PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH Dr. Abdul Munif, M.

Ag
A. Definisi Karya Tulis Karya tulis ilmiah pada hakekatnya merupakan laporan tertulis tentang (hasil) suatu kegiatan ilmiah. Sementara itu, kegiatan berpikir secara ilmiah sendiri hanya dapat dilakukan dengan cara meneliti fenomena yang menjadi subject matter atau sasaran penelitian, berdasarkan metodologi ilmiah. Karenanya kegiatan berpikir yang hanya didasarkan kepada asumsi dan spekulasi yang belum teruji kebenarannya maka tidak bisa dikatagorikan sebagai karya ilmiah. Penulisan karya ilmiah harus pula dilakukan berdasarkan kerangka berpikir ilmiah. Yaitu meliputi ruang lingkup tulisan, pembatasan masalah, metodologi dan sistematika penulisan, serta yang tak kalah pentingnya pula berupa penggunaan bahasa yang baik dan benar. Karena kegiatan ilmiah banyak ragamnya, maka laporan karya ilmiah itu banyak macamnya. Ada yang berbentuk laporan penelitian, tulisan ilmiah populer, buku, diktat dan lain-lain. Karya tulis ilmiah juga berbeda bentuk penyajiannya sehubungan dengan berbedanya tujuan penulisan serta media yang menerbitkannya. B. Klasifikasi Karya Tulis Adapun jika dilihat dari panjang pendek uraian serta kedalamannya, maka karya ilmiah dibedakan atas makalah (paper) dan laporan penelitian: 1. Makalah Makalah merupakan bagian dari kegiatan akademik terstruktur. Di samping itu makalah juga disusun untuk diajukan di dalam kegiatan ilmiah (seminar, simposium, kongres, dan sebagainya), atau untuk dimuat di dalam penerbitan, panjangnya lebih kurang 5 hingga 15 halaman. Pada umumnya makalah merupakan penyajian yang bersifat deskriptif dan ekspositoris. Namun, ada juga makalah yang di sana-sini mengandung uraian yang bersifat argumentatif. 2. Laporan Penelitian Jika dibandingkan dengan makalah, laporan penelitian lebih panjang, sekurang-kurangnya 40 halaman. Sesuai dengan sebutannya –laporan penelitian– , analisisnya lebih mendalam serta uraiannya lebih luas dan tuntas. Di dalam bagian pendahuluan dinyatakan secara eksplisit teori, metode, dan tehnik yang digunakan di dalam penelitiannya; juga dinyatakan sistematika penyusunan karya tersebut. Berhubung dengan perbedaan panjangnya itu, di dalam beberapa hal ada perbedaan di dalam tehnik dan sistematika penyusunan makalah dan laporan penelitian. Walaupun demikian, biasanya lembaga pendidikan, instansi penyelenggara pertemuan ilmiah, atau pengelola penerbitan mempunyai persyaratan khusus tentang tehnik dan sistematika ini.

Penelitian Tindakan Kelas & Karya Ilmiah

1

lugas dan komunikatif supaya pembaca dengan mudah dapat memahami isinya. Komunikatif berarti apa yang ditangkap pembaca dari wacana yang disajikan sama dengan yang dimaksud penulisnya. atau telaah pustaka. dan keterangan. 2. sedangkan judul adalah nama karya ilmiah. Banyak orang menganggap bahwa topik sama dengan judul. Penelitian Tindakan Kelas & Karya Ilmiah 2 . Wacana dapat menjadi komunikatif jika disajikan secara logis dan bersistem. topik ditentukan sebelum orang mulai menulis. Setiap kata diberi bobot makna yang sewajarnya sehingga tidak perlu diulang dengan berbagai sinonim atau pararelisme.D. Pemilihan Topik Penyusunan karya ilmiah dimulai dengan memilih topik karangan. dengan sendirinya harus diperhatikan ruang lingkup topik yang ditentukan oleh pemberi tugas atau panitia pertemuan serta dipertimbangkan pula waktu yang tersedia untuk mempersiapkan pembahasan yang bermutu. Pemilihan topik merupakan salah satu faktor yang penting di dalam penyusunan suatu karya ilmiah. Ragam bahasa tulis di dalam karya ilmiah hendaknya jelas. Jika penyusunan karya ilmiah itu merupakan suatu penugasan atau permintaan panitia pertemuan ilmiah. karya ilmiah itu dengan mudah dapat dipahami pembaca. Bahasa yang digunakan di dalam penyampaian hasil pengamatan. topik sebaiknya sesuai dengan masalah yang dikuasai penulis. Penyajian Karya Tulis 1. sedangkan judul dipikirkan setelah karangan selesai. bahasa yang lugas memperhatikan ekonomi bahasa sepanjang tidak mengganggu kaidah tata bahasa. dan bagian mana yang merupakan keterangan (kalau ada) sehingga setiap kalimat yang terdapat di dalam karya ilmiah itu memenuhi persyaratan kaidah tata bahasa. ejaan. Pemakaian pleonasme sedapatdapatnya dihindarkan. atau pilihan kata. Jadi. percobaan. Kelogisan itu terlihat pada hubungan antarbagian di dalam kalimat. pemakaian metafora dihindarkan karena bahasa yang lugas harus langsung menunjukkan persoalan. yaitu tafsiran yang sesuai dengan maksud penulisnya. Penyampaian itu dilakukan dengan menggunakan media bahasa. Disamping itu. pelengkap. Dengan demikian. Penggunaan Bahasa Melalui karya ilmiah hendak disampaikan suatu hasil pengamatan (observasi). Sesungguhnya tidak demikian; topik adalah pokok yang akan diberikan atau masalah yang hendak dikemukakan di dalam karya ilmiah. Jelas berarti bahwa yang digunakan memperlihatkan secara jelas unsur-unsur kalimat –seperti subjek. objek. Lugas berarti bahasa yang digunakan tidak menimbulkan tafsir ganda. bagian mana yang merupakan pelengkap. percobaan (eksperimen). penelitian atau telaah pustaka itu adalah ragam bahasa tulis. Di dalam setiap kalimat terlihat bagian mana yang merupakan subjek. antarkalimat di dalam paragraf. Demikian juga. Bentuk dan pilihan kata serta susunan kalimat di dalam karya ilmiah hanya memungkinkan satu pilihan tafsiran. penelitian. predikat. bukan ragam bahasa lisan. bagian mana yang merupakan predikat. Topik yang menarik akan memikat pembaca untuk membaca seluruh isi karya ilmiah. Oleh karena itu. bagian mana yang merupakan objek (di dalam struktur transitif aktif).

Hal-hal lain yang dianggap perlu disertakan di dalam karya ilmiah itu dapat dilampirkan; misalnya catatan hasil wawancara/observasi. Hubungan yang masuk akal dan teratur itu tercermin di dalam penggunaan kata penghubung intrakalimat-seperti ketika. supaya. yaitu memperlihatkan hubungan yang masuk akal; misalnya hubungan sebab akibat. pemakaian singkatan sedapat-dapatnya dihindarkan karena singkatan tidak memiliki nilai komunikatif yang efektif. penutup. dan daftar pustaka. atau gambar. sebaliknya. dan. urutan peristiwa. alat pengumpul data (kuesioner. Demikian juga. tentu saja tanda baca itu menunjang penyajian uraian yang logis dan bersistem itu. Jika terpaksa digunakan singkatan. kecuali singkatan yang sudah sangat umum diketahui oleh masyarakat. seperti SD. terutama kata atau istilah yang telah mempunyai padanan di dalam bahasa Indonesia. cukup dituliskan singkatannya. di samping itu. Di samping itu. namun. sebagaimana berikut: 1. karena istilah Indonesia itu belum dikenal oleh masyarakat luas. Di dalam penulisan kata atau istilah dan penggunaan pungtuasi (tanda baca) benarbenar harus diperhatikan kaidah-kaidah yang terdapat di dalam buku Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. dengan demikian. tes). MPR. Walaupun karya ilmiah dapat disajikan dengan berbagai metode dan sistematika penulisan. Selain itu. Ejaan yang digunakan adalah ejaan yang resmi. Untuk selanjutnya digunakan istilah Indonesianya saja. isi. ASEAN. karena. Pemakaian kata/istilah asing atau daerah dihindarkan. sehubungan dengan itu. E. yaitu ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. judul harus dapat menarik Penelitian Tindakan Kelas & Karya Ilmiah 3 . Sistematika Penulisan Sebuah karya ilmiah memiliki bagian kata pengantar (kecuali makalah). sebaiknya di dalam suatu karya ilmiah metode dan sistematika yang dipilih diterapkan secara taat asas. oleh karena itu. Selanjutnya. jika. pendahuluan.dan antarparagraf di dalam sebuah wacana. tetapi dan ketepatan penggunaan kata atau ungkapan penghubung antar kalimat-misalnya jadi. pertama kali muncul singkatan itu ditulis dengan didahului bentuk lengkapnya dan singkatannya ditempatkan di dalam kurung. lalu disertakan istilah asing yang ditempatkan di dalam kurung dan digarisbawahi (jika digunakan mesin ketik manual) atau dicetak miring (jika digunakan komputer). dan pertentangan. Di dalam ragam bahasa tulis karya ilmiah kata penghubung dan kata depan tidak boleh dilepaskan. Makalah yang agak panjang (lebih dari 15 halaman) dan laporan penelitian dilengkapi dengan daftar isi yang ditempatkan di antara kata pengantar dan pendahuluan. Bersistem berarti uraian yang disajikan menunjukkan urutan yang mencerminkan hubungan yang teratur. istilah Indonesia ditulis dahulu. peta. Judul Judul suatu karya ilmiah hendaknya dapat memberikan gambaran yang jelas tentang materi dan ancangan atau ruang lingkup masalah yang akan dibahas. Jika kata/istilah Indonesia yang digunakan masih dirasakan perlu dijelaskan dengan kata/istilah asingnya. lalu. sehingga.

Pada umumnya judul baru dipikirkan penulis setelah karya yang dibuat selesai. tahun pembuatan karya ilmiah dan nama penulis. Bagian pendahuluan laporan penelitian berisi (1) latar belakang masalah. 3. misalnya bab atau sub bab yang dikehendaki.perhatian pembaca dan menggelitik rasa ingin tahu akan keseluruhan isi karya tersebut. (4) telaah pustaka. Pendahuluan hendaklah dapat merangsang dan memudahkan pembaca memahami seluruh karya ilmiah tersebut. 2. Semua bab yang mempunyai nomor dan tajuk perlu dicantumkan di dalam daftar isi. (6) metode. perumusan masalah pokok yang akan dibahas secara jelas dan eksplisit di dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang dapat membangkitkan perhatian pembaca. serta. pembaca sudah mendapat gambaran tentang pokok pembahasan dan gambaran umum tentang penyajiannya. perlu dibuat rincian unsur-unsur yang perlu ditampilkan atau diperhatikan. (2) rumusan masalah. Daftar isi memberikan gambaran menyeluruh tentang isi dan urutan bagian-bagian karya ilmiah. Rumusan masalah selanjutnya diwujudkan dalam bentuk pertanyaan yang lebih mengacu kepada tujuan khusus penelitian/penulisan dan segi-segi teknis pengumpulan data penalaran pentingnya pembahasan masalah atau alasan yang mendorong pemilihan topik. (3) tujuan dan kegunaan. serta dilengkapi dengan (7) penyebutan tempat (kota). kepentingan lebih luas. telaah pustaka atau komentar mengenai tulisan yang telah ada yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. 4. Rumusan masalah merupakan jawaban atas pertanyaan “apa masalah penelitian itu”. tanggal. karya ilmiah yang panjangnya lebih dari 15 halaman sebaiknya dilengkapi dengan daftar isi yang ditempatkan setelah kata pengantar dan sebelum bab pendahuluan. Daftar Isi Untuk memudahkan pembaca mengetahui isi karya ilmiah atau untuk menentukan bagianbagiannya. (3) penjelasan mengenai pelaksanaan pembuatan karya ilmiah. studi/teori yang ada; (3) Evaluasi apa yang sudah dan belum direspon dalam penelitian; (4) Simpulkan mengapa penelitian ini perlu atau penting. Latar belakang masalah mengemukakan tentang Untuk bisa mendeskripsikan latar belakang masalah menjadi menarik. (6) pernyataan keterbukaan terhadap kritik dan saran dari pembaca. (4) informasi tentang bimbingan atau arahan atau bantuan yang diperoleh di dalam pembuatan karya ilmiah. (5) ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dan memungkinkan terwujudnya karya ilmiah. Penelitian Tindakan Kelas & Karya Ilmiah 4 . (2) penjelasan mengenai adanya tugas pembuatan karya ilmiah. Kata Pengantar Kata pengantar sekurang-kurangnya berisi (1) ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manfaat praktis hasil pembahasan di dalam karya ilmiah. Dengan membaca bagian pendahuluan. yakni: (1) Deskripsi isu (fakta-fenomena); (2) Mempersoalkan isu tersebut: makna internal. Pendahuluan Pendahuluan bermaksud mengantar pembaca ke alam pembahasan suatu masalah. dan (7) sistematika penyajian.

kriteria penentuan mutu data. ketatabahasaan. Jenis penelitian. psikologis. Uraian bagian ini hendaknya dapat memberikan petunjuk kepada pembaca di dalam memahami setiap langkah dan keseluruhan pembahasan. Dalam hal ini. historis. Telaah pustaka merupakan hasil pencermatan terhadap hasil-hasil penelitian atau tulisan sebelumnya. lampiran serta indeks. Di samping itu. dan garis besar hasil yang hendak dicapai. Karya ilmiah yang berupa makalah cukup mengemukakan (a) latar belakang masalah. Panjang lebar uraian harus proporsional dengan pentingnya (anak) masalah yang dibahas. kuesioner. dokumentasi. analisis dan kesimpulan materi yang dibahas. bagian isi ini harus menunjukkan kelengkapan. berisi telaah pustaka dan kajian teori. subyek penelitian/sumber data. Teknik pengumpulan/analisis data menjelaskan operasionalisasi teknik pengumpulan/analisis data yang digunakan. uraian tentang hal-hal yang bersifat teoritis yang data-datanya sebagian besar diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan ditempatkan pada permulaan penguraian masalah. tidak perlu diberi nomor anak bab dan tajuk. menunjukkan arah penelitian yang dilakukan. Ketujuh butir (1-7) itu diperlukan jika karya ilmiah yang disusun merupakan laporan penelitian. serta urutan hal-hal yang dimuat di dalam karya ilmiah. menjelaskan tentang kriteria penentuan jumlah data. mengungkapkan tentang teori yang dapat menggambarkan langkah dan arah analisis. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara.Tujuan mengungkapkan rumusan tentang upaya pokok yang akan dikerjakan di dalam pemecahan masalah. bergantung pada keluasan masalah yang dibahas. Datadata beserta analisisnya yang diperoleh melalui penelitian lapangan dibicarakan sesudah itu. Subyek penelitian/sumber data menjelaskan tentang komunitas atau person yang dijadikan sebagai sumber data. Ketiga itu. (b) tujuan pembahasan. dan tes. Sedangkan kajian teori. Bagian isi dapat dijadikan lebih dari satu bab. komparatif. dan teknik pengumpulan/analisis data. Sistematika penyajian memuat penjelasan kode data (kalau ada). observasi. Kajian pustaka. kualitatif atau kuantitatif (baik deskriptif. dan (c) ruang lingkup. Sedangkan sumber data. Isi Bagian yang merupakan inti karya ilmiah ini memaparkan uraian pokok masalah yang dibahas. fenomenologis. keeksplisitan. atau eksperimental). memaparkan jenis atau corak penelitian. Pendekatan menjelaskan titik tekan analisis penelitian yang digunakan (sosiologis. Sedangkan kegunaan mengungkapkan sisi manfaat teoritis dan praktis dari penulisan karya ilmiah. dan penentuan jumlah person yang diangap mewakili atau kompeten. masing-masing menjadi anak bab pendahuluan yang memiliki nomor dan tajuk. Ketujuh butir itu. Tajuk bab masing-masing (jika lebih dari satu bab) mencerminkan masalah pokok yang dibahas. pedagogis. Metode. dsb). mulai dari pendahuluan sampai dengan daftar pustaka dan. pendekatan. Karangan ilmiah yang berupa makalah tidak perlu mencantumkan kata “BAB” dan bagian-bagiannya langsung menjadi anak-anak bab isi. Penelitian Tindakan Kelas & Karya Ilmiah 5 . serta kesesuaian data dengan sifat dan tujuan pembahasan. kalau perlu. masing-masing diungkapkan di dalam paragraf.

Bagian isi ini terdiri atas: 1. Teknik Notasi Ilmiah Kutipan Kutipan terdiri dari dua macam. Pada bagian akhir penutup ini dapat dikemukakan saran yang dirasakan perlu disampaikan kepada pembaca berkenaan dengan pembahasan masalah di dalam karya ilmiah itu. Kutipan Penelitian Tindakan Kelas & Karya Ilmiah 6 . Di samping itu penyusunan daftar pustaka sebagai daftar acuan memudahkan pembaca yang ingin menemukan sumber acuan yang digunakan dalam karya ilmiah itu. analisis dan interpretasi 3. Yang dikemukakan di dalam kesimpulan ialah pernyataan-pernyataan kesimpulan analisis atau pembahasan yang dilakukan di dalam bab-bab isi. hasil wawancara. serta ditulis dengan jarak 1 spasi. F. Ini dimaksudkan jika diperlukan notasi dapat lebih leluasa dan memudahkan pembaca. tanda bukti penelitian. Kutipan langsung. Kutipan yang lebih dari empat baris diketik dengan masuk (menjorok) tujuh ketukan dan tidak dibubuhkan tanda petik. akan tetapi tidak mempunyai kaitan yang terlalu langsung dengan masalah yang dibahas. gambar (jika ada) Penutup Bagian penutup ini berisi kesimpulan dan saran (kalau ada saran). analisis/pembahasan. yaitu: 1. atau artikel di dalam kumpulan karangan (antologi) yang digunakan sebagai acuan di dalam pengumpulan data. Kutipan langsung dipergunakan hanya untuk hal-hal yang penting saja seperti definisi atau pendapat seseorang yang khas. Pernyataan kesimpulan dapat berupa uraian (esai) atau berupa butir-butir yang bernomor. adalah kutipan yang sama dengan bentuk asli yang dikutip baik dalam susunan kata maupun tanda bacanya. tabel-tabel perhitungan. Uraian masalah yang dibahas. tabel. Kesimpulan bukan rangkuman atau ikhtisar. Kutipan langsung tidak dibenarkan lebih dari satu halaman. misalnya angket. Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris. diketik biasa dalam teks skripsi dengan diawali dan diakhiri oleh tanda petik (“) dan diberi nomor kutipan yaitu dengan pola catatan kaki (footnote). bagan. majalah. Daftar Pustaka Daftar pustaka merupakan daftar buku. artikel di dalam majalah atau surat kabar. Kesimpulan merupakan jawaban permasalahan yang dikemukakan di dalam pendahuluan. Lampiran Isi lampiran adalah hal-hal yang merupakan kelengkapan pembahasan. 2. atau penyusunan karya ilmiah. ilustrasi atau contoh-contoh. dan lain-lain. serta 4.

tidak termasuk kamus; 5. Catatan kaki merupakan catatan pada bagian kaki halaman teks yang menyatakan sumber sesuatu kutipan atau pendapat mengenai sesuatu hal yang diuraikan dalam teks; 2. Dalam kutipan semacam ini. koma. hlm. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan.. hlm. 7. kecuali berbahasa Arab. Pudji Mulyono dan Ramly. seperti saduran. Catatan kaki dapat berfungsi sebagai tambahan yang berisi komentar atau penjelasan yang dianggap tidak dapat dimasukkan di dalam teks. maka kedua nama itu ditulis. ditulis dengan huruf miring (italic) atau dkk. atau wa akhoruna (dalam bahasa Arab).. hanya disebutkan nama pengarang yang pertama dan setelah koma dituliskan singkatan et. titik dua. 3. ditulis seperti teks biasa dengan menyebut sumber pengambilannya; 3.terjemah al-Qur’an dianggap seperti kutipan langsung yang lebih dari empat baris dan tidak ditulis miring serta tidak menyebut kata Artinya; 2. nomor cetakan. kurung buka kemudian tempat/kota penerbit. Kutipan Tafsir dan Hadis harus bersumber pada kitab asli (sumber primer); 6. 1. dan nomor halaman diakhiri dengan titik. Cara penulisannya secara berurutan: nama pengarang (tanpa gelar dan tidak dibalik). dan diganti dengan nomor 1 kembali pada bab baru; 5. Sumber kutipan merujuk pada ilmuwan yang ahli dalam bidangnya; 4. contoh: Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21. koma. Apabila lebih dari dua orang. Catatan kaki diketik satu spasi dan dimulai langsung dari margin kiri untuk tulisan Latin dan margin kanan untuk tulisan Arab. (Jakarta: PPs Universitas Negeri Jakarta. Kutipan skripsi diantaranya harus mencakup minimal tiga sumber/buku yang berbahasa Arab dan tiga sumber/buku berbahasa Inggris yang terkait dengan pokok bahasan. ) bisa disingkat dengan hlm. al. dimulai pada ketukan kelima di bawah garis catatan kaki; 4. al. jilid/juz. koma. Judul buku dengan huruf miring (italic). 15. 2000. Nama pengarang yang jumlahnya terdiri dari dua orang. Contoh: Djaali. Catatan kaki pada tiap bab diberi nomor urut mulai dari angka 1 Arab sampai habis. atau ( ) (dalam bahasa Arab). Jakarta: PPS Universitas Negeri Jakarta. maka ditulis dengan huruf tebal (bold) dan halaman ( 1Mastuhu. judul sumber/buku dengan huruf kapital setiap awal kata kecuali kata tugas. 2000). penulisan dalam footnote sebagai berikut: 2Djaali. Catatan Kaki (Footnote) 1. tahun terbit kemudian kurung tutup. penulis tidak perlu memberi tanda petik. koma. 6. atau ringkasan. 10. nama penerbit. (Yogyakarta: Safiria Insania Press dan UII. koma. koma. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. 2003). Cet. Penelitian Tindakan Kelas & Karya Ilmiah 7 . Kutipan dapat bersumber dari internet atau CD dengan mencantumkan situs dan menunjukkan print-outnya. Kutipan tak langsung (parafrase) adalah kutipan yang hanya mengambil isinya saja. et.

hlm. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. op... Apabila buku itu berjilid dan yang digunakan lebih dari satu jilid. Apabila dari sumber yang sama dikutip lagi pada halaman yang sama maka cukup dengan “Ibid. 1998). Paradigma Pendidikan Islam. maka pada catatan kaki ditulis: Nama pengarang.. Jilid 1. Loc.).cit. contoh: 5Ismail 6Ibid. 25. 2001). 1986). Bila editornya lebih dari satu maka diberi tambahan “s” (eds.” (dicetak miring) atau ( ) (dicetak tebal dalam bahasa Arab) tanpa menyebutkan halamannya lagi. (Jakarta: UI Press. 9. 21. Islam dan Modernitas. koma.)” dengan italic (ed.. Jilid 2. dalam. 2001).. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya.. Cet. Psikologi. Ibid. hlm. 1973). 10. 13Ibid. 9Fazlur Psikologi Pendidikan. Jilid 1.). hlm. 16 Harun Nasution. sedangkan untuk bahasa Arab ditulis dengan ( 3Darmu’in 4Harun ). hlm. titik dua. judul tulisan. nama penerbit. koma. hlm.. (Jakarta: LP3ES. 3. 20.. koma.cit. judul buku (italic). Caranya di belakang nama editor itu dicantumkan “(ed. (bila mengutip halaman yang sama). 2001). nama editor. Jilid I. 66 11.). koma. Rahman. 278. Contoh: Wahid. singkatan dari Ibidem yang berarti pada tempat yang sama. Perkembangan Modern dalam Islam. Apabila dari sumber tersebut dikutip lagi tetapi telah diselingi oleh kutipan dari sumber lain. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 30 (bila mengutip pada halaman yang berbeda). Contoh: 8Mustaqim. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. kurung buka. (Bandung: Pustaka. koma. tanda petik (“). “Pendidikan Islam Kontemporer: Problem Utama. SM (eds. 17Abdul 12Harun Penelitian Tindakan Kelas & Karya Ilmiah 8 . cara penulisannya sebagai berikut: nama penulis. Nasution dan Azyumardi Azra (eds. 125. 30. 1985). 14Harun Nasution. hlm..).. hlm. 1985). 40. 36. 15Zamakhsyari Dhofier. tanda petik (“). hlm. 7 Ibid. hlm.. Pemikiran Pendidikan Islam. maka bila ingin menyebutkan lagi sumber yang terdahulu harus dicantumkan nama pengarang dan nomor jilidnya. tempat terbit. dan halaman. Tradisi Pesantren.). Islam. hlm. judul buku (italic) diikuti dengan hlm. tahun terbit. 75. hlm.8. Sedangkan bila dari sumber yang sama dikutip lagi pada halaman yang berbeda. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. kurung tutup. Contohnya: (ed. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Tantangan dan Prospek”. koma. 12. lalu disebutkan halamannya. yang dianggap pengarangnya atau yang dicantumkan dalam catatan kaki nama editor saja.. hlm. maka dalam catatan kaki ditulis: Ibid. 65. 10Mustaqim. 125. 11Fazlur Rahman.. dalam Ismail SM (eds. Paradigma Pendidikan Islam...).. Kutipan yang berasal dari buku yang berbentuk bunga rampai (antologi) atau kumpulan tulisan dari beberapa penulis. Kumpulan karangan yang dirangkum oleh editor. Contoh: Nasution. hlm.

diakhiri dengan nomor halaman sesuai sumbernya. koma. Semarang. 18. koma. hlm. nama surat kabar ditulis miring (italic). nomor halaman. Contoh: Ali. koma. Contoh: 19Nasirudin. nama kota penyimpanan. 66. angka kutipan diletakkan dibelakang terjemah; sedangkan kutipan yang berasal dari buku/kitab berbahasa asing tanpa terjemah maka angka kutipan diletakkan dibelakang kutipan tersebut. Penelitian Tindakan Kelas & Karya Ilmiah 9 . volume. Kutipan yang berasal dari karya ilmiah yang tidak/belum diterbitkan. “Pendidikan Agama Setengah Hati”. dan nomor halaman. 2000). tempat terbit. nama tempat penyimpanan. nomor edisi. Sedang untuk singkatan ( ) menggunakan huruf ( ). koma. koma. 4 Juli 2003. nama majalah ditulis italic. 2. atau ( dan singkatan ( ) (dalam bahasa Arab). cara penulisannya sebagai berikut: nama pengarang.t. Tesis. atau ( ) dalam bahasa Arab). judul artikel diapit tanda petik (“---”). Sumber kutipan yang diambil dari internet cara penulisannya adalah sebagai berikut: nama penulis. koma. 789. (Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. ( t. nama situs. hlm. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan antara terjemahan dari penerjemah dan penulis skripsi sendiri. VI. “Kejahatan Sebagai Akibat Lumpuhnya Pendidikan Moral”. Panji Masyarakat. koma.d. koma. 18Novel 14.co. tesis atau disertasi.p. koma. koma. Suara Merdeka. kurung tutup. http://www. Contoh: 21Ahmad Sapari. 20Nasirudin.phtml. koma. 15. cara penulisannya sebagai berikut: nama penulis. judul artikel diapit tanda petik (“---”). disebutkan skripsi.p. koma. koma. judul karangan ilmiah dengan diapit tanda petik (“---”).” sedangkan untuk bahasa Arab ditulis dengan ( ) Contoh: “Asketisisme Hasan al-Bashri (Tinjauan Sosio-Historis)”. 23 16. Kutipan yang berasal dari buku/kitab yang asli dan terjemahnya. Kutipan yang berasal dari majalah yang yang ditulis sebagai berikut: nama penulis. Kutipan yang berasal dari surat kabar. koma.id/30052002/12pini. bulan dan tahun terbit. 1994. 17. tahun penulisan. koma. koma. tanggal. nomor halaman. koma. hlm. koma. judul artikel diapit tanda petik (“---“). tahun terbit. hlm. Sumber kutipan yang tidak ada tempat terbitnya maka tempat terbitnya ditulis dengan singkatan tt. koma. April. dan keterangan tidak diterbitkan yang disingkat dengan “t.surya. jika tidak ada penerbitnya maka nama penerbit ditulis ) (dalam bahasa Arab) dan jika tidak ada tahun terbitnya maka ditulis ) menggunakan ( ) dengan singkatan t. bulan. koma. koma.13. XXXV. kurung buka. “Kurikulum Berbasis Kompetensi”. titik dua.

judul buku. Apabila ada dua karangan atau lebih berasal dari pengarang yang sama. ______. Atau ( ) (dalam bahasa Arab). Bulan Sabit dan Matahari Terbit: Islam Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang. ______. koma. tempat penerbit. koma. b. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Penelitian Tindakan Kelas & Karya Ilmiah 10 .. Ahmad “Kurikulum Berbasis Kompetensi”. Jakarta: UI Press. nama penerjemah. Daftar pustaka. Teologi Islam. Harun. 1986. 3. dan diketik pada ketukan pertama. 1986b. Harun. Jilid I. Bila informasi tentang buku/sumber rujukan itu melebihi satu baris. Contoh: Nasution. http://www. Harry J. ditulis nama pertama dan diikuti kata dkk. koma. tempat penerbitan. koma. titik. 3. Harun.5) dan tidak menggunakan nomor urut. Cet. 1986a. nama lengkap (tanpa gelar). Daftar pustaka ditulis dengan urutan: nama pengarang (nama kedua). judul buku dicetak miring (italic). Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. koma. Apabila penulis terdiri dari dua orang. nomor cetakan; 3. nama penerbit. Apabila berupa buku terjemahan maka ditulis pengarang yang asli.co. 1973. Teologi Islam. Jakarta: UI Press. 6. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. 4. dihubungkan dengan kata dan. Penulisan nama pengarang disusun secara alfabetik dengan mendahulukan nama keluarga dan marga (kalau ada) atau nama belakang. 1973. koma. maka nama pengarang dicantumkan satu kali. 8. koma. judul artikel diapit tanda petik (“---“). titik dua. 3. Contoh: Nasution. dan seterusnya sesuai dengan bulan terbit. kata terj. Contoh: Nasution.phtml. Cet. Contoh: Benda. maka baris kedua dan berikutnya diketik mulai ketukan kelima. koma. Jakarta: UI Press. koma. Untuk singkatan mengikuti nama terakhir. Jilid I. dengan ketentuan mendahulukan sumber pustaka yang lebih dahulu tahun penerbitannya. koma. Jakarta: UI Press. Daniel Dhakidae. sedangkan judul bukunya berbeda maka di belakang keterangan tahun diberi kode a. nama situs. Jakarta: Pustaka Jaya. koma. lainnya cukup diganti dengan garis sepanjang lima ketukan dari garis margin kiri (tulisan latin) dan margin kanan (bahasa Arab) dan diikuti koma. seperti Nashiruddin dan Karnadi.surya. 1980.id/30052002/12pini. tahun terbit diakhiri dengan titik. Jilid I. tahun penerbitan. Sedangkan jarak antara dua sumber pustaka dua (2) spasi; 2. maka nama kedua-duanya ditulis. seperti Nashiruddin dkk. c. titik dua. yang merupakan keterangan mengenai bahan bacaan yang dijadikan rujukan dalam proses pembuatan skripsi ditempatkan di akhir skripsi dengan jarak satu setengah spasi (1. Cet. Sumber kutipan yang diambil dari internet cara penulisannya adalah sebagai berikut: nama penulis. (dan kawan-kawan) atau ( ) (dalam bahasa Arab). terj. koma. Jakarta: UI Press. Apabila lebih dari dua orang. 5. 7. nama penerbit.Daftar Kepustakaan 1. Contoh: Sapari. jilid atau volume. Jika penulis dan tahunnya sama.

Jakarta: PT. dan Suranto (2002). Zainal (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research): Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Bandung: Yrama Widya. dan Supardi (2006). New York: Harper. Sukidin. Aqib. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. 2nd Edition. Penelitian Tindakan Kelas & Karya Ilmiah 11 . Suharsisi. Tim Pelatih Proyek PGSM (1999). Jakarta: Depdikbud. Hopkins. The Action Research Reader Geelong Victoria: Deakin University. Basrowi. A Teacher’s Guide to Classroom Research. John (1992). Dirjen Dikti Proyek Pengembangan Guru Sekolah Menengah. Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru. (1993).DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Elliot. Suharjono. D. Bumi Aksara. Jakarta: Insan Cendikia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful