MANAJEMEN DALAM KEPERAWATAN

Posted on Mei 12, 2008 by harnawatiaj MANAJEMEN DALAM KEPERAWATAN Manajemen: Proses melaksanakan pekerjaan melalui upaya orang lain (Gillies). Manajemen keperawatan: sebagai proses pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui staf keperawatan untuk memberikan Asuhan Keperawatan, pengobatan dan rasa aman kepada pasien/keluarga/masyarakat. MANAJEMEN KEPERAWATAN Tugas khusus yang harus dilaksanakan oleh pengelola keperawatan untuk merencanakan, organisasi, mengarahkan serta mengorganisasi sumber-sumber yang ada (dana dan daya) untuk membuat pelayanan efektif. PROSES MANAJEMEN KEPERAWATAN Pendekatan sistem terbuka masing-masing komponen saling berhubungan dan berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungan. Komponen dari Manajemen Keperawatan. 1.Input 2.Proses 3.Output 4.Kontrol 5.Feed back mechanism INPUT Informasi Personal Peralatan Fasilitas PROSES Kelompok manejemen [dari tertinggi sampai dengan perawat pelaksana] yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melaksanakan perencanaan, organisasi, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan. OUTPUT Askep (Asuhan Keperawatan) Pengembangan staf sampai dengan riset KONTROL Budget Prosedur Evaluasi Kinerja Akreditasi

Spain of –control Ada garis kontrol 6. Manajer keperawatan merupakan fungsi utama bidang keperawatan. 7. Filosofi Manajemen Keperawatan.FEED BACK MECHANISM Laporan Financial Audit Keperawatan Survey Kendali Mutu Kinerja Prinsip yang mendasari mananejemen keperawatan. Pengetahuan dan keterampilan amat diperlukan dalam pengambilan keputusan yang profesional. 10. Proses keperawatan individual menunjang pasien untuk mencapai kesehatan optimal.Berlandaskan perencanaan 2.Pengendalian. Manajemen partisipasif yang berlandaskan pada paradigma keperawatan: Manusia akan tertarik dan terikat pada pekerjaannya.Penggunaan waktu yang efektif 3. Semua sistem berfungsi untuk mencapai tujuan kelompok dan merupakan tujuan bersama untuk menetapkan tujuan bersama. Tujuan kelompok akan lebih mudah dicapai oleh kelompok. . Prinsip Pengorganisasian a. Fungsi koordinasi dan pengendalian amat penting dalam pencapaian tujuan. Pendidikan berkelanjutan. 9.Terorganisir sesuai kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan. Mengerjakan hari ini lebih baik dari hari esok.Tujuan dan kewewenangan yang sesuai e.Koordinasi c.Unity of command d.Pengembangan staf.Memenuhi kebutuhan ASKEP pasien 5.Pengarahan: Pendelegasian supervisi. Individu memiliki hak dan tanggung jawab untuk mendelegasikan kewenangannya pada mereka yang terbaik dalam organisasi. Kerangaka Konsep Manajemen Keperawatan. Setiap individu memiliki karakteristik dan motivasi. 1. Persamaan kualifikasi harus dipertimbangkan. 8.The devision work b. Jika informasi yang bermanfaat dan layak pada individu akan membuat keputusan terbaik untuk dirinya sendiri.Divisi keperawatan yang baik memotivasi karyawan untuk penampilan kerja yang baik.Menggunakan komunikasi yang efektif. minat dan cara untuk mencapai tujuan kelompok.Hubungan staf dan Lini ( sejajar ) f. Peningkatan mutu kinerja perawat.Melibatkan pengambilan keputusan kepuasan pasien sebagai tujuan–4. koordinasi dan pengendalian pelaksanaan rencana.

peran dan fungsi serta etika profesi yang digunakan pemimpin.Menginterpretasikan sikap pemimpin.Menerangkan sifat. 3. 2. 3.Memberikan pendekatan terhadap masalah sosial yang terkait dengan fungsi kepemimpinan. Perawat berkewajiban untuk memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga.Early Management Theories .Early Leadership Teories (Trait : Greatman.Konsep pemikiran dan pendekatan yang digunakan TUJUAN Menjadi pemimpin efektif. KEPEMIMPINAN Cabang dari ilmu administrasi. 1. dan hubungan untuk menjelaskan informasi yang berhubungan dengan teori.Kepemimpinan dan keterampilan teknis untuk menerapkan teori dan prinsip kepemimpinan.Skill.Generalisasi serangkaian fakta tentang sifat. Membantu pencapaian tujuan organisasi TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) TUJUAN Mendeteksi persamaan. 2.Hubungan antar manusia. perbedaan. Keterampilan manejer : 1.Memberikan pemahaman tentang kepemimpinan. Menghargai pasien dan haknya untuk mendapatkan ASKEP yang bermutu. TEORI KEPEMIMPINAN 1.Menjelaskan latar belakang. Behavioral : Task Relationship). 2. dan alasan dan syarat pemimpin. 3. Perawat adalah advokat pasien. TEKNIK KEPEMIMPINAN 1. perilaku dan konsep kepemimpinan. Hubungan antar manusia. 2.Konseptual. Pengaruh Ketaatan Pemimpin Bawahan Merupakan ilmu terapan dari ilmu sosial. Tappen (1995) Pengorganisasian Teori 1.Tim keperawatan bertanggung jawab dan bertanggung gugat untuk setiap tindakan keperawatan yang diberikan. 2.

.Self Confidence Dapat diajarkan pada orang lain. . Karakteristik Individu Aplikasi dalam keperawatan Keterbatasan fisik mempengaruhi keterampilan pemimpin. Dibawa dari lahir. Identifikasi esensial kepribadian. kualitas baik. z). Tanggung jawab pertama oleh pimpinan.–Efficiency 2.Keterampilan .Intelegensi .Inisiatif .TRAIT Dasarnya teori Greatman. Aplikasi dalam keperawatan Kepemimpinan perawatan dipengaruhi oleh kepribadian.Greatman Percaya/yakin menjadi pemimpin yang baik.Transfortional. Kuantitas. Keputusan oleh pemimpin. EARLY LEADERSHIP .Situasional (Contingency). Diajarkan disekolah/pendidikan keperawatan.Teori motivasi (x.Energi dan antusias . .Pengetahuan . .–Out put Sangat efisien. .Aplikasi dalam keperawatan Posisi perawat menentukan posisi dasar dalam kemampuan pemimpin. Efektif untuk semua situasi.Interactional (Work Unit Culture). Tidak dapat dipelajari. Kepemimpinan dibawa dari lahir akan efektif.Demokratis . y. .(Scientific Management Human Relations) ¬ Contemporary Leader Manager Theories . Aktivitas pimpinan tinggi. GAYA KEPEMIMPINAN 1.Autokratis Kebebasan sangat sedikit. Kontrol tinggi.

Keputusan pimpinan dengan kelompok. kreatif. PERILAKU KEPEMIMPINAN KATEGORI .Domination. Kontrol sedang. Tanggung jawab bebas.Kerjasama . Aktivitas pimpinan tinggi. Pengambilan keputusan.Reproduktif . Effisiensi Tidak efisien. kepada siapa menggunakan gaya kepemimpinan tersebut.Evaluasi . Kepala Bidang Keperawatan Menetapkan Kerangka Kerja . Tidak ada kontrol. PENGORGANISASIAN PELAYANAN KEPERAWATAN Dalam manajemen banyak aktifitas penting : Mengelola Asuhan keperawatan secara efektif dan efisien untuk sejumlah pasien di RS dengan jumlah tenaga keperawatan dan fasilitas yang ada. Out put. bisa dari kelompok. Aplikasi dalam keperawatan Pimpinan belajar kapan. . Tanggung jawab tinggi. .: Memudahkan tugas dan memudahkan pengawasan Prinsip untuk memberikan pelayanan optimal Pembagian kerja.Menentukan jalinan hubungan kerja antar tenaga di RS.Menciptakan hubungan antara kepala ± staf. bagaimana. High Quality.Kebebasan sedang. Pimpinan keperawatan mengerti konsep dan hubungan dengan orang lain dan tujuan. 3. kualitas menurun. APLIKASI DALAM KEPERAWATAN Pimpinan mengerti apa yang harus dilakukan.Initation . juga bisa tidak dilibatkan. Out put Bervariasi.Produktif .Laissez Faire Sangat bebas. Efficiency. kurang efisien dibanding autoriter.Organisasi . . Aktifitas pimpinan minimal.Komunikasi .Mengelompokkan dan membagi kegiatan.

# Variasi tugas. PENDELEGASIAN TUGAS Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada staf dalam batas-batas tertentu. . * Pengembangan prosedur.Sifat kegiatan. . KOORDINASI Keselarasan tindakan.Pendelegasian tugas. * Job dikripsi.Hasil yang diharapkan * Tetapkan tugas.Batas wewenang dan tanggung jawab.Peran dan fungsi perawat di RS. MANAJEMEN WAKTU Pengelolaan waktu dalam memberikan pelayanan keperawatan yang optimal: . * Kesimpulan staf tentang tanggung jawabnya.Ruang lingkup tugas kabid keperawatan dan kedudukan dalam organisasi. * Waktu untuk mengontrol. MANFAAT KOORDINASI : .Pendidikan dan pengalaman kerja karyawan.Kemampuan staf. PEMBAGIAN KERJA . . # Penggolongan tugas berdasarkan kesulitan/waktu. Koordinasi. * Uraikan hasil spesifik. . * Jelaskan batas wewenang dan tanggung jawab staf. # Perincian aktivitas/ruangan. Pendelegasian tergantung : . . .Menghindari perasaan lebih penting dari yang lain. usaha dan sikap dan penyesuaian antara tenaga diruangan keperawatan. * Deskripsi hasil kerja. * Evaluasi hasil. Manajemen waktu.Menumbuhkan rasa saling membantu. # Perincian tugas yang jelas. . .Menimbulkan kesatuan tindakan dan sikap antar staf.Hal yang dapat didelegasikan kepada staf dan kepada tenaga non keperawatan. # Jumlah tugas. * Pilih orangnya. * Berikan dukungan.

. . Yang perlu diperhatikan : . .Orientasi tempat/fasilitas yang ada. .Misi.Prosedur pekerjaan. REKRUT TENAGA DAN SELEKSI Tugas yang sulit dan mencemaskan.Mendelegasikan. .Orientasi Institusi . .Rapat yang tidak produktif. HAMBATAN PADA MANAJEMEN WAKTU . . visi Rumah Sakit.Orientasi Pekerjaan . .Terperangkap dalam pekerjaan. * Data biografi..Menentukan prioritas pekerjaan.Tidak dapat mengatakan tidak.Telepon.Program recruiting. proses motivasi dan pengembangan sumber daya manusia dalam memenuhi kepuasan untuk tercapainya tujuan individu. b.Pengembangan Pengembangan tenaga baru berlaku setelah masa orientasi. organisasi dimana di berkarya.Menunda karena takut salah.Pengembangan staf. .Memeriksa kembali porsi aktivitas.Analisa waktu yang digunakan. . .Prosedur penerimaan. . * Surat rekomendasi. .Tamu yang tidak terencana. ORIENTASI DAN PENGEMBANGAN a.Kebijakan Rumah Sakit.Struktur dan kepemimpinan. .Kebijakan.Evaluasi kerja.Program pengembangan tenaga baru. . . . .Profil karyawan keperawatan saat itu. c.Metode recruiting. . . KETENAGAAN Pengaturan proses mobilisasi potensi.Hubungan antara karyawan. * Wawancara. .Job deskripsi. * Psychotest.

PENJADUALAN Penentuan pola dines dan libur untuk karyawan pada suatu bangsal atau unit tertentu. .Orientasi.Pengetahuan. 3.In house education on the job.Turn-over.Kejenuhan Keadaan dimana individu merasa dirinya kurang kemampuannya. .Pengembangan. 2. . .Kenaikan pangkat. .d.Kelompok karyawan yang banyak.Kemangkiran.Penempatan. .Mutasi Pemindahan dari pekerjaan/jabatan yang baru ke pekerjaan/jabatan lain. . .Introduksi training untuk staf baru. . . Rata-rata turn-over pertahun dibagi jumlah tenaga perunit di kali 100.Perubahan job deskripsi.Peningkatan tugas.Beban kerja berlebihan. Mengurangi Turn Over . PENGEMBANGAN Tujuan membantu individu dalam meningkatkan diri dalam : .Pengembangan. . . HAMBATAN DALAM KETENAGAAN 1.Tempat tinggal jauh.Penghargaan 1. .Pelayanan dibidangnya.Peran dan fungsi yang kurang jelas. . . kerja keras tapi kurang produktif.Mengurangi kejenuhan.Ketrampilan. 2. .Merasa terisolasi. . JENIS PENGEMBANGAN .Promosi.Terlalu lama pada suatu bagian.Sakit.Pendidikan berkelanjutan. Pertimbangan pimpinan dalam penjadualan : . .Penerimaan karyawan. TUJUAN .

6.Berapa lama sebelumnya jadual dapat dilihat oleh staf.Apakah ada tenaga ekstra (part time) ? .Hari libur mingguan dapat dipecah/beruntun.Jadual harus dapat meningkatkan perawatan yang berkesinambungan dan pengembangan kerja tim. . Manfaat pertukaran dinas yang sesuai pola kehidupan perawat. PENYEBAB OVER STAF .Berapa lama penggantian/rotasi shift ? .Adaptasi terhadap ritme tubuh.Bagaimana menciptakan komunikasi terbuka antara staf ? PRINSIP PENJADUALAN 1. . . . .Kecenderungan pimpinan membuat kompensasi dengan menghitung tenaga berdasarkan sensus maksimal.Hari apa kalender penjadualan mulai ? . 2. 4. 5.Memudahkan kepala ruangan mengevaluasi. .Perawat dapat menyusun pola hidupnya dalam keluarga. .Bagaimana penjadualan yang disusun secara sentralisasi oleh Karu.Frekuensi dan variasi tidak dapat diramalkan. . 3. . .Siklus penjadualan serta jam kerja adil antar staf. PENANGGULANGAN TENAGA Mengontrol variasi ketenagaan dengan jalan kombinasi jam dinas tenaga lepas dan pemerataan.7 jam/shift : 6 hari kerja : 40 jam/minggu.Keluhan pasien tentang pelayanan.8 jam/shift : 5 hari kerja : 40 jam/minggu.10 jam/shift : 4 jam kerja : 4 jam/minggu.. .Jumlah tenaga serta komposisi cukup untuk tiap unit dan shift.Delegasi untuk diagnostik. kepala instalasi rawat nginap ? .Adaptasi perubahan lingkungan. Menyebabkan Manusia perlu .Berapa lama waktu untuk mengajukan libur mingguan/cuti.Keseimbangan kebutuhan tenaga dan pekerjaan serta rekreasi. supervisor. .Semua karyawan ditugaskan sesuai siklus.Berapa lama jadual disiapkan ? .Bila jadual sudah dibuat penyimpangan dilakukan dengan surat permohonan.Pertukaran dinas rotasi ± Merupakan hal yang umum.Waktu kerja maksimum dan minimum ? . MACAM-MACAM CARA DINAS : .

Sakit/Izin : 12 hari.4 jam.Minimal Care. Menurut Althaus et al 1982 dan Kirk 1981 : .Peraturan Menkes RI No. Membutuhkan waktu 10 ± 14 jam dengan rata-rata efektif 12 jam/24 jam. CARA MENGHITUNG JUMLAH PERAWAT/TAHUN : 1. * Bayi 2. 1. . 2.5 jam/24 jam.Level IV (intensif care) : 7. . 262/Menkes/Per/VII/1979. 4.2 jam. . * Post partum 3.Level II (Intermediate) : 4. * Bedah 3. . tentang perbandingan tempat tidur dengan jumlah perawat : RS tipe A ± B.0 jam.5 jam.2 jam.5 jam/24 jam.Intensif Care. .Cuti tahunan : 12 hari. 3 ± 4 perawat : 2 tempat tidur.4 jam. Membutuhkan waktu 5 ± 6 jam dengan rata-rata waktu efektif 5.Intermediate. * Anak-anak 4. .5 jam. perbandingan minimal. 5. Membutuhkan waktu 3 ± 4 jam dengan waktu efektif 3.Hari besar : 10 hari.Modified Intensif Care.0 jam. .Hasil workshop perawatan di ciloto.Level I (Minimal) : 3.Hari kerja efektif/tahun : 225 ± 260 hari.Cuti hamil rata-rata : 29 hari.Self Care. Membutuhkan waktu 7 ± 8 jam dengan waktu rata-rata 7. 2. . Jumlah perawat : Pasien = 5 : 9/shift. dengan 3 shift/24 jam dengan perhitungan sbb : .5 jam/24 jam. 3. 3. * Bedah dan interna 3. Catatan : BOR = * PT * TT KLASIFIKASI PASIEN 1.Libur mingguan : 52 hari.PERHITUNGAN TENAGA KEPERAWATAN.Menurut Depkes Filipina tahun 1984. Membutuhkan waktu 1 ± 2 jam dengan waktu efektif 1.Disesuaikan dengan kebijakan RS yaitu dengan : Menentukan jumlah perawatan efektif pasien dalam 24 jam.Level III (Maksimal) : 5.4 jam.6 jam. * Interna 3. .5 jam/24 jam. 1971. -Jam rata-rata pasien dalam 24 jam.

Jumlah hari kerja efektif perawat dalam 1 tahun. Rata-rata jumlah pasien x rata-rata jam perawatan pasien dalam 24 jam Jumlah jam kerja/hari 2. 3.Jam kerja perawat dalam 1 tahun : Hari kerja efektif x jam kerja sehari.Cara Ratio. TPP : Tenaga paramedis perawatan/tenaga perawat. TIPE RS TM/TT TPP/TT TNPP/TT T NON P/TT A & B 1/( 4-7 ) ( 3-4 )/2 1/3 1/1 C 1/9 1/1 1/5 ¾ D 1/15 ½ 1/8 2/3 E Disesuaikan KETERANGAN : TM : Tenaga medis. T non P : Tenaga non perawatan.Cara menghitung jumlah perawat yang bertugas dalam 24 jam. kebutuhan tenaga sebagai berikut : 10-11 tenaga medis.Jumlah jam perawatan yang dibutuhkan/tahun : Jumlah rata-rata pasien/hari x rata-rata jam perawatan dalam 24 jam x jumlah hari dalam 1 tahun. . Menghitung kebutuhan berdasarkan beban kerja yang kita perhitungkan sendiri. TNPP : Tenaga non paramedis perawatan. TT : Tempat tidur. Analisa kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasien. 75 tenaga adm.SK Menkes No. Penggunaan tempat tidur rata-rata. 20 tenaga pembantu perawat. sehingga memenuhi standar profesi. Contoh : Sebuah RS tipe C dengan jumlah TT 100 buah.Cara menghitung jumlah perawat yang bebas tugas : Total jumlah hari yang tidak dibutuhkan x karyawan yang bekerja Total jumlah hari kerja/tahun/orang CARA LAIN PERHITUNGAN TENAGA 1. Umum. Cari jumlah seluruh petugas perawatan yang dibutuhkan/24 jam.Tenaga yang dibutuhkan : Jumlah jam perawatan dalam I tahun Jumlah jam perawat dalam 1 tahun PERHITUNGAN TENAGA YANG CUTI HAMIL 1. 2. 1. 262 tahun 1979. . keuangan dan urusan non medis lainnya.Cara Need. 100 tenaga paramedis. 2.

D = C x BOR/80 .31 menit. .Tahap 3 Hitung C : Jumlah jam perawatan seluruh pasien selama 1 tahun. 3. . S2 : Jumlah minggu dalam 1 tahun.Tahap 1 Hitung A : Jumlah jam perawatan dalam 24 jam perpasien.Diskripsi tentang pelayanan yang diberikan kepada pasien.Formula Gillies (1994). Efektif perhari (8-2 jam). 1984 4. Rumus sensus harian : TT x BOR 6.28 menit.Kasus mendesak : 71.Tahap 4 Hitung D : Jumlah perkiraan realistis jam perawatan yang perawatan yang dibutuhkan selama 1 tahun. Keterangan : A : Rata-rata jam perawatan/hari.69 menit. A x B x 365 (365 ± hari libur x jam kerja/hari).Cara Demand. C = B x 365 . E = D/1878 Hari efektif ± 52 dan jam kerja.Formula NINA (1990). .Tahap 2 Hitung B : A x TT. B : Sensus harian rata-rata. . Menurut kegiatan yang nyata dilakukan oleh perawat. TT : Tempat tidur. Keterangan : A : Rata-rata jam perawatan/hari. 25 % : Penyesuaian terhadap produktivitas.Kasus gawat darurat : 86. Kebutuhan pasien menurut Depkes Filipina. 5. BOR : Kapasitas pemakaian tempat tidur. . Standar waktu yang diperlukan agar berjalan baik (Hudgin¶s 82). A x 52 x 7 x TT x BOR + 25 %. Menurut Tatuko (1992) : .Tahap 5 Diperoleh E : Jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan. .Kasus tidak mendesak : 33. 41 mg x 40 jam.Formula Lokakarya keperawatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful