dan membiarkannya sejauh itu tidak merugikan perkembangan yang lain. karena jika ia bermain dengan teman sebayanya rasanya kurang berimbang. Umumnya anak berbakat lebih suka bertanya jawab hal-hal yang mendalam daripada hal-hal yang kecil dan remeh. G. Kelas seperti ini pun harus merupakan kelas kecil di mana pendekatan individual lebih diutamakan daripada pendekatan klasikal.

yang diselenggarakan pada jalur formal. sehingga kita dapat mengetahui tentang Pendidikan Anak Usia Dini. Tujuan PAUD. dan informal. Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu: y Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas. 8 . Saran Setelah kami memaparkan dan membaca makalah ini semoga dapat di ambil Ilmu yang belum diketahui. Ruang Lingkup PAUD dan Penyelenggaraan PAUD. Kesimpulan Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. C. yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa. nonformal. y Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.BAB III PENUTUP B.

wikipedia.slideshare.blogspot.net/NASuprawoto/standar-pendidikan-anak-usia-dini 9 .org/wiki/Pendidikan_anak_usia_dini http://paudjermanclub.com/ http://www.com/ http://paud-usia-dini.DAFTAR PUSTAKA http://id.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful