Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia

Bahasa indonesia merupakan bahasa resmi Republik Indonesia (RI) dimana tercantum dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang tertulis bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”. Bahasa Indonesia juga disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 pada bagian ketiga yang berbunyi “KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA”. Sejak awal kemerdekaan, bahasa Indonesia telah mengalami pekembangan karena didorong oleh bebeapa faktor, seperti saya kutip dari buku “sejarah nasional Indonesia” faktor pertama yaitu bangkitnya semangat kebangsaan Indonesia yang telah mengatasi kedaerahan dan kesukuan. Faktor kedua karena telah terbitnya kitab “logat melayu” pada tahun 1901 karangan Van Ophuyzen, yang digunakan di sekolah-sekolah yang mengajarkan bahasa melayu. Faktor ketiga adalah didirikannya Commissie voor de Volkslecture pada tahun 1908, yang kemudian menjadi Balai Pustaka. Hal ini mendorong perkembangan dibidang bahasa dan sastra, terutama dengan lahirnya kelompok “Pujangga baru”. Faktor-faktor diatas medasari terpenuhinya fungsi bahasa tersebut sebagai bahasa baku yang telah memperkuat sikap masyarakat Indonesia terhadapnya. Jika melihat dari kedudukannya, Bahasa Indonesia ialah status relatif bahasa Indonesia sebagai lambang nilai budaya Indonesia yang dirumuskan atas dasar nilai sosial Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai : 1. Bahasa resmi kenegaraan dimana kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah. 2. Bahasa pengantar resmi di dalam dunia pendidikan. 3. Alat penghubung resmi pada tingkat nasional. Namun jika melihat dari kondisi negara Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku dan bahasa, wajarlah penerapan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari menjadi sulit dikarenakan keanekaragaman bahasa daerah itu sendiri. Masyarakat Indonesia lebih terbiasa menggunakan bahasa daerahnya sendiri ketimbang menggunakan Bahasa Indonesia yang merupaka bahasa kenegaraan. http://azizturn.wordpress.com/2009/09/12/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia/ walaupun sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadikan bahasanya sendiri sebagai bahasa resmi. Hal-hal yang merupakan penentu keberhasilan pemilihan suatu bahasa sebagai bahasa negara apabila (1) bahasa tersebut dikenal dan dikuasai oleh sebagian besar penduduk negara itu, (2) secara geografis, bahasa tersebut lebih menyeluruh

Filipina. Masyarakat multilingual yang terdapat di negara itu saling ingin mencalonkan bahasa daerahnya sebagai bahasa negara. Bahkan.d. bagi kita tidak merupakan persoalan. bahasa pemersatu bangsa Indonesia. (2) bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan. peristiwa. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara. Keputusan-keputusan. Bagaimana dengan kita? . Sebelumnya bahasa Indonesia sudah menjalankan tugasnya sebagai bahasa nasional. Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 s. Pemakaian pertama yang membuktikan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaran ialah digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Ketig faktor di atas sudah dimiliki bahasa Indonesia sejak tahun 1928.penyebarannya. Oleh sebab itu. Keempat fungsi itu harus dilaksanakan. dan (3) bahasa tersebut diterima oleh seluruh penduduk negara itu. tidak hanya itu. bahasa Indonesia befungsi sebagai (1) bahasa resmi kenegaraan. hal yang dianggap berat bagi negara-negara lain. terutama faktor yang nomor (3). sebab minimal empat fungsi itulah memang sebagai ciri penanda bahwa suatu bahasa dapat dikatakan berkedudukan sebagai bahasa negara. 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara. dan (4) bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern. Bahasa-bahasa yang terdapat di Malaysia. Tidak demikian halnya dengan negara Indonesia. Singapura. kita patut bersyukur kepada Tuhan atas anugerah besar ini. Pidato-pidato atas nama pemerintah atau dalam rangka menuanaikan tugas pemerintahan diucapkan dan dituliskan dalam bahasa Indonesia. dokumen-dokumen. Sehubungan dengan ini kita patut bangga terhadap presiden kita. dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis. dan surat-surat resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga-lembaganya dituliskan di dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian. Soeharto yang selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam situsi apa dan kapan pun selama beliau mengatasnamakan kepala negara atau pemerintah. (3) bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah. dan India tidak mempunyai ketiga faktor di atas. Mereka saling menolak untuk menerima bahasa daerah lain sebagai bahasa resmi kenegaraan.

Sebagai fungsinya di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah. Perbedaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara/Resmi Perbedaan dari Segi Ujudnya Apabila kita mendengarkan pidato sambutan Menteri Sosial dalm rangka peringatan Hari Hak-hak Asasi Manusia dan pidato sambutan Menteri Muda Usaha . khususnya di perguruan tinggi. Kebudayaan nasional yang beragam itu. yang berasal dari masyarakat Indonesia yang beragam pula. Tujuan penyeragaman dan peningkatan mutu tersebut agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh orang kedua (baca: masyarakat). majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lain. hendaknya menggunakn bahasa Indonesia. Apakah mungkin guru tari Bali mengajarkan menari Bali kepada orang Jawa. Sebagai konsekuensi pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. rasanya tidaklah mungkin dapat disebarluaskan kepada dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia dengan bahasa lain selain bahasa Indonesia. Mungkin pada saat mendatang bahasa Indonesia berkembang sebagai bahasa iptek yang sejajar dengan bahasa Inggris. bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antarbadan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. dan teknologi.Sebagai bahasa resmi. beberapa lembaga pendidikan rendah yang anak didiknya hanya menguasai bahasa ibunya (bahasa daerah) menggunakan bahasa pengantar bahasa daerah anak didik yang bersangkutan. sebagai fungsi pengembangan kebudayaan nasional. Akhirnya. bahasa Indonesia terasa sekali manfaatnya. Apabila hal ini dilakukan. penyebaran ilmu dan teknologi. maka materi pelajaran ynag berbentuk media cetak hendaknya juga berbahasa Indonesia. Sunda. baik melalui buku-buku pelajaran. Agar jangkauan pemakaiannya lebih luas. Hanya saja untuk kepraktisan. bahasa Indonesia dipakai sebagai bhasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. dan Bugis dengan bahasa Bali? Tidak mungkin! Hal ini juga berlaku dalam penyebarluasan ilmu dan teknologi modern. Pelaksanaan ini mempunyai hubungan timbal-balik dengan fungsinya sebagai bahasa ilmu yang dirintis lewat lembaga-lembaga pendidikan. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. sangatlah membantu peningkatan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek). buku-buku populer. ilmu. Hal ini dilakukan sampai kelas tiga Sekolah Dasar.

misalnya penggunaan kosakata dan istilah. Kalimat yang semacam itu juga tidak pernah kita jumpai pada waktu kita membaca surat-surat dinas. Putra-putra Indonesia sadar bahwa persatuan merupakan sesuatu yang mutlk untuk mewujudkan suatu kekuatan. ‘paling banter’. Perbedaan dari Proses Terbentuknya Secara implisit. Begitu juga dalam lapangan ekonomi. Kita juga tidak akan menggunakan struktur-struktur kalimat yang membuat mereka kurang memahami maksudnya. Semuanya menggunakan bahasa yang berciri baku. Hal ini disebabkan oleh lapangan pembicaraannya berbeda. dokumen-dokumen resmi. sebagai bahasa negara dan nasional. gitu aja”. dan yang lain-lain. Dalam lapangan dan situasi di atas tidak pernah digunakan. perbedaan dilihat dari proses terbentuknya antara kedua kedudukan bahasa Indonesia. ‘bilang’ (untukme ngatak an). dan sebagainya). Anda. tentunya kita tidak menjumpai kalimat-kalimat yang semacam ini. dan peraturan-peraturan pemerintah.3. dan kata-kata lain yang dianggap kurang atau tidak baku. Yang menjadi masalah sekarang ialah apakah ada perbedan ujud antara bahasa Indonesia sebagai bahasa negara/resmi sebagaimana yang kita dengar dan kita baca pada contoh di atas. sebagaimana yang pernah juga kita lakukan pada saat berkenalan dengan seeorang lain daerah atau lain suku? Perbedaan secara khusus memang ada. pernahkah kita memakai kata-kata seperti ‘kepingin’. misalnya. dan kata ‘situ’ (untuk Saudara. ‘kesusu’ dan ‘mblayu’? Apabila kita menginginkan tercapainya tujuan komunikasi. secara umum terdapat kesamaan. Di sisi lain.wanita dalam rangka peringatan Hari Ibu. sosial. pada waktu kita berkenalan dengan seseorang yang berasal dari daerah atau suku yang berbeda. ‘nggak’ (untuktidak). “Sodara-sodara! Ini hari adalah hari yang bersejarah. ‘dia orang’ (untukme re k a). sebenarnya sudah terlihat di dalam uraian pada butir 1. Akan tetapi. untuk mempertajamnya dapat ditelaah hal berikut. bukan? Kalau kagak tau yang kebacut. Sampeyan tentunya udah tau. Adanya kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional didorong oleh rasa persatuan bangsa Indonesia pada waktu itu. struktur kata ‘kasih tahu’ (untukme mbe r itahuk an). ‘bikin bersih’ (untukme mbe r sihk an). Semboyan “Bersatu kita teguh bercerai kta runtuh” benar-benar diresapi oleh mereka. Mereka juga sadar bahwa . Dalam lapangan politik diperlukan kosakata tertentu yang berbeda dengan kosakata yang diperlukan dalam lapangan administrasi.2 dan 1. dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. ‘kenapa’ (untukme ngapa). kita tidak akan menggunakan kata-kata yang tidak akan dimengerti oleh lawan bicara kita sebagaimana contoh di atas. ‘gini’ (untuk begini). Akan tetapi. Sudah kita pahami pada uraian terdahulu bahwa latar belakang timbulnya kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara jelas-jelas berbeda. ‘dia punya harga’ (untukhar ganya). misalnya.

kita mengetahui bahwa fungsi kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berbeda sekali dengan fungsi kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. pada saat itu bahasa Indonesia telah disepakati oleh pemakainya sebagai bahasa pemersatu bangsa. dia tidak mempunyai tanggung jawab moral untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai fungsi tersebut. Walaupun Ton Sin Hwan keturunan Cina. Lain halnya dengan contoh berikut ini. Dengan demikian jelaslah bahwa dualisme kedudukan bahasa Indonesia tersebut dilatarbelakangi oleh proses pembentukan yang berbeda.untuk mewujudkan persatuan perlu adanya saran yang menunjangnya. Terbentuknya bahasa Indonesia sebagai bahasa negara/resmi dilatarbelakangi oleh kondisi bahasa Indonesia itu sendiri yang secara geografis menyebar pemakiannya ke hampir seluruh wilayah Indonesia dan dikuasai oleh sebagian besar penduduknya. Perbedaan dari Segi Fungsinya Setelah kita menelaah uraian terdahulu. kiranya sudah kita ketahui. Berbeda halnya dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara/resmi. Dengan pertimbangan kesejarahan dan kondisi bahasa Indonesia yang lingua franca itu. maka pada saat dia memberikan penataran kepada . Dari sekian sarana penentu. Kita menggunakan sebagai bahasa negara/resmi dipakai sebagai alat penghubung antarsuku. terdapat kaitan apa dengan kita? Kita berperan sebagai apa sehingga kita berkewajiban moralmenggunakan bahasa Indonesia sebagai fungsi tertentu? Jawaban atas pertanyaan itulah yng membedakan tanggung jawab kita terhadap pemakaian fungsi-fungsi bahasa Indonesia baik dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional maupun sebagai bahasa negara/resmi. Perbedan itu terlihat pada wilayah pemakaian dan tanggung jawab kita terhadap pemakaian fungsi itu. misalnya. Sehubungan dengan itu. apabila ada orang yang berbangsa lain yang menetap di wilayah Indonesia dan mahir berbahasa Indonesia. maka ditentukanlah ia sebagai bahasa nasional. tetapi karena dia warga negara Indonesia dan secara kebetulan menjabat sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum. yang tidak kalah pentingnya adalah srana komunikasi yang disebut bahasa. Di samping itu. karena kita sebagai bangsa Indonesia yang hidup di wilayah tanah air Indonesia. Kapan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara/resmi dipakai. Yang menjadi masalah kita adalah perbedaan sehubungan dengn tanggung jawab kita terhadp pemakaian fungsi-fungsi itu. seluruh pemakai bahasa Indonesia yang sekaligus sebagai penduduk Indonesia itu menerimanya dengan suara bulat. sehingga pada saat ditentukannya sebagai bahasa negara/resmi. Apabila kita menggunakan bahasa Indonesia sebagai fungsi tertentu.

Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa. kemudian ke perpustakaan (efektif) 2. predikat (P). Contoh: Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif). Ciri.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya. sedangkan seseorang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. keterangan (K). dan Penggunaan Kalimat Efektif Filed Under : Catatan Kuliah 02 Pebruari 2009 Pengertian Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya. Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut: 1. Pengertian.Kecermatan Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda). karena dia berbangsa Indonesia yang menetap di wilayah Indonesia. Contoh: Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT). Tidak perduli apakah dia lancar berbahasa Indonesia atau tidak. Tidak Menjamakkan Subjek Contoh: Tomi pergi ke kampus. Ciri-Ciri Kalimat Efektif 1. karena dia sebagai warga negara Indonesia yang menjalankan tugas-tugas ‘pembangunan’ Indonesia. objek (O).Kesepadanan Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S). Jadi seseorang menggunakan bahasa Indonesia sebagai penghubung antarsuku.anggotnyan berkewajiban moral untuk menggunakan bahasa Indonesia. kemudian Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif) Tomi pergi ke kampus. 2. Tidak perduli apakah semua pengikutnya keturunan Cina yang berwarga negara Indonesia ataukah tidak. .

Contoh: Untuk mempersingkat waktu. Contoh: Karena ia tidak diajak. (efektif) Dia sudah menunggumu sejak dari pagi. frasa. tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. yaitu: a. yaitu: a. sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita. (tidak efektif) Dia sudah menunggumu sejak pagi. 3. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. kami teruskan acara ini. kami teruskan acara ini. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. Contoh: Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. Menghilangkan pengulangan subjek. c. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal. (tidak efektif) Untuk menghemat waktu. (efektif) 4. ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan. penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. c. (tidak efektif) Karena tidak diajak. (efektif) 5. d. Hal ini dikarenakan. atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. (efektif) . Untuk itu. dia tidak ikut belajar bersama di rumahku.Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).Kelogisan Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.Kesatuan atau Kepaduan Kesatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu.Kehematan Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata. b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. (tidak efektif) Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. b. dia tidak ikut belajar bersama di rumahku.

Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Contoh: Bukan seribu. tetapi berjuta-juta rupiah. atau seratus. kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. (salah) Bukan seratus. yaitu: a. (efektif) Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. ada beberapa cara. Jika pertama menggunakan verba. Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat. Pada kesempatan lain.juga. tetapi pintar. Contoh: Anak itu bodoh. bentuk kedua juga menggunakan verba. (ketegasan) Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya. (ketegasan) b. Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. d. (tidak efektif) Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-.Ketegasan Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. (efektif) 7. cerita itu sangat mengharukan. (tidak efektif) Makalah ini membahas teknologi fiber optik. Contoh: Cerita itu begitu menarik. Contoh: Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.Keparalelan atau Kesajajaran Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. (efektif) Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif) Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. Membuat urutan kata yang bertahap. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat). atau sejuta. (efektif) 6.Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik. Melakukan pengulangan kata (repetisi). tetapi berjuta-juta rupiah. . sejuta. (benar) c. maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. seribu.

Dengan bahasa itu pula manusia mewarisi dan mewariskan. Sekarang yang melakukan dan pemasaran adalah bulog. dan – kah.com/2009/02/02/pengertian-ciri-dan-penggunaan-kalimatefektif/ Dalam menulis karangan. menerima dan member pengetahuan kepada sesamanya. Supaya produksi semakin meningkat tidak berhenti. Paragraf Campuran (deduktif-induktif) adalah kalimat utama diawal ditegaskan lagi diakhir. Pernyataan c. wacana. Contoh : Bagi manusia bahasa merupakan alat komunikasi yang sungguh penting. penyaluran dan pemasaran harus tetap dilaksanakan. Pendapat 4. seperti: partikel –lah. berikut gw copas cara menulis karangan ilmiah.e. Pernyataan 3. artikel atau apapun yang berkaitan dengan tulis menulis maka kita harus mengetahui jenis-jenis paragraph antara lain : 1. Definisi 2. mudah-mudahan bermanfaat . 3. -pun.blogsome. Dengan demikian jelaslah bahwa bahasa merupakan sarana komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. 2009 by petitevirus Nih. Pendapat Contoh : Masalah yang kita hadapi sebenarnya adalah penyaluran dan pemasaran produksi beras. Definisi b. Paragraf deduktif adalah kalimat utama di awal (umum-khusus) Cirri-ciri paragraph deduktif adalah a. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan isi hati kepada sesamanya. 2. Contoh: Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku? Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini. Ternyata kuncu sukses bukan karena banyaknya modal tetapi karena keuletan. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan). Kesimpulan Contoh : Budi seorang lulusan STM yang kini memiliki bengkel besar ia mengatakan ia berasal dari keluarga kurang mampu yang tidak memiliki modal. http://adegustiann. Paragraf induktif adalah kalimat utama diakhir Cirri-ciri paragraph induktif 1. Menyusun Karangan Ilmiah April 19. Bahkan dengan bahasa pula manusia dapat mengekspresikan jiwa seninya.

1. Asas-asas Mengarang Secara Jelas Di Amerika Serikat dalam tahun 1944 didirikan Robert Gunning Associates. Berikut ini adalah sepuluh asas mengarang secara jelas yang dikemukakannya. Penulisan kalimat yang panjang harus diimbangi dengan kalimat-kalimat yang pendek sehingga meningkatkan kejelasan karangan. Kalimat ‘Bola itu menjebol gawang lawan’ lebih bertenaga dari “Gawang lawan kemasukan bola itu” . Clear News Writing. Pilihlah yang sederhana daripada yang rumit Kata-kata yang sederhana.PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH 1. Put action in your verbs 6. The Technique of Clear Writing. Prefer the familiar word 4. kalimat yang sederhana. Use terms you reader can picture 8. 3. 5. Kalimat-kalimat harus selang-seling antara panjang dan pendek. Kata-kata yang tak perlu hanya melelahkan pembaca dan melenyapkan perhatiannya. Write to express not impress 1. 2. Tie in with your reader’s experience 9. yang menunjukkan gerak akan membuat suatu karangan hidup dan bertenaga untuk menyampaikan pesan/warta yang dimaksud. Prefer the simple to the complex 3. Avoid unnecessary words 5. yang mengandung tindakan. Make full use of variety 10. Hindari kata-kata yang tidak perlu Setiap perkataan harus mempunyai peranan dalam kalimat dan karangan. sebuah badan usaha yang memberikan Penyuluhan Keterbacaan (Readability counseling) dan kursus/latihan dalam penulisan yang jelas (clear writing) kepada berbagai penerbit dan surat kabar. Pendirinya Robert Gunning kemudian mengarang buku-buku berjudul Principles of Clear Writing. bahasa yang sederhana lebih meningkatkan keterbacaan suatu karangan. Keep sentences short 2. Write like you talk 7. Pilihlah kata yang umum dikenal Dalam mengarang pakailah kata-kata yang telah dikenal masyarakat umum sehingga ide yang diungkapkan dapat secara mudah dan jelas ditangkap pembaca 4. Berilah tindakan dalam kata-kata kerja Anda Kata kerja yang aktif. Usahakanlah kalimat-kalimat yang pendek Panjang rata-rata kalimat dalam suatu karangan merupakan sebuah tolok ukur yang penting bagi keterbacaan.

dan untuk menghindari beban atau pemberat yang tidak perlu dalam pemakaian bahasa. 7. Pakailah istilah-istilah yang pembaca Anda dapat menggambarkannya Perkataan yang konkret lebih jelas bagi pembaca daripada perkataan yang abstrak. Harus ada variasi dalam kata.( Widyamartaya. cetakan ke-2.6. The Technique of Clear Writing. Penggunaan Bahasa Tulis I. Bahasa Indonesia untuk Karang Mengarang. Dalam menggunakan kata dan frase 1. bukan untuk mengesankan Maksud utama mengarang ialah mengungkapkan gagasan. hendaknya istilah-istilah yang sangat asing bagi umum tidak dipakai dalam karangan umum 6. Kata Disraelli. hendaknya kata atau frase yang bernilai rasa digunakan secara cermat. 1997: 87) (Disarikan dari buku Robert Gunning. untuk memperkecil banyaknya kata kembar dan kata bersaingan. 2. Karangan yang jelas ialah bilamana dapat dibaca dan dipahami pembaca sesuai dengan latar belakang pengalamannya. 5. “factory town” (kota dengan banyak pabrik) lebih mudah ditangkap maksudnya daripada istilah “industrial community” (masyarakat industri). Sebagai contoh. datar. hendaknya dihindarkan pemakaian kata atau frase yang telah usang atau mati 3. S Poerwadarminta. J. 8. Kaitkan dengan pengalaman pembaca Anda Istilah-istilah yang abstrak memang berguna untuk proses pemikiran. “Keanekaragaman dalam karangan adalah sumber kesenangan dalam pembacaan” 10. karangan menjadi lebih jelas. sepi sehingga membosankan pembaca. Menulislah seperti Anda bercakap-cakap Perkataan tertulis hanyalah pengganti perkataan yang diucapkan lisan. kebolehan. Manfaatkan sepenuhnya keanekaragaman Karangan tidak boleh senada. hendaknya dihindari pemakaian kata asing atau kata daerah bila dalam bahasa Indonesia sudah ada katanya. Mengaranglah untuk mengungkapkan. frase. kecuali bila sudah menjadiperkataan umum. jangan menggunakan kata asing hanya karena terdorong untuk bermegah dan berbahasa tinggi 7. hendaknya kata-kata sinonim dipakai secara cermat pula karena kata-kata sinonim tidak selamanya sama benar arti pemakaiannya. dan bukannya menimbulkan kesan pada pihak pembaca mengenai kepandaian. 1979 . hendaknya dihindari pemakaian kata atau frase tutur dan kata atau frase setempat. 9. Part Two). tetapi licin untuk berkomunikasi karena terbuka bagi macam-macam penafsiran. kalimat maupun ungkapan lainnya. 1952. sebaiknya dipedomani kelaziman dan ketentuan ejaan Sumber : W. atau kehebatan diri penulisnya. sesuai dengan suasana dan tempatnya. 4. Dengan mengungkapkan gagasan seperti halnya bercakap-cakap.

Menentukan suatu tesis percobaan (tentative) atau garis besar acuan sementara yang menjadi arah umum dan tujuan yang hendak dicapai e. gunakan bahasa sederhana dan jernih pengutaraannya 4. informasi. Menata bahan-bahan yang terkumpul berupa catatan-catatan menjadi suatu garis besar (kerangka karangan. cetakan ke-3. arti penting topik. Catatan ini dapat berupa kutipan. gunakan bahasa dengan kalimat aktif. f. gunakan bahasa biasa yang mudah dipahami orang 3. bukan kalimat pasif 6. Rosihan Anwar. j. Pertama-tama kumpulkan semua bacaan/buku yang diperkirakan dapat menjadi sumber (working bibliography). akan terlihat bagian yang sudah cukup bahannya. gunakanlah kalimat-kalimat pendek 2. wawancara dan sebagainya. gunakan bahasa padat dan kuat 7. Mencari sumber yang autoratif c. dan kesempatan b. h. Membatasi pokok soal yang akan dibicarakan agar pengumpulan data.II. Dalam hal terakhir ini. ringkasan atau komentar pribadi. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Mengumpulkan/meminkjam buku-buku dan bacaan yang lain yang akan dipakai sebagai sumber. Menyusun kerangka karangan yang final. gunakan bahasa positif. Dalam menyusun kalimat 1. bukan bahasa negatif Sumber : H. Setelah bahan-bahan itu ditata. Kartu-kartu bibliografi ini diperlukan untuk menyusun catatan kaki. l. outline). sitiran. baru . Pengantar (introduksi) tidak selalu yang pertama kali disusun. Menulis draft pertama karangan (karangan sementara). minat pembaca. Setelah itu. Anda harus membaca buku-buku lain lagi serta mengadakan pengamatan. Memilih sebuah pokok soal (topik) yang dapat ditulis sesuai dengan minat Anda. Mungkin saja batang tubuh karangan ditulis terlebih dahulu. fasilitas. gunakan bahasa tanpa kalimat majemuk 5. yaitu pernyataan-pernyataan pendirian didukung dengan hal-hal yang konkret dan spesifik d. Mencari di perpustakaan judul-judul buku dan artikel yang membicarakan topik yang telah dipilih dan dibatasi. misalnya catatan dengan sistem kartu. working bibliography masih akan dipilihuntuk menyusun final bibliography. Merumuskan tesis final k. lengkap dengan data tentang nama pengarang dan publokasinya. Membaca buku-buku/bacaan-bacaan sumber dengan membuat catatan-catatan. bagian yang belum cukup bahannnya. yaitu sejumlah buku sumber yang sungguh-sungguh akan dipakai untuk menulis karangan ilmiah g./catatan akhir dan daftar pustaka/daftar acuan kelak. Mencatat tiap judul buku/bacaan pada sebuah kartu bibliography. dan fakta serta pengolahannya terfokus dan agar karangan dapat dikembangkan secara memadai. dan bagian yang masih perlu ditambah dengan bahan yang lain. kemudian penutupnya berupa ringkasan atau kesimpulan. 1984 Langkah-langkah Pembuatan Langkah-langkah pokok pembuatan karangan ilmiah adalah sebagai berikut : a. i.

baik dan disarankan. pertautan dan harkat m. 7. Apakah cara penulisan kata. dan tanda baca sesuai dengan EYD? 10. 5. 6. dan lengkapnya analisis data 4. mudah dipahami dan tidak berbelit? 8. Menggunakan tanda baca dan cara penulisan menurut ejaan yang resmi dan berlaku. Pembaca karya ilmiah. 4. kutipan. melainkan apa yang benar. Apakah tesis dijabarkan dengan pikiran-pikiran utama yang jelas dan apakah tiap pikiran utama didukung dengan bukti yang konkret? 5. dan daya tafsir yang memadai atas setiap satuan dan keseluruhan uraian. tepat dan mengenanya implikasi yang dikemukakan serta saran-saran yang diberikan . Jangan mengatakan apa yang tidak benar dan tidak disarankan. 3. dan pembicaraan dari butir ke butir mudah diikuti. dengan mudah kita menuliskan pengantarnya. Apakah pengantar (introduksi) cukup kuat dan menyatakan tesis dengan jelas? 2. daya kupas. Apakah konsistensi dalam segala hal dijaga? 9. Selalu berpegang teguh pada topik (kerangka acuan). seperti : 1. pemakaian huruf. Apakah karangan ditulis dengan mengikuti kerangkanya? 3. harus merasakan adanya daya lukis. Terlalu banyakkah kutipan yang dipakai? 6. 6. tepat. tepat. hipotesis yang diajukan. Apakah penutup cukup menarik? PENYAJIAN KARYA ILMIAH Penyajian karya ilmiah harus enak dan nyaman untuk dinikmati. Merivisi karangan sementara dengan memperhatikan hal-hal berikut 1. konsisten. Apakah paragraf-paragrafnya bertautan? 4. Menggunakan pernyataan-pernyataan positif (afirmatif). konsisten. tepat dan lengkapnya kesimpulan setiap satuan dan keseluruhan analisis data 5. Apakah gagasan-gagasan orang lain diakui demikian dengan sistem catatan yang jelas? Apakah karangan bersih dari plagiarisme? 7. 2. dan memperbaiki rumusanrumusan yang kurang jelas. Dalam membuat draft pertama. catatan kaki atau catatan akhir hendaknya diletakkan pada tempatnya dan ditulis dengan jelas dan setepat-tepatnya. atau yang boros kata. Membaca kembali segala sesuatu yang telah dituliskan. Selalu mengusahakan dan dipenuhinya asas-asas kesatu-paduan. Apakah daftar pustaka tersusun secara cermat dan konsisten? 11. perhatikanlah petunjuk berikut ini 1. 3. Tiap kata digunakan dengan sadar akan arti dan maknanya (denotasi dan konotasinya). Baris-baris karangan sementaraini sebaiknya cukup longgar untuk memberi tempat kepada koreksi-koreksi perbaikan. Dalam menulis karangan sementara ini. kurang tepat. Logikanya ialah bahwa setelah mengetahui kemana pembaca harus diantar.disusun pengantarnya. kemampuan deskripsi data memberikan “isyarat” ke tahap berikutnya. tepat dan jelasnya kesimpulan menjawab masalah penelitian/tujuan penulisan karya tulis. dan lengkapnya deskripsi data 2. kata-kata dan susunan kalimat sederhana. Apakah bahasanya sederhana.

daftar saran (a list of recommendations) j. isi. lampiran (kalau ada) f. abstract atau sari (inti sari tulisan hasil penelitian yang hendak disajikan) . pengantar laporan (an introduction to the report) g. daftar isi (a table of contents) d. Indeks (index) 3. tertatanya segala sesuatu (asas organisasi). daftar ilustrasi. kerangka makalah c. surat penyerahan (a letter of transmittal) b. data yang diolah disajikan sekurang-kurangnya dengan tatanan sebagai berikut : a. daftar bacaan atau daftar acuan (bibliography or list of references). J. yakni terdiri atas tiga bagian : Bagian Awal. judul (berikut nama penulis dan tempat tugas pekerjaannya) 2. dan sifat-sifat penanganan penulisan yang bersungguh-sungguh. terdiri dari (1) pernyataan tesis (gagasan pokok) makalah pada pengantar (2) penjabaran gagasan pokok makalah pada batang tubuh (3) kesimpulan dan pernyataan ulang gagasan pokok makalah pada penutup d. l. dengan penyajian sebagai berikut : 1. bagan. table. Dapat juga diberikan saran untuk penelitian lanjutan dan pengembangan ilmu dan peningkatan pembinaan). judul/halaman judul b. Slamet Soeseno memberikan langkah-langkah penyusunan naskah ilmiah. atau penerapan praktis pada pemecahan masalah dan penentuan kebijakan.(implikasi merupakan dampak teoritis terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Makalah Mahasiswa Dalam makalah mahasiswa. perumusan hipotesis dan uji kebenarannya d. Bagian Teks dan Bagian Akhir. Laporan Resmi Menurut Edward P. Laporan Penelitian Menurut Slamet Soeseno Dalam bukunya yang berjudul Teknik Penulisan Ilmiah Populer. dan grafik (a table of illustrations. penulisan laporan penelitian. bertanggung jawab dan kolaboratif. seperti : a. perumusan masalah b. halaman judul ( a title page) c. batang tubuh laporan (the body of the report) h. tables. charts. Saran hendaknya bersifat operasional. catatan akhir (bila dipakai system ini) e. 1. Ada berbagai bentuk organisasi laporan penelitian dan sejenisnya. Namun bentuk-bentuk organisasi itu pada dasarnya sama. 7. J. Corbett Edward P. and graphs) e. studi literature dan pengamatan kenyataan c. sari laporan (an abstract of the report) f. daftar pustaka 2. daftar kesimpulan (a list of conclusions) i. Corbett menyarankan bentuk penyajian laporan resmi sebagai berikut : a. lampiran-lampiran (appendices) k.

bab kesimpulan i. menyiapkan produk akhir (preparing the final product). hasil penelitian dan pembahasan. daftar table e. penerima laporan b. Penyusunan Laporan Menurut John P. menganalisis masalah (analyzing the problem) b. berisi a. daftar pustaka k. John P. mengecek laporan (checking the results) g. kata pengantar c. merancang produk (designing the product) e. Theses. Articles (1978). Riebel memberikan langkah-langkah penyusunan laporan sebagai berikut : a. uraian pelaksanaan dan tafsiran maupun rekaannya 5. Riebel Dalam bukunya How to Write Reports. pelaksana. menyelidiki masalah (investigating the problem) d. kesimpulan dan saran b. bahan dan metode penelitian yang dipakai b. pengkajian kebenaran dalam seminar 4.3. lampiran 5. Laporan penelitian Menurut Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Untuk laporan penelitian. referensi atau acuan (daftar acuan) e. menyusun produk (constructing the product) f. bab pendahuluan g. bab pengolahan data h. tubuh utama (batang tubuh). abstrak f. bab hambatan dan saran j. judul. penutup. Penjelasan a. ucapan terima kasih kepada mereka yang telah membantu terlaksananya penelitian 6. merencanakan penanganan masalah (planning the treatment of the problem) c. berisi a. Papers. daftar isi d. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa mengemukakan bentuk penyajiannya sebagai berikut : a. Menganalisis Masalah (1) Siapa yang akan membaca laporan? (2) Apakah tujuan laporan? (3) Tindakan apa yang diinginkan perusahaan? (4) Bagaimana ruang lingkup/cakupan laporan (5) Apakah yang telah diminta secara khusus? (6) Dalam berapa lama laporan harus diselesaikan? (7) Manakah petunjuk-petunjuk atau perintah khusus yang harus dipertimbangkan? . mengubah/membenahi produk (modifying the product) h. pendahuluan (informasi latar belakang dan identifikasi masalah yang membawa kepada pembicaraan tentang masalah dan pemecahannya) 4.

Mengecek Laporan .b. saran. Menyelidiki Masalah (1) Apakah datanya teliti (cermat)? (2) Apakah datanya lengkap? (3) Apakah ada cukup data untuk tulisan yang dimaksud? (4) Apakah semua tahap yang penting telah diliput? (5) Manakah fakta-fakta dan hasil-hasil yang paling penting? (6) Apakah kesimpulan sunguh-sunngu muncul dari data? (7) Apakah yang harus ditekankan: data. apa saja harus dimasukkan : fakta. data spesifik. laporan dapat diperpendek kelak f. kembali ke permulaan kelak (3) Menulislah dengan secepat-cepatnya tanpa terlalu memusingkan pemakaian kata setepat-tepatnya dan pemakaian ejaan dan tanda baca secermat-cermatnya. hasil-hasil. tujuan dan ruang lingkup? (6) Apakah kerumitan maslah memerlukan daftar isi. informasi. atau gabungan semua itu? (2) Apa yang telah diketahui. Merancang Produk (1) Bagaimana penataannya sehingga tujuan laporan akan terpenuhi dengan sebaikbaiknya? (2) Seberapa jauh pembaca dapat memahami kata-kata teknis (3) Bagaimanakah penataan bahan yang sebaik-baiknya agar laporan berguna berguna sebesarnya dan menghemat waktu pembaca sebanyak-banyaknya? (4) Manakah bentuk khusus yang akan mendukung dengan sebaik-baiknya penggunaan laporan kelak? (5) Apakah diperlukan suatu pernyataan pelimpahan (penugasan). indeks atau ringkasan (7) Untuk kejelasan maksud. ejaan. Pilihlah kata. metode. detail-detail dan ilustrasiilustrasi manakah yang diperlukan? (8) Fakta-fakta yang ahrus ditafsirkan? (9) Manakah bagian-bagian yang harus ditekankan? e. dan tanda baca dicek kemudian hari (4) Bekerjalah bertahap jika laporannya panjang dan kompleks (5) Masukkanlah segala sesuatu yang penting. hasil. Merencanakan Penanganan Masalah (1) Informasi. ataukah kesimpulan? (8) Apakah sifat laporan memerlukan bahwa semua tahap disajikan dengan terperinci? d. apa yang tidak diketahui? (3) Manakah unsur-unsur yang lebih penting dan yang kurang penting? (4) Manakah studi atau laporan-laporan sebelumnya yang dapat membantu? (5) Siapa yang dapat membantu? (6) Manakah urutan sementara yang akan diikuti untuk penyelidikan? c. contoh-contoh. Menyusun Produk (1) Ikutilah penataan yang sudah ditentukan (2) Janganlah menyia-nyiakan waktu untuk bagaimana mulai. kesimpulan.

Isi a. jika perlu. Penataan atau tatanan a. Apakah kalimat-klaimatnya langsung dan berhasil guna? f. jika perlu. Apakah bahannya cukup lengkap untuk memenuhi tujuan laporan? b. penambahan. http://petitevirus. Mengubah/Membenahi Produk • • • • Adakah perubahan.wordpress. Apakah perlu daftar isi. Apakah gaya tulisnya memudahkan pembacaan yang cepat? b. Apakah ada hubungan tahap yang satu dengan tahap yang lain jelas? e. Apakah bentuk laporan memudahkan bagian-bagiannya dicapai? b. perincian kata. Apakah ada kata-kata usang yang harus dihilangkan? e. atau penghapusan yang perlu dalam isi laporan Ubahlah. Apakah fakta-fakta perlu interpretasi lebih banyak? d. Apakah perlu lebih banyak contoh . Apakah pokok-pokok yang utama sudah cukup ditekankan? 3. Apakah bentuk laporan sudah selesai dengan koordinasi dan subordinasi bahanbahannya? d. Apakah topiknya dikemukakan bertahap secara jelas? d. Apakah arti yang setepatnya terungkapkan/tersampaikan? c. ejaan. Gaya Tulis a. jika perlu bentuknya i. Apakah ejaan dan tanda baca betul? g. atau ilustrasi? c. dan gaya tulisnya Ubahlah. tanda baca. Apakah topiknya jelas sejak permulaan? b. Apakah ada pemborosan ruang pada permulaan laporan? c. Apakah kesimpulan memberikan pandangan yang diinginkan pembaca? 2. Menyiapkan Produk Akhir (1) Gunakanlah bahan-bahan kertas yang baku (2) Siapkanlah laporan yang rapi dan teliti bentuknya (3) Hanya perubahan-perubahan kecil saja diperbolehkan pada naskah jadi.1. Apakah laporan jelas untuk rujukan di kemudian hari? d. penataan laporan Ubahlah.com/2009/04/19/menyusun-karangan-ilmiah/ . Bentuk a. indeks dan ringkasan? 4. Apakah awal dan akhir tiap paragrap ditunjukkan dengan menggunakan judul dan spasi secukupnya? c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful