Pengertian Kloning Gen, Manusia Dan Menurut Agama Islam October 24, 2009 · Posted in Kesehatan

• • •

lowongan kerja

fotos response

social networking site

Info Terbaru Pengertian Kloning Gen, Manusia Dan Dalam Pandangan Agama Kloning; pengertian sederhanya adalah cangkok; yaitu penggabungan unsur-unsur hayati dua atau lebih untuk memperoleh manfaat tertentu. Di bidang biologi molekuler, pengertian kloning ini sering dikonotasikan dengan teknologi penggabungan fragment (potongan) DNA, sehingga pengertiannya identik dengan teknologi rekombinan DNA atau rekayasa genetik. Namun pengertian di luar itu juga masih tetap digunakan, misalnya kloning domba dsb, yang merupakan “penggabungan” unsur inti sel dengan sel telur tanpa inti. Dengan demikian teknologi kloning ini juga termasuk dalam wacana bioteknologi; malah bisa dikatakan sebagai hal yang mendasar untuk bioteknologi. Teknologi kloning memang memungkinkan untuk dikembangakan ke arah rekayasa pembuatan jaringan atau organ tertentu. Namun mesti memperhatikan masalah etik (mungkin ada yang punya pandangan tertentu mengenai etika ini? Ditinjau dari segi ajaran agama, misalnya?). Mengenai rekayasa darah untuk keperluan transfusi, meskipun sel darahnya sendiri bisa diusahakan melalui teknologi kloning (melalui stimulasi hematopoietic progenitors, atau dari stem cells-nya), namun mesti juga harus memperhatikan komponen-komponen lainnya selain komponen sel-sel darah. Pengertian kloning:Kloning adalah teknik membuat keturunan derngan kode genetik yang sama dengan induknya, pada manusia kloning dilakukan dengan mempersiapkan sel telur yang sudah di ambil intinya lalu disatukan dengan sel somatic dari suatu organ tubu, kemudian hasilnya ditanamkan dalam rahim seperti halnya pada bayi tabung. Macam-macam teknik pengkloningan: kloning dapat dilakukan terhadap semua makhluk hidup tumbuhan,hewandan manusia.Pada tumbuhan kloning dapat dilakukan dengan tekhink okulasi,sedangkan pada hewan dan manusia,ada beberapa tekhnik-tekhnik yan dapat dilakukan, kloning ini dapat berupa kloning embrio dan kloning hewan atau manusia itu sendiri. kloning terhadap hewan atau tumbuhan jika memiliki daya guna bagi kehidupan manusi maka hukumnya mubah/boleh dalilnya : Q.S. Al-Baqoroh:29,Q.S. Al-Jatsiyah berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan beberapa ulama’ dapat di ketahui mafsadat dari kloning lebih banyak daripada maslahatnya. oleh karna itu,praktek kloning manusia bertentangan dengan hukum islam dengan demikian kloning manusia dalam islam hukumnya haram.Dalil-dalil keharaman.:Q.S. An-Najm:45-46, Q.S. Al-Qiyamah:37-38,Q.S.Al-Hujurat:13,Q.S.AlAhzab:5,Q.S.Al-Israa’:70,Q.S.At-tiin:4 Hukum Kloning, Tranplantasi Organ, Abortus, dan Bayi Tabung Menurut Islam 2 November 2009 — Abied Kloning Kloning adalah teknik membuat keturunan dengan kode genetik yang sama dengan induknya pada mahkluk hidup tertentu baik berupa hewan, tumbuhan, dan manusia, hal ini dapat dilakukan dengan cara mengambil sel tubuh induknya (sel somatik) dan selanjutnya ditanamkan pada sel induk (ovum) wanita yang telah dihilangkan inti selnya dengan suatu metode yang mirip dengan proses pembuahan atau inseminasi buatan. Dengan metode senacam itu, kloning manusia dilaksanakan dengan cara mengambil inti sel dari seorang perempuan, lalu dengan cairan kimiawi khusus dan kejutan listrik inti sel digabungkan dengan sel telur, setelah penggabungan ini terjadi maka akan ditransfer ke dalam rahim seorang perempuan, agar dapat memperbanyak diri, berkembang,berdiferensiasi dan berubah menjadi janin yang sempurna. Setelah itu keturunan yang dihasilkan dapat dilahirkan secara alamiah yang berkode genetik sama dengan induknya. Kloning embrio terjadi pada sel embrio yang berasal dari rahim istri yang terbentuk dari pertemuan antara sperma suaminya dengan sel telur istrinya yang telah dihilangkan intinya. Selanjutnya sel-sel embrio itu dapat ditanamkan pada rahim perempuan asing. Bentuk kloning ini hukumnya haram sebab dalam hal ini terjadi pencampuradukan dan penghilangan nasab (garis katurunan). Tetapi apabila sel-sel embrio itu ditanamkan pada rahim perempuan pemiliknya maka kloning seperti ini hukumnya mubah. Kloning manusia dapat berlangsung dengan adanya laki- laki dan perempuan dan prosesnya dengan mengambil sel dari tubuh lakilaki lalu inti selnya diambil dan kemudian digabungkan dengan sel telur perempuan yang telah dibuang intinya agar dapat memperbanyak diri, berkembang, berduferensiasi kemudian berkembang menjadi janin dan akhirnya dilahirkan. Klonin yang

maka akan mendapat laknat dari Allah. Al An aam : 151) Demikian pula laki-laki tidak dibolehkan menyumbangkan kedua testis (zakar) meskipun hal ini tidak menyebabkan kematian sebab Rasulullah telah melarang pengebirian/ pemotongan testis ( al khisha’ ) yang akan menyebabkan kemandulan.” (QS. Karena seorang dokter tidak berhak memanfaatkan salah satu organ tubuh seseorang yang telah meninggal dunia untuk ditransplantasikan .dilakukan pada laki-laki maupun perempuan baik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas keturunan dengan menghasilkan keturunan yang lebih cerdas. Ibnu Majah ) Tranplantasi Organ Yang dimaksud dengan transplantasi organ adalah pemindahan organ tubuh dari satu manusia ke manusia lainnya. yang berarti telah membunuh dirinya sendiri. dia berkata: ‫. Ketentuan ini dikarenakan adanya hak bagi seseorang yang tangannya terpotong. “ (QS. ialah bahwa organ yang disumbangkan bukan merupakan organ vital yang menentukan kelangsungan hidup pihak penyumbang. seperti jantung. lebih kuat. dan seluruh manusia. Padahal seseorang tidak dibolehkan membunuh dirinya sendiri atau meminta dengan suka rela kepada orang lain untuk membunuh dirinya. ginjal. Dalam hal ini Allah SWT telah membolehkan memberi maaf dalam masalah qishash dan berbagai diyat. Kloning ini hukumnya haram menurut hukum Islam dan tidak boleh dilakukan. Allah SWT berfirman : ْ ُ َ ُْ َ ُ ُ ْ َ َ َ ‫ول تــقــتلوا انـــفســكم‬ “ Dan janganlah kalian membunuh diri kalian “.” Hukum transplantasi dari orang yang telah meninggal Seseorang yang sudah mati tidak dibolehkan menyumbangkan organ tubuhnya atau mewasiatkan untuk menyumbangkannya. lebih sehat.كـنـا نـغــزوا مع النــبي لـيــس لــنـا نســاء ، فـقــلـنـا : يـارسـول ال أل نسـتخصي ؟ فــنـهـانــا عن ذلك‬ َِ ْ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ ْ ُ َ ٌ َ ِ َ َ َ ْ َ ّ ِّ َ َ ْ ُ ْ َ ُ “ Kami dulu pernah berperang bersama Rasulullah sementara pada kami tidak ada isteri–isteri. Al Baqarah : 178) Syarat bagi kemubahan organ tubuh pada saat seseorang masih hidup. An Nisa : 29) ّ َ ْ ِ ّ ِ َ ّ َ ِّ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ‫ول تــقــتلوا النـفس الـتى حــرم ال ال بــالحـــق‬ “ … dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya)melainkan dengan suatu sebab yang benar . dan rupawan maupun untuk meningkatkan jumlah pemduduk maka sungguh akan menjadi bencana dan biang kerusakan bagi dunia. atau memaafkan orang lain yang telah memotong tangannya atau mencongkel matanya. (QS. atau tercongkel matanya akibat perbuatan orang lain untuk mengambil diyat (tebusan). padahal Islam mewajibkan memelihara nasab. diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA. Allah berfirman : ٌ َ ْ َ َ ْ ُ ّ َ ْ ِ ٌ ِ ْ َ َ ِ ٍ َ ْ ِ ِ ْ َ ِ ٌ َ ََ ِ ْ ُ ْ َ ِ ٌ َ ّ َ ٌ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ ُ َ َ ِ ُ ْ َ َ ‫فمن عـفي له من اخـيه شيئ فـاتـبـاع بالمـعروف واداء الـيــه بــإحــسـان ذلك تـخـفيف من ربــكم ورحمة‬ ْ “Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya. atau seorang budak bertuan kepada selain tuannya. seperti jantung. dan kedua paru-paru. sepert tangan atau ginjal. Hukum transplantasi organ adalah sebagai berikut : Transplantasi organ dari donor yang masih hidup Syara’ membolehkan seseorang pada saat hidupnya dengan suka rela tanpaadanya paksaan siapapun untuk menyumbangkan sebuah organ tubuhnya atau lebih kepada orang lain yang membutuhkan organ yang disumbangkan itu. hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik pula. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Ra. pemindahan tangan dari seseorang pada saat dia hidup atau setelah mati. hati. Kami berkat :”Wahai Rasulullah bolehkah kami melakukan pengebirian ?” Maka beliau melarang kami untuk melakukannya. Hal ini dikarrenakan penyumbang organ tersebut akan mengakibatkan kematian pihak penyumbang. “ ( HR. yang mengatakan bahwa Rasulullah telah bersabda : َ َِ ْ ‫ِ َ س‬ ‫من انْـتسب الى غــيـر ابــيه ، او تَـولى غير مـوالــيه ، فـعـليه لعـنة ال والمــلئكَــة والنّــا ِ أجـمعـين‬ َْ َ ُ َ ْ َ ِ ْ َ َ َ ِ ْ ِ َ ُ َ ْ َ َّ ْ َ ِ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ َ َ َ ِ َ “ Siapa saja yang menghubungkan nkepada orang yang bukan ayahnya. para malaikat. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kalian dan suatu rahmat. Kloning manusia akan menghilangkan garis keturunan.

maka Allah SWT telah menetapkan bahwa mayat mempunyai kehormatan yang wajib dipelihara sebagaimana orang hidup. dikarenakan sedikitnya zina dan pergaulan bebas di luar nikah. ada juga abortus yang terjadi tanpa disengaja (spontaneus abortus).Diriwayatkan dari A’isyah Ummul Mu’minin RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‫كـســر عظــم المـيــت ككــسره حــيـا‬ ّ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ّ َْ ُ ْ َ َ َ َ “Memecahkan tulang mayat itu sama saja dengan memecahkan tulang orang hidup” (HR. Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Al-Anshasi RA. Dalam hal ini pelakunya wajib membayar diyat berupa seorang budak laki-laki atau perempuan dan nilainya sebesar sepersepuluh diyat manusia sempurna. dan Ibnu Hibban) Tindakan mencongkel mata mayat atau membedah perutnya untuk diambil jantungnya atau ginjalnya atau hatinya untuk ditransplantasikan kepada orang lain yang membutuhkan dapat dianggap sebagai mencincang mayat. maka itu pada umumnya dilakukan sebagai terapi untuk menyelamatkan jiwa sang ibu. Abu dawud. banyaknya kelahiran ilegal karena perbuatan zina yang tak terhitung lagi serta membudayanya pergaulan bebas dilluar nikah. yaitu sorang budak laki-laki atau perempuan. Al-ijhad (abortus) dalam bahasa Arab artinya pengguguran janin dari rahim. Bukhari) Abortus Abortus/ Aborsi (al-ijhad) merupakan salah satu problema masyarakat Dunia Barat yang muncul akibat kebejatan moral masyarakatnya. Pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari maka hukumnya jaiz dan tidak apa-apa ini disebabkan bahwa apa yang ada dalam rahim belum menjadi janin karena masih berada dalam tahapan nutfah (gumpalan darah). Kemudian Mughirah RA pernah memutuskan masalah seperti ini dengan mewajibkan diyat satu ghurrah. Demikianlah realitas kontemporer masyarakat Dunia Barat. Sel sperma tersebut akn membuahi sel telur bukan pada tempatnya yang alami. tindakan ini merupakan suatu dosa dan merupakan tindakan kriminal. maka abortus dapat dikatakan masih sedikit terjadi.Banyaknya kelahiran ilegal membuat hampir setengah anak-anak di Barat menjadi anak zina telah mendorong banyak negara barat untuk menetapkan undang-undang yang membolehkan seorang wanita yang ingin ingin menghentikan kehamilannya terutama jika terjai karena zina atau pergaulan bebas di luar nikah untuk menggugurkan kandungannya. Jika dokter terpercaya menetapkan bahwa keberadaan janin dalam perut ibu akan membahayakan keselamatan ibu dan bahkan menyebabkan kematian sang ibu dan janinnya sekaligus maka dalam kondisi ini dibolehkan untuk melakukan abortus dan mengupayakan penyelamatan kehidupan jiwa ibu. Dan Allah telah mengharamkan pelanggaran terhadap pelanggaran kehormatan mayat sebagaimana pelanggaran kehormatan orang hidup. sesungguhnya merupakan suatu upaya medis untuk memungkinkan sampainya sel sperma suami ke sel telur isteri. Selain disengaja. Ini karena di Dunia Barat pihak ibulah yang memikul tanggung jawab pendidikan anak-anak yang dilahirkan karena zina dan pergaulan bebas di luar nikah. Ahmad. Imlash Imlash adalah pengguguran kandungan dengan melakukan penganiayaan terhadap perempuan.R. Bayi Tabung Proses pembuahan dengan metode bayi tabung antara sel sperma sel suami dengan sel telur isteri. atau dengan memikul suatu beban yang berat atau dengan membuat gerakan-gerakan tertentu yang kasar. ataupun setelah peniupan ruh padanya. Abortus dapat terjadi dengan sengaja (abortus provocatus) akibat upaya tertentu dari pihak perempuan dengan meminum obat-obatan tertentu. Adapun realitas di Dunia Muslim. .kepada orang yang membutuhkan. Padahal Islam telah melarang perbuatan ini. Adapun hukum kehormatan mayat dan penganiayaan terhadapnya.”(H. Dalam Shahihain terdapat keterangan bahwa Umar bin Khatab RA pernah meminta pendapat kepada para sahabat mengenai kasus seorang wanita yang gugur kandungannya karena dipukul. dia berkata : ِ َُّ َ ِّْ ِ َ ‫نـهى رســول ال عن الـنهـبي والمـثـلــة‬ ُ ْ ُ َ ََ “ Rasulullah SAW telah melarang ( mengambil ) harta hasil rampasan dan mencincang (mayat musuh ). Jika terjadi abortus. Termasuk pula di sini abortus akibat permintaan seorang perempuan kepada seorang dokter untuk Menggugurkan kandungannya. Kapan dibolehkan melakukan abortus ? Abortus dapat dilakukan baik pada tahap penciptaan janin. “Muhammad bin Maslamah memeberikan kesaksian terhadap pemberitaan Mughirah tersebut” (Muttafaq ‘alaih). sel telur yang telah dibuahi ini kemudian akan diletakkan pada rahim isteri dengan metode tertentu sehinnga kehamilan akan terjadi secara alamiah di dalamnya.

serta tidak dapat diatasi dengan cara memperkuat sel sperma tersebut. sebab akan menimbulkan pencampuradukan dan penghilangan nasab.Kesulitan tersebut dapat di atasi dengan suatu upaya medis agar pembuahan antara sel sperma dengan sel telur dapat terjadi di luar tempatnya yang alami. Dan siapa saja laki-laki yang mengingkari anaknya sendiri padahal dia melihat (kemiripan)nya. kecuali dikalangan antropologi saja. meskipun sel telur yang telah dibuahi nantinya akan diletakkan dalam rahim isteri. Akan tetapi pembuahan yang alami ini terkadang sulit terwujud. maka untuk sekarang ini poligami bisa sebagai lawan kata polyandri dan juga sebagai lawan kata monogami. dan hukumnya boleh (ja’iz) menurut syara’. Dari ketiga bentuk proses di atas tidak dibenarkan dalam hukum Islam. mungkin dua. misalnya dalam satu rumah ada lima laki-laki dan lima wanita. Dan sel telur isteri yang telah terbuahi oleh sel sperma suami dalam cawan. Setelah sel sperma suami dapat sampai dan membuahi sel telur isteri dalam suatu wadah yang mampunyai kondisi alami rahim. menurut . Dalam proses pembuahan buatan dalam cawan untuk menghasilkan kelahiran tersebut.[6] Pada masa ini sudah jarang terjadi pelaksanaan polyandri secara terang-terangan sepengetahuan suami. maka Allah akan tertutup darinya dan Allah akan membeberkan perbuatannya itu di ahadapan orang-orang yang terdahulu dan kemudian (pada Hari Kiamat nanti) (HR. yang merupakan salah satu tujuan dasar dari suatu pernikahan. antara sel sperma suami dengan sel telur isterinnya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa dia telah mendengar Rasulullah SAW bersabda ketika turun ayat li’an : ُ َ َ ََ ُ ِْ ‫أيـمـاامـرأة أدخـلت على قـوم نســبا ليــس منـهم فـليـست من ال في شـيئ، ولن يدخـلهـا ال الجــنة، وأيـمـارجــل حجــد ولــده وهـو يـنـظــــر اليــ ـه احــ ـتجب ال ـ من ـه وفضـ ـحه‬ َ َ َ ْ ِ ِ ْ َِ ُ ُ ْ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ٍ ُ َ َ ّ َ ّ َ َ َ ُ ْ َ ْ ََ ٍ ْ َ ِ َ ِ ْ َ ْ ََ ْ ُ ْ ِ َ ْ َ ً َ َ ٍ ْ َ َ َ ْ َ َ ْ َ ٍ َ ْ َ ّ ‫.[5] Pembagian poligami tersebut diatas adalah ditinjau dari segi antropologi sosial yang ada dalam perkembangannya istilah jarang sekali digunakan bahkan bisa dikatakan istilah tersebut tidak dipakai lagi dikalangan masyarakat. Ahmad) Pada dasarnya. Begitu juga haram hukumnya bila proses dalam pembuahan buatan tersebut terjadi antara sel sperma suami dengan sel telur bukan isteri. tiga atau empat orang istri. Poligami biasa dibagi atas tiga yakni poliandri.” (HR.[2] Poliandri berasal dari bahasa Yunani Polus=banyak. Dengan demikian kehamilan alami diharapkan dapat terjadi dan selanjutnya akan dapat dilahirkan bayi secara normal. poliandri adalah perkawinan seorang perempuan dengan lebih dari satu orang laki-laki. demikian juga haram hukumnya apabila pembuahan yang terjadi antara sel sperma bukan suami dengan sel telur isteri meskipun nantinya diletakkan dalam rahim isteri. Padahal Islam telah menganjurkan dan mendorong hal tersebut dan kaum muslim pun telah disunnahkan melakukannya. Hukumnya haram bila sel telur isteri yang telah terbuahi diletakkan dalam rahim perempuan yang bukan isteri atau apa yang biasa disebut sebagai ibu pengganti (surrogate mother). bahkan ada pula yang memiliki dari itu sampai puluhan orang.Pada dasarnya pembuahan yang alami terjadi dalam rahim melalui cara yang alami pula (hubungan seksual). Atau karena sel sperma suami lemah atau tidak mampu menjangkau rahim isteri untuk bertemu dengan sel telur.على رؤوس الولــين والخــرين‬ ِ ِ َ َ ْ ِّ ِ ُُْ َ َ “Siapa saja perempuan yang telah memasukkan kepada suatu kaum nasab yang bukan dari kalangan kaum itu. sehingga istilah poligami secara langsung menggantikan istilah poligini dengan pengertian perkawinan antara seorang laki-laki dengan beberapa perempuan disebut dengan poligami dan kata ini digunakan sebagai lawan dari kata polyandry. dalam hal poligami seorang laki-laki memiliki beberapa istri. sesuai dengan fitrah yang telah di tetapkan oleh Allah untuk manusia. aner=negative. rahim isteri. Jadi poligini adalah seorang laki-laki yang mengambil lebih dari seorang perempuan.poligami diartikan seorang laki-laki kawin dengan banyak wanita. diisyaratkan sel sperma harus milik suami dan sel telur harus milik isteri. Diriwayatkan dari Anas RA bahwa Nabi SAW telah bersabda : ِ َ َ ِ َ َ َ َ ِ ‫تـزوجـوا الـــودود الولــود ، فــانــي مــكاثـر بكــم النــبـيــاء يــوم القـــيــامــة‬ ُ ُ ِ ٌ َ ُ ّ ِ َ َ ْ َُ َ ْ ُ َ ْ ْ ُ ّ َ َ “ Menikahlah kalian dengan perempuan yang penyayang dan subur. misalnya karena rusaknya atau tertutupnya saluran indung telur (tuba fallopii) yang membawa sel telur ke rahim. sebab sesunguhnya aku aku akan berbangga dihadapan nabi dengan banyaknya jumlah kalian pada Hari Kiamat nanti.[4] Polandri tidak lazim dibicarakan oleh para pakar perkawinan yang lebih banyak diperbincangkan adalah poligini. upaya untuk mengusahakan terjadinya pembuahan yang tidak alami hendaknya tidak ditempuh. kecuali setelah tidak mungkin lagi mengusahakan terjadinya pembuahan alami dalam rahim isteri. dan gamein atau gamos yang berarti kawin atau perkawinan. yaitu kelahiran dan berbanyak anak. kemudian bercampur secara bergantian . sebab upaya tersebut adalah upaya untuk mewujudkan apa yang disunnahkan oleh Islam. dan andros=laki-laki. harus diletakkan pada rahim isteri. Sedangkan group marriage atau group family merupakan gabungan dari poligini dengan poliandri. Semua ini akan meniadakan kelahiran dan menghambat suami isteri memperbanyak anak. Proses seperti ini merupakan uapaya medis untuk mengatasi kesulitan yang ada. Ibnu Majah) Tinjauan Umum tentang Poligami 30 Oktober 2009 — Abied A. Jadi secara bahasa poligami berarti ”suatu perkawinan yang banyak” atau “suatu perkawinan lebih dari seorang”. Pengertian Poligami Kata poligami berasal dari bahasa Yunani dari kata poly atau polus yang berarti banyak. serta tidak dapat diatasi dengan cara membuka atau mengobatinya. aatu mengupayakan sampainya sel sperma ke rahim isteri agar bertemu dengan sel telur di sana.[3] Jadi. poligini dan group marriage (group family). maka dia tidak akan mendapat apapun dari Allah dan Allah tidak akan pernah memasukkannya ke dalam surga. yang telah diharamkan dalam ajaran Islam.[1] Dalam pengertian umum yang berlaku di masyarakat kita sekarang ini. sedangkan poligini berasal dari kata polus=banyak dan gune=perempuan.

dalam kehidupan poligami orang akan mudah terangsang timbulnya perasaan cemburu dan suka mengeluh dalam kadar tinggi. Kehidupan rumah tangga dan masyarakat yang sulit diatasi . misalnya sakit keras yang menyebabkan dirinya tidak mampu memenuhi kewajibannya atau ia mengidap penyakit kronis. atau mandul sehingga menghilangkan sifat keibuannya atau lemah nafsu seks.yaitu suatu pandangan yang tidak berlebih-lebihan dan tidak pula melampaui batas. Olehnya itu poligami hanya dibolehkan dalam keadaan darurat. Islam tidak membiarkan poligami dalam bentuk yang mutlak. Seperti kita ketahui bahwa Islam bukanlah agama yang mula-mula mengajarkan poligami. Akan tetapi islam tetap memandang poligami lebih banyak membawa resiko atau mudharat dari pada manfaatnya karena manusia menurut fitrahnya (Humas Nature) mempunyai watak cemburu.”[10] . Adapun sebab-sebab poligami adalah sebagai berikut: a.[7] Bahkan saat sekarang ini beberapa Negara. Watak tersebut akan mudah timbul dengan kadar tinggi. Penyebab dan Alasan Poligami. misalnya Turki dan Amerika Serikat juga beberapa Negara Eropa dan Asia. Berkaitan dengan faktor seksual dan diperkenankannya poligami imam Ghazali berpendapat: “Dari sifat laki-laki ada yang terlalu kuat syahwatnya. bahkan sampai empat. Tetapi itu kalau kiranya Allah mencukupkan rasa cinta dan kasih sayang dalam hatinya serta tentram jiwa terhadap mereka. atau ia seorang yang mempunyai keinginan yang sangat besar untuk memperbanyak keturunan dan ia sanggup dan mampu memenuhi kebutuhan dan pendidikan mereka. panjang masa haid dan nifasnya. sebab dengan monogamy akan mudah menetralisasi sifat cemburu. Dikala itu baik sekali bagi laki-laki tadi beristeri lebih dari satu.Al-Baqarah (2) :185 …‫…يريد ال بكم اليسر ول يريد بكم العسر‬ َ ْ ُ ْ ُ ُ ِ ُ ِ ُ َ َ ْ ُْ ُ ُ ِ ّ ُ ِ ُ ُ Terjemahnya …Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…[9] Dari ayat di atas diketahui bahwa allah tidak akan melarang sesuatu yang diperlukan dalam keadaan terpaksa atau sesuatu yang menarik kemaslahatan khusus. Allah tidak akan melarang sesuartu yang merupakn kebutuhan alamiah manusia dan sesuatu memberikan kesempurnaan akhlak. hukum asal dalam perkawinan menurut islam adalah monogami. irihati dan suka mengeluh. suami rela menerima segalanya dan merasa keberatan bila menceraikannya. Namun. Dengan demikian poligami itu bisa menjadi sumber konflik dalam kehidupan keluarga baik antara suami dengan istri-istrinya . tidak cukup baginya seorang isteri. Namun terkadang memang ada beberapa kondisi/sebab yang dialami seseorang yang terkait dengan kemaslahatan rumah tangganya. Sebab-sebab yang ada pada laki-laki itu sendiri. Memang tidak diragukan bahwa tidak ada seorang wanitapun rela mengerahkan suaminya untuk dimiliki oleh wanita lain dan berpendapat bahwa perkawinan dengan banyak istri merupakan penyebab timbulnya kecemburuan. Dan etika dalam islam yang berkaitan dengan poligami . irihati dan suka mengeluh.Syari’at islam seorang laki-laki merdeka dapat melakukan poligami terbatas maksimal empat orang istri tidak boleh dari itu. hal demikian dimaksudkan untuk menjaga istrinya dari kehinaan dan ketersia-siaan. anak-anak dari istrinya maupun antara istri dengan anaknya masingmasing.[8] Karena itu. juga tidak membuangnya sama sekali akan tetapi membatasinya baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif sehingga poligami dengan segala ketentuannya dapat menjadi rahmat kepada setiap manusia. B. Sewaktu Islam datang. bahkan poligami kala itu merupakan poligami dalam bentuknya yang mutlak tanpa batas. sehingga poligami bagi dirinya tidak bisa diefekkan lagi. satu-satunya cara yang dapat dilakukan a dalah memperkecil dampak negatif. jika hidup dalam kehidupan keluarga yang poligami. b. atau ia nusyuz terhadap suaminya atau hal lain yang serupa yang membuat seorang suami tidak dapat bercumbu rayu lebih banyak atau hal lain yang mengurangi keintiman keluarga. dengan memberikan berbagai ketentuan. misalnya seorang yang mempunyai kemauan seksual yang sangat tinggi sehingga tidak cukup hanya seorang saja. Beberapa sebab yang ada pada kaum wanita itu sendiri. sehingga bisa mengganggu ketenangan keluarga dan juga dapat pula membahayakan keutuhan keluarga. dengan berbagai pertimbangan melarang poligami atau beristri lebih dari satu istri.dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam Qs. Kemudian islam mencari sintesa atau jalan tengah. Sungguh pun demikian Islam membatasi dan tidak melarang poligami disebabkan karena larangan poligami akan menimbulkan dampak yang cukup batal terhadap kaum wanita. poligami sudah umum dilakukan orang.

kenapa harus menikah lagi? Kedua persoalan tersebut tidak tepat jika poligami dan zina yang menjadi solisinya. Poligami telah dilakukan orang sebagai suatu turun temurun. misalnya adanya pertempuran/perang yang membinasakan banyak pria dan terdapat suatu interfensi terhadap suatu daerah yang penghuninya lebih banyak lelaki dibanding kaum wanitanya. sebagaiamana yang dipaparkan oleh Yusut Qardhawi bahwa salah satu contoh keadaan dimana poligami diperbolehkan. Berbeda dengan pendapat sebelumnya. Mereka memudah agama islam yang membolehkan poligami telah bertindak bias gender. lebih baik menikah lagi. Adanya peristiwa yang bersifat umum berkaitan dengan masalah Ukhuwah Islamiyah yang mempunyai nilai universal. kenapa harus zina. dong!“. Dengan melihat keadaan dan kondisi-kondisi tersebut. antara lain: karena kekayaan laki-laki itu. agar seorang sulami tidak seenaknya melakukan poligami. Yang perlu digali bagaimana ilmu mengatasi persoalan keluarga dan persoalan seks tersebut. ada pula yang berpendapat bahwa dilarangnya poligami justru menjadi pemilu dan cenderung melegitimisikan prostitusi seorang jamah berkomentar: “ Dari pada zina.[11] d. maka tidak ada jalan bagi suami untuk tidak melakukan poligami agar terhindar dari hal-hal yang bisa menjerumuskan atau menyalahi segala ketentuan-ketentuan agama. Gymnstiar”. didasar lautan.[12] e. maka kawinilah seorang saja…[13] Kaum femenis radikal memandang bahwa kebolehan poligami merupakan deklarasi pemindasan laki-laki atas perempuan yang tiada akhir. Berdasarkan hal tersebut sehingga dapat disimpulkan bahwa poligami pada dasarnya merupakan kodrati yang dimiliki oleh lelaki yang keberadaannya sudah ada sejak peradaban manusia sendiri. maka maka kawinilah wanita-wanita lain yang kamu senangi dua. Dan seringkali dai harus tinggal beberapa lama didaerah lain. sehingga dengan demikian akan dapat dibedakan nafsu jahiliyah yang tidak terikat dengan faedah dan manfaat yang bisa diambil darinya. Meskipun perkawinan pada dasarnya adalah monogamy tapi dengan suatu pengecualian yang ditujukan kepada orang yang menurut hukum-hukum dan agamanya mengizinjkan seorang suami beristeri lebih dari seorang.misalnya ada seorang wanita yang ditinggal mati suaminya dengan meninggalnya banyak anak. Apalagi dengan gencarnya gerakan feminisme yang mengopinikan bahwa masalah tersebut sebagai bentuk deskriminasi terhadap kaum perempuan. maka islam pun mengatur langkah-langkah dalam pelaksanaannya. Pandangan seperti ini seakan-akan memperoleh legitimasi dengan adanya praktek-praktek poligami ditengah masyarakt kita yang tidak sesuai dengan tuntunan islam. baik melalui film-film maupun cerita –cerita rakyat.. akan tetapi ia dikaruniai rezeki isteri yang tidak beranak (mandul) karena sakit atau sebab lainnya. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil.tapi kebolehan poligami sebenarnya merupakan rukshah atau keringanan untuk keadaan-keadaan tertentu saja. isteri muda. An-Nisa (4):3 ً َ ِ َ َ ُِ ْ َ َ ْ ُ ْ ِ ْ َِ َ َ ُ َ َ َُ َ ْ َ ِ َ ّ َ ِ ْ ُ َ َ َ َ ُ ِ ْ َ َ َ َ ْ ِ ُ ِ ْ ُ َ ْ ُْ ِ ْ َِ ‫…وإن خفتم أل تقسطوا في اليتامى فانكحوا ما طاب لكم من النساء مثنى وثلث ورباع فإن خفتم أل تعدلوا فواحدة‬ Terjemahnya Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya. Poligami saat ini masih menjadi pembicaraan hangat disemua kalangan masyarakat dan sempat pul menghebohkan saat yang menjadi subyek dalam kasus poligami tersebut adalah seorang dai kondang “K.seperti keadaan yang menyebabkan bertambahnya kaum wanita dibanding kaum pria. pertimbangan kegagalan dan perkembangan agama.Al-Qu’an membolehkannya. kemudian dengan pertimbangan sosial dan melihat kondisi dalam mendidik anak yang perlu tegur seoarng anyah atau kondisi keuangan yang tidak cukup hanya dengan cara dibantu secara cuma-cuma. teruatam di lapisan yang melakukan pekerjaan diantara besi dan api. Apakah tidak lebih mulia bagi seorang isteri dan lebih utama bagi suami untuk menikah lagi dengan orang yang disenangi untuk memperoleh keinginan tersebut dengan tetap memelihara isteri yang pertama dan memenuhi hakhaknya”.[14] Dan menurut cermat penulis sendiri.H Abd. pertimbangan keturunan atau status sosial. sedangkan ia tidak mampu untuk membawa anak isterinya ketika bertugas atau pergi dan ia khawatir sesuatu yang dilarang agama. Sebab-sebab yang bersifat sosial.[15] . atau empat. tiga. kecuali faktor-faktor kejiwaan yang tumbuh dari sifat-sifat kewanitaan itu. Adanya sebab seperti keadaan yang membuat seorang hidup merantau karena pekerjaannya. serta pertambahan yang tidak berimbang antara keduanya. ditengah-tengah ombak dan gelombang serta pekerjaan lain yang banyak menimbulkan resiko korban jiwa bagi laki-laki. adat dan peraturan perundang-undangan. sebagaimana yang termaktub dalam firman allah QS. Ditambah lagi menghadang kesulitan perjuangan hidup yang meminta korban nyawa. Ditambah lagi dengan citra negative ibu tiri. Begitu pula di Indonesia langkah-langkah untuk melakukan poligami telah diatur dalam KHI dan beberapa peraturan perundang-undangan.yaitu: “ Ada manusia yang kuat keinginannya untuk mempunyai keturunan.c. Padahal Islam telah mengatur masalah poligami ini dengan rinci dan tegas. Seorang wanita dengan sifat-sifat kewanitaannya banyak dipengaruhi oleh perassan daripda pertimbangan rasio sehingga bela ditanyakan mengapa seorang wanita begitu tertarik pada seorang laki-laki sulit sekali dicari sebab-sebab dan motivasinya.

At-Tahrim (66): 6 yang berbunyi: ‫…ياأيها الذين ءامنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا‬ ً َ ْ ُ ِْ ََ ْ ُ َ ُ ْ َ ُ َُ َ َ ِ ّ َ َّ َ Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman. Tentang pengecualian tersebut. Isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan. kemudian Islam mencari sintesa atau jalan tengah yaitu suatu pandangan yang tidak berlebihan dan tidak melampaui batas. Isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Mampu memelihara isteri-isteri dan anak-anaknya dengan baik. Dapat berlaku adil Ketentuan berlaku adil oleh Allah SWT. Syarat-Syarat poligami Seperti kita ketahui. berfirman dalam QS. Adapun alasan yang dapat memungkinkan seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang . sebagaimana ditetapkan bahwa syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi seorang suami yang ingin melakukan poligami adalah: 1. sewaktu Islam datang poligami sudah umum dilakukan orang bahkan poligami kala itu merupakan poligami dalam bentuk yang mutlak tanpa terbatas. dalam firmanNya QS.[17] dengan tujuan membentuk keluarga sakinah. warahmah sesuai yang termaktub dalam perundang-undangan dan kompilasi hukum Islam. C. An-Nisa (4): 3 yang berbunyi …‫…فإن خفتم أل تعْدلوا فواحدة‬ ً َ ِ َ َ ُِ َ َ ْ ُ ْ ِ ْ ِ َ Terjemahnya: … jika kamu takut untuk tidak dapat berlaku adil maka satu saja…[19] Berdasarkan ayat tersebut. dalam undang-undang perkawinan disebutkan sebagai berikut: a. dalan undang-undang perkawinan memberi pembatas yang cukup berat. Islam bukanlah agama yang mula-mula membolehkan perkawinan poligami. Dan barang siapa yang percaya bahwa dirinya akan mampu mewujudkan keadilan. 2.. dijelaskan bahwa barang siapa yang takut tidak akan dapat berlaku adil maka hendaklah ia kawin dengan seorang wanita saja. maka boleh baginya untuk melakukan poligami. Islam tidak membiarkan poligami dalam bentuknya yang mutlak juga tidak menutup jalannya sama sekali.. akan tetapi islam membatasinya baik secara kuantitatif sehingga poligami dengan segala ketentuannya dapat menjadi rahmat bagi setiap orang dan dapat menjamin keutuhan rumah tangga dan masyarakat. Dalam undang-undang perkawinan dicantumkan suatu asas yaitu asas monogamy yang hanya membolehkan suami mempunyai satu isteri pada jangka waktu tertentu. c.Perkawinan pada asasnya adalah monogami tapi dengan suatu pengecualian yang ditujukan kepada orang yang menurut hukum dan agamanya mengizinkan seorang suami boleh beristeri lebih dari seorang. yakni berupa suatu pemenuhan syarat dengan suatu alasan tertentu dan izin pengadilan seperti dinyatakan dalam pasal 3 dan 5 undang-undang perkawinan. 3. Adanya persetujuan isteri . peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …[20] Dalam konteks perundang-undangan di Indonesia. mawaddah. Sebagaimana Allah SWT. Mampu memberikan nafkah kepada isteri-isteri dan anak-anaknya serta orang yang menjadi tanggungannya sesuai dengan kebiasaaan masyarakat.[18] Oleh karena itu ada beberapa syarat yang harus ditunaikan bagi orang yang berpoligami yaitu: 1. b.[16] Maka boleh dikatakan bahwa masalah poligami inilah salah satu sebab yang mendorong untuk diciptakannya undang-undang perkawinan diantara sebab-sebab yang lain.

Ada atau tidaknya persetujuan dari isteri . tetapi memerlukan keseriusan dari masing. Ada atau tidak adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak mereka dengan pernyataan atau janji dari suami yang dibuat dalam bentuk yang ditetapkan untuk itu. Bahwa isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri. -. Surat keterangan mengenai penghasilan suami yang ditanda-tangani oleh bendahara setempat. . apabila persetujuan itu merupakan persetujuan lisan. pada prinsipnya mengacu kepada esensi perkawinan yaitu untuk membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan keTuhanan yang Maha Esa atau dalam rumusan kompilasi hukum Islam. atau III.[21] Dengan melihat beberapa syarat poligami tersebut. -. sehingga di dalam perundang-undangan dan kompilasi hukum Islam dijelaskan bahwa pegawai pencatat nikah dilarang untuk melakukan pencatatan perkawinan seorang suami yang akan beristeri lebih dari seorang sebelum adanya izin dari pengadilan. tiga atau empat tanpa izin dari pengadilan agama. Sedangkan mengenai tugas pengadilan diatur di dalam pasal 41 PP No. Ada atau tidaknya alasan yang memungkinkan seorang suami kawin lagi. Selanjutnya eksistensi dari syarat-syarat poligami tersebut memberikan suatu indikasi bahwa sesungguhnya poligami bukanlah hal yang sangat mudah untuk dilakukan. Bab II pasal 3 bahwa perkawinan bertujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah. Sehingga bagi suami yang ingin beristeri lebih dari satu perlu memperhatikan hal-hal yang prinsipil dalam mewujudkan suatu perkawinan yang langgeng. d.2. Bahwa isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Menyangkut prosedur pelaksanakan poligami aturannya dapat dilihat di dalam PP No. dengan memperhatikan: I.masing pihak yang sifat dominannya diperuntukkan kepada kaum laki-laki sebagai pihak yang mengajukan permohonan dan tidak kalah pentingnya karena posisinya sebagai suami merupakan pengendali utama dalam rumah tangga. Surat keterangan pajak penghasilan. Adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan hidup isteri-isteri dan anak-anaknya 3. baik itu syarat dalam konteks Islam maupun dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia.[22] Berikutnya pada pasal 42 juga dijelaskan keharusan pengadilan memanggil para isteri untuk memberikan penjelasan atau kesaksian. Prosedur Pelaksanaan Poligami Mengenai persyaratan untuk berpoligami bagi seorang pria menurut pasal 3 ayat 2 undang-undang perkawinan adalah harus ada izin dari pengadilan bila dikehendaki oleh yang bersangkutan. Apabila diperhatikan Aturan-aturan tersebut. maka tidak mempunyai kekuatan hukum. c. D. Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap isteri dan anak-anak mereka. Adapun perkawinan yang dilakukan dengan isteri kedua. Ada atau tidak adanya kemampuan suami untuk menjamin keperluan hidup isteri-isteri dan anak-anaknya. Di dalam pasal ini juga dijelaskan bahwa pengadilan diberi waktu selama 30 hari untuk memeriksa permohonan poligami setelah diajukan oleh suami lengkap dengan persyaratannya. b.[23] Sehingga izin pengadilan agama tampaknya menjadi sangat menentukan. ialah: -. maka persetujuan itu harus diucapkan di depan siding pengadilan. mawaddah dan rahmah. Surat keterangan lain yang dapat diterima oleh pengadilan. hukum dalam hal ini penjelasan yang diterangkan Al-Qur’an dan perundang-undangan yang berlaku ada titik persamaan baik penjelasan maupun tujuannya. Bahwa isteri tidak dapat melahirkan keturunan. baik persetujuan lisan maupun secara tertulis. 9 tahun 1975 pada pasal 40 dinyatakan bahwa: Apabila seorang suami bermaksud untuk beristeri lebih dari seorang maka ia wajib mengajukan permohonan secara tertulis kepada pengadilan . 9 tahun 1975 sebagai berikut: Pengadilan kemudian memeriksa mengenai: a. ada semacam usaha agar aktivitas poligami ini diperketat atau dipersempit pada ruang geraknya. atau II.

op. Jakarta: Prestasi Pustaka. Pengadilan Agama menerapkan pemberian izin setelah memeriksa dan mendengar isteri yang bersangkutan di persidangan Pengadilan Agama dan terhadap penetapan ini isteri atau suami dapat mengajukan banding atau kasasi. Rahman Ghazaly. 2007). 45. dimaksudkan untuk dapat merealisasikan kemaslahatan yaitu terwujudnya cita-cita dan tujuan perkawinan yang diridhai Allah SWT. Jakarta : Ichtiar Baru Van Hoeve. Hukum Perkawinan Islam. Jakarta : Kencana. Suatu Pebandingan dalam Kalangan Ahlus-Sunnah dan Negara-negara Muslim (Cet. 9 tahun 1975. Al-Qur’an dan Terjemahnya (Semarang: PT Tanjung Mas Inti. 2006). Apabila keputusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap. Bandung: Pustaka IIman. t. Bulan Bintang. [8] Abd. h. dan permohonan izin untuk beristeri lebih dari seorang berdasarkan atas salah satu alasan yang diatur dalam kompilasi hukum Islam pasal 55 dan 57. tiga atau empat adalah tidak mempunyai kekuatan hukum jika tidak mendapat izin dari pengadilan. [10] Titik Triwulan dan Trianto.). Pada akhirnya baik menurut hukum Islam maupun menurut Undang-undang perkawinan.51. [3] Hasan Shadily. Ed.. . I. op. h. 1984).[24] Dalam hal isteri tidak mau memberikan persetujuannya.13. h.net. 1992). Dalam operasionalnya. 2376 [4] Ibid [5] Suaramuslim. Ensiklopedi Nasional (Jakarta : PT. h.th. Al-Qur’an dan Terjemahnya ( Semarang: PT. 60. 9 tahun 1975. maka menurut keputusan pasal 44 PP No. [13] Departemen Agama RI. 1992).net.II. Dalam hal perkawinan yang tidak disetujui oleh isteri pertama adalah sah apabila Karena suatu lain hal si isteri atau isteri-isteri tidak mungkin dimintai persetujuannya atau tidak dapat menjadi pihak dalam perjanjian sebagaimana ditegaskan dalam hukum Islam Bab IX pasal 58 ayat (3) berbunyi: persetujuan dimaksud pada ayat (1) huruf a tidak diperlukan bagi seorang suami apabila isteri atau isteri-isterinya tidak mungkin diminta persetujuannya dan tidak dapat menjadi pihak dalam perjanjian atau apabila tidak ada kabar dari isteri-isterinya sekurang-kurangnya dua tahun atau karena sebab lain yang perlu mendapat penilaian hakim. pengaturan ketentuan hukum mengenai poligami yang boleh dilakukan atas kehendak yang bersangkutan melalui izin Pengadilan Agama. 2) Pengajuan permohonan izin dimaksud pada ayat (1) dilakukan menurut tatacara sebagaimana diatur dalam Bab VIII Peraturan Pemerintah No. I ( Cet II.h. 66.I . h. 1994). cit. Siapa Bilang Poligami itu Sunnah? ( Cet. menerangkan bahwa pelaksanaan poligami adalah merupakan tindakan yang hanya diperbolehkan bagi seorang pria yang betul-betul memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi.III . izin Pengadilan tidak diperoleh. 21 mei 2007. pegawai pencatat nikah dilarang untuk melakukan pencatatan perkawinan seorang suami yang akan beristeri lebih dari seorang sebelum adanya izin pengadilan seperti yang dimaksud dalam pasal 43 PP N0.. 62.. Jakarta: PT. Dalam kompilasi hukum Islam pada pasal 56 dijelaskan sebagai berikut: 1) Suami yang hendak beristeri lebih dari satu orang harus mendapat izin dari pengadilan agama. pihak yang melangsungkan poligami dan pegawai pencatat perkawinan. [11] Ibid. Apabila mereka melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pasal-pasal di atas dikenakan sanksi pidananya. Fiqh Munakahat. Surabaya: Usaha Nasional. h. Ketentuan hukum yang mengatur tentang pelaksanaan poligami seperti telah diuraikan di atas mengikat semua pihak. 107 [2] Suaramuslim. h. [7] Peunoh Daly. 2005). cit. Tanjung Mas Inti. Hakekat Poligami dalam Islam ( Cet. setelah dibuktikan izin isteri atau isteri-isteri. 9 tahun 1975. Ichtiar Baru Van Hoeve. [6] Lihat Humaidi Tatapangarsa. Ensiklopedi Islam I (Cet.. 80. Poligami Perspektif Perikatan Nikah ( Cet. 115 [14] Anshorie Fahmie. [12] Anshorie Fahmie. 2007). dan didasarkan pada cinta dan kasih sayang (mawaddah warahmah). h.Sehubungan dengan hal tersebut di atas bahwa seorang suami yang melakukan perkawinandengan isteri kedua.I. 131 [9] Departemen Agama RI. h. [1] Tim Redaksi Ensiklopedi Islam. h.

2 [18] Abdul Tawab Haikal. 2003). 1993. 1994. Firman Allah:Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. dan Tirmidzi]. halaman 81. Poligami dalam Islam dan Monogami Barat (Cet. Hukum Islam diIndonesia ( Cet. 2009 indragp2009 Leave a comment Go to comments Dr. Mahjuddin.. halaman 57. 46-47.. at-Takwiir [81]: 8-9) . h. dan akan lebih besar lagi dosanya kalau bayi yang baru lahir dari kandungan sampai dibuang atau dibunuh (Masjfuk Zuhdi. Maka dari itu. sebab sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan untuk menjadi makhluk baru yang bernyawa yang bernama manusia yang harus dihormati dan dilindungi eksistensinya. hal 77-79).951 [21] AmiurNuruddin dan Azhari Akmal Tarigan. 1995. VI.. Muslim. h. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. maka semua ulama ahli fiqih (fuqoha) sepakat akan keharamannya. Abdurrahman Al Baghdadi (1998) dalam bukunya Emansipasi Adakah Dalam Islam halaman 127-128 menyebutkan bahwa aborsi dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruh (nyawa) ditiupkan. Pandangan Islam tentang Poligami. kemudian dalam bentuk ?alaqah? selama itu pula. h. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. 173. Jika dilakukan setelah setelah ditiupkannya ruh. 115 [20] Ibid. Lembaga Kajian Agama dan Gender. h. h. Bandung: Fokus Media. op. jika aborsi dilakukan setelah janin bernyawa. Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern. 177 [16] Undang-Undang Perkawinan ( Cet. Dan bila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh.[15] Lihat Yusuf Qardhawi” Poligami dalam Islam” dalam Anshorie Fahmie. cit. 1999). al-Isra` [17]: 31). 164. 1567 M) dalam kitabnya At Tuhfah dan Al Ghazali dalam kitabnya Ihya` Ulumiddin. h. al-Isra` [17]: 33). Abu Dawud. didasarkan pada kenyataan bahwa peniupan ruh terjadi setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan. Akan makin jahat dan besar dosanya. Aborsi Menurut Hukum Islam November 3. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Yang mengharamkan aborsi sebelum peniupan ruh antara lain Ibnu Hajar (w. Cholil Uman. M. [23] Ahmad Rofiq.Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. 1596 M) dalam kitabnya An Nihayah dengan alasan karena belum ada makhluk yang bernyawa. Hukum Perdata Islam di Indonesia (Cet.II. yaitu bahwa haram hukumnya melakukan aborsi setelah ditiupkannya ruh (empat bulan).I. Abdullah bin Masud berkata bahwa Rasulullah bersabda:Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk ?nuthfah?.I.I. mantan Rektor Universitas Al Azhar Mesir berpendapat bahwa sejak bertemunya sel sperma dengan ovum (sel telur) maka aborsi adalah haram. Ali Hasan. Jakarta: Prenada Media. h.? (Qs. h. halaman 91-93. aborsi setelah kandungan berumur 4 bulan adalah haram. Jakarta: Raja Grafindo. Pendapat yang disepakati fuqoha. karena berarti membunuh makhluk yang sudah bernyawa.? (Qs. Dan ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang keharamannya antara lain didasarkan pada dalil-dalil syar’i berikut. kemudian ditiupkan ruh kepadanya. Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. h. Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini.? (Qs. cit. yaitu setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan. solidaritas Perempuan ( Cet. dengan alasan karena janin sedang mengalami pertumbuhan. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu.? (Qs. Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syara?). [22] Undang-Undang Perkawinan. Sebagian memperbolehkan dan sebagiannya mengharamkannya. op. 2 [17] Musda Mulia. Jakarta: He Asia Foundation. Bahkan Mahmud Syaltut. 2004). al-Anaam [6]: 151). [24] Departemen Agama. antara lain Muhammad Ramli (w. Ada pula yang memandangnya makruh. kemudian dalam bentuk ?mudghah? selama itu pula. 1993). ibid. Tetapi para ulama fiqih berbeda pendapat jika aborsi dilakukan sebelum ditiupkannya ruh. 1990. Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. 2005). 56 [19] Departemen Agama RI. Bukhari.? [HR.. Ahmad. Yang memperbolehkan aborsi sebelum peniupan ruh.

dengan satu ghurrah. Abdurrahman Al Baghdadi (1998). Tindakan ini akan mengakibatkan kematian sel sperma. Ahmad]. 1998). penglihatannya. Bukhari dan Muslim. Abdurrahman Al Baghdadi.Siapa saja dari mereka yang melakukan pengguguran kandungan. Tindakan penganiayaan tersebut merupakan pembunuhan terhadapnya. sementara dia tidak mengingin¬kan budak perempuannya hamil. hukum syara? yang lebih rajih (kuat) adalah sebagai berikut. sebab dalam keadaan demikian berarti aborsi itu adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan Islam. ?Azl dilakukan oleh seorang laki-laki yang tidak menghendaki kehamilan perempuan yang digaulinya. Namun demikian. dibolehkan melakukan aborsi baik pada tahap penciptaan janin. Di samping itu. para fuqoha berbeda pendapat dalam masalah ini. berarti telah berbuat dosa dan telah melakukan tindak kriminal yang mewajibkan pembayaran diyat bagi janin yang gugur.? (Maidah : 32) . penganiayaan terhadapnya adalah suatu penganiayaan terhadap janin yang sudah mempunyai tanda-tanda sebagai manusia yang terpelihara darahnya (ma’shumud dam). Transplantasi Organ. sebagaimana akan mengakibatkan matinya sel telur. dia membuat pendengarannya. Muslim dari Ibnu Masud r. dagingnya. dan tulang belulangnya. halaman 45-56. Penggunaan Organ Tubuh Buatan. sesuai firman Allah SWT: Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. lalu dia membentuk nutfah tersebut. seperti telah diuraikan di atas. Lalu malaikat itu bertanya (kepada Allah). Dengan demikian.Berdasarkan dalil-dalil ini maka aborsi adalah haram pada kandungan yang bernyawa atau telah berumur 4 bulan. atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin. maka pihak ibu si janin. . Dalam hal ini hukumnya sama dengan hukum keharaman aborsi setelah peniu¬pan ruh ke dalam janin. bapaknya. ataupun setelah peniupan ruh padanya. Akan tetapi menurut pendapat Syaikh Abdul Qadim Zallum (1998) dan Dr. Rasulullah Saw bersabda kepa¬danya: Lakukanlah azl padanya jika kamu suka! [HR. (Abdul Qadim Zallum. Rasul bersabda: (jika nutfah telah lewat) empat puluh malam…? Hadits di atas menunjukkan bahwa permulaan penciptaan janin dan penampakan anggota-anggota tubuhnya. atau sepersepuluh diyat manusia sempurna (10 ekor onta). kulitnya. Sedangkan aborsi pada janin yang usianya belum mencapai 40 hari. Dalam kondisi seperti ini. halaman 129 ). sebagaimana telah diterangkan dalam hadits shahih dalam masalah tersebut. Sedangkan Rasulullah telah memerintahkan umatnya untuk berobat. maka Allah mengutus seorang malaikat padanya. Dia ciptakan pula obatnya. Dalam riwayat lain. pengguguran nutfah sebelum menjadi janin. maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Abu Dawud]. belum sampai pada fase penciptaan yang menunjukkan ciri-ciri minimal sebagai manusia. adalah sete¬lah melewati 40 atau 42 malam. 1998. maka hukumnya boleh (ja? iz) dan tidak apa-apa. Rasulullah bersabda:Sesungguhnya Allah setiap kali menciptakan penyakit. ?Ya Tuhanku. yaitu seorang budak laki-laki atau perempuan…? [HR. Di samping itu aborsi dalam kondisi seperti ini termasuk pula upaya pengobatan. Definisi Hidup dan Mati. Menyelamatkan kehidupan adalah sesuatu yang diserukan oleh ajaran Islam. Rasulullah memberi keputusan dalam masalah janin dari seorang perempuan Bani Lihyan yang gugur dalam keadaan mati. Dalil syari yang menunjukkan bahwa aborsi haram bila usia janin 40 hari atau 40 malam adalah hadits Nabi Saw berikut: Jika nutfah (gumpalan darah) telah lewat empat puluh dua malam. Muslim. jika dokter yang terpercaya menetapkan bahwa keberadaan janin dalam perut ibu akan mengakibatkan kematian ibu dan janinnya sekaligus. Bayi Tabung. diharamkan menggugurkan kandungan ibu tersebut bila kandungannya telah berumur 40 hari. Abortus. Ini disebabkan bahwa apa yang ada dalam rahim belum menjadi janin karena dia masih berada dalam tahapan sebagai nutfah (gumpalan darah). Rasulullah Saw telah membolehkan azl kepada seorang laki-laki yang bertanya kepada beliau mengenai tindakannya menggauli budak perempuannya. sebab ?azl merupakan tindakan mengeluarkan sperma di luar vagina perem¬puan. Ahmad. Maka berobatlah kalian!? [HR. Emansipasi Adakah Dalam Islam. Dr. apakah dia (akan Engkau tetapkan) menjadi laki-laki atau perempuan? Maka Allah kemudian memberi keputusan…? [HR. yaitu seorang budak laki-laki atau perempuan. maka hukumnya haram.Berdasarkan uraian di atas. sehingga akan mengakibatkan tiadanya pertemuan sel sperma dengan sel telur yang tentu tidak akan menimbulkan kehamilan. 1998. maka hukumnya boleh (jaiz) dan tidak apa-apa.a. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari. ataupun dokter. Jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari.]. Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan Islam: Kloning. Adapun aborsi sebelum kandungan berumur 4 bulan. dibolehkan melakukan aborsi dan mengupayakan penyelamatan kehidupan jiwa ibu. dari Abu Hurairah ] (Abdul Qadim Zallum. dari segi hukum dapat disamakan dengan ?azl (coitus interruptus) yang dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Hukum aborsi dalam pandangan Islam menegaskan keharaman aborsi jika umur kehamilannya sudah 4 (empat) bulan. maka dalam sel telur dan sel sperma (yang masih baik. bukan hanya ada setelah pembuahan. Ghanim. niscaya segala sesuatu aktivitas yang menghilangkan kehidupan adalah haram. Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. tetapi bahkan dalam sel sperma itu sendiri sudah ada kehidupan. Ciri-ciri adanya kehidupan adalah adanya pertumbuhan. Jadi ini memang masalah khilafiyah. Pendapat yang menyatakan bahwa aborsi diharamkan sejak pertemuan sel telur dengan sel sperma dengan alasan karena sudah ada kehidupan pada kandungan. Padahal azl telah dibolehkan oleh Rasulullah Saw. Memang mengggugurkan kandungan adalah suatu mafsadat. atau membiarkan kehidupan ibunya terancam dengan keberadaan janin tersebut (Dr.. iritabilita.? (asy syai` al qa`im fi al ka`in al hayyi). M. maka hukumnya boleh (ja’iz) dan tidak apa-apa. seorang wanita dibolehkan menggugurkan kandungannya jika keberadaan kandungan itu akan mengancam hidupnya. adalah pendapat yang tidak kuat. Shiddiq al-Jawi] Referensi 1. yakni sudah ditiupkan ruh pada janin. Namun menggugurkan kandungan janin itu lebih ringan madharatnya daripada menghilangkan nyawa ibunya. belum rusak) sebenarnya sudah terdapat kehidupan. Wallahu alam [M. Kehidupan (al hayah) menurut Ghanim Abduh dalam kitabnya Naqdh Al Isytirakiyah Al Marksiyah (1963) halaman 85 adalah ?sesuatu yang ada pada organisme hidup. Jakarta 3. sebab tidak didasarkan pada pemahaman fakta yang tepat akan pengertian kehidupan (al hayah). kehidupan (al hayah) sebenarnya terdapat dalam sel telur dan sel sperma sebelum terjadinya pembuahan. Naqdh Al Isytirakiyah Al Marksiyah. sebab jika dalam sel sperma dan sel telur tidak ada kehidupan. RajaGrafindo Persada. niscaya tidak akan dapat terjadi pembuahan sel telur oleh sel sperma. Namun menurut pemahaman kami. Untuk janin yang berumur di bawah 4 bulan.? (Abdul Hamid Hakim. yaitu maksudnya kehidupan pada sel sperma dan sel telur (sebelum bertemu). 1927. Berdasarkan penjelasan ini.p. Abdurrahman Al Baghdadi. 1998). yang intinya adalah dengan mencabut sikap taqlid kepada peradaban Barat dengan menghancurkan segala nilai dan institusi peradaban Barat yang bertentangan dengan Islam. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari. maka hukumnya haram.tp 2. 1963. perkembangbiakan. hal 35). maka dipilih yang lebih ringan madharatnya. pendapat yang menyatakan haramnya aborsi setelah pertemuan sel telur dan sel sperma dengan alasan sudah adanya kehidupan. Pendapat tersebut secara implisit menyatakan bahwa sebelum terjadinya pertemuan sel telur dan sel sperma. termasuk azl. Abdul Hamid. Al Baghdadi. dan sebagainya. Gema Insani Press. maka pendapat yang mengharamkan aborsi setelah pertemuan sel telur dan sel sperma dengan alasan sudah adanya kehidupan. Kesimpulan Aborsi bukan sekedar masalah medis atau kesehatan masyarakat. Ali. t. Sebab dalam aktivitas azl terdapat upaya untuk mencegah terjadinya kehidupan. 1995. Hakim. gerak. Dengan pengertian kehidupan ini. begitu pula dalam sel telur. t. Dengan kata lain. pendapat yang rajih (kuat) adalah jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari. berarti tidak ada kehidupan pada sel telur dan sel sperma. Jadi. meskipun ini berarti membunuh janinnya. Hasan. Sebab kehidupan sebenarnya tidak hanya wujud setelah pertemuan sel telur dengan sel sperma. Berdasarkan kaidah ini. Maka pemecahannya haruslah dilakukan secara komprehensif-fundamental-radikal. Abdurrahman.Kaidah fiqih dalam masalah ini menyebutkan: Idza taaradha mafsadatani ruiya azhamuha dhararan birtikabi akhaffihima?Jika berkumpul dua madharat (bahaya) dalam satu hukum. untuk kemudian digantikan dengan peradaban Islam yang manusiawi dan adil. para ulama telah berbeda pendapat. Jakarta . Abduh. Jakarta 4. membutuhkan nutrisi. namun juga problem sosial yang muncul karena manusia mengekor pada peradaban Barat. Mabadi`Awaliyah fi Ushul Al Fiqh wa Al Qawaid Al Fiqhiyah.1927. 1998. Emansipasi Adakah Dalam Islam. Mabadi`Awaliyah fi Ushul Al Fiqh wa Al Qawa?id Al Fiqhiyah. Padahal faktanya tidak demikian. Andaikata katakanlah pendapat itu diterima. atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin. Begitu pula hilangnya nyawa sang ibu jika tetap mempertahankan kandungannya juga suatu mafsadat. Sa?adiyah Putera. meski kedua sel itu belum bertemu. akan bertentangan dengan hadits-hadits yang membolehkan azl. adalah pendapat yang lemah.

Transplantasi Organ. Ampel Suci. Uman. Surabaya 7.net . 1998. Bangil 8. Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini. Jakarta http://www. Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan Islam: Kloning. Mahjuddin. Zuhdi.5. Bayi Tabung. Haji Masagung. Penggunaan Organ Tubuh Buatan. Jakarta 6. Al-Izzah. Definisi Hidup dan Mati. Cholil. Zallum.hayatulislam. Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern. Abortus. Masjfuk. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Abdul Qadim. Kalam Mulia. 1994. 1990. 1993.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful