You are on page 1of 16

PERANAN HUKUM DALAM PEMBANGUNAN PADA ERA

GLOBALISASI : IMPLIKASINYA BAGl PENDIDIKAN
HUKUM DI INDONESIA∗)

Erman Rajagukguk

Yang terhormat,
Bapak Rektor/Ketua Senat Universitas Indonesia,
Prof.dr. H.M.K Tadjudin.
Bapak Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia,
Prof. Girindro Pringgodigdo, SH.
Bapak/Ibu Dekan dan para Pembantu Dekan dalam lingkungan Universitas Indonesia,
Para Guru Besar/Anggota Senat Universitas Indonesia. Para Menteri dan Pejabat Tinggi
Negara.
Rekan-rekan staf Pengajar.
Saudara-saudara Mahasiswa.
Sanak saudara dan para sahabat sekalian.

Assalamu’ alaikum Wr. Wb.
Negeri-negeri yang sekarang ini disebut negara-negara maju telah menempuh
pembangunannya melalui tiga tingkat ; unifikasi, industrialisasi, dan negara kesejahteraan.
Pada tingkat pertama yang menjadi masalah berat adalah bagaimana mencapai integrasi
politik untuk menciptakan persatuan dan kesaman nasional, Tingkat kedua, perjuangan untuk
ekonomi dan modernisasi politik. Akhimya dalam tingkat ketiga, tugas negara yang terutama adalah
melindungi rakyat dari sisi negatif industrialisasi, membetulkan kesalahan pada tahap sebelumnya, dengan
menekankan kesejahteraan masyarakat. Tingkat-tingkat tersebut dilalui secara berurutan (consecutive) dan
memakan waktu yang relatif lama. Persatuan nasional adalah prasyarat untuk memasuki tahap industrialisasi.
Indusirialisasi merupakan jalan untuk mencapai negara kesejahteraan. Kesatuan nasional Amerika dicapai
dengan lahirnya Konstitusi Amerika. Namun mungkin sebagian besar orang masih menolak konstitusi pada
tahun 1789, berkenaan dengan “state rights”1 Amerika Serikat baru benar-benar memasuki tahap
industrialisasi setelah berakhirnya Perang Saudara pada tahun 1840an. Periode ini ditandai dengan
berkembangnya produk logam, peningkatan modal dan terjadinya urbanisasi. Di bidang hukum,
berkembangnya peraturan-peraturan bisnis yang mendorong terjadinya akumulasi modal dan
terbentuknya elite manajer.2

∗)
Pidato pengukuhan diucapkan pada upacara penerimaan jabatan Guru Besar dalam bidang hukum pada
Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, 4 Januari 1997.
1
Wallace Mendelson, “Law and the Development of Nations,” The Journal of Politics vol. 32 (1970)
h.224.
2
Lawrence M. Friedman, A History of American Law, (New York: Simon and Schuster, 1973) h. 384-404.

1

7 Mengenai petani marginal dan petani tak bertanah lihat antara lain Harorld E.5 Hal itu adalah permulaan dari jalurnya kesatuan Jepang. ke Perancis belajar hukum dan ke Amerika untuk masalah bisnis.” (Cambridge : Harvard University Press.8 Sejarah bangsa-bangsa menunjukkan bahwa legislator. 1987) h. sentralisasi birokrasi pemerintahan. 2 . (San Diego . Raja Henry II ( 1154- 1189) melakukan pembaruan pajak. 53.7 Pada waktu Perang Dunia 1.6 Hukum memberikan keleluasaan berkembangnya bisnis tetapi tak ada suara mengenai nasib buruh.3 Perkembangan teknologi yang lambat mungkin menunda industrialisasi inggris sampai abad 18. 124-127. Meiji mengirimkan sumber daya manusianya ke Inggris untuk belajar Angkatan Laut dan perdagangan maritim. Pemikiran yang konvensional mengatakan bahwa persatuan nasional. Dengan Restorasi Meiji 1868. 451-453. 4 Lihat juga antara lain Daniel Chirot.cit. 1983) h. Social Change in the Modern Era. Pada tahun 1895 Jepang menjadi negara modern. h. Upham. dengan berkembangnya peranan hakim dalam mencipta hukum yang secara nasional mendorong integrasi sosial. Berlainan dengan Inggris yang menunggu berkembangnya teknologi. h. Conciliation and Japanes Law: Tokugawa and Modern (Tokyo: University of Tokyo Press . Jepang menjadi industri klas satu dan militerisme membawa Jepang kepada kekalahannya pada Perang Dunia II. June 1970). op.antara lain. Land Reform in Japan. Jepang mulai berhubungan dengan Barat. ke Jerman untuk Angkatan Darat dan kedokteran.New York: Harcourt Brace Jovanovich. Kebijaksanaan tersebut menghasilkan modernisasi Jepang yang cepat.4 Dibawah Tokugawa.Seattle: UNiversity of Washington Press. Inggris menjalani tahap pertama pada pertengahan abad ke 12. adalah prasyarat untuk membangun 3 Harorld J. 1965) h. hakim dan institusi hukum menjalankan peranan penting dalam mengubah norma dan nilai-nilai untuk menetapkan prioritas-prioritas sosial baru dari tingkat pembangunan yang satu ke tingkat pembangunan berikutnya. 233. “Law and Revolution: The Formation of the Western Legal Tradition. Jepang masuk pada tahap negara kesejahteraan. memiliki sistim pendidikan nasional menganut sistim hukum modern walaupun hukum Perdata. (Washington : Agency for international Development. Berman. Inc) 1986. menetapkan hukum nasional menggantikan hukum feodal. 47-62. 64-65. Jepang memasuki tahap unifikasi. Pidana dan Dagang di import dari Eropah. h. Voekner. konsumen dan petani tak bertanah (landlessness). Law and Social Chance in Postwar Japan (Cambridge : Harvard University Press. Baru pada tahun 1900 an Inggris masuk pada era kesejahteraan dengan lahirnya undang-undang yang melindungi buruh dalam kecelakaan kerja dan penetapan upah minimum. terciptanya stabilitas disertai dinamika masyarakat dan pasar. Baru setelah Perang Dunia berakhir. 5 Dan Fenno Henderson. 8 Frank K. 6 Wallace Mendelson Press.

Kenaikan GNP tidak dengan sendirinya menghasilkan kesatuan sosial. Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Namun U.N.18 October 1990. keduanya tidak dalam posisi yang berlawanan. 82. 21st Sess Supp No.N. Hal ini menjadi bertambah penting karena bangsa kita berada dalam era globalisasi.199. 10 Thomas M Frank. 11 Lihat antara lain kebijaksanaan Delapan Jalur Pemerataan Dalam GBHN 1993. institusi hukum dan profesi hukum.1996). Ekonomi Sumber Daya Manusia (Jakarta : LP3ES. h.K Organski. 139-149. 16 U.92. dan pertumbuhan industri adalah prasyarat untuk berhasilnya usaha mengatasi kemiskinan. kebodohan dan berbagai macam penyakit. yang mampu menjaga integrasi dan persatuan nasional.12 9 A. 3 . Persatuan nasional. The Stages of Political Development (New York : Knoff. Social and Cultural Rights Adopted 16 Des 1966. institusi hukum dan profesi hukum. 1996). Pembangunan untuk Rakyat.F. h.hak Azasi Manusia terbatas pada hak-hak sipil dan politik. Umar Juoro. h. Ginanjar Kartasasmita. Bahan penataran P4 GBHN. and cultural rights”.11 Bila kita ingin tiga tingakat pembangunan itu dijalaninsecara serentak. 12 International Covenant on Economic. social. G.772. kesejahteraan manusia.Doc A/6316(1966). Hak-hak Azasi Manusia dan Pembangunan Kait Mengkait Konsep Barat mengenai Hak.A. artinya harus bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Kita harus memiliki hukum.” Far Eastern Economic Review. 1965) h.10 Hal ini juga disebabkan perkembangan yang amat cepat dibidang komunikasi dan teknologi. Dalam mencapai tujuan tersebut. h. tugas dan beban. dapat mendorong pertumbuhan perdagangan dan industri.9 Negara-negara berkembang telah menolak asumsi tersebut. semata-mata akan menunda kemarahan generasi baru yang dapat mengancam kesatuan bangsa. Industrialisasi tanpa memikiran kesejahteraan sosial.N. Khususnya kita di Indonesia meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan itu dapat dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan.GAOR.budaya hukum Indonesia harus dapat mengakomodasi tujuan-tujuan yang demikian itu.prasarana industri. “The New Depelopment : Can Amerika law and Legal Institutions Help Depeloping Countries” Winconsin Law Review No. kita memerlukan pembaruan hukum. 3 (1972). Pembangunan yang komprehensif harus memperhatikan hak-hak azasi manusia. 7-221. stabilitas dan kebahagian. Sayuti Hasibuan.entered into force 3 Jan 1976.” The Gap Between Rich and Poor in Indonesia is Widening. 55-56. Masyarakat negara-negara berkernbang sadar benar bahwa tiga tingkatan pembangunan diatas harus dicapai secara serentak (councurent). (Jakarta : CIDES. dan dengan demikian pembangunan akan mampu menarik partisipasi masyarakat. Jakarta : (BP-7) pusat. pembagian yang adil atas hak dan keistimewaan. serta berfungsi memajukan keadilan sosial. Covenant 1966 menambahkan Hak -hak Azasi manusia dengan “economic. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial mesti dapat tercermin dalam setiap pengambilan keputusan. h.Res 2200 (XXI) U. sehingga bangsa-bangsa dapat saling berhubungan dan dan saling melihat dalam hitungan detik.

sosial dan kebudayaan. Pasal 34 UUD’45.”Human Right Quaterly vol. Antara Hak-hak Azasi dan pembangunan tidak ada pertentangan lagi bahkan menjadi terintegrasi secara total. seseorang memerlukan baik makanan maupun kebebasan berpendapat .” Human Rights and Development. h. Persaingan perdagangan internasional dapat membawa implikasi negatif bagi hak-hak buruh.” Social Economic Rights and Human Right Commission. bukan karena kita tunduk pada tekanan luar. Pasal 28. berserikat dan berbicara (civil and political rights} tetapi juga hak- hak ekonomi. sosial dan budaya harus mengusahakan terus tegaknya hak-hak tersebut. Dalam perkembangannya sekarang ini baik HAM maupun konsep pembangunan sudah diperluas.” The International Lawyer vol 28 no. 3 (1994) h. ekonomi. Kritik- kritik terhadap pelaksanaannya harus mendorong kita untuk lebili peka.155.” Human Rights and Economic Development in Depeloping Countries.13. dan ekonomi Indonesia telah terkait dengan ekonomi dunia.17 13 John O’Manique.I) h.” Human Rights Quaterly vol 14 (1992).14 Sebaliknya pembangunan tidak saja diartikan pertumbuhan ekonomi tetapi juga pembangunan social. Begitu juga sebaliknya.1993). lingkungan hidup dan perlindungan konsumen16 Perburuhan. ekonomi. sosial dan kebudayaan harus dilaksanakan dan didorong dengan intensitas yang sama. terutama dalam masalah pertanahan. 17 (1995) h. maka penegakan hak-hak sipil dan politik. kedua konsep tersebut tidak pernah akan bertemu bahkan berlawanan. Kita di Indonesia yang memilikii UUD’45 dan Pancasila. perburuhan.78-79. 16 Lihat antara lain S Pompe. lingkungan hidup dan perlindungan konsumen harus mendapat perhatian yang lebih. 4 . 17 Lihat antara lain Mario Gomez. Bila pembangunan diartikan tidak lebih dari pertumbuhan ekonomi dan hak-hak azasi manusia hanya terbatas pada hak-hak politik. adopted June 24. kebebasan mengeluarkan pendapat dibutuhkan agar jiwa dapat tetap berkembang.13 Hak-hak Azasi Manusia tidak saja hak untuk berkumpul.N doc A/Conf. Between State and Society. Untuk pembangunan manusia. Dengan menerima bahwa semua hak-hak azasi manusia adalah saling berkaitan dan tdak dapat dipisahkan. 14 The Vieena Declaration and Programme of Action.” Human Rights in Indonesia : Between Universal and Nasional. 15 Lihat Pembukaan dan Pasal 27.731-732. perlindungan lingkungan hidup. politik dan kebudayaan. satu dan lain hal karena investasi asing telah menjadi bagian pembangunan ekonomi Indonesia. Pasal 29 (2). hak-hak atas tanah dan perlindungan konsumen. tetapi sejak semula hak-hak tersebut sudah menjadi milik kita sebagai bangsa. Pembangunan kita bertujuan pula membangun manusia Indonesia seutuhnya. Bandingkan Yemi Osinbajo-Olukonnyisola Ajayi. makanan perlu untuk dapat tetap hidup. pertanahan. Keduanya kebutuhan yang mendasar dan absolute.”7 LJIL (1994). Hak-hak sipil dan politik tidak lebih prioritas dari hak-hak ekonomi. 1993 U. 157/24 (pt. Pasal 31.23 (Oct.15 yang isi dan jiwanya menurut hemat saya mencakup hak-hak azasi dibidang politik. sosial dan kebudayaan.

h. Elson. masa tanaman paksa (cultuur stelsel) dan masa dimana modal swasta Belanda zaman colonial dengan buruh paksa. perusahaan multinasional mencari pasar baru dan memaksimalkan keuntungan dengan mengekspor modal dan reorganisasi struktur produksi. telah berlangsung lama. h. Dalam jangka panjang ketiadaan standar tersebut menjadi sebab utama hilangnya legitimasi pemerintah. perusahaan- perusahaan tidak lagi memproduksi seluruh produk disatu negara saja. untuk mengatasi krisis.1961) h.20 Globalisasi ekonomi sekarang ini adalah manifestasi yang baru dari pembangunan kapitalisme sebagai sistem ekonomi internasional. masa perdagangan rempah- rempah.” Law and Economic Development. 1986) h.” The Function of Land Rent Under the Cultivation System in Java. Seperti pada waktu yang lalu. penugasan personel tidak lagi terikat pada bahasa.137.Robert Van Neil. Inc 1986) h. adalah perlu untuk memelihara mekanisme pasar dan mencegah birokrasi yang berkelebihan . “education. Pada ketiga periode tersebut hasil bumi Indonesia sudah sampai ke Eropah dan Amerika. 232.” Journal of Asian Studies 23 (1964).Tidak adanya standar tentang apa yang adil dan apa yang tidak adil adalah masalah besar dihadapi oleh negara-negara berkembang.34-35.Fasseur. “fairness”. Tiga puluh tahun terakhir ini. bayly and D.C. 9 (1980)h.16. Wright.” dalam Two Colonial Empires. C. investasi asing memusatkan kegiatan penggalian sumber alam dan bahan mentah untuk pabrik-pabriknya. Stabilitas juga berarti hukum berpotensi untuk menjaga keseimbangan dan mengakomodasi kepentingan-kepentingan yang saling bersaing. standar sikap pemerintah. Hukum yang kondusif bagi pembangunan sedikitnya mengandung lima kwalitas : “stability”. perusahaan manufaktur menyebar keseluruh dunia.E. Manajemen diberbagai benua.19 Sebaliknya impor tekstil dan barang-barang manufaktur. 20 C. 19 Lihat antara lain Daniel Chirot.R.” Journal of International Law and Policy vol.H. 1984).18 Globalisasi Hukum Mengiringi Globalisasi Ekonomi Globalisasi ekonomi sebenarnya sudah terjadi sejak lama.” The Cultivation System and Its Impact on the Dutch Colonial Economy and the Indigenous Society in Nineteenth Century Java.32-35.R.A. betapapun sederhananya. Social Change in the Modern Era (San Diego. 359.A. East-Indian Economic Problem of the Age of Cornwallis & Raffles (London : Inzac and Company. ed.Kolf (Dordrecht : Martinus Nijhoff Publishers. Pada tahun 1950 an. batas negara dan 18 Leonard J Theberge. New York : Harcourt Brace Jovanovich. Javanese Peasants and the Colonial Sugar Industri (London : Oxford University Press. Dengan pembagian daerah operasi melampaui batas-batas negara. “predictability”.Aspek keadilan (fairness) seperti persamaan didepan hukum. Perlunya “predictability” sangat besar di negara-negara dimana masyarakatnya untuk pertama kali memasuki hubungan-hubungan ekonomi melampaui lingkungan social tradisionil mereka. Ltd. 5 .H.” dan kemampuan meramalkan adalah prasyarat untuk berfungsinya sistim ekonomi.

imbal beli. 464-466. “Law & Policy in International Business. Globcilisasi ekonomi juga menyebabkan terjadinya globalisasi hukum.23 Manakala ekonomi menjadi terintegrasi..” Law & Policy in International Business. 26 (1995) h. Kini transaksi menjadi beraneka ragam dan rumit seperti kontrak pembuatan barang. 26 Carl J Green. No.3 (1993) h.Footer. dan memfungsikan sistim hukum. 729. Sebaliknya.21 Pada masa lalu bisnis internasional hanya dalam bentuk export .” The International Lawyer.” vol. 29.” Columbia Journal of Transnational Law. 23 Jaqnes Delors. tetapi juga pemahaman tradisi hukum dan budaya antara Barat dan Timur. ”The globalization of Law and Business in the 1990s. Globalisasi hukum terjadi melalui usaha-usaha standarisasi hukum. 2 (summer 1995). vol. NAFTA. vol. 2 (Summer 1995) h. perdagangan. globalisasi hukum tersebut tidak hanya didasarkan kesepakatan internasional antar bangsa.h.” Global Legal Studies Journal. 18 (1995) h. meningkatkan intensitas persaingan. 723.’’ “National Treatment. 22 S.Nation. 26 (1995) h. “turnkey project.22 Globalisasi menyebabkan berkembangnya saling ketergantungan pelaku-pelaku ekonomi dunia. globalisasi ekonomi menimbulkan akibat yang besar sekali pada bidang hukum. memperbaharui mekanisme pasar. Breeden. 24 (1993). 24 Bary Hufbauer. ”APEC and Trans-Pasific Dispute Management.” “Transparency. vol 1 (1993).28 No. ”Towards a More Global Government Procurement Market : The Expansion of the GATT Government Procurement Agreement in the Context of the Uruguay Round. Vol. 6 . ”The Future of Free Trade in Europe and the World. investasi melewati batas-batas negara.” Fordham International Law Journal.” The International Lawyer. Vol. ”International Trade Organizations and Economies in Transition : A Glimpse of the Twenty-First Century. Tamer Cavusgil. h.514. dan lain-lain. aktivitas financial.” alih teknologi. Gerard de Graaf and Matthew King.25 Prinsip-prinsip “Most -Favoured . gejala ini dipercepat oleh kemajuan komunikasi dan tran-sportasi teknologi.24 Bergabung dengan WTO dan kerjasama ekonomi regional berarti mengembangkan institusi yang demokratis. integrasi ekonomi global mengharuskan terciptanya blok-blok perdagangan baru. h. vol. 27 Lihat antara lain. 29 No. Manufaktur. 25 Paul Demaret.import dan penanaman modal. AFTA dan APEC.” Law & Policy in International Business. ”The Metamorphoses of the GATT : from the Havana Charter to the World Trade Organization. harmonisasi hukum mengikutinya. 452. ”The International Regulation of Trade in Service Following Completion of the Uruguay Round. Tidak ada kontradiksi antara regionalisasi dan globalisasi perdagangan. ”The Americanization of Mexican Law : Non-Trade Issues in the North American Free Trade Agreement.26 Bagaimana juga karakteristik dan hambatannya.” Wake Forest Law Review. Stephen Zamora.108. antara lain melalui perjanjian-perjanjian internasional. ”Globalization of Markets and Its Impact on Domestic Institutions.kewarganegaraan. vol 34 (1995). Lihat juga Mary E. 123-171. Terbentuknya WTO (World Trade Organization) telah didahului atau diikuti oleh terbentuknya blok-blok ekonomi regional seperti Masyarakat Eropah.’ “Non - Dicrimination” menjadi dasar WTO dan blok ekonomi regional. vol.83-86. 406-433. waralaba. h.27 General Agreement on Tariff and Trade (GATT) 21 Richard C. aliansi strategis internasional.

26 (1996). 197-204. ”Gonvergence in Corporations Law-Towards A Facilititave Model. h. No.” VUWLR vol. 31 Bary A.D. maka partner mereka dari negara-negara berkembang menerima model-model kontrak bisnis internasional tersebut. 52. dan jasa prinsip-prinsip “Non-Discrimination. 714-716. 26 (1995) h. ”The New Lex Mercatoria : Reality or Academic Fantasy ?. hak milik intelektual.” “Most Favoured Nation. Karena negara-negara maju membawa transaksi-transaksi baru ke negara-negara berkembang. bisa karena sebelumnya tidak mengenal model tersebut. Oleh karena itu tidak mengherankan. Upah 28 Micheal A Geist. 29 Whitmore Gray. vol.28 Globalisasi dibidang kontrak-kontrak bisnis internasional sudah lama terjadi. Vannesa L.” Law & Policy in International Business. dapat juga karena posisi tawar yang lemah. ”The Eminent Death of the Calvo Clause and the Rebirth of the Calvo Principle : Equality of Foreign and National Investors. 103-117. berkembangnya kejahatan intiernasional dalam pencucian uang (money laundering) dan “insider trading” mendorong kerjasama internasional. ”Globalization of Contract Law : Rules for Commercial Contracts in the 21st Century. Rider. Undang-Undang Perseroan Terbatas berbagai negara. 30 David Goddard. ”Global Trends in Securities Regulation . satu dan yang lain karena dana yang mengalir ke pasar-pasar tersebut tidak lagi terikat benar dengan waktu dan batas-batas negara. perjanjian waralaba (franchise). perjanjian keagenan. 7 . h.30 Begitu juga dengan peraturan Pasar Modal.” Law & Policy in International Business vol.29 Persamaan ketentuan-ketentuan hukum berbagai negara bisa juga terjadi karena suatu negara mengikuti model negara maju berkaitan dengan institusi-institusi hukum untuk mendapatkan modal. 12. dari “Civil Law” maupun “Common Law” berisikan substainsi yang serupa. 1996) h. Wilkinson. dimana saja tidak banyak berbeda. ”Toward A General Agreement on the Regulation of Foreign Direct Investment. Dickinson Journal of International Law 13 (Spring 1995) h.” “National Treatment. Tetapi juga persaingan perdagangan. hampir sama disemua negara.” Journal of International Arbitration vol.” “Transparency” kemudian menjadi substansi peraturan-peraturan nasional negara-negara anggota. perjanjian patungan (joint venture). Tuntutan keterbukaan (transparency) yang semakin besar. perjanjian lisensi.31 Usaha-usaha untuk menyamakan peraturan dibidang perburuhan dan lingkungan hidup masih akan terus berjalan. Bandingkan Denine Manning-Cabral. 1171-1199. Negara-negara maju meminta agar negara- negara berkembaug memperbaiki kondisi perburuhan dan perlindungan Lingkungan hidup. 26 (1995) h. mencantumkan bebarapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh negara-negara anggota berkaiian dengan penanaman modal. 2 (June 1995).K. 514. tidak saja didasari oleh hak-hak azasi manusia.misalnya. Konsultan hukum suatu negara dengan mudah mengerjakan perjanjian-perjanjian semacam itu di negara-negara lain. The Changing Legal Climate.” New Zealand Law Journal (Febr.

vol. 166-195.S.” The Transnational Lawyer. 12 (Fall 1993) h. ”Law and Labor in the New Global Economy : Trough the Lens of United States Federalism.33 Dalam menghadapi hal yang demikian itu perlu “check and balance” dalam bernegara. dan partisipasi masyarakat melalui lembaga-lembaganya. bahkan kepentingan-kepentingan.W. and the Environment. No.” San Diego Law Review.” Dickinson Journal of International Law No. Pendidikan Hukum Memasuki Abad 21 Globalisasi ekonomi membawa globalisasi hukum dan globalisasi praktek hukum. “Tommorrow’s law schools : Globalization and Legal Education. Apa yang disebut hukum itu tergantung kepada persepsi masyarakatnya. tetapi juga tipe baru hubungani ekonomi dan politik antar bangsa. Erika de wet. budaya hukum masyarakat tergantung kepada budaya hukum anggota-anggotanya yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan.32 Globalisasi hukum akan menyebabkan peraturan-peraturan negara-negara berkembang mengenai investasi. lingkungan. Mereka yang baru tamat dari Fakultas Hukum hari ini menghadapi dunia baru. Norton & Company. Friedman. 446-460. 34 Alberto – Bernabe – Riefkohl.” Our Eroding Industrial Base : U. Stutzman. 8 . 61-79.perdagangan. Pengadilan yang mandiri. (New York-London : W. h. Crandall. Patricia Stirling. mengatakan bahwa tegaknya peraturan-peraturan hukum tergantung kepada budaya hukum masyarakat. h. Hukum itu tidak sama dengan kuda. 33 (1995). h.” Human Rights Quatrly. Hukum sebagai sistim dari ketertiban sosial juga terpengaruh oleh perubahan ini. Hukum tidak demikian.” Columbia Journal of Transnational Law vol. Labour Law Compared with Labor Laws of Less Developed Nations in Light of the Global Economy. Kuda adalah kuda. 36-39. jasa-jasa dan bidang-bidang ekonomi lainnya mendekati negara-negara maju (converagence).dan jaminan buruh yang rendah. 32 (1995). Hal mana dikarenakan perbedaan sistim politik. budaya. ”The Fair Trade-Free Trade Debate : Trade. ”The Use of Trade Sanctions as an Enforcement Mechanism for Basic Human Rights : A proposal for Addition to the World Trade Organization. 218- 230. h.” International Review of Law and Economics. Tidak saja lahirnya negara-negara baru diatas peta bumi. Namun tidak ada jaminan peraturan- peraturan tersebut memberikan hasil yang sama disemua tempat. dan pendidikan hukum sebagai langkah pertama untuk terjun dalam praktek hukum harus kembali dirancang menghadapi tantangan akibat perubahan yang terjadi. Labour.h. vol. vol.34 32 Robert Howse and Macheal J. 445-452. Friedman. Orang tidak akan menamakan keledai :uau icbra adalah kuda. walau bentuknya hampir sama. Vol. serta peraturan perlindungan lingkungan hidup yang longgar menurut negara maju adalah “social dumping” yang merugikan daya saing mereka. 11 (1996) h. 135. Andrew K. ekonomi dan budaya. Trebilcock. Elizabeth C. 16 (1996). posisi atau kedudukan. Will NAFTAs’North American Agreement on Labor Cooperation Improve Enforcement of Mexican Labor Laws. 137. “Check and balance” hanya bisa dicapai dengan Parlemen yang kuat. 17 (1995) h. Mark Barenberg.” American University Journal of International Law & Policy. ”Labour Standards in the Globalized Economy : The Inclusion of a Social Clause in the General agreement on Tariff and Trade/ World Trade Organization. 33 Lawrence M. American law. 1984). 7 .

doctrinal dan deskriptif. Bertambahnya utang negara. 37 J.”Legal Education : Observation and Perception from the Bench. h. Merhige JR. Ini adalah kecenderungan sejak berakhirnya Perang Dunia II. 158-159. Akibat dari globalisasi. ada kekhawatiran bahwa apa yang diberi- kan dalam kuliah berbeda dengan hukum dalam kenyataan. Sebagian besar kuliah mengajarkan teori atau hal-hal yang normatif sifamya. Lihat juga Robert R. umpamanya. Timothy Philipps. 9 .”Empirical Legal Scholarship : Reestablishing a Dialogue Between the Academy and Profession. 347-368.”Building A Better Law School. dan lingkungan hidup adalah sebagian gejala-gejala negeri-negeri yang kalah dalam perdagangan bebas. Dalam kenyataannya. Oleh karena itu pendidik harus bisa mengusahakan mahasiswanya mengerti hukum dan profesi hukum dalam konteks sosial dan keterikatan (commitment) kepada keadilan dan tanggung jawab sosial. tidak seimbangnya neraca perdagangan. Vol. “Free trade” akan meningkatkan “economic growth” yang selanjutnya akan membawa perbaikan standar kehidupan. dan disemua pasar yang berdasarkan persaingan. pendidikan hukum harus mengakui tanggung jawabnya kepada masyarakat. Timbul usul agar staf pengajar melakukan ‘empirical research”. Hal tersebut ditandai dengan kenaikan GNP. hanya sebagian kecil pekerjaan hukum diselesaikan melalui pengadilan. 36 Craig Allen Nard. 1160. Globalisasi adalah gerakan perluasan pasar. kantor pemerintahan dan pengadilan. 51 (1994). Berkenaan dengan hubungan praktek hukum dan pendidikan hukum.35 Fakultas Hukum hendaknya melahirkan sarjana hukum yang berpengetahuan luas dan memiliki ketrampilan hukum. hal itu adalah sebagian dan skenario. globalisasi bisa mendatangkan kerugian bagi golongan masyarakat tertentu. Bahkan dalam praktek yang tradisional sekalipun.”Wake Forest Law Review. pendidikan hukum harus menekankan lagi bahwa hukum merupakan alat perubahan sosial untuk membawa perbaikan bagi masyarakat dan sistim hukum. h. “Legal drafting.’ keahlian bernegosiasi dan 35 Alberto – Bernabe – Riefkohl. 30 (1995). vol. diusulkan agar staf pengajar dalam masa liburnya perlu bekerja di kantor Pengacara atau Konsultan Hukum.”Washington & Lee Law Review.negara dunia ketiga.Berdasarkan prospek profesi hukum dalam masa yang tidak terlalu lama ini. 30 (1995).36 Untuk melahirkan sarjana hukum yang kompeten dan professional. vol. yang akan membawa akibat pada komposisi masyarakat dan kondisi kehidupan mereka. Op. h. 375.cit. selalu ada yang menang dan yang kalah. di Amerika Serikat sendiri. buruknya kondisi kehidupan buruh. Perdagangan bebas dikatakan akan membawa keuntungan ekonomi bagi para pesertanya dan akan mengurangi kesenjangan antar negara. Di negara maju disadari juga.37 Selanjutnya adalah salah bila menganggap praktek hukum semata-mata proses advokasi. h.” Wake Forest Law Review. Perdagangan bebas bisa juga menambah kesenjangan antara negara-negara maju dan negara-negara dipinggiran (periphery).

termasuk Indonesia. ”A Manifest Revolution : Access and Specialization in Legal Education and Practice. 17 (Spring 1996) h. 286-292. perlu mengetahui berbagai peraturan hukum negara lain dan bagaimana ia berjalan dalam perbedaan sistim hukum. budaya dan tradisi. 897-907. h. lihat juga Micheal Feindel and Olivier Fuldauer. Disatu pihak pendidikan hukum menghasilkan sarjana hukum yang mempunyai ketrampilan dalam praktek hukum yang mengandung unsur internasional .38 Di Australia ada usul agar Fakultas Hukum di negara tersebut menentukan misinya didunia untuk menyambut abad 21. karena hubungan ekonomi dan politik Australia bergeser dari Eropah ke Asia dan kawasan lain.” Valparaiso University Law Review.39 Bagaimam kita di Indonesia menghadapi globalisasi hukum dan globalisasi praktek hukum tersebut? Pendidikan hukum di Indonesia dalam kurikulum nasionalnya sudah menjurus kepada penguasaan hukum yang berdimensi sosial. sehingga dapat ditentukan tujuan dari kurikulum dan memutuskan strategi pcerkuliahan yang bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Haley. ”An Overview of the Present Status and Future Prospect of Australian Legal Education. 10 . ”The Law School Product from the Buyer’s Point of View. Vol.” Law Teacher No. 39 Martin Tsamenyi and Eugene Clark. 38 Bandingkan Stuart A. Pertama. perdagangan intenasional. 29 (1995) h. 24-27. Fakultas Hukum dalam era globalisasi harus mempersiapkan mahasiswanya dengan pendidikan yang cukup. ”Educating Lawyers for the Global Economy. 29 (winter’95) h. termasuk memberikan jalan bantuan hukum bagi mereka yang paling terkena proses globalisasi. perbandingan hukum dan bahasa asing. vol. disamping penguasaan ketrampilan hukum. 746. di pihak lain membekali mereka dengan kemampuan menghadapi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. perlunya pendidikan hukum diarahkan ke Asia. Namun dalam era globalisasi kurikulum nasional dan lokal tersebut perlu diisi dengan materi kuliah yang sifatnya perbandingan dan berhuhungan dengan kenyataan. makin banyak kantor Konsutan Hukum Australia membuka praktek disegala penjuru. Kedua. Australia menyadari pula. Dalam hubungan ini antara lain kebijaksanaan dan syarat-syarat penerimaan mahasiswa baru perlu diperketat. baik karena kebutuhan praktek maupun kesamaan model institusi-institusi hukum dan peraturan-peraturannya. Sarjana Hukum masa kini dalam era globalisasi. Oleh karena itu perlu lebih banyak mata kuliah mengenai hukum interinasional.”Dulhousie Journal of Legal Studies (1995). “Michigan Journal of International Law.perencanaan hukum. 40 Bandingkan John O. Handmaker. adalah ketrampilan-ketrampilan yang harus dimiliki oleh sebagian besar sarjana hukum.40 Sebagai kesimpulan.

Prof. Sebagai pimpinan mahasiswa Hukum Indonesia pada tahun 1970 an. Padmo Wahyono. Terima kasih saya sampaikan kepada guru-guru saya. yang memakan waktu lima setengah tahun. sehingga saya bisa menyelesaikan program LLM dan Ph. izinkanlah saya mengenang Prof. maupun yang telah tiada. Pertama-tama. Terima kasih kepada guru-guru saya yang lain. yang bertanggung jawab kepada bangsa dan negara. sehingga pengangkatan saya menjadi pegawai negeri pada waktu itu sebagai asisten Ilmu Negara. Izinkanlah saya mengenang bapak Delma Yuzar. dengan kepercayaan kedua beliau saya mendapatkan bea siswa Caltex dan Bank Dunia. MA. SH (alm) dan Bapak Dr. Dan F. sebagai Dekan Fakultas Hukum universitas Indonesia. SH. Anggota Senat Universitas Indonesia dan hadirin yang saya hormati. Pada tempatnya pula saat ini saya menyampaikan terima kasih kepada Prof. mengizinkan saya untuk melanjutkan studi sampai sampai program doktor di Amerika Serikat. khususnya di lingkungan Universitas Indonesia yang mendid ik dan menjadikan salah seorang mahasiswanya berkesempatan mengucapkan pidato pengukuhan pada mimbar yang terhormat pagi hari ini. Hanifah juga. SH (alm). Prof. Dapatnya saya sampai ke mimbar ini berkat juga dorongan. Prosterman. Bapak Rektor. yang masih ada. Daniel S.D di University of Washington. kebaikan hati dan jasa begitu banyak orang. Henderson. Seattle. Ibu S. Senat Universitas Indonesia telah memberanikan diri mengusulkan saya sebagai Guru Besar dan Pemerintah atas nama Negara telah menerima pencalonan tersebut. akan melaksanakan tugas sebagai pendidik dan cendekiawan dengan sebaik-baiknya. Hanifah. Lev. hukum yang lebih baik. John O. yang menghampiri saya pada waktu ujian dan menanyakan apa saya bisa menjawab soal-soal. ketika beliau menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia mendorong dan akhirnya mengirimkan saya belajar keluar negeri. yang membimbing saya selama studi di University of Washington. Terima kasih juga kepada Prof. Beliaulah yang mengatakan : “Pada suatu hari ada gunanya bagimu ”. dan masyarakat yang Iebih baik.” kadang- kadang “meledak-ledak” karena ingin melihat pendidikan hukum yang lebih baik. seraya memohon maaf atas sikap sebagai seorang mahasiswa yang “meletup-letup. Mardjono Reksodipurtro. Bapak Dekan. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Ibu S. Haley. Indro Suwandi (alm). Tanpa bea siswa tersebut saya tak akan pernah sampai ke Amerika. Beliau menerima saya menjadi staf pengajar Universitas Indonesia 21 tahun yang lampau. Roy L. almamater saya yang kedua.SH guru saya. dan Prof. Adalah pada tempatnya tindakan ITU yang membebankan begitu besar tanggung jawab. saya berkeinginan melihat pendidikan hukum Indonesia yang 11 . saya sambut dengan ucapan terima kasih dan janji.

Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada mereka. “itulah akibat main layang-layang terus. Tak lupa dalam kesempatan ini saya mengenang mamanda Dr. sebagai saudara. Setelah menjadi tua. Ketika SMP Bapak tidak bisa lagi mengajar saya aljabar dan ilmu ukur . Setelah menjadi tua.Mereka yang memberikan dorongan moril pada saat jiwa menjadi bimbang dan bantuan material pada waktu-waktu saya dalam kesempitan. dibawah lampu satu- satunya di rumah bekas gudang Pegadaian. yang tak mampu satu persatu saya sebutkan namanya disini. meminta kemenakannya sebagai pengganti mengajar saya. Hasyim Ning (alm) yang semasa memberikan nasehat dan dorongan kepada saya. Sore hari memegang jari-jari saya menu!is “halus kasar”. Malamnya. Bapak setiap hari menanyakan pelajaran sekolah. Hari ini saya ingin mengenang abang dr. mengajar langsung hitungan luar kepala. sebagai sahabat. Masih segar dalam ingatan. yang ingin melihat anaknya menjadi cerdas.berkwalitas dan akomodatif terhadap tuntutan zaman. Bonar Rajagukguk (alm) dan abang Dapot Rajagukguk (alm) atas kesabarannya ikut mengajar saya pada waktu SMP di Medan dan di Jakarta atas permintaan Bapak. karena begitu- begitu banyak masalah. main kelereng terus…nanti kau jadi tukang pedati” kata Bapak. aku berkunjung ke Trowulan dekat Jombang tempat sisa-sisa keraton Majapahit. Bapak jadi marah-marah. Kalau terlambat menjawab. tetapi tertanam dalam dikalbu saya. bertanya-tanya dalam hati dimanakah kira-kira 12 . Selanjutnya tentu tak dapat melupakan Bapak dan Ibu saya sendiri. saya baru merasakan bagaimana beratnya jalan kearah itu. Halimah Tusyadiah binti Achmad Dihardjo (alm). saya ingin mengenang kakek saya Akil Ning (alm) dan nenek ku. Masih segar dalam ingatan Ibu dengan mengenakan telekung menunggu Subuh tiba. yang sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. sambil mengantar dan menjernput dengan sepeda. merenungkan perlawanannya menegakkan keadilan dalam perang yang menguras kas Pemerintah kolonial di Jawa. Pertama-tama. Kedua beliau itu dengan kasih dan sayangnya menginginkan dan berdoa agar saya kelak berada dijalan yang lurus dan menjadi berguna. Tidak ada kata- kata yang cukup dan tepat untuk menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang mendidik anak-anaknya demikian rupa mencari jalannya sendiri. mengeja hafalan sejarah Pangeran Diponegoro dan Patih Gajahmada.. aku ke makam Diponegoro dan prajurit-prajuritnya ditengah kota Ujung Pandang. sebagai abang. Manakala menjadi staf pengajar 15 tahun kemudian. Peranan keluarga amat menentukan dalam hidup saya. Berulang-ulang hingga aku hafal benar.

Sebagai anak tertua. ketika Ferry yang mungil menolak untuk kugendong. bahkan dalam kehidupan yang sulit. 13 . apa lagi yang saya cari. ketika masih Sekolah Rakyat kelas III. : “Apabila manusia itu meninggal dunia maka putuslah segala amalnya. jika berani karena mudah. melalui jalan yang panjang ke mimbar ini.Wb. dalam Suka dan duka. tanah air menunggu mu. Anda bertiga telah menyertai saya. sebagaimana disampaikan oleh Abu Hurairah ra. Beliau yang turut menjaga anak-anak ketika saya pergi kenegeri jauh hanya untuk membara dan menulis. Hatiku terenyuh. Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Marilah kita bekerja keras bersama-sama menimba ilmu dan dengan itu nantinya menjadikan Indonesia negara hukum yang demokratis. kecuali tiga perkara .Gajahmada bersumpah mempersatukan Nusantara. berusaha beramal dan dekat dengan engkau dan anak-anak dan isteriku. yang ekonominya terus tumbuh dan hasilnya merata. Indonesia yang tetap bersatu. Tidak lain dan tidak bukan apa yang disabdakan junjungan kita Nabi Muhammad S. Anda ikut memahami. Wassalamu alaikum Wr.A.W. Kepada isteri dan anak-anak yang aku cintai. Bapak dan Ibu bisa mengantarkan kami berlima anak-anaknya menjadi alumni Universitas Indanesia yang terkemuka ini. Tentu anda bertiga bertanya dalam hati. sebab dalam hidup ini sukar dan mudah itu menjadi satu. bergetar hati dan jiwa.” Oleh karena itu saya akan terus mengajar. di sore hari kehidupan saya ini. Aku ingat Ibu yang menunggui aku menghafal Pangeran Diponegoro dan Patih Gajahmada. bisa pula mengikuti jejak kami? Doa-doa mu jualah yang kami mohonkan. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan terima kasih yang sama kepada Bapak dan Ibu mertua saya. kepada rekan-rekan staf pengajar dan para mahasiswa yang menjadi tumpuan harapan saya. Anda beserta saya dalam susah dan senang. bertanya apakah anak-anak kami. saya memahami benar jerih payah. keinginan-keinginan Bapak dan Ibu terhadap anak-anaknya. Maha Besar Allah yang telah memberikan Racmat dan KaruniaNya kepada kita semua. karena sejak lahir sampai pada waktu itu memang belum pemah melihat bapaknya. Kami yang sekarang ini hidup berkecukupan. Dalam kesederhanaan seorang pegawai negeri biasa. cucu-cucumu. Akhirnya. Kebesaran upacara inisaya peruntukkan kepadamu isteri dan anak-anakku. shadaqah jariyah. Sekian dan terima kasih. Para mahasiswa. ilmu yang ditebar-tebarkan dan bermanfaat serta doa-doa anak-anaknya yang saleh. takut karena sukar segala sesuatu itu tidak akan tercapai.

” The International Lawyer. 1973). A History of American Law. Tradition (Cambridge : Harvard University Press. Mark “Law and Labor in the New Global Economy : Through the Lens of United States Federalism.” Human Rights Quaterly vol. Harold J. Chirot.1986.W. Crandall. 17(1995). vol. 155. Bayly and D.” Wake Forest Law Review. 26 (1995) Gomez.” The Transnational lawyer . Footer.Towards A Facilitative Model. Vol. S. 3 (1972).Pacific Dispute Management. American Law.Kepustakaan Barenberg. Jaqnes “The Future of Free Trade in Europe and the World. Friedman. ed. Erika “Labor Standards in the Globalized’ Economy : the Inclusion of a Social Clause in the General Agreement On Tariff and Trade / World Trade Organization.H.A.” VUWLR voL 26 (1996). c. Delors. De Wet. Mario “Social Economic Rights and Human Rights Commissions. No. Kolf (Dordrecht . (New York . Javanese Peasants and the Colonial Sugar Industri (London : Oxford University Press. h. Thomas M. VOL. 1984). 18 (1995). Green. Inc. Breeden. 7. 1984).” Columbia Journal of . Cavusgil. “Will NAFTAs’ North American Agreement on Labor Cooperation Improve Enforcement of Mexican Labor Laws. R. Berman. Elson.” The International Lawyer. Richard C. Lawrence M. CA. Gerard and King.” Fordham Intenational Law Journal.” vol. Frank. Feindel Michael and Fuldauer. Demaret. “The New Development : Can American Law and Legal Institutions Help Developing Countries” Wisconsin Law Review No. 33 (1995). 1983).London : W. 29.” Dulhousie Journal of Legal Studies (1995). Olivier “A Manifest Revolution : Access and Specialization in Legal Education and Practice.” Global Legal Studies Journal vol. Daniel “Social Change in the Modern Era. Lawrence M. vol. Norton & Company. “APEC and Trans . Carl J. No. 2 (Summer I995). Goddard.11 dalam Two Colonial Empires. “The International Regulation of Trade in Services Following Completion of the Uruguay Round. 2 (Summer 1995). Mary E. Martinus Nijhoff Publishers.Transnational Law . Elizabeith C. vol. 29. “The Cultivation System and Its Impact on the Dutch Colonial Economy and the Indigenous Society in Nineteenth Century Java. De Graaf.Transnational Law. David “Convergence in Corporations Law . Garis-Garis Besar Haluan Negara 1993. 34 (1995).” Human Rights Quaterly. “The Globalization of Law and Business in the 1990s. “Law & Policy in International Business. vol. Tamer “Globalization of Markets and Its Impact on Domestic Institutions. No. 17 (1995) h. 14 . vol. 3 (1993). Vol. 28. Fasseur. paul “The Metamorphoses of the GATT : from the Havana Charter to the World Trade Organization. Matthew “Towards a More Global Government Procurement Market : The Expansion of the GATT Government Procurement Agreement in the Context of the Uruguay Round. 1 (1993). (New York : Simon and Schuster.” Columbia Journal of .” San Diego -New York : Harcourt Brace Jovanovich. Friedman.E. Law and Revolution : Thee Formation of the Western Legal.

“Human Rights Quaterly vol.” The International Lawyer vo. 16 (1996). 14 (1992) Mendelson.” The Journal of Plitics vol. International Covenant on Economic. Howse. Hasibuan.” Washington & Lee Law review vol. Rider. Kartasasmita. S.” vol. Robert and Trebilcock. entered into force 3 Jan. Denine . 51 (1994).” Law & Policy in International Business.vol. Wallace “Law and the Development of Nations. Gray.28 No. 1976. A/6316 (1966).vol 30(1995). 3 (1994) Philipps. Barry A.”Journal of Asian Studies 23 (1964) Nard. vol. Craig Allen “Empirical Legal Scholarship : Reestablishing a Dialogue Between the Academy and Profession.” Dickinson Journal of International Law 13 (Spring 1995) 15 . Between State and Society. Merhige JR.” Far Eastern Economic Review.30 (1995) Neil.First Century.A. and the Environment. 16.No. Sayuti Ekonomi Sumber Daya Manusia (Jakarta : LP3ES. Organski. Olukonnyisola “Human Rights and Economic Development in Developing Countries. Timothy “Building A Better Law School.”wake Forest law review. 1965)..Cabral. 1996). Henderson. ‘’Human Rights in Indonesia : between Universal and National. Doc. “Global Trends m Securities Regulation : The Changing Legal Climate. 18 October 1990. (Jakarta : CIDES.1965) Osinbajo.” Michigan Journal of International Law.F. 1996.” Law & Policy in International Business . Ginanjar Pembangunan Untuk Rakvat.N. A. John O. “Toward A General Agreement on the Regulation of Foreign Direct Investment. Juoro. 26 (1995). “The Eminent Death of the Calvo Clause and the Rebirth of the Calvo Principle : Equality of and National Investors. 17 {Spring 1996).” International Review of Law and Economics. “Educating Lawyers for the Global Economy. Hufbauer. Michael J. Bary “International Trade Organizations and Economies in Transition : A Glimpse of the Twenty . Michael A. Robert R. “The Fair Trade -Free Trade Debate : Trade.of.Geist. G. Umar “The Gap Between Rich and Poor in Indonesia is Widening. “Law & Policy in International Business. Yemi .” Wake Forests Law Review. “The Law School Product from the Buyer’s Point of View” Valparaiso University Law Review.Dan Fenno Conciliation and Japanese Law : Tokugawa and modern (Tokyo : University of Tokyo Press Seattle : University of Washington Press.K. Whitmore “Globalization of Contract Law : Rules for Commercial Contracts in the 21st Century. Labor. “Legal Education .” New Zealand Law journal (Febr. 32 (1970). Stuart A. 21st Sess Supp No. J. 26(1995). vol. Handmaker.N. vol. 26 (1995) Manique. Social and Cultural Rights.K. Robert van “The Function of Land Rent Under the Cultivation System in Java. The Stages . Res 2200 (XXI) U. John O’ “Human Rights and Development. “ 7 LJIL (1994). GAOR. Haley. U. Observation and Perception from the Bench. Political Development (New York : Knoff.1996). Pompe. 29 (1995). Vol. Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan.Ajayi. adopted 16 Dec I966. Manning.

Ltd. “ San Diego Law Review. Harold E Land Reform in japan..Trade Issues in the North American Free Trade Agreement. Alberto . Eugene “An Overview of the Present Status and Future Prospects of Australian Legal Education.Riefkohl. 32 (1995).R.C East – Indian Economic Problems of the age of Cornwallis & Raffles (London : inzac and Company. Labor Laws Compared with Labor Laws of Less Develeped Nations in Light of the Global Economy. Frank K. 12 (Fall 1993) Stirling. Vol. Andrew K. Wilkmson. Undang-Undang Dasar 1945. 1961) Voekner. 11 (1996). “Law and Economic Development “ Journal of International Law and Policy vol. Vannesa Wilkinson. No. Stephen “the Americanization of Mexican Law : Non . 12.” American University Journal of International Law & Policy. 29 (Winter’95). Law and Social Change in Postwar Japan.” Law & Policy in International Business. (Washington : Agency for International Development. Vannesa L. Theberge. “Our Eroding Industrial Base : U. 9 (1980). vol. “Tommorrow’s Law Schools : Globalization and Legal Education. No. Patricia “The Use of Trade Sanctions as An Enforcement Mechanism for Basic Human Rights : A Proposal for Addition to the World Trade Organization.” Journal of International Arbitration. H. 24 (1993) 16 . Martin and Clark. (Cambridge : Harvard University Press. Tsamenyi. June 1970). Upham.” Law Teacher.” Dickenson Journal of International Law No. ‘’The New Lex Mercatoria : Reality or ACADEMIC Fantasy ?. 2 (June 1995) Wright.D. 1987). Stutzman. Zamora. Leonard J.S. vol.Bernabe. vol.