KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih -lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita -cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat. Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil mau pun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Saya menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah makah kami dilain waktu. Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman -teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini ( manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social ) sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.

Jakarta,

desember 2010

Penyusun

. . . . . . . . . . Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . Tujuan Pembuatan Makalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. . .DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. . . . . . . . . . . . . . . . . . DAFTAR ISI . . . . . . . . . Pengertian Masyarakat Desa dan Kota . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . BAB III PENUTUP A. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Pengertian manusia sebagai makhluk social . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Latar Belakang. . . . . . . . . . BAB I PENDAHULUAN A. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. . . . . . . . . . . . . . . B. . Pengertian Masyarakat . . . . BAB II PEMBAHASAN A. . . . . . . D. . . . . . . . . . Pengertian manusia sebagai makhluk individu . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota . . Saran-saran . . . .

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang .

Namun masing -masing sebagai kesatuan memiliki kelebihan yang membuat sesuatu harmonis dan juga memiliki kekurangan yang membuat mereka saling membutuhkan. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide -ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri . melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku sp esifik dirinya. manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum.BAB II PEMBAHASAAN A. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya. Istilah individu berasal dari kata latin ³individuum´ artinya yang tidak terbagi. maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. karena tingkah laku yang ditampilkannya hampir identik dengan tingkah laku masa. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Kata indi vidu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi. bagian perasa tempatnya didada. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya. pertama. van peursen. menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang terdiri dari dua dimensi yaitu dimensi tubuh dan dimensi jiwa. Plato membagi watak manusia kedalam tiga bagian. bagian rasional tempatnya adalah otak. tubuh dan jiwa mempunyai watak masing-masing. keunikan yang membuat masing-masing berbeda. Sebagai makhluk individu manusia mempunyai suatu potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. kedua. namun dalam kesamaan tersebut masing-masing meiliki keunikan. dalam. Itulah sebabnya manusia hidup bermasyarkat dan itu pu la hakekat manusia sebagai makhluk sosial. Menurut Plato tubuh seolah -olah bertolak jiwa . manusia memiliki kesamaan struktur. Dalam pandangan psikologi sosial. ketiga. manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Individu Menurut Plato dan Rene Deskrates. melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. bagian keinginan atau selara tempatnya diperut. Melalui pendidikan. itulah sebanya manusia masing-masing disebut individu.

B. antar kelompok atau antar individu dan kelompok´. dia sudah disebut sebagai makhluk sosial. dan saling mendukung´ (Siagian. Manusia dalam hidup bermasyarakat. Kehidupan sosial. ³Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial´ . antar kelompok maupun atar individu dan kelompok. Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial. Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa. justru memberikan rasa tanggungjawab untuk mengayomi individu yang jauh lebih ´lemah´ dari pada wujud sosial yang ´besar´ dan ´kuat´. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial. . Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004). Kerjasama sosial merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam masyarakat yang saling membutuhkan. kebersamaan. menghargai. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir. negara) dengan wibawanya wajib mengayomi individu. akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. baik itu non formal (masyarakat) maupun dalam bentuk-bentuk formal (institusi. Dalam perkembangan ini. dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Sebab kemajuan manusia nampaknya akan bersandar kepada kemampuan manusia untuk kerjasama dalam kelompok yang lebih besar. ³Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu. Hakekat manusia sebagai makhluk sosial dan politik akan membentuk hukum. berinteraksi. spesialisasi dan integrasi atau organissai h arus saling membantu. mendirikan kaidah perilaku. dia selalu membutuhkan manusia lain. 2004). serta bekerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan. ³Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suas ana saling mempercayai. Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Sosial Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Berdasarkan definisi di atas maka dapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau m encukupi kebutuhan sendiri.

. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong. atau kesatuan hidup manusia. Menurut (Ralph Linton 1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial. Pengertian Masyarakat Desa dan Kota a. dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain Ciri-ciri masyarakat desa Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi ³Talcot Parsons´ menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut : a. Pengertian desa/pedesaan Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri Menurut Bintaro. intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.C.sosial. politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah). cinta . tidak suka menonjolkan diri. yaitu mereka mementingkan kebersamaan . D. tidak suka akan orang yang berbeda pendapat. sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi. desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi . Istilah inggrisnya adalah society . kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi. c. kesetiaan dan kemesraan. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang. b. menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih. Ada beberapa pengertian masyarakat : a. Menurut (Selo Sumarjan 1974) masy arakat adalah orang -orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas. Menurut (Koentjaraningrat 1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh sua tu rasa identitas yang sama. Pengertian Masyarakat Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial. ekonomi.

Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Ciri-ciri masyarakat Perkotaan Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan. untuk menunjukkan sesuatu. Max Weber Kota menurutnya. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme). Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Perasaan subyektif. ii. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.(lawannya Universalisme) d.c. yaitu : i. Kekabaran (diffuseness). dihuni oleh orang -orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung.(lawanya prestasi). tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan. Kehidupan keagamaannya berkurang. 2. 1.Pengertian Kota Seperti halnya desa. padat dan permanen. perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja. . Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja. kota juga mempunyai pengertian yang bermacam macam seperti pendapat beberapa ahli berikut ini. Wirth Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar. apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal. 3. e. Dwigth Sanderson Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa -desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar b. kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.

4. E.kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri. Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam. dan juga bahasa.Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota Adapun perbedaan antara msyarakat kot a dengan masyarakat kota antara lain: 1. Pelapisan Sosial. Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis. Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial. Jalan kehidupan yang cepat dikot a-kota. Homogenitas dan Heterogenitas. dan perilaku nampak pada masyarakat perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. adat -istiadat. Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk ³piramida terbalik´ yaitu kelas -kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida. sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha. Pekerjaan atau Mata Pencaharian . Perubahan-perubahan tampak nyata dikota -kota. kepercayaan. Ukuran Komunitas. 3. mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota. karena lokasi geografisnyadi daerah desa. 6. terdiri dari orang orang dgn macam-macam perilaku. Pembagian kerja diantara warga -warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. Kepadatan Penduduk. 5. iv. Diferensiasi Sosial. Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota. 2. bahasa.iii. Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan. Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang. kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat. sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting. Di kota sebaliknya pendudukny a heterogen. . penduduk di kota lebih heterogen. 7. v. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya ³bebas´ dari r ealitas alam. intuk dapat mengejar kebutuhan -kebutuhan seorang individu.

DAFTAR PUSTAKA http://achmadsaugi.com/2008/08/pengertian -masyarakat.html .blogspot.wordpress.com/2009/12/11/masyarakat -perkotaan-danpedesaan/ http://smileboys.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful