You are on page 1of 4

1.1.

Perbedaan Akuntansi Biaya dengan Akuntansi Keuangan


Akuntansi biaya adalah bagian dari akuntansi keuangan yang membicarakan biaya
dalam arti luas. Sebagaimana diketahui bahwa tujuan akuntansi keuangan adalah
menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas neraca, laporan laba-rugi, laporan
laba ditahan, dan laporan arus kas. Akuntansi biaya sebagai bagian dari akuntansi
keuangan hanya menyajikan sebagian elemen dari laporan laba-rugi yaitu eleman
biaya.
Akuntansi biaya dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu (1) akuntansi biaya
yang berhubungan dengan penentuan harga pokok produk dan pengendalian biaya
yang biasanya disebut akuntansi biaya; dan (2) akuntansi biaya yang berhubungan
dengan pengambilan keputusan yang biasanya disebut akuntansi manajemen.

1.2. Pengertian dan Klasifikasi Biaya


Dalam Akuntansi Biaya dikenal dua istilah, yaitu cost (harga pokok/harga perolehan)
dan expense (biaya/beban). Harga pokok adalah pengorbanan yang diukur dalam
satuan uang berupa pengurangan aktiva atau terjadinya kewajiban untuk
mendapatkan barang atau jasa yang akan memberikan manfaat di masa yang akan
datang. Biaya adalah harga pokok yang telah memberikan manfaat dan telah habis
dimanfaatkan. Dalam praktik, istilah biaya digunakan untuk kedua pengertian
tersebut di atas.

Klasifikasi biaya:
1. Elemen produk (harga pokok produk):
a. Bahan baku (direct materials)
Bahan (materials) dibedakan menjadi bahan baku dan bahan penolong (indirect
materials). Bahan baku adalah semua bahan yang dapat diidentifikasikan dengan
produk jadi, yang dapat ditelusur ke produk jadi, dan yang merupakan bagian
terbesar dari biaya produksi. Bahan penolong adalah semua bahan yang bukan
termasuk bahan baku.
b. Tenaga kerja langsung (direct labor)
Tenaga kerja dapat dibedakan menjadi tenaga kerja langsung (direct labor) dan
tenaga kerja tidak langsung (indirect labor). Tenaga kerja langsung adalah semua
tenaga kerja yang melaksanakan proses produksi yang dapat ditelusur ke produk jadi
dan merupakan bagian terbesar dari biaya tenaga kerja. Tenaga kerja tidak langsung
adalah semua tenaga kerja yang tidak dapat dipertimbangkan sebagai biaya tenaga
kerja langsung.
c. Overhead pabrik (factory overhead)
Biaya overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja langsung. Oleh karena itu, biaya overhead pabrik terdiri atas biaya
bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan biaya produksi tidak
langsung lainnya.
Tujuan Akuntansi Biaya dimenu yang tersedia. Sesuai dengan uraian pada arikel-artikel
sebelumnya bahwa akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen dan
akuntansi keuangan, maka tujuan secara umum adalah menyajikan informasi harga pokok
produksi (biaya produksi), sedangkan secara khusus tujuan akuntansi biaya adalah
sebagai berikut :

1. Menyajikan informasi biaya untuk perhitungan harga pokok produksi.


2. Menyajikan informasi biaya untuk pengendalian biaya.
3. Menyajikan informasi biaya untuk membantu manajemen dalam pembuatan
anggaran dan perencanaan laba.
4. Menyajikan informasi biaya untuk pengambilan keputusan.

Tujuan akuntansi biaya menitikberatkan pada masalah bagaimana menentukan harga


pokok produk barang yang dibuat baik secara pesanan maupun masal untuk menentukan
harga pokok penjualan. Lihat Diagram dibawah ini :
Biaya standar adalah biaya yang ditentukan dimuka yang merupakan jumlah biaya yang
seharusnya dikeluarkan untuk membuat suatu produk, dengan asumsi konsidi ekonomi,
efisiensi dan faktor-faktor lain tertentu.

Biaya standar merupakan pedoman di dalam pengeluaran biaya yang sesungguhya


terjadi.

Sistem biaya standar dapat membantu manajemen dalam mendeteksi kegiatan-kegiatan


dalam perusahaan yang biayanya menyimpang dari biaya standar.
Sistem biaya standar ini mencatat biaya-biaya yang seharusnya dikeluarkan dan biaya
yang sesungguhnya terjadi, dan menyajikan perbandingan antara biaya standar dan biaya
sesungguhnya terjadi serta menyajikan analisis penyimpangan-penyimpangannya.