PROSES PEMBENTUKAN MINYAK BUMI 1.

Teori Anorganik (Abiogenesis) Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain. Secara umum dinyatakan seperti dibawah ini: Berdasarkan teori anorganik, pembentukan minyak bumi didasarkan pada proses kimia, yaitu : a. Teori alkalisasi panas dengan CO2 (Berthelot) Reaksi yang terjadi: alkali metal + CO2 karbida + H2O C2H2 C6H6 karbida ocetylena komponen-komponen lain

Dengan kata lain bahwa didalam minyak bumi terdapat logam alkali dalam keadaan bebas dan bersuhu tinggi. Bila CO2 dari udara bersentuhan dengan alkali panas tadi maka akan terbentuk ocetylena. Ocetylena akan berubah menjadi benzena karena suhu tinggi. Kelemahan logam ini adalah logam alkali tidak terdapat bebas di kerak bumi. b. Teori karbida panas dengan air (Mendeleyef)

Beberapa argumentasi telah dikemukakan untuk membuktikan bahwa minyak bumi berasal dari zat organik yaitu: . Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi. 2. Pada arah pertama. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan. yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan. . Mackuire yang pertama kali mengemukakan pendapatnya bahwa minyak bumi berasal dari tumbuhan. kelemahannya tidak cukup banyak karbida di alam. dsb. .G.Asumsi yang dipakai adalah ada karbida besi di dalam kerak bumi yang kemudian bersentuhan dengan air membentuk hidrokarbon. karbon dioksida di atmosfir berasimilasi. minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. Walaupun zat organik menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar.Teori Organik (Biogenesis) Berdasarkan teori Biogenesis. artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut.Minyak bumi memiliki sifat dapat memutar bidang polarisasi. nikel. hewan dan mikroorganisme). . P. sedangkan zat organik tidak terdapat dalam darah dan tidak dapat memutar bidang polarisasi.Hidrokarbon terdapat di dalam lapisan sedimen dan merupakan bagian integral sedimentasi. H dan O. dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). . yang terdiri dari C. . .ini disebabkan oleh adanya kolesterol atau zat lemak yang terdapat dalam darah.Susunan hidrokarbon yang terdiri dari atom C dan H sangat mirip dengan zat organik.Minyak bumi mengandung porfirin atau zat kompleks yang terdiri dari hidrokarbon dengan unsur vanadium.Secara praktis lapisan minyak bumi terdapat dalam kambium sampai pleistosan.Minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan.

pengawetan zat organik dalam sedimen . Minyak bumi memeng merupakan campuran kompleks hidrokarbon. namun berbagai faktor geologi mengenai cara terdapatnya minyak bumi serta penyebarannya didalam sedimen harus pula ditinjau. Pembentukan sendiri. fesies sedimen yang utama untuk minyak bumi yang terdapat di sekitar pantai. Fakta ini disimpulkan oleh Cox yang kemudian di kenal sebagai pagar Cox diantaranya adalah: Minyak bumi selalu terdapat di dalam batuan sedimen dan umumnya pada sedimen marine. 3. 2. Migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisansedimen terperangkap. Temperatur reservior rata-rata 107°C dan minyak bumi masih dapat bertahan sampai .pengumpulan zat organik dalam sedimen . yaitu: 1.Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat.transformasi zat organik menjadi minyak bumi. Akumulasi tetes minyak yang tersebar dalam lapisan sedimen hingga berkumpil menjadi akumulasi komersial. terdiri dari: . Proses kimia organik pada umumnya dapat dipecahkan dengan percobaan di laboratorium.

Zat organik sebagai bahan sumber Jenis zat oragink yang dijadikan sumber minyak bumi menurut para ahli dap[at disimpulkan bahwa jenis zat organik yang merupakan zat pembentuk utama minyak bumi adalah lipidzat organik dapat terbentuk dalamkehidupan laut ataupun darat dan dapat dibagi menjadi dua jenis. Degradasi thermal Akibat sedimen terkena penimbunan dan pembanaman maka akan timbul perubahan tekanan dan suhu. Perubahan suhu adalah faktor yang sangat penting. Ada beberapa hal yang mempengaruhi peristiwa diatas. Radioaktivasi Pengaruh pembombanderan asam lemak oleh partikel alpha dapay membentuk hidrokarbon parafin. diantaranya: 1. Bakteri mempunyai potensi besar dalam proses pembentukan hidrokarbon minyak bumi dan memegang peranan dari sejak matinya senyawa organik sampai pada waktu diagnosa. yaitu: yang berasal dari nabati dan hewani.200°C. B KOMPONEN MINYAK BUMI 1 Senyawa Hidrokarbon Alifatik Rantai Lurus . Minyak bumi selalu terbentuk dalam keadaan reduksi ditandai adanya forfirin dan belerang. serta menyiapkan kondisi yang memungkinkan terbentuknya minyak bumi. Diatas temperatur ini forfirin sudah tidak bertahan. 3. Ini menunjukan pengaruh radioaktif terhadap zat organik. 4. Reaksi katalis Adanya katalis dapat mempercepat proses kimia. Minyak bumi dapat tahan pada perubahan tekanan dari 8-10000 psi. Proses transformasi zat organik menjadi minyak bumi. Aktifitas bakteri. 2.

antarmolekul siklik tersebut kadang – kadang bergabung membentuk suatu molekul yang terdiri atas beberapa senyawa siklik. dan senyawa hidrokarbon tak jenuh. pada umumnya komponen utama senyawa hidrokarbon dalam minyak bumi adalah sikloalkana. 3 Senyawa Hidrokarbon Alifatik Rantai Bercabang Contoh : isoalkana atau isoparafin Jumlah senyawa hidrokarbon ini tidak sebanyak senyawa hidrokarbon alifatik rantai lurus dan senyawa hidrokarbon bentuk siklik. Dalam minyak bumi. . Pada umumnya. Jumlah senyawa hidrokarbon ini paling sedikit di antara jenis lainnya. 4 Senyawa Hidrokarbon Aromatik Merupakan senyawa hidrokarbon yang berbentuk siklik segienam. Jenis – jenis minyak bumi yang dijual di pasar. tetapi tidak memiliki ikatan rangkap dua dan membentuk struktur cincin. Pada umumnya. Senyawa hidrokarbon ini memiliki rumus molekul sama dengan alkena. senyawa hidrokarbon siklik dalam minyak bumi berupa campuran siklopentana dan sikloheksana yang disebut naften. berikatan rangkap dua selang – seling.Disebut juga alkana atau normal parafin. Senyawa ini banyak terdapat dalam gas alam dan minyak bumi yang memiliki rantai karbon pendek 2 Senyawa Hidrokarbon Bentuk Siklik Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa hidrokarbon golongan sikloalkana atau sikloparafin. senyawa hidrokarbon aromatik ini terdapat dalam minyak bumi yang memiliki jumlah atom C besar Tabel ini menyatakan komposisi senyawa hidrokarbon dalam beberapa komponen minyak bumi Komponen Minyak Bumi Gas Bensin Kerosin Solar Minyak Pelumas Residu n-alkana 100 38 23 22 16 13 Sikloalkana 43 43 48 52 51 % Volume Isoalkana 20 15 9 6 1 Aromatik 9 19 21 24 27 Residu 8 Berdasarkan tabel tersebut.

Indramayu d) Jawa Tengah : Cepu e) Jawa Timur : Surabaya f) Kalimantan Timur : Barito. G DAERAH PERTAMBANGAN MINYAK BUMI DI INDONESIA Minyak bumi asal Indonesia memiliki kualitas yang baik karena berkadar belerang rendah. antara lain a) Sumatera bagian utara : Medan. Hal ini disebabkan minyak yang dipasarkan telah mengalami proses peningkatan kualitas. Palembang. Kutai. Daerah pertambangan minyak bumi di Indonesia tersebar di berbagai wilayah.memiliki komposisi yang berbeda dengan komposisi pada tabel di atas. Banda Aceh b) Sumatera bagian selatan : Jambi. dan Tarakan g) Papua PROSES PENGOLAHAN MINYAK BUMI . dan Riau c) Jawa Barat : Cirebon.

Oleh karena itu.Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut. tetapi harus diolah terlebih dahulu. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak. Secara umum Proses Pengolahan Minyak Bumi digambarkan sebagai berikut: . Titik didih hidrokarbon meningkat seiring bertambahnya jumlah atom C yang berada di dalam molekulnya. pengolahan minyak bumi dilakukan melalui destilasi bertingkat. dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok (fraksi) dengan titik didih yang mirip. Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun untuk keperluan lainnya. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 sampai 50. Minyak mentah (cude oil) berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang sedap. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor.

. Mula-mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu ± 370°C. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga bagian bawah kolom fraksinasi). Dalam hal ini adalah destilasi fraksinasi. DESTILASI Destilasi adalah pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya.1. Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi).

polimerisasi. sehingga perlu pengolahan lebih lanjut yang meliputi proses cracking. Residu Rentang rantai karbon : di atas C40 Trayek didih : di atas 300°C Fraksi-fraksi minyak bumi dari proses destilasi bertingkat belum memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. reforming. . Fraksi minyak bumi yang dihasilkan berdasarkan rentang titik didihnya antara lain sebagai berikut : 1. Gasolin (Bensin) Rentang rantai karbon : C6 sampai C11 Trayek didih : 50 sampai 85°C 3. Residu-residu ini memiliki rantai karbon sejumlah lebih dari 20. Makin ke atas. kemudian dicairkan dan disebut LPG (Liquified Petroleum Gas). Gas Rentang rantai karbon : C1 sampai C5 Trayek didih : 0 sampai 50°C 2. Demikian selanjutnya sehingga komponen yang mencapai puncak adalah komponen yang pada suhu kamar berupa gas. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah. dan aspal. Komponen yang berupa gas ini disebut gas petroleum.Minyak mentah yang menguap pada proses destilasi ini naik ke bagian atas kolom dan selanjutnya terkondensasi pada suhu yang berbeda-beda. dan blending. sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung. Minyak Berat Rentang ranai karbon : C31 sampai C40 Trayek didih : 135 sampai 300°C 6. suhu yang terdapat dalam kolom fraksionasi tersebut makin rendah. Fraksi minyak mentah yang tidak menguap menjadi residu. treating. lilin. sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi akan terpisah. Kerosin (Minyak Tanah) Rentang rantai karbon : C12 sampai C20 Trayek didih : 85 sampai 105°C 4. sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah naik ke bagian yang lebih atas lagi. Solar Rentang rantai karbon : C21 sampai C30 Trayek didih : 105 sampai 135°C 5. Residu minyak bumi meliputi parafin.

Keuntungan lain dari Hidrocracking ini adalah bahwa belerang yang terkandung dalam minyak diubah menjadi hidrogen sulfida yang kemudian dipisahkan. yaitu : a.2. Terdapat 3 cara proses cracking. Bilangan oktan 100 diberikan pada isooktan (2. Hidrocracking Hidrocracking merupakan kombinasi antara perengkahan dan hidrogenasi untuk menghasilkan senyawa yang jenuh.2. Gasolin yang diuji akan dibandingkan dengan campuran isooktana dan n-heptana. Reaksi tersebut dilakukan pada tekanan tinggi. Contoh cracking ini adalah pengolahan minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin. Mula-mula katalis karena bersifat asam menambahkna proton ke molekul olevin atau menarik ion hidrida dari alkana sehingga menyebabkan terbentuknya ion karbonium : c. CRACKING Setelah melalui tahap destilasi. yaitu dengan penggunaan suhu tinggi dan tekanan yang rendah. 3. Bilangan oktan dipengaruhi oleh beberapa struktur molekul hidrokarbon. dan bilangan oktan 0 diberikan pada n-heptana yang mempunyai sifat anti knock yang buruk. Cara katalis (catalytic cracking).4trimetil pentana) yang mempunyai sifat anti knocking yang istimewa. Reaksi dari perengkahan katalitik melalui mekanisme perengkahan ion karbonium. Katalis yang digunakan biasanya SiO2 atau Al2O3 bauksit. REFORMING Reforming adalah perubahan dari bentuk molekul bensin yang bermutu kurang baik (rantai karbon lurus) menjadi bensin yang bermutu lebih baik (rantai karbon . seperti terlihat dibawah ini: Cracking adalah penguraian molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar menjadi molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang kecil. Kualitas gasolin sangat ditentukan oleh sifat anti knock (ketukan) yang dinyatakan dalam bilangan oktan. Proses ini terutama ditujukan untuk memperbaiki kualitas dan perolehan fraksi gasolin (bensin). Cara panas (thermal cracking). masing-masing fraksi yang dihasilkan dimurnikan (refinery). yaitu dengan penggunaan katalis. Contoh reaksi-reaksi pada proses cracking adalah sebagai berikut : b.

Contoh reforming adalah sebagai berikut : Reforming juga dapat merupakan pengubahan struktur molekul dari hidrokarbon parafin menjadi senyawa aromatik dengan bilangan oktan tinggi. ALKILASI dan POLIMERISASI Alkilasi merupakan penambahan jumlah atom dalam molekul menjadi molekul yang lebih panjang dan bercabang.Contoh reaksinya : 4. Reforming dilakukan dengan menggunakan katalis dan pemanasan. . Kedua jenis bensin ini memiliki rumus molekul yang sama bentuk strukturnya yang berbeda. HCl. Oleh karena itu.bercabang). yaitu isooktana. Pada proses ini digunakan katalis molibdenum oksida dalam Al2O3 atauplatina dalam lempung. Dalam proses ini menggunakan katalis asam kuat seperti H2SO4. AlCl3 (suatu asam kuat Lewis). proses ini juga disebut isomerisasi. Reaksi secara umum adalah sebagai berikut: RH + CH2=CR’R’’ R-CH2-CHR’R” Polimerisasi adalah proses penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar. Reaksi umumnya adalah sebagai berikut : M CnH2n Cm+nH2(m+n) Contoh polimerisasi yaitu penggabungan senyawa isobutena dengan senyawa isobutana menghasilkan bensin berkualitas tinggi.

Acid treatment. atau produk samping pembakaran berupa gas buang yang beracun (sulfur dioksida. Dewaxing yaitu proses penghilangan wax (n parafin) dengan berat molekul tinggi dari fraksi minyak pelumas untuk menghasillkan minyak pelumas dengan pour point yang rendah. misalnya alkylated dibenzothiophenes. Hidrogen sulfida yang dihasilkan dari dekomposisi senyawa sulfur tersebut kemudian dipisahkan dengan cara fraksinasi atau pencucian/pelucutan. yaitu proses penghilangan pengotor yang dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. namun keberadaannya tidak dinginkan karena dapat menyebabkan berbagai masalah. Desulfurisasi merupakan proses yang digunakan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi. TREATING Treating adalah pemurnian minyak bumi dengan cara menghilangkan pengotorpengotornya. Sulfur merupakan senyawa yang secara alami terkandung dalam minyak bumi atau gas. dan lainlain. dan dilakukan dalam kondisi lingkungan teraerasi. Jenis mikroorganisme yang digunakan untuk proses bio-desulfurisasi umumnya berasal dari Rhodococcus sp. meracuni katalis dalam proses pengolahan. yaitu dengan : 1. termasuk di antaranya korosi pada peralatan proses. SO2) dan menimbulkan polusi udara serta hujan asam. Reaksi yang terjadi adalah reaksi aerobik. Sulfur yang disingkirkan dari minyak bumi ini kemudian diambil kembali sebagai sulfur elemental. yaitu proses penghilangan unsur belerang. antara lain menggunakan proses oksidasi. Akan tetapi selain 2 cara di atas. Bio-desulfurisasi merupakan penyingkiran sulfur secara selektif dari minyak bumi dengan memanfaatkan metabolisme mikroorganisme. serta 2. Berbagai upaya dilakukan untuk menyingkirkan senyawa sulfur dari minyak bumi. Keunggulan proses ini adalah dapat menyingkirkan senyawa sulfur yang sulit disingkirkan. yaitu proses penghilangan lumpur dan perbaikan warna. bau yang kurang sedap. yaitu dengan mengubah hidrogen sulfida menjadi sulfur elementer yang dikatalis oleh enzim hasil metabolisme mikroorganisme sulfur jenis tertentu. . Ekstraksi menggunakan pelarut. ekstraksi. Dekomposisi senyawa sulfur (umumnya terkandung dalam minyak bumi dalam bentuk senyawa merkaptan. saat ini ada pula teknik desulfurisasi yang lain yaitu biodesulfurisasi. tanpa mengubah senyawa hidrokarbon dalam aliran proses. sulfida dan disulfida) secara katalitik dengan proses hidrogenasi selektif menjadi hidrogen sulfida (H2S) dan senyawa hidrokarbon asal dari senyawa belerang tersebut. hydrotreating.5. namun penelitian lebih lanjut juga dikembangkan untuk penggunaan mikroorganisme dari jenis lain. Deasphalting yaitu penghilangan aspal dari fraksi yang digunakan untuk minyak pelumas Desulfurizing (desulfurisasi). Pada dasarnya terdapat 2 cara desulfurisasi. adsorpsi selektif. Cara-cara proses treating adalah sebagai berikut : • • • • • Copper sweetening dan doctor treating.

Cairan soda dikembalikan ke absorber. Sulfur hasil reaksi kemudian melalui proses dekantasi untuk memisahkan dengan cairan soda.Proses ini mulai dikembangkan dengan adanya kebutuhan untuk menyingkirkan kandungan sulfur dalam jumlah menengah pada aliran gas. menggunakan mikroorganisme Thiobacillus yang sekaligus bertindak sebagai katalis proses biodesulfurisasi. aliran gas yang mengandung hidrogen sulfida dilewatkan pada absorber dan dikontakkan pada larutan soda yang mengandung mikroorganisme. Dalam proses ini. Senyawa soda mengabsorbi hidrogen sulfida. Karena sifatnya yang hidrofilik sehingga mudah diabsorpsi oleh tanah. dan kemudian dialirkan ke bioreaktor THIOPAQ berupa tangki atmosferik teraerasi dimana mikroorganisme mengubah hidrogen sulfida menjadi sulfur elementer secara biologis dalam kondisi pH 8.gas buang (flash gas/vent gas) dari proses ini tidak mengandung gas berbahaya. sehingga sebelum dilepas ke lingkungan tidak perlu dibakar di flare. Proses ini sudah diterapkan secara komersial sejak tahun 1993. maka sulfur yang dihasilkan dari proses ini dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk. Hal ini membuat proses ini ideal untuk lokasi-lokasi dimana proses yang memerlukan pembakaran (misalnya flare atau incinerator) tidak dimungkinkan. dan terlalu banyak untuk disingkirkan menggunakan scavenger. yang terlalu sedikit jika disingkirkan menggunakan amine plant.8%) hingga menyisakan kandungan hidrogen sulfida yang sangat rendah dalam aliran gas (kurang dari 4 ppm-volume) pemurnian gas dan pengambilan kembali (recovery) sulfur terintegrasi dalam 1 proses. bio-desulfurisasi juga digunakan untuk menyingkirkan sulfur dari batubara. menghilangkan potensi bahaya dari penanganan solvent yang biasa digunakan untuk melarutkan hidrogen sulfida dalam proses ekstraksi . dan saat ini kurang lebih terdapat sekitar 35 unit biodesulfurisasi dengan lisensi Shell-Paques beroperasi di seluruh dunia.Tahapan reaksi bio-desulfurisasi dapat digambarkan sebagai berikut : • Absorpsi H2S oleh senyawa soda • Pembentukan sulfur elementer oleh mikroorganisme Keunggulan dari proses Shell-Paques adalah : • • • dapat menyingkirkan sulfur dalam jumlah besar (efisiensi penyingkiran hidrogen sulfida dapat mencapai 99. Proses ini dapat menyingkirkan sulfur dari aliran gas dan menghasilkan hidrogen sulfida dengan kapasitas mulai dari 100 kg/hari sampai dengan 50 ton/hari. sedangkan sulfur diperoleh sebagai cake atau sebagai sulfur cair murni.2-9. Selain untuk gas alam dan hidrokarbon. Proses Shell-Paques Untuk Bio-Desulfurisasi Aliran Gas Salah satu lisensi proses bio-desulfurisasi untuk aliran gas adalah Shell Paques dari Shell Global Solutions International dan Paques Bio-Systems.

handal dan aman (antara lain beroperasi pada suhu dan tekanan rendah) sehingga mudah untuk dioperasikan Proses Shell-Paques ini dapat diterapkan pada gas alam. agar diperoleh kualitas yang baik maka pada proses pengolahan diperlukan penambahan zat aditif. perekonomian. Tanpa ketiga produk hasil olahan minyak bumi tersebut mungkin kegiatan pendidikan.• • • • sifat sulfur biologis yang hidrofilik menghilangkan resiko penyumbatan (plugging atau blocking) pada pipa Bio-katalis yang digunakan bersifat self-sustaining dan mampu beradaptasi pada berbagai kondisi proses Konfigurasi proses yang sederhana. BLENDING Proses blending adalah penambahan bahan-bahan aditif kedalam fraksi minyak bumi dalam rangka untuk meningkatkan kualitas produk tersebut. TEL berfungsi menaikkan bilangan oktan bensin. Demikian pula halnya dengan pelumas. sebagai contoh penggunaan minyak tanah. PRODUK PENGOLAHAN MINYAK BUMI dan MANFAATNYA Keberadaan minyak bumi dan berbagai macam produk olahannya memiliki manfaat yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. dan bensin. serta aliran oksigen yang mengandung gas limbah yang tidak dapat diproses dengan pelarut. synthesis gas. Untuk memenuhi kualitas bensin yang baik. Bensin yang memiliki berbagai persyaratan kualitas merupakan contoh hasil minyak bumi yang paling banyak digunakan di barbagai negara dengan berbagai variasi cuaca. fuel gas. dan aspek-aspek lainnya tidak akan dapat berjalan lancar. terdapat sekitar 22 bahan pencampur yang dapat ditambanhkan pada proses pengolahannya. gas buang regenerator amine. pertanian. Penambahan TEL dapat meningkatkan bilangan oktan. tetapi dapat menimbulkan pencemaran udara. Diantara bahan-bahan pencampur yang terkenal adalah tetra ethyl lead (TEL). gas. Dibawah ini adalah beberapa produk hasil olahan minyak bumi beserta pemanfaatannya: .

misalnya etana dan pentana . adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal darigas alam.1. LPG (liquified petroleum gas. Elpiji. Volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Komponennya didominasi propana dan butana . Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan. Dalam kondisi atmosfer. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya. Bahan bakar gas Bahan bakar gas terdiri dari : LNG (Liquified Natural Gas) dan LPG (Liquified Petroleum Gas) Bahan baker gas biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga dan indusri. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya. Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil.harfiah: "gas minyak bumi yang dicairkan"). elpiji akan berbentuk gas. gas berubah menjadi cair. tabung .

Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat. Gasolin (bensin). Gas ini lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak menempati daerah yang rendah. sebagai contoh. biasa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. tekanan dan temperatur. gas elpiji tidak berbau. Elpiji juga cukup banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor (walaupun mesin kendaraannya harus dimodifikasi terlebih dahulu). Pada awalnya. tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder. Tekanan elpiji cukup besar (tekanan uap sekitar 120 psig).2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair. 3. Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran tabung gas. elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990.org/wiki/Elpiji" 2. Tekanan di mana elpiji berbentuk cair. dinamakan tekanan uap-nya. Sumber: "http://id. tetapi biasaya sekitar 250:1. dan sekitar 2. Naptha atau Petroleum eter.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55°C (131 °F). hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. . Bahaya elpiji Salah satu resiko penggunaan elpiji adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas sehingga bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. sehingga kebocoran elpiji akan membentuk gas secara cepat dan merubah volumenya menjadi lebih besar. Rasio antara volume gas bila menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi. juga bervariasi tergantung komposisi dan temperatur. Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan. elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran. biasa digunakan sebagai pelarut dalam industri. Penggunaan elpiji Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan bakar alat dapur (terutama kompor gas). yang baunya khas dan menusuk hidung.elpiji tidak diisi secara penuh. Sifat elpiji Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut: • • • • • Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar Gas tidak beracun.wikipedia. Kerosin (minyak tanah). 4. biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga. tapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas. Selain itu kerosin juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking. dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2. Menurut spesifikasinya. Selain sebagai bahan bakar alat dapur. Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran.

JP-4 atau JP-8). Energi yang dihasilkan dari proses pembakaran bensin diubah menjadi gerak melalui tahapan sebagai berikut. tutup botol. Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ. di mana dia kurang disuling dan mengandung ketidakmurnian dan bahkan "debris". Residu minyak bumiyang terdiri dari : • • Parafin . industri tenun menenun. biasa digunakan untuk lubrikasi mesin-mesin. hidrotreater untuk mengurangi kadar belerangnya dan pengaratannya. digunakan dalam proses pembuatan obat-obatan. 5. Biasanya. 7. Sebuah bentuk dari kerosene dikenal sebagai RP-1dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket. digunakan sebagai pengeras jalan raya BENSIN Bensin merupakan bahan bakar transportasi yang masih memegang peranan penting sampai saat ini. Kadang di gunakan juga sebagai campuran dalam cairan pembasmi serangga seperti pada merk/ brand baygone. Pada suatu waktu dia banyak digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur. Minyak pelumas. Lalu. Kegunaan lain Kerosene biasa di gunakan untuk membasmi serangga seperti semut dan mengusir kecoa. kereta api dan traktor. biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel pada kendaraan bermotor seperti bus. yang digunakan untuk mengupgrade bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar minyak. Minyak solar atau minyak diesel. Bahan bakar mesin jet adalah kerosene yang mencapai spesifikasi yang diperketat. dan masih banyak lagi. Aspal . lilin batik. Jet-A. dalam sebuah unit Merox atau. . maka bensin harus diuapkan dalam karburator sebelum dibakar dalam silinder mesin kendaraan.Minyak tanah (bahasa Inggris: kerosene atau paraffin) adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150°C and 275°C (rantai karbon dari C12 sampai C15). terutama titik asap dan titik beku. bagaimana sebenarnya penggunaan bensin sebagai bahan bakar? Bensin sebagai bahan bakar kendaraan bermotor Oleh karena bensin hanya terbakar dalam fase uap. kerosene didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan khusus. wax ). Jet-B. kosmetika. 6. Kerosene dapat juga diproduksi oleh hidrocracker. truk. korek api. Bensin mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon yang memiliki rantai C5-C10. minyak solar juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking. Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang diinginkan. Selain itu. Penggunaanya sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di negara berkembang.

Suatu campuran 30% nheptana dan 70% isooktana akan mempunyai bilangan oktan: = (30/100 x 0) + (70/100 x 100) = 70 Bilangan oktan suatu bensin dapat ditentukan melalui uji pembakaran sampel bensin untuk memperoleh karakteristik pembakarannya. lebih sedikit ketukan yang dihasilkan.Mengubah hidrokarbon rantai lurus dalam fraksi bensin menjadi hidrokarbon rantai bercabang melalui proses reforming. Akibatnya timbul bunyi ledakan yang dikenal sebagai ketukan (knocking).Alkana rantai bercabang/alisiklik/aromatik dalam bensin seperti isooktana tidak terlalu mudah terbakar. Untuk menaikkan nilai bilangan oktan tersebut. . Oleh karena itu. Karakteristik tersebut kemudian dibandingkan dengan karakteristik pembakaran dari berbagai campuran n-heptana dan isooktana. Hal ini tergantung dari ketepatan waktu pembakaran agar jumlah energi yang ditransfer ke piston menjadi maksimum. Fraksi bensin dari menara distilasi umumnya mempunyai bilangan oktan ~70. bensin dengan kualitas yang baik harus mengandung lebih banyak alkana rantai bercabang/alisiklik/aromatik dibandingkan alkana rantai lurus. .Menambahkan hidrokarbon alisiklik/aromatik ke dalam campuran akhir fraksi bensin.Alkana rantai lurus dalam bensin seperti n-heptana. Bilangan oktan Bilangan oktan (octane number) merupakan ukuran dari kemampuan bahan bakar untuk mengatasi ketukan sewaktu terbakar dalam mesin. Contohnya mengubah n-oktana menjadi isooktana. Jadi. Oleh karena Pb bersifat racun. .Menambahkan aditif anti ketukan ke dalam bensin untuk memperlambat pembakaran bensin. ada beberapa hal yang dapat dilakukan: . dan energi yang ditransfer ke piston lebih besar. . dan n-nonana sangat mudah terbakar. Kualitas bensin ini dinyatakan oleh bilangan oktan. n-oktana. Hal ini menyebabkan pembakaran terjadi terlalu awal sebelum piston mencapai posisi yang tepat. Pembakaran terlalu awal juga berarti ada sisa komponen bensin yang belum terbakar sehingga energi yang ditransfer ke piston tidak maksimum. maka . Jika ada karakteristik yang sesuai. Dulu digunakan senyawa timbal (Pb). Ketepatan waktu pembakaran tergantung dari jenis rantai hidrokarbon yang selanjutnya akan menentukan kualitas bensin. maka kadar isooktana dalam campuran nheptana dan isooktana tersebut digunakan untuk menyatakan nilai bilangan oktan dari bensin yang diuji.Pembakaran bensin yang diinginkan adalah yang menghasilkan dorongan yang mulus terhadap penurunan piston. Nilai bilangan oktan 0 ditetapkan untuk n-heptana yang mudah terbakar. dan nilai 100 untuk isooktana yang tidak mudah terbakar.

(Perbandingan kompresi mesin adalah perbandingan volume silinder sebelum dan sesudah kompresi). Dampak pembakaran bensin terhadap lingkungan Pembakaran bensin dalam mesin kendaraan mengakibatkan pelepasan berbagai zat yang dapat mengakibatkan pencemaran udara.Produksi bensin yang ramah lingkungan. Nilai bilangan oktan ketiga jenis bensin ini diberikan pada tabel terlampir.Mempunyai bilangan oktan yang tinggi. Pertamax.Penghijauan atau pembuatan taman dalam kota. yakni Premium. .Bersifat ramah lingkungan Pertamax dan Pertamax Plus tidak mengandung Pb yang bersifat racun. seperti tanpa aditif Pb. Pembakaran bensin menjadi semakin sempurna sehingga kinerja mesin bertambah baik. dan Pertamax Plus.penggunaannya sudah dilarang dan diganti dengan senyawa organik. Hal ini dimaksudkan agar tenaga mesin menjadi besar dan kendaraan dapat melaju dengan kecepatan tinggi.Penggunaan konverter katalitik pada sistem buangan kendaraan. Aditif juga dapat melindungi mesin sehingga dapat menekan biaya perawatan. . . . seperti etanol dan MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether). seperti tenaga surya dan sel bahan bakar (fuelcell). Langkah-langkah mengatasi dampak dari pembakaran bensin: . . Beberapa keunggulan dari Pertamax dan Pertamax Plus dibandingkan Premium adalah: . Pembakaran yang semakin sempurna juga dapat mengurangi kadar emisi gas polutan seperti CO dan NOx. Jenis bensin Ada tiga jenis bensin produksi Pertamina.Penggunaan EFI (Electronic Fuel Injection) pada sistem bahan bakar. .Penggunaan bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui dan yang lebih ramah lingkungan. .Lebih ekonomis dari segi harga bahan bakar dan biaya perawatan Pertamax dan Pertamax Plus sudah mengandung aditif sehingga praktis dan tepat takarannya. . Produsen mobil cenderung memproduksi kendaraan yang menggunakan perbandingan kompresi mesin yang tinggi. Mesin demikian membutuhkan bensin dengan bilangan oktan yang tinggi.Meningkatkan kinerja mesin agar mesin makin bertenaga Pertamax dan Pertamax Plus memiliki stabilitas oksidasi yang tinggi dan juga mengandung aditif generasi terakhir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful