Asam sulfat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Asam sulfat

Nama IUPAC[sembunyikan] Asam sulfat Nama lain[sembunyikan] Minyak vitriol Identifikasi Nomor CAS Nomor EINECS Nomor RTECS Rumus molekul Massa molar Penampilan Densitas Titik leleh Titik didih Kelarutan dalam air Keasaman (pKa) Viskositas MSDS Klasifikasi EU [7664-93-9] 231-639-5 WS5600000 Sifat H2SO4 98,08 g/mol cairan bening, tak berwarna, tak berbau 1,84 g/cm3, cair

tercampur penuh −3 26,7 cP (20 °C) Bahaya ICSC 0362 Korosif (C)

S26. Oksidasi besi sulfida pirit oleh oksigen molekuler menhasilkan besi(II). S30. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak. atau Fe2+: 2 FeS2 + 7 O2 + 2 H2O → 2 Fe2+ + 4 SO42− + 4 H+ Fe2+ dapat kemudian dioksidasi lebih lanjut menjadi Fe3+: 4 Fe2+ + O2 + 4 H+ → 4 Fe3+ + 2 H2O Fe3+ yang dihasilkan dapat diendapkan sebagai hidroksida: . yang terjadi karena oksidasi sulfur dioksida di atmosfer dengan keberadaan air (oksidasi asam sulfit). S45 tak ternyalakan Senyawa terkait Asam selenat Asam klorida Asam nitrat Asam sulfit Asam peroksimonosulfat Sulfur trioksida Oleum Sangkalan dan referensi Frasa-R Frasa-S Titik nyala Asam kuat terkait Senyawa terkait Kecuali dinyatakan sebaliknya. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. asam sulfat merupakan komponen utama hujan asam. misalnya besi sulfida. H2SO4. Air asam ini mampu melarutkan logam-logam yang ada dalam bijih sulfida. sintesis kimia. Sulfur dioksida adalah produk sampingan utama dari pembakaran bahan bakar seperti batu bara dan minyak yang mengandung sulfur (belerang). yang akan menghasilkan uap berwarna cerah yang beracun. Kegunaan utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral. dengan nilai perdagangan seharga US$8 juta. Air yang dihasilkan dari oksidasi ini sangat asam dan disebut sebagai air asam tambang. Produksi dunia asam sulfat pada tahun 2001 adalah 165 juta ton. Keberadaan Asam sulfat murni yang tidak diencerkan tidak dapat ditemukan secara alami di bumi oleh karena sifatnya yang higroskopis. 100 kPa) Asam sulfat. Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfida.Indeks EU 016-020-00-8 NFPA 704 0 3 2 W R35 (S1/2). merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25°C. Walaupun demikian.

belerang dipanaskan untuk mendapatkan sulfur dioksida: S (s) + O2 (g) → SO2 (g) Sulfur dioksida kemudian dioksidasi menggunakan oksigen dengan keberadaan katalis vanadium(V) oksida: . dan ketika bergabung dengan air. kemungkinan sebagai bagian dari mineral Europa. Pada langkah pertama. Sulfur trioksida sangatlah reaktif dan berdisosiasi menjadi sulfur dioksida dan oksigen atomik. Awan permanen Venus menghasilkan hujan asam yang pekat sama halnya atmosfer bumi menghasilkan air hujan. CO2 → CO + O SO2 + O → SO3 SO3 + H2O → H2SO4 Di bagian atas atmosfer Venus yang lebih dingin. asam sulfat mulai berdekomposisi menjadi sulfur trioksida dan air (dalam fase gas). sulfur dioksida. Foton ultraviolet dengan panjang gelombang kurang dari 169 nm dapat mengakibatkan fotodisosiasi karbon dioksida menjadi karbon monoksida dan oksigen atomik. Beberapa ilmuwan planet lebih condong menginterpretasikan spektrum ini sebagai ion sulfat. di mana keduanya akan diubah kembali lagi menjadi asam sulfat. dan air melalui proses kontak. Asam sulfat di luar angkasa Atmosfer Venus Asam sulfat diproduksi di atmosfer bagian atas Venus dari karbon dioksida. Nilai pH yang lebih rendah dari nol telah terukur pada air asam tambang yang dihasilkan oleh proses ini. asam sulfat terdapat dalam keadaan cair. Sulfur dioksida dan uap air kemudian naik secara arus konveksi dari lapisan tengah atmosfer menuju lapisan atas. yang akan kemudian mengoksidasi karbon monoksida menjadi karbon dioksida. Pada permukaan es Europa Spektrum inframerah dari misi Galileo NASA menunjukkan adanya absorpsi khusus pada satelit Yupiter Europa yang mengindikasikan adanya satu atau lebih hidrat asam sulfat.Fe3+ + 3 H2O → Fe(OH)3 + 3 H+ Besi(III) atau ion feri juga dapat mengoksidasi pirit. dan uap air secara fotokimia oleh cahaya matahari. asam sulfat akan dipanaskan dan melepaskan uap air. Ketika ia bereaksi dengan sulfur dioksida yang merupakan sekelumit bagian dari atmosfer Venus. dan awan asam sulfat yang tebal menghalangi pandangan permukaan Venus ketika dipandang dari atas. Ketika mencapai temperatur di atas 300 °C. oksigen.[1] Pembuatan Asam sulfat diproduksi dari belerang. sulfur trioksida dihasilkan. Ketika oksidasi pirit besi(III) terjadi. Interpretasi spektrum ini kontroversial. dan siklus ini kemudian berulang. Oksigen atomik sangatlah reaktif. proses ini akan berjalan dengan cepat. Atmosfer Venus menunjukkan adanya siklus asam sulfat. sehingga asam sulfat tersebut menjadi lebih pekat. Setelah tetesan hujan asam sulfat jatuh ke lapisan atmosfer yang lebih panas. akan menghasilkan asam sulfat.

Polaritas dan konduktivitas H2SO4 anhidrat adalah cairan yang sangat polar. ataupun oleum.61%. juga dikenal sebagai asam sulfat berasap. Konduktivitas listriknya juga tinggi. Senyawa ini disebut sebagai asam pirosulfat. Mutu teknis H2SO4 tidaklah murni dan seringkali berwarna. SO3(g) + H2O (l) → H2SO4(l) Sebelum tahun 1900. ia akan melepaskan SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam 98. namun cocok untuk digunakan untuk membuat pupuk. asam bilik atau asam pupuk. 73. Oleum kemudian diencerkan ke dalam air menjadi asam sulfat pekat. Terdapat berbagai jenis konsentrasi asam sulfat yang digunakan untuk berbagai keperluan: • • • • • 10%. Ia memiliki tetapan dielektrik sekitar 100. Hal ini diakibatkan oleh disosiasi yang disebabkan oleh swa-protonasi. asam sulfat encer untuk kegunaan laboratorium. dan oleh karenanya pada zaman dahulu ia dinamakan 'minyak vitriol'.6% H2SO4). . kebanyakan asam sulfat diproduksi dengan proses bilik. asam pekat. Apabila SO3(g) dalam konsentrasi tinggi ditambahkan ke dalam asam sulfat. Konsentrasi oleum diekspresikan sebagai %SO3 (disebut %oleum) atau %H2SO4 (jumlah asam sulfat yang dihasilkan apabila H2O ditambahkan). H2S2O7 akan terbentuk. Asam sulfat murni berupa cairan bening seperti minyak.[3] 2 H2SO4 → H3SO4+ + HSO4− Konstanta kesetimbangan autopirolisisnya adalah[3] Kap(25 °C)= [H3SO4+][HSO4−] = 2. konsentrasi yang umum adalah 40% oleum (109% H2SO4) dan 65% oleum (114. Asam sulfat 98% umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat. H2S2O7 murni terdapat dalam bentuk padat dengan titik leleh 36 °C.2 SO2 + O2(g) → 2 SO3 (g) (dengan keberadaan V2O5) Sulfur trioksida diserap ke dalam 97-98% H2SO4 menjadi oleum (H2S2O7). Terdapat juga asam sulfat dalam berbagai kemurnian. 33. disebut sebagai autopirolisis.3%. dan merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum.7 × 10−4.53%. 62. asam menara atau asam glover. asam baterai.[2] Sifat-sifat fisika Bentuk-bentuk asam sulfat Walaupun asam sulfat yang mendekati 100% dapat dibuat. Asam sulfat 98% lebih stabil untuk disimpan.18%. Mutu murni asam sulfat digunakan untuk membuat obat-obatan dan zat warna. asam sulfat berasap. H2SO4 (l) + SO3 → H2S2O7 (l) H2S2O7 (l) + H2O (l) → 2 H2SO4 (l) Perhatikan bahwa pelarutan langsung SO3 ke dalam air tidaklah praktis karena reaksi sulfur trioksida dengan air yang bersifat eksotermik. Reaksi ini akan membentuk aerosol korosif yang akan sulit dipisahkan. 97%.

Reaksi yang lebih dramatis terjadi apabila asam sulfat ditambahkan ke dalam satu sendok teh gula.6). CH3COOH. Kw = 10−14.4).3). H3SO4+ (11. Reaksi antara natrium asetat dengan asam sulfat akan menghasilkan asam asetat. menghasilkan garam sulfat. nilai konstanta kesetimbangan autopirolisis asam sulfat 1010 (10 triliun) kali lebih kecil.0). asam sulfat berperilaku sebagai asam sekaligus zat pendehidrasi. ia akan dapat mendidih dan bereaksi dengan keras. Seketika ditambahkan.1). H2S2O7 (3. dan natrium bisulfat: H2SO4 + CH3COONa → NaHSO4 + CH3COOH Hal yang sama juga berlaku apabila mereaksikan asam sulfat dengan kalium nitrat. Selalu tambahkan asam ke dalam air daripada air ke dalam asam. Sebagai contoh. konduktivitas efektif ion H3SO4+ dan HSO4− tinggi dikarenakan mekanisme ulang alik proton intra molekul. mencampurkan pati (C6H12O6)n dengan asam sulfat pekat akan menghasilkan karbon dan air yang terserap dalam asam sulfat (yang akan mengencerkan asam sulfat): (C6H12O6)n → 6n C + 6n H2O Efek ini dapat dilihat ketika asam sulfat pekat diteteskan ke permukaan kertas. Afinitas asam sulfat terhadap air cukuplah kuat sedemikiannya ia akan memisahkan atom hidrogen dan oksigen dari suatu senyawa. Reaksi lainnya Sebagai asam.[3] Sifat-sifat kimia Reaksi dengan air Reaksi hidrasi asam sulfat sangatlah eksotermik. yaitu: HSO4− (15.+ H2O → H3O+ + SO42Karena hidrasi asam sulfat secara termodinamika difavoritkan. Kesetimbangan kimiawi asam sulfat sebenarnya lebih rumit daripada yang ditunjukkan di atas. asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan basa. Air memiliki massa jenis yang lebih rendah daripada asam sulfat dan cenderung mengapung di atasnya.Dibandingkan dengan konstanta keseimbangan air. 100% H2SO4 mengandung beragam spesi dalam kesetimbangan (ditunjukkan dengan nilai milimol per kg pelarut). Selulosa bereaksi dengan asam sulfat dan menghasilkan karbon yang akan terlihat seperti efek pembakaran kertas.0). garam tembaga tembaga(II) sulfat dibuat dari reaksi antara tembaga(II) oksida dengan asam sulfat: CuO + H2SO4 → CuSO4 + H2O Asam sulfat juga dapat digunakan untuk mengasamkan garam dan menghasilkan asam yang lebih lemah. Reaksi ini akan menghasilkan asam nitrat dan endapat kalium bisulfat. membentuk ion . sehingga apabila air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat. Ketika dikombinasikan dengan asam nitrat. gula tersebut akan menjadi karbon berpori-pori yang mengembang dan mengeluarkan aroma seperti karamel. Reaksi yang terjadi adalah pembentukan ion hidronium: H2SO4 + H2O → H3O+ + HSO4HSO4. menjadikan asam sulfat sebagai konduktor yang baik. Sebagai contoh. H3O+ (8. asam sulfat adalah zat pendehidrasi yang sangat baik dan digunakan untuk mengeringkan buah-buahan. Walaupun asam ini memiliki viskositas yang cukup tinggi. Ia juga merupakan pelarut yang baik untuk banyak reaksi. HS2O7− (4. H2O (0.

Asam sulfat menjalani reaksi substitusi aromatik elektrofilik dengan senyawa-senyawa aromatik. mangan. menghasilkan gas hidrogen dan logam sulfat. batuan fosfat digunakan dan diproses lebih dari 100 juta ton setiap tahunnya. Pada metode ini. Proses keseluruhannya dapat ditulis: Ca5F(PO4)3 + 5 H2SO4 + 10 H2O → 5 CaSO4•2 H2O + HF + 3 H3PO4 Asam sulfat digunakan dalam jumlah yang besar oleh industri besi dan baja untuk menghilangkan oksidasi. Bahan baku ini kemudian diberi 93% asam suflat untuk menghasilkan kalsium sulfat. HF dipisahan sebagai asam fluorida. dan tembaga. walaupun komposisinya dapat bervariasi. seng. bahan bakar minyak. gas kilang. Asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan logam via reaksi penggantian tunggal. yang penting dalam reaksi nitrasi yang melibatkan substitusi aromatik elektrofilik. Asam yang telah digunakan sering kali didaur ulang dalam kilang regenerasi asam bekas (Spent Acid Regeneration (SAR) plant). timah. Amonium sulfat. hidrogen fluorida (HF). Sehingga ketika asam pekat panas bereaksi dengan seng. yang digunakan untuk membuat pupuk fosfat dan juga trinatrium fosfat untuk deterjen. aluminium.nitronium NO2+. Proses pembakaran ini akan menghasilkan gas sulfur dioksida (SO2) dan sulfur trioksida (SO3) yang kemudian digunakan untuk membuat asam sulfat yang "baru". karat. Namun reaksi dengan timah akan menghasilkan sulfur dioksida daripada hidrogen. Bahan-bahan baku yang ditunjukkan pada persamaan di bawah ini merupakan fluorapatit.[5] Kegunaan utama (60% dari total produksi di seluruh dunia) asam sulfat adalah dalam "metode basah" produksi asam fosfat. manakahal asam encer yang beraksi dengan logam seperti seng akan menghasilkan garam dan hidrogen. ia akan menghasilkan garam. Timbal dan tungsten tidak bereaksi dengan asam sulfat. umumnya diproduksi sebagai produk sampingan dari kilang pemroses kokas untuk produksi besi dan baja. Namun reaksi dengan timah dan tembaga memerlukan asam sulfat yang panas dan pekat. dan kerak air sebelum dijual ke industri otomobil. Kilang ini membakar asam bekas dengan gas alam. dan asam fosfat. Mereaksikan . magnesium dan nikel. produksi asam sulfat suatu negara merupakan indikator yang baik terhadap kekuatan industri negara tersebut. dan sebenarnya pula. air dan sulfur dioksida. ataupun sumber bahan bakar lainnya. Fe (s) + H2SO4 (aq) → H2 (g) + FeSO4 (aq) Sn (s) + 2 H2SO4 (aq) → SnSO4 (aq) + 2 H2O (l) + SO2 (g) Hal ini dikarenakan asam pekat panas umumnya berperan sebagai oksidator. Reaksi antara asam sulfat dengan logam biasanya akan menghasilkan hidrogen seperti yang ditunjukkan pada persamaan di bawah ini. Reaksi jenis ini sangatlah penting dalam kimia organik. H2SO4 encer menyerang besi. yang merupakan pupuk nitrogen yang penting. manakala asam encer berperan sebagai asam biasa. menghasilkan asam sulfonat terkait:[4] Kegunaan Asam sulfat merupakan komoditas kimia yang sangat penting.

Namun karena penggunaan asam korosif yang pekat pada suhu yang tinggi. Ia terdiri dari tiga reaksi kimia yang keseluruhan reaktannya adalah air dan keseluruhan produknya adalah hidrogen dan oksigen. Siklus sulfur iodin sekarang ini sedang diteliti sebagai metode yang praktis untuk mendapatkan hidrogen. contohnya sebagai katalis untuk reaksi isobutana dengan isobutilena yang menghasilkan isooktana. Proses ini bersifat endotermik dan haruslah terjadi pada suhu yang tinggi. ia dapat menimbulkan risiko bahaya keselamatan yang besar apabila proses ini dibangun dalam skala besar. Siklus sulfur-iodin Siklus sulfur-iodin merupakan sederet proses termokimia yang digunakan untuk mendapatkan hidrogen. Banyak H2SO4 digunakan dalam pengilangan minyak bumi. Sejarah Besi(II) sulfat heptahidrat . 2 H2SO4 → 2 SO2 + 2 H2O + O2 I2 + SO2 + 2 H2O → 2 HI + H2SO4 2 HI → I2 + H2 (830 °C) (120 °C) (320 °C) Senyawa sulfur dan iodin didaur dan digunakan ulang. Kegunaan asam sulfat lainnya yang penting adalah untuk pembuatan aluminium sulfat. Sebagai contoh. asam sulfat merupakan katalis asam yang umumnya digunakan untuk mengubah sikloheksanonoksim menjadi kaprolaktam.amonia yang dihasilkan pada dekomposisi termal batu bara dengan asam sulfat bekas mengijinkan amonia dikristalkan keluar sebagai garam (sering kali berwarna coklat karena kontaminasi besi) dan dijual kepada industri agrokimia. Alumunium sulfat dapat bereaksi dengan sejumlah kecil sabun pada serat pulp kertas untuk menghasilkan aluminium karboksilat yang membantu mengentalkan serat pulp menjadi permukaan kertas yang keras. yang digunakan untuk membuat nilon. Ia juga digunakan untuk membuat asam klorida dari garam melalui proses Mannheim. Aluminium sulfat juga digunakan untuk membuat aluminium hidroksida. Aluminium sulfat dibuat dengan mereaksikan bauksit dengan asam sulfat: Al2O3 + 3 H2SO4 → Al2(SO4)3 + 3 H2O Asam sulfat juga memiliki berbagai kegunaan di industri kimia.

Garam-garam vitriol tersebut merupakan zat yang paling penting dalam alkimia. yang digunakan untuk menemukan batu filsuf. kimiawan Jerman Belanda Johann Glauber membuat asam sulfat dengan membakar sulfur bersamaan dengan kalium nitrat. Proses ini disebut sebagai proses bilik. Pada tahun 1831. yang akan bergabung dengan air membentuk asam sulfat. Hal ini dikarenakan asam vitriol tidak bereaksi dengan emas. Metode ini dipopulerkan di Eropa melalui terjemahan-terjamahan buku-buku Arab dan Persia. KNO3. dan kobalt(II) sulfat (vitriol merah). anda akan menemukan batu rahasia') yang ditemukan dalam L'Azoth des Philosophes karya alkimiawan abad ke-15 Basilius Valentinus. Asam sulfat dikenal oleh alkimiawan Eropa abad pertengahan sebagai minyak vitriol. Vitriol yang sangat murni digunakan sebagai media reaksi zat-zat lainnya. Sekarang. Garam-garam ini meliputi tembaga(II) sulfat (vitriol biru). ahli farmasi London. Pentingnya vitriol dalam alkimia terlihat pada moto alkimia Visita Interiora Terrae Rectificando Invenies Occultum Lapidem ('Kunjungi bagian dalam bumi dan murnikanlah. seng sulfat (vitriol putih). dengan keberadaan uap. besi(II) sulfat (vitriol hijau). Kalium nitrat tersebut terurai dan mengoksidasi sulfur menjadi SO3. FeSO4 • 7H2O. saudagar asam cuka Britania Peregrine Phillips mematenkan proses kontak. yang mengijinkan produksi asam sulfat secara efektif. CuSO4 • 5H2O. Keselamatan . yang mendapatkan zat ini dari distilasi kering mineral yang mengandung besi(II) sulfat heptahidrat. dan tembaga(II) sulfat pentahidrat. besi(III) sulfat (vitriol Mars). menggunakan metode ini untuk memulai produksi asam sulfat berskala besar. Pada tahun 1746 di Birmingham. Ketika dipanaskan. disebut sebagai garam vitriol. Asam ini kemudian dikaji oleh alkimiawan dan dokter Persia abad ke-9 Ar-Razi (Rhazes). Setelah berbagai perbaikan. senyawa-senyawa ini akan terurai menjadi besi(II) oksida dan tembaga(II) oksida. Pada tahun 1736. Pada abad ke-17. hampir semua produksi asam sulfat dunia menggunakan proses ini. . John Roebuck mengadaptasikan metode ini ke dalam suatu bilik. merujuk pada penampilan garam sulfat yang seperti gelas. metode ini menjadi proses standar produksi asam sulfat selama hampir dua abad. yang lebih ekonomis dalam memproduksi sulfur trioksida dan asam sulfat.Tembaga(II) sulfat pentahidrat Alkimiawan abad ke-8 Abu Musa Jabir bin Hayyan (Geber) dipercayai sebagai penemu asam sulfat. Joshua Ward. yang dapat menghasilkan asam sulfat lebih banyak. Kata vitriol berasal dari bahasa Latin vitreus yang berarti 'gelas'. melepaskan air beserta sulfur trioksida yang akan bergabung menjadi larutan asam sulfat.

bahkan asam sulfat encer (sekitar 1 M. Pembuatan asam sulfat encer juga berbahaya oleh karena pelepasan panas selama proses pengenceran. Luka bakar akibat asam sulfat berpotensi lebih buruk daripada luka bakar akibat asam kuat lainnya. manakala larutan lebih besar dari 0. larutan asam sulfat yang sama atau lebih dari 1.5 M diberi label "CORROSIVE" (korosif). Pembuatan larutan lebih dari 6 M (35%) adalah yang paling berbahaya. Asam sulfat pekat haruslah selalu ditambahkan ke air. Asam sulfat berasap (oleum) tidaklah dianjurkan untuk digunakan dalam sekolah oleh karena bahaya keselamatannya yang sangat tinggi. Oleh karenanya. Iritasi akan mereda dengan cepat setelah paparan. hal ini dikarenakan adanya tambahan kerusakan jaringan dikarenakan dehidrasi dan kerusakan termal sekunder akibat pelepasan panas oleh reaksi asam sulfat dengan air. dan membran mukosa yang parah. dan bukannya sebaliknya. Namun. Perawatan pertama yang standar dalam menangani tumpahnya asam sulfat ke kulit adalah dengan membilas kulit tersebut dengan air sebanyak-banyaknya. karena panas yang dihasilkan cukup panas untuk mendidihkan asam encer tersebut. Di . Pada konsentrasi rendah.5 M dan lebih kecil dari 1. Bahaya akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi asam sulfat. Pakaian yang terkontaminasi oleh asam sulfat harulah dilepaskan dengan segera dan segera bilas kulit yang berkontak dengan pakaian tersebut. Resiko utama asam sulfat adalah kontak dengan kulit yang menyebabkan luka bakar dan penghirupan aerosol asap. walaupun terdapat risiko edema paru apabila kerusakan jaringan lebih parah. kontak dengan logam dalam kasus tumpahan asam dapat menyebabkan pelepasan gas hidrogen. Indikasi kerusakan kronis saluran pernafasan masih belum jelas. Bahaya industri Walaupun asam sulfat tidak mudah terbakar. saluran pernafasan. Penambahan air ke asam sulfat pekat dapat menyebabkan tersebarnya aerosol asam sulfat dan bahkan dapat menyebabkan ledakan. Pembilasan dilanjutkan selama 10 sampai 15 menit untuk mendinginkan jaringan disekitar luka bakar asam dan untuk menghindari kerusakan sekunder. simtom-simtom akibat paparan kronis aerosol asam sulfat yang paling umumnya dilaporkan adalah pengikisan gigi. Penyebaran aerosol asam dan gas sulfur dioksida menambah bahaya kebakaran yang melibatkan asam sulfat.Bahaya laboratorium Tetesan 98% asam sulfat akan dengan segera membakar kertas tisu menjadi karbon Sifat-sifat asam sulfat yang korosif diperburuk oleh reaksi eksotermiknya dengan air. Paparan dengan aerosol asam pada konsentrasi tinggi akan menyebabkan iritasi mata. Asam sulfat dianggap tidak beracun selain bahaya korosifnya. 10%) akan dapat mendehidrasi kertas apabila tetesan asam sulfat tersebut dibiarkan dalam waktu yang lama.5 M diberi label "IRRITANT" (iritan).

stripper tower dan benfield system. hasil reaksi yang berupa gas-gas Hydrogen dan Carbon Dioksida dikirim ke Secondary Reformer dan direaksikan dengan udara sehingga dihasilkan gasgas Hidrogen . Tahap-tahap reforming unit adalah : a. Primary Reformer . Reforming Unit Di Reforming Unit gas alam yang sudah bersih dicampur dengan uap air. Terdapat pula laporan bahwa penelanan asam sulfat menyebabkan defisiensi vitamin B12 dengan degenarasi gabungan subakut. agar tidak menimbulkan keracunan pada Katalisator di Reforming Unit. batasan paparan yang diperbolehkan ditetapkan sebagai 1 mg/m³. kemudian direaksikan di Primary Reformer. CO2 Removal Pretreatment Section Feed Gas dari Sponge Iron dialirkan ke unit CO2 Removal Pretreatment Section Untuk memisahkan CO2 dengan menggunakan larutan Benfield sebagai penyerap. Unit ini terdiri atas CO2 absorber tower. ZnO Desulfurizer Seksi ini bertujuan untuk memisahkan sulfur organik yang terkandung dalam feed gas dengan cara mengubahnya terlebih dahulu mejadi Hydrogen Sulfida dan mereaksikannya dengan ZnO. Jalannya proses melalui tahapan berikut : a. Gas alam yang bebas sulfur ini selanjutnya dikirim ke Reforming Unit. Untuk menghilangkan senyawa belerang yang terkandung dalam gas alam. Reforming Unit 3. Tahap-Tahap Proses Pembuatan Amonia Amoniak diproduksi dengan mereaksikan gas Hydrogen (H2) dan Nitrogen (N2) dengan rasio H2 : N2 = 3 : 1 .6H2O + H2S → Fe2S3 6 H2O + 3 H2O b. maka gas alam tersebut dilewatkan dalam suatu bejana yang disebut Desulfurizer. Persamaan Reaksi : Fe2O3. Synthesa Loop & Amoniak Refrigerant . c. dipanaskan. Untuk proses tiap unit dapat dijelaskan sebagai berikut : 1.Amerika Serikat. Feed Treating Unit dan Desulfurisasi 2. Persamaan Reaksi : H2S + ZnO → ZnS + H2O 2. Sejumlah H2S dalam feed gas diserap di Desulfurization Sponge Iron dengan sponge iron sebagai media penyerap. Feed Treating Unit Gas alam yang masih mengandung kotoran (impurities). Purification & Methanasi 4. terutama senyawa belerang sebelum masuk ke Reforming Unit harus dibersihkan dahulu di unit ini. Pada pembuatan amonia yang dilaksanakan pada industri(PT PUSRI) secara garis besar dibagi menjadi 4 Unit dengan urutan sebagai berikut : 1. Nitrogen dan Karbon Dioksida Gas-gas hasil reaksi ini dikirim ke Unit Purifikasi dan Methanasi untuk dipisahkan gas karbon dioksidanya.

34 % mol dry basis.Seksi ini bertujuan untuk mengubah feed gas menjadi gas sintesa secara ekonomis melalui dapur reformer dengan tube-tube berisi katalis nikel sebagai media kontak feed gas dan steam pada temperature (824 oC)dan tekanan (45 – 46 kg/cm2) tertentu . Tahap-tahap proses Purification dan methanasi adalah sebagai berikut : a.Q CO + H2O → CO2 + H2 ∆H = + Q Secara overall reaksi yang terjadi adalah reaksi endothermic sehingga membutuhkan burner dan gas alam sebagai fuel. striper serta benfield system sebagai media penyerap.2 : 1.437 oC. System penyerapan di dalam CO2 absorber ini berlangsung secara counter current. High Temperature Shift Converter (HTS) Setelah mengalami reaksi pembentukan H2 di Primary dan Secondary Reformer maka gas proses didinginkan hingga temperature 371 oC untuk merubah CO menjadi CO2 dengan persamaan reaksi sebagai berikut : CO + H2O → CO2 + H2 Kadar CO yang keluar dari unit ini adalah 3.5 % mol dry basis dengan temperature gas outlet 432 oC. Secondary Reformer Gas yang keluar dari primary reformer masih mengandung kadar CH4 yang cukup tinggi. Sisa Karbon dioksida yang terbawa dalam gas proses.5 oC. Karbon dioksida yang telah dipisahkan dikirim sebagai bahan baku Pabrik Urea. Persamaan Reaksi : 2H2 + O2 → 2H2O CO + O2 → 2CO2 3.3 % mol dry basis. yaitu 12 – 13 %. Low Temperature Shift Converter (LTS) Karena tidak semua CO dapat dikonversikan menjadi CO2 di HTS. Karena diperlukan N2 untuk reaksi pembentukan Amoniak maka melalui media compressor dimasukkan udara pada unit ini. b. Persamaan Reaksi : CH4 + H2O → CO + 3 H2 ∆H = . Purification & Methanasi Karbon dioksida yang ada dalam gas hasil reaksi Reforming Unit dipisahkan dahulu di Unit Purification. Diharapkan kadar CO dalam gas proses adalah sebesar 0. oleh karena itu sebelum gas proses ini dikirim ke Unit Synloop & Refrigeration terlebih dahulu masuk ke Methanator. akan menimbulkan racun pada katalisator Ammonia Converter. CO2 Removal Karena CO2 dapat mengakibatkan degradasi di Amoniak Converter dan merupakan racun maka senyawa ini harus dipisahkan dari gas synthesa melalui unit CO2 removal yang terdiri atas unit absorber. Persamaan Reaksi : CH4 + H2O → 3 H2 + CO Kandungan CH4 yang keluar dari Secondary reformer ini diharapkan sebesar 0. b. c. Adapun kondisi operasi acuan adalah perbandingan steam to carbon ratio 3. sehingga akan diubah menjadi H2 pada unit ini dengan perantaraan katalis nikel pada temperature 1002. yaitu gas synthesa dari bagian bawah absorber . maka reaksi tersebut disempurnakan di LTS setelah sebelumnya gas proses didinginkan hingga temperature 210 oC.

Kandungan Amoniak yang keluar dari Amoniak Converter adalah sebesar 12. Persamaan Reaksi : 3H2 + N2 → 2NH3 . Gas-gas inert ini akan dipisahkan di seksi Amoniak Refrigerant yang berfungsi untuk Mem-flash amoniak cair berulang-ulang dengan cara menurunkan tekanan di setiap tingkat flash drum untuk melepaskan gas-gas terlarut. uap ini kemudian masuk ke Unit Refrigerasi sehingga didapatkan amoniak dalam fasa cair yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan urea. Tahap-tahap poses Synthesa loop dan Amonik Refrigerant adalah : a. yaitu Warm Ammonia Product (30 oC) yang digunakan sebagai bahan baku untuk pabrik urea.05-17. sedangkan larutan benfield yang kaya CO2 akan diregenerasi di unit CO2 stripper dan dikembalikan ke CO2 absorber. ditekan atau dimampatkan untuk mencapai tekanan yang diinginkan oleh Ammonia Converter agar terjadi reaksi pembentukan.dan larutan benfield dari bagian atasnya.5 kg/cm2 oleh syn gas compressor dan dipisahkan kandungan airnya melalui sejumlah K. Cold Ammonia Product (-33 oC) yang disimpan dalam Ammonia Storage Tank. Synthesis Loop Gas synthesa yang akan masuk ke daerah ini harus memenuhi persyaratan perbandingan H2/N2 = 2. b. yakni sekitar 0. Amoniak Refrigerant Amoniak cair yang dipisahkan dari gas synthesa masih mengandung sejumlah tertentu gas-gas terlarut.O. Produk Amoniak Produk Amoniak yang dihasilkan terdiri atas dua. Gas synthesa pertama-tama akan dinaikkan tekanannya menjadi sekitar 177. Drum dan diumpankan ke Amoniak Converter dengan katalis promoted iron. Persamaan Reaksi : CO + 3H2 → CH4 + H2O CO2 + 4H2 → CH4 + 2H2O 4. Methanasi Gas synthesa yang keluar dari puncak absorber masih mengandung CO2 dan CO relative kecil. chiller mengambil panas dari gas synthesa untuk mendapatkan pemisahan produksi amoniak dari Loop Synthesa dengan memanfaatkan tekanan dan temperature yang berbeda di setiap tingkat refrigeration.5 – 3 : 1. Adapun reaksi penyerapan yang terjadi : K2CO3 + H2O + CO2 → 2KHCO3 d. Synthesa loop dan Amonik Refrigerant Gas proses yang keluar dari Methanator dengan perbandingan Gas Hidrogen dan Nitrogen = 3 : 1. Sedangkan CO2 yang dipisahkan digunakan sebagai bahan baku di pabrik urea.2 % mol. sebagai bagian yang integral dari refrigeration. Blok Diagram sederhana proses pembuatan ammonia pada PT PUSRI dapat digambarkan pada gambar 5 dan gambar 6 dihalaman berikut : . Gas synthesa yang telah dipisahkan CO2-nya akan keluar dari puncak absorber.3 % mol dry basis yang selanjutnya akan diubah menjadi methane di methanator pada temperature sekitar 316 oC. 5.

Secara overall reaksi yang terjadi adalah reaksi endothermic sehingga membutuhkan burner dan gas alam sebagai fuel. CO2 Removal . Secondary Reformer Gas yang keluar dari primary reformer masih mengandung kadar CH4 yang cukup tinggi.437 oC. Karena diperlukan N2 untuk reaksi pembentukan Amoniak maka melalui media compressor dimasukkan udara pada unit ini.5 oC. maka reaksi tersebut disempurnakan di LTS setelah sebelumnya gas proses didinginkan hingga temperature 210 oC.5 % mol dry basis dengan temperature gas outlet 432 oC. Persamaan Reaksi : 2H2 + O2 CO + O2 3. Sisa Karbon dioksida yang terbawa dalam gas proses. Karbon dioksida yang telah dipisahkan dikirim sebagai bahan baku Pabrik Urea. Persamaan Reaksi : CH4 + H2O 3 H2 + CO Kandungan CH4 yang keluar dari Secondary reformer ini diharapkan sebesar 0. Low Temperature Shift Converter (LTS) Karena tidak semua CO dapat dikonversikan menjadi CO2 di HTS. Tahap-tahap proses Purification dan methanasi adalah sebagai berikut : a.3 % mol dry basis. High Temperature Shift Converter (HTS) Setelah mengalami reaksi pembentukan H2 di Primary dan Secondary Reformer maka gas proses didinginkan hingga temperature 371 oC untuk merubah CO menjadi CO2 dengan persamaan reaksi sebagai berikut : CO + H2O CO2 + H2 2H2O 2CO2 Kadar CO yang keluar dari unit ini adalah 3. Purification & Methanasi Karbon dioksida yang ada dalam gas hasil reaksi Reforming Unit dipisahkan dahulu di Unit Purification. b.34 % mol dry basis. akan menimbulkan racun pada katalisator Ammonia Converter. yaitu 12 ± 13 %. Diharapkan kadar CO dalam gas proses adalah sebesar 0. c. b. oleh karena itu sebelum gas proses ini dikirim ke Unit Synloop & Refrigeration terlebih dahulu masuk ke Methanator. sehingga akan diubah menjadi H2 pada unit ini dengan perantaraan katalis nikel pada temperature 1002.

Karena CO2 dapat mengakibatkan degradasi di Amoniak Converter dan merupakan racun maka senyawa ini harus dipisahkan dari gas synthesa melalui unit CO2 removal yang terdiri atas unit absorber. Amoniak Refrigerant Amoniak cair yang dipisahkan dari gas synthesa masih mengandung sejumlah tertentu gas-gas terlarut. uap ini kemudian masuk ke Unit Refrigerasi sehingga didapatkan amoniak dalam fasa cair yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan urea. Gas-gas inert ini akan dipisahkan di seksi Amoniak Refrigerant yang berfungsi untuk Mem-flash amoniak cair berulang-ulang dengan cara menurunkan tekanan di setiap tingkat flash drum untuk melepaskan gas-gas terlarut. striper serta benfield system sebagai media penyerap. Persamaan Reaksi : 3H2 + N2 2NH3 . sedangkan larutan benfield yang kaya CO2 akan diregenerasi di unit CO2 stripper dan dikembalikan ke CO2 absorber. Persamaan Reaksi : CO + 3H2 CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O CH4 + H2O 4.2 % mol. yaitu gas synthesa dari bagian bawah absorber dan larutan benfield dari bagian atasnya. Drum dan diumpankan ke Amoniak Converter dengan katalis promoted iron. ditekan atau dimampatkan untuk mencapai tekanan yang diinginkan oleh Ammonia Converter agar terjadi reaksi pembentukan. yakni sekitar 0.O. Sedangkan CO2 yang dipisahkan digunakan sebagai bahan baku di pabrik urea. Gas synthesa pertama-tama akan dinaikkan tekanannya menjadi sekitar 177. chiller mengambil panas dari gas synthesa untuk mendapatkan pemisahan produksi amoniak dari Loop . Gas synthesa yang telah dipisahkan CO2-nya akan keluar dari puncak absorber. Adapun reaksi penyerapan yang terjadi : K2CO3 + H2O + CO2 2KHCO3 d. Kandungan Amoniak yang keluar dari Amoniak Converter adalah sebesar 12.05-17. System penyerapan di dalam CO2 absorber ini berlangsung secara counter current. sebagai bagian yang integral dari refrigeration. Synthesa loop dan Amonik Refrigerant Gas proses yang keluar dari Methanator dengan perbandingan Gas Hidrogen dan Nitrogen = 3 : 1.5 ± 3 : 1. Tahap-tahap poses Synthesa loop dan Amonik Refrigerant adalah : a.5 kg/cm2 oleh syn gas compressor dan dipisahkan kandungan airnya melalui sejumlah K. Methanasi Gas synthesa yang keluar dari puncak absorber masih mengandung CO2 dan CO relative kecil. b.3 % mol dry basis yang selanjutnya akan diubah menjadi methane di methanator pada temperature sekitar 316 oC. Synthesis Loop Gas synthesa yang akan masuk ke daerah ini harus memenuhi persyaratan perbandingan H2/N2 = 2.

Synthesa dengan memanfaatkan tekanan dan temperature yang berbeda di setiap tingkat refrigeration. Cold Ammonia Product (-33 oC) yang disimpan dalam Ammonia Storage Tank. 5. Produk Amoniak Produk Amoniak yang dihasilkan terdiri atas dua. Blok Diagram sederhana proses pembuatan ammonia pada PT PUSRI dapat digambarkan pada gambar 5 dan gambar 6 dihalaman berikut : . yaitu Warm Ammonia Product (30 oC) yang digunakan sebagai bahan baku untuk pabrik urea.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful