AMDAL adalah hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan dan diperkirakan mempunyai dampak penting

terhadap lingkungan hidup. Analisis ini meliputi keseluruhan pembuatan 5 dokumen penting yang terdiri dari PIL (penyajian informasi lingkungan), KA (kerangka acuan), ANDAL, RPL (rencana pemantauan lingkungan), dan RKL (rencana pengelolaan lingkungan). Terdapat 3 jenis AMDAL, yaitu : AMDAL Tunggal (Sektor) AMDAL Kawasan AMDAL Terpadu (Multisektor) Komisi Penilai AMDAL terdiri atas : Instansi yang bertanggungjawab (bidang LH) Instansi terkait Wakil Pakar Wakil Masyarakat tujuan Mengidentifikasi dampak penting hipotetik Menentukan isu pokok (main issues) suatu kegiatan Menentukan batas wilayah studi AMDAL Menentukan tingkat kedalaman Studi AMDAL dengan sumberdaya yang tersedia: waktu, dana dan tenaga Menetapkan lingkup studi dan rancangan/metodologi yang akan digunakan Menelaah kegiatan/ proyek lain yang terkait dan terletak di wilayah studi. KA Pedoman yang disepakati bersama antara Pemrakarsa dan Komisi Penilai AMDAL tentang dampak penting hipotetik dan isu pokok yang perlu dikaji dalam dokumen A NDAL . ANDAL ADALAH dokumen yg berisi telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampa k penting suatu kegiatan yang direncanakan. Arti dampak penting disini adalah perubahan lingkungan yang amat mendasar yang diakibatkan oleh kegiatan. Kajian secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu rencana kegiatan terhadap LH. RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan) Berbagai alternatif rencana strategi (upaya) pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan dalam rangka mencegah dan menanggulangi dampak negatif penting dan men gembangkan dampak positif penting yang diprakirakan terjadi seperti yang diuraikan dalam do kumen ANDAL. RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan) Berbagai alternatif rencana strategi (upaya) pemantauan lingkungan yang akan dil akukan dalam rangka mengamati perilaku dampak (perubahan rona lingkungan) yang terjadi dan menilai efektivitas RKL yang telah ditetapkan.

kegunaan pelingkupan dapat dirumuskan sebagai berikut: . menelaah kegiatan lain yang terkait dengan rencana kegiatan yang dikaji. mengidentifikasi dampak penting terhadap lingkungan. .Menetapkan komponen-komponen lingkungan yang akan terkena dampak. .Efisiensi biaya studi Amdal. Secara umum. . Proses pelingkupan Merupakan proses awal untuk menentukan lingkup masalah dan mengidentifikasi dampak penting hipotetik Dari proses pelingkupan dihasilkan: Dampak penting hipotetik Lingkup wilayah studi Batas waktu kajian Kedalaman studi Tujuan pelingkupan adalah untuk menetapkan batas wilayah studi. menetapkan tingkat kedalaman studi. menetapkan lingkup studi. Pelingkupan wilayah studi dan batas waktu kajian Batas ruang: Batas proyek Batas fisik kewenangan proyek di darat & di laut Batas ekologis Batas transportasi limbah & emisi melalui media arus & udara Batas sosial Batas komunitas sosial yang terkena dampak proyek Batas administratif Batas kewenangan administratif pemerintahan daerah Batas ruang lingkup wilayah Metode Pelingkupan Metode identifikasi dampak Pengamatan lapangan Penelaahan Pustaka Analisis Isi(Content Analysis) Interaksi grup Brain Storming Professional Judgement Batas waktu: Minimal selama umur r u/k berlangsung ####Proses Penapisan: . .manfaat dan tujuan proses pelingkupan::: Pelingkupan memiliki beberapa kegunaan dalam studi Amdal.Identifikasi dampak penting atau masalah utama dari suatu proyek.Menetapkan strategi penelitian pada komponen lingkungan yang akan terkena damp ak.Efisiensi waktu studi Amdal. .Menetapkan parameter atau indikator dari komponen lingkungan yang akan diukur. Pelingkupan (scooping) dapat diartikan sebagai pemusatan pandangan atau perhatian untuk menemukan atau menetapkan dampak penting atau sering pula sebagai masalah utama (main issues) dari suatu proyek terhadap lingkungannya.

yaitu alat u ntuk menyempurnakan pembangunan 2. 5. belum adanya pemantauan yang baik untuk mengetahui apakah rekomendasi AMDAL y ang tertera dalam RKL benar-benar digunakan untuk menyempurnakan perencanaan dan dilaksanakan dalam proyek. adanya komisi AMDAL yang berkualitas dan berwibawa AMDAL seyogyanya dilakukan sedini mungkin dalam daur proyek. sehingga tidak dapat lagi mempengaruhi pros es perencanaan tanpa menyebabkan penundaan pelaksanaan proyek dan menaikkan biay a proyek 2. agar perencana dan pelaksana proyek dapat menggunakan hasil telaah AMDAL deng an mudah. melainkan just ru untuk mengeliminasinya sebagai proses terpisah dan mengintegrasikan pertimban gan lingkungan yang holistik sebagai bagian internal proses perencanaan pembangu nan berwawasan lingkungan Pelingkupan ialah penentuan ruang lingkup studi ANDAL yaitu bagian AMDAL yang te rdiri atas 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektifitas AMDAL : 1. pelaksanaan AMDAL yang terlambat. tetapi banyak di antaranya tidak relevan dengan masalah yang dipelajari. kurangnya keterampilan pada komisi AMDAL untuk memeriksa laporan 5. kurangnya pengertian berbagai pihak tentang arti dan peranan AMDAL 3. sebagian besar laporan AMDAL mengandung banyak sekali data. belum berkembangnya teknik AMDAL untuk dapat dibuat yang relevan dan dengan r ekomendasi yang spesifik dan jelas 4. laporan AMDAL haruslah ditulis dengan jelas dan dengan bahasa yang dap at dimengerti oleh perencana dan pelaksana 4. agar perencana dapat dengan mudah menggunakannya. Hal ini perlu dikoreksi dengan melakukan pembatasan ruang lingkup (scoping) yang baik 3. telaah kelayakan rekayasa dan telaah kelayakan ekonomi sehing ga Amdal menjadi sebuah komponen integral telaah kelayakan proyek Tujuan jangka panjangnya bukanlah untuk memperkuat lembaga amdal. Sebab-sebab tidak efektifnya AMDAL 1. Di Indonesia.identifikasi . menumbuhkan pengertian di kalangan perencana dan pemrakarsa proyek bahwa AMDA L bukanlah alat untuk menghambat pembangunan. rekomendasi yang diberikan haruslah spesific dan jelas. persyaratan proyek yang tertera dalam laporan AMDAL yang telah disetujui haru s merupakan bagian integral izin pelaksanaan proyek dan mempunyai kekuatan yang sama seperti apa yang termuat dalam rancangan rekayasa yang telah disetujui oleh badan yang bersangkutan 6. yaitu bersama-sama dengan eksplorasi. proses penapisan dilakukan dengan sistem penapisan satu langkah.Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi wajib AMDAL adalah proses untuk menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak. melainkan sebaliknya.

Eksploitasi SDA (renewable/ non renewable) 3.dan kerusakan LH d.Komisi Penilai AMDAL (Pusat. 27 Th 1999 tentang AMDAL Usaha dan/ atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak penting terha dap Lingkungan Hidup meliputi : 1.Pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati 7.Jasad renik (mikroba) 6./Kota) 5.Pemrakarsa/ Proponen (Penanggungjawab Kegiatan) 3.Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam 2.Luas wilayah (persebaran dampak) 3.Intensitas dampak 5.Sifat komulatif dampak 7.Introduksi jenis: a.prakiraan dan 3.Penerapan teknologi yang diprakirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaru hi LH 8. 056 Tahun 1994 1.Berbalik/ tidaknya dampak Prosedur Pelingkupan Langkah 1 : Identifikasi Dampak Potensial Mengidentifikasi segenap dampak potensial (primer maupun sekunder) yang secara potensial akan timbul sebagai akibat adanya rencana kegiatan/proyek Langkah 2 : Evaluasi Dampak Potensial dan Pemusatan . Propinsi. Kab.Proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan: a.Jumlah manusia yang terkena dampak.Lamanya dampak berlangsung 4.2.Masyarakat Kepmen LH No.Pencemaran c.Kegiatan yang mempunyai resiko tinggi dan/ atau mempengaruhi pertahanan negara 9.Banyaknya komponen yang terkena dampak 6.Konsultan Lingkungan 4. 17 Tahun 2001 tentang jenis kegiatan yang wajib AMDAL : Pertanian Perindustrian Pertahanan Pekerjaan umum Perhotelan dan Pariwisata Kehutanan Pertambangan dll Kriteria Dampak Penting(Bapedal No.Proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi SDA dan/atau perlindungan cagar budaya 5.serta kemerosotan SDA dalam pemanfaatannya 4.Pemborosan b. PP No.penyusunan AMDAL : 2.Tumbuhan-tumbuhan b. Yang perlu diidentifikasi ialah komponen dan proses yang penting. lingkung an buatan dan lingkungan sosekbud Pihak-pihak yang terlibat dalam proses 1.Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam. 2.evaluasi dampak.Hewan c.

Kedalaman 3. jenis data jumlah sampel lokasi pengumpulan sampel 3. serta jangka waktu yang tersisa untuk penyu sunan ANDAL DAMPAK POTENSIAL Iklim mikro Kualitas udara & kebisingan Erosi (darat) Kualitas air sungai Kualitas air laut Arus laut Vegetasi darat Vegetasi pantai Satwaliar Biota laut Kesempatan kerja & usaha Perekonomian lokal Hak Ulayat Struktur & interaksi sosial Kesehatan masyarakat Kesehatan lingkungan DAMPAK PENTING HIPOTETIK Kualitas udara & kebisingan Kualitas air laut Arus laut Vegetasi darat Vegetasi pantai Satwaliar Biota laut Kesempatan kerja & usaha Perekonomian lokal Hak Ulayat Struktur & interaksi sosial ISU POKOK Produktivitas & keanekaragaman hayati Perubahan sosial Perekonomian daerah Nomor : 27 TAHUN 1999 (27/1999) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.Jenis dan informasi yang perlu dikumpulkan agar dampak penting yang menjadi fo kus bahasan dapat ditelaah secara mendalam.Ruang lingkup 2. Menimbang : .Jenis tenaga ahli yang diperlukan.Strategi pelaksanaan (metodologi) Aspek-aspek yang dijabarkan antara lain: 1.Batas wilayah studi dan batas/ horison waktu untuk memperkirakan dampak pentin g yang akan timbul. Langkah 3 : Perumusan Lingkup dan Kedalaman ANDAL 1. 2.Evaluasi : menghilangkan atau meniadakan dampak yang dipandang tidak relevan atau tidak penting sehingga diperoleh seperangkat dampak penting hipotetik.

Kerangka acuan adalah ruang lingkup kajian analisis mengenai dampak lingkungan hidup yang merupakan hasil pelingkupan. e. b. Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : 1. d. Instansi yang bertanggung jawab adalah instansi yang berwenang memberikan keputusan kelayakan lingkungan hidup dengan pengertian bahwa kewenangan di tingkat pusat berada pada Kepala instansi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan dan di tingkat daerah berada pada Gubernur. bahwa dalam rangka melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan hidup sebagai upaya sadar dan berencana mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup.a. 11. Pemrakarsa adalah orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Instansi yang membidangi usaha dan/atau kegiatan adalah instansi yang membina secara teknis usaha dan/atau kegiatan dimaksud. Instansi yang berwenang adalah instansi yang berwenang memberikan keputusan izin melakukan usaha dan/atau kegiatan. 2. sehingga langkah pengendalian dampak negatif dan pengembangan dampak positif dapat dipersiapkan sedini mungkin. perlu dijaga keserasian antar berbagai usaha dan/atau kegiatan. Rencana pemantauan lingkungan hidup (RPL) adalah upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak besar dan penting akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan. 3. Analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. 4. bahwa setiap usaha dan/atau kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup yang perlu dianalisis sejak awal perencanaannya. 6. 10. 9. Komisi penilai adalah komisi yang bertugas menilai dokumen analisis mengenai dampak lingkungan dengan pengertian di tingkat pusat oleh . bahwa dengan diundangkannya Undang-undang 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. bahwa analisis mengenai dampak lingkungan hidup diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana usaha dan/atau kegiatan yang mempunyai dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. c. Analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. 8. 5. dipandang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. bahwa berdasarkan hal tersebut di atas. Rencana pengelolaan lingkungan hidup (RKL) adalah upaya penanganan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan. perlu dilakukan penyesuaian terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan . Dampak besar dan penting adalah perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan. 7.

14. 12. 13. Gubernur adalah Gubernur Kepala Daerah Tingkat I atau Gubernur Kepala Daerah Istimewa atau Gubernur Kepala daerah Khusus Ibukota Jakarta. Instansi yang ditugasi mengendalikan dampak lingkungan adalah instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan.komisis penilai pusat dan di tingkat daerah oleh komisi penilai daerah. . Menteri adalah Menteri yang ditugasi untuk mengelola lingkungan hidup.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful